Page 9

SRIWIJAYA POST Jumat, 5 Juni 2009

Musirawas, Banyuasin, Lubuklinggau

9

Kadisduk Capil OI Meninggal

KM 27 Indralaya Rawan Laka

Sekayu Raih Adipura ke-5

INDRALAYA - Drs H Nur Ikhsan Haitami, Kepala Dinas Catatan Sipil (Capil) dan Kependudukan Kabupaten Ogan Ilir (OI), Rabu (3/6) meninggal dunia sekitar pukul 21.15. Almarhum sempat menjalani perawatan di RS RK Charitas Palembang. Almarhum berpulang dalam usia 57 tahun dan meninggalkan seorang istri Hj Roesmiati serta 4 orang anak. Almarhum dikebumikan, Kamis (4/6) sekitar pukul 13.00 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Maskrebet KM 10 Palembang setelah disemayamkan dari rumah duka di Kelurahan Sukabangun III Kecamatan Sukarami Palembang. Keberangkatan almarhum ke tempat peristirahatan terakhir dilepas Bupati OI, Ir H Mawardi Yahya didampingi Wabup Iskandar, SE dan unsur Muspida. Turut pula mengantar ke tempat pemakaman, Bupati Banyuasin Amiruddin Inoed, Sekda OI Drs H Daud Hasyim, para asisten serta pejabat di lingkungan Pemkab OI, dan ratusan pelayat lainnya dari Palembang. “Almarhum mengalami komplikasi penyakit diabetes dan sempat dirawat di RS Charitas Palembang,” kata Kasubag Protokol Pemkab OI, Riswan. (st1)

INDRALYA - Poros jalan raya menuju Kabupaten Ogan Ilir (OI) setiap harinya padat dilintasi kendaraan. Bahkan di sejumlah titik pada jalan lintas provinsi ini, rawan kecelakaan. Bahkan poros Indralaya-Palembang setiap hari ada saja kecelakan yang terjadi. “Kecelakan selain kondisi jalan yang padat, juga akibat kurangnya kesadaran pengendara dalam mematuhi tertib berlalulintas,” kata Kapolres OI, AKBP Aman Gane, SH melalui Kasat Lantas AKP R Pakpahan, Kamis (4/6). Kondisi jalan Indralaya-Palembang, kata AKP R Pakpahan, selain terdapat sejumlah tikungan tajam, juga ada poros jalan yang menyempit maupun jalan rusak dan berlobang. “Karena itulah dibutuhkan kesadaran pengendara dalam mematuhi tertib berlalulintas,” katanya. Titik poros jalan Indralaya-Palembang yang sering mengalami kecelakaan atau rentan terjadi lakalantas yaitu KM 16, KM 28 dn KM 41. Termasuk di KM 27 terkenal dengan titik rawan kecelakan. Pekan lalu di kawasan ini terjadi tabrakan motor dengan mobil ambulan yang menelan korban jiwa. (st1)

SEKAYU - Kota Sekayu, Ibukota Kabupaten Musi Banyuasin, untuk kelima kalinya berturut-turut meraih Piala Adipura untuk kategori kota kecil terbersih di Indonesia. Penghargaan ini akan diserahkan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara Jakarta, Jumat (5/ 6) pagi ini. Selain Sekayu, kota lain di Sumsel yang meraih Adipura yaitu Kota Kayuagung (OKI), Martapura (OKUT), Palembang dan Kota Muaraenim. Kabag Humas Pemkab Muba, Herryandi Sinulingga, AP kepada wartawan, Kamis (4/6) menjelaskan, sesuai jadwal Bupati Muba H Pahri Azhari akan menerima langsung Piala Adipura dari Presiden RI. Sementara itu Bupati Muba, Pahri Azahri yang dihubungi mengatakan, Piala Adipura ke5 yang diraih Kota Sekayu secara berturut-turut ini merupakan suatu penghargaan terhadap kerja keras masyarakat dan Pemkab Muba, yang bahu membahu membangun Muba, sehingga tercipta lingkungan yang bersih. Menurut bupati, penilaian yang dilakukan tim mensyaratkan standar yang cukup tinggi. (naf)

Tabung Gas Bersubsidi Meledak ■ Saat Diterima Bocor LUBUKLINGGAU, SRIPO - Naas dialami Dul (40). Warga jalan Nangka Kelurahan Megang Lubuklinggau Utara II itu terpaksa dibawa ke rumah sakit, karena sebagian besar badannya melepuh, akibat tabung gas bersubsidi (konversi dari minyak tanah ke gas) yang baru diterimanya beberapa hari lalu meledak. Ledakan tabung gas bersubsidi ini membuat warga sekitar panik, karena khawatir akan terjadi kebakaran. Namun untunglah,

ledakan tabung gas tersebut tidak menimbulkan percikan api yang besar, sehingga tidak terjadi kebakaran. Informasi yang dihimpun, sebenarnya Dul sudah mengetahui bahwa tabung gas yang diterimanya itu mengalami kebocoran. Namun saat akan ditukar, jatahnya sudah tidak ada lagi. Oleh Dul, tabung gas tersebut tidak digunakan tapi disimpan dalam kamar mandi. Rabu (3/6) pagi, isterinya akan menghidupkan kompor minyak

di dapur, yang letaknya berdekatan dengan kamar mandi. Diduga karena udara disekitar dapur dan kamar mandi sudah dipenuhi oleh gas yang berasal dari tabung yang bocor, maka dengan cepatnya api menjalar dan tabung gas yang disimpan dalam kamar mandi meledak. Naasnya, saat tabung gas itu meledak, Dul sedang berada dalam kamar mandi. Akibatnya, sebagian besar tubuhnya melepuh karena ledakan gas tersebut, dan oleh warga setempat, dia dibawa ke rumah sakit

untuk mendapatkan perawatan. Meledaknya tabung gas bersubsidi ini menimbulkan kecemasan bagi warga lainnya. Yanto, warga setempat yang rumahnya berdekatan dengan rumah Dul mengatakan, ia menjadi takut untuk menghidupkan kompor gas bersubsidi, karena takut tabung tersebut meledak. “Tabung jatah saya tidak saya gunakan karena takut nanti meledak, jadi gas-nya saya buang saja. Sepertinya tabung gas bantuan ini memang agak tipis,” ujarnya. (zie)

Keong Emas dan Tikus Merajalela KAYUAGUNG, SRIPO Petani padi sawah di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kini mulai mengeluhkan serangan hama jenis keong emas dan tikus yang merajalela. Petani berharap, pemeritah dapat membantu mengatasi dua jenis hama ini, termasuk bantuan bibit padi. “Memang hama keong emas dan tikus terbilang hama langganan saat musim tanam. Hama

keong emas tidak hanya menyerang padi saat panen saja, melainkan saat musim tanam,” kata Kepala DPC Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) OKI, Zainal Abidin, Rabu (3/6). Dia mengakui, di OKI ada beberapa kecamatan yang memang petani diresahkan oleh hama keong emas dan tikus, seperti Kecamatan Kayuagung dan

Lempuing, hama padi dimonopoli keong emas dan tikus. Kendatipun demikian, menurutnya, pihaknya telah menemukan cara untuk meminimalisir kerusakan yang ditimbulkan dari serangan kedua hama tersebut. Untuk pengendalian hama keong emas, dapat dilakukan dengan cara memasang jaring di hamparan tanaman padi. Kemudian di tengah jaring

disebar dedaunan sebagai umpan sembari menunggu satu malam, sehingga hama keong emas dapat terjaring. Sedangkan untuk mengatasi hama tikus pihaknya akan membentuk tim pemburu tikus yang dikenal dengan istilah, grobyokan. Mekanismenya, dilakukan dengan cara mencari lubang persembunyian tikus dan melakukan penggalian. (std)

SRIPO/AHMAD NAAFI

RESMIKAN — Bupati Muba, H Pahri Azhari meresmikan Pelayanan Satu Pintu di Kantor Kecamatan Sungai Lilin, Kamis (4/6).

Sungai Lilin Terapkan Layanan Satu Pintu SEKAYU - Demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di tingkat kecamatan dan jauh di pusat ibukota kabupaten, Kecamatan Sungai Lilin menerapkan pelayanan satu pintu, atau one stop service. Pelayanan satu pintu ini diresmikan Bupati Muba, H Pahri Azhari di Kantor Kecamatan Sungai Lilin, Kamis (4/6). Menurut Pahri, Kabupaten Muba adalah daerah pertama di Sumsel yang menerapkan pelayanan satu atap, dan telah

dimulai pada Tahun 2006 lalu. Kini di tingkat kecamatan sudah ada pelayanan satu pintu, gunanya selain mempermudah pengurusan dokumen, juga mempercepat proses penanaman investasi. “Khusus untuk tingkat kecamatan se-Muba dan secara nasional Sungai Lilin yang pertama. Masyarakat silakan cek melalui media massa dan internet, jika ada kecamatan lain di Indonesia yang telah menerapkan pelayanan satu pintu. Kantor

pelayanan satu pintu sama pengertian dengan satu atap, dan pelayanan terpadu,” kata Pahri seraya menjelaskan kantor pelayanan satu pintu ini melayani pembuatan KTP, kartu keluarga, akte kelahiran, dan berbagai perizinan lain yang dibutuhkan masyarakat. Camat Sungai Lilin, Sunaryo, SSTP melalui Sekcam Dicki Meriando, SSTP mengatakan, pelayanan satu pintu bertujuan untuk memangkas birokrasi selama ini. (naf)

Sriwijaya Post Edisi Jumat 05 Juni 2009  

Sriwijaya Post Edisi Cetak

Sriwijaya Post Edisi Jumat 05 Juni 2009  

Sriwijaya Post Edisi Cetak

Advertisement