Page 8

8 SRIWIJAYA POST Senin, 4 April 2011

Tiket SFC Turun Rp 5 Ribu n Atasi Sepi Penonton PALEMBANG, SRIPO — Manajemen Sriwijaya FC dan pengelola tiket pertandingan sepakat menurunkan harga tiket laga home (kandang) Rp 5.000 untuk mengatasi turunnya minat penonton mendatangi stadion. Penurunan tiket ini membuat Gelora Sriwijaya Jakabaring kembali dipadati penonton. “Kami manajemen sepakat menurunkan harga tiket pertandingan menjadi Rp 5 ribu untuk tribun Barat atas, Tribun Timur, dan Tribun Utara Selatan,” jelas Presiden Klub SFC, H Dodi Reza Alex Minggu (3/4). Menurut Dodi, dengan

diturunkannya harga tiket ini diharapkan animo penonton mendatangi stadion meningkat. Sejauh ini harga tiket menjadi keluhan penonton. Namun, harga tiket merupakan salah satu penyebab saja, sementara penyebab lainnya yang cukup berperan seperti, militansi masyarakat Sumsel dan pengamanan stadion masih kurang. “Khusus untuk pengamanan stadion perlu diperhatikan,” jelas Dodi. Untuk persoalan penurunan tiket, memang sudah melalui pertimbangan matang. Tiket sebenarnya diserahkan kepada pihak ke-

tiga dan menjadi andalan pemasukan kas SFC. Tetapi, jika harga tiket menjadi keluhan pihaknya langsung memberikan tanggapan. “Sebab kami harapkan stadion dipadati penonton dan suporter serta pendukung menemukan kembali gairah mereka,” jelasnya. Ditambahkan Pengelola Tiket Pertandingan SFC, Yuliana ST persoalan keamanan memang perlu diatasi. Jika melihat prestasi SFC musim ini, sama sekali tidak menurun. Tetapi penonton semakin hari semakin sepi. Pihaknya pun menurunkan harga tiket.

Tuntaskan Dendam Firman

Selain itu persoalan keamanan juga menjadi sorotan. Sebab menjadi salah satu penyebab sepinya stadion. Setidaknya dari laporan yang masuk dalam setiap pertandingan sekitar lima unit sepeda motor raib. Persoalan semakin runyam ketika pihak kepolisian dan pengamanan stadion kerap sulit diajak berkoordinasi. (ndr) HARGA TIKET Barat atas: Rp 30 ribu menjadi Rp 25 ribu Timur: Rp 25 ribu menjadi Rp 20 ribu Utara-Selatan: Rp 20 ribu Rp 15 ribu

Sapu Bersih 8 Kemenangan n Bank SumselBabel Lolos PALEMBANG, SRIPO — Tim Voli Putra Bank SumselBabel menjadi tim pertama yang lolos ke final four (empat

besar) Proliga 2011 dengan menyapu bersih delapan laga. Brian cs dinyatakan lolos usai mengalahkan Yuso

Bantul Gunadarma skor 3-0 (27-25, 25-21, 25-19), di GOR Citra Arena Bandung, Minggu (3/4). Manajer Tim Budi Bramadi mengatakan, Bank SumselBabel menjadi satu-satunya tim dari Sumatera yang lolos ke ajang final four. Kemenangan ini berkat perjuangan para pemain, perhatian para direksi dan pimpinan Bank SumselBabel serta doa masyarakat Sumsel. “Ini pencapaian terbaik sepanjang keikutsertaan kita di Proliga. Dengan hasil ini kita makin merapatkan barisan untuk menyongsong final four,” ujar Budi. Menurut Budi, di putaran kedua ini Bank SumselBabel masih menyisakan empat laga. Meski lolos final four mereka tetap bertekad menyapu bersih empat laga dengan kemenangan. “Sebab yang kami perlukan adalah menjaga mental dan konsistensi untuk mengejar gelar Proliga musim 2011,” jelasnya. Dalam laga ini, Igor cs tampil apik sepanjang pertandi-

ngan. Meski Yuso mampu mengimbangi dan terjadi kejar mengejar poin, tetapi dua set pertama tim berjuluk Bayi Ajaib ini menang dengan skor 27-25, 25-21. Memasuki set ketiga Yuso sempat mengejar poin, tetapi beberapa kali jump servis Igor maupun kapten Brian mengakhir perlawanan Yuso dengan 25-19. (ndr)

Firman Utina

GELANDANG Timnas Firman Utina mengaku fit. Ia berharap diturunkan saat Sriwijaya FC menghadapi Persisam Putra Samarinda pada lanjutan LSI di Stadion Gelora Jakabaring pada 9 April nanti. Ada keinginan mendalam dari sang playmaker untuk menuntaskan dendam atas kekalahan telak 4-1 pada 19 Januari lalu. “Lutut sudah baik, tetapi memang butuh kepercayaan diri untuk tampil. Saya berharap bisa bermain lawan Persisam meski tidak harus full time, sebab kami ingin membalas Persisam,” kata Firman, Minggu (3/4). Maklum saja, Firman diturunkan dalam laga yang berakhir dengan kekalahan lawan Persisam. Namun dia tidak dapat bermain maksimal karena cedera lututnya mulai parah. “Saya tidak dapat berbuat banyak ketika itu,” urainya. Terkait dengan kesembuhannya kini, Firman mengaku membutuhkan adaptasi untuk bertanding pada laga resmi. Baginya diturunkan 20 menit sudah cukup membantunya pulih. “Saat lawan Persipura saya sudah senang diturunkan dan itu membuat kepecayaan diriku pulih,” urai Firman. Makanya menurut dia, butuh pertandingan resmi salah satunya turun lawan Persisam.”Tetapi semuanya tergantung kepada peatih,” ungkap mantan pemain Pelita ini. Secara terpisah pelatih Ivan Kolev menjawab kegelisahan anak asuhnya, menurut dia Firman adalah gelandang yang sudah matang dan mampu mengatasi masalahnya. Dia tahu sang anak asuhnya sudah fit. Dia pun akan menurunkan Firman dalam setiap laga berikutnya termasuk lawan Persisam. Lanjut Kolev, pemilik tinggi 165 cm ini adalah pemain yang andalkan lawan Persisam. Tetapi dia tidak akan langsung menurunkannya full time, tetapi secara perlahan. “Tetapi secara perlahan karena dia butuh adaptasi,” ungkap Kolev. (ndr)

SRIPO/STS

Gumbs Cs Hibur Masyarakat Muba n Tundukkan Persimuba 7-0 n SFC Bebas Hutang PALEMBANG, SRIPO — Animo masyarakat Muba begitu tinggi terhadap Sriwijaya FC. Stadion Serasan Sekate tempat pertandingan SFC versus Persimuba dipadati ribuan fans dan masyarakat Muba. Gumbs cs pun tampil menghibur masyarakat Muba dengan permainan atraktifnya. Mereka pun mengalahkan Persimuba dengan skor 7-0 pada laga persahabatan di Stadion Serasan Sekate Muba, Ming-

gu (3/4). Kedatangan suporter Bela Armada Sriwijaya (Beladas) dan Singa Mania semakin menyemarakkan stadion. Bahkan Presiden Klub H Dodi Reza Alex menyiapkan sepeda motor bagi pemain Persimuba yang berhasil menjebol gawang SFC. “Mari kita ini jadikan stadion Serasan Sekate menjadi home base kedua SFC dan tidak menutup kemungkinan pertandingan nasional akan diselengga-

rakan di Muba,” jelas Dodi. Sementara Wakil Bupati Muba Islan Hanura mengatakan, kedatangan SFC merupakan undangan masyarakat Muba dan dalam rangka membuka turnamen sepakbola se-kabupaten Muba. Dodi juga menegaskan Laskar Wong Kito bebas hutang pada musim 2010/ 2011. Sehingga pada musim berikutnya SFC akan semakin solid untuk masalah pendanaan.(ndr)

DOK.SRIPO

Dodi Reza Alex

Sriwijaya Post Edisi Senin 4 April 2011  

Sriwijaya Post Edisi Cetak