Page 14

14

SRIWIJAYA POST Senin, 4 April 2011

Banyuasin, Musirawas, Lubuklinggau

PMC Kembali Beroperasi ■ Bersedia Penuhi Persyaratan ■ Tetap Diawasi oleh DPRD BANYUASIN, SRIPO Aktivitas penambangan batubara oleh PT Putra Muba Coal (PT PMC) di Dusun 6 Desa Tritunggal Kecamatan Tungkalilir kembali dilanjutkan, setelah sempat ditutup sementara oleh Distamben Banyuasin beberapa pekan lalu. Sebelumnya DPRD Banyuasin memersoalkan perizinan PT PMC yang diterbitkan oleh Pemkab Muba, padahal lokasi penambangan berada di wilayah Kabupaten Banyuasin. Managemen PT PMC dikabarkan bersedia memenuhi persyaratan dan tuntutan yang diajukan Pemkab dan DPRD Banyuasin, terutama perizinan, royalty dan tuntutan lainnya. “Tuntutan masyarakat Banyuasin agar izin penambangan dikeluarkan Pemkab Banyuasin, dan dana bagi ha-

sil 32 persen kembali ke Banyuasin termasuk kerugian dipenuhi oleh PT PMC,” kata Wakil Ketua DPRD Banyuasin, H Askolani SH MH dan H Arkoni MD kepada Sripo, Minggu (3/4). Dengan demikian tidak ada alasan bagi masyarakat, pemerintah dan dewan untuk tidak memberikan kesempatan PT PMC melakukan kegiatan penambangan di Desa Tritunggal Tungkalilir. “Kita sebelumnya protes karena apa yang menjadi hak Kabupaten Banyuasin diambil kabupaten lain, namun dengan dipenuhi tuntutan kita mulai dari perzinan hingga royalty, tidak ada alasan lagi melarang PMC beroperasi,” jelas Askolani. Kecuali, pihak PT PMC tidak mau memenuhi tuntutan yang telah diajukan, tentu kewajiban kita se-

mua untuk terus melakukan aksi protes hingga apa yang menjadi hak Kabupaten Banyuasin terpenuhi. “Kita keberatan karena kekayaan alam Banyuasin dikeruk dan hasilnya diambil kabupaten lain, namun dengan dipenuhi tuntutan kita maka tugas kita berikutnya melakukan kontrol terhadap kegiatan penambangan itu,” timpal H Arkoni. Pertimbangan lainnya tambah Askolani, jika tidak cepat diambil keputusan, tentu banyak pihak yang dirugikan tidak hanya Pemkab Banyuasin tapi juga PT PMC yang harus menanggung beban mulai dari biaya operasional, gaji pekerja hingga pemutusan kontrak dari pihak pembeli batubara itu. Kepala Distamben Banyuasin, Ir Syahrial Agus-

Bandara Silampari Telan Rp 114 M

Kgs Effendi Fery

MUSIRAWAS, SRIPO Selama Tahun 2006-2010, pengembangan Bandara Silampari Musirawas telah

menelan dana Rp 114 miliar lebih. Dana pengembangan bandara ini sebagian besar dari pusat (APBN) totalnya Rp 71,5 miliar, sisanya dari APBD Provinsi Sumsel dan APBD Kabupaten Musirawas Rp 49,9 miliar. “Pengembangan bandara ini terus dilanjutkan tahun anggaran 2011, termasuk pembangunan terminal yang beberapa waktu lalu diresmikan Menteri Perhubungan Freddy Numberi. Ke depan diharapkan bandara ini dapat didarati pesawat berbadan besar seperti Boeing” ujar Kabag Humas Pemkab Musirawas, Kgs Effendi Fery. Dengan adanya bandara

yang kini sudah beroperasi melayani rute Musirawas-Jakarta PP, semakin memudahkan masyarakat berpergian menggunakan transportasi udara cukup tinggi. Ini dibuktikan semakin meningkatnya jumlah penumpang, mulai periode Juni 2010 hingga Februari 2011. Pada Juni 2010, jumlah penumpang yang datang sebanyak 600 orang dan jumlah penumpang berangkat mencapai 800 orang. “Sampai Februari 2011 jumlah penumpang sudah mencapai 1.000 lebih,” katanya. (zie)

toni ketika dihubungi menjelaskan, PT PMC cukup kooperatif mengurusi masalah ini, mulai dari penghentian sementara kegiatan operasional hingga pengurusan perizinan

terbaru, sehingga tidak mempersulit apa yang di kehendaki masyarakat Banyuasin. Dengan selesainya masalah ini, Banyuasin akan menerima 32 persen dari

hasil tambang sebagai daerah penghasil tambang walaupun izinya dikeluarkan provinsi dengan rekomendasi Bupati Banyuasin. “Kalau sekarang dana bagi hasil migas

yang kita terima Tahun 2010 sebesar Rp 7 miliar, maka dengan masuknya royalti 32 persen dari penambangan batubara ini bisa naik menjadi Rp 10 miliar,” katanya. (udn)

SRIPO/SYAIFUDDIN

ALAT BERAT — Salah satu alat berat milik PT PMC di Desa Bentayan Tungkalilir. Kegiatan penambangan batubara yang sempat ditutup sementara, kini kembali dilanjutkan.

HPA Cup Rebut Puluhan Juta SEKAYU, SRIPO - H Pahri Azhari (HPA) Cup Futsal Competition di Desa Mulyorejo (B4), Kecamatan Sungai Lilin, Sabtu (2/4) diikuti sekitar 160 tim dari berbagai kecamatan di Musi Banyuasin. Ajang kompetisi futsal bergengsi itu memerebutkan hadiah total puluhan juta rupiah. H Pahri Azhari mengaku sangat mengapresiasi perkembangan kegiatan keolahragaan dan seni di Muba. Dia mengatakan, HPA Cup Futsal Competition merupakan bagian dari upaya untuk membangun semangat sportivitas di masyarakat. “Olahraga selain bertujuan membangun jiwa yang sehat dan tubuh yang kuat, juga untuk membentuk semangat spotifitas, yaitu semangat berkompetisi dengan menjunjung tinggi aturan, mengedepankan etika pertandingan, serta menghargai kepiawaian dan keberhasilan orang lain,” imbuhnya. Pembukaan H Pahri Azhari Cup Futsal Competition ditandai penendangan bola perdana oleh H Pahri Azhari. Dalam kunjungan kerjanya ke Sungai Lilin itu, Pahri Azhari sekaligus menghadiri kegiatan Nonton Bareng Film “Sang Pemimpi”. Kegiatan nonton bareng di Gedung Serbaguna Kecamatan Sungai Lilin itu, diiringi penyerahan Kartu Tanda Penduduk (KTP) gratis untuk pelajar, kata Camat Sungai Lilin Sunaryo. (naf)

Inoed Akui Muskab Sembawa BANYUASIN, SRIPO - Bupati Banyuasin Ir H Amiruddin Inoed menegaskan, kepengurusan DPD KNPI Banyuasin yang sah adalah kepengurusan hasil Muskab III di bawah kepemimpinan Joni Gunawan SSos MM. “Saya hadir karena muskab di Sembawa adalah yang legal sesuai AD/ART,” kata Amiruddin kepada wartawan menanggapi dualisme kepengurusan KNPI Banyuasin, Minggu (3/4). Muskab IV DPD KNPI Banyuasin yang digelar di SPP Sembawa dengan ketua terpilih Anthony Liando, SSos MSi adalah sah dan legal, karena proses yang dilakukan sesuai AD/ART KNPI. “Coba saya tanya, KNPI yang selama ini KNPI yang mana, lalu siapa pemimpinnya, ya Joni Gunawan. Ka-

lau ada KNPI tandingan silakan saja,” tegasnya. Amiruddin Inoed hadir sekaligus membuka Muskab IV DPD KNPI Banyuasin di SPP Sembawa. Dia mengajak pemuda berfikir inovatif dan menunjukan jatidiri sebagai seorang pemuda. Sementara itu Ketua DPD KNPI Sumsel, Budi Antoni Aljufri yang juga Bupati Kabupaten Empatlawang mengatakan, pemuda dan KNPI harus mampu menunjukkan eksistensinya, mampu bersinergi dengan pemerintah. “Jangan pernah bicara hal-hal pribadi, karena pemuda adalah bagian dari negara ini, harus menunjukkan jika pemuda bisa bekerja keras dan kreatif. Sudah saatnya pemuda memimpin bangsa ini,” ujarnya. (udn)

Sriwijaya Post Edisi Senin 4 April 2011  

Sriwijaya Post Edisi Cetak