Page 1


Kata Pengantar Pembina UKA-ITB Pembicaraan mengenai Aceh dari segi apapun merupakan suatu fenomena yang selalu menarik perhatian, baik dari segi keberadaan suku bangsa, agama, seni, budaya, bahasa, pakaian, senjata tradisional, musik, tari, sampai cita rasa makanan yang kesemuanya ‘berani tampil beda’. Indonesia sebagai negara besar dengan jumlah penduduk nomor empat dunia yang memang Indonesia juga berani ‘tampil beda’ dalam skala besar yang memiliki lebih dari 550 suku bangsa, bahasa, agama, seni, budaya, pakaian, senjata tradisional, musik, tari, sampai juga cita rasa makanan yang memiliki keaneka ragaman demikian besar. Disinilah terasa begitu hebatnya Moto mempersatukan bangsa dan negara Indonesia dalam Kitab Sutasoma : ‘Bhineka Tunggal Ika’, walau berbedabeda tetap satu jua. Alhamdulillah. Banyak anekdot yang berkembang di dalam diskusi budaya bangsa Indonesia, dimana Aceh dikaitkan dengan budaya lainnya di Indonesia, lepas ini hanya gurauan semata atau memang ada argumentasi ilmiahnya. Indonesia membentang dari Sabang di ujung Barat sampai Marauke di Ujung Timur. Apabila kita mencoba mendiskripsi dari barat ke timur Indonesia pakaian orang Indonesia, maka orang Aceh berpakaian serba tertutup dari atas kebawah, pakai kebaya dan berkerudung, maka perlahan di Jawa kerudung sudah dibuka, sampai di Bali pakaian sudah setengah dada, dan terus bergerak ke timur tinggal pakaian tinggal koteka. Nah, apabila kita mendiskripsi dari timur ke barat tentang musik atau tari Indonesia, maka di Bali memiliki Gong dan Gendang besar, sampai di Jawa Gong dan Gendangnya sedang, di Sumatra Barat kecil, sampai Aceh tinggal tepuk dada, lihat saja yang direpresantasikan pada tarian Saman. Dalam sejarahnya Aceh memang sangat fenomenal, dimana pada masa lalu pernah lahir etnografi yang mendalam tentang dua suku bangsa di Daerah Aceh yaitu Aceh sendiri dan Gayo. Sepanjang sejarah kehidupan Aceh selalu ditandai dengan adanya suatu peristiwa besar. Baik sosial, politik, atau bencana alam. Coba saja perhatikan sejarah ‘Perang Aceh’ yang terjadi sekitar tahun 1873, peristiwa Cumbok, peristiwa DI/TII, Peristiwa G30S PKI, Gerakan Aceh Merdeka, Daerah Operasi Meliter (DOM), Peristiwa Tsunami Aceh tahun 2004, dan Perjanjian Helsinki. Kesemuanya memerlukan perhatian yang sangat mendalam baik tingkat nasional maupun dunia. Dan kesemuanya memiliki nilai ‘discontinues’. Ya itulah ciri Aceh yang selalu menarik perhatian. Begitupun tradisi Aceh yang sudah pula dilupakan orang bahkan oleh orang Aceh sendiri. Budaya Meugoe yang merupakan penghulu harkat pencarian makan udah ditinggalkan pemuda Aceh masa kini yang telah terlindas dengan budaya hedonisme dan terlindas dengan arus globalisasi, Geundrang tidak memgang peranan lagi, rincong hanya sebagai perlambang bagi heroisme bangsa aceh zaman dahulu kala yang pantang menyerah yang tidak dimiliki lagi pemuda masa kini. Oleh karena itu kita bangkitkan kembali budaya pantang menyerah untuk membangun kembali Aceh yang memiliki karakter yang kuat bagai perang sabil : “ Ureueng Aceh di Jak bak prang lagee di jak bak meukeurija” = Orang Aceh pergi berperang seumpama pergi ke majelis perkawinan. berperang melawan penjajah, kini berperang melawan ketertinggalan dan kebodohan. Aceh adalah bagian kecil dari bangsa Indonesia secara keseluruhan. Oleh karena aneka ragam Aceh sebagai bagian keaneka ragaman bangsa Indonesia perlu diperkenalkan, dipahami, dimengerti, agar tumbuh kecintaan sesama suku bangsa Indonesia dan membangkitkan orang Aceh sendiri agar bangkit membangun bangsa dan negara. Maka majalah yang diinisisasi oleh keluarga besar Unit Kebudayaan Aceh (UKA) Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, sebagai salah satu jalan untuk mempersatukan dan membangkitkan kembali karakter kebangsaan agar menggapai kehidupan yang lebih baik lagi bagi bangsa dan negara pada yang akan datang. Amin. Selamat menikmati, apabila terdapat kekurangan akan tenggelam dalam kenikmatan dan keunikan yang dijajakan dalam majalah ini. Insya Allah.

DR. Eng. Ir. Teuku Abdullah Sanny, M.Sc Associate Professor Teknik Geofisika Fakultas Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung.

2


Daftar Isi

Khanduri: Makna dan Macam

Kata Pengantar Pembina UKA ITB

2

6

Timeline Aceh

10

Tarian Aceh

Makanan Lezat Khas Aceh

14 18

Kata Pengantar Redaksi 3

Photo: Berwisata di Aceh 21

Daftar Isi 4

Acara Khanduri Aceh

Tentang Aceh 8

Sekilas Unit Kebudayaan Aceh ITB

Peusijuk dan meugang 12

Foto-foto dokumentasi

33 41 42

Pakaian Adat Aceh 17

Resep Mie Aceh

4

20

Sabang

22

Taman Ghairah

26

Laksamana Keumalahayati

28

Sejarah PT Arun

30 5


antara manusia sebagai makhluk ciptaan dengan Sang penciptanya dan juga lingkungan sekitar Pertama dimulai dengan tahap penyajian makanan yang diperuntukkan untuk tamu-tamu juga warga masyarakat yang mengikuti upacara. Berikutnya yaitu pelaksanaan upacara yang dimulai pada pagi hari, peserta pertama yang hadir adalah peserta tadarus membaca ayat-ayat suci Al-Quran. Setelah itu panglima laot memulai memandikan kerbau yang akan disembelih, kemudian kerbau tersebut dipeusijuk oleh panglima laot yang diikuti oleh teungku/ imum dan tokoh masyarakat. Daging kerbau yang disembelih, dimasak dan dinaikkan ke perahu bersama-sama dengan orang-orang yang membaca doa. Sekembalinya dari laut, diadakan acara makan bersama dengan para undangan, anak-anak yatim serta fakir miskin.

Khanduri berasal dari bahasa Persia Kanduri yang berarti pesta makan setelah berdoa kepada Allah. Khanduri adalah sebuah tradisi yang sudah berjalan puluhan tahun atau ratusan tahun. Khanduri merupakan mekanisme sosial untuk merawat dan menjaga kebersamaan sehingga cita-cita yang sejak semula dibuat diteguhkan kembali. Dalam kerangka mekanisme sosial itulah, khanduri menampung dan merepresentasikan banyak kepentingan yang semuanya dilebur menjadi satu tujuan. Dalam khanduri akan terlihat jelas bagaimana kebersamaan dan keutuhan tercipta: suasana penuh kerukunan, sendau gurau antar sesama, bagi-bagi berkat dari nasi tumpeng yang baru didoakan, atau ketika bersalam-salaman dengan tulus. Oleh karena itu, mengantisipasi kemunduran budaya Aceh di waktu mendatang, pada tahun 2013 UKA-ITB menghelat sebuah acara yang diberi nama “Khanduri Aceh 2013”.

MACAM-MACAM KHANDURI

dilangsungkan di meunasah atau mesjid. Hidangan yang menjadi tradisi keharusan dalam khanduri maulod di meunasah dan di rumah berupa beuleukat kuah tuhee (nasi ketan dengan kuah), sebagai hidangan siang hari selain nasi dan lauk pauk. Kuah tuhee lalu dimakan bersama ketan. Pada malam hari hidangan yang harus disediakan berupa beuleukat kuah peungat. Kuah peungat adalah santan dicampur dengan pisang raja dan nangka serta diberi gula secukupnya.

Khanduri Maulod Khanduri Maulod terkait erat dengan peringatan hari kelahiran Pang Ulee (penghulu alam) Nabi Muhammad SAW. Pelenggaraan kenduri maulid umumnya

Khanduri Laot Khanduri Laot merupakan tradisi masyarakat pesisir di Provinsi Aceh, sebuah upacara menjelang musim timur atau musim barat akan berakhir, sebuah perwujudan hubungan

Tema dari Khanduri Aceh 2013 adalah “ Kekeluargaan dan Silaturahim” yang mengandung arti sebagai keterbukaan, keramahan, kekeluargaan seorang pribumi dalam menyambut globalisasi budaya dengan cara tetap mencintai dan melestarikan budaya kelahiran.

KHANDURI 6

makna & macam

Masjid Raya Baiturrahman Aceh dulu dibangun pada masa pemerintahan sultan iskandar muda. Namun habis terbakar saat agresi militer Belanda II.

Khanduri Apam Khanduri Apam (Kenduri Serabi) adalah salah satu tradisi masyarakat Aceh pada bulan ke tujuh (buleun Apam) dalam kalender Aceh. Buleun Apam adalah salah satu dari nama-nama bulan dalam “Almanak Aceh” yang setara dengan bulan Rajab dalam Kalender Hijriah. Kegiatan toet apam (memasak apam) dilakukan oleh kaum ibu di desa. Pertama sekali yang harus dilakukan untuk memasak apam adalah top teupong breuh bit (menumbuk tepung dari beras nasi). Tepung tersebut lalu dicampur santan kelapa dalam sebuah beulangong raya (periuk besar). Campuran ini direndam paling kurang tiga jam, Adonan yang sudah sempurna ini kemudian diaduk kembali sehingga menjadi cair. Cairan tepung inilah yang diambil dengan aweuek/iros untuk dituangkan ke wadah memasaknya, yakni neuleuek berupa cuprok tanoh (pinggan tanah). Apam ini nantinya ditambah kuah tuhe, berupa masakan santan dicampur pisang klat barat(sejenis pisang raja) atau

nangka masak serta gul Apam yang telah dimasak bersama kuah tuhe siap dihidangkan kepada para tamu yang sengaja dipanggil/diundang ke rumah. Khanduri Blang Khanduri Blang dilakukan dalam tiga tahapan menjelang turun ke sawah, yaitu ketika padi berbuah dan sesudah masa menuai. Dalam tiap tahapan, upacara tradisional digelar dengan maksud dan tujuan berbeda. Pertama Khanduri ulee Lhueng atau Babah Lhueng yang dilaksanakan pada saat air dimasukkan ke dalam alur pengairan dipimpin oleh seorang Kuejren Blang dengan melibatkan para petani yang memiliki areal persawahan di daerah tersebut. Upacara ini biasanya diselenggarakan secara masal. Dalam upacara ini dilaksanakan ritual berupa penyembelihan hewan seperti kerbau dan kambing pada babah Lhueng atau mulut parit pengairan menuju lahan, sehingga darah yang mengalir ke parit mengalir bersama air ke lahan-lahan persawahan milik petani tadi. Pada tahap berikutnya, setelah masa tanam tepatnya saat padi telah setengah umur yaitu ketika batang padi membulat, biji padi mulai berisi atau biasanya disebut masa bunting/dara ada lagi ritual yang harus dijalankan. Namun pada umumnya tidak lagi diselenggarakan bersama-sama. Khanduri hanya dilakukan oleh keluarga petani yang memiliki kemudahan / rezeki untuk melaksanakannya.

Ikan kayu atau keumamah merupakan makanan perang :o katanya sih karena ikan kayu mampu bertahan bahkan hingga bertahun-tahun lamanya.

7


ACEH

Bumi Nanggroe nan Indah Pujaan Bangsa

Tanah Aceh terletak di ujung bagian utara pulau Sumatera, bagian paling barat dan paling utara dari bumi Nusantara. Secara astronomis, daerah ini terletak antara 95°13’ dan 98°17’ bujur timur dan 2°48’ dan 5°40’ lintang utara. Aceh dapat disebut sebagai pintu gerbang sebelah barat kepulauan Indonesia. Karena letaknya yang strategis, dalam perjalanan sejarah, Aceh banyak didatangi oleh berbagai bangsa asing dengan macam-macam kepentingan, seperti; perdagangan, diplomasi, dsb. Kedatangan bangsa asing tersebut merupakan hal yang berkaitan dengan perkembangan Aceh, baik secara politis, kultural, maupun ekonomis. Walau demikian, diantara para pedagang asing itu terdapat pula pendatang yang melakukan tindakan berunsur kolonialisme dan imperialisme. Rakyat Aceh tak kalah dikenal sebagai rakyat yang gigih berjuang melawan kolonialisme. Tak heran tokoh-tokoh pemimpin Aceh sangat dikenal seantero negeri ini, sebut saja Cut Nyak Dien dan Teuku Umar. Mereka dieluelukan dan terus dipuja bahkan sampai akhir hayatnya.

tarian khas Aceh yang unik dan memesona. Peusijuk dan Meugang, mungkin belum banyak yang mengerti tentang kebudayaan Aceh ini. Namun, sama seperti kebudayaan Indonesia lainnya, kebudayaan Aceh harus tetap kita jaga.

Tidak sampai dengan kisah perjuangannya saja, Aceh dikenal juga karena budayanya. Budaya Aceh sangat kaya dan disukai. Siapa yang tidak tahu tari Saman? Tari saman dikenal sebagai tarian khas Aceh. Selain itu, masih banyak jenis

Kuliner Aceh kurang sekali bila tak dibahas. Makanan khas Aceh sangat menggoda indra penciuman dan memanjakan lidah. Mie Aceh, Timpan, Nasi Gurih, semua itu makanan khas Aceh yang sangat menggiurkan.

8

Bumi Nanggroe Aceh Darussalam adalah bagian dari Bumi Indonesia. Sudah sepatutnya kita jaga dengan segenap kemampuan agar kebudayaan ini tetap dan tidak hilang dicuri orang.

Ternyata Aceh disebut sebagai serambi mekah karena kesalahpahaman lho. Jadi, dulu pada masa penjajahan Belanda, banyak orang yang ingin naik haji. Akhirnya mereka berangkat dari Batavia menggunakan kapal. Dalam perjalanannya mereka singgah di Aceh.

PETA ACEH Para calon haji mengira bahwa Aceh adalah Mekkah. Selepas dari Aceh, Belanda mengatakan akan mengantar mereka ke tempat tujuan. Namun Belanda malah menjual orang-orang tersebut kepada Inggris untuk dijadikan budak. Sejak saat itulah Aceh dijuluki Serambi Mekah.

8


      1 883

1 61 4

Sul t anI s k andarMudamembangun Mas j i dRay aBai t ur r ahman

Per angmel awank ol oni al k embal i ber k obar

1 873

2004

2Des ember2004 Mus i bahGempaBumi bes ardanGel ombangT s unami mel andaAc ehy ai buj i wangmenel ank or ban r at us anr i bui wa

26Mar et1873 Bel andameny at ak anper angt er hadapAc eh s et el ahmel ak uk anbeber apaanc amandi pl omat i k

1 976

1 880

1 636

27Des ember13 Waf at ny aI s k andarMuda

13Okt ober1880 Pemer i nt ahk ol oni al meny at ak an bahwaper angt el ahber akhi r

4Des ember1976 Dekl ar as i Ger ak anAc ehMer dek a( GAM) l ehT eng k uMuhammadHas andi T i r o

2005

15Ag us t us2005 GAM danpemer i nt ahI ndones i aakhi r ny aber has i l menc apai k es epak at andamai unt ukmeng akhi r i k onf l i kber k epanj ang an deng anpenandat ang ananper j anj i andamai , Memor andum of Under s t andi ng( MoU) , ant ar aPemer i nt ahRepubl i kI ndones i a danGer ak anAc ehMer dek adi Hel s i nki .


PEUSIJUK

Di Aceh, tradisi Peusijuk selalu dilakukan. Di UKA pun sebagai Unit Aceh selalu dilakukan prosesi peusijuk saat syukuran wisuda salah seorang anggotanya. Dalam bahasa aceh, peusijuk terdiri dari dua kata, yaitu peu dan sijuek. Peu bermakna awalan untuk kata sijuek. Sijuek artinya dingin. Jika digabungkan menjadi pendingin atau membuat sesuatu menjadi dingin. Perlengkapan peusijuek terdiri dari: 1.Dedaunan dan rerumputan yang terdiri on sineujuek (daun cocor bebek), on manek mano (jenis daun-daunan), on naleung samboo (sejenis rerumputan yang memiliki akar yang kuat), melambangkan keharmonisan, keindahan, kerukunan dan diikat menjadi satu sebagai lambang dari kekuatan. 2. Breuh padee (beras padi), melambangkan kesuburan, kemakmuran dan semangat. 3. Air dan tepung (biasanya didalam glok ie

dan langsung dicelup dedaunan), melambangkan kesabaran dan ketenangan. 4. Bu leukat (nasi ketan)(no.4), sebagai pelekat dan melambangkan persaudaraan. Bu leukat disediakan bersama tumpoe(4a) (penganan berupa kue yang dibuat dari tepung dan pisang) dan u mirah(4b) (kelapa merah). 5. Talam lingkaran tempat meletakkan bahanbahan peusijuk. 6. glok ie (tempat cuci tangan). 7. sangee(tudung saji).

Tujuan peusijuk sebenarnya adalah untuk memberkati sesuatu termasuk didalamnya mendo’akan sesuatu yang akan di-peusijuek. Ada berbagai macam jenis peusijuk, diantaranya;

memilikikendaraan yang dipakai akan terhindar dari memiliki kendaraan ataupun angkutan lainnya. Peusijuk ini bertujuan mengharapkan supaya kendaraan yang dipakai akan terhindar dari kecelakaan.

Peusijuk Pade Bijeh Pade artinya Padi dan Bijeh artinya Benih. Peusijuk ini dilakukan terhadap Benih Padi yang akan ditanam. Tujuannya adalah mengharapkan agar benih padi tersebut diberkahi Allah SWT dan bisa tumbuh subur dan mendapat hasil panen yang banyak nantinya.

Peusijuk resepsi pernikahan Peusijuk ini dilakukan dengan prosesi doa yang diberikan oleh sesepuh dan keluarga inti dari kedua mempelai secara bergantian, diiringi pemberian percikan air dengan daun pandan dan pemberian makan ketan kuning kepada kedua mempelai. Peusijuk ini bertujuan agar pernikahan kedua mempelai diberkahi Allah dan bisa menjadi keluarga yang sakinah.

Peusijuk kendaraan Peusijuk ini dilakukan apabila seseorang baru

MEUGANG Tradisi meugang biasa dilakukan pada saat menjelang hari raya Idul fitri dan Idul Adha di Aceh. Namun, yang paling istimewa yaitu meugang saat menyambut bulan puasa. Hal ini karena uroe meugang saat menyambut bulan puasa menjadi waktu transisi antara hari biasanya dengan hari diwajibkan berpuasa bagi muslim. Tradisi uroe meugang berbeda dengan hari biasa. Setiap keluarga memiliki menu utama berupa masakan daging. Ada anggapan, bila tidak memasak daging pada saat uroe meugang belum dikatakan meugang. Tradisi ini dilakukan tiga kali dalam setahun : 1. Menjelang bulan Puasa atau bulan Ramadhan 2. Menjelang Hari Raya Idul Fitri 3. Menjelang Hari Raya Idul Adha

“

Sebuah pepatah Aceh menggambarkan betapa hari mak muegang bagi masyarakat Aceh merupakan hari yang sangat penting dan istimewa. Hari kebahagiaan yang dapat diwujudkan dengan cara menikmati daging secara bersama-sama, juga sebagai wujud mensyukuri nikmat rezeki selama setahun itu.

si thoen tamita, si uroe tapajoh

�

setahun kita mencari rezeki/nafkah, sehari kita makan/nikmati

12

13


TARIAN ACEH

Atas-bawah: Saman, Ratoh Duek, Ranup Lampuan

14

Lambang Aceh adalah panca cita yang berarti lima cita, yaitu keadilan, kepahlawanan, kemakmuran, kerukunan, dan kesejahteraan.

Tari Ratoh Duek

TARI RANUP LAMPUAN

TARI SAMAN

TARI LIKOK PULO

Tari Saman adalah tarian yang berasal dari daerah Gayo Lues, Provinsi Aceh, dan dikenalkan oleh seorang ulama bernama Syekh Saman pada abad XIV Masehi. Awalnya, tarian ini bernama Pok Ane karena gerakannya yang menepuk-nepuk (pok dalam bahasa Aceh) anggota tubuh. Dahulu, tari saman difungsikan sebagai salah satu media dakwah Islam melalui lantunan syairsyair yang berisi puji-pujian kepada Allah SWT dan nasihat. Namun, saat ini tari saman sudah dapat dijumpai dalam banyak acara seperti pagelaran dan pesta. Tari Saman hanya dilakukan oleh laki-laki karena gerakannya yang cepat dan tepukan-tepukannya yang keras, sehingga tarian ini tidak pernah dilakukan oleh perempuan.

Tari Likok Pulo lahir pada tahun 1849 yang merupakan media dakwah dan juga sebagai hiburan untuk rakyat dan dilakukan di sore atau malam hari setelah selesai menanam atau memanen padi. Tarian ini dilakukan oleh laki-laki yang berjumlah sekitaran 1113 orang dengan didampingi dua orang penabuh rapa’i dan seorang syekh. Gerakan para penari diisi dengan lantunan syair yang dinyanyikan oleh syekh dan iringan musik dari dentuman rapa’i.

Tarian Ratoh Duek adalah sebuah tarian tradisional dari provinsi Aceh Darussalam. Ratoh berasal dari bahasa Arab berarti Rateb/ ratip yang mengandung makna melakukan puji-pujian dan doa kepada Allah SWT dan Nabi melalui syair yang di iramakan / di nyanyikan, Duek adalah duduk. Jadi Ratoh Duek adalah kegiatan kesenian yang mengandung makan ibadah dan di lakukan secara duduk. Dalam perkembangan dan penampilannya tarian Ratoh Duek sangat popular di kalangan masyarakat, generasi muda dan pencipta senitari di luar aceh.

Tari Ranup Lampuan (sirih dalam puan) adalah salah satu tarian tradisional Aceh yang ditarikan oleh para wanita yang biasanya ditarikan untuk penghormatan dan penyambutan tamu secara resmi. Secara koreografi tari ini menceritakan cara wanita Aceh menghidangkan sirih kepada tamu yang datang, yang geraknya menceritakan proses memetik, membungkus, meletakkannya daun sirih ke dalam puan, sampai menyuguhkan sirih kepada yang tamu yang datang. Tarian ini diiringi dengan

Serune Kalee

15


TARI BEUDOH

TARI RAPA’I GELENG

Tarian ini merupakan tari kreasi Aceh yang didalamnya terdapat gerakangerakan dari tari traditional Aceh seperti tari Ranup Lampuan dan tari Top Padee. Secara keseluruhan tari ini menceritakan tentang keadaan Aceh di zaman Penjajahan. Diawali dengan keadaan Aceh yang aman dan tentram, kemudian susasana genting karena serangan oleh para penjajah. Awalnya rakyat Aceh melakukan perundinganperundingan. Namun rakyat Aceh memiliki keteguhan bahwa tidak ingin hidup dibawah para penjajah. Lalu terjadilah perlawanan dari masyarakat Aceh.

Tarian rapa’i geleng terdiri dari dua unsur utama sebagaimana terdapat pada nama tarian ini, yaitu rapa’i dan gelengan kepala. Disebut rapa’i geleng karena ciri khasnya yaitu setiap penari menggunakan rapa’i dan dalam tariannya unsur menggelengkan kepala sangat dominan. Dalam menarikan rapa’i geleng, setiap penari terus memukul rapa’i seirama dengan nyanyian yang di pimpin syeh. Rapa’i sendiri merupakan salah satu alat music tradisional asli berasal dari aceh yang memiliki sejarah panjang hingga di gunakan pada tarian rapa’i geleng. Lirik lagu yang di iringi merupakan seruan dan ajakan yang sesuai dengan ajaran agama islam.

Likok Pulo

Beudoh

Rapa’i Geleng

16


Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam mempunyai kekayaan budaya yang banyak dipengaruhi oleh agama Islam. Seperti yang telah kita ketahui, eksistansi budaya Aceh bahkan sudah dikenal meluas secara internasional seperti tari Saman Gayo. Sebenarnya masih banyak lagi budaya Aceh yang tidak kalah menarik selain tari Saman Gayo, salah satunya pakaian adat Aceh yang sangat beragam mengikuti panduduk masing-masing daerah. Berikut keberagaman pakaian adat Aceh beserta pernak-pernik yang digunakan;

PAKAIAN ADAT ACEH

ACEH BESAR

GAYO

Aceh Besar Pria memakai baje meukasah atau jas leher tertutup dilengkapi celana panjang yang disebut cekak musang. kain sarung ija lamgugap dilipat di pinggang. sebilah rencong atau siwah diselipkan di ikat pinggang. bagian kepala ditutupi kopiah yang populer disebut makutup. Wanita mengenakan baju kurung berlengan panjang hingga sepinggul dengan kerah menyerupai kerah China dan celana cekak musang dan sarung ija pinggang. Perhiasan yang digunakan kula (kalung), gelang, anting, pending (ikat pinggang) Gayo Pria mengenakan baju kurung tanpa lengan yang terbuat dari kain hitam dengan hiasan sulaman motif suluran. Menggunakan ketawak atau ikat pinggang yang ditenun dengan benang merah, hitam, putih yang kedua ujungnya berumbai dan topi bulang peungkah. Wanita menggunakan baju lengan panjang yang terbuat dari kain hitam dengan sulaman bernaeka warna dengan motof segitiga dan bunga. Memakai perhiasan gelang perak bermotif tumpal, bungan dan daun dalam bidang geometris segiempat.

ACEH TENGGARA

TAMIANG

Aceh Tenggara (Suku Alas) Pria memakai baju sekulat, baju yang berbentuk teluk belanga berkantung 3 buah dengan sulaman bermotif bunga-bunga dan celana hitam serta songket sarung. Cincin pacak kenyang, sebentuk cincin yang terbuat dari perak dan suasa bermotif khas Aceh Tenggara. Wanita mengenakan baju dengan sulaman dan aplikasi merah bola-bola putih. Hiasan kepala bunga sari bulan terdiri dari untaian lempengan alumunium bentuk segitiga dan perhiasan kepala bunga sumbu yang terdiri dari untaian bola wol dan manik mutiara. Tamiang Pria menggunakan tangkulok, kain yang terbuat dari sutera dengan hiasan songket kasab emas motif pucuk rebung. Tangkulok biasa dipakai untuk penutup kepala pria untuk sehari-hari atau menari. Wanita mengenakan sehelai selendang terbuat dari kain tile warna emas dihiasi dengan sulaman kasab, manik dan ablak motif bunga. Selendang ini biasa dipakai oleh pengantin wanita pada masyarakat Tamiang.

Di Aceh terdapat museum tsunami. Arsitekturnya unik banget deh! Kalau dilihat dari atas, akan tampak seperti gelombang tsunami. Sementara kalau dilihat dari samping, menyerupai kapal penyelamat

17


MAKANAN LEZAT KHAS

ACEH

Hari gini cuma kenal Mie Aceh sama Kopi doank? by Faisal Ramadhan (TK’10)

EUNGKOT KEUMAMAH Makanan yang awet dan tidak mudah basi ini semakin dipanaskan/dihangatkan semakin enak. Eungkot keumamah atau juga sering disebut ikan kayu mempunyai tekstur yang keras akibat pengeringan dan pengasapan saat proses pembuatannya. Keumamah adalah makanan khas Aceh yang dapat dimakan langsung ataupun dimasak sesuai selera terlebih dahulu sebagai lauk nasi.

MASAM KEUEUNG Masam Keu’eueng artinya Asam Pedas dalam bahasa Indonesia. Bahan utama Masam Keu’eueng adalah ikan laut. Pengolahan yang berbeda untuk Kuah Masam Keu’eueng membuat masakan ini unik dan sangat berbeda dengan beberapa wilayah lain. Yang harus ada dalam pembuatan masakan berwarna kuning ini adalah asam sunti. Asam sunti adalah belimbing buluh yang digaram dan dikeringkan.

Ternyata rencong yang merupakan senjata khas Aceh berbentuk lafal bismillah.

18

KARAH Makanan yang manis dan renyah ini biasanya merupakan oleh-oleh bagi yang pulang dari kota Meulaboh. Kue yang berbahan dasar dari tepung beras ini sangatlah enak disantap bersama segelas kopi hangat. Teksturnya yang menarik dan unik kue karah dibuat dengan cara memasukkan adonan ke dalam cangkir plastik yang dibolongi bagian bawahnya.

TIMPHAN Kue timphan adalah kue yang sangat dikenal di Aceh. Kue bertekstur lembek dan dibungkus dengan daun pisang ini merupakan kue/hidangan yang rasanya wajib terutama di saat perayaan hari raya idul fitri maupun idul adha.

Masjid Raya Baiturrahman masuk ke dalam 10 masjid terindah di muka bumi. Bangga ya :)

19


MIE ACEH* oleh Siti Arfah (SAPPK 2012)

Bahan Utama : 400 gr mie kuning basah yang gilik 350 ml kaldu sapi 200 gr daging kambing, potong kotak kecil 3 bh bawang merah, iris halus 2 siung bawang putih, iris halus 100 gr taoge ½ sdt cabai bubuk 2 sdm kecap manis 1 bh tomat potong-potong 1 btg daun seledri, iris halus 1 btg daun bawang, iris halus 1 1/2 sdt garam 3 sdm minyak goreng; 50 gr kol, iris Bumbu Halus 3 bh cabai merah 6 bh bawang merah 3 siung bawang putih 3 cm kunyit 3 bh kapulaga Ÿ sdt jintan ½ sdt merica

Siapa yang tidak kenal dengan mie? Panganan berbentuk panjang dan bertekstur kenyal ini dibalur dengan bumbu rempah-rempah yang gurih tersohor menjadi makanan favorit banyak orang. Di Aceh, terdapat makanan khas dengan bahan dasar mie, yaitu Mie Aceh. Mie khas Aceh yang katanya terkenal sampai negeri sebrang ini memiliki dua jenis penyajian, goreng atau berkuah. Untuk membuatnya pun tidak sulit. Berikut ini resep pembuatan mie Aceh.

Selamat mencoba! Langkah pembuatan: 1. Tumis bawang dan bumbu halus sampai harum, masukkan daging kambing sambil diaduk hingga berubah warna. 2. Tambahkan kaldu (lebihi dari tkaran jika ingin berkuah), tutup wajan, masak sampai daging lunak dan kuah mengental. 3. Masukkan mi, seledri, daun bawang dan garam, aduk rata. Tambahkan kecap manis, cabai bubuk, tomat dan taoge, aduk hingga layu dan bumbu meresap. 4. Angkat, sajikan dengan pelengkap.

*porsi 4 orang

Pelengkap acar mentimun dan wortel emping goreng bawang goreng

22

Ternyata Kopi Gayo punya manfaat untuk menghilangkan bau lho, termasuk bau mulut hihihi.


BERWISATA

DI ACEH photo by Fahry Auzan (TI’08)

Kherkoff Peucut, Banda Aceh

\Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh

Iboih, Sabang

Gerbang Kherkoff Peucut, Banda Aceh

Dermaga Iboih, Sabang

Rumah Cut Nyak Dhien, Aceh Besar


sabang

Pulau Weh atau yang lebih dikenal dengan nama Sabang ini terletak di ujung barat laut Pulau Sumatra. Pulau ini terletak diantara Selat Malaka di Utara, Samudera Hindia di Selatan, Selat Malaka di Timur dan Samudera Hindia di Barat.

OBYEK WISATA DI SABANG Tugu Kilometer Nol Tugu Kilo Meter Nol terletak di lintang: 050 54’ 21.42” LU, bujur: 950 13’ 00.50” BT berada dalam areal Hutan Wisata Sabang di Ujung Ba`u, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang dan dibangun pada ketinggian 43,6 m di atas permukaan laut (dpl), menjulang setinggi 22,5 meter. Sebab lokasinya Kota Sabang tidak seramai yang diperki- di kawasan hutan wisata tidak menghrakan, apalagi jika berjalan-jalan di kota erankan jika jalanan menuju tugu nol kilometer sangat sepi dan dipenuhi setelah jam 12 siang. Ketika dzuhur segerombolan monyet. Sebaiknya tidak maka aktivitas penduduk di sini berhenti, mereka akan beristirahat hingga membawa tas untuk mengunjungi kawasan ini. Waktu terbaik berkunjung maghrib. Santai Bang, ini di Sabang... ke Tugu 0 km adalah saat matahari terNikmati saja segarnya udara dan keindahan alam yang tersaji di setiap sudut benam pada cuaca cerah. Obyek wisata ini sebenarnya cukup indah, di bawah pulau. pepohonan rindang dan memandangai laut lepas.

transportasi menuju sabang Untuk mencapai pulau Sabang dapat dilakukan dengan menyebrang melalui Pelabuhan Ulee Lheue (Aceh) menuju Pelabuhan Balohan (Sabang). Tersedia 2 jenis kapal yaitu kapal cepat dengan jarak tempuh sekitar 45 menit dan kapal/ferry/roro dengan jarak tempuh 3 jam. Saat ini tersedia 1 kapal Ferry (Kapal KMP BRR) dan 2 (dua) kapal cepat yaitu Kapal Express Bahari dan Kapal Pulo Rondo.

22

23


Iboih (di baca Iboh) Iboih merupakan tempat terbaik untuk menghabiskan waktu anda di Pulau Sabang. Di Iboih anda bisa menikmati wisata pantai, wisata alam di hutan Iboih dan lokasi Iboih berdekatan dengan Pulau Rubiah tempat terbaik untuk snorkeling dan diving. Di Taman Laut Iboih terdapat larangan terhadap penangkapan ikan dan biota laut. Ditetapkan pula hari pantangan ke laut. Mulai Kamis jam 19:00 WIB hingga Jumat jam 14:00 WIB, Hari Raya Puasa dan Haji selama 24 jam, Kenduri Laot tiga kali 24 jam, hari peringatan tsunami dan ulang tahun kemerdekaan RI mulai jam 6 pagi sampai 12 siang.

Pantai Teupin Laye dan Teupin Sirkui

Pantai Teupin Layeu dan Teupin Sirkui berada di Iboih, sekitar 22 Kilometer dari Kota Sabang dapat ditempuh menggunakan kendaraan umum dari pelabuahan Balohan selama 40 menit atau 30 menit dari Kota Sabang. Di pantai Teupin Layeu terdapat Pusat Informasi Wisata Teupin Layeu View, rumah makan, toko penyewaan alat selam dan Snorkling, dermaga untuk menuju pulau rubiah, iboih, seulako dan rondo. Jika malas basah-basahan anda bisa menyewa Bottom Glass Boat untuk melihat pemandangan taman laut sabang.

Pemandian air panas Keuneukai Terletak di sebelah selatan Pulau Weh pemandian air panas Kaneukai akan menjadi tempat yang cocok setelah berkeliling Sabang untuk melemaskan otot-otot yang letih. Air panas ini berasal dari gunung berapi yang terletak di tengah-tengah Pulau .

Pantai Sumur Tiga Nama Pantai Sumur Tiga berasal dari keberadaan tiga sumur air tawar yang terdapat di sepanjang pantai. Pasir pantai yang halus berpadu dengan bebatuan di bibir pantai, air laut yang jernih dihiasi ombak kecil. Gua Sarang Gua-gua ini menghadap ke samudra dan dihuni bermacam burung, kelelawar, dan ular. Menjelajahi tempat ini dengan menggunakan perahu harus didampingi oleh penduduk lokal karena lokasi yang cukup sulit dijangkau, dan

IBOIH

DANAU

PULAU

AIR TERJUN

RUBIAH

Pulau Rubiah Pulau Rubiah terletak di depan pantai Teupin Layeu dan Iboih. Nama Rubiah di ambil dari nama salah satu calon jemaah haji yang meninggal saat kapal yang akan menuju ke Mekah karam. Pada tahun 1920-an pulau ini menjadi tempat karantina calon jamaah haji Indonesia. Tidak ada listrik dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Hanya ada generator yang dihidupkan sejak pukul 19.00 hingga 00.00 WIB. Pemerintah Indonesia telah menentukan daerah perairan ini, sekitar 2600 hektar sekitar pulau Rubiah sebagai daerah special nature reserve.

24

Gunung Api Jaboi berjarak kurang lebih 15 Km dari pusat kota dan berlokasi di Jaboi Kec. Sukajaya dengan luas area 450 m. Potensi yang menjadi daya tarik tersendiri seperti kawah belerang, hutan rotan dan satwa liar (burung, monyet, babi hutan).

Air Terjun Pria Laot terletak tidak jauh dari Pria Laot jalan menuju Kel. Iboih. Perjalanan menuju air terjun Pria Laot bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar 1,7 Km mengikuti sungai yang ada disekitar jalan. Air terjun ini berasal dari aliran sungai Pria Laot yang bersumber dari Danau Aneuk Laot. Air terjun Pria Laot sangat indah, selaras dengan rimbunan pohon yang mengelilinginya. Tinggi air terjunnya hanya sekitar 10 meter, sehingga percikannya tak terlalu deras. Anda bisa berenang santai di kolam persis di bawah air terjunnya, serta menikmati ‘fish spa’ alami di pinggiran kolamnya.

ANEUK LAOT

PRIA LAOT

Pantai kasih Pantai Kasih merupakan pantai berpasir putih yang letaknya dekat dengan pusat Sabang. Waktu terbaik menikmati pantai kasih adalah saat matahari terbenam. Pantai Anoi Itam Pantai Anoi Itam memiliki pemandangan yang indah, serta beberapa benteng peninggalan Jepang yang masih terjaga kelestariannya. Benteng-benteng inilah yang menjadi pusat pertahanan Jepang terhadap serangan dari laut dan udara.

Danau Aneuk Laot Danau yang cukup besar ini merupakan sumber air tawar sekaligus PLTA bagi seluruh pulau. Anda bisa menikmati pemandangan danau ini dari dalam kendaraan, karena jalannya meliuk di salah satu sisi danau.

Oleh: Nadia Putri Aulia Nasution (SAPPK ‘12)

25


Rekomendasi Wisata

Taman Ghairah

oleh Muhammad Ichsan (Teknik Perminyakan 2009)

Taman ghairah merupakan bukti kejayaan kesultanan Aceh. Keindahan taman ini diceritakan di dalam kitab Bustanussalatin karya Nurruddin arraniry. Kitab tersebut merupakan karya terbesar dari pengarang melayu yang hingga kini menjadi bahan kajian mancanegara. Dalam kitab busstanussalatin, disebutkan:

Pada zaman bagindalah berbuat suatu bustan, yaitu kebun, terlalu indah-indah, kira-kira seribu depa luasnya. Maka ditanami berbagai bunga-bungaan dan aneka buahbuahan. Digelar Baginda bustan itu Taman Ghairah.

Taman ghairah sebenarnya adalah halaman dari istana kerajaan aceh. Diceritakan taman tersebut sangat luas. Dialiri oleh sungai Darul Isyki yang kini dikenal dengan nama Krueng Daroy. Selain dipenuhi oleh bunga dan buah, taman ini juga diramaikan dengan bangunan-bangunan yang terbuat dari pualam berwarna-warni serta tiang-tiang dari tembaga, perak dan suasa yang berukir indah. Di pertengahan jalur sungai Darul Isyki ditemukan sebuah pulau kecil bernama pulau Sangga Marmar yang berlapis batu dan dikelilingi karang aneka warna yang disebut Panca Logam. Terdapat juga jembatan besar yang dinamai Rambut kamalai. Sebagai penutup tanah digunakan aneka batu berwarna-warni.

Dari sejumlah gambaran taman Ghairah tersebut, kini hanya tinggal empat bangunan yang masih bisa dinikmati. Diantara bangunan yang masih bisa kita jumpai yaitu: Gunongan; merupakan bangunan berbahan kapur putih dengan ketinggian 9,5 meter. keseluruhan bentuknya adalah oktagonal dengan atap menyerupai mahkota bunga bertingkat tiga. Diceritakan bahwa gunongan dibangun atas perintah Sultan Iskandar Muda untuk permaisurinya yang bernama Puteri Kamalai dari Pahang. Suatu hari sang permaisuri merasakan kerinduan terhadap kampung halamannya yang dipenuhi pegunungan sehingga dibangunlah gunongan yang sering dimanfaatkan oleh sang permaisuri untuk mengeringkan rambutnya setelah mandi. Penterana Batu Berukir; merupakan kursi bulat berbentuk kelopak bunga yang sedang mekar dengan lubang cekung di bagian tengah. Kursi batu ini berdiameter 1 meter dengan arah hadap ke utara dengan tinggi 50 cm. Peterana batu berukir berfungsi sebagai tahta tempat penobatan sultan. Bustanussalatin menyebutkan ada dua buah batu peterana, yaitu peterana batu berukir dan peterana batu warna nilam (kembang seroja). Namun, hanya peterana batu berukir yang masih ada. Kandang Baginda; merupakan sebuah lokasi pemakaman keluarga sultan Kerajaan Aceh. Bangunan kandang berupa teras dengan tinggi 2 meter dikelilingi

Pagar keliling Kandang mempunyai profil berbentuk tempat sirih dengan tinggi 4 meter. Bangunan ini dibuat dari bahan kapur putih. Pinto Khop; merupakan pintu mutiara keindraan atau kedewaan/raja-raja, pintu penghubung antara istana dengan Taman Ghairah. Pintu ini berukuran panjang 2 meter, lebar 2 meter dan tinggi 3 meter. Terletak pada sebuah lembah sungai Darul Isyki. Diduga tempat ini merupakan tebing yang disebutkan dalam Bustanussalatin dan bersebelahan dengan sungai tersebut Sekarang, komplek taman ini telah berubah seiring dengan tata kota yang diterapkan oleh pemerintah kota Banda Aceh. Bangunan-bangunan yang masih berdiri tersebut tidak berada dalam satu komplek lagi, tetapi beberapa diantaranya telah terpisah oleh pembangunan kota. Jika anda berkunjung ke Banda Aceh, sudilah kiranya mampir di peninggalan taman kuno ini.

menyaksikan kesaksian sejarah yang seharusnya dihidupkan kembali.

Menyeduh kopi gayo tidak bisa sembarangan. Air yang terlalu panas akan memengaruhi rasa dan aroma. Jadi air untuk menyeduh kopi gayo harus dimasak sampai betul-betul matang, didiamkan 5 menit, baru disiramkan ke kopi gayo.

26

27


Laksamana Keumalahayati Keumalahayati adalah wanita yang berpangkat laksamana (admiral) Kerajaan Aceh dan meruapakan salah seorang pemimpin armada laut pada masa pemerintahan Sultan Alaidin Riayatsyah Al Mukammil (1589-1604). Keumalahayati berasal dari kalangan sultan-sultan Aceh terdahulu. Ayahnya bernama Mahmud Syah, seorang laksamana. Dan kakek dari ayahnya yang juga seorang laksamana bernama Muhammad Said Syah, putra Sultan Salahuddin Syah yang memerintah pada 1530-1539 Pengangkatan Keumalahayati sebagai laksamana, selain karena orang kepercayaan Sultan dan dianggap mampu, terlihat adanya semangat kebaharian atau kelautan dalam dirinya yang diwariskan oleh ayah dan kakeknya walaupun dia seorang perempuan. Sebelum diangkat sebagai admiral, Keumalahayati menjabat sebagai pemimpin pasukan ketentaraan wanita yang terdiri dari para janda yang suaminya telah gugur dalam peperangan. Pembentukan pasukan wanita ini merupakan buah pikiran dari Keumalahayati dengan maksud agar para wanita janda itu dapat menuntut balas atas kematian suami mereka. Setelah memangku jabatan menjadi laksamana, Keumalahayati mengoordinasikan sejumlah pasukan laut, mengawasi pelabuhan yang berada dibawah syahbandar dan kapal jenis galey milik Kerajaan Aceh. Pada masa Keumalahati menjadi laksamana, Kerajaan Aceh mempunyai perlengkapan armada laut yang terdiri dari 100 buah kapal perang (galey) yang bermuatan sampai 400-500 penumpang yang dipimpin oleh dirinya. Kekuatan Keumalahayati sebagai laksamana mulai memasuki ujian berat ketika untuk pertama kalinya terjadi kontak antara Kerajaan Aceh dengan pihak Belanda. Pada tanggal 21 Juni 1599, dua buah

28

kapal Belanda yang masing-masing dipimpin oleh Cornelis de Houtman dan Frederick de Houtman berlabuh di pelabuhan ibu kota Kerajaan Aceh. Mulanya, kedua kapal itu mendapat sambutan baik dari pihak Aceh, namun setelah mendapat hasutan dari pihak Portugis yang juga sedang berbaik dengan Aceh dan menjadi penerjemah Sultan, mereka menjadi tidak disenangi oleh Sultan. Dibawah pimpinan Keumalahayati, pihak Aceh melakukan penyerangan terhadap orang-orang Belanda. Dalam penyerangan itu, Cornelis de Houtman dan beberapa anak buahnya terbunuh, sementara Frederick de Houtman ditawan dan dijebloskan dalam tahanan Kerajaan Aceh.

Pada tanggal 21 November 1600, bangsa Belanda lainnya datang ke Aceh dengan dua buah kapal yang dipimpin oleh Paulus van Caerden. Sebelum memasuki pelabuhan Aceh, mereka telah menenggelamkan sebuah kapal dagang Aceh dan memindahkan segala muatan lada ke dalam kapal mereka, kemudian meninggalkan pantai Aceh. Setelah peristiwa tersebut datang lagi rombongan kapal Belanda dibawah pimpinan Laksamana Jacob van Neck yang tidak mengetahui kejadian penenggelaman kapan Aceh tersebut. Saat mendarat di ibu kota Kerajaan Aceh pada 31 Juni 1601, mereka memperkenalkan diri kepada Sultan Aceh bahwa mereka adalah pedagang Belanda dan datang ke Aceh untuk berdagang dan membeli sejumlah lada. Keumalahayati mengetahui bahwa rombongan tersebut adalah orang Belanda dan langsung memerintahkan anak-anak buahnya untuk menawan dan memperlakukan mereka dengan tidak baik. Oleh Keumalahayati diberitahukan bahwa dua buah kapal Belanda yang datang sebelumnya telah menenggelamkan kapal milik Aceh dan membawa sejumlah lada tanpa bayaran. Karena itu, Sultan memerintahkan untuk menawan setiap kapal dan orangorang Belanda yang datang ke Aceh sebagai ganti rugi.

“

Tokoh Admiral Wanita Aceh yang Terlupakan oleh Frysta Nintyas (MI’10)

�

Peristiwa penting lainnya pada masa Keumalahayati sebagai laksamanaadalah pengiriman tiga orang utusan Aceh menghadap Pangeran Maurits dan Majelis Wakil Rakyat Belanda. Ketiga utusan itu adalah Abdoelhamid, Sri Muhammad, dan Mir Hasan, salah seorang bangsawan perwira armada laut dibawah Keumalahayati. Pihak Belanda menerima utusan Aceh itu dengan suatu upacara kenegaraan yang dihadiri tamutamu terhormat dari beberapa negara Eropa yang menyaksikan pengakuan de jure dari Kerajaan Aceh. Dengan demikian, Republik Belanda yang baru lahir dibawah pimpinan Pangeran Maurits telah terangkat derajatnya di kalangan negara Eropa.

Pada 6 Juni 1602, James Lancaster, seorang perwira dari Angakatan Laut Inggris, tiba di pelabuhan Aceh dengan membawa sepucuk surat dari Ratu Elizabeth I yang mengemukakan perihal pentingnya hubungan perdagangan antara Inggris dan Aceh. Selain itu, Lancaster meminta kepada Keumalahayati agar tetap memusuhi Portugis. Setelah perundingan selesai Keumalahayati meminta kepada Lancaster agar semua keinginan tersebutdimintakan atas nama Ratu Inggris dan dibuat tertulis untuk disampaikan kepada Sultan. Dari sedikit uraian diatas, kedudukan dan nilai-nilai perjuangan diberikan kepada figur yang berperan penting. Diantara sekian nama tersebut seorang wanita Aceh yang bernama Keumalahayati. Karena jasa-jasa kepahlawanannya, Keumalahayati menjadi figur yang dihormati. Itulah sebabnya, Pemerintah Republik Indonesia mengabadikan namanya pada sebuah Kapal Perang Republik Indonesia, KRI Malahayati. Sumber: Alfian, Teuku Ibrahim.1994. Wanita Utama Nusantara Dalam Lintasan Sejarah.Jakarta: Jayakarta Agung Offset

29


SEJARAH ARUN KADO TERINDAH TUHAN UNTUK ACEH by Alfaidhul Akbar (GL ’05)

Apa sih Arun itu? Arun sebenarnya sebuah kota atau desa di Aceh yang terkenal pada era 60-an dan diabadikan sebagai nama anggota formasi batuan. Lebih jauh lagi, Arun punya nilai sejarah yang sangat penting, strategis, dan politis. Aceh yang terkenal dengan sumber daya migas, sebenarnya datang dari Arun ini. Secara geologi, Arun adalah anggota Formasi Peutu yang terdiri dari batugamping. Batugamping adalah batuan yang terbentuk akibat pengendapan organisme di laut dangkal.

Sumber gas aceh yang terkenal terbesar di Indonesia terdapat di lapisan batugamping Arun ini.

Sejarah Penemuan Arun Minyak dan gas pertama kali ditemukan di daerah Telaga Said, perbatasan Aceh dan Medan. Formasi yang menghasilkan minyak dan gas di daerah ini berasal dari Formasi Baong. Oleh karena itu, Belanda melakukan eksplorasi besar-besaran sepanjang Langsa hingga Aceh Utara dengan target Formasi Baong.

Pada tahun 1968, sebuah perusahaan minyak internasional (IOC=International Oil Company), Mobil Oil, melakukan studi di Bee Block/Blok B yang meliputi pemetaan geologi dan geofisika. Alhasil, Mobil Oil menemukan adanya anomali di bawah lapisan Formasi Baong. Hal ini tentu saja berbeda dengan konsep awal yang mengharapkan adanya anomali di Formasi Baong. Akhirnya dilakukan pemboran pada tahun 1971. Pemboran ini menemukan adanya kemungkinan kehadiran Hidrokarbon di batugamping Formasi Peutu, oleh mereka disebut "Arun Limestone". Inilah cikal bakal Lapangan Arun yang merupakan lapangan gas paling besar di Indonesia, dengan cadangan sebesar 13 TCF (sumber proceeding IPA). Bee Block ini akan habis masa kontraknya pada tahun 2018, apakah gasnya sudah habis? Saya percaya masih ada potensi yang bisa dikembangkan di Bee Block ini. Namun, produksinya mungkin tidak setinggi 45 tahun silam. Inilah tantangan yang akan dihadapi oleh generasi muda berikutnya.

theglobejournal.com

30

Ternyata tari saman merupakan tarian yang dibawakan oleh pria. Sementara tarian sejenis yang dibawakan oleh wanita disebut tari ratoh doek.

31


Khanduri Aceh adalah acara yang akan memeriahkan kampus ganesha pada tanggal 15 Maret 2013 bertempat di Lapangan Basket ITB yang memperkenalkan kebudayaan Indonesia khususnya budaya aceh. Acaranya sendiri terbagi menjadi dua bagian, yaitu wisata kuliner dan pagelaran. Wisata kulinernya sendiri, Khanduri Aceh akan mengenalkan makanan khas Aceh seperti; mie aceh, teh tarik, nasi gurih, dan masih banyak lagi. Acara ini berlangsung pada pukul 9 pagi hingga pukul 5 sore. Puas dengan makanan khas aceh, dilanjutkan dengan acara puncak Khanduri Aceh yaitu Pagelaran Khanduri Aceh yang diselenggarakan pada jam 7 malam dengan tujuan memperkenalkan budaya Aceh. Acara ini menampilkan berbagai tarian Aceh seperti; Saman Gayo, Ratoh Duek, Likok Pulo, Beudoh, Rapai Geleng, dan Ranup Lampuan yang dibawakan oleh penari-penari UKA ITB. Dengan dilaksanakannya acara ini, diharapkan masyarakat ITB dapat mengenal lagi kebudayaan Indonesia khususnya Aceh.

{

hai rakan bek lee lalo, budaya droe beuta jaga wahai teman yang lagi lalai budaya sendiri harus selalu kita jaga


DI DUKUNGOL EH

MEDI APARTNER


UNIT KEBUDAYAAN ACEH ITB Dalam kegiatannya di kampus, anggota UKA ITB tidak hanya dilatih tari-tarian aceh saja, namun juga mengadakan acara yang bersifat kekeluargaan seperti malam keakraban, jalan-jalan bersama, syukuran wisuda atau "peusijuk", atau kajian santai bertemakan sejarah maupun isu regional aceh. selain itu, UKA ITB juga menyediakan tutorial akademik dan belajar bareng untuk anggotanya yang TPB. Sebagai baktinya terhadap aceh, UKA ITB mengadakan try out SNMPTN dan bedah kampus ITB untuk SMA-SMA di berbagai daerah di Aceh. Selain itu, ada juga berbagai acara mandiri untuk memperkenalkan budaya dan sejarah Aceh. pada tahun 2012 kami mengadakan Gelar Budaya Aceh yang dihadiri ratusan orang masyarakat Bandung hingga overcapacity, dan in sya Allah akan mengadakan acara Khanduri Aceh pada 15 Maret 2013 yang berupa wisata kuliner dan penampilan mandiri yang bisa dinikmati gratis oleh massa kampus ITB. Unit Kebudayaan Aceh Institut Teknologi Bandung (UKA ITB) merupakan unit kegiatan mahasiswa di ITB yang berfokus pada seni dan kebudayaan. Awalnya berupa keinginan sejumlah mahasiswa ITB asal Aceh pada akhir periode 1980-an untuk bernaung dalam suatu wadah sehingga dapat melakukan berbagai kegiatan yang terorganisir. Keberadaan UKA ITB diharapkan tidak hanya sekedar untuk menyalurkan minat dan bakat mahasiswa ITB, tetapi juga demi tumbuhnya idealisme untuk turut berperan lebih dalam menunjang kebudayaan bangsa Indonesia, khususnya kebudayaan Aceh.

Beberapa tahun terakhir, UKA ITB tumbuh menjadi unit yang semakin dikenal di kampus dan semakin banyak mahasiswa yang tertarik untuk bergabung tanpa memandang jurusan, angkatan, asal daerah, maupun agama.

Organisasi ini sendiri hingga saat sekarang beranggotakan tidak hanya mahasiswa asal Aceh, tetapi juga mahasiswa non-Aceh, baik yang berkuliah di ITB maupun tidak. Dalam keberjalanannya, UKA ITB mendapat banyak permintaan penampilan seni dan budaya Aceh, terutama Tari Saman, untuk dipentaskan di berbagai acara seperti resepsi pernikahan, event-event pagelaran seni dan budaya, juga sebagai pengisi acara di macam-macam event seperti seminar dan talkshow. Para anggota UKA juga telah sering memberikan pelatihan tarian Aceh kepada beberapa instansi dan sanggar budaya serta kepada masyarakat umum yang ingin mempelajari seni dan budaya Aceh.

41


1 5Ma r e t2 0 1 3@La pa nga nCCBa r a t

Saleum Aceh  

Majalh seni dan budaya dari Unit Kebudayaan Aceh (UKA) ITB

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you