Issuu on Google+

WELLA SHERLITA Minggu, 29 April 2012 18:07 WIB Produsen energi solar (energi panas matahari) asal Jerman, Inutec GmbH, menggandeng Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia untuk mengembangkan penelitian di salah satu bidang energi terbarukan, yaitu panas matahari (solar cell dan solar thermal). Kesepakatan itu telah dituangkan dalam Letter of Agreement (LoA) antara kedua pihak, yang ditandatangani pada Jumat lalu (27 April 2012), di Jakarta. Poin LoA ada tiga pilar, yaitu edukasi, riset, dan proyek bersama untuk jangka panjang. Dalam perbicangan kepada The Atjeh Post, Minggu 28 April 2012, Dr.-Ing Eko Adhi Setiawan, dari kelompok riset energi terbarukan Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), menjelaskan bahwa kerjasama ini baru langkah awal. Namun, akan besar manfaatnya terutama di daerah terpencil yang jauh dari jangkauan PLN. “Solar cell adalah bentuk teknologi yang bisa langsung diterapkan di Indonesia. Kita punya potensi radiasi matahari yang besar, ini merata di seluruh Indonesia dan beda dengan debit air atau angin. Kedua, teknologi ini sudah terbukti (di banyak negara maju) sepanjang kita punya dana untuk itu. Ini bisa menjadi solusi di perkotaan untuk mengurangi beban PLN, juga di daerah terpencil yang jauh dari jangkauan listrik PLN, ini sebetulnya solusi instan,� ungkap Eko. Ia menambahkan, pembicaraan tentang kerjasama antara Departemen Teknik Elektro FTUI dengan Inutec sudah cukup lama. Apalagi, Inutec sudah berpengalaman di bidangnya hampir 20 tahun. “Teknologi panas matahari sudah lama, tetapi kita masih perlu belajar lebih banyak tentang teknologinya. Lagipula teknologi solar cell makin lama makin murah karena produsen makin banyak dan demandnya makin banyak. Tantangan ke depan justru di situ,� tambah Eko. Sementara itu, CEO Inutec GMBH, Alexander Kaub, mengatakan kerjasama ini adalah langkah awal yang sangat baik antara kedua institusi. Diharapkan kelak, kerjasama tersebut tidak cukup sampai pada tingkat UI dan Inutec, tetapi juga melibatkan Indonesia dan Jerman, untuk produksi bersama sekaligus pemasaran produk energi terbarukan tersebut.


“Idenya adalah mengkombinasikan antara pemikiran pengembangan wirausaha, dengan pengetahuasn teknis di bidang teknologi panas matahari. Menjadi pengusaha di bidang energi terbarukan adalah impian saya sejak lama. Jadi, tujuan saya mengajak sebanyak mungkin pihak-pihak yang memiliki pandangan yang sama, terutama untuk mendukung pemasaran produk,� ungkap Alexander Kaub. Ia menjelaskan, sejumlah perguruan tinggi di Jerman juga menjadi mitra kerjasama mereka, namun mengajak perguruan tinggi di luar negeri, seperti UI adalah baru pertamakalinya. “Target pasar belum dipastikan sejauh ini berapa jumlah panel surya yang harus terjual dan sebagainya, karena kami proyek kerjasama baru mau dimulai. Tetapi sebagai tahap awal, kami akan memulai seminar, e-learning, memberikan solusi teknis, melakukan riset-riset bersama. Kami mendukung UI dan akan melakukan pilot project,� demikian Alexander Kaub. Beberapa program yang akan dilaksanakan pasca penandatanganan LoA adalah seminar sehari bertemakan energi terbarukan, pola pentarifan, serta perbandingan antara energi terbarukan dengan nuklir. Dilanjutkan dengan workshop instalasi solar modul dimana seluruh peralatan sistem energi matahari tersebut hibah dari Inutec kepada UI. Rencana berikutnya adalah pendirian Solar Academy yang pertamakalinya di Indonesia, dan Asia Tenggara. Tujuannya untuk menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang mahir dari aspek teknis, finansial, dan hukum di bidang pengembangan potensi energi panas matahari.

http://www.alexanderkaub.com/ http://www.alexanderkaub.com/about-me/ http://www.alexanderkaub.com/blog/ http://www.alexanderkaub.com/pv-gallery/ http://www.alexanderkaub.com/contact-information/


- Inutec GmbH Gandeng Teknik Elektro UI untuk Bisnis Energi Matahari