Page 1

Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokatuh,

Salam Ta’aruf

Ahlan wa sahlan sobat As-Shaff, kaifa haluk? semoga sehat selalu dan tetap dalam lindungan Allah, amiin. Sobat

EDISI 1 - April 2013 -

As-Shaff, hari ini SKI FKIP UNS menerbitkan buletin perdananya lho di tahun 2013 ini, namanya As-Shaff. Ehm, sobat tau

mencakup semua yang dibutuhkan para da’i dari aqidah, akhlak, sejarah, ukhuwah, obyek dakwah, sampai pada puncak ajaran Islam, yaitu Jihad di jalan Allah. Sehingga para kader wajib menghafalnya, mentadaburinya secara berulang-ulang dan mengamalkannya dalam aktivitas dakwah mereka. Nama surat biasanya menjadi tema sentral dari substansi surat tersebut, demikian juga surat As-Shaff. Shaff adalah sesuatu yang sangat penting dan sangat menentukan keberhasilan dalam dakwah, jihad dan pergerakan Islam. Bahkan kesatuan shaff adalah persyaratan mutlak bagi kemenangan pergerakan dan dakwah Islam. Tanpa adanya kesatuan shaff, maka akan menimbulkan dampak langsung bagi kekalahan dan kegagalan dakwah dan perjuangan. Kisah perang Uhud merupakan salah satu bukti dari kekalahan perang disebabkan shaff yang berantakan, padahal sebelumnya sudah berada diambang kemenangan. Namun demikian kesatuan shaff merupakan proses panjang dari realisasi aktivis dakwah terhadap nilai-nilai Islam. Kekuatan dan kekokohan shaff apalagi digambarkan Al-Qur’an sebagai ‘kal-bunyaan al-marsuus’ (seperti bangunan yang kokoh) sangat terkait dengan nilai yang paling fundamental dari aktivis harakoh yaitu aqidah, ukhuwah dan fikrah Islam. Tanpa ada kekuatan aqidah, ukhuwah dan pemahaman yang mendalam terhadap fikrah Islam, maka mustahil kesatuan dan kekokohan shaff yang digambarkan Al-Qur’an dapat tercapai. Nah, dari uraian filosofi kata As-Shaff di atas, maka harapan dari terbitnya buletin As-Shaff adalah agar buletin ini mampu menjadi media yang dapat merapatkan barisan kaum muslimin, menjadi media yang dapat melahirkan inspirasi kebenaran bagi banyak kalangan, dan dari lahirnya inspirasi-inspirasi itulah As-Shaff bercita-cita memunculkan kembali pemikir-pemikir Islam yang nantinya akan berjuang untuk dapat mengembalikan kejayaan Islam. Semoga Allah SWT memudahkan, Amiin. Oke, udah kenal kan dengan As-Shaff? Check it out. Oiya, hampir kelupaan, kita juga punya jargon lho “As-Shaff, Menebar Ilmu, Mengabarkan Kebenaran”. Sungguh luar biasa bukan. Jargonnya aja Menebar Ilmu Mengabarkan Kebenaran, InsyaAllah semua isinya pun adalah ilmu. Tenang saja deh, pokoknya ilmu tentang kebenaran bukan yang lain. Jadi tidak akan menyesatkan sobat As-Shaff. Update terus buletinnya ya, jangan sampai ketinggalan. Di sini pula akan ada banyak info tentang SKI FKIP, dari kajian sampai kegiatannya. Jadi, sobat As-Shaff nggak usah susah-susah cari infonya. Untuk sobat yang suka nulis, juga bisa kok mengirimkan tulisannya pada kami dan tentunya akan kami olah terlebih dahulu apakah layak atau tidak. Kami tunggu kritik dan saran dari sobat As-Shaff untuk kebaikan buletin ini ya. Pokoknya kami tunggu deh dan jangan lupa baca terus buletin As-Shaff. Wassalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokatuh

Alamat Redaksi : Sekretariat SKI FKIP UNS, Gedung UKM FKIP Lantai 1 Informasi : 085642040715

da’i. Surat ini merupakan ‘Ma’alim fii at-Thoriiq’ (petunjuk jalan) bagi aktivis dakwah. Surat ini walaupun pendek tetapi

Penasehat : Moh. Muchtarom, S.Ag., M.SI. Penanggung Jawab : Muamar Fariq Salafy, Pemimpin Redaksi : Wijang Iswara Mukti, Redaktur Pelaksana : Choerin Amri, Fitri Munawaroh, Eva Rianti, Editor Naskah : Listyo Buana Putra, Dita Ajeng Tata Letak : Uly Masna Azmi, Produksi : Mohammad Sopandi, Nur Hidayah, Bendahara : Aan Panji Kurniawan, Shinta Dewi, Sirkulasi : Siti Aisyah, Umi Saidah.

memiliki arti ‘barisan’. Lho kok barisan? Apa hubungannya? Ya, sekilas memang jauh maknanya dari sebuah kata buletin. As-Shaff yang bermakna barisan adalah salah satu surat dalam Al-Qur’an yang patut menjadi bahan renungan bagi para

Buletin Dakwah As-Shaff Diterbitkan Oleh SKI FKI UNS

tidak apa arti dari As-Shaff? Begini filosofinya, nama As-Shaff itu diambil dari salah satu nama surat dalam Al-Quran yang

Belum lama ini, para karyawati yang memakai jilbab panjang resah dengan surat edaran tentang pelarangan jilbab panjang bagi PNS yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo. Bibit Waluyo mengeluarkan peraturan gubernur (pergub) kepada Rumah Sakit se-Jawa Tengah tentang larangan menggunakan jilbab panjang. Peraturan tersebut tentu meresahkan masyarakat muslim. Sampai pada Ketua MUI Solo, Prof. Dr. dr. KH. Zaenal Arifin Adnan yang menerima pengaduan sejumlah karyawan muslimah RS di Solo.

Peraturan gubernur tersebut menyangkut hukum

SARA. Sesuai dengan UU RI 1945 pasal 28E ayat 1 tertera “Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya”. Mengenakan jilbab adalah bagian dari perintah agama Islam. Melarang menggunakan jilbab sama saja dengan tidak menganggap Islam ada di Indonesia. Hal ini tentu mendapat reaksi keras dari masyarakat yang mengerti tentang makna jilbab sebenarnya. Kalau jilbab panjang dilarang, lalu para muslimah harus memakai apa ya? Apa wanita muslimah harus memakai baju ketat dan kerudung gaul seperti punuk unta? Na'udzubillah, semoga masalah ini segera berakhir dan tidak ada pelarangan memakai jilbab syar'i. Sebenarnya yang dimaksud dengan jilbab syar'i itu seperti apa sih? yuk, mari kita simak. Makna Jilbab Ada beberapa pendapat di kalangan ulama tentang definisi jilbab. Ibnu Rajab mengatakan jilbab itu ‘mala-ah’ (kain yang menutupi seluruh tubuh dari kepala sampai kaki yang dipakai untuk melapisi baju bagian dalamnya, seperti jas hujan). Pendapat ini juga dipilih oleh Al-Baghawi dalam tafsirnya dan Al-Albani. Ada juga yang berpendapat jilbab itu sama dengan ‘khimar’ alias kerudung sebagaimana disebutkan oleh AnNawawi, Ibnu Hajar, dll. As-Sindi mengatakan, “Jilbab adalah kain yang digunakan oleh seorang perempuan untuk menutupi kepala, dada, dan punggung ketika keluar rumah”. Syarat Jilbab Syar'i 1.

Menutupi seluruh tubuh selain bagian yang dikecualikan Allah berfirman dalam QS. Al-Ahzab: 59, “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, 'Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.' Yang


demikian itu supaya mereka lebih mudah

2.

ketat sehingga nampak lekuk tubuh si

Itulah tadi syarat-syarat jilbab syar'i yang

untuk dikenal, karena itu mereka tidak

pemakai. Usamah bin Zaid berkata,

diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun

“Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam

lagi Maha Penyayang”. Jadi kaum wanita

bertanya kepadaku, 'Mengapa engkau tidak

Dari Abu Hurairah radhiyallahu

muslim melarang mengenakan jilbab syar'i. Wahai

haruslah menutupkan kain keseluruh

mengenakan baju Qubthiyah yang telah

'anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu

muslimah shalihah, beristiqomahlah untuk tetap

5.

maka ia adalah pezina.”(HR. Tirmidzi).

harus kaum muslimah jadikan landasan dalam

Tidak menyerupai pakaian laki-laki

memilih jilbab (khimar). Tak sepantasnya orang

tubuhnya kecuali dua hal, yaitu muka dan

kuberikan?' 'Aku memberikannya kepada

'alaihi wa sallam melaknat pria yang memakai

mengenakan jilbab syar'i meskipun lingkungan dan

telapak tangan dengan kerudung yang

istriku,' jawabku. Maka beliau berpesan,

pakaian wanita, dan wanita yang memakai

masyarakat menolak akan keberadaan jilbab syar'i

menjulur hingga menutup dada mereka.

'Perintahkanlah istrimu agar memakai

pakaian pria”. (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah,

ini. Dengan engkau menggigit erat aturan Allah,

Bukan sebagai perhiasan

pakaian bagian dalam sebelum mengenakan

al-Hakim, dan Ahmad, shahih). Adz-Dzahabi

niscaya Allah SWT senantiasa akan menolongmu.

baju Qubthiyah itu. Aku khawatir baju itu

rahimahullah menggolongkan perbuatan

Allah SWT telah memilihkan yang terbaik untuk

Zaman sekarang ini, jilbab bukan hanya sebagai penutup aurat, tapi juga

akan menggambarkan lekuk tubuhnya”. (HR.

menyerupai lawan jenis (tasyabbuh)

wanita, yaitu jilbab syar'i. Tinggal kita saja yang

sebagai pemercantik diri. Padahal Allah SWT

Ahmad dan al-Baihaqi, hasan).

termasuk

menentukan mau memilih jilbab syar'i yang jelas

telah berfirman dalam QS An-Nur ayat 31, “Dan

janganlah

kaum

wanita

itu

4.

dosa

besar,

berdasarkan

Tidak diberi wewangian atau parfum

kandungan hadits-hadits shahih dan

disyariatkan atau jilbab modis, jilbab gaul yang

ketika keluar rumah

ancaman keras yang disebutkan di dalamnya.

hanya mementingkan keindahan dan mode kini saja.

menampakkan perhiasan mereka”. Secara umum, kandungan ayat ini juga mencakup

3.

laki-laki agar mereka mendapatkan baunya,

Kaum

wanita

dilarang

6.

menggunakan wewangian ketika keluar

Tidak menyerupai pakaian wanita kafir Dari 'Abdullah bin 'Umar, ia berkata

pakaian biasa jika dihiasi dengan sesuatu

rumah berdasarkan banyak hadits. Salah

bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam

yang menyebabkan laki-laki melirikkan

satunya adalah hadits Abu Hurairah

bersabda, “Sungguh, barangsiapa yang

Muslimah sholehah pasti tahu apa yang harus dipilihnya. Wallahu ta’ala a’lam Sumber Rujukan:

pandangan kepadanya. Hal ini termasuk

radhiyallahu 'anhu: “Seorang wanita

menyerupai suatu kaum maka ia termasuk

http://muslimah.or.id/fikih/lindungi-diri-dengan-

‘tabarruj’. Apa itu tabarruj? Tabarruj adalah

melintas di hadapan Abu Hurairah dan aroma

golongan mereka”.(HR. Ahmad, hasan)

jilbab-syari.html

perilaku

wewangian yang dikenakan wanita tersebut

wanita

yang

menampakkan

7.

Bukan merupakan pakaian yang

perhiasan dan kecantikannya serta segala

tercium olehnya. Abu Hurairah pun bertanya,

mengundang sensasi di masyarakat

sesuatu yang harus ditutup karena dapat

'Hai hamba wanita milik Al-Jabbar (Allah

(pakaian syuhrah)

membangkitkan syahwat laki-laki.

ta'ala)! Apakah kamu hendak ke masjid?'

Bahannya tebal, tidak transparan, dan

'Benar,' jawabnya. Abu Hurairah lantas

tidak menampakkan lekuk tubuh Agar

dapat

tercapai

tujuan

Jilbab

yang

dipakai

wanita

muslimah tidak boleh mengundang sensasi

bertanya lagi, 'Apakah karena itu kamu

atau nyleneh, sehingga menjadi pusat

memakai

perhatian orang, baik pakaian tersebut

parfum?'

wanita

tersebut

tertutupnya aurat, maka jilbab yang

menjawab, 'Benar.' Maka Abu Hurairah

pakaian yang sangat mewah maupun

dikenakan harus tebal dan tidak transparan

berkata, 'Pulang dan mandilah kamu!

murahan. Adapun penampilan yang sesuai

yang dapat memperlihatkan warna kulit dan

Sungguh, aku pernah mendengar Rasulullah

dengan syari'at namun berbeda dengan

rambut. 'Aisyah radhiyallahu 'anha berkata,

shallallhu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Allah

masyarakat pada umunya maka bukan

“Khimar adalah sesuatu yang dapat

tidak akan menerima shalat wanita yang

termasuk

menyembunyikan kulit dan rambut.” Selain tebal, pakaian tersebut juga tidak

menggambarkan

lekuk

tubuh.

Terkadang ada bahan pakaian yang tebal

dalam

pakaian

s y u h ra h .

keluar menuju masjid sementara bau wangi

“Barangsiapa yang memakai pakaian syuhrah

tercium darinya, hingga ia kembali ke

di dunia, maka Allah akan memakaikan

rumahnya dan mandi.'” (HR. Al-Baihaqi,

pakaian (kehinaan) yang serupa baginya

shahih)

pada hari kiamat, lalu Allah akan menyulutkan

namun sangat halus sehingga melekat pada

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

tubuh, atau bisa jadi karena ukurannya yang

juga bersabda, “Siapapun perempuan yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum

api pada pakaian itu”. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, hasan)

As shaff edisi 1  

Buletin perdana yang diterbitkan oleh departemen media ski fkip uns periode 2013-2014

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you