Page 1

HARIAN UMUM INDEPENDEN | MEMBINA HARGA DIRI UNTUK KESEJAHTERAAN NUSA DAN BANGSA HOTLINE REDAKSI Telp. (0751) 25001-36923 Fax. (0751) 33572 email: singgalang.redaksi@gmail.com website: www.hariansinggalang.co.id

SINGGALANG

Sabtu, 26 November 2011 (30 Zuhijjah 1432 H)

INFO & PENGADUAN T. (0751) 25001-38338 F. (0751) 811005 Iklan 08153514633 Sirkulasi 08126605015 Redaksi (0751) 9850920 email: iklansinggalang@yahoo.co.id

28 Halaman Dalam 3 Bagian

KOMENTAR

JADWAL SHALAT SUBUH ZUHUR ASHAR MAGRIB ISYA

: : : : :

04.40 12.07 15.32 18.13 19.26

Rp3.000,-

Diskriminasi untuk Guru

WIB WIB WIB WIB WIB

Dihisab oleh Rafni

SAWIR PRIBADI

CERMIN Jangan biarkan jati diri menyatu dengan pekerjaan Anda. Jika pekerjaan Anda lenyap, jati diri Anda tidak akan pernah hilang (GORDON VAN SAUTER) Bajalan paliharolah kaki, maliek paliharolah mato (PEPATAH MINANG)

CERBUNG HAL. A-9

CUACA HARI INI Pagi–Siang

Sore–Malam/Dini

PADANG PADANG PARIAMAN KOTA PARIAMAN PESISIR SELATAN PADANG PANJANG SOLOK SELATAN MENTAWAI Berawan dan Potensi Hujan Ringan

Berawan dan Potensi Hujan Ringan-Sedang

TANAH DATAR PAYAKUMBUH SAWAHLUNTO PASAMAN BARAT AGAM Berawan dan Potensi Hujan Ringan

Berawan

BUKITTINGGI SOLOK Berawan dan Potensi Hujan Ringan

LIMAPULUH KOTA SIJUNJUNG PASAMAN

PARALAYANG SOLOK

Seorang atlet paralayang terbang di atas Danau Singkarak saat latihan dari bukit Nagari Aripan, Kabupaten Solok, Jumat (25/11). Pemkab Solok menggelar lomba Paralayang tingkat nasional mulai Sabtu (26/11) ini dengan kategori ‘cross country’ beregu dan ketepatan mendarat diikuti 60 lebih atlet dari berbagai daerah. (antara)

Amuk Massa, Kerugian Rp4 Miliar

Berawan

DHARMASRAYA Cerah Berawan

SAWAHLUNTO - SINGGALANG

Berawan

Sumber: BMKG STASIUN METEOROLOGI TABING PADANG

22 Merek Kopi Mengandung Zat Kimia JAKARTA - Anda penggemar kopi? Mulai sekarang harus berhati-hati memilih merek yang akan diseduh. Sebab banyak beredar kopi yang bisa membahayakan kesehatan Anda. Dalam siaran pers, Jumat (25/ 11) di Jakarta, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), melansir merek sejumlah kopi yang mengandung bahan Bahan Kimia Obat (BKO). Bahan kimia yang masuk sebagai campuran kopi itu berupa Sildenafil dan Tadafil, yang menurut BPOM biasa digunakan untuk pengobatan disfungsi ereksi. Asosiasi tak kenal Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) mengaku tidak pernah mendengar nama-nama produk Bersambung ke hlm A-2

Situasi Kota Sawahlunto pasca amuk massa, mulai kondusif. Walau demikian, guna mengantisipasi segala kemungkinan buruk, Brimob asal Padang Panjang disiagakan. SUBANDI dan ARMADISON Akibat keberingasan massa yang membakar Kantor Satuan Lalu Lintas Polres Kota Sawahlunto ditaksir kerugian menca-

pai Rp4 miliar lebih. Aksi massa tor Sat Lantas di Karang Anyar yang terjadi Kamis (24/11) ma- itu telah mengakibatkan kehanlam itu tidak menimbulkan kor- curan alat simulator pembuatan ban jiwa. Hingga Jumat (25/11), SIM yang baru beberapa hari belum ada warga yang ditahan. datang. Wakapolres Sawahlunto, Ditegaskan Wakapolres, piKompol Faisal Anwar kepada haknya akan memproses kejadiSinggalang menan itu sesuai huFoto-foto di Hlm A-2 jelaskan, sejumlah kum yang berlaku. dokumen dan peralatan untuk Siapa saja yang bersalah, akan pembuatan SIM ludes. Belum diberikan tindakan tegas. lagi gedung yang hangus. “TerPolisi tak pandang bulu. Jika masuk juga sejumlah unit ken- aparat salah, ditindak. Jika wardaraan,” kata Faisal sembari ga yang salah, juga diganjar semenyebutkan, selain kantor Sat- suai dengan hukum yang berlantas yang dibakar massa, ru- lalu. Sebab, perusakan itu mamah dinas Kapolres juga ludes. suk ranah pidana. Massa yang menyerang KanHingga kemarin, petugas

yang disebut-sebut menjadi pemicu terjadinya amuk massa, telah diperiksa Propam Polres dan Propam Polda Sumbar. Tiga anggota Satlantas yang diperiksa, A, AF dan C. Pemeriksaan dilakukan guna mengetahui apakah ada pelanggaran prosedur atau tidak. “Tiga anggota Lantas yang melakukan penganiayaan terhadap pelajar akan kita proses. Kita akan tegakkan hukum secara adil,” janji Faisal.

Suryadi dan Indra Boleh ‘Tidur Nyenyak’

Rusuh, karena Ada Sesuatu yang Terpendam

Padang, Singgalang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Seri A tentang pergantian direksi Bank Nagari yang berlangsung Jumat (25/11) menetapkan enam calon direksi lengkap dengan jabatan yang akan diusulkan kepada Bank Indonesia (BI). Dari enam kandidat, Suryadi Asmi dan Indra Wediana yang diusulkan kembali menjadi Dirut dan Direktur Pemasaran dalam posisi nyaman. Dengan demikian, keduanya boleh “tidur nye-

Padang, Singgalang Rusuh yang terjadi di Sawahlunto, Kamis (24/11) malam, menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Kenapa tidak, nagari yang terkenal damai dengan wisata daerah yang indah itu tiba-tiba rusuh. Massa dari Nagari Talawi nekat, dengan menyerang Mapolres Sawahlunto dan membakar kantor Polantas setempat, serta beberapa kendaraan yang ada di lokasi kejadian. Menurut Guru Besar Fakultas

Ilmu Sosial dan Politik Unand, yang sekaligus pakar sosiologi, Prof. Dr. Damsar, hal yang dilakukan warga setempat bukan semata disebabkan oleh kejadian tindak kekerasan yang dilakukan oknum polisi lalu lintas. Mungkin saja ada hal lain yang dipendam masyarakat setempat sebelum kejadian. “Mungkin saja sudah ada sesuatu hal yang sebelumnya pernah terjadi dan mengakibatkan warga sakit hati atau sema Bersambung ke hlm A-11

TANIA SEGERA DITERBITKAN

Pojok + Suryadi dan Indra boleh ‘tidur nyenyak’ - Dodoi si dodoi lagu-e mah, Pak! + Pemko Sawahlunto bangun terowongan - Terowongan nan lamo indak cukuik, Pak?

BU GURU kita ini sudah pensiun. Namanya Asye Saidra. Dari tangan renta nenek ini lahir lima novel berkualitas yang siap diterbitkan. Untuk yang pertama, novelnya segera terbit berjudul Tania. Asye Saidra pensiun pada 2004, terakhir ia mengajar SMA Partiwi I Cendrawasih Padang. Ia pernah pula mengajar di salah satu SPG di Sumbar. Pada hari PGRI ini, seharusnya kita memberi penghormatan yang tinggi atas ibu guru yang tetap menulis ini. Pemerintah, seha-

I

rusnya membiayai penerbitan novel-novelnya. Apalagi anak didiknya. Novel Tania menampilkan tokoh Nia, Ira dan Meilano. Ira adalah sahabat Nia sejak kecil. Bahkan Nia sudah menganggap Ira sebagai adik kecilnya. Nia dan Ira memiliki karakter berbeda. Nia lemah lembut sementara Ira ceria, sedikit genit namun setia. Mereka berdua jatuh cinta pada pria yang sama Meilano. Namun ternyata

Darah Paneh Bakalebuik urangurang di lapau Uwo Pulin mamparabuik-an halaman muko surek kaba ‘Singgalang’. Saluruhnyo nio capek mambaco barita gadang nan tatulih di situ. ‘Sawahlunto Rusuh. Kantor Polisi Dibakar’. Itulah judul nan diagiah dek pak wartawan koran tu. Mancaliak judul sarupo itu sia nan indak nio capek-capek mambaconyo. Karano kajadian nan sampai baka-mambaka tu jarang tajadi. Pakanpakan nan lapeh pernah lo tajadi baka-mambaka, tapi di daerah kabun Pasaman Barat. Kini, Sawahlunto kota nan tasabuik tanang salamo ko, ado pulo kajadian sampai mambakabaka kantua polisi bagai. Apo bana sabab-musababnyo mako sampai bantuak itu. “Lah samo pulo awak jo Makasar, Papua, Ambon, atau daerah-daerah paneh lainnyo mah Mak!” Baitu kato Uncu Labai ka Mak Pono. Kabatulan Uncu cuma mancaliak judul barita se, karano koran masih di tangan Kari Garejoh. Bersambung ke hlm A-11

BELAJAR SILAT | Jauh-jauh ke Hawaii, Mak Katik mengajarkan silat. Muridnya padusi rancak-rancak, pandai pula bahasa Minang. Salah seorang namanya Steveny Sancas, blasteran Amerika-Denmark. Dialah yang sedang dikatuak Mak Katik. (ist)

MAK KATIK

Sebuah Novel dari Guru Kita BAMBANG

PALANTA

Bersambung ke hlm A-11

ANALISIS KASUS SAWAHLUNTO

Bersambung ke hlm A-2

Bersambung ke hlm A-11

Tak seimbang Faisal menyebutkan, warga

RUPS BANK NAGARI

nyak”, entah kalau terjadi sesuatu yang luar biasa. Gubernur H. Irwan Prayitno seusai RUPS Seri A di Basko Hotel, Padang, kepada wartawan mengatakan, dalam RUPS tersebut telah menghasilkan sejumlah keputusan, menganulir hasil RUPS pada 24 Oktober 2011 yang telah menetapkan delapan calon direksi, Indra Wediana (kini Direktur Pemasaran), Amrel Amir (Kepala Cabang Utama), Yohanes (Pemimpin

‘Tuan elit di atas sana pemegang kendali negara karena ilmu Anda dan amanah bangsa wajar puluhan atau ratusan juta untuk Anda dan sekeluarga setiap bulan Anda terima mungkin suatu ketika Anda melihat tua renta guru pertama mengajar Anda tulis baca dalam antrian terbata-bata mengambil pensiun tak seberapa mungkin Anda tak terkesima itu takdir Yang Maha Esa. Tolonglah bertanya pada nurani Anda apakah berpendapat sama sepenggal syair lagu lama.... hormati gurumu, sayangi teman itulah tandanya kau murid budiman sekarang terlindas zaman apakah kita akan siuman? Itulah rangkaian puisi yang dikirim Sutan Rajo Endah Endah, seorang perantau Minang yang kini bermukim di daerah Jawa Barat. Puisi itu tentu saja punya keterkaitan dengan tanggal 25 November yang diperingati sebagai Hari Guru.

Mengajar Silat Sampai ke Hawaii ASYE SAIDRA

KHAIRUL JASMI “He...he....he....he..... lah 3 bulan Mak Katik di Hawaii,” tulis Musra Dahrizal alias Mak Katik di Facebook (FB), Jumat (25/11). Ia dulu ke sana pada tahun 2000 sampai 2001. Kali ini ia diminta lagi mengajar bidang studi Silek, Musik jo dendang serta Tari Galombang untuk mahasiswa S2 dan S3 di University of Hawaii at Manoa, Hawaii. Kelasnya memakai bahasa Minang. Inilah hebatnya! Foto di FB, Mak Katik terlihat mengenakan pakaian silat Minang sedang mangatuak, seorang gadis manis. Si gadis juga berpakaian silat tradisional Minang. “Mahasiswi saya ini namanya Stevany Sancas, blasteran Amerika-Denmark, dia mahasiswi S2

Bersambung ke hlm A-11

Bersambung ke hlm A-11 muhammad fitrah


INFO UTAMA

SINGGALANG .A-2

Sabtu, 26 November 2011 (30 Zulhijah 1432 H)

SERBA-SERBI PAMERAN DAN PERGELARAN SENI SE SUMATRA

Ratoh Pesisir Bercerita Tentang Kebersamaan

RUSUH SAWAHLUNTO Kerusuhan Kamis malam di Sawahlunto menyisakan puing-puing. Kota kecil yang nyaman itu, robek oleh massa yang mengamuk. Bermula dari persoalan lalulintas dan akhirnya menjadi amuk massa. Kini apa hendak dikata, nasi telah jadi bubur, padahal sebentar lagi Sawahlunto akan merayakan hari jadinya yang ke-123 pada 1 Desember 2011. Foto diambil Jumat (25/ 11). (foto-foto subandi)

Padang, Singgalang Provinsi Nanggroo Aceh Darussalam (NAD) membawakan tarian Ratoh Pesisir. Tarian ini salah satu tarian tradisi duduk. Tarian ini bisa dimainkan laki-laki dan perempuan, yang sekarang telah berkembang bahkan sudah turun temurun dari generasi ke generasi remaja. Tarian itu dimainkan di teater gedung utama Taman Budaya, Kamis malam (24/11). Pimpinan sanggar Nurul Alam, T. Fadli Isda kepada Singgalang mengatakan, tarian ini menceritakan tentang kebersamaan para lelaki dan perempuan Aceh yang selalu bersama-sama dan giat bekerja keras. Dikatakan, bekerja keras tersebut dalam mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biasanya, pada siang harinya para perempuan turun ke sawah dibantu laki-laki. (Kemudian, perempuan membantu laki-laki membuat jala ikan atau pukat. Pada malam harinya, hanya lelaki pergi melaut mencari ikan. “Tradisi ini pertanda, laki-laki dan perempuan Aceh mempunyai naluri yang gigih dan keras untuk menciptakan kebersamaan,” ujar Fadli Isda.(103)

Ratok Bundo Dapat Sambutan Luar Biasa Padang, Singgalang Tari Ratok Bundo mewakili Sumbar mendapat sambutan antusias yang luar biasa dari penonton. Ratok Bundo itu berangkat dari sejarah nyata saat negeri masih dicengkeram penjajah Belanda. Penata Tari, Tri Handayani kepada Singgalang, Jumat (25/11) mengatakan, Ratok Bundo tersebut mengambarkan, perjuangan seorang ibu yang penuh kasih sayang memelihara, membesarkan anak kandungnya. Alunan lirih senandung nina bobok melelapkan si anak. Namun, karena kekejaman Belanda merenggut semua kasih ibu tersebut, karena saat remaja sang anak jadi pejuang mati terbunuh oleh penjajah itu. Pupus sudah harapan sang ibu, semuanya berganti dengan isak tanggis ratapan sang bundo. Ratok Bundo kemudian terabadikan menjadi sebuah tempat penyeberangan di Kota Payakumbuh, Jembatan Ibuah. (103)

Dareeke, Gambarkan Penderitaan Ibu IAIN Imam Bonjol Gelar Berbagai Kegiatan PADANG - Guna Memeriahkan ulang tahun (Dies Natalis) ke 45, IAIN Imam Bonjol Padang mengadakan berbagai kegiatan. Di antaranya gerak jalan santai yang mengambil rute kampus Pascasarjana IAIN IB yang berada di jalan Jendral Sudirman menuju kampus Jl Prof. Mahmud Yunus Lubuk Lintah Padang. “Kami mengundang seluruh keluarga besar IAIN Imam Bonjol Padang, baik dosen, karyawan, mahasiswa, alumni serta pensiunan IAIN untuk berpartisipasi dalam acara ini,” ujar Syafruddin, Ketua Panitia Dies Natalis di ruang kerjanya Jumat (25/11). “Kami akan sediakan aneka door prizes untuk peserta,” kata Syafruddin yang menjabat Pembantu Rector bidang Akademik ini. Selain jalan santai, panitia juga menggelar beberapa pertandingan olahraga, seperti pertandingan bolaboli antar mahasiswa, tenis eksekutif antar dosen, karyawan dan alumni, tarik tambang, serta badminton. Pertandingan ini kata Syafruddin, selain untuk memeriahkan peringatan dies, juga bertujuan untuk memupuk jiwa sportifitas dan menjalin silaturahim antara keluarga besar IAIN IB Padang. Sementara, pada kesempatan yang sama Rektor IAIN, Prof. Dr. Makmur Syarif menyatakan bahwa sejatinya peringatan Dies Natalis bukan hanya kegiatan seremonial belaka. Ada beberapa momentum yang mesti di ambil. Di antaranya kata Makmur, menjemput kembali spirit para pendahulu IAIN ketika mendirikan IAIN Imam Bonjol Padang 45 tahun yang lalu. IAIN Imam Bonjol Padang diresmikan tanggal 29 November 1966 oleh Menteri Agama KH Syaifuddin Zuhri. Berdirinya IAIN Imam Bonjol Padang sekaligus menjadi Tunggak Tuo Perguruan Tinggi Agama modern di Minangkabau. Selain itu, perayaan Dies Natalis tahun ini diawali dengan pergantian tahun baru Islam 1433 Hijriah. “Pergantian tahun baru hijrah ini merupakan momentum penting kita untuk bergerak menuju terwujudnya UIN,” kata Makmur. Acara puncak diselenggarakan 2 Desember 2011 dalam bentuk upacara Rapat Senat Terbuka dan Dies Rede yang dihadiri Menteri Agama, H. Surya Darma Ali. (601)

Tiga Guru Dilaporkan ke Polisi PADANG - SINGGALANG

Peringatan hari guru di Padang agak “ternoda”. Dalam dua hari terakhir, tiga guru terancam berurusan dengan pihak kepolisian. Jika sebelumnya orangtua murid melaporkan seorang guru ke polisi, kini mantan kepala sekolah melaporkan Penanggung Jawab Sementara (PJS) kepala sekolahnya, terkait dugaan pemalsuan tanda tangan. Mantan Kepala Sekolah SD 41 Lubuk Minturun, Koto Tangah yang bernama Mursyaidah , 51, ini menduga telah terjadi pemalsuan tanda tangan untuk pencairan anggaran dana beasiswa miskin senilai Rp 2,1 juta. Dalam laporan dengan nomor LP/1935/K/XI/2011Resta itu, mantan kepala sekolah ini melaporkan PJS

kepala sekolah berinisial “D” dan seorang guru inisial “E”. Kepada petugas di Polresta Padang, ia mengaku peristiwa penandatanganan ini terjadi pada saat melakukan penataran sertifikasi beberapa waktu yang lalu. Dimana “D” diangkat sebagai PJS di sekolah tersebut. Kejadian itu baru diketahui seusai pulang sertifikasi Selasa (22/11), yang lalu. Katanya “D” memang sengaja di angkat sebagai PJS kepala sekolah untuk menggantikan jabatan yang kosong di SD tersebut. Namun dia kecewa, karena dengan jabatan tersebut terlapor mencairkan anggaran dana beasiswa miskin di sekolah tersebut tanpa sepengetahuannya. “Saya mengetahui kejadian ini, sepulang sertifikasi,” kata Mursyaidah, saat melaporkan peristiwa tersebut ke SPKT Polresta Padang.

Saat itu, dia menanyakan tentang anggaran dana beasiswa miskin kepada tata usaha UPT Dinas Pendidikan Koto Tangah. Sebab, sebelum pergi sertifikasi dia pernah diberikan kabar oleh tata usaha UPT, Reva, bahwa sekolahnya mendapat bantuan beasiswa untuk murid miskin. Mursyaidah , mengaku terkejut karena mendapat laporan bahwa dana tersebut telah dicairkan. Dia pun menanyakan kepastiannya kepada bendahara SD 41 Yesnita, Yesnita pun membenarkan bahwa dana tersebut. Bukan kepala sekolah lagi Kepala UPT Diknas Koto Tangah, Jelta Matril kepada Singgalang mengaku bahwa Mursyaidah bukan lagi kepala sekolah di SD tersebut. Mursyaidah sudah diberhentikan dan saat ini sedang menunggu Surat Keputusan

dari Walikota saja. “Mursyaidah bukan lagi kepala sekolah, ia sudah diberhentikan karena banyaknya laporan kurang puas dari masyarakat,” katanya. Sedangkan terkait pemalsuan tanda tangan, Jelta mengatakan itu tidak benar. Karena saat pencairan tersebut, terlapor menggunakan namanya sendiri dan memakai KTP sendiri. “Saat itu dana harus segera dicairkan, kalau tidak dana itu akan ditarik kembali, bersamaan dengan itu Mursyaidah sedang tidak berada ditempat,” jelasnya. Rencananya dalam waktu dekat akan dilakukan pelantikan kepala sekolah yang baru, meskipun demikian Dinas Pendidikan dan pihak SD 41 Lubuk Minturun mengaku bahwa PJS Kepsek saat ini adalah kepala sekolah yang sebenarnya. (601/408)

Rabu, Pemenang Film Dokumenter Diumumkan Padang, Singgalang Pada Rabu (30/11) mendatang di gedung teater utama Taman Budaya Sumatra Barat, akan digelar acara puncak pengumuman pemenang festival film dokumenter kebudayaan 2011. Cukup banyak peserta yang ikut, dari tingkat SLTA se-Sumbar, Bengkulu dan Sumatra Selatan (Sumsel) sebanyak 31 orang serta tingkat mahasiswa se-Sumbar sebanyak 19 orang. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumatra Barat, Burhasman didampingi Kabid Seni dan Nilai Budaya Adi Saputra kepada wartawan di kantornya, Jumat (25/11) mengatakan, lomba dimulai dari 1 Juli hingga 20 November hasil kerjasama Disbudpar Sumbar dengan Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Padang. Burhasman menyebutkan, tujuan kegiatan untuk mendorong minat generasi muda melakukan pendokumentasian aktivitas kebudayaan melalui media audio visual. Lalu, terwujudnya peningkatan kualitas pendokumentasian aktivitas kebudayaan melalui audio visual. Kemudian, sebagai alternatif pewarisan kebudayaan

khususnya kebudayaan yang berkembang di Sumbar. Sete lah itu, membangun silaturrahim antara penggiat dokumentasi kebudayaan secara audio, khususnya yang berdomisili di Sumbar. Tema yang diangkat, mem bentuk jati diri dan pencitraan pariwisata Sumbar. Kategori juara I, juara II, juara III, sutradara terbaik, penulis skenario terbaik, cameraman terbaik, penata musik terbaik. Lebih jauh disebutkan, stagnasi budaya salah satunya disebabkan tiadanya media pengayaan budaya. Ketiadaan media pengayaan ini dapat menggiring suatu budaya ke arah dekadensi dan terjebak dalam cara pandang. Fenomena ini yang dominan mewarnai kehidupan kebudayaan bagi sejumlah etnik budaya di Indonesia. Akses yang sangat terbatas pada media pengayaan budaya dengan sendirinya menutup akses untuk lebih mengenal kehidupan budaya lain. Artinya, ruang intereaksi budaya yang dialogis dengan budaya di luar etnik Minangkabau tampaknya selama ini kurang terwadahi. “Festival film dokumenter

2011 dapat menggali dan mengembangkan kekayaan budaya Sumbar dengan aktifitas perfilman, memanfaat-

kan pengembangan dan pengenalan budaya untuk pendi dikan hiburan dan pariwisata,” ujar Burhasman. (103)

22 Merek Kopi ... kopi mengandung bahan kimia obat (BKO) seperti telah dipublikasikan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). “Saya baru mendengar merek-merek itu, rasanya merek itu asing bagi saya,” kata Sekjen AEKI Rahim Kartabrata ketika dihubungi VIVAnews.com di Jakarta, Jumat (25/11). Rahim mengatakan, selama ini perusahaan yang tergabung dalam asosiasinya dipastikan tidak pernah menggunakan bahan kimia dalam produk kopi olahannya. Selama ini, bahan kimia lebih banyak digunakan untuk produk makanan dan itu pun dalam takaran tertentu. “Paling-paling bahan campuran kami pakai di kopi itu berupa krimer dan gula. Itu seperti kopi three in one,” katanya. (*)

Daftar Merek Kopi Mengandung Bahan Kimia versi BPOM 1. 39 Sa Kao in 1 Kopi Mix Plus Ekstrak Jahe 2. 39 a kao Kopi Mix Ginseng Kore 3 in 1 3. Bel-bel kopi Susu Extra 4. Black Borneo Platinum Coffe 5. Dream Coffe 6. Dynamic Coffe/ Dynamic Tribulus Coffe 7. Golden life 8. Good Coffe Premium 9. Herba Max Coffe 10. Jahe Mix Barokah SP 11. Jomoon Instan Coffe 12. Joss- Fly Coffe plus Panax Ginseng 13. Kopi Cleng- Sehat, Nikmat, Berstamina 14. Kopi KPH 15. Kopi Mahabbah 16. Kopi Pasutri 17. Kopi Strong 234 18. Maca Tekh 19. Matador Coffe 20. Mawaddah Coffe 21. On Coffe 22. Premium Energy Coffee

Padang, Singgalang Perasaan seorang ibu tua yang sisa hidupnya menanggung penderitaan dan rasa kecewa karena dimaki anak yang durhaka diwujudkan dalam Tari Dareeke. Tarian tersebut berasal dari Bangka Belitung yang ditampilkan dalam pergeleran tari di teater gedung Taman Budaya, Jumat (25/11). Penata tari, Adhe Widin Sari mengatakan, hari demi hari dijalani penuh dengan perasaan duka yang mendalam hingga sang ibu tertekan jiwanya. Tari Dareeke mengingatkan semua anak tak akan pernah bisa membalas budi jasa orangtua karena surga berada di bawah telapak kaki ibu. Tari ini berkembang di masyarakat Batu Balai yang inti ceritanya, sama dengan anak durhaka Malin Kundang di Sumatra Barat. (103)

RATOK BUNDO - Penari Ratok Bundo memainkan peranan mengasuh dan meninabobokan bayi yang akan menjadi segala tumpuan harapan kelak nanti. (J.E Syawaldi CH)

Suryadi dan Indra ... Divisi Pengawasan), Suryadi Asmi (Dirut), Syaiful Bahri (Direktur Kepatuhan), Nazwar Nazir (mantan Dirut), Hamdani (pemimpin Divisi Teknologi Informasi dan Akuntansi, Manar Fuadi (Pemimpin Divisi SDM). Keputusan selanjutnya, kata gubernur, menetapkan enam calon direksi lengkap dengan jabatan yang diusulkan, yaitu Suryadi Asmi (calon Dirut), Indra Wediana (calon Direktur Pemasaran), Amrel Amir (calon Direktur Umum), Hamdani (calon Direktur Umum), Manar fuadi (calon Direktur Kepatuhan), serta Yohanes (calon Direktur Kepatuhan). Melihat usulan tersebut dan ketentuan dalam Peraturan Bank Indonesia, jalan Suryadi Asmi dan Indra Wediana untuk mengemban amanah sebagai Dirurt dan Direktur Pemasaran akan berjalan mulus. Sebab tidak diharuskan lagi mengikuti fit and proper test (tes kemampuan dan kepatutan yang akan digelar BI nantinya. Karena sebelumnya mereka telah sukses mengikuti tes tersebut untuk calon direksi periode sebelumnya. Sementara itu empat calon direksi lain, wajib mengikuti fit and proper test. Sebelumnya, Komisaris Utama Bank Nagari Firman Hasan menjelaskan, diulang dan digelarnya kembali RUPS pada Jumat (25/11), hal itu disebabkan hasil RUPS pada 24 Oktober 2011 lalu tidak menyebutkan sejumlah posisi untuk beberapa calon direksi yang diusulkan pemegang saham kepada Bank Indonesia. Sehubungan dengan itu, Direktorat Perizinan dan Informasi Perbankan Bank Indonesia (BI) meminta para pemegang saham mengusulkan kembali jabatan-jabatan untuk calon direksi Bank Nagari. Hal itu tertuang dalam surat Direktorat Perizinan dan Informasi Perbankan BI tertanggal 8 November 2011, yang ditujukan kepada Gubernur H. Irwan Prayitno. Karena itu, katanya, RUPS Bank Nagari harus mengusulkan kembali sejumlah jabatan direksi untuk calon-calon direksi. (008/016)


CMYK

INFO UTAMA

Sabtu, 26 November 2011 (30 Zulhijah 1432 H)

SINGGALANG .A-3

MENIPU RP20 JUTA

Pemerintah Diskriminatif dengan Status Guru

Polisi Gadungan Ditangkap PADANG - Polisi gadungan ditangkap anggota Polsek Padang Timur. Dia diciduk setelah menipu Sartini, 48, senilai Rp20 juta. Tersangka yang telah meringkuk di tahanan itu adalah Azwar Busri, 26. Dalam menjalankan aksinya, pelaku mengaku anggota Reserse Polda Sumbar. Setelah mendapat informasi, polisi bergerak dan menciduknya di depan gerbang RS M Djamil, Padang, Jumat (25/11) sekitar pukul 10.00 WIB. Pelaku menipu Sartini, dengan menjanjikan akan memasukkan anak korban ke AKBID (Akademi Kebidanan) apabila ia menyetorkan uang Rp20 juta. Peristiwa penipuan itu sendiri terjadi di kawasan Tunggul Hitam, Padang Utara. Menurut Brigadir Syukri, anggota Polsekta Padang Timur yang menangkap pelaku modus yang dilakukan pelaku dengan berpura-pura menjadi anggota Reserse Polda Sumbar. Korban yang merasa yakin dengan postur pelaku, percaya dan menyetor uang. Kapolresta Padang, Kombes Pol M Seno Putro mengakui kasus penipuan itu ditangani Polsekta Padang Utara, karena lokasi penipuan berada di Padang Utara. Pelaku telah diserahkan ke Polsekta Padang Utara, dan sudah diperiksa. Menurut Seno, kerjasama yang baik antar sesama Polsekta sangat mendukung dalam penangkapan ini, dan pihaknya juga berterima kasih atas dukung an masyarakat yang selama ini telah mau bekerja sama dengan kepolisian. (408/101)

OBAT KUAT Puluhan mahasiswa Ampepara memberikan sebungkus obat kuat pada petugas kepolisian, agar tidak loyo dalam mengusut tuntas kasus pelanggaran HAM yang terjadi pada 1 syawal, Jumat (25/11).(ridho tawakal)

PENANGANAN KASUS PENGANIAYAAN PEDAGANG

Polresta Lamban, Mahasiswa Mengadu ke Polda PADANG - SINGGALANG

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansa Mahasiswa Peduli Pasarraya Padang (Ampepara), Jumat (25/11) mendatangi Mapolda Sumbar. Mereka berorasi sekaitan lambannya Polresta Padang menyelesaikan kasus penganiayaan yang diduga dilakukan dua kepala dinas terhadap pedagang, pada 1 Syawal 1432 H (31 Agustus) lalu. Dalam orasinya, tragedi yang terjadi 31 Agustus lalu

tidak berprikemanusian dan sengaja melakukan tindakan kekerasan dan pelanggaran HAM disaat umat muslim sedang merayakan hari kemenangan (Idul Fitri). Akibat kejadian itu puluhan pedagang mengalami cidera luka, memar karena penggunaan meriam air milik dinas pemadam kebakaran Kota Padang serta water canon milik kepolisian. Tidak itu saja, salah seorang kepala dinas diduga menendang dan memukul pedagang dengan balok kayu. Namun, hingga kini laporan peda-

gang itu belum juga diusut oleh Polresta Padang. Sementara masalah pembakaran baju langsung diusut. “Kami sangat menyayangkan sekali kebijakan Polresta Padang, sampai saat ini laporan pedagang belum juga diusut, sementara laporan ketua harian FWK dengan kasus pembakaran baju langsung diusut,” ujar salah seorang mahasiswa. Kedatangan mahasiswa ke Polda Sumbar meminta pihak Polda untuk menyuruh Polresta Padang menyelesaikan kasus penganiayaan itu de-

ngan cepat. Kabag Dal Ops Polda Sumbar, AKBP Zulfahmi Saan Dt Marajo kepada Singgalang mengatakan lamban atau cepatnya kasus ini tergantung penyidik, mungkin penyidik masih belum lengkap mengumpulkan bukti serta saksi. Pihaknya akan menanyakan kepada Polresta Padang sejauh mana tindaklanjut laporan kasus penganiaayan pedagang itu. “Kita tetap melakukan pengawasan, karena Polda adalah pembina,” ujarnya. (408/101)

3,1 Juta Pria Rentan Kena HIV Jakarta, Singgalang Kementerian Kesehatan memperkirakan, sekitar 3,1 juta pria di Indonesia pernah membeli jasa layanan seks sehingga rentan tertular HIV dan bisa menularkan kepada sekitar 1,6 juta pasangannya. “Dari jumlah penduduk Indonesia sekitar 240 juta orang dan 2-20 persen pria diperkirakan pernah membeli seks dan melakukan hubungan seks yang beresiko,” kata Direktur Pengendalian Penya kit Menular Langsung (PPML) Kementerian Kesehatan M Subuh, Jakarta, Jumat (25/ 11). Dalam media briefing memperingati Hari AIDS seDunia di Kementerian Kesehatan, ia menjelaskan, sekitar 200 ribu di antara penderita AIDS itu merupakan pengguna napza (narkotika, psikotropika dan zat adiktif) suntik atau disingkat penasun dan 800 ribu orang di antaranya merupakan GWL (Gay, Waria, Lelaki Seks Lelaki) yang dinilai merupakan pemicu penularan HIV di Indonesia. Menurut dia, penularan itu juga melibatkan 230 ribu wanita pekerja seks dan 1,6 juta wanita yang menjadi

pasangan pria dengan resiko tinggi tersebut. Prevalensi HIV/AIDS di Indonesia diperkirakan sekitar 0,2 persen atau sebanyak 186 ribu orang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA). Hari AIDS se-Dunia diperingati setiap tanggal 1 Desember dan untuk tahun ini

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengambil fokus “Lin dungi Pekerja dan dunia Usaha dari HIV dan AIDS”. Di Indonesia, diperkirakan 88 persen dari ODHA adalah mereka yang masih berada usia produktif dan sebagian besar diantaranya memiliki pekerjaan sehingga perlin-

dungan HIV/AIDS di dunia usaha merupakan hal yang mutlak untuk dilakukan. Dampak yang ditimbulkan karena HIV/AIDS memang sangat luas, tidak hanya pada orang yang terkena tetapi juga berdampak pada kondisi sosial, ekonomi dan psikologis bagi keluarga penderita

dan juga pada masyarakat sekitar. Beberapa dampak yang dapat langsung dirasakan karena HIV/AIDS di dunia kerja antara lain meningkatnya absen karena sakit, tingginya angka pergantian (*) pekerja.(*)

Jakarta, Singgalang Masih adanya kesenjangan pendapatan, tunjangan dan fasilitas yang diterima oleh guru tidak tetap (honorer), menunjukkan bahwa pemerintah berlaku diskriminatif dengan mengelompokkan status guru. “Penggolongan inilah yang dianggap berakibat pada perbedaan pendapatan, tunjangan, dan fasilitas yang mereka terima,” kata anggota Komisi X DPR dari Fraksi PKS, Raihan Iskandar dalam rilis yang diterima Singgalang, Jumat (25/11). Berdasarkan data yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Kemdiknas (sekarang Kemdikbud, red) tahun 2010, pemerintah menggolongkan guru menjadi tiga kelompok, yaitu Guru PNS, PNS Depag, PNSDPK, Guru Bantu, Guru Honor Daerah, Guru Tetap Yayasan, dan Guru Tidak Tetap. Lebih jauh Raihan mengungkapkan, kesenjangan pendapatan itu misalnya, terlihat dari penghasilan yang diterima oleh guru PNS yang bisa mencapai Rp 6 juta setiap bulan. “Di pihak lain, secara kontras, guru tidak tetap (honorer) hanya mendapatkan honor dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang besarnya bervariasi mulai dari Rp 200 ribu/bulan sampai Rp500 ribu/bulan,” ujarnya lagi. Padahal, menurut Raihan, tugas yang dilakukan oleh para guru tidaklah berbeda. Para guru memiliki tugas yang sama yaitu mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Bahkan ia mengaku banyak menemukan kasus, misalnya tugas yang seharusnya dikerjakan oleh guru tetap, justru dilakukan oleh guru honorer. Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, masih adanya perlakuan yang diskriminatif juga menunjukkan bahwa pemerintah belum sepenuhnya menempatkan guru sebagai tenaga profesional sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 2 ayat (1) UU Guru dan Dosen tersebut. “Pemerintah harus memberikan kesempatan yang sama bagi semua guru, baik guru tetap, maupun honor untuk mendapatkan haknya sebagai tenaga profesional tersebut. Pasal 34 ayat (1) UU Guru dan Dosen tersebut menyatakan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah wajib membina dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi guru pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat,” tuturnya. Karena itu, anggota DPR Dapil Nanggroe Aceh Darussalam II ini mengingatkan, momentum Hari Guru tanggal 25 November ini, jangan sekadar dijadikan ajang pidato seremonial belaka, tapi harus benar-benar menunjukkan keseriusan pemerintah untuk menghilangkan kebijakan-kebijakan yang diskriminatif di kalangan guru. (603)

CMYK


SINGGALANG .A-4

INFO HAJI

Sabtu, 26 November 2011 (30 Zulhijjah 1432 H)

Empat Jemaah Dirawat Intensif di RS M.Djamil

Dua Jemaah Debarkasi Padang Wafat di Dua Tempat Berbeda

PADANG - Empat jemaah haji masih dirawat intensif di RS.M.Djamil Padang. Satu diantaranya pasien lama masuk sejak 17 November lalu. Jemaah bernama Baidar Nur binti M.Nur, 67, asal Padang tersebut, masih belum sembuh dari sakit ulkus diabetikum yang ia derita. Sementara tiga jemaah lainnya, dua dianataranya masuk sejak tanggal 19 November lalu. Jemaah tersebut bernama Syamsidar, 78, asal Padang. Penyakit dehidrasi yang ia derita, masih belum juga sembuh. “Kami akan menanggung biaya pengobatannya sampai sembuh. Dalam hal ini, pihak asuransi yang akan menang gungjawabnya,” kata Kakanwil Kemenag Sumbar, H.Ismail Usman yang juga didampingi Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) De barkasi Padang, H.Japeri dan Sekretariat Hami Mulyawan ke pada Singgalang, Jumat (25/11). Dikatakannya, hadirnya keluarga jemaah disamping mereka, diharapkan bisa menjadi motivasi untuk segera sembuh. Jika memang sudah baikan, maka mereka dengan senang hati akan dipulankan. “Jemaah yang masih dirawat bernama Basyaruddin Siddiq, 55, asal Pasaman. Beliau menderita daskritif dan darah tinggi dan membutuhkan perawatan yang bagus,” kata Japeri. Sisa jemaah lainnya bernama Rosnida Dokam Hidayat, 71 asal Kab.MukoMuko. Ia masuk sejak 22 November lalu. Dari hasil pemeriksaan, ia merupakan pasien bebas stroke dan penurunan kesadaran. Total jemaah yang pernah dirawat M.Djamil sembilang jiwa. Rata-rata berusia lanjut dan membutuhkan perawatan yang intensif. Bagi jemaah asal Bengkulu, jika sudah sembuh, maka mereka akan didampingi petugas daerah dan keluarga sampai kembali ke rumah. Sementara jemaah Padang, akan diserahkan langsung pada keluarga masing-masing. (106)

Padang, Singgalang Kabar sedih kembali berhembus ke Debarkasi Padang. Dua jemaah haji wafat di dua tempat berbeda. Jemaah bernama Nurdiati Mhd Peri, 57, asal Kab.Kerinci, wafat di Kota Madinah, Rabu (23/11) tepatnya pukul 05.00 Waktu Arab Saudi. Nurdiati wafat karena penyakit yang berhubungan dengan sistem sirkulasi dan telah dimakamkan di Baqi, Madinah. Jemaah wafat lainnya bernama Rusnan Derin Mat Rasul, 71, juga dari Kab.Kerinci. “Rusnan wafat menjelang kepulangan ke Tanah Air dengan kloter 12. Belum diketahui penyebab wafatnya, karena datanya belum ada di Siskohat. Ia juga telah dimakamkan di Jeddah,” kata Kakanwil Kemenag Sumbar, H.Ismail Usman yang juga didampingi Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Padang, H.Japeri dan Sekretariat Hami Mulyawan kepada Singgalang, Jumat (25/11). Dikatakannya, total jemaah wafat menjadi 18 orang. Rinciannya, 10 jemaah asal Sumbar, dua jemaah asal Bengkulu, dan enam jemaah asal Jambi. “Usia tua memang jadi penyebab serangan penyakit yang berhubungan dengan sistem sirkulasi. Kami mendoakan, semoga arwah mereka diterima disisinya,” kata Japeri. Kepada keluarga jemaah juga telah dikabari dan diminta kesabarannya. Doakan orangtua, agar mereka makin lapang jalannya menuju Allah SWT. Semua ketua kloter juga telah diingatkan, agar mereka benar-benar menjaga anggotanya yang berusia lanjut. Sedapat mungkin mencegah mereka banyak berada di luar, karena cuaca sedang ekstrim. Walau urusan ajal adalah hak preogatif Allah SWT, berusaha untuk selalu menjaga kesehatan tetap langkah terbaik. Kerjakan ibadah semampunya saja, dan jangan terlalu dipaksakan. (106)

TASBIH Semangat beribadah jemaah haji patut diacungi jempol. Tasbih besar di leher mereka, menandakan makin ingat pada Allah SWT. (hendri nova)

Jemaah Gelombang Kedua Mendarat Tepat Waktu PADANG - SINGGALANG Harapan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Padang agar gelombang kedua tak ada lagi delay, terkabul sudah. Kloter 12 yang menandai masuknya jemaah haji gelombang kedua, berhasil mendarat dengan delay hanya tujuh menit. Waktu tujuh menit jelas tidak terlalu signifikan dan itu sudah satu awal yang baik. Panitia berharap, agar waktu pemulangan makin

baik sampai kloter terakhir sampai di Tanah Air. “Kloter 12 merupakan jemaah perdana asal Jambi yang berasal dari dua daerah, yakni Kab.Kerinci dan Kab. Bungo. Kerinci sebanyak 300 jemaah dan Bungo 51 jemaah, sisanya lima jemaah dari petugas. Total jemaah di kloter 12 sebanyak 356,” kata Kakanwil Kemenag Sumbar, H.Ismail Usman yang juga didampingi Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Padang, H.Japeri dan Sekretariat Hami Mulyawan kepada Sing galang, Jumat (25/11).

Dikatakannya, kloter 12 sampai ke Embarkasi Padang pagi hari dan langsung menjalani check kesehatan. Mereka kemudian beristirahat sampai menjelang Isya, lalu pergi pulang ke daerah masing-masing Jumat malam. “Sebenarnya kami memberi mereka waktu menginap sehari, dan bisa pulang paginya. Sayangnya mereka tak sanggup lagi memendam rindu dan ingin segera pulang bersama keluarga,” kata Japeri. Semua jemaah memiliki hak satu hari menginap di Debarkasi Padang. Hak ini

hanya jemaah asal Bengkulu saja yang mau mengambilnya. Mereka menginap semalam, lalu pulang keesokan harinya. Hak yang sama juga didapat jemaah asal Sumbar. Namun mereka lebih banyak memilih cepat pulang, karena keluarganya sudah menunggu di depan gerbang asrama. Sementara Sabtu sampai minggu, dijadwalkan mendarat jemaah haji yang tergabung dalam kloter 13 dan 14. Informasi awal mereka kemungkinan bisa sampai ke Tanah Air sesuai jadwal. (106)

CAP BUKU | Seorang jemaah haji melakukan stempel di buku kesehatannya, pertanda yang bersangkuta sudah diperiksa oleh pihak kesehatan debarkasi. (hendri nova)


SINGGALANG .A-5

LAPORAN PERJALANAN

Sabtu, 26 November 2011 (30 Zulhijjah 1432 H)

TEST DRIVE ALL NEW AVANZA PENUH KESAN

Tidak Sekadar ‘Ganti Baju’ ber tahun ini, penjualan Toyota Avanza mencapai 2500 unit atau berkontribusi sebesar 62,5 persen dari total penjualan di Auto2000 Padang. Pencapaian angka tersebut merupakan di atas ratarata nasional.

Rombongan test drive The All New Avanza Veloz berpose di Lembah Harau, Payakumbuh.

PENGANTAR: Setelah Jawa dan Bali, kini giliran Sumatra, tepatnya di Sumbar menjadi pilihan lokasi oleh PT Toyota Astra Motor (TAM) untuk menguji kehandalan (test drive) produknya, yakni All New Avanza dan All New Avanza Veloz. Sebelumnya Toyota All New Avanza dan All New Avanza Veloz secara resmi telah diluncurkan pada 7 November lalu di Jakarta dan pada 14 November di Padang. Dalam test drive kali ini, PT TAM mengundang lebih banyak jurnalis dari berbagai media di Jakarta dan Sumbar. Untuk test drive kali ini, pihak PT TAM menyediakan 10 unit All New Avanza dari semua varian dan warna. Berikut laporan wartawan Singgalang, Teddy Setiawan yang menyertai rombongan. Rombongan test drive dibagi menjadi dua kelompok. Sebelumnya, kelompok pertama telah mengawali test drive ini mulai dari 19 hingga 21 November. Sedangkan untuk kelompok kedua mendapat giliran menjajal kehandalan generasi kedua dari Toyota Avanza ini, 22 hingga 24 November. Kelompok kedua ini, dibagi

Pada test drive kelompok kedua ini, pada hari pertama menempuh rute Padang-Bukittinggi-Lembah Harau, Payakumbuh dan kembali ke Bukittinggi. Sedangkan hari kedua, diawali dari Bukittinggi dan berakhir di Padang. Pemilihan Ranah Minang sebagai lokasi uji kehandalan oleh PT TAM bukan tanpa alasan. Selain penjualan To-

Bahkan kekhasan budaya dan adat yang beragam pun tak luput dari pertimbangan PT TAM. Ditambah lagi dengan kultur merantau yang khas dimiliki oleh masyarakat Sumbar. Dengan tagline satu untuk sejuta impian, PT TAM ingin mengajak masyarakat Sumbar untuk menggapai impian bersama All New Avanza. Artinya, bagaimana All New Avanza menjadi teman setia bagi masyarakat Sumbar dalam menggapai impiannya. “Dengan alasan itulah kami memilih Ranah Minang dan mengundang para jurnalis untuk dapat menguji kehandalan produk terbaru dari Toyota di Indonesia, yakni All New Avanza dan The All New Avanza Veloz,� kata Manager Public Relation PT Toyota Astra Motor, Rouly Sijabat pada Singgalang di Bukittinggi, Selasa (22/11).

All New Avanza berpose di Jam Gadang Bukittinggi

menjadi 10 regu. Singgalang masuk dalam regu 10 bersama tiga rekan lainnya dari Sumbar. Dalam uji kehandalan kali ini juga didampingi oleh dua Sales Executive Auto2000 Padang, selaku main dealer Toyota Di Sumbar, masing-masing Frist Emanueldi dan Hendra Satria. Hendra Satria, mendampingi kami di regu 10 yang terdiri dari tiga jurnalis dari Sumbar. Sedangkan Frist Emanueldi mendampingi regu satu (1) yang terdiri dari tiga jurnalis Jakarta.

yota di daerah ini, utamanya Toyota Avanza yang terbilang cukup tingi, keelokan alam Minangkabau yang telah lama menjadi salah satu destinasi wisata dengan pemandangan alam yang beragam mulai dari daerah pesisir pantai sampai pegunungan dengan lembah yang cantik, baik oleh wisatawan asing maupun lokal. Di samping alamnya, Sumbar juga dikenal dengan masakan yang unik serta mudah diadaptasikan dengan cita rasa atau lidah masyarakat atau lidah di daerah lain.

Data memang menunjukkan, sejauh ini pelanggan Toyota di Sumbar berasal dari berbagai kalangan dan profesi. Bahkan mereka merasa terpuaskan dengan produk Toyota. Rasa keterpuaskan itu terkonfirmasi dari angka penjualan Toyota Avanza yang dari tahun ke tahun tumbuh dengan fantastis, mobil terlaris sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2004 silam. Sementara itu, untuk wilayah pemasaran Sumbar, dari periode Januari hingga Okto-

Hari pertama Pada hari pertama, Singgalang yang berada di regu 10 mendapat giliran merasakan seperti apa kenyamanan sebagai penumpang di kursi barisan kedua dari tipe E warna black mica, dengan kapasitas mesin 1.300cc yang bertransmisi Automatic, yang diklaim lebih irit bahan bakar hingga 1,7 persen dari tipe lawasnya ini. Tidak sekadar ganti baju, mungkin itulah kesan pertama yang didapat ketika pertama kali menaiki All New Avanza saat berangkat dari Restoran Lamun Ombak menuju Bukittinggi, kemudian berlanjut ke Lembah Harau dengan generasi kedua Toyota Avanza ini. Sebagai penumpang, Singgalang melihat bagian interior yang memang banyak berubah. Pada jok, terlihat lebih tinggi dan ramping dari pendahulunya, sehingga men jadikan duduk sebagai penum pang relatif lebih santai. Guncangan yang kerap terjadi di bangku belakang yang kerap ditimbulkan oleh generasi sebelumnya sudah banyak berkurang. Toyota tampaknya sudah memperbaiki posisi dari suspensi, juga membuat pernya lebih keras, sehingga bantingannya menjadi lebih terkendali. Bahkan, dengan hilangnya aksi bantingan mulai dari bangku baris kedua dan ketiga, menjadikan All New Avanza semakin nyaman bagi penumpangnya. Begitu memasuki jalanan berlobang, barulah bisa dirasakan bagaimana rasanya setingan suspensi depan MacPherson Struts dan suspensi belakang 5-link, rigit axle, dengan per keong dan stabilizer belakang baru dari All New Avanza ini. Selain itu, All New Avanza juga telah dilengkapi dengan Spring Upper Insulator untuk menambah kesenyapan di ruang kabin yang pada generasi kedua ini lebih lega dari sebelumnya. Duduk santai di kursi barisan kedua dengan generasi yang telah dilengkapi dengan double blower AC ini memberikan kesejukan yang lebih optimal hingga bangku belakang. Pas pukul 12.00 Wib, rombongan sampai di Restoran Family Benteng Bukittinggi untuk makan siang. Versi terbarunya ini, kini sudah tersemat steering switch di bagian kiri setir. Singgalang cukup mengecilkan dan membesarkan volume suara lewat lingkar kemudi. Dengan begitu, konsentrasi mengemudi tetap terjaga, berkendara pun jadi lebih aman. Usai makan siang, beruntung, pada etape pertama ini Singgalang langsung dapat merasakan bagaimana All

Dua orang model berpakaian adat Minang Kabau, berfoto dengan Avanza generasi pertama dan kedua, didepan rumah gadang yang berada dipusat kajian Budaya Minangkabau Village di Padang Panjang.

The All New Avanza Family beriringan di Silaing Padang Panjang menuju Bukittinggi dalam test drive.

New Avanza Matic tipe E ini. Ketika tongkat persneling dipindahkan ke posisi D, hentakan mesin pun mulai terasa. Setelah melepas pedal rem, All New Avanza mulai meluncur dengan tenang. Pada versi yang bertransmisi automatic ini, nyaris tak kalah responsifnya ketika melakukan penyalipan dan ketika melewati tanjakan menuju Lembah Harau, jika dibandingkan dengan yang bertransmisi manual. Jadi, teknik mengemudi tipe E bertransmisi otomatis ini juga harus cermat. Ada dua pilihan teknik berkendara ala E matic. Pertama, teknik kick down. Pengemudi tidak perlu ragu untuk injak gas lebih dalam dengan cepat. Makin cepat mencapai rpm ideal maka akselerasi makin nendang dan lebih nyaman buat ngebut atau selap-selip. Teknik kedua, yaitu memainkan tongkat persneling dari posisi D ke gigi lebih rendah, misalnya 3 atau 2. Tentunya sambil memperhatikan putaran mesin. Jika menggunakan posisi D putaran mesin terlalu turun dari rpm ideal, ya silahkan diturunkan ke gigi 3 atau lebih rendah lagi sehingga rpm akan naik dan menghasilkan power ampuh untuk menanjak di jalanan Bukittinggi menuju Lembah Harau, Payakumbuh.

Ujicoba etape pertama berakhir di Hotel The Hills, Bukittinggi pukul 17.15 WIB. Hotel tersebut tempat para jurnalis menginap untuk melanjutkan test drive etape kedua dengan kondisi medan yang tak kalah serunya. Hari kedua Setelah bermalam di Hotel The Hills, keesokan harinya usai sarapan pagi, peserta melanjutkan foto bersama di bawah Jam Gadang. Singgalang berkesempatan menaiki All New Avanza Veloz. Veloz, merupakan kasta tertinggi di keluarga All New Avanza, namun masih mengusung mesin 1500cc, transmisi manual yang menjadi obyek eksplorasi Singgalang dihari kedua iven di Sumatra Barat ini mulai dari Bukittinggi menuju Kota Padang. Perbedaan Avanza Veloz dibanding New Avanza type lainnya antara lain desain grill depan lebih elegan, model pelek, audio 6 speaker, kaca belakang antikabut serta sistem rem ABS. Performa mesin juga meng alami koreksi. Torsi diturunkan untuk mengejar efisiensi bahan bakar yang lebih bagus. Tapi uniknya akselerasi bisa tambah bagus karena bobot mobil lebih ringan serta sudah menggunakan electronic power steering (EPS). Setelah foto bersama di depan Jam Gadang, rom-

bongan melanjutkan perjalanan menuju Kota Padang Panjang dan menyempatkan diri mampir di Minangkabau Village, mengenal lebih jauh adat dan budaya Alam Minangkabau dan selanjutnya menuju Kota Padang. Kesan pertama kali masuk kabin Veloz dengan warna silver itu, disuguhkan oleh warna yang serba gelap. Terkesan mewah, bangku tengah masih terasa nyaman. Sebagai penumpang di bangku tengah, Singgalang justru merasakan perubahan yang lebih nyaman pada suspensi yang lebih kokoh dan stabil. Setibanya di Padang Panjang, perjalanan dilanjutkan menuju Kota Padang, Singgalang masih di posisi bangku belakang. Secara keseluruhan, ruang kabin Avanza Veloz masih serasa versi sebelumnya. Perubahan pada warna serta desain interior membuat nuansanya lebih fresh dan elegan. Konon, penurunan bobot mobil sekitar 30 kg serta perubahan system steering dari hidrolic ke electronic ternyata cukup ampuh memperbaiki akselerasi Avanza Veloz ketika melewati tanjakan dan tikungan tajam di sepanjang jalan Padang Panjang menuju Padang. Dari pantauan tachometer, tenaga serta akselerasi Veloz serasa melejit. (*)


EKONOMI MONETER

SINGGALANG .A-6

Sabtu, 26 November 2011 (30 Zulhijjah 1432 H)

SidoMuncul Raih Penghargaan Economic Challenges

AirAsia Indonesia Dukung Pariwisata Thailand JAKAR TA- AirAsia JAKART Indonesia, mitra dari grup maskapai penerbangan berbiaya hemat terbaik di dunia, AirAsia, turut berduka dengan bencana banjir di Thailand yang disebabkan oleh hujan deras nock-ten dan limpahan dari beberapa bendungan di bagian dataran tinggi negara itu sejak pertengahan Juli 2011. “Kami mendapat laporan perkembangan bencana banjir yang terjadi di Thailand secara berkala dari rekan-rekan kami di AirAsia Thailand. Informasi yang disam paikan sangat berguna bagi kami, tidak hanya untuk memantau pe ngaruhnya terhadap kegiatan operasional, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kami sebagai bagian dari keluarga besar AirAsia dapat saling membantu untuk meringankan beban mereka yang sedang ditimpa bencana di sana,” kata Dharmadi, Presiden Direktur AirAsia Indonesia di Jakarta, Jumat (25/11). Bencana banjir juga turut mempengaruhi sektor pariwisata di Thailand. Tingkat kun jungan wisatawan asing ke negara tersebut turun drastis. Banyak yang tidak mengetahui bahwa hanya sekitar 20% bagian dari negara tersebut saja yang tertimpa bencana banjir. Banyak lokasi wisata menarik lainnya seperti Phuket, Chiang Mai, Chiang Rai, Korat, Krabi, dan Ko Samui tidak terkena banjir dan masih dapat dikunjungi. Dan saat ini hampir semua tempat wisata utama di Bangkok seperti Grand Palace, Wat Pho, Vimanmek Mansion, Museum of Siam sudah beroperasi kembali dengan normal. “Bagi Anda yang memiliki hobi belanja, berbagai pusat perbelanjaan ternama seperti MBK, Platinum, dan Siam Paragon Mall pun telah dibuka kembali. Sedang kan untuk Anda yang suka menikmati kehidupan malam, Anda bisa mengun jungi Thonglor-Ekkamai, Royal City Avenue (RCA), Si Lom dan dinner cruise di Chao Phraya. Anda juga akan diberikan kemu dahan dengan telah beroperasinya kembali Skytrain (BTS), kereta bawah tanah (MRT) dan layanan taxi di kota Bangkok.” “Mengetahui perkem bangan terakhir yang sangat positif di sektor pariwisata, kami sangat senang sekali dan siap untuk mendukung sektor pariwisata di Thailand agar dapat bangkit kem bali,” tambah Dharmadi. AirAsia Indonesia terbang menuju Bangkok satu kali sehari dari Jakarta dan 4 kali dalam seminggu dari Surabaya dan Medan, serta terbang 3 kali seminggu menuju Phuket dari Jakarta. Dengan luasnya jaringan dan konektivitas yang dimiliki oleh AirAsia, para calon penumpang yang ingin mengeksplor Thailand lebih jauh juga dapat terbang menuju Chiang Mai, Chiang Rai, Hat Yai, Krabi, Phuket, Ubon Ratchathani, Nakhon Si Thammarat, Narathiwat, Udon Thani, Surat Thani, dan Buri Ram dari Bang kok. Demikian siaran pers 602 602) AirAsia. (602

Jakarta, Singgalang Direktur Utama PT SidoMuncul Irwan Hidayat, beberapa waktu lalu, melalui siaran langsung di Metro TV menerima penghargaan Economic Challenges 2011 dari Metro TV. SidoMuncul dalam hal ini mewakili industri farmasi dan obat-obatan berhasil mendapatkan penghargaan tersebut, penghargaan ini merupakan ketiga kalinya perusahaan tersebut. Penghargaan bergengsi yang diunggah melalui internet dari 18.014 voters, pengambilan sampel berlaku sejak tanggal 10 hingga 18 Nopember 2011 ini dilakukan secara independen dari tim IT Metro TV. SidoMuncul berhasil mendapatkan suara sebesar 46% dalam bidang farmasi/sektor herbal. Adapun kriteria utama dari pemilihan pemenang Economic Challenges 2011 dari Metro TV ini adalah perusahaan Indonesia yang mampu bersaing di dunia. Dengan metode sesuai website Metro TV yang akhirnya dihasilkan 11 kategori perusahaan terfavorit sesuai pilihan pemirsa. Kesebelas perusahaan tersebut adalah Pertamina, BNI, PT Garuda Indonesia Tbk, PT Telkom (Persero), Matahari Putra Prima, SidoMuncul, Indofood Sukses Makmur, Krakatau Steel, Agung Podomoro, PT. Hartono Istana Teknik, PT. Mustika Ratu, Tbk “Penghargaan Economic Challenges yang diterima SidoMuncul ini ketiga kalinya sejak tahun 2009, 2010 dan 2011. Dengan diraihnya penghargaan ini harapan kami produk-produk SidoMuncul bisa dikenal di negeri sendiri, kita harus mempersiapkan diri menjadi perusahaan seperti halnya perusahaan di negera yang maju dan tentunya produk-produk kami bisa diterima di manca negara,” harap Irwan Hidayat. Demikian siaran pers SidoMuncul. (008)

Vixion Motor injeksi unggulan Yamaha

DIGUNAKAN DI YAMAHA RIDING ACADEMY

Vixion untuk Balap Pun Bisa JAKARTA - SINGGALANG Motor injeksi unggulan Yamaha, Vixion, bukan hanya dapat digunakan di jalan raya maupun medan berat. Di lintasan balap pun Vixion bisa dipacu dan itu diaplikasikan pada tiga kali periode Yamaha Riding Academy (YRA) 2011. Tahun ini Vixion dipakai sebagai motor latihan para pembalap didikan Yamaha di YRA. Untuk pertama kalinya Vixion digunakan sejak YRA digelar di 2004. Selama tiga kali periode YRA termasuk periode ketiga yang akan digelar 5-8 Desember di sirkuit Kenjeran, Surabaya, keunggulan teknologi Fuel Injection (FI) Vixion turut dimanfaatkan. Sebanyak 10 Vixion akan digunakan di Kenjeran ditambah tiga R6. “Vixion dipakai dalam latihan YRA untuk adaptasi pembalap pada motor ber karakter sport dan juga untuk

meningkatkan skill. Khusus nya di periode ketiga ini sebagai latihan untuk per siapan final Yamaha Cup Race (YCR) di Malang dan Yamaha Asean Cup Race,” jelas Manager Motorsport Yamaha Indonesia, Ari Wibi sono dalam siaran persnya, Jumat (25/11). Sebanyak 20 pembalap Yamaha yang merupakan hasil seleksi 10 besar terbaik dari YRA periode pertama dan kedua, ambil bagian dalam YRA periode ketiga. 10 Dari sisi teknis, Vixion dapat digunakan untuk balap karena keunggulan teknologi FI.”Vixion mudah diseting, tidak perlu banyak modifi kasi, cukup adjust (disetel) electronic control unit) se hingga diperoleh power un tuk jadi sebuah motor kom petisi. Tinggal diganti bagian

muffler (knalpot) yang berka rakter racing (balap). Jadi tidak banyak yang diubah ketimbang motor dengan karburator,” jelas M.Abidin, Assistant General Manager Technical Support Yamaha Indonesia. Dia menamabahkan, latih an dengan menggunakan Vixion memudahkan pem balap saat menunggangi motor besar Yamaha lainnya seperti R6 dan R1 karena dua motor itu juga mempunyai teknologi F1.”Jadi, feeling buka tutup handle gas bisa didapatkan. Tipikal mesin Vixion dan motor-motor be sar Yamaha lainnya yang dipakai buat balap sama. Hanya CCc, bodi dan pengen dalian power yang beda,” terang Abidin. Keunggulan lain Vixion untuk balap adalah frame (rangka) yang menggunakan delta box yang banyak digu nakan pada motor berka rakter balap. Selain kokoh juga sangat menunjang saat

bermanuver dan stabil. Se lain FI, Vixion juga memiliki teknologi forged piston dan diasil cylinder yang meru pakan teknologi balap Ya maha, sehingga makin me nyempurnakan keunggulan nya. Dibandingkan dengan motor dengan mesin sama sekelasnya, Vixion pun lebih unggul untuk balap. Yamaha Lahirkan Rekor MURI Sejarah baru ditorehkan Yamaha melalui teknologi fuel injection (FI) yang lahir dari gelaran Jambore Na sional (Jamnas) Yamaha Vixi on Club Indonesia (YVCI) di area Waduk Gadjah Mungkur, Wonogiri, Jumat-Minggu (18 s/d 20/11). Sejarah itu ditan dai dengan lahirnya rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) baru yaitu YVCI se bagai klub motor injeksi dengan chapter (cabang atau perwakilan terbanyak) yang datang berkumpul di sebuah acara. Demikian siaran pers 008 Yamaha. (008 008)

IHSG Akhirnya Anjlok 58 Poin Padang, Singgalang Perdagangan IHSG pada Jumat (25/11) anjlok 58 poin. Namun demikian, namun investor tetap melepas saham akibat krisis Eropa yang berkepanjangan. Mengawali perdagangan akhir pekan, IHSG dibuka menipis 13,232 poin (0,36%) ke level 3.682,800 akibat maraknya sentimen negatif. Sentimen tersebut membuat pelaku pasar kurang pede bertransaksi. Tekanan jual makin saja, koreksi yang cukup dalam

memaksa indeks jatuh ke posisi terendahnya di 3.628, 758. Seluruh sektor di lantai bursa pun memerah. Pada penutupan perda gangan, IHSG anjlok 64,427 poin (1,75%) ke level 3.631, 605. Sentimen negatif yang datang dari berbagai penjuru dunia membuat para pelaku pasar ketakutan. Setelah jatuh cukup da lam, indeks seolah tak ber daya bergerak ke atas. Aksi beli menjadi hal yang langka terjadi di lantai bursa di tengah maraknya aksi jual.

Mengakhiri perdagangan akhir pekan, IHSG ditutup ambles 58,840 poin (1,60%) ke level 3.637,192. Semen tara Indeks LQ 45 ditutup jatuh 11,874 poin (1,82%) ke level 641,429. Hanya satu sektor yang mampu menguat, yaitu in deks sektor konsumer de ngan penguatan tipis 0,26%. Sedangkan indeks sektoral lainnya terperangkap di zona merah. Bergerak Melemah Sinarmas Sekuritas mem

perkirakan, pada perdagang an indeks Senin (28/11), secara teknikal indeks cen derung bergerak mele mah dengan kisaran 3586-3680. Dikatakan, perkembangan krisis uutang di Eropa seperti hasil lelang obligasi dan kebijakan pemerintah uni Eropa masih akan membe rikan sentimen terhadap indeks. Dikatakan, saham-saham yang dapat diperhatikan untuk day trading: BDMN, ISAT, HEXA, MNCN. (008)

OTOMOTIF

Penyebab Pembakaran Tidak Sempurna UNTUK mencapai tenaga mesin yang optimal, maka tiap silinder mesin harus mampu terjadi pembakaran yang sempurna. Apabila hal ini tidak terca pai, maka tenaga mesin pasti tidak optimal. Pembakaran yang sem purna akan menghasilkan tenaga mesin optimal, bensin irit/ideal, akselerasi spontan serta driver nyaman mau ngebut atau berkendara de

ngan santai. Penyebab pembakaran mesin tidak sempurna, menu rut info dalam laman auto tuhu antar lain: listrik ke busi kecil, kompresi bocor, klep bocor, setelan klep terlalu rapat, serta hambatan kabel busi melebihi batas yang diizinkan. Selain itu, juga masalah busi, setting bahan bakar terlalu kaya/boros akan me ngakibatkan pembakaran

tidak sempurna, hanya meng

hasilkan bahan bakar boros tarikan tidak bertambah, serta mesin ngobos. (008)

PENGHARGAAN - Direktur Garuda Indonesia Emir Syah Satar bersama Tommy Suryopratomo Metro TV, Dirut SidoMuncul Irwan Hidayat dalam acara penerimaan penghargaan Economic Challenges. (ist)

Agam Berdayakan Pengrajin Sulaman Agam, Singgalang Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Dikoperindag) Kabupaten Agam merencanakan akan menjadikan kerajinan tangan sulaman suji cair yang bermotif bunga dan lainnya sesuai kebutuhan sebagai bahan untuk pakaian dinas di lingkungan pemerintah kabupaten Agam. “Sulaman tangan itu cukup unik, menarik dan berkualitas, disamping itu harga pakaian yang bakal dikembangankan terjangkau semua kalang an,” kata Kadis Koperindag Agam Hadi Suryadi kepada Singgalang kemarin. Setidaknya harga yang bakal bisa dijangkau tersebut mencapai Rp150 ribu per helai pakaian yang sudah diberi sulaman tangan dari anak nagari. Selama ini sulaman tersebut sudah berjalan sejak bertahun-tahun dan menjadi komiditi ekspor seperti ke Malaysia disamping untuk memenuhi kebutuhan lokal. Pemanfaatan hasil sulaman itu tidak saja menjadi pakaian yang coraknya untuk perempuan juga bagi kaum adam, semuanya tergantungan pesanan yang diminta. Kini usaha itu akan dikembangkan menjadi lebih lagi dan dimanfaatkan oleh kalangan sendiri yang sudah dikembangkan di beberapa kecamatan di kawasan Agam bagian timur, seperti Ampek angkek, Baso dan lainnya. Sedikitnya 30 pengusaha kecil yang sudah melakukan aktifitasnya selama ini mampu memenuhi kebutuhan pasar nantinya, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pakaian resmi di lingkungan pemerintah kabupaten. Sudah saatnya hasil kerajinan tangan itu menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam pengembangan usaha di daerah sendiri. Maju dan berkembang usaha yang ada turut mem pengaruhi kemajuan perekonomian usaha kerajinan yang dilakukan secara turun temurun yang dilakukan anak nagari. Untuk itu sudah sepantasnya usaha yang dilakukan oleh anak nagari itu didukung dengan menjadikan bahan yang ada untuk dipakai di daerah sendiri. Selama ini hasil sulaman suji cair yang ada selama ini terjual sekitar Rp800 ribu hingga Rp5 juta perhelainya disesuaikan dengan corak yang dibubuhi dalam kain. Harganya juga bisa disesuaikan dengan kemampuan pemakai jika coraknya sedikit seperti lambang dan lainnya. (210)


Sabtu, 26 November 2011 (30 Zulhijjah 1432 H)

HUKUM-KRIMINALITAS

SINGGALANG . A–7

Pelaku Penembakan Wartawan Diburu Polisi JAKARTA - Anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Pesanggrahan, Jakarta Selatan, memburu pelaku penembakan terhadap seorang wartawan Majalah Tiro, Matrozi Dian Swara. “Saat ini, masih dalam penyelidikan petugas Polsek Pesanggrahan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Baharudin Djafar di Jakarta, Jumat seperti diberitakanAntara. Baharudin mengatakan kejadian berawal saat korban mengendarai sepeda motor diikuti empat orang pelaku yang juga menggunakan kendaraan roda dua, Jumat (25/11) sekitar pukul 12.50 WIB. Saat korban melintasi Jalan Deplu Raya, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, salah satu pelaku menodongkan senjata api dari arah depan Matrozi. Kemudian pelaku melepaskan tembakan ke arah badan korban, namun meleset dan kena lampu motor bagian depan. “Korban tidak terluka, karena tembakannya meleset,” ujar Baharudin. Baharudin menyatakan korban langsung melaporkan peristiwa penembakan tersebut kepada kantor kepolisian terdekat. Perwira menengah kepolisian itu, menambahkan penyidik menduga motif pelaku melakukan upaya perampasan terha dap kendaraan milik korban. (*/013)

ANDA BUTUH POLISI? Poltabes Padang

Polsekta Padang Utara Polsekta Padang Barat Polsekta Padang Timur Polsekta Padang Selatan Polsekta Lubuk Begalung Polsekta Lubuk Kilangan Polsekta Pauh Polsekta Kuranji Polsekta Koto Tangah Polsek KPPP Polsek Nanggalo Polsek Bungus Pemadam Kebakaran

Kasus Penganiayaan Siswa SD Berakhir Damai KUNJUNGI WHISTLE BLOWER (PENGUNGKAP KASUS)

TASIKMALAYA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tasikmalaya menyita berkas-berkas di kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertran) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat, dalam upaya penyidikan mengungkap dugaan korupsi bimbingan teknis program kelompok usaha bersama (KUBE). Kasubag Pembinaan Kejaksaan Negeri Tasikmalaya, Eman Sungkawa mengatakan penyitaan tersebut dilakukan dengan mendatangi kantor Dinsonakertrans dan mengumpulkan berkas-berkas yang ada kaitannya dengan kegiatan Bintek. Tim penyidik yang datang ke kantor Dinsosnakertrans itu dilakukan bersama Plt Kasi Pidsus Ahmad Sidik serta dua orang staf yang bertugas mendata dan memeriksa seluruh berkas-berkas pemerintahan yang diperlukan kejaksaan. Tim penyidik, kata Eman berhasil menyita 46 berkas proposal, SK KUBE, SK penggantian Kepala Dinsosnakertrans dari Rukmana kepada Adam Wahid yang keduanya sudah ditetapkan menjadi tersangka dugaan korupsi kegiatan Bintek. “Data lain yang sudah kami sita berupa SPM atau Surat Perintah Pembayaran yang menyangkut pembayaran dalam kegiatan Bintek,” jelas Eman seperti diberitakan Antara. Sebelumnya tim penyidik akan memeriksa langsung pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) program kegiatan Bintek program KUBE, namun orang yang bersangkutan tidak ada ditempat. Dikatakannya, Kejaksaan akan terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan mengumpulkan buktibukti lain sehingga berkas perkara dipastikan lengkap untuk dilimpahkan ke pengadilan. “Pemeriksaan akan terus kami lanjutnya dengan memerik sa saksi, yang kemungkinan bisa saja ada tersangka lain setelah ditetapkannya dua tersangka kepala dinas,” kata Eman. Sementara itu dua pejabat yang ditetapkan tersangka yakni Kepala Dinsosnakertrans Adam Wahid dan mantan Kepala Dinas sebelumnya Rukmana Budiana yang sekarang menjabat Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga. Kedua tersangka tersebut belum dilakukan penahanan karena dijamin tidak akan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti. Dugaan korupsi di lingkungan Dinsosnakertras tersebut berha sil terungkap setelah adanya laporan bahwa pelaksa naan Bintek di Gedung Korpri Jalan Lingkar Dadaha, Kota Tasikma laya, ada tindakan korupsi. Pelaksanaan Bintek yang hanya digelar selama dua hari dalam laporan kegiatan tertulis menjadi 21 hari sehingga terjadi penggelembungan hari yang merugikan uang negara mencapai Rp153 juta. (*/013)

Anggota Satgas Mafia Hukum, Denny Indrayana (tengah), dan Mas Achmad Santosa (dua kiri) menemui narapidana kasus pencucian uang dan pemalsuan surat PT Asian Agri, Vincentius Amin Sutanto (dua kanan) yang ditemani pengacaranya Adnan Buyung Nasution (kanan) serta Kepala LP Narkotik Edi Kurniadi (kiri) di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta, Jumat (25/11). (antara)

Jamwas Ancam Pecat Jaksa Asusila SURABAYA - SINGGALANG

Jaksa Sita Berkas dalam Mengungkap Korupsi

: Web site ww.PoltabesPadang.com Telp.0751-22317/ 840186 SMS 08116611888 Call Center: 112/110 : 0751-7054333 : 0751-7051409 : 0751-23838 : 0751-39990 : 0751-61100 : 0751-73146 : 0751-71800 : 0751-812543 : 0751-480954 : 0751-767374 : 0751-7860114 : 0751-751667 : 0751- 28558

Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung Dr Marwan Effendi mengancam akan memecat jaksa asusila yakni mantan Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Lamongan Hari Soetopo (HS) dari statusnya sebagai jaksa. “Dia tidak akan bisa menerima grasi kalau status jaksanya dicabut, tapi saya masih akan melihat, apakah kesalahan HS itu struktural atau orangnya. Kalau orangnya ya status kejaksaannya bisa dicabut. Saya akan dalami sejauh mana kadar kesalahannya,” katanya di Gedung Kejati Jatim, Jumat. Setelah memberi khutbah Jumat di Masjid Kejati Jatim, Marwan Effendy didampingi Kajati Jatim Palty Simanjuntak menyempatkan diri untuk berdialog dengan mantan narapidana (napi) kasus peng gelapan, Martha Indah Sapriani (38), yang dikabarkan memiliki bayi laki-laki dari hubungan intim dengan jaksa HS. “Saya khusus ke sini, karena adanya tahanan hamil yang hal itu jarang terjadi. Kalau penanganannya, hal itu menjadi kewenangan penyidik kejati, karena Kejati ‘kan sudah punya Aswas. Aswas bisa menyelesaikan, tidak harus kejakgung. Saya datang untuk mempelajari agar ke depan tidak terjadi lagi,” katanya. Ia menyebut kasus jaksa yang menghamili tahanan

sudah dua kali terjadi yakni kasus pertama dilakukan oknum jaksa yang menghamili tahanannya di Sulawesi Selatan dan kasus jaksa HS yang diduga menghamili mantan narapidana kasus penggelapan, Martha, merupakan kasus kedua. “Pertama kali di Sulawesi Selatan. Saya merasa kok aneh ya, tahanan di dalam bisa dibawa keluar. Kalau yang dulu di Sulawesi Selatan itu terjadi di ruang tahanan, di kantor, tapi di Jatim justru di luar tahanan, apa begitu mudah membawa keluar tahanan itu,” katanya. Namun, dirinya akhirnya percaya ada kasus jaksa asusila seperti jaksa HS di Kejari Lamongan, Jatim itu setelah dirinya mendengarkan semuanya dari Kajati Jatim dan Aswas Kejati. “Saya sempat berpikir, janganjangan jaksanya yang difitnah, tapi setelah ceritanya jelas semua ya itu benar terjadi,” katanya. Oleh karena itu, ia turun ke Jatim untuk mengorek kasus jaksa asusila itu lebih jauh lagi, lalu dirinya akan mempelajari untuk antisipasi selanjutnya. “Kami ambil hikmahnya, lalu akan kami buat protap (prosedur tetap) agar tidak ada jaksa yang begitu,” katanya. Ditanya protap yang dimaksud, ia memperkirakan mungkin saja nanti ada larangan untuk “bon” (membawa keluar) tahanan yang bukan untuk kepentingan persidangan. “Kalau sampai terjadi berarti ada kerja sama lebih dengan pihak LP (lem-

baga pemasyarakatan),” katanya. Bertemu Martha Dalam kesempatan itu, Marwan Effendy sempat bertemu dan berdialog dengan korban Martha. “Apa kamu merayu, karena HS ‘kan sudah punya istri dan kamu sedang punya kasus,” kata Marwan saat bertanya kepada Martha. “Nggak, pak. Demi Allah saya nggak merayu. Saat itu, saya sedang berjalan di ruang sidang dan HS ada di belakang, lalu saya dipanggil dan diajak duduk di dekatnya. HS cuma tanya ‘kamu siapa’ dan saya jawab ‘saya punya kasus yang ditangani jaksa Benny,” kata Martha kepada Marwan. “Kamu nggak perlu bersumpah begitu. Saya hanya menangani masalah asusila, kenapa tahanan mau dibawa keluar tahanan, apa salah dia atau kamu. Soal anakmu, ya itu minta Polda Jatim untuk melacak, apa betul DNA-nya dan anak dia sekarang ada dimana, jadi tunggu cara polisi saja,” kata Marwan kepada Martha. Sementara dirinya hanya menangani masalah asusila, pelanggaran disiplin, suap, pemerasan, penggelapan anggaran, dan pelanggaran sejenis yang dilakukan jaksa. “Itu pun nanti Aswas Kejati yang menangani, saya hanya mempelajari untuk antisipasi. Soal pengambilan bayi, ya itu polisi yang berwenang,” katanya seperti diberitakan Antara. Martha sempat meminta

Marwan Effendy memaksa HS berbicara tentang keberadaan anaknya, namun Marwan Effendy kembali menegaskan bahwa hal itu polisi yang berwenang dan jaksa justru tidak boleh melampaui kewenangannya. “Itu nanti polisi, tapi jangan khawatir, pak Kajati sudah menyerahkan sepenuhnya kepada polisi. Nanti, polisi yang menangani pidana umum, kami nggak bisa masuk ke sana. Saya sendiri sempat satu tempat duduk dalam pesawat saat ke sini, saya juga sudah persilakan Kapolda untuk jalan, saya yakin Polda punya trik tersendiri, sabar, tegar, tawakal, insya-Alllah anakmu akan kembali,” katanya. Dalam kesempatan itu, Jamwas Kejagung memberikan apresiasi kepada Kejati Jatim yang sudah dua kali bertindak cepat dalam menangani jaksa nakal yakni jaksa di Bojonegoro pada beberapa tahun lalu dan sekarang jaksa asusila dari Kejari Lamongan. “Mudah-mudahan, apa yang dilakukan Kejati Jatim akan menjadi pelajaran agar nggak ada jaksa lain berbuat begitu (nakal). Saya juga akan melapor ke Kajagung untuk melakukan langkah antisipasi ke depan,” katanya. Dalam kurun waktu hanya empat hari, jaksa HS telah ditarik dari kewenangan sebagai jaksa di Kejari Lamongan untuk “non-job” ke bagian Perdata dan Tata Usaha Negara Kejati Jatim mulai 24 November 2011. (*/013)

PAD ANG - Permasalahan dugaan penganiayaan guru PADANG terhadap murid di SD 11 Indarung yang ke Polsek Lubuk Kilangana, akhirnya mencapai kata damai. Perdamaian ini dilakukan di sekolah dan dihadiri orangtua murid, kepala sekolah dan oknum guru yang dilaporkan. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan kota Padang, Dian Wijaya kepada Singgalang. “Kedua belah pihak telah mencapai kata damai, jadi kasus ini tidak akan dilanjutkan keranah hukum,” ujarnya. Terkait dugaan yang dilaporkan oleh orangtua murid, Dian mengatakan kejadian itu tidak seperti yang diduga banyak orang. Meskipun demikian pihak telah mengambil beberapa tindakan, seperti memindahkan murid tersebut ke salah satu sekolah dan memberikan peringatan terhadap guru bersangkutan. Sementara itu, Kapolsek Lubuk Kilangan Kompol Sarminal didampingi Kanit Reskrim Iptu Syafrizen mengatakan dari awal pihaknya memang mengarahkan penyelesaian kasus ini dengan kekeluargaan. Menurutnya, kasus itu merupakan kasus interen sekolah, bagaimana pun juga pihaknya masih mengupayakan penyelesaiannya dengan kepala dingin. “Bertepatan dengan peringatan Hari Guru, alangkahnya baiknya guru dan murid saling memaafkan,” kata Syafrizen. Seperti yang diberitakan Singgalang sebelumnya, oknum guru berinisial “G” adalah wali kelas Noris yang jadi korban. “G” dilaporkan orang tua Noris, Farida Hanum, karena diduga telah melakukan penganiayaan terhadap Noris. Dimana dalam laporan yang bernomor STPL/407/XI/2011 Sek Luki. (408/101)

Remaja Pencuri Besi Masjid Dibekuk PAD ANG - Dua remaja nekat pencuri besi pembangunan PADANG masjid, dibekuk tim Reskrim Polsek Lubuk Kilangan, Kamis (24/11) sekitar pukul 22.00 WIB. Kedua remaja putus sekolah ini ditangkap setelah mencuri di Masjid Jabal Rahma Indarung, Selasa (22/11). Saat itu tersangka mengambil tujuh buah besi terali. Awal terungkapnya kasus ini sejak pengurus masjid curiga dengan hilangnya besi beberapa potongan besi, setelah menyelidiki ternyata besi itu berada di salah satu tempat penjualan besi tua di Indarung. Untuk menangkap siapa pelaku pencurian, pengurus masjid melapor ke Polsek Luki. “Menurut penuturan pengurus masjid, ada yang melihat besi itu dicuri dan dijual ke Indarung. Makanya kami langsung melakukan penyelidikan,” ujar Kapolsek Luki, Kompol Sarminal. Usaha polisi Polsek Luki menangkap pelaku berjalan lancar, setelah mengetahui identitas pelaku, polisi berpakaian preman langsung terjun ke lapangan dan meringkus pelaku. Dua pelaku yang tertangkap tersebut berinisial “H”, 16, warga padang besi. Dari penuturan kedua pelaku yang tertangkap, ternyata masih ada pelaku lainnya yang berinisial “D”, 16, dan “R”, 15. Kedua pelaku terakhir saat ini masih dalam pengejaran polisi. “Kita akan mencari dua pelaku lainnya, diduga pelaku masih berada disekitar Padang. Bagi yang mendapat informasi mengenai keberadaan pelaku dimohon memberikan informasinya,” kata Sarminal. Dari pengakuan kedua pelaku yang tertangkap, mereka nekat mencuri besi tersebut karena ingin punya uang dan tak memiliki pekerjaan. Kedua pelaku saat ini ditahan di Mapolsek Lubuk Kilangan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan nya. (408/101)

Anak Ketua RT Dianiaya PAD ANG - Diduga menganiaPADANG ya anak ketua RT kali Kecil III no 4 Pulau Karam, Padang, dua orang pemuda dilaporkan ke polisi. Parahnya lagi, penganiayaan ini terjadi di depan rumah korban dan dilihat oleh sang ketua RT. Dua pemuda yang dilaporkan ini berinisial “I” dan “H”, mereka menganiaya anak ketua RT yang bernama Hericho. Peristiwa ini terjadi di RT 01 RW 6, Kampung Pondok, Padang Barat, Jumat (25/11) sekitar pukul 01.30 WIB. Menurut penuturan orangtua korban, Harianto, kedua terlapor tersebut menganiaya anaknya hingga berdarah dan benjol di kepalanya. “Anaknya berdarah dan kepalanya benjol, mereka mengeroyoknya anak saya. Bahkan anak saya juga dicekek,” ujarnya. Untung saja, lanjut Harianto, saat anaknya tercekek dia melihat dan melerai pengeroyokan tersebut. Tidak terima dengan perbuatan kedua terlapor, Harianto langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Padang

DARAH | Harianto, orangtua korban penganiayaan menunjukkan darah yang masih tersisa di baju anaknya. (deri okta zulmi)

Barat dan seterusnya dibawa visum ke rumah sakit. Nomor laporan Hericho, STPL/446/ XI/2011/Sektor Padang Barat. Dijelaskan Harianto, peristiwa penganiayaan ini berawal ketika petugas keamanan setempat lari ke rumah ketua RT karena dikejar kedua terlapor. Melihat petugas keamanan minta bantuan, korban langsung keluar rumah dan melerai kedua pemuda yang seperti mau memukul petugas keamanan itu.

Namun naas bagi korban, meski berniat baik tapi ia malah jadi korban. Kedua terlapor langsung mengeroyoknya, ia baru bisa lepas dari cengkraman terlapor setelah orangtuanya keluar dari rumah dan mengusir kedua terlapor. “Saya melihat langsung kedua terlapor menganiaya anak saya, mereka seperti preman saja,” lanjutnya. Harianto juga menjelaskan kalau perbuatan terlapor sudah yang kedua kalinya, sebelum peristiwa ini terjadi

salah seorang terlapor juga pernah berususan dengan polisi karena masalah yang sama. “Terlapor seakan tidak pernah jera, dulu kami sudah berdamai dengan kasus yang sama. Kini ia kembali buat ulah, atau iya tidak takut dengan hukum,” katanya. Perjanjian damai antara Harianto dengan salah seorang terlapor dibuat tanggal 20 Juni 2011. Dengan terjadinya perjanjian itu, Harianto mencabut laporannya yang masih berkaitan dengan penganiayan dengan nomor LP/ 1011/VI/2011-Resta. “Dulu terlapor sudah masuk sel, tapi permasalahan ini kami selesaikan secara damai. Kini tidak ada lagi kata damai, saya ingin kasus ini dituntaskan, terlapor harus menanggung akibat perbuatannya,” jelas Harianto. Dari pantauan Singgalang di rumah korban, akibat penganiayaan terlapor tersebut korban hingga Jumat (25/11) sore terkulai lemas. Dibagian wajahnya masih terlihat lebam tapi hidungnya sudah tidak mengeluarkan darah lagi.(601/408)

1.050 Keping VCD Porno Diamankan Satpol PP PAD ANG - Seribu lebih VCD porno berhasil diamankan PADANG petugas, saat razia gabungan Kamis (25/11) malam. Razia ini dilakukan terkait banyaknya laporan masyarakat tentang peredaran VCD porno di Padang. “Kita sudah sering mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya peredaran VCD porno, untuk itu razia ini dilakukan,” ujar Kasat Pol PP Padang, Yadrison seusai razia dilakukan. Saat melakukan razia, aparat gabungan Sat Pol PP, polisi dan anggota Kodim terlebih dahulu menyisir Jalan Permindo sampai Toko Buku Sari Anggrek. Dalam penyisiran tersebut, berhasil diamanankan sekitar 800 keping VCD porno yang mempunyai pemilik, dan 250 keping VCD porno yang tidak mempunyai pemilik. “Ini merupakan penyitaan terbesar, kita berhasil mengamankan 1050 keping VCD porno, dan selanjutnya akan diserahkan di Polresta Padang untuk diproses secara hukum,” katanya. Dijelaskannya, akibat peredaran VCD porno tersebut, diduga menjadi salah satu perusak moral masyarakat Kota Padang. Untuk itu perlu dilakukan pembersihan dan penyitaan, agar tidak ada lagi penjual VCD yang berjualan. Dengan penyitaan ini, Sat Pol PP selama 2011 telah berhasil mengamankan ribuan VCD porno dari berbagai lokasi. Selain menyita VCD porno, aparat gabungan juga melakukan pendataan dan penyitaan terhadap CVD bajakan. “Kita tidak saja mengincar VCD porno tapi juga VCD bajakan, selama ini penjualan VCD bajakan banyak terjadi di daerah ini,” jelasnya. Penyitaan VCD bajakan di kawasan Permindo sempat menarik perhatian masyarakat, terutama saat petugas menun jukkan contoh isi VCD yang diduga VCD porno. (601/408)


SINGGALANG .A-8

LAPORAN KHUSUS

DI SUMBAR

Tingkat Kemiskinan Menurun IRWAN PRAYITNO

H. MUSLIM KASIM

PAD ANG - Tingkat kemiskiADANG nan di Sumbar menurun dari tahun ke tahun. Suatu bukti, pemerintah di daerah ini, peduli. Namun, tidak menutup mata pula, kebijakan penanggulangan kemiskinan, masih terdapat banyak kelemahan. Ke depan, semua pihak sepakat hal ini, mesti diperbaiki. Setidaknya itulah rangkuman hasil rapat koordinasi (rakor) penanggulangan kemiskinan antara Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) provinsi Sumbar dengan TKPK kabupaten/ kota, Kamis lalu (24/11) di Padang. Wagub Sumbar Muslim Kasim yang sekaligus Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Sumbar, mengungkapkan, kelemahan itu antara lain kebijakan pengentasan kemiskinan dilaksanakan secara seragam tanpa melihat konteks sosial, ekonomi dan budaya di setiap wilayah. ‘’Pengentasan masyarakat miskin di wilayah pesisir pan tai, misalnya, akan berbeda caranya dengan masyarakat miskin di perbukitan. Inilah yang harus didudukkan lebih dahulu. Upaya pengentasan kemiskinan berbasis ekonomi dan budaya,’’ kata Muslim. Dia mengungkapkan, kelemahan lainnya, definisi dan pengukuran kemiskinan lebih banyak dipengaruhi pihak luar dan memakai parameter yang terlalu ekonomis. Implikasinya, penanganan kemiskinan jadi bias sasaran.

Dan yang kerap terjadi, pe nanganan kemiskinan sering ditumpangi kepentingan politik yang amat kental sehing ga tidak mempunyai makna dalam penguatan perekonomian masyarakat miskin. ‘’Bicara pengentasan kemiskinan, hilangkan kepentingan politik, tapi benar-benar beriktikad kemiskinan itu dientaskan. Data pun juga menjadi problema, beragam. Harusnya satu, terukur dan rumah tangga sasaran, detil, by name by addres,” tambah Wagub. Melihat realitas itu, tidak ada jalan lain, penanganan kemiskinan harus komprehensif. Kemiskinan tidak hanya melihat dari sisi pendapatan yang diterima per kapita, tapi perlu pendekatan menyeluruh mulai ekonomi, sosial, budaya dan letak geografis suatu daerah. Cara ini ditempuh, maka akan diperoleh informasi yang lengkap tentang potret kemiskinan yang sesungguhnya dan akan dapat pula dirumuskan kebijakan penanggulangan kemiskinan yang menyentuh penduduk miskin tersebut tepat sasaran. “Dengan demikian intervensi program yang dibarengi memperkuat koordinasi, sinergis dan terintegrasi dengan baik antara pemprov dengan kab/kota maupun pihak lain, akan mempercepat pengentasan kemiskinan,” kata Wagub. Gubernur Sumbar Irwan Prayitno sebelumnya meng-

DIALOG - Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mendengar aspirasi masyarakat di Sijunjung sebagai bahan untuk menelorkan kebijakan penanggulangan kemiskinan. (humas pemprov)

ungkapkan, penurunan angka kemiskinan di Sumbar, tidak terlepas dari upaya semua stakeholder. Program yang ditelorkan baik dari pusat, provinsi maupun kab/ kota disinkronkan sekaligus diterjemahkan di lapangan. Output-nya, bagaimana angka kemiskinan di daerah ini dapat diturunkan. Dalam perjalanannya membuahkan hasil, berkurang. Berdasarkan data Susenas, persentase penduduk miskin di Sumbar pada 2005 482.800 jiwa, pada 2010 turun menjadi 442.085 jiwa dan pada 2011, 430.024 jiwa. Dengan kata lain, tingkat kemiskinan makro di Sumbar mengalami penurunan dari tahun 2005 sampai 2011. “Berdasarkan capaian tersebut, maka persoalan penanggulangan kemiskinan tetap menjadi satu dari sepuluh prioritas pembangunann di Sumbar yang tertuang dalam dokumen RPJMD Sumbar 2010-2015, yang ditetapkan dengan Perda Sumbar nomor 5 tahun 2011,” katanya.

Sementara itu, Prof. Suahasil Nazara dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), dalam rakor itu, menyebutkan selama lima tahun jumlah kelompok miskin menurun, tetapi masih banyak mereka yang berada di bawah garis kemiskinan. ‘’Untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan dapat ditempuh melalui menyempurnakan program perlindungan sosial, meningkatkan akses RTM terhadap pelayanan dasar, pemberdayaan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi berkualitas,’’ kata dia seraya menegaskan diperlukan koordinasi kebijakan yang lebih kuat, melalui TKPK baik provinsi maupun kab/kota. Begitu pula Direktur Penanggulangan Kemiskinan Bappenas Rudi S. Prawiradinata menyebut berbagai prog ram digencarkan berbuah kepada turunnya tingkat kemiskinan, namun lajunya masih lambat. Perlu lebih sinergis lagi di semua level.

Rencana dan anggaran yang pro masyarakat (miskin), mesti diwujudkan. Intervensi harus dilakukan. Dia mencontohkan sebuah kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebelum diintervesi, komposisi APBD 2009, belanja tidak langsung 52,18 persen dan belanja langsung 47,82 persen. Setelah diintervesi dengan program yang sejalan dengan tujuan MDGs (pembangunan milenium) 2015, maka komposisi APBD 2010 menjadi, belanja tidak langsung 39,70 persen dan belanja langsung 60,30 persen. Kepala Bappeda Sumbar Prof. Dr. H. Rahmat Syahni melaporkan, rakor diikuti seluruh TKPK kabupaten/ kota dan instansi terkait baik provinsi maupun kabupaten/ kota. Tujuannya, agar tercapai kesepakatan TKPK dalam menyinkronkan program pengentasan kemiskinan yang sesuai dengan karakteristik daerah sehingga pengentasan kemiskinan itu bisa dipercepat. (adv)

Sabtu, 26 November 2011 (30 Zulhijjah 1432 H)

Strategi Pengentasan Kemiskinan PAD ANG - Seperti sebuah pertandingan sepakbola yang ADANG butuh strategi dalam pengentasan kemiskinan, strategi juga sangat penting. Tak ada, maka pengentaskan kemiskinan yang diharapkan, tak akan selesai-selesai, sekalipun dana yang memback-up-nya terbilang wah. Lantas di Sumbar bagaimana? “Penanganan kemiskinan di Sumbar tentu tidak terlepas dari keterkaitannya dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah pusat, sehingga secara makro terdapat beberapa strategi yang harus dilakukan melalui integrasi pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota,”terang Wagub Muslim Kasim. Yaitu, membuat pertumbuhan ekonomi bermanfaat bagi rakyat miskin. Dalam hal ini, kebijakan yang digulirkan mesti memberikan implikasi positif kepada rakyat miskin sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Lalu, membuat layanan sosial bermanfaat bagi rakyat miskin. Sektor ini, mutlak dalam penanganan kemiskinan. Misalnya, indikator pembangunan manusia yang kurang baik antara lain terlihat dari angka kematian ibu yang tinggi. Ini harus diatasi dengan memperbaiki kualitas layanan yang tersedia untuk masyarakat miskin. “Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumbar tahun 2010 73,78. Berada di peringkat 9 dari 33 provinsi di Indonesia. Hal yang menggembirkan, tapi tentu menjadi perhatian kita semua di daerah ini bagaimana ditingkatkan lagi,’’ kata Wagub. Langkah ketiga, membuat pengeluaran pemerintah bermanfaat bagi rakyat miskin. Ada yang bermuara kepada membantu mereka yang rentan terhadap kemiskinan dari segi pendapatan melalui suatu sistem perlindungan sosial modern. Ada pula pengeluaran pemerintah digunakan untuk memperbaiki indikator pembangunan manusia sehingga dapat mengatasi kemiskinan dari aspek non pendapatan. Namun yang tidak kalah pentingnya adalah pelaksanaan program itu, perlu sinergis dan terintegrasi dengan baik antara program yang bersumber dari APBN, APBD provinsi dan kabupaten/kota serta dana swasta. “Ya, kita keroyok bersama untuk mempercepat penurunan tingkat kemiskinan secara lebih efektif dan efisien,” singkatnya. (adv)

TRANSMIGRASI - Wagub Sumbar Muslim Kasim berkunjung ke daerah transmigrasi Padang Hilalang, Dharmasraya untuk melihat langsung kondisi masyarakat terkait upaya pengentasan kemiskinan. (humas pemprov)

SERBANEKA Anggota Korpri Jangan Larut dengan Arus Globalisasi AGAM - Bupati Agam Indra Catri mengajak anggota Korpri dan guru menjadi agen perubahan dengan menempatkan diri sebagai peran abdi negara, abdi masyarakat dan abdi pemerintahan. “Hal itu dilakukan demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” kata Indra Catri pada acara tabligh akbar dalam rangka HUT Korpri ke 40 dan Hari Guru di halaman Kantor Bupati Agam, Jumat (25/11). Dia berharap, seluruh anggota Korpri mampu menciptakan inovasi dan terobosan dalam upaya memberikan pelayanan yang lebih kepada masyarakat. Jangan larut dengan arus globalisasi yang penuh dengan gesekangesekan karakter yang dapat mengancam perubahan sikap prilaku ke arah yang tidak baik. Penceramah H. Rista Wardi St. Marajo juga mengingatkan agar anggota Korpri harus hati-hati dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat agar tidak ada lagi anggapananggapan negatif dari masyarakat. “Anggota Korpri harus selalu bekerja dengan penuh ketaqwaan supaya terhindar dari upaya yang bertentangan dengan jalur agama,” ungkapnya. Ketua Pelaksana Tabligh Akbar Drs. H. M. Khudri, MPd mengatakan, pada peringatan HUT Korpri dan Hari Guru tahun ini, ada beberapa agenda yang telah dilakukan. Diantaranya, lomba gerak jalan tepat waktu, lomba senam kesegaran jasmani, lomba tarik tambang, anjangsana ke panti asuhan serta tabligh akbar. (210)

Kakanwil Kemenag Sumbar Sambut Jemaah Kloter 12

SERAHKAN JEMAAH Kakanwil Kemenag Sumbar H.Ismail Usman (kanan) menyerahkan jemaah haji asal Provinsi Jambi yang tergabung dalam kloter 12 kepada gubernur diwakili staf ahli Bidang Kesra & SDM Natras Zulfi, di aula kedatangan, Jumat pagi (26/11). (afrinal aliman)

Tokoh Muda Masih Terkendala Dominasi Kaum Tua di Parpol JAKARTA - SINGGALANG Munculnya tokoh muda dalam pentas kepemimpinan politik pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 masih terkendala oleh dominasi kaum tua di partai politik dan faktor kurangnya logisitik.

Bahkan, dalam survei yang pernah dikeluarkan IndoBarometer pada Juni 2008, menjelang Pemilu 2009 lalu, 45 persen responden memilih calon presiden yang muda, sedangkan 25 persen memilih Capres tua, sementara 29 persen mengatakan tidak tahu. ‘’Meski survei ini Juni 2008, tetapi sebagian data masih punya relevansi karena konteksnya sama. Bukan mustahil hasil survei tidak berubah,’’ kata Direktur Eksekutif IndoBarometer Muhammad Qodari dalam Talk Show DPD RI Perspektif Indonesia bertajuk ‘Jelang Pemilu 2014, Pertarungan Tua Muda?’ di Komplek Gedung Parlemen, Jumat (25/11). Meski demikian, lanjutnya,

ketika bicara pilihan calon presiden, nama-nama tokoh muda itu tidak muncul. Dalam surveinya, Qodari mendapatkan nama-nama calon presiden yang usianya di bawah 50 tahun, yaitu pimpinan partai yang masih muda seperti Muhaimin Iskandar, Lutfhi Hasan Ishaaq, Anas Urbaningrum, Sri Mulyani. ‘’Hanya saja, namanama itu relatif belum muncul ke publik,’’ ujarnya. Belum kuatnya peluang tokoh-tokoh muda ini, menurut Qodari, disebabkan oleh barrier entry yang terlalu tinggi dari partai-partai politik. Undang-Undang Dasar 1945 masih menegaskan bahwa pasangan calon presiden dan calon wakil presiden diajukan oleh partai politik dan gabungan partai politik. ‘’Persoalannya, partaipartai politik masih dikuasai oleh tokoh senior atau tua. Golkar pernah melakukan konvensi, tetapi tidak memberi ruang kepada orang muda. Karena prinsip dasar aturan yang tidak memungkinkan orang muda untuk menang,’’ ujar dia lagi.

Sedangkan persoalan lain adalah sosialisasi yang butuh dana dan upaya besar. Pada tahun 2014 akan ada sekitar 200 juta pemilih yang tersebar di 33 provinsi, 70.000 desa. ‘’Itu tidak mudah, atau berat untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat. Mereka yang mempunyai peluang adalah orang yang berkarir lama di pemerintahan dan biasanya sudah tua,’’ kata Qodari. Kalau soal logistik, kata dia, sebenarnya orang muda yang kaya di Indonesia ini ada. Data majalah Forbes tentang 40 orang terkaya di Indonesia menunjukkan ada orang muda yang kaya, seperti Garibaldi Tohir dan Sandiago Uno. ‘’Persoalannya apakah mereka punya interest di politik, mereka mau nggak mengeluarkan spending yang tidak sedikit untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat, sosialisasi?’’ tanya Qodari. Sementara itu Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadi Zon menilai kelompok tua akan lebih dominan dalam pertarungan Pilpres

pada tahun 2014 karena lebih dikenal masyarakat dan mempunyai jaringan yang lebih luas. ‘’Mudah-mudahan kita (politisi muda) mendapat dukungan rakyat di masa yang akan datang. Momentum itu ada, tapi politik itu tidak bisa instan,’’ katanya. Belum mereda Bahkan Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia, Ahmad Fauzi atau akrab disapa Ray Rangkuti itu melihat sampai sekarang perdebatan politik seputar generasi tua dan muda dalam pertarungan 2014 belum mereda. Apalagi secara faktual 2014, tidak akan ada pertempuran antara tua dan muda yang usianya 40 ke bawah. ‘’2014 adalah waktunya generasi perantara, yang muncul generasi kedua sesudah reformasi,’’ katanya. Sekali pun ada pemain baru, menurut aktivis muda ini, sepenuhnya tidak mengusung gaya kepemimpinan gaya reformasi yang diharapkan masyarakat banyak. ‘’Mengusung gaya seperti reformasi tidak mungkin terjadi,’’ imbuhnya. (603)

PADANG - Kakanwil Kemenag Sumbar H. Ismail Usman sambut kedatangan jemaah haji kloter 12 di debarkasi Padang, Jumat dinihari sekitar pukul 04.45 WIB bersama Gubernur Jambi diwakili staf ahli Bidang Kesra & SDM, Ir. Natras Zulfi dan Kabid Hazawa Kanwil Sumbar H. Japeri. Jemaah diserahterimakan dari PPIH Debarkasi Padang kepada panitia Provinsi Jambi ditandai dengan penyerahan bendera merah putih dari ketua kloter kepada Kakanwil H. Ismail Usman, selanjutnya kepada gubernur Jambi diwakili staf ahli. Menurutnya, predikat haji mabrur yang dibawa dan didapatkan dari tanah suci kiranya dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehar-hari. Karena, tujuan dalam pelayanan haji tidak hanya sukses pemberangkatan dan pemulangan saja, akan tetapi lebih dari itu yakni dituntut mencetak para haji dan hajjah mabrur. ‘’Insya Allah semua itu bisa dikabulkan,’’ sebutnya singkat. Hal senada juga dikatakan Natras. Katanya, setelah semua jemaah kembali lagi ke tanah air melalui debarkasi Padang, tentunya rasa syukur patut diucapkan. Titel haji dan hajjah yang terletak di pundak tidak hanya diwarnai dengan peci putihnya saja, akan tetapi harus mampu memaknai arti putih itu ke dalam lubuk hati masing-masing jemaah. ‘’Yang berangkat ke tanah suci ini adalah orang-orang yang istimewa saja. Keistimewaan itu pun dibuktikan dengan dapatnya kita simbol sebagai dhuyufurrahman atau tamu-tamu Allah SWT di tanah suci untuk menunaikan ibadah haji. Tugas kita ke depan setelah menjadi haji, akan semakin berat. Kebiasaan yang kurang baik harus dibuang habis dan diganti dengan akhlak mulia. Kalau belum berakhlak mulia, santun dan rendah hati maka dapat dipastikan haji mabrur belum dikaruniai kepada hambaNya,’’ terangnya. Masuk asrama Pantauan Singgalang, Jumat pagi, siang hari hingga saat jemaah haji berangkat ke daerah asalnya setelah shalat maghrib, para keluarga penjemput leluasa masuk ke komplek asrama untuk bertemu dengan sanak keluarganya, walau diguyur hujan lebat. Hasilnya, para panitia terlihat pasrah. Malah sebagian keluarga jemaah ada yang sempat masuk ke dalam aula dan duduk di jendela, menyaksikan proses acara resmi serah terima jemaah berlangsung. ‘’Kita tidak berdaya menahan kekuatan masa yang begitu dahsyat. Animonya untuk bertemu dengan sanak keluarga, tidak bisa dicegah. Malah ada yang melompati pagar pembatas aula pertemuan jemaah dengan keluarga. Kekuatan kami kecil. Akibatnya, ya beginilah. Tapi, kita tetap pantau dan awasi gerak-gerik setiap keluarga penjemput, mana tahu ada yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan,’’ kata beberapa orang petugas keamanan dan panitia. (407)

DI JENDELA | Anak-anak bersama orangtua, keluarga penjemput jemaah haji kloter 12 asal Kerinci dan Bungo, masuk dan duduk di jendela aula utama, ketika jemaah tersebut mengikuti acara serah terima dari PPIH Debarkasi Padang kepada panitia daerah. (afrinal aliman)


TAJUK Fenomena Polisi vs Rakyat KAMIS malam, kota kecil Sawahlunto yang biasanya tenang dan damai, tiba-tiba terasa sedikit mencekam. Ada rusuh massa, dan ada pula aksi-aksi anarkis mereka yang marah. Lengkap dengan tindakan bakar-bakaran, plus lemparan batu yang tak terkendali. Tidak tanggung-tanggung, objek anarkis massa kali ini adalah markas polisi. Kantor Polantas dibakar, mobil dan kendaraan milik aparat keamanan itu juga dihanguskan. Bahkan rumah dinas Kapolres dilempari warga dengan batu. Dari informasi yang berkembang, pemicu kemarahan masyarakat terhadap polisi malam itu, disebabkan ulah salah seorang oknum polisi yang main pukul terhadap salah seorang warga masyarakat. Penyebab yang sudah lazim, jika ditemui berita massa menyerbu kantor polisi di negeri ini. Pertanyaannya, kenapa rakyat kita sekarangn bisa jadi marah dan berani melawan kepada pihak yang seharusnya sebagai pengayom dan pelindung mereka. Tidak bisa dipungkiri, di negeri ini ada saja oknum polisi lebih mengedepankan perangai egois, bahkan semena-mena terhadap masyarakat. Polisi adalah salah satu pihak yang kerap menjadi bahan gunjingan di tengah masyarakat. Contoh kecil, polisi yang berada di jalan raya. Mulai dari tindakan asal tilang hingga asal gebuk tanpa pikir panjang, adalah sedikit hal yang selalu dikeluhkan masyarakat. Kita sebagai warga negara, tentu merasa senang dan berharap banyak, ketika pihak kepolisian melalui media selalu menyatakan sikap akan berubah dan menjauhi keburukan-keburukan dimasa lalu, yang diakui atau tidak sudah melekat dipikiran masyarakat. Tapi sayangnya kenyataan di lapangan tidak berbanding lurus dengan apa yang digembar-gemborkan di media. Kekerasan demi kekersan yang melibatkan pihak kepolisian dengan rakyat terus terjadi. Harusnya hal ini membuat polisi terus berevaluasi untuk memperbaiki diri. Mirisnya lagi, hal itu seperti tidak pernah tersentuh hukum. Intinya, masyarakat selalu menjadi korban keangkuhan polisi dan ketidakadilan hukum. Satu contoh, kasus penembakan yang dilakukan polisi terhadap guru mengaji yaitu alm. Solikin, benar-benar membuat jidat banyak orang berkerut. Padahal polisi yang selama ini berkampanye melindungi masyarakat. Celakanya, dalam kasus Solikin itu, selain tidak mengakui kesalahannya, pihak polisi juga balik menuduh almarhum melawan polisi dengan celurit. Jangan salahkan, jika ada yang mempertanyakan dimana sifat gentelmen sang polisi yang kenyataannya selalu membusungkan dada itu. Nah, ketika masyarakat kita tak lagi takut melawan polisi seperti di Sawahlunto dan daerah-daerah lain yang sering terjadi peristiwa serupa, sepertinya ini sebuah “teguran” lagi bagi polisi kita. Normalnya, sebagai rakyat mereka tak mungkin bisa dan berani bertindak sejauh itu, sampai menyerbu markas polisi dan bertindak anarkis disana, tanpa ada sebab yang melukai hati mereka. Kita jelas tidak bisa juga membenarkan tindakan massa yang mengumbar kemarahan seperti itu. Tapi kita juga menaruh harapan besar agar polisi kita juga bertindak sesuai tugasnya, yaitu sebagai pengayom dan pelindung masyarakat. Siapapun rakyat negeri ini, pasti merindukan polisi yang seperti itu.(*)

Membangun Semangat Dagang OKKI TRINANDA MIAZ BELAKANGAN ini istilah entrepeneurship semakin banyak diucapkan didengungkan dimana-mana. Oleh pemerintah dan para pendidik, masyarakat dan mahasiswa didorong untuk menjadi entrepreneur agar mampu menjadi seorang yang mandiri dalam ekonomi, serta mampu membuka lapangan pekerjaan. Tidak ketinggalan kampus-kampus di Sumatra Barat pun dalam beberapa tahun terakhir rajin mengundang pembicara dari kalangan pengusaha dan marketer sukses nasional yang memiliki jiwa inovatif untuk membagikan pengalaman dengan harapan agar tumbuh entrepreneur-entrepeneur muda dari kalangan mahasiswa. Tujuannya, agar perekonomian kita dapat maju, karena dengan semakin banyak entrepreneur berarti semakin banyak pula pihak yang dapat menjalankan kehidupan ekonominya secara mandiri. Entrepeneur adalah penggerak atau motor roda ekonomi yang berasal dari rakyat. Kalimat mengenai entrepreneur yang sering sekali dikutip adalah pendapat dari David McClelland, dia mengatakan: Suatu negara akan menjadi makmur jika jumlah entrepeneurnya mencapai minimal 2 persen dari keseluruhan penduduknya. Kata entrepreneur disini sering diartikan sebagai pengusaha, atau orang yang mampu membuat pekerjaan sendiri sebagai sumber nafkahnya. Di sinilah makanya entrepreneur dianggap memegang peranan penting bagi perekonomian negara, selain penciptaan pekerjaan lapangan, inovasi merupakan salah satu faktor yang dapat menaikkan daya saing suatu bangsa. Namun sebenarnya pengertian entrepreneur tersebut memiliki arti yang sangat sempit. Padahal, pada konsepnya, seharusnya entrepreneur tidak mesti pengusaha. Seseorang bisa saja dianggap sebagai entrepreneur walaupun dia tidak menjalankan bisnis apapun. Karena kunci dari kata entrepreneur adalah inovasi. Seorang entrepreneur adalah seorang inovator. Ketika menjadi pengusaha, banyak sekali pengusaha yang jatuh dan tidak bangun lagi karena tidak punya jiwa inovasi. Pengusaha pun hanya bisa dikatakan sebagai entrepreneur jika mampu membuat produk yang tidak mudah ditiru orang, dan meski jika bisa ditiru ia sudah lebih dahulu membuat inovasi baru. Entrepeneur bukanlah gelar, jabatan atau profesi. Entrepeneur adalah pola pikir. Ini yang sering terlewatkan dan terlupakan. Seolah-olah seseorang yang tidak menjadi pengusaha maka tertutup kemungkinan bagi dirinya untuk dianggap sebagai entrepreneur. Makanya jika kita mengartikannya seperti itu kita bisa menyebutkan seorang pengusaha bukanlah entrepreneur apabila ia menjalankan usahanya tanpa inovasi. Yang membuat seseorang memiliki predikat entrepreneur adalah kreatifitas, karena kreatifitaslah yang membuat sesuatu menghasilkan output yang berbeda. Dalam seminar entrepeneurship pun sering dikatakan, entrepreneur adalah seseorang yang mampu berpikir out of the box, break the rules, and open minded. Seorang Pegawai Negeri Sipil pun dapat dikatakan sebagai entrepreneur jika ia selalu memiliki ide-ide kreatif agar kinerja instansinya meningkat. Seorang pegawai dapat dikatakan sebagai entrepreneur jika ia dapat meningkatkan kinerja perusahaan ditempat ia bekerja. Indikator termudahnya adalah, terjadi perubahan atau peningkatan kecepatan kerja saat entrepreneur bergabung ke sebuah organisasi. Perubahan itu adalah hasil dari gagasan seorang entrepreneur yang tidak lazim. Itulah kreatifitas. Makanya ada istilah foodpreneur, technopreneur, socialpreneur, dan lain-lain. Jika kembalikan lagi kepada perkataan McClelland sebelumnya, tergambarlah betapa dashyatnya dampak adanya entrepreneur terhadap kemajuan suatu negara. Jika ada dua persen saja penduduk yang memiliki jiwa entrepreneur maka negara tersebut dapat menjadi maju, bayangkan jika di setiap lini pekerjaan diisi oleh entrepreneur. Betapa majunya sebuah negara. Maka marilah menjadi entrepreneur. Jika menjadi PNS, jadilah PNSpreneur. PNS yang ikhlas bekerja untuk kemajuan institusi dan memiliki pola pikir kreatif. Asahlah pola pikir kita agar memiliki pemikiran yang berpola strategic thinking. Bekerjalah agar membawa manfaat bagi para stakeholder. Jika menjadi mahasiswa, jadilah mahasiswapreneur. Mahasiswa yang aktif dan berusaha menyumbangkan pola piker terbaiknya untuk melakukan riset yang inovatif. Di manapun berada, jadilah entre preneur. Jadilah selalu selangkah lebih maju daripada orang lain. (*)

SINGGALANG . A–9

OPINI

Sabtu, 26 November 2011 (30 Zulhijjah 1432 H)

Nasib Tragis Orangutan WENDI Layaknya manusia yang butuh kelangsungan hidup, maka orangutan juga memerlukan hak yang sama. Namun, nasib tragis mengintai keberadaan orangutan terutama di Kalimantan, pasalnya ribuan orangutan dibunuh demi kepentingan dan egosime manusia semata.

Eksistensi orangutan di penghujung sejarah. Ribuan orangutan dibantai oleh keserakahan manusia atas nama perkebunan kelapa sawit di Kalimantan. Pembantaian demi kepentingan perkebunan dan batubara jelas merupakan tindakan gegabah. Orangutan sebagai salah satu hewan yang dilindungi undang-undang seharusnya memperoleh habitat yang memadai untuk terus hidup dan berkembang. Namun keberadaan orangutan oleh segelintir pengusaha dianggap sebagai hama yang meng ganggu dan perlu dibasmi. Kehadiran orangutan merupakan salah satu bentuk keseimbangan alam, karenanya manusia bertanggungjawab atas keberlangsungan

hidup orangutan. Namun, saat ini orangutan menuju titik kepunahan akibat kebiadan manusia yang tidak bertanggungjawab, terutama atas kepentingan sepihak. Saat ini populasi orangutan terus menyusut, bahkan kalau tidak ada tindakan nyata dari aparat berwenang orangutan betulbetul terancam punah. Studi 18 lembaga swadaya masyarakat yang dikoordinasikan The Nature Conservancy (TNC), menyebutkan pembunuhan orangutan dilatarbelakangi untuk kepentingan komsumsi, selebihnya untuk kepentingan pengobatan tradisional, pemeliharaan anaknya dan untuk kepentingan perdagangan. Temuan tersebut justru bertolak belakang dengan temuan yang didapat pakar orangutan, Raya Rayadin, dari Universitas Mulawarman, yang mensinyalir bahwa pembantaian orang utan justru jamak dilakukan untuk kepentingan lain, berdasarkan bukti tulang belulang orang utan yang banyak ditemukan. Bahkan, kuat dugaan pembantaian orangutan dilakukan atas pesanan pengusaha perkebunan sawit. Bahkan

Pengusaha perkebunan besar dari negara tetangga diduga mengeksploitir karyawan perkebunan untuk membasmi orang utan. Keberadaan orangutan di areal perkebunan dianggap sebagai hama yang mengganggu. Bahkan kepada siapa saja yang berhasil menangkap hidup atau mati orang utah mendapat konpensasi berupa imbalan uang. Bahkan dari pengakuan masyarakat yang yang terlibat dalam pembantaian orangutan didapat media fakta bahwa mereka melakukan pembantaian tersebut karena terdorong oleh imingiming uang. Masyarakat yang konsen dan peduli lingkungan terus menggalang dukungan terutama dari pemerintah untuk mengambil tindakan tegas kepada siapa saja atas perlakuan buruk bagi komunitas orangutan sebagai hewan yang dilindungi. Namun, kegelisahan akan kepunahan orangutan terus menghantui karena didapati bahwa pemerintah masih belum memberikan perhatian memadai bagi penyelamatan orangutan dari kepunahan. Hal ini terbukti dari rendahnya kepedulian yang di-

tunjukkan pemerintah daerah terutama sekitar Kutai Kartanegara bagi penyediaan lahan konservasi atau penanggaran orang utan yang digagas oleh lembaga swadaya masyarakat. Bahkan Centre for Orangutan Protection (COP) mendesak presiden SBY menindak tegas perusahaan yang melakukan kekejaman terhadap orangutan. Dengan memerintahkan BKSDA untuk menyeret pengusaha perkebunan kepenjara dengan menggunakan Undang-undang No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Namun, sampai saat ini penyelidikan lebih lanjut belum dilakukan karena terkendala beberapa hambatan terutama belum ditemukannya bukit-bukti dan pelaku yang bertanggungjawab atas kematian orangutan. Namun pemberitaan media sudah menggiring sedemikian rupa sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak melakukan penindakan secara hukum kepada para pelaku yang nyata-nyata telah melakukan pembantaian besar-besaran terhadap orangutan. Saat ini, pembantaian

Pemerintahan Nagari dan Kearifan Lokal MARJOHAN Pemerhati Sosial-Budaya

Sebelum 1980-an, struktur pemerintahan terendah, di Sumatra Barat terkonsentrasi di nagari. Tapi kemudian, berdalih menjuluk bantuan dari Pemerintah Pusat, diubah menjadi Pemerintahan Desa. Ketika itu, satu nagari ada yang dipilah menjadi sekian buah desa. Pokoknya, semakin banyak jumlah desa, maka kian banyak bantuan yang digelontorkan Pemerintah Pusat. Namun Pemerintahan Desa yang diayunkan sekitar 20 tahun itu, mengakibatkan pupusnya identitas budaya plus politik lokal. Pada awal 2000-an, sistem Pemerintahan Desa yang dulu sangat diagungkan itu, berubah kembali menjadi sistem Pemerintahan Nagari. Semua ini konsekuensi-logis dari lahirnya undang-undang otonomi daerah yang sebelumnya dilatar-belakangi dengan bergulirnya era reformasi dan demokratisasi, pada Mei 1998 lalu. Kembali ke sistem Pemerintahan Nagari kemudian disambut antusias masyarakat Sumatra Barat. Kembali ke nagari berarti

kembali menggeliatkan peran budaya/kearifan lokal dalam sistim pemerintahan. Sebagai unit otonom, setiap nagari adalah lembaga yang melaksanakan kekuasaan pemerintahan melaui kerapatan adat. Keberadaan mereka yang secara musyawarah dan mufakat melaksanakan proses pemilihan walinagari. Melakukan peradilan terhadap anggota dan menetapkan peraturan untuk kepentingan anak nagari. Hebatnya lagi, suasana demokratis dan semangat egaliter mewarnai hubungan lembaga ini dengan masyarakat. Tidak saja yang bersentuhan dengan social control terhadap peyelenggaraan pemerintahan, tapi juga menjamah budaya lokal berupa: urusan hukum adat. Namun sejatinya, kembali ke sistem pemerintah nagari tentu dengan kondisi dan konsep untuk menyongsong masa depan anak nagari yang lebih anggun, damai, cemerlang di bawah tudung ABS-SBK yang kita sepakati sebagai self identity anak Minangkabau. Maksudnya, keadaan yang tak cocok yang menyelinap pada masa lalu, harus dijauhi, dan atau dibuang jauh-

(EPISODE II - 268)

Datuk Sipasan memandang pada si Giring – giring Perak. Anak muda ini dapat memahami apa yang sedang terpikirkan oleh Datuk itu. Sebenar nya dia datang dari kaki Gunung Tandikat, turun

jauh. Segenggam keinginan ini, terasa kian meledak, nyaris menyentak hingga ke ubun-ubun. Soalnya, bukankah sistim pemerintahan di strata bawah tersebut, tak lagi dijuru-mudi seorang kepala desa, melainkan dibiduki oleh seorang walinagari. Namun, masih ada Wali Nagari yang berlagak dan berpenampilan seperti Kepala Desa! Yaitu cenderung menengadahbahasa lain dari menjilat dengan kredo ABS alias asal Bapak Senang dan rada enggan menekur, dan atau melusuhkan diri merajut kemaslahatan plus masa depan anak nagari. Padahal, menyigi konteks sejarahnya, kepemimpinan nagari yang dijabat oleh walinagari, yang sebelum 1980-an, lazimnya diamanahkan kepada pimpinan adat, serta lazim pula disebut penghulu atau ninik mamak. Sementara di sisi lain, penghulu atau ninik mamak juga merupakan pimpinan kelompok kekerabatan yang merupakan gabungan dari keluarga luas yang disebut dengan kaum. Kepemimpinan penghulu dalam kelompok kekerabatan pada waktu itu juga berimplikasi kepada peran mereka dalam nagari. Dan, yang membuat banyak orang

berdecak-kagum, kedua gawe struktural dan kultural, relatif mampu mereka gumuli secara simultan. Sekarang, dengan sistim pemerintahan yang direncanakan, pimpinan dalam setiap nagari, tentu tidak mesti seorang pemuka adat. Sementangpun begitu, menyelinap pula pendapat lain: kepemimpinan walinagari haruslah dengan proses pemilihan terbuka serta tidak harus dibatasi pada kalangan ninik mamak saja. Kenyataan ini juga dituangkan dalam peraturan daerah yang tidak lagi mengacu pada tradisi. Artinya proses pemilihan wali nagari sedapat mungkin mengadopsi model kepemimpinan moderensesuai dengan keadaban anak negeri yang kian merangkak maju, Dalam peraturan daerah diatur tentang kelembagaan nagari. Pemerintahan Nagari dipimpin oleh wali nagari dan dibantu oleh para perangkat, yaitu sebagai badan eksekutif dan dibantu pula oleh badan perwakilan rakyat nagari (BPRN). Sebagai lembaga legislatif. Selain wali nagari dan BPRN ada beberapa badan yang mengurus persolaan agama dan adat. Kemudian, lembaga lembaga nagari ( LAN)

ke sebelah Selatan. Tanpa dia sadari, dia berada di Bukit Tambuntulang yang kesohor itu. Ketika dia tengah menempuh jalan setapak diantara lebatnya rimba, tiba – tiba ada desahan angin yang lembut sekali. Kalau orang yang tidak mempunyai ke pandaian tinggi, pastilah menyangka bahwa embusan angin lemah itu adalah angin biasa. Tapi indera anak muda itu amat tajam. Dia tahu ada bahaya yang mengancam dirinya. Dia segera berbalik kearah angin yang betiup dari arah belakangnya. Tangannya siap untuk memukul serangan yang datang. Namun dengan terkejut dia melihat seperti dahan kayu yang berkilat hitam meluncur padanya dengan bahagian depan yang terbuka lebar dan gerigi yang menyeringai menakutkan. “ Ular Pucuk !” desisnya dengan jijik. Dia menarik tangannya yang akan membalas pukulan itu dengan cepat. Kemudian dengan gerakan yang hampir – hampir terlambat, dia melompat ke samping. Ular pucuk itu meluncur

orangutan menjadi sorotan nasional bahkan bisa jadi menjadi fokus pemerhati binatang di seluruh dunia, betapa abainya pemengku kepenmtingan kita memproteksi keseimbangan alam terutama habitat orangutan. Atas nama ekonomi maraknya pembukaan perkebunan kelapa sawit dan batubara di Kalimantan seharusnya aspek kesimbangan alam tetap menjadi acuan, sehingga tidak justru menimbulkan ancaman bagi kelangsungan hidup satwa. Penegakan hukum terhadap keberadaan orangutan perlu terus disokong sehingga pihak berwajib dapat menyeret pihak-pihak yang telah sembrono melakukan pengrusakan tatasistem dan habitan orangutan. Ekstensifikasi lahan sawit dan batubara jelas makin mengurangi habitat orang utan, menurut perkiraan seekor orangutan memerlukan areal ideal untuk berkembang biak secara baik pada lahan 500 hektare. Namun kondisi ideal itu sudah makin sempit dan akibatnya orangutan makin terdesak dan akibatnya kepunahan orangutan hanya menunggu waktu saja, andai semua pihak tutup mata atas eksistensi orangutan sebagai binatang yang dilindungi.(*)

atau Kerapatan Adat Nagari (KAN), yaitu sebuah badan yang bertugas terkait dengan persoalan adat istiadat serta menyelesaikan sengketa tanah dan adat istiadat. Semua lembaga masyarakat nagari adalah tempat berperannya tokohtokoh di nagari. Sebut saja ulama, cerdik pandai dan ninik mamak. Dalam terminologi Minangkabau, inilah yang disebut tungku tigo sajarangan, dan atau tali tigo sapilin. Tak terkecuali tokoh kaum hawa tentu!. Konsekuensinya, muncullah salah satu kelembagaan di nagari, yaitu kerapatan adat nagari (KAN), yang merupakan tempat berhimpunnya ninik mamak/penghulu. Di dalam peraturan pemerintah kabupaten, KAN berperan antara lain menyelesaikan sangketa harta pusaka menurut adat salingka nagari; mewariskan nilai-nilai adat Minangkabau kepada anak kemenakan serta berperan aktif dalam pembangun nagari, sebagai mitra pemerintahan nagari; mengawasi dan mencegah masuknya nilai-nilai budaya luar yang merusak; bekerjasama dengan alim ulama dan cadiak pandai serta menyelesaikan pelbagai persolan sosial budaya yang muncul di masyarakat. (*)

hanya sejari di samping lehernya. Namun sebahagian dari tubuhnya masih melilit di dahan rendah. Kini kepalanya terangkat menghadap pada si Giring – Giring Perak. Anak muda ini sudah terbiasa dalam perkelahian dan bahaya yang menyeramkan. Namun melihat cara ular itu menghadapinya, bulu tengkuknya bergidik habis – habisan. Ular pucuk itu sebenarnya berwarna hijau dengan sedikit belang merah. Besarnya sebesar betis orang dewasa. Belum pernah dia mendengar ular pucuk sebesar itu. Dapat dibayangkan betapa lamanya ular itu hidup di dunia, dan betapa lengang dan berbahayanya bukit ini. Kepala ular itu terangkat ke arahnya. Taringnya yang dua buah itu menyeringai disertai lendir yang baunya sangat memuakkan. Kepala ular itu bergoyang. Nampaknya jalan setapak yang dia lalui memang tempat yang baik untuk ular tersebut menanti mangsa. Buktinya sekarang,... Bersambung

Pemimpin Umum: H. Basril Djabar Wakil Pemimpin Umum:H.B. Yonda Djabar, H.Darlis Syofyan, H. ME Djabar Pemimpin Redaksi: Khairul Jasmi Pemimpin Perusahaan: Hj. Rilianty Dewan Redaksi: H. B. Yonda Djabar (Ketua), H. Basril Djabar, H. Darlis Syofyan, Khairul Jasmi, Widya Navies, Sawir Pribadi Redaktur Pelaksana: Widya Navies, Sawir Pribadi Asisten Redaktur Pelaksana: Edwardi, Korlip: Gusnaldi Saman, Soesilo Abadi Piliang Koordinator Mingguan: A.R. Rizal Redaktur: Syafrizal, Hartono, Metrizal, Adi Hazwar, Lenggogeni, Eriandi, Effendi Sidang Redaksi: Khairul Jasmi, Widya Navies, Sawir Pribadi, Soesilo Abadi Piliang, Hartono, Syafrizal, Metrizal, A.R. Rizal, Lenggogeni, Eriandi, Edwardi, Gusnaldi Saman, Adi Hazwar Reporter Padang: Syawaldi, Yuniar, Guspayendri, Dede Amri, Hendri Nova, Yunisma, Bambang Sulistio, Reporter Jakarta: Eri Satria Dharma, Yusman Mahyuddin Fotografer: Muhammad Fitrah, Ilustrator: Fefri Rusji Koordinator Daerah Pasaman: Ibnu Hayat, Pasaman Barat: Yulisman (Korda) Tanah Datar: Musriadi Musanif (Korda), Bakhtiar Danau Bukittinggi: H. Chun Masido (Korda) Padang Panjang: Jasriman (Korda), Ananda Utama Pesisir Selatan: Marlison (Korda) Sijunjung: Nasrul Rasyad (Korda) Kota Solok: Wannedi Saman (Korda) Kabupaten Solok: Yasrizal (Korda), Syofyan Kudan Sawahlunto: Armadison (Korda), Subandi Pariaman: Darmansyah (Korda), Indra Sakti, Agam: Mursyidi (Korda), Ahmad Sumardi Payakumbuh: Edward D.F (Korda), Limapuluh Kota: Syukri Nur (Korda) Solok Selatan: Hendrivon (Korda) Dharmasraya: Asrial Gindo (Korda) Sekretaris Redaksi: Putri Juita Pracetak: Atria Effendi Kabag Percetakan: Dasril. M Kabag Iklan: Iva Tureyza Idroes Kabag Personalia: Lin Iriani Kabag Pemasaran : Rika Yosmeri (Daerah), Osmarwan (Padang) Kabag Keuangan, Akutansi dan Pajak: Dessi Yanti Kabag Umum: Jurnal Sekretaris Pemimpin Umum: Rosnelly Kepala Perwakilan Usaha Jakarta: Soeparto Har. Alamat Redaksi/Perusahaan: Jl.Veteran No.17, Padang, 25116 Telepon: (0751) 25001, 36923, 38338, 37306 Faxs: (0751) 33572 e-mail: hariansinggalang @Yahoo.co.id Website: www. hariansinggalang.co.id Alamat Perwakilan Jakarta: Maya Indah Building, Jalan Kramat Raya No. 3-G, Senen, Jakarta, 10450 Telepon Iklan dan Sirkulasi: (021) 3904751, 3904752, 3903112, 3929631 Facs: (021) 3929630 Harga langganan: (termasuk Edisi Minggu): Rp69.000 Luar Kota Padang / Luar Provinsi Sumatra Barat: tambah ongkos kirim Harga eceran: Rp.3000/eksemplar Tarif Iklan: Halaman satu Black and white @ Rp32.000/mmk Spot colour @ Rp60.000/mmk Full colour @ Rp72.000/mmk Halaman 2 s/d Halaman 28 black and white @ Rp16.000/mmk Spot colour @ Rp30.000/mmk Full colour @ Rp36.000/mmk Iklan keluarga @ Rp15.000/mmk Iklan mini: Tinggi maksimal 50 mm) @ Rp250.000/muat Iklan duka cita: Rp12.500/mmk Iklan Baris (Min. 3 baris Maks 5 baris) @ Rp 15.000/baris Dewan Perusahaan: H. Me Djabar (Ketua), H. B. Yonda Djabar, Hj. Rosdiaty, H. Darlis Syofyan, H. Amiruddin, SH Penasehat Hukum: H. Amiruddin, SH Supervisi Personalia: H. Amiruddin, SH.

SINGGALANG

Pencetak: Unit Percetakan PT. Genta Singgalang Press (Padang) (Isi di luar tanggung jawab percetakan). Penerbit: PT Genta Singgalang Press (Anggota SPS) Izin: SK Menpen RI No.007/SK/MENPEN/SIUPP/A/1985, Tanggal 24 Oktober 1985.


CMYK

SINGGALANG .A-10

SEMARAK MTQ KE 34 DI DHARMASRAYA

Sabtu, 26 November 2011 (30 Zulhijah 1432 H)

Dua Grup Kesenian Semarakkan Arena MTQ DHARMASRA YA - Menjelang dilanjutkannya perlombaan DHARMASRAY Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-34 tingkat Sumbar cabang tilawah dewasa di arena utama MTQ di Koto Padang, Kamis (24/11) malam, pengunjung dihibur dengan penampilan tim kesenian Rumah Gadang dari kecamatan Padang Laweh dan tim kesenian Majelis Taklim Kecamatan Sitiung. Kesenian yang ditampilkan oleh Rumah Gadang Padang Laweh itu antara lain, kasidah rebana, basanji dan puisi. Sedangkan tim kesenian dari Majelis Taklim Sitiung menampilkan kasidah rebana yang dimainkan secara grup dan perorangan. Kepala Bidang Pariwisata Dinas Perhubungan yang juga panitia seksi kesenian, Akhrial yang ditemui Singgalang mengatakan, pergelaran tim kesenian itu akan dilaksanakan setiap malam setelah lomba MTQ usai. Tujuan kegiatan itu agar masyarakat yang datang ke arena, selain menyaksikan kegiatan lomba MTQ, juga dapat menikmati berbagai hiburan termasuk pergelaran kesenian itu. “Kita berharap, dengan adanya kegiatan tersebut dapat menambah semarak arena MTQ sekaligus menghibur pengunjung,’’ ujar Akhrial. (203)

MEMANFAATKAN WAKTU JEDAH MTQ

Dinas Pendidikan dan MKKS Menggelar Berbagai Lomba

LOMBA

Suasana lomba di dalam masjid Ikhlas Simpang Tiga Koto Baru tempat berlangsungnya lomba MTQ cabang Tahfiz Quran, Kamis (24/11) malam. Terlihat salah seorang qoriah tengah melantunkan ayat suci, disaksikan para dewan juri. (asrial gindo)

Grup Debu Tampil Memukau DHARMASRAYA

Grup musik religi Debu tampil memukau di hadapan pengunjung MTQ ke-34 tingkat Sumbar di arena utama Koto Padang, Dharmasraya, Jumat (25/11) kemarin. Grup musik yang dilakoni oleh anak muda muslim asal Amerika itu tampil menghibur pengunjung MTQ sekitar pukul 15.30 Wib. Pengunjung dan penggemar musik Islami yang sebelumnya sudah me-

ngetahui jadwal tampil grup Debu, berdatangan ke arena utama sebelum acara dimulai. Warga terlihat sangat antusias. Bahkan, mereka banyak yang tidak sabar menunggu kedatangan personil Debu tersebut. Saat personil Debu memasuki arena, mereka langsung dikerumuni oleh penggemarnya yang sebagian besar dari kalangan kaum hawa. Tepat pukul 15.30 Wib, barulah mereka mulai melantunkan syair- syair lagu yang diiringi dengan alat musik gambus, seruling dan bebe-

rapa alat musik lainnya. Para penggemar Debu itu tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk mengabadikan dirinya melalui kamera HP ataupun kamera digital. Selain itu, banyak juga yang ikut larut dengan syair-syair yang dilantunkan oleh group Debu terutama ketika melantunkan syair berjudul “Malam Ini”, “Ucapkanlah Bersama” serta “Hentakkanlah”. Syair-syair tersebut sebagian besar nampaknya sudah dikuasai liriknya oleh para pengunjung sehingga mereka juga ikut mendendangkan

syair-syair tersebut. Saat grup Debu tampil, terlihat sejumlah pejabat dan petinggi di Dharmasraya hadir, seperti bupati, wakil bupati bersama jajaranya serta sejumlah pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Dharmasraya. Maneger Grup Debu, Ibrahim yang ditanya Singgalang mengatakan, seluruh personil Debu sangat senang dapat tampil dan menghibur masyarakat Dharmasraya. Apalagi momentumnya bertepatan dengan pelaksanaan MTQ tingkat Sumbar.

Grup Debu yang kemarin itu tampil maksimal, menurunkan sekitar 7 personilnya. Mereka; Mustafa, memainkan gambus dan Saz, Salim memainkan seruling, Dimas (gitaris), Mujahid (bas), Lutfi (perkusi), Abdullah (biola) dan Daud memainkan drum. Kehadiran grup musik Debu tersebut benar-benar mengobati kerinduan penggemarnya di Dharmasraya dan ikut menyemarakkan pelaksanaan MTQ ke-34 tingkat Sumbar yang dipusatkan di Kabupaten Dharmasraya tersebut. (203)

DHARMASRA YA - Untuk mengisi kekosongan waktu jedah DHARMASRAY pelaksanaan MTQ ke-34 tingkat Sumbar di arena utama Koto Padang, Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya bekerjasama dengan Musyawarah Kepala Kepala Sekolah (MKKS) SLTP dan SLTA menggelar berbagai kegiatan lomba. Lomba yang dilaksanakan itu antara lain lomba Asmaul Husna antar SLTP dan SLTA se-Kabupaten Dharmasraya, lomba puisi religi, kontes busana muslim dan lomba karikatur MTQ antar SLTP dan SLTA se-Kabupaten Dharmasraya. Sedangkan untuk tingkat TK dan PAUD digelar lomba mewarnai dan lomba pembacaan Asmaul Husna. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan yang diwakili oleh Kabid Pemuda dan Olahraga, Andiko Jumarel, Kamis (24/11). Lokasinya persis berada di sisi kanan mimbar utama MTQ. Andiko Jumarel kepada Singgalang mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan tersebut merupakan acara tambahan dalam MTQ. Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Dinas Pendidikan bekerjasama dengan MKKS, untuk mengisi kekosongan acara pada waktu jedah atau istirahat perlombaan MTQ, Hal itu sekaligus menindaklanjuti arahan Bupati Dharmasraya, H. Adi Gunawan untuk menghidupkan suasana di arena MTQ itu dengan berbagai acara sehingga masyarakat ramai mengunjungi lokasi tersebut. Sementara Ketua Pelaksana, Andrian Toni, Mpd yang ditemui saat berlangsungnya lomba Asmaul Husna tingkat SLTP dan SLTA di arena utama MTQ itu menjelaskan, pelaksanaan masing-masing lomba tersebut telah ditetapkan diantaranya untuk lomba Asmaul Husna, Kamis (24/11), puisi religi, Sabtu (26/11), kontes busana muslim, Minggu (27/11), lomba karikatur MTQ, Senin (28/11) dan lomba mewarnai serta Asmaul Husna untuk PAUD dan TK, Selasa (29/11). Pantauan Singgalang, berbagai lomba yang digelar itu telah menambah gairah dan semaraknya MTQ, karena para pengunjung setelah menyaksikan perlombaan juga dapat menyaksikan dan menikmati lagu lagu Asmaul Husna yang diperlombakan di arena MTQ tersebut. (203)

SERBANEKA BAYI DARI PAYAKUMBUH

Menko Kesra Serahkan Sertifikat Bayi 7 Miliar PADANG Saptarina Heriaty Andipertiwi begitu nama yang diberikan Presiden Bambang Yudhoyono kepada bayi perempuan tujuh miliar asal Payakumbuh.

CMYK

“Rina panggilan kesayangan SBY kepada sosok bayi yang lahir 31 Oktober lalu,” ungkap Menko Kesra, Agung Laksono melihat wajahnya mungil bayi yang tetap tenang dalam pangkuan sang bunda, Yona Sasra Yeni didampingi ayahanda Herri Wiranto K, di Hotel Pangeran Beach, Padang,Jumat (25/11). Agung datang memberikan sertifikat kepada orangtua si bayi. Di sertifikat itu tertulis nama “Saptarina Heriaty Andipertiwi Bayi Tujuh Miliar.” Sertifikat tersebut ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Yona merupakan ibu rumahtangga dan ayahnya berwiraswasta. Keluarga kecil ini tinggal di Payakumbuh. Rina, merupakan anak pertama mereka. Tak satupun dari pasangan suami istri ini yang menyangka kalau anaknya diberi nama oleh presiden. Perhatian para undangan tertuju para Rina. Ucapan selamat dan doa diaturkan untuk bayi perempuan itu. “Pemberian nama tersebut kata SBY berasal dari kata Sapta, berarti tujuh,” ungkap Agung Laksono. Sebelumnya, Presiden memberikan sertifikat nama kepada bayi berjenis kelamin laki-laki yang lahir di Situbondo bernama Ahmad Saptaji Adibuwono. Pada tanggal kelahiran kedua bayi lahir tersebut

TUJUH MILIAR Menko Kesra Agung Laksono didampingi Wagub Muslim Kasim menyerahkan sertifikat bayi tujuh miliar kepada pasangan usia muda asal Payakumbuh, di Hotel Pangeran Beach, Padang, Jumat (25/11). (humas)

yaitu 31 Oktober 2011 (31/ 10/2011), dunia mencatat jika jumlah penduduk telah mencapai tujuh miliar. Terlalu padat mungkin. Saat ini, Indonesia menduduki peringkat keempat setelah Cina dan India. Jika tidak ditanggulangi secara cepat jumlah terse but bakal meningkat terus. “Pemberian nama kepada dua bayi itu sebagai teguran kita, jika penduduk dunia telah berjumlah 7 miliar. Jika tidak ditanggulangi dengan program KB, maka tiap hari akan ada 10 ribu bayi di Indonesia,” kata Agung. Sementara itu, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Sugiri Syarief mengatakan, bayi yang lahir pada 31 Oktober tersebut ada 10 ribu. “Jadi ini merupakan teguran bagi kita semua,” kata Sugiri kepada wartawan. “Itu artinya penduduk dunia telah semakin padat. Karena itu tingkatkan kewaspadaan kita. Jika jumlah penduduk sudah 7 miliar. Untuk itu perlu diwaspadai dengan

langkah-langkah untuk mengendalikan pertumbuhan dengan baik. Jika tidak terlaksana dengan baik. Maka itu merupakan ancaman. Artinya setiap 12 tahun sekali lahir satu miliar bayi,” ucapnya. Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)

Sugiri Syarif, Wakil Gubernur Sumatera Barat Muslim Kasim, dan Wali Kota Payakumbuh Yusrizal. Sebelum pemberian nama tersebu, Kepala BKKBN Pusat juga memberikan kuliah umum kepada mahasiswa, tentang generasi berencana (genre), di Universitas Negeri Padang (UNP). (016)

Dompet Dhuafa Latih 300 Guru SD Padang, Singgalang Pendamping Sekolah Unggul Dompet Dhuafa se-Sumbar mengadakan pelatihan pembelajaran tematik untuk 300 guru sekolah dasar. Pelatihan ini digelar serentak di tiga SD di Kecamatan Nanggalo, Sabtu 26/11). Ratusan guru itu akan dibagi ke dalam 3 gugus, Gugus 1 di SDN 06 Lapai, Gugus 2 di SDN 09 Surau Gadang dan Gugus 3 di SDN 16 Surau Gadang. Dikatakan Koordinator Lapangan Acara, Mila Silsia, pelatihan ini dihadiri oleh guru dari 25 SD Negeri ataupun swasta se-Kecamatan Nanggalo. “Berdasarkan asessment tim pendamping sekolah Dompet Dhuafa di Kota Padang, masih banyak sekolah yang membutuhkan pelatihan tematik ini mengingat tidak semua guru pernah mengikutinya. Padahal pembelajaran tematik sangatlah penting dikuasai guru untuk mencapai kesuksesan dalam proses belajar mengajar,” kata Mila yang juga merupakan Pendamping SDN 20 Kurao Pagang, Jumat (25/11). Dikatakannya, pembelajaran tematik merupakan pembelajaran

bermakna bagi siswa, pembelajaran yang lebih menekankan penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu. Untuk itu, guru harus merancang pengalaman belajar yang akan mempengaruhi kebermaknaan belajar siswa. Pengalaman belajar inilah yang nantinya akan menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual yang menjadikan proses pembelajaran lebih efektif. Pelatihan ini merupakan imbas dari program pendampingan sekolah terhadap sekolah di sekitar SD pendampingan. Selain itu, lanjut Mila, Pendampingan Sekolah dari Dompet Dhuafa juga memberdayakan guru-guru yang lulus dalam program Training for Trainer (TFT) Dompet Dhuafa Oktober lalu. Guru-guru berprestasi tersebut terus diberdayakan untuk melatih guru-guru lainnya. Hasil dari pelatihan ini, diharapkan para guru dapat terampil membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tematik dengan lebih baik, juga sukses dalam mengajarkannya pada siswa. Sesuai dengan tema pelatihan yakni ‘Pembelajaran tematik ting-

katkan kreatifitas lejitkan prestasi’. “Dengan keterampilan itu, guru mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa dan tujuan pembelajaran pun akan tercapai,” jelas Mila. Menanggapi agenda ini, Kabid TK SD Kota Padang, Musdek, memberikan apresiasi dan dukungan penuh. “Dompet Dhuafa sudah sangat membantu kerja pemerintah dalam memberikan pelatihan ini, paradigma strategi pembelajaran memang sudah banyak kreatif dan terkadang itu belum merata tersosialisasikan dan dikuasai oleh seluruh guru,” ujar Musdek. Head of Program Dompet Dhuafa Singgalang, Karsini, mengatakan bahwa pelatihan ini juga menjadi salah satu bakti Dompet Dhuafa terhadap dunia pendidikan. “Dengan diangkatnya pelatihan ini, Dompet Dhuafa berusaha menyebarluaskan manfaat bagi sekolah-sekolah lain yang tidak mendapatkan dampingan langsung dari program pendamping sekolah Dompet Dhuafa,” tukas Karsini. (winda)

HARIAN SINGGALANG 26 NOV 2011  

Harian Umum Singgalang Padang