Page 1

www.sinarharapan.net

Edisi: 11 -17 Februari 2019

Wisata Gorontalo foto: istimewa

Wisata Desa Bongo di Gorontalo. Sumber daya alam

yang terbatas, menyebabkan warga desa berusaha menjadikan pariwisata sebagai salah satu andalan pendapatan mereka.

Kawasan Jakabaring Menjadi Destinasi Wisata Olahraga Unggulan. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya ingin menjadikan kawasan Jakabaring Palembang sebagai destinasi wisata olahraga unggulan.

Perhutanan Sosial Tembus 2,5 Juta Hektare.Selama dua tahun terakhir, pemerintah telah memberikan SK Pengelolaan Perhutanan Sosial seluas 2,5 juta hektare.

P

otensi pariwisata Indonesia seolah tiada habisnya. Kalau menyusuri dari ujung Aceh sampai Papua dan dari Sulawesi Utara ke NTT, maka praktis kita akan menyaksikan aneka panorama alam yang sangat beragam. Begitu juga Provinsi Goirontalo tidak mau ketinggalan untuk mengelola bidang pariwisata, karena menyadari potensi wisata yang sangat menjanjikan. Gorontalo memiliki potensi pariwisata berupa daya tarik budaya (culture), alam (nature), dan buatan (manmade). Semua itu membutuhkan keseriusan dalam pemasaran dan promosi, sehingga mampu menarik minat wisatawan bukan saja dari dalam negeri, tetapi juga wisatawan dari mancanegara. Gorontalo memiliki potensi alam seperti Taman Laut Olele, Pulau Saronde, Pantai Botutonuo, Pentadio Resort, Pantai Minanga, Pantai Monano, Taman Nasional Hutan Nantu, Pantai Bolihutuo, Desa Wisata Torosiaje, Air Terjun Lombongo, Benteng Otanaha, Danau Limboto dan potensi manmade seperti Museum Pendaratan Soekarno. Ini semua membutuhkan kerja keras dalam marketing dan promosi.(*)


2 Edisi : 11 - 17 Februari 2019

LAPORAN UTAMA www.sinarharapan.net

Wisata Desa Bongo di Gorontalo

Salah satu sudut Desa Bongo yang instagramable. (foto: Genpi.co)

B

elasan tahun yang lalu Desa Bongo, di Kabupaten Gorontalo merupakan daerah yang gersang. Warganya pun sulit memperoleh air bersih. Desa yang terletak di tepi pantai ini merupakan wilayah perbukitan kapur yang tandus. Hanya semak dan perdu yang bisa tumbuh dan hidup di sana. Tak jarang, warga desa berupaya menampung air hujan di gunung. “Bongo adalah desa tandus di pinggir pantai karena daratannya berupa bukit kapur yang gersang. Kami sering kekurangan air. Kami belajar mengelola air dengan menampung air hujan di gunung. Perlahan kami manfaatkan hingga tidak lagi ada kekeringan,”ujar salah seorang warga Desa Bongo, Hasan Rahim, Minggu (10/2). Sumber daya alam yang terbatas ini juga membuat warganya memilih pariwisata sebagai salah satu andalan pendapatan mereka. Warga desa tersebut gotong royong menyulap setiap sudut desa menjadi spot wisata yang instagramable, menyajikan kuliner dan juga membuat produk kue kolombengi sebagai oleholeh. Bahkan kue kolombengi ini sering meriahkan acara Walima yang diperingati pada Maulid Nabi Muham-

mad. “Kami bangun sendiri desa gersang ini, tantangannya berat tapi bisa kami atasi,” kata Yosep Tahir Maruf, tokoh masyarakat Desa Bongo. Yang pertama dilakukan warga adalah menguatkan walima, perayaan Maulid Nabi Muhammad sebagai atraksi yang paling menarik di Gorontalo. Mereka membuat usungan kue kolombengi yang unik, dan mengaraknya ke masjid. Acara Tahunan Dari acara tahunan ini ribuan wisatawan datang berkunjung, memborong oleh-oleh dan memuaskan perburuan kuliner khas desa ini. Saat ini desa gersang ini makin elok, makin genit dengan ide-ide dan konsep wisata yang instagtamable. Jadilah Bongo yang indah, menawan dan selalu ramai dengan wisatawan. “Dulu mana ada orang datang ke sini, tidak ada jalan darat, hatus naik perahu dulu, pasarnya saja masih pakai sistem barter,” ujar Yosep Tahir Maruf terkekeh. Bila mengelana-wisata ke Gorontalo, jangan lupa singgah ke Desa Bongo. Inilah pesan bijak para pengelola ekowisata di Desa Wisata Relijius Bubohu Bongo, Kabupaten Gorontalo. (Stevani Elisabeth)

Desa Wisata Bongo. (foto: kemendikbus)

Panorama Pantai. (foto:ist)

SHNET


SHNET Edisi : 11 - 17 Februari 2019

LAPORAN UTAMA www.sinarharapan.net

3

Nongsa Regatta Eksplor Wisata Kepri

Wisata Bahari di Nongsa Point Marina, Batam, Kepulauan Riau. (foto: kemenpar)

K

esiapan infrastruktur dan kondisi alam di Batam, jadi salah satu faktor kesuksesan pelaksa­ naan Nongsa Regatta 2019. Event yang diselenggarakan di kawasan Nongsa Point Marina, Batam, Kepulauan Riau pada 25-27 Januari 2019 ini diikuti oleh 200 peserta yang tergabung dalam 15 yacht, 20 optimist dan laser, juga 10 radio control yang berasal dari dalam ne­ g eri dan juga beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Hong Kong, Australia dan Belanda. Nongsang Point Marinia merupakan marina pertama di Indonesia yang mencapai akreditasi Global Gold Anchor. Dengan peringkat 5 Jangkar Emas, predikat tersebut diberikan oleh Aso-

siasi Industri Marina yang mengelola skema akreditasi di wilayah Asia Pasifik. Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Bahari Kementerian Pariwisata Indroyono Soesilo menyambut gembira hadirnya peserta lokal. Dia mengatakan, potensi Nongsa Regatta harus dioptimalkan dari tahun ke tahun. “Kami menyambut gembira kehadiran peserta lokal. Meski jumlahnya baru 2 tim, tapi ini sangat bagus sebagai awalan. Kedepannya harus ada atlet SEA Games dan Asian Games ikut bergabung. Kami akan upayakan di tahun depan,” ungkap Indroyono, di Jakarta, Senin (28/1). Asdep Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar, Dessy Ruhati mengatakan,

keuntungan jangka panjang akan dinikmati oleh venue penyelenggara event. Dengan naiknya branding akan menambah besar potensi kunjungan wisatawan. “Respon positif akan diberikan oleh peserta karena event ini dikemas luar biasa. Para peserta benar-benar menyalurkan semua adrenalinnya,” kata Dessy. Panorama Laut Nongsa Regatta 2019 memberikan ruang lebar bagi peserta untuk mengeksplorasi keindahan laut Batam dan Kepulauan Riau. Selain berlayar menuju pulau terdekat Batam, wisatawan bisa melakukan beragam aktivitas. Ada memancing, menyelam, atau snorkling. “Melalui Nongsa Regatta 2019, branding pariwisa-

ta di Batam dan Kepulauan Riau tentu sangat terbantu. Peserta ini sangat efektif untuk menaikan promosi pariwisata. Dengan dilakukan masif, efektivitas dari gemanya pasti lebih tepat sasaran. Artinya arus kunjungan wisman akan positif,” ujar Dessy. Kota Batam memang menjadi gerbang besar wisman menuju Kepulauan Riau. Batam jadi penyuplai 1,65 Juta wisman direntang Januari-November 2018. Atau menyumbang 71,42% dari total 2,3 Juta arus kunjungan wisman di Kepri. Dari jumlah itu, wisatawan asal Singapura mendominasi dengan 1,12 Juta wisatawan. Malaysia ada di grid ke-2 dengan 273,37 Ribu orang. (Stevani Elisabeth)

“Melalui Nongsa Regatta 2019, branding pariwisata di Batam dan Kepulauan Riau tentu sangat terbantu. Peserta ini sangat efektif untuk menaikan promosi pariwisata”


4 Edisi : 11 - 17 Februari 2019 SinarHarapanNet adalah sebuah wadah jejaring informasi yang dimotori para jurnalis Sinar Harapan yang bernaung di bawah Perkumpulan Sinar Harapan. Wadah ini lahir dari niat dan keinginan untuk meneruskan visi, nilai, dan semangat untuk terus mencari, menemukan, menebar, menumbuhkan, memupuk dan mengembangkan harapan secara terusmenerus. Perkumpulan ini bukan saja sebagai wadah bagi yang pernah bekerja di Sinar Harapan, tetapi juga merupakan tempat berkumpulnya jaringan Sinar Harapan dari berbagai latar belakang profesi dan aktivitas. Wadah ini juga terbuka untuk siapapun yang memiliki semangat dan merindukan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Perkumpulan ini memilih media publikasi sebagai wadah untuk menyebarkan dan memelihara harapan akan masa depan. Seperti hukum kekekalan energi, energi tidak bisa dihilangkan, tapi hanya berubah wujud. Ini adalah tempat untuk orang-orang dapat berbagi informasi yang menginspirasi, memberikan harapan, dan berbagi pengalaman. Memelihara harapan berarti menjauh dari rasa putus asa, frustrasi dan pesimisme. Sebab, esok selalu ada harapan yang lebih baik. Niat baik harus dilakukan dengan cara yang baik. Jadi, SinarHarapanNet senantiasa memperjuangkan kebenaran dan keadilan, kebebasan dan perdamaian berdasarkan kasih. SinarHarapanNet dikelola anak-anak muda yang mengedepankan idealisme, kompetensi, kredibilitas, integritas dan independensi.

www.sinarharapan.net

Wisata Gorontalo

S

eperti provinsi lain di Indonesia, Provinsi Gorontalo di Pulau Sulawesi juga menyimpan potensi yang sangat beragam, semisal daya tarik budaya (culture), alam (nature), dan buatan (manmade). Namun, bukan rahasia lagi, semua potensi wisata itu hanya mampu mendatangkan wisatawan jika disertai dengan upaya yang terus menerus untuk melakukan kegiatan pemasaran dan promosi. Terutama promosi. Sebab, popularitas wisata di Gorontalo merupakan langkah awal yang diperlukan, sebelum wisatawan dapat berkunjung ke Gorontalo. Gorontalo mempunyai obyek wisata dengan berbagai karakter, seperti keindahan alam, keanekaragaman adat dan budaya. Selain itu, juga ada destinasi wisata seperti Benteng Otanaha, Kolam renang Potanga dan Lahilote, Pantai Pohe di Kota Gorontalo. Pentadio Resort, Pendaratan Soekarno lluta,Danau Limboto, Rumah Adat Batanyo Poboide, Kerajinan Kerawang dan Benteng Oranye di Kabupaten Gorontalo. Air Terjun Ayuhulalo, Pantai Boalemo Indah dan Pulau Bitila di Kabupaten Boalemo, kemudian, Pantai Bumbulan Indah, Cagar Alam Panoa, Perkampungan Suku Bajo di Kabupaten Pohuwato serta Pemandian Air Panas Lombongo, Taman Nasional Bogani Nani Wartabone dan Taman Laut Olele di kabupaten Bone Bolango. Untuk tahun 2019 ini, setidaknya wisatan perlu sedari dini mempersiapkan diri untuk menyaksikan pesona Danau Limboto pada September 2019. Selain itu, juga ada Festival Karnaval Karawo, Gorontalo. Ke depan kita berharap, pariwisata di berbagai daerah dapat dikelola dan dikemas sedemikian rupa, sehingga keinginan untuk emnjadikan Indonesia sebagai tujuan wisata dunia, benar-benar menjadi suatu yang nyata. Semoga.

Salam Redaksi

Pengelola Awak Redaksi : Tutut Herlina (Pemimpin), Ario Widiyanto, Andreas Piatu, Aju, Meiliana, Dis Amalo, Eddy Lahengko, Eka Susanti, Fransisca Ria Susanti, Gerald Pelapelapon, Ida Rosdalina, Inno Jemabut, Junaidi Hanafiah, Kristin Samah, Maya Handini, Muhammad Nasir, Muniroh, Nonnie Rering, Stevani Elizabeth, Wheny Hari Muljati, Marcelinno Pratama.

SHNET

Foto Fokus

Kontak: 0813-17775994 Alamat : Menara Kuningan, Level 30 Unit B-C Jalan H.R. Rasuna Said Kav. 5 Blok X-7 Jakarta Selatan - 12940 Email: redaksi@sinarharapan.net

Iklan Kalau Anda memiliki usaha atau jasa dan ingin mengembangkan lebih baik, maka hampir pasti promosi lewat iklan adalah cara kunci untuk memberi tahu calon pelanggan tentang apa yang ditawarkan usaha atau jasa bisnis. Sampaikan mengapa pelanggan perlu menggunakan usaha, produk atau jasa Anda. Sinarharapan.net menawarkan jangkauan yang sangat baik untuk menjangkau calon pelanggan potensial Anda. Iklankan usaha dan jasa Anda, dan pastikan akan menjangkau calon pelanggan dengan harga terjangkau. Iklan melalui Sinarharapan.net, kami pastikan jauh lebih murah dibandingkan dengan membuat pamflet, baliho atau spanduk.

Kontak Iklan: 0813-17775994

Foto: kemenpar

BARONGSAI- Festival Cap Go Meh di Singkawang telah masuk dalam 100 Calender of Event (CoE) Kementerian Pariwisata.


SHNET Edisi : 11 - 17 Februari 2019

www.sinarharapan.net

5

Mengapa Nyamuk Lebih Suka Gigit Orang Tertentu Dibanding Yang Lain Oleh : Richard Halfpenny

A

da lebih dari 3.000 spesies nyamuk di dunia. Namun, hanya sedikit yang menggigit manusia. Kebanyakan nyamuk memiliki sifat oportunis dalam perilaku makannya. Maksudnya, mereka makan ketika keadaannya memungkinkan bagi mereka dan sumbernya bisa berbagai macam. Namun, dua spesies nyamuk–Aedes aegypti dan Anopheles gambiae–bergantung pada darah manusia dan terkenal sebagai nyamuk yang menularkan penyakit kepada manusia. Ae. aegypti telah bertanggungjawab atas penularan penyakit zika dan demam berdarah, sedangkan An. gambiae membawa parasit yang menyebabkan malaria. Beberapa spesies nyamuk tertentu tidak hanya menunjukkan ketergantungan yang sangat kuat untuk menghisap darah manusia, mereka juga tampaknya memilah jenisjenis orang mereka jadikan sasaran. Secara pribadi, saya beruntung–saya cenderung jarang digigit. Saya pernah berada di suatu ruangan di mana orang-orang lain digigit nyamuk terus menerus, sedangkan saya hanya digigit sekali dua kali saja. Saya yakin Anda pernah mengalami hal serupa, tak peduli Anda di pihak yang sering atau jarang digigit. Meskipun ini hanya anekdot, penelitian mendukung cerita saya. Jadi, mengapa ini terjadi? Faktor apa yang mungkin mempengaruhi pilihan nyamuk? Ada banyak mitos mengenai hal ini. Beberapa lebih masuk akal dibanding yang lain. Ada yang berpikir tingkat keseringan digigit nyamuk terkait dengan golongan darah, kulit yang putih atau berkeringat, bahkan asupan makanan dengan bawang putih atau cuka apel. Sebagian besar dari penjelasan-penjelasan ini tidak banyak terbukti secara ilmiah. Namun, banyak riset yang berupaya memahami pilihan nyamuk, terutama dengan harapan memanipulasi perilaku mereka untuk dapat

Perlu diingat bahwa, keringat murni tidak memiliki bau. Berkeringat itu sendiri mungkin tidak bertanggung jawab untuk memikat nyamuk. Namun, variasi dalam komposisi kimia keringat, dan laju produksi keringat di antara manusia, mungkin menghasilkan kondisi yang menciptakan beberapa mikroba yang dapat menarik nyamuk.

mengendalikan penyebaran penyakit pada manusia. Semua spesies nyamuk menggunakan karbon dioksida sebagai indikator jarak jauh bahwa di dekat mereka ada manusia yang bisa mereka gigit. Namun, COâ‚‚ ada di mana-mana dan tidak memberi banyak informasi yang bisa membantu nyamuk mengidentifikasi target yang mereka inginkan. Asam laktat telah terbukti sebagai faktor penarik yang signifikan bersama COâ‚‚ dan jauh lebih banyak ditemukan pada manusia daripada pada hewan lain. Senyawa lain seperti amonia, beberapa asam karboksilat, aseton, dan sulfat juga berpengaruh terhadap rentan tidaknya seseorang terhadap gigitan nyamuk. Tentu saja, ini tidak menjelaskan mengapa teman saya umumnya digigit lebih banyak dari saya. Ini hanya menjelaskan mengapa manusia menjadi makanan nyamuk dan bukan burung, sapi atau kadal. Bukti terbaik yang mendukung soal pilihan nyamuk untuk menggigit seseorang adalah variasi dalam mikrobiota kulit kita.

Mikrobiota kulit manusia Sebagian besar mikrobiota yang hidup di kulit, pori-pori dan folikel rambut kita adalah bakteri dan jamur yang tidak berbahaya. Kombinasi bau yang mereka keluarkan dalam bentuk senyawa organik yang mudah menguap adalah faktor penting yang memberi tahu nyamuk seberapa nikmatnya kita. Mikrobiota pada kulit kita tidak mudah berpindah kepada orang lain melalui sentuhan. Kita memiliki sekitar 1 juta bakteri per cm persegi di kulit. Mereka terdiri dari ratusan spesies. Ini berarti bahwa nyamuk mungkin tidak memilih berdasarkan “kita�-nya melainkan komposisi mikroorganisme yang hidup di kulit kita. Mengingat variasi dan banyaknya bakteri dalam mikrobiota pada kulit kita, mungkin tidak mengejutkan bahwa alat penciuman dan perasa yang sangat peka dari nyamuk betina yang sedang mencari inang untuk menyimpan telur-telur mereka dapat mendeteksi perbedaan ini. Kita hanya perlu mempertimbangkan perila-

ku sang betina karena hanya merekalah yang mengigit manusia. Dan mereka menggigit hanya ketika mereka sedang menghasilkan telur. Komposisi mikrobiota kulit kita sebagian besar tergantung pada lingkungan kita–apa yang kita makan dan tempat tinggal kita. Segala sesuatu yang kita sentuh, makan, minum dan cuci memiliki potensi untuk menghadirkan mikroba baru, tetapi ada bukti bahwa genetika seseorang juga dapat mempengaruhi setidaknya dalam jumlah yang lebih sedikit komposisi mikrobiota kulit kita. Variasi genetik diperkirakan mempengaruhi seberapa ramah kulit Anda terhadap berbagai spesies mikroba yang hidup di dalamnya. Ini mungkin dikarenakan produksi protein yang dikontrol secara genetik di kulit yang bertindak sebagai penghalang dan mencegah mikroba untuk berkembang dan tumbuh kulit, atau melalui faktor lain yang lebih sederhana seperti kecenderungan seseorang untuk berkeringat atau seberapa berminyak kulit mereka.

Sementara kami cukup yakin bahwa nyamuk memilih inang manusia mereka tergantung kepada bakteri yang hidup di kulit kita, masih kurang jelas mengapa mereka lebih suka bau dari mikroba di kulit tertentu dibanding yang lain. Jika kita dapat mengungkap rahasia ini, mungkin kita bisa mengubah komposisi bakteri kulit kita untuk menjadikannya target yang kurang menggugah selera nyamuk.

Penulis, Richard Halfpenny adalah Lecturer in Biological Sciences, Staffordshire University. Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris oleh Muhammad Gaffar

Artikel ini pertama kali ditayangkan di The Conversation Indonesia.


6 Edisi : 11 - 17 Februari 2019

DESANET www.sinarharapan.net

SHNET

Desa Tanjungsari Penghasil Kopi Robusta

B

erada di perbukitan Lendong, Desa Tanjungsari, Bogor, merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbaik dunia jenis kopi Robusta. Tepatnya di Desa Tanjungsari, Antajaya dan Buana Jaya Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor. Dimana lahan perkebunan kopi robusta Bogor terhampar hijau di ketinggian 680 meter di atas permukaan laut. Untuk menuju lokasi ini, akses yang tersedia hanya jalan berbatu berbatas tebingan curam. Perkebunan kopi ini sudah ada sejak 1997 silam. Di dataran tinggi itu, tidak saja kopi yang ditanam, namun juga ada beberapa tanaman buah-buahan seperti duren, pisang untuk menunjang tumbuh kembang tanaman kopi. Melindungi kopi dari paparan langsung cahaya matahari. Mengingat proses panen kopi yang relatif lama yakni satu tahun sekali, keberadaan aneka ragam buah pun menjadi selingan. Kecamatan Tanjungsari memang memiliki perkebunan kopi jenis Robutsa terluas di Kabupaten Bogor. Beberapa wilayah tersebut antara lain Desa Tanjungsari seluas 425 hektar, Desa Antajaya seluas 600 hektar, dan Desa Buana Jaya 60 hektar.

Kopi (foto:ist) Untuk meningkatkan kualitas kopi, para petani kopi melakukan pendampingan dan pembekalan pengetahuan untuk meningkatkan kualitas dengan mensortir hasil panen sebelum menembus pasaran sebelum dijual nantinya. Sehingga dengan kualitas kopi terbaik akan memiliki harga lebih tinggi ketimbang

kopi dengan kualitas standar. Saat ini dijual sekilo Rp21 ribu karena belum ada pensortiran. Nantinya bisa lebih mahal lagi jika sudah disortir dan diklasifikasikan Tak hanya pendampingan, para petani kopi juga diberikan bantuan berupa mesin giling biji kopi, rak jemuran biji kopi, mesin kemasan, mesin

penepung biji kopi dan bibit tanaman kopi robusta untuk pengembangan. Tenaga Kerja Selain penghasilan yang lebih tinggi, peningkatan produksi juga dipastikan akan menyerap lebih banyak penggarap hingga membuka lapangan kerja bagi warga di sekitar di Desa Tanjungsari dan Desa

Antajaya yang bekerja sebagai petani kopi. Begitu juga dengan di Desa Buana Jaya. Adapun jenis kopi yang berkembang didominasi oleh jenis kopi robusta dan arabika yang tersentra di Kecamatan Tanjungsari, Sukamakmur, Cisarua, Megamendung, Pamijahan, dan Cigombong. (Maya)

Emping Jengkol dari Desa Ciampea

M

akanan yang memiliki bau yang sangat khas ini ‘ Jengkol’, banyak disajikan di rumah makan di tanah Pasundan dan daerah lainnya dengan olahan berupa semur atau dimakan secara mentah. Pohon jengkol yang buahnya kini dilirik oleh negara Jepang untuk dijadikan obat ini, banyak ditanam di Desa Ciampea, Kabupaten Bogor. Dari desa ini jengkol terus di produksi demi memenuhi kebutuhn konsumen. Dari Desa Ciampea, Bogor, harga emping jengkol saat ini menembus di harga Rp140.000 per kilo dan setelah diolah menjadi jengkol seharga Rp40.000 per kilo. Namin demikian para

perajin di Desa Ciampea terus mengolah jengkol untuk memenuhi permintaan konsumen berupa emping jengkol ataupun masih berbentuk bulat dan untuk. Karena itu, jengkol saat ini sudah menjadi.ciri khas dari Desa Ciampea dan memang walau buah jengkol tidak dihasilkan dari wilayah tersebut namun bisa mendapatkan emping jengkol dari pasar tradisional, bahkan mendapatkan kiriman emping jengkol dariwilayah Lampung. Warga Desa Ciampea selain produksi jengkol, ini sudah menjadi mata pencaharian utama dari setengah jumlah masyarakat di Desa Ciampea Bogor. Dan warga setempat

terus di kembangkan dan di pertahankan sejak puluhan tahun silam hingga kini. Dan, diberdayakan turun menurun. Biasanya para pedagang sudah memiliki pelanggan untuk mengambil makanan yang banyak dicari oleh para pedagang. Sejarah Desa Ciampea Desa Ciampea merupakan pintu untuk menuju beberapa lokasi wisata seperti Gunung Salak Endah (wisata alam), Bukit Kapur Ciampea (wisata olahraga panjat tebing), dan petilasan purbakala di Ciaruteun (wisata sejarah). Potensi wisata yang dimiliki Kecamatan Ciampea sendiri adalah Kampung Wisata Ci-

nangneng di Desa Cihideung Udik, yang menyediakan atraksi wisata suasana pedesaan, seperti aktivitas menanam dan memanen padi, membajak sawah dan atraksi hiburan kesenian tradisional Sunda bagi wisatawan. Pada abad ke-18, tanah– tanah di sekitar Ciampea dan Dramaga dikuasai oleh Willem Vincent Helvetius van Riemsdijk putra Gubernur Jendral Jeremies van Riemsdjik(1775–1777) yang memanfaatkan wilayah tersebut untuk menanam teh, kopi dan tanaman komoditas lainnya. Willem Vincent Helvetius sendiri sejak muda sudah menduduki jabatan yang menguntungkan, antara lain

pada usia 17 tahun sudah menjabat sebagai administrator Pulau Onrust, jabatan yang menjadi incaran banyak orang, karena konon sangat “basah” banyak memberi kesempatan untuk memupuk kekayaan. Kedudukan ayahnya sebagai gubernur Jenderal dimanfaatkan dengan sangat baik, sehingga kekayaannya makin berkembang. Dalam perkembangannya, banyak warga pribumi di Ciampea yang menolak keberadaan keluarga van Riemsdijk, yang membuat Pemerintah Belanda pada saat itu menerjunkan pasukan untuk meredam pergolakan. (Maya)


SHNET Edisi : 11 - 17 Februari 2019

DESANET www.sinarharapan.net

7

Lebong Tandai, Asal Emas Monumen Nasional

B

engkulu tidak hanya dikenal dengan bunga Rafflesia, namun juga dikenal sebagai daerah penghasil emas terbesar di Indonesia. Salah satu emas yang selalu terlihat dan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia itu, berada di puncak Monumen Nasional Indonesia atau lebih dikenalnya Monas. Dari Bengkulu-lah asal emas yang berada di Monas. Karena itu Bengkulu pernah menjadi rebutan antara kolonial Inggris dan Belanda karena Bengkulu menghasilkan emas yang begitu menggiurkan para kaum kapitalis. Bengkulu pun akhirnya berpindah tangan menjadi daerah kekuasaan Belanda setelah adanya perjanjian antara Inggris dan Belanda dengan menukar Bengkulu dengan Singapura. Daerah Napal Putih, itulah daerah penyumbang emas yang ada di tugu Monas sekaligus daerah utama penghasil emas di Bengkulu. Daerah tersebut terletak di bagian utara provinsi Bengkulu atau sekitar 4 jam dari kota Bengkulu. Kini, Penghasilan utama provinsi Bengkulu hanyalah berasal dari perkebunan, dari perkebunan kelapa sawit, karet dan kopi. Namun kini, emas yang dulu berlimpah kini hanya tinggal kenangan saja. Emas yang berada di Bengkulu khususnya di daerah Napal Putih kini tidak menghasilkan lagi, telah habis dikeruk oleh para penjajah asing dan penjajah dari negeri sendiri, apalagi sampai saat ini belum ada lagi explorasi kembali dari pemerintah. Bengkulu seperti provinsi yang terlupakan dan kurang tersentuh dari pemerintah pusat. Masih banyak kecamatan yang tertinggal. Bahkan Napal

Monumen Nasional (monas). (Foto: ist) Putih daerah yang dulunya menjadi tulang punggung, kini kondisinya memprihatinkan. Jembatan penghubung antar desa terputus karena adanya longsor, hanya ada bongkahan batang kayu panjangan yang melintang yang digunakan sebagai jembatan darurat. Padahal jembatan ini dibuat oleh Belanda sebagai akses utama pertambangan dan kota. Jembatan ini ambrol karena baut dan mur habis dicuri oleh tangan-tangan jahil warga sekitar yang terdesak ekonomi. Daerah ini masih berpotensi tapi kurang diexplor dan sentuhan dari pemerintah. Menurut salah satu warga, Pak Lilit yang bercerita bahwa sebenarnya sudah ada pihak asing yang ingin eksplorasi titik-titik baru penambangan emas, pihak pemerintah setempat pun memperbolehkan

asalkan pihak asing tersebut mau untuk memperbaiki dan membangun kembali jembatan yang ambrol, tetapi pihak asing tersebut tidak setuju dan akhirnya mundur. Sejarah Emas Di Monas Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang nyala lampu perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35 Kilogram. Lidah api atau obor ini berukuran tinggi 14 meter dan berdiameter 6 meter terdiri dari 77 bagian yang disatukan. Lidah api ini sebagai simbol semangat perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan. Awalnya nyala api perunggu ini dilapisi lembaran emas seberat 35 kilogram. Puncak tugu berupa “Api Nan Tak Kunjung Padam� yang bermakna agar Bangsa Indonesia senantiasa

memiliki semangat yang menyala-nyala dalam berjuang dan tidak pernah surut atau padam sepanjang masa. Tetapi sungguh disayangkan, daerah dimana Emas Tugu Monas berasal tersebut, yang dahulu dikenal sebagai daerah yang sangat teramat kaya kini menjadi daerah yang terisolir, yaitu Desa Lebong Tandai, Bengkulu. Emas di Tugu Monas merupakan sumbangan dari pengusaha asal Aceh, yaitu Teuku Markam. Adapun emas tersebut diambil dari tambang yang disebut Lubang Kacamata karena pintu masuk tambang berupa dua lubang di tebing yang berdekatan. Lebong Tandai, pada masa penjajahan Belanda, merupakan lokasi yang dipenuhi emas. Aktivitas pertambangan di daerah itu dimulai sejak 1890 oleh perusahaan Mijnbouw

Maatschappij Redjang Lebong dan Mijnbouw Maatschappij Simau. Kedua perusahaan itu merupakan penyumbang besar ekspor emas perak Hindia Belanda dengan produksi ratusan ton emas dan perak selama 1896-1941. Saat ini satu-satunya jalur transportasi rusak akibat longsor dalam beberapa hari terakhir sehingga perjalanan menuju desa ini membutuhkan waktu tidak kurang dari sembilan jam. Enam jam dari Kota Bengkulu hingga Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara, dan tiga jam naik kereta lori berkapasitas delapan hingga sepuluh orang, dengan jarak tempuh menggunakan lori sekitar 37 kilometer. Berharap kenangan akan asal-usul emas di Tugu Monas membuat pemerintah tergerak dan akses ke Lebong Tandai diperbaiki. (Maya)


8 Edisi : 11 - 17 Februari 2019

WISATA www.sinarharapan.net

SHNET

Kawasan Jakabaring, Destinasi Wisata Olahraga Unggulan

M

enteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya ingin menjadikan kawasan Jakabaring Palembang sebagai destinasi wisata olahraga unggulan. Menteri Pariwisata Arief Yahya saat meninjau Jakabaring Sport City (JSC) di Palembang, Rabu (6/2), mengatakan, kawasan Jakabaring memiliki sarana yang lengkap sehingga bisa dijadikan bukan sekadar tempat olahraga namun sekaligus tempat wisata olahraga unggulan di Sumatera Selatan (Sumsel). “Kawasan olahraga Jakabaring Palembang ini satu-satunya tempat olahraga yang terintegrasi sehingga layak menjadi destinasi wisata olahraga unggulan di Indonesia,” ujar Menpar. Dalam kunjungannya di kawasan Jakabaring, Menpar Arief Yahya didampingi Direktur Utama Jakabaring Sport City (JSC) Meina Fatriani Paloh. Sebagai langkah awal untuk menjadikan Kawasan Jakabaring sebagai destinasi wisata olahraga unggulan, Arief Yahya meminta agar Provinsi Sumsel rutin menggelar event pertandingan olahraga. “Sport Tourism event tidak bisa berdiri sendiri. Pendapatan event olahraga terdiri dari beberapa hal seperti 60 persen dari TV broadcasting, 30 persen suvenir atau merchandising, hanya 10 persen pendapatan dari tiket,” kata Menpar Arief. Menpar Arief Yahya juga meminta pengelola JSC

Kawasan Jakabaring. (foto: sriwijaya.id) segera melakukan kajian tolak ukur dari negara tetangga yang sama-sama memiliki kawasan olahraga terintegrasi (sport city multi venues-multi events). Beberapa kota yang telah mengembangkannya yakni Melbourne, Australia, yang memiliki kawasan “venue” olahraga di tepi Sungai Yara, sebagai tempat berkumpulnya semua lapangan olahraga serta pusat pelatihan atlet terpadu. “Bagaimana dengan revenue stream atau aliran

pendapatan yang masuk? Australia mendapatkan paling banyak dari event olahraga. Jadi saya pikir itu cocok untuk belajar mengelola kawasan sport tourism kepada Australia,” katanya. Event Internasional Menpar Arief juga menyebut, kegiatan olahraga berskala internasional ternyata mampu meningkatkan kunjungan wisatawan. Ia sekaligus meminta masyarakat untuk memanfaatkan kegiatan olahraga internasional

yang dilaksanakan di Sumsel sebagai ajang untuk mempromosikan produk unggulan daerah. “Dampak tidak langsung dari event berskala internasional itu besar. Oleh karenannya masyarakat harus pandai melihat momentum untuk mempromosikan produk unggulan daerah sehingga jaringan pasarnya bisa meluas dan dikenal hingga ke luar negeri,” ujarnya. Direktur Utama Jakabaring Sport City (JSC) Meina Fatriani Paloh pada kesempatan

yang sama berharap dukungan kebijakan serta sumber daya manusia (SDM), termasuk prosedur teknis pembentukan Jakabaring area sebagai Kawasan Pariwisata dengan konsep Sport City & MICE Integrated Resort Area. “Kami ingin membuat JSC sebagai kawasan pariwisata berkonsep Sport City dan MICE. Kami membutuhkan dukungan kebijakan, prosedur teknis, dan SDM yang memadai,” jelasnya. (Stevani Elisabeth)


SHNET Edisi : 11 - 17 Februari 2019

WISATA www.sinarharapan.net

Promosi Wonderful Indonesia di Australia

Promosi Wonderful Indonesia di Australia..(foto: Kemenpar)

P

ameran ini mengadakan presentasi destinasi unggulan, hiburan panggung, zona anak-anak dan banyak pertunjukkan dan presentasi dari para profesional dan pelaku industri wisata lainnya untuk membantu merencanakan liburan. Keikutsertaan Bali Hotel Association yang didukung oleh Paviliun Wonderful Indonesia juga mendapatkan perhatian yang tinggi dari pengunjung dan menurut Heru Subolo, kerjasama dengan Flight Centre sebagai penyelenggara untuk mempertemukan industri jasa pariwisata perlu ditingkatkan. Untuk melakukan penetrasi pasar Australia , masih terdapat banyak potensi-potensi kerja sama yang dapat dikembangkan lebih lanjut dari jaringan bisnis travel di kedua negara. �KJRI sebagai perwakilan Pemerintah Republik Indonesia Konjen RI mendorong kemitraan yang lebih erat antar industri pariwisata masa-masa mendatang sehingga target 1,5 juta wisatawan dari Australia dapat tercapai, “ ujar Heru. Acara di pavilion Indonesia sejak tanggal 2 Februari menjual paket wisata destinasi Indonesia juga diisi dengan pertunjukan budaya dengan penampilan tarian Cendrawasih dari Bali dan Bajidor Kahod dari Jawa

Barat. Konjen Heru Subolo berharap bahwa dari hasil kegiatan ini nantinya dapat memetakan kebutuhan atau interest konsumen Australia dengan produk dan destinasi yang ditawarkan sehingga dapat menyesuaikan dengan paket dan promosi pariwisata yang akan ditawarkan. Sepanjang tahun 2018, dengan segala bencana alam yang melanda, Indonesia mampu menarik 1.286.108 kunjungan turis Australia. Hal ini merupakan pencapaian tersendiri, pasalnya tahun lalu angka kunjungan dari Australia sempat turun 0,8%. Melihat tahun ini trennya kembali positif, tepatnya di angka 8,2%, Kemenpar tidak Promosi Wonderful Indonesia di Australia (foto: kemenpar) ingin kehilangan momentum tersebut. Untuk mewujudkan target 1,5 juta kunjungan dari Australia, hal-hal luar biasa juga harus dilakukan. Selain tetap melakukan aktivitas branding, selling, advertising, kerja sama dengan maskapai penerbangan dan agen besar, serta program hot deals, tahun ini Kemenpar sudah menyiapkan jurus khusus. Ketiga jurus itu adalah tourism hub (menggaet wisman dari hub seperti Singapura), terminal penerbangan berbiaya rendah (low cost terminal), dan memaksimalkan kunjungan wisman dari perbatasan (cross border).(Stevani Elisabeth) Promosi Wonderful Indonesia di Australia. (foto: Kemenpara)

9


10 Edisi : 11 - 17 Februari 2019

RISET INOVASI ww.sinarharapan.net

SHNET

Lokakarya Regional Innovation Cluster NTB

D

irektur Sistem Inovasi Kemenristekdikti Ophirtus Sumule membuka lokakarya yang mengusung tema Regional Innovation Cluster NTB – Progressing Ristekdikti’s Innovation Cluster Agenda. Lokakarya yang dilaksanakan oleh Kemitraan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bersama The Applied Research and Innovation Systems in Agriculture (ARISACSIRO Australia) ini, berlangsung di Hotel Santika Mataram, Rabu (6/2) yang lalu. Narasumber acara ini antara lain Direktur Sistem Inovasi Kemenristekdikti Ophirtus Sumule, DEA, Rektor Universitas Mataram H Lalu Husni, Bayu Sasongko dari PT Melia Propolis NT; Michaela Cosijn dan Jen Kelly dari ARISA; Kasubdit Sistem Informasi dan Diseminasi Inovasi Kemenristekdikti Muhammad Amin; dan Pengembang Klaster Inovasi PUD Madu, Retno Utari. Peserta workshop berasal dari Kemenristekdikti, Pemprov NTB, Pemkab Lombok Utara, Unram, ARISA, serta Sektor Swasta. Sektor swasta terdiri dari Asosiasi Hotel dan Pariwisata, Asosiasi Agribisnis, Asosiasi Cabai, Asosiasi Rumput Laut, Lembaga Pembiayaan, SwissContact, Taman Sains dan Teknologi NTB, serta Martina Berto, perwakilan lain dari industri yang terkait dengan klaster inovasi berbasi produk unggulan daerah. Fokus Peluang Agenda workshop fokus kepada peluang yang terkait dengan pertanian dan pariwisata termasuk peluang pengembangan klaster inovasi Produk Unggulan Daerah (PUD) lebah madu (propolis), klaster inova-

Lokakarya Kemenristekdikti bersama The Applied Research and Innovation Systems in Agriculture (ARISACSIRO Australia) berlangsung di Hotel Santika Mataram, Rabu (6/2) yang lalu. [SHNet/Ist] si cabai, klaster kosmetik dan herbal, klaster inovasi rumput laut, industri perhotelan dan pariwisata serta bagaimana model pengembangan klaster inovasi berbasis PUD yang digagas oleh Kementristekdikti dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Sebagai keynote speaker, Ophirtus Sumule menyampaikan bahwa implementasi klaster inovasi berbasis PUD mutlak membutuhkan kolaborasi dan sinergi peran antarstakeholders inovasi yakni pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas dan media yang dikenal sebagai model kolaborasi penta helix. Ophirtus menyampaikan bahwa daerah-daerah yang

meningkat pertumbuhan ekonomi dan produktivitas masyarakatnya secara siginifikan lebih banyak ditentukan oleh kepemimpinan daerah yang inovatif dan didukung oleh komoditas dan keunggulan komparatif produk unggulan daerahnya. Kepemimpinan yang inovatif diyakini mampu merancang konsep pembangunan daerah yang holistik melalui upaya-upaya kebijakan kemudahan berusaha (teknis dan administratif), insentif pajak, pelayanan inovatif – one stop services (pelayanan satu atap) – reformasi dan revolusi mental birokrasi (berintegritas). Ekonomi Daerah

Selain itu, riset dan inovasi perguruan tinggi dan lembaga litbang berorientasi kepada peningkatan ekonomi daerah melalui pemberdayaan masyarakat dan peningkatan nilai tambah serta daya saing PUD. Perencanaan dan implementasi, berupa RPJMD; RPIP dan RPIK serta program pembinaan IKM/UKM yang berkelanjutan. Retno Utari (pengembang Klaster Inovasi PUD Madu NTB), menyampikan bahwa dalam upaya merealisasikan implementasi klaster inovasi PUD Madu pada tahun 2019 Pemprov NTB telah mengalokasikan anggaran sejumlah Rp 4,6 miliar. Gunanya untuk menata budi daya dan meny-

iapkan suplai di sektor hulu. Selanjutnya Pemkab Lombok Utara bersama dengan Unram, dunia usaha dan komunitas akan mengelola unit bisnis di sektor hilir dalam bentuk konsorsium inovasi. “Pendekatan Model Pengembangan Klaster Inovasi tidak sekadar sebagai konsep tetapi juga sebagai platform nasional dalam konteks pembangunan ekonomi daerah berbasis pengetahuan dengan memanfaatkan potensi produk unggulan daerah dalam rangka meningkatkan daya saing dan kemandirian daerah”, kata Kasubdit Sistem Informasi dan Diseminasi Inovasi Kemenristekdikti Muhammad Amin. (whm/sp)


SHNET Edisi : 11 - 17 Februari 2019

I

RISET INOVASI www.sinarharapan.net

11

Potensi Industri Daur Ulang Otomotif

mplementasi industri daur ulang atau recycle industry untuk sektor otomotif sedang ditunggu. Konsep tersebut dinilai mampu mendongkrak daya saing ekspor manufaktur Tanah Air, sekaligus bisa berkontribusi dalam menerapkan circular economy yang menjadi bagian dari industri 4.0. “Sekarang 73% ekspor kita ditopang dari industri manufaktur dan sektor otomotif menjadi salah satu andalan,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat Seminar Nasional Kesiapan Sumber Daya manusia Industri Manufaktur Menghadapi Revolusi Industri 4.0 di SMK Ananda Mitra Industri Deltamas di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (6/2). Pada Januari-September 2018, jumlah ekspor mobil utuh (completely built up/ CBU) mencapai 187.752 unit. Angkanya naik 10,4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kemudian, ekspor sepeda motor dari Indonesia, pada 2018 naik melejit 46,3% menjadi 575.000 unit. Ekspor sektor otomotif diperkirakan jumlahnya terus naik seiring rencana diterapkannya kebijakan fiskal, seperti harmonisasi tarif dan revisi besaran Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Karena itu, ia mengajak

Rongsokan. (Ist] para pelaku industri otomotif nasional agar terus meningkatkan daya saingnya, dengan bersinergi mengusung ekonomi berkelanjutan melalui daur ulang, salah satunya plastic recycle. Tren saat ini, komponen besar dalam kendaraan seperti, bumper, fender, dan dashboard pada mobil tidak lagi menggunakan stainless steel, tetapi menggunakan kand-

ungan plastik. Ajakan Airlangga sekaligus untuk mengakomodasi standar-standar keberlanjutan dari 10 prioritas nasional di dalam inisiatif Making Indonesia 4.0. “Plastik itu bukan sampah, dari segi cost plastik adalah bahan baku yang relatif lebih kompetitif dibanding yang lain, dan menyerap emisi lebih rendah,” katanya. Menurut Airlangga, apabila industri otomotif menggunakan virgin plastic, maka biaya produksi akan lebih mahal. Terlebih apabila dengan impor virgin plastic, kebutuhan devisa akan menjadi lebih tinggi, karena saat ini Indonesia baru mampu memproduksi satu juta ton virgin plastic, padahal kebutuhannya mencapai lima juta ton. “Karena itu pemerintah mendorong yang namanya circular economy, yang bagian juga dari industri 4.0,” tegasnya. Ketua Umum Partai Golkar itu menilai, kapasitas daur ulang plastik di Tanah Air masih jauh dari standar, padahal masih bisa ditingkatkan. Saat ini, di dalam negeri baru mampu mendaur ulang 12,5 persen dari standar industri yang seharusnya yakni 25 persen. Padahal, kata Airlangga, konsep ekonomi berkelanjutan dinilai dapat meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. “Circular economy itu penting, karena akan menjadi kunci daya saing industri ke depan, semakin

banyak recycle industry, semakin kompetitif,” tuturnya. Sementara itu, salah satu implementasi industri daur ulang di sektor otomotif yang sudah berjalan adalah pembuatan blok mesin, 80% persen sudah menggunakan material daur ulang. “Karena aluminum alloy itu masuk recycle material, saya tegaskan kembali bahwa recycle industry ini adalah sesuatu yang harus dilakukan, jadi tidak perlu khawatir,” ujar Airlangga. Lebih Kompetitif Kemudian apabila dilihat dari persektoral, aluminium sendiri sudah menjadi salah satu yang circular economy-nya tinggi, yakni sudah di atas 70%, sehingga komponen kendaraan yang menggunakan bahan recycle aluminium, seperti blok mesin dan pelek mobil lebih kompetitif dan memiliki daya saing tinggi. “Kalau misalnya industrinya harus 100 persen virgin aluminum, mobil tidak akan ada yang kompetitif, karena cost-nya akan tinggi,” jelas Airlangga. Agar terus meningkatkan daya saing, konsep ekonomi berkelanjutan ini tak hanya untuk aluminium dan plastik saja, karena baja yang merupakan salah satu komponen utama dalam bodi mobil bisa didaur ulang melalui scrap. “Makanya, industri recycle ini terus kami dorong. Bahkan, di dalam WEF kemarin, didorong pula circular economy untuk perbankan,

jadi perbankan untuk mendukung circular economy,” jelasnya. Subtitusi impor Airlangga menambahkan, ekonomi berkelanjutan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengimplementasikan kebijakan substitusi impor yang menjadi prioritas Kementerian Perindustrian di tahun 2019, sehingga sebisa mungkin bahan baku yang tadinya impor, dibuat di dalam negeri. “Sekarang pemerintah sudah memakai formula, untuk mengurangi impor adalah substitusi impor, kemudian untuk mendorong ekspor dengan meningkatkan investasi berorientasi ekspor,” katanya. Dengan formula yang diterapkan tersebut, diharapkan terjadi loncatan pertumbuhan ekonomi nasional yang signifikan. Karena, kata Airlangga, target Making Indonesia 4.0 adalah capaian 10 besar perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030. Kemudian untuk meningkatkan investasi yang berorientasi ekspor, pemerintah menggenjot melalui keringanan pajak antara lain tax holiday dan super deductible tax atau pengurangan pajak di atas 100 persen. “Insentif fiskal ini akan diberikan kepada industri yang terlibat dalam program pendidikan vokasi serta melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) untuk menghasilkan inovasi,” tegas Airlangga. (ij)


12 Edisi : 11 - 17 Februari 2019

NEWS www.sinarharapan.net

SHNET

Perhutanan Sosial Tembus 2,5 Juta Hektare

P

residen Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengelolaan Perhutanan Sosial seluas 13.900 hektare untuk 8.900 Kepala Keluarga (KK), di Wana Wisata Pokland Haurwangi yang berlokasi di Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (8/2). Selama dua tahun terakhir, pemerintah telah memberikan SK Pengelolaan Perhutanan Sosial seluas 2,5 juta hektare. Presiden Joko Widodo didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Mensesneg Pratikno, Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Plt. Bupati Cianjur Herman Suherman. Presiden Jokowi mengemukakan, dulu-dulu, lahan-lahan ini banyak dibagikan kepada yang gede-gede. Namun, sekarang pemerintah memberikan kepada rakyat dalam bentuk surat keputusan seperti ini. “Ini untuk 35 tahun. Tapi status hukumnya jelas. Bapak-Ibu pegang ini bisa mengelola 35 tahun,” tegas Presiden Jokowi. Setelah diberikan SK Pengelolalan, Presiden mempersilakan kepada warga untuk produksinya. Mau dipakai untuk menanam kopi, cengkeh, buah-buahan, pala, durian silakan. Ia meyakini dengan hak pengelolaan 35 tahun sudah lebih dari cukup lahan tersebut untuk produksi. Menurut Presiden, pemberian SK Pengelolaan Perhutanan Sosial sudah dilakukan pemerintah dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. “Itu sudah 2,53 juta hektare selama 2 tahun. Selama 2 tahun sudah 2,5 juta hektare,” ujar Presiden seraya menambahkan, target pemerintah me-

Presiden Joko Widodo yang didampingi Ibu Negara Iriana Widodo berbincang dengan Menteri LHK, Siti Nurbaya.(foto: setekab)

mang tidak kecil. Dalam laporannya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, menyampaikan penyerahan SK Perhutanan Sosial dilakukan sejak 2016, yang dimulai di Kalimantan pada Desember 2016. “Realisasi distribusi pemberian akses kelola kepada masyarakat sampai dengan 31 Januari 2019 mencapai 2.531.277,13 Ha, atau sebanyak 5.454 Unit SK bagi 601.892 KK diseluruh Indonesia,” jelas Menko Darmin. Tokoh Hutan Sosial “Pemilihan Tokoh Hutan Sosial ini, akan dilaksanakan secara rutin setiap tahun untuk menjaring lebih banyak Tokoh Hutan Sosial yang menjadi role model, dan teladan bagi kelompok tani Hutan Sosial lainnya di seluruh Indonesia,” ujar Menteri LHK Siti Nurbaya, pada acara Penyerahan SK Per-

hutanan Sosial, di Cianjur (8/2), seperti dilansir Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Djati Witjaksono Hadi. Penerima trophi, yakni Pertama, Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Kedua, Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN) Simancuang, Desa Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Ketiga, Hutan Adat Tembawang Tampun Juah Kampung Segumon, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Keempat, Hutan Adat Marena Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Hutan Adat Marena memiliki sistem Pamali untuk menjaga wilayah Hutan Adat dengan harapan dapat mening-

katkan manfaat ekonomi dan nilai tambah bagi masyarakat. Kelima, LMDH Wono Lestari, Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. LMDH Wono Lestari sebanyak 700 warga memanfaatkan hasil tumpangsari di kawasan hutan untuk beternak sapi perah, kambing etawa, tawon madu dan keripik pisang yang dilakukan diantara tegakan pohon pokok. Keenam, KTH Mandiri Kalibiru, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi DIY Yogyakarta, KTH Mandiri Kalibiru dengan didampingi Yayasan Damar telah melakukan pemanfaatan jasa lingkungan, membangun lokasi wisata alam “Kalibiru”. serta untuk lokasi pertemuan, Outbond, retret dan aktifitas lain. Ketujuh, Gapoktan Rimba Lestari, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB, Gapoktan Rimba Lestari telah melakukan

pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) seperti tanaman endemik lobe-lobe, pemanfaatan jasa lingkungan dengan pengembangan ekowisata air terjun serta telah mendapatkan insentif karbon dari lembaga Internasional (Flora dan Fauna Internasional) Kedelapan, KTH Mitra Wana Lestari Sejahtera, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. Kelompok HKm ini telah mendapatkan penghargaan Wana Lestari tahun 2006 dan menjadi lokasi studi banding dari kelompok lain. Kesembilan, Kelompok Tani dan Nelayan Mangrove, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Kelompok Hutan Kemasyarakatan yang melakukan rehabilitasi ekosistem mangrove (dari sawit menjadi mangrove) serta pengembangan jasa lingkungan berupa pengelolaan wisata bahari.(sp)


SHNET Edisi : 11 - 17 Februari 2019

NEWS www.sinarharapan.net

13

Ngopi Sambil Menikmati Panorama Merapi

Ngopi Sambil Menikmati Panorama Gunung Merapi. (foto: klhk)

S

iapa yang tak tahu dengan Gunung Merapi, gunung dengan ketinggian 2930 mdpl dan terletak di tengah Pulau Jawa ini terkenal dengan keganasannya. Siapa sangka pasca erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010 lalu, area Gunung Merapi atau lebih tepatnya sisi selatan Gunung Merapi malah menjadi daerah wisata yang berkembang pesat dan dikenal dengan wisata Lava Tour. Para pengunjung diajak untuk menjelajahi sisa-sisa keganasan erupsi Merapi dengan mobil jeep ataupun motor trail. Namun tak cukup rasanya jika hanya menjelajahi sisa-sisa erupsi tanpa mencicipi sensasi secangkir kopi merapi. Tak jauh dari jalur Lava Tour terdapat sebuah warung kopi, namanya adalah Warung Kopi Merapi. Lokasinya juga tak jauh dari tempat wisata The Lost World Castle dan juga Stonehenge. Jarak warung kopi ini dengan puncak Gunung Merapi hanya sekitar 7 Km. Warung Kopi Merapi terletak di Dusun Petung, Kepuharjo, Cangkringan,

Sleman. Dulunya warung kopi ini bernama Warung Kopi Petung. Namun lama-kelamaan warung kopi ini lebih dikenal dengan nama Warung Kopi Merapi. Tempat ini merupakan satu-satunya bangunan yang berada diarea tersebut dan dibangun dari sisa-sisa bangunan pasca erupsi Gunung Merapi. Warung kopi ini sendiri mengusung konsep tradisional, karena cara pengolahan kopinya masih dengan metode disangrai menggunakan wajan dari tanah liat dan kayu sebagai bahan bakar, menarik bukan? Suasana di warung kopi ini cukup sejuk di pagi hari, sangat nyaman untuk bersantai bersama keluarga maupun sahabat karena lokasinya yang jauh dari keramaian kota. Apabila cuaca sedang cerah, pengunjung bisa menikmati pemandangan Gunung Merapi yang terlihat jelas disisi utara warung kopi ini. Sambil menikmati kopi diatas kursi kayu dan meja yang terbuat dari batu sisa erupsi, sesekali terlihat truk pasir dan rombongan jeep wisatawan yang sedang

melintas di Kalikuning. Tak sedikit juga orang yang sedang asik berfoto dengan latar belakang Gunung Merapi. Warung kopi ini buka dari pukul 08:00 WIB hingga 14:00 WIB, namun apabila ada rombongan pengunjung ingin memesan tempat untuk waktu diluar jam buka tersebut juga bisa. Jika berkunjung saat weekend tentukan jam yang tepat, karena biasanya Warung Kopi Merapi akan dipenuhi dengan rombongan Lava Tour dipagi hingga siang hari.

Menu yang ditawarkan cukup terjangkau, yaitu mulai Rp 4.000,- hingga Rp 12.000,-. Untuk kopi yang disajikan di warung kopi ini berasal dari perkebunan yang terletak di tanah vulkanik lereng-lereng Gunung Merapi. Di warung kopi ini hanya tersedia 2 jenis kopi, yaitu kopi robusta dan arabika Merapi. Untuk makanan pendamping di sini tersedia aneka gorengan seperti mendoan, gedang goreng, tahu susur dan bakwan, ada juga mie instan sebagai

makanan beratnya. Tersedia juga menu teh, wedang jahe, wedang secang dan susu hangat. Tak lupa para pengunjung yang ingin membeli kopi merapi sebagai buah tangan juga bisa membelinya di warung kopi ini. Tersedia dalam bentuk bubuk dalam kemasan yang siap diseduh dirumah. Bagi yang ingin berkunjung ke warung kopi ini bisa melalui Jalan Kaliurang ke utara hingga sampai perempatan Pakem lalu ambil arah ke Cangkringan. (Stevani Elisabeth)

Warung Kopi Merapi di Dusun Petung, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman. (foto: Genpijogja.co)


14 Edisi : 11 - 17 Februari 2019

NEWS www.sinarharapan.net

SHNET

Kemendagri Berusaha Tingkatkan Kapasitas Aparatur Desa

Sekretaris Kementerian Dalam Negeri, Hadi Prabowo. (foto: ist)

S

ekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Sekjen Kemendagri) Hadi Prabowo mendorong upaya peningkatan kapasitas aparatur desa. Menurut Hadi, peningkatan kapasitas aparatur desa menjadi sangat penting untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan kesejahteraan dan memberdayakan masyarakat. “Kita upayakan nantinya ditahun 2019-2020 ke depan, desa betul-betul mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan kesejahteraan dan memberdayakan masyarakat. Karena sebenarnya desa adalah miniatur dari sistem pemerintahan nasional” ucap Hadi saat menghadiri per-

temuan kepala desa se-Madura di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Kamis (07/02/2019). Selain itu, Hadi juga menyebut peningkatan kapasitas desa kian penting dilakukan mengingat letak geografis Indonesia. Diketahui terdapat sekitar 74.957 desa yang beranekaragam, baik kaitannya dengan kapasitas yang dimiliki maupun kaitannya dengan geografis. Sehingga metode dan mekanisme pelaksanaan tugasnya pun juga beragam. Selain itu, data Ditjen Bina Pemerintahan Desa menyebutkan, sekitar 76 persen desa di Indonesia masih perlu dilakukan pembinaan dan pelatihan untuk peningkatan kapasitasnya. “Kalau kita lihat data Ditjen Pemdes ini kurang lebih 24 pers-

en dari jumlah desa yang ada ini mempunyai aparatur yang baik yang memadai, sedangkan 76 persen ini masih perlu dilakukan pembinaan dan pelatihan untuk peningkatan kapasitasnya. Oleh karena itulah pentingnya untuk peningkatan kapasitas di dalam baik itu untuk pelaksanaan penyelenggaraan tata kelola pemerintahan maupun tata kelola keuangan desa,” tegasnya lagi. Ketua Komisi II DPR RI, Zainudin Amali ingin dana desa dipergunakan secara optimal dan diprioritaskan untuk belanja pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Hal itu diungkapkan saat menghadiri pertemuan kepala desa se -Madura di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Kamis (07/02/2019)

yang juga dihadiri Sekjen Kemendagri, Hadi Prabowo. “Dana Desa ini bersumber dari APBN yang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan desa berdasarkan hak tradisional” ucap Zainudin. Lebih lanjut ia mengutarakan bahwa tujuan dana desa untuk peningkatkan kualitas hidup melalui meningkatkan pelayanan publik desa, mengentaskan kemiskinan, memajukan perekonomian desa, mengatasi kesenjangan pembangunan antar desa, dan memperkuat masyarakat desa sebagai subjek dari pembangunan. Hanya saja, menurut Zainudin, selama pelaksanaannya, dana desa kerap menemui se-

jumlah tantangan dalam pengelolaannya. Salah satunya Penggunaan dana desa di luar bidang prioritas. Selain itu, ada tantangan untuk Pemerintah Daerah dan Aparatur Desa, yaitu Aparatur Desa (Kepala Desa/aparat desa) harus mempersiapkan diri dalam pengelolaan dana desa secara transparan dan akuntabel, Pemberian Dana Desa diharap­ kan tidak menambah jumlah aparatur Desa yang berakibat pada ketidakefektifan dan ketidakefisienan penggunaannya. “Dalam perkembangannya, kita masih menemukan sejumlah tantangan, seperti penyerapan dan pelaksanaan dana desa yang lambat dan penggunaan dana desa diluar program prioritas” terangnya.(maya)


SHNET Edisi : 11 - 17 Februari 2019

NEWS www.sinarharapan.net

15

Ingin Jantung Sehat? Berlarilah!

H

ampir separuh orang Amerika berisiko terkena penyakit jantung, yang merupakan penyebab utama kematian di AS dan di seluruh dunia. Bahkan, para ahli memperkirakan prevalensinya akan terus tumbuh, mencapai lebih dari 23,6 juta kematian per tahun pada 2030. Tetapi penelitian dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menunjukkan bahwa hampir seperempat dari kematian terkait penyakit kardiovaskular dapat dicegah. Olahraga teratur memainkan peran penting dalam mengurangi risiko seseorang. Dilansir dari WTOP.com, pelatih berjalan Julie Sapper dan Lisa Reichmann berbagi beberapa saran tentang cara bergerak dan cara-cara untuk tetap termotivasi. Lagi pula, beberapa mil hanya dalam beberapa kali seminggu bisa sangat bermanfaat dalam hal kesehatan jantung. Bersiap Satu hal hebat tentang berlari adalah membutuhkan peralatan minimal untuk memulai. Reichmann mengatakan sepasang sepatu lari yang bagus benar-benar yang Anda butuhkan. Pastikan sepatu itu pas. Kunjungi toko lari khusus untuk memastikan kalian mendapatkan sepatu yang tepat untuk gaya berjalanmu. Mulai Perlahan Sekalipun tujuan keseluruhan Anda adalah berlari, perkirakan berjalan menjadi bagian besar dari latihan sampai Anda membangun ketahanan Anda. “Sangat penting juga untuk memulai dengan interval lari-berjalan. Anda tidak ingin pergi keluar dan mencoba berlari

Berlari. (foto: ist) dua, tiga, empat mil berturut-turut jika Anda baru memulai atau jika kalian belum berlari sedikitpun, “kata Reichmann. “Pertama-tama, itu bisa menyempitkan hati karena bisa terasa sangat sulit. Kedua, itu dapat menyebabkan cedera karena melakukan terlalu banyak, terlalu cepat, terlalu cepat. ”Baik Sapper dan Reichmann merekomendasikan aplikasi Couch to 5K sebagai alat yang berguna untuk pelari baru. Pertahankan Percakapan Tidak perlu berlari di jalanan saat kalian berlari. Sapper dan Reichmann mengatakan langkah terbaik adalah “percakapan”, atau

melangkah di mana kalian bisa bercakap-cakap dengan seseorang di sebelahmu. “Di situlah kita membangun daya tahan aerobik kita … Kita juga bisa berlari lebih jauh dan durasi yang lebih lama ketika kita berlari dengan bercakap-cakap,” kata Reichmann. Jika kalian berlari sendiri, cara yang baik untuk memeriksa kecepatan kalian adalah dengan memeriksa napas kalian. Reichmann mengatakan pernapasan kalian harus lebih berat dari biasanya selama latihan, “tetapi jika kalian mulai terengah-engah, perlambatlah sedikit.” Jangan Berkecil Hati Ya, kalian akan mengalami bad

run, dan benar, kalian mungkin tidak akan pernah balapan dengan kecepatan seperti kalian masih SMA, tetapi jangan berkecil hati: “Kemajuan itu linear,” kata Sapper, dan itu tidak terjadi dalam semalam. “Kami ingin memberi tahu pelari untuk menemukan alasan mengapa kalian melakukannya,” tambah Reichmann” “Kenapa kamu berlari? Apakah ini waktunya untuk kamu sendiri? Apakah ini untuk memberikan contoh yang baik untuk anakanak atau keluargamu? Apakah ini untuk meningkatkan kesehatan jantungmu? Apa pun alasanmu, ingatlah itu dan biarkan itu terus memotivasimu sepanjang waktu.”

Mempertahankan gaya hidup sehat adalah kunci terbesar untuk mengurangi risiko seseorang terhadap kondisi kesehatan kronis, dan menjadikan olahraga sebagai bagian dari rutinitas rutinmu adalah bagian dari persamaan. Akhirnya, jangan lupa bersenang-senang dan fokus pada hal positif. “Nikmati sinar matahari, nikmati beberapa momen langka vitamin D di musim dingin, temukan rute baru, jelajahi area baru,” kata Sapper. “Menemukan cara-cara kecil untuk menikmati lari akan membuat proses yang jauh lebih menyenangkan dan akan membuat lari sesuatu untuk dinanti-nantikan.” (Ina)

Cahaya Laptop dan HP GangguTidur

K

emudahan mengakses internet dan aplikasi lainnya di dalam sebuah gadget membuat kita menghabiskan waktu memelototi alat itu. Dari browsing lagu, film, buka medsos, hingga main game, semua kita lakukan. Aktivitas seperti ini kita lakukan terus menerus, tak hanya pagi, siang, atau sore, tetapi juga malam menjelang tidur. Akibatnya, meski sudah ngantuk tapi tetap saja tidak bisa tidur, karena mata terlalu asyik mantengin gadget. Tapi tahukah kamu, itulah penyebab kita tidak bisa tidur. Peneliti dari Salk Institute dalam penelitiannya menunjukkan adanya hubungan antara jam tidur seseorang dengan cahaya yang dipancarkan/dipantulkan melalui layar telpon ataupun komputer. Dalam penelitian itu disebutkan, aktfitas menatap layar komputer dan telpon selama berjam-jam akan mengganggu tidur.

Ini karena ada sel-sel tertentu yang mempengaruhi mata dan mengatur ulang jam tubuh kita atau siklus harian fisiologis yang dikenal sebagai ritme sirkadian. Ketika sel-sel ini terkena cahaya buatan hingga larut malam, jam di tubuh kita dapat menjadi bingung, menghasilkan sejumlah masalah kesehatan. Hasil penelitian ini diterbitkan 27 November 2018. Penelitian ini diharapkan dapat membantu untuk perawatan terhadap migrain, insomnia, jet lag, dan gangguan ritme sirkadian, yang terkait disfungsi kognitif, kanker, obesitas, resistensi insulin, sindrom metabolik, dan lainnya. “Kami terus-menerus terpapar dengan cahaya buatan, baik dari waktu layar, menghabiskan hari di dalam ruangan atau tetap terjaga larut malam,” kata Salk Profesor Satchin Panda, penulis senior studi tersebut. “Gaya hidup ini menyebabkan gangguan pada ritme sirkadian

kita dan memiliki konsekuensi merusak pada kesehatan,” seperti dilansir Science Daily. Mata kita mengandung selaput sensorik yang disebut retina. Lapisan di dalamnya berisi sub-populasi kecil sel-sel peka cahaya yang beroperasi seperti piksel dalam kamera digital. Ketika sel-sel ini terpapar dengan cahaya yang sedang berlangsung, protein yang disebut melanopsin terus beregenerasi, menandakan tingkat cahaya langsung ke otak untuk mengatur kesadaran, tidur, dan membuat kewaspadaan. Melanopsin memainkan peran penting dalam menyinkronkan jam internal kita setelah 10 menit terjadinya iluminasi dan di bawah cahaya terang, menekan hormon melatonin, yang bertanggung jawab untuk mengatur tidur. “Dibandingkan dengan selsel penginderaan cahaya lainnya di mata, sel-sel melanopsin merespon selama cahaya ber-

langsung, atau bahkan beberapa detik lebih lama,” kata Ludovic Mure, staf ilmuwan dan penulis pertama makalah ini. “Itu penting, karena jam sirkadian kami dirancang untuk merespon hanya untuk penerangan yang berkepanjangan.” Dalam karya baru, para peneliti Salk menggunakan alat molekuler untuk mengaktifkan produksi melanopsin dalam sel retina pada tikus. Mereka menemukan bahwa beberapa sel ini memiliki kemampuan untuk mempertahankan respon cahaya ketika terkena cahaya panjang yang berulang-ulang, sementara yang lain menjadi tidak sensitif. Kebijaksanaan konvensional telah menyatakan bahwa protein yang disebut arrestin, yang menghentikan aktivitas reseptor tertentu, harus menghentikan respon fotosensitif sel dalam beberapa detik dari cahaya yang datang. Para peneliti terkejut men-

emukan bahwa arrestin sebenarnya diperlukan melanopsin untuk terus merespon pencahayaan yang berkepanjangan. Pada tikus yang tidak memiliki versi protein arrestin (beta arrestin 1 dan beta arrestin 2), sel retina yang memproduksi melanopsin gagal mempertahankan sensitivitasnya terhadap cahaya di bawah pencahayaan yang berkepanjangan. Alasannya, ternyata, adalah bahwa penahanan membantu melanopsin beregenerasi di dalam sel retina. “Studi kami menunjukkan dua penahan mencapai regenerasi melanopsin dengan cara yang aneh,” kata Panda. “Satu penahan melakukan tugas konvensionalnya untuk menangkap respons, dan yang lain membantu protein melanopsin mengisi kembali faktor penginderaan cahaya retina. Ketika kedua langkah ini dilakukan secara berurutan, sel tampaknya merespons secara terus menerus terhadap cahaya.” (Ina)


16 Edisi : 11 - 17 Februari 2019

LENSA www.sinarharapan.net

SHNET

Klenteng Instagramable & Keren

Klenteng Sanggar Agung di Surabaya (foto: Genpi.co)

T

empat-tempat yang instagramable ternyata tidak hanya alam, restoran, taman. Kelenteng pun bisa menjadi spot foto yang keren dan instagramable. Di Palembang, Sumatera Selatan, ada sebuah bangunan megah yang didominasi warna merah. Bangunan tersebut dikenal dengan Kelenteng Gie Hap Bio. Lokasinya di sebelah timur laut taman kota yang populer di Palembang. Klenteng Gie Hap Bio adalah klenteng tertua ketiga di kota Palembang, setelah Klenteng Candra Nadi di 10 Ulu dan Klenteng Hok Tjing Rio di Pulau Kemaro. Klenteng ini dibangun pada tahun 1883 dan mendapatkan renovasinya yang pertama pada tahun 1959 dan renovasi keduanya pada 2018 yang lalu. Di Surabaya, ada kelenteng yang instagramable, namanya Kelenteng Sanggar Agung yang terletak di kawasan Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur. Klenteng ini didirikan oleh keluarga Soetiadji Yudho dan diresmikan pada tahun 1999. Bangunan yang berdiri di atas lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi memiliki nama lain Hong Tang Sang. Kelenteng yang instagramable ini memiliki keunikan karena dibangun di atas laut. sehingga berbentuk seperti teluk kecil yang menjorok ke laut serta dikelilingi pepohonan bakau. Pengunjung pun dapat menikmati keindahan matahari terbenam dari area Kelenteng. “Selain lokasi peribadatan, Toleransi disini bisa dilihat dari diperbolehkannya masyarakat umum masuk ke dalam area kelenteng. Di sana sangat keren, arsitekturnya serta kebersihannya yang membuat aku takjub,� ujar Rani, salah satu pengunjung kelenteng. Di Semarang juga ada klenteng yang terkenal yakni terkenal akan destinasi wisata religi yang beragam, mulai dari Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Gereja Blenduk, Vihara Buddhagaya Watugong.dan tak kalah menarik yaitu Klenteng Sam Poo Kong. Bangunan dengan ciri khas warna merah yang mendominasi dan arsitektur khas Tiongkok ini merupakan salah satu bukti sejarah bahwa Laksamana Cheng Ho pernah berlayar dan mendarat di Pulau Jawa.(stevani elisabeth)

Klenteng Gie Hap Bio di Palembang. (foto: genpi.co)

Kelenteng Sam Poo Kong di Semarang (foto:ist)

Profile for SHNET

SHNET Weekly 11 Feb 19  

Edisi Cetak Mingguan SHNET

SHNET Weekly 11 Feb 19  

Edisi Cetak Mingguan SHNET

Advertisement