Page 1

EDISI: SABTU - MINGGU, 12 - 13 OKTOBER 2019

www.sinarharapan.net

1

EDISI

SABTU MINGGU

12 - 13 OKTOBER 2019

www.sinarharapan.net

Lombongo Destinasi Unggulan Gorontalo SHNet, Jakarta - Gorontalo memiliki destinasi wisata unggulan yakni Lombongo. Lombongo merupakan lokasi wisata pemandian mata air panas terletak sekitar 19 km ke sebelah timur dari Kota Gorontalo atau bisa ditempuh sekitar 30 menit. Kolam pemandian air panas alami ini tercipta karena adanya aktivitas geothermal di sekitar kawasan Lombongo. Lokasinya yang berbatasan dengan hutan konservasi juga merupakan daya tarik tersendiri. Mata air panas Lombongo berada di tengah hutan. Lokasinya yang asri, dan dihuni burung endemik Sulawesi, seperti burung maleo menambah pesona Lombongo. Burung ini terbilang unik nan istimewa ukuran telurnya enam kali lebih besar dibanding telur ayam. Ia bahkan harus pingsan usai bertelur karena ukuran telurnya itu. Istimewanya, sejak ditetaskan hingga menetas dari telur, anak burung maleo sudah hidup mandiri. Penggiat wisata di Lombongo melakukan penyelamatan terhadap telur burung Maleo. Biasanya telur dapat ditemukan di kedalaman tanah sekitar 50 cm, lalu masyarakat sekitar melakukan tindak penyelamatan berupa konservasi sehingga telur terhindar dari serangan predator. Biasanya, masyarakat pelaku konservasi juga melakukan pelepasliaran hewan ini.  Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyatakan siap mendukung pengembangan kawasan wisata pemandian air panas Lambongo sebagai wisata unggulan di Provinsi Gorontalo. Pengembangan wisata di Gorontalo akan dilakukan pada tiga bidang yaitu pemasaran, destinasi, dan industri kelembagaan. “Pada bidang pemasaran, yakni menjadikan Manado sebagai tourism hub. Sedangkan untuk bidang destinasi adalah membuat KEK untuk mempercepat deregulasi dan percepatan pengembangan Lombongo,” katanya. Selain itu, pembangunan juga dilakukan pada bidang industri dan

kelembagaan yakni membangun

sambung Menpar.

maleo.

Dok. Humas Kemenpar

LOMBONGO DIKEMBANGKAN JADI DESTINASI UNGGULAN GORONTALO

Dok. Humas Kemenpar

BURUNG MALEO, SATWA ENDEMIK YANG DILINDUNGI

komunitas masyarakat sekitar destinasi wisata. “Hal ini justru yang harus diutamakan paling awal dalam pembangunan masyarakat di sekitar destinasi wisata,”

Pada kesempatan itu, Menpar beserta para pejabat Kemenpar lainnya, melakukan penanaman pohon yang disebut sebagai pohon asuh. Setelah itu, Menpar melakukan pelepasliaran burung

“Atraksi di Gorontalo sangat menarik. Sejak kemarin, saya telah menyaksikan tarian dan nyanyian yang sangat apik. Selain itu, wisata alamnya juga unik, Lombongo merupakan salah satunya,” ujar Menpar usai melakukan pelepasliaran burung maleo. Sementara itu, Bupati Bone Bolango, Hamim Puo, mengatakan bahwa pihaknya berharap agar kedatangan Menpar dapat menjadi salah satu faktor pendorong pengembangan pariwisata di Gorontalo. “Menpar telah melihat sendiri salah satu hewan endemik Sulawesi yakni burung maleo. Sebenarnya masih banyak lagi hewan endemik yang bisa disaksikan disini antara lain hiu paus, monyet Gorontalo, kuskus beruang Sulawesi, babi rusa, dan lain-lain. Kekayaan floranya juga luar biasa. Maka kami bisa mengatakan dengan bangga bahwa Gorontalo sudah siap dikunjungi wisatawan,” ­ujarnya . (Stevani Elisabeth)


www.sinarharapan.net

EDISI: SABTU - MINGGU, 12 - 13 OKTOBER 2019

2

Gorontalo Karnaval Karawo Satukan Masyarakat untuk Promosikan Pariwisata SHNet, Jakarta Gorontalo Karnaval Karawo sebagai event tahunan daerah Gorontalo menjadi wadah yang menyatukan masyarakat untuk bersama-sama mengangkat keunikan kain Karawo sebagai wastra khas daerah tersebut. Gorontalo Karnaval Karawo 2019 yang diselenggarakan di sepanjang jalan utama yakni Jl. Sultan Hassanudin dan sekitarnya tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-9 kalinya dan dua tahun terakhir masuk dalam 100 Calender of Event Kementerian Pariwisata. “Tahun ini, Gorontalo Karnaval Karawo mengangkat tema Wonderful Celebes,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo, Budi Widi Hartanto, sebagai pihak inisiator penyelenggara pada pembukaan acara puncak Gorontalo Karnaval Karawo, Minggu. Acara yang telah dilaksanakan yakni Mo “Karawo” Design Training, Karawo Fashion Contest, Mo “Karawo” Tradisional Handmade, Gorontalo Culinary Expo, Celebes Tourism Meeting, serta Gorontalo Karnaval Karawo. “Gorontalo Karnaval Karawo dilaksanakan untuk melestarikan kain karawo agar keberadannya terus mendapat perhatian masyarakat. Pada awal tahun 2000-an, nama kain Karawo sudah hampir tidak terdengar. Lalu sejak 2019, dengan diinisiasi oleh Pemda setempat dan didukung oleh Bank Indonesia, diadakanlah Karnaval Karawo. Sejak saat itu, kain Karawo mulai banyak digunakan,” katanya.

Foto-foto: Dok. Humas Kemenpar

GORONTALO FESTIVAL KARAWO 2019

Dia menambahkan, momentum itulah yang menggerakkan berbagai perubahan yang dilakukan para perajin, mulai dari peningkatan kualitas bahan, penambahan jumlah model, hingga perubahan cara pemasaran. Selain itu, keberadaan Gorontalo Karnaval Karawo diharapkan dapat menjadi

penggerak ekonomi masyarakat setempat melalui pariwisata. Saat ini, capaian sumbangan sektor pariwisata terhadap PDB Gorontalo mencapai 3,5 persen. Pada 2019, kain Karawo telah memiliki daya pikatnya tersendiri, berbagai usaha produksi serta pemasaran yang dilakukan para pengrajin kain mendapat dukungan dari

pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta BUMN di Gorontalo. Perkembangan inilah yang kemudian menginspirasi pemda untuk menjadikan Karnaval Karawo sebagai agenda tahunan. Sementara itu, Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim, menyatakan pihaknya telah melakukan berbagai promosi pariwisata. Meski melalui banyak tantangan, Gorontalo terus memperbaiki atraksi, amenitas, dan aksesibilitas pendukung pariwisata. Tujuannya, selain mendatangkan wisatawan juga agar masyarakat Gorontalo bangga dengan daerahnya. “Selain itu, kami juga melaksanakan saran Menteri

Pariwisata untuk membentuk komunitas yang dapat menciptakan masyarakat pariwisata. Dari situ, kita bisa melakukan banyak pengembangan wisata hingga promosi daerah dengan melibatkan masyarakat,” kata Idris. Menteri Pariwisata bangga dengan penyelenggaraan Gorontalo Karnaval Karawo 2019. Dia mengapresiasi seluruh rangkaian acara serta keterlibatan masyarakat di dalamnya. Menpar juga memuji komitmen Kepala Daerah, dalam hal ini Gubernur Gorontalo yang telah merencanakan secara matang pelaksanaaan 54 event pada 2020. Nantinya kegiatan tersebut akan menjadi event tahunan dan jumlah event bisa saja bertambah. “Saran saya adalah perhatian dan anggaran harus dilakukan pada dua hal yakni persiapan acara serta promosi. Acara yang bagus akan bisa mendatangkan banyak pengunjung jika promosi yang dilakukan juga bagus. Saya yakin, Gorontalo akan mendapat lebih banyak wisatawan dengan diselenggarakannya karnaval semacam ini, apalagi tahun depan akan ada 54 event pariwisata. Saya berpesan agar promosinya dilakukan secara besar –besaran,” ujar Menpar. Selain itu, Menpar juga berpesan agar setiap penyelenggaraan festival atau karnaval dapat dibuat sekelas karnaval kelas dunia. Penyelenggara dapat mendatangkan kurator kelas dunia seperti Deny Malik yang telah sukses mengorkestrasi berbagai karnaval besar. (Stevani Elisabeth)


EDISI: SABTU - MINGGU, 12 - 13 OKTOBER 2019

www.sinarharapan.net

3

Jelajah 11 Telaga di Desa Wisata Jatimulyo SHNet, Jakarta - Ingin menikmat gemericik air terjun, telaga dan alam pedesaan yang tenang dan nyaman, Desa Wisata Jatimulyo, Kulonprogo, Yogyakarta, tempatnya. Desa Jatimulyo dikelilingi oleh 11 telaga (kedung). Tak heran bila destinasi yang satu ini dijuluki “Desa Seribu Kedung”. Sebelas kedung tersebut dikelola oleh masyarakat desa menjadi destinasi wisata alam. Letak geografisnya yang berada di atas perbukitan menjadikan desa ini terasa begitu sejuk dan nyaman untuk me-refresh pikiran kita setelah disibukkan dengan berbagai macam kegiatan sehari-hari. Di desa ini bahkan memiliki potensi yang komplit untuk berwisata, mulai dari wisata alam air terjun, view alam, camping/ outbond, kuliner sampai dengan jenis wisata khusus seperti susur goa dan pengamatan burung (watching bird). Bagi Anda yang suka dengan wisata air, anda dapat mengunjungi obyek wisata Kedung Pedut, Grojogan Sewu, Air Terjun Kembang Soka, ataupun Taman Sungai Mudal. Di kawasan ini wisatawan akan dimanjakan dengan jernihnya air pegunungan. Bukan hanya bisa berenang dan merasakan sejuknya air pegunungan, wisatawan juga bisa berfoto di spot-spot cantik yang sudah tertata rapi. Dan inilah telaga – telaga alam yang terbentang indah yang bisa anda kunjungi, yakni  Air Terjun Grojogan Sewu, Curug Setawing, Taman Sungai Mudal, Kedung Pedut, Air Terjun Kembangsoka, Curug Setawing, Watu Blencong, dan  Gunung Lanang.

Dok.dinpar.kulonprogo.go.id

ATRAKSI BUDAYA DI DESA WISATA JATIMULYO, KULONPROGO

Rasanya seperti di dalam surga begitu turun ke dalam ‘kedung’ atau kolam yang airnya berasal dari air terjun alami yang muncul dari celah bebatuan karst. Apalagi sekitar kolam adalah hutan dengan berbagai macam pepohonan, menjadikan suasana sejuk. Tidak hanya menikmati wisata alam, warga Desa Wisata Jatimulyo juga menyediakan aneka kuliner untuk memanjakan lidah wisatawan. Mulai dari kudapan dawet sambel, wehlah, geblek dan sengek, kopi sulingan sampai dengan makanan berat seperti sego tumpeng dan sebagainya bisa Anda nikmati di sini. Desa Jatimulyo juga memiliki beberapa homestay yang siap menampung wisatawan bila ingin menginap dan melihat langsung keseharian warga desa.

Dok.jogjainside.com

TELAGA (KEDUNG) YANG ADA DI DESA WISATA JATIMULYO

Belum lama ini, Desa Wisata Jatimulyo mewakili Kulonprogo masuk ke tahap kedua Lomba Desa Wisata Nusantara 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa,

Dok.dinpar.kulonprogo.go.id

DESA WISATA JADIMULYO MEWAKILI KULONPROGO DI LOMBA DESA WISATA NUSANTARA 2019

Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Desa Wisata Jatimulyo lolos ke dalam 28 besar dari 158 desa wisata yang mengikuti kompetisi ini. Sebanyak 28 besar desa wisata ini tersebar di 26 kabupaten di 12 provinsi. “Desa Wisata Jatimulyo masuk kategori desa wisata berkembang Lomba Desa Wisata Nusantara 2019. Pada hari ini kami dari tim klarifikasi akan meninjau berkasnya yang sudah dikirimkan pada tahap awal apakah sesuai dengan kenyataan di lapangan,” kata Eppy Lugiarti, Kasubdit Advokasi Peraturan Desa Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam sambutannya di Omah Watu Blencong, Jatimulyo, Kamis (10/10). Dalam kesempatan itu, jajaran pemerintahan Desa Jatimulyo serta ODP terkait menyambut tim klarifikator

dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tersebut. Proses presentasi dilakukan di Omah Watu Blencong dilanjut dengan kunjungan ke Air Terjun Kembangsoka. Peninjauan ini dibuka dengan persembahan tarian Sugriwa Subali. Perlu diketahui bahwa sendratari ini merupakan khas Desa Jatimulyo dan sering dipentaskan di Goa Kiskendo, Jatimulyo. Ada beberapa aspek yang menjadi penilaian Kementerian Desa PDTT ini, antara lain atraksi, amenitas, & aksesibilitas (3A); sumber daya manusia, masyarakat dan industri (SMI); branding, advertising, & selling (BAS) dan produk wisata Kulonprogo mengirimkan dua wakilnya untuk mengikuti lomba ini yakni Desa Wisata Banjarasri, Kalibawang serta Desa Wisata Jatimulyo, Girimulyo. (Stevani Elisabeth)


EDISI: SABTU - MINGGU, 20 12 - 21 13 JULI OKTOBER 2019 2019

www.sinarharapan.net

4

Studi: Orang yang Berjalan Lambat Lebih Cepat Tua

SHNet, Jakarta - Kita sering melihat orang yang terbiasa jalan cepat dan lambat. Tapi tahukah kalian bahwa kecepatan berjalan juga ada pengaruhnya bagi kesehatan seseorang? Dilansir dari Scince Daily, beberapa peneliti melakukan penelitian terhadap kecepatan jalan orang-orang yang telah berumur 45 tahun. Kecepatan jalan itu dihubungkan dengan kondisi kesehatan dan ingatan mereka. Apa hasilnya? Hasilnya menunjukkan, orang yang jalannya paling cepat - bukan berlari - memiliki gejala penuaan lebih lambat. Sebaliknya, pejalan kaki yang lebih lambat terbukti “mempercepat penuaan” baik pada paru-paru, gigi, dan sistem kekebalan tubuh mereka. “Hal yang sangat mengejutkan adalah bahwa hal ini terjadi pada orang berusia 45 tahun,

bukan pasien usia lanjut yang biasanya dinilai dengan tindakan seperti itu,” kata pemimpin peneliti Line J.H. Rasmussen, seorang peneliti pasca-doktoral di departemen psikologi & neuroscience Universitas Duke. “Dokter tahu bahwa pejalan kaki lambat berusia tujuh puluhan dan delapan puluhan cenderung meninggal lebih cepat daripada pejalan kaki cepat seusia mereka,” kata penulis senior Terrie E. Moffitt, Profesor Psikologi Universitas Nannerl O. Keohane di Duke University, dan Profesor Pembangunan Sosial di King’s College London. “Tetapi penelitian ini mencakup periode dari tahun-tahun prasekolah hingga usia paruh baya, dan menemukan bahwa berjalan lambat adalah masalah yang umum diketahui beberapa dekade sebelum usia tua.”

Data tersebut berasal dari studi jangka panjang terhadap hampir 1.000 orang yang lahir selama satu tahun di Dunedin, Selandia Baru. 904 peserta penelitian dalam penelitian ini telah diuji, ditanyai dan diukur seluruh hidup mereka, sebagian besar baru-baru ini dari April 2017 hingga April 2019 pada usia 45. Studi ini muncul 11 ​​Oktober di JAMA Network Open. Ujian MRI selama penilaian terakhir mereka menunjukkan pejalan kaki yang lebih lambat cenderung memiliki volume otak total yang lebih rendah, ketebalan rata-rata kortikal yang lebih rendah, area permukaan otak yang lebih sedikit dan insiden lebih tinggi dari “hyperintensities” materi putih, “lesi kecil yang terkait dengan penyakit pembuluh kecil otak. Singkatnya, otak

mereka tampak agak lebih tua. Pejalan kaki yang lebih lambat juga tampak lebih tua wajahnya ketika dipublish di delapan panel layar. Selama ini, kecepatan berjalan telah lama digunakan sebagai ukuran kesehatan dan penuaan pada pasien usia lanjut. Tetapi yang baru dalam penelitian ini adalah remaja dari subyek penelitian ini dan kemampuan melihat bagaimana kecepatan berjalan sesuai dengan kondisi kesehatan yang telah dikumpulkan selama hidup mereka. “Sayang sekali kita tidak memiliki kecepatan berjalan dan pencitraan otak untuk mereka sebagai anak-anak,” kata Rasmussen. (MRI ditemukan ketika mereka berusia lima tahun, tetapi tidak diberikan kepada anakanak selama bertahun-tahun setelah itu.)

Beberapa perbedaan dalam kesehatan dan kognisi mungkin terkait dengan pilihan gaya hidup yang dilakukan orang-orang ini. Tetapi penelitian ini juga menunjukkan bahwa sudah ada tanda-tanda dalam kehidupan awal tentang siapa yang akan menjadi pejalan kaki paling lambat, kata Rasmussen. “Kita mungkin memiliki kesempatan di sini untuk melihat siapa yang akan melakukan kesehatan yang lebih baik di kemudian hari.” Penelitian ini didukung oleh hibah Lembaga Nasional Penuaan AS, Dewan Penelitian Medis Inggris, Yayasan Jacobs, Dewan Riset Kesehatan Selandia Baru, Kementerian Bisnis, Inovasi, dan Ketenagakerjaan Selandia Baru, Yayasan Lundbeck, Yayasan Ilmu Pengetahuan Nasional AS, Institut Nasional Kesehatan Anak dan Pembangunan Manusia. (Ina)


EDISI: SABTU - MINGGU, 12 - 13 OKTOBER 2019

www.sinarharapan.net

5

Perjalanan Solo Makin Jadi Tren

SHNet, Jakarta - Dalam beberapa tahun terakhir, perjalanan solo telah menjadi salah satu tren perjalanan yang paling banyak disebut dan didiskusikan di dunia dengan potensi pertumbuhan yang kuat. Tren ini tidak hanya membuka peluang tetapi juga membawa tantangan bagi sektor pariwisata. Saat ini, perjalanan wisata solo berlangsung cukup lancar dan sederhana berkat dukungan dari teknologi dan layanan. Oleh karena itu, perusahaan perjalanan memberikan banyak produk dan layanan kepada pelancong tunggal yang dapat memenuhi permintaan prioritas mereka serta memanfaatkan peluang untuk pengembangan mereka dari tren perjalanan di atas. Banyak laporan internasional menunjukkan bahwa jumlah pelancong tunggal telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Yang mengejutkan, tren ini menarik tidak hanya bagi kaum muda yang tertarik bepergian tetapi juga bagi wisatawan yang

lebih tua. Menurut data dari Booking.com, hingga 40% wisatawan berusia antara 50 dan 64 yang menggunakan platform pada tahun 2018 melakukan perjalanan solo pada tahun-tahun sebelumnya; dan 21% lainnya menyatakan rencana mereka untuk mengadakan tur serupa di masa depan. Selain itu, menurut survei oleh Unique Homestay, sebuah platform yang mengkhususkan diri dalam menyediakan kamar homestay untuk pengunjung, jumlah pelancong solo pria hanya 22%, sementara wanita berkontribusi 78%. Banyak alasan yang disebutkan untuk menjelaskan daya tarik tren perjalanan solo dalam beberapa tahun terakhir, termasuk kemudahan dan fleksibilitas dalam hal kondisi dan waktu untuk bekerja, otonomi dan kemandirian dalam kemampuan dan keuangan, terutama bagi perempuan. Dengan perjalanan solo, pengunjung tidak terikat oleh jadwal panjang dan tidak bergantung pada waktu dan ren-

cana untuk menemani orang. Mereka bebas melakukan apa yang mereka suka. Agoda telah mengumumkan laporan tentang ‘tren perjalanan solo pada tahun 2018’, mencatat bahwa 61% responden mengatakan bahwa mereka bepergian sendirian untuk bersantai dan mengurangi stres. Dua tujuan lain dari tur solo yang disebutkan adalah menghilangkan sementara kebiasaan sehari-hari dan eksplorasi budaya baru. Selain itu, perjalanan solo juga membantu pengunjung untuk melatih banyak keterampilan lain, seperti kemandirian, kepercayaan diri, kemampuan manajemen waktu dan keuangan, pemecahan masalah, dan bahasa asing. Dengan keunggulan sumber daya alam, budaya asli dan pengeluaran berbiaya rendah, Vietnam telah dianggap sebagai tujuan yang menarik bagi orangorang yang gemar bepergian sendirian dari seluruh dunia. Agoda mengumumkan bahwa Kota Ho Chi Minh berada di peringkat sepuluh kota favorit wisatawan solo Asia pada ta-

hun 2018. Statistik oleh Klook, sebuah aplikasi untuk layanan pariwisata di destinasi, menunjukkan bahwa Vietnam dan Thailand adalah negara yang paling banyak menarik wisatawan solo di pasar Asia. Namun, untuk mengambil keuntungan penuh dari tren ini, perusahaan perjalanan domestik harus menghadapi banyak kesulitan karena mereka telah lama memperdagangkan produk tradisional dan bisnis asing mulai memasuki pasar pariwisata lokal. Dalam kerangka Expo Perjalanan Internasional Kota Ho Chi Minh baru-baru ini, Solo Traveler Day diadakan, membawa perspektif tentang tren dan potensi serta langkah-langkah untuk mempromosikan pasar perjalanan solo. Sebagian besar ahli mengatakan bahwa dibandingkan dengan bisnis asing, keuntungan dari perusahaan domestik adalah pengetahuan mereka yang jelas tentang destinasi, yang memungkinkan mereka untuk dengan mudah meneliti

dan mengembangkan produk menuju optimalisasi pengalaman pribadi budaya lokal - faktor yang sangat penting dalam perjalanan solo. Namun, perusahaan harus memahami kebutuhan pengunjung dan mengembangkan banyak produk yang dapat memenuhi beragam permintaan pelanggan mereka. Selain mempelajari pasar dan pengembangan produk, metode untuk menjangkau pelanggan juga penting. Banyak penelitian menunjukkan bahwa pelancong solo cenderung memanfaatkan alat online untuk perjalanan mereka. Selain itu, pelancong solo lebih suka merujuk pada berbagi dan pengalaman para pelancong sebelumnya daripada informasi yang diberikan oleh perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus mengubah metode untuk mempromosikan produk mereka serta lebih memperhatikan membangun dan mengeksploitasi data tentang pengalaman pelanggan pada platform online. (Ina/berbagai sumber)


EDISI: SABTU - MINGGU, 12 - 13 OKTOBER 2019

www.sinarharapan.net

6

Desa Sidamukti Kini Menjadi Desa Wisata SHNet, Jakarta – Pernah melirik Majalengka sebagai tempat berlibur yang jarak dan waktu tempuhnya tak terlalu jauh dari Jakarta? Jika belum, kini saatnya melirik salah satu kabupaten di Jawa Barat itu. Di Majalengka ada Desa Sidamukti, Kecamatan Majalengka. Desa yang satu ini berkembang menjadi desa wisata dengan berbagai objek wisata menarik plus oleh-oleh khas yang menjadi produk unggulan desa. Akses menuju Majalengka sangat mudah. Dari Jakarta sekitar 3,5 jam hingga 4 jam perjalanan. Ke depan masyarakat Majalengka bisa berharap ada penerbangan reguler dengan adanya Bandar Udara Kertajati. Dari pusat kota Majalengka, perjalanan darat bisa dilanjutkan ke Desa Sidamukti dengan patokan ikon Bunderan Munjul Indah di pusat kota. Dari situ mengarah ke selatan sekitar 7 km atau 20 menit menuju Desa Sidamukti dan berbagai objek wisata seperti Gunung Panten yang menjadi pusat aktivitas paralayang. Paralayang Paralayang Gunung Panten menjadi idola wisatwan dan atlet-atlet paralayang. Tidak mengherankan jika tempat itu selalu ramai. Baik untuk berlatih mau pun wisatawan yang ingin menikmati keindahan dan sensasi terbang tandem. Untuk terbang tandem harga ditawarkan antara Rp450 ribu hingga Rp750 ribu. Di

MANGGA GEDONG GINCU

Ist

PARALAYANG

tempat itu, wisatawan juga bisa mencoba gantole. Selain aktivitas melayang, Gunung Panten menjadi tempat ideal untuk menikmati keindahan alam dari ketinggian. Di sisi utara, mebentang jalan raya Kadipaten-Cikijing dan atap-­atap perumahan penduduk. Bila melihat ke arah Timur, ada Gunung Sela yang berada di Maja, serta Gunung Ciremai yang indah. Dari Gunung Panten juga bisa dicapai situs petilasan Prabu Siliwangi yang terletak di hutan lindung. Di situ

Ist

GUNUNG CIREMAI

bisa dijumpai banyak kera dan kelalawar besar. Mangga Gedong Gincu Jika sudah tiba di Desa Sidamukti, jangan lupa membeli oleholeh hasil olahan produk unggulan desa, yakni mangga gedong gincu. Produk olahan mangga

yang sudah dikembangkan itu antara lain berupa kerupuk mangga, nastar isi selai mangga, dan kue sistik mangga. Desa Sidamukti merupakan salah satu desa penghasil mangga Gedong Gincu terbesar di Kabupaten Majalengka. Ada ribuan pohon mangga di desa tersebut. Warga Desa Sidamukti memang menanamnya di tanah perkebunan dan lahan pekarangan rumah.

Buah mangga gedong gincu asal Kota Angin, sebutan Kota Majalengka, merupakan varietas buah yang popular di kalangan penggemar buah mangga. Rasanya manis, beraroma harum, serta tampilan warna yang menarik. Nah, jangan ragu menyambangi Desa Sidamukti. Mereguk kesejukan udara desa wisata, sekaligus bersantai melepas kepenatan sehari-hari. (maya)


EDISI: SABTU - MINGGU, 12 - 13 OKTOBER 2019

www.sinarharapan.net

7

Bantuan PSU Tingkatkan Pembangunan Rumah Bersubsidi

SHNet, BATAM -Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus mendorong pembangunan rumah bersubsidi untuk masyarakat salah satunya dengan penyaluran bantuan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) seperti jalan lingkungan, penyediaan jaringan air bersih dan tempat pembuangan sampah terpadu. Adanya bantuan PSU juga diharapkan dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk dapat memiliki rumah bersubsidi dengan harga yang terjangkau. “Melalui penyaluran bantuan PSU ini kami (Kementerian PUPR - red) berharap dapat mendorong pengembang untuk membangun lebih banyak rumah bersubsidi untuk masyarakat Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Pe-

rumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid saat melakukan peninjauan hasil pembangunan PSU di Perumahan Fantasy Residence di Batam, Jum’at (11/10). Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Rumah Umum dan Komersial Ditjen Penyediaan Perumahan Mohammad Yusuf Hariagung, Kasubdit Perencanaan Teknik dan Evaluasi Direktorat Rumah Umum dan Komersial Suminarti, Pengembang Perumahan Fantasy Residence yakni Direktur PT. Mulia Realty Batindo, Joni Ahmad. Menurut Khalawi, Kementerian PUPR terus berupaya menggandeng para pengembang di seluruh Indonesia untuk pembangunan PSU. Hal itu dilakukan agar para pengembang lebih bersemangat dalam membangun rumah bersubsidi.

Lebih lanjut, Khalawi menerangkan, pemerintah ingin agar masyarakat yangbtinggal di rumah bersubsidi dapat tinggal dengan nyaman. Adanya jalan lingkungan, saluran air, serta bantuan dari pemerintah diharapkan mampu mewujudkan lingkungan tempat tinggal baik khususnya bagi para generasi muda Indonesia. “Rumah subsidi itu dibangun untuk rakyat agar mereka bisa tinggal dengan layak. Pengembang yang menerima bantuan PSU juga harus berkomitmen untuk mendukung program pemerintah khususnya rumah bersubsidi. Selain itu, kualitas rumah dan lingkungan serta fasilitas pendukungnya juga harus dijaga sebaik mungkin,” katanya. Berdasarkan data yang ada, Kementerian PUPR telah menyalurkan bantuan PSU untuk

119.695 unit rumah bersubsidi di Indonesia selama lima tahun mulai 2015 hingga 2019. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan kebutuhan runah bersubsidi setiap tahunnya. “Tahun 2020 mendatang kami telah mengalokasikan dana sekitar Rp 202 Milyar untuk pembangunan PSU sebanyak 22.500 unit rumah,” tandasnya. Sementara itu, Pengembang Perumahan Bersubsidi Fantasy Residence di Kota Batam, Joni Ahmad menyatakan, pihaknya siap mendukung program perumahan pemerintah. Menurutnya, adanya PSU dari Kementerian PUPR sangat membantu pengembang untuk membangun rumah untuk masyarakat. “Masyarakat pasti lebih memilih rumah bersubsidi

yang jalan lingkungannya rapi. Apalagi di Kota Batam banyak masyarakat yang mencari rumah bersubsidi untuk tempat tinggalnya,” katanya. Perumahan Fantasy Residence, imbuhnya, berada tidak jauh dari kawasan industri sehingga sangat cocok untuk lokasi pembangunan rumah bersubsidi. Luas perumahan adalah 7 hektar dan memiliki kapasitas pembangunan rumah bersubsidi sebanyak 700 unit. Harga jual rumah untuk MBR di Perumahan Fantasy Residence pun mengikuti harga jual yang telah ditetapkan oleh pemerintah yakni Rp 146 juta. “Saat ini kami baru membangun sekitar 30 persen dari luas lahan yang ada atau sekitar 274 unit rumah bersubsidi. Dari angka tersebut kami mendapat bantuan PSU sebanyak 150 unit rumah,” terangnya. (ris)


www.sinarharapan.net

EDISI: SABTU - MINGGU, 12 - 13 OKTOBER 2019

SinarHarapanNet adalah sebuah wadah jejaring informasi yang dimotori para jurnalis Sinar Harapan yang bernaung di bawah Perkumpulan Sinar Harapan. Wadah ini lahir dari niat dan keinginan untuk meneruskan visi, nilai, dan semangat untuk terus mencari, menemukan, menebar, menumbuhkan, memupuk dan mengembangkan harapan secara terus menerus. Perkumpulan ini bukan saja sebagai wadah bagi yang pernah bekerja di Sinar Harapan, tetapi juga merupakan tempat berkumpulnya jaringan Sinar Harapan dari berbagai latar belakang profesi dan aktivitas. Wadah ini juga terbuka untuk siapapun yang memiliki semangat dan merindukan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Perkumpulan ini memilih media publikasi sebagai wadah untuk menyebarkan dan memelihara harapan akan masa depan. Harian Sinar Harapan Net hadir menjawab kebutuhan akan informasi harian yang jernih, terpercaya, dan membangkitkan harapan. Kami mendukung tujuan global pembangunan berkelanjutan bagi kemaslahatan umat manusia dan planet bumi, sustainable development goals (SDGs); mengedepankan jurnalisme damai (peace journalism); menganut prinsip-prinsip pewartaan bermartabat; serta mendorong terciptanya sinergi positif dalam berjejaring. Perwujudan dukungan kami terhadap SDGs antara lain dalam bentuk penerapan tanggung jawab sosial di sepanjang rantai nilai (value chain) kami, termasuk penerapan efisiensi sumber daya dan energi dalam setiap aktivitas kami, mulai dari perencanaan, proses produksi hingga pemasaran dan distribusi. PENGELOLA AWAK REDAKSI: Tutut Herlina (Pemimpin), Ario Widiyanto, Aju, Dis Amalo, Daniel Duka, Eka Susanti, Gerald Pelapelapon, Herry Suroso, Inno Jemabut, Maya Handini, Muhammad Nasir, Nonnie Rering, Stevani Elizabeth, Wheny Hari Muljati, Marcelinno Pratama, Victor Simanjuntak. KONTAK: 0813-17775994 ALAMAT: Menara Kuningan, Level 30 Unit B-C Jalan H.R. Rasuna Said Kav. 5 Blok X-7, Jakarta Selatan - 12940 EMAIL: redaksi@sinarharapan.net

8

Prospek Uranium di Indonesia

Oleh Wartawan “SH” Soebekti

Jakarta, 7 September 1973 – Budi Sudarsono Deputi Direktur Jenderal BATAN dalam wawancara dengan “Sinar Harapan” menyatakan bahwa persediaan dunia uranium yang dapat digarap dengan ongkos kurang dari $10/ pon adalah satu juta ton, yaitu kira-kira 1.000.000.000 atau satu miliar kilogram atau kira-kira dua miliar pon. Jumlah ini semakin berkurang dengan meningkatnya tenaga nuklir industri. Diramalkan bahwa sekitar tahun 80-an harga uranium akan naik. Budi Sudarsono selanjutnya menyatakan bahwa bila dihitung uranium yang bisa digarap dengan harga $20/pon maka jumlah persediaan bahan mentah nuklir diseluruh dunia adalah kurang lebih dua juta pon. Sebuah reaktor daya sebesar 300 MW (megawatt) listrik seperti yang mau dibangun di Indonesia menelan kira-kira beberapa puluh ton uranium setahun. Setiap tahun reaktor atom diseluruh dunia menurut perkiraan menghabiskan beberapa ribu ton uranium. Ini antara lain mendorong negeri besar mengadakan prospeksi uranium di tempat lain seperti di Indonesia. “Fuelling- Cost” PLTN rendah Menurut Budi Sudarsono, Indonesia belum menghasilkan uraniumnya sendiri tidak mempengaruhi rencana membuat PLT-Nuklir tahun 80-an.

Biaya terbesar dari pembangunan PLTN adalah terutama “capital cost”, mesin, gedung, alat, “Fuelling Cost”, biaya bahan bakar dalam hal ini uranium hanya 25 persen dari biaya seluruhnya. Ongkos pemeliharaan juga relatif rendah. Bahwa harga uranium kelak akan naik tidak mempengaruhi niat membangun PLTN. Yang paling ekonomis atau tidak. Dan bila pada tahun 80-an daya terpasang listrik Indonesia sudah mencapai 3.000 megawatt, maka dianggap sudah terpenuhi syarat kompetitif dimana PLTN sebesar 300 megawatt dapat dibangun. Negara penghasil uranium adalah Amerika Serikat, Kanada Afrika Selatan, Australia dan Perancis. Indonesia belum menghasilkan uranium sungguh pun sekarang sedang dilakukan survey di daerah Kalimantan (Selatan – Tengah) , Sumatera (Sumbar, Tapanuli Selatan, Bangka dan Lampung), Irian Barat (Kepala burung), Sulawesi (Kepulauan Bangka) dan Jawa (Cikotok, Ciater, Purwakarta, Tirtomoyo Dan Pacitan). Diantara diantara itu yang kemungkinan besar bisa prospektif adalah terutama Kalimantan dan Sumatera Barat. Menurut Budi Sudarsono ahli Perancis dengan kerjasama dengan BATAN sejak tiga tahun yang terakhir ini giat melakukan penelitian di Kalimantan. Mula-mula pekerjaan dilakukan di Kalimantan Tengah berdasarkan data geologis dari jaman sebelum

perang, data ini ternyata kurang lalu daerah eksplorasi dipindah kebagian selatan. Rupanya kurang pula memadai, kemudian kini dipusatkan pada daerah antara Selatan dan Tengah. Ongkos eksplorasi setengah juta dollar setahun Ongkos eksplorasi begini sekitar setengah juta dollar setahun, demikian Budi Sudarsono menyatakan. Ongkos ini sepenuhnya ditanggung oleh pihak Perancis. Selain Perancis yang sudah penuh terlibat dalam prospeksi uranium ada beberapa megeri lain yang juga menunjukkan minatnya. Ialah pertama Jerman Barat yang melalui “Uran Gesellschaft” pada bulan Juli yang lewat mengemukakan keinginan kerjasamanya dibidang pencarian uranium di Indonesia. Beda dengan Perancis, orang Jerman mengusulkan “Joint Venture” atas dasar “fifty-fifty”. Tetapi rupanya asal pihak Indonesia ikut memikul ongkosnya biarpun 10% mereka juga mau. Daerah yang menjadi incaran orang Jerman ialah terutama Sumatera Barat, yang menurut ahli Jerman itu cukup prospektif. Mereka juga pergi ke Irian, tetapi setelah tujuh hari disana, kembali lagi ke Jakarta, karena sulitnya mencapai daerah prospektif. Negeri lain adalah Jepang dan Amerika. Perusahaan minyak raksasa Amerika “Esso” yang mempunyai dua pabrik uranium selain kilang kilang dan pabrik minyak juga

telah menyampaikan minatnya mengadakan prospeksi uranium di Indonesia. Budi Sudarsono menyatakan bahwa prospeksi begini menelan ongkos banyak dan membutuhkan waktu bertahun-tahun, sedangkan serupa dengan prospeksi minyak juga bersifar spekulatif. Bisa ada hasil tapi bisa juga tidak. Uranium sebagai mineral pertambangan Mengenai eksplorasi uranium di Indonesia nampaknya ada kekurangan persesuaian mengenai sifat uranium sebagai mineral pertambangan antara BATAN dan Departemen Pertambangan. Ini terutama kentara dalam approach peminat dan negara asing yang ingin berusaha dibidang ini. Departemen Pertambangan menganggap uranium bahan mineral pertambangan biasa saja dan oleh karena itu orang yang mau mencari uranium di Indonesia selayaknya berhubungan dengan Departemen Pertambangan. Sedangkan Badan Tenaga Nasional berpendirian bahwa uranium adalah mineral radioaktif yang berbeda sifatnya dari bahan mineral lain dan urusan mengenai uranium itu sebaiknya diselesaikan oleh BATAN. Sama halnya urusan minyak bumi antara Departemen Pertambangan dan Pertamina karena kedudukan khas dan ekonomis kuat dipasaran dunia maka minyak dinilai memerlukan perlakuan lain daripada bahan mineral ­biasa.


EDISI: SABTU - MINGGU, 12 - 13 OKTOBER 2019

www.sinarharapan.net

9

Tiga Cara Pemerintah Memperbaiki Komunikasi Publik melalui Media Sosial Oleh : Treviliana Eka Putri

B

eberapa minggu terakhir, platform media sosial, khususnya Twitter, ramai dengan beberapa kasus krisis komunikasi terkait tokoh dan juga lembaga pemerintahan. Krisis komunikasi di sini adalah permasalahan tidak terduga yang mencederai harapan publik terhadap lembaga atau organisasi sehingga menimbulkan persepsi negatif. Sebut saja unggahan vlog Presiden Joko “Jokowi” Widodo yang bercengkerama dengan cucu di Istana Negara pada 21 September 2019. Walau unggahan tersebut terlihat netral, berbagai reaksi negatif dari warganet muncul karena muncul bersamaan dengan semakin parahnya kebakaran hutan di Riau. Kasus lain adalah unggahan video ambulans yang diduga membawa batu untuk aksi demonstrasi mahasiswa di sekitar gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta pada 29 September. Video tersebut diunggah oleh akun Twitter resmi Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) @TMCPoldaMetro dengan cuitan “Polri amankan 5 kendaraan ambulans milik Pemprov DKI Jakarta yang digunakan untuk membawa batu dan bensin yang diduga untuk molotov di dekat Gardu Tol Pejompongan Jl. Gatot Subroto” pada pukul 02.15. Postingan itu kemudian dihapus pada pukul 10.50 setelah muncul bantahan terhadap informasi tersebut. Tersebarnya informasi salah ini kemudian memunculkan gelombang tagar #Manabatunya yang mengkritisi unggahan Polda Metro Jaya tersebut. Ini menunjukkan sentimen ketidakpercayaan terhadap informasi yang diberikan akun @ TMCPoldaMetro. Kedua kasus di atas menunjukkan pentingnya strategi komunikasi publik yang baik bagi tokoh atau pun lembaga pemerintahan. Tanpa adanya strategi yang

sonal dan berbagai jenis interaksi seperti balasan atapun dalam bentuk retweet. Respons personal dan cepat tersebut mendorong masyarakat untuk tidak segan terlibat dalam interaksi dan memberikan apresiasi positif pada unggahan atau pun cuitan yang dilakukan. Dalam hal ini, Susi telah cukup baik dalam memanfaatkan platform media sosial.

baik dari pejabat publik, interaksi yang pasif dan kaku, unggahan konten yang tidak sensitif terhadap suatu peristiwa publik, serta persebaran informasi dengan tingkat akurasi yang rendah akan sering terjadi. Strategi komunikasi lewat media sosial Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki komunikasi publik melalui media sosial. Pertama, melakukan analisis sentimen publik dalam menentukan konten. Analisis big data berbasis percakapan pada media sosial saat ini sudah banyak dilakukan lewat berbagai platform, seperti eventregistry dan twitonomy, yang memberikan akses cuma-cuma dalam periode tertentu. Berbagai penyedia jasa analisis media sosial sudah hadir di Indonesia menawarkan laporan terkait persepsi publik terhadap suatu produk atau lembaga. Melalui analisis sentimen publik, dapat diperoleh gambaran persepsi publik, terutama warga net, terhadap sebuah isu. Salah satu bentuk contoh analisis sentimen publik yang dilakukan oleh Drone Emprit, misalnya, terkait dengan bencana kabut asap. Analisis sen-

timen menunjukkan adanya harapan untuk tindakan yang lebih baik dari pemerintah dan kesedihan atas parahnya bencana yang terjadi. Oleh karena itu, pada periode tersebut, unggahan yang dilakukan, terutama oleh tokoh pemerintahan, sebaiknya memperhatikan sentimen yang ada. Seperti dibuktikan lewat unggahan Jokowi di atas, konten yang tidak sensitif akan memantik reaksi negatif dari publik Kedua, memastikan kredibilitas data. Akun resmi tokoh pemerintah dan lembaga pemerintahan wajib melakukan verifikasi informasi sebelum menyebarkannya lewat media sosial. Sedikit saja keliru dapat menimbulkan dampak fatal karena sangat berkaitan dengan tingkat kepercayaan publik. Di era digital, ketika terdapat banyak kabar yang tersebar melalui internet, akun tokoh dan lembaga pemerintahan seharusnya dapat “meluruskan” berbagai kabar itu dengan informasi yang valid dan terpercaya. Upaya pemalsuan data harus dihindari karena saat ini masyarakat memiliki ketersediaan dan akses yang sangat luas terhadap data dan informasi. Ketiga, meningkatkan aktivitas di media sosial. Ada dua

hal yang penting di sini, yaitu kuantitas dan kualitas. Jumlah unggahan yang banyak memungkinkan keterlibatan publik yang lebih tinggi pula (karena lebih banyak interaksi dapat tercipta dari berbagai unggahan), namun kualitas dari unggahan tersebut juga penting diperhatikan. Unggahan yang bersifat pasif dan kaku tentunya tidak akan mengundang banyak interaksi, seberapa banyak pun jumlah unggahan yang dilakukan. Popularitas melalui media sosial Penelitian terbaru Center for Digital Society UGM pada bulan Juli lalu menunjukkan efektifnya penggunaan media sosial dalam meningkatkan popularitas tokoh publik. Penelitian yang dilakukan dengan basis data media sosial tersebut terkait popularitas Kabinet Kerja Jokowi menunjukkan bahwa tokoh publik yang memiliki strategi media sosial yang baik dapat memperoleh popularitas dan diterima lebih baik oleh publik. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, misalnya, memiliki tingkat interaksi yang sangat tinggi dengan pengikutnya di Twitter lewat penggunaan bahasa yang per-

Wahana yang efektif Presiden Amerika Serikat Barack Obama seringkali disebut sebagai the first social media president oleh publik karena keterampilannya menggunakan berbagai perangkat dalam media sosial untuk terhubung dengan masyarakat yang saat ini semakin cakap dalam menggunakan teknologi. Hal ini berkontribusi terhadap tingkat keterikatan emosional antara pendukungnya dan juga meningkatkan dukungan terhadap kebijakan yang ia keluarkan. Praktik Obama dalam memanfaatkan media sosial sebagai kanal tambahan dalam upaya komunikasi publik dapat menjadi contoh bagi tokoh publik lainnya untuk mengeksplorasi penggunaan fitur-fitur media sosial untuk komunikasi publik mereka. Masifnya penggunaan internet telah menjadikan keberadaan individu atau pun organisasi di dunia offline saja dianggap tidaklah cukup, terutama bagi tokoh atau pun lembaga publik. Sudah selayaknya tokoh publik maupun lembaga pemerintahan untuk memiliki strategi komunikasi publik yang baik pada platform media sosial mereka. Penulis, Treviliana Eka Putri, Universitas Gadjah Mada.

Artikel ini ditayangkan pertama kali di The Conversation Indonesia


EDISI: SABTU - MINGGU, 12 - 13 OKTOBER 2019

www.sinarharapan.net

10

Presiden Joko Widodo Pastikan Menteri Asal Papua

Foto: setkab

Presiden Jokowi menggandeng perwakilan siswa SD Kab. Jayapura dan Kabupaten Asmat, Papua, saat menuruni tangga halaman Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10) pagi.

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan akan ada warga dari Papua yang masuk dalam kabinet baru yang dipimpinnya pada periode 20192024, sebagaimana dilakukannya pada pembentukan Kabinet Kerja periode 2014-2019. “Saya pastikan ada,” kata Presiden Jokowi menjawab wartawan usai menerima perwakilan siswa Sekolah Dasar dari Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, di Veranda Belakang, Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10) pagi.

Soal jumlahnya berapa? Presiden meminta agar dilihat nanti saat pengumuman kabinet 2019-2024. Menurut Presiden, susunan kabinet periode 20192024 itu sudah selesai disusun, dan akan diumumkan nanti. “Mungkin bisa hari yang sama dengan pelantikan mungkin sehari setelah pelantikan. Insyaalah semuanya sudah kita siapkan,” ungkapnya. Soal apakah susunan kabinet itu sudah fix, Presiden Jokowi mengatakan, mungkin ada beberapa pertimbangan

yang memungkinkan. Otonomi Khusus Papua Sementara terkait dengan otonomi khusus Papua yang kan selesai pada 2020, Presiden Jokowi mengatakan, tentu akan ada evaluasi. “Tentu saja akan ada evaluasi total, akan ada koreksi-koreksi selama perjalanan ini apa yang masih bisa diperbaiki yang mana akan kita perbaiki, akan kita koreksi, akan kita evlauasi,” jelas Presiden. Menurut Presiden, evaluasi itu nantinya akan dibicarakan bersama antara pemerintah

pusat dengan pemerintah di tanah Papua. Tapi yang paling penting, menurut Presiden, dana otonomi khusus itu betul-betul memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat di tanah Papua. “Yang paling penting itu. bagi kesejahteraan, bagi kemakmuran, bagi perbaikan-perbaikan SDM yang ada di sana,” tegas Presiden. Sementara itu, Anggota DPR dari Dapil Papua Barat, Jimmy D. Ijie secara terpisah, mengatakan, semua pihak harus memperkuat UU Otsus

Papua dan Papua Barat. “Kalau UU Otsus diperkuat bisa menjadi solusi untuk masalah Papua. Selama ini, UU Otsus tidak dilaksanakan dengan baik, karena UU Otsus tidak benar-benar dijadikan UU yang khusus, “ kata Jimmy. Untuk itu, katanya, sebaiknya UU Otsus diperkuat dan memberikan kewenangan yang ada dalam UU. “Kalau kita perkutat, UU Otsus dapat menjadi jalan tengah dan itu cukup baik,” kata Anggota DPR dari PDI Perjuangan ini. (sp)


EDISI: SABTU - MINGGU, 12 - 13 OKTOBER 2019

www.sinarharapan.net

11


www.sinarharapan.net

EDISI: SABTU - MINGGU, 12 - 13 OKTOBER 2019

12

KPK Kerja Sama Interpol Pulangkan Paulus Tannos SHNet, JAKARTA - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menegaskan, KPK bekerja sama dengan Interpol untuk mengejar dan membawa pulang ke Indonesia  Direktur Utama PT Shandipala Arthapura Paulus Tannos,  yang kini menjadi tersangka kasus e-KTP.  “KPK  telah meminta bantuan  Interpol untuk mencari  tersangka kasus e-KTP Paulus Tannos di mana pun berada. KPK  akan menempuh berbagai cara  untuk memulangkan tersangka,” kata Febri di Jakarta.  Febri mengatakan, KPK mempunyai cara tersendiri untuk memproses Tannos agar penyidik dapat menggali secara rinci keterlibatannya dalam kasus yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun itu. Sementara itu,  Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mendesak  KPK secepatnya  memulangkan  Paulus Tannos,  yang kini bersembunyi di Singapura. Kehadiran Tannos dalam persidangan  kasus ini sangat diperlukan untuk mengungkapkan

GEDUNG KPK

peran strategisnya dalam kasus yang melibatkan sejumlah anggota DPR RI periode 2014-2019, pejabat Kementerian Dalam Negeri, dan BUMN. “Ini orang berbahaya. KPK jangan biarkan Paulus Tannos bebas berkeliaran. Peranannya dalam kasus  e-KTP sangat strategis,” kata Boyamin di Jakarta, pada Jumat (9/10). Menurut Boyamin, KPK sebagai lembaga antirasuah yang kredibilitasnya dipercaya masyarakat juga harus  berpegang teguh pada komitmennya untuk membawa  Tannos ke Indonesia. 

“Data dan bukti sudah dikantongi KPK, seharusnya  KPK bertanggung jawab untuk bisa membawa pulang  Tannos. Saya menduga ada pihak-pihak yang membantu Tannos, karena dia begitu leluasa menjual aset-asetnya  di Indonesia,” jelas dia. Boyamin juga mengajak masyarakat  untuk mengawal  ketat KPK dalam menyelesaikan kasus megaproyek e-KTP, yang telah menjerat mantan Ketua DPR RI Setya Novanto.  Pada Agustus lalu,  KPK secara resmi  menetapkan Direktur Utama  PT Shandipala

dana Rp 145,85 miliar terkait proyek e-KTP.   Meski telah ditetapkan sebagai tersangka dan perusahaannya diuntungkan dari aksi kongkalikong kasus e-KTP,  Tanos masih bebas berkeliaran  di tempat pelarian di Singapura. Ia juga dengan leluasa  menyuruh kaki tangannya untuk menyelamatkan  aset-aset miliknya di  Indonesia.  Paulus diduga terlibat dalam  skenario pemenangan tender e-KTP langsung pada  KonsorIst sium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI).  Ia Arthaputra Paulus Tannos se- juga ikut menyepakati jumlah bagai tersangka dalam kasus fee yang harus diberikan kepamegaproyek e-KTP. Selain Tan- da anggota DPR RI. Dia sendiri nos, KPK juga  tersangka baru disinyalir mendapat keuntundalam kasus e-KTP adalah ang- gan paling besar. Tannos diduga telah melakugota DPR RI periode 2014-2019 Miryam S Haryani,  Direktur kan pertemuan dengan Andi Utama Perum Percetakan Neg- Agustinus, Johanes Marliem, ara Republik Indonesia (PNRI)  dan tersangka  Isnu Edhi Wijaya yang juga  Ketua Konsorsium untuk membahas pemenanPNRI Isnu Edhi Wijaya, dan  gan konsorsium PNRI dan Ketua Tim Teknis Teknologi In- menyepakati fee sebesar 5% formasi Penerapan e-KTP Hus- sekaligus skema pembagian beban fee yang akan diberikan keni Fahmi.  PT Sandipala Arthaputra yang pada beberapa anggota DPR RI adalah pemenang tender proyek dan pejabat pada Kementerian e-KTP   diduga telah meraup Dalam Negeri. (Maya)

Pemerintah Akan Evaluasi Dana Otsus

SHNet, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah di Papua akan mengevaluasi kebijakan dan pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) Papua. “Nanti akan kita bicarakan bersama antara pemerintah pusat dengan pemerintah di tanah Papua,” kata Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Jumat. Menurut Jokowi, yang paling penting otsus dan dana otsus memberikan manfaat besar bagi masyarakat di tanah Papua. “Memberikan kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat dan ada perbaikan kualitas SDM di Papua,” katanya. Ia menegaskan akan ada evaluasi total dan ada koreksi-koreksi berdasar perjalanan selama ini. “Akan dievaluasi apa yang masih bisa diperbaiki, mana yang harus kita perbaiki, akan kita evaluasi,” katanya. Sebelumnya, seperti dikutip  Antara, Peneliti Alpha Research Database Indonesia Ferdy Hasiman menilai pemerintah pusat sudah mengucurkan banyak dana ke Papua melalui dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK), dan dana Otsus, tetapi percepatan pemba-

Ist

DANA OTSUS PAPUA

ngunan di Papua berjalan sangat lamban. Hal itu diduga karena dana tersebut hanya beredar di tingkat elite. Ferdy Hasiman melalui keterangan tertulisnya mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2017, alokasi dana dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Provinsi Papua pada 2017 sebesar Rp11,9 triliun, meliputi DAU dan DAK Rp3,7 triliun serta dana Otsus Rp8,2 triliun. “Namun, dana sebesar itu belum bisa memperbaiki kesejahteraan rakyat Papua secara keseluruhan,” katanya. Padahal, kata dia, dana otsus

itu sudah diberikan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Provinsi di Papua sejak 2002, setelah diberlakukannya UU Nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua. Menurut Ferdy, dana yang sangat besar itu diduga hanya beredar di tingkat elite dan birokrat di Papua, hanya sedikit saja yang mengucur ke rakyat bawah. Hal ini terlihat dari jumlah penduduk miskin di Papua yang sangat tinggi dibandingkan dengan penduduk miskin di provinsi lainnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Papua per September

2016 sebesar 28,54 persen, tahun 2017 turun sedikit menjadi 27,62 persen, dan tahun 2018 turun sedikit lagi menjadi 27,74 persen. “Data itu menunjukkan angka kemiskinan di Provinsi Papua paling tinggi dari 34 provinsi di Indonesia,” katanya. Menurut dia, angka kemiskinan itu sejajar dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Papua. Terhitung sejak tahun 2013-2019, IPM Papua tidak bergerak dan selalu konsisten di angka 34. “Angka IPM ini berbanding lurus dengan buruknya angka kesehatan, pendidikan, buta huruf, dan standar hidup. Ke-

timpangan itu bisa dilihat dari Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) per Septermber 2017 sebesar 1.93 persen dan 2018 sebesar 1,82 persen dari rata-rata nasional sebesar 0,43 (2017) dan 0,41 persen (2018),” katanya. Ferdy menjelaskan, tingginya angka kemiskinan di Papua, karena dana perimbangan daerah dan dana otonomi khusus dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Papua diduga hanya beredar di tingkat elite dan birokrat dan porsi yang sangat kecil sekali untuk rakyat miskin, sehingga kesenjangan sosial tinggi. Berdasarkan laporan Audit BPK tahun 2017, dari dana sebesar Rp11,7 triliun total pendapatan Pemerintah Provinsi Papua, hanya sebesar Rp1,2 triliun untuk pembangunan jalan, irigasi dan jaringan gas, listrik atau hanya sekitar 10,2 persen dari total transfer pusat ke Papua. Padahal, infrastruktur publik, irigasi untuk sektor pertanian Papua memerlukan anggaran yang besar dan dana operasional Pemerintahan Provinsi sangatlah besar mencapai Rp5,59 triliun atau 53,6 persen dari total transfer pusat ke daerah. (Andreas)


EDISI: SABTU - MINGGU, 12 - 13 OKTOBER 2019

www.sinarharapan.net

13

Kemendes Perkuat Pranata Adat di Kabupaten Manggarai

Ist

DESA ADAT

SHNet, Jakarta- Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bersama dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai pada Rabu (9/10) menggelar acara Penguatan Pranata Adat dan Budaya melalui festival dan seni budaya untuk perdamaian di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu (PDTu) Kemendes PDTT Aisyah Gamawati mengatakan bahwa kegiatan penguatan pranata adat dan budaya yang digelar ini diharapkan dapat mewujudkan dan mengaktifkan kembali penguatan lembaga kemasyarakatan desa sebagai wahana forum perdamaian desa. “Selain itu juga dapat meningkatkan ketahanan masyarakat dari sisi sosial dan budaya, merevitalisasi kearifan lokal, mendorong tumbuhnya kader-kader pelopor perdamaian, mendorong tumbuhnya minat dan bakat bagi pemuda dan masyarakat desa di bidang olahraga, serta mendorong tumbuhnya perekonomian di desa,” kata dia melalui siaran pers di Jakarta, Jumat. Aisyah menjelaskan, rangkaian kegiatan serupa sudah digelar oleh Kemendesa PDTT sejak 2015 silam sebagai lang-

kah dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan perdamaian di Indonesia yang berbasiskan pada nilai-nilai keragaman bangsa dan budaya setempat. “Kegiatan ini juga sesuai dengan Undang-undang nomor 7 tahun 2012 tentang penanganan konflik sosial, menegaskan bahwa upaya penanganan konflik sosial di Indonesia dilakukan melalui pendekatan pranata adat dan kearifan lokal,” kata dia. Sementara itu, Direktur Penanganan Daerah Pasca Konflik Hasrul Edyar menuturkan bahwa festival ini merupakan salah satu rangkaian acara kegiatan pranata adat dan budaya. “Tidak hanya festival, kita juga gelar forum perdamaian, workshop musyawarah perencanaan pembangunan peka perdamaian dan kurikulum bina damai melalui forum ketahanan masyarakat serta pelembagaan forum perdamaian,” katanya. Festival diisi dengan berbagai kegiatan seperti sapaan adat Tesi dan Tuak Kapu, pagelaran tari-tari dan musik tradisional, gelaran teater, serta pembacaan ikrar perdamaian oleh seluruh peserta festival dari unsur Forkopimda, FKUB, Ormas, Tokoh Mas-

yarakat, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, Camat, Kepala Desa, Babinsa, Babinkamtibmas dan Pendamping Desa. Dalam kesempatan kegiatan penguatan pranata adat dan budaya, Kemendes PDTT memberikan bantuan revitalisasi sarana olahraga desa dan penanaman rumput pertama di lapangan sepak bola Desa Bangka Lao, Kabupaten Manggarai. Sementara itu, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) membangun sejumlah asrama siswa dan rumah guru di sejumlah daerah tertinggal di Tanah Air. “Siswa SD dan SMP di daerah tertinggal terpaksa menempuh perjalanan selama berjam-jam untuk mencapai sekolah karena jarak antara rumah dan sekolah cukup jauh. Oleh karena itu, kami bangunkan asrama bagi siswa,” ujar Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Priyono, dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa. Dengan pembangunan asrama siswa dan rumah guru yang dekat dengan sekolah, para siswa dan guru bisa lebih berkonsentrasi dalam proses

belajar mengajar. Bantuan asrama siswa dan guru pada 2018 diberikan kepada 10 kabupaten, yakni Kabupaten Kapuas Hulu, Nias Barat, Merauke, Sambas, Sarmi, Kepulauan Sula, Pasaman Barat, Lombok Timur, Buru, dan Belu. Masing-masing total luas asrama siswa 720 meter persegi, rumah guru seluas 360 meter persegi. Ditjen PDT juga membangun fasilitas lapangan olahraga seluas 1.050 meter persegi. Pada 2019 ini bantuan asrama telah dan akan diberikan kepada empat kabupaten yakni Sarmi, Maluku Tenggara Barat, Halmahaera Selatan, dan Mappi. Bersamaan dengan itu, pemerintah juga membangun sejumlah fasilitas, terdiri dari dapur, lapangan olahraga, kamar mandi dan ruang belajar. “Ini sifatnya untuk stimulan. Bantuan untuk mengurangi putus sekolah. Bantuan pambangunan asrama siswa dan guru dalam rangka memfasilitasi kemudahan siswa untuk bisa melakukan kegiatan belajar yang baik. Apalagi ada kecenderungan kalau tinggal bersama orang tua, mereka tidak akan melanjutkan sekolah karena alasan letak sekolahnya yang jauh dan kondisi ekonomi keluarga. Selain itu dalam upaya mendukung kemandirian siswa,” kata Priyono.

Situasi itu hampir serupa juga dialami guru. Misal, guru di Lombok Timur harus menempuh jarak lebih dari 40 kilometer untuk tiba di sekolah. Jika guru tinggal di dekat sekolah, tentu akan berdampak positif bagi proses mengajar. Ditjen PDT juga menyoroti minimnya guru di daerah tertinggal. Solusinya adalah merekrut guru tidak tetap berdasarkan kontrak yang anggarannya diambil dari dana BOS. Namun, jika guru tidak disediakan asrama, dikhawatirkan tidak akan bertahan lama tinggal di daerah tertinggal. Salah satu indikator makro penentuan daerah tertinggal adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Di mana IPM dibentuk oleh tiga dimensi dasar, yaitu umur panjang dan hidup sehat dapat dilihat dari angka harapan hidup, pengetahuan yang dapat dilihat dari rata-rata lama sekolah, serta standar hidup layak yang dilihat dari jumlah penduduk miskin. Diharapkan, dengan adanya asrama siswa dan rumah guru ini, maka kegiatan belajar mengajar di daerah tertinggal akan lebih baik dan bisa menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas. Pada akhirnya akan membawa kabupaten tersebut keluar dari status daerah ter­ tinggal. (Victor)


EDISI: SABTU - MINGGU, 12 - 13 OKTOBER 2019

www.sinarharapan.net

14

KLHK Rancang Pembangunan Berkelanjutan di Ibu Kota Baru SHNet, JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) merancang penerapan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan (SDGs) di ibu kota baru. Karena itu, KLHK membangun jejaring kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri, termasuk Griffith University, Australia. Kepala Badan Litbang dan Inovasi KLHK, Agus Justianto, menuturkan KLHK memperbarui kerja sama yang telah diinisiasi sejak tahun 2002 dengan Griffith University, Australia. Dari kerja sama yang telah berjalan, terbentuk Centre of Excellence for Sustainable Development for Indonesia (CESDI). Dalam kerja sama antara KLHK dan University Griffith, salah satu topik utama yang diusung melalui CESDI adalah penerapan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan (SDGs), rendah karbon (low carbon development initiatives) dan berketahanaan iklim (climate resilience) di ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur. “Melalui kerja sama ini CESDI dapat menjadikan ibu kota baru di Kaltim sebagai laboratorium pembanguan berkelanjutan di tingkat tapak,” kata Agus usai penandatangan nota kesepahaman pembaruan kerja sama antara KLHK dengan Griffith University di Brisbane, Australia, Kamis (10/10) waktu setempat. Penandatangan nota kesepahaman dilakukan oleh Agus Justianto dan Wakil President Griffith University Profesor Sarah Todd. Presiden Joko Widodo, pada 26 Agutus 2019 lalu,  sudah mengumumkan pemindahan ibu kota Indonesia ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Berdasarkan kajian Badan Perencanaan Pemban-

gunan Nasional (Bappenas), nantinya kawasan ibu kota negara akan menempati lahan seluas 180.965 hektare. Australia sendiri punya pengalaman bagus karena berhasil memindahkan ibu kota ke Canberra. Kota ini dikenal sebagai “the bush capital” karena dikelilingi hutan dan berada di pedalaman. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam beberapa kesempatan menyatakan Canberra salah satu rujukan soal pemindahan ibukota. Etalase Peradaban Agus menuturkan, ibu kota

baru ini diharapkan dapat menjadi etalase peradaban baru manusia Indonesia yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Tata nilai (values), pengetahuan, teknologi dan kelembagaan yang sesuai dengan peradaban baru metropolis tersebut menjadi persyaratan penting yang harus dibangun dan dikembangkan bersamaan dengan pembangunan berbagai sarana dan prasarana serta infrastruktur fisik perkotaan yang ramah lingkungan. “Ibu kota baru Indonesia diharapkan dapat menjadi etalase penerapan pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim,” katanya. Agus

menyatakan, ibu kota baru baru juga akan dirancang unakan menerapkan konsep for- tuk memanfaatkan energi baru est city yang didukung dengan dan terbarukan yang rendah berbagai bentuk infrastruktur emisi karbon seperti panel hijau berupa kawasan hutan surya, gas atau PLTA. hujan tropis, kawasan konserGedung yang dibangun pun vasi perairan peisisir dan laut akan didesain secara hijau denserta ruang terbuka hijau lain- gan menerapkan sistem mananya beserta sumber daya alam jemen untuk menafaatkan air hayati yang ada di dalamnya. secara berulang serta penca“Vegetasi asli hutan hu- hayaan yang lebih efisien. Sejan tropis menjadi backbone mentara untuk pergerakan pengembangan Forest City. penduduk, transportasi publik Vegetasi asli juga digunakan yang rendah emisi karbon akan untuk kegiatan pemulihan lah- dioptimalkan. Jalur sepeda an-lahan yang telah mengalami dan pedestrian juga akan terkerusakan lingkungan akibat integrasi sehingga mendukung kegiatan pertambangan,” ka- penduduknya untuk meningtanya. galkan penggunaan kendaran Agus menuturkan, Ibu kota bermotor pribadi. (ij/pr)


EDISI: SABTU - MINGGU, 12 - 13 OKTOBER 2019

www.sinarharapan.net

15

Batik Bukan untuk Pakaian Saja

SHNet/Ist

PERAGAAN BUSANA BATIK

SHNet, Jakarta – Motif batik dapat diaplikasikan pada berbagai hasil karya, bukan pada pakaian saja. Untuk itu, saat ini promosi batik tidak melulu melalui peragaan busana melainkan juga melalui berbagai produk baru. Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid menyampaikan hal ini dalam pertemuannya dengan media, usai upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (1/10). “Kita minta seluruh kementerian ada nuansa batiknya. Bukan hanya pakaian, tetapi juga ruangan didekorasi dan didesain sedemikian rupa untuk mengingatkan keragaman batik,” ujar Hilmar. Ia menyampaikan bahwa dalam rangka Hari Batik Nasional yang diperingati pada tanggal 2

Oktober setiap tahunnya, Kemendikbud menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk mempromosikan batik, antara lain pameran batik, yang diselenggarakan di halaman Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Rabu (2/10). “Selain itu, nanti ada ‘fashion show’, seminar, ‘workshop’ tentang batik dan sebagainya,” ujarnya. Ia mengatakan, peringatan Hari Batik Nasional selain dimeriahkan dengan peragaan busana, juga ada acara lomba membatik dengan teknik canting, serta diskusi pengembangan dan pemanfaatan batik. “Yang pasti, batik sebagai kekayaan intelektual kita itu memang produk warisan turun-temurun. Sekarang, banyak yang mendiskusikan pengembangan-pengembangan pemanfaatannya. Kalau selama ini kan cuma pakaian

ya, jadi aplikasinya sekarang kita juga lihat di berbagai produk lain. Itu yang sekarang kita fokuskan,” ujarnya. Tepat sepuluh tahun yang lalu, bertempat di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, batik ditetapkan masuk ke dalam daftar Intangible Cultural Heritage (ICH) oleh organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan, The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Sidang Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage UNESCO, pada waktu itu meresmikan batik menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Ke-3 Indonesia, setelah keris dan wayang yang terlebih dahulu masuk ke dalam daftar ICH UNESCO. (whm/sp)

SHNet/Ist

Peragaan busana batik dalam rangka Hari Batik Nasional 2019, di halaman Kantor Kemendikbud, Rabu (2/10).


www.sinarharapan.net

EDISI: SABTU - MINGGU, 12 - 13 OKTOBER 2019

16

Republik Ceko Patahkan Rekor Sempurna Inggris SHNet, Praha - Inggris kehilangan rekor sempurna mereka di kualifikasi Piala Eropa 2020 setelah kalah 2-1 dari tuan rumah Republik Ceko di Stadion Sinobo pada hari Jumat (11/10). Inggris sempat menjanjikan di menit awal usai unggul cepat melalui gol Harry Kane di menit ke-5. Penyerang Tottenham tersebut membuka skor lewat titik penalti usai Raheem Sterling dilanggar pemain belakang lawan di korak terlarang, tetapi tuan rumah bereaksi cepat dalam empat menit. Jakub Brabec segera menyamakan kedudukan memanfaatkan kemelut set-piece tendang penjuru di depan gawang Jordan Pickford. Sampai akhirnya Zdenek Ondrasek menutup peluang tim Tiga Singa dengan menjadi penentu kemenangan Ceko lima menit jelang akhir pertandingan. “Malam ini, kami tidak

roslav Silhavy sama-sama berada di puncak klasemen Grup A bersama Inggris, mengumpulkan 12 angka dari 6 laga. Namun Inggris berkesempatan menambah poin mereka karena baru memainkan 5 laga dengan menghadapi tim juru kunci, Bulgaria, pada Senin (14/10) waktu setempat. Skuad Inggris akan tetap berada di Praha sampai hari Minggu besok, untuk selanjutnya menuju ke Sofia menantang tuan rumah Bulgaria. (HNP)

Ist

Gol cepat Harry-Kane di menit kelima masih belum cukup bagi Inggris untuk mengalahkan Republik Ceko di Stadion Sinobo

melakukan cukup banyak untuk memenangkan permainan dan kinerjanya tidak cukup baik, sesederhana itu,” jelas Southgate singkat.

“Kita mungkin seharusnya mendapat hasil imbang, tapi pada akhirnya gol yang kita akui adalah tipikal dari peluang yang kita berikan sepanjang

malam,” sesal sang manajer. Hasil ini menempatkan skuad Ja-

GARETH SOUTHGATE

NBA Tutup Semua Peliputan Media di Tiongkok SHNet, Shenzhen - NBA melanjutkan kebijakan sementara mereka saat otoritas liga bola basket Amerikas Serikat itu berusaha untuk mengakhiri tur mereka di China dengan tenang. Pertandingan pemanasan tim NBA antara Brooklyn Nets vs Los Angeles Lakers yang sedianya berlangsung sesuai jadwal pada hari Sabtu (12/10) di Shenzhen, semua ketersediaan media di sekitarnya untuk sementara tertutup untuk publik. “Kami telah memutuskan untuk tidak menahan ketersediaan media untuk tim kami selama sisa perjalanan kami di China,” bunyi pernyataan NBA pada Jumat (11/10) kemarin. “Namun mereka ditempatkan dalam situasi yang rumit dan belum per-

ADAM SILVER

Ist

Laga pramusim NBA yang digelar di Tiongkok yang menghadirkan Brooklyn Nets vs LA Lakers menuai kontroversi karena dilarangnya semua peliputan media yang ada

nah terjadi sebelumnya di luar negeri dan kami percaya tidak adil untuk meminta mereka menangani masalah ini secara real-time,” lanjut pernyataan tersebut seperti

yang dilansir dari ESPN. Sebelumnya NBA juga membatalkan semua peliputan media jelang pertandingan Kamis di Shanghai, yang dimenangkan Nets, 114-111, atas Lakers. Pertandingan di kota tersebut hanya diizinkan bisa berlangsung jika NBA membatalkan semua peluang pemberitaan media seperti yang diamanatkan oleh pemerintah Tiongkok. Konferensi pers oleh Komisaris NBA Adam Silver yang banyak ditunggu-tunggu ikut dihapus dari jadwal, begitu juga

acara-acara ‘NBA Cares’ yang mencakup pemberitaan media dan pertemuan para penggemar serta pemegang tiket. Sementara itu, di Jepang, PR Houston Rockets secara canggung menolak untuk mengizinkan James Harden menjawab pertanyaan wartawan tentang apakah ia akan menahan diri dari berbicara tentang politik dan keadilan sosial mengingat situasi China. NBA mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa pertanyaan tersebut “diselingi secara tidak tepat” dan itu “tidak

konsisten dengan bagaimana NBA melakukan acara media.” Hubungan antara NBA dan Cina telah bermasalah sejak manajer umum Houston Rockets, Daryl Morey, dalam cuitan yang kemudian dihapusnya menulis pesan yang mendukung protes di Hong Kong. Banyak sponsor China, termasuk merek olahraga Anta, telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi bekerja dengan NBA setelah cuitan Morey tersebut dan pernyataan Silver selanjutnya, yang mendukung kebebasan berbicara untuk semua orang di NBA. Situasi ini akhirnya menimbulkan kerutan baru pada akhir pekan ini karena Shenzhen berjarak sekitar 27 mil dari Hong Kong. Sudah satu minggu sejak manajer umum Rockets Daryl Morey memberi dukungannya bagi pengunjuk rasa pro-demokrasi di Hong Kong lewat cuitan di medsos, menciptakan bencana yang terus berjalan. Sekarang, NBA tidak akan melakukan acara media. Demikian juga stasiun televisi Cina, CCTV mengumumkan bahwa mereka tidak lagi menyiarkan laga Lakers vs Nets. Cina menjadi bagian dari prakarsa Global NBA Games pada tahun 2004, dan pertandingan telah diadakan di negara itu setiap tahunnya sejak 2012. (TJE)

Profile for SHNET

SHNET Weekly 12 OKT 19  

Edisi Cetak Mingguan SHNET

SHNET Weekly 12 OKT 19  

Edisi Cetak Mingguan SHNET

Advertisement