Page 1

SANG BOMBER TANPA SELEKSI


mei 2015 volume 7

12

26

the hope

jibrug di festival songkrang

Sang bomber tanpa seleksi

Kabar dari Vientiane, Laos

18 agung masih ingin berikan yang terbaik Gelar Lengkap Bersama Persib

22 Pemain Terlama di Skuat Biru

32

7 Tahun Harmonis di Dalam dan Luar Lapangan Supardi - M. Ridwan

Atep & Hariono

12

18 26

22 6 #Naros 8 Foto Persib 36 hasil tarung 42 gadget biru 44 maung babes 46 maung graphic 48 dream team 47 ngomen #7 - MEI 2015 | SIMAMAUNG.COM | 3


Catatan Editor

→ www.simamaung.com/magz t: @simamaung facebook.com/simamaung Editorial & Commercial Address PT. PANENMAYA SIMAMAUNG Jl. Karawitan No.28A Buah Batu (2nd Floor) Bandung 40264 Email: magz@simamaung.com

Kemelut Sepakbola Tanah Air Kondisi sepak bola Indonesia belum membaik pasca

EDITORIAL Director Adrian Priambudi t: @blmnst Editor in Chief Mayasari Mulyanti t: @just_moy

pembekuan PSSI yang dilakukan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi. Kompetisi sepakbola Indonesia diberhentikan oleh PSSI dengan alasan force majeur. PSSI tidak bisa menggelar pertandingan karena tidak mendapatkan izin Editor in Chief Mayasari Mulyanti penyelengaraan dari pihak kepolisian.

K

Vice Editor in Chief Hevi Abu Fauzan t: @hevifauzan

EMENPORA sudah membentuk tim transisi beranggotakan 17 orang dari berbagai kalangan, ada Walikota, mantan Panglima TNI, mantan Gubernur Bank Indonesia, mantan Ketua KPK, hingga memang tokoh sepakbola seperti mantan pemain Ricky Yacobi. Namun beberapa hari setelah pengumuman 17 anggota Tim Transisi, beberapa nama mulai mengundurkan diri. Dua hari setelah pengumuman, Velix Wanggai dan Darmin Nasution resmi mengundurkan diri. Sehari setelahnya, Farid Husain, yang mundur. Dan Rabu (13/5) lalu, Walikota Bandung Ridwan Kamil pun memutuskan untuk tidak terlibat dalam tim tersebut. Di kubu lain, Ketua PSSI yang baru terpilih berdasarkan Kongres Luar Biasa PSSI, La Nyalla Mattalitti, tak bergeming dengan dibentuknya Tim Transisi. Ia menyatakan akan tetap menjalankan program-program PSSI meski induk sepakbola Indonesia ini sudah dibekukan oleh Menpora. Sementara itu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Liga Indonesia memutuskan bahwa kompetisi Indonesia Super League, Divisi Utama dan ISL U-21 akan mulai digulirkan pada September nanti. Dikabarkan, klub-klub mengalami kerugian besar atas penghentian kompetisi. Beberapa memilih memutus kontrak sementara dan meliburkan latihan. Diantaranya adalah Persela Lamongan dan Persepam Madura. Namun berbeda dengan Persib Bandung dan Persipura Jayapura. Dua delegasi Indonesia di AFC Cup 2015 ini masih mengibarkan benderanya di level Asia. Bahkan keduanya berhasil keluar sebagai juara grup di fase penyisihan grup. Setidaknya, dua klub ini memberi prestasi membanggakan yang mengangkat nama bangsa di tengah kemelut sepakbola tanah air.

Photographer/Designer Otto Sya’ban Pramadhan t: @otto_head Strategic Marketing & Promotion Kuntowiyoga t: @kungtaw_ Reporter/Journalist Mochammad Syaban Rinaldi Riphan Pradipta Muhamad Ramadhan Adil Nursalam Admin Finance Lisna

diterbitkan secara digital dan gratis oleh SIMAMAUNG.COM. Dilarang memproduksi dan menyalin sebagian atau seluruh isi majalah tanpa izin tertulis. The entire contents of Magazine are protected by international copyright and trademark laws. The owner of the copyrights and trademarks are Simamaung.com, its affiliates or other third party licensors. YOU MAY NOT MODIFY, COPY, REPRODUCE, REPUBLISH, UPLOAD, POST, TRANSMIT, OR DISTRIBUTE, IN ANY MANNER, THE MATERIAL ON MAGAZINE, INCLUDING TEXT, GRAPHICS AND/OR SOFTWARE.

POWERED BY

carita sampul Ilija Spasojevic atau Spaso menjadi harapan baru untuk mencetak banyak gol bagi Maung Bandung. Striker baru yang dipilih tanpa seleksi ini dituntut lebih oleh bobotoh agar produktivitas memasukan gol Persib lebih baik dari musim lalu, Semoga. Gambar Sampul : Otto Sya'ban Pramadhan

#7 - MEI 2015 | SIMAMAUNG.COM | 5


#NAROSVLADO Dia adalah sosok pemain yang memiliki kegigihan di lapangan. Meski bukan putra daerah dan bahkan berasal dari luar Indonesia, namun loyalitasnya terhadap klub Persib Bandung terlihat dari semangat daya juangnya saat menghadapi tim lawan. Vladimir Vujovic menjadi salah satu benteng tangguh pertahanan Maung Bandung. Namun bagaimana Vlado menjawab pertanyaan-pertanyaan unik dari bobotoh? Simak #NarosVlado berikut. om vlado tos tiasa nyarios basa sunda naon we..? Tiasa atuh nyarios "laleur eunteup na areuy"...:D

"Kalau mencucinya mungkin 3 kali sehari, tapi kalau bercukur mungkin setiap 20 hari atau setiap 3 minggu sekali."

@Ade_Goro via twitter

"Saya bisa mengerti banyak kata-katanya, tapi saya tidak bisa bicara. Kalau beberapa kata simpel untuk berkomunikasi saya mengerti. Itu kalau bahasa Indonesia, kalau bahasa Sunda saya tidak mengerti."

vlado siap kalo jadi legend persib? @Dedenhajji via twitter

"Tidak, ini pertanyaan yang pantasnya diajukan kepada pemain yang sudah 2-3 tahun di sini seperti Firman (Utina), Atep, Ridwan, Supardi. Jadi saya masih terlalu singkat di sini."

Ada rencana membuka akademi sepakbola? @Wawan19_33 via twitter

"Tidak. Tapi kalau untuk jadi pelatih, saya masih berpikir untuk itu. Atau mungkin saya bisa jadi agen pemain."

Kang Vlado gimana caranya numbuhin kumis, jenggot sama jambang? @chandrakadavra via twitter

"Saya tidak punya tips khusus. Malah terkadang saya malas untuk mencukur. Setiap mau pertandingan, saya tidak pernah bercukur. Saya bercukur kalau sedang ada waktu senggang."

Kang Vlado, ari jenggot eta disiram sabaraha kali sahari bisa tumbuh gancang kitu? @LuthfyMFN via twitter

6 | SIMAMAUNG.COM | MEI 2015 - #7

Memilih Barcelona dan Messi dibanding Real Madrid dan CR7

Real madrid or barcelona? CR7 or leo messi? @rmzidan via twitter

"Barcelona. Pasti saya pilih Messi."

Jadi bek, gelandang, striker, terakhir jadi kiper. Iraha jadi wasit kang vlado..?

@Inoe_182 via twitter

"Tidak, itu tidak serius. Soal jadi striker itu hanya main-main di pertandingan ujicoba. Dan kalau jadi kiper, saya hanya berusaha menyelesaikan 1-2 menit terakhir pertandingan saja. Jadi wasit? Saya rasa tidak."

Mang Vlado kumaha rasana jadi kiper dadakan :))

@Helmiabh via twitter

"Saat itu saya hanya ingin menyelesaikan pertandingan dengan cepat. Dan ya hanya itu saja, saya harap situasi itu tidak terjadi lagi."

Siapa pemain favorit yg menjadi inspirasi mamang vlado dikancah internasional? @Izzat_zuhri via twitter

"Novak Djokovic, pemain tenis. Kalau di dunia sepak bola, tidak ada."

Jika tawaran Persija 2x lipat lebih besar dari Persib anda akan meninggalkan Persib ?


@K_besarrr via twitter "Tidak. Saya akan lebih memilih hijrah ke Malaysia jika ingin mendapat uang lebih. Jadi (daripada pindah ke Persija), saya lebih baik tetap di Persib."

Vlado dan Anaknya Luna Mengenggam Piala LSI 2014

Perbedaan bobotoh sama supporter dr club club yang pernah dibela sama kang vlado apa? :D

Momen paling emosional selama berbaju persib?

@akangridwan10 via twitter

@bobotoh_single via twitter

"Sebenarnya tidak jauh berbeda. Hanya saja di sini bobotoh lebih gila menyukai sepakbolanya. Kalau di klub lain, mereka hanya menonton pertandingan dengan biasa-biasa saja. Tapi di sini mereka (bobotoh) datang untuk bersenang-senang juga bersama klubnya."

Kang vlado di Persib, serasa jadi Atlit atawa Selebriti? @roisz via twitter

"Tidak, tidak. Saya hanya merasa sebagai pesepakbola, tidak selebritis. Saya tidak suka diperlakukan seperti selebriti. Saya hanya seorang pemain bola yang datang ke sini untuk bekerja sebagai pesepakbola. Itu saja."

Kang kenapa anda lebih suka jadi defender?

"Saya tidak tahu. Sejak awal karir sepakbola saya selalu dekat dengan daerah serangan lawan. Tapi di klub-klub sebelumnya, seperti di China, saya main sebagai gelandang bertahan yang bermain lebih ke tengah."

Momen paling emosional Vladimir Vujovic, saat menang di Semifinal LSI 2014.

"Banyak orang bilang pertandingan final (ISL 2014) menjadi momen paling emosional. Lalu juga pertandingan lawan Arema di Jalak Harupat. Kita sempat ketinggalan 0-2, tapi akhirnya bisa menang 3-2. Kemudian pertandingan semifinal lawan Arema, itu sangat emosional. Memenangi pertandingan itu seperti kita sudah memenangkan liga."

Kang Vlado kenal sama miljan radovic ga? Terus bisa bahasa arab/ indonesia belum?

@Aldipratama10 via twitter "Ya saya kenal dia, kami main bareng. Seperti saya bilang tadi, saya bisa mengerti bahasanya tapi saya tidak bisa bagaimana bicaranya."

@MalikFajar2 via twitter

Rubrik #Naros kami sediakan untuk bobotoh yang ingin bertanya apa saja kepada personel tim Persib Bandung. Pertanyaanpertanyaan terbaik dan terunik akan ditanyakan langsung dan jawabannya akan ditampilkan disini. Selain itu, videonya akan kami juga unggah di Youtube. So, sampaikan pertanyaan anda via twitter dengan mention @simamaung atau anda bisa juga email ke magz@simamaung.com.

#7 - MEI 2015 | SIMAMAUNG.COM | 7


Foto Persib

pemulihan fisik Setelah pulang dari Vientiane Laos dan

libur tiga hari, Persib memulai latihan kembali Senin (20/4/2015) di Lapangan Atletik Pajajaran, Bandung. Memfokuskan pada pemulihan fisik, Maung Bandung memilih tempat ini. Pelaksanaan latihan Persib sendiri cukup menarik perhatian para atlet yang mempersiapkan diri menghadapi PON 2016 di tempat yang sama, bahkan setelah latihan berakhir tidak segan mereka mengajak foto pemain Persib. Foto Simamaung.com/Otto Sya’ban

8 | SIMAMAUNG.COM | MEI 2015 - #7


#7 - MEI 2015 | SIMAMAUNG.COM | 9


maung bandung

KISAH DARI SISI LAPANGAN SATU bagian yang tidak bisa diabaikan dari bagian sebuah tim sepak bola profesional adalah ofisial tim. Didalamnya ada sekertaris tim, bagian umum atau kitman, tim medis dsb. Jika bobotoh sudah hapal di luar kepala susunan pemain dan tim pelatih, bagaimana dengan orang-orang di balik layar? Mari kita mengenal mereka yang jasanya pun tidak sedikit untuk keberlangsungan tim Persib Bandung.

10 | SIMAMAUNG.COM | MEI 2015 - #7

ZULKARNAEN (AJUN) LELAKI berkepala plontos dan karib disapa Ajun ini adalah ofisial tim yang paling lama tergabung bersama Persib, yakni sejak tahun 2001. Dia mempunyai tugas utama untuk merawat dan menyiapkan jersey untuk tim, baik saat berlatih maupun ketika turun bertanding.. Terhitung sudah hampir 15 musim dia menjadi pelayan bagi para punggawa Maung Bandung. Ajun pun sudah mengantongi pahit dan manisnya bekerja sebagai kitman. Awal tahun 2000-an, Ajun mengaku sulit menemukan waktu kosong untuk berkumpul dengan keluarga karena saat melakukan tur, Persib bisa lebih dari seminggu berada di luar kota. Meski begitu pria kelahiran Bandung, 30 Juli 1962 itu juga tak menampik Persib punya andil besar dalam kehidupannya. Karena dia akhirnya bisa keluar dari belitan masalah finasial. Bahkan kini Ajun sanggup menyekolahkan buah hatinya hingga ke jenjang universitas. Salah satu impian Ajun kala bekerja di Persib adalah menjadi bagian dari tim Maung Bandung untuk meraih gelar juara. Dan harapan itu akhirnya terwujud saat Ahmad Jufriyanto mencetak gol penentu kala memainkan drama adu penalti bersama Persipura Jayapura di laga final tahun lalu.

FIKRI APRIANSYAH (BULE) PRIA kelahiran, Karawang 15 April 1977 ini menjadi orang yang bertanggung jawab untuk mempersiapkan dan merawat sepatu pemain maupun pelatih. Sebelum agenda latihan maupun pertandingan, dia membagikan sepatu kepada setiap pemain. Begitu pula setelahnya, Fikri langsung mengambil dan mengumpulkannya. Pria yang akrab disapa Bule itu mengatakan pekerjaan yang dia pilih adalah untuk mengabdikan diri bagi klub yang dibanggakannya sejak kecil tersebut. Sejak pertama bergabung, Bule tidak langsung mengurus sepatu pemain, dia lebih dulu ditugaskan untuk membantu Ajun menyiakan jersey pungawa Maung Bandung. Enam tahun sudah dia mencari nafkah di Persib dengan berkutat pada sepatu pemain. Bule pun mengaku bangga ketika hasil perawatannya digunakan oleh pemain, karena sepatu adalah modal penting bagi pesepakbola. Bule mengaku senang melakoni pekerjaannya mengurus sepatu tim. Meski tugasnya itu merupakan pekerjaan kasar dia justru bersyukur karena kini bisa mengetahui karakteristik sepatu sepakbola. Seperti sepatu model apa yang cocok di lapangan keras atau empuk.


TATANG SUTISNA (ENTIS)

IYANG MULYANA

SUPARMAN (DATUK)

OFISIAL Persib tidak hanya berurusan dengan perlengkapan tim, ada juga yang bertugas untuk memberikan terapi pijat bagi para pemain untuk melemaskan otot-otot mereka. Adalah Tatang Sutisna atau yang biasa disapa Entis sebagai masseur tim dengan pengalamannya yang segudang. Karena sebelumnya dia bekerja untuk tim nasional Indonesia. Entis bergabung dengan tim nasional pada 2007 dan berkesempatan menjadi masseur timnas yang akan berlaga di SEA Games Thailand. Dia pun akhirnya ikut bertolak ke Argentina lantaran Timnas U-23 tersebut mesti melakukan pemusatan latihan di negeri Tango. Bertugas di beberapa tingkat usia di timnas termasuk timnas senior, Entis akhirnya mengikuti kata hatinya untuk bergabung bersama Persib. Untuk itu di tahun 2010 dia memutuskan pulang kandang dan menjadi pelayan bagi pemain Persib. Mengenai keahlian dalam memijat, Entis mengaku dia tidak mengikuti kursus atau pelatihan khusus. Menurutnya kemampuannya itu didapat karena di keluarganya ada saudara yang ahli dalam mengobati orang-orang yang keseleo. Sehingga dia merasa keahlian itu menurun padanya.

IYANG sebenarnya berniat mengawali karir sebagai pemain Persib, tapi nasib berkata lain. Iyang ditolak oleh Indra Thohir ketika menjalani seleksi. Namun garis tangan menuntunnya tetap menjadi awak Persib meski harus menjalani pekerjaan yang semula tidak dibayangkan sebelumnya. Sebelumnya, Iyang pernah bermain untuk Persikab junior. Namun dia mengalami cedera lutut yang cukup parah sehingga tidak bisa lagi bermain bola. Setelahnya, dia bekenalan dengan Haji Nendi yang merupakan pemilik SSB Palber. Di situ Nendi yang dekat dengan orang-orang Persib menawarkan Iyang pekerjaan di Persib junior sebagai masseur. Pria kelahiran Bandung, 26 Agustus 1975 itu pun mengiyakan tawaran tersebut meski sebenarnya belum bisa melakukan terapi apapun. Beruntung dia bertemu Entis yang mengajarkan beberapa teknik termasuk mengobati cedera engkel. Selain itu dia juga berguru pada mantan masseur Persib, Abah Wara, untuk menangani cedera lutut pemain. Tiga tahun mengabdi di diklat Persib, dokter tim Persib, Rafi Ghani akhirnya menariknya ke tim senior pada 2011. Iyang tak pernah menyesali pilihannya, karena mampu membawanya pergi keluar negeri saat bertamu ke markas Lao Toyota FC.

BARU di musim ini dia resmi menjadi ofisial tim Persib. Tapi siapa sangka, dia sudah menjadi bagian dari kesuksesan Persib dalam mempersiapkan kelengkapan tim sejak menjadi juara tahun 1995. Kiprah dia pun terus berlanjut hingga tahun 1998. Sayang, waktu itu liga dihentikan. Pria yang akrab disapa Datuk pun mengaku dia baru kembali bergabung pada Liga ketujuh untuk satu musim. Tetapi di tahun berikutnya, ayah 2 anak itu hijrah untuk menjadi pembantu umum (PU) di Persikad Depok. Tiga tahun Datuk di sana, Persikad mampu terus promosi hingga ke Divisi Utama. Setelah itu Datuk pun pernah menjadi ofisial di Diklat Persib, Persib U-21 dan tim Porda Jabar. Hingga akhirnya kini dia menjadi orang yang bertangung jawab mengurus bola di tim Maung Bandung. Pria kelahiran Bandung, 27 Desember 1968 itu pun mempunyai cerita unik di balik nama panggilannya yang unik. Ternyata sebutan Datuk muncul dari sebutan mantan kapten Persib di era 90an, Robby Darwis. Pria bertubuh kurus itu memang dikenal dengan suaranya yang cempreng dan bebeletukan, sehingga Robby dan kawan-kawan memanggilnya ‘Tuk’ dan akhinrya menjadi Datuk.

#7 - MEI 2015 | SIMAMAUNG.COM | 11


maung bandung

12 | SIMAMAUNG.COM | MEI 2015 - #7


SANG BOMBER TANPA SELEKSI Striker asing ini menjadi pemain yang terakhir bergabung dengan Persib Bandung pada musim penuh lika-liku ini, QNB League 2015. Ia pun direkrut tanpa proses seleksi. Kedatangannya tidak disangka-sangka saat Persib sedang kesulitan mencari bomber asing dalam persiapannya menuju kompetisi. Dialah Ilija Spasojevic. TEKS ADIL NURSALAM FOTO OTTO SYA’BAN PRAMADHAN

#7 - MEI 2015 | SIMAMAUNG.COM | 13


maung bandung

S

EBANYAK 15 pemain asing yang diseleksi Djadjang Nurdjaman tercoret karena alasan tidak adanya kecocokan atau tidak sesuai dengan kriteria yang diinginkan sang arsitek skema yang akan dimainkan. Sebenarnya Spaso merupakan target cadangan dari coach Janur jika striker incaran utamanya, Emmanuel “Pacho” Kenmogne, gagal direkrut. Masih fokus pada pengejaran Pacho, Janur pun terlambat merekrut Spaso karena sudah terlebih dahulu merapat ke Pelita Bandung Raya. Tapi apa dikata, jodoh tidak akan lari kemana. Setelah 15 pemain seleksi asing dicoret Janur, di saat bersamaan PBR mendapatkan masalah finansial yang menyebabkan Spaso tak digaji 4 bulan. Spaso hengkang dari tim berjuluk The Boys Are Back itu, lalu menakdirkannya untuk hijrah ke Persib hingga saat ini. Keterlambatan Spaso bergabung membuat ia tidak bisa berlaga di kompetisi Asia yang diikuti Maung Bandung. Ia baru bisa bermain jika Atep dkk berhasil menang di fase 16 besar AFC Cup 2015. Catatan permainannya di pra musim bersama Persib, ia hanya mengikuti beberapa pertandingan uji coba. Hasilnya, pemain 28 tahun ini mencetak hattrick dalam pertandingan mudah melawan PS UNI di lapangan Pusdikpom Cimahi dengan skor 11-0. Peran golnya tentu bukan ukuran, karena lawan jauh berbeda level. Lalu, saat kompetisi tiba, 2 pertandingan dijalani Spaso. Bermain full time kala Maung Bandung mengalahkan Semen Padang 1-0, dimana gol Ridwan adalah hasil assist darinya. Cukup memberikan kontribusi positif kendati belum maksimal. Pada kesempatan kedua menghadapi derby Bandung, melawan PBR, Spaso kembali belum optimal menunjukkan kapasitasnya sebagai bomber haus gol. Tiga gol yang digelontorkan Persib ke gawang Dennis Romanov, tak satu gol pun berasal dari kakinya. Namun Janur kembali mengapresiasi pemain Montenegro ini

2010/2011

8 GOL

2011/2012

10 GOL

14 | SIMAMAUNG.COM | MEI 2015 - #7

2012

5 GOL

atas performa yang masih dikatakan adaptasi. Selama 5 tahun berkarir di Indonesia, pemain yang konsisten dengan nomor punggung 87 ini telah mencetak 43 gol di 4 klub berbeda, yaitu Bali Devata, PSM Makassar, Mitra Kukar, Persisam Samarinda. Sementara di 2 tim yang terakhir, PBR (masa pra kompetisi) dan Persib, ia belum menciptakan gol pada pertandingan resmi. Dalam sebuah kesempatan, Spaso menceritakan bagaimana tekadnya pada musim ini. Ia tidak mendahulukan egoisme pribadi seperti obsesi banyak striker ingin mencetak gol. Kerja sama dengan kolektif dan kompak membuat sebuah tim menjadi lebih kuat dibanding mengandalkan seorang pemain. Begitupun di Persib, banyaknya pemain berkualitas di berbagai lini sehingga memungkinkan siapapun mencetak skor. “Saya tidak ingin egois, para pemain Persib berkualitas, banyak pemain yang berpeluang cetak gol,” katanya dalam

2013

10 GOL

2013/2014

10 GOL

sebuah kesempatan wawancara. Tak dipungkiri, ia pun selalu ingin mencetak angka untuk tim. Namun ia lebih memprioritaskan target klub dibanding obsesi pribadi. “Saya juga ingin cetak banyak gol, tapi saya lebih memprioritaskan target tim menang telebih dahulu. Top skor bukan target utama saya,” tuturnya. Lebih lanjut, ayah satu anak ini membeberkan selama 5 tahun di Indonesia, ia belum pernah sekalipun mencicipi gelar. Direkrut menjadi bagian dari skuat Maung Bandung menjadi sebuah kesempatan untuk menjuarai liga. “Saya ingin juara bersama tim bermental juara seperti Persib, karena saya sudah 5 tahun di Indonesia belum merasakan juara,” harapnya.


#7 - MEI 2015 | SIMAMAUNG.COM | 15


maung bandung

KECERIAAN DI SELASELA KISRUH T

IM MAPAN, mandiri dan professional. Sponsor pun berlimpah. Hanya saja kekisruhan dan polemik sepak bola di negara ini membuat situasi dan nasib orang-orang yang terlibat di dalamnya menjadi terkatung-katung. Di tengah polemik sepak bola Indonesia antara pemerintah (Kemenpora) dan induk organisasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang masih menemui jalan buntu, bahkan sampai kompetisi musim 2015 dihentikan, setidaknya masih ada keceriaan di tengah-tengah tim Persib. Selain memastikan diri melenggang ke fase 16 besar ajang AFC Cup 2015, tim kebanggaan bobotoh ini pun disuguhi sesi foto resmi. Selama berlangsungnya pemotretan pada Selasa (21/4/2015) di Lapangan Futsal Progresif Bandung, para pemain yang sedang berpose di depan kamera pun kadang mengundang banyak canda dan tawa lepas. Sesaat, mereka melupakan sejenak iklim sepak bola tanah air yang sedang memanas. Tingkah kejahilan para pemain terlihat saat menunggu giliran make up. Pemain melakukan juggling bola lalu mengarahkan tendangan ke arah rekannya secara sengaja (ngagabredkeun bola), ataupun bercanda dengan mengganggu 16 | SIMAMAUNG.COM | MEI 2015 - #7

temannya yang sedang melakukan foto selfie bersama 3 piala (Piala Indonesia Super League, Piala Celebes Cup, Piala Wali Kota Padang). Sang pelatih Djajang Nurdjaman pun sempat terlibat melakukan tendang-menendang bola dengan manajer Umuh Muchtar sebagai hiburan sekilas. Kurang lebih beginilah percakapannya. Umuh: “Jang, jang ngiperan, jang!” Janur: “Sok Pak.” Ditendanglah bola oleh Umuh ke arah gawang. Karena tidak terjadi gol, Umuh pun melepas sepatunya. Firman Utina, sang kapten tim, datang menghampiri dan berkata. Firman: “Pak buka dulu jasnya Pak. Sini saya pegangin,” Umuh pun melepaskan jas yang dipakainya dan menitipkan kepada Firma. Sang manajer langsung meyepak si kulit bundar ke arah Janur sekali lagi. Dan kali ini berhasil cetak gol. Ya, begitulah momen terjadi secara spontan dan menjadi hiburan


sekilas bagi Skuat Biru. Suasana ini menunjukkan kebersamaan dan kekompakan tim di dalam dan luar lapangan yang sudah terjalin selama 3 tahun sejak Djadjang Nurdjaman mengarsiteki klub Maung Bandung ini. Pemotretan resmi yang ter-manage dengan baik, dibagi dalam 5 sesi. Masing-masing disesuaikan dengan jersey yang dikenakan Maung Bandung pada musim ini. Diantaranya kostum home & away di kompetisi domestik dan AFC Cup, serta kostum ketiga. Sesi foto ini bisa dibilang langka dilakukan oleh Skuat Persib, mengingat pada musim-musim sebelumnya foto tim hanya dilakukan secara cuma-cuma dan apa adanya. Tahun 2014 lalu misalnya, musim sang juara, di awal kompetisi hanya melaksanakan foto yang diabadikan oleh para wartawan di Stadion Persib, Jalan Ahmad Yani, Bandung. Dengan keadaan seadanya, memakai seragam latihan tim dan komposisi pemain yang belum lengkap Bandingkan dengan musim ini (2015), foto dilaksanakan secara terstruktur didukung oleh para sponsor, dihadiri oleh manajer Umuh Muchtar, wakil manager Mulyana, pelatih kepala Djadjang Nurdjaman dan stafnya, ofisial tim, pemain lengkap dan tentu piala yang digondol musim sebelumnya.

#7 - MEI 2015 | SIMAMAUNG.COM | 17


WAWANCARA KHUSUS

18 | SIMAMAUNG.COM | MEI 2015 - #7


GELAR LENGKAP BERSAMA PERSIB

M

AGUNG MASIH INGIN BERIKAN YANG TERBAIK

uhammad Agung Pribadi, seorang pemain dengan prestasi lengkap. Pemain 25 tahun ini meraih titel juara Haronas U-15, kampiun Soeratin U-18, merebut piala Indonesia Super League U-21 dan menjadi bagian dari tim Persib Bandung yang menyabet gelar jawara Indonesia Super League 2014. Agung, bersama Rendi Saputra, Dias Angga Putra dan Munadi adalah 4 pemain yang promosi ke tim senior pada ISL 2010/2011 setelah menjuarai U-21. Namun ketika rekan seangkatannya berguguran atau memilih hengkang, Agung tetap bertahan dan dipertahankan skuat Maung Bandung hingga saat ini.

BAGAIMANA AWAL KARIR AGUNG SEBAGAI PESEPAKBOLA?

Awalnya saya masuk SSB UNI umur 13 tahun. Terus udah hampir ga jadi, maksudnya ga diterusin. Karena latihannya juga udah males-malesan, udah belang-betong latihannya. Sampai ditanyain sama orang tua, gimana latihannya mau diterusin ga? Kalau ga, sekolah yang bener. Pas kebetulan pas hari latihan itu ada seleksi untuk kelompok umur 13 di Pengcab gitu lah dan masuk. Nah di situ mulai semangat lagi. Berikutnya masuk Haornas U-15,

terus umur 18 ikut Piala Soeratin. Terus nyambung aja, dari situ masuk Diklat PPLP Jawa Barat, terus masuk Diklat Persib, U-21 dan alhamdulillah sekarang di tim senior. Dan alhamdulillah dari umur 15, 18, 21, juara semua.

SIAPA YANG MENJADI INSPIRASI AGUNG SEHINGGA INGIN JADI PEMAIN BOLA?

Emang hobi aja sih dari kecil, seneng main bola. Makanya sama orang tua waktu itu mending dimasukin aja ke SSB.

WAKTU MAIN BOLA, LANGSUNG BERPOSISI

SEBAGAI GELANDANG BERTAHAN?

Dulu pertama banget mah stopper, cuma pas umur 15 baru jadi gelandang bertahan. Soalnya dulu pas umur 13 itu, Agung kebilang (punya postur) tinggi kali ya, jadi sama pelatih itu udah aja dipasang di belakang.

SIAPA PELATIH SEWAKTU KECIL YANG MEMBERI PENGARUH BESAR?

Waktu dulu tuh Pak Iwan, pas waktu di SSB. Pelatihnya Pak Iwan, Pak Agus sama Pak Sabrun. Terus Pak Alfred. Banyak sih. Semuanya juga pasti berperan lah.

#7 - MEI 2015 | SIMAMAUNG.COM | 19


DARI KELUARGA ADA RIWAYAT PESEPAKBOLA? DAN BAGAIMANA TANGGAPAN KELUARGA KETIKA MEMUTUSKAN JADI PEMAIN BOLA?

Engga ada. Tapi ga apa-apa, orang tua seneng dan ngedukung juga. Ga ada yang ngelarang. Agung anak kedua dari tiga bersaudara. Si kakak dulu pernah masuk SSB juga. Cuma sama dulu latihannya belang-betong, tapi akhirnya dia mah berhenti. Kalau Agung kan kebetulan pas masuk kelompok umur 13 itu, jadi semangat lagi.

SIAPA IDOLA AGUNG DI DUNIA SEPAK BOLA?

Kalau dari luar, Xabi Alonso sama (Andrea) Pirlo. Permainan mereka yang sedikit banyak mempengaruhi Agung untuk bermain seperti mereka.

DARI KECIL MEMANG SUDAH MEMBAYANGKAN PERJALANANNYA AKAN MULUS SEPERTI INI? DARI PERSIB JUNIOR SAMPAI SENIOR? Ya, dulu pernah ngebayangin gimana ya kalau jadi pemain Persib. Alhmadulillah sekarang udah kesampaian.

MASIH INGET DEBUT SAMA PERSIB? BISA CERITA PENGALAMANNYA?

Liga 2010/2011 di Palembang lawan Sriwijaya FC (12 Januari 2011), kita kalah 4-1. Tapi pas pertandingan keduanya menang lawan Bontang (0-1), away (tandang) dua-duanya dan Agung main 90 menit. Yang pas debut pertama itu kagetnya kan pas lagi meeting, soalnya ga kepikiran juga bakal main. Jadi pas meeting, pelatih (Daniel Roekito) nyebutin nama Agung masuk line up.

Ya kaget aja, terus pemain yang lain tuh pada tepuk tangan...hehehe... Tapi alhamdulillah pas debut pertama langsung main 90 menit.

BAGAIMANA ADAPTASI PERTAMA MASUK TIM SENIOR?

Pertama masuk Persib ya canggung. Bukan canggung tapi gimana ya, ada rasa segan lah ke pemain senior. Terus ke sinisini mulai agak bisa berbaur.

PERTANDINGAN PALING BERKESAN?

Ya pertandingan debut itu terkesan sama pertandingan di Bontang. Tapi ada juga pertandingan berkesan waktu main lawan Pelita Jaya di tandang. Yang kita menang 2-1 tahun 2010 juga. Di situ Agung merasa enak aja mainnya, mulai enjoy.

APA YANG BELUM TERCAPAI DI PERSIB?

Pengen bisa main lebih banyak lagi, bermain reguler lah.

AGUNG TERMASUK PEMAIN YANG PUNYA PRESTASI LENGKAP. JUARA HAORNAS, SOERATIN, ISL U-21 DAN ISL. BAGAIMANA MEMAKNAI ITU SEMUA?

Ya pasti bersyukur bisa mendapat juara yang nyambung terus. Sama mungkin karena izin Allah juga jadi bisa dari kecil sampai sekarang masih ada di Persib.

AGUNG TERMASUK SALAH SATU PEMAIN YANG TERUS DIPERTAHANKAN DI TIM SENIOR SEJAK DIPROMOSIKAN DARI U-21, ARTINYA

"BERSYUKUR BISA MENDAPAT JUARA YANG NYAMBUNG TERUS. SAMA MUNGKIN KARENA IZIN ALLAH JUGA JADI BISA DARI KECIL SAMPAI SEKARANG MASIH ADA DI PERSIB." 20 | SIMAMAUNG.COM | MEI 2015 - #7

PERSIB MELIHAT ADA POTENSI DI DIRI AGUNG. TAPI SAMPAI SAAT INI MASIH BELUM MENDAPATKAN POSISI INTI. BAGAIMANA TANGGAPANNYA?

Ya soalnya kalau orang Bandung asli, udah lah membela timnya sendiri pasti ada kebanggaan tersendiri. Jadi itu sih yang bikin berat kalau harus pindah keluar. Agung masih pengen memberikan yang terbaik buat Persib. Kecuali kalau udah memberikan yang terbaik, baru bisa pindah. Soalnya Agung juga merasa belum bisa ngasih yang terbaik buat Persib.

BEBERAPA PEMAIN LAIN MEMILIH UNTUK CARI PENGALAMAN DULU DI LUAR. AGUNG TIDAK MEMILIH CARA ITU? Ya itu tadi, jadi berat aja. Bukan berat ya, tapi kebanggaan lah ngebelain klub dari daerahnya sendiri.

SETIAP AWAL MUSIM PASTI ADA TAWARAN DARI KLUB LAIN, TAPI AGUNG TOLAK SEMUA? Ya itu, masih ada sedikit harapan buat bisa mendapat menit bermain lebih banyak di Persib.

PERJALANAN KARIR AGUNG BERJENJANG, BAGAIMANA MEMPERTAHANKAN KONSISTENSI ITU SAMPAI BISA MASUK TIM SENIOR? Yang pertama mah jangan cepat berpuas diri. Terus harus selalu latihan yang rajin, jaga kondisi. Yang penting itu disiplin. Disiplin waktu, disiplin makanan, disiplin latihan. Jadi intinya harus disiplin aja dalam segala hal.


#7 - MEI 2015 | SIMAMAUNG.COM | 21


atep-hariono

22 | MEI 20152015 - #7 - #7 22 || SIMAMAUNG.COM SIMAMAUNG.COM | MEI


PEMAIN TERLAMA DI SKUAT BIRU Melegenda, layaknya Dennis Bergkamp yang merasakan sukses dan mengakhiri karir pemainnya setelah 1 dekade dilalui bersama Arsenal (1995-2006). Menjadi pemain yang selalu diingat tim London Utara. → TEKS ADIL NURSALAM FOTO OTTO SYA’BAN PRAMADHAN

#7 - MEI 2015 | SIMAMAUNG.COM | 23


atep - hariono

B

EBERAPA pemain terdahulu macam Robby Darwis, Dadang Hidayat atau Cecep Supriyatna adalah sekaliber seniman lapangan yang tidak usah diragukan lagi mengenai loyalitas terhadap klub Persib Bandung. Mereka meniti karir bermainnya bersama tim kebanggaan bobotoh. Bahkan Dadang Hidayat sebagai pemain sekaligus kapten di eranya ini, tercatat seorang pesepakbola yang memperkuat satu klub semasa karirnya, Persib. Kini tongkat estafet dari Robby Darwis ke Dadang Hidayat sedang diteruskan oleh Atep dan Hariono. Memasuki musim ketujuhnya bersama Persib, kedua pemain ini bisa saja menyamai rekor 12 tahun bersama Pangeran Biru yang dimiliki sang kapten sejati Dadang Hidayat (19932005). Meski terbilang masih di luar prediksi, andai kedua pemain ini terus menunjukkan kapabilitas dan konsistensi selama 5 tahun ke depan, bukan tidak mungkin siapapun pelatihnya bakal tetap mempertahankan kedua pemain ini untuk tetap berkostum biru. Kedua pemain ini berasal dari daerah yang berbeda, kapabilitasnya di tim sangat menjanjikan dengan segudang pengalaman. Siapapun pelatihnya, mereka sering kali masuk dalam skema formasi yang dimainkan. Loyal, profesional dan memiliki determinasi tinggi dalam setiap permainan, Hariono dan Atep.

ADAPTASI TAHUN PERTAMA BERSAMA PERSIB

Atep-Hariono didatangkan ke Bandung oleh coach Jaya Hartono pada musim 2008/2009. Atep ditarik dari Persija Jakarta, sedangkan Hariono diboyong dari Deltras Sidoarjo. Kedua pemain memiliki perbedaan adaptasi di dalam skuat. Kecemerlangan Atep di Persija lantas tidak membuat pemain kelahiran Cianjur ini langsung menjadi pemain reguler pada musim itu bersama Persib. Posisinya di sayap, kerap harus bersanding dengan Siswanto, Gilang Angga maupun Salim Alaydrus dalam skema 3-5-2. Sementara Hariono sering menjadi pilihan utama Jaya menggeser sang kapten Suwita Patha di gelandang jangkar.

MIMPI DAN AIR YANG MENGALIR

Saat belia Atep sudah mempunyai mimpi besar untuk menjadi pemain profesional yang berkiprah bersama klub kebanggaannya Persib Bandung. Ia memulai proses cita-citanya dengan masuk Sekolah Sepak Bola (SSB) UNI Bandung. Permainannya selama di UNI dilirik Timnas U-20 yang membuahkan

24 | SIMAMAUNG.COM | MEI 2015 - #7

Persija menyodorinya kontrak profesional pertama pada tahun 2004. Di Persija selama 3 musim, karirnya menanjak dan beberapa kali dipanggil timnas junior maupun senior. Persib pun kepincut untuk memulangkan Atep ke Tanah Pasundan. Setelah beberapa kali manajemen gagal membawa pulang sang pemain, akhirnya berlabuhlah ia ke Persib tahun 2008. “Sebenarnya keinginannya ga ingin berkelana dulu ke klub lain ya. Mungkin ini adalah proses dalam hidup saya, proses dalam karir saya untuk mencapai mimpi besar saya yaitu menjadi pemain Persib, karena kalau bermain di Persib ini kan kita harus punya nama dulu,” cetus Atep. Bagai air yang mengalir. Ya, istilah itu yang bisa disematkan kepada Hariono. Pemain kelahiran 2 Oktober 1985 itu tidak menyangka jika ia bakal selama ini berjuang bersama Persib. Sebelumnya, Mas Har begitu ia dipanggil, diboyong ke Persib oleh Jaya Hartono yang dipercaya manajemen menangani Persib (2008/2009). Pelatih kelahiran Medan tersebut membawa pemain kepercayaannya selama 3 musim di Deltras Sidoarjo. Selain Hariono, adalah Hilton Morreira, Waluyo dan Airlangga ikut diboyong menuju Kota Kembang. “Ya awalnya diajakin sama pelatih Pak Jaya Hartono, orang yang pertama kalinya ajak saya ke Persib, Enggak pernah punya pikiran mau memperkuat Persib bahkan sampai saat ini. Ya, jalani setiap musim, jalani aja seperti air yang mengalir,” beber Hariono.

ANDIL PELATIH DALAM PERKEMBANGAN KARIR Selama 6 musim dan memasuki musim ke-7 bersama Persib, selama itu pula kedua pemain mengalami pasang surut berganti perlatih. Jaya Hartono, Robby Darwis, Daniel Darko Janakovic, Jovo Cuckovic, Daniel Roekito, Drago Mamic dan Djadjang Nurdjaman, sederet nama

pelatih yang pernah menangani Atep dan Hariono. Kedua pemain ini pun memiliki kenyamanan masing-masing dalam kriteria pelatih yang enak dalam memimpin, memberi instruksi dan memotivasi semangat. Hariono cenderung memilih pelatih yang menemukan talentanya selama di Sidoarjo dan mematangkannya di Persib. Tidak lain dan tidak bukan adalah Jaya Hartono. Lama dibesarkan di sepak bola Indonesia bagian Jawa Timur membuat pelatih ini memiliki satu jalin rasa dengan pemain yang dijuluki Genaro Gattuso-nya Indonesia ini. “Ya mungkin semua punya karakter masing-masing, punya kenangan masingmasing, hampir semua pelatih terbaik lah. Tetapi Pak Jaya adalah orang pertama kali menemukan talenta saya, yang lain juga sama, tapi lebih berkesan itu ya Pak Jaya karena dia yang pertama nemuin saya,” tutur Mashar. Sementara itu Atep lebih memilih arsitek Persib kala ini Djadjang Nurdjaman yang membuat permainannya meningkat secara signifikan di musim ini. Sering masuk dari bangku cadangan pada musim 2012/2013, 2013/2014, kepergian Ferdinand Sinaga dan Djibril Coulibaly membuat peluangnya menjadi starter lebih terbuka. Ia pun berhasil mengembalikan kepercayaan pelatih pada musim 2015 ini. Di gelaran AFC Cup, pemain ini berhasil mencetak 3 gol dalam 3 match day pertama Grup H. “Semua pelatih enak, hanya secara penyampaiannya, cara memimpinnya, semua punya karakter. Mungkin yang terbaik adalah coach Janur bisa membuat tim seperti sekarang ini. Dengan ditonjolkannya disiplin, kekompakan, kekeluargaan, kebersamaan, dan hasilnya kita ketahui secara prestasi, kita juara. Gaya bermain juga keliatan lah, menurut saya coach Janur lah selama saya berkarir,” beber pemain yang punya julukan Lord dari bobotoh ini.


#7 - MEI 2015 | SIMAMAUNG.COM | 25


maung jarambah

KABAR DARI VIENTIANE, LAOS

JIBRUG DI FESTIVAL SONGKRAN

26 | MEI 20152015 - #7 - #7 26 || SIMAMAUNG.COM SIMAMAUNG.COM | MEI


Pihak Lao Toyota FC ngotot meminta kepada AFC untuk menggeser jadwal pertandingan melawan Persib Bandung agar tidak digelar pada 15 April 2015. Ternyata alasan utama mereka meminta perubahan waktu pelaksanaan pertandingan adalah bukan karena bentrok dengan agenda kompetisi domestik, melainkan karena warga Laos sedang merayakan tahun baru. → TEKS MOCHAMMAD SYABAN RINALDI FOTO OTTO SYA’BAN PRAMADHAN

#7 - MEI 2015 | SIMAMAUNG.COM | 27


maung jarambah

B

enar saja, perayaan yang digelar selama 3 hari itu membuat stadion hanya ditonton oleh beberapa pasang mata saja.

Tahun Baru Laos

Orang-orang Laos merayakan tahun baru mereka, yang dinamakan Pii Mei atau Kut Songkaan dalam kalender Hindu kuno, yang jatuh pada setiap 14 hingga 16 April dalam kalender Masehi. Perayaan pun dilakukan dengan beberapa festival tradisional di Laos. Festival dihelat sebagai bentuk kelahiran kembali atau pemurnian. Di setiap tahun perayaan selalu bertepatan dengan akhir musim kemarau dan awal musim hujan. Pii Mei diselenggarakan dalam 3 hari. Perayaan hari pertama disebut Sangkhan Luang atau hari terakhir dari tahun. Ini adalah hari ketika orang-orang membersihkan rumah mereka dalam persiapan untuk Tahun Baru. Lalu ada Sangkhan Nao, hari antara tahun lama dan tahun baru. Semua aktifitas dilarang diselenggarakan pada hari ini, dan hanya boleh melakukan sebuah adat unik yaitu menyiram orang di jalanan. Baru di hari ketiga, Sangkhan Kheun, orang-orang pergi ke kuil untuk beribadah. Bagi kami awak Simamaung yang pergi meliput kiprah Persib dalam perjuangan mereka di AFC Cup 2015, menjadi sebuah kebetulan karena bisa merasakan suasana hari besar di negeri orang. Terutama bisa mencicipi adat mereka dalam basah-basahan di jalanan atau yang populer 28 | SIMAMAUNG.COM | MEI 2015 - #7

disebut festival Songkran. Tiba di ibu kota Vientiane, kami langsung bertolak ke hotel tempat Persib menginap karena di sana akan segera dilangsungkan prematch press conference oleh panitia. Usai meliput, kami langsung berniat check in ke hotel yang sudah di-booking, yang jaraknya sekitar 1 kilometer. Jarak yang tidak jauh membuat kami berpikiran untuk jalan kaki saja, namun setelah melihat suasana di jalanan kami langsung berpikir ulang. Bukan masalah panasnya cuaca yang jadi masalah, melainkan orang-orang di jalanan yang sudah saling siram dengan peralatan mereka masing-masing. Warga yang berada di pinggir jalan sudah menyiapkan kolam karet yang dipenuhi air untuk diguyur pada orang yang melintas. Sedangkan pengguna kendaraan, mereka menggunakan mobil bak terbuka dan dipenuhi oleh persenjataan lengkap. Mulai dari ember tempat mereka membawa amunisi air, pistol air, gayung, baskom dan kantong plastik yang siap dilempar pada siapapun yang mereka lihat tanpa pandang bulu. Dalam festival ini, orang-orang yang disiram memang tidak boleh marah, karena menurut mitos air tersebut merupakan berkah. Mengingat harga taksi yang mahal, kami akhirnya memilih pergi menggunakan kendaraan tradisional, tuktuk. Benar saja, baru beberapa meter tuktuk melaju, kami sudah diserang dengan derasnya air baik dari kendaraan yang sama-sama sedang melaju maupun dari


kerumunan orang di pinggir jalan. Kemacetan pun mudah dijumpai selama festival Songkran berlangsunug. Kami yang diburu waktu karena harus kembali bekerja meliput uji coba lapangan Persib Bandung, akhirnya memilih turun dari tuktuk dan berjalan kaki hingga hotel. Alhasil guyuran dari berbagai penjuru kami terima meski sudah memilih jalan lewat gang untuk meminimalisir basahnya badan beserta bawaan kami untuk 3 hari di Laos. Kami pun tiba di hotel dengan kondisi jibrug.

Sungai Mekong Sebagai Pusat Keramaian

Festival Songkran merupakan acara tahunan yang menjadi andalan pemerintah Laos dalam mendatangkan wisatawan asing dari berbagai negara. Karenanya banyak wisatawan yang begitu antusias berpartisipasi dalam perang air tersebut dengan membeli pistol air. Para turis juga tidak ragu ikut turun ke jalan berbasah-basahan yang menurut warga setempat guyuran air merupakan simbol membersihkan diri bagi umat Budha. Keramaian pun berpusat pada satu tempat di sudut Kota Vientiane, tepatnya di sepanjang jalan yang berbatasan langsung dengan sungai Mekong. Mekong merupakan sungai terpanjang ke-12 di dunia. Mengalir dari Tibet, sungai ini melintasi beberapa negara Asia Tenggara seperti Thailand, Kamboja, Myanmar, Vietnam dan tentu saja Laos.

Sungai Mekong dengan air yang berwarna coklat kekuningan melintasi Laos dari utara ke selatan, sepanjang hampir 1.900 kilometer. Sungai Mekong menjadi nadi kehidupan karena dimanfaatkan sebagai jalur transportasi dan sumber pangan. Ikan di sungai Mekong merupakan sumber protein penting bagi warga dan Mekong juga menjamin mata pencaharian banyak orang. Pemasukan dari sektor pariwisata juga tetap menjadi perhatian termasuk menyediakan tempat bagi para wisatawan mancanagera. Di kawasan Riverside, akan mudah dijumpai bule-bule yang sedang berwisata ke Laos. Wilayah ini menjadi surga bagi para backpacker lantaran berderet hotel maupun guest house dengan harga miring. Penjaja hidangan khas Laos pun akan dengan mudah dijumpai di sepanjang jalan, meski mayoritas adalah kedai yang menyajikan beer. Suasana di sepanjang Mekong tak ubahnya seperti di kawasan Kuta, Bali. Bedanya, di sini adalah versi sungai, bukan pantai. Dentuman house music pun saling bertalu mengiringi para warga maupun wisatawan berjoget di depan rumah, hotel maupun restoran. Jalanan pun disulap menjadi tempat dugem yang beroperasi sepanjang hari. Suasana yang seru membuat kami penasaran menelusuri Sungai Mekong. Bermodal sepeda motor sewaan, kami berpetualang mencari hal-hal unik. Ternyata di sana bukan hanya melulu menjadi sarana hiburan, juga banyak ditemui kuil-kuil bagi para umat Budha beribadah. Lebih dari 10 →

ATAS: Warga Vientiane, Laos yang mengendarai mobil bak terbuka disiram oleh warga di Riverside. BAWAH: Kumpulan penari dan warga melewati gerbang sungai Mekong mereka berkeliling kota untuk merayakan tahun baru.

#7 - MEI 2015 | SIMAMAUNG.COM | 29


maung jarambah

ATAS: Tim persib berfoto disela-sela ujicoba lapangan Stadion Thuwunna, Yangon, Myanmar. KIRI: Penjual makanan di Pasar Bogyoke, Yangon, Myanmar. ATAS: Monumen Patuxay yang berada di tengah kota Vientiane, Laos. BAWAH: Warga Vientiane, Laos berolahraga di wilayah sekitar monumen Patuxay, selain simbol negara, tempat ini juga dipergunakan warga sekitar untuk berolah raga dan bercengkrama.

KANAN: Biksu cilik memutar wilayah pasar Bogyoke untuk meminta sumbangan.

kuil berbaris dan dipenuhi oleh para warga yang sedang merayakan tahun baru. Tidak sampai di situ, kawasan Riverside menjadi pusat orang-orang berbelanja selepas matahari terbenam. Karena di daerah ini terdapat pasar malam yang menjual berbagai kebutuhan sehari-hari. Mulai dari barang fashion seperti baju dan aksesoris, pernak-pernik, batu mulia hingga catokan rambut, semua ada. Bagi para wisatawan tentu ini menjadi surga untuk berburu oleh-oleh, karena dari segi harga dipastikan lebih murah ketimbang tempat lainnya. Berjarak sekitar 3 kilometer dari kawasan Riverside, ada pula monumen Patuxay yang menjulang tinggi di jantung Kota Vientiane. Ini adalah tugu kemerdekaan yang dibangun sebagai simbol terlepas dari penjajahan Prancis dan dibangun pemerintah sejak 1962. Di sana juga terdapat Gong Perdamaian Dunia yang merupakan sumbangan dari Indonesia. Di sekitar monumen tersebut, ada sebuah taman yang cukup luas dengan dilengkapi kursi-kursi panjang. Di pagi hari, akan mudah dijumpai orang-orang yang berolahraga. Pengunjung sendiri bisa masuk dan naik ke atas monumen tersebut, tentu setelah membayar tiket masuk. Konon katannya dari sana akan terlihat suasana kota Vientiane dari posisi teratas. Sayang kami datang terlalu pagi sehingga loket untuk masuk belum dibuka.

30 | MEI 20152015 - #7 - #7 30 || SIMAMAUNG.COM SIMAMAUNG.COM | MEI


supardi & m.ridwan

7 TAHUN HARMONIS DI DALAM DAN LUAR LAPANGAN Kompak di dalam dan luar lapangan. Itulah kalimat yang muncul ketika melihat duet maut Muhammad Ridwan dan Supardi Nasir. Ibarat pinang dibelah dua, potongan rambut gundul dan janggut di dagu pun sama-sama menjadi identitas mereka. Walaupun keduanya bukan saudara kembar, bahkan tidak punya hubungan darah sama sekali, tetapi mereka seakan tidak bisa dipisahkan. TEKS MOCHAMMAD SYABAN RINALDI FOTO OTTO SYA’BAN PRAMADHAN 32 | SIMAMAUNG.COM | MEI 2015 - #7


#7 - MEI 2015 | SIMAMAUNG.COM | 33


supardi & M. ridwan

Y

ang satu berasal dari Pekabaru dan satunya lagi merupakan wong Jowo asli Semarang. Tapi jangan ragukan kolaborasi mereka saat beraksi. Saat menyisir rusuk kanan lapangan, keduanya seolah mempunyai telepati. Saat Ridwan membutuhkan bantuan, Supardi selalu ada. Begitu pula sebaliknya. Operan dan pergerakan mereka pun selalu tepat dalam mengelabui pemain belakang lawan. Dikatakan oleh Ridwan, rasa saling pengertian itu muncul lantaran mereka sudah main bersama sejak 2008. Adalah Fandi Ahmad, pelatih asal Singapura yang memboyong mereka berlabuh di Pelita Jaya. Pemain bergelar Haji itu direkrut dari PSIS Semarang, sedangkan Supardi ditarik setelah tampil apik bersama PSMS Medan. Dua tahun bersama di Pelita Jaya, alhasil keduanya mulai menemukan kecocokan dalam bermain. Di tahun 2010 mereka pun memutuskan untuk hijrah ke Sriwijaya FC hingga akhirnya menjadi kampiun Indonesia Super League musim 2011/2012. Tahun berikutnya giliran Persib Bandung yang mereka jadikan pelabuhan dan hasilnya tahun 2014 menjadi juara. “Aku sama dia (Supardi) udah lama main bareng. Sebelum di Pelita juga sudah pernah bareng di timnas. Sudah lama saja sih kenal sama dia. Bukan berarti sama yang lain engga deket, cuma kebetulan selalu bareng terus. Dari dulu memang sekamar terus,” ujar Ridwan saat diwawancara. Pemain berusia 34 tahun itu pun mengakui ada perbedaan ketika harus

34 | SIMAMAUNG.COM | MEI 2015 - #7

berduet dengan pemain lain. Menurutnya, kolaborasi dengan Supradi lebih mudah karena saling pengertian sudah diasah sejak 7 tahun terakhir. “Duet dengan Supardi dangan pemain lain memang beda. Karena mungkin kita bermain bersama cukup lama,” terangnya. Sementara itu, Supardi pun membeberkan rahasia dia bisa begitu klop dengan rekan kerjanya itu. Menurutnya kunci dari kekompakan adalah rasa saling menghormati, sehingga harmonisasi pun bisa terus terjaga. “Apapun kejadian di lapangan, mau marah seperti apa, tapi imbas saling respek itu marah pun jadi tidak terbawabawa. Kita ga bisa pungkiri kekompakan itu modal paling besar untuk tim,” ungkap Supardi.

BICARAKAN MAKANAN SAMPAI HADITS

Lini serang Persib Bandung dalam 3 musim terakhir dianggap jomplang antara rusuk kiri dengan rusuk kanan. Itu karena kerjasama Supardi dan Ridwan dianggap lebih dominan ketimbang sisi lainnya. Tapi kebersamaan mereka justru lebih dari itu, karena keduanya sudah


seperti sepasang roda sepeda yang akan rancu jika tidak beriringan. Pernah istri Supardi mengalami sakit parah dan memaksa dia menepi dari tim. Ridwan pun berjuang tanpa rekan duetnya dalam laga pembuka QNB League 2015 menghadapi Semen Padang. Ketika Ridwan mencetak gol, dia berlari menuju kamera dan menyebutkan nama Supardi. Terharu melihat aksi sahabatnya itu, Supardi mengaku langsung menitikan air mata. Dan hebatnya beberapa hari setelahnya, pemilik nomor punggung 22 itu langsung bergabung kembali bersama tim. Menurut Ridwan, satu hal yang membuatnya begitu dekat dengan semua orang termasuk Supardi adalah karena dia mengutamakan nilai silaturahmi. Untuk itu dia mengaku memberi dukungan bagi rekannya supaya bisa keluar dari masa sulit. “Kalau kita selalu jaga silaturahim aja satu sama lain. Sama satu lagi yang

penting itu respek. Gimana kita mau dihargai orang kalau kita ga menghargai orang. Begitu juga di temen-temen, saya respek pada semua pemain termasuk Supardi,” ujar Ridwan. Hal senada juga diungkapkan oleh Supardi. Menurutnya lama kenal bukan acuan dia bisa membuat sebuah kelompok bisa menjadi kompak. Mereka pun selalu saling mengingatkan ketika salah satu melakukan hal-hal yang tidak baik. “Insya Allah yang jaga hubungan yang di atas, lidah ini kan ga bisa ngerem. Aku sama Ridwan itu kalau ngomong ceplas-ceplos karena sudah saling kenal lama. Ridwan juga kalau ada hal yang aku salah, dia keras, begitu juga aku,” ungkap pemain kelahiran Bangka itu. Mengenai hal apa saja yang selalu menjadi pembicaraan mereka di luar lapangan, pemain yang akrab disapa Parjo itu mengatakan dia selalu berdiskusi masalah makanan dengan sobatnya itu. Mereka juga kerap bersilang pendapat mengenai rumah makan mana yang akan menjadi tujuan. Dan salah satu dari mereka harus mengalah. “Aku sama Ridwan itu satu selera soal makanan, jadi pembahasan di luar lapangan itu ga jauh dari makanan. Apapun, misalnya sekarang makan apa nih, itu kan harus rembukan dulu. Hal-hal seperti itu secara ga langsung memupuk persatuan. Saling hargai dalam hal terkecil,” terangnya. Kesamaan lainnya dari mereka berdua juga adalah kesehariannya yang layaknya santri. Setiap adzan berkumandang, mereka ditambah Ahmad Jufriyanto langsung bergegas pergi ke masjid. Supardi pun mengatakan bahwa kebiasaan seperti itu seharusnya dilakukan oleh setiap Muslim. “Kalau itu memang sudah kewajiban, harusnya semua orang itu. Ridwan ada di kamar, dengar adzan ya kita pergi bareng. Memang tujuannya sama,” ucapnya. Bahkan perbincangan keduanya akhir-akhir ini mulai mengarah ke hal yang lebih serius. Mereka kerap berdiskusi mengenai hadits. Menurut Supardi, banyak hal yang ingin mereka pelajari. Dan ketika sudah berada di luar lapangan, urusan sepakbola harus dia kesampingkan dulu. “Bicarakan apa yang belum kita lakukan dan apa yang sudah dilakukan tapi tidak sesuai ajaran Rasul. Kita senang membahas hadits, karena kita terutama saya memang orang bodoh. Tahu hadits tapi tidak mengerti, jadi kita bahas bersama dan saling memberi tahu. Sering diskusi, aku masih banyak kekurangan dan kita cari ilmu sama-sama,” ungkapnya.

#7 - MEI 2015 | SIMAMAUNG.COM | 35


hasil tarung

Pemain Persib dan Lao FC bersalaman usai pertandingan di Vientiane, Laos

Satu Poin Sesuai Target

AFC CUP 2015 GRUP H National Stadium, Vientiane - 15.04.15

Persib Bandung berhasil mewujudkan target mencuri poin di Vientiane, Laos, setelah menahan imbang tanpa gol Lao FC di National Sports Complex Stadium, Rabu (15/4). Hasil match day ke-4 ini tidak mengubah situasi Persib yang masih berada di puncak klasemen sementara. Sejak peluit wasit Moh Nafeez Bin Abdul Wahab dari Malaysia dibunyikan, kedua tim banyak melakukan duel di tengah lapangan. Sekitar 15 menit pertama, kedua kesebelasan masih saling berseteru untuk menguasai pertandingan. Aliran bola masih berada di tengah saling merebut dan bermain terbuka. Peluang emas pertama untuk Persib lahir dari kerjasama satu-dua Atep kepada Konate yang memberikan umpan kepada Ridwan. Namun tendangan pemain nomor punggung 23 ini menyamping tipis di sisi gawang. Peluang lainnya, Tantan berhasil lolos dari jebakan offside menit 31 dan berpeluang mencetak gol. Sayang, Tantan yang melakukan. one on one, tidak berhasil mengelabui kiper Vathana. Paseutsack dkk bukan tanpa peluang. Lao FC membalas, Maitee melancarkan tendangan terarah yang bisa diblok Abdul Rahman pada menit 37. Dan jelang akhir pertandingan, tim besutan David Booth ini mendapatkan peluang emas. Berawal dari tendangan bebas hingga terjadi kemelut di depan gawang Deden Natshir. Aksi heroik kiper asal Soreang ini berhasil menyelamatkan gawang Persib hingga masih perawan sampai babak pertama usai. Babak kedua tim tuan rumah mulai menguasai pertandingan. Sedangkan Persib lebih banyak menunggu bola, untuk kemudian melakukan serangan balik. Namun serangan yang dilakukan kerap menjadi sia-sia, karena umpan kadang tidak efektif, dan arah bola masih mudah dibaca pemain lawan. Menit 70 Emral Abus memasukkan Firman Utina untuk memperkuat lini tengah menggantikan Tantan. Lantas, Konate pun dirotasi ke depan untuk menjadi striker. Tetapi sampai 3 menit tambahan berakhir, skor kaca mata tidak berubah. Kedua tim berbagi 1 poin.

lao fc 0

Persib 0 Lao FC:

Vathana Keodouangdeth, Saynakhonevieng Phommapanya, Shintaro Ihara, Thenthong Phonsettha, Moukda Souksavath, Phatthana Syvilay, Frederic Pooda, Paseuthsack Souliyavong, Sitthideth Khanthavong, Kazuo Homma, Maitee. Cadangan: Chanthakhad, Odien Syharlad, Anousay Noyyong, Soulasack Vongsengdeuan, Khouanta Sivongthong, Vongdalasene Sayoulasouk, Xaibongkham Champathong.

Persib:

M Natshir, Vladimir Vujovic, Abdul Rahman, Tony Sucipto, Supardi, Dedi Kusnandar, Taufiq, Konate Makan, M Ridwan, Atep, Tantan. Cadangan: Shahar Ginanjar, Ahmad Jufriyanto, Dias Angga Putra, Hariono, M Agung Pribadi, Firman Utina, Yandi Sofyan.

statistik tarung shot on goal shot off target shot blocked save corners offsides fouls

2 9 2 3 3 0 6

3 6 2 2 4 5 4

man of the match versi afc

konate 36 | SIMAMAUNG.COM | MEI 2015 - #7


Dedi Kusnandara menguasai bola dan dibayangi dua pemain belakang Lao FC. Foto Simamaung.com/Otto Sya'ban

#7 - MEI 2015 | SIMAMAUNG.COM | 37


hasil tarung

Pemain Persib dan New Radiant berjabat tangan diakhir pertandingan.

Kemenangan Tandang Perdana Amankan Tiket 16 Besar Persib Bandung akhirnya memastikan diri melaju ke babak 16 besar AFC Cup 2015 setelah mengkandaskan perlawanan New Radiant dengan skor tipis 1-0 di National Stadium Male, Maladewa, Rabu (29/4). Gol tunggal M Ridwan menjadi penentu langkah Maung Bandung lolos dari Grup H. Dengan mengemas 11 poin, Persib sudah tidak mungkin terkejar 2 tim terbawah, yaitu New Radiant (4 poin) dan Lao FC (2 poin), kendati masing-masing tim masih menyisakan 1 laga pamungkas. Di pertandingan lain, Ayeyawady United berhasil menjinakkan perlawanan sengit Lao FC dengan skor 4-3. Sehingga klub wakil Myanmar itu menemani Persib ke fase selanjutnya. Bertindak sebagai tuan rumah, pada awal-awal laga New Radiant langsung berinisiatif melakukan penguasaan bola. Beberapa kali umpan silang dilancarkan Viliam Macko, Hamza Mohamed dan Mohamed Samir. Namun upaya yang dilakukan tidak menemui target man dari penyerang Ashad Ali. Persib sendiri terlihat berhati-hati dalam mejaga daerah, dengan sekali-kali melakukan bola direct langsung menuju Atep, Ridwan ataupun Tantan. Motivasi melakukan revans dan tidak ingin kalah di kandang sendiri membuat New Radiant tidak membiarkan skuat Maung Bandung menguasai bola terlalu lama. Kendati demikian, berawal dari serangan balik, Persib mampu mencuri skor pada menit 14. Tantan yang memenangkan duel dengan Sifan Mohamed di sayap kanan langsung menusuk ke kotak penalty. Ia pun memberikan operan datar kepada Ridwan. Tendangan keras Ridwan berhasil melewati penjaga gawang Akhmedov, membentur mistar gawang dan memantul tanah melewati garis gawang. Skor berubah, 1-0, Persib memimpin. Skuat asuhan Sobah Mohamed terus mengancam gawang Persib. Menit 30 Hamza Mohamed melakukan spekulasi di dalam kotak penalty. Beruntung I Made Wirawan dengan sigap menggagalkan usaha Hamza. Viliam Macko ikut melakukan tendangan jarak jauh menit 37. Made kembali menjadi penyelamat gawang Persib. Koordinasi di lini depan The Blues, julukan New Radiant, kurang maksimal sehingga beberapa kali peluang terbuang percuma. Babak kedua berlanjut New Radiant melakukan inisiatif serangan. Menit 48 Villiam Macko menjadi momok menakutkan guna menagancam gawang Persib. Melakukan one-two touch dengan Hamza di sisi kanan pertahanan Persib, lantas ia terlepas dari kawalan dan melakukan shooting di sudut sempit. Lagi, Made menjadi pahlawan menggagalkan peluang tersebut. Periode menit 50 skuat asuhan Emral Abus tampak kewalahan dengan dominasi Ashad Ali dkk ditambah bermain dalam cuaca panas. Namun Vujovic cs masih berhasil mempertahankan daerahnya agar tidak disusupi pemain lawan. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, Persib berhasil mempertahanlan 3 poin.

AFC CUP 2015 GRUP H National Stadium, Male - 29.04.15

n radiant 0 Persib 1 M. Ridwan 14

New Radiant:

Alisher Akhmedov, Abdulla Ahmad, Rilwan, Mohamed Rasheed, Ahmed Shafiu, Niya, Viliam Macko, Sifan Mohamed, Adey, Hamza Mohamed, Mohamed Samir. Cadangan: Yamaan Mohamed, Karam Mohamed, Sabah Mohamed, Ahmed Suhail, Ali Shaamiu, Fasir.

Persib:

I Made Wirawan, Vladimir Vujovic, Ahmad Jufriyanto, Supardi, Tony Sucipto, Hariono, Firman Utina, Konate Makan, Atep, M Ridwan, Tantan. Cadangan: M Natshir, Abdul Rahman, Dias Angga Putra, Jajang Sukmara, Dedi Kusnandar, Taufiq, Yandi Sofyan.

statistik tarung shot on target shot off target shot blocked save corners offsides fouls

6 10 2 0 7 0 16

1 5 1 6 4 1 10

man of the match versi afc

atep 38 | SIMAMAUNG.COM | MEI 2015 - #7


Selebrasi gol M Ridwan disambut Firman Utina dan Achmad Jufiryanto, Gol satu-satunya yang dihasilkan dari pertandingan ini. Foto Simamaung.com/Otto Sya'ban

#7 - MEI 2015 | SIMAMAUNG.COM | 39


hasil tarung Tatan mengejar bola dibayangi bek Ayeyawady United.

Hasil Seri Cukup Bawa Persib Juara Grup H Persib Bandung hanya bisa mengamankan 1 poin pada pertandingan terakhinya di Grup H melawan Ayeyawady United, Rabu (13/5), di Stadion Si Jalak Harupat, dengan skor menggigit 3-3. Meski gagal meraih kemenangan, Maung Bandung masih unggul dalam perolehan poin hingga berhak meraih titel jawara Grup H AFC Cup 2015. Ganjarannya, Persib bermain sebagai tuan rumah di babak 16 besar menantang runnerup Grup F, Kitchee SC wakil dari Hongkong. Di pertandingan pamungkas ini, kedua kesebelasan mengawali permainan dengan cukup hati-hati. Saling mematahkan serangan satu sama lain. Bermain disiplin dan penuh konsentrasi, sehingga tidak membuahkan peluang berarti dalam 10 menit pertama. Strategi Emral Abus sang pelatih tampak berjalan sesuai rencana, beberapa kali kedua sayap Persib merepotkan Naing Lin Oo dan kawan-kawan. Gol yang ditunggu akhirnya hadir melalui kaki Supardi Nasir menit 28. Berawal dari akselerasi Ridwan dari tengah menuju kotak penalti, ia pun langsung memberi umpan datar kepada Supardi yang muncul dari kanan. Pemilik nomor punggung 22 ini pun menggiring bola dan dengan kecepatannya masuk menusuk pertahanan dan melepaskan tendangan ke arah gawang yang luput dari jangkauan kiper. Skor 1-0 Maung Bandung memimpin. Menjelang akhir babak pertama, Persib dikejutkan dengan gol balasan oleh top skorer AFC Cup, Naumov Riste, tepatnya menit 43. Mendapatkan operan akurat, lantas ia mengontrol sekali dan berbalik menuju gawang, tendangan melengkungnya mengelabui I Made Wirawan, membuat kedudukan imbang 1-1. Skor ini pun menyudahi babak pertama. Di babak kedua, Maung Bandung yang memburu kemenangan membuat Atep cs langsung menggempur pertahanan tim anak asuhan Marjan Sekulovski. Firman Utina melakukan umpan terobosan yang disambut Ridwan di kotak penalti. Pemain 34 tahun itu lolos dari jebakan offside dan mampu mengelabui sang kiper Hruai. Gawang yang sudah kosong menganga pun dijebol Ridwan. Skor 2-1. Memasuki menit 72 melalui serangan balik, Edison Fonseca merepotkan lini pertahanan Maung Bandung. Vujovic pun terpaksa harus menjegalnya di dalam kotak terlarang hingga membuahkan penalti. Kartu kuning pun keluar dari kantong wasit untuk pemain jangkung itu. Naumov Riste sebagai algojo tidak menyia-nyiakan peluang dari tendangan 12 pas, membawa timnya kembali imbangi Persib, 2-2. Pasca gol penyama kedudukan, Persib semakin gencar melakukan serangan, memasuki menit-menit krusial Firman Utina yang hendak mengelabui lawan dijatuhkan San Myo Oo di kotak penalti, hadiah balasan tendangan 12 pas diberikan wasit. Konate yang maju sebagai penendang menit 90 berhasil membawa unggul skuat biru 3-2. Sayang kemenangan yang sudah di depan mata pupus oleh gol Nay Lin Aung. Memanfaatkan kemelut buah dari sundulan Riste di menit tambahan. Skor akhir 3-3 pun menyudahi laga. Meski mendapat hasil seri, Maung Bandung masih unggul 2 poin Ayeyawady United dengan 12 poin, hasil dari 3 kali menang dan 3 kali seri.

AFC CUP 2015 GRUP H Stadion Si Jalak Harupat - 13.05.15

Persib 3 ayeyawady 3 Supardi 28, Ridwan 51, Konate 90 (P)

Riste 43, 76 (P), Nay Lin Aung 93

Persib:

I Made Wirawan, Vladimir Vujovic, Abdul Rahman, Supardi, Dias Angga Putra, Dedi Kusnandar, Firman Utina, Konate Makan, Atep (C), Muhammad Ridwan, Tantan. Cadangan: Shahar Ginanjar, Tony Sucipto, Taufiq, M Agung Pribadi, Hariono, Jajang Sukmara, Rudiyana.

Ayeyawady United:

Vanlal Hruai, San Myo Oo, Moe Win, Naing Lin Oo, Thet Lwin Win, Ebimo West Anderson, Pyae Phyo Oo, Aung Kyaw Myo, Sim Woon Sub, Edison Fonseca, Naumov Riste. Cadangan: Chit Nyein Kyaw, Nay Lin Aung, Aye Ko Ko Maung, Min Min Thu, Zin Myo Aung, Yan Paing Soe, Soe Kyaw Kyaw.

statistik tarung shot on target shot off target shot blocked save corners offsides fouls

5 7 1 1 8 1 13

3 6 2 3 1 0 7

man of the match versi afc

m ridwan 40 | SIMAMAUNG.COM | MEI 2015 - #7


Firman Utina berebut bola dengan pemain Ayeyawady United, pertandingan berakhir imbang 3-3. Foto Simamaung.com/Otto Sya'ban

#7 - MEI 2015 | SIMAMAUNG.COM | 41


gadget biru

DJADJANG NURJAMAN

IKUTI PERKEMBANGAN

Era konvergensi teknologi yang semakin modern dan simpel, membuat para seniman lapangan juga tidak ingin ketinggalan zaman soal update gadget. Ciri khas dan style setiap pemain di luar lapangan menjadi fenomena dan lebih booming bila sang pemain melakukan update status di berbagai macam media sosial melalui gadget-nya. TEKS ADIL NURSALAM

taufiq Gelandang Persib ini sering mengupdate sesi fotonya di akun Instagram @ taufiqpersib maupun di akun Path miliknya. Pada sela-sela kesibukannya berlatih, Taufiq menceritakan bagaimana ia berinteraksi melalui 2 handphone-nya, iPhone 6 dan Blackberry Q10. Meski sering nongol di akun IG-nya, empunya nomor punggung 8 ini pun ternyata sering memanfaatkan fasilitas komunikasi video call dengan saudara, orang tua bahkan kekasihnya. 42 | SIMAMAUNG.COM | MEI 2015 - #7

Djanur, sapaan akrabnya, memiliki iPhone 6 dan HTC di tangannya. Pelatih 57 tahun ini suka juga berselancar di media sosial untuk sekedar update foto. Bahkan dalam sebuah kesempatan sesi pemotretan tim, Janur sempat meminta salah satu kru foto untuk meminta bantuan memotret ia bersama tim memakai gadgetnya. Padahal sudah disediakan fotografer pro yang siap membidik melalui kamera DSLR.

i made wirawan Ternyata diam-diam dia adalah peggila gadget. Alhasil, Made kini punya 4 gadget sekaligus, yaitu iPhone 5, iPad Mini, Blackberry Q10 dan Samsung S5. Saat ditanya fungsi keempat gadget itu, pria asal Bali ini mengatakan sering berselancar di dunia cyber dengan media sosial. Pun untuk mengetahui informasi terkini, baik itu berita umum, maupun berita olahraga, seperti sepak bola dan tinju. Kendati demikian, hobi Bang Made yang terus-terusan upgrade gadget harus lebih dikontrol karena menyesuaikan dengan kebutuhan keluarga.


#7 - MEI 2015 | SIMAMAUNG.COM | 43


44 | SIMAMAUNG.COM | MEI 2015 - #7


#7 - MEI 2015 | SIMAMAUNG.COM | 45


46 | MEI 20152015 - #7 - #7 46 || SIMAMAUNG.COM SIMAMAUNG.COM | MEI


ngomen

Dihentikannya Kompetisi 2015 KOMPETISI sepakbola Indonesia musim 2015 dihentikan oleh PSSI dengan alasan force majeur lantaran tidak didapatnya izin keramaian dari kepolisian untuk menggelar pertandingan. Ini sebab Kemenpora sudah membekukan PSSI. Kemepora sendiri sudah membentuk Tim Transisi untuk mengambil alih fungsi PSSI. Muncul pro dan kontra terhadap tindakan yang dilakukan PSSI maupun Menpora. Bagaimana komentar bobotoh terkait hal ini?

Robby Saeful Anwar

Nanang Wahyu Triantoro

Cut Nurul Azizah

LANGKAH pemerintah memang bisa disebut langkah bagus juga, biar di Indonesia mengedepankan kompetisi yang sehat dan tegas. Maksudnya sehat biar bebas dari mafia sepak bola yang akhir-akhir ini melanda sepakbola kita. Mengapa harus tegas? Maksudnya di liga kita jangan pilih kasih siapapun timnya, contoh kaya Arema atau Persebaya, sudah tahu dilarang bermain karena bermasalah, tapi tetap diperbolehkan main di liga. Tapi di sisi lain langkah pemerintah ini bisa merugikan semua pihak, dari mulai masyarakat awam, terus pihak sponsor pun pasti bakal mengecam dengan pemberhentian liga. Dan imbasnya tim yang bersangkutan bakal kena masalah. Terutama masalah di finansial.

KALAU menurut saya mah tentang penghentian liga, ya kalau untuk kemajuan Indonesia ya kenapa enggak? bila perlu bekukan saja dulu, toh di dalam PSSI sendiri banyak mafianya. Bukannya kita pro atau kontra ke Menpora, sebenarnya sih dari dulu pengen ada perubahan di kubu PSSI soalnya banyak mafia yang masih enggak terkuak. Sudah kerasa lah sama para bobotoh mah. Tentang sanksi FIFA, kalau Persib kena imbasnya di AFC Cup, kecewa sih jelas, tapi kalau untuk memajukan persepakbolaan Indonesia ke arah yang lebih baik, ya kenapa enggak. Kita harus terima kenyataan aja, semoga ke depannya persepakbolaan Indonesia lebih baik lagi.

PENGAKHIRAN atau penghentian liga di Indonesia khususnya QNB League adalah keputusan yang salah. PSSI seharusnya bisa melanjutkan kompetisi tetapi menuruti kebijakankebijakan yang dikeluarkan Menpora. Menpora memiliki tujuan baik atas intervensinya terhadap PSSI atau sepak bola Indonesia, yaitu memperbaiki organisasi PSSI, memperbaiki sepak bola, dan memberikan peringatan kepada PSSI untuk lebih transparan terhadap kuangan PSSI. Intinya dengan diberhentikannya liga oleh PSSI, klub, pemain dan suporter merugi dan akan berdampak dengan pembubaran klub nantinya.

#7 - MEI 2015 | SIMAMAUNG.COM | 47


dream team

Versi Firman Utina Iker Casillas

"Dia kiper berpengalaman, pernah membawa 2 kali juara dunia bersama Spanyol. Dia juga sedikit muda dibanding (Gianluigi) Buffon."

Vladimir Vujovic

"Pemain asing di Indonesia yang menurut saya sangat pengalaman yang Persib miliki. Dia sangat tenang. Walaupun dengan umurnya yang sudah tidak lagi muda, tapi punya banyak pengalaman, sangat pintar untuk membaca lawan, membaca karakter striker lawan seperti apa."

Bambang Pamungkas

Hamka Hamzah

"Menurut saya dia sosok stopper di Indonesia yang masih punya pengalaman ketenangan, bisa membimbing rekan-rekannya saat di lapangan. Hingga komunikasi terus mengalir."

Lionel Messi

Christiano Ronaldo

Roberto Carlos

"Karena dia pemain yang sangat tenang, dia mobile, akurasi passing-nya tinggi, punya tendangan bebas, serba bisa, defend-nya kuat."

Francesco Totti

Supardi Nasir

"Bek kanan yang sedang naik performanya sekarang, punya kecepatan dan berpotensi di Indonesia dibanding yang lainnya."

Paul Scholes

Xavi Hernandez

Xavi Hernandez

"Pemain gelandang yang modern saat ini di dunia. Dia jarang kehilangan bola. Saya pernah mengamati dalam 90 menit main, hanya sekali dia kehilangan bola."

Paul Scholes

"Bisa mengimbangi Xavi di lini tengah. Jika Xavi dengan kualitas passing pendek, Scholes bisa diandalkan dalam bola direct sebagai penyuplai bola."

Francesco Totti

"Pelengkap lini tengah. Through pass, gaya umpan terobosannya bisa diandalkan, punya tendangan keras. Menjadi tim dengan kualitas lini tengah yang lengkap dengan karakter masing-masing."

Lionel Messi

"Pemain ini jadi penunjang Bambang Pamungkas. Guna membantu Bepe mencetak gol."

Roberto Carlos

Vladimir Vujovic

Hamka Hamzah

Christiano Ronaldo

"Begitupun Ronaldo, punya peran seperti Messi."

Bambang Pamungkas

"Masih salah satu pilihan striker yang berpotensi di sepak bola Indonesia. Pemain lokal sangat minim menyamai dia. Saat ditinggal Bepe, di timnas seolah tidak ada pengganti. Dia pintar di dalam dan di luar lapangan." Catatan: Kenapa tidak ada nama saya? Karena saya ingin pemain-pemain ini bisa bermain bareng, bisa menjadi tim kuat. Pemain-pemain ini mempunyai kapabilitas midfielder lengkap, karakter masingmasing melengkapi satu sama lain.

48 | MEI 20152015 - #7 - #7 48 || SIMAMAUNG.COM SIMAMAUNG.COM | MEI

Iker Casillas

Supardi Nasir


#7 - MEI 2015 | SIMAMAUNG.COM | 49


MAUNG Volume 7  

Bulan ini MAUNG membahas tentang Bomber baru Persib, Pemain paling lama di skuad biru saat ini, dan bahasan lainnya.

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you