Issuu on Google+


februari 2014 volume 3

12

Musim Baru, Format Lama

Indonesia Super League 2014 sudah digulirkan 1 Februari. Kembali ke musim 2007/08, kompetisi menggunakan format 2 wilayah, Barat dan Timur. Satu sisi, ini menjadi langkah mundur karena di sebagian besar negara sepakbola maju, kompetisi profesional menerapkan format 1 wilayah.

24 mengembalikan performa terbaik

Tidak mudah menyandang jabatan kapten tim sepakbola. Ada ekspektasi lebih tinggi terhadap pemain yang mengenakan ban kapten di lengan kirinya. Atep, merasakan betul berat yang ada di pundaknya.

6 #Naros 8 Foto Persib 30 hasil tarung Simamaung.com | Ferbruari 2014

43 tuturut munding

44 arena bobotoh 45 popotoan 46 ngomen 3


Catatan Editor

→ www.simamaung.com/magz t: @simamaung facebook.com/simamaung Editorial & Commercial Address PT. PANENMAYA SIMAMAUNG Pondok Nenen 2nd Floor Jl. Karawitan No.28A Buah Batu Bandung 40264 Email: magz@simamaung.com

Editorial Director Adrian Priambudi t: @blmnst Editor in Chief Mayasari Mulyanti t: @just_moy

Dibuang Sayang Djibril Coulibaly menjadi salah satu striker papan atas di kompetisi sepakbola Indonesia. Pemain berkebangsaan Mali ini mencatat 21 kali namanya di papan skor saat berkostum Barito Putra, musim lalu. Prestasi Djibril tersebut membuat banyak pelatih ingin merekrutnya. Dan Jajang Nurjaman lah yang berhasil meyakinkan bomber ini untuk hijrah ke Bandung untuk kompetisi baru musim 2014.

Vice Editor in Chief Hevi Abu Fauzan t: @hevifauzan Photographer/Designer Otto Sya’ban Pramadhan t: @otto_head Strategic Marketing & Promotion Kuntowiyoga t: @kungtaw_

Editor in Chief Mayasari Mulyanti

TV & Video Program Editor Anaz Wirayasa t: @an4z Reporter/Photographer Mochammad Syaban Rinaldi Admin Finance Rini Sukmawati diterbitkan secara digital dan gratis oleh SIMAMAUNG.COM. Dilarang memproduksi dan menyalin sebagian atau seluruh isi majalah tanpa izin tertulis. The entire contents of Magazine are protected by international copyright and trademark laws. The owner of the copyrights and trademarks are Simamaung.com, its affiliates or other third party licensors. YOU MAY NOT MODIFY, COPY, REPRODUCE, REPUBLISH, UPLOAD, POST, TRANSMIT, OR DISTRIBUTE, IN ANY MANNER, THE MATERIAL ON MAGAZINE, INCLUDING TEXT, GRAPHICS AND/OR SOFTWARE.

POWERED BY

Simamaung.com | Ferbruari 2014

Yang mengejutkan, setelah bergabung dengan tim Maung Bandung, Djibril kerap absen di partai ujicoba pramusim. Seandainya main pun, Djibril turun sebagai pemain pengganti. Curiga dengan cedera yang tak kunjung pulih, pelatih dan dokter tim Persib memintanya untuk melakukan ct scan di bagian cederanya. Hasil lab menohok kubu Persib. Ternyata Djibril pernah mengalami cedera tulang metatarsal di kaki kanannya. Cedera tersebut dialami di partai akhir kompetisi musim lalu bersama Barito Putra. Pelatih Persib pun dilanda kebingungan. Di satu sisi Persib sangat membutuhkan Djibril karena hanya memiliki seorang striker murni, pasca ditinggal Sergio van Dijk. Di pihak lain, Persib perlu mempertimbangkan masa pemulihan Djibril, sementara kompetisi sudah di depan mata. Metatarsal adalah 5 tulang panjang yang terletak di telapak kaki. Seperti dikutip dari detiksport, 5 bagian tulang itu saling berkaitan dalam satu unit. Fungsinya untuk membagi beban pada tanah yang tidak rata. Cedera atau keretakan pada tulang ini bisa jadi terjadi jika tabrakan, terinjak atau mengalami kelelahan. Bisa memakan waktu lama untuk pemulihan total cedera ini. Namun parah-tidaknya cedera pun mempengaruhi durasi penyembuhan cedera. Proses pemulihan pun dilakukan dalam beberapa tahapan. Setelah istirahat panjang, proses rehabilitasi dan menjalani teknik latihan tertentu harus dilakukan agar cedera tidak semakin parah. Beberapa pesepakbola ternama pernah mengalami cedera ini. Sebut saja Steven Gerrard, David Beckham, Roy Keane, Michael Owen, Ashley Cole, Ledley King, David Nugent, Garry Neville dan Wayne Rooney. Ada yang bisa pulih dalam waktu 2 bulan, ada pula yang harus melakukan pemulihan hingga 8 bulan. Walhasil, Janur memilih untuk melepas Djibril. Alasannya, Persib tidak bisa menunggu kesembuhan Djibril karena di Februari ini Persib dihadapkan jadwal padat, melakoni 6 laga. Persib sempat kedatangan 3 penyerang untuk seleksi. Tetapi Fortune Udo, Emile Mbamba dan Roberto Kwateh dinilai Janur tidak sesuai kualifikasi striker yang diharapkannya. Jangankan mendapat pemain yang kualitasnya melebihi Djibril, pemain dengan kualitas sepadanpun tak kunjung didapat. Akhirnya Persib memilih untuk memanggil kembali Djibril Coulibaly. Beruntung, pemain ini belum menandatangani kontrak dengan klub manapun, termasuk Mitra Kukar, klub yang disebut-sebut paling siap menampung Djibril. Di sisi lain, Djibril pun lebih memilih Persib untuk musim ini dan merasa tidak pernah berniat meninggalkan Persib meski namanya sempat tercoret dari skuad biru. 5


#narosumuh Menarik ketika rubrik #naros ditujukan kepada Manajer Tim Persib Bandung, Umuh Muchtar. Beberapa pertanyaan mengarah pada kumis tebal sang manajer yang memang sudah menjadi ikonnya. Sanggupkah Umuh mencukur habis kumisnya jika musim ini Persib juara? Temukan jawabannya di sini. Pa Haji upami Persib janten juara, sayogi teu dicukur kumisna? hehehehe @WiwitSarwiti (via twitter) Kalau juara kita bisa didugulan semua. Kalau itu tidak masalah. Kalau kepala semua diplontoskan, bisa didugulan. Kalau sampai juara, saya bisa dicukur sampai habis, tidak masalah, kalau sama pemain semua juga. Kalau kumis, engga lah, jangan. Tapi kita harus punya keyakinan, mudah-mudahan kita bisa jadi juara. wa haji, pemaen Persib nu paling reseup diajak nguseup saha? @daninugraha22 (via twitter) Kalau dulu ada Airlangga yah. Kalau sekarang, paling Atep yang suka mancing. pa umuh usaha na naon? @rezaganardi (via Twitter) Yah, kita usahanya, pokoknya wiraswasta lah. Jangan dibilang, bisi ditarurutan lah. Pokoknya, usahanya, kalau ada pabrik yang bangkrut, bangunannya tidak dipakai, pasti dibeli sama Umuh Muchtar. Saya bongkar. Ya, tukang rongsokan lah. wa umuh kumaha carana eta kumis bisa gomplok kitu euy? :)) @babandringan_ (via Twitter) Dibalur ku ieu, dibalur. Jadi kalau mau kumis gomplok yah, cari itu apa lancah maung itu dibakar. Lancah maung dibakar sampai kering, dibalurkeun gitu ya. Semua bisa jadi gomplok.

dear pak umuh, rek nazar naon mun persib juara tahun hareup? @illumidaki (via Twitter)

Umuh Muchtar dalam penampilannya di lapangan.

Oh udah siap nazar. Saya memberikan hadiah yang tidak pernah diberikan. Mungkin ya itulah yang saya akan berikan, yang sudah saya janjikan kepada pemain. Untuk juara pool aja mereka sudah akan diberikan yang luar biasa. Dari pribadi. Saya udah janjikan kepada mereka. Kenapa, walaupun saya belum siap ke lapangan, tapi sebelum main saya kasih motivasi. Setelah main, pun juga saya motivasi, seperti itu. Itu aja dengan anak-anak. Sekarang lagi enjoy, enak ya semuanya. Apalagi setelah dengan masuknya lagi Coulibaly ya. Insyaallah. wa haji, menurut wa haji, loyalitas kepada PERSIB itu apa? @MrBungOval_98 (via Twitter) Loyalitas ini, karena saya sudah mendarah daging, jadi sudah tidak punya hitungan. Apapun, setelah keluarga memberi ijin. Nomor satu memang keluarga. Apapun. Kalau keluarga sudah memberi ijin, saya sudah tidak hitung-hitungan lagi loyalitas kepada Persib. Karena Umuh Muchtar dulunya juga berangkat dari bobotoh. Dulu boleh tanya, Adeng, Yusuf Bachtiar, Roby, semuanya yang lamalama, Adjat Sudrajat. Itu semuanya seperti anak sendiri. Itu dulu juga masih jadi bobotoh. Dan dulu juga waktu masih jadi bobotoh, Umuh Muchtar tidak ragu-ragu memberikan seluruh dengan bonus.

6

Februari 2014 | Simamaung.com


saya pun juga tidak dikurangi oleh Allah. Itu aja. Asal kita dengan keikhlasan. Ikhlas, kita juga jujur, jangan melakukan usaha yang bertentangan, yang tidak jelas, yang ujungujungnya bermasalah dengan yang lain. Terus ujung-ujungnya yang merugikan orang lain. Itu kan yang sangat tidak diridhoi sama Allah. Kalau soal usaha, semuanya pun juga orang berusaha, berusaha, berusaha. Cuma ada yang dikabul, ada yang tidak.

Kumaha tipikal pelatih nu hadĂŠ numutkeun wa haji? @rizasaputra (via Twitter) Ya itu kalau soal tipikal pelatih, kadang dikatakan pelatih bagus, ya belum tentu membawa keberuntungan. Yang saya senang dengan Jajang Nurjaman, dia selalu kalau besok mau main, kita semua sholat berjamaah, Jajangnya sendiri juga berpuasa. Itu kan sudah mendekatkan diri kepada Allah. Itu yang saya senang.

batu cincin jenis naon nu paling resep di pake ku wa haji @dadanrony (via Twitter)

Mang Wa Haji tiap taun sabaraha kali ka Mekah? @officialvpc (via Twitter)

Zamrud lah

Ya itu kan ga boleh diumbar. Berapa kalipun kalau kita punya rizki, mau dua bulan tiga bulan pun juga yah, kita punya janji. Kenapa kita berangkat ke Tanah Suci, ke Mekah itu, memohon kepada Allah semua juga. Soal dikabul dan tidak dikabul, semua juga sudah ada aturan. Kadang-kadang orang yang banyak bersabar, orang yang banyak memohon, tapi kadang-kadang kitapun juga dicoba sama Allah, seperti itu ya. Insyaallah. Jadi kalau berangkat, ya berapa kalipun tidak ada keharusan. Kalau kita punya rizki, itu pun juga karena semua rizki itu pun semua titipan dari Allah. Karena Allah semua juga. Tujuan kita nomor satu, kita dengan menikmati rizki semua yang dititipkan oleh Allah, kita nikmati. Asal jangan nikmati, terus di jalan yang tidak diridhoi oleh Allah. Buktinya, saya sendiri pun juga, rizki itu mengalir. Dan buktinya, rizki

Pak haji ti iraha janten bobotoh, saha pemaen nu terkenal di jaman eta? @hevifauzan (via Twitter) Umuh Muchtar saat konferensi pers

Adjat Sudrajat, Adeng Hudaya, Roby Darwis, Yusuf Bachtiar, Jajang Nurjaman, itu yang paling top. Ini pemain-pemain angkatan Jajang, boleh tanya Adjat Sudrajat, kalau Umuh Muchtar dulu seminggu di Jakarta. Boleh tanya pemain, tidak pernah pulang. Seminggu itu ada di Jakarta. Hari ini, malam ini makan dimana. Ganti, besok makan dimana. Mau nonton film dimana. Nonton itu aja hampir 2-3 hari sekali, tidak ada masalah. Jadi enjoy aja. Cuma tidak pernah ke tempattempah hiburan yang tidak jelas. Sampai dulu kita juara, saya ikut ke Filipina, ke Thailand, itu waktu ke Bangkok. Tahun 95-96 itu ya.

Rubrik #Naros kami sediakan untuk bobotoh yang ingin bertanya apa saja kepada personel tim Persib Bandung. Pertanyaanpertanyaan terbaik dan terunik akan ditanyakan langsung dan jawabannya akan ditampilkan disini. Selain itu, videonya akan kami juga unggah di Youtube. So, sampaikan pertanyaan anda via twitter dengan mention @simamaung atau anda bisa juga email ke magz@simamaung.com.

Simamaung.com | Ferbruari 2014

7


Foto Persib

sujud syukur Sesaat setelah peluit panjang, tanda

pertandingan berakhir, Jajang Nurjaman segera melakukan sujud syukur atas kemenangan Persib Bandung melawan tamunya Sriwijaya FC. Kemenangan yang patut disyukuri di laga perdana Liga Super Indonesia 2014. Foto Simamaung.com/Otto Sya’ban

8

Februari 2014 | Simamaung.com


Simamaung.com | Februari Ferbruari2014 2014

9


Foto Persib

Beradu Badan Pemain Persib Bandung Ferdinand Sinaga

beradu badan dengan pemain Persita Tangerang, Januar, dalam pertandingan Babak Penyisihan Inter Island Cup 2014, Senin (13/01/2014), di stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Kejadian ini menyebabkan Januar dijatuhi hukuman kartu kuning kedua, sehingga dikeluarkan dari pertandingan. Persib menang telak 7-1 atas Persita Tangerang. Foto Simamaung.com/Otto Sya'ban

10

Februari 2014 | Simamaung.com


maung bandung

Musim Baru, Format Lama penulis Mayasari Mulyanti foto otto sya’ban pramadhan

12

Februari 2014 | Simamaung.com


Indonesia Super League 2014 sudah digulirkan 1 Februari. Kembali ke musim 2007/08, kompetisi menggunakan format 2 wilayah, Barat dan Timur. Satu sisi, ini menjadi langkah mundur karena di sebagian besar negara sepakbola maju, kompetisi profesional menerapkan format 1 wilayah. Keputusan PSSI dan PT Liga Indonesia musim ini tak lepas dari pertimbangan karena melihat jumlah peserta. Liga unifikasi diikuti 22 klub atau 4 klub lebih banyak dibanding kompetisi musim sebelumnya. →

Simamaung.com | Februari 2014

13


maung bandung

Apa boleh buat. Jika dipaksakan kompetisi dijalankan dengan format 1 wilayah, akan berat bagi klub peserta. Fisik pemain terkuras dengan banyaknya jumlah pertandingan plus lelahnya perjalanan ke berbagai kota, mulai dari Palembang, Padang, Jepara, Surabaya, Banjarmasin, Makassar hingga Jayapura. Dari segi pembiayaan pun akan memberatkan klub. Pembagian wilayah kompetisi menjadi solusi yang dinilai paling tepat atas kondisi dunia persepakbolaan Indonesia saat ini. "Kalau dikatakan baru, ya ga baru. Kita udah pernah melakukannya di musim 2008. Kemudian sekarang balik lagi, itu sebetulnya bisa dikatakan melakukan langkah mundur. Tapi apa boleh buat karena sekarang dalam masa peralihan, dimana tadinya 2 kubu menjadi 1 kubu. Jadi otomatis mau tidak mau kita terima saja karena peserta kompetisinya menjadi 22 tim. Kalau dipaksakan 1 wilayah pasti dari sisi apapun keberatan. Jadi kita terima aja dan kita siap dengan format 2 wilayah ini," jelas pelatih Persib Bandung, Jajang Nurjaman. Kapten tim Persib Atep menyebut ada keuntungan dan kerugian dengan kompetisi format 2 wilayah. Tanpa bertanding ke markas tim-tim di timur Indonesia, pemain tidak terlalu cape melakukan perjalanan. "Target kita juga jadi berjenjang. Kita harus lolos dulu ke 8 besar. Kalau dulu kan target kita dari awal harus sapu bersih. Sekarang, kita

tergetnya harus 8 besar dulu, jangan pikir untuk juara dulu. Setelah 8 besar baru targetnya final dan juara," ucap Atep. Pemain yang juga tak jarang mengenakan ban kapten, Firman Utina, mengungkapkan hal senada dengan rekannya, Atep. Pemain yang identik dengan nomor punggung 15 ini mengatakan bahwa timnya harus kuat di strategi dalam mengarungi kompetisi dengan format demikian. Strategi yang dimaksud Firman adalah bagaimana upaya tim untuk lolos sebagai 4 tim terbaik di penyisihan grup. "Karena sistem pakai 2 wilayah, makanya kita juga sedikit berhati-hati. Karena sistemnya beda dengan musim lalu yang 1 wilayah. Sekarang kita harus berusaha keras masuk 8 besar dulu, lalu berlanjut sampai final. Artinya strategi harus tepat. Di sini harus main strategi," jelas pemain kelahiran Manado ini. Barat Lebih Ketat PT LI tidak asal memilah tim mana yang masuk ke Wilayah Barat atau tim lainnya ke Wilayah Timur. Jumat, 3 Januari 2014, PT LI mengadakan Rapat Pleno di Jakarta mengenai pembagian wilayah klub ISL 2014. PT LI merancang pembagian wilayah ini berdasarkan letak geografis, namun tetap menjaga kualitas kompetisi, serta efisiensi dari segi pembiayaan klub peserta. Untuk menjaga kualitas kompetisi agar merata di masing-masing klub, PT

LI melakukan penilaian berdasarkan prestasi terakhir klub di musim sebelumnya. CEO PT LI, Joko Driyono mengharapkan terjadi persaingan seimbang antara Barat dan Timur. "Untuk level kompetisi, kami punya metode kualitatif dalam mengukur skor masing-masing wilayah. Di Barat, jumlah skor mencapai 84, sedangkan di Timur skornya adalah 87. Dengan kondisi ini kompetisi akan menjadi seimbang," kata Jokdri seperti yang tertulis di situs resmi PT LI. Namun tidak demikian dengan penilaian Janur. Sebagai peserta Wilayah Barat, Janur menilai persaingan tim di grup ini lebih ketat. Janur menyebut ada 6 klub kuat yang diprediksi akan bersaing kuat memperebutkan 4 tiket menuju 8 besar. Masing-masing adalah Sriwijaya FC Palembang, Semen Padang, Persija Jakarta, Persib Bandung, Barito Putra dan Arema Cronous. "Kalau dikatakan imbang, di Barat saya katakan lebih merata. Di Barat lebih dihuni oleh tim-tim yang menjadi favorit untuk keluar jadi 4 tim terbaik. Sebut saja ada Sriwijaya, Semen Padang, Persija, Persib, Barito Putra dan Arema. Ada 6 tim. Enam ini yang boleh dikatakan punya peluang tinggi untuk 4 tempat ke babak selanjutnya. Jadi Barat menurut saya akan lebih berat persaingannya untuk keluar dari fase grup," tutur Janur. Seperti halnya sang nakhoda, Atep → berargumen persaingan Wilayah

14

Februari 2014 | Simamaung.com


maung bandung Barat lebih seru. Hanya saja, Atep menyebut klub pesaing dengan lebih spesifik, yaitu Arema dan Persija. Dasar pertimbangannya karena melihat permainan cemerlang Arema di masa pramusim. Pun materi pemain tim Malang ini tidak banyak berubah dari musim lalu sehingga kekompakan tim sudah terjalin baik. "Kalau saya menilai Arema, Persija masih akan menjadi pesaing. Kenapa Arema? Karena dari musim kemarin tidak banyak berubah. Keduanya, di pramusim Arema bermain cukup baik dan belum pernah terkalahkan juga. Secara permainan juga mereka cukup bagus, mulai dari belakang, tengah dan ke depannya. Mereka punya striker yang bagus juga. Jadi ya, kita akan buktikan ketika di lapangan nanti," terang Atep. Kesimpulan dasar Janur menyatakan persaingan Wilayah Barat lebih ketat tercermin dari performa tim di turnamen IIC. Tim yang lolos ke fase final, keduanya berasal dari Wilayah Barat, Persib dan Arema. Turnamen pramusim ini pun membantu setiap pelatih meraba kekuatan lawan-lawannya. "Ya secara umum sudah bisa meraba. Sebetulnya IIC tahun ini sudah merupakan miniatur dari ISL karena untuk tahun ini semua ikut, karena ada keharusan. Beda dengan tahun lalu tidak semua ikut. Dan sistem pertandingannya juga hampir mirip. Cuma bedanya di awal turnamen IIC dibagi beberapa grup, kemudian 8 besar kemudian langsung final," kata Janur.

Supardi dalam pertandingan perdana Liga Super Indonesia 2014 melawan Sriwijaya FC.

Gameweek 1 Ada 5 pertandingan di hari pertama gelaran kompetisi sepakbola tertinggi tanah air ini. Hasilnya, ada yang sesuai prediksi, ada pula yang mengejutkan. Enam klub Wilayah Barat yang dikatakan Janur sebagai klub kuat, tidak semua mendapat kemenangan di laga perdananya. Barito Putra justru terjungkal di kandangnya sendiri dari Persija 1-2. Bertindak sebagai tuan rumah, Arema sukses menghempaskan Persijap Jepara, 4-1. Persib memetik kemenangan dengan skor tipis atas Sriwijaya FC, 1-0. Dan Semen Padang baru memulai kompetisi

pada 5 Februari melawan Barito Putra. Bermain di Stadion Haji Agus Salim, Semen Padang menang 2-0. Namun kompetisi baru dimulai. Akan terlalu dini jika membuat kesimpulan siapa klub terkuat di Wilayah Barat. Di Wilayah Timur, Persipura memulai kompetisi dengan kesuksesan mengalahkan Persela Lamongan 3-0. Tim besutan Rachmad Darmawan, Persebaya Surabaya pun mampu mengatasi salah satu klub kuat, Mitra Kukar, 2-1. Tim promosi, Perseru Serui pun langsung menunjukkan taringnya, mengalahkan tim tamu Persepam Madura United, 4-1. →

“Kalau saya menilai Arema, Persija masih akan menjadi pesaing. Kenapa Arema? Karena dari musim kemarin tidak banyak berubah.� Atep

16

Februari 2014 | Simamaung.com


maung bandung

Terganggu Jadwal Persoalan lain yang dihadapi setiap klub peserta ISL 2014 jadwal pertandingan. Di awal kompetisi, tim digenjot dengan jadwal padat. Total ada 54 pertandingan di Februari atau rata-rata setiap tim menjalani 5-6 pertandingan. Namun setelah itu jadwal melonggar. Hanya ada 14 pertandingan sepanjang Maret. Artinya setiap tim hanya melakoni 1-2 laga. Pada rentang waktu 23 Februari-5 Maret ada TC Timnas Pra Piala Asia selama 10 hari. Lalu kompetisi dilanjutkan beberapa hari karena harus rehat lagi. Kali ini masa istirahat cukup panjang yaitu 20 hari dari 18 Maret hingga 11 April karena ada agenda politik Pemilu Legislatif. Kompetisi kembali digulirkan pada 11 April-4 Mei sampai kelar Putaran I. Setelah jeda kompetisi 12 hari, kick off Putaran II dimulai pada 14 Mei. Kompetisi kembali terhenti pada 10 Juni. Ini menjadi masa istirahat terlama karena ada agenda Pemilu Capres dan bulan Ramadhan. Total istirahat hampir 2 bulan. Kemudian setiap tim menyelesaikan babak penyisihan grup pada 6 Agustus sampai 31 Agustus. "Kalau jadwal, kirain tadinya akan lebih longgar dengan hanya 10 pertandingan di putaran pertama dan 10 pertandingan di putaran kedua. Otomatis total hanya 20 pertandingan. Tapi ternyata engga juga, karena di bulan Februari aja kita harus melakukan 6 pertandingan. Di awal

kompetisi ini sama, seperti yang kita lakukan di kompetisi tahun lalu, jadwal padat. Karena tahun ini banyak break (istirahat)-nya. Di Maret ada pemilihan Legislatif, di Juni,Juli sampai Agustus, kurang lebih 2 bulan, itu ada Piala Dunia, Capres dan bulan puasa. Ada 2 break yang cukup lama. Ini barangkali yang sangat mengganggu performance karena harus berhenti sekian lama. Sebuah tim yang sudah on fire (puncak), kemudian break, itu kan sulit untuk kembali naik," papar Janur. Memanfaatkan Momentum Seperti disinggung Firman Utina, di kompetisi dengan format 2 wilayah, harus pintar merancang strategi. Pedal gas tidak harus melulu ditancap penuh. Janur pun setuju dengan strategi memanfaatkan momentum. Di babak penyisihan tim tidak harus selalu di posisi teratas, tetapi lebih cenderung untuk mengamankan posisi 4 besar. "Saya setuju, karena yang penting kan lolos dulu. Targetnya pun berjenjang. Target awal, lolos 8 besar dulu. Jadi tidak seperti satu

wilayah yang terus setiap pertandingan harus mengumpulkan poin, harus selalu posisinya di atas. Kalau sekarang harus keluar dari fase ini dulu, jadi nomor 4 pun, yang penting keluar dari fase ini. Nanti di fase selanjutnya harus lebih siap lagi." Format ini bukan hal baru di kompetisi Indonesia. Di era perserikatan hingga Liga Indonesia, operator kompetisi menggunakan sistem 2 wilayah ini. Terakhir, LI dengan format ini terjadi di musim 2007/08. Saat itu Janur menjadi asisten pelatih Persib, mendampingi pelatih kepala Arcan Iurie. Di paruh pertama Persib sukses memuncaki klasemen Wilayah Barat. Bahkan menjadi juara Laga Bintang melawan tim juara paruh musim Wilayah Timur, PSM Makassar di Samarinda dengan skor 2-1. Namun gelar itu bukan jaminan, karena di Putaran II, Persib justru tersungkur dan finis di posisi 5. Kejadian ini menjadi pengalaman berharga bagi Persib, khususnya Janur. "Kalau sistem 2 wilayah seperti ini, ada fase yang kedua, kemudian semifinal dan final, saya rasa saya pribadi sudah melakukannya, termasuk di 2008 kemarin. Untuk lolos fase pertama dulu, saya udah ada hitung-hitungannya. Ada oret-oretan. Dengan poin di 42-47 saya pikir udah keluar sebagai 4 besar," Janur mengakhiri wawancara di Mess Persib, awal Februari ini.

18

Februari 2014 | Simamaung.com


Simamaung.com | Ferbruari 2014

19


pelatih & ofisial

pelatih kepala 20

Februari 2014 | Simamaung.com


pelatih & ofisial

Simamaung.com | Januari 2014

21


featured

Ketika Ban Kapten Melingkar di Lengan Firman Utina

M

Penulis MAYASARI MULYANTI

usim 2014 ini Persib Bandung hanya dihuni 21 pemain. Relatif sedikit. Tetapi sebagian pemain bisa multiposisi. Rotasi ini mempengaruhi pula siapa yang mengenakan ban kapten. Secara reguler, Atep atau Firman Utina, berperan sebagai kapten tim. Namun pernah juga ketika keduanya tidak di lapangan, ban kapten melingkar di lengan kiri Muhammad Ridwan dan Hariono.

Firman Utina menyebut dari satu sisi, tugas kapten di tim Persib tidak terlampau berat. Pasalnya, menurut gelandang asal Manado ini, Persib beranggotakan pemain-pemain hebat.

Maka ketika dipercaya menjadi kapten, tak banyak perintah yang terlontar dari mulutnya kepada pemain lain. Namun ia selalu enggan disebut sebagai kapten tim Persib. "Aku sih tidak terlalu banyak memberikan perintah untuk pemain lain, karena pemain-pemain yang ada di sini adalah pemain hebat. Mereka sudah melanglangbuana kemana-mana dan sudah pernah main di timnas. Walaupun mereka masih muda tapi mereka panutan. Kalau aku, hanya bisa mensupport mereka," ucap Firman. Pemain yang kembali dipanggil timnas di usia 32 tahun ini, menilai rekanrekannya sudah paham akan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Sehingga tidak ada keharusan sang kapten untuk memerintah. Sebagai salah satu gelandang terbaik yang dimiliki Indonesia, Firman memang selalu rendah hati. "Jadi di dalam tim tidak ada sosok Firman Utina, kapten tim yang harus selalu didengar. Mereka sudah ngerti sendiri apa yang harus mereka lakukan dan itu sudah menjadi acuan bahwa mereka sudah punya tanggung jawab untuk dirinya sendiri dulu, yaitu bermain dengan baik, meraih kemenangan dan bisa dipersembahkan buat penonton dan pelatih," tuturnya. Hingga menjadi seorang Firman Utina saat ini, ia mengaku banyak belajar dari para pemain senior. Firman tak canggung belajar perjuangan pemain di lapangan, salah satunya memetik

pelajaran dari Bambang Pamungkas. Bahwa jangan pernah berhenti berusaha sebelum 90 menit selesai. Firman sendiri menanamkan semangat pada dirinya bahwa sebelum peluit panjang berbunyi, kesempatan untuk menang selalu ada. Mental seperti itu pula yang kini ditanamkan oleh coach Jajang Nurjaman. Untuk terus berusaha. Untuk terus bermain baik. Untuk terus mencipta peluang. Untuk mencapai kemenangan. "Mental seperti itu yang sekarang ditanamkan oleh pelatih, bahwa kita jangan pernah mudah menyerah. Banyak yang bilang juga Persib kalau main di kandang bagus dan saat main di luar tidak bagus. Itu jelas kritikan buat kita. Tapi mana ada pemain yang ingin kalah? Semua pemain jelas ingin menang. Jadi pemain sudah mengerti apa yang harus dilakukan. Tinggal selanjutnya ikut pada instruksi pelatih," beber Firman. Dari sudut pandang lain, Janur menilai Firman sebagai sosok pemain senior yang bisa diandalkan. Janur pernah menyinggung bahwa karakter dan pembawaan Firman yang supel bisa melebur ke seluruh anggota tim, baik pemain senior lainnya, maupun pemain muda. "Memang, cara dia di lapangan ketika mengkoordinir dan mengatur pemain lain, dia layak jadi kapten tim." Namun Firman selalu enggan disebut sebagai kapten tim Persib. "Jangan sebut saya kapten. Kapten Persib itu Atep. Firman Utina itu asisten kapten," tegasnya.

22

Februari 2014 | Simamaung.com


Simamaung.com | Ferbruari 2014

23


wawancara khusus at e p

Mengembalikan Performa Terbaik Tidak mudah menyandang jabatan kapten tim sepakbola. Ada ekspektasi lebih tinggi terhadap pemain yang mengenakan ban kapten di lengan kirinya. Atep, merasakan betul berat yang ada di pundaknya. Tekanan tersebut diakunya sempat mempengaruhi permainannya di lapangan. wawancara Mayasari Mulyanti foto otto sya’ban pramadhan

P

enurunan performa Atep terlihat dari statistik dasar. Musim 2013, pemain kelahiran Cianjur ini hanya mencetak 1 gol dari 16644 menit. Berbeda dari musim sebelumnya, Atep membukukan 6 gol dengan lama bermain 2371 menit. Memasuki kompetisi baru musim ini, Atep bertekad untuk mengembalikan performa terbaiknya. Pembuktiannya, gelandang 28 tahun ini menunjukkan progres positif selama pramusim dengan mencetak 5 gol dari 17 laga ujicoba. Tugasnya kini membuktikan bahwa Atep masih bisa menjadi salah satu andalah coach Jajang Nurjaman di pertandingan sesungguhnya, Indonesia Super League 2014. Berikut adalah petikan wawancara khusus yang dilakukan Maung Magz di kediaman Atep di daerah Antapani.

Bagaimana melihat tim Persib musim ini? Kalau musim ini tentu kalau saya melihat, lebih bagus. Karena biasanya kan setiap berganti musim, berganti pelatih juga, berganti pemain. Nah sekarang perbedaannya adalah perlatih kita tetap sama, pemain hanya berganti 50 persen. Dan itu menambah kekuatan kita di musim ini. Terlihat juga di pramusim kita hasilnya cukup baik, secara permainan dan hasil akhir. Mudahmudahan tren positif ini berlanjut terus hingga ISL (Indonesia Super League) sampai akhir ISL. Tanpa pergantian pelatih dan perombakan sebagian pemain apa dampak yang dirasakan? Yang satu kekompakan, kebersamaan

yang terpenting dalam sebuah tim. Tapi yang lebih penting lagi adalah karakter permainan kita. Karena kan setiap berganti pelatih, berganti juga karakter bermain. Nah sekarang kan pelatihnya tetap sama, karakter permainan tetap sama. Itu yang membuat beda di musim ini. Ini sudah memasuki musim ke-6 Atep di Persib, apa perbedaan yang dirasakan dari musim ini? Tentu setelah musim kemarin kita dibuat seperti keluarga besar, kekompakan, bahkan berangkat pun kita harus bareng-bareng. Terus cara pakaian pun, kalau dulu kan berangkat latihan masih pakai sandal atau pun ga seragam. Sekarang harus pakai sepatu. Nah dimulai dari halhal kecil seperti itu, itu sangat bagus. Nah itu perbedaannya di Persib ini. →


Simamaung.com | Februari 2014

25


wawancara khusus Banyak sekali pemain bintang, tapi manajemen dan tim pelatih bisa melakukan seperti itu. Dan kita mengikutinya. Dan ini hal positif buat kami. Dari sebelum-sebelumnya kami tidak ada yang seperti itu. Biasanya susah sekali menyatukan pemain bintang. Tapi kita disatukan dengan cara seperti itu. Dan dampaknyapun terasa sangat besar untuk kita ketika ke lapangan. Kan biasanya pemain bintang punya ego masing-masing. Dan itu sulit disatukan. Nah di sini, ketika kita di lapangan, ketika kita di tim Persib, ego seperti itu tidak ada lagi. Masih ada sih, tapi sangat sedikit. Beda sekali dengan sebelumsebelumnya. Kalau di luar lapangan, bagaimakan kondusifitas tim? Mungkin kalau sebelum-sebelumnya, Persib ini ada yang blok-blokan. Dan itu sangat berpengaruh terhadap kondusifitas tim. Dibanding musim kemarin, kalau sekarang sudah tidak ada lagi lah. Meskipun banyak juga yang datang pemain dari Sriwijaya misalnya. Biasanya mantan pemain Sriwijaya aja, pemain dari Jawa ya Jawa aja, Sunda sama yang Sunda. Justru sekarang ga begitu, semua dirangkul. Karena itu tadi, semuanya sama-sama, mulai dari berangkat bareng, dari cara berangkat juga kita harus pakai sepatu. Jadi kebersamaan itu terjalin dari hal-hal kecil seperti itu membuat kita jadi besar di macem-macem.

dan pembuktian apa yang sudah dilakukan? Sebenarnya kemarin juga waktu kita berangkat ke Solo, mungkin semua tau, banyak pemain yang sakit atau cedera. Tapi meskipun begitu, kita tetap kuat. Karena itu, kita tidak tergantung pada satu pemain. Kita tidak tergantung sama siapapun. Kita bermain secara tim. Kolektivitas kita bagus. Jadi siapapun yang main, pemain cadangan atau pemain inti sekalipun, permainan tetap sama. Nah itu yang membedakan posisi Persib di musim ini. Perpaduan antara pemain senior dan junior, saling mendukung. Pembuktiannya, kalau musim lalu kita hanya sampai 8 besar, sekarang masuk final dengan pemain keadaannya seperti ini.

terbantahkan? Memang dari dulu mitos itu selalu terjadi di Persib. Tapi perlahan, tim pelatih dan pemain, mulai membuktikan. Kalau dulu, main di luar permainannya beda sedikit memble. Sekarang, beberapa kali main di luar, di Piala Jatim dan IIC, gaya permainan kita tidak berbeda dari main di kandang. Ya mudahmudahan ini berlanjut lah ke ISL. Termasuk ketika krisis pemain, pelatih bisa menggeser-geser posisi pemain...

Apa mitos Persib tim jago kandang sudah

Karena kita tidak tergantung pada siapapun. Perekrutan musim ini banyak pemain yang bisa bermain lebih dari satu posisi. Dan itu sangat menguntungkan buat kita. Ketika nanti kita kehilangan pemain yang biasa main, siapapun yang dipasangkan di posisi itu, akan bermain dengan bagus juga. Buktinya ada Tony Sucipto bisa bermain di stopper, di gelandang bertahan. Saya juga bisa bermain di kanan, bermain di kiri. Jajang

Persib mendapat banyak cobaan di pramusim, mulai dari pemain sakit dan cedera hingga harus ditinggal Sergio van Dijk dan nyaris kehilangan Djibril Coulibaly. Bagaimana melihat kondisi ini? Tentu kerugian buat kita. Seharusnya kita bisa mempersiapkan tim lebih matang. Tapi walaupun banyak cobaan seperti itu, kita tetap bermain agresif, bermain dengan karakter kita, karakter Persib main. Apalagi kalau fullteam, ada striker, semuanya saya rasa kita semakin kuat. Di turnamen Inter Island Cup, apa saja yang sudah didapat tim 26

Februari 2014 | Simamaung.com


"Kapten ataupun tidak, yang penting tim ini menjadi bagus." (Sukmara) juga bisa main di kanan dan kiri. Itu sangat menguntungkan. Selama pramusim Atep begantian mengemban ban kapten bersama Firman Utina. Apa komentarnya mengenai jabatan kapten? Bagi saya, siapapun yang dipercaya jadi kapten tidak ada masalah, karena di sini kita bekerja bersamasama. Jadi tidak ada yang mentangmentang kapten, jadi tanggung jawab sepenuhnya oleh kapten. Mungkin itu hanya sebagai kepercayaan pelatih aja. Saya juga sangat menghormati keputusan pelatih untuk siapapun yang menjadi kapten karena itu pasti yang terbaik di lapangan. Dan setelah di lapangan pun kita ga bekerja sendiri-sendiri, misalkan untuk protes terhadap wasit ga harus selalu kapten aja, kita masih bisa barengbareng. Dan hal seperti itu yang cukup bagus. Bagi saya, jadi kapten ataupun tidak, yang penting tim ini menjadi bagus. Tidak harus Atep yang menjadi kapten karena pemain paling lama di Persib? Ya engga. Yang terpenting kan kontribusinya juga banyak. Saya Simamaung.com | Ferbruari 2014

pun selalu support siapapun yang jadi kapten. Dan saya ga pernah mempermasalahkan jadi kapten atau tidak. Ketika bermain dan mengemban jabatan artinya memiliki tugas double. Sulit? Iya, terkadang konsentrasi jadi terpecah dan tidak terlalu fokus. Kalau main kan fokusnya main aja. Benar-benar fokus, oh ini mau kemanan, mau kemana, nyerang seperti apa. Kalau setelah jadi kapten, harus ngurus ini, ngurus itu. Itu yang belum bisa saya pecahkan. Makanya sekarang, siapapun yang menjadi kapten, saya tidak terlalu ambil pusing. Sekarang lebih bekerja sama. Kalaupun di lapangan ada protes, tidak harus selalu kapten, kita bisa sama-sama. Yang penting di lapangan saling menghormati aja. Maksudnya ga harus selalu saya yang memecahkan masalah. Intinya mah sekarang kalau di lapangan kita bareng-bareng aja lah. Memang tugas kapten itu apa saja? Mungkin ya, bisa menenangkan si pemain. Bisa membuat situasi yang tadinya pada emosi yang kembali

terkendali. Ya seperti itu lah. Ada anekdot kalau kapten itu perpanjangan tangan dari pelatih, karena pelatih hanya mengantarkan sampai pinggir lapangan. Di Persib sampai seperti itu? Kalau sekarang sih yang saya rasakan ga sampai segitu juga. Karena itu tadi, ga harus selalu ke kapten. Apalagi di tim ini juga banyak yang senior-senior juga. Bukan berarti saya segan untuk mengatur. Tapi jangan karena saya sebagai kapten, terus apapun harus menunggu instruksi dari saya setelah di lapangan. Yang terjadi di lapangan sekarang ga sampai segitu juga. Kalau ada apaapa di lapangan semuanya ke saya, engga seperti itu juga. Karena semua pemain juga sudah senior. Kadang saya juga belajar ke Firman (Utina), ayo Bang begini-begini-begini. Ga melulu ke saya. Seberapa berat mengemban tingginya ekspektasi masyarakat terhadap Atep sebagai pemain asli binaan Bandung, yang paling lama di tim Persib dan bisa dibilang ikonnya Persib? Ya memang itu cukup berat juga.

→

27


wawancara khusus

Karena tim sekelas Persib Bandung tekanannya tinggi. Tentu tementeman (wartawan) juga bisa lihat, pemain luar yang datang Bandung kan selalu beda permainannya. Sekarang untuk pemain yang lama sudah lama, bisa dibilang pemain ikon, terus tanggung jawabnya harus seperti itu, istilahnya kan harus selalu bermain baik. Memang itu bebannya berat sekali. Makanya musim kemarin mungkin saya sendiri secara mental belum siap. Dua musim sebelumnya saya main begitu enjoy. Musim kemarin saya terbebani, mau begini salah, begitu salah. Dan itu berpengaruh besar terhadap cara saya main. Nah makanya sekarang saya tidak mau berpikir itu. Pasti ekspektasi masyarakat masih besar, dan saya ingin mencoba bangkit musim ini dan mengembalikan performa saya. Dan saya ingin membalas semua kepercayaan dari masyarakat.

Dan itu mulai terlihat di pertandingan pramusim ini grafik permainan Atep mulai naik... Ya tentu bersyukur, karena itu sudah jadi motivasi saya, sudah jadi target saya juga kalau di musim ini saya harus bangkit lagi, harus kembali ke performa terbaik saya. Dan awal musim 2014 ini, ya awal yang baik bagi saya. Mudah-mudahan ke depan saya bisa memberi kontribusi yang lebih besar lagi buat Persib. Pertanyaan terakhir, seperti tahun-tahun sebelumnya, musim

inipun target Persib adalah juara. Bagaimana menanggapi hal itu? Iya kan membentuk tim kuat itu tidak bisa instan. Kita lihat seperti tim-tim di Eropa. Persib kan selalu target juara dengan mendatangkan pemain-pemain bintang. Dan itu menurut saya tidak efektif. Karena menyatukan tim dengan banyak pemain bintang, justru akan banyak ego. Musim kemarin kita cukup bagus hasilnya dengan finis di posisi 4. Musim ini dengan pelatih yang sama, dengan 50 persen pemain yang sama ditambah 50 persen pemain baru, saya pikir itu akan merubah kekuatan kita. Tentu saya optimis. Musim-musim sebelumnya kita jarang ujicoba dengan tim selevel, masih bisa finis di urutan 4. Nah sekarang banyak sekali ujicoba dan karakter kita sudah terbentuk, gaya permainan satu sama lain sudah saling mengerti, itu jadi modal kita. Makanya saya sangat optimis di musim ini.

28

Februari 2014 | Simamaung.com


hasil tarung

Ferdinand dibayangi Gilang Angga dan Maman.

Persib Bandung tampil trengginas menundukkan Persita Tangerang di partai pembuka Grup Jawa 1 Inter Island Cup 2014 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Senin (13/1) sore. Tidak sedikit, Persib mencetak 7 gol. Sementara tim tamu hanya membalas satu gol hiburan. Pasukan Jajang Nurjaman langsung tampil mendominasi permainan sejak menit awal. Tercatat setidaknya pemain Persib melepaskan 2 tendangan mengarah ke gawang dan 1 tembakan melenceng di 15 menit pertama. Persita baru menciptakan peluang yang cukup membahayakan gawang Persib pada menit ke 17. Menerima umpan panjang, Carrasco lepas dari jeratan offside. Made keluar sarangnya, mencoba menghalau bola. Namun Carrasco lebih dulu melepaskan tendangan lob, tetapi masih melampaui mistar gawang. Persib berhasil membobol gawang tim berjuluk Pangeran Cisadane pada menit ke19. Ridwan dilanggar di dekat garis kotak penalti. Bola mati dieksekusi Ahmad “Jupe� Jurfiyanto. Tendangannya menembus sela-sela pagar hidup. Bola tak terjangkau kiper Denis Sapriyanto dan bersarang di gawang Persita. Persib memimpin, 1-0. Kebobolan, coach Arcan Iurie bersikap reaksioner. Langsung mengganti Ronald Meosidu dengan mantan pemain Persib, Gilang Angga Kusuma. Persib nyaris gandakan keunggulan pada menit ke-25. Konate mencuri bola dan menggiringnya ke kotak penalti lawan. Pergerakannya dihadang kiper, ia mnyodorkan bola kepada Djibril. Sontekan Djibril bersarang di gawang lawan. Namun wasit menyatakannya berada dalam posisi offside. Empat menit sebelum waktu turun minum, kali ini benar Persib gandakan keunggulan. Umpan silang Konate dari sisi kiri serangan diteruskan tendangan Djibril yang berdiri di depan gawang. Di awal paruh kedua, Persita mengejar. Mencetak gol pada menit ke-53. Carrasco lepas dari jebakan offside. Tinggal berhadapan dengan Made, ia justru memberikan umpan datar kepada Kenji yang tinggal menceploskan bola ke gawang kosong. Skor berubah, 2-1. Menit 54 terjadi sitegang di lapangan. Ferdinand merasa dilanggar FX Januar namun wasit tidak menghentikan permainan. Kedua pemain inipun terlihat adu mulut. Walhasil, Ferdinand diganjar kartu kuning. Dua menit berselang tensi kedua pemain ini belum reda. Terjadi kontak fisik antara kedua pemain ini. Kali ini wasit Suharto menilai Januar yang melakukan pelanggaran. Suharto pun mengangkat kartu kuning, kemudian kartu merah kepada Januar. Pemain bernomor punggung 42 ini terakumulasi 2 kartu kuning. Kartu kuning pertamanya diganjar di babak pertama, menit 28. Menghadapi tim lawan dengan kekuatan 10 pemain membuat Persib semakin digdaya. Menit 58, tendangan bebas Firman diarahkan ke tiang jauh dan menusuk ke pokok kiri atas gawang Persita. Persib kembali meninggalkan lawannya, 3-1. Gol keempat Persib dicetak lewat tendangan voli yang keras Konate pada menit 73. Proses gol berawal dari crossing Atep yang diblok bek lawan dan mengarah kepada Konate. Kali ini Atep yang mencatat namanya sendiri di papan skor, pada menit ke-76. Menerima umpan silang Tantan dari sayap kanan, Atep melakukan kontrol di dalam kotek penalti sebelum melesakkan tembakan ke gawang Persita. Skor 5-1. Ferdinand hampir mencetak gol pada menit 85. Ia melakukan penetrasi setelah mendapat bola muntah dari sepak pojok. Sayang, bola menerpa mistar gawang. Atep mencetak gol keduanya sore tadi. Ia merebut bola rebound tendangan Supardi yang dibol kiper. Bola liar langsung disambarnya, membawa Persib memimpin 6-1. Dan Atep mencetak gol ketiga atau hattrick pada menit 90 waktu normal. Atep mendapat assist dari Tantan di dalam kotak penalti. Gol ini sekaligus menutup pertandingan. Persib menang telak 7-1.

inter island cup 2014 Stadion Si Jalak Harupat - 13.01.14

Persib 7 persita 1

Ahmad Jufriyanto 19, Djibril 41, Firman 59, Konate 73, , Atep 76, 88, 90

Kenji ’55

Persib:

I Made Wirawan, Tony Sucipto, Ahmad Jufriyanto, Vladimir Vujovic, Supardi, Hariono, Makan Konate, M Ridwan, Firman Utina (c), Djibril Coulibaly, Ferdinand Sinaga Cadangan: Shahar Ginanjar, M Agung Pribadi, Abdul Rahman, Jajang Sukmara, M Taufiq, Tantan, Atep

Persita:

Denis Sapriyanto, Luis Duran Edmundo (c), FX Januar, Gusrifen Efendi, Valentino Telaubun, Maman, Ronald Meosidu, Dirga Lasut, Irvan Y Mofu, Kenji Adachihara, Cristian Carrasco Cadangan: Yogi Triana, Windhu Hanggoro Putra, Gilang Angga Kusuma, Mbom Julian, Hari Habrian, Wijay, Sirvi Arvani

30

statistik tarung shot on goal shot off goal corners offsides fouls

13 6 3 2 11

2 5 0 2 6

Februari 2014 | Simamaung.com


Atep melakukan selebrasi dengan mencium logo Persib setelah mencetak gol ketiganya ke gawang Persita Tangerang. Hattrick Atep melengkapi kemenangan tim nya 7-1.

Simamaung.com | Februari Ferbruari2014 2014

31


hasil tarung

Makan Konate berebut bola dengan pemain Persijap

Persib Bandung berhasil merebut kembali posisi puncak klasemen sementara Grup Jawa 1 turnamen pramusim Inter Island Cup 2014 dari tangan Pelita Bandung Raya. Setelah mengandaskan Persita Tangerang 7-1, kemarin, kini Persib menundukkan Persijap Jepara 2 gol tanpa balas di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Selasa (14/1) malam. Persib langsung mendominasi. Menit 9 umpan pendek Konate diteruskan Ridwan. Tapi bola berhasil diblok kiper dan berbuah tendangan sudut. Dua menit kemudian crossing Supardi diteruskan tendangan Ridwan. Namun bola masih bisa diamankan kiper Dedy Haryanto. Menit 17, lagi peluang dari kaki Ridwan. Tendangan keras pemain bernomor punggung 23 ini masih melambung ke atas mistar tim berjuluk Laskar Kalinyamat ini. Peluang lain hadir bagi Persib pada menit ke-20. Tendangan Tantan dari jarak dekat, menuju tepat ke pelukan kiper. Persijap lebih banyak main bertahan. Tembakan pertamanya baru terjadi pada menit ke-33. Itupun tendangannya masih melenceng jauh dari gawang Made Wirawan. Pun dengan tendangan Cornelius Kaimu yang menang duel bola dengan Abdul Rahman, masih mudah diamankan Made. Permainan di paruh pertama ini banyak bergerak di daerah pertahanan Persijap. Tim asuhan Raja Isa itu hanya sesekali melakukan serangan balik. Tapi belum ada yang benar-benar membahayakan gawang tim Maung Bandung. Sedangkan Persib tak henti menggempur Persijap. Menit 39, berawal dari sepak pojok, tendangan Tantan bisa diantisipasi Dedy Haryanto. Pun peluang di menit 43. Umpan silang Atep dilanjutkan tendangan Tantan yang membentur tiang gawang. Bola rebound disambar Vujovic dan bersarang di gawang lawan. Tapi hakim garis mengangkat bendera tanda terjadinya offside. Gol pun dianulir. Hingga setengah pertandingan, belum ada gol. Di paruh kedua, Persijap mulai keluar dari sarangnya dan agak bermain terbuka. Berkat kesabaran dalam membangun serangan dan sedikit celah di lini pertahanan inilah yang dimanfaatkan dengan baik oleh pasukan Janur. Supardi mengirim bola dekat garis gawang sisi kanan. Tanpa ampun, kali ini Ridwan melepaskan tendangan dari dalam kotak penalti yang langsung membobol gawang Persijap. Persib akhirnya unggul 1-0. Satu menit setelah terjadi gol, Janur langsung melakukan rotasi. Atep diistirahatkan dengan memasukkan Ferdinand. Menit 57, Hariono pun ditarik keluar dan memainkan Firman Utina. Persijap kerap memanfaatkan serangan balik. Seperti yang terjadi di menit 69. Aksi penetrasi Kaimu tidak terbendung 3 pemain Persib dan tinggal berhadapan dengan kiper. Made tampil sigap memenangi duel bola sehingga gawang Persib tetap steril. Persib menambah gol pada menit 79. Mendapat umpan pendek dari Firman, tembakan Ferdinand mengubah kedudukan menjadi 2-0 untuk Persib. Persib nyaris kebobolan jika Made tidak tampil apik. Taufiq melakukan kontrol bola yang tidak sempurna. Bola berhasil dicuri Kaimu yang langsung melakukan penetrasi seorang diri. Made keluar sarang mengamankan gawang Persib.

inter island cup 2014 Stadion Si Jalak Harupat - 14.01.14

persib 2 persijap 0 Ridwan 51, Ferdinand 78

Persib:

I Made Wirawan, Supardi, Vladimir Vujovic, Abdul Rahman, Jajang Sukmara, Hariono, M Taufiq, Konate Makan, M Ridwan, Atep, Tantan Cadangan: M Natshir, Tony Sucipto, Ahmad Jufriyanto, M Agung Pribadi, Firman Utina, Ferdinand Sinaga, Sigit Hermawan

Persijap:

Dedy Hariyanto, Evaldo Silva, Danial, Sugiono, Ahmad Buchori, M Fauzan Jamal, Anam Sahrul, Diva Tarkas, Khanif Muhajirin, Cornelius Kaimu, Ahmad Noviandani Cadangan: Danang Wihadmoko, Catur Rintang, Fatkul Manan, Slamet Riyadi, Lucky Oktavianto, Noorhadi, Yanuarius Y Kahol

statistik tarung shot on goal shot off goal corners offsides fouls

8 8 19 3 7

3 2 0 2 12

"Kita jujur akui gol terjadi dari kesalahan pemain lawan. Tapi bagaimanapun gol itu tetap gol. Kita bersyukur bisa mencetak 2 gol," Jajang Nurjaman. 32

Februari 2014 | Simamaung.com


M. Ridwan mencetak gol pertama ke gawang Persijap Jepara dalam pertandingan Inter Island Cup 2014 di Stadion Si Jalak Harupat.

Februari 2014 Simamaung.com | Ferbruari 2014

33


hasil tarung

Firman Utina dibayangi pemain Pelita Bandung Raya

Persib Bandung menyapu bersih poin sempurna di 3 partai penyisihan Grup Jawa 1 Inter Island Cup 2014. Setelah mengandaskan Persita Tangerang 7-1, menundukkan Persijap Jepara 2-0, malam ini pasukan Maung Bandung mengalahkan Pelita Bandung Raya, 1-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang. Aura panas partai derby terbawa ke dalam lapangan. Pertandingan berlangsung dalam tempo cepat. Kedua tim saling bergantian menggempur daerah pertahanan lawan. Tidak banyak tendangan tepat mengarah ke gawang yang dilesakkan pemain Persib. Kecuali satu tendangan Tantan pada menit ke-27. Pemain asal Lembang ini menerima umpan dari sepak pojok Ferdinand. Setelah melakukan kontrol, Tantan melepaskan tembakan ke gawang PBR. Namun derasnya laju bola bisa ditahan penjaga gawang Dennis Romanov. Tensi tinggi tinggi berpengaruh terhadap emosi pemain di lapangan. Menit 39 terjadi insiden antara Firman dengan Hermawan. Akibatnya, perselisihan antar kedua tim melebar dan melibatkan hampir semua pemain. Walhasil, Hermawan diganjar kartu kuning. Empat menit kemudian kembali terhadi kontak fisik antara Firman dan Kim Jeffrey Kurniawan. Kembali terjadi keributan antar pemain. Vujovic dijatuhi kartu kuning karena melakukan protes. Gelandang Persib yang tampil apik di 2 laga sebelumnya, Konate Makan, kali ini tidak terlihat bermain maksimal. Pada menit 45, ia pun terpaksa ditandu ke luar lapangan karena mengalami cedera. Tidak dapat melanjutkan pertandingan, Janur pun menggantinya dengan Atep. Di masa injury time, tim asuhan Dejan Antonic masih melancarkan serangan yang cukup membahayakan. Berawal dari tendangan bebas Agus Indra. Bola berhasil ditinju Made dan membuat kemelut di depan gawang Persib. Untung saja bola berhasil dihalau Supardi. Babak pertama selesai tanpa gol. PBR lebih banyak menunggu di setengah lapangan pertahanan mereka. Ketika pemain Persib melakukan kesalahan, PBR memanfaatkan celah tersebut untuk serangan balik. Seperti yang terjadi pada menit ke-50. Musafri menggiring bola ke kotak penalti Persib setelah mendapat umpan dari Gaston. Bola tendangan Musafri gagal berbuah gol karena Made sigap mengamankan gawangnya. Skor 0-0 pecah pada menit ke 68. Tendangan bebas Firman Utina ke jantung pertahanan lawan dikoncersikan menjadi gol berkat sundulan Jufriyanto. Persib memimpin 1-0. Di 15 menit akhir, Dejan melakukan perubahan formasi dari 4-3-3 menjadi 4-4-2. Ia memasukkan 2 pemain sekaligus, yakni Bambang Pamungkas dan Wawan. Serta menarik keluar Agus Indra dan David Laly. Satu kali Bepe mengancam gawang Made. Itu terjadi pada menit ke 82. Namun Made kembali berhasil menjaga gawangnya tetap steril dari gol dengan menepis bola sepakan Bepe. Peluit panjang ditiupkan wasit Setyo Hadi setelah pertandingan melalui 3 menit tambahan waktu. Persib menang dengan skor 1-0. Raihan 3 poin malam ini menyempurnakan perolehan angka Persib menjadi 9. Keluar sebagai juara grup, Persib berhak mendapat tiket ke fase 8 besar.

inter island cup 2014 Stadion Si Jalak Harupat - 16.01.14

Persib 1 pelita br 0 Ahmad Jufriyanto 68

Persib:

I Made Wirawan, Supardi, Vladimir Vujovic, Abdul Rahman, Tony Sucipto, Ahmad Jufriyanto, Konate Makan, Firman Utina, M Ridwan, Tantan, Ferdinand Sinaga Cadangan: Shahar Ginanjar, M Natshir, M Taufiq, M Agung Pribadi, Jajang Sukmara, Atep, Rudiyana

Pelita BR:

Dennis Romanov, Boban, Wildansyah, Dias Angga Putra, Agus Indra, Rizky Pellu, David Laly, Hermawan, Kim Jeffrey, Musafri, Gaston Castano Cadangan: Alvonsius, Sadam, Wawan, Basri Lohi, Bambang Pamungkas, Syaifudin, Anggo Julian

statistik tarung shot on goal shot off goal corners offsides fouls

4 3 9 1 11

4 3 2 0 13

"Bandung Raya juga main bagus, sangat defens di belakang. Kita juga harus memutar otak untuk keluar dari tekanan itu," Firman utina 34

Februari 2014 | Simamaung.com


Ahmad Jufriyanto menjadi pencetak gol satu-satunya saat melawan Pelita Bandung Raya.

Simamaung.com | Februari Ferbruari2014 2014

35


hasil tarung

Atep dibayangi pemain Persiram Raja Ampat

Mengawali babak 8 besar IIC 2014, Persib Bandung harus membagi angka dengan lawannya Persiram Raja Ampat setelah bermain imbang tanpa gol sore ini di stadion Manahan Solo. Dengan membawa skuat yang seadanya, Jajang Nurjaman hanya memasukan 5 nama saja di bangku cadangan dimana 2 diantaranya dalam kondisi tidak fit. Sementara starting XI Persib ditempati oleh Shahar Ginanjar (PG), Jajang Sukmara, Vladimir Vujovic, Abdul Rahman, Supardi, Ahmad Jufriyanto, Tony Sucipto, Atep, M Ridwan, Firman Utina, dan Ferdinand Sinaga. Dengan keterbatasan di lini tengah, Janur mengubah posisi Tony Sucipto menjadi gelandang bertahan. Di babak pertama pertandingan berjalan dengan tempo lambat. Baik Persib Bandung dan Persiram terlihat tidak terlalu memforsir tenaga mengingat jadwal pertandingan di turnamen ini yang sangat padat. Persiram yang memiliki waktu istirahat lebih lama mempunyai lebih banyak peluang daripada Persib. Namun hanya satu tembakan yang mengarah ke gawang dan masih mampu diantisipasi oleh penjaga gawang Persib, Shahar Ginanjar. Tempo pertandingan di babak kedua sedikit naik. Janur memainkan penyerang anyar Maung Bandung asal Nigeria, Fortune Udo di menit ke-53. Dan perlahan pola penyerangan Persib pun semakin tajam. Masuknya Hariono menggantikan Jajang Sukmara juga menambah lancar aluran bola dari lini tengah. Dan beberapa peluang emas lantas didapat tim Persib melalui serangan cepat. Namun sayang, beberapa peluang emas yang didapat para penyerang, diantaranya lewat kaki Ferdinand Sinaga dan Fortune Udo masih berhasil digagalkan Deny Marcel. Sampai peluit berakhir skor kacamata tetap bertahan. Dengan demikian baik Persib atau Persiram saat ini membagi angka sama, 1 poin di puncak klasemen Grup B. Sedangkan satu pertandingan lagi di grup ini baru akan dimulai malam nanti. Yaitu antara Mitra Kukar melawan Persik Kediri yang akan digelar di stadion yang sama.

inter island cup 2014 Stadion Manahan, Solo - 19.01.14

Persib 0 persiram 0 Persib:

Shahar Ginanjar, Supardi, Vladimir Vujovic, Abdul Rahman, Jajang Sukmara, Tony Sucipto, Ahmad Jufriyanto, Firman Utina, Atep, M Ridwan, Ferdinand Sinaga Cadangan: M Natshir, Hariono, Udo Fortune, Konate Makan, Rudiyana

Persiram:

Deny M, Kubay, Tupamahu, Ortizan, Frans, Pdwa, Elvis, Messi, Banggo, Imbiri, Albekop. Cadangan: AGalih, Uron, Gidion, Pienas, Erol S, Arifin, AlQadri

statistik tarung shot on goal shot off goal corners offsides fouls

2 6 5 6 17

2 7 2 2 17

"tapi rasanya kami lebih mendominasi, lebih banyak peluang. Barangkali kita hanya tidak beruntung saja," Jajang nurjaman 36

Februari 2014 | Simamaung.com


M Ridwan mengawal pemain Persiram Ortizan dalam pertandingan 8 Besar Inter Island Cup 2014.

Simamaung.com | Februari Ferbruari2014 2014

37


hasil tarung

Dua kapten tim Firman Utina dan Zulkifli Syukur

Lagi, Persib Bandung harus puas dengan hasil imbang di babak 8 besar Inter Island Cup 2014. Setelah kemarin sore mengakhiri laga melawan Persiram Raja Ampat berbagi 1 poin tanpa gol, kini Persib ditahan imbang 1-1 oleh Mitra kukar di Stadion Manahan, Solo, Senin (20/1) malam. Persib tampil tanpa kekuatan penuh. Beberapa pemainnya masih sakit. Diantaranya adalah kiper utama I Made Wirawan dan 2 pemain Sigit Hermawan dan M Taufiq. Krisis pemain diperparah dengan terhukum akumulasi 3 pemain, Ahmad Jufriyanto, Vladimir Vujovic dan Ferdinand Sinaga. Beruntung, Persib memiliki pemain yang punya kemampuan mumpuni bermain lebih dari satu posisi. Di laga ini, pelatih Jajang Nurjaman menempatkan Tony Sucipto sebagai bek tengah menemani Abdul Rahman. Konate Makan pun ditarik sedikit ke belakang sebagai gelandang bertahan. Dan karena Made sakit, untuk kali kedua Shahar Ginanjar kembali mengawal gawang tim Maung Bandung. Krisis pemain terlihat jelas dari pemain yang duduk di bangku cadangan. Bench Persib ini hanya ditempati 4 pemain, yaitu M Natshir, Hariono, Rudiyana dan pemain yang baru diterbangkan sore ini ke Solo, M Agung Pribadi. Sebelumnya, Agung bersama Taufiq dan Sigit ditinggal di Bandung karena sakit demam. Kendati terjadi pergeseran posisi pemain, namun tidak mengurangi kekuatan tim Maung Bandung. Tantan beberapa kali terlihat mengancam gawang Mitra Kukar yang dijaga Dian Agus Prasetyo. Menit ke-19, tendangan Tantan berhasil ditip mantan kiper Pelita Jaya Karawang ini. Dua menit kemudian pasukan Janur kembali menggempur pertahanan lawan. Dua kali tendangan pemain Persib, Konate dan Tantan, masih mampu dimentahkan pemain asuhan Stefan Hansson. Mitra Kukar pun cukup agresif dengan pergerakan Zulham Zamrun. Namun tidak ada tusukannya yang berhasil menembus pertahanan Persih. Tercatat hanya satu kali tembakan yang mengarah ke gawang dan dapat diantisipasi Shahar. Seolah tak ada lelah, di paruh kedua intensitas serangan Tantan terus konstan. Pada menit ke-58, sundulan Tantan belum menemui sasaran. Dan menit ke-61, tendangan pemain kelahiran Lembang ini masih bisa ditahan Dian Agus. Penampilan Shahar sedikit membuat jantung berdegup lebih kencang. Beberapa tendangan yang diarahkan ke jantung pertahanan Persib tidak langsung ditangkapnya, melainkan di tepis atau diblok sehingga permainan masih terbuka dan membuka peluang lawan untuk kembali melakukan ancaman. Seperti pada menit ke-75 saat tendangan bebas Raphael Maitimo hanya ditepis oleh kiper asal Purwakarta ini. Usaha Tantan berbuah manis pada menit ke-76. Dia melepaskan tembakan keras ke arah gawang Mitra Kukar. Bola ditahan Dian Agus. Fortune Udo yang berada di dekat kiper lawan langsung menyambar bola liar menembus gawang Mitra Kukar. Persib pun unggul 1-0. Pada menit ke 84, Konate dinyatakan melakukan pelanggaran terhadap Zulham sekaligus diganjar kartu kuning. Bola mati dieksekusi Erick Weeks Lewis ke pojok kiri bawah gawang yang tidak terjangkau Shahar. Skor 1-1 ini bertahan hingga pertandingan selesai.

inter island cup 2014 Stadion Manahan, Solo - 20.01.14

Persib 1 m kukar 1 Fortune Udo 76

Erick Weeks 84

Persib:

Shahar Ginanjar, Supardi, Abdul Rahman, Tony Sucipto, Jajang Sukmara, Konate Makan, Firman Utina (c), M Ridwan, Atep, Tantan, Fortune Udo Cadangan: M Natshir, M Agung Pribadi, Hariono, Rudiyana

Mitra Kukar:

Dian Agus Prasetyo, Zulkifli Syukur (c), Park Chul Young, Rafael Maitimo, Renaldo L Lobo, Bima Sakti, Diego Michel, Erick Week Lewis, Anindito, Zulham Zamrun, Fadhil Sausu Cadangan: Joice Sorongan, Gunawan Dwi Cahyo, Dedy Gusmawan, Tigam, Zulvin Zamrun, Yogi Rahardian, Danan Puspito

statistik tarung shot on goal shot off goal corners offsides fouls

5 9 6 2 16

3 2 3 4 8

"Dan saya kurang mengerti dengan pelanggaran yang berbuah gol balasan kepada kami," jajang nurjaman 38

Februari 2014 | Simamaung.com


Fortune Udo merayakan gol nya bersama pemain lainnya.

Simamaung.com | Ferbruari Februari 2014 2014

39


hasil tarung

Konate dijegal pemain Persik Kediri

Dengan perjuangan keras, Persib Bandung merebut tiket ke final Inter Island Cup 2014. Di partai terakhir babak 8 besar Persib memenangi pertandingan melawan Persik Kediri, 3-2. Dengan raihan 5 poin, sama dengan Persiram Raja Ampat. Namun karena head to head kedua tim ini sama 1-1, maka finalis ditentukan lewat selisih gol. Persib unggul produktivitas dengan selisih 4-3, sedangkan Persiram 2-1. Pertandingan lain di Grup B, secara mengejutkan Persiram mengalahkan tim yang digadang-gadang akan menjadi rival terkuat Persib memperebutkan tiket ke final, yaitu Mitra Kukar. Persiram menang dengan skor tipis 1-0. Untuk laga ini, pelatih Persib Jajang Nurjaman melakukan beberapa rotasi pemain. Kali ini motor sisi kanan Persib, Supardi dan M Ridwan diistirahatkan. Sebagai gantinya, Janur menempatkan Jajang Sukmara sebagai bek kanan dan Konate Makan mengisi posisi sayap kanan. Posisi penjaga gawang pun kini dipercayakan kepada kiper muda, M Natshir. Ahmad Jufriyanto kembali diplot sebagai gelandang bertahan bersama Hariono. Sebelum laga, Persib membutuhkan kemenangan minimal 2-1 untuk lolos ke fase final. Namun gawang Persib justru harus kebobolan lebih dulu. Menit 26, bola lambung diagonal dilepaskan Rendi Irawan. Jajang kalah duel dan bola disambar Faris, namun membentur mistar gawang Persib. Bola muntah ditembak Dimas dan membobol gawang Persib. Tak berselang lama, Persik kembali melancarkan serangan balik. Rendi melakukan penetrasi ke daerah pertahanan Persib yang menghasilkan kemelut. Abdul Rahman melakukan clearance pendek dan mengarah kepada Faris. Tanpa ampun, Faris melepaskan tendangan yang menjebol gawang Natshir. Persib tertinggal 0-2. Janur langsung melakukan pergantian pemain. Pada menit ke-33, Hariono ditarik keluar dan digantikan M Ridwan. Tak lama kemudian, Janur memasukkan partner Ridwan di sektor kanan, Supardi, dengan menarik keluar Jajang Sukmara. Persib mempertipis selisih gol pada menit ke-42. Berawal dari handball yang dilakukan Sofyan Efendi di dalam kotak terlarang. Eksekusi penalti Konate Makan berhasil memperdaya kiper Usman Pribadi dan bersarang di gawang tim berjuluk Macan Putih ini. Empat menit setelah kick off babak kedua, Janur mengganti kiper Natshir dengan penjaga gawang utama Persib, I Made Wirawan. Serangan apik dirancang tim besutan Janur pada menit ke-53. Bola bergulir dari Konate kepada Atep yang melepaskan umpan silang. Tendangan langsung Ferdinand ke gawang Persik menyeimbangkan skor menjadi 2-2. Di paruh kedua ini praktis permainan milik tim Maung Bandung. Sebelas pemain Persik semuanya turun ke daerah pertahanan mereka. Persib pun terus menekan pertahanan Persik. Menit 55, tendangan Tantan dari sisi kiri membentur mistar gawang. Menit 60, Tantan nyaris mencatat namanya di papan skor. Menerima umpan Ferdinand, Tantan berhasil mengecoh Usman Pribadi dan menceploskan bola ke gawang lawan. Sayang, gol tersebut dianulir karena hakim garis menilai Tantan sudah berada dalam posisi offside. Peluang lainnya terjadi pada menit ke-77. Kerjasama diperagakan duet SupardiRidwan. Sayang, sundulan Ridwan meluncur tipis ke atas gawang. Pun dengan tendangan voli Konate pada menit 82 yang masih melampaui mistar gawang lawan. Kerja keras Persib berbuah manis 2 menit sebelum pertandingan usai di waktu normal. Ridwan menjadi pahlawan pembawa kemenangan sekaligus mengantarkan Persib ke final. Proses gol berawal dari crossing Atep. Ferdinand yang berdiri di depan gawang sengaja melewatkan bola tersebut karena melihat Ridwan datang dari lini kedua. Tembakan Ridwan akurat, menusuk gawang Persik. Skor 3-2 bertahan hingga wasit Suyanto meniup peluit panjang. Persib menang sekaligus merebut tiket ke partai final melawan Arema.

inter island cup 2014 Stadion Manahan, Solo - 22.01.14

Persib 3 persik 2

Konate 42 (P), Ferdinand 53, Ridwan 89

Dimas 26, Faris 29

Persib:

M Natshir, Jajang Sukmara, Vladimir Vujovic, Abdul Rahman, Tony Sucipto, Hariono, Ahmad Jufriyanto, Atep, Konate Makan, Ferdinand Sinaga, Tantan Cadangan: Shahar Ginanjar, I Made Wirawan, Supardi, M Ridwan, M Agung Pribadi, Fortune Udo, Rudiyana

Persik:

Usman Pribadi, Khusnul Yuli, Sofyan Efendi, Michael Ndubuisi, Indra Cahya, Jefri Dwi Hadi, Asep Berlian, Rendi Irawan, Faris Aditama, Dimas Galih Gumilang, Dicky Firasat Cadangan: Tedi Heri, Asep Budi Santoso, Slamet Sampurno, M Fatcul Ichya, Tamsil S, Claudio Luis Jandre, Kiskil Gandrumini

40

statistik tarung shot on goal shot off goal corners offsides fouls

5 12 12 2 8

3 2 1 1 9

Februari 2014 | Simamaung.com


M. Ridwan disambut rekan-rekannya saat merayakan Gol penentu kemenangan Persib Bandung atas Persik Kediri.

Simamaung.com | Februari Ferbruari2014 2014

41


tuturut munding

FOLLOW AKUN TWITTER INI

KUIS MAUNG

www.simamaung.com | @simamaung | facebook.com/simamaung

Kota Tetangga

Info kota Bandung

@infojakarta @infobogor @infotasik @infogarut @infocirebon @mypangandaran @inforancaekek

@infobandung @stasiunbandung @KomunitasAleut @relawan_bdg @aksibandung @BandungReview @ClickBandung @jobsbandung @rumahcemara

Sunda Pisan

Akun Media Persib

@infobobotoh @persibofficial @persib @mengbal @persibholic @persibonline @komikpersib @suarabobotoh @aingpisandotnet @bobotohcoid @persib_mania

Rekanan Simamaung

@maicih @invictusnews @Hooligans12th @gigsplay @redsdipothebest @raxushoes @ipaymu @mainbasket @BandungUtama @GarudaBdg @jobsbandung @BandungUtama @GarudaBdg

PERSIB BANGET

@sisindiran @KamusBasaSunda @BhsaSunda @KamusSunda @tweeturangsunda @GeuraJawab

statistik sepakbola

@panditfootball @bolalob

walikota Bandung dan gubernur kita tercinta

@ridwankamil @heryawan

Sponsor Simamaung

@officialvpc @VikingBali @vikingjakarta @BobotohKaskus @vikingtng @VikingTNG_Shop @bomberpusat @maunggeulis @vikingcyber @BobotohOnTweet @vikingcampaka @vikingpekanbaru @vikingborneo @vikingyogya @viking_papua @VikingMalaysia @bobotohsmk @vikinggreen @soalbobotoh @hooliganbdg @OfficialMyPRIDE @VIKING_INDO @Viking_Pagarsih @Viking_Boys @vikinglombok @VikingLpkia @hooliganbdg @LalajoPersib @katabobotoh @bomber_online @vikingcidahu_ @bobotohweekend @VikingMaranatha @persib_pride

1 BADAN SIAPA Siapakah pemilik badan ini?

2 KLUB SIAPA Siapa nama pemain yang pernah bermain untuk klub-klub yang berurutan di bawah ini:

@alwayshonda @Qwordsdotcom tempat kami menitipkan domain dan server, tempat yg cocok buat yg sedang mencari domain dan hosting untuk membuat website

Persib Bandung

@simamaungTV pusat info siaran live dan siaran tunda kegiatan tim Persib, channel TV dan video simamaung

Persela

Persiraja

Persita

@jadwalmaung akun khusus jadwal tim Persib Bandung

3 KAKI SIAPA Sepatu dan Kaki siapakah ini?

Media di Bandung

@produabdg @pikiran_rakyat @tribunjabar @inilahjabar @MGT_RADIO @klcbs @RaseFM @galamedia @ardanradio

Jawaban ada di halaman 52 Simamaung.com | Ferbruari 2014

43


arena bobotoh

Bocah Ingusan Itu Bernama Ferdinand Alfred Sinaga Penulis @ riphanpradipta

Hari itu di stadion Siliwangi Bandung tahun 2007. Skuad Persib asuhan seorang Moldova bernama Arcan Iiurie melakukan ujicoba melawan juniornya. Prototype pemain junior Bandung selalu sama ketika melawan tim senior dari tahun ke tahun. Bermain sopan, tidak boleh kasar, takut melakukan tekel, bangga bisa satu lapangan dengan para senior sambil sesekali berkhayal suatu saat mereka bisa di posisi para senior yaitu menggunakan jersey Persib senior. Sama halnya dengan para pemain senior. Merasa sebagai pemain senior, mereka seperti haram untuk kalah. Gengsi dan marah ketika ditekel. Terlalu menghargai senior dan someah. Ini yang lazim terjadi jika tim junior Persib sedang berhadapan dengan seniornya. Sikap bangga akan tim ini mengalahkan rasa bahwa sebetulnya selama 90’ menit dilapangan apapun yang terjadi lawanmu adalah lawanmu yang harus dikalahkan. Sampai pada satu kejadian dimana ada bocah kecil, botak, berlari sangat cepat dan bermain ngotot. Kemudian diketahui anak itu bernama Ferdinand Alfred Sinaga. Ferdinand hari itu bermain sangat merepotkan Patricio Jimenez, seorang libero paling stylish yang pernah ada di Persib asal Chile. Pato Jimenez ditekuk, digocek, diajak sprint, dan yang paling membuat malu adalah Jimenez “dikolongin” alias di nutmeg oleh Ferdinand. Hal yang membuat bobotoh tertawa melihat kejadian itu. Jimenez tidak terima diperlakukan seperti itu hingga pada satu kesempatan ketika Ferdinand sedang menguasai bola, Pato berlari lalu menghajar tulang kering Ferdinand. Bukannya jatuh dan kesakitan, Ferdinand malah bangkit dan berdiri untuk membentak Jimenez, Pato yang merasa

lebih senior membentak balik. Unik, Ferdinand tidak mundur sedikitpun malah maju untuk melawan. Hal paling rock n roll yang pernah saya lihat untuk ukuran bocah berumur 19 tahun. Keributan sekitar 10 menit yang harus dipisahkan oleh kedua belah tim. Partai dilanjutkan, bukannya menghindar, Ferdinand malah “menantang” Jimenez untuk kembali berduel. Alhasil keributan – keributan kecil terjadi lagi hingga akhirnya Ferdinand harus ditarik keluar untuk diganti. Bobotoh yang hadir di Siliwangi saat itu sontak meneriaki Ferdinand. Beberapa ada yang melempar dengan botol air mineral. Pemandangan yang jarang terjadi untuk sebuah partai persahabatan. Ferdinand yang masih emosi keluar dengan hujatan dan makian dari bobotoh. Hingga akhirnya Arcan Iiurie harus keluar dari bench untuk menghampiri Ferdinand. Mulanya Arcan menyalami Ferdinand, untuk kemudian ia memeluk Ferdinand agak lama dan menepuk pundaknya. Di akhir pertandingan, pelatih beruban itu menjelaskan alasan kenapa dia memeluk Ferdinand. “Dia pemain bagus. Percayalah dia akan menjadi pemain besar” ucap Arcan Iurie. Waktu berlalu, tujuh tahun kemudian anak ingusan yang mengolong-ngolongi Pato Jimenez itu tumbuh menjadi penyerang asli produk Bandung yang paling produktif. Waktu pengembaraannya sudah selesai seiring dengan panggilan pulang yang dilakukan oleh gurunya Djadjang Nurjaman. Djanur dan Ferdinand sebelumnya pernah berkolaborasi mempersembahkan emas untuk Kota Bandung pada Porda Karawang tahun 2006 dan menjuarai ISL U21 tahun 2009 bersama Pelita Jaya junior. Ferdinand akhirnya pulang kerumahnya, Persib

Bandung. Djanur dan Ferdinand kali ini mencoba mengulang chemistry kesuksesan mereka sebelumnya di tanah yang sudah berjasa membesarkan karir mereka. Bangga rasanya melihat Ferdinand memimpin tim ini di Inter Island Cup bersama Atep dan Tantan di lini serang. Tiga pituin yang menghabiskan masa kecil sepakbolanya di Bandung sekarang mimpinya terwujud, bermain untuk jersey biru Persib. Saya lalu teringat omongan Arcan Iiurie di Siliwangi tujuh tahun lalu. Omongan Arcan adalah doa? Entahlah… Selalu ada sisi menarik dari seorang badboy semodel John Terry dan Ferdinand. Mereka berdua adalah contoh badboy yang sukses. Bandel, nakal, urakan, liar tetapi dirindukan dan diandalkan. Setelah Boy Jati Asmara, akhirnya kita bisa melihat lagi pemain yang bermain penuh semangat, meledakledak dan tidak takut akan apapun. Pengalamannya bermain diluar Bandung telah menguatkan karakternya. Kita melihat Boy Jati Asmara dengan level yang lebih canggih pada diri Ferdinand. Akhirnya kita bisa melihat garda terdepan orang yang maju untuk berperang dalam dirinya. Seakan melihat Will Smith dalam film Hancock, pahlawan memang tidak selalu harus berasal dari orang yang bersih suci. Ferdinand Alfred Sinaga adalah sosok anti-hero yang keren. Menjadi pahlawan dari sisi yang “kotor”. Jika waktu memang berulang dan dejavu itu benar ada, mari berharap pada tweet Ferdinand pada tanggal 28 Januari ini: “Saya yakin Rudiyana akan menjadi pemain yang besar dan menjadi striker yang tajam untuk Persib dimasa depan…” Omongan Ferdinand adalah doa? Entahlah…

44

Februari 2014 | Simamaung.com


popotoan

Bobotoh Beraksi

Kirim foto Anda dengan tema Persib Bandung via email ke magz@simamaung.com atau kirim ke Jl. Karawitan 28A 2nd floor, Buah Batu, Bandung. Semakin tajam dan unik foto Anda, peluang dimuat semakin besar.

Simamaung.com | Ferbruari 2014

45


ngomen

Persaingan Tim ISL 2014 Kompetisi baru sudah dimulai. Persiapan seluruh tim mendapat ujian sebenarnya di pertandingan Indonesia Super League 2014. Dengan format kompetisi 2 wilayah, target awal tim adalah lolos sebagai salah satu dari 4 klub teratas dalam klasemen di masing-masing grup. Bagaimana tanggapan bobotoh terkait kompetisi musim ini? Dan siapa yang mereka jagokan? Berikut vox pop dari beberapa bobotoh. Costumer Service BRI

Kalau kata aku sih kompetisi musim ini beda yah sama musim lalu soalnya kan jadi 2 wilayah gitu. Mudah-mudahan dengan pertandingan yang lebih sedikit bisa memudahkan Persib jadi juara. Buat persaingannya aku engga terlalu ngerti soalnya banyak tim yang baru itu kan (Peserta ISL). Apalagi untuk grup yang 1 lagi (grup timur) aku engga banyak tahu. Yang pasti sih buat pesaing di grup Persib ya Arema karena pemainnya bagus-bagus, apalagi penyerangnya.

Yudi Guntara

Raden Rachmat Adiprawira

Menurut saya bagus dalam artian menyegarkan lagi kompetisi karena sebelumnya ISL kan semua tim bertemu bahkan harus jauh untuk pergi ke Makassar atau Papua. Jadi yang pertama jelas biaya yang dikeluarkan oleh tim juga akan lebih ringan dan yang kedua karena pertandingan lebih sedikit jadi kualitas permainan yang diperlihatkan juga jadi lebih bagus apalagi nanti dari 11 klub kan akan diambil 4 terbaik jadi setiap tim akan memperlihatkan kualitas terbaiknya. Mudah-mudahan musim ini Persib seperti Liga Indonesia yang pertama, juara. Untuk persaingan baik di grup Barat dan Timur jelas sama baik. Setiap tim akan berjuang lebih keras untuk menjadi 4 tim terbaik di grup masing-masing yang natinya akan masuk ke 8 besar sesuai dengan regulasinya. Kalau tim yang kuat menurut saya Arema. Ya karena dia ada satu grup dengan kita dan saat ini jadi pemimpin klasemen juga kan karena menang terus. Ada juga yang harus menjadi perhatian adalah Persija. Kalau Sriwijaya kan sudah bisa kita kalahkan meskipun lewat penalti. Jadi yang menjadi tim pesaing terkuat di grup Barat ini ya Arema.

Menurut saya kompetisi musim ini paling ketat karena kembali bergulir menjadi 2 wilayah. Meskipun dalam 1 grup klub hanya 11 tetapi secara keseluruhan klub peserta lebih banyak. Setiap klub pun akan berusaha lebih dulu untuk masuk ke 4 besar jadi akan lebih termotivasi lagi untuk memperlihatkan kemampuan terbaik. Untuk persaingan saya rasa lebih sulit karena setiap tim sekarang memiliki skuad yang merata sehingga hasil akhir menjadi sulit diprediksi. Tapi pesaing terberat menurut saya adalah Arema dari grup Barat. Apabila masuk ke 8 besar pun Persebaya bisa menjadi lawan yang berat. Itu karena mereka banyak memiliki pemain yang mengisi skuat timnas. Penampilan mereka juga atraktif dan menghibur.

Mantan Pemain Persib

Pegawai BUMN

1. sigit hermawan 2. GILANG ANGGA KUSUMA 3. M. RIDWA

46

jawaban

Dewi Ratna Julia

Februari 2014 | Simamaung.com



MAUNG Volume 3