Issuu on Google+

Januari 2014 Simamaung.com

the

family man ferdinand alfred sinaga


januari 2014 volume 2

14

persib pra kompetisi

Sampai akhir tahun 2013, Persib Bandung sudah melakoni 7 pertandingan ujicoba. Dua diantaranya partai fase grup di turnamen pramusim Piala Gubernur Jatim, atau kini berganti nama menjadi East Java Tournament. Hasilnya, 4 kali menang, 2 berakhir imbang dan 1 kali kekalahan. Rangkaian laga uji coba ini tujuannya hanya satu, persiapan tim menuju kompetisi musim baru, Liga Super Indonesia 2014.

32 investasi melalui pembinaan Dalam 5 aspek pemenuh syarat sebagai klub profesional versi AFC, pembinaan masuk di dalamnya.

6 #Naros 8 Foto Persib 42 hasil tarung Simamaung.com | Januari 2014

36 The Family man

Menjadi salah satu target yang berhasil digaet pelatih Jajang Nurjaman untuk menjadi bagian dari skuad Persib Bandung 2014. Striker ini bukan nama baru di Bandung.

49 tuturut munding

50 arena bobotoh 51 popotoan 52 ngomen 3


Catatan Editor

→ www.simamaung.com/magz t: @simamaung facebook.com/simamaung Editorial & Commercial Address PT. PANENMAYA SIMAMAUNG Pondok Nenen 2nd Floor Jl. Karawitan No.28A Buah Batu Bandung 40264 Email: magz@simamaung.com

Persib Hanya Dihuni 20 Pemain. Cukup?

Editorial

Pelatih Persib Bandung Jajang Nurjaman pantas berpuas diri atas transfer pemain musim ini. Sebagian besar pemain incarannya berhasil digaet untuk menjadi bagian dari Skuad Biru. Namun iming-iming klub besar dan dihuni pemain-pemain bintang tak cukup bagi beberapa lainnya untuk berkostum Persib. Alasannya beragam. Total, Persib memiliki 20 pemain untuk Liga Super Indonesia 2014. Jumlah yang relatif sedikit.

Director Adrian Priambudi t: @blmnst Editor in Chief Mayasari Mulyanti t: @just_moy

B

Vice Editor in Chief Hevi Abu Fauzan t: @hevifauzan Photographer/Designer Otto Sya’ban Pramadhan t: @otto_head Strategic Marketing & Promotion Kuntowiyoga t: @kungtaw_

Editor in Chief Mayasari Mulyanti

TV & Video Program Editor Anaz Wirayasa t: @an4z Reporter/Photographer Mochammad Syaban Rinaldi Admin Finance Rini Sukmawati diterbitkan secara digital dan gratis oleh SIMAMAUNG.COM. Dilarang memproduksi dan menyalin sebagian atau seluruh isi majalah tanpa izin tertulis. The entire contents of Magazine are protected by international copyright and trademark laws. The owner of the copyrights and trademarks are Simamaung.com, its affiliates or other third party licensors. YOU MAY NOT MODIFY, COPY, REPRODUCE, REPUBLISH, UPLOAD, POST, TRANSMIT, OR DISTRIBUTE, IN ANY MANNER, THE MATERIAL ON MAGAZINE, INCLUDING TEXT, GRAPHICS AND/OR SOFTWARE.

POWERED BY

Simamaung.com | Januari 2014

ahkan untuk game internal saja jumlah tersebut tidak cukup. Karena termasuk di dalamnya ada 3 penjaga gawang, berarti hanya 17 pemain lapangan. Tapi hampir semuanya pemain bintang, pemain tim nasional, atau setidaknya pernah berkostum Merah Putih. Di luar pemain asing, hanya 3 pemain yang belum pernah membela Indonesia, yaitu M Natshir, M Agung Pribadi dan Sigit Hermawan. Untungnya, keterbatasan jumlah pemain ini terbantu dengan kemampuan beberapa pemain beroperasi lebih dari 1 posisi. Seperti Ferdinand Alfred Sinaga yang bisa bermain sebagai striker dan gelandang sayap kiri. Kemudian ada Firman Utina yang bisa turun di posisi apapun di lapangan tengah. Tony Sucipto pun bisa dimaksimalkan sebagai bek kiri atau gelandang bertahan. M Taufiq mampu menguasai peran sebagai gelandang bertahan atau gelandang serang. Serta Ahmad Jufriyanto dan Vladimir Vujovic, yang diproyeksikan sebagai bek tengah, namun kompeten juga sebagai gelandang bertahan. Namun dari sekian peran tersebut, pemain-pemain itu memiliki kemampuan alternatif sebagai pemain di lini tengah. Yang menjadi rawan justru di belakang dan depan. Persib hanya punya 1 striker murni atau goalgetter, yakni Djibril Coulibaly. Dan Persib hanya punya 3 bek tengah. Dua pemain sudah disebutkan. Sementara yang lainnya adalah Abdul Rahman Sulaiman. "Memang tidak berjalan mulus. Kita telah menyiapkan semuanya sebaik mungkin. Tapi di tengah perjalanan ada yang berubah, seperti Sergio (Sergio van Dijk) mengundurkan diri dan Djibril (Djibril Coulibaly) juga masih belum berada pada kondisi terbaiknya," kata Janur dalam sebuah kesempatan wawancara. Momok bagi Persib akan datang ketika pemain mengalami cedera atau terhukum akumulasi kartu kuning. Janur harus pintar menggeser-geser peran pemain di lapangan. Dan kondisi inipun terbantu dengan format kompetisi yang sudah ditetapkan operator kompetisi, PT Liga Indonesia. Yakni sistem 2 wilayah, Barat dan Timur. Sehingga di fase grup, setiap tim hanya memainkan 20 partai. "Pastinya ada yang harus saya siasati untuk ini semua. Karena pemain-pemain yang saya harapkan belum dapat dimaksimalkan. Untuk Djibril, saya masih optimis. Tapi tidak menutup kemungkinan ada pemain tambahan. Karena manajemen juga sudah memberi jalan untuk itu," aku Janur. 5


#narosdjibril Saat Maung Magz membuka kesempatan bagi bobotoh untuk #NarosDjibril, banyak pertanyaan masuk via twitter @simamaung. Isinya macam-macam. Apa Kang Djibril masih jomblo? Siapa rekan duet yang diinginkan Djibril? Atau bagaimana pendapatnya tentang mojang Bandung? Berikut adalah jawaban dari striker Persib Bandung, Djibril Coulibaly. Hai Djibril, kenal Mikail ngga?

saya liat di tv. Tapi buka meniru gaya Baloteli, ini beda modelnya dengan dia.

Halo. Tentu saya tau Mikail. Saya muslim, alhamdulillah.

Kang pernah nga gul keun bari salto teu? Pami henteu aya target nyobian nga gul keun bari salto teu?

@imunkx via twitter

Naha namina DJIBRIL ?

@WiliSbx (via Twitter)

@N0L_L0L via twitter

Belum, saya belum pernah cetak gol atau selebrasi seperti itu. Saya bukan termasuk pemain dengan style seperti itu. Kebanyakan saya selebrasi dengan gaya seperti sholat (sujud).

Nama saya Djibril pemberian dari orang tua. Saat saya lahir mereka memberi saya nama ini Djibril Coulibaly. Sejujurnya saya ga tahu mengapa diberi nama ini. Mungkin karena kami muslim. Djibril adalah salah satu malaikat bagi umat muslim.

Kang Djibril di ajar ngaos ku saha? :)) @Muhammad_NovalR (via Twitter)

Selama di Bandung, tertarik ga sama cewe2nya?

Yang mengajari itu ayah saya. Saya lahir dari keluarga muslim. Jadi dari sejak lahir, ayah selalu mengajari kami untuk berdoa bersama. Untuk itu saya harus banyak mengucapkan terima kasih kepadanya.

@GladysGadiss dan @rian_ahmad1933 (via Twitter) Hahahaha...jujur saya belum tahu. Banyak yang bilang di Bandung perempuannya lebih cantik. Tapi saya belum ada kesempatan bertemu mojang Bandung karena waktu datang ke sini saya sakit, lalu cedera. Jadi saya belum punya banyak waktu untuk jalan-jalan keliling Bandung dan bertemu orang-orang di sini. Tapi saya kira memang di sini cantikcantik.

Kang djibril parantos naik haji? @AlbertWDNamara (via Twitter)

Ya. Sebelumnya saya pernah main di Arab Saudi, di klub Al Ahli, Jeddah (2006-2008). Jadi saya pernah 2 kali ke Mekkah, alhamdulillah. Ya...sekarang sudah Haji Djibril Coulibaly...

Djibril tos gaduh bojo teu acan? atawa jomblo keneh/duh sanasib.

Kang Djibril, kumaha ningali fanatisme dan atmosfer BOBOTOH?

@ILHAM043 dan @AzzahrahSyifa_ (via Twitter) Tidak. Untuk saat ini I'm single.

Kang coulibaly kenapa rambutna milih monghek. Apa terinspirasi ku Balotelli?

@Gue_BOMBER dan @bombercimahi1 (via Twitter) Saya suka gaya ini. Ini bukan pertama pakai model rambut ini di Indonesia. Mungkin sekitar 3 tahun ini saya pakai gaya rambut ini. Mungkin karena banyak juga pemain bola pakai model rambut ini. Inspirasinya dari tv, dari banyak pemain lain yang

@Yuda_M_21 dan @faisaljadul (via Twitter) Djibril Coulibaly berjuggling dalam latihan rutin Persib Bandung.

Luar biasa. Bandung adalah klub yang sangat besar. Selalu ada pendukung yang sangat banyak dan luar biasa. Saya kira kita beruntung punya pendukung yang sangat luar biasa. Tapi Indonesia memang negara yang sangat menyukai sepakbola. Saya tidak tau seberapa banyak. Tapi saya kira Bandung punya fans yang lebih banyak. Saya pikir seluruh warga Indonesia memang sangat fanatik terhadap sepakbola. Saya sangat menghargai itu.

6

Januari 2014 | Simamaung.com


Real Madrid). Karena mereka pemain yang punya kemampuan komplit. Fisik mereka kuat. Teknik mereka juga luar biasa. Tapi Messi sepertinya pemain terbaik. Pokoknya antara Messi dan Christiano Ronaldo. Dan kalau dari Indonesia? Saya pernah melihat sekali dia main waktu pertandingan Indonesia melawan Milan (Intermilan). Bambang Pamungkas. Dan ya saya tau sekarang dia main di Pelita Bandung Raya.

Makanan apakah yang anda makan pertama kali menginjakan kaki di bumi pasundan ?? @satriionoegroho (via Twitter)

Makanan pertama yang saya makan di Bandung? Hmmm...di sebuah hotel bersama boss Bandung (Manajer tim Umuh Muchtar) saat saya datang untuk membahas kontrak. Boss Bandung mengajak makan di sebuah hotel. Apa makanan yang saya makan? Di sana banyak sekali makanan, saya tidak ingat..hehehe..tapi saya menikmati makanan di sini.

Ai mang Djibril sami daharna sangu?

Pemain Favorit Djibril, Ronaldo dan Messi. Foto: bleachreport.net

@AndriatnaA (via Twitter)

@y0gi1933 (via Twitter)

Saya tidak begitu tahu makanan di Bandung. Tapi saya makan nasi putih, nasi padang, itu makanan Indonesia. Saya belum banyak mencicipi banyak makanan khas Bandung, tapi nanti saya ingin mencobanya.

Saya berharap demikian. Tapi saya bilang gol yang saya buat selalu melalui bantuan Allah. Jika saya berkesempatan untuk mencetak gol lebih banyak, saya sangat menginginkan itu.

Tipe stiker kumaha anu di hoyong ku djibril jang jdi tandem ?

Apa yang diharapkan di tahun baru 2014? @didisopiyan (via Twitter)

@aox_nazriel (via Twitter)

Banyak striker yang saya suka. Tapi saya suka pemain pekerja keras yang tidak pernah lelah, tidak pernah menyerah. Karena saya juga tidak pernah menyerah sampai bisa mencetak gol. Saya pikir saat ini saya suka Suarez (Luiz Suares, striker Liverpool FC).

21 gol d musim lalu, yakin ga bisa melampauinya pada musim ini???

Foto: bleachreport.net

Djibril ingin bermain dengan Luiz Suares.

Saha pamaen paporit mang djibril,diluar negri sareng nu lokalna? :) nuhun.. @DeniChydi (via Twitter)

Untuk pemain luar, antara Messi (Lionel Messi, striker Barcelona) dan Christiano Ronaldo (striker

Saya mendoakan yang terbaik untuk semua orang. Saya harap kedamaian di tahun ini. Dan saya harap Persib bisa memenangi sangat banyak pertandingan. Dan saya harap bisa memberikan apa yang terbaik bisa saya berikan untuk Bandung. Dan selamat tahun baru untuk semua.

Djibril bisa bahasa sunda gak? @ZDN48 (via Twitter)

Oh tidak, saya belum bisa. Karena sekarang aja saya masih belajar untuk bicara bahasa Indonesia. Tapi oke, hatur nuhun.

Rubrik #Naros kami sediakan untuk bobotoh yang ingin bertanya apa saja kepada personel tim Persib Bandung. Pertanyaanpertanyaan terbaik dan terunik akan ditanyakan langsung dan jawabannya akan ditampilkan disini. Selain itu, videonya akan kami juga unggah di Youtube. So, sampaikan pertanyaan anda via twitter dengan mention @simamaung atau anda bisa juga email ke magz@simamaung.com.

Simamaung.com | Januari 2014

7


Foto Persib

8

Januari 2014 | Simamaung.com


air terjun mini Dalam keadaan hujan deras hampir di

sepanjang pertandingan, Persib Bandung mampu mengatasi perlawanan tamunya asal Amerika Serikat DC United dengan skor akhir 2-1. Kubu DC pun berkomentar "Indonesia rain isn’t normal rain. It’s like standing under a mini waterfall that lasts for four hours." Apakah menjadikan alasan kekalahan mereka? Foto Simamaung.com/Otto Sya’ban

Simamaung.com | Januari 2014

9


Foto Persib

10

Januari 2013 2014 | Simamaung.com


genjot fisik Pelatih fisik Persib Yaya Sunarya dan

sebagian Pemain berlari di Lintasan Atletik Padjadjaran, Bandung, Selasa (24/12/2013) pagi. Materi yang diberikan tim pelatih adalah lari sirkuit yang dilakukan di lintasan lari, intensitas latihan pagi itu relatif tinggi ditambah dengan udara Bandung yang panas terik. Foto Simamaung.com/Otto Sya’ban

Simamaung.com | Januari 2014

11


Foto Persib

BERDARAH Seorang suporter asal Surabaya yang

naik ke tribun setelah menjebol gerbang utara stadion dikeroyok penonton lainnya hingga berdarah saat Pertandingan Persib vs Persebaya di Stadion Gelora Bangkalan, Madura. Foto Simamaung.com/Mochammad Syaban Rinaldi

12

Januari 2014 | Simamaung.com


maung bandung

Persib Pra Kompetisi

14

Januari 2014 | Simamaung.com


Sampai akhir tahun 2013, Persib Bandung sudah melakoni 7 pertandingan ujicoba. Dua diantaranya partai fase grup di turnamen pramusim Piala Gubernur Jatim, atau kini berganti nama menjadi East Java Tournament. Hasilnya, 4 kali menang, 2 berakhir imbang dan 1 kali kekalahan. Rangkaian laga uji coba ini tujuannya hanya satu, persiapan tim menuju kompetisi musim baru, Liga Super Indonesia 2014. Penulis Mayasari Mulyanti foto otto sya’ban pramadhan & Mochammad Syaban Rinaldi

Simamaung.com | Januari 2014

15


maung bandung " Latihannya progresnya terus kita tingkatkan Mulai dengan tim yang di bawah, kemudian naik ke tim yang lebih kuat" Jajang Nurjaman

"Persiapan kita lebih duluan. Saya pikir berjalan sesuai dengan schedule (jadwal), sesuai dengan program yang sudah dibuat. Termasuk kita pergi ke gunung (lari lintas alam). Sekarang kita sudah masuk fase ujicoba. Dan alhamdulillah kita dapat tim-tim yang relatif lebih bagus, boleh dikatakan sepadan. Berbeda dengan tahun lalu, kita mulai ujicoba dengan tim-tim yang (levelnya) ada di bawah," tutur pelatih kepala Persib, Jajang Nurjaman. Persib latihan perdana pada 4 November. Dan di akhir pekan itu coach Janur membawa pasukannya uji tanding melawan "sang adik" tim Diklat Persib U-19. Skor akhir 1-1. Karena latihan baru beberapa hari dan komposisi pemain belum lengkap, tak banyak yang bisa didapat Janur dari laga eksebisi ini. Selanjutnya, lawan yang dihadapi Persib levelnya meningkat. Sepekan training center di Ciamis, Persib lakoni 2 laga ujicoba. Melawan Persikab Kabupaten Bandung, Persib menang mudah 6-0. Tak mengherankan, sebab Persikab belum melakukan persiapan apapun. Pemainnya pun sebagian adalah skuad musim lalu dan yang lainnya pemain cabutan.

Yang patut dicermati adalah partai menghadapi PSGC Galuh Ciamis. Tim asuhan Heri Rafni Kotari ini tengah dalam suasana euforia. Keluar sebagai runner up Divisi I, musim depan PSGC akan mentas di Divisi Utama. Skuadnya pun solid. Pertandingan ini berakhir seri 2-2. Persib nyaris dipermalukan. PSGC lebih dulu menciptakan 2 gol sebelum Persib bisa mencetak 2 gol penyeimbang. "Dalam pertandingan ini saya tidak melihat hasil akhir. Tapi intinya untuk mengukur sejauh apa pemain dapat memahami materi latihan uang diberikan," ujar Janur usai pertandingan di awal Desember itu. Janur masih mencoba beberapa formasi dan komposisi pemain. Saat bentrok dengan Persikab dan PSGC,

Persib turun dengan formasi 4-4-3. Di laga melawan PSGC, Janur tidak menempatkan Sergio van Dijk sebagai starter. Sebagai gantinya ia memainkan Tantan. Pun mengistirahatkan Hariono dengan menempatkan M Taufiq sebagai gelandang jangkar. "Latihannya progresnya terus kita tingkatkan. Mulai dengan tim yang di bawah, kemudian naik ke tim yang lebih kuat," ucap Janur.

Laga Persahabatan Internasional

Di awal Desember, Persib mendapat sparring partner dari luar negeri. DC United dari Washington, D.C. Amerika Serikat datang ke Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, 6 Desember silam. Klub ini kepemilikan saham terbesarnya dimiliki pengusaha muda Indonesia, Erick Thohir. Selain ke Bandung, DCU juga menjambangi Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, untuk bentrok dengan Arema Cronous. Di Bandung, panitia pelaksana pertandingan persahabatan internasional ini memberi titel The Battle of The Stars. Alasannya, karena kedua klub ini dinilai mempunyai→ pemain-pemain bintang. →

16

Januari 2014 | Simamaung.com


maung bandung Gaung laga ujicoba ini dibuat besar. Namun yang mengejutkan, permainan DCU ternyata tidak sehebat ekspektasi orang alias biasa-biasa saja. Tak cukup sulit bagi pasukan Jajang Nurjaman untuk menundukkan tim asuhan Ben Olsen ini dengan skor akhir 2-1. Namun, ada yang perlu dicatat. Salah satu tim tersukses di Major League Soccer ini tidak tampil dengan kekuatan penuh. Enam pemain regulernya tidak ikut ke tanah air. DCU hanya membawa 25 pemain. Beberapa diantaranya adalah pemain klub Divisi III, Richmond Kickers, yang sudah berafiliasi dengan klub yang bermarkas di Robert F Kennedy Memorial Stadium ini. Track record DCU di musim 2013 tidak menggembirakan. Menempati posisi buncit di Eastern Conference, yakni posisi ke 10. Main di 34 pertandingan, DCU hanya 3 menang. Sisanya 7 seri, 24 kalah dan mengumpulkan 16 poin. Sedangkan di kubu Persib tampil tanpa striker andalannya musim lalu, Sergio van Dijk. Beberapa hari sebelum laga, pemain Indo-Belanda ini sudah menunjukkan keinginannya untuk hijrah dari Persib. Belakangan, diketahui Sergio merapat ke klub Iran, Sepahan FC. Bukan hanya Sergio, pasukan Maung Bandung pun tidak diperkuat penyerang anyarnya, Djibril Coulibaly. Pemain asal Mali ini belum mencapai kondisi fisik prima. Pasalnya, setiba di Bandung, Djibril terserang gejala demam berdarah yang mengharuskannya dirawat selama beberapa hari di rumah sakit. Banyaknya absen latihan membuat fisiknya belum siap untuk bertanding.

Laga Terakhir Sergio van Dijk untuk Persib saat melawan PSGC di Stadion Galuh Ciamis.

Turnamen Piala Gubernur Jatim

Ujian sesungguhnya di masa pramusim adalah berhadapan dengan tim satu kasta di ISL. Persib mendapat undangan untuk mengikuti Piala Gubernur Jatim. Firman Utina cs segrup dengan tuan rumah Grup A, Persepam Madura United dan pendatang baru di ISL, Persebaya Surabaya. "Lawan yang kita hadapi di pramusim ini terus meningkat, lawan DC United, kemudian lawan Persebaya, lawan Persepam. Saya pikir melihat pertandingan ujicoba itu lumayan ada peningkatan," timpal Janur. Persepam memberi tekanan di 15 menit awal. Selebihnya, Persib lebih mendominasi permainan. Namun dari

5 peluang yang diciptakan Persib (2 diantaranya tendangan mengarah ke gawang) tidak ada satupun yang berbuah gol. Di paruh pertama ini Persib banyak dinyatakan offside oleh hakim garis, yakni 5 kali berbanding 0 di kubu Persepam. Persib pun banyak melakukan pelanggaran, 9 kali. Djibril Coulibaly yang memecah kebuntuan Persib. Lima belas menit di lapangan setelah tampil menggantikan Tantan, Djibril mencetak gol pada menit ke-66. Persepam samakan kedudukan menit 87 berkat gol Alain N Kong. Namun keberuntungan berpihak pada tim Maung Bandung. Kegagalan kiper Saifudin menahan bola crossing Supardi membuat Persib memenangi pertandingan. Usai pertandingan, Janur mengakui kemenangan timnya terjadi dipengaruhi pula oleh kesalahan kiper Persepam. "Ya memang betul banyak kesalahan. Kita jujur akui gol terjadi dari kesalahan pemain lawan. Tapi bagaimanapun gol itu tetap gol. Memang secara ball possession kami memang menguasai, tapi untuk menciptakan gol tidak gampang. Kita bersyukur bisa mencetak 2 gol," ujar Janur dalam konferensi pers usai pertandingan yang dihelat di Stadion Gelora Bangkalan, Minggu (15/12). Selanjutnya, Persib menghadapi duel klasik. Bentrok dengan sesama tim yang besar di era perserikatan, Persebaya Surabaya. Djibril masih belum diturunkan sebagai starter. Dan kali ini, Janur mencoba Ahmad "Jupe" Jufriyanto ditempatkan sebagai gelandang bertahan, posisi idealnya dalam beberapa musim terakhir. Namun strategi ini tak bertahan →

“Lawan yang kita hadapi di pramusim ini terus meningkat, lawan DC United, kemudian lawan Persebaya, lawan Persepam. � Jajang Nurjaman

18

Januari 2014 | Simamaung.com


Simamaung.com | Januari 2014

19


maung bandung

“Semua pemain juga kan dirotasi dan diberi kesempatan bermain. Dan menurut saya untuk di masa ujicoba seperti ini sangat bagus. � Firman Utina

Pemain baru Persib Bandung asal Montenegro, Vladimir Vujovic.

lama. Sebab Abdul Rahman mengalami cedera saat pertandingan baru berjalan 15 menit. Rahman ditarik keluar dan memasukkan Hariono. Sehingga Jupe kembali digeser ke bek tengah. Persib kalah di laga sarat gengsi ini. Gol semata wayang Arie Priatna. Proses gol terjadi karena center back Persib, Vladimir Vujovic melakukan clearance yang tidak sempurna. Kekalahan ini memupus asa Persib untuk menjuarai turnamen pramusim yang digelar ke-13 kali ini. Persebaya menjadi perwakilan Grup A ke babak semifinal. Persib terpaksa angkat koper di tengah turnamen. Terkait rotasi pemain yang dijalankan Janur, kapten tim Firman Utina menyambut baik. Ia menyebut pertandingan di masa pramusim harus dimaksimalkan sebagai ajang pematangan permainan tim. Salah satunya dengan mencoba berbagai strategi dan komposisi pemain. Termasuk dirinya yang sempat diturunkan sebagai gelandang serang atau gelandang sayap kiri. "Semua pemain juga kan dirotasi dan diberi kesempatan bermain. Dan

menurut saya untuk di masa ujicoba seperti ini sangat bagus. Untuk menatap pertandingan di liga nanti," jelas mantan pemain Sriwijaya FC ini.

Targetkan 14-15 Ujicoba

Janur mengaku target utama dari pertandingan ujicoba di era pramusim adalah penyatuan permainan. Janur mengharapkan permainan timnya padu, diantara pemain yang bertahan dari musim sebelumnya dengan pemain baru. Ada 9 pemain yang dipakaikan kostum kebesaran Persib musim ini. "Tentunya membuat penyatuan dari semua pemain. Karena tidak semuanya

Ferdinand Sinaga saat ujicoba melawan Tim Porda Purwakarta

dari pemain yang musim lalu, ada juga beberapa yang baru. Nah itu yang harus disatukan, sehingga terjalin sebuah pengertian yang berujung pada membaiknya performa tim," kata Janur. Dari rangkaian ujicoba yang sudah dijajaki Persib, Janur mengantongi progres dan kelemahan timnya. Dari segi ball possession seperti pakem permainan yang ingin dibentuknya, Janur sudah cukup puas. Namun sentuhan akhir masih menjadi PR (pekerjaan rumah) yang harus dibenahi. "Yang didapat tentu ada yang positif dan ada yang minus. Yang minus misalkan kita melihat ada kesalahan-kesalahan yang dibuat. Dan tentunya ini yang menjadi bahan evaluasi untuk diperbaiki dalam latihan. Seperti penyelesaian akhir, kemudian mental bertanding belum kuat seperti di home." PT Liga Indonesia sudah menetapkan kompetisi dengan format 2 wilayah, Barat dan Timur. Kick off ISL 2014 telah ditentukan pada 1 Februari 2014. Setiap tim peserta masih memiliki waktu sekitar 1 bulan sebagai persiapan akhir. Janur pun menyiapkan beberapa partai ujicoba lagi sebelum turun di kompetisi resmi. "Setiap tiga kali latihan kita harus ada game ujicoba karena sudah masuk masa banyak ujicoba. Karena sebelum kompetisi dimulai saya menargetkan sekitar 14 hingga 15 kali pertandingan ujicoba," sebut Janur.

20

Januari 2014 | Simamaung.com


Simamaung.com | Januari 2014

21


pelatih & ofisial

jajang nurjaman pelatih kepala

22

Januari 2014 | Simamaung.com


pelatih & ofisial

heri setiawan

asisten pelatih

asep somantri asisten pelatih

Simamaung.com | Januari 2014

23


pelatih & ofisial

yaya sunarya pelatih fisik

24

Januari 2014 | Simamaung.com


pelatih & ofisial

anwar sanusi

pelatih kiper

dr. Rafi Ghani dokter tim

Yudiana sekretaris tim

Simamaung.com | Januari 2014

25


pelatih & ofisial

Sigit Pramudya Fisioterapis

26

Januari 2014 | Simamaung.com


pelatih & ofisial

EMEN SUWARMAN Masseur

Iyang Mulyana Masseur

Tatang Sutisna Masseur Simamaung.com | Januari 2014

27


pelatih & ofisial

Dudi Sunardi ofisial tim

28

Januari 2014 | Simamaung.com


pelatih & ofisial

Fikri Apriansyah ofisial tim

Zulkarnaen ofisial tim

Pipin Kusmantara ofisial tim

Simamaung.com | Januari 2014

29


featured

Plus-Minus Format 2 Wilayah

Operator kompetisi PT Liga Indonesia sudah ketuk palu terkait jumlah peserta dan format Liga Super Indonesia 2014. Sebanyak 22 klub lolos verifikasi, 8 diantaranya lolos bersyarat karena belum memenuhi 2 aspek yang menjadi syarat peserta LSI. Penulis MAYASARI MULYANTI

D

ua aspek tersebut adalah finansial dan infrastruktur. Sedang, format kompetisi, kembali ke era Liga Indonesia, yakni sistem wilayah Barat dan Timur. Dan PT LI pun sudah menentukan waktu pelaksanaan liga, yakni kick off pada 1 Februari 2014. Dilihat dari satu sisi, sebagai kompetisi profesional, ini menjadi sebuah kemunduran. Pasalnya, kompetisi profesional menggunakan sistem 1 wilayah, home and away. Di kompetisi sepakbola di berbagai negara, kebanyakan menerapkan sistem 1 wilayah dengan maksimal dihuni 20 tim. Namun PSSI dan PT LI harus lebih kompromis. Banyak pertimbangan yang menjadi alasan penerapan format 2 wilayah untuk musim baru 2014. Sebab jika dihelat dengan kompetisi penuh 1 wilayah, jumlah peserta terlalu banyak. Hal itu berpengaruh langsung terhadap waktu pelaksanaan kompetisi yang akan semakin panjang. Jika menggunakan format 1 wilayah dengan diikuti 22 tim, kemungkinan kompetisi baru rampung pada Maret 2015. Banyak variabel yang mempengaruhi jadwal kompetisi. Diantaranya agenda politik pemilihan Presiden, pemilu legislatif yang akan memaksa roda kompetisi terhenti sementara. Pun dengan agenda Piala Dunia dan Idul Fitri.

Menyoal anggaran yang harus dikeluarkan setiap tim pun akan membengkak dibanding musim lalu jika kompetisi 1 wilayah. Padahal, seperti diketahui, banyak klub yang terjerat masalah keuangan. Dan, letak geografis Indonesia yang berkepulauan pun bisa jadi salah satu pertimbangan. "Mungkin kalau menurut saya tidak lebih berat. Karena ketika kita harus pergi ke timur, itu adalah sesuatu yang melelahkan. Ya kecuali kita nanti lolos, ada kemungkinan lawan. Klub dari timur," kata pelatih Persib Jajang Nurjaman. Dengan format 2 wilayah, artinya setiap grup akan dihuni 11 tim. Di fase penyisihan grup, tim akan bertanding sebanyak 20 kali dalam 2 putaran. Empat tim teratas masing-masing wilayah akan melaju ke babak 8 besar. Lalu partai semifinal sampai finalpun menggunakan sistem pertandingan kandang-tandang. Musim lalu, dengan jumlah peserta 18 klub, setiap tim melakoni 34 pertandingan. Kini, maksimal tim akan bertanding sebanyak 30 laga sampai final. "Jumlah pertandingan 2 wilayah tidak akan jauh beda dengan 1 wilayah. Karena bila sampai final ada 30 pertandingan. Jadi memang tidak semua tim dapat 30 pertandingan. Sedangkan 1 wilayah kemarin, ada 34 pertandingan. Jadi tim harus lebih siap ketika masuk ke fase

selanjutnya," papar Janur. "Dua wilayah sih kurang semaraknya. Semaraknya hanya pada babak 8 besar dan seterusnya. Menantangnya di situ. Tapi kan di awalnya kita harus berada di posisi 4 besar dulu targetnya," kata defender Persib, Tony Sucipto. Dengan format 2 wilayah, akan terasa kurang kompetitif di fase grup. Pasalnya, bisa saja 2 klub besar tidak bertemu karena terpisah grup. Kompetisi baru ramai ketika memasuki babak 8 besar, masing-masing empat tim terbaik dari Wilayah Barat dan Timur. Persaingan semakin sengit dan klimaksnya adalah partai final. "Pasti lebih seru karena ada partai finalnya. Ada partai puncaknya. Jadi mengingatkan kita pada masa perserikatan dulu," tutur Janur. Persib punya pengalaman buruk di kompetisi dengan sistem 2 wilayah. Di Liga Indonesia (Divisi Utama) terakhir musim 2007/08, Persib sukses menjadi suara paruh musim. Bahkan saat diduelkan dengan juara parub musim Wilayah Timur, PSM Makassar, di Samarinda, Persib menang. Tapi di Putaran II, performa Persib mulai menunjukkan inkonsisten. Tim yang saat itu diarsiteki Arcan Iurie, mulai terseok-seok dan bahkan mendekati garis degradasi. Akhirnya finis sebagai peringkat 5 Wilayah Barat.

30

Januari 2014 | Simamaung.com


Pembagian Wilayah ISL 2014 wilayah barat

Simamaung.com | Januari 2014

wilayah timur

persib bandung

Persipura Jayapura

Arema Indonesia

Perseru Serui

Gresik United

Mitra Kukar

Persija Jakarta

Persisam Samarinda

Semen Padang

Persiram Raja Ampat

Sriwijaya FC

Persiba Bantul

Persita Tangerang

Persela Lamongan

Persik Kediri

Persepam Madura United

Persijap Jepara

Persebaya Surabaya

Pelita Bandung Raya

Persiba Balikpapan

Barito Putera

PSM Makassar

31


maung ngora

Investasi Melalui Pembinaan H

ampir tidak mungkin seseorang bisa menjadi pemain sepak bola profesional tanpa melewati proses latihan, terutama sejak usia muda. Maka sebagai jembatan pematangan pemain dari usia muda menuju senior, PT Liga Indonesia pun menghelat kompetisi U-21. Harapannya, kompetisi kelompok umur ini bisa menjadi salah satu kendaraan yang mengantarkan pemain amatir menuju profesional. Di Indonesia ada beberapa diklat sepakbola yang telah berjalan berkesinambungan dan mencetak pesepakbola handal. Yang paling terkenal adalah Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pelajar (PPLP) Jateng atau lebih dikenal dengan Diklat Salatiga. Nama-nama pemain bintang, bahkan legenda sepak bola tanah air, diantaranya lahir dari

Dalam 5 aspek pemenuh syarat sebagai klub profesional versi AFC, pembinaan masuk di dalamnya. Empat aspek lainnya adalah finansial, infrastruktur, administrasi dan personil, serta legal. Mengapa pembinaan menjadi salah satu bagian penting klub profesional, itu tak lepas guna menjaga ketersediaan pemain.

diklat ini. Sebut saja Ronny Paslah, Andi Lala, Iswadi Idris, Anjas Asmara. Kemudian juga generasi Bambang Pamungkas, Kurniawan Dwi Yulianto, Gendut Doni Cristiawan, Kurnia Sandy, Aris Indarto, termasuk penjaga gawang timnas U-19 saat ini, Ravi Muridianto. Tiga tahun berturut-turut, Diklat Salatiga menjadi kampiun kejuaraan antar PPLP seIndonesia. Berkaca dari kesuksesan Diklat Salatiga, maka dibangunlah Diklat Ragunan. Banyak pula pemain bintang jebolan Diklat Ragunan, contohnya Yusuf Bachtiar dan Yudi Guntara. Namun diklat ini tidak hanya pelatihan dan pendidikan sepakbola, tapi juga cabang olah raga lainnya. Empat pemain dari Diklat Ragunan pun turut mengantarkan Indonesia sebagai juara di Piala AFF U-19.

Bukan hanya 2 diklat itu yang giat mencetak pemain. Pun ada Diklat Riau, Padang, Papua, Semarang, Aceh dan lainnya. Dan, banyak perhelatan untuk mewadahi kompetisi kelompok usia muda ini. Utamanya tentu saja tim nasional Indonesia, mulai dari U-15, U-17, U-19 dan U-23. Pun seperti yang sudah disebutkan, ada kejuaraan antar PPLP se-Indonesia. Lalu ada pula tim nasional pelajar. Selain, masih banyak agenda kompetisi dan turnamen kelompok umur yang digagas pihak swasta. Alumnus diklat ini bisa jadi kantongkantong yang menjadi ladang jual-beli untuk klub-klub peserta kompetisi sepakbola profesional. Pembinaan adalah sebuah investasi untuk menggapai prestasi di masa yang akan datang. Pembinaan adalah menyiapkan generasi juara.

32

Januari 2014 | Simamaung.com


maung ngora

Era Marek Janota Generasi Juara

S

edari tadi Bandung belum disebut. Padahal, Persib khususnya, sudah pernah menghasilkan generasi juara hasil binaan di lingkungan sendiri. Itu terjadi pada era 80-an. Masa jayanya Roby Darwis, Adeng Hudaya, Ajat Sudrajat, Iwan Sunarya, Kekey Zakaria, Dede Iskandar. Tahun 79, Persib terdegradasi ke Divisi I. Dan Marek Janota, pelatih asal Polandia, mengemban tugas untuk menemukan talenta-talenta muda yang diproyeksikan untuk skuad Maung Bandung. Generasi emas ini bermula dari Roby Darwis cs yang melaju sampai final di Piala Suratin U-17. Di partai final, Persib kalah adu penalti dari Persijap Jepara. Tim ini lantas dikerek ke tim Persib senior. Hampir 80 persen pemain naik kasta. "Setelah kita di junior selesai final, tim diserahin ke Marek. Dari junior naik ke senior itu hampir 80 persen pemain. Jadi yang seniornya cuma beberapa orang. Dia yang ngebina 2 tahun. Dari situ naik terus, ranking ke-2, ke-4, pokoknya di atas terus," ucap Roby kepada Maung Magz disela-sela melatih SSB Siliwangi. Tim Persib dengan kekuatan yang didominasi pemain muda ini tidak dibebani target. Namun karena sudah bersama sejak junior, permainan mereka sangat padu. Setiap pemain saling tahu kemauan rekannya di lapangan. Tanpa melihat, Roby yakin jika ia mengoper bola ke daerah tertentu, sudah pasti di sana akan ada pemain yang menyambut bola tersebut. Hasilnya, di 2 tahun pertama, tim ini berhasil maju sampai partai final. Kendati Persib kala itu diisi pemain-pemain muda, namun kualitas permainannya tak kalah. "Kekompakan udah terjalin karena kita satu hati. Jadi kolektifitas, kemauan Simamaung.com | Januari 2014

setiap pemain di lapangan itu udah saling mengerti. Kemauan Ajat, kemauan Kekey, kualitas di belakangnya ada Yadi, Mulyana. Hampir 10 tahun itu kita berkiprah di sana. Jadi prestasinya di atas terus, karena itu hasil dari pembinaan," tegas Roby. Marek Janota memiliki andil besar di pembinaan pemain ini. Karakter pelatih yang mengutamakan disiplin dan kerja keras. Marek menerapkan disiplin tinggi,

"...Dia (Marek) itu latihannya ke endurance dan kecepatan. Skill bisa dateng sendiri, gampang kata dia, akan mengikuti... " robby darwis sampai ke hal-hal terkecil di luar teknik sepak bola. Untuk porsi latihan, mantan pelatih Persija dan timnas Indonesia ini fokus pada pembentukan fisik yang kuat sebagai pondasi awal seorang pemain. Ditambah asupan makanan yang diperhatikan. Istrinya Marek adalah seorang dokter. Sehingga istrinya membantu mengatur menu makanan untuk pemain. "Kalau udah hari Rabu itu udah lah, harus siap-siap, karena latihan paling

cape. Sampai ga bisa jalan. Tapi setelah itu langsung berendam ke Ciater. Dia (Marek) itu latihannya ke endurance dan kecepatan. Skill bisa dateng sendiri, gampang kata dia, akan mengikuti. Sementara, kalau ngebentuk fisik itu sulit. Jadi kalau sama dia itu ngebentuk fisik dulu," kata Roby. "Kita waktu itu patuh ke pelatih. Dari mulai disiplin apapun. Disiplin sepatu harus disemir, pakaian juga harus masuk, kuku harus pendek, kaus kaki harus ke atas. Memang disiplin kaya militer. Yang kecil-kecil itu kan untuk membawa mental ke depannya, karena kita waktu itu masih muda," timpalnya. Marek memang tidak merasakan buah jerih payahnya, juara tahun 86. Dia keburu lengser saat Persib melaju ke tingkat nasional Divisi I tahun. Tampuk pelatih saat itu dilanjutkan Risnandar Soendoro. Tahun itu Persib lolos ke Divisi Utama. Kembali ke kasta tertinggi, Persib langsung melaju ke final dalam 2 tahun berturut-turut. Namun dalam 2 partai final tersebut Persib selalu digagalkan PSMS Medan untuk merengkuh gelar juara. Tim ini mulai disegani. Dan baru pada kompetisi 86, Roby Darwis cs mengangkat piala. Semua orang pasti setuju bahwa generasi emas itu adalah hasil didikan Marek Janota. "Pembinaan itu harus berkesinambungan, jangan berhenti. Sok we saya mah ngomong pembinaan, da geus aya hasilna. Tong asal ngomong tapi buktina euweuh. Tapi kita mau ngomong pembinaan apa juga, semuanya kembali ke PT (PT Persib Bandung Bermartabat) karena sekarang dia yang punya wewenangnya," timpal mantan pemain yang terkenal dengan jargon 'Halik Ku Aing' ini → 33


maung ngora

Diklat Persib Jilid I Tim Juara LSI U-21

B

ermula dari hasrat juara yang sudah di ubun-ubun. Persib yang saat itu masih terhubung erat dengan Pemerintahan Kota Bandung, menggagas Diklat Persib. Optimisme Walikota Bandung sekaligus Ketua Umum Persib saat itu, Dada Rosada, cukup tinggi atas upaya pembinaan ini. Karena berkaca dari kesuksesan pembinaan jaman Marek Janota serta gelar juara Liga Indonesia I 1994/95 dimana tim Persib mengoptimalkan pemain lokal. Maka dibentuklah Diklat Persib pada bulan Maret tahun 2007. Indra Thohir dan Dandan Riza Wardhana mengemban tugas sebagai pelatih dan manajer tim. Pemainnya, berasal dari lingkungan Persib sendiri. Diklat beranggotakan 23 pemain. Seperti halnya pembinaan jaman perserikatan, skuad ini pun merintis dari tim di bawah usia 15 tahun. Di bawah komando Mustika Hadi, tim Persib U-15 menjadi runner up Piala Haornas 2004. Kemudian sebagian besar pemain ini kembali masuk memperkuat Persib U-18 di Piala Suratin 2006. Kali ini, pelatih Mustika Hadi berhasil membawa tim sampai ke tahta juara. Nah, embrio Diklat Persib berasal dari sini. Mustika Hadi pun turut dibawa sebagai asisten pelatih Diklat Persib. Pemain-pemain diklat itu diantaranya adalah Dedy Heryanto (penjaga gawang), Yan Harjito, Anggi Indra Permana, Dudi Sunardi, M Agung Pribadi, Dedi Kusnandar, Munadi, Asep Mulyana, Ana Supriatna dan Rudi Geofani. Tim ini bermarkas di Balai Pendidikan dan Latihan PT Kereta Api, Jalan Laswi Bandung. Anggarannya dari Persib melalui dana APBD Kota Bandung.

"Memang pembinaan melalui Diklat Persib asuhan Indra Thohir saat itu menurut saya cukup sukses. Sebagian besar pemainnya masuk ke Persib U-21, tahun pertama peringkat 3 dan tahun selanjutnya juara ISL U-21," ujar Dandan dalam acara Media Gathering di sekretariat Pengcab PSSI Kota Bandung, beberapa waktu lalu. "Banyak pemain hasil binaan kita, termasuk dari Diklat Persib saat itu, yang kini bertebaran di kompetisi, baik itu ISL maupun level di bawahnya. Ada Wildansyah, M Agung Pribadi, Dedi Kusnandar, Jajang Mulyana, Rendi Saputra, Dias Angga Putra, Munadi, dan masih banyak lagi," tambah Dandan. Namun saat Diklat Persib on progres dan belum berjalan satu tahun, terjadi perubahan besar di induk sepakbola tanah air. PSSI mengubah sistem kompetisi. Level tertinggi kompetisi diubah dari Liga Indonesia menjadi Liga Super Indonesia. Setiap klub peserta dituntut menjadi klub profesional. Pendanaan klub pun tidak boleh lagi

bermuara dari APBD daerah setempat. Serta setiap klub harus memiliki tim U-21. Saat itu, Persib bertransformasi menjadi berstatus profesional. Dibentuklah PT Persib Bandung Bermartabat. Kemudian karena terdesak harus membentuk tim U-21, PT PBB pun meminta bantuan kepada Diklat Persib. Tidak semua anggota Diklat masuk ke tim Persib U-21. Sebagian terdepak, ada pula yang memilih hengkang seperti Dedi Kusnandar yang memilih ke Pelita Jaya Karawang U-21. Diklat Persib pun luruh dengan sendirinya. Setelah merebut kampiun LSI U-21 tahun 2009/11, beberapa pemain ditarik ke Persib senior. Yang masih bertahan hingga saat ini adalah M Agung Pribadi, Jajang Sukmara dan Sigit Hermawan. Beberapa nama lain sempat mengenakan kostum kebesaran Persib, seperti Rendi Saputra, Munadi, Dias Angga Putra, Budiawan, Anggi Indra, Rian Permana, Dedy Heryanto, Dudi Suardi dan Rizky Bagja. Tapi pemain-pemain muda ini jarang sekali mendapat kesempatan main. Pengcab PSSI Kota Bandung tidak pernah lelah untuk berupaya melakukan pembinaan. Kompetisi intern Persib kembali digulirkan, mempertandingkan kelompok umur 15 dan 17 tahun. "Kita akan perbaiki lagi benang merah antara Pengcab PSSI Kota Bandung dengan PT PBB. Sehingga nanti jenjang karir pemain lokal, khususnya dari Kota Bandung, bisa tersalurkan," kata Dandan. Harapan Pengcab mulai menemui titik terang ketika PT PBB menggagas untuk membentuk kembali Diklat Persib.

34

Januari 2014 | Simamaung.com


maung ngora

Diklat Persib Jilid II Membangun Mental Juara

U

ntuk memenuhi anggota skuad Diklat Persib, PT PBB menggelar kompetisi U-19. Terjaring lah sekitar 16 pemain. Pemain lainnya diperoleh melalui seleksi dan hasil scouting Jaino Matos ke beberapa daerah. Jaino adalah pelatih dari Brasil yang ditunjuk PT PBB untuk mengarsiteki tim ini. Pun ditetapkan Yoyo S Adiredja sebagai General Manager Diklat Persib. Ada harapan besar dari berbagai kalangan terhadap potensi pemain muda ini. "Sebenarnya banyak yang bicara dan mempertanyakan, mana pembinaan. Harapannya kan berjalannya roda regenerasi terutama dari pemain Bandung. Tapi tidak ada langkah intensif. Sampai akhirnya Pak Glenn (Glenn Sugita-Direktur PT PBB) berpikir untuk membangun sebuah tim melalui pembinaan. Dimulai dengan kompetisi U-19 untuk menjaring pemain," jelas Yoyo dalam sebuah kesempatan wawancara dengan Maung Magz. Kompetisi U-19 melibatkan 8 talent scouting dari Pengcab PSSI Kota Bandung. Sebanyak 36 klub peserta kompetisi pun dari lingkungan Persib. Ini sebagai benang merah atau inti hubungan historis yang dijalin lewat kerjasama dalam penjaringan pemain muda ini. Selain dari kompetisi, pemain pun diperoleh dari hasil seleksi dan pantauan pemain di beberapa daerah. PT PBB mendapat mitra yang memiliki visi, misi dan filosofi yang sama terkait pembinaan pemain muda, yaitu Jaino

Simamaung.com | Januari 2014

Matos. Pada 7 Oktober 2013, tim Diklat Persib menggelar latihan perdana. "Dari situ, potensi-potensi itu kan dibina. Selama ini kan banyak pertanyaan mana nih orang Bandung. Nah di sini kesempatannya, tidak hanya menunggu dari PS-PS (Persatuan Sepakbola)," imbuh Yoyo. Diklat Persib memberikan materi dan program yang cukup lengkap. Yoyo ingin Diklat Persib ini ditangani secara serius dan profesional. Maka ia memberi batasan tegas antara kepelatihan dan manajerial. Jaino bertanggung jawab penuh untuk sisi teknis, diantaranya latihan di lapangan dan classroom untuk membahas taktik-strategi dan analisa pertandingan. Sementara Yoyo berupaya membangun mental dan karakter pemain. "Karena memang judulnya mengantarkan pemain-pemain muda ke gerbang profesional, jadi disiapkan dari mulai disiplin, berdoa, pemahaman kesehatan, membangun mental dan motivasi, disiplin di lapangan, di luar lapangan, di mess, semua ada tata tertibnya. Kita akan membekali mereka sampai ke tingkat itu. Dari mulai penampilan, cara makan, sikap menghargai diri sendiri dan orang lain. Karakter itu harus dibentuk. Harus punya kepribadian kuat, membentuk manusia yang baik," jelas Yoyo. Di 3 bulan pertama, Jaino berkutat pada program level awal. Masuk awal tahun ini, Jaino ingin membentuk format baku berkaitan dengan taktik-strategi yang akan diterapkan untuk tim Persib

U-21 yang akan berkiprah di Liga Super Indonesia U-21 musim ini. Dalam satu bulan, minimal Jaino merancang 2 kali laga ujicoba. Dan hingga akhir Desember 2013, tak kurang dari 10 pertandingan dijajal Gian Zola dan kawan-kawan. Hasilnya pun cukup memuaskan. Bertanding dengan tim selevel maupun levelnya di atas, Diklat Persib menuai hasil cukup baik. Melawan tim Persib Senior berakhir imbang 1-1. Kalah dari timnas Pelajar, 1-2. Mengalahkan Sleman United 2- 1 (tandang). Ungguli Diklat Persiba Bantul 3-2 (tandang). Menahan imbang juara PPLP se-Indonesia, Diklat Salatiga, 1-1 (tandang). Dan menggilas Benteng Muda Tangerang, 3-1. Namun Yoyo buru-buru merendah. Ia tidak ingin tim ini diagulkan secara berlebihan. Yoyo ingin menikmati proses pembinaan ini. Menapaki tangga demi tangga menuju prestasi maksimal. Ia pun sering mengingatkan anak asuhnya untuk jangan mudah bepuas diri. "Membangun yang begini (pembinaan) kan harus optimis. Kita yang mencoba membuat konsep, menerapkan. Yang menilai bagus-tidaknya kan orang. Kita sedang membangun proses. Kalau mau juara itu, ada proses. Mudah-mudahan ini bisa memenuhi harapan. Harus dengan doa semua juga, termasuk bobotoh. Jangan hanya ekspektasi saja. Bisa beri dukungan langsung atau tidak langsung. Dan kami juga harus selalu diingatkan agar tidak cepat puas," tutup Yoyo.

35


wawancara khusus

the fam

wawancara Mayasari Mulyanti & adrian priambudi foto otto sya’ban pramadhan


mily man Ferdinand Alfred Sinaga menjadi salah satu target yang berhasil digaet pelatih Jajang Nurjaman untuk menjadi bagian dari skuad Persib Bandung 2014. Striker ini bukan nama baru di Bandung.

F

erdinand memulai karir sepakbolanya di Persib junior. Namun berbeda dari sebagian besar pemain muda yang ingin buru-buru berkostum Persib, Ferdinand memilih melanglang buana untuk mencari pengalaman. Kini ia kembali. Suatu sore, tim Maung Magz berkunjung ke rumahnya di bilangan Antapani. Keluarga kecil Ferdinand menyambut dengan hangat. Ada sang istri Aghie Veronicca dan si sulung Fabio Devrant Sinaga yang menemani Ferdinand selama sesi wawancara. Terlihat santai sekali, jadi apa saja rutinitas di luar latihan? Paling pulang ke rumah. Kumpul sama anak, sama istri, main sama anak. Bicara sama istri. Berbeda sekali rutinitasnya. Kalau dulu, pulang ke mess, tidur. Kalau sekarang kan ada anak, ada istri. Saya bisa diperhatikan juga sama istri. Pulang ke rumah, dibikinkan teh. Mungkin itu hal-hal kecil, tapi membuat kita lebih enak, lebih nyaman. Main di Karawang, Wamena, Padang, Samarinda. Tapi ketemu istri orang Makassar. Bagaimana ceritanya? Istri sebenarnya orang Manado tapi tinggal lama di Makassar. Saya ketemu di Jogja (Yogyakarta). Waktu itu istri sedang kuliah S1 di sana dan saya waktu itu main di Magelang. Itu perkenalan pertama. Lalu lama ga ketemu, akhirnya ketemu lagi waktu dia lagi S2, masih di Jogja. Lalu menikah 3 tahun lalu. Istri S2-nya ga selesai karena keburu hamil. Padahal tinggal 1 tahun lagi. Ga apa-apa. Anak sekarang sudah 2 tahun dan lagi hamil anak kedua, sudah 4 bulan. Waktu main di Samarinda, tahun lalu, istri sempat keguguran juga. Apa saja perubahan yang kamu rasakan setelah menjadi seorang suami dan ayah? Perubahannya sangat besar. Saya bermain bola, setelah berkeluarga itu, lebih bertanggung jawab. Karena lebih konsen bermain bolanya, karena hanya memikirkan keluarga dan sepakbola. Simamaung.com | Januari 2014

Tapi di lapangan masih terlihat tempramen? Ah ya. Itu sangat keliatan sekali ya saya tempramen. Tapi setelah saya banyak bicara, setelah banyak masukan dari sitri dan keluarga, masukan dari Pak Jajang (Jajang NurjamanPelatih Persib) yang setiap setelah latihan atau setelah ujicoba, dia selalu kasih masukan supaya mengurangi. Dan sampai kemarin terakhir lawan DC United, sampai hilang itu tempramen. Padahal di pertandingan itu kamu banyak dilanggar kan? Ya, itu ujian lah. Ujian saya supaya menghilangkan sedikit demi sedikit sifat tempramen. Dan saya ingin juga menghilangkan omongan-omongan dari luar bahwa saya ini pemain yang bertempramen tinggi. Tapi setelah saya masuk di Bandung, mudah-mudahan tempramen itu hilang. Apa hal yang sering membuat kamu emosi di lapangan? Kalau ditackle engga, caci-makian engga juga. Jadi mungkin karena bawaan aja. Saya sebenarnya bukan tempramen, tapi pengaruh adrenalin di lapangan, jadi terlalu semangat, terlalu menggebu-gebu. Mungkin karena terlalu semangat aja sih. Kalau saya di-tackle engga, dicacimaki juga ga marah. Saya justru bingung. Setelah pertandingan saya bingung, kenapa tadi marah-marah. Tapi kadang ada keputusan wasit yang kurang fair. Saya lebih baik dicaci maki, lebih baik di-tackling, daripada menerima keputusan wasit yang kurang fair. Karena di kita kadang masih ada yang kurang fair. Seperti apa peran istri untuk meredakan sifat tempramen kamu? Sangat penting sekali peran istri buat saya. Karena setiap pulang selalu ditanyakan gimana tadi latihan emosi tidak? Setiap mau pertandingan atau ujicoba selalu bilang untuk hilangkan emosi di dalam lapangan, karena kalau sudah keluar emosi, semua teknik skill semua itu pasti rusak. Dorongandorongan dari istri selalu memotivasi saya. Tetapi kalau sudah di dalam lapangan kan situasi berbeda. Ada saja hal yang harus berhadapan dengan tegangan tinggi. →

37


wawancara khusus

Sebelum pertandingan, ada ritual khusus untuk memupuk mood yang bagus? Saya tipikal orang yang mengesampingkan masalah pribadi dengan lapangan. Jadi walaupun di luar lapangan saya ada masalah, tapi ketika bertanding di dalam lapangan itu selalu saya lupa. Dan memang istri, ketika mau bertanding, sehabis latihan pagi pemanasan, istri tidak pernah mengganggu saya. Sampai jam 12 siang, saya makan dan itu dibebaskan sama istri untuk istirahat dengan aktivitas yang membuat saya lebih tenang. Tapi kalau untuk mempersiapkan diri yang bagaimana-bagaimana sih ga ada. Paling saya dibebaskan istri untuk istirahat, makan yang enak dan disiapkan. Pokoknya supaya saya lebih nyaman. Justru istri yang lebih pintar menyiapkan diri saya untuk setiap pertandingan.

Hahaha‌julukan-julukan bad boy itu malah saya kurang paham. Arti bad boy itu malah saya ga tau arti bad boy sebenarnya. Tapi itulah julukan orang. Tapi kalau orang yang mengenal saya, pasti tidak akan menjuluki saya seperti itu. Apalagi kalau istri saya, pasti ga akan kasih julukan itu‌hahaha‌

bagus Kent Tattoo. Tapi belum ada yang menawarkan untuk tato. Sekarang kamu sudah menjadi pemain sepakbola profesional. Tapi tidak semua orang tahu perjalanan karir kamu. Bagaimana kisah hidup kamu waktu kecil?

Ngomong-ngomong, sekarang banyak tato nih. Mulai kapan suka bikin tato? Dan udah berapa banyak? Sekarang udah ada 11. Pertamanya itu mulai tahun 2010. Tato pertama itu nama istri. Waktu itu belum menikah. Jadi itu tanda melamar. Tato kedua Jesus. Tato ketiga itu di leher belakang. Tato keempat rosario. Tato kelima doa. Tato keenam nama anak. Lalu tato gambar muka anak dan istri, terus sama Bunda Maria. Untuk anak kedua sudah

Kehidupannya seperti anakanak yang lain. Pulang sekolah, saya dulu ga seperti anak-anak yang lain yang sering main. Saya pulang sekolah ke rumah, →

"...Arti bad boy itu malah saya ga tau arti bad boy sebenarnya. Tapi itulah julukan orang..." Karena persiapan yang dilakukan istri setiap mau pertandingan, berbeda dengan saat tidak bertanding. Setelah menikah sepertinya jadi family man, lepas dari julukan bad boy?

disiapkan tempatnya di sini (tangan) untuk gambarnya dan mungkin tato namanya, mungkin di tempat lain. Sudah memang disiapkan. Ini tato 4 orang yang bikin, waktu di Malang, Padang, Samarinda sama di Batam. Di Bandung belum ada. Saya dengar di sini yang

38

Januari 2014 | Simamaung.com


wawancara khusus Setelah di Persib junior, kamu memilih hijrah ke tim lain. Apa pertimbangannya waktu itu?

tidur. Sorenya baru main bola. Sampai Maghrib atau lepas Maghrib, baru pulang ke rumah. Kalau sudah main bola, lupa semua. Saya awal main dan kenal sepakbola dari umur 5 tahun. Di Lampung. Main sama anak-anak satu sekolah. Lalu pindah ke Bandung, baru saya mengenal SSB (Sekolah Sepak Bola). Saya masuk SSB Saswco. Dan di situ saya bisa dipanggil Persib untuk Haornas U-15 dan dipanggil terus. Sampai akhirnya saya bisa melanglang buana ke berbagai klub. Lalu kapan pindah ke Bandung bersama orang tua? Pindah ke Bandung itu 97/98. Bapak bawa bus di Bandung. Karena bapak kan

supir bus, dia pindah ke Bandung. Jadi kita ikut semua ke Bandung. Dulu bapak supir bus antar provinsi, Sumatera-Jawa sampai Bali. Setelah di Bandung, bapak kan masih bawa bus. Tapi setelah saya di Wamena (Persiwa), bapak sudah saya suruh mulai berhenti. Tapi masih ada pelan-pelan. Pas saya di Semen Padang sudah berhenti total. Pernah ikut bapak naik bus? Pernah ikut waktu liburan sekolah. Ikut ke Jogja, dari Lampung. Sama kakak juga. Jadi liburan naik bus, sekalian bapak cari uang.

Waktu saya di Persib U-23 dan mau ditarik magang, saya lihat di tim Persib itu banyak pemain-pemain bintang, nama-nama besar. Dan saya rasa saya masih kurang, belum bisa bersaing dengan mereka. Dan lebih baik saya memutuskan keluar kota dan lebih memilih dari tingkat bawah dulu. Dari Divisi I dulu, baru saya bisa belajar dari sana. Orang yang pertama mengenalkan sepakbola ke saya di Bandung itu Oom Lukas (Lukas Tumbuan). Waktu habis U-23 itu saya termasuk kandidat yang mau dimasukkan sebagai pemain magang di Persib. Waktu itu yang terpilihnya Wildansyah, Irwan Wijasmara, Jejen (Jejen Zaenal Abidin) dan antara saya atau Chandra Yusuf. Manajer Persib waktu itu, Pak Jaja (Jaja Sutarja) maunya saya. Tapi saya bilang jangan saya lah, saya mau main ke luar (Persib) dulu. Itu karena umur terlalu muda, bersaing dengan level yang atas. Makanya saya bertahap. Dari Divisi II. Waktu itu Oom Lukas pegang (Persibat) Batang. Saya bilang mau ikut. Dia bilang boleh asal bisa lolos seleksi. Akhirnya saya main di Batang. Harus melewati beberapa tahun dan beberapa klub sampai akhirnya kembali ke Persib... Ya banyak. Saya dari saya Divisi I di Batang (Persibat), pindah ke Persikab (Kabupaten Bandung), pindah ke Pelita →

"...lebih baik saya memutuskan keluar kota dan lebih memilih dari tingkat bawah dulu...."

Simamaung.com | Januari 2014

39


wawancara khusus Jaya, ke Magelang (PPSM), Wamena, Semen Padang, Persisam (Samarinda). Harus melewati 7 tim ini. Setelah 7 tim ini, baru saya siap mental, siap bersaing, baru saya memutuskan kembali ke Persib. Dan langsung ada penawaran 2 tahun kontrak, ya saya terima. Di klub mana kamu merasa peningkatan paling pesat dalam karir sepakbola? Di Wamena. Waktu saya masih di Wamena, saya paling merasa lebih cepat naik. Karena setelah berkompetisi di Wamena, saya dapat masuk starting eleven. Dan selama satu tahun mengikuti liga dan saya bisa dipanggil Alfred Riedl ke timnas. Di situ saya merasa paling pesat perkembangannya. Setelah dari Wamena, saya ke Semen Padang dan Persisam itu tinggal mengasah dan mempertahankan. Naik satu tingkat demi satu tingkat. Tapi justru di Semen Padang kamu sukses menjadi top scorer? Yah, walaupun hanya 16 gol tapi bisa top skor di LPI (Liga Primer Indonesia), itu saya cukup senang dan memuaskan juga. Karena saya di situ cuma bersaing dengan pemain di satu tim juga, dan saya yang dapat gelar itu. Cukup membanggakan lah. Apalagi bisa membawa Semen Padang juara. Apa yang ada dipikiran kamu ketika mendapat tawaran dari Persiwa? Ga ada pikiran. Yang penting maju. Saya awalnya dibilangin jadi pengganti Erick Weeks atau Boakay Foday. Saya ikutin. Mungkin karena kerja saya di lapangan, akhirnya saya main inti terus, ga diganti, kecuali pas akumulasi kartu kuning aja. Puji tuhan saya selalu bertemu dengan pelatih yang percaya terhadap kemampuan pemain muda, ada Oom Lukas, Suharno, Nil Maizar dan Sartono Anwar. Bagaimana sosok Janur di mata kamu? Kaya bapak angkat lah buat saya. Dulu saya lama juga tinggal di rumahnya, sampai selesai Porda Jabar (2007) kalau

tidak salah. Walaupun saya di tim lain, saya tetap komunikasi dan sharing juga sama beliau. Dan waktu saya ada masalah pun, dia selalu memberi masukan. Dan sampai terakhir dia suruh saya datang ke sini (Persib) juga, dia kasih masukan yang betul-betul menyentuh. Sampai nasehat yang harus mengubah sikap tempramen saya itu. Pokoknya bijak lah buat saya. Dia mengajarkan bagaimana cara bermain bola semasa dia muda, caracara melewati lawan, teknik skill dia di lapangan itu suka dikasih tau. Jadi banyak memberi ilmu juga. Cara-cara dia untuk berlari, menggiring bola, dia itu selalu kasih tau saya. Lalu bagaimana pandangan kamu terhadap tim Persib saat ini? Kita optimis. Bukan berarti tahun kemarin tidak optimis dan tahun sekarang karena saya masuk jadi optimis. Saya lihat sekarang optimis. Optimis dengan tim yang ada. Optimis dengan tim yang ada. Karena semua pemain mau kerja keras. Semua kompak, tidak ada membedabedakan junior atau senior, semuanya sama. Dari hal-hal seperti itu, kita bisa membangun tim yang kokoh. Terkait kepergian Sergio van Dijk, bagaimana komentar kamu?

Ya disayangkan juga. Ketika tim sudah dibentuk, dia keluar di tengah jalan. Sebenarnya sih sayang dia secepat itu. Harusnya dia bisa bertahan 1 tahun lagi. Tapi kita tidak usah bertumpu pada satu orang. Persib banyak pemain yang berkualitas, mau itu pemain muda atau senior, semua punya kualitas. Dan semua punya kesempatan untuk bisa bersaing di situ. Bukan karena satu orang tim ini bisa berjalan, tapi walaupun tidak ada satu orang, masih ada pemain lain yang bisa. Padahal permainan kamu dan Sergio sudah padu? Ya, enak sekali. Karena saya lihat tipikal dia. Dia tidak punya kecepatan, tapi punya finishing yang bagus. Saya sebagai pengumpan, enak sekali. Makanya saya bilang saya mau manjain dia. Tapi kita juga sekarang punya Coulibaly (Djibril Coulibaly). Dia juga tahun kemarin sama cetak 21 gol, bagus. Terakhir, apa masukan kamu untuk pemain muda di Bandung yang mau jadi pesepakbola profesional? Harus berani aja. Harus berani keluar mencari ilmu. Ilmu itu bukan hanya di Bandung. Kita cari ilmu di luar, nanti juga hati pasti mau balik lagi ke Persib.

40

Januari 2014 | Simamaung.com


hasil tarung

Ferdinand dan Tantan dikawal pemain DC United.

Persib Bandung berhasil meraih kemenangan atas tamunya, DC United dalam laga persahabatan internasional di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Jumat (6/12) malam. Pasukan Maung Bandung tertinggal lebih dulu. Namun berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1. Persib turun tanpa dua striker, Sergio van Dijk dan Djibril Coulibaly. Sergio memang sudah 4 hari terakhir absen latihan. Ketidakhadirannya pun tersangkut dengan kabar akan hengkangnya pemain Indo-Belanda tersebut. Sedangkan Djibril, selain kondisi fisiknya belum prima pasca terserang gejala demam berdarah, pada latihan terakhir mengalami cedera ringan di betis kanannya. Pelatih Persib Jajang Nurjaman menurunkan formasi 4-4-2. Menempatkan Ferdinand Alfred Sinaga dan Tantan sebagai ujung tombak. Janur pun memasang pemain seleksi asal Montenegro, Vladimir Vujovic. Kedua tim langsung memperagakan permainan cepat begitu wasit Thoriq Alkatiri meniup peluit kick off. Namun hingga 15 menit pertama, bola banyak bergulir di lapangan tengah. Masing-masing tim belum berhasil melepaskan tendangan ke arah gawang. Menit 19, M Ridwan menceploskan bola ke gawang DC United yang dijaga Andrew Dykstra. Namun gol tersebut dianulir karena wasit menilai Ridwan berada dalam posisi offside. Dua menit kemudian, gawang I Made Wirawan kebobolan. Berawal dari sepak pojok yang diteruskan sundulan Michael Seaton. Bola berhasil diblok Made namun membentur badan Ahmad Jufriyanto dan bersarang di gawang sendiri. Persib tertinggal 0-1. Tembakan ke gawang Persib yang pertama terjadi pada menit 32. Sayang, tendangan Konate Makan dari luar kotak penalti terlalu mudah dibaca kiper. Kali kedua, Konate tidak menyia-nyiakan kesempatan. Pemain asal Mali ini melakukan eksekusi dengan cara yang sama, tendangan dari luar kotak penalti. Bola tendangan Konate meluncur deras dan tidak tertahan kiper DC United. Skor imbang, 1-1, bertahan hingga waktu turun minum. Di awal babak kedua, tim asuhan Ben Olsen lebih banyak beroperasi di daerah pertahanan Persib. Terlihat dari jumlah tendangan sudut. DC United mengeksekusi 6 sepak pojok. Pun dengan percobaan tendangan ke arah gawang 1 kali dan 2 kali tendangan melenceng. Namun semua usaha itu tak menghasilkan gol. Memasuki menit 60, giliran Firman Utina dan kawan-kawan yang menekan pertahanan tim milik pengusaha Indonesia, Erick Thohir ini. Usaha Persib berbuah manis pada menit 70. Mendapat umpan dari Tantan, Firman melepaskan tendangan melengkung dan tidak tertahan Andrew Dykstra. Persib berbalik unggul sekaligus memenangi pertandingan bertitel Battle of The Stars ini dengan skor akhir 2-1.

Pertandingan Ujicoba Stadion Si Jalak Harupat - 06.12.13

Persib 2 dc united 1 Konate 38, Firman 70

Seaton 20

Persib:

Made, Jupriyanto, Vujovic, Tony, Supardi, Konate, Hariono, Ridwan, Firman (C), Tantan, Ferdinand. Cadangan: Shahar, Natsir, M Agung, Abdurahman, Jajang S, Atep, Taufiq, Sigit.

DC United:

Dykstra, Korb, Shanosky, White, Kemp, Porter, Jefrey, Neal (C), Doyle, Silvia, Seaton. Cadangan: Willis, Lee, Kalungi, Jhonshon, Vercollone, Callahan, Spitz, Martin, Townsend.

statistik tarung shot on goal shot off goal corners offsides fouls

4 9 7 4 7

4 9 9 1 15

"Pemain depan kerja bagus, pemain tengah mengimbangi ball possession mereka, dan di belakang juga disiplin,� JAJANG NURJAMAN. 42

Januari 2014 | Simamaung.com


Firman Utina melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang DC United. Gol Firman menjadi penentu kemenangan Persib Bandung atas DC United.

Simamaung.com | Januari 2014

43


hasil tarung

Makan Konate berebut bola dengan Zaenal Arif.

Persib Bandung mendulang kesuksesan di laga pertama babak penyisihan grup Piala Gubernur Jatim. Pasukan Jajang Nurjaman mampu mengalahkan tim tuan rumah Grup A, Persepam Madura United, dengan skor 2-1. Persib tampil dengan formasi 4-2-3-1, menduetkan penyerang yang memiliki kecepatan, Ferdinand Alfred Sinaga dan Tantan dibantu oleh M Ridwan. Sedangkan Djibril Coulibaly disimpan sebagai cadangan. Persepam tampil lebih menekan di 15 menit pertama. Tendangan bebas Michael Orah mampu ditepis kiper Persib, I Made Wirawan. Tak berselang lama giliran sundulan mantan pemain Persib, Zaenal Arif yang berdiri di depan gawang yang ditepis kiper asal Bali ini. Dan tendangan Slamet Nurcahyo dari luar kotak penalti pun dapat diamankan Made. Selepas itu, Persib mulai mendominasi permainan. Menit 20, tembakan Tantan masih bisa dihalau kiper Persepam, Syaifudin. Empat menit kemudian, sontekan Ferdinand melebar tipis ke samping gawang Persepam. Peluang lainnya adalah tendangan M Taufiq dari luar kotak penalti, namun masih melenceng dari sasaran. Menit 34, menerima umpan dari Tantan, sundulan M Ridwan yang berdiri di depan gawang pun melenceng dari gawang Persepam. Dan pada menit 41, shooting Ferdinand dari dalam kotak penalti, pun masih menyamping. Dari data statistik, Persib lebih banyak menciptakan peluang. Sayang tak ada satupun yang berbuah gol. Skor masih 0-0 di paruh pertama. Enam menit berjalan di babak kedua, coach Janur melakukan pergantian pemain. Djibril Coulibaly main menggantikan Tantan. Peluang pertama Djibril terjadi pada menit 54. Namun masih lemah dan mudah diantisipasi Syaifudin. Pemain asal Mali inilah yang memecah kebuntuan Persib. Menit 66, Djibril mencetak gol pembuka kemenangan. Menerima umpan silang Jajang Sukmara, sundulan Djibril sempat mengenai pemain lawan sebelum bersarang di gawang Persepam. Persib memimpin, 1-0. Tim asuhan Daniel Roekito ini menyamakan kedudukan pada menit 87. Alan N Kong melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Made gagal mengantisipasi bola, sehingga gawang Persib kebobolan. Satu menit menjelang bubar di waktu normal, Supardi membawa kemenangan. Umpan silangnya dari sisi kiri pertahanan Persepam, tidak terbendung Syaifudin. Gawangnya kembali jebol. Persib memenangi laga ini dengan skor 2-1.

piala gubernur jatim 2013 Stadion Gelora Bangkalan - 15.12.13

persepam 1 Persib 2 Nkong 87

Djibril 66, Supardi 89

Persepam:

Syaifudin, Denny Rumba, Abu Bakar, Fachrudin, Michael Orah, Busari, Ade Suhendra, Slamet Nurcahyo, Rossy, Issac Djober, Zaenal Arif (c) Cadangan: Firmansyah, Firly, Alan Nkong, Choirul Mashuda, Daniel, Kado Toure, Anderson.

Persib:

I Made Wirawan, Vladimir Vujovic, Ahmad Jufriyanto, Supardi, Jajang Sukmara, M Taufiq, Konate Makan, Firman Utina (c), M Ridwan, Ferdinand Sinaga, Tantan Cadangan: Shahar Ginanjar, Abdul Rahman, M Agung Pribadi, Hariono, Tony Sucipto, Atep, Djibril Coulibaly.

statistik tarung shot on goal shot off goal corners offsides fouls

5 5 3 2 9

4 8 3 8 14

"Kita jujur akui gol terjadi dari kesalahan pemain lawan. Tapi bagaimanapun gol itu tetap gol. Kita bersyukur bisa mencetak 2 gol," Jajang Nurjaman. 44

Januari 2014 | Simamaung.com


Supardi mencetak Gol penentu kemenangan ke gawang Persepam Madura United dalam pertandingan Piala Gubernur Jatim 2013 di Stadion Gelora Bangkalan.

Simamaung.com | Januari 2014

45


hasil tarung

Firman Utina dijegal pemain Persebaya Akbar Rasyid

Persib Bandung harus rela menerima kekalahan di laga kedua fase grup Piala Gubernur Jatim. Tim Maung Bandung gagal mendapat poin dari pertandingan melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Kamis (19/15) sore. Persib kalah tipis 0-1 di partai klasik menghadapi rival bebuyutannya sejak era perserikatan. Di pertandingan ini pelatih Persib Jajang Nurjaman kembali menyimpan Djibril Coulibaly di bangku cadangan. Sebagai ujung tombak, Janur hanya menaruh seorang striker, Ferdinand Alfred Sinaga. Kali ini Janur menaruh Ahmad “Jupe� Jufriyanto sebagai gelandang bertahan. Dan untuk posisi bek tengah, Janur memilih duet Abdul RahmanVladimir Vujovic. Percobaan pertama Persib di awal babak pertama terjadi lewat tendangan Konate. Makan. Namun bola sepakannya masih jauh melebar ke kiri gawang Persebaya yang dikawal Jandri Pitoy. Sedangkan kubu lawan yang dipimpin asisten pelatih Tony Ho, mendapat peluang melalui bola mati pada menit ke-6. Namun tendangan bebas Hasyim Kipuw yang mengarah ke gawang dapat diamankan kiper I Made Wirawan. Baru berjalan 15 menit, Janur dipaksa melakukan pergantian pemain. Abdul Rahman mengalami cedera. Sebagai gantinya, Janur menurunkan Hariono. Dengan pergantian ini menggeser Jupe ke posisi bek tengah dan peran gelandang bertahan diserahkan pada Hariono. Persebaya kembali menciptakan peluang. Pergerakan penyerang Pacho Kenmogne dibayangi Vujovic. Namun mantan striker Persija Jakarta ini masih bisa melepaskan tendangan dari sudut sempit di sisi kiri pertahanan Persib. Bola berhasil ditepis Made. Menit 30 Ferdinand memberikan umpan matang kepada Firman Utina. Sayang sang kapten kehilangan momen karena terlebih dahulu melakukan kontrol bola sehingga pergerakannya dihalangi kapten tim lawan Ambrizal. Bola tendangannya masih mudah diantisipasi Pitoy. Mimpi buruk bagi Persib terjadi di menit 40. Vujovic melakukan clearance yang tidak sempurna. Bola jatuh di kaki pemain pengganti, Arie Priatna yang langsung melakukan tembakan dari luar kotak penalti. Bola menuju ke pojok kanan bawah gawang Persib yang gagal ditahan Made. Persib tertinggal 0-1. Di awal babak kedua Janur pun memainkan Djibril dengan menarik keluar M Taufiq. Persib melakukan serangan bertubi-tubi di menit 55. Berawal dari tendangan bebas Jupe yang mampu diblok kiper Persebaya. Bola rebound masih dikuasai Persib. Tendangan Firman pun kembali diblok pemain lawan. Dan terakhir tembakan Supardi masih jauh melampaui gawang tim berjuluk Bajul Ijo ini. Djibril memiliki beberapa kesempatan untuk mencetak gol penyeimbang. Tetapi beberapa usahanya selalu gagal berbuah gol. Salah satunya saat tandukan pemain asal Mali ini masih melesat tipis ke atas mistar gawang di menit ke-87, setelah menerima umpan tendangan bebas Supardi. Hingga wasit Jumadi Efendi meniup peluit panjang, skor tak berubah. Persebaya menang dengan skor tipis 1-0.

piala gubernur jatim 2013 Stadion Gelora Bangkalan - 19.12.13

persebaya 1 Persib 0 Arie Priatna 40

Persebaya:

Jandri Pitoy, Ambrizal (c), Vava Mario, Novri Setiawan, Hasyim Kipuw, Akbar Rasyid, Patrick Dzeko, M Ilham, Heru Nerly, Randy Irawan, Pacho Kegmone Cadangan: Thomas R B, Ahmad Hisyam, Daniel Monchare, Greg Nwokolo, Imam Yulianto, Arie Priatna, Febry Setiadi

Persib:

I Made Wirawan, Vladimir Vujovic, Abdul Rahman, Supardi, Tony Sucipto, Ahmad Jufriyanto, M Taufiq, Konate Amman, M Ridwan, Firman Utina (c), Ferdinand Sinaga Cadangan: M Natshir, M Agung Pribadi, Hariono, Sigit Hermawan, Tantan, Djibril Coulibaly

statistik tarung shot on goal shot off goal corners offsides fouls

3 6 0 0 13

4 11 4 0 14

"Hasil akhir kita kalah dari hanya satu peluang itu satu-satunya kali. Yang lainnya ga ada serangan apaapa Aman banget tuh lapangan pertahanan kita. Tapi dengan satu serangan kita kalah,� JAJANG NURJAMAN. 46

Januari 2014 | Simamaung.com


Djibril Coulibaly gagal memberikan kemenangan untuk Persib dalam pertandingan Piala Gubernur Jatim 2013 di Stadion Gelora Bangkalan.

Simamaung.com | Januari 2014

47


tuturut munding

FOLLOW AKUN TWITTER INI

KUIS MAUNG 2

1

3

www.simamaung.com | @simamaung | facebook.com/simamaung

Info kota Bandung

@infobandung @stasiunbandung @KomunitasAleut @relawan_bdg @aksibandung @BandungReview @ClickBandung @jobsbandung @rumahcemara

Sunda Pisan

Akun Media Persib

@infobobotoh @persibofficial @persib @mengbal @persibholic @persibonline @komikpersib @suarabobotoh @aingpisandotnet @bobotohcoid @persib_mania

Rekanan Simamaung

@maicih @invictusnews @Hooligans12th @gigsplay @redsdipothebest @raxushoes @ipaymu @mainbasket @BandungUtama @GarudaBdg @jobsbandung @BandungUtama @GarudaBdg

PERSIB BANGET

Kota Tetangga

@infojakarta @infobogor @infotasik @infogarut @infocirebon @mypangandaran @inforancaekek @sisindiran @KamusBasaSunda @BhsaSunda @KamusSunda @tweeturangsunda @GeuraJawab

statistik sepakbola

@panditfootball @bolalob

walikota Bandung dan gubernur kita tercinta

@ridwankamil @heryawan

Sponsor Simamaung

@officialvpc @VikingBali @vikingjakarta @BobotohKaskus @vikingtng @VikingTNG_Shop @bomberpusat @maunggeulis @vikingcyber @BobotohOnTweet @vikingcampaka @vikingpekanbaru @vikingborneo @vikingyogya @viking_papua @VikingMalaysia @bobotohsmk @vikinggreen @soalbobotoh @hooliganbdg @OfficialMyPRIDE @VIKING_INDO @Viking_Pagarsih @Viking_Boys @vikinglombok @VikingLpkia @hooliganbdg @LalajoPersib @katabobotoh @bomber_online @vikingcidahu_ @bobotohweekend @VikingMaranatha @persib_pride

@alwayshonda @Qwordsdotcom tempat kami menitipkan domain dan server, tempat yg cocok buat yg sedang mencari domain dan hosting untuk membuat website @simamaungTV pusat info siaran live dan siaran tunda kegiatan tim Persib, channel TV dan video simamaung @jadwalmaung akun khusus jadwal tim Persib Bandung

1 KUMIS MANA

Bentuk kumis mana yang sebenarnya dari foto Moses diatas?

2 KLUB SIAPA Siapa nama pemain yang pernah bermain untuk klub-klub yang berurutan di bawah ini: Sriwijaya Persib Bandung

PSMS Persisam

3 CARI NAMA MANTAN Cari Nama-nama Mantan Pemain Persib dari susunan huruf dibawah ini:

Media di Bandung

@produabdg @pikiran_rakyat @tribunjabar @inilahjabar @MGT_RADIO @klcbs @RaseFM @galamedia @ardanradio

Jawaban ada di halaman 52 Simamaung.com | Januari 2014

49


arena bobotoh

Tahun Baru dan Harapan yang Berdebu Penulis @ hevifauzan

P

otensi manusia untuk mempunyai akal melahirkan konsep bernama harapan dalam hidup mereka. Manusia hidup berlandaskan harapan-harapan yang mereka inginkan. Harapan untuk hidup lebih baik atau harapan untuk berjodoh dengan kenyataan yang diinginkan. Dengan segala harapan dan kerja kerasnya, manusia mempunyai potensi untuk sekedar menunggu atau bergerak mewujudkan harapan-harapan mereka. Hari Rabu, 1 Januari 2014 kemarin, penduduk bumi merayakan pergantian tahun untuk ke sekian kalinya. Tahun 2014, begitulah sistem kalender miladiyah atau masehi mencatatnya. Pergantian yang disambut dengan gegap gempita, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Betapa tidak, tahun baru bagi sebagian manusia berarti peruntungan dan harapan yang baru. Pergantian tahun kali ini bagi pendukung Bobotoh Persib Bandung

disambut dengan nyala api semangat baru. Semangat untuk menyambut harapan yang sebenarnya lama, kembali menjadi juara. Januari 2014 telah tiba. Ini berarti, liga yang ditunggu akan segera tiba. Bagi bobotoh, pergantian tahun berarti bertambahnya waktu sebuah penantian. Sembilan belas musim sudah, Persib berjuang tanpa membawa gelar juara. Jika Persib mempunyai sebuah lemari untuk memajang piala-piala, maka spasi piala liga akan sudah usang, sunyi, berdebu, dengan sepasang laba-laba yang merajut rumah mereka dengan sukacita di sana. Musim 2013 adalah musim terakhir, dimana harapan bobotoh supaya Persib menghadirkan kembali tropi juara liga ke kota Kembang kembali kandas. Entah salah di mana memang. Sederet pemain timnas dan top Indonesia kembali gagal melabuhkan kapal besar, tua, nan tradisional bernama Persib di pelabuhan

juara. Mungkin kesalahan ada di sistem navigasi kapal, cara membaca peta, salah menerka arah angin, dan lain sebagainya. Yang jelas, bongkahan karang dan gelombang baru yang terus berganti di setiap musim selalu gagal untuk ditaklukan, dengan cara yang sama. Seperti halnya alam Parahyangan yang tercipta saat Tuhan tersenyum, bobotoh juga merupakan ciptaan istimewa. Mereka tetap begitu tegar untuk bertahan dan mendukung ke manapun Persib melangkah, walaupun kekalahan dan kegagalan kerap menerpa. Mereka tahu, kekalahan dan kegagalan dalam sepakbola begitu menyakitkan. Tapi hal itu hanya untuk sementara, dan bobotoh kembali bersemangat dan bangkit karena tahu akan selalu ada harapan di setiap pergantian musimnya. Mereka tahu, kesakitan sejati adalah saat kehilangan harapan. Selamat Tahun baru 2014 :D

50

Januari 2014 | Simamaung.com


popotoan

Nonton Bareng

Nobar Viking Satria Purwokerto

persib bandung vs dc united

Viking Rafflesia

Nobar Viking Satria Purwokerto

Nobar Viking Satria Purwokerto

viking banjarnegara, jateng Kirim foto Anda dengan tema Persib Bandung via email ke magz@simamaung.com atau kirim ke Jl. Karawitan 28A 2nd floor, Buah Batu, Bandung. Semakin tajam dan unik foto Anda, peluang dimuat semakin besar.

Simamaung.com | Januari 2014

51


ngomen

PertandinganPramusim Pramusim menjadi salah satu titik penting dalam keberlangsung sebuah tim untuk menjalani kompetisi penuh. Pertandingan ujicoba bisa mengukur kekuatan tim, baik dari segi teknis maupun mental. Terlebih ketika mendapat kesempatan untuk berhadapan dengan calon lawan di kompetisi dalam pertandingan ujicoba pramusim. Pun ketika mendapat peluang main di luar kandang. Bagaimana tanggapan bobotoh mengenai kinerja tim Persib Bandung dalam ujicoba pramusim? Berikut beberapa komentar dari bobotoh.

Bassist Kuburan Band

Rafli Allatief

26 tahun, Pegawai Swasta

Fina Fitriana Dewi

26 tahun, Pegawai Bank Swasta

Menurut saya Persib waktu lawan DC United permainan lebih terorganisir, semangatnya greget. Jadi setiap pemain teh lebih yakin ketika harus bertahan dan menyerang. Tapi balik lagi, Persib mah jago kandang. Lawan Persepam dan Persebaya permainannya ga sebagus lawan DC. Mental bertanding di away yang belum bagus. Kayanya harus ada pembinaan mental biar pemain semangat terus. Karena menurut saya pemain bagus bisa jadi ga bagus kalau kurang kepercayaan diri. Justru kalau pemain biasa-biasa tapi punya percaya diri dan mental bagus, bisa maksimal di lapangan. Strateginya pelatih juga, kalau lagi deadlock seperti pas lawan Persebaya, alternatif strateginya harus cepat. Strateginya juga jangan mudah terbaca. Tapi progresnya juga ada. Penguasaan bola bagus. Transisi dari menyerang ke bertahan dan sebaliknya udah cukup bagus. Kalau kata saya sih kerjasamanya aja yang harus ditingkatin lagi. Pemainnya harus lebih deket dan saling mengenal lebih baik di luar lapangan. Biar kompak. Jadi itu kan bisa kebawa ke lapangan juga. Dan pemain kayanya jangan terlalu dimanja. Saya denger kemarin-kemarin Pak Umuh (Umuh Muchtar-Manajer Persib) mau mundur, tapi engga kan ya. Itu juga bagus karena kayanya bikin pemain juga lebih semangat. Tapi jangan terlalu dimanjain. Kalau menang dan dikasih bonus mah kan udah biasa, tapi yang saya tau pemain juga sering diajak makan kemana-mana. Kalau menurut saya mah itu terlalu dimanjain dan jadi ga fokus ke latihan. Terus kalau permainannya, kayanya masih lebih sering nyerang dari kiri, lebih dominan. Kanannya masih belum keliatan. Dan di tengahnya kayanya masih sering kosong. Jadi lawan bisa bebas main di tengah. Itu aja sih. Paling sama peluang yang masih banyak ga jadi gol. Itu juga harus diperbaiki, sama tingkatin kerjasama dan komunikasi pemain. 1. Gambar No.1 2. Patricio Jimenez 3. ACENG JUANDA, JULIO LOPEZ, NYANGNYANG, MUNADI, M YUSUF, PERI SANDRIA

52

jawaban

Denny Rahmat R

Dari 3 pertandingan ujicoba Persib yang saya tonton, saya sedikit memberikan nilai lebih untuk pemain tengah Persib yah. Saya kira pemain tengah Persib cukup mumpuni untuk mengarungi beras yah, eh salah maaf maksudnya mengarungi kompetisi musim depan. Betapa tidak, lihat saja ketika lawan DC United, terlepas dari DC United nya yang kurang bertenaga (mungkin yang maen harusnya AC united kali yah biar lebih nyetrum *heu euh weh da listrik). Pemain tengah Persib mampu menekan dan menguasai jalannya pertandingan. Begitu pun ketika tour Jatim, geus hade weh lah tengah na mah... Nah kekurangan Persib menurut saya adalah yang kesatu penyerang, Ferdinand Sinaga sudah bagus cuma bukan goalgetter. Sehingga ketika dia sudah ngacak-ngacak lawan, pas mau ngumpan eehhh tidak ada siapa-siapa di depan. Jadi di depan, untuk menemani Sinaga, Persib harus punya striker bertype "eh si eta ujug ujug aya didinya euy!!!". Kekurangan kedua adalah belakang, kedatangan bek asal Eropa berinisial V (padahal emang ga hapal namanya, sieun salah) belum terasa bagus, bahkan satusatunya peluang dan gol Persebaya ketika itu adalah kekurang-cekatannya V dalam membuang bola. Mudah-mudahan nanti V bisa menunjukan skillnya nya yah. Sok sing jagjag mang, didoakeun kusayah. Mungkin seperti itu dari saya. Sebuah masukan dari saya untuk Persib adalah buat para pemaen perbanyaklah makan-makan bareng bobotoh yah. Selain biar akrab, juga biar ketika main, pemain mempunyai rasa memiliki Persib yang tinggi. Jadi maen pake hati. Dijamin moal gampang leuleus. HIDUP PERSIB!! WE'LL STAY BEHIND YOU!!!

Januari 2014 | Simamaung.com



MAUNG Volume 2