Page 18

Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

18 Rabu, 1 Desember 2010

M E T R O

T A N J U N G P I N A N G

Kejati Kepri Tanam 250 Pohon TANJUNGPINANG — Jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri melakukan kegiatan penanaman 250 pohon di lingkungan Kantor Kejati Kepri yang baru di Senggarang, Selasa (30/11). Kegiatan ini bagian dari aksi gerakan tanam 1 miliar pohon atau yang dikenal dengan istilah OBIT (One Billion Indonesia Trees for the World). Selain Kepala Kejati Kepri Jhoni Ginting, kegiatan penanaman pohon ini juga diikuti Gubernur Kepri H Muhammad

Sani, Walikota Tanjungpinang Suryatati A Manan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjungpinang Amran, Komandan Kodim 0315 Bintan Letkol Joko Slamet, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kepri, Said Jaafar serta sejumlah muspida dan jajaran pegawai di Kejati Kepri. Gubernur Kepri HM Sani mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini merupakan sebagai salah satu upaya menciptakan kondisi lingkungan yang hi-

jau, sehat dan segar di masingmasing lingkungan perkantoran yang baru, maupun di berbagai kawasan di Kepri yang terlihat mulai gersang dari jenis tumbuhan. Di samping itu, juga sebagai salah satu upaya pencegahan atas kondisi alam yang akhir-akhir ini mulai rusak. “Harapan saya kepada sejumlah masyarakat di Kepri, agar terus melakukan penanaman pohon di lingkungannya masing-masing. Tapi, hendak-

nya tidak hanya sekedar melakukan penanaman pohon seperti secara seremonial ini saja,” kata Sani. "Di samping menanam, juga harus dilakukan perawatan dan sebagainya agar pohon yang ditanam tumbuh subur dan memberi manfaat bagi lingkungan kita," ujar Sani. Sejauh ini, kata Sani, di seluruh wilayah Provinsi Kepri, terkait program OBIT, telah tertanam sebanyak 1 juta pohon. (hk/fl)

Bawa Ganja 17 Kg

WN Singapura Dituntut 18 Tahun TANJUNGPINANG — Amran alias Ifan (47), Warga Negara (WN) Singapura dituntut 18 tahun penjara, denda Rp5 miliar subsider 6 bulan kurungan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (29/ 11). Amran adalah tersangka pembawa ganja seberat 17 kilogram yang ditangkap anggota Polresta Tanungpinang di Jalan Sukarno Hatta, Gang Tenggayun, Minggu (30/5) silam. Sidang dipimpin Majelis Hakim Rustino didampingi T MarSambungan dari hal.17 pergaulan dan melatih jiwa kepemimpinan, berkecimpung di organisasi sosial, kata Agus, berguna untuk memu-

Sambungan dari hal.17

tahun penjara. Selain Gafar, turut pula mantan pemegang kas bendaharawan Adi Purwanto yang divonis 1 tahun 6 bulan oleh Mahkamah Agung (MA). “Dalam penanganan setiap perkara, apa lagi masalah dugaan kasus korupsi, bila cukup memenuhi unsur dan bukti yang kuat, maka hal itu akan segera kita selidiki,” ucap Amran saat ditemui wartawan di sela kegiatan penanaman pohon di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri yang baru di Senggarang, Selasa (30/11). Terkait dugaan keterlibatan 25 mantan anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Amran menyatakan akan mempelajari Sambungan dari hal.17

dengan bertani. Kalaupun ada sedikit sekali, atau itu-itu saja orangnya," kata Fredi, Selasa (30/11). Mantan eksportir sayurmayur ke negara Singapura ini merasa, potensi pertanian di Bintan dan Tanjungpinang

bun dan Fahren tersebut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Adi Prabudi menyatakan terdakwa diduga terbukti bersalah melanggar pasal 111 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1) tentang kepemilikan dan penguasaan narkotika golongan satu. Atas tuntutan itu, terdakwa melalui Penasehat Hukum (PH) Agusetyawan akan segera mengajukan pembelaan (eksepsi) pada sidang yang akan datang. Sebelum dituntut, JPU lebih dulu membacakan terhadap yang memberatkan terdakwa, karena

perbuatannya diduga dapat merusak masa depan bangsa. Hal lain, terdakwa juga selalu berbelit dan tidak mengakui semua perbuatanya di dalam sidang. Sedangkan yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, bersikap sopan, serta masih bisa untuk memperbaiki dirinya. Menurut JPU, perkara ini berawal dari laporan masyarakat kepada Satuan Narkoba Polresta Tanjungpinang setelah melihat tingkah laku Amran yang me-

mindahkan 17 bungkusan dari kotak kardus ke dalam bekas karung semen di halaman rumah Hebo (belum ditangkap), rekannya di Jalan Sukarno Hatta, Gang Tenggayun sekitar pukul 19.30 WIB. Atas informasi tersebut, Polisi langsung terjun ke lokasi dan mengamankan terdakwa. Dari hasil penyelidikan di lapangan, ternyata 17 bungkusan lakban yang tengah dibawa terdakwa saat itu merupakan narkotika jenis ganja. (hk/fl)

Senang Berorganisasi puk dan meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama. "Mari kita berusaha menjadikan diri kita untuk lebih

aktif di dalam mengisi pembangunan. Dengan dimulai dari diri dan berusaha untuk meningkatkan lagi hal-hal

yang belum pernah kita lakukan, yakni membantu sesama kita yang sedang membutuhkan," ucapnya.(hk/40)

Kejari Segera lebih dulu isi putusan MA tentang vonis Gafar Walid dan Adi Purwanto. “Kebetulan pada awal kasus tersebut mencuat dan disidangkan di Pengadilan Tanjungpinang, saya belum menjabat sebagai Kajari Tanjungpinang. Makanya untuk menindak lanjuti hal tersebut, diperlukan penyelidikan yang lebih dalam lagi guna diambil langkah-langkah berikutnya,” ujar Amran. Soal Gafar Walid dan Adi Purwanto, Amran menegaskan, dalam waktu dekat akan segera melaksanakan eksekusi terhadap kedua terdakwa. "Eksekusi (penahanan) ter-

hadap Gafar Walid dan Adi Purwanto akan segera kita lakukan paling lambat dalam beberapa hari ini,” imbuh Amran. Di tempat yang sama, Walikota Tanjungpinang Suryatati A Manan menyatakan bahwa secara pribadi Gafar Walid telah menghadap dan melaporkan atas status vonis yang dijatuhi oleh MA kepadanya. Untuk mengisi masa transisi kekosongan jabatan Kepala BKD, akan diisi oleh pejabat yang berada setingkat di bawahnya. “Beliau (Gafar) secara pribadi menyatakan kepada saya, telah siap untuk menjalani atas putusan MA tersebut. Namun secara struktural di masa tran-

sisi, jabatannya (Kepala BKD) akan digantikan oleh pejabat yang ada di bawahnya,” tutur Suryatati. Dihubungi terpisah, Humas Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang Joko Saptono menyebutkan, telah menyerahkan surat penetapan MA kepada pihak-pihak terkait, termasuk Kejaksaan sebagai pelaksana eksekusi terhadap mereka yang divonis bersalah tersebut. “Tugas kita hanya sebagai penerima dari salinan putusan MA tersebut untuk diteruskan ke pihak-pihak yang terkait. Hal itu telah kita laksanakan hari Senin (29/11) kemarin," ungkap Joko. (hk/fl)

orang susah (miskin). Kalau pola bertaninya kita begitubegitu saja, memang petani akan identik seperti yang kita pikirkan. Tapi kalu kita bertani dengan cara yang lebih modern, tentu pola pikir yang melemahkan itu akan sirna

dengan sendirinya," kata Fredi. Fredi mengaku menghentikan usaha ekspor sayur ke Singapura karena kuantitas yang dikirim setiap waktunya semakin berkurang. Sementara biaya pengiriman ke Singapura semakin tinggi. (hk/bs)

Petani Tidak belum dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Padahal, dukungan dari pemerintah sudah cukup baik untuk mengembangkan sektor ini. "Ubahlah pemikiran itu. Petani tidak identik dengan

Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

Perempuan Rentan Terserang Penyakit Jantung TANJUNGPINANG — Penyakit jantung dan pembuluh darah menjadi penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Sejauh ini, resiko penyakit jantung paling rentang dialami oleh kaum perempuan terutama bila memasuki masa menopause atau tua. Demikian disampaikan DR Santoso Karo-Karo SPJ (K) yang menjadi narasumber seminar sehari tentang kesehatan jantung dan etika komunikasi yang baik, yang digelar Seksi Parompuan Huria (SPH) HKBP Tanjungpinang, di Hotel Sampoerna Jaya, Tanjungpinang, Senin (29/11). Menurut Santoso, golongan penyakit jantung ditimbulkan oleh faktor-faktor resiko, terutama dilandasi oleh gaya hidup. Beberapa faktor resiko penyakit jantung antara lain riwayat keluarga kandung atau faktor genetik, usia, merokok, darah tinggi, kencing manis, obesitas atau kelebihan berat badan dan sebagainya. "Perokok juga memiliki resiko menderita penyakit jantung dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang bukan perokok. Oleh karena itu, lebih cepat berhenti merokok lebih

baik dan yang paling baik jangan merokok serta jauhi asap rokok bila ingin sehat," ujar Santoso. Santoso memaparkan, serangan jantung atau yang dikenal dengan infarik miokard terjadi akibat plak yang ada di dalam liang pembuluh darah koroner pecah. Hal ini menyebabkan bekuan yang menyumbat aliran darah ke otot jantung. Mulai 20 menit sejak terjadi sumbatan otot jantung mulai rusak dan memiliki tanda-tanda yang khas dan ada pula yang tidak. "Bila ada orang yang mengira dirinya masuk angin se/ hingga dikerok atau dipijat, kalau bisa hal ini dihindarkan dan langsung dibawa ke rumah sakit, agar segera diperiksa dan dipastikan apakah itu serangan jantung atau bukan," kata Santoso. Yang terpenting, ujar Santoso, upaya pencegahan pada hakekatnya adalah memelihara hidup yang sehat yaitu dengan mengatur pola makanan dan gizi seimbang. Enyahkan rokok, hindari stress, aktif berolahraga dan kendalikan tekanan darah. Dalam kesempatan itu, Ketua SPH Kota Tanjungpinang Tetty Siregar mengatakan, jantung merupakan kesehatan or-

gan tubuh yang lebih penting pada manusia. Begitu juga dengan etika berkomunikasi di mana di setiap lingkungan sekitar terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan agama yang saling berhubungan antara satu dengan yang lain. Seminar kesehatan jantung dan etika berkomunikasi kata Tetty bertujuan untuk menimba ilmu pengetahuan dan wawasan, sehingga nantinya dapat diterapkan pada lingkungan keluarga dan masyarakat. "Melalui seminar ini mudahmudahan kita menjadi menjadi manusia yang lebih baik, memiliki organ tubuh yang sehat, berkomunikasi yang lebih baik sehingga diharapkan menjadi perempuan yang tangguh, kreatif, inovatif, cerdas, mandiri dan produktif," kata Tetty. Seminar tersebut juga menghadirkan Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan Provinsi Kepri Pudji Astuti yang membawakan makalahnya berjudul etika berkomunikasi. Kegiatan ini diikuti 120 peserta yang terdiri dari anggota dan pengurus SPH HKBP serta utusan dari masingmasing gereja se-Kota Tanjungpinang. (hk/rz)

Dimadu, Sumiati Laporkan Suami ke Polisi TANJUNGPINANG — Sumiati, warga Jalan Pramuka, Tanjungpinang, melaporkan suaminya Halong alias Kirman (45) ke Polresta Tanjungpinang dengan tuduhan dimadu. Kata dia, suaminya kawin lagi tapa seizin dirinya sebagai isteri yang sah. Kata Sumiati, laporan tersebut telah disampaikannya ke Polresta pada 18 Oktober lalu. Namun ia mengaku kecewa karena sampai sekarang belum ada perkembangan berarti dari penyelidikan polisi terhadap kasusnya. Kepada wartawan, Selasa (30/ 11), Sumiati didampingi pengacaranya Maria Titiek Angesti menceritakan, kronologis permasalahan yang dialaminya. Menurutnya, bahtera rumah tangga yang dibinanya dengan penuh kebahagiaan selama empat tahun bersama suaminya Halong, sirna seketika oleh kehadiran seorang perempuan yang bernama Nurhayati. Tak cukup sampai di situ, suaminya pun dianggap telah berbuat dzalim kepadanya karena memaksanya melakukan hubungan suami istri secara bersama dengan Nurhayati. "Awalnya saya menolak karena merasa jijik. Tapi karena dia marah-marah dan mengan-

cam akan mengusir saya, dengan sangat terpaksa saya pun melayaninya bersama-sama dalam satu kamar dengan selingkuhannya itu," ujar Sumiati dengan linangan airmata. Sumiati mengaku, awalnya ia tidak mengetahui jika suaminya telah menikahi Nurhayati. Ia baru tahu setelah melaporkan suaminya tersebut pada polisi. Di hadapan polisi, Halong mengaku telah menikahi Nurhayati. Namun Sumiati merasa heran dan geram dengan pengakuan tersebut. Selain tidak pernah mendapat persetujuan dari dirinya, Halong mengaku menikahi Nurhayati menurut sariah Islam. Padahal, mereka adalah penganut agama Budha dan dalam kesehariannya tetap beribadah dengan cara Budha. "Apa boleh seorang laki-laki yang mempunyai dua anak dan isteri menikah begitu saja tanpa sepengetahuan dan izin dari isterinya? Dan apa bisa seorang penganut agama Budha menikah dengan cara Islam," tanya Sumiati. Meski sudah melaporkannya sejak sebulan lalu, kata Sumiati, namun sampai sekarang belum ada perkembangan berarti dari pihak Polresta Tan-

jungpinang. Suaminya pun masih bebas berkeliaran dan tidak ditahan sama sekali oleh pihak berwajib. Sementara dirinya harus menanggung biaya dua orang anak hasil pernikahannya dengan Halong. "Dia masih bebas berkeliaran, padahal sudah satu bulan lebih hal ini kita laporkan. Sementara, dalam dua bulan terakhir dia sudah tidak pernah lagi memberikan biaya untuk saya beserta anak-anaknya," katanya. Maria Titiek Angesti selaku pengacara Sumiati menambahkan, seharusnya pihak berwajib sudah melakukan penahanan terhadap Halong. Halong dengan perbuatannya dapat dijerat dengan pasal 279 KUH Pidana dan atau 284 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 7 tahun kurungan. "Karena ancaman hukumannya di atas lima tahun, kita berharap yang berwajib segera menahan Halong. Selain itu, kita juga ingin tahu apakah benar Halong menikah dengan cara Islam, padahal sebenarnya ia beragama Budha. Kita tak mau jika permasalahan agama dijadikan alasan untuk kepentingan-kepentingan tertentu," ujarnya. (hk,36/fl)

HaluanKepri 01Des10  

HaluanKepri 01Des10

Advertisement