Page 14

Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

F O K U S

14 Rabu, 1 Desember 2010

HK/ANTARA

HARI AIDS — Sejumlah perempuan yang tergabung dalam Komunitas Gaul Sehat dan Syari'i (KOGASE) seSurabaya dengan membawa poster melakukan aksi simpatik didepan gedung Grahadi, Surabaya, Selasa (30/11). Aksi simpatik tersebut merupakan aksi bentuk kepedulian para mahasiswi dan pelajar muslimah seSurabaya menyerukan solusi tuntas masalah HIV-AIDS dan free seks yaitu hanya dengan penerapan syariah dan tegaknya khilafah.

Memperingati Hari AIDS Sedunia

”J“ auhi Penyakitnya, jangan Jauhi Orangnya”

S

ETIAP memperingati Hari AIDS sedunia yang jatuh hari ini, 1 Desember 2010, selalu menjadi momentum mengevaluasi berbagai kebijakan dan program-program penanggulangan Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) secara global. Untuk Kota Batam, upaya pencegahan penularan virus berbahaya ini masih harus selalu ditingkatkan. Pasalnya, jumlah penderita yang terdeteksi terus mengalami peningkatan.

Jumlah penderita HIV/ AIDS meningkat setiap tahunnya meskipun telah diupayakan pencegahan dan penanggulangan di seluruh dunia dengan pembagian kondom, klinik Voluntary Counselling Test (VCT) hingga terapi Anti Retro Viral (ARV). Namun penyakit yang sampai saat ini belum ditemukan obatnya tersebut terus memakan korban. Dari catatan UNAIDS/WHO tahun 2008, terdapat dua juta orang di dunia meninggal dunia akibat HIV/AIDS. Satu orang meninggal akibat AIDS setiap 15 detik. Sedangkan di Indonesia, diperkirakan 270 ribu orang telah terinfeksi HIV. Nah, bagaimana dengan Kota Batam yang terkenal dengan dunia malam dan

pergaulan bebas remajanya ? Berdasarkan data dari Kesekretariatan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Batam, untuk tahun 2010 (Januari – Oktober), terdapat 220 kasus HIV (laki-laki 120, perempuan 100), 105 AIDS (laki-laki 68, perempuan 37), dan 38 meninggal dunia (laki-laki 21, perempuan 17). Diperkirakan penderita HIV/AIDS ini akan terus meningkat hingga pengujung 2010. Menurut Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Batam, Pieter P Pureklolong dalam siaran pers kepada Haluan Kepri, Selasa (30/11), penyakit HIV ibarat fenomena gunung es, karena kenyataan yang ditemui di

lapangan hanya menunjukkan sebagian kecil, namun realitas yang lebih utuh jumlahnya bisa lebih banyak. Dikatakan, saat ini Batam (Kepri) merupakan wilayah keenam di Indonesia dengan kasus serta perkembangan epidemi HIV/AIDS tertinggi setelah Papua, DKI Jakarta, Bali, Jawa Barat, dan Jawa Timur. " Perkembangan kasus HIV yang terkonsentrasi di wilayah beresiko tinggi seperti lokalisasi, tempat hibutan malam, dan pada para pengguna napza suntik," papar aktivitas yang sering menjadi mensosialisasikan bahaya AIDS ke sekolah-sekolah ini. Menurutnya, bertambahnya pengidap baru HIV di satu sisi patut disesali,tapi di sisi lain menunjukkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri ke klinik semakin meningkat. Para pengidap baru yang ditemukan sebenarnya sudah lama mengidap HIV. Hanya, baru akhir-akhir ini mereka mau memeriksakan diri sehingga diketahui kalau menderita HIV. “Masih banyak masyarakat yang termasuk resiko tinggi terkena HIV belum mau

Sekilas Tentang Hari AIDS Sedunia HARI AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember diperingati untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV. Konsep ini awalnya digagas pada Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia mengenai Program-program untuk Pencegahan AIDS pada tahun 1988. Sejak saat itu, ia mulai diperingati oleh pihak pemerintah, organisasi internasional dan yayasan amal di seluruh dunia. Hari AIDS Sedunia pertama kali dicetuskan pada Agustus 1987 oleh James W. Bunn dan Thomas Netter, dua pejabat informasi masyarakat untuk Program AIDS Global di Organisasi Kesehatan Sedunia di Geneva, Swiss. Bunn dan Netter menyampaikan ide mereka kepada Dr. Jonathan Mann, Direktur Program AIDS Global (kini dikenal sebagai UNAIDS). Dr. Mann menyukai konsepnya, menyetujuinya, dan sepakat dengan rekomendasi bahwa peringatan pertama Hari AIDS Sedunia akan diselenggarakan pada 1 Desember 1988. Sejak dibentuknya

hingga 2004, Program Bersama PBB untuk HIV/ AIDS (UNAIDS) memimpin kampanye Hari AIDS

Sedunia, memilih tema-tema tahunan melalui konsultasi dengan organisasi-organisasi kesehatan global lainnya. Sejak 2008, tema Hari AIDS Sedunia dipilih oleh Komite Pengarah Global Kampanye Hari AIDS Sedunia setelah melalui konsultasi yang luas dengan banyak pihak, organisasi dan lembaga-lembaga pemerintah yang terlibat dalam pencegahan dan perawatan korban HIV/AIDS. Untuk setiap Hari AIDS Sedunia dari 2005 hingga 2010, temanya adalah "Hentikan AIDS, Jaga Janjinya", dengan sebuah sub-tema tahunan. Sementara seruan yang

akan terus dikumandangkan adalah : "STOP AIDS, TINGKATKAN HAK DAN AKSES PENDIDIKAN UNTUK SEMUA" Tema peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2010 telah ditetapkan secara internasional oleh PBB yaitu Universal Access & Human Right. Untuk Indonesia, tema tersebut diterjemahkan menjadi Akses Universal dan Hak Asasi Manusia. Tema tersebut mempunyai makna bahwa perlindungan hak asasi manusia adalah sesuatu yang fundamental dalam memerangi pandemi HIV dan AIDS secara global. Pengabaian pemenuhan hak asasi manusia akan memicu terjadinya penyebaran HIV yang tidak terkontrol dan akan menempatkan populasi kunci dalam kelompok yang terpinggirkan serta berpotensi meningkatkan mata rantai penularan. Dengan mempromosikan pemenuhan hak asasi manusia, maka orang yang terinfeksi HIV hidup bebas dari stigma dan diskriminasi sehingga jumlah infeksif baru akan makin dapat ditekan karena semakin banyak mata rantai penularan HIV yang dapat diputus dan bisa dicegah. (hk/db)

Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

memeriksakan diri,sehingga mereka tidak mendapatkan penanganan jika ternyata memang terjangkit penyakit mematikan itu,”ujarnya. Ia menjelaskan, penemuan pengidap HIV baru bisa menjadi upaya untuk menekan kasus.“Ketika penderita baru ditemukan akan diikuti dengan langkah pengobatan,”ucapnya. Tindakan pengobatan diharapkan membuat pengidap tidak menularkan penyakitnya kepada orang lain. Meningkatnya jumlah penderita HIV dipicu ketidaktahuan bahwa dia sudah tertular virus tersebut. ”Akibat ketidaktahuan tersebut, penderita secara tidak sadar telah menularkan ke pasangannya sehingga penularan HIV semakin cepat. Hasilnya, HIV menjangkiti ibu rumah tangga dan anak-anak,” tutur Pieter. Kondisi ini menyebabkan banyak pasien terdiagnosis dalam keadaan stadium lanjut dan menyebabkan kematian. Peduli HIV AIDS Banyaknya tempat hiburan malam, pola dan gaya hidup hedonis dan konsumeristis menjadikan HIV/AIDS pun muncul sebagai ancaman yang

serius bagi masyarakat Batam. Karena itu, Peter mengajak semua pihak untuk peduli terhadap HIV & AIDS yang dimulai dengan menghindari perilaku berisiko. Dimana, tidak melakukan seks bebas, setia pada pasangan, gunakan kondom, hindari narkoba, terutama narkoba suntik, dan terakhir berikan pendidikaninformasi tentang HIV/ AIDS Sedini mungkin kepada seluruh masyarakat. "Lima pesan ini merupakan langkah preventif (pencegahan) agar terhindar dari infeksi HIV," ujarnya. Dijelaskan, bagi pekerja seks, waria, gay, lelaki seks lelaki lainnya (GWL) dirancang program yang disebut PMTS (Pencegahan Penularan HIV/AIDS Melalui Transmisi Seksual). Sedangkan untuk para pengguna napza suntik diterapkan program HR (Harm Reduction atau pengurangan dampak buruk akibat napza suntik), PTRM (Program Terapi Rumatan Methadon sebagai program subtitusi dari suntik ke oral), hingga program rehabilitasi penderita narkoba suntik. Sedangkan untuk Ibu hamil ada

program yang disebut PMTCT (Prevention from Mother To Child Transmition) atau Pencegahan Transmisi dari Ibu ke Anak. "LSM Peduli AIDS yang berada pada garis depan penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia, tak terkecuali di Batam, terus menggalang kerjasama dengan berbagai pihak," paparnya. Ditambahkan, sampai saat ini para ahli kesehatan masih sepakat bahwa belum adat obat untuk menyembuhkan HIV/AIDS. Anjuran untuk mengkonsumsi ARV bertujuan mencegah virus berkembang-biak dalam tubuh. Fungsinya menahan laju perkembangan virus, bukan untuk

menyembuhkan. HIV katanya, tidak menular melalui cara-cara yang lain selain tiga cara (darah, cairan kelamin, dan air susu ibu). Aktifitas rutin seseorang di tempat kerja, di rumah, di tempat rekreasi di manapun bersama dengan orang yang terinfeksi HIV tidak akan menjadikan dia tertular HIV sejauh tidak berkaitan dengan darah , cairan kelamin, dan air susu ibu. “Jauhi penyakitnya, jangan jauhi orangnya” menjadi prinsip dalam pelayanan, dan mengkampanyekan agar masyarakat mengikis stigma dan diskriminasi terhadap penderita," tutup Peter. (hk/li/r)

HK/DOK

KAMPANYE pencegahan penularan virus HIV AIDS terus digalakan namun setiap tahun jumlah penderita semakin meningkat.

AIDS Merambah ke Masyarakat Umum DATA dari Kesekretariatan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Batam, menyebutkan, tahun 2003 – 2006 adalah Concentrated Level of Epidemic, perkembangan kasus HIV yang terkonsentrasi di wilayah beresiko tinggi seperti lokalisasi, tempat hibutan malam, dan pada para pengguna napza suntik (penasun). Namun tahun 2007 sampai sekarang penularan kasus HIV sudah mulai masuk ke dalam kehidupan masyarakat umum seperti ibu-ibu rumah tangga dan

anak-anak. Apalagi masyarakat yang berdomosili di sekitar lokalisasi, kewaspadaan terhadap penularan penyakit HIV/Aids harus ditingkatkan meski tidak berinteraksi secara langsung. Bahaya ini juga pernah disampaikan Catur Harioyudho, dosen Sekolah Tinggi Ekonomi Pembangunan (STIEP) Tanjungpinang saat menggelar penyuluhan kesehatan tentang HIV/Aids bagi masyarakat Toapaya beberapa waktu lalu. "Penularan virus HIV

dan penyakit Aids sulit dideteksi. Namun dari pendataan pihak terkait, penyakit itu sudah sampai ke lingkungan masyarakat. Tidak hanya di dalam lokalisasi. Justru itu, masyarakat pedesaan di sekitar kawasan lokalisasi harus selalu waspada. Terutama melalui antisipasi prilaku dari kalangan generasi muda," kata Catur. Catur menyampaikan, pedesaan di sekitar kawasan lokalisasi tidak hanya cenderung tertular virus HIV dan penyakit Aids akibat pergaulan

HK/DOK

FENOMENA seks bebas yang belakangan marak terjadi di kalangan remaja merupakan salah penyebab penularan virus HIV AIDS. Tampak sekelompok orang menggelar aksi penolakan seks bebas.

bebas. Namun, generasi muda juga mudah terjerumus dengan penyalahgunaan Narkoba. Tidak heran jika saat ini narkoba sudah mencapai ke pelosok desa. "Masalah sosial itu harus menjadi perhatian dari kalangan orang tua dan kita semua. Makanya kami dari kalangan mahasiswa STIEP bekerjasama dengan PMI Bintan menggelar penyuluhan kesehatan, narkoba dan HIV/ Aids bagi orang tua. Sehingga ke depannya masyarakat lebih meningkatkan pembinaan bagi generasi dan keluarganya. Soalnya, di wilayah Bintan ada 2 lokalisasi yang perlu diwaspadai terhadap penularan penyakit HIV/ Aids dan narkoba," ujarnya. Pada kesempatan lain, Ketua STIE Pembangunan Tanjungpinang, Sari Wahyunie mengharapkan, masyarakat lebih memahami tentang gejala dan bahaya HIV/Aids serta dampak negatif dari narkoba. "Kita menginginkan seluruh masyarakat pedesaan di Bintan berprilaku hidup sehat. Karena di era sekarang kehidupan bebas mulai masuk ke daerah pelosok. Justru itu, penyuluhan dari program KKN ini kami lakukan guna mengajak masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap masalah sosial tersebut," jelas Sari. (sm/yn)

HaluanKepri 01Des10  

HaluanKepri 01Des10

HaluanKepri 01Des10  

HaluanKepri 01Des10

Advertisement