Issuu on Google+

CMYK Senin, 16 Januari 2012 21 Safar 1433 H TERBIT 24 HALAMAN NO 15/1 TAHUN KE 11 HARGA ECERAN Rp2.000,HARGA LANGGANAN Rp52.500,UNTUK LUAR KOTA TAMBAH ONGKOS KIRIM

Website: www.haluankepri.com

Izin Mal dan Hotel Diobral 84 TKI Ilegal Dicegat

BAT TAM — Di tengahBA tengah pesatnya investasi di Batam dalam beberapa tahun terakhir, terjadi kealfaan regulator di daerah ini yang cukup serius. Izin pendirian atau pembangunan mal diobral habishabisan, sehingga over kapasitas. Begitu pula izin pembukaan atau operasional hotel di ruko, juga diobral. Akibatnya terjadi bisnis yang tidak sehat, saling bunuh dan ujung-ujungnya kegiatan investasi menjadi terganggu.

B A T A M — Sebanyak 84 calon tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal dicegat dan diamankan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), di Bandara Hang Nadim, Sabtu (14/1). Rencananya TKI ilegal itu akan dikirim ke Malaysia dan Singapura. Setelah mengamankan para TKI ilegal, Kepala BNP2TKI, Jamhur Hidayat langsung melakukan sidak di Pelabuhan Internasional Ferry Batam Centre, Minggu (15/1). Menurut Jamhur, Batam merupakan pintu utama keluarnya calon TKI ilegal yang akan dikirim ke luar negeri. "Batam merupakan daerah yang sangat rawan di Indonesia bagi pengiriman TKI ilegal ke luar negeri," ujarnya didampingi Direktur Pengamanan BNP2TKI, Brigjend Bambang Purwanto, kemarin. Saat ini, 84 calon TKI diduga ilegal tersebut ditampung di Gedung Lembaga Pengawasan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LP2TKI) Batam Centre. Para calon TKI yang berasal dari Madura dan beberapa daerah di Jawa Timur ini diamankan di Bandara Hang Nadim,

Oleh: Nana Marlina, Liputan Batam

Hal itu menjadi kerisauan bagi kalangan investor. Di satu sisi, pemerintah terus mencari investor sebanyak-banyaknya. Bahkan dengan promosi ke luar negeri sekali pun. Namun di sisi, pemerintah lupa memaintenance atau merawat invetasi yang TUNDRA/HALUAN KEPRI

KOTA BATAM — Lenskep Kota Batam diabadikan di atas salah satu hotel tertinggi di Batam dengan menggunakan lensa Fisheye, Minggu (15/1). Pesatnya investasi di Batam ditandai dengan banyaknya berdiri hotel dan mal di kota ini. Namun izin pendiriannya seolah diobral.

Izin Mal Bersambung ke hlm 7

Juventus Rebut Capolista TURIN— TURIN—Juventus gagal meraih poin sempurna saat menjamu Cagliari pada giornata ke-18 Serie A, Minggu (15/1). Meski hanya bermain imbang 1-1, namun I Bianconeri untuk sementara berhak menggusur AC Milan dari puncak klasemen sementara. Juve yang tampil di hadapan publiknya di Juventus Arena, langsung tampil menyerang sejak peluit dibunyikan wasit. Permainan cepat dan taktis yang diperagakan para punggawa I Bianconeri pun langsung

Jadwal Shalat Batam dan Sekitarnya Subuh

Dzuhur

Ashar

Magrib

04.47

12.11

15.37

18.14

Artika Sari Devi

Ingin Tambah 2 Anak JAKARTA — Sibuk mengisi berbagai acara dan bintang iklan, mantan Putri Indonesia, Artika Sari Devi, juga sedang merencanakan kehamilan. Ia dan suaminya, Baim yang merupakan personel band "The Dance Company", memang sudah bertekad memiliki tiga anak. "Saya mau tambah dua anak lagi, karena itu

Isya’

19.28

membuahkan hasil saat laga memasuki menit keenam. Mirko Vucinic berhasil menyelesaikan serangkaian umpan satu sentuhan pemain Juve dengan sebuah sontekan manis untuk membawa timnya unggul 1-0. Serangan gencar Juve kembali membuat pertahanan Cagliari keteteran. Di menit ke-13, Alessandro Matri nyaris menggandakan keunggulan timnya, andai tendangan keras mendatarnya tidak tipis melenceng dari sisi gawang Cagliari yang dikawal, Michael Agazzi. Juventus Rebut Bersambung ke hlm 7

R O M A — Sebanyak 170 warga Indonesia yang bekerja di atas kapal pesiar super mewah Costa Concordia yang karam setelah menabrak karang di lepas pantai Tuscan, Italia, selamat. Untuk memastikan kondisi para WNI itu, perwakilan KBRI Roma menemui para korban. "KBRI kirim staf konsuler untuk menemui warga kita. Belum ada informasi ada warga kita yang meninggal dalam peristiwa ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Michael Tene, Minggu (15/1). Michael belum bisa memastikan sudah berapa WNI yang telah ditemui perwakilan konsuler KBRI. Karena itu kondisi kesehatan 170 orang itu belum didapat dengan pasti. "Perwakilan konsuler sudah di lokasi, berupaya menemui semua 170 orang itu di tempat penampungan.

Vucinic

170 WNI Bersambung ke hlm 7

NET

KAPAL pesiar super mewah Costa Concordia yang karam setelah menabrak karang di lepas pantai Tuscan, Italia.

Mindo Sakit di Tahanan ..... AKBP Mindo Tampubolon, tersangka kasus pembunuhan terhadap istrinya, Putri Mega Umboh sakit di dalam tahanan di Rutan Kelas II A Batam di Baloi.

MEMULAI usaha dengan modal besar dan peluang yang lebar tentu lebih mudah. Namun berbeda halnya, ketika meniti karir dan usaha dari bawah atau dari nol. Kerja keras banting tulang, jatuh bangun, bertemu onak dan duri adalah resiko. Bersambung ke hlm 7

9

Toko Pauline Collection Cuci Gudang ......... Toko Pauline Collection di Lantai I Kepri Mall nomor 20-21 memberikan potongan harga hingga 50% + 5%.

16

Proyek Fisik Selesai November ............... Paulus Amat Tantoso

Berawal dari

Bersambung ke hlm 7

Bersambung ke hlm 7

170 WNI Selamat dari Kapal 'Titanic'

Berawal dari Jual Air Tebu

Ingin Tambah

84 TKI

HALUAN KEPRI SATU-SATUNYA KORAN BACAAN MASYARAKAT KEPRI

CMYK

Gubernur Kepri HM Sani menargetkan seluruh proyek fisik yang dianggarkan dalam APBD 2012, terealisasi November 2012.

17


2 6 Bulan Disandera, Kapal India Dibebaskan MUMBAI — Kapal tanker yang membawa 21 awak asal India akhirnya dibebaskan oleh para perompak Somalia, Sabtu (14/1) setelah hampir enam bulan disandera. Hingga Minggu (14/1), pemilik kapal tidak bersedia mengungkapkan detail pembebasan kapal dan tujuan kapal tersebut saat ini. Pihak Direktorat Jenderal Perkapalan India juga hanya menjelaskan bahwa kapal MT Fairchem Bogey itu kini sedang berlayar menuju pelabuhan yang aman. "Kami belum bisa mengungkapkan pelabuhan yang akan dituju oleh kapal itu atau detail tentang syarat pembebasan kapal," tutur seorang sumber di Anglo-Eastern Ship Management di Mumbai, yang mengoperasikan kapal tanker kimia itu. MT Fairchem Bogey dibajak pada 20 Agustus 2011 oleh para perompak Somalia saat sedang buang sauh di kawasam Pelabuhan Salalah, Oman. Sejak saat itu kapal disandera. Sumber yang tak disebutkan namanya itu menambahkan, para awak kapal akan dikembalikan ke rumahnya masing-masing paling lambat akhir minggu depan. Saat ini, sebuah kapal AL India dalam perjalanan untuk mengawal kapal tersebut mencapai pelabuhan aman.(kcm)

LUAR NEGERI Senin,

16 Januari 2012

2 TKW Indonesia Bebas Hukuman Mati di Arab Saudi KAIRO — Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz memberi pengampunan terhadap dua tenaga kerja kerja wanita (TKW) asal Indonesia dari ancaman hukuman mati, Sabtu (13/1). Dua TKW bernama Neneng Sunengsih binti Mamih Ujan dan Mesi binti Darna Idon telah dibebaskan dari hukuman mati pada Kamis (12/1) lalu, seperti diuraikan dalam petikan siaran pers Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh. Mesi dibebaskan setelah mendapat pengampunan dari Raja Abdullah,

sementara Neneng dibebaskan dengan jaminan dari pengacara. Mesi binti Dama Idon, asal Kampung Pasir Ceuri, Kecamatan Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat, dikirim oleh PT Jasebu Prima Internusa dan Amal Al Mubasher Agency, telah bekerja di Arab Saudi sejak tahun 2008 dengan pengguna jasa Abdullah Dho-

ifullah Haji Al Rugi. Pada 2 Maret 2011, Mesi divonis hukuman mati oleh Pengadilan Umum Saqra (sekitar 250 km dari Riyadh) atas pengakuannya melakukan sihir kepada suami-istri majikannya. Namun, pada saat persidangan, Mesi mencabut dan menolak pengakuan tersebut karena pada saat pembuatan berita acara, dia mengaku berada di bawah tekanan. Putusan vonis mati dilimpahkan oleh Pengadilan Umum Saqra ke Pengadilan Kasasi. KBRI Riyadh menindaklanjuti berkas perkara ke pengadilan kasasi dan mendapat penjelasan bahwa berkas perkara terdakwa telah dikembalikan ke Pengadilan Umum

Saqra dan diberi pertimbangan agar Mesi tidak dihukum mati karena pengakuannya di bawah tekanan. Pada 28 Juli 2011, pengadilan meringankan hukuman mati menjadi hukuman penjara 10 tahun dan 500 kali cambukan. Satgas KBRI Riyadh kembali melakukan pendekatan ke Pengadilan Kasasi dan mendapat penjelasan bahwa Mesi telah diampuni oleh Raja Abdullah dan telah diinstruksikan untuk membebaskan dan segera memulangkannya ke Indonesia. Adapun Neneng Sunnengsih (35 tahun) yang asal Desa Bojong Kalong, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, dikirim oleh PT Jasmindo Olah Bakat dan Al Rawabi Recruit-

ment Office, dan telah bekerja selama 11 bulan pada pengguna jasa Asraf Roja Al Rajan. Pada 12 November 2011, Neneng ditangkap oleh pihak Kepolisian Al Jouf, sekitar 1.200 Km dari Riyadh, atas tuduhan membunuh bayi perempuan majikan, dan Neneng dituduh berusaha melarikan diri dari rumah majikannya. Setelah ditangkap, Neneng menjalani penahanan untuk pemeriksaan oleh pihak Kepolisian Al Jouf serta Biro Investigasi dan Penuntutan guna pengumpulan bukti-bukti. Selama proses tersebut, Neneng ditahan di Penjara Al Jouf. KBRI Riyadh menunjuk pengacara setempat, Naseer Al Dandani, untuk membela Neneng.(( k c m )


Senin 16 Januari 2012

3

Resepsi Pernikahan Wilasari & Redy PERNIK AHAN antara dr. Wilasari Novantina PERNIKAHAN dengan Redy Rama Andhika, merupakan sebuah kebahagiaan bagi keluarga kedua mempelai. Terutama bagi bapak Supriadi KP, SH (Staf ahli Wakil Gubernur Kepri) dengan Sunarsih, BA (Orang tua dari dr. Wilasari) dengan H. Khoirullah dan (Almah) Dra. Sriyati, SH,MBA,MM (Orang tua dari Redy). Dengan harapan menjadi keluarga sakinah mawad'dahwarahma.

Akad nikah kedua mempelai berlangsung secara khidmat di kediaman bapak Supriadi KP, SH, di perumahan Sukajadi, tanggal 7 Januari 2012 lalu. Untuk menjadi saksi dari pihak pengantin perempuan, Wakil Gubernur Kepri, DR. HM. Soerya Respationo, SH,MH (Romo). Sementara saksi dari pihak pengantin laki-laki, Ruslan Kasbulatov, SH (Wakil ketua I DPRD Kota Batam). Resepsi pernikahan antara dr. Wilasari Novantina dengan Redy Rama Andhika ini, merupakan perpaduan antara budaya Jawa dengan Palembang. NARASI: ALI MAHMUD FOTO: ISTIMEW A WA

KEDUA mempelai menunjukkan piagam

KEDUA mempelai menunjukkan cincin pernikahan.

BAPAK Supriadi, Anak, Istri, saat memasuki ruangan resepsi di Hotel Planet (7/ 1) malam.

SUPRIADI, menantu, anak, besan, Ruslan memakai songket Palembang

KEDUA mempelai digiring bapak Supriadi menuju kursi pelaminan dengan menggunakan pakaian adat Jawa.

IBU-ibu foto bersama

RUSLAN Kasbulatov, SH foto bersama dengan pakaian adat Jawa. KEDUA mempelai menunjukkan buku nikah usai mengucapkan izab kabul.

MEMINANG yang dilakukan oleh mempelai pria dengan budaya Jawa, tanggal (5/1) malam.

WAGUB Kepri, DR. HM. Soerya Respationo, SH,MH (Romo) bersama istrinya, Dra. Hj. Rekaveny foto bersama.

CMYK

WAKIL Gubernur Kepri, DR. HM. Soerya Respationo, SH, MH (Romo) sebagai saksi

RUSLAN Kasbulatov, SH menandatangani surat sebagai saksi pernikahan putri bapak Supriadi

DRA. Hj. Rekaveny (Istri Wagub), kedua mempelai, DR. HM. Soerya Respationo, SH, MH (Romo)

SUPRIADI, istri foto bersama.

WAKIL Walikota Batam, H. Rudi, SE, Ketua DPRD Kepri, Ir.HM. Nur Syafriadi, Wagub Kepri, Hj. Rekaveny dan tamu undangan lainnya.

CMYK


POLITIK

4

Senin,

16 Januari 2012

Ormas Golkar Beri Soekarno Tanda Jasa Penyederhanaan Parpol Tidak Bisa dengan PT KUPANG — Pengamat politik dari Universitas Nusa Cendana Kupang, Nicolaus Pira Bunga, mengatakan, penyederhanaan partai politik di Indonesia, tidak bisa diputuskan dengan cara menentukan ambang batas perolehan kursi partai politik di parlemen (parliamentary threshold/PT). " Pembatasan parpol di Indonesia hanya bisa dilakukan jika ada kemauan baik dari pemerintah dan DPR untuk membuat UU tentang Pemilu Partai Politik," katanya di Kupang, Minggu (15/1). Dia menyinggung wacana PT yang masih menjadi perdebatan partai politik saat ini untuk membatasi jumlah parpol di Indonesia. Menurut mantan Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Undana Kupang itu, pendirian partai politik di Indonesia dilakukan oleh elite partai untuk tujuan politiknya, sehingga pembatasan melalui PT adalah sebuah kesia-siaan, karena akan muncul lagi parpol baru setelah dinyatakan diskualifikasi karena tidak memenuhi syarat PT. Ia berpendapat langkah yang lebih elegan dalam membatasi parpol di Indonesia adalah dengan pembentukan UU Pemilu tentang Partai Politik, dimana seluruh rakyat Indonesia diberikan wewenang untuk mendirikan parpol, kemudian pemerintah dan DPR menentukan batas perolehan suara bagi sebuah partai politik untuk ikut serta dalam pemilu. "Setelah ambang batas perolehan suara bagi parpol itu ditetapkan, misalnya parpol urutan 1-5 atau parpol urutan 1-10 dengan memperoleh ambang batas lima persen suara, maka parpol yang tidak memenuhi kuota tersebut langsung dinyatakan diskualifikasi atau gugur menjadi peserta pemilu," katanya. Dengan demikian, kata Pira Bunga, jumlah parpol di Indonesia bisa dibatasi secara alamiah tanpa harus melalui ketentuan PT, karena aturan yang mengaturnya dalam hal ini UU tentang pemilu partai politik sudah ada. "Kita harus belajar dari perjalanan sejarah pembentukan partai politik di Indonesia sejak pertama kali dilakukan pemilu di Indonesia pada 1955. Dinamika politik terkait dengan kehidupan partai politik ini sangat luar biasa sampai akhirnya dilebur menjadi hanya tiga partai pada pemilu 1977-1997, yakni PPP, Golkar dan PDI," katanya. (ant)

JAKARTA — Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, dianugerahi penghargaan Bintang Mahakarya Gotong Royong oleh Organisasi Kemasyarakatan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (Ormas MKGR). MKGR merupakan ormas yang berafiliasi politik dengan Partai Golkar, sekaligus salah satu pendiri partai berlambang pohon beringin itu. Bintang jasa diberikan langsung Ketua Umum Ormas MKGR, Priyo Budi Santoso, kepada pihak keluarga Sang Proklamator, Guruh Irianto Soekarnoputra, dalam acara peringatan HUT ke-52 Ormas MKGR di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Minggu, (15/1). Selain Bung Karno, ada dua nama lain yang juga menerima bintang jasa serupa, yakni Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto, dan Pendiri sekaligus Ketua Umum pertama MKGR, RH Sugandi. Masing-masing diwakili Siti Hediati Hariyadi (putri Soeharto) dan Irsyad Sudiro (aktivis MKGR yang disebut sebagai anak ideologis RH Sugandi). Priyo Budi Santoso mengatakan bintang jasa diberikan kepada ketiga tokoh bangsa tersebut karena mereka dianggap sangat berjasa terhadap nilai-nilai dan ajaran gotong royong. Sukarno, yang merumuskan Pancasila, tidak diragukan lagi jasanya dalam menyebarkan ajaran Gotong Royong. Sedangkan Soeharto dianggap sebagai presiden setelah Soekarno yang mampu melestarikan nilainilai dan ajaran gotong royong di tengah-tengah masyarakat selama

era Orde Baru. "Karenanya, kami sangat menghormati beliau meski kami (Ormas MKGR) adalah anak (hasil) reformasi," katanya. Sementara, RH Sugandi, menurut Priyo, dianggap berjasa melestarikan istilah, ajaran dan nilai-nilai Gotong Royong, di dalam sebuah organisasi bernama

MKGR. "Nilai-nilai gotong royong harus terus digelorakan karena belakangan kita saksikan nilai-nilai itu mulai luntur," kata Wakil Ketua DPR RI itu. Guruh Soekarnoputra, yang mewakili keluarga Soekarno, mengaku bahagia dan terhormat atas

anugerah bintang jasa itu. Adik kandung Ketua Umum PDI Perjuangan itu mengingatkan kepada semua pihak tentang ajaran penting Bung Karno sekaligus ideologi bangsa, yakni Pancasila. "Kata Bung Karno, Pancasila itu kalau mau disederhanakan, bisa menjadi tri sila (tiga sila). Dan,

kalau mau disederhanakan lagi, bisa menjadi satu sila saja, yang hanya terdiri dari satu kata majemuk, yaitu gotong royong," jelasnya. "Istilah Gotong Royong itu," imbuh Guruh, "dipakai oleh MKGR. Ini juga wujud dari ajaran Bung Karno: Jas Merah (jangan sekalisekali melupakan sejarah)." (vvn)

ANTARA

HUT MKGR— Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (kiri), Wakil Ketua Umum Fadel Muhammad (belakang) dan Ketua Umum Masyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Priyo Budi Santoso(kanan) saat perayaan HUT MKGR di Jakarta, Minggu(15/1). Perayaan HUT MKGR ke 52 tersebut dihadiri oleh ribuan kader MKGR se-Jabodetabek.

Awasi APBD Jelang Pilwako TANJUNGPIN ANG — Forum Sangsaka TANJUNGPINANG menyatakan pengawasan penggunaan APBD Kota Tanjungpinang perlu diperketat sebab berpotensi disalahgunakan untuk kepentingan politik menjelang pilwako pada akhir 2012. " APBD berpeluang dipergunakan untuk kepentingan politik kelompok tertentu sehingga perlu mendapat pengawasan yang ketat dari seluruh elemen masyarakat," kata Ketua Forum Sangsaka,

Gusmarni, Minggu (15/1). Menurut dia, beberapa pos APBD terindikasi untuk pemenangan oleh kelompok tertentu dan karenanya pola penyusunan dan penyaluran anggaran bantuan sosial di

setiap kelurahan harus diawasi masyarakat. APBD berpotensi dipergunakan untuk memengaruhi pemilih. Masyarakat yang menerima bantuan tersebut dibuat seolah-olah berutang budi kepada penyalur bantuan tersebut, padahal merupakan kewajiban pemerintah. " Permasalahan itu juga terjadi di berbagai daerah, terutama yang akan menyelenggarakan pesta demokrasi," ungkapnya. Gusmarni yang juga mahasiswi Universitas Maritim Raja

Ali Haji, meminta masyarakat menerima bantuan dari pemerintah tidak merasa berutang budi kepada penyalurnya, karena bantuan yang diberikan bersumber dari anggaran daerah. Bantuan itu sudah seharusnya diberikan pemerintah kepada masyarakat baik dalam bentuk pembangunan maupun bantuan sosial. " Penyalur bantuan jangan pula merasa seperti seorang pahlawan yang harus dibalas jasanya," ujarnya. Pos anggaran yang paling rentan disalahgunakan men-

Peringati Harlah Ke-39, PPP Tanjungpinang Cat Musholla T A N J U N G P I N A N G — Memperingati Harlah PPP yang ke-39, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kota Tanjungpinang menggelar bakti sosial, Minggu (15/1). Harlah PPP secara nasional diperingati setiap tanggal 6 Januari. Adapun kegiatan yang mereka gelar adalah pengecatan musholla Nurul Muhajirin di Batu 3 dan pemeriksaan kesehatan gratis kepada warga setempat. Pemeriksaan kesehatan dilakukan Greend Beauty Clinic. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Tanjungpinang Syaiful mengatakan, bakti sosial tersebut sebagai bentuk rasa terima kasih PPP

kepada semua element masyarakat yang sudah menjadikan PPP, sejak didirikan tahun 1973 lalu masih dikenang hingga sekarang. " Sebelumnya, kami memberikan bantuan kepada 4 pondok pesantren, dan ini lanjutan dari agenda yang telah kami buat, yakni memberikan bantuan perbaikan Musaholla serta pengobatan gratis setiap minggu, " kata Syaiful, kemarin. Ia juga menyebutkan, PPP bukan hanya memperbaiki Musholla, tetapi juga memberikan mesin genset untuk kepentingan Musholla, serta uang sagu hati kepada pengurus Musholla yang selama ini sudah menjaga dengan baik.

" Kami memberikan sebuah mesin genset serta uang sagu hati kepada pengurus Musholla yang selama ini sudah menjaga Musholla dengan baik, serta kami juga memberikan bingkisan kepada semua warga yang ada disini, " ucap Syaiful Pada kesempatan itu, lanjut Syaiful, PPP juga dibantu Green Beauty Clinic oleh dr Maya Suryanti sebagai ketua tim yang akan memberikan pelayanan untuk pengecekan kesehatan gratis. "Saya mengharapkan kepada semua pengurus partai PPP untuk perduli terhadapa kepentingan mas(cw53) yarakat, "ujar Syaiful.(cw53)

Timsel KPU-Bawaslu Tegaskan Tidak Ada Seleksi Ulang J A K A R T A — Tim seleksi calon anggota KPU-Bawaslu tidak akan melakukan seleksi ataupun verifikasi ulang terhadap pendaftar yang tidak lolos secara administratif. Hal ini disampaikan anggota Timsel Calon Anggota KPU-Bawaslu, Saldi Isra, saat dihubungi, Minggu (15/1). "Enggak ada seleksi ulang. Yang ada tes tertulis pada Selasa (17/1)," ujar pakar hukum Universitas Andalas, Sumbar, tersebut. Ray Rangkuti dari Koalisi Mandiri untuk Pemilu Demokratis mengatakan timsel calon anggota KPU-Bawaslu tidak memiliki rincian yang standar mengenai kategori 'memiliki pengalaman dalam kepemiluan'. "Akibat definisi itu, terjadi kepu-

tusan sembrono," ujarnya, kemarin. Lebih dari itu, Ray mengungkapkan aspek transparansi, akuntabilitas dan partisipasi tidak sepenuhnya ditegakkan. "Para pendaftar yang gagal, tetap kesulitan mendapat sebab musabab mengapa mereka digugurkan. Padahal menurut mereka secara admnistratif seluruh persyaratan telah dipenuhi," ujarnya. Ray juga mengungkapkan semangat calon anggota KPU-Bawaslu yang baru untuk membongkar dan memberikan sanksi atas kejahatan pemilu 2009 sudah ternoda. Pasalnya, sebagian yang lolos seleksi administratif merupakan 'muka lama'. "Bagaimana mungkin semangat itu

jalan. Enggak mungkin juga mereka menghukum diri sendiri," tegasnya. Rusak Integritas Setelah berjanji untuk memeriksa ulang berkas calon yang tidak lulus seleksi administrasi saat menerima perwakilan calon Kamis (12/1) lalu, kini, Ramlan Surbakti anggota tim seleksi membantah poin penting hasil pertemuan tersebut. "Itu artinya Ramlan melakukan kebohongan publik. Padahal kesediaan memeriksa ulang berkas calon oleh Tim Seleksi didengar dan dicatat para pemerotes yang hadir dalam pertemuan. Ramlan nyata-nyata telah merusak integritas Tim seleksi,'' ujar Said Salahudin, Koordinator Sigma, Minggu (15/1).(mio)

jelang pilwako Tanjungpinang 2012 adalah pos bantuan sosial (Bansos), meski sejak diberlakukannya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32/2011 mekanisme penetapan dan penyaluran bantuan lebih ketat. Tim penyusun anggaran ternyata tidak kehabisan akal agar pos bantuan sosial dapat dilaksanakan. Upaya yang telah dilakukan adalah dengan mengalihkan pos bantuan sosial dalam bentuk bantuan lainnya, yang tidak diatur dalam peraturan tersebut. Sebagai contoh, kata dia, tim

anggaran eksekutif memasukkan anggaran bantuan untuk minuman kaleng dan sembako, serta pengadaan 1.000 helai jaket untuk tukang ojek. Bantuan tersebut diketahui publik setelah mendapat penolakan dari anggota DPRD Tanjungpinang. Namun DPRD Tanjungpinang mengalihkan bantuan minuman kaleng dan sembako senilai Rp1 miliar dengan bantuan ketahanan pangan untuk masyarakat miskin. DPRD Tanjungpinang memberi syarat penyaluran bantuan

itu harus dilaksanakan di setiap daerah pemilihan dengan melibatkan anggota legislatif. Permasalahan itu, kata Ketua Forum Sangsaka, sebenarnya tidak perlu terjadi jika masing-masing pihak dapat melepaskan kepentingan politik dalam mengelola anggaran daerah. "Bukankah sebaiknya anggaran tersebut dialokasikan dalam bentuk kegiatan peningkatan perenomian masyarakat jika pemerintah berniat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Gusmarni. (ant)

Hanura Bantu Anak Berprestasi B A T A M — DPC Partai Hanura Kota Batam memberikan bantuan pendidikan kepada 22 anak berprestasi di Bidaayu, Kelurahan Mangsang, Minggu (15/1). Mereka merupakan juara 1, 2 dan 3 di sekolahnya masingmasing, baik di SD, SMP maupun SMA. Bantuan diserahkan Ketua DPC Partai Hanura Kota Batam, Iwan Krisnawan bersama para pengurus dan anggota dewan dari Partai Hanura. Diantaranya Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kepri, Sukhri Fahrial, anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Suwandi, Ketua PAC Hanura Sei Beduk, Edy Martin dan tokoh masyarakat Sei Beduk, Ayu Lirawati. Menurut Iwan Krisnawan, bantuan pendidikan ini diberikan untuk memotivasi prestasi siswa di sekolah. Sehingga akan lebih giat belajar, terus

mempertahankan dan meningkatkan prestasinya. " Kita berharap bantuan yang diberikan dapat memotivasi belajar siswa untuk lebih berprestasi," ujarnya tanpa merinci besarnya yang diberikan. Dunia pendidikan di Kota Batam, jelas Iwan, merupakan salah satu program yang menjadi fokus Partai Hanura. Terutama dalam turut berperan dan berpartisipasi dalam meningkatkan kualitas serta memacu prestasi siswa di sekolah. Program pendidikan ini akan dilakukan secara berkelanjutan, di seluruh daerah yang ada di Batam. Pelaksanaan program yang dilakukan Partai Hanura, akan mempertimbangkan atas kebutuhan masyarakat dan kondisi masing-masing wilayah. Sehingga program yang dilaksanakan di tengah masyarakat tidak

ANTARA

KETUA DPC Hanura Kota Batam Iwan Krisnawan saat menyerah bantuan kepada salah seorang siswa berprestasi di Bidaayu, Minggu (15/1). Penyerahan bantuan tersebut juga disaksikan sejumlah anggota DPRD asal Hanura.

harus selalu sama. "Kebutuhan masyarakat dan kondisi masing-masing daerah tidak selalu sama, begitu juga program yang akan dilaksanakan nantinya," ungkapnya. Dalam rangka meningkatkan peran Partai Hanura di tengah masyarakat dalam dunia pendidikan, Sukhri Fahrial menyatakan bahwa masih banyak program-program pemerintah yang perlu diketahui masyarakat. Seperti beasiswa pendidikan yang masih jarang diketahui masyarakat akibat minimnya informasi. " Informasi ini akan kita buka lebih luas ke masyarakat, agar penyaluran program pemerintah di bidang pendidikan ini tepat sasaran. Banyak masyarakat yang kurang mengetahui, akibat keterbatasan informasi," ujarnya. Sementara itu Suwandi menyatakan bahwa partai Hanura juga fokus dengan kualitas pendidikan di Kota Batam. Beberapa program partai tengah dirancang untuk mampu berbuat bagi peningkatan kualitas pendidikan di masyarakat. " Ke depan kita juga tengah memikirkan untuk memberikan bantuan pendidikan non formal, seperti bimbingan bagi anak-anak sekolah secara gratis. Agar program-program partai lebih dirasakan manfaatnya dan berdampak panjang bagi masyarakat," ujarnya. Tokoh masyarakat sekitar, Rony menyatakan bahwa bantuan yang diberikan terhadap siswa berprestasi ini sangat bermanfaat. Ia berharap bantuan dapat terus dilanjutkan, karena tidak banyak partai yang peduli dengan persoalan pendidikan. " Semoga Partai Hanura bisa menjadi rumah masa depan bagi generasi muda Kota Batam," ujarnya. (wan)

Soetrisno: Berpolitik Banyakan Dosa daripada Pahalanya B A N D U N G — Mantan Ketua Umum PAN yang kini menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PKB PII), Soetrisno Bachir, menuturkan pengalamannya selama berpolitik lebih banyak dosa daripada pahalanya. " Cuma pengalaman saya di partai politik itu lebih banyak dosa daripada pahalanya," kata Soetrisno Bachir, usai

memberikan pengarahan kepada kader PII Jawa Barat di Bandung, Sabtu (14/1). Ia menambahkan, setelah dirinya keluar dari partai politik ia merasa seperti keluar dari kegelapan dan mendapatkan sebuah pencerahan. "Saya keluar dari partai itu seperti diselamatkan dari kegelapan menuju ke cahaya," katanya. Oleh karena itu, kata dia, pengalaman yang dilaluinya tersebut menjadi salah

satu alasan bagi dirinya untuk memutuskan untuk kembali menggeluti dunia bisnis. Soetrisno mengatakan, meskipun dirinya memiliki pengalaman pahit selama bergabung dalam partai politik namun dirinya tidak pernah melarang bagi kader dan alumni PII untuk berpolitik. "Silahkan saja berpartai. Saya punya pengalaman pahit, pengalaman itu

jadi modal kita melangkah. Banyak yang masih ada di PII yang berasal dari partai," kata Soetrisno. Dia mengatakan, PII juga memiliki sikap politis terhadap keadaan bangsa yakni politik kebangsaan seperti sikap PII yang menolak impor beras, kedelai, dan garam. Pada kesempatan tersebut, Ketua Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PKB PII)

Soetrisno Bachir meminta agar seluruh alumni PII memiliki kewajiban untuk berjihad baru yakni menjadi lokomotif perubahan peradaban dunia Islam. "Lahirnya bangsa ini para pendirinya adalah tokoh-tokoh Islam, perhim- Soetrisno punan alumni PII yang su-

dah terlatih oleh latihan kader, punya kewajiban yakni jihad baru untuk jadi lokomotif perubahan peradaban baru yang islami," katanya saat membuka Musyawarah Daerah PII Jawa Barat, di Gedung P4TK-IPA Jalan Diponegoro Nomor 19 Kota Bandung. (ant)


OPINI & LAYANAN UMUM

5

Senin,

TAJUK

Waspadalah, Kepri "Surga" Narkoba D U A hari berturut-turut, jajaran Bea Cukai di Kepulauan Riau (Kepri), berhasil menggagalkan pengiriman narkotika, obat dan bahan berbahaya (Narkoba) dari luar negeri. Pada hari Kamis (12/ 1), 7.018 butir ekstasi senilai Rp1,4 miliar disita petugas Bea Cukai Tanjungbalai Karimuan dari seorang penumpang kapal dari Johor, Malaysia. Sehari kemudian, Jumat (13/1), giliran Bea Cukai di Batam sukses menggagalkan penyelundupan sabu kelas satu seberat 2,46 kilogram atau ditaksir senilai Rp5 miliar. Sabu ini, sesuai pengakuan tersangka, diketahui di bawa dari pelabuhan yang sama yakni Johor, Malaysia. Banyak hal yang bisa kita kemukakan, menyangkut dua peristiwa penangkapan dan penyitaan ekstasi dan sabu yang berturut-turut tersebut. Di antaranya adalah, pengiriman barang haram itu dua-duanya dilakukan dari Malaysia yakni, via Johor. Dari pengakuan sementara tersangka pelaku, ekstasi dan sabu itu rencananya akan dipasarkan di Kota Batam sekitarnya. Keberhasilan Bea Cukai menggagalkan pengiriman ekstasi dan sabu-sabu itu, memang pantas diapresiasi. Sebagai salah satu lembaga penegak hukum yang diberi kewenangan penuh mengawasi ke luar masuk barang di Indonesia, jajaran Bea Cukai memang kita minta untuk terus siaga penuh dan bersikap tegas dalam mengawasi pintu masuk barang dan orang dari dan ke negara ini. Sebab, kalau lembaga ini lengah atau bersikap toleran, gampang tergiur bujuk rayu dan mau bernegosiasi, bisa dibayangkan 7.018 butir ekstasi dan 2,46 kilogram sabu-sabu itu sudah pasti akan mulus beredar di Kota Batam sekitarnya. Pelaku yang membawa dan memperdagangkan ekstasi dan sabu antar negara itu pun akan bisa dengan santai hilir mudik, menjalankan bisnis haramnya itu. Kesiap-siagaan tidak saja bagi aparat Bea Cukai. Kita juga minta lembaga lain yang terkait dengan pengamanan laut dan pengamanan pintu-pintu masuk antar negara di wilayah ini, agar juga tetap waspada tinggi. Bagaimana pun juga, wilayah Kepri sejak dulu hingga kini ditenggarai sebagai "surga" bagi para pelaku bisnis perdagangan narkoba antar negara. Ini tidak lepas dari posisi Kepri yang memiliki aksesbilitas lintas negara secara langsung. Perlu diingatkan, sebagai kawasan perdagangan bebas, wilayah Kepulauan Riau seperti Batam, Karimun dan Bintan, memiliki pintu masuk dan ke luar antar negara yang selalu ramai. Hanya saja berbagai fasilitas dan kemudahan inilah yang kerap dimanfaatkan oleh para pelaku kriminal lintas negara untuk menjalankan bisnis ilegalnya, seperti penyelundupan sabu, ekstasi dan juga beragam penyelundupan lain termasuk penyelundupan manusia. Dari pintu-pintu masuk internasional tersebut, jika mulus, maka barang-barang ilegal itu lantas diedarkan di Kota Batam sekitarnya. Ini bukan rahasia lagi karena praktik liku-liku bisnis narkoba di daerah ini, sepertinya sudah dilakukan secara terbuka. Memang ada yang ketangkap dan ditindak. Akan tetapi, dalam jumlah besar dan itu juga rutin, justru "dibiarkan" lolos untuk diperdagangkan oleh para mafia. Kita memang harus sepakat untuk terus memproteksi daerah ini dari berbagai praktik ilegal seperti penyelundupan dan perdagangan narkoba. Kita tidak bisa menerima, jika wilayah Kepri menjadi pintu masuk bagi para pemasok ekstasi dan sabu-sabu. Oleh karena itu, jangan jadikan Kepri sebagai "surga" para bandit ekstasi dan sabu-sabu. Jangan pula kita racuni generasi ini dengan serbuk dan butiran sesat. Sebab, mustahil bisa membangun negeri ini, kalau diisi generasi penghayal, generasi yang hidup penuh angan-angan saban hari di bawah pengaruh narkoba. ***

CAKAP BIJAK " K U A L I T A S berarti melakukan sesuatu dengan tepat ketika tidak ada orang yang melihat"

(H Hee n r y FFoo rrdd Pengusaha)

( 1 8 6 3 --11 9 4 7 ) ,

"DI MANA tidak ada kesulitan, di sana tidak ada pujian dan sanjungan"

(Samuel Johnson (1709-1784), Pujangga)

16 Januari 2012

Melihat Kepri 5 Tahun ke Depan

(Refleksi RPJM Kepri 2010-2015)

P E M B A N G U N A N lima tahun dalam Renaca Pembangunan Jangka Menengah Kepri 2010-2015 dapat dikelompokan menjadi tujuh prioritas yakni, sosial budaya, ekonomi kelautan, infrastruktur, lingkungan hidup, sumber daya manusia, ekonomi masyarakat lokal dan ekonomi lemah dan tata kelola pemerintahan yang baik. Dalam sosial budaya misalnya, pembangunan Kepri dipengaruhi oleh karakter masyarakat. Diketahui, Kepri dikenal sebagai Bunda Tanah Melayu. Jadi, isu sosial dan budaya menjadi salah satu komponen penting dalam perencanaan dan pembangunan daerah. Yang menjadi persoalan utama dalam hal ini adalah pelestarian dan pengembangan daya tarik budaya Melayu dan budaya lokal dinilai masih rendah. Ini terjadi karena belum optimalnya pemberdayaan kelompok masyarakat potensial dan lembaga adat yang ada. Padahal, kehadiran lembaga adat diharapkan menjadi pemicu bagi lahirnya kreativitas di ranah komunitas seni Melayu. Lembaga adat Melayu harus menyadari bahwa revitalisasi dan moderenitas dalam dunia seni melayu harus digalakkan demi lahirnya kontribusi positif bagi pembangunan daerah. Sisi lain yang cukup mengganjal adalah menurunnya pengamalan nilai-nilai agama, nilai budaya, dan ketaatan terhadap hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Akibatnya, jati diri anak negeri (Melayu) mulai tergerus oleh budaya luar/ asing. Padahal kedekatan Kepri dengan negeri tetangga bisa menjadi nilai tambah yang signifikan. Bukan hanya dekatnya lokasi negara tetapi sebagai negeri serumpun yang memiliki banyak hal yang sama adalah

Abdurrahman, Lc Anggota Komisi I DPRD Kepri/ Ketua DPW PKS Provinsi Kepri

KESENJANGAN dalam pembangunan masih terjadi. Antara harapan dengan kenyataan tidak sesuai di lapangan. Jika menggunakan analogi SWOT ( streghs, weaknesses, opportunity and threats ), maka permasalahan ada pada komponen weaknesses (kelemahan), baik kelemahan yang terdapat di internal pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) maupun kelemahan yang terdapat di masyarakat. peluang besar demi kemajuan Kepri kedepan. Namun dalam realisasinya, pemerintah Kepri belum memandang potensi-potensi yang ada untuk kemakmuran masyarakatnya. Masyarakat Kepri malah mendapat sisi yang lain yang justru membebani pemerintah provinsi itu sendiri. Lihat saja banyak kasus yang terjadi seperti, trafiking, narkoba, serta hal negatif lainnya, bukti nyata bahwa provinsi ini belum bisa mengambil sisi positif dari kedekatan dengan negeri tetangga. Secara umum, potensi sosial budaya belum dimanfaatkan secara baik, termasuk sektor wisata bahari dan wisata minat khusus di pulau kecil yang ada di Kepri belum optimal dilakukan. Prioritas pembangunan yang tidak kalah pentingnya ialah ekonomi kelautan. Diketahui, 96 persen wilayah Kepri adalah lautan dengan wilayah daratan yang terpisah-pisah. Namun sayangnya pembangunan dan penggarapan ekonomi Kepri justru sibuk di daratan yang notabenenya 4% dari jumlah kawasan secara keseluruhan. 5% ini pun selalu menjadi konflik yang tak berkesudahan antara masyarakat dan pengelola tambang, baik bauksit, granit dan lain-lain se-

bagainya. Tingginya cost dan resiko yang diambil namun tidak sebanding dengan kemakmuran dan kesejahteraan yang dimiliki. Tidak tersentuhnya dunia bahari di provinsi Kepri dikarenakan beberapa factor yakni tidak adanya keunggulan komparatif berupa posisi geoekonomi yang strategis. Hal ini menyebabkan kontribusi sectorsektor kelautan terhadap PDRB daerah kurang signifikan. Sisi lain faktor yang menghantui selama ini ialah mayoritas nelayan masih hidup dalam kemiskinan. Bantuan-bantuan yang diberikan pemerintah rupanya tidak mampu membantu mereka keluar dari jeratan kemiskinan. Sudah saatnya nelayan kita harus modernitas, karena justru merekalah bagian penting sebenarnya dari pengelolaan di ranah bahari. Mindset nelayan kita harus dibantu untuk mampu menjadi pesaing bukan penikmat hasil semata, harus mampu jadi pengusaha dengan bantuan pelatihan secara komprehensif dan bantuan teknologi canggih yang memadai. Sungguh di sayangkan bahwa kekayaan laut kita justru banyak di nikmati dari nelayan Thailand, jepang dan Vietnam. Pola nelayan kita yang masih konvensional dan kurangnya perhatian di bi-

Menyanyah

Surat Pembaca

Insentif Perizinan K E M U D A H A N dalam perizinan merupakan salah satu insentif yang bisa didapatkan oleh pengusaha saat akan berinvestasi di Batam. Namun, kemudahan-demi kemudahan yang diberikan hendaknya tidak diberikan begitu saja tanpa melalui seleksi dan penelitian mendalam. Tampaknya, kemudahan perizinan telah membuat kita lupa bahwa kemudahan tersebut sesungguhnya diberikan untuk investasi berkelas yang tujuannya untuk menguntungkan, bukan menambah masalah baru di Batam. Kondisi yang terjadi saat ini, perizinan di Batam diberikan kepada siapa saja yang ingin membangun Batam. Tetapi kita lupa, bahwa seharusnya Batam memiliki standar dalam pembangunan. Pembangunan pada tahun 1970 an tentunya akan berbeda dengan konsep pembangunan tahun 2000-an, apalagi 2012 sekarang. Dilihat dari ketersediaan lahan, semakin hari lahan yang ada di Batam semakin sempit, hal ini seharusnya bisa menjadi salah satu referensi bagi pemerintah dalam memberikan izin. Seperti halnya yang dilakukan oleh BI Batam terhadap izin BPR di Batam. Karena semakin banyaknya BPR bermunculan di Batam, BI

Batam membatasi dengan cara menaikan nilai modal BPR dari minimal Rp1 miliar menjadi Rp15 miliar. Ketentuan serupa seharusnya bisa dilakukan oleh pemerintah di Batam, baik Otorita Batam maupun BP Batam. Disertai dengan peraturan lainnya, semisalnya untuk pembangunan perumahan harus strata title (bertingkat) layaknya apartemen. Karena, laju pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi di Batam tidak akan mampu ditampung dengan ketersediaan lahan yang semakin sempit. Belum lagi berbicara ketersediaan lahan yang ada untuk investasi lainnya selain properti perumahan. Begitu juga dengan investasi

dibidang pusat perbelanjaan. Saat ini saja, jumlah pusat perbelanjaan menengah keatas di Batam sudah melebihi dari 23 titik. Angka ini sangat tidak relevan bila dihitung dari aspek ekonomi. Akibatnya, pengusaha yang telah menginvestasikan dananya miliaran rupiah akan kesulitan dalam mengembalikan modal. Disamping itu, kesejahteraan pekerja di pusat perbelanjaan tersebut akan sulit dicapai. Padahal, tujuan masuknya investasi adalah untuk membuka lapangan kerja baru, mensejahterakan masyarakat, yaitu pekerjanya. Namun, apabila investor tidak diuntungkan dengan membuka usaha di Batam, tentunya pekerja juga tidak sejahtera. Dalam hal ini, kuncinya memang harus ada batasan-batasan tertentu yang diberikan oleh pemerintah. Bisa saja melalui SK, ataupun Perda. Namun, kembali lagi, kita sebagai masyarakat Batam, apakah rela bila pembangunan Batam hanya beginibegini saja, tanpa ada satu gebrakan yang berarti untuk meningkatkan kualitas. Ini PR kita bersama. * * *

Nana Marlina Wartawan Haluan Kepri

Surat Hayati Yang Penghabisan M U K A Muluk merah mendengar perkataan Zainuddin itu. Dengan gugup dia berkata," Saya tak mengerti dengan perangai Guru! Selama ini Guru meratap, menangis, bersedih, bersedu mengenang Hayati. Sekarang setelah diluangkan Tuhan kesempatan pertemuan

yang sah di antara Guru dengan dia, guru hukum dia dengan satu hukuman, yang usahkan terbit dari seorang laki-laki yang bercinta dan berbudi, dari hakim yang zalim sekalipun, tidak akan ada hukuman sebagai demikian itu. Sekarang setelah dia pergi, baru Guru mengatakan bahwa Guru tetap cinta akan dia! Guru jangan marah, jika saya katakan perangai Buru masih serupa dengan perangai anak-anak." "Ya, Bang Muluk! Saya sudah salah, hati dendam saya dahulukan, dari ketentraman cinta.

Terus terang saya katakan, kalau tidak ada lagi Hayati disini, saya akan sengsara, terus!" "Dia pun demikian! Berta betul langkahnya hendak meninggalkan rumah ini. Sampai ketika akan berangkat masih disuruh sampaikan kepada Guru, bahwasanya nama Gurulah yang akan menjadi sabutan di manapun dia. Inilah surat yang disuruhkannya berikan!" Zainuddin membuka surat itu dengan perhatian dan di-

dang ini membuat nelayan kita hanya sebagai nelayan yang hanya mampu untuk memenuhi kebutahan sendiri, belum mampu membantu ikut serta dalam pembangunan daerah. Harus ada gebrakan dalam lima tahun kedepan dengan memanfaatkan kedekatan strategis dengan Negara luar hendaknya system industri bahari memiliki nilai saing yang baik, memiliki sistem yang terintegrasi dari hulu (produksi) hingga sampai ke hilir ( pemasaran) . Di bidang energi, yang tidak kalah lucunya saat ini dan masamasa sebelumnya ialah Kepri adalah salah satu penghasil gas alam (LNG) terbesar di Asia, namun kenyataan Kepri justru kekurangan pasokan gas dan listrik serta acap kali mengalami pemadaman listrik secara bergilir. Tahun-tahun sebelumnya masih terngiang di telingan kita demonstrasi masyrakat atas seringnya mati lampu yang berujung rusuh ialah dampak dari itu semua. Natuna sebagai pemilik gas terbesar justru krisis listrik saat gas mereka mampu menerangi lampu-lampu Singapura. Hal yang kontradiktif. Selain itu kedepan hendaknya kekayaan gas alam jangan hanya berpangku pada pemenuhan energi listrik semata namun harus ada keberani-

an untuk menjadi bahan baku industri petrokimia di Kepri, sehingga provinsi ini bisa sejajar dengan kemajuan ekonomi Malaysia. Di dalam persoalan masalah ekonomi masyarakat lokal dan ekonomi kecil persoalan yang muncul selama ini yakni rapuhnya prinsip ekonomi kerakyatan yang didengungkan pemerintah provinsi, masih rendahnya kapasitas dan kemampuan masyarakat meski pelatihan-pelatian kewirausahaan terus di gesa. Belum optimalnya penggalian potensi ekonomi desa, pembinaan koperasi dan usaha mikro, terbatasnya sarana pasar bagi masyarkat desa, serta dukungan dari sector industri dan modal turut mempengaruhi kelambatan ekonomi wong cilik. Di bidang lingkungan hidup, sudah tidak asing lagi, kerusakan hutan, pencemaran lingkungan, serta pembabatan hutan mangrove, degradasi terumbu karang, aktivitas penangkapan ikan yang merusak linkungan menjadi PR yang terus di selesaikan, seakan-akan pemerintah tidak memliki formula yang pas untuk mengatasi itu semua. Dalam hal persoalan sumber daya manusia dan tata kelola pemerintahan yang baik adalah satu rangkain yang tidak dapat di pilahpilah. Dengan semangat kedaerah dan otonomi daerah yang kental, pembangunan dan peningkatan SDM turut serta membantu pengelolaan tata pemerintah yang baik. Anak daerah harus memberikan peran yang maksimal, memiliki jiwa usaha, akhlah yang baik, etos kerja, rajin dan ulet serta pemerintah provinsi kedepan juga harus memaksimalkan peran balai latihan kerja guna mengasah keterampilan sumberdaya manusia. ***

bacanya:

Pergantungan Jiwaku, Zainuddin! Kemana langit tempatku bernaung, setelah engkau hilang pula dariku, Zainuddin. Apakah artinya hidup ini bagiku kalau engkau pun telah memupus namaku dari hatimu! Sungguh besar sekali harapanku hendak hidup di dekatmu, akan berkhidmat kepadamu dengan segenap daya dan upaya, supaya mimpi yang telah engkau rekatkan sekian

149

lamanya bisa makbul. Supaya dapat segala kesalahan yang besar-besar yang telah kuperbuat terhadap dirimu saya tebusi. Tetapi cita-cita itu tinggal selamanya menjadi citacita, sebab engkau sendiri yang menutupkan pintu di hadapanku; saya kau larang masuk, sebab engkau hendak mencurahkan segala dendam kesakitan yang telah sekian lama bersarang di dalam hatimu, yang selalu menghambathambat perasaan cinta yang suci. * * *

BBM Masih Langka HALO Pemkab Lingga, tolong atasi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Lingga. Hal ini sangat menyusahkan sekali bagi masyarakat, terutama untuk kebutuhan speed boat. Untuk itu tolong lakukan razia terhadap para kios BBM yang sering nakal menjual kepihak pengusaha. Atas perhatian diucapkan terima kasih. Hormat Saya Rian Andika 0811690xxx Warga Dabo Singkep Kabupaten Lingga JAWAB TERIMA kasih pak Rian atas suratnya. Kami sebelumnya telah menegaskan kepada para pemilik kios BBM ini. Malah kami tidak segan-segan untuk menindak pemilik kios BBM yang melakukan penyimpangan penyaluran BBM bila tidak sesuai dengan peruntukan. Bahkan tindakan yang akan diberikan ini hingga pencabutan izin usaha. Maka dari itu kami mengingatkan kepada para pemilik kios yang menjual BBM agar dalam penyaluran BBM kepada masyarakat harus sesuai dengan aturan yang ada. Kami juga telah menyampaikan kepada Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) agar meneliti kembali izin DO yang telah dikeluarkan kepada para agen atau kios penjualan BBM ini. Jangan sampai ada yang tidak punya kios, tapi memiliki DO, Memang salah satu penyebab seringnya terjadi kelangkaan BBM terutama jenis Premium di Lingga ini, akibat kebaradaan jumlah kendaraan bermotor termasuk jumlah speed, dan pompong di wilayah kabupaten Lingga kian terus bertambah. Kondisi tersebut tidak memungkinkan lagi dengan jumlah kuota BBM yang ada saat ini. Untuk itu dinas terkait juga akan melakukan pendataan kembali berapa jumlah kendaraan yang ada di Lingga ini. Agar kita mengetahui berapa banyak kebutuhan BBM yang sebenarnya diperlukan di Lingga saat ini. Sekian penjelasan ini semoga bermanfaat.

Pojok

Hormat Kami H Daria Bupati Kabupaten Lingga

√ Izin Mal dan Hotel Diobral - Seperti permen aja... √ Mindo Sakit di Tahanan - Mindo juga manusia... REDAKSI menerima kiriman artikel opini, surat pembaca, essai, dan informasi dengan syarat tidak menghina, memfitnah atau menghujat seseorang atau kelompok serta tidak berbau SARA. Setiap surat dilengkapi identitas diri dan dikirimkan ke Redaksi Harian Umum HALUAN KEPRI, Bengkong Garama, Telp. (0778) 427000 (hunting), Faks. (0778) 4 2 7 7 8 4 , E-mail : r e d a k s i @ h a l u a n k e p r i . c o m R e d a k s i berhak mengolah ulang isi tanpa mengurangi maksud surat.


CMYK

Senin 16 Januari 2012

PENASEHAT DW Lingga, Hj Syarifah Rosemawatie Daria dan Ketua DW Lingga Ellysa Purnamawati Kamaruddin serta anggota DW Lingga foto bersama pada saat lomba lagu HUT DW Lingga .

KETUA DW Lingga Ellysa Purnamawati Kamaruddin bersama anggotanya pada saat berlangsungnya Musda DW Lingga 2011.

6

KETUA DW Lingga Ellysa Purnamawati Kamaruddin memberikan bingkisan kepada janda pensiunan PNS Pemkab Lingga.

Rangkaian Kegiatan 2011

Dharma Wanita Lingga Siap Sukseskan Program Pemerintah TERPILIH dan diangkatnya Ketua Dharma Wanita (DW) Kabupaten Lingga, Ellysa Purnamawaty Kamarduddin periode 2011-2016 dalam Musda Dharmwanita Lingga pada, Senin 14 Nopember 2011 lalu telah memberikan warna tersendiri dalam melakukan berbagai rangkaian kegiatan sesuai bidang tugasnya, termasuk menyukseskan setiap program pemerintah di Lingga. Diantara kegiatan dimaksud meliputi pemberian bantuan beasiswa kepada ratusan anak yang orang tuanya Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Lingga golongan I dan II. Hal itu sebagai salah upaya membantu meringankan anak PNS ini pada memasuki tahun ajaran baru pada sekolah yang mereka tuju. "Beasiswa ini khusus diperuntukkan pada saat para anak itu memasuki tahun ajaran baru disekolahnya dan bukan untuk keperluan lainnya," kata Ellysa saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (12/1). Kegiatan lainnya berupa pemberian bantuan berupa sejumlah paket Sembako kepada para pensiunan dan janda PNS Pemkab Lingga yang kurang mampu, termasuk kegiatan lomba lagu bagi para anggota DW Lingga serta peserta lainnya pada perayaan HUT DW Lingga ke-12 yang jatuh setiap tanggal 21 Desember setiap tahunnya. Rangkaian kegiatan itu berlangsung di aula Kantor Bupati di Daik Lingga. Menurut Ellysa, kehadiran DW yang dipimpinnya ini bertujuan untuk turut serta berkiprah mengambil bagian dalam upaya membangun daerah serta bangsa, melalui kaum perempuan. Hal lain agar kaum perempuan di Lingga dapat berperan aktif dalam mempersatukan istri-istri PNS, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) anggotanya, sesuai kebutuhan nyata sebagai pendamping PNS, khususnya di daerah. "Peranan DW Lingga juga diharapkan mampu berperan aktif untuk menyukseskan program kemasyarakatan secara bersama-sama dengan TP-PKK yang merupakan mitra kerja pemerintah," kata Ellysa.

BUPATI Lingga H Daria dan istri didampingi Sekda Lingga H Kamaruddin dan istri foto bersama sejumlah pengurus DW Lingga.

PENASEHAT DW Lingga, Hj Syarifah Rosemawatie Daria dan Ketua DW Lingga Ellysa SEJUMLAH pengurus DW Lingga foto bersama usai MUsda DW Lingga 2011. Purnamawati Kamaruddin serta anggota DW Lingga melakukan foto bersama.

BUPATI Lingga H Daria dan istri didampingi Sekda Lingga H Kamaruddin dan istri memberikan bantuan beasiswa kepada anak PNS Golomgan I dan II.

Narasi: Asfanel Foto: Humas

PENASEHAT DW Lingga,Hj Syarifah Rosemawatie Daria dan BUPATI LIngga H Daria didampingiWakilnya,Abu Hasim dan PENASEHAT DW Lingga, Hj Syarifah Rosemawatie Daria Ketua DW Lingga Ellysa Purnamawati Kamaruddin anggota DPRD Lingga Masyalikul Akhyar dan Sekda Lingga dan Ketua DW Lingga Ellysa Purnamawati Kamaruddin memberikan bantuan beasiswa kepada anak PNS Gol I dan II Kamaruddin menyaksikan lomba lagu HUT DW Lingga ke-12. dalam rangkaian kegiatan Musda Lingga 2011

KETUA DW Lingga Ellysa Purnamawati Kamaruddin bersama peserta juara lomba lagu HUT DW Lingga ke-12.

KETUA DW Lingga Ellysa Purnamawati Kamaruddin memberikan kue ulang tahun DW Lingga ke-12 ke Pansehat DW Lingga, Hj Syarifah Rosemawatie Daria.

PENASEHAT DW Lingga, Hj Syarifah Rosemawatie Daria dan Ketua DW Lingga Ellysa Purnamawati Kamaruddin mengambil pemberian sekapur sirih dari remaja cilik pada HUT DW Lingga ke-12.

KETUA DW Lingga Ellysa Purnamawati Kamaruddin melakukan kegiatan rutin bulanan bersama anggotanya.

PENASEHAT DW Lingga, Hj Syarifah Rosemawatie Daria dan Ketua DW Lingga Ellysa Purnamawati Kamaruddin serta anggota DW Lingga lainnya pada saat menyaksikan lomba lagu HUT DW Lingga.

KETUA DW Lingga Ellysa Purnamawati Kamaruddin (sudut kanan) pada saat Musda DW Lingga.


SAMBUNGAN

7

Senin,

13.755 Rumah di Banten Kebanjiran B A N T E N — Hujan deras yang berlangsung sejak Jumat (13/1) lalu menyebabkan sungai Ciujung, Ciliman, Cimandiri dan Cilemer di Banten meluap. Tiga belasan ribu rumah di 97 desa di Serang, Pandeglang dan Lebak, Provinsi Banten dilanda banjir dengan ketinggian hingga lima meter. Berdasarkan rilis yang diterima dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu (15/1), banjir merendan 13.755 unit rumah. Banjir paling parah melanda Ciujung, Serang, dengan ketinggian lima meter sementara di daerah lain bervariasi hingga 30 cm. "Satu orang warga Lebak atas nama Jarmudi usia 70 tahun dinyatakan hilang," kata Kepala BPBD Banten Suyadi Wiraatmadja yang dikonfirmasi detikcom melalui telepon. Sementara tanah longsor terjadi di ruas jalan penghubung antara Banten dengan Citorek di Lebak. Ruas yang longsor sepanjang 1 kilometer serta mengakibatkan satu rumah di Lebak Gedong tertimbun longsoran. "Longsor memakan satu korban jiwa atas nama Anam bin Aman," sambung Suyadi. Evakuasi terhadap warga telah dilakukan oleh BNPD dan BPNB Banten serta kabupaten setempat. Logistik bantuan juga telah disalurkan ke pospos pengungsian di setiap kecamatan terkena musibah. "Jumlah pengungsi di Lebak tercatat 3.108 KK, di Serang ada 960 KK dan di Pandeglang ada 9.770 KK," papar Suyadi.

Banjir ini dikhawatirkan tidak surut dalam waktu dekat. Kondisi tersebut akibat hujan masih terus turun plus tingginya permukaan air laut yang menyebabkan sungai tidak bisa cepat menyalurkan air banjir. "Sulit diperkirakan kapan banjir akan surut, sebab hujan masih turun dan air laut sedang tinggi permukaannya," kata Kepala BPBD Banten, Suyadi. "Ada beberapa titik yang cepat surut karena air hanya lewat, tapi untuk yang dekat dengan daerah aliran sungai itu masih sulit diperkirakan," sambung Suyadi. Berdasar rilis yang diterima dari BNPB, logistik bantuan untuk para pengungsi juga sudah pula disalurkan ke titik-titik pengungsian. Seperti makanan dan obat-obatan. Namun demikian, masih ada kendala teknis yang dihadapi tim BPBD Banten dan BPB kabupaten di lapangan. Seperti terbatasnya perahu karet untuk evakuasi, tenda, peralatan tidur, air bersih, lauk pauk siap saji dan perlengkapan bayi. Hingga kini terus dilakukan penangan khusus oleh Badah Nasional Penanggulangan Bencana dan BPBD sebagai upaya tanggap darurat bencana. Penanganan darurat, baik manajemen maupun pengerahan logistik, dan peralatan terus dimaksimalkan. "Kami terus berusaha mengevakuasi warga yang masih terisolir. Kami sudah kekurangan air bersih. perlengkapan tidur, dan perlengkapan anak,"

Juventus Rebut

Sambungan hal 1

Memasuki pertengahan laga, Cagliari mulai menemukan bentuk permainannya. Skuad besutan Davide Ballardini ini pun mulai bisa mengimbangi permainan Juve. Di menit ke20 misalnya, Cagliari mendapat peluang emas untuk menyamakan kedudukan. Tapi sayang, tembakan Davide Astori masih menyamping di sisi gawang Gianluigi Buffon. Di menit ke-35, para punggawa Cagliari menuntut hadiah penalti menyusul handball yang dilakukan Andrea Barzagli saat mengantisipasi umpan silang Alessandro Agostini. Sayang, wasit tidak melihat kejadian tersebut sehingga enggan memberikan hadiah penalti. Terlepas dari insiden tersebut, Juve kembali menciptakan peluang di menit ke-38. Sayang, sundulan Simone Pepe menyambut umpan Vucinic justru mengarah tepat ke pelukan Agazzi. Permintaan penalti kembali disuarakan para pemain Cagliari pada menit ke-44. Tembakan Andrea Cossu

sempat membentur lengan Andrea Pirlo. Namun, lagi-lagi wasit tidak menilai itu sebagai sebuah handball. Skor 1-0 untuk keungulan Juve pun bertahan hingga jeda. Di babak kedua, upaya keras para pemain Cagliari akhirnya terbayar. Serangan cepat yang mereka bangun sejak menit awal langsung berbuah gol. Pada menit ke-47, Cagliari berhasil menyamakan kedudukan melalui sepakan terarah Cossu yang gagal diantisipasi Buffon. Skor 1-1 membuat jalannya pertandingan kian menarik. Pelatih Antonio Conte yang terlihat kurang puas dengan performa lini depannya, memutuskan memasukkan bomber anyarnya, Marco Borriello di menit ke82. Sebelumnya, Conte sudah memasukkan Alessandro Del Piero (gantikan Pepe) dan Milos Krasic menggantikan Matri. Masuknya, sejumlah amunisi baru di lini depan ini membuat Juve mendominasi jalannya laga di 10 menit

terakhir. Sebelumnya, tepat di menit ke-80, Del Piero nyaris membawa Juve unggul, andai sundulannya menyambut tendangan bebas Pirlo tidak dimentahkan Agazzi yang tampil ciamik. Memasuki lima menit terakhir di masa tambahan waktu, Juve kian meningkatkan tempo serangan. Dua peluang emas berhasil mereka dapatkan melalui Krasic dan Vidal. Sayang, kedua peluang tersebut gagal membuahkan gol. Juve pun harus puas mengakhiri laga dengan skor 1-1. Meski hanya mendapat tambahan satu angka, namun Juve untuk sementara sukses mengkudeta Milan dari puncak klasemen. Juve yang mengoleksi 38 poin, unggul satu angka dari I Rossoneri. Namun, Milan bisa kembali menduduki Capolista bila mampu menundukkan rival sekotanya, Inter Milan atau minimal seri di laga derby della Madonnina. Saat berita ini diturunkan, Milan masih bertanding.(( o k e //gg l c )

jikan akan menjadi perjalanan dengan 'aroma buah jeruk'. Tiga orang dipastikan tewas setelah kapal celaka itu karam. 40 orang dilaporkan hilang. Dua jasad yang telah ditemukan yaitu dua turis Prancis dan seorang kru dari Peru. Sedangkan 40-an lainnya masih dicari. Kapal pesiar paling besar yang pernah dibangun di Italia itu saat musibah mengangkat 4.229 orang, 1.000 di antaranya kru. Kru kapal mayoritas berasal dari Asia. Kemarin regu penyelamat berhasil menemukan korban ketiga yang ditemukan masih hidup. Ia dikenali sebagai salah seorang awak kapal. Juru bicara dari regu pemadam kebakaran setempat mengatakan bahwa korban kemungkinan menderita patah kaki, demikian laman The Independent. Dini hari tadi, petugas penyelamat telah lebih dulu mengevakuasi pasangan dari Korea Selatan. Pasangan itu tengah dalam perjalanan bulan madu. Kemarin para penyelam dari kepolisian dan regu penyelamat memutari kapal

nahas itu untuk mencari korban selamat. Saat proses itu dijalankan, kapal sudah terempas ke laut dan hanya bertopang pada sebelah lambungnya. Penjaga pantai menyebutkan bahwa para penyelam akan berupaya memasuki lambung kapal itu demi memastikan tak ada korban tertinggal. Dalam musibah itu, banyak penumpang kapal mengeluhkan ketiadaan informasi yang layak dari awak kapal dalam proses evakuasi darurat. Sekoci penyelamat telat diturunkan. Bahkan, ada penumpang yang berkata bahwa awak kapal hanya mengatakan ada masalah teknis dalam 45 menit pertama. Kapten Kapal Francesco Schettino dan Perwira Pertama Ciro Ambrosio sendiri ditahan oleh kepolisian Italia, menyusul kecelakaan yang menimpa kapal yang mereka nakhodai. Keduanya dituduh menjadi penyebab kandasnya Concordia. Mereka juga dituding melakukan pembunuhan karena meninggalkan kapal lebih dahulu, sementara para penumpang masih dalam situasi bahaya. (dtc/vvn)

tiba disulap jadi hotel. Celakanya pemerintah juga memberi izin. Setelah izin keluar, managemen hotel di ruko itu pun menjual harga kamar dengan tarif miring. Imbasnya ke hotel-hotel berbintang yang telah menanamkan modalnya ratusan miliar bahkan triliunan rupiah untuk pembangunan hotel tersebut. Di Batam, ada puluhan atau bahkan ratusan hotel menempati ruko-ruko. Kepala Sub Direktorat Penanaman Modal Badan Pengusahaan Batam/ Otorita Batam, Yayan Achyar mengatakan dilihat dari sisi tingkat hunian hotel, Batam sangat tinggi, tetapi nilainya rendah. Hal ini tentunya menjadi tanda tanya besar. Menurutnya ada dua jenis izin, yaitu izin dari pemerintah pusat dan izin dari pemerintah daerah. Kenyataan yang terjadi di Batam, ada ruko yang dalam tiga tahun memiliki izin ruko, kemudian tahun ke empat izinnya berubah menjadi hotel. Tingkat hunian hotel ruko ini cukup besar, akibatnya, bisnis hotel besar terganggu. Inilah yang seharusnya lebih ini diperhatikan ke depan. Di samping itu, perkembangan penelitian yang semakin maju juga telah mewajibkan sebuah kawasan industri untuk memikirkan masalah limbah untuk mengatasi dampak lingkungannya karena sangat berkaitan dengan keamanan, kesehatan dan penghijauan (keter-

sediaan udara bersih). "Kini kita lihat hotel, tarif hotel di Batam termurah, ruko dalam tiga tahun berubah fungsi. Batam tidak boleh begitu, jika memang ingin meningkatkan investasi di Batam, hal seperti ini harus diubah," ujar Yayan. Belum lagi ada investor yang telah siap menanamkan investasinya Rp1,5 triliun, sudah mendapat izin dari pemerintah pusat. Namun, dalam izin pelaksanaan di daerah sulit, TDP tidak keluar, akibatnya investor lari. Sebagai kawasan bebas investasi, regulasi perizinan PMA sangat mudah, hanya saja dalam pengurusan izin daerah masih lama yang memakan waktu berbulan-bulan. "Kita harusnya satu, jika harus lari 150 km/jam, semua harus lari 150 km/jam, jangan lagi ada yang larinya 90 km/jam," ujar Yayan. Forum Diskusi yang digelar Haluan Kepri menghadirkan empat panelis, yakni Direktur Investasi dan Marketing Badan Pengusahaan (BP) Batam Rustam Hutapea, Ketua Apindo Kepri Ir Cahya, Ketua PHRI Kepri/anggota DPRD Kepri Rudy Chua dan Sekretaris Dewan Kawasan FTZ BBK/Kepala BKPM Kepri, Jon Arizal. Sedangkan moderator Surya Makmur Nasution, anggota DPRD Kepri. Isi diskusi lainnya, sebelumnya telah diterbitkan di edisi, Jumat dan Sabtu (13-14/1) lalu. (pti)

170 WNI

Sambungan hal 1

Sementara ini langkah yang dilakukan untuk memastikan semua selamat dan baik-baik saja. Keadaan di lokasi masih berkembang," tutur Michael. Musibah terjadi pada Jumat 13 Januari 2011 saat makan malam. Ketika kapal menabrak karang, orang-orang berebutan menyelamatkan diri. Suasananya sangat kacau, menakutkan, air laut sangat dingin dan gelap gulita, persis seperti yang digambarkan di film Titanic yang dibintangi Kate Winslet dan Leonardo Di Caprio. Penumpang kapal yang selamat diungsikan ke sekolah, hotel dan gereja di Kota Giglio, sebuah kepulauan. Sedang yang terluka serius dilarikan ke pusat pertolongan pertama di tendatenda di dermaga. Ambulans hilir mudik dari pinggir laut dan memacu menaiki bukit yang terjal, diiringi sirene meraung-raung. Costa Concordia, kapal terbesar yang pernah dibangun di Italia, dijadwalkan mengitari Savona, Marseille, Barcelona, Palma de Mallorca, Cagliari dan Palermo, dan pelayaran itu dijan-

Izin Mal

Sambungan hal 1

telah ada. Di Batam ada belasan mal yang berdiri dalam lima tahun terakhir. Namun yang sehat secara bisnis, menurut Ketua Apindo Kepri, Ir Cahya, paling cuma dua mal saja, yakni Nagoya Hill dan BCS Mall. "Pemerintah tidak pernah membatasi izin pembangunan mal atau ruko. Akibatnya bisa kita lihat sekarang, semua mal megap-megap, hanya dua mal saja yang hidup, Nagoya Hill dan BCS. Ini tanggung jawab pemerintah. Tidak ada kajian tentang pembangunan ini. Pengusaha mendapatkan izin pastinya melakukan pembangunan. Pengusaha tidak satu, banyak pengusaha. Wasitnya sudah pasti pemerintah, bila pemerintah tegas, pengusaha akan ikut aturan itu," ujar Cahya pada Forum Diskusi yang digelar Haluan Kepri di Press Room Gedung Haluan Kepri Batam, Kamis (12/1) lalu yang mengangkat tema "Prospek Investasi Kepri 2012". Mal-mal di Batam yang kondisi bisnisnya tidak sehat antara lain, DC Mall, Lucky Plaza Mall, Harbourbay Mall, Centre Point Mall, Kepri Mall, Megal Mall Batam Centre, dan lainnya. Bahkan ada sejumlah mal yang terpaksa berhenti beroperasi, karena tidak mampu bersaing dan terus merugi. Pemerintah juga mengobral izin pembukaan atau izin operasional hotel di ruko-ruko. Tiga tahun berjalan ruko tiba-

kata Suyadi lagi. Seluruh personel penanggulangan bencana, termasuk relawan di daerah dilibatkan. Sementara jumlah warga yang mengungsi masih dalam pendataan. Kerugian juga belum dapat ditaksir. Terbatasnya jumlah peralatan evakuasi menjadi kendala tersendiri yang saat ini dihadapi aparat. To l B a n j i r 1 , 5 M Mee t e r Jebolnya tanggul di Pamarayan, Banten, mengakibatkan banjir di ruas tol Jakarta-Merak. Banjir merendam ruas tol di KM 56 dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter sehingga tidak mungkin dilalui mobil. Tak ayal terjadi kemacetan panjang, Minggu (15/1). Untuk sementara arus kendaraan dari arah Jakarta dialihkan untuk keluar di pintu tol Bitung, Tangerang. "Kita arahkan keluar di Bitung sebab di Cikupa jalan keluarnya sempit malah bisa bikin macet panjang," ujar Indra Wijaya, humas PT Marga Mandala Sakti yang kelola tol Merak, kemarin. Sedangkan kendaraan yang datang dari arah Merak, dialihkan untuk keluar di pintu Serang Timur. Hingga banjir dipastikan surut dan aman untuk dilalui, maka jalan tol Jakarta-Merak sejak Ciujung dinyatakan ditutup. "Banjir terjadi di kilometer 56 dengan ketinggian air 1,5 meter. Banjir ini akibat jebolnya bendungan air Pamarayan. Buntut antrian sampai di Cikupa dari Jakarta," papar Indra. (dtc/vvn)

16 Januari 2012

Ingin Tambah

Sambungan hal 1

sudah keinginan saya dan Baim sebelum menikah. Wah, seru kalau di rumah ada tiga anak," ujar Artika Sari, saat ditemui di Plaza Senayan, akhir pekan kemarin. Artika baru merencanakan kehamilan saat ini, karena sengaja agar jaraknya tidak terlalu dekat dengan

putri pertamanya, Sarah Ebiela Ibrahim. "Memang menunggu sampai Sarah umur tiga tahun, dia sudah bisa mandiri dan bisa terima anggota keluarga baru," kata Putri Indonesia satusatunya yang berhasil masuk dalam 15 Besar Miss Universe pada 2005 tersebut.

84 TKI

Sambungan hal 1

Sabtu (14/1), karena diduga tidak memiliki dokumen resmi untuk berangkat ke luar negeri dengan tujuan Singapura dan Malaysia. Pengiriman calon TKI ilegal ini dilakukan setelah timbul kecurigaan saat para calon TKI tersebut tiba di Bandara Hang Nadim. Dari Bandara Hang Nadim, para calon TKI tersebut dikoordinir oleh pihak tertentu menuju pelabuhan internasional Ferry Batam Centre. Saat itulah petugas BNP2TKI langsung melakukan pemeriksaan dan mendapati tidak adanya dokumen lengkap yang dimiliki para calon TKI. "Penyalur yang menjadi tersangka pengiriman calon TKI ilegal belum berhasil ditangkap. Sementara para calon TKI diamankan di gedung LP2TKI untuk selanjutnya dipulangkan kembali ke daerah masing-masing. Dan bagi yang memiliki dokumen lengkap, akan diizinkan untuk berangkat," ujarnya. Selain Batam, dua daerah lain di Provinsi Kepri, Tanjung Balai Karimun dan Tanjungpinang juga dinyatakan sebagai daerah yang rawan bagi pengiriman TKI ke luar negeri. Pengiriman TKI ilegal ke luar negeri ini semakin meningkat dengan adanya kebijakan moratorium (penghentian sementara) TKI ke beberapa negara Timur Tengah, seperti Arab Saudi dan lainnya. Pasca moratorium, Batam menjadi jalur utama keberangkatan TKI menuju Timur Tengah melalui Singapura ataupun Malaysia. Modusnya, dari daerah asal, para calon TKI akan menuju Batam terlebih dahulu. Untuk kemudian berangkat naik fery ke Malaysia ataupun Singapura, baru terbang ke negara-negara di Timur Tengah

yang hendak dituju. Dalam operasi yang dilakukan di beberapa negara di Timur Tengah beberapa waktu lalu, BNP2TKI mendapati puluhan TKI yang mengaku berangkat melalui Batam, lalu menuju Singapura ataupun Malaysia sebelum terbang ke negara tujuan di Timur Tengah. Apalagi dengan tidak adanya visa yang diberlakukan bagi penduduk di kawasan Asean untuk masuk di wilayah sesama negara Asean. Asal ada paspor, bisa langsung pergi ke negaranegara yang ada di Asean. "Asean merupakan negara pertama yang dijadikan sarana oleh para TKI untuk melanjutkan perjalanan ke Timur Tengah. Karena tidak bisa berangkat langsung dari Jakarta menuju Timur Tengah, akibat adanya moratorium," ungkapnya. Jamhur mengakui, kebijakan moratorium tidak membuat para TKI kehilangan akal untuk berangkat menuju Timur Tengah. Meski sebagian dari mereka akhirnya tertangkap, namun yang tidak tertangkap diyakini masih lebih banyak. Setiap tahunnya, diperkirakan seanyak 15 hingga 20 ribu TKI dipulangkan dari luar negeri. Untuk itu, perlu dibangun kesadaran masyarakat yang ingin menjadi TKI ke luar negeri. Untuk berangkat melalui jalur resmi dengan tujuan ke negara-negara yang dianjurkan oleh pemerintah. Jika melalui jalur yang tidak resmi, maka pemerintah akan sulit memberikan jaminan perlindungan bagi para TKI. Selain nilai tawar gaji yang rendah dan dampak buruk seperti siksaan ataupun perlakuan buruk lainnya yang terkadang harus dialami TKI.

"Kesadaran masyarakat masih rendah, terkadang mereka mudah terbujuk dengan iming-iming para calo TKI untuk bekerja di Timur Tengah, meski pemerintah sedang melakukan moratorium. Mereka tidak sadar, resiko tinggi yang dihadapi jika menjadi TKI, terutama yang tidak memiliki dokumen lengkap," ujarnya. Sementara itu, di tempat penampungan TKI di Gedung LP2TKI Batam Centre, wartawan tidak diizinkan untuk melihat kondisi calon TKI yang telah diamankan. Pihak security beralasan, para wartawan belum mendapatkan izin dari petugas. "Kita belum bisa izinkan (media) masuk ke dalam, kecuali ada rekomendasi dari pak Manurung (Kepala LP2TKI) Batam," ujar salah seorang security, Musaidy. Namun dari informasi keluarga calon TKI, jumlah calon TKI yang ditampung sudah berkurang dari jumlah sewaktu diamankan. Dimana saat diamankan, jumlahnya sebanyak 84 calon TKI, dan kemarin siang tinggal 49 calon TKI. Menurutnya, berkurangnya jumlah calon TKI di penampungan, dikarenakan banyak calon TKI yang sudah dijemput keluarganya yang ada di Batam. Keluarga calon TKI inipun menyatakan kecewa atas telah diamankannya salah seorang keluarganya di Bandara Hang Nadim. Karena keluarganya yang bernama Asrufin, asal Kota Kediri, Jawa Timur ini memiliki dokumen yang lengkap. "Dia (Asrufin) pulang karena cuti, kok mau balik ke Malaysia justru ditangkap. Padahal dia sudah ada KTKLN, permit, paspor dan dokumen yang lengkap," ujarnya kesal. (wan)

uang. Naluri dagang yang mengalir dalam dirinya mendorong ia menangkap peluang yang dinilai sangat menggiurkan. Bermodalkan pinjaman uang dari sahabat sebesar Rp 3 juta, Tantoso lalu menggeluti bisnis ini. Pinjaman dengan bunga tersebut dikembalikan setiap tiga hari sebesar Rp 30 ribu. Saban hari ia menekuni bisnis yang memberi keuntungan dan menambah pundi-pundi rupiah. Pinjaman dari sahabat kemudian dikembalikannya dan ia melanjutkan transaksi dengan modal dari keuntungan yang diraihnya. Seiring perjalanan waktu dan perkembangan Batam sebagai pusat perdagangan, bisnis penukaran uang kian berkembang dan Tantoso terus mengantongi keuntungan. Ketika modalnya sudah cukup, Tantoso ingin memiliki sebuah usaha penukaran uang yang resmi dengan mengantongi ijin dari pemerintah. Pada tahun 1998 ia mendirikan perusahaan dan mengurus seluruh perijinan sehingga bisnis penukaran uang berlangsung legal dan memberi kontribusi berupa pajak kepada negara. Ia lalu membuka Money Changer pertama di Matahari di bawah payung PT Putra Kundur. Hasil dari usaha penukaran uang terus bertambah dan menempatkan dirinya sebagai salah satu pengusaha muda. Ia membuka sejumlah tempat penukaran uang di Kota Batam dan beberapa daerah lain di Kepri. Pada tahun 2001 Tantoso lalu mengembangkan usaha dengan membuka tiga toko mas dan membuka sejumlah usaha lain yang tak disebutkan satu persatu. Ekspansi bisnis terus dilakukan seiring keuntungan diraih dari sejumlah usaha yang dibuka. Perkembangan usaha yang dirintis telah menempatkan Posisi dan status Tantoso bergeser cepat dari seorang pekerja, calo, dan pedagang menjadi salah satu pengusaha sukses di daerah ini. Level pertemanan Tantoso juga bergeser dari kelas bawah yakni para calo, pedagang kaki lima dan masuk dalam kelompok berdasi, pejabat dan aparat penegak hukum. Di tengah kelimpahan dan kesuksesan Tantoso lupa diri dan menjadi pribadi yang sombong. Ia lupa bahwa ia sesungguhnya kesuksesannya adalah berkah dari Tuhan yang mengubah keadaannya dari situasi terbatas hingga menjadi orang sukses. Kesombongan telah menyebabkan ia tersandung kasus dan mendekam di balik jeruji rumah tahan dan lembaga pemasyarakatan Kelas II A Batam tahun 2005 silam. Selama dua tahun ia menjalani hukuman dan menuai cibiran. Pria yang memegang prinsip hidup menjalani hidup seperti air mengalir ini, melewati hari-harinya di antara para pelaku kejahatan. Selama di rutan dan lapas Baloi, ia bertugas di klinik, membantu para tahanan dan napi yang memerlukan pengobatan. Situasi yang dialaminya itu setidaknya memberikan pelajaran berarti bagi Amat Tantoso. Setidaknya ia meraih tiga hal penting sebagai modal untuk meretas langkah baru. "Di dalam tahanan dan penjara, Saya mendapat pelajaran S3 yaitu sadar, sabar dan syukur. Tiga hal ini kemudian menjadi modal bagi saya untuk bangkit kembali dari keterpurukan," ujar pemilik motto, waktu adalah uang.

Pengalaman mendekam di balik jeruji mengingatkan sekaligus menyadarkan Tantoso akan masa lalu ketika berada dalam situasi terbatas. Tidur di lantai beralaskan kertas karton kembali terbayang dan menghentakkan pikran dan nurani yang telah dibalut kesombongan. Meski terasa pahit dan memilukan sebagai orang yang terhukum namun ia berusaha tabah dan sabar menjalani hukuman. Keterpurukan dilanda musibah dan dililit utang, tidak lantas membuat ia putus asa dan tak berdaya. Sebaliknya ia bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk meluruskan kembali hal-hal yang dianggapnya keliru, salah dan tidak benar. Agar kepercayaan para relasi tetap terjaga, ia menyuruh isterinya mendatangi setiap mereka yang menanamkan kepercayaan pada dirinya. Kepada mereka ia menyatakan bahwa ia tetap menjaga kepercayaan dengan membayar utang mencapai miliaran rupiah. Keluasan dan kepercayaan para relasi bisnis membangkitkan kepercayaan diri sekaligus modal untuk membangun kembali usaha yang sempat jatuh. Setelah menghirup udara bebas, Tantoso yang telah mengantongi bekal S3 dan kepercayaan dari para relasi, kembali terjun dalam kancah transaksi bisnis dan menyegarkan kembali sejumlah usahanya. Perlahan namun pasti, sejumlah usaha kembali bergairah dan selama dua tahun ia berhasil membayar seluruh utang-utang. Kemajuan demi kemajuan dialami seiring pertumbuhan usaha semakin berkembang. Ia lalu membuka berbagai jenis usaha namun ia enggan merinci jenis usaha yang tengah berkembang dan akan dirintis. Hari ini ia hanya dikenal sebagai pembina pengusaha money change dengan memiliki sejumlah tempat penukaran uang namun sesungguhnya banyak jenis usaha yang telah dikembangkan. Kepada wartawan koran ini ia membeberkan berbagai jenis usaha. Usaha money change yang ditekuni sejak dahulu, hari ini telah meraih prestasi terbaik dan omzet terbesar secara nasional. Sebagai rasa syukur, ia mulai bergiat dalam kegiatan rohani dan kegiatan sosial. Selain mengurus usaha yang terus berkembang, Tantoso juga memberikan pelayanan Firman Tuhan mendampingi para penatua memberikan siraman rohani bagi para tahanan dan napi kristiani. Berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan juga tidak luput dari perhatian dan keterlibatan Tantoso. Orientasi bisnis yang dijalani tidak semata mencari keuntungan melainkan untuk kepentingan sosial. Sebab ia menyadari bahwa ia juga memiliki tanggungjawab sosial untuk membantu sesama. Hal ini merupakan wujud kesadaran diri bahwa ia juga pernah berada dalam situasi terbatas, berkekurangan dan mendapat bantuan serta kepercayaan dari orang lain. Wakil Ketua Kadin Provinsi Kepri ini juga tengah membuka sebuah usaha bagi pelayanan kepentingan masyarakat yang berorientasi sosial. Ia tidak membeberkan kerajaan bisnis bukan takut dengan persaingan melainkan supaya ia tidak menjadi pribadi yang sombong. Sebab kesombongan telah menyebabkan ia mengalami kejatuhan. ( n i k o l a u s )

Berawal dari

Sambungan hal 1

Salah satu pribadi yang sukses membangun usahanya dari usaha kecil-kecilanadalah Paulus Amat Tantoso (Tan Sui Hai), Direktur PT Putra Kundur. Pria kelahiran Sawang, 5 September 1967 silam ini, sekarang telah dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses di Pulau Batam. Tantoso lahir dari latar belakang keluarga pedagang sederhana, anak dari pasangan Tan Kai Teng dan Kho Yam Tjoei di Pulau Kundur. Seperti anak pedagang umumnya, sejak kecil ia di tempa menjadi sosok pedagang. Saban hari semasa duduk di bangku pendidikan SD hingga SMA, Tantoso telah dilatih menjadi sosok pedagang dengan menjajakan kue dan barang lainnya keliling kampung. Setelah menamatkan pendidikan SMA, ia coba mengadu nasib di Pulau Batam sekitar tahun 1983. Mula-mula Tantoso bekerja pada toko sembako di bilangan Nagoya Lama. Beberapa tahun kemudian Tantoso muda diminta kembali ke kampung untuk menikah dan meneruskan usaha kelontong milik orangtuanya. Selain mengembangkan toko kelontong, suami Herlina juga menampung karet, jual beli hasil tangkapan nelayan dan hasil perkebunan di Pulau Kundur. Pada tahun 1992, ayah tiga anak ini memutuskan kembali ke Batam bersama keluarga. Ketika itu ia hanya mengantongi uang sebesar Rp 500 ribu sebagai modal untuk biaya kebutuhan. Uang sejumlah itu dipakai membiayai pendaftaran anak di sekolah Ananda sebesar Rp 350 ribu. Sisa uang sebesar Rp 150 ribu ia manfaatkan sebagai modal awal membuka kedai kopi di Kompleks Bumi Indah Nagoya. Kondisi keluarga ini terbilang cukup memprihatinkan menyusul belum memiliki rumah dan masih menumpang pada tempat milik sahabat. Ketika itu mereka belum bisa membeli tikar dan bantal sekalipun sehingga kardus dijadikan tikar dan bantal. Sementara istrinya membuka kedai kopi, Tantoso kemudian melakukan aktivitas lain yakni menjadi calo meja dan membantu kawan berjualan sayur dan ikan. Sedikit-demi sedikit ia dan isteri mulai mengumpulkan uang dari kedai kopi dan usaha serabutan yang dijalani. Bermodalkan semangat berusaha dan naluri bisnis yang dimiliki, Tantoso memanfaatkan setiap waktu dan peluang untuk mendapat penghasilan. Ayah Jack, Rudi dan Selly ini tak berhenti mengembangkan usaha. Dari kedai kopi, ia lalu membuka usaha penjualan air tebu di bilangan Jodoh dan Nagoya. Ketika itu ia juga dikenal luas sebagai penjual air tebu karena ia termasuk orang pertama yang mulai membuka usaha tersebut. Menyusul datangnya krisis ekonomi melanda Indonesia tahun 1997 silam, momentum ini justru menjadi catatan sejarah awal yang amat penting dan berarti bagi Tantoso. Betapa tidak, di pihak lain dunia usaha mengalami goncangan dan warga mengalami kesulitan ekonomi, namun tidak demikian bagi Tantoso. Momentum itu justru mendatangkan keuntungan sekaligus mengantarkan ia menjadi pengusaha money change yang sukses dan berprestasi. Saat krisis itulah muncul peluang bisnis baru berupa transaksi penukaran

Ia juga mengungkap kalau dirinya dan Baim adalah tipe pasangan rumahan. Mereka lebih memilih untuk menghabiskan waktu di rumah saja. "Biasanya nonton dengan anak, makan di rumah juga. Paling kalau bosan, Baim mengajak makan di restoran yang tidak jauh dari rumah," ujar Artika. (vvn)


CMYK

8

CMYK

IKLAN Senin,

16 Januari 2012


CMYK

CMYK

Senin, 16 Januari 2012 HARGA ECERAN Rp2000,HARGA LANGGANAN Rp52.500,UNTUK LUAR KOTA TAMBAH ONGKOS KIRIM

2 Pelaku Masih Diburu Novita Handayani SE

Perampokan Warga Samarinda

Staf Komisi IV DPRD

B A L O I –– Polisi terus memburu dua pelaku lain terkait kasus perampokan terhadap tiga warga Samarinda, Kalimantan Timur yang sedang liburan di Batam dalam perjalanan menuju Bandara Hang Nadim, Rabu (28/12) lalu sekitar pukul 11.00 WIB. "Dari hasil pemeriksaan yang kami lakukan sampai dengan pengembangan, ada dua pelaku lagi yang pada saat melakukan perampokan bertugas sebagai supir. Mereka adalah Pa dan Uy dan saat ini masih kita kejar," kata Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Yos Guntur, Minggu (15/ 1). Kata Yos, dua pelaku yang berperan sebagai supir saat melakukan kejahatan itu masih dalam pengejaran dan sampai saat ini belum ditemukan.

Saling Memahami KENDATI kesehariannya banyak berkutat dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai staf Komisi IV DPRD Kota Batam, namun ibu satu anak bernama lengkap Novita Handayani SE ini selalu berusaha meluangkan waktu bagi putrinya, Zakiyah (4). Dalam setiap kesempatan, khususnya di luar jam dinas, dia tak pernah absen untuk mengajak buah hatinya itu untuk bercengkrama,

termasuk membawanya jalanjalan. Dan lokasi yang menjadi favorit Novi, demikian biasa wanita ini disapa, adalah pantai. Karena itu, di hari-hari libur, bersama suaminya, Aludin Andi SE,

Pihaknya juga masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap siapa-siapa saja yang terlibat dalam aksi perampokan itu. Terkait dengan ditangkapnya enam orang pelaku perampokan yang salah satunya melibatkan Warga Negara Asing (WNA) berkebangsaan Jerman, lanjut Yos sudah dilakukan pemberkasan untuk diajukan ke pengadilan. Seperti diberitakan sebelumnya, jajaran Polresta Barelang bekerjasama dengan Unit Resmob Polda Metro Jaya berhasil meringkus enam pelaku perampokan terhadap tiga warga asal Samarinda, Selasa (10/1) lalu di Tangerang, Provinsi Banten. Keenam pelaku terlibat dalam 2 Pelaku

TUNDRA/HALUAN KEPRI

ANAK PANTAI - Sejumlah peserta lomba perahu kolek mengayuh sekuat tenaga menuju garis finis, Minggu (15/1). Kegiatan Pesta Anak Pantai di Nongsa itu ramai dikunjungi warga Batam.

Bersambung ke hlm 10

Mindo Sakit di Tahanan

Saling Memahami Bersambung ke hlm 10

BALOI –– AKBP Mindo Tampubolon, tersangka kasus pembunuhan terhadap istrinya, Putri Mega Umboh jatuh sakit di dalam tahanan di Rutan Kelas II A Batam di Baloi. Kesehatan mantan Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Kepri yang menghuni sel tahanan di blok E itu, dikabarkan terus menurun sejak sepekan terakhir. Oleh: Reza Pahlevi, Liputan Batam

Pengacara Mindo, Lindung Sihombing SH yang dihubungi Minggu (15/1), mengatakan belum mengetahui secara pasti penyakit yang diderita oleh kliennya. Lindung mengaku masih berada di Jakarta untuk mempersiapkan berkas perkara dalam persidangan nanti. "Saya juga sudah mendapat kabar dari keluarga Mindo bahwa dia kurang sehat. Tapi penyakit yang ia derita saya kurang tau

CMYK

pasti, barangkali sakit flu," ujar Lindung. Kata Lindung, dirinya tetap melakukan komunikasi bersama keluarga Mindo dalam rangka mempersiapkan pembelaan dalam persidangan nanti. Terkait dengan penangguhan penahanan yang sebelumnya telah diajukan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, kata Lindung, sampai sekarang masih belum ada respon.

"Kita juga sudah tanyakan kepada pihak Kejati Kepri tentang penangguhan penahanan Mindo, namun belum ada jawaban dari mereka dan masih dalam proses," kata Lindung. Sambil menunggu respon dari Kejati Kepri, lanjut Lindung, pihaknya juga tetap mempersiapkan berkas dan adminisitrasi lainnya yang akan diungkap dalam persidangan nanti. Menurut dia, soal penangguhan penahanan yang diberikan kepada Mindo tergantung dari kebijakan instansi terkait, sampai sejauh mana surat yang sudah diberikan direspon oleh bersangkutan. "Kita hanya mengajukan penangguhan penahanan terhadap klien kami, soal diterima atau tidak itu tergantung dari pihak kejaksaan," kata Lindung. Sebelumnya, Jaksa PenunMindo Sakit Bersambung ke hlm 10

Mindo


METRO BATAM

10

Senin,

16 Januari 2012

Daya Tarik Batamindo Dianggap Mulai Turun B A T A M C E N T R E –– Daya tarik Kawasan Industri Batamindo (KIB) yang berlokasi di Mukakuning dinilai sudah mulai melemah. Sejumlah perusahaan besar, satu per satu mulai meninggalkan atau melakukan relokasi ke kawasan-kawasan industri lain di Batam ataupun ke negara tetangga. Sempat menjadi primadona bagi para pengusaha dan pekerja, saat ini KIB pun dianggap sudah kurang diminati. Kawasan seluas 320 hektar ini, dulu bisa dikatakan sebagai incaran perusahaan-perusahaan besar berkelas dunia. Seperti Philips, Sony Chemicals Indonesia, Sanyo, Panasonic, Astra, Casio dan perusahaan PMA lainnya. Tak hanya relokasi, sebagian perusahaan juga ada yang menutup operasionalnya dengan alasan tidak ada lagi order produksi, kalah bersaing dengan perusahaan yang memproduksi produk sejenis, sahamnya dikuasai oleh perusahaan lain ataupun sebab lainnya. PT Philips Industries Batam, misalnya. Perusahaan yang termasuk pertama kali beroperasi sejak KIB mulai dibuka di tahun 1990an, kini sudah beralih ke kawasan Panbil Batam Industrial Estate. Belum diketahui apa alasan perusahaan kelas dunia ini hengkang dari kawasan yang telah belasan

tahun ditempatinya tersebut. "Sudah sekitar dua tahun lalu PT Philips pindah ke kawasan industri Panbil. Padahal PT Philips termasuk perusahaan pertama yang ada di kawasan Batamindo, enggak tahu apa penyebabnya," ujar Andra, salah seorang pengurus Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Mukakuning, kemarin. Selain PT Philips Industries Batam, juga terdapat beberapa perusahaan lain yang hengkang dari Kawasan Batamindo ke kawasan Panbil Batam Industrial Estate. Di antaranya PT Beyonics Manufacturing, PT TEAC Electronic Indonesia dan PT Shimano Department pancing. Selain itu, PT Sincom Panasonic dan MKPI Panasonic pun pindah dari KIB ke kawasan industri di Batam Centre. Sedangkan PT Maruwa memilih pindah ke kawasan Bintang Industri Tanjunguncang. Sementara, beberapa perusahaan di Kawasan Industri Batamindo ada yang telah menutup operasional perusahaannya. Di antaranya PT Exas, PT BJ Industries, PT Kyocera, PT Panasonic Battery Batam, PT Toyocom, PT Casio Electronics Indonesia yang sebelumnya bernama PT Asahi, PT Kumagaya Precision Motor Batam dan beberapa

perusahaan lainnya. Disamping itu, juga terdapat beberapa perusahaan yang berganti nama ataupun perubahan kepemilikan saham. Seperti PT Sony Chemicals Indonesia yang berganti nama ke Venturindo Jaya Batam (VJB), PT Evok Rifa Indonesia yang berganti nama menjadi PT Kemet, Thomson dan NXP yang menjadi perusahaan joint venture menjadi PT Nutune dan lainnya. Sedangkan 3 perusahaan baru yang masuk kawasan industri Batamindo, di antaranya PT Rafala, PT TNC dan PT Intrikon. Kata Andra, hengkang dan berhenti beroperasinya perusahaan yang ada di KIB ini juga diiringi dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) para karyawannya. Ribuan karyawan menjadi pengangguran baru dan berebut lapangan kerja dengan para pencari kerja yang terus datang setiap waktu. "Bagi yang memiliki gelar pendidikan tinggi dan usianya masih muda tentunya tak masalah. Masih ada harapan untuk dapat pekerjaan baru. Namun bagi yang hanya tamatan pendidikan sekolah menengah dengan usia yang sudah mendekati kurang produktif, tentunya akan menjadi persoalan tersendiri," kata dia. Menurut Andra, kawasan hunian (dormitory) yang ada di

dalam KIB pun semakin sepi. Beberapa blok seperti blok I, J, K, L dan M sudah tidak ada lagi bangunannya, tinggal rumput dan pepohonan saja. Dormitory di blok A, B, C, D dan E, akan segera menyusul. Informasinya, seluruh penghuni akan segera dipindahkan ke dormitory tingkat, seperti di blok N, P, Q ataupun blok R. "Ada sekitar 30 sampai 40 persen dormitory yang tidak terhuni. Bahkan yang di blok F sudah bisa disewa oleh orang di luar kawasan industri Batamindo," ungkap salah seorang pengurus dormitory yang enggan ditulis namanya. Sementara itu, Manajer CSR Batamindo, Andi Mapisangka saat ditemui di sela-sela pemutaran film perdana Laskar Anak Pulau di Sumatera Convention Centre Batam Centre, Minggu (15/1) kemarin, terkesan enggan menanggapi pertanyaan soal melemahnya daya tarik KIB bagi para investor. "Wah kalau terkait masalah itu harus langsung ke pimpinan, Pak Jhon Sulistyawan," ujarnya. Disinggung soal jumlah riil perusahaan yang beroperasi di KIB dan jumlah karyawan, Andi pun hanya berucap singkat. Katanya, saat ini ada sekitar 60-an lebih perusahaan yang beroperasi di KIB. (wan)

Penerapan Perda Parkir Menggantung Draf Masih di Tangan Gubernur B A T A M C E N T R E –– Kendati dianggap berpotensi memberi pemasukan bagi kas daerah hingga Rp15 miliar, namun peraturan daerah (Perda) tentang Perparkiran di Kota Batam masih belum dapat diterapkan. Pasalnya, draf perda tersebut sampai sekarang masih menunggu koreksian dari Gubernur Kepri HM Sani. Padahal, perda itu sudah disahkan DPRD Kota Batam melalui sidang paripurna pada 25 Oktober 2011 lalu. Selama ini, pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi di tepi jalan umum dan harian hanya mencapai kisaran Rp8 miliar. "Kami belum mendapatkan hasil koreksi dari Pak Gubernur, terkait Perda Parkir tersebut. Sehingga perda itu belum bisa kita terapkan. Setelah dari Gubernur,

nanti akan dikoreksi lagi oleh dewan," jelas Helmy, Jumat (13/1). Kata Helmy, jika dihitung untuk parkir di tepi jalan umum antara parkir berlangganan dengan parkir harian, akan ditemukan nilainya jauh lebih murah dan lebih menguntungkan bagi konsumen atau masyarakat pengguna parkir. Sebagai gambaran, kata dia, untuk kendaraan roda dua jika dalam satu bulan parkir selama 240 kali (20 hariX12) untuk satu tahun, maka akan diperoleh nilai sebesar Rp480 ribu per tahun (240XRp2.000). Sedangkan untuk kendaraan roda empat sebesar Rp250 ribu. Maka akan lebih menghemat lagi sebesar Rp230 ribu (Rp480.000Rp250.000). Sementara untuk pajak parkir

khusus yang sudah disetorkan kepada Pemko Batam melalui Dispenda, berdasarkan hasil konsultasi dengan pengelola parkir khusus sebesar Rp3.840.000.000 per tahun. Untuk tarif parkir pada fasilitas parkir di tepi jalan umum sekali parkir untuk kendaraan bermotor roda dua Rp1000. Untuk kendaraan roda empat sebesar Rp2000. Kendaraan bermotor kategori mobil barang, truk dan mobil bus Rp3000. Tarif parkir berlangganan di tepi jalan umum untuk satu kali parkir bagi kendaraan roda dua Rp100.000. Roda empat jenis mobil penumpang umum Rp250 ribu. Kendaraan kategori mobil barang, truk dan mobil bus Rp300 ribu. Tarif parkir bagi lokasi parkir khusus di luar badan jalan umum untuk sekali parkir, kendaraan roda dua atau roda tiga Rp1000. Roda empat Rp2000. Mobil barang, truk dan mobil bus Rp3000.

2 Pelaku

Sambungan hal 9

perampokan yang terjadi pada 28 Desember 2011 lalu, saat taksi yang ditumpangi korban dicegat lima orang dengan mobil sedan di dekat Perumahan Batara Raya, Batam Centre. Satu dari pelaku perampokan adalah Uwe Schweisfurth (58 tahun), WNA berkebangsaan Jerman yang ikut diringkus oleh Satreskrim Polresta Barelang dengan Resmob Polda Metro Jaya di komplek Maleo Nomor 23 Ta-

ngerang. Tim Satreskirm yang diterjunkan dari Polresta Barelang diterjunkan sebanyak empat personel dan tim Resmob Polda Metro Jaya sebanyak enam personel untuk menangkap perampok. Saat ditangkap, tidak ada perlawanan dari para pelaku. Setelah diringkus, para perampok langsung diterbangkan ke Batam yang mendapat pengawalan dari anggota Satres-

krim dan Resmob Polda Metro Jaya. Para pelaku tiba di Bandara Hang Nadim, sekitar pukul 18.30 WIB dan selanjutnya digelandang ke Mapolresta Barelang. Setelah tiba di Mapolresta barelang sekitar pukul 19.00 WIB, para pelaku langsung dibawa ke ruang unit IV jatanras untuk diperiksa secara intensif. Uwe, pria warga Negara Jerman itu saat diwawancarai

mengakui kalau dia adalah otak dari pada perampokan tersebut. Alasannya, tidak ada motif apapun, melainkan karena masalah pribadi dirinya dengan Dina, salah satu warga Samarinda yang dirampok. "Perbuatan ini saya lakukan karena putus dengan Dina dan ada masalah pribadi dengannya," ujar Uwe yang berbicara dengan bahasa Indonesia yang bercampur dengan bahasa asing. (eza)

Saling Memahami

Sambungan hal 9

dia akan berdarmawisata ke pantai. Kalau tidak ke pantai, maka mereka menikmati suasana pusat-pusat perbelanjaan yang cukup banyak di kota ini. "Di sela-sela kesibukan, maka di waktu senggang saya akan hang out dengan suami, bareng si kecil juga. Karena si kecil sering ditinggal saya maupun suami," kata Novi.

Sedangkan tarif parkir bagi lokasi parkir khusus di luar badan jalan umum untuk setiap jam berikutnya setelah dua jam pertama untuk roda dua Rp500. Roda empat Rp1000. Mobil barang, truk dan mobil bus Rp1.500. Untuk lokasi parkir khusus di luar badan jalan umum untuk parkir kendaraan yang menginap selama satu hari (1X24) jam untuk kendaraan roda dua Rp15 ribu. Roda empat Rp30 ribu. Mobil barang, truk dan mobil bus Rp50 ribu. "Dengan telah disahkan Perda Parkir ini, kami meminta agar Pemko Batam dalam hal ini Dinas Perhubungan untuk segera melakukan sosialisasi. Melakukan pengawasan, meningkatkan pelayanan parkir, menyediakan area parkir yang lebih banyak serta meningkatkan target perolehan dari reyribusi parkir dibandingkan sebelumnya," kata Helmy. (lim)

Boleh dibilang, Novi maupun suaminya memang memiliki waktu kerja yang cukup sibuk. Jika Novi sehari-hari bertugas di gedung dewan, maka suaminya selalu mengikuti jadwal tugas Gubernur Kepri HM Sani. Saat ini, suaminya memang bertugas sebagai ajudan Pak Gubernur. Dengan terkurasnya waktu mereka di tempat kerja, kata

Novi, maka dia dan suaminya berusaha saling memahami posisi dan tugas serta tanggung jawab mereka masing-masing. Karena itu, waktu senggang menjadi sangat berharga bagi mereka, khususnya buat anak tercinta. "Karena sama-sama kerja, termasuk pun sering ke luar kota, tapi kami tidak pernah mempersoalkan. Saya dan suami,

sama-sama memahaminya, karena tuntutan dinas. Tentu kami saling mendukung," kata Novi. Wanita kelahiran Jakarta 18 November 1982 ini mengaku memiliki hobi belanja, jalan-jalan maupun nonton bioskop bareng suami dan anak. "Kalau makan, saya sukanya makan rendang jengkol," kata Novi sembari tertawa malu. (lim)

Yayasan Al-Azhar Batam Rayakan HUT Ke-25 B A L O I –– Yayasan Al-Azhar Batam merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-25 dengan menggelar berbagai kegiatan di antaranya reuni akbar, jalan santai, ramah-tamah serta pemberian penghargaan kepada sejumlah guru yang telah mengabdi selama 10 tahun. Ketua Yayasan Al-Azhar Batam Helma Munaf menyampaikan, sejauh ini, mereka telah meluluskan siswanya dari semua tingkatan hingga 2.613 orang. Yayasan ini menaungi sekolah mulai dari jenjang pendidikan TK, SD, SMP dan SMA serta SMK. Kata Helma Munaf, dari sejak berdidiri 25 tahun silam Yayasan

Al-Azhar Batam saat sekarang ini telah memiliki sebanyak 10 sekolah, yakni tiga sekolah TK, tiga SD, dua SMP, satu SMA dan satu SMK. "Semua sekolah itu tersebar di tiga temapat di Batam yaitu, di Baloi Indah, Tiban Indah dan Batuaji," kata Helma Munaf, Minggu (15/1). Dikatakan, Yayasan Al-Azhar Batam berkomitmen dalam bidang pendidikan dengan terus menggelar workshop untuk para guru, guna menghasilkan lulusan-lulusan yang handal. Salah satu workshop yang baru dilakukan adalah workshop hipoparenting. Dia berharap, kualitas lulusan Yayasan Al-Azhar terus

meningkat dari tahun ke tahun. Saat ini, yayasan telah memiliki 174 orang guru dan karyawan. Bertepatan dengan HUT ke25 ini, kata Helma, pihaknya memberikan penghargaan berupa sertifikat kepada 28 orang guru yang telah mengabdi mulai dari 10 sampai 25 tahun. Selain itu, ada 16 orang guru yang diberi bantuan berupa uang pangkal untuk berangkat ibadah umroh. Kepala Biro Kesra Provinsi Kepri Dimya yang hadir mewakili Gubernur HM Sani pada HUT Yayasan Al-Azhar tersebut berkesempatan meresmikan pagar sekolah dan batu miring yang merupakan bantuan dari Pemprov Kepri. ( c w 5 7 )

Kelurahan Seiharapan Canangkan Go Green SEK U PPA A N G –– Kelurahan KU Seiharapan, Kecamatan Sekupang mencanangankan gerakan Go Green , dengan melakukan penanaman 100 ribu pohon, yang dimulai pada Kamis (19/1) mendatang di Perumahan Gading Mas Tiban. Kegiatan tersebut mengusung tema "Go Green Seiharapan for Batam Future". Lurah Seiharapan Chitra Widya mengatakan, gerakan Go Green ini juga sebagai bentuk dukungan pihak Kelurahan Seiharapan dalam program Pemerintah Kota Batam yaitu menciptakan Batam tetap hijau pada 2011 yang lalu. Kegiatan penghijauan ini merupakan suatu tindakan nyata yang akan dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan alam sekitar, sehingga lingkungan di Kelurahan Seiharapan akan tetap hijau dan asri. "Dengan Go Green ini diha-

rapkan, lingkungan di Kelurahan Seiharapan ke depannya tetap hijau dan asri. Karena, pada akhirakhir ini banyak bermunculan perumahan-perumahan baru di daerah sini. Akibatnya, banyak pula pohon-pohon yang ditebang, yang membuat lingkungan gersang dan terasa lebih panas," ujar Chitra, kemarin. Dalam melaksanakan program Go Green ini, kata Chitra, pihaknya bekerjasama dengan dinas terkait seperti, KP2K, DKP termasuk BP Batam untuk pengadaan tanamannya dengan secara bertahap selama satu tahun ke depan. Berbagai jenis tanaman yang akan ditanam antara lain, mangga, alpukat, rambutan dan sirsak. Selain itu, juga ada tamanan non produktif seperti jarak kota, sengon, akasia, jabon dan mahoni. "Namun, masyarakat lebih cenderung menyukai tanaman produktif seperti mangga dan

Mindo Sakit

Sambungan dari hal 9

tut Umum (JPU) dari Kejati Kepri Syaiful Anwar menyampaikan, terkait dengan surat penangguhan penahanan yang diberikan oleh pihak pengacara Mindo masih harus diproses dulu. Karena surat yang dilayangkan harus dipertimbangkan dan dibicarakan lebih lanjut dengan atasan dan unsur terkiat lainnya. "Pengacara Mindo juga sudah mengajukan penangguhan penahanan terhadap kliennya dan tentu saja ini harus kita proses lebih lanjut," ujar dia. Syaiful menjelaskan, pelimpahan yang dilakukan oleh Kejati Kepri pada tahap satu hanya sebatas penelitian berkas perkara dan pelaksanaannya diserahkan ke Kejari Batam untuk tahap dua.

alpukat. Karena tanaman tersebut dapat menghasilkan buah yang bermanfaat untuk masyarakat juga," kata Chitra. Kata dia, dalam pelaksanaan program ini, pihaknya akan melibatkan sejumlah elemen masyarakat serta anak sekolah dari semua jenjang pendidikan. "Tujuan kita agar para pelajar juga dapat memahami betapa pentingnya fungsi serta manfaat dari lingkungan yang hijau dan asri sejak dini. Sehingga, dampak buruk yang ditimbulkan oleh penebangan liar, juga akan menjadi perhatian bagi mereka di kemudian hari," katanya. Jika tidak ada perhatian dan kepedulian pemerintah maupun masyarakat terhadap dampak lingkungan alam di Kota Batam ke depan, lanjut Chitra, dikhawatirkan dapat menimbulkan berbagai musibah dan bencana alam yang sangat menakutkan. (cw41)

Dalam hal ini kata dia, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam tetap berkorodinasi bersama Kejati Kepri dalam proses persidangan nanti. Seperti diketahui, Mabes Polri akhirnya menetapkan AKBP Mindo Tampubolon sebagai tersangka pembunuhan terhadap istrinya sendiri, Putri Mega Umboh. Mindo. Direskrim Polda Kepri, Kombes (Pol) Wibowo menyatakan Mindo ditahan di Bareskrim Polri seusai pemeriksaan secara maraton sejak Selasa 19 Desember 2011 oleh tim penyidik gabungan Ditreskrim Polda Kepri dan Bareskrim Polri di Jakarta. Seperti diberitakan, Putri Mega Umboh (25) ditemukan tewas dengan luka tujuh tusukan di hutan Telaga Punggur, Batam,

pada 26 Juni 2011 lalu. Awalnya, Putri diduga tewas dibunuh pembantunya, Rosma alias Ros dan Gugun Gunawan alias Ujang, yang merupakan kekasih Ros. Selain itu, sejumlah sekuriti Perumahan Anggrek Mas 3, Batam Centre pun sempat diduga terlibat. Namun, dalam perjalanan kasus ini, para sekuriti tersebut dilepas karena tidak terbukti. Pihak penyidik Polda Kepri kemudian menemukan fakta baru berdasarkan BAP seluruh saksi yang akhirnya menetapkan AKBP Mindo sebagai tersangka, selain Ros dan Ujang. usai ditetapkan sebagai tersangka, Mindo pun ditahan dan sempat dimasukkan dalam sel Mabes Polri di Jakarta sebelum dibawa ke Batam. * * *


METRO BATAM

11

Senin,

16 Januari 2012

Terkait Pembunuhan di Base Camp

Keluarga Pertanyakan ke Polisi YPAB Tumbuhkan Minat Baca SERAYA — Yayasan Pembina Asuhan Bunda (YPAB) yang menaungi perpustaan Corry Sapto Dewo Batam terus melakukan langkah nyata untuk menumbuhkan minat membaca masyarakat. melalui perpustakaan diharapkan dapat menjadi tempat bagi yang haus akan ilmu pengetahuan. Karenanya perpustakaan harus menjadi perhatian semua kalangan untuk berbagi kepada generasi penerus. "Dukungan semua pihak memang sangat kita butuhkan dalam mencerdaskan anak-anak kita. Oleh karenanya, bantuan tetap dibutuhkan baik dari swasta maupun pemerintah," ujar pendiri sekaligus Ketua YPAB, Sri Soedarsono disela-sela ulang tahun yayasan, kemarin. Menurut wanita yang akrab disapa eyang tersebut, perpustakaan Corry Sapto Dewo telah memiliki 15 ribu buku, mulai dari buku bacaan anak hingga buku referensi umum. Dan buku yang ada, dalam beberapa bulan dilakukan rotasi dengan ke tempat yang lain. "Buku yang ada ini, terus kita putar ke tempat lain. Karena perpustakaan inikan juga ada binaannya di beberapa daerah yang ada di Batam, seperti di Nongsa. Bahkan kita ada buat taman bacaan di dekat Posyandu," katanya. Tidak hanya di perpustakaan yang merupakan naungan YPAB, selain itu juga bantuan selalu diberikan kepada yang membutuhkan. (cw56)

BAT TAM — Kasus pembunuhan Jubair Dadi BA (50) di Base Camp Batuaji (3/11) lalu hingga saat ini belum terungkap. Isteri dan anak serta tokoh masyarakat Ende, Jumat (13/1) mendatangi Polresta Barelang, mempertanyakan kelanjutan pengungkapan tersebut.

FASUM RUSAK — Kurangnya pengawasan oleh Satpol PP Batam menyebabkan sejumlah fasilitas umum yang berada di kawasan Jodoh Boulevard banyak yang rusak, Minggu (15/1). Ulah tangantangan jahil ini sangat disayangkan karena kawasan wisata keluarga murah ini selalu ramai dikunjungi.

Oleh: Nicolas Ngao, Liputan Batam

Turut hadir bersama mereka sekitar 70 orang warga paguyuban Wua Mesu Ende sebagai bentuk simpati dan dukungan moril terhadap keluarga korban. Usai bertemu Kapolresta BarelangKombes Pol Karyoto, Ketua Ikatan Keluarga Wua Mesu Kabupaten Ende, Yoseph Nggala Dosi didampingi sekretaris, Albert Pati, Penasehat paguyuban, Ibrahim Weto, dan Ketua Pemuda, Benediktus Beke menjelaskan hasil pertemuan dengan Kapolresta, Kasat Reskrim dan Kabag Bina Mitra. Yoseph menjelaskan, korban dan keluarganya adalah bagian dari warga paguyuban Wua Mesu sehingga pihaknya berkepentingan

untuk mendampingi dan mempertanyakan kepada kepolisian. Keluarga korban dan warga paguyuban ingin mengetahui sudah sejauhmana penanganan kasus dilakukan polisi. Apalagi menurut Yoseph, kasus tersebut terjadi pada masa kepemimpinan Kapolres lama sehingga perlu dipertanyakan kembali kepada Kapolres baru. Keluarga dan warga paguyuban berharap agar Kapolres mengindahkan harapan mereka agar segera mengungkap pelaku. Sementara itu Ketua Pemuda Ende, Benediktus Beke menambahkan, keluarga dan paguyuban menyampaikan 3 hal kepada Kapol-

TUNDRA/HALUAN KEPRI

res yakni pertama, supaya melaksanakan gelar perkara, segera mengungkap pelaku pembunuhan dan ketiga, memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Dari Kapolres kata Beni, pihaknya mendapat jawaban bahwa barang bukti belum cukup sehingga polisi belum melakukan proses lebih lanjut. Namun demikian Kapolres berjanji hari ini polisi akan melaksanakan gelar perkara. Keluarga dan pengurus

paguyuban juga diundang untuk hadir pada pelaksanaan gelar perkara tersebut. Apabila Kapolres tidak memenuhi permintaan mereka dalam waktu dua minggu ke depan maka warga Ende akan menyatakan sikap baik di tempat kejadian peristiwa maupun di Polresta. Menurut Beni, pelaku pembunuhan diduga bermukim di sekitar Gang Masjid dan tempat kejadian peristiwa sehingga diharapkan polisi tidak sulit untuk mengungkap pelaku pembunuhan.

Sementara itu, Penasihat Keluarga Wua Mesu, Ibrahim Weto menegaskan kepada pihak-pihak yang tidak berkompeten dalam kasus yang terjadi diantara sesama orang Ende agar tidak ikut campur. Permasalahan yang terjadi di Base Camp hingga Jubair tewas adalah masalah diantara orang Ende dan saat ini tengah ditangani oleh kepolisian. Pihak lain diserukan agar tidak bermain di air keruh dengan cara mengadu domba sesama warga Ende.** * *

Ribuan Warga Disuguhkan Pesta Pantai N O N G S A — Warga Batam dari berbagai penjuru yang berkunjung ke Pantai Nongsa mendapat suguhan tontonan perlombaan gratis dan panggung hiburan khas melayu. Panitia menggelar berbagai macam lomba dan panggung hiburan khas Melayu di pesta rakyat itu. Kegiatan yang dilakukan karangtaruna dan perkumpulan nelayan budidaya di Kelurahan Sambau ini menggelar berbagai lomba layar tradional, sampan dayung kolek, dayung ayak, jong, gasing. Peserta lomba, tidak hanya

diikuti oleh warga Batam saja, namun warga luar Batam yakni dari Bintan, Tanjungpinang dan Karimun juga ikut ambil bagian. "Banyak peserta yang mengikuti perlombaan yang akan memperebutkan total hadiah puluhan juta ini," ujar Suparman, sekretaris panitia penyelenggara. Untuk lomba Jong, katanya, pesertanya ada sekitar 300 yang terdiri dari beberapa katagoti. Dan panitia hanya memilih tiga juara dari setiap katagorinya. Untuk perlombaan jong yang dimulai Sabtu (14/1) lalu itu, katanya,

tinggal pelaksana untuk final saja. Setelah pesta pantai ini dibuka, Minggu (15/1), katanya, perlombaan yang lain digelar. Dan semua perlombaan, tambahnya, akan ditutup, Selasa (17/1) mendatang. "Semua perlombaan untuk final diadakan secara bersamaan. Rencananya akan dihadiri Ketua HNSI Batam untuk menutup kegiatan sekalian pemberian hadiah kepada pemenang," ujarnya. Pelaksanaan lomba ini, spontan saja menarik perhatian pengunjung objek wisata pantai, yang selalu ramai disetiap akhir pekan. (doz)

Granat Desak Polisi Kejar Bandar Narkoba B A T A M — Gerakan Nasional Anti Narkotika Kepri mendesak pihak kepolisian untuk mengusut bandar besar narkotika dan obat terlarang (narkoba) yang ada di Kepri. Desakan ini muncul bersamaan dengan dua kali pengungkapan dengan skala besar Syamsul oleh petugas Bea dan Cukai (BC) dalam sepekan. "Petugas jangan terperdaya dengan keterangan tersangka yang merupakan sindikat narkoba ini. Secara logika tidak benar jika Kepri dijadikan transit untuk pemasokan barang itu ke Jakarta. Jadi butuh kerja keras dan keseriusan penyidik mengungkapnya," ujar Ketua DPD Granat Kepri, Syamsul Paloh di Nagoya, kemarin. Sebagai contoh, katanya, pengungkapan yang dilakukan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Tanjungbalai Karimun. Petugas menyita 7.018 butir ekstasi dari seorang penumpang

berinisial CO di kapal MV Tuah asal Kukup, Johor, Malaysia. Tersangka yang diamankan ini, katanya, bukan pemain baru. Bahkan tersangka ini, tambahnya, merupakan bagian dari managemen tempat hiburan terbesar di Karimun. "Semua masyarakat Paloh sudah mengetahui siapa itu CO. Tersangka ini mempunyai bos yang mempekerjakannya. Jadi ini yang perlu dikembangkan oleh penyidik," ujarnya. Dalam kasus ini, katanya, Granat akan membentuk tim untuk melakukan pengawasan dalam proses penyidikan. Selain itu, tambahnya, tim ini juga melakukan investigasi jaringan tersangka ini. "Ini jaringan besar di Karimun. Jadi dari barang bukti yang diamankan itu, hanya untuk memenuhi kebutuhan di Karimun saja," ujarnya. Dijelaskannya, laporan dari pengurus Granat di Karimun, penyelundupan narkoba ini sudah sering dilakukan. Dan jaringan ini tidak hanya meng-

gunakan jalur resmi untuk memasok narkoba, katanya, akan tetapi jalur tidak resmi juga sering dijadikan pintu untuk memasok narkoba. Begitu juga dengan tangkapan terbaru yang dilakukan petugas Bea dan Cukai (BC) Tipe B Batam, Provinsi Kepri. Petugas menggagalkan penyelundupan narkotika (methampheamine) jenis sabu kelas satu yang dibawa, MS (45) warga Indonesia dari Malaysia. Jumlahnya cukup besar yakni 2,46 kilogram atau diperkirakan seharga Rp5 miliar, Jumat (13/1). Dia berharap dengan tangkapan ini jangan membuat petugas berbangga dulu. Tidak tertutup kemungkinan, katanya, tangkapan ini hanya sebuah umpan untuk meloloskan yang lebih besar. Dimana saat petugas lengah, tambahnya, jaringan ini memasukkan narkoba yang berlipat ganda dari jumlah yang berhasil digagalkan. "Kalau jalur resmi dijaga ketat, sangat banyak jalur tikus yang dijadikan gerbang untuk memasokkan narkoba ini. Jadi petugas harus kerja lebih keras untuk memberantas peredaran gelap narkoba ini," ujarnya mengimbau. (doz)


LINGGA

12 Pembuka Lahan Tewas Tertimpa Kayu LINGGA — Seorang warga Singkep, Jeni yang sedang membuka lahan kebun di Wilayah Resang Desa Marok Kecil, Kecamatan Singkep tewas tertimpa pohon kayu, Sabtu (14/ 1) sekitar pukul 13.00 WIB. Kejadian ini terjadi secara tiba-tiba ketika korban sedang bekerja di daerah lahan perkebunan tersebut. Tumbangan pohon itu langsung menghantam tubuh korban sehingga meninggal. Informasi meninggalnya korban ini dibenarkan Kepal Desa Martok Tua Alfinor, Minggu (15/1). "Korban meninggal setelah tertimpa pohon kayu saat sedang bekerja membuka lahan di daerah Resang, Marok Kecil Kecamatan Singkep. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB," kata Alfinor. Alfinor menjelaskan bahwa lokasi kejadian tewasnya Jeni itu masih termasuk wilayah Marok Kecil. Usai peristiwa naas tersebut korban langsung dimakamkan. di pemakaman umum setempat. Menurut Alfinor korban yang tewas itu adalah warga Kampung Baru Kecamatan Singkep. "Memang saudaranya banyak di Marok Tua. Tetapi korban bukan termasuk warga kami di sini. Dia warga Kampung Baru, Singkep," tegasnya. Informasi yang berhasil dirangkum Haluan Kepri dari berbagai sumber menyebutkan korban sehariannya bekerja sebagai pengesek kayu di daerah Resang Desa Marok Kecil, Kecamatan Singkep. "Dari informasi warga korban bekerja sebagai pengesek kayu. Saat kejadian itu korban sedang melakukan penebangan kayu dengan mengunakan mesin senso. Tapi ada juga yang menyebutkan kalau korban tewas bukan kerena kayu yang di tebangnya, tapi kayu lain yang tumbang dan menimpa langsung ke arah korban," kata Alfinor. Untuk diketahui kawasan hutan di daerah Desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Barat yang bertetangga dengan Desa Marok Kecil, Kecamatan Singkep saat ini marak dengan aktifitas pembukaan lahan baru untuk dijadikan kebun. Lahan-lahan hutan yang sudah berubah fungsi tersebut kemudian dijual kepada perusahaan tambang yang banyak masuk di wilayah tersebut. (jfr)

Senin,

16 Januari 2012

KMP Sembilang Segera Beroperasi LINGGA — Rencana pengoperasian kapal Roll on Roll (roro) KMP Sembilang dari Pelabuhan Jagoh, Dabo Singkep Kabupaten Lingga ke Pelabuhan Dompak Tanjungpinang oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan Pemprov Kepri, hingga kini belum dapat dipastikan. Kendati demikian, Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi setempat meyakini pengoperasian kapal tersebut segera terlaksana dalam waktu dekat. Oleh: Asfanel, Liputan Lingga

"Pada prinsipnya pengoperasian kapal Roro tersebut sudah disetujui oleh pihak terkait di pusat dan Provinsi Kepri. Hanya saja kepastian waktu operasinya kita tidak tahu, karena ini merupakan program dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) pusat dan Dinas Perhungan Provinsi Kepri," kata Kadishub Kominfo Pemkab Lingga Azward akhir pekan kemaren. Dikatakan, kewenangan tugas Dishubkom Info Pemkab Lingga terhadap operasional kapal Roro dimaksud hanya bersifat penyediaan sarana tempat serta pengamanan pelabuhan yang ada di daerah ini. Tugas yang ada selama ini telah disiapkan oleh pihaknya beserta tenaga yang akan diperbantukan demi kelancaran pengoperasian Roro itu sendiri. "Bagi kita saat ini sudah tidak ada masalah dan siap mendukung setiap program yang dicanangkan pemerintah selama ini," ungkap Asward.

Sebagaimana diketahui awalnya, KMP Sembilang tersebut sedianya akan melintasi jalur Lingga menuju Pelabuhan di Kuala Tungkal (Jambi). Namun akibat belum siapnya pemerintah Jambi dalam menyelesaikan pembangunan pelabuhan di Kuala Tungkal termasuk akses masuk ke pelabuhan, akhirnya rute perjalan Roro itu beralih dari Pelabuhan Jagoh Lingga ke Pelabuhan Tanjungpinang. KMP Sembilang sendiri sampai saat ini sudah sekitar tiga bulan lebih berlabuh di Pelabuhan Jagoh, Dabo Singkep. Sementara warga Lingga berharap agar pengoperasian Roro tersebut sesuai rencana semula ke Kuala Tungkal dan Jambi. Sedangkan pihak ASDP sendiri sebelumnya mengaku pengoperasian KMP Sembilang itu masih dalam tahap proses pengurusan administrasi di Kementerian Perhubungan. Setelah selesai administrasinya, maka pemerintah pusat nantinya akan menyerahkan kepada ASDP Batam. * * *

GOTONG ROYONG — Simpatisan kader PAN di Kecamatan Singkep menggelar goro di Jalan Kartini Setajam Dabo Singkep, Minggu (15/1). JEFRIADI/HALUAN KEPRI

Propam Nilai Keputusan Kapolres Sudah Tepat LINGGA LINGGA- Hasil sidang disiplin 11 anggota Polres Lingga yang terbukit melakukan pemukulan terhadap korban salah tangkap kasus pencurian kendaran bermotor (curanmor) mendapat perhatian khusus dari Propam Polda Kepri. Tindakan Kapolres Lingga, AKBP Misbahul Munauwar. untuk menuntaskan kasus ini dinilai sudah tepat oleh tim penyidik dari Polda Kepri yang langsung menerjunkan anggotnya

ke Lingga dalam melakukan pengawasan langsung. Kedatangan tim Propam Polda Kepri itu dipimpin AKP Abu Zanar yang juga mantan Kapolsek Singkep Barat. "Kita datang ke Lingga dengan agenda melakukan pengawasan. Salah satunya adalah kasus 11 orang anggota Polres Lingga. Kedatangan saya ke Lingga ini bersama satu orang anggota Propam Polda Kepri," kata Abu Zanar saat dihubungi saat hendak

menuju Lingga, Sabtu (13/1). Menurut Abu Zanar, ia dan anggota Propam Polda Kepri hanya sebatas melakukan pengawasan dan pengecekan terhadap jalannya penangan kasus itu. Karena Kapolres Lingga telah melakukan pengawasan dengan cepat dengan menyidangkan anggota yang melanggar disiplin dalam melaksanaan tugas. "Kejadian ini juga telah diselesaikan secara musyawarah

antara anggota yang bersangkutan dengan korban. Jadi langkah-langkah yang diambil oleh Kapolres Lingga tersebut sudah pas dan mantap," kata Abu Zanar. Sidang kode etik yang dilakukan terhadap 11 oknum anggota Polres Lingga dan Polsek Dabo, Rabu (12/1) lalu itu memutuskan 10 anggota mendapatkan sanksi kurungan dan satu orang hanya mendapatkan teguran tertulis. "Mereka telah selesai disi-

dang kode etik. Hasil sidang tersebut memutuskan 10 orang mendapatkan hukuman ditempatkan di tempat khusus dan satu orang mendapatkan teguran tertulis," kata Kapolres Lingga AKBP Misbahul Munauwar. Sementara itu Kasau, salah seorang anggota keluarga korban mengaku saat ini kondisi Aji Masaid sudah membaik. Pihak keluarga sudah sepakat untuk tidak memperpanjang persoalan ini. (jfr)


NATUNA

13

Senin,

16 Januari 2012

PJN Natuna Siapkan Program Kerja 2012 RANAI — Persatuan Jurnalis Natuna (PJN) Kabupatena Natuna saat ini tengah menyiapkan program kerja tahun 2012. Penyusunan program dilakukan di gedung sekretariat lantai II di Jemengan Ranai, Minggu (15/1). Kegiatan tersebut melibatkan sedikitnya 17 awak media masa. Ini dilakukan untuk memberikan sumbangan saran agar program kerja yang disusun semakin sempurna. Ketua Umum Affuandris S.Kom mengatakan, adanya perubahan aturan baku dari Dewan Pers kepada pekerja media. Ini sehubungan dengan pembenahan legalitas serta kompetensi pekerja media. Karena itu, anggota PJN diwajibkan mengikuti seleksi dan dinyatakan lulus Uji Kompetensi Wartarwan (UKW). Langkah ini setidaknya memberikan jaminan kepada publik soal kualitas dan profesional wartawan. Hal ini, kata dia, sehubungan maraknya tindakan pekerja media yang melanggar kode etik jurnalistik. " Tahun ini kita juga mencanangkan pembentukan website online yang nantinya mencakup ekspose pemberitaan daerah setempat yang diterbitkan anggota PJN di medianya. Ini dimaksudk an untuk memberik an kemudahan bagi masyarakat dalam hal mengakses berita secara mudah dan terjangkau hingga ke daerah kepulauan di kecamatan." ujarnya. Dengan wajah baru, PJN juga melakukan sedikit revisi struktur organisasi. Tujuannya untuk meningkatkan performance dan kineja organisasi dalam menyikapi isuisu daerah terhadap pengembangan pembangunan lewat pemberitaan. Sekretaris Umum Iskandar Pohan menambahkan, PJN bertekad memberikan kontribusi pembangunan kepada pemerintah setempat. Ini dilakukan sebagai perpanjangan tangan dan kontrol sosial dalam pemberitaan yang menjangkau hingga ke tingkat desa diwilayah pemkab Natuna. " Dengan 33 awak media dari 25 media elektronik dan cetak, diyakini, wadah ini mampu memberikan contoh bagi organisasi serupa di Natuna, baik itu yang cakupannya lokal, maupun nasional," tuturnya. (leh)

SHOLEH ARIYANTO/HALUAN KEPRI

LAYAK DIBANTU — Sulaiman, warga Air Lengit Kecamatan Bunguran Tengah hingga kini belum mendapatkan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) dari Pemkab Natuna, Minggu (15/1). Rumah Sulaiman terbuat dari papan dan beratapkan dedaunan . Secara kriteria, rumah tersebut layak mendapat bantuan.

Pemkab Subsidi Trigana Air Rp5 M RAN AI — Pemkab Natuna akan menambah ANAI subsidi maskapai penerbangan Trigana Air rute Pontianak- Natuna tahun 2012 sebesar Rp5 miliar. Penambahan tersebut berdasarkan proposal yang diajukan pihak Trigana Air kepada Pemkab Natuna. Oleh: Sholeh Ariyanto, Liputan Natuna

Hal itu dikemukakan Ketua DPRD Natuna Hadi Candra yang ditemui akhir pekan lalu. Chandra menyebutkan, penambahan subsidi kepada Trigana Air berlaku selama satu

tahun. Dalam penawaran tersebut pihak Trigana berjanji tidak lagi menggunakan pesawat jenis Foker, akan tetapi pesawat Boeng 737 seri 200. " Dalam penawaran itu pihak

Trigana akan mengganti armadanya dengan pesawat jenis Boeing 737 seri 200. Tetapi pemda Natuna harus menambah subsidi sebesar Rp 5 miliar per tahun," kata Candra. Dikatakan Candra, penawaran yang diajukan pihak Trigana Air adalah berupa subsidi kursi (blok seat). Kemudian harga tiket pun hanya Rp500 ribu dari Natuna ke Pontianak atau sebaliknya. Dengan kapasitas penumpang maksimal 80 orang. " Jika penumpang memenuhi target 80 orang, pemerintah daerah tidak akan dibebankan. Namun terjadi penurunan jumlah penumpang di bawah 80 orang, baru akan dibebankan kepada subsidi itu," ujar Candra.

Motor dan Sepeda Laga Kambing RA N AI — Kecelakaan lalu linNAI tas kembali terjadi di Natuna. Kali ini, korbannya Yos (47). Ia ditabrak Yamaha Vixion yang dikendarai Amir (23), pegawai Pemkab Natuna di Jalan Ranai Darat, tepatnya di depan perumahan Polres Natuna, Sabtu (14/1) malam. Saat itu, Yos

menggunakan sepeda Pancal. Akibat kecelakaan tersebut, Amir mengalami pendarahan di bagian hidungnya. Sementara Yos (47) sobek di bagian kepalanya. Keduanya sempat terpental beberapa meter ke luar badan jalan. Kini mereka dirawat intensif di RSUD Natuna.

SHOLEH ARIYANTO/HALUAN KEPRI

PETUGAS Polres Natuna menunjukan dua kendaraan yang bertabrakan, Minggu (15/1) lalu. Kondisi kedua kendaraan terlihat rusak parah.

Kanit Lakalantas Polres Natuna, Ipda Khapandi melalui petugas Lakalantas Polres Natuna Brigadir Reno Sophian menyebutkan, dugaan sementara penyebab kecelakaan karena pelaku kurang hati-hati. Saat itu, Amir membawa kendaraan dengan kecepatan tinggi. mencoba menghindari sesuatu di depannya lalu membantingkan setirnya ke kanan jalan. Tiba-tiba Amir langsung menghantam pengendara sepeda yang datang berlawanan arah hingga keduanya terpental ke luar jalan aspal. " Korban Amir baru sadar Minggu (15/1) dini hari. Pendarahaan di bagian hidung, tak kunjung berhenti. Kini, korban masih belum bisa bergerak dan masih membutuhkan perawatan intensif dari dokter," ujar Reno saat ditemui di kantor Polisi Sektor (polsek) Bunguran Timur, Minggu (15/1). Sementara Yos, laki-laki paruh baya yang mengendarai sepeda pancal hanya mengalami luka sobek di bagian kepala dan sudah sadarkan diri. Sedang Amir yang menderita luka berat di bagian hidung dan bagian muka karena karena terbentur aspal. " Amir tidak memakai helm, dan posisi dia jatuh dengan muka menyentuh aspal. Sementara Yos pengendara sepeda pancal dia terpelanting di seberang jalan" Tuturnya. Selanjutnya akibat kecelakaan tersebut, sepeda motor Amir ringsek di bagian depan dan sepeda pancal milik Yos rodanya berubah menjadi angka delapan. " Korban Amir telah melanggar pasal 310 Ayat 3 UU nomor 22 tahun 2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan. Amir dianggap lalai dan mengakibatkan orang lain terluka parah," ujar.(leh) nya menjelaskan.(leh)

Menurut Candra, penawaran penambahan subdisi dari pihak Trigana Air sudah dibahas di DPRD. Dan, secara umum DPRD sangat mendukung jika pemerintah menambah anggaran subsidi tersebut. Namun untuk saat ini masih menunggu rekomendasi dari Bupati Natuna. " Subsidi seat pesawat Trigana Air ini sudah berlangsung beberapa tahun terakhir. Manfaatnya sangat banyak. Kalau tidak salah, tahun 2011 subsidi pemerintah daerah masih dikembalikan ke kas daerah sebesar Rp 1,9 miliar dari nilai subsidi tahun sebelumnya," ungkap Candra tanpa menyebutkan berapa nilai subsidi tahun lalu. Menurut dia, penambahan

subsidi kepada pihak Trigana sangat efektif dan membantu masyarakat Natuna. Karena harga tiket yang dibebankan lebih ekonomis dibanding dengan harga tiket pesawat pada umumnya di Natuna. Yakni berkisar antara Rp900 ribu sampai Rp1 juta lebih. " Dengan disubsidi tersebut barang-barang kebutuhan masyarakat akan lebih murah di Natuna. Karena mayoritas didatangkan dari Kalimantan Barat (Pontianak). Apalagi transportasi udara bukan menjadi transportasi mewah lagi karena masyarakat kecil sudah bisa ambil bagian," tutur Candra. Candra juga membandingkan, jika nanti penambahan subsidi ini terealisasi maka jalur

transportasi udara dari Natuna Pontianak akan mengalami peningkatan. Karena sekarang ini tiket kapal laut dari Natuna Pontianak tidak jauh selisihnya. " Kalau dihitung-hitung ongkos naik kapal ke Pontianak dengan ongkos naik pesawat selisih sedikit, lagi pun lebih cepat naik pesawat," ujarnya. Sekjen IKBN Batam Kamaruddin Saban menilai subsidi yang diberikan Pemkab Natuna kepada maskapai Trigana Air sebesar Rp5 miliar dinilai terlalu besar dan tidak tepat sasaran. Alasannya tidak semua masyarakat Natuna bisa menikmati transportasi udara. " Kita tahu masyarakat Natuna itu tidak semuanya mampu.

Mereka yang hidupnya pas-pasan, lebih memilih naik kapal laut ketimbang pesawat udara. Karena itu, akan lebih baik jika subsidi yang Rp5 miliar itu diberikan untuk transportasi laut," katannya. Kamaruddin tidak yakin subsidi yang diberikan kepada Trigana Air penuh Rp5 miliar. Ia menduga meskipun di atas kertas tercatat Rp 5 miliar tapi pelaksanaan di lapangan, paling sekitar Rp2,5 miliar.Sisanya masuk ke kantong oknum pejabat dan anggota dewan. " Kalau Pemkab dan DPRD ngotot memuluskan permohonan subsidi Trigana Air, pasti ada apa-apanya. Memangnya mereka mau rugi," katanya. ***

Pemprov Kepri Pertahankan 98 Dokter Keluarga BA T A M — Pemerintah Provinsi KeAT pulauan Riau akan mempertahankan 98 dokter keluarga yang saat ini bertugas di daerah pesisir. "Tahun ini kami tidak melakukan penambahan dokter keluarga. Bagi yang habis masa tugasnya dan tidak ingin memperpanjang kami akan cari gantinya agar jumlahnya tetap 98," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi kepulauan Riau (Kepri) Tjejep Yudiana di Batam, akhir pekan lalu. Tjejep mengatakan pada pertengahan 2011 ada 100 dokter yang bertugas di desadesa terpencil di pesisir kota/kabupaten di Kepri. Namun dalam perjalanannya ada dua yang mengundurkan diri dengan alasan keluarga, sehingga jumlahnya tinggal 98. Sebagian besar dokter tersebut ditempatkan pada wilayah pesisir Kabupaten Natuna, Anambas, Lingga, yang dinilai masih membutuhkan banyak dokter. Sementara sebagian lain ditempatkan di Kabupaten Karimun dan Bintan, serta Kota Batam dan Tanjungpinang yang dinilai sudah cukup berkembang. "Tujuan dari penempatan dokter keluarga tersebut adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pesisir yang selama ini minim akses. Jadi bila ada dokter yang habis masa jabatanya akan kami sambung atau ganti dengan yang lain agar tujuan tersebut tercapai," kata dia. Pemerintah Kepri, kata dia, baru berencana menambah sebanyak 100 orang

NET

GUBERNUR Kepri HM Sani saat berfoto bersama dengan dokter keluarga yang ditempatkan di sejumlah wilayah di Kepri.

dokter pada 2013 karena masih ada desa yang belum memiliki dokter keluarga. "Peningkatan kesehatan menjadi salah satu program utama Kepri selain pembukaan transportasi antar pulau dan pendidikan," kata Tjejep. Sebelumnya, Gubernur Kepri, Muhammad Sani mengatakan ingin masyarakat pesisir mendapat pelayanan kesehatan yang sama dengan warga lain yang berada pada daerah yang memiliki sarana kesehatan lengkap. "Kami ingin masyarakat di pesisir

mendapatkan pelayanan kesehatan sebagaimana daerah lain yang memiliki sarana kesehatan lebih lengkap. Karena mereka juga bagian dari masyarakat Kepri yang memiliki hak yang sama," kata Sani. Sani mengatakan, dokter keluarga adalah ujung tombak yang diharapkan berperan terdepan meningkatkan kesehatan masyarakat. "Bila semua warga sehat maka upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan akan lebih mudah," kata dia. (ant)

Waspadai Gelombang Tinggi Malam Hari PEK ANBAR U — Pihak Badan MeKA RU teorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru mengimbau perusahaan pelayaran dan para nelayan untuk waspada terhadap munculnya gelombang tinggi malam hari di perairan Riau dan Kepulauan Riau. "Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 2,5 hingga 3,5 meter. Kondisi ini tidak lagi menguntungkan bagi nelayan dan perusahaan pelayaran. Jadi sebaiknya waspada," kata analis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Marzuki di Pekanbaru, akhir pekan lalu.

Marzuki yang ditemui di ruang kerjanya memaparkan, tinggi gelombang di perairan Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) sebenarnya cukup variatif. Khusus di wilayah perairan wilayah Riau, seperti di sekitaran Dumai, Rokan Hilir, Bengkalis, Meranti dan Selat Malaka, menurutnya, tinggi gelombang diprediksi hanya berkisar 0,5 hingga satu meter. Sementara di wilayah perairan Riau lainnya, khususnya di Indragiri Hilir, lanjutnya, tinggi gelombang diprediksi mencapai satu hingga dua meter. "Kemudian di wilayah perairan Kepri,

seperti Batam, Selat Singapura, Tanjung Pinang, Tanjung Balai Karimun, dan Debo Singkep, tinggi gelombang bisa berkisar antara 1,5 sampai 2,5 meter," ungkapnya. Selanjutnya, di perairan Natuna, Tarempa dan Matak, (masih di Kepri), menurutnya,tinggi gelombang dimungkinkan akan mencapai 2,5 sampai 3,5 meter. " Karenanya, kami mengimbau masyarakat khususnya yang hendak berlayar dengan rute Riau-Kepri dan sebaliknya, sebaiknya waspada. Khususnya pada perairan Riau bagian selatan dan perairan Kepri pada umumnya," demikian Marzuki. (ant)


FOKUS

14

Senin,

16 Januari 2012

SUTANA/HALUAN KEPRI

PEMBANGUNAN MOLOR — Pembangunan Monumen Raja Haji Fisabilillah dipastikan molor karena hingga batas waktu yang ditentukan belum selesai dikerjakan. Tampak sejumlah pekerja tengah mengerjakan monumen.

Pengerjaan Proyek Tugu RHF Molor IMPIAN — masyarakat Kota Tanjungpinang berekreasi di Monumen Raja Haji Fisabilillah (RHF) pada momentum awal tahun baru 2012 tidak terwujud. Oleh: AMIR,TENGKU, Liputan Tanjungpinang

Pasalnya, proyek senilai Rp2.935.343.825 di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tanjungpinang, hingga Rabu (28/12) belum juga selesai dikerjakan. Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Suparno menyesalkan proyek tugu RHF tersebut mo-

lor penyelesaiannya. Karena selaku pengawas eksekutif, Suparno sejak awal sudah mengingatkan agar proyek tersebut dipertimbangkan sebelum dimulai pengerjaannya, mengingat pada saat pelaksanaan waktunya sudah mepet. "Kami sudah mewanti-

wanti Dinas PU untuk mempertimbangkan pelaksanaannya, tapi ternyata tidak diindahkan, dan akhirnya harus molor," kata Suparno di sela-sela acara Perayaan Hari Ibu ke-83 yang dilakukan Ikatan Wanita Perjuangan Tanjungpinang di halaman Kantor Sekretariat DPD PDI-P Provinsi Kepri, Batu 7 Kota Tanjungpinang, Rabu (28/12). Sebagai konsekwensi atas keterlambatan tesebut, kata Suparno, maka pembayaran nilai proyek tersebut akan disesuaikan dengan progres fisik di lapangan. Namun sebelumnya, harus dilakukan penilaian dari

pihak provinsi untuk mengevaluasi sejauhmana progres yang sudah dilaksanakan. Selain itu, pihak kontraktor dalam hal itu PT Sumber Tenaga Baru selaku pelaksana, harus menjelaskan kepada masyarakat alasan apa yang menyebabkan terjadinya keterlambatan.Bila tidak, tentu akan muncul berbagai praduga di tengah-tengah masyarakat. "Dinas PU harus bertanggungjawab untuk mengarahkan agar ada informasi kepada masyarakat kenapa proyek tersebut terlambat," katanya. Suparno menambahkan, sisa uang proyek yang belum dibayarkan harus dikembalikan ke

kas negara. Uang yang dibayarkan harus sama besar dengan progres proyek. Papan plang proyek tugu RHF saat ini juga tidak lagi dipasang oleh kontraktor PT Sumber Tenaga Baru. Menurut Suparno, itu adalah pelanggaran. Sebab, setiap proyek yang menggunakan anggaran daerah atau negara, harus dipublikasikan melalui papan plang proyek. Oleh karena itu, jika tak ada plang di lokasi proyek maka kontraktor harus diberi sanksi. Pantauan wartawan koran ini di lapangan pada Selasa (27/ 12) papan plang proyek ternyata disimpan di gudang. ***

SUTANA/HALUAN KEPRI

SUTANA/HALUAN KEPRI

PENGERJAAN penimbunan Taman Tepi Laut mengakibatkan pencemaran air laut.

PARA pekerja tengah melakukan penimbunan tepi pantai menggunakan alat berat. Proyek penimbunan ini dinilai salah konsep karena menggunakan tanah liat.

Baru Selesai 75 Persen M A N A J E M E N PT Sumber Tenaga Baru memberikan klarifikasi terkait deadline waktu dari Dinas PU Kota Tanjungpinang dalam hal pengerjaan pembangunan Monumen Raja Ali Haji (RAH). Begitu juga dengan tudingan yang menyatakan ketidakseriusan pihak kontraktor dalam mengerjakan proyek tersebut, sehingga kontrak senilai Rp2,9 Miliyar itu diputus. Direktur PT Sumber Tenaga Baru Yunus mengatakan, proyek pengerjaan monumen RAH memiliki bobot 75 persen, doimana seuai kontrak pekekerjaan dilaksanakan selama 131 hari. Proyek tersebut dikerjakan pada bulan puasa lalu dan bera-

khir sampai dengan tanggal 31 Desember kemarin. Menurut dia, diputusnya kontrak proyek tersebut adalah hal yang wajar, karena sudah sesuai dengan mekanisme dan aturan yang sudah ditetapkan. "Dengan diputusnya kontrak ini, kita juga sudah membayar kewajiban yang sudah ditetapkan sesuai dengan aturan kepada pihak Dinas PU, yaitu uang denda sebesar Rp700 juta," sebut Yunus. Ia mengungkapkan, diputusnya kontrak proyek tersebut karena ada beberapa kendala dalam pengerjaannya, yaitu pemesanan tiang podasi atau filing dari Batam. Kata dia, butuh waktu sampai 20 hari untuk menda-

tangkan alat tersebut, kemudian, pengurusan izin keluar dari Bea Cukai dan Dinas Perhubungan setempat serta proses administrasi lainnya yang memerlukan waktu. Disamping itu lanjut Yunus, pihaknya juga terkendala pekerjaan karena pada saat pelaksanaan memasuki puasa dan hari raya Idul Fitri. Terkait dengan papan proyek yang sengaja disembunyikan kata dia, hal itu tidak benar, karena sebulan lalu papan plank nama proyek lepas dan jatuh karena hujan dan angin. papan nama proyek tersebut pada waktu itu disimpan digudang dan bukannya sengaja disembuyikan. Lebh lanjut Yunus mema-

parkan, pembangunan monumen RAH diantaranya terdiri dari pengerjaan fasilitas umum seperti jembatan penghubung yang panjangnya 59 meter, ruangan tiketing atau tempat jaga tiket, ruangan museum dan atap serta pengadaan barang-barang museum. Pengadaan alat museum ini sudah 100 persen dan barangnya saat ini sudah didatangkan dan tersimpan di gudang. "Saat ini pekerjaan sisa dari bobot tersebut adalah tinggal membuka bekesting atau papan cor pembuatan ruangan museum dan atapnya yang berada di ujung dekat tepi laut," kata Yunus. Menurut dia, kalau sean-

dainya penambahan waktu akhir tahun diberikan sampai batas waktu 20 hari kedepan, maka proyek tersebut sudah pasti selesai dikerjakan. Dalam mengerjakan proyek pembangunan monumen RAH tersebut, pihaknya telah mendatangkan pekerja sebanyak 28 orang yang berasal dari Jawa. Ini dapat dibuktikan pekerjaan tersebut terlihat rapi dan kokoh, sehingga dijamin kekuatannya. "Kita mengerjakan proyek ini sesuai dengan tanggungjawab dan waktu yang diberikan, karena kami bekerja bukan saja disiang hari ataupun malam, akan tetapi hujan-pun kami tetap bekerja," ujar Yunus (eza)

Proyek Reklamasi Belum Selesai PROYEK reklamasi tepi laut Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemko Tanjungpinang tahun anggaran 2011, hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan selesai dikerjakan. Bahkan proyek senilai Rp4.777.434.943 semakin memprihatinkan. Pelaksanaan reklamasi juga telah menyebabkan pencemaran air laut. Nelayan Sondong terpaksa mencari ikan dan udang di tempat lain. Pantauan di lokasi proyek, Selasa (27/12), puluhan pekerja dari PT Panca Dharma Mulya Abadi sebagai pelaksana terlihat sibuk melakukan penimbunan dan juga pemasangan batu pembatas laut. Jika melihat dari panjang proyek, diperkirakan proyek tersebut tidak selesai hingga akhir tahun 2011. Tapi sayang, dari sekian banyak pihak pelaksana yang terlihat di lapangan, tak satupun dari mereka mau berkomentar. Namun yang paling memprihatinkan, warna air laut terlihat kuning akibat tanah liat dari kegiatan reklamasi. Diduga kuat pengerjaan dilakukan tanpa mempertimbangakan dampak lingkungan akibat penggunaan tanah liat. Anggota Komisi III DPRD Kota Tanjungpinang yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tanjungpinang, Mumhammad Arif menilai, pelaksanaan proyek tersebut salah konsep. Seharusnya, pihak pelaksana proyek menggunakan pasir sebagai material utama penimbunan, bukan dengan tanah liat. Menurutnya, dengan tanah liat pada saat air pasang naik maka terjadi erosi yang bisa mencemari air laut. "Ada yang salah dari proyek tersebut, harusnya menggunakan pasir sebagai bahan utama, bukan dengan tanah liat," ujarnya. Selain itu kata Arif, proses pembangunan dengan meng-

gunakan tanah liat, telah menyebabkan sebagian jalan raya di sekitar proyek menjadi kotor akibat tumpahan tanah liat.Jika saat cuaca panas jalan sekitar menjadi berdebu, sementara saat hujan mengakibatkan jalan jadi becek. Pihaknya telah mengingatkan Kepala Dinas PU, tapi sampai sekarang tidak diindahkan. Berdasarkan waktu pelaksanaan proyek, ucap Arif, seharusnya proyek tersebut selesai sebelum tutup anggaran akhir tahun 2011. Soalnya, proyek tersebut menggunakan APBD Kota Tanjungpinang tahun 2011. "Sangat disayangkan, karena seharusnya proyek itu selesai akhir tahun ini. Melihat progresnya sepertinya tidak terkejar. Pelaksana bisa dikenakan denda," kata Arif. Dampak pelaksanaan proyek tersebut juga dikeluhkan oleh masyarakat. Salah satunya datang dari Sumarno, warga Tanjungpinang. Katanya, keberadaan proyek tersebut telah mengakibatkan jalan berdebu saat cuaca panas, sementara saat hujan turun justru menyebabkan jalan menjadi berlumpur. "Mestinya diperhitungkan dampaknya, bukan malah dilaksanakan begitu saja yang ujungujungnya masyarakat jadi korban," keluhnya. Kabag Humas Pemko Tanjungpinang Surjadi, mengakui bahwa sulit kiranya menyelesaikan proyek reklamasi tersebut sampai akhir Desember 2011. "Kalau melihat progresnya, sepertinya susah diselesaikan pada tahun ini," ujarnya singkat. Sementara itu, Kepala Dinas PU Pemko Tanjungpinang Adnan saat dikonfirmasi tak mau mengangkat ponselnya. Berkalikali ditelepon dan dikirim pesan singkat, tetap tak mau menjawab. Di lokasi yang sama, bukan. ( c w 5 3 / 5 5 //ss u t )

SUTANA/HALUAN KEPRI

DARI tepi pantai tampak jelas pembangunan Monumen Raja Haji Fisabililah belum rampung


METRO BISNIS

15

Senin,

16 Januari 2012

Harga Sayuran Lokal Turun Sembako Naik BA TAM BAT AM— Menjelang perayaan Imlek, harga sejumlah kebutuhan pokok di Batam merangkak naik. Sementara sayuran lokal yang sebelumnya cukup tinggi, kini mulai normal seperti biasa. Oleh: Armat Juang, Liputan Batam

Tingginya harga kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, telur menurut pedagang di Pasar Raya Batam Centre karena distributor besar di Batam akan merayakan Imlek. Dan aktifitas pengiriman barang baru akan dilakukan seminggu setelah Imlek. Sementara, harga sayuran lokal seperti kangkung, bayam, sawi hijau dan lainnya turun harga karena sentra-sentra penghasil sayur di Batam dan beberapa daerah di Kepri tengah panen raya. “Harga sayur bayam, sawi,

kangkung turun dari rata-rata Rp8 ribu menjadi Rp4 ribu. Sepuluh hari lalu bahkan harga sayuran lokal mencapai belasan ribu, karena banyak petani gagal panen, atau sulit mengirim barang dari daerah penghasil seperti Tanjungpinang, Tanjung Batu ke Batam karena buruknya cuaca dan tingginya gelombang. Kini harga sudah normal, berkisar Rp4 ribu perkilogram, “ ujar Fery, pemilik Toko Indah di Pasar Raya Batam Centre, Minggu (15/1). Meskipun sayuran lokal mu-

lai stabil, tidak begitu halnya dengan kacang panjang yang juga sayuran lokal. Saat ini, harga kacang panjang perkilogramnya mencapai Rp20 ribu. Sementara itu, daging es mengalami kenaikan harga dari Rp50 ribu perkilogram menjadi Rp56 ribu/kg dan daging sapi segar naik menjadi Rp80 ribu/kg dari Rp70-75 ribu perkilogram. Sedangkan untuk daging ayam kotak/es yang didatangkan dari Jakarta mengalami kenaikan secara bertahap dalam beberapa hari belakanngan ini menjadi Rp24 ribu/kg yang mana sebelumnya Rp 20 ribu/kg, dan ayam kampung Rp60 ribu/kg. Untuk beras yang kualitas super merek Arum yang dijual dipasaran berkisaran Rp245 ribu/ karung ukuran 25 kg, mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp230ribu. Beras merek Embun Pagi juga ikut naik,sebelumnya Rp222 ribu karung, menjadi Rp230 ribu karung. Harga telur ayam buras dari

Medan Rp33 ribu/papan dan telur dari barelang Rp39 ribu/papan. Sementara itu harga minyak goreng curah mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp10 ribu/kg menjadi Rp12 ribu per kg. Bawang merah Jawa Rp12/kg, bawang merah birma Rp5/kg. Dan untuk cabe kering perkilogram mencapai Rp40 ribu. “Kemungkinan akan ada kenaikan harga pada saat imlek dan setelah imlek, terutama beras dan telur,” terang Frey Beni, pedagang Toko Alam yang juga berjualan di Pasar Raya Batam Centre menyampaikan, kenaikan harga telur asal barelang yang dijualnya dikarakan tingginya permintaan. “Permintaan telur tinggi, karena harga ikan dan daging tinggi. Banyak yang beralih ke telur sebagai lauk,” ujar Beni. Wiliya pedagang daging ayam kotak/es menyampaikan, keCECEP/HALUAN KEPRI naikan harga jual daging ayam es lebih dikarenakan gangguan SEMBAKO NAIK— Seorang pedagang sembako di Pasar Raya Batam Centre menimbang barang dagangannya, Minggu (15/1). Harga sembako naik, sayuran lokal turun. panen di daerah asal.***

Reuni Akbar dan HUT Al-Azhar Batam Ke-25 BA TA M AT M— Yayasan Al-Azhar Batam merayakan hari jadinya yang ke-25 tahun sekaligus reuni akbar, dengan mengadakan jalan santai, ramah tamah, dan pemberian penghargaan kepada sejumlah guru yang telah mengabdi lebih dari 10 tahun. Ketua Yayasan Al-Azhar Batam Helma Munaf menyampaikan, sejak berdirinya sekolah tersebut 25 tahun lalu, telah meluluskan siswanya tidak kurang dari 2.613 orang. “Yayasan Al-Azhar Batam sekarang sangat lengkap, mulai

dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Mengah Kejuruan (SMK). Dari semua jenjang, telah berhasil meluluskan 2.613 siswa,” ujar Helma Munaf, Minggu (15/1) Helma menyampaikan, di Batam Yayasan Al-Azhar Batam memiliki 10 sekolah, yaitu tiga TK, tiga SD, dua SMP, satu SMA, dan satu SMK. Sekolah-sekolah tersebut tersebar di tiga tempat, yaitu Baloi Indah, Tiban Indah,

dan Batuaji. Helma mengatakan, Yayasan Al-Azhar Batam terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikannya, melalui sejumlah workshop untuk para guru, guna menghasilkan lulusan-lulusan yang terbaik. “Untuk terus meningkatkan kulaitas pengajar yang ada di lingkungan Yayasan Al-Azhar Batam, kami mengadakan workshop hipoparenting, dan program ini adalah program berkelanjutan,” ujar Helma. Yayasan Al Azhar memiliki

Promo Angpau

Sambungan hal 16

Nagoya 2000 nomor 12 Nagoya Newton. Karena ditempat tersebut selain harga terjangkau, juga menawarkan beragam cara untuk memanjakan tubuh. Dari anak-anak hingga orang tua. Adapun pilihan yang diberikan, yakni Reflexology, tradisional

174 guru dan karyawan, lima guru lulusan Strata dua (S2). Bertepatan dengan ulang tahun ke 25 tahun ini. Yayasan Al Azhar memberikan penghargaan berupa sertifikat kepada 28 guru yang telah lebih dari 10 tahun hingga 25 tahun. Serta penghargaan bantuan uang pangkal berangkat umroh bagi 16 guru. HUT ke 25 tersebut juga disertai dengan peresmian pagar sekolah dan batu miring yang dilakukan oleh Kepala Biro Kesra Provinsi Kepri Dimyath, me(cw57) wakili Gubernur Kepri.(cw57)

massage, mixing massage hingga kombinasi massage seperti shiatsu atau thai massage. Tidak hanya itu, Anda juga bisa merasakan reflexology plus tradisional massage atau shiatsu. Dan tentunya dengan harga yang terjangkau. Seperti reflexology dengan harga

Rp50 ribu per jam. Selain itu, pengunjung juga bisa mendapatkan member di Qaqiqu, hanya dengan biaya administrasi Rp50 ribu. Dengan member tersebut, Anda bisa mendapatkan potongan harga setiap melakukan massage atau

reflexology di sana. Keuntungan lain yang bisa didapatkan di gedung berlantai tiga tersebut, yaitu potongan harga spesial setiap hari Senin hingga Jumat, sebelum pukul 14.00 WIB. Informasi lebih lanjut hubungi (cw56) 0778 5161338.(cw56)

LP2KI Tadika Puri Buka Jurusan Baru BATAM — Lembaga Pendidikan Profesi Dan Karir Indonesia (LP2KI) Tadika Puri membuka jurusan baru untuk Public Realations dan Perhotelan. Hal ini guna memenuhi permintaan lapangan pekerjaan yang handal dan memiliki keterampilan bersertifikasi. Sebagai kota indutri, Batam memiliki banyak perusahan asing dan lokal serta didukung dengan perhotelan yang membutuhkan tenaga kerja terampil, seperti Public Realations dan perhotelan. Melihat sisi yang sangat penting itu, LP2KI Tadika Puri Kepri membuka dua jurusan baru tersebut. “Perusahan tidak perlu lagi mangadakan training, karena ada karyawan yang telah lulus sertifikasi,” ujar Branch Manager LP2KI Kepri Harry Julyanto. Selain itu, dengan adanya sertifikasi, para pencari kerja akan memiliki nilai tawar yang lebih tinggi pada saat melamar

pekerjaan. Karena, dalam training yang akan di selenggarakan LP2KI Tadika Puri, setiap siswa dibekali kemampuan dalam melakukan pekerjaan. Seperti, cara berkomunikasi efektif, memahami konsep dan strategi pemasaran PR, dan terampil dalam melakukan presentasi dan negosiasi serta masih banyak lagi pembekalan lainnya. “Untuk kurikulum yang kita berikan telah disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini,” terangnya Harry. Berkaitan dengan perizinan, ungkapanya, tidak perlu diragukan lagi karena semua jurusan yang ada di LP2KI Tadika Puri Kepri telah terdaftar dan memiliki izin dari Dinas Pendidikan Kota Batam, ditambah lagi setiap ijazah yang kita keluarkan juga dibubuhi tandatangan Kadis Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin. LP2KI Tadika Puri Kepri

memberikan kemudahan dan keringanan untuk para peserta didik dalam hal pembiayaan, yaitu bisa dicicil selama masa pendidikan. Biaya yang ditawarkan juga sangat terjangkau, dengan masa pendidikan cukup singkat yaitu hanya enam bulan. Yang mana, selama proses pembelajaran peserta didik selain dibekali pembekalan di kelas selama tiga bulan juga diberikan magang di sejumlah perusahaan selama tiga bulan. LP2KI baru-baru ini telah membuka cabang Tanjungpinang guna lebih mendekatkan pendidikan kepada masarakat di Provinsi Kepri. Sementara untuk wilayah Indonesia Bagian timur akan segera hadir di Bima dan Gorontalo. Informasi lebih lanjut kunjungi LP2Ki Tadika Puri di Jalan Tiban 1 Blok C No.148 Sekupang Batam atau telephon (0778) .(cw57) 322264, 322310.(cw57)


CMYK

CMYK Jumat, 13 Januari 2012 PEMBUKAAN

3.917,56

Senin, 16 Januari 2012

PEMBUKAAN

12.471,02 PEMBUKAAN

2.724,70

9180

PEMBUKAAN

8.500,02

HARGA ECERAN Rp2000,HARGA LANGGANAN Rp52.500,UNTUK LUAR KOTA TAMBAH ONGKOS KIRIM

7121.38

PEMBUKAAN

19.204,42

2928.70

Pauline Collection Cuci Gudang Diskon Hingga 50% Plus 5% BA TAM — Toko Pauline Collection yang BAT berlokasi di lantai satu Kepri Mall nomor 20-21 memberikan potongan harga hingga 50% + 5%. Promo ini selain dalam rangka menyambut Imlek, juga bertepatan dengan promo cuci gudang toko tersebut. Oleh: Armat Juang, Liputan Batam

Promo cuci gudang yang diadakan Toko Pauline Collection berlaku untuk produk tas merekmerek ternama seperti Gucci, Prada, Hermes, Aigner, Coach,

clue, chanl, Louis vuitton untuk model lama. Harga yang ditawarkan bervariatif, berdasarkan model dan merek tas. Barang-barang bermerek

tersebut dibandrol dengan harga yang sangat murah, Rp175 ribu hingga Rp 180 ribu untuk item tertentu. Selain tas wanita, juga terdapat tas kantor merek Pigeon sekaligus bisa digunakan untuk membawa leptop bagi kaum pria, tas ini hanya Rp180 ribu. Sebagaimana dikatakan Dina, karyawati Pauline Collection, Minggu (15/1) "Potongan harga tidak hanya untuk produk lama, tetapi juga prioduk-produk baru. Potongan harga dalam rangka Imlek," terang Dina Yang mana, ungkapnya, seperti tas Hermes yang bermotif macan Rp440 ribu belum

termasuk diskon 50% ditambah lagi dikon sebesar 5%. Hal serupa juga diberikan untuk Hermes bermotif Hello Kitty. Tas merek Prada dan Blueberry keluaran ditawarkan dengan harga Rp380 ribu, belum termasuk diskon sebesar 38 persen. Sedangkan untuk travel bag merek Prada ditawarkan dengan harga Rp320 ribu, diskon 20 persen. Untuk tas sekolah, merek Lacoste hanya Rp150 ribu, dan sepatu sport ditawarkan dengan harga mulai dari Rp150 ribu hingga Rp 250 ribu. Dapatkan juga harga-harga menarik untuk sabuk, pernak pernik dan dompet.. * * *

SEPATU PESTA — Summit Signature Nagoya Hill Batam ramai dikunjungi pembeli. Summit Signature khusus menyediakan sandal dan sepatu wanita untuk pesta.

Promo Angpau di Reflexology Qaqiqu BATAM M— Menjelang perayaan Imlek, massage dan reflexology Qaqiqu menawarkan promo angpau bagi konsumen yang datang untuk untuk merileksasikan badan. “Peryaan Imlek kali ini, kami memberikan angpau kepada konsumen yang datang. Angpau bisa dipilih sendiri, jika nasib mujur maka isi angpaw yang didapatkan akan besar,” ujar Mely pemilk Massage dan reflexology Qaqiqu, Sabtu (14/1). Program yang diberi nama ‘hujan angpaw’ itu berlaku selama persediaan angpau masih ada di kotak yang telah tersedia. Nominal angpau yang tersedia berbeda-beda. Massage and Foot Reflexology Qaqiqu, merupakan salah

TUNDRA LAKSAMANA/HALUAN KEPRI

SEORANG konsumen Massage dan Reflexology Qaqiqu mendapatkan perawatan kaki.

satu tempat untuk memanjakan tubuh anda. Khususnya pada kaki anda yang mungkin terasa

lelah beraktifitas seharian. Terletak dipusat kota dengan lokasi sangat strategis, menjadikan

tempat sebut ramai dikunjungi. Ditopang dengan tenaga massage dan reflexology yang berpengalaman dan profesional. “Tenaga kami sudah berpengalaman. Misalnya tenaga reflexology, mereka sangat paham letak titik saraf yang ada pada kaki. Selain dapat merasa rileks, reflexology juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh,” ujar Mely. Qaqiqu, memiliki delapan kursi untuk reflexology, sembilan ruangan Massage ditambah satu ruangan VIP. Dengan 11 tenaga massage terbagi dari lima pria dan enam wanita. Untuk mencari rileksasi yang sesungguhnya anda dapat berkunjung di Qaqiqu beralamat di Komplek Ruko Promo Angpau Bersambung ke hlm 15

NANA MARLINA/HALUAN KEPRI

Sepatu dan Sandal Untuk Pesta Di Summit Signature BATAM M— Summit Signature, merupakan toko sepatu dan sandal khusus wanita untuk kebutuhan pesta. Meski dirancang khusus untuk kebutuhan pesta, sepatu dan sandal di toko tersebut juga cocok digunakan untuk kebutuhan formil lainnya, seperti untuk bekerja. “Kami menyediakan sepatu dan sandal dengan disain-disain unik, nyaman di kaki dan pastinya harga yang sangat kompetitif,” terang Fatma, karyawati Summit Signature. Banyak pendapat yang mengatakan bahwa sepatu dan sandal mencerminkan sosialita pemakainya. Karena itu, tunjukan diri Anda lebih maksimal dengan memilih sandal dan sepatu yang benarbenar pas di kaki, sehingga membawa rasa nyaman di diri anda. Saat ini, lanjut Fatma, Summit Signature yang berada di lantai dasar Nagoya Hill Batam tersebut terdapat berbagai disain baru yang tidak banyak di pa-

CMYK

CMYK

saran. Karena itu, sebaiknya kunjungi sekarang juga untuk mendapatkan sandal dan sepatu yang pas di kaki anda. Terdapat berbagai jenis high heels dan stilettos dengan berbagai ukuran. Bagi pemilik kaki mungil, juga tidak perlu khawatir, karena di toko ini juga terdapat sepatu dan sandal sesuai ukuran kaki Anda. Sementara, bagi yang menginginkan sandal dan sepatu untuk kebutuhan pergaulan, tidak perlu khawatir. Anda bisa mendapatkannya di Summit yang juga satu group dengan Summit Signature. “Kunjungi Summit di mal-mal ternama di Batam, karena kami ada di BCS Mall, Kepri Mall, Harbourbay Mall, dan Nagoya Hill,” sebut Fatma. Imlek tahun ini, Summit menawarkan promo angpau gratis bagi pemilik member dengan nominal belanja Rp180 ribu, dan non member Rp240 ribu. Serta diskon 20 persen bagi member Summit, dan .(pti) 15 persen bagi non member.(pti)


CMYK

Senin, 16 Januari 2012 HARGA ECERAN Rp2000,HARGA LANGGANAN Rp52.500,UNTUK LUAR KOTA TAMBAH ONGKOS KIRIM

Proyek Fisik Selesai November Sry Rizki Putri Sekretaris LBH Indra Sakti

Suka Musik Klasik MUSIK klasik adalah salah satu jenis musik instrumental yang banyak digandrungi kawula remaja saat ini. Mendengarkan musik jenis ini, kata mereka, pikiran menjadi tenang

Suka Musik Bersambung ke hlm 18

ANJUNGPINANG ANG — Gubernur Kepri HM TANJUNGPIN Sani menargetkan seluruh proyek fisik yang dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni 2012, bisa terealisasi paling lambat November 2012. Untuk itu, Sani menginstruksikan kepada seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di jajarannya agar bekerja maksimal. Oleh: Amri, Liputan Tanjungpinang

Hal tersebut disampaikan Sani saat menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2012 kepada seluruh SKPD di Aula Utama Kantor Gubernur Provinsi Kepri, Jumat (13/1) lalu. Sani mengimbau semua kapala SKPD langsung menjalankan pro-

gramnya setelah menerima DPA. Terutama proyek fisik yang membutuhkan waktu pelaksanaan yang panjang. "Teman-teman SKPD sudah bisa Proyek Fisik

Gibran, Mengidap Tumor Sejak Lahir ANJUNGPINANG ANG — Raut wajah menahan TANJUNGPIN sakit tergurat jelas di wajah Gibran Khaifi Antalima (2). Putra pasangan Sucipto dan Anita, warga Tanjung Unggat ini mengidap penyakit tumor sejak masih bayi. Sucipto dan Anita sudah bercerai. Kini, Gibran dirawat ibu dan kakeknya MTaha.

Mereka bertiga tinggal di Jalan Sultan Mahmud, RT 8 RW 3 Nomor 28, Komplek Pelabuhan, Tanjungpinang. Di rumahnya nan sederhana, di Gibran, Mengidap Bersambung ke hlm 18

Bersambung ke hlm 18

7 Airsoft Gun Diserahkan ke Polres TANJUNGPINANG — Tujuh pucuk senjata jenis Airsoft Gun asal negara Amerika Serikat milik Bobby Jayanto, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tanjungpinang yang di-

CMYK

amankan pihak Bea dan Cukai (BC) akan diserahkan ke Mapolresta Tanjungpinang, dalam waktu dekat ini. "Sesuai Undang Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951,

maka 7 senjata Airsoft Gun yang kita amankan akan diserahkan ke Polresta Tanjungpinang," kata Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (BC) Tanjungpinang Harry Prabowo, akhir pekan lalu.

Sebelumnya, secara berskala petugas BC Tanjungpinang berhasil mengamankan 7 pucuk 7 Airsoft Bersambung ke hlm 18

SUTANA/HALUAN KEPRI

PENDERITA TUMOR — Gibran Khaifi Antalima (2), penderita tumor sejak lahir bersama kakeknya, M Taha di rumahnya di Tanjung Unggat, Minggu (15/1).


18

METRO TANJUNGPINANG Senin,

16 Januari 2012

ICMI Galakkan Tanjungpinang Berbagi TANJUNGPINANG — Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesi (ICMI) Tanjugpinang membuat gerakan Tanjungpinang Berbagi. Gerakan ini nantinya merupakan gerakan sosial untuk memberikan bantuan kepada masyarakat Tanjungpinang yang tidak mampu. Seminggu yang lalu ICMI juga sudah membuat gerakan Tanjungpinang Menulis yang diresmikan oleh Walikota Suryatati A Manan di Tugu Pensil. "Setelah Gerakan Tanjungpinang Menulis, ICMI mem-

pelopori Tanjungpinang Berbagi. Sumber dana berasal dari anggota ICMI yang berjumlah 91 orang," ujar Ketua ICMI Tanjungpinang Juramadi Esram, saat rapat kerja perdana ICMI di Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Tanjungpinang, Sabtu (14/1). Hadir dalam acara tersebut Wakil Walikota Tanjungpinang Edward Mushalli, anggota DPRD Kepri Surya Makmur Nasution, Ketua Badan Kontak Majelis Taklim Kepri Masyitah, pengurus Dewan Masjid Indonesia Kepri Tafrudin Jarigis, dan pe-

nasehat ICMI Daeng Ayub Natuna, serta Ketua Dewan Pakar ICMI Kota Zamzami A Karim. Menurut Juramadi, pada saat Gerakan Tanjungpinang Berbagi dimulai, dana yang terkumpul dari anggota ICMI mencapai Rp800 ribu lebih. "Sistem pelaksanaan dibuat dengan cara transparan dan dikerjakan oleh anggota ICMI. Insyaallah dana yang diberikan kepada ICMI akan dipergunakan untuk kepentingan umat nantinya," ujarnya. ( rr//s u t )

Bidan Harus Melayani SUTANA/HALUAN KEPRI

JALAN TANAH—Seorang pengendara motor melintas di jalan tanah di Kampung Sei Serai, Kelurahan Sungai Jang, Kecamatan Bukit Bestari, Minggu (15/1). Warga meminta jalan tersebut diaspal.

Warga Sei Serai Minta Jalan Diaspal TANJUNGPINANG — Warga RT 06 RW 04, Kampung Sei Serai, Kelurahan Sei Jang, Kecamatan Bukit Bestari mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah. Warga minta jalan sepanjang hampir 1.500 meter itu segera diaspal. Kondisi jalan yang masih bertanah itu sudah pernah

disampaikan warga ke Dinas Pekerjaan Umum (PU), melalui kelurahan dan kecamatan. Namun, hingga kini tak kunjung mendapat perhatian dari instansi terkait. Kondisi jalan sudah rusak sejak setahun lalu. Ketika cuaca panas jalan berdemu, sedangkan saat musim penghujan jalanan jadi becek. Bahkan, sudah

beberapa kali pengendara motor yang jatuh saat melintas di jalan tersebut. Amin Rais, warga sekitar mengaku sangat prihatin dengan kondisi jalan yang setiap hari dilaluinya. "Setiap hujan becek, licin sekali dan banyak yang jatuh. Apalagi kalau ada mobil truk yang masuk, makin parah aja,"

kata Amir, Minggu (15/1). Andre, warga lainnya juga mengeluhkan kondisi jalan di kampungnya itu. Ia sendiri juga pernah menjadi korban saat melintas di jalan penuh lubang itu. "Kita minta Pemko Tanjungpinang mau memperbaiki jalan di kampung kami ini," katanya. ( c w 4 0 )

LPJKD Sosialisasi Aturan Jasa Konstruksi TANJUNGPINANG — Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah (LPJKD) Kepri Langsung tancap gas, satu hari setelah pengurus yang baru dikukuhkan Gubernur Kepri HM Sani. Lembaga ini mengadakan kegiatan Leveling atau sosialisasi berbagai peraturan sistem teknologi informasi tentang jasa kontruksi. Kegiatan sehari tersebut diikuti oleh BSA dan Admin asosiasi profesi dan asosiasi perusahaan di Hotel Vista, Batam, Sabtu (14/1). Ketua LPJKD yang baru dilantik, Endra Mayendra mengatakan bahwa kegiatan tersebut untuk menyamakan persepsi antar pengurus dan asosiasi ter-

hadap regulasi yang baru. Hal ini dilakukan sesuai amanat Gubernur bahwa proses pelelangan tahun 2012 sudah harus berjalan. "Kita ingin menyamakan persepsi tentang berbagai aturan terbaru mengenai jasa konstruksi, sehingga memudahkan kita dalam melayani anggota di lapangan. Endra Kami berharap tahun ini penyerapan anggaran lebih baik," ujar Endra memberikan tanggapan terkait acara tersebut. Kegiatan ini menghadirkan Putut Marhayudi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan

Bambang Sukaryanto. Putut mengatakan, dalam pelelangan tahun 2012 akan ada dua jenis sertifikat yang bisa mengikuti pelelangan. Yakni sertifikat yang keluar sebelum 30 september 2011 dan masih berlaku menggunakan format yang selama ini beredar, dan yang setelah 30 september 2011 menggunakan format terbaru mengikuti peraturan LPJKD yang baru dikeluarkan. "Ada dua sertifikat yang saat ini beredar di pelaku jasa kontruksi, kita harus segera me-

nyamakan format yang terbaru sebagai panduan sehingga tidak membingungkan," kata Hendra menambahkan. Sebelumnya, Endra Mayendra berjanji akan konsen melakukan lima tugas pokok sebagai lembaga supervisi di jasa konstruksi sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 18 tahun 1999 tentang jasa konstruksi. Kelima tugas yang dimaksudkan adalah, sertifikasi tenaga kerja kontruksi, sertifikasi perusahaan jasa konstruksi, melakukan penelitian dan pengembangan jasa kontruksi, melakukan diklat jasa konstruksi serta mendorong dan meningkatkan arbitrase, mediasi dan penilaian ahli di bidang jasa konstruksi. (cw55)

MAKIN Sam Guang Bio Bagi Sembako TANJUNGPINANG — Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Sam Guang Bio Tanjungpinang membagikan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di Kelenteng Sam Guang Bio di Jalan Bhayangkara Tanjungpinang, Minggu (15/1). Kegiatan sosial tersebut dihelat dalam rangka memperingati hari persaudaraan (kenaikan Coo Kun) yang lebih dikenal dengan Sang Sien. Ketua panitia, Trikus mengatakan, sembako yang dibagikan berjumlah 360 paket. Paket yang berisikan beras, minyak goreng, gula, garam, teh, serta mie instant itu dibagikan ke beberapa warga yang tinggal di beberapa tempat. Seperti Batu Hitam, Pelantar 1,2,3 dan 4, Potong Lembu, Teladan, serta daerah Rawa Sari, Tanjungpinang

"Pembagian sembako ini merupakan bentuk kepedulian kami. Mudah-mudahan dapat membantu dan meringankan beban masyarakat yang membutuhkan," kata Trikus. Hal senada disampaikan Ketua MAKIN Sam Guang Bio Tanjungpinang Beng Piau. Ia mengatakan, sebelumnya pada Oktober 2011 lalu, Yayasan Sam Guang Bio juga telah menggelar kegiatan sosial lainnya, seperti aksi donor darah. "Kegitan aksi donor darah ini sebagai wujud kepedulian antara sesama dan ikut serta membantu untuk memenuhi kebutuhan stok darah di PMI Kota Tanjungpinang," ujarnya. Selain aksi donr darah, pihaknya juga ikut andil dalam mendukung program pemerintah, yakni menanam pohon di sekitar

Sungai Pula,i yang merupakan sumber mata air bagi Kota Tanjungpinang dan Bintan. Kegiatan tersebut digelar Desember 2011 lalu. "Ini merupakan bentuk kepedulian kami untuk melestarikan

Shotting Club. Pada pemeriksaan awal dan kepada wartawan, Bobby membantah dirinya sebagai importir senjata tersebut. Pengakuan Bobby, ia membeli senjata itu via online atau internet. "Mana ada saya importir Airsoft Gun, saya beli lewat internet dan dikirim ke alamat saya. Saya ini anggota Perbakin dan tercatat sebagai anggota club menembak di Tanjungpinang Shotting Club, jadi saya

Sambungan hal 17

dan bisa mengingat kembali kisah asmara yang telah lama hilang. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan Sry Rizki Putri Dianty menyenangi musik klasik. "Aku sangat suka dengerin musik klasik. Di mana saja dan kapan saja, pasti aku dengerin

bumi, karena tumbuh kembang semua makhluk hidup adalah dari hasil bumi. Ini juga bentuk syukur atas pemberian penghidupan kepada umat manusia," ungkap Beng. (sut)

7 Airsoft sudah selesai. "Tadinya mau dilimpahkan, terus dapat 4 pucuk senjata lagi, makanya kita tahan dulu. Nanti akan kita serahkan sekaligus," ungkapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, seluruh senjata Airsoft Gun yang diamankan tersebut merupakan milik Bobby Jayanto, yang juga merupakan anggota Perbakin. Mantan ketua DPRD Kota Tanjungpinang itu juga tercatat sebagai anggota klub menembak,

diperbolehkan mempunyai senjata jenis itu," kata Bobby, Kamis (2/1). Menurut Bobby, pemberitaan terhadap dirinya terlalu dibesar-besarkan. Padahal, lanjutnya, jika ingin membeli senjata jenis tersebut bisa diperoleh di beberapa toko di Batam. "Ini terlalu dibesar-besarkan, saya membeli Airsoft Gun untuk menyalurkan hobi menembak saja," ujarnya. (cw40)

Suka Musik musik jenis ini. Karena dengan mendengarkan musik klasik, pikiran seperti terbang dan kembali teringat akan seseorang yang dicintai," tutur Sry, barubaru ini. Sry, kini tercatat sebagai mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tan-

TANJUNGPINANG — Abdul Razak kembali menakhodai Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri periode 20122017. Razak terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Besar LAM Provinsi Kepri ke-2 yang digelar di Hotel Laguna, Tanjungpinang, Minggu (15/1). Pemilihan Ketua LAM Kepri merupakan acara terakhir dalam mubes tersebut. Hadir dan sekaligus melantik Ketua LAM Kepri terpilih, yaitu Sekdaprov Kepri Suhajar Diantoro. Dalam mubes

jungpinang. Dara cantik kelahiran Tanjungpinang, 11 Juni 1993 ini, saat ini bekerja di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Indra Sakti. "Menurutku pekerjaan itu sebuah tantangan. Yang jelas jadilah pribadi yang bahagia dengan kehidupanmu sendiri," kata wanita penyayang kucing ini.

Sebagai generasi muda, Sry ingin mengisi hidupnya dengan hal-hal yang positif. Di samping juga terus ingin bekerja keras, untuk mengejar impian yang dicita-citakan. "Maka musik juga bisa mendorong kita dalam mengejar impian itu," imbuhnya. (cw40)

terbaik kepada pasiennya, "Kalau kita memberikan servis yang terbaik untuk pasien, maka pelanggan kita akan bertambah. ini strategi marketing juga," imbuhnya. Menurut putri Walikota Tanjungpinang itu, bidan harus memperhatikan beberapa hal dalam memberikan pelayanan. Di antaranya, bidan harus ramah dan fasilitas praktik harus nyaman. ( c w 5 3 )

itu, juga turut hadir sejumlah tokoh Kepri. Suhajar dalam sambutanya mengatakan, tantangan ke depan yang dipikul oleh LAM Kepri sangatlah berat. Namun, kata dia, semua itu bisa dilewati apabila semua jajaran pengurus LAM Kepri mau saling bekerja sama. "Masuknya budaya asing menjadi salah satu tantangan. LAM Kepri harus mempunya benteng, sepaya pengaruh asing tidak merusak budaya Melayu di Kepri," katanya.

Di akhir sambutannya, Suhajar atas nama Pemprov Kepri mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Abdul Razak sebagai Ketua LAM Kepri. "LAM Kepri didirikan dengan tujuan untuk menggali,memelihara, membina dan mengembangkan nilai-nilai adat dan budaya Melayu Kepri. Tujuannya untuk memperkokoh jati diri masyarakat Melayu yang merupakan bagian dari khazanah kebudayaan Nasional," ungkapnya. (sut)

FTZ Jangan Kelewat Batas TANJUNGPINANG bantuan program ke— Penerapan Free miskinan kepada kaTrade Zone (FTZ) Babupaten/kota se-Protam, Bintan dan Karivinsi Kepri di Aula mun (BBK) akhirUtama Kantor Guberakhir ini kembali nur Provinsi Kepri, menjadi isu hangat diJumat (13/1) lalu. bahas berbagai kala“Saya tidak anti ngan . FTZ boleh saja FTZ dan tidak anti inmenjadi sesuatu yang vestasi, tapi jangan dielu-elukan dapat sampai aturan-aturan mendatangkan banyak yang diminta hanya devisa bagi negara, Iskandarsyah menguntungkan intetapi jangan sampai vestor besar. Dengan kelewat batas hingga mengabai- mengabaikan kepentingan negara kan berbagai aturan. terutama masalah security dan Demikian disampaikan Wakil pertahanan negara, serta kepenKetua III DPRD Kepri Iskandar- tingan kepentingan masyarakat syah, saat menghadiri acara pe- tempatan," ujar Iskandar. nyerahan DPA kepada SKPD Menurutnya, jangan sampai lingkungan Pemprov Kepri dan konsep FTZ menjadi konsep neo Sambungan hal 17

WARGA menerima paket sembako dari MAKIN Sam Guang Bio Tanjungpinang, Minggu (15/1).

yanan prima kepada masyarakat. "Kita sebagai bidan harus tahu bagaimana caranya memberikan pelayanan yang prima kepada para pasien, masyarakat ," kata Maya seusai acara. Maya menjelaskan, bidan merupakan seseorang yang bisa memberikan pertolongan dalam bidang medis. Namun, dalam praktiknya, bidan juga harus mampu memberikan pelayanan

Abdul Razak Kembali Pimpin LAM Kepri

SUTANA/HALUAN KEPRI

Sambungan hal 17

senjata jenis Airsoft Gun di Pelabuhan Domestik Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang. Tiga pucuk senjata diamankan, Senin (9/1), dan 4 pucuk senjata yang sama lainnya diamankan tiga hari setelah penangkapan pertama, Kamis (12/1) lalu. Harry mengatakan, sementara ini pihaknya akan melakukan proses BAP terhadap 4 pucuk senjata terakhir yang diamankan. Sedangkan untuk BAP 3 pucuk senjata yang pertama, kata dia,

T A N J U N G P I N A N G — Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Tanjungpinang menggelar seminar sehari mengangkat tema Pelayanan Publik Dalam Kewirausahaan. Seminar yang diikuti oleh seluruh bidan yang terdaftar di IBI, digelar di Hotel Aston, Sabtu (14/1). Hadir sebagai pembicara adalah Maya, pemilik Green Beauty Clinic. Maya mempresentasikan bagaimana memberikan pela-

sanalan Gibran dirawat. "Beginilah cucu kami. Setiap hari berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Pernah dibawa ke rumah sakit, dokter bilang harus dioperasi, tapi duitnya dari mana. Ibunya hanya seorang pelayan di warung kopi dan sudah bercerai pula dengan suaminya," ungkap M Taha ditemui di kediamannya, Minggu (15/1). Taha mengatakan, meskipun cucunya mengidap tumor ganas, Gibran tidak pernah menangis. Ia selalu tegar, tersenyum dan bermain seperti anak-anak kecil biasanya. Kini, kata dia, Anita, sang ibu

Gibran, Mengidap merupakan kepala rumah tangga yang harus mencari nafkah menghidupi kedua anaknya. Dengan gaji yang diperoleh Anita sebesar Rp1,2 juta, uang tersebut hanya cukup untuk membeli makan dan keperluan sehari-hari mereka. "Bapaknya Gibran pernah mengirim uang Rp 500 ribu dua kali Dan sampai saat ini tidak pernah mengirim uang lagi. Neneknya Gibran terkena sakit strok, dan alhamdulillah sedikitsedikit sudah mulai agak membaik," kata Taha, menjelaskan kondisi keluarganya. Melihat kondisi Gibran, Taha

Sambungan hal 17

melakukan persiapan menuju pelaksanaan tender, sehingga pelaksanaan fisik bisa dipercepat," ujar Sani menanggapi adanya proyek fisik yang terkesan diburu di akhir tahun karena waktu pelaksaan terlalu singkat. Dengan dilaksanakannya tender lebih awal, Sani berharap pada bulan April atau paling tidak Mei, pelaksanaan proyek fisik sudah bisa dimulai. Sehingga setiap kontraktor punya waktu sekitar lima hingga enam bulan untuk menyelesaikan proyek fisik tersebut. "Saya pikir kalau dilakukan sejak April atau Mei, waktunya

kapitalis dan neo liberal. “Saya pikir aturan FTZ yang mau direvisi juga melihat aspek keamanan dan pertahanan negara dan masyarakat daerah atau tempatan dapat apa?” katanya mempertanyakan. Iskandar menyatakan, hingga kini belum ada grand design secara menyeluruh tentang FTZ. Di samping itu, masyarakat kecil sama sekali belum merasakan manfaatnya atas penerapan FTZ. "Saya sarankan kepada Dewan Kawasan dan pemerintah pusat (Kementerian Keuangan, Bea Cukai dan Pajak) untuk mengevaluasi secara cermat dan menyeluruh lagi tentang manfaat FTZ bagi semua pihak. Pikirkan juga dong masyarakat tempatan," ungkapnya. (cw55)

mengaku selalu menangis. Ia tidak henti-hentinya berdoa meminta pertolongan kepada Allah SWT. Hari demi hari dia lewati bersama cucu kesayanganya di rumah. "Sempat pernah mengurus surat keterangan miskin di RT setempat, namun hingga kini belum ada perkembangan selanjutnya," ujarnya. Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Beni yang ikut membesuk Gibran, mengaku prihatin. Katanya, Pemko Tanjungpinang harus segera membantu Gibran, agar penyakit yang dideritanya sembuh total. (rudi yandri)

Proyek Fisik cukup. Sehingga Oktober atau November sudah kelar semua," ujar Sani. Menurutnya, ada dua SKPD yang perlu mendapat penekanan dalam pelaksanaan APBD, yakni Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Pendidikan (Disdik) selaku pemegang anggaran yang paling banyak. Kedua SKPD tersebut ditekankan benar-benar mempertimbangkan waktu dalam pelaksanaan proyek fisiknya. Hal yang sama juga disampaikan oleh Kabid Cipta Karya Dinas PU Kepri, Almazuar Amal. Pihaknya berjanji akan menggesa pelaksanaan tender.

"Kita upayakan tender dimulai sejak diterimanya DPA, sehingga pada April atau paling tidak Mei semua proyek fisik bisa dimulai pekerjaannya," terangnya. Berdasarkan pengalaman tahun 2011 lalu, lanjutnya, ada dua proyek fisik gagal dilaksanakan karena waktu pelaksanaan tender terlalu mepet. Hal tersebut dikarenakan kedua proyek tersebut harus ditender ulang karena saat tender pertama tidak ada pemenang proyek sebagaimana diatur dalam Pepres 54 tahun 2011. Namun ketika akan ditender ulang, waktunya tidak cukup lagi. * * *


BINTAN

19

Senin,

16 Januari 2012

Usaha Perikanan Wajib Ikuti Program Jamsostek Listrik Lagoi Padam Tak Pengaruhi Kunjungan Wisata LAGOI — Padamnya listrik secara berturut-turut di kawasan wisata terpadu eksekutif (KWTE) Lagoi pada pekan lalu, tidak berdampak buruk pada kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Pasca padamnya listrik sejumlah reservasi hotel tetap normal tampa pembatalan. Kepala Divisi (Kadiv) Room,Nirwana Gardens Lagoi,Yudianto, mengatakan, terputusnya aliran listrik karena hal teknis yang sifatnya temporer. Namun setelah itu, keadaan itu bisa teratasi dan segera diperbaiki sehingga keadaan bisa kembali normal. "Tidak ada dampaknya bagi kunjugan turis, kami dari pengelola resort juga telah memberikan pengertian dan penjelasan pada pengunjung, khususnya turis asing yang sempat terkejut dengan pemadaman pekan lalu," kata Yudi kepada Haluan Kepri, Minggu (15/1) kemarin. Diakuinya, sebelumnya para turis sempat terganggu dengan pemadaman, tapi tak berlarut-larut karena pihak pengelola sudah melakukan antisipasi penanganan dengan cepat. "Komplainnya sebentar saja, setelah itu tak ada masalah," katanya. Menurut Yudi, kejadian terputusnya aliran listrik pada pekan lalu pasokan dari BRC sebagai pemasok listrik, bagi pengelola merupakan hal yang jarang terjadi. Kedepan terputusnya aliran listrik di kawasan wisata bertaraf internasional tidak akan terulang lagi. Untuk mengantisipasi pemadaman itu, kata dia, pihak pengelola resort yang sebagian besar dikunjungi turis mancanegara telah mempersiapkan siaga teknis dan lebih teliti dalam pelaksanaan bersifat teknis. "Ini pengalaman bagi kami, kedepan kita selalu siaga dalam setiap tugas, terutama dalam hal yang berhubungan dengan teknis. Kedepan listrik padam sudah kita antisipasi," katanya. Kadispar Kabupaten Bintan, RM Akib, mengatakan, terputusnya aliran listrik di kawasan wisata Lagoi menjadi perhatian pemerintah, untuk mengantisipasi hal tersebut pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak pengelola PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) maupun dengan manajemen resort terkait. (tea)

BINTAN — Mulai awal tahun ini Pemerintah Kabupaten Bintan telah menerapkan kebijakan baru di bidang perikanan. Kebijakan tersebut mewajibkan kepada pengusaha atau pelaku usaha di bidang perikanan untuk mengikut sertakan pekerjanya dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Bintan Ir Tatang Suwenda menyampaikan pihaknya telah mengedarkan di setiap UPT (Unit Pelayanan Teknis) yang ada di setiap kecamatan tentang kewajiban pelaku usaha perikanan untuk mengikutsertakan program Jamsostek pada pekerjanya. Hal ini sesuai dengan arahan Bupati Bintan Ansar Ahmad dalam rangka memberikan perlindungan bagi pekerja di bidang perikanan. "Kita sudah edarkan disetiap UPT yang ada. Bahwa untuk membuat izin baru atau saat memperpanjang izin, pengusaha di bidang perikanan disyaratkan untuk memberi asuransi kepada ABKnya. Agar jika terjadi musibah di laut nelayan mendapat jaminan sosial baik bagi dirinya maupun bagi keluarganya. Kalau nanti ada yang melalaikan, kita akan ingatkan pengusaha tersebut. Jika perlu anjuran tersebut akan ditegaskan langsung nanti oleh Bupati. Kita juga akan kumpulkan pengusaha perikanan nanti"kata Tatang, Minggu,(15/1). Ketua HNSI Bintan Baini me-

ngatakan pihaknya sejak 2011 telah menghimbau kepada pengusaha atau para toke kapal ikan agar mengikutsertakan pekerjanya dalam program Jamsostek. Hal ini karena besarnya resiko yang dihadapi nelayan dilaut apalagi jika menghadapi musim Utara seperti saat ini. "Sejak kita himbau, baru sekitar 30-an orang yang sudah ikut Jamsostek di wilayah Kijang. Itupun tidak semuanya nelayan,"kata Baini. Dia mengakui bahwa selama ini jika ada korban pekerja kapal nelayan yang mendapat musibah, pihak perusahaan hanya memberi bantuan atau santunan kepada keluarga antara 5-10 juta saja. Padahal jika mengikuti program Jamsostek santunan yang diberikan bisa mencapai Rp40-50 juta. Dia menambahkan tahun 2011 lalu, ada bantuan dari pemerintah pusat untuk memberi subsidi premi asuransi selama 8 bulan. Namun sayangnya bantuan tersebut belum secara maksimal dimanfaatkan nelayan atau pekerja kapal ikan di Bintan. Baini mengatakan masih sedikitnya jumlah pekerja di kapalkapal ikan yang mengikuti program Jamsostek dibanding jumlah nelayan Bintan yang mencapai 2000-an disebabkan beberapa hal. Alasan pengusaha tersebut umumnya bekerja tidak permanen atau tidak tetap. Mereka bekerja disaat musim ikan atau selama beberapa bulan saja. Selain itu

EDY/HALUAN KEPRI

TINJAU KAPAL — Bupati Bintan Ansar Ahmad, Wakil Bupati Khazalik dan Kadis DKP Bintan, Tatang meninjau kapal bantuan untuk nelayan di Barek Motor Kijang, akhir pekan lalu. alasan lainnya , pekerja kapal ikan jurkan mengikutsertakan pekerj- rusahaan tersebut tidak perlu lagi umumnya tidak memiliki tanda annya dalam program Jamsostek. memikirkan biaya untuk perobapengenal atau kartu tanda pen"Saya minta pihak DKP Bintan tan. Jika pekerja tersebut meningduduk (KTP) diwilayah setempat. untuk mewajibkan setiap pe- gal dunia, keluarga yang ditingTerkait banyaknya jatuh kor- ngusaha di bidang perikanan agar galkan juga akan mendapat jamiban nelayan atau pekerja kapal mengikutsertakan pekerjanya nan kematian yang dapat dimanfaikan di laut akibat cuaca buruk di dalam program Jamsostek ini. atkan membiayai pendidikan anakMusim Utara, membuat Bupati Program Jamsostek ini sangat anak mereka,"kata Ansar saat meBintan Ansar Ahmad baru-baru ini besar manfaatnya bagi nelayan. nyerahkan bantuan life jaket dan menginstruksikan kepada pihak Jika suatu hari pekerja di kapal kapal tangkap ikan kepada nelayan DKP Bintan agar pengusaha dian- mendapat musibah di laut, pe- di Kijang belum lama ini. (edy)

Pengunjung Pantai Trikora Diimbau Waspada BINT AN — Badan SAR Nasional (Basarnas) BINTAN Kabupaten Bintan mengimbau agar pengunjung Pantai Trikora Bintan untuk waspada, menyusul kejadian, Sabtu (14/1) yang menelan korban jiwa dua warga negara Singapura. Oleh: Edy Haryanto dan Amir, Liputan Bintan

Kewaspadaan perlu ditingkatkan mengingat cuaca akhirakhir ini, khususnya DesemberJanuari cukup ekstrim dengan gelombang yang tinggi dihampir seluruh perairan Kepri. Danru Basarnas Kabupaten Bintan, Zainal Helmi ditemui di Pantai Trikora, kemarin mengatakan bahwa kejadian yang menimpa empat warga Singapura tersebut, murni kecelakaan yang disebabkan oleh ombak besar di perairan tersebut. Sehingga perlu kewaspadaan setiap pengunjung yang berenang di pantai tersebut. "Pengunjung perlu waspada, karena cuaca dua bulan ini (Desember - Januari,red) tidak bersahabat. Hampir setiap saat, adanya kejadian karena ombak yang tinggi," ujar Zainal saat diminta tanggapan terkait kejadian tersebut, Minggu (15/1). Menurutnya, ada empat hal yang perlu menjadi perhatian ketika ingin berkunjung ke wisata

pantai di Kepri. Pertama, setiap pengunjung diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan tidak berenang ke tengah, ketika ombak cukup tinggi. Karena kondisi tesebut bisa membahayakan keselamatan jiwa. Kedua, setiap pengunjung pantai baik Trikora maupun pantai lainnya, dihimbau untuk tidak berenang sendirian atau hanya berdua, tapi minimal berenang berempat dan bahkan kalau bisa salah satunya tidak perlu berenang, tapi cukup mengawasi teman-temannya yang lagi berenang. "Yang bahaya ini kalau berenang sendiri, atau hanya berdua karena saat terseret ombak tidak ada yang bisa dimintai tolong," imbaunya. Ketiga, setiap pengunjung yang ingin berenang di pantai, diimbau untuk menggunakan pakaian untuk berenang atau minimal pakaian yang tidak membebani ketika berenang. Ia mencontohkan, kejadian kemarin

menurutnya sangat dipengaruhi oleh pakaian yang digunakan oleh M Yusuf dan Yusuf Michol yang menggunakan celana panjang ketika berenang. "Berenanglah dengan pakaian yang wajar, jangan menggunakan celana panjang karena susah bergerak di air," katanya. Keempat, bagi pengujung yang tidak bisa berenang diimbau untuk tidak masuk ke dalam air apalagi sampai setinggi pinggang, karena ombak bisa datang tibatiba dan menyeret ke tengah. Meski ada kejadian, kata Zainal, Pantai Trikora dan beberapa tempat wisata pantai lainnya tetap aman selama pengunjung tetap waspada dan mengikuti saran-saran penyelematan. Hati-hati Berenang Senada dengan itu, polisi mengingatkan pengunjung Pantai Trikora agar selalu waspada dan berhati-hati saat berenang karena korban akibat keganasan gelombang musim utara di kawasan tersebut sudah cukup banyak. "Kita hanya bisa mengimbau kepada pengunjung agar selalu berhati-hati dan waspada saat berenang di Pantai Trikora. Kita tentunya tidak bisa mengingatkan pengunjung secara perorangan atau satu persatu, tapi jika yang datang berombongan kita akan selalu ingatkan,"kata Kapolsek Gunung Kijang AKP Rahmad Djantan terkait banyak korban tenggelam saat berenang di Pantai Trikora, kemarin. Disinggung sejauhmana pengawasan pengunjung Pantai Trikora yang dilakukan anggotanya, Rahmad menjawab bahwa selama ini satu hingga dua personil ditempatkan untuk berjaga dan mengawasi pengunjung di pantai yang menjadi kebanggaan masyarakat Bintan itu, disaat hari libur. Namun dengan tegas dia mengatakan pihaknya tidak mungkin dapat mengawasi semua pengunjung satu persatu-satu. "Kita tentu tidak bisa melarang pengunjung untuk berenang. Tapi kita harapkan kesadaran dan kehati-hatian mereka untuk menjaga keselamatan disaat berenang. Kalau memang gelombang kuat sebaiknya jangan dulu berenang,"ujarnya. Terkait empat pengunjung warga Singapura yang tenggelam di Pantai Trikora IV, Sabtu (14/1), Rahmad mengatakan bahwa korban yang merupakan pengikut jemaah tabliq saat ke-

jadian, yang berenang hanya tiga orang, sementara satu orang tidak. Sedangkan korban yang tenggelam dan tewas setelah divisum lalu dibawa ke masjid tak jauh dari kediaman tokoh masyarakat Kepri Huzrin Hood di Kawasan Sei Jang Tanjungpinang. Salah satu korban yang meninggal dunia, juga dihantarkan ke Batam, karena istri korban berada disana. Tidak itu saja kata Rahmad, dua pengunjung usia pelajar nyaris menjadi korban juga namun berhasil diselamatkan saat berenang, Minggu pagi. Namun Rahmad tidak dapat menyebutkan identitas pelajar tersebut. "Kita bersyukur mereka bisa selamat. Identitas kedua pelajar tersebut tidak usahlah disebutkan,"katanya. Seperti diketahui, empat warga Singapura yang sedang berlibur Sabtu pagi di Pantai Trikora IV mengalami nasib naas saat berenang di pantai tersebut. Tiga orang yang berenang terlalu ke tengah dan akhirnya terseret gelombang yang saat itu sedang tinggi. Tim SAR dibantu aparat kepolisian, TNI dan warga setempat berusaha menolong pencarian korban. Korban pertama yang ditemukan bernama Muhamad Ridwan pada pukul 09.00 WIB. Nyawa pria ini berhasil diselamatkan, dan langsung di bawa Puskesmas. Selanjutnya setengah jam kemudian kembali Tim SAR menemukan Yusuf Michael dalam kondisi tidak bernyawa. Kedua korban di bawa ke RSUD Tanjungpinang. Korban terakhir yang ditemukan oleh tim penyelamat adalah Yusuf Gazali juga dalam kondisi tak bernyawa sekitar pukul 15.00 WIB. Menurut aparat desa, korban yang ditewas ditemukan masih dalam kondisi memakai sarung. Huzrin Hood membenarkan satu dari mayat tersebut dikebumikan di pemakaman umum Batu 7 Tanjungpinang. Sedangkan satu jenazah lagi dibawa ke Batam. "Kedua jenazah dibawa ke masjid dekat rumah saya. Hanya keluarga almarhum saja yang berkumpul di rumah. Keduanya memang warga Singapura dan pengikut Jamaah tabliq. Salah satu jenazah dikebumikan di pemakaman umum Batu 7 Tanjungpinang dan seorang lagi dihantarkan ke Batam," beber Huzrin. * * *

Pupuk Harus Sampai ke Petani

EDY/HALUAN KEPRI

KETUA PKD Kepri Baharudin menunjukan pupuk subsidi jenis Urea yang menumpuk di gudang PKD KM 7 Tpi.

B I N T A N — Huzrin Hood, tokoh masyarakat Kepri menyebutkan bahwa pupuk bersubsidi harus sampai ke tangan petani yang berhak menerima. Hal ini terkait pernyataan Ketua PKD Kepri Baharudin yang menyatakan bahwa pupuk bersubsidi menumpak di gudang karena tidak ditebus oleh petani. "Pupuk bersubsidi jangan hanya disimpan di gudang. Itu hak petani dan rakyat kecil. Pupuk tersebut harus sampai ke tangan petani,"tegasnya kepada Haluan Kepri, Minggu (15/1). Tokoh sentral pembentukan Provinsi Kepri ini mengaku tidak memahami mengapa pupuk bisa menumpuk di gudang tersebut . Namun apa pun persoalannya, dia mendesak semua pihak terkait untuk mencari solusi atas persoalan pupuk ini. Disinggung ada penilaian sejumlah kalangan bahwa pupuk impor juga turut mempengaruhi kelancaran pupuk dalam negeri, Huzrin mengatakan dirinya tidak setuju masuknya pupuk impor tersebut . "Kita tidak setuju masuknya pupuk impor. Padahal kenyataannya, kebutuhan pupuk masih dapat dipenuhi di dalam negeri. Mungkin sistem atau mekanisme penyalurannya kepada petani saja yang mesti dibenahi,"tuturnya. Seperti diberitakan sebelumnya, kondisi ironis terjadi. Disaat petani mengeluhkan langkanya pupuk bersubsidi, justru ratusan pupuk tersebut me-

numpuk di gudang PKD Kepri di Batu 7 Tanjungpinang. Jumlahnya tak tanggung-tanggung hampir mencapai 500-an ton. Pupuk jenis urea yang menumpuk sejak tahun 2009 itu adalah pupuk yang tak ditebus oleh petani dari berbagai daerah di Kepri. Pupuk tersebut juga terancam tidak dapat diedarkan kepada petani lagi menyusul dikeluarkannya aturan baru dari Menteri Pertanian yang mengatur, tahun 2012 ini pupuk bersubsidi yang boleh beredar kepada petani adalah pupuk berwarna merah muda atau pink. Keluhan menumpuknya pupuk bersubsidi ini disampaikan oleh Baharuddin, Ketua PKD Kepri kepada Haluan Kepri. Menurutnya, persoalan pupuk ini memang seharusnya menjadi pemikiran bagi semua pihak. Disatu sisi, pihaknya telah menyediakan pupuk bersubsidi sesuai RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) untuk petani disetiap kabupaten di Kepri. Namun setelah pupuk tersedia, petani tidak mengambil atau menebusnya karena tidak memiliki dana. "Contohnya petani di Kabupaten Bintan, meski diberi kuota pupuk subsidi sekitar 300 ton, tapi yang ditebus hanya setengahnya saja bahkan tak sampai. Akibatnya, stok kita menumpuk di gudang. Begitu juga dari daerah lain seperti Anambas, Natuna, Karimun. Umumnya sejumlah daerah tidak menebus pupuk yang su-

dah disediakan. Kalau kondisi begini tentu modal kita tak berputar dan sulit untuk membeli pupuk lagi ke pabrik pupuk," keluh Baharudin menunjukan pupuk menumpuk di gudang PKD Kepri Batu 7 Tanjungpinang. Sudahlah memikirkan pupuk yang menumpuk di gudang, ditambah lagi ada kecurigaan pihak kepolisian bahwa pihaknya menyelewengkan pupuk bersubsidi, membuat hatinya semakin miris. "Kalau memang kita dicurigai menyelewengkan pupuk bersubsidi, tentunya pupuk ini sudah tidak ada lagi di gudang. Tapi kenyataannya pupuk menggunung seperti ini," ucap Bahar. Persoalan menumpuknya pupuk di gudang tersebut sudah disampaikan ke sejumlah pihak termasuk DPRD Bintan. Bahkan sejumlah anggota Komisi II DPRD Bintan sudah sempat diajaknya melihat langsung pupuk tersebut. Namun sayangnya, sampai saat ini tidak ada solusi yang diberikan oleh anggota dewan tersebut. Baharpun berharap seluruh pihak terkait baik di tingkat provinsi dan kabupaten turut membantu mencari jalan keluar kondisi menumpuknya pupuk tersebut. Dia berharap ada kebijakan dari pemerintah provinsi agar pupuk tersebut dapat disalurkan kepada petani, meskipun telah ada aturan baru dari Menteri Pertanian seperti disebutkan diatas. Menanggapi hal tersebut, Ketua KTNA (Kontak Tani dan Nelayan) Bintan Tukiman mengakui bahwa ada persoalan yang dihadapi petani dalam menebus pupuk bersubsidi dari PKD kepri. Kelangkaaan pupuk bersubsidi yang pernah terjadi di Bintan, memang hanya untuk jenis tertentu saja. "Misalkan tahun 2009 itu pupuk bersubsidi jenis NPK memang sempat langka, tapi pupuk jenis lain seperti Urea stoknya tersedia. Kebiasaan petani kalau menebus pupuk itu dalam satu paket, yang terdiri dari beberapa jenis pupuk. Jadi, jika salah satu pupuk tidak tersedia atau kosong biasanya petani menunda dulu membelinya,"kata Tukiman. (edy)


ANAMBAS

20

Senin,

16 Januari 2012

Pusat Pemerintahan Menunggu Ranperda ANAMBAS — Pusat Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) di Pasir Peti, Siantan, menunggu Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Untuk ditetapkan sebagai Ibu Kota KKA. Pasir Peti direkomendasikan Badan Pengkajian Penerapan Teknologi(BPPT) pada tahun lalu sebagai pusat pemerintahan. Wakil I Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) KKA M Da'i, mengatakan pada umumnya Pasir Peti dapat diterima masyarakat Anambas sebagai pusat pemerintahan. Hal itu terlihat, setelah hasil kajian BPPT disampaikan Bupati KKA, Drs Tengku Mukhtaruddin (5/10) lalu. Kemudian DPRD telah melakukan kajian dengan mengundang tokoh masyarakat Anambas untuk membahas tentang pusat pemerintahan tersebut. "Kita telah undang tokoh masyarakat tentang hasil kajian BPPT ini, dan semuanya sepakat untuk menjadikan Pasir Peti sebagai pusat pemerintahan. Untuk itu diharapkan Pemkab secepatnya mengajukan Ranperda pusat pemerintahan ini untuk dibahas DPRD,"kata Da'i pada Haluan Kepri Minggu,(15/1). Politisi Partai Amanat Nasional ini menyampaikan sejauh ini Dewan telah menyutujui untuk proses pembebasan lahan yang dilakukan Pemkab. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan kesepakatan dengan pemilik lahan. Sehingga dalam Ranperda yang diusulkan nantinya, tidak lagi ditemukan adanya sangketa lahan. Sehingga penetapan pusat pemerintahan ini dapat berjalan lancar. "Dewan telah menyetujui untuk proses pembebasan lahan, Dewan telah menyetujui penganggaran pembebasan lahan. Kita berharap ada kesepakatan antara Pemkab dengan pemilik lahan. Sehingga saat penetapan Perda nantinya lahan ini benar-benar telah siap untuk dibangun sebagai pusat pemerintahan,"ujarnya. Pemerintah lanjut dia, diharapkan dapat mempercepat penyerahan Ranperda kepada Dewan. Supaya Ranperda tersebut dapat segera dibahas dan ditetapkan. Hal ini tentu akan mempercepat pembangunan pusat pemerintahan nantinya. Apalagi Anambas sudah memasuki usia ke empat dan membutuhkan pusat pemerintahan.(yul)

YULIA

TURUNKAN BARANG — Penurunan barang pedagang di Pelabuhan Tarempa. Tingginya bagasi kapal KM Bukit Raya dan banyaknya barang yang diturunkan memerlukan waktu yang lebih lama dari biasanya, Minggu (15/1).

Nelayan Enggan Melaut, Harga Ikan Melambung AN AMBAS — Harga ikan di pasar Tarempa ANAMBAS melambung tinggi. Kenaikan ini disebabkan karena nelayan belum bisa melaut. Angin kencang dan hujan yang lebat yang masih terjadi di daerah ini, mengakibatkan pasokan ikan di pasar menipis dan hargapun menjadi naik. Oleh: Yulia Irfani, Liputan Anambas

Ikan tongkol yang biasanya dijual Rp10.000 per ekor, saat ini sudah mencapai Rp50ribu-Rp60 ribu per ekornya. Kenaikan harga ikan tongkol, juga diikuti kenaikan harga ikan jenis lain. Pantauan Haluan Kepri di Pasar Tarempa, sejumlah pe-

dagang ikan kebanyakan menjual ikan yang sudah disimpan dari hari sebelumnya. Karena pasokan ikan yang diharapkan tak kunjung ada karena tiada nelayan yang turun kelaut mencari ikan. "Tidak ada ikan yang masuk, kalau pun ada itu sangat sedikit

dan habis dijual langsung nelayan kepada pembeli. Karena saat nelayan bongkar ikan, pembeli sudah banyak yang menunggu,"kata Amad salah seorang pedagang di pasar ikan Tarempa, Minggu,(15/1). Hari libur merupakan puncak penjualan ikan di pasar ikan Tarempa. Pembeli jauh meningkat dari hari biasa yang menyebabkan permintaan ikan cukup tinggi. Tak jarang pada pukul lima pagi, pembeli sudah banyak berkumpul di pasar ikan Terempa menunggu nelayan membongkar ikan. Membeli ikan langsung kepada nelayan menjadi pilihan ibu-ibu guna mendapatkan ikan. Disamping masih segar, hargapun lebih miring dan bisa ditawar. "Jelas lebih rendah harganya, ikan ini kami beli langsung pada

nelayan yang baru bongkar ikan. Tadi dapat Rp40.000 per ekor, ikannya juga masih segar,"tutur Yeni salah seorang pembeli di pasar ikan Tarempa. Naiknya harga ikan tongkol menyebabkan usaha rumahan yang mengolah ikan tongkol mengalami penurunan. Usaha tambol (kue-kue), bakso ikan dan abon ikan tongkol terpaksa mengurangi produksi. Harga ikan tongkol yang tinggi juga menyebabkan pengusaha bakso harus pandai mensiasati harga. Biasanya jika harga ikan melambung seperti ini, pedagang bakso memilih mengurangi jumlah bakso dan menaikan sedikit harga. "Ikan naik, jadi harus pandai siasati harga, karena kita jualan tiap hari. Kalau sempat terputus jualan, pelanggan nanti kece-

Persoalan Sampah Ancam Tarempa ANAMBAS — Padatnya penduduk di Tarempa, Siantan, Anambas menyebabkan kota kecil ini produksi sampahnya juga meningkat. Permasalahan sampah kini menjadi masalah utama di Tarempa. Aktifitas penduduk yang meningkat baik itu dari segi perdagangan, ekonomi dan usaha lainnya, dimana setiap harinya setiap orang memproduksi sampah. Camat Siantan, Ardan mengakui permasalahan sampah di Tarempa jauh meningkat. Apalagi sejak Tarempa dijadikan sebagai pusat Kabupaten Kepulauan Anambas. Semua kantor terpusat di Tarempa. Ditambah lagi tumbuhnya pusat-pusat perekonomian seperti pasar, pertokoan, rumah makan, industri nasi kotak dan usaha lainnya. Sehingga sampah di Tarempa bertambah setiap menitnya. "Sampah di Tarempa ini bertambah tiap menitnya, karena aktifitas masyarakat meningkat. Setiap orang, setiap hari pasti menciptakan sampah. Sehingga tumpukan sampah sangat mudah terlihat,"kata Ardan pada Haluan Kepri akhir pekan lalu. Menumpuknya sampah ini sering dikeluhkan masyarakat kepada Ardan. Karena mobil pengangkut sampah hanya beroperasi pagi dan sore saja. Untuk mengatasi hal tersebut, Ardan berinisiatif untuk mengambil alih operasional pengelolaan sampah di kecamatan yang dipimpinnya. Sebelumnya sampah dikelola Dinas Pekerjaan Umum. "Yang namanya masalah dikecamatan, pasti masyarakat melapor kepada kita. Karena sudah banyak yang melapor jadi kita minta pada bupati untuk dikelola kecamatan saja, dan Alhamdulilah disetujui,"ujarnya Saat ini petugas sampah dan

YULIA

bulkan sampah ini sangat mengganggu,"tuturnya Siantan memiliki penduduk sebanyak 12.392 jiwa yang terdata. Sekitar 10.000 jiwa merupakan warga asli Siantan yang menetap di Terampa, ditambah lagi dengan pendatang yang juga bermukim di Tarempa. Kebanyakan pendatang yang bekerja sebagai pegawai dan wiraswasta menetap di Tarempa. Sehingga Tarempa berubah menjadi kota kecil padat penduduk. Tentunya juga padat dengan sampah yang dihasilkan baik rumah tangga maupun pasar dan toko. Untuk pembuangan sampah, Ardan menyampaikan TPS yang ada saat ini baru di gunung Rintis. Sedangkan TPS cadangan berada di Gunung Rekam. Jarak dari Tarempa ke Rekam hanya sekitar tiga kilometer. Sementara TPS Rintis mencapai tujuh kilometer. Namun TPS di Rekam jalannya belum dibuka.

babkan nelayan enggan melaut, sehingga pasokan ikan tidak mencukupi. Kondisi tersebut diitambah lagi dengan hari libur yang membutuhkan pasokan ikan yang banyak, sehingga harga meningkat tajam. "Kalau hari libur pembil sangat ramai. Bisanya kalau ikan lagi banyak. Kita jualan sampai jam sebelas siang. Tapi karena pasokan ikan tidak ada, kadang cuma sampai pukul sembilan saja, kalau sudah habis kita tutup,"ujar Amad. Diperkirakan produksi ikan saat tangkapan normal di pasar Tarempa mencapai 20 ton per harinya. Ikan dalam ukuran besar ditampung pedagang besar untuk dibawa ke Tanjungpinang dan Batam. Sedangkan ukuran sedang dan kecil dikonsumsi masyarakat,

rumah makan, restoran dan usaha rumahan yang membutuhkan bahan baku ikan. Pasar Ikan Tarempa merupakan satu-satunya tempat pelelangan ikan di Kecamatan Siantan. Tidak hanya warga Siantan yang membeli ikan disini, Warga Tiangau dari Siantan Selatan juga memasok ikan dari Tarempa. Karena didesa ini belum tersedia tempat pelelangan ikan, jadi warganya tidak terfokus melaut. Sehingga kebutuhan ikan didatangkan dari Tarempa. "Kita ngambil ikan di Tarempa untuk dijual di Desa Tiangau. Tapi diperjalanan, baisanya juga ada ibu-ibu yang beli. Kita jadi pedagang kelilinglah dari sini sampai ke desa.,"tutur Akbar salah seorang pedagang ikan keliling yang membawa ikan keluar dari Tarempa. * * *

Bukit Raya Bawa Pasokan Sayur

WARGA terlihat membuang sampah di TPS Teluk Tarempa.

kebersihan kota Tarempa baru ada 24 orang. Jumlah tersebut setelah ditambah enam orang dari sebelumnya yang hanya ada 18 orang. Peralatan pengangkut yang ada diantaranya kendaraan roda tiga Tosa sebanyak empat unit dan truk pengangkut sampah ada dua. Diperkirakan sampah dari Tarempa dalam satu harinya sekitar empat truk. Kondisi ini menyebabkan Tarempa menjadi kota yang berbau, jika hanya menunggu truk pengangkut pada sore hari. Untuk itu saat ini sampah diangkut dengan kendaraan roda tiga tosa yang bekerja harian. "Sekarang petugas mengangkut sampah pada pagi hari. Setelah itu siang sampai sore dari pukul 14.00-17.00. Karena jika dibawa pagi dan sore saja, itu sampai menumpuk dan mengeluarkan bau tidak sedap. Sementara Tarempa ini pemukiman padat penduduk, bau yang ditim-

wa,"kata Yang salah seorang pedagang bakso mengatakan triknya untuk mensiasati naiknya harga ikan tongkol. Bakso ikan menjadi makanan yang paling banyak disukai di Anambas, apalagi saat musim dingin. Selain sebagai makanan yang dikemas dalam semangkok bakso. Bulatan bakso ikan juga sering dimasukan dalam campuran sayur bening pada rumah makan dan restoran. "Pengunjung ada terus yang mau makan bakso, jadi kita siasati saja dengan sedikit mengurangi porsi baksonya dan naikkan harga juga sedikit. Supaya tak terlalu besar kenaikan harganya, yang penting rasanya tetap nikmat,"ujar Yang. Angin yang kencang, ditambah lagi dengan hujan seharian pada,Sabtu (14/1) lalu. Menye-

Untuk sementara sampah masih dibuang di Teluk Tarempa, karena TPS Rintis saat ini tidak diizinkan oleh pemilik lahan. "Untuk sementara masih di Teluk Tarempa ini, karena TPS Rintis tak dikasih izin lagi oleh pemilik. Info yang saya dapat, lahan ini sebelumnya akan dibebaskan lahannya. Tapi sampai saat ini belum ada juga, makanya pemilik tidak mengizinkan lagi,"ujarnya. Ardan mengharapkan agar pembebasan lahan dari Pemkab KKA dapat cepat selesai. Karena TPS Rintis sudah memiliki mesin pengolahan sampah. Sangat disayangkan bila terjadi sengketa nantinya dan mesin ini tidak dapat dioperasikan. "Kita harapkan cepat selesai. Kalau memang ada pembebasan lahan, cepatlah diselesaikan agar operasional pembuangan sampah ini tidak terganggu. Dan sampah tidak lagi menumpuk di kota,"pungkasnya (yul)

A N A M B A S — Terbatasnya persediaan sayur mayur dikalangan pedagang, menyebabkan KM Bukit Raya membawa barangbarang pedagang dalam jumlah banyak. Dimana jika dibandingkan dengan biasanya jumlah yang dibawa tidak terlalu banyak. Karena setelah kedatangan Bukit Raya akan disusul kedatangan Perintis pembawa barang. Salah seorang pedagang di Pasar Tarempa, Amir mengaku harus menambah pasokan barang dalam jumlah lebih banyak daripada hari biasanya. Karena jadwal kedatangan perintis masih lama di Tarempa. "Pasokan yang dibawa perintis minggu lalu sudah habis, jadi kita pesan lagi dari Tanjungpinang yang dibawa Bukit Raya. Jumlah permintaan lebih besar dari biasanya untuk pasokan jelang perintis masuk lagi,"katanya saat mengambil barang di pelabuhan Tarempa, Minggu,(15/1). Akibat banyaknya barang yang diturunkan ini, keberangkatan mengalami keterlambatan dari biasanya. Karena banyaknya barang yang diturunkan. Baik itu sayurmayur, sembako dan alat-alat berat yang dikirim dari Tanjungpinang. Penurunan barang langsung di pelabuhan, sementara naiknya barang dilakukan diatas kapal nelayan. Pedagang harus mensiasati pasokan sayur mayur untuk kebutuhan harian masyarakat Anambas. Karena perintis yang mendistribusikan barang dalam jumlah besar hanya bisa merapat sekali dalam satu bulan. Sedangkan Bukit Raya hanya bisa merapat sekali dalam limabelas hari. “Harus disiasati juga untuk menjaga pasokan, karena pasokan dalam jumlah besar tidak lagi datang seperti biasanya. Karena perintis yang berlayar kini tinggal satu dan hanya sekali dalam satu bulan,"tutur Amir. Amir menuturkan jumlah sayur mayur yang diterima dari tanjungpinang juga tidak dalam jumlah banyak. Pasalnya pedagang tidak bisa menyimpan dalam waktu lama. Ditambah lagi dengan listrik yang tidak dapat diandalkan karena sering terjadi pemadaman

bergulir. Jika pasokan habis, pedagan memilih tidak berjualan "Kalau habis kita berhenti dulu jualan, karena pasokan tidak bisa dalam jumlah banyak. Apalagi saat ini sering terjadi pemadaman listrik dan pendingin tidak bisa hidup 24 jam. Kita memang pesan pasokan dalam jumlah yang terbatas,"ujarnya Pemutusan pelayaran perintis yang mendistribusikan barang ke Anambas oleh Pemerintahan Provinsi Kepri berakibat pada pasokan barang yang menurun. Akibatnya barang sering terputus di pasaran dan hargapun melonjak tajam. Sementara itu penyeberangan barang dengan Bukit Raya hanya bisa dalam jumlah yang terbatas dan ongkos yang sedikit lebih. Begitujuga penyeberangan barang dengan Ver y VOC Batavia yang disubsidi oleh Pemkab Anambas. Ongkos masih tinggi dan jumlah masih terbatas karena Very ini kecil. Disamping jumlah barang yang banyak, Kapal Bukit Raya juga tinggi. Barang-barang harus diturunkan dengan katrol. Sementara dengan kapal perintis yang lebih rendah, barang-barang lebih cepat diturunkan dan tidak membutuhkan katrol. "Kalau dibandingkan dengan Perintis yang sudah lama mendistribusikan barang. Memang agak sulit dengan bukit raya. Karena bagasi tinggi dan penurunan memakan waktu yang lama,"ujar Amir Amir mengharapkan agar Perintis yang mendistribusikan barang dapat kembali berlayar di Anambas. Pemprov Kepri diharapkan dapat menambah, bukan malah menguranginya. "Harapan kita, seperti yang kita dengar jauh-jauh hari ditambah pelayarannya. Karena dulu janjinya akan ditambah menjadi tiga. Tapi kenyataannya malah dikurangi. Membingungkan juga Bapak Gubernur kita ini. Kita pedagang sangat membutuhkan pasokan dari Tanjungpinang, karena pasokan ini tidak ada di Anambas. Sementara permintaan pasar cukup tinggi,"harapnya ( y u l )


KARIMUN

21

Senin,

16 Januari 2012

Dispenda Diminta Tegas Tagih Piutang KARIMUN— Ketua Komisi B DPRD Karimun Ady Hermawan meminta Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Karimun agar tegas menagih seluruh piutang Pemkab Karimun yang masih banyak belum dibayarkan oleh sejumlah kontraktor, seperti PT Arta Niaga Nusantara yang masih menunggak sekitar Rp500 juta lebih terkait penimbunan tanah uruk di proyek Coastal Area. "Saya mendapat laporan sejumlah piutang daerah yang seharusnya masuk kas daerah akhir Desember 2011 lalu, namun hingga sekarang belum juga disetorkan seperti sisa pembayaran penimbunan tanah uruk proyek Coastal Area yang dikerjakan oleh PT Arta Niaga Nusantara (ANN). Untuk itu, petugas Dispenda harus tegas meminta piutang tersebut, untuk menambah pendapatan daerah," ujar Ady Hermawan beberapa waktu lalu di ruang Komisi B DPRD Karimun. Menurut Ady, piutang penimbunan proyek jalan lingkar yang diatur berdasarkan Perda Multiyears, maka batas akhir pembayarannya pada 31 Desember 20111, sesuai kontrak kerja antara kontraktor dengan Pemkab Karimun. Harusnya, sebelum jatuh tempo piutang itu sudah dilunasi oleh PT ANN. Dikatakan, berdasarkan kontrak awal antara Dinas PU dengan PT Arta Niaga Nusantara selaku kontraktor juga melakukan penimbunan jalan proyek Coastal Area yang menggunakan bahan tanah uruk sebanyak 780 meter kubik. Namun, dalam perjalanan waktu terjadi perubahan hingga dalam kontraknya disepakati sebesar 1.016 ribu meter kubik. Pada Juni 2011 dimulailah penimbunan hingga terealisasi sebesar 979.285 meter kubik atau sekitar 616.949 ton, dengan nilai satu ton sebesar Rp1.890 ribu. Namun, dari jumlah tersebut yang baru disetorkan sebanyak 306.336 ton dengan nilainya sebesar Rp578.975.045. Dalam penimbunan itu, PT Arta Niaga Nusantara menggunakan lima perusahaan sebagai sub kontraktornya. "Jika ditotalkan seluruh penimbunan tanah uruk yang harus disetorkan PT Arta Niaga Nusantara kepada Bagian Keuangan Pemkab Karimun adalah sebesar Rp1.166.034.650. Namun, dari jumlah tersebut yang disetorkan baru sebesar Rp578.975.045. Sisanya sebesar Rp587.059.010 masih belum dibayarkan," jelas Ady. Meski dalam kegiatannya dilakukan oleh lima perusahaan sebagai sub kontraktornya, namun yang bertanggung jawab soal anggaran penimbunan proyek Coastal Area itu adalah PT Arta Niaga Nusantara, karena perusahaan itulah yang menandatangi kontrak kerjasama dengan Dinas PU. Selain itu, terkait dana reklamasi pasca tambang oleh perusahaan pertambangan di Karimun, Ady juga meminta Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Karimun agar bisa menyetorkan ke Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Karimun, selain kepada BNI dan Bank Riau Kepri. "Menurut aturan, bank yang berhak menjadi partner untuk menyimpan dana reklamasi pasca tambang itu adalah bank milik pemerintah. Di Karimun ada tiga bank pemerintah, yakni BNI, Bank Riau Kepri dan BPR Karimun. Harusnya selain kepada BNI dan Bank Riau Kepri, dana tersebut juga bisa disimpan di BPR karena di daerah lain seperti Bintan juga melakukan hal itu," kata Ady. (ham)

GANI/HALUAN KEPRI

TIDAK TERAWAT — Pasar Telaga Mas Baru Kolong sudah tidak terawat dan merupakan proyek mubazir. Pemkab diminta untuk dapat melengkapi fasilitas dan mencarikan solusi atas sepinya pasar ini. Foto diambil, Sabtu (14/1).

Pembangunan Pasar Kolong Dinilai Mubazir KARIMUN — Belum tuntas permasalahan Pasar Telaga Mas yang merupakan salah satu proyek mubazir, kini Pemkab Karimun kembali membangun lagi pasar yang berlokasi di belakang pusat perbelanjaan, Hawaii dengan nama Pasar Baru Kolong yang hanya berjarak sekitar 800 meter dari Pasar Telaga Mas Kolong. Oleh: Abdul Gani, Liputan Karimun

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kabupaten Karimun, Datok Azman Zainal menilai, bahwa pem-

bangunan pasar tersebut merupakan suatu pemubaziran anggaran. “Padahal kalau Pemkab mau justru dicarikan solusi penyebab sepinya

Pasar Telaga Mas. Ditambahkan fasilitas sehingga hidup lagi pasar itu. Bukan malah membangun pasar lagi di lokasi yang sama di Kolong. Ini ada unsur kesengajaan dalam pemborosan anggaran,” ujar Azman, Sabtu (14/1). Dikatakannya, meskipun pasar tersebut dikelola oleh pihak swasta, namun tidak ada salahnya Pemda memfasilitasi untuk menghidupkan kembali, bukan malah membuat pasar tandingan. “Kalau kita lihat, Pasar Telaga Mas saat ini tidak berfungsi. Tidak ada lagi orang yang berjualan. Dan rukoruko yang ada didiami oleh pen-

datang yang tak sanggup membeli rumah atau tak sanggup mengontrak, sehingga ruko yang ada di pasar itu didiami tanpa sepengetahuan pengelola. Kita juga tidak tahu siapa-siapa saja yang tinggal disitu. Bisa saja teroris atau preman yang setiap malamnya melakukan aksi tindak kejahatan,” jelas Azman. Dia meminta, agar pasar yang letaknya tidak jauh dari rumah Wakil Bupati Aunur Rafiq itu agar dapat dihidupkan lagi, dan dicarikan solusi oleh Pemkab. Sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat dilingkungan sekitar.

Azman juga mengatakan, seingat dirinya sudah tiga kali Pasar Telaga Mas diresmikan lalu sepi lagi dan tidak ada aktifitas. Sehingga dengan demikian, dinilai ada kesalahan yang dilakukan oleh pihak pengelola dan Pemkab. “Pasar yang ada sekarang masih terbengkalai, lalu dibangun lagi pasar lain. Yang dibangun sekarang saja sudah melebihi masa kontrak kerja nanti ada lagi yang dibangun. Pembangunan di Karimun terus saja seperti itu. Sehingga terkesan membuang anggaran dan tak bermanfaat,” katanya.** * *

Masyarakat Setunak Berharap Terima Kompensasi

HENGKI/HALUAN KEPRI

BUPATI Karimun, H.Nurdin Basirun memberikan santunan kepada 91 anak yatim-piatu, siswa berprestasi dan kurang mampu di Masjid Besar Al Mubarok Meral, Karimun, Sabtu (14/1).

Masjid Al Mubarak Santuni Yatim Piatu K A R I M U N — Masjid Besar Al Mubarok Meral memberikan santunan kepada para yatimpiatu, kaum duafa dan siswa berprestasi yang kurang mampu, tinggal di kawasan sekitar masjid dan Kawasan Kecamatan Meral, Sabtu (14/1). Santunan diberikan oleh Bupati Karimun, H.Nurdin Basirun kepada 91 anak yatimpiatu, siswa berprestasi dan kurang mampu. "Santunan ini bukanlah segala-galanya. Santunan ini hanyalah simbol kepedulian kita bersama terhadap para yatim piatu dan fakir miskin di sekitar kita. Menjadi kewajiban kita sebagai umat Islam untuk selalu me-

nyayangi para yatim piatu dan fakir miskin," tutur Raja Usman, Ketua Tamir Masjid Besar Al Mubarok Meral saat menyampaikan sambutan. Menurut Raja Usman, setiap hari setiap waktu dan setiap ada kesempatan, orang-orang yang mampu harus selalu meluangkan waktu dan membagikan rezeki untuk menyayangi mereka yang membutuhkan uluran tangan, terutama kepada para yatim piatu. "Shafar adalah momentum untuk mengingatkan kepada kita tentang sedekah. Nabi mengajarkan kepada kita untuk menyayangi fakir miskin dan orangorang lemah. Karenanya, sedekah harus senantiasa diluangkan, meskipun bukan bulan Shafat," tandas Raja Usman. Lebih lanjut Raja Usman menjelaskan, orang-orang yang bersedekah tidak perlu khawatir akan menjadi berkurang hartanya, terutama para pemelihara dan penanggung anak yatim piatu. Justru sebaliknya, Allah SWT akan melipatgandakan pahala dan limpahan rezeki bila seseorang ikhlas menyantuni. "Kita harus yakin Allah SWT akan mem-

berikan ganti. Dan marilah kita berdoa semoga kita senantiasa diberkahi keikhlasan oleh Allah SWT dalam setiap sedekah dan ibadah kita," tandasnya. Raja Usman yang juga Asisten II Pemkab Karimun menyampaikan dan berharap Masjid Besar Al Mubarok Meral sebagai salah satu masjid tertua di Karimun, nantinya bisa dijadikan sebagai pusat layanan santunan anak yatim piatu. “Kita berdoa dan berharap bersama bisa terealisasi secepatnya,” harap Raja Usman. Sementara Bupati Karimun, H.Nurdin Basirun dalam sambutannya mengingatkan dan mengajak para hadirin untuk menyisihkan rezeki yang diperoleh, untuk diberikan kepada yang membutuhkan terutama kepada para yatim piatu. “Ingat, diantara rezeki yang kita peroleh ada rezeki mereka para yatim piatu. Jangan biarkan ada orang-orang yang susah disekeliling kita, karena ingat kemiskinan itu bisa mendekatkan kita kepada kekufuran dan Islam tidak ada menyuruh umatnya miskin, karena itu miskin harus kita lawan bersama-sama,” pesan Nurdin. ( h h p )

KARIMUN N— Sebanyak 37 Kepala Keluarga (KK) di Pulau Setunak, Desa Tulang Kecamatan Karimun, Senin (16/1) ini berharap mendapatkan dana kompensasi dari perusahaan pengeksploitasi timah swasta, PT Eunindo Usaha Mandiri (EUM) sebesar Rp30 juta. Dana yang diharapkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga bagi masyarakat nelayan di Pulau Setunak itu sudah lama mereka nantikan. Kardi, salah seorang tokoh pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan di Pulau Setunak itu ketika menghubungi Haluan Kepri, Minggu (15/1) mengatakan, berdasarkan keterangan yang ia peroleh dari pihak perusahaan, dana kompensasi tersebut menurut rencana akan mereka terima Senin (16/1) ini. “Saya baru mendapat kabar dari pihak perusahaan PT Eunindo, kalau mereka akan memberikan dana kompensasi sebesar Rp30 juta kepada warga kampung kami. Mudah-mudahan janji perusahaan itu bisa mereka penuhi, sehingga masyarakat tidak terlalu lama

berharap untuk mendapatkan dana kompensasi itu,” ujar Kardi, kemarin. Menurut Kardi, begitu mendengar kabar kalau perusahaan akan memberikan dana kompensasi sebesar Rp30 juta kepada 37 KK di Pulau Setunak, saat ini masyarakat sudah bersiap-siap kardi untuk menerima bantuan itu. “Kami berharap kepada perusahaan agar bisa menepati janjinya. Jangan lagi kecewakan kami,” ungkapnya. Sebelumnya, kata Kardi, masyarakat nelayan di Pulau Setunak hanya memberi tenggat waktu hingga 15 Januari bagi PT Eunindo untuk memberikan kompensasinya bagi masyarakat setempat. Jika lewat dari batas waktu yang ditentukan itu ternyata PT Eunindo tidak bisa memenuhi janjinya, maka masyarakat akan mengambil langkah tegas dengan menaiki kapal hisap yang beroperasi di sekitar daerah mereka.

Ketua Fraksi Bintang Reformasi DPRD Kabupaten Karimun, Syahril mengatakan, pemberian kompensasi bagi nelayan yang terkena dampak dari aktivitas penambangan bukanlah solusi untuk membantu masyarakat nelayan di Kabupaten Karimun. Seharusnya pemerintah menyediakan tempat bagi nelayan untuk menangkap ikan dengan membebaskan wilayah tangkapan nelayan dari kawasan tambang. Dirinya meminta kepada pemerintah jangan hanya memikirkan kepentingan mereka semata lalu mengabaikan kepentingan nelayan. “Menurut saya, hanya dua kelompok saja yang diuntungkan dengan adanya zonasi tambang di Karimun yakni pemerintah dan pengusaha, sementara masyarakat nelayan selalu menjadi pihak yang dirugikan,” jelasnya. Syahril melihat banyak areal tangkap nelayan di Karimun

ini yang dijadikan sebagai kawasan tambang. Kapal-kapal hisap timah denga mudahnya melakukan aktivitas, sehingga mengganggu nelayan dalam mencari ikan. Keberadaan kapal-kapal hisap timah tersebut jelas telah merusak ekosistem laut yang berdampak hilangnya keseimbangan laut dan ikan banyak yang mati. Menurut Syahril, perairan Takong Hiu dan Karimun Anak merupakan kawasan yang terkenal kaya akan berbagai jenis ikan. Namun, diareal itu juga dikenal memiliki kandungan tambang timah yang bagus. Dengan kondisi seperti itu, maka pemerintah daerah harus bisa bersikap bijak dengan tidak menjadikan kawasan itu sebagai kawasan tambang karena selama ini kawasan tersebut merupakan areal tangkap nelayan di Karimun. Syahril juga meminta kepada dinas terkait mencarikan solusi ini dengan menunjukkan peran Distamben dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) mengambil langkah bijak, bagaimana nelayan tidak terganggu dan pendapatan daerah juga bisa bertambah. (ham)

Masalah Sampah Kian Mengkhawatirkan K A R I M U N — Masalah sampah di Karimun saat ini kian mengkhawatirkan. Dalam satu hari menghasilkan sedikitnya 120 hingga 150 ton. Jika tidak dilakukan upaya pengurangan volume sampah, maka bisa dipastikan Karimun tidak akan pernah meraih piala adipura. Kepala Seksi (Kasi) Retribusi Badan Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (BLHKP) Kabupaten Karimun, Ivit mengatakan, dari lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) seluas tiga hektar lebih, dinilai sudah tidak layak untuk menampung jumlah sampah setiap harinya yang mencapai 120 hingga 150 ton. “Untuk sementara, lahan yang ada kita manfaatkan dengan cara membuang di kotak lain. Dalam artian melihat lokasi sam-

pah yang dibuang, jika sampah lama masih basah maka dicari lokasi yang sampahnya sudah kering, baru ditumpuk lagi,” ujar Ivit, Sabtu (14/1). Dikatakannya, lahan tambahan untuk TPA sampai saat ini masih belum bisa diusahakan. Memang beberapa waktu lalu sempat ada peninjauan lokasi untuk TPA di Desa Pongkar seluas 10 hektare. Namun setelah diteliti, ternyata berada di daerah sumber mata air. Sehingga lokasi itu dibatalkan. “Solusinya sekarang adalah Wakil Bupati, Aunur Rafiq meminta agar lahan TPA di Sememal saat ini dimanfaatkan untuk diperluas. Kita masih akan melakukan penjajakan dengan masyarakat setempat,” kata Ivit. Selain itu kata Ivit, solusi

yang sedang direncanakan dengan melakukan daur ulang sampah. Sehingga tidak terjadi penumpukan di TPA. Hal itu juga berdasarkan Undang-undang nomor 18 tahun 2008 tentang pengolahan sampah, kemudian Permendagri nomor 33 tahun 2010 juga mengenai pengolahan sampah. ''Selama ini pengetahuan masyarakat Karimun masih minim tentang sampah daur ulang. Sehingga berapapun lahan yang kita miliki tidak akan cukup untuk menampung sampah yang ada,” katanya. Untuk itu dia berharap, agar ada inisiatif masyarakat untuk memilih milih sampah daur ulang. Sehingga mampu dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga. Disamping lahan yang

belum memadai, kendala lain yang dihadapi saat ini adalah minimnya sarana transportasi untuk mengangkut sampah ke lokasi pembuangan (TPA-red). Dimana saat ini hanya ada sekitar 10 truk dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Sejak Karimun masih berupa kecamatan, seluruh truk sampah tersebut memang sudah ada. “Kita sudah usulkan dalam APBD sebanyak tiga truk, tapi cuma disetujui satu unit. Selain itu sudah kami usulkan ke pusat enam jenis truk ambrol ke provinsi juga sudah. Tapi semuanya sampai saat ini masih belum ada kejelasan, sehingga pekerjaan dari tim kebersihan juga sedikit terkendala. Karena peralatan yang kita punya dalam kondisi sangat mempri.(gan) hatinkan,” pungkasnya.(gan)


22

IKLAN Senin,

16 Januari 2012


OLAHRAGA

23

Senin,

16 Januari 2012

Pengda Tako Kepri Akan Dilantik BA TAM –– Pengurus daerah (Pengda) BAT Perguruan Tako (Tangan Kosong) Kepri periode 2012-2016 akan dilantik pada bulan Februari mendatang. Hal itu disampaikan Jumaga Nadeak selaku ketua umum terpilih Pengda Tako Kepri di sela rapat pembentukan panitia pelantikan digedung Graha Kepri, Sabtu (14/1). Oleh: TASLIM, Liputan Batam

"Sejak dikeluarkannya mandat oleh Pengurus Besar (PB) Tako diakhir November 2011 yang lalu, maka selaku ketua terpilih, dituntut untuk menyusun pengurus yang berkompeten untuk dilantik," ujar Jumaga. Dikatakan, pelantikan nanti ditentukan setelah melalui perbincangan dengan beberapa pengurus dan panitia. Karena mo-

men tersebut direncanakan akan dirangkai dengan event pertandingan karate untuk semua perguruan. Selain itu, juga akan menggodok pengurus yang betul-betul kompeten dalam memberikan kontribusinya dalam memajukan olaharaga karate, ujar Jumaga Nadeak, yang juga sebagai anggota DPRD Provinsi Kepri.

Sabtu (14/1)

Liga Inggris

Manc City MU Tottenham Chelsea Arsenal Liverpool Newcastle Stoke Norwich Everton Sunderland Aston Swansea Fulham WBA Wolves Blackburn QPR Bolton Wigan

1-1 3-1 1-0 0-0 3-0 1-1 1-2 20 21 21 21 20 21 20 21 21 21 21 21 20 21 21 21 21 20 21 20

15 15 14 12 11 9 9 8 7 7 6 5 5 5 6 4 4 4 5 3

Everton Fulham Sunderland Stoke Bolton Wolves Norwich 3 3 4 4 3 8 6 6 7 4 6 9 8 8 4 6 5 5 1 6

2 3 3 5 6 4 5 7 7 10 9 7 7 8 11 11 12 11 15 11

56-16 52-20 39-21 40-25 36-28 24-18 29-25 22-31 32-36 21-25 27-24 23-27 20-23 23-29 20-30 23-37 32-44 19-35 25-46 18-41

48 48 46 40 36 35 33 30 28 25 24 24 23 23 22 18 17 17 16 15

Liga Spanyol Granada Sevilla Zaragoza Mallorca Valencia Madrid Barcelona Valencia Levante Osasuna Sevilla Malaga Espanyol Bilbao Vallecano Betis Sociedad Getafe Atletico Mallorca Granada Santander Villarreal Gijon Zaragoza

1-2 0-0 1-1 1-2 0-1 18 17 18 17 17 18 17 18 17 18 17 18 18 17 18 18 17 17 17 18

15 11 10 9 6 6 7 7 5 6 7 5 5 5 4 5 3 3 4 2

1 5 4 3 8 7 4 4 8 4 1 6 6 5 7 4 8 7 3 5

Vallecano Espanyol Getafe Madrid Sociedad 2 1 4 5 3 5 6 7 4 8 9 7 7 7 7 9 6 7

"Niat kita harus benar-benar untuk memajukan perguruan ini, karena banyak generasi penerus yang memiliki hobi olahraga beladiri khusunya Tako. Nah, kita ingin menyalurkan bakat-bakat

mereka agar provinsi yang kita cintai ini dapat dikenal melalui prestasi yang diraih oleh para atlit. Dengan demikian pengurus yang kita godok benar-benar memiliki kompeten dibidangnya

Saragih. Namun demikian, kepengurusan sekarang belum pasti, yang jelas nama-nama tersebut akan menduduki pos-pos yang ada. "Hasil kongkritnya nanti ketika SK (surat keputusan) sudah keluar. Karena kita juga tidak ingin tergesa-gesa dalam menetapkan, masih ada waktukan, bisa bertambah dan bisa juga berkurang," ujarnya. Program kedepan pasca pelantikan tentu harus dipersiapkan agar semua yang diharapkan bisa tercapai. Mulai dari konsolidasi, pembinaan hingga mengikutkan para atlit ke berbagai kejuaraan demi mempersiapkan mental juara generasi penerus. "Sekarang ini jumlah atlit tako di Kota Batam saja lebih dari 400 orang dari delapan perguruan yang aktif. Dengan jumlah yang besar, tentu mereka memiliki talenta-talenta yang harus kita bina agar dapat mengaharumkan

nama daerah maupun bangsa. Oleh karena itu, saya selaku ketua umum tidak ingin membiarkan potensi yang ada tidak tersalurkan," tambanya. Olahraga seni bela diri Tako memang banyak memiliki penggemar. Sebab itulah sebagai pengurus, pihaknya akan merangkul semua kalangan demi kemajuan perguruan Tako. Karenanya pengurus tidak bisa bekerja sendiri, tentu mengharapkan bantuan dan dukungan dari semua pihak demi kemajuan olahraga khususnya perguruan Karate Tako di Kepri. Torushon Tarihoran, selaku ketua panitia pelantikan mengatakan, panitia akan benar-benar mematangkan persiapan jelang pelantikan. "Gebrakan pertama pengurus yang dipimpin Jumaga Nadeak benar-benar memiliki niat untuk memajukan bidang olahraga Tako," ucapnya.•••

Mental Juara Los Blancos

Hasil dan Klasemen

Aston Blackburn Chelsea Liverpool MU Tottenham H. WBA

HALUANKEPRI/CECEP

KETUA umum Pengda Tako Kepri Jumaga Nadeak (tengah) didampingi Sahat Hutapea dan Tan Alamsyah sealku pembina Tako memimpin rapat di Gedung Graha Kepri, Sabtu (14/1).

masing-masing," paparnya. Selain pengurus, tentunya penasehat tetap dibutuhkan dari ungsur muspida. Ditambah pembina yang memang memiliki niat yang sama untuk memajukan olahraga karate khususnya Tako. Adapun pembinanya, Ahok Leddy Effendi, Tan Alamsyah dan Sahat Hutapea. Sementara pengurus, yang menjabat sebagai ketua harian dipercayakan kepada H. Umar Lubis, sekretaris umum Torushon Tarihoran didampingi Leo Tambunan sebagai wakilnya dan Micheal Hutapea. Disamping itu, juga terdapat bidang kerja, seperti bidang disiplin dan etika peraturan yang diduduki Yudhi Effendi dan , Bidang Organisasi dijabat Madjid Sigh, pembinaan prestasi dijabat Larisman Sinambela didampingi Dewi Hariati, bidang dana dijabat Tasman, bidang kerja sama bela diri dijabat Harta M Harahap dan bidang humas dijabat Jhonny

63-17 51-9 28-19 25-19 21-28 19-19 20-22 18-21 23-19 21-27 19-22 17-23 18-24 23-27 16-24 12-23 12-21 15-25 10 16-29 11 14-33

46 38 34 30 26 25 25 25 23 22 22 21 21 20 19 19 17 16 15 11

PA L M A D E M A L L O R C A –– Kendati sempat tertinggal lebih dulu, Real Madrid mampu bangkit dari ketertinggalan di babak pertama dalam lanjutan liga Sapnyol, Minggu (15/1) dinihari WIB. Kalau bukan karena kuatnya mental juara mereka, Madrid mungkin takkan bisa membalikkan kedudukan di hadapan Real Mallorca. Sejak peluit pertama dibunyikan wasit Pedro Montero, tuan rumah sudah bersikap tidak mau didikte raksasa sebesar Real Madrid. Terbukti, Gonzalo Castro, sukses menjadi perhatian publik sendiri, dengan mengoleksi sejumlah peluang. Sementara Madrid, cukup dirasa aneh, karena performa Cristiano Ronaldo tidak segarang laga-laga sebelumnya. Bahkan mereka harus terpaksa, untuk pertama kali, kejebolan di babak pertama dalam laga away. Terakhir kali Madrid kejebolan di babak pertama, adalah pada 3 Januari 2011. Bisa dibilang, 19 laga tandang, tanpa pernah kemasukan di babak pertama. Los Blancos sempat menghela nafas dalam-dalam ketika merasa tegang, akibat kejebolan di menit ke-39. Berawal dari tendangan sudut yang dilakukan Castro, Tomer Hemed dengan cerdik,

melepaskan diri dari kawalan dan menyundul umpan pendek tersebut. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, pelatih José Mourinho langsung merubah taktik, dengan memasukkan tambahan satu striker, Gonzalo Higuaín, menggantikan Lassana Diarra. Selang beberapa menit, Mou kembali melakukan dua pergantian sekaligus. Alasannya, tentu Mourinho ingin Madrid mencetak gol penyeimbang dan gol-gol kemenangan di Iberostar Estadi. Gol penyeimbang yang ditunggu-tunggu akhirnya datang di menit ke-72. Adalah Gonzalo Higuaín, yang baru masuk di awal babak kedua, memberi kontribusi besarnya. Melalui assist yang dilakoni Mesut Özil, Higuain melayangkan sepakan yang sempat terbentur Fernando Tissone. Bola pun meluncur ke gawang Dudu Aouate dan merubah skor, 1-1 untuk kedua tim. Dengan sederetan pemain bertipe menyerang, Los Merengues praktis menguasai bidang permainan sedari lini tengah ke wilayah pertahanan Mallorca. Sementara tuan rumah, terlihat mulai ingin bertahan. Akan tetapi, hal itu menjadi bumerang bagi Los Bermellones. Mereka malah

kembali kebobolan di menit ke-83 melalui José Callejón yang muncul dari lini kedua. Publik Mallorca pun menyepi, sementara bench Madrid gegap gempita, ketika skor berubah 2-1 untuk keunggulan tim tamu pada menit ke-85. Real Mallorca berusaha keras untuk kembali menyeimbangkan kedudukan. Sejumlah pemain berkarakter menyerang, langsung dimasukkan Entrenador Joaquín Capárros. Tapi usahanya sia-sia. Pertandingan ‘keburu’ usai dan kedudukan tetap 2-1 untuk kemenangan tim tamu. Kemenangan ini membuat Iker Casillas dkk tetap memberi jarak pada Barcelona di peringkat kedua. Dari 18 pertandingan mereka mengantongi 46 poin, unggul delapan angka dari El Barca, yang masih bertanding melawan Real Betis saat berita (bln/ ini diturunkan.(bln/ (bln/oo k e )

Lapangan Tergenang, Catania-Roma Dihentikan C A T A N I A –– Laga antara Catania vs AS Roma terpaksa dihentikan di menit ke-65 setelah lapangan tempat mereka bermain digenangi oleh air. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Angelo Massimino, Minggu (15/12) dinihari WIB, sudah terkendala masalah cuaca sejak awal. Aliran

bola tampak tidak lancar lantaran genangan air ada di mana-mana. Wasit Paolo Tagliavento memutuskan untuk menghentikan laga setelah menganggap kondisi lapangan tak lagi layak untuk memainkan pertandingan akibat air yang menggenang membuat laju bola menjadi tak lancar.

Saat dihentikan kedua tim masih bermain imbang 1-1. Tuan rumah memimpin lebih dulu lewat bek veteran Nicola Legrottaglie memanfaatkan tendangan bebas Francesco Lodi di menit 24, namun Roma membalasnya lewat sundulan Daniele De Rossi 4 menit kemu(glc) dian.(glc)

MU Optimis Menangkan Premier League MANCHESTER –– Bek kiri Manchester United, Patrice Evra mengklaim, klubnya yang akan memenangkan Premier League, ketika semua pemain mereka telah kembali dari cedera. Ashley Young, Darren Fletcher, T o m Cleve r l e y, Michael Owen dan Nemanja Vidic memang tetap harus absen lama karena cedera, sementara Phil Jones, Chris Smalling dan Anderson juga tidak diturunkan pelatih United, Alex Ferguson saat

timnya mengalahkan Bolton Wanderes 3-0, Sabtu (14/1) malam WIB. Setan Merah saat ini tertinggal 3 poin dari pemuncak klasemen sementara, Manchester City, tapi Evra yakin United yang tetap memastikan gelar Premier League musim ini. "Semua orang datang dengan performa yang hebat setelah kembali dari cedera," kata Evra kepada MUTV seperti dilansir Goal, Minggu (15/1). "Kami masih memiliki beberapa pemain cedera, tapi saya pikir ketika semua orang kembali fit, itu akan memberi kami kekuatan untuk memenangkan gelar,” paparnya. "Kita harus terus berbicara tentang Manchester United. Yang paling penting adalah kami menang. Setelah itu, tidak masalah jika mereka (City) menang,

kalah atau seri,” ujar pemain internasional Prancis ini. Evra menambahkan, rekanrekan setimnya harus memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat dan selalu fokus pada pertandingan selanjutnya. Menurut Evra, dengan posisi seperti ini, sangat penting untuk terus meraup hasil maksimal. "Saya pikir orang-orang berbicara banyak tentang City, tapi kami hanya perlu fokus pada apa yang kami lakukan dan bagaimana kami bermain, dan saya pikir kami akan memenangkan liga,” tuturnya. "Laga lawan Bolton adalah hari baik bagi kami. Itu adalah pertandingan penting, setelah (Piala FA) menang melawan City, untuk menunjukkan bahwa kami benarbenar yakin dan kami telah kembali. Ini benar-benar penting untuk menang," tandasnya. (glc)

Jose Callejon

Indonesia Awali ABL dengan Kemenangan S I N G A P U R A –– Indonesia Warriors berhasil mengawali kiprahnya di kompetisi ASEAN Basketball League (ABL) musim ini dengan baik. Dijamu Singapore Slingers, tim asuhan Todd Purves ini menang 79-59. Dalam pertandingan di Singapore Indoor Stadium, Minggu (15/1), Warriors tampil

dominan sejak awal. Mereka unggul 22-9 pada kuarter pertama. Pada kuarter berikutnya, Warriors makin menjauh dan memimpin 43-23. Meski Slingers bisa mencetak poin lebih banyak di kuater ketiga, Warriors masih tetap unggul 58-43. Hingga pertandingan berakhir, perolehan poin Warriors tak terkejar. Mereka menang 79-59. Mario Wuysang

membukukan 23 poin untuk Warriors. Di kubu Slingers, Louis Graham juga mencetak 23 poin. "Saya senang melihat performa anak-anak hari ini. Semoga di pertandingan selanjutnya bisa tetap tampil solid dan kompak," ujar Purves seusai pertandingan. Pada pertandingan selanjutnya, Warriors akan menjamu Westports Malaysia Dragons, Sabtu (21/1) mendatang. (ant)

AVB Antusias Sambut Cahill

Patrice Evra

L O N D O N –– Tak lama lagi, Gary Cahill akan resmi meninggalkan Bolton Wanderers dan jadi punggawa baru Chelsea. Kedatangan Cahill ini disambut antusias oleh manajer The Blues, Andre Villas-Boas. Setelah mencapai kesepakatan dengan Bolton, Chelsea pun

memulai negosiasi pribadi dengan Cahill. Meski prosesnya tidak begitu lancar, deal pribadi dengan bek berusia 26 tahun itu akhirnya tercapai juga. Kemarin, Cahill sudah melewati tes medis di markas Chelsea. Dia juga duduk di tribun penonton saat calon klub barunya men-

jamu Sunderland, Sabtu (14/1) malam WIB. "Gary telah melewati tes medis dan akan segera jadi pemain kami," ucap Villas-Boas yang dikutip BBC. "Gary adalah pemain dengan kualitas teknis yang luar biasa untuk bek tengah, di mana hal

itu kami sukai, karena penguasaan bola saat kami menyerang dimulai dari belakang," jelasnya. "Dia punya stamina yang bagus dan antisipasi yang oke. Itulah karakteristik yang kami cari dan kami akan mendapatkan seorang pemain internasional Inggris," tandas Villas-Boas. (bbc)

Gary Cahill


CMYK

Senin 16 Januari 2012

KATA pengantar Ketua DPRD Provinsi Kepri Ir. H Nur Syafriadi, M.Si saat kunjungan reses ke Polda Kepri .

PEMAPARAN Ketua BP Batam Mustofa Wijaya saat rapat di BP Batam (28/12).

24

SALAH satu kegiatan reses yang dilaksanakan Ketua Komisi II DPRD Kepri Abdul Azis, S.Sos.

Reses DPRD Kepri di Penghujung Tahun 2011 MENGAKHIRI tahun 2011 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau menutup masa sidang ketiga tahun sidang 2011 dengan melaksanakan reses .Kegiatan reses ini, merupakan amanat undangundang yang diatur dalam Tata Tertib (Tatib) DPRD Provinsi Kepulauan Riau. Pelaksanaan reses bertujuan untuk memberikan kesempatan pada setiap anggota DPRD untuk terjun langsung guna mengetahui permasalahan yang ada ditengah masyarakat. Setelah melakukan komunikasi langsung. Setiap anggota DPRD diharapkan dapat menjaring dan mengakomodir aspirasi masyarakat untuk diteruskan dalam tatanan kebijakan pemerintahan dalam perencanaan program pembangunan. Untuk itu pada kesempatan reses di penghujung tahun 2011 ini, Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau asal pemilihan Kota Batam melaksanakan berbagai kegiatan reses yang dilaksanakan perorangan ataupun secara bersama dengan anggota DPRD lain yang berada dalam satu Daerah Pemilihan (Dapil). Dalam kegiatan reses gabungan DPRD Provinsi Kepulauan Riau dari Dapil Batam berhasil menjaring berbagai permasalahan yang ada ditengah masyarakat. Permasalahan tersebut antara lain mengenai pelaksanaan FTZ (Free Trade Zone) yang digaungkan memberikan angin segar bagi perekonomian Batam, dan peranan BP Batam dalam pengelolaan sarana vital bagi perekonomian Batam seperti pelabuhan, Bandar Udara Hang Nadim serta hal-hal lain

terkait peranan BP Batam, Pada Rabu, (28/12) DPRD Kepri menggelar rapat dengan Badan Pengusahaan Batam. Dalam rapat tersebut juga mencuat keluhan terkait pelaksanaan registrasi ulang mobil bernomor polisi Seri X. Kemudian juga diketahui ternyata masih lemahnya data perencanaan pembangunan, sehingga belum dapat memberikan estimasi peningkatan angka anak usia sekolah, seperti contoh, pemerintah belum dapat memprediksi berapa penambahan ruang kelas dan bahkan pembangunan gedung sekolah baru, begitu pula dengan kebijakan pembangunan lainnya. Dari reses perorangan banyak didapat keluhan masyarakat mengenai betapa susahnya berkompetisi saat tahun ajaran baru karena jumlah calon siswa melebihi kapasitas ruang kelas/sekolah, ironisnya jika jumlah siswa dalam satu kelas melebihi standar kelayakan mutu pendidikan maka akan mengganggu proses belajar dan mengajar. Untuk itu ketersediaan ruang kelas dan sekolah perlu menjadi perhatian pemerintah baik Provinsi Kepri maupun Kota Batam sendiri. Mengawali tahun 2012 ini, diharapkan Provinsi Kepulauan Riau khususnya Kota Batam dapat mewujudkan peningkatan pertumbuhan perekonomian yang bergaris lurus dengan terwujudnya masyarakat sejahtera, dan menjadi Provinsi yang mandiri dibidang keuangan dan maju dalam pembangunan. Narasi: Mashudi dan Bowo Foto: Jamaludin

SUASANA kunjungan reses DPRD Provinsi Kepri ke Polda Kepri (30/12).

SALAH satu kegiatan reses yang dilaksanakan Ketua Komisi IV DPRD Kepri Rizki Faisal, SE.

SUASANA Rapat saat reses di BP Batam (28/12) sesi kedua.

SUASANA rapat saat reses di BP Batam (28/12) sesi ketiga.

SUASANA Rapat saat reses di BP Batam (28/12) pada sesi pertama.

CMYK

SALAH satu kegiatan reses yang dilaksanakan anggota DPRD Kepri, H Darman.


HaluanKepri 16Jan12