Page 6

6

S A M B U N G A N

Kamis, 11 November 2010

Saat Liput Tambang Pasir Darat

Sambungan dari hal.1

Oknum Polisi Nyaris Pukul Wartawan KARIMUN — Kedatangan wartawan saat hendak meliput aktifitas usaha penambangan pasir darat di Desa Pangke Kecamatan Meral nyaris ricuh ketika salah seorang oknum Polisi berpangkat Aiptu marahmarah bahkan berusaha hendak memukul wartawan. Oknum polisi yang diketahui bernama Aiptu Abdul Latief (AL), bertugas di Staf Binmas Kapolres Karimun tiba-tiba datang dan langsung mengamuk bahkan terlihat berusaha memukul dan menepis kamera dari Syahid Busthomy dari Metro TV sambil mengeluarkan ancaman. Beruntung saat insiden pemukulan ini terjadi, hanya mengenai kamera video bersangkutan. ”Ini wilayah saya, kok kalian main masuk-masuk aja semua ? Apaapan ini? Ini semua ada izinnya. Mana izin kalian,” teriak Abdul Latief sambil berusaha menghalangi Syahid Busthomy yang akrab disapa Capung ini saat hendak mengambil gambar. Mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan, spontan capunk langsung membalas dan menghindari tepisan dari Abdul Latief sambil berusaha menyelamatkan kamera liputannya. “Eh bang, kami di sini mau meliput. Kalau memang ada izinnya, tolong tunjukan bang,” jawab Capung spontanitas. Setelah itu, AL langsung mendorong tubuh Capung. Tak lama karena masih saja mengambil gambar dan tak mengindahkan larangan AL, maka AL tak sabar dan langsung mengayunkan tangannya ke arah Capung. Seketika itu juga Capung refleks menangkisnya dengan kamera. Gambar ayunan tangan AL sempat terekam kamera yang masih dalam record itu. Tak berhenti sampai di situ, AL sambil jalan menghindari sejumlah wartawan AL mengucapkan katakata yang bernada ancaman. “Awas kamu ya? Tengok kamu nanti!” gertak AL yang langkahnya diiring Capung untuk mengklarifikasi ancaman okmun polisi yang bertugas di Binmas (bimbingan masyarakat) Polres Karimun tersebut. Terkait dengan ancaman itu, kedatangan capung bersama dengan beberapa wartawan harian lainnya berdasarkan informasi terkait spontanitas warga Pangke yang resah tentang adanya dugaan penambangan pasir darat ilegal. Capung mengharapkan agar ini insiden tersebut tidak terulang lagi dan bisa menjadi pelajaran bagi semua lapisan masyarakat. “Bahwa Sambungan dari hal.1

yang kedua terjadi di Desa Kualaraya Kecamatan Singkep Barat dengan barang bukti belasan ton kayu olehan. Saat itu Kasat Reskrim Polres juga masih dijabat oleh AKP Irvan Asido Siagian. Polisi menetapkan Madi sebagai tersangka tunggal. Meski ditetapkan sebagai tersangka, namun lagi-lagi Madi tidak ditahan. Kedua kasus ilegal loging ini sempat menyita perhatian masyarakat Kabupaten Lingga, karena beritanya memang dimuat di sejumlah media massa lokal. Namun kini kedua kasus ilegal loging ini hilang seperti ditelan bumi atau pun menguap dibawa angin. Proses hukum terhadap ketiga tersangka tidak pernah jelas dan pihak Polres Lingga Sambungan dari hal.1

matahari, embun dan hujan sejak 23 September lalu. Sedangkan proses hukum kasus ini terkesan sangat lamban dan tertutup. Pantauan di lapangan, 87 mobil mewah yang dijejer di halaman belakang Mapolda Kepri ini masih dililit dengan garis polisi. Beberapa petugas juga ditempatkan untuk menjaga mobwah tersebut. Ketika kondisi mobwah yang sudah mulai lusuh itu dikonfirmasikan kepada Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono, juru bicara Polda Kepri itu mengatakan bahwa Polda Kepri sebelumnya telah memberikan kesempatan kepada pemilik memanaskan dan merawat kendaraannya, termasuk memberi penutup. Namun pada praktiknya, sejak diamankan para pemilik mobil baru sekali saja diberikan kesempatan untuk melakukan perawatan pada mobil mereka. "Itu tergantung penyidik," kata AKBP Hartono kepada wartawan, kemarin. Ditanyakan mengenai proses hukum puluhan mobil itu, Hartono mengatakan masih dalam proses. Dan penyidik masih terus mengumpulkan sejumlah keterangan yang dibutuhkan. "Ini masih pendalaman. Kita tunggu saja hasil kerja tim," ujarnya. Sementara itu terkait dengan ketidakjelasan pengungkapan kasus mobwah ini oleh pihak kepolisian praktisi hukum Kota Batam Batam Jacobus Silaban berpendapat bahwa langkah polisi sangat prematur. "Masyarakat dan konsumen menjadi bingung dan menilai ada kepentingan apa dalam kasus ini. Karena Sambungan dari hal.1

jadi pusat perhatian masyarakat. Apalagi, kedatangan Obama yang hanya sebentar itu membuat Jakarta sempat mengalami kemacetan luar

HK/ISTIMEWA

SALAH satu tambang pasir darat di Desa Pangke Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun yang diduga bermasalah. dalam kerja kami sebagai jurnalis itu dilindungi undang-undang. Kami menunggu itikad baik dulu dari Abdul Latief terlebih dahulu sebelum kami mengambil sikap dan melaporkannya ,” tegas Capung. Informasi yang berhasil didapat diketahui bahwa Abdul Latief adalah salah satu pemilik dari usaha tambang pasir darat. Menurut warga kepemilikan usaha tambang pasir darat itu ada tiga orang, mereka di antaranya, Basyir, Rahman dan Abdul Latif. Keberadaan tambang pasir darat ini sudah berlangsung sekitar tujuh sampai delapan bulan lalu. Informasi yang didapat diduga aktitivitas tambang pasir darat itu ada yang belum melengkapi izin. Pantauan Haluan Kepri, terdapat tiga lokasi penambangan pasir darat yang menggunakan mesin penyedot berkapasitas besar. Terlihat di salah satu lokasi tambang pertama yang diduga warga sebagai usaha tambang milik Abdul Latif terlihat bekas lokasi sedotan mesin pasir yang membuat kubangan besar menyerupai danau. Setelah diukur seorang warga, kedalamannya diperkirakan mencapai 30 meter. Terkait dengan aktifitas penampangan pasir darat tersebut, saat dikonfirmasi ke Pertambangan Dinas Pertambangan Energi Kabupaten Karimun melalui Kepala Bidang Pertambangan Dinas Pertambangan Energi Karimun Ir Yosli mengatakan kalau dua usaha tambang pasir darat itu sudah diberi izin. Izin yang diberikan di antaranya kepada Koperasi Mitra Usaha Tani atas nama Rahman, Kelompok Masyarakat Subur Makmur atas nama Basyir, dan terakhir usaha perorangan yang diprakarsai Abdul Latif, namun mengatasnamakan kepemilikan Mantan Kepala Desa Pangke, M Noor Idris. Menurut UU nomor 4 Tahun 2003 dan PP nomor 23 tahun 2010, usaha

pertambangan rakyat dibenarkan. Dalam PP disebutkan kalau pertambangan pasir darat itu tidak melebihi luas penambangan lima hektare dan mesin yang digunakan juga tidak melebihi 25 power horse (tenaga kuda). Lebih lanjut, Yosli yang didampingi staf bidang pertambangan rakyat, Iwan mengatakan kalau izin yang diberikan itu sudah diberikan kepada dua usaha tambang Rahman dan Basyir sudah memenuhi persyaratannya. Sementara tambang milik Abdul Latif masih dalam proses pengurusan. Mengenai temuan wartawan terkait adanya aktivitas tambang di lokasi yang diduga warga milik Abdul Latif itu, pihak Distamben belum bisa memberikan jawabannya. “Kita belum lihat sendiri. Kita akan langsung turun dan kalau memang benar sudah ada aktivitas di dalamnnya, tentunya akan diberi peringatan dulu. Kalau bicara sanksi nanti itu di bidang pengawasan,” ungkap Iwan. Seperti disebutkan Yosli, kalau kawasan Pangke yang dimaksud warga Pangke tersebut, memang merupakan lokasi peruntukan tambang pasir darat. Hasil tambang harus didistribusikan usaha tambang (sesuai izin yang diberikan) untuk memenuhi kebutuhan pembangunan di Kabupaten Karimun. Sementara itu Rahman, salah satu pemilik dari usaha pertambangan melalui Koperasi Mitra Usaha Tani ketika dikonfirmasi Haluan KEPRI mengatakan mengatakan pihaknya siap memberikan gambaran jelas tentang segala perizinan. Dia mengaku sudah mengurusnya sesuai prosedur. “Kita bisa tunjukan izin-izinnya, lengkap. Kalau memang mau ditutup ya tutup saja, kita tidak keberatan. Kita akan menempuh langkah baik saja,” ungkapnya tanpa enggan menyebut langkah baik tersebut. (hk/hh)

2 Kasus terkesan menutup-nutupi kasus ini. Bahkan kayu BB sitaan yang dulunya ditumpuk di belakang Mapolres Lingga tidak kelihatan lagi. Kasat Reskrim Polres Lingga AKP Afdal ketika dikonfirmasi mengenai proses hukum dua kasus ilegal loging ini tidak bisa memberikan jawaban yang jelas. AKP Afdal hanya menjawab sangat singkat. "Masih sedang diproses," kata AKP Afdal, kemarin. Mengenai keberadaan BB kayu yang dahulu ditumpuk di belakang Mapolres Lingga yang kini sudah tak tampak lagi menurut AKP Afdal kayu itu dititip di gudang daerah Jagoh, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. "Kalau kayu

itu dititip di gudang daerah jago dan itu sesuai dengan ketentuan perundang-undangan," ujar Afdal. Mandeknya penanganan dua kasus ilegal loging ini oleh Polres Lingga menjadi perbincangan oleh masyarakat Lingga yang mengikuti kasus ini dari awal, terkhusus warga Kecamatan Singkep. "Aneh juga, kasus-kasus yang ditangani tidak tahu ke mana ujungnya. Kalau dihentikan ya harus jelas dasarnya apa, kalau diteruskan kok tak sampai- sampai ke kejaksaan atau pengadilan. Bukan hanya kasus ileal loging saja tapi juga ada kasus-kasus lain yang juga tak tahu di mana ujungnya," kata salah seorang warga yang minta namanya tidak dipublikasikan. (hk/32)

87 Mobwah hingga saat ini belum ada kejelasan statusnya. Bahkan tersangka yang digembar-gemborkan polisi pun hingga kini belum juga ditahan," ujar Jacobus, Rabu (10/11). Jacobus menilai pengungkapan kasus ini tidak terlepas dari kepentingan. Terbukti hal tersebut terjadi setelah adanya perombakan para petinggi di Polda Kepri. "Kasus ini kan berjalan sudah lama sejak beberapa tahun yang lalu, namun kenapa baru sekarang diungkap," ujarnya. Menurut Jacobus seharusnya polisi mengumpulkan data-data yang pasti dan memanggil orangorang terkait. Selanjutnya baru ditangkap dan diambil barang buktinya. "Bukan sebaliknya hingga terkesan prematur," katanya. Seperti diberitakan sebelumnya Tim Mabes Polri telah menetapkan empat tersangka dalam kasus mobwah bermasalah ini, yakni; AW, VS, HS dan Har alias Ah. Inisial empat tersangka ini disampaikan oleh Kabag Penerangan Umum Polri, Kombes Pol Marwoto Soeto di Jakarta, Rabu (3/11). Namun pihak Polda Kepri mengaku tidak mengetahui mengenai adanya tersangka yang telah ditetapkan Mabes Plri. Bahkan juga ada bantahan dan dikatakan belum ada tersangka sama sekali. Penyidik Polda Kepri terkesan sangat tertutup untuk menyampaikan orang yang telah atau akan ditetapkan sebagai tersangka. "Tunggu saja tanggal mainnya. Dalam beberapa hari ini akan ada tersangka lain yang menyusul," ujar seorang penyidik yang masuk dalam

tim gabungan yang tidak ingin disebutkan namanya. Menurutnya, setelah ditetapkan tersangka nantinya, penyidik akan mengirim ke Mabes Polri untuk dilakukan penahanan. Seperti halnya, tersangka sebelumnya Ahui yang diamankan di Mabes Polri. Dia mengatakan, kasus dugaan pemalsuan dokumen kendaraan ini masih tetap berjalan. Dalam waktu dekat, tambahnya, puluhan mobil mewah yang tersisa ini akan dikembalikan kepada pemiliknya. "Bagi pemilik yang memiliki itikad baik, tidak tertutup kemungkinan akan diberikan form titip rawat. Dan ini akan diusaha dalam waktu dekat untuk dikeluarkan," katanya. Tim Mabes Polri menahan 104 mobwah ini mulai Kamis (23/9) lalu karena diduga tidak dilengkapi dokumen yang benar. Mobil-mobil mewah yang diamankan ini merupakan kendaraan produksi di tahun 2004 hingga 2008, namun praktiknya berdokumen masuk Batam sebelum tahun 2003. Diduga mobil ini mobil bekas yang diselundupkan dari Singapura. Padahal tercatat mulai 1 Januari 2004 tidak dibenarkan lagi impor mobil bekas ke Batam. Merk dan jenis mobil yang diamankan antara lain BMW X5, Lexus E240, Lexus RX300, Toyota Wish, Lexus Land Cruiser, BMW 530i, Mercedes CDI dan Jaguar dan lainnya. Pemasukan mobwah secara ilegal ini diduga telah merugikan negara mencapai Rp700 miliar, karena sejumlah pajak tak dibayarkan sebagaimana mestinya. (hk/ed,dh)

Kagumi Obama biasa. Tetapi, Zivanna meminta jangan melihat kedatangan orang nomor satu di AS itu dari kehebohannya saja. "Yang penting manfaatnya.

Kalau soal pengamanannya aku lihat masih wajar. Namanya juga Presiden yanG berkunjung dan dari negara besar," ujarnya. (hk/vv)

Obama mengagumi kerukunan umat beragama di Indonesia. Hal itu dikemukakan Imam Besar Masjid Istiqlal Ali Mustafa Yaqub seusai mendampingi Obama dan Michele Obama keliling masjid terbesar di Asia Tenggara itu, kemarin. Selain kerja sama di bidang ibadah, salah satu kerukunan beragama yang dikagumi Presiden Negeri Paman Sam itu ialah kerja sama masjid Istiqlal dan gereja Katedral pada saat Natal. Dimana Istiqlal mengizinkan pengunjung Katedral memarkirkan kendaraannya di lahan parkir Istiqlal. "Ini sebuah good cooperation antara Istiqlal dengan Katedral. Nah itu kemudian beliau langsung komentari dan bicara tadi itu. Tadi bicara bahwa ini contoh kerja sama yang baik di Indonesia antara gereja dan masjid," ujar Ali. Obama yang mengenakan jas hitam dan dasi biru dan Michelle Obama yang berbalutkan kemeja dan celana panjang berwarna hijau muda serta memakai kerudung berada selama 20 menit di Istiqlal. Selama berada di Istiqlal, kedua sosok itu terlihat tidak menggunakan alas kaki. Kaki Michele tampak tidak tertutupi kaus kaki, tapi Obama tertutup kaus kaki hitam. Menurut Ali, Michele sejak turun dari limosin yang membawa mereka sudah menggunakan kerudung. Menurut Ali, sejak kedatangan di Istiqlal, Obama menyatakan salam dengan bahasa arab assalamualaikum yang dibalas oleh Ali dengan salam pula. Dalam pertemuan itu, Ali menyatakan Indonesia sebagai negara kedua Obama. "Selamat pagi, welcome to Indonesia your second country, itu senang itu disebut your second country, ya ketika pulang juga begitu, Indonesia adalah negara kamu yang pertama, tapi negara saya yang kedua, sampai bilang begitu. Berarti ini kesan bagi dia," uangkap Ali. Ali mengungkapkan kepada Obama pembangunan Katedral dan Istiqlal berdampingan sebagai simbol hidup berdampingan secara damai antara pemeluk agama. Selama di ruang salat utama, Ali menyatakan Obama mengagumi kubah yang ada. Obama, lanjut Ali sudah mengetahui tentang beduk. Tapi bagaimanapun juga Ali tetap menjelaskan kepada Obama bahwa beduk bukan bagian dari agama tapi budaya lokal yang berdampingan dengan agama. "Budaya lokal bila perlu berdampingan selama tidak ber-

Sambungan dari hal.1 berat 303,3 gram bersama tersangka. Dalam penggerebekan itu tersangka tidak melakukan perlawanan. Polisi pun langsung menangkap dan membawa tersangka ke Mapolda Kepri. Saat ini, polisi masih terus melakukan pengembangan terhadap jaringan Tang Sambungan dari hal.1

“Benar. Mereka (Kejagung) tiba di Tanjungpinang hari Selasa (9/11) malam sebanyak empat orang. Kedatangan mereka untuk melakukan klarifikasi atas laporan yang dibuat oleh sejumlah elemen masyarakat tentang pelaksanaan lelang 35.900 unit HP yang dilakukan pihak Kejari Tanjungpinang beberapa hari silam. Namun sejauh ini kita belum mengetahui bagaimana hasil pertemuan tersebut," ucap Bambang. Sebelum melakukan pemeriksaan, kata Bambang keempat orang tim Jamwas dari Kejaksaan itu terlebih dahulu diterima oleh Kajati Kepri. Namun petugas kejagung terpaksa ditinggalkan karena secara bersamaan, Kajati ada agenda tugas ke Kota Batam. Ditanya tentang siapa Ketua ataupun nama-nama Tim Jamwas Kejagung yang tiba, termasuk pihak-pihak yang diperiksa atau diklarifikasi tentang hal tersebut, Bambang mengaku dirinya tidak mengetahui secara persis. Pasalnya, saat romobongan Kejagung tiba di kantor Kejati, dirinya sedang menghadiri upacara peringatan Hari Pahlawan di Kantor Pemprov Kepri, kemudian berangkat ke Batam bersama Kajati Kepri Jhoni Ginting. "Sejauh ini saya belum mengetahui secara persis tentang materi untuk melakukan klarifikasi tersebut, karena saya saat itu juga sedang melakukan tugas di luar,” ujar Bam-

Sambungan dari hal.1

bi, Medan, Padang dan daerah lainnya. Sementara itu tiap kota dan kabupaten di Provinsi Kepri masing-masing akan menurunkan dua tim. "Kegiatan ini merupakan sebagai wujud pelestarian permainan yang dilakukan sejak turun menurun dan sekaligus menunjang daya tarik wisatawan dalam rangka meningkatkan jumlah kunjungan wisawatan baik dari dalam maupun dari luar ke Kota Tanjungpinang," kata Hantoni, kemarin di Tanjungpinang. Untuk diketahui pada DBR VII tahun 2009 lalu, Tim Lingga A berhasil mengukir prestasi sebagai juara I dengan mencatat waktu 3 menit 26,56 detik. Sedangkan juara II diraih tim PODSI Jambi dengan catatan waktu 3 menit 28,25 detik.

2011, Obama tentangan seperti itu ya jadi tidak harus dipertentangkan antara budaya dengan agama, ternyata bisa tampil di masjid," ujar Ali. Obama juga menuliskan kesan khusus atas kunjungannya ke Masjid Istiqlal. Obama berharap, kunjungannya ini bisa menjadi contoh keharmonisan umat beragama di dunia. "Kehormatan bagi saya karena mendapat kesempatan untuk dapat mengunjungi masjid yang sangat luar biasa ini," kata Obama dalam pesan tertulis di atas secarik kertas yang ditandatanginya, Masjid Istiqlal, Rabu 10 November 2010. Selembar kertas bertuliskan tangan Obama itu juga ditandatangani Ibu Negara Amerika Michelle Obama. Dua tanda tangan itu berada di bawah kanan kertas yang diberikan khusus kepada Masjid Istiqlal. Tulisan tangan kesan Obama itu diterima Imam Besar Masjid Istiqlal KH Mohammad Ali Mustofa Yakub. Berikut isi lengkap tulisan kesan Obama terhadap Istiqlal: "I am honored to have had an opportunity to visit this magnificent mosque, which stands as a symbol of the role of Islam in guiding the lines of millions of Indonesians. I hope my visits promotes greater understanding between peoples of different countries and different faith for we are all children of God." Istri Obama, Michelle Obama menyesuaikan diri saat berkunjung ke Masjid Istiqlal. Michelle mengenakan celana dan kemeja hijau berlengan panjang. Selain itu, Michelle juga mengenakan kerudung menutupi kepalanya. Selama berada di Istiqlal kurang lebih 30 menit, Michelle dan Obama ditemani oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Ali Mustafa Ya'qub. Ya'qub mengantarkan mereka keliling Masjid sekaligus menjelaskan sejarah bangunan tersebut. Presiden Austria Heinz Fischer kemarin juga berkunjung ke Masjid Istiqlal, dan ke Gereja Katedral yang letaknya hanya berseberangan. Fischer datang ke Istiqlal tak lama setelah Obama mengakhiri kunjungan. Ia didampingi Imam Mesjid Istitiqlal Ali Mustafa Yaqub dan Uskup Agung Gereja Katedral Kardinal Julius Darmaatmaja. Memang, ada hal yang berbeda jika dibandingkan dengan Presiden AS Barack Obama. Pengamanan bagi Heinz Fischer tidak begitu ketat. Wartawan, yang awalnya tidak bisa masuk ke pelataran pintu masuk Masjid Istiqlal, kini bisa lebih bebas

dan bisa melihat Presiden Austria dari dekat. Ia berjalan dengan santai dan terlihat tidak begitu formal saat akan memasuki masjid. Di hadapan ribuan peserta pidato Obama untuk Indonesia, di Balairung UI Obama mengatakan, ia bersimpati atas musibah Gunung Merapi dan tsunami, terutama bagi keluarga yang ditinggalkan orang terkasih. Ia menyatakan, Amerika siap membantu jika dibutuhkan. “Indonesia menjadi bagian dari saya,” katanya. Ia juga menyinggung kenangan masa ibu dan bapaknya menikah. Ayahnya adalah Lolo Soetoro. Yang kemudian melahirkan adik Obama, yakni Maya Soetoro. Obama datang ke Indonesia pada tahun 1967, ketika ia masih kanakkanak. Ia tinggal selama 4 tahun. Namun situasi Jakarta telah berubah. Sekarang, kata Obama, kota telah dipenuhi bangunan menjulang tinggi. Dulu hanya ada Sarinah, yang menjulang tinggi. Dan becak sebagai kendaraan umum. Ia mengatakan, sebagai warga yang tinggal di kawasan Menteng, saat itu ia tinggal di sebuah rumah yang di depannya ditumbuhi pohon mangga. “Saya belajar mencintai Indonesia saat bermain layang-layang, berlari di antara sawah, mengejar capung, dan membeli sate dan bakso dari pedagang keliling,” katanya yang seling seling menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Selamat Jalan Obama Presiden AS Barack Obama meninggalkan Indonesia dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan pesawat Air Force One, kemarin pukul 10.50 WIB. Obama berikutnya melanjutkan kunjungan ke Seoul, Korea Selatan, untuk menghadiri KTT G20. Kepulangan Obama diantar Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan sejumlah pejabat tinggi militer. Rombongan Obama berangkat dengan dua pesawat. Pertama, pesawat Air Force One yang mengangkut Obama lepas landas. Setelah pesawat Obama, giliran pesawat yang mengangkut para jurnalis lepas landas. Kunjungan Obama berlangsung singkat kurang dari 24 jam. Obama mempercepat agenda kunjungannya ke Indonesia karena debu vulkanik Gunung Merapi yang dikhawatirkan dapat mengganggu pesawatnya. Sebelumnya, Ibu Negara Michelle Obama sudah lebih dulu meninggalkan Indonesia untuk pulang ke AS dan lebih dulu singgah di Thailand dan Jerman. (hk/dtc,oke,ti,kc)

Pemilik 910 Hua. "Ini upaya kepolisian untuk meredam peredaran gelap narkoba," ujar Kabid Humas Polda Kepri, AKBP Hartono di ruang kerjanya, kemarin. Menurut Hartono, polisi terus mendalami informasi mengenai jaringan Tang Hua. Namun sejauh

ini, tersangka masih tetap diam ketika ditanya mengenai keberadaan jaringannya. Akan tetapi, polisi tak mau menyerah begitu saja. "Masih ada yang dikejar. Tersangka tidak bekerja sendiri. Masih ada informasi yang terus dikembangkan," katanya menandaskan.(hk/ed)

Mantan Kajari bang. Pantauaan wartawan di Kejati, sejumlah Jaksa terlihat sibuk di ruangan Asisten Pengawasan di Kejati Kepri. Di salah satu tempat parkir, tampak mobil milik Kepala Seksi yang juga salah seorang anggota panitia lelang ribuan HP tersebut. Lapor ke KPK Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Indonesia Bisa Kota Tanjungpinang, Effendi M menyatakan, akan melaporkan proses lelang 35.900 HP ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Menurut Effendi, ada indikasi pelanggaran yang dilakukan pihak panitia lelang sehingga menyebabkan negara dirugikan. Menurut Effendi, kegiatan lelang tersebut terindikasi melanggar Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) nomor 93 tahun 2010 pasal 43 poin 5 tentang pengumuman lelang yang seharusnya diterbitkan di halaman utama media massa harian nasional. Namun kenyataannya pengumuman lelang terdapat di penerbitan halaman dalam yakni halaman 9 di salah satu media massa lokal pada tanggal 22 Oktober lalu. Indikasi lain, kata Effendi, termasuk dari nilai limit tawaran lelang yang diajukan pihak panitia lelang sebesar Rp2,2 miliar yang jauh di bawah nilai harga pasaran. Kemudian, kata dia, melalui

pihak Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam menerima pengajuan harga tersebut yang akhirnya dimenangkan oleh Dedy Yanto dari PT Cipta Merkar Abadi, Jakarta setelah menyingkirkan Jhonny Djong dari PT Inti Guna Perkasa, Jakarta dengan nilai penawaran sebesar Rp2,3 miliar. “Kita menilai pelaksanaan lelang tersebut penuh dengan indikasi kecurangan dan kejanggalan yang dapat menimbulkan kerugian negara senilai miliaran rupiah. Indikasi tersebut telah kita rangkum dalam bentuk laporan yang akan kita kirimkan ke KPK termasuk ke Mahkamah Agung (MA) di Jakarta," ujar Effendi didampingi Sekretaris Indonesia Bisa Tanjungpinang, Agus Purwoko, Senin (8/11). Dikatakan, sebagai salah satu elemen masyarakat di daerah ini, pihaknya merasa sangat prihatin dengan proses kegiatan lelang ini. Terlebih, pelaksanaan lelang terkesan tertutup bagi umum. "Padahal lelang itu seharusnya dilakukan secara terbuka bagi masyarakat luas untuk dapat memantau sejauh mana pelaksanaan kegiatan yang dilakukan." "Kita berharap laporan nantinya dapat segera ditanggapi oleh KPK maupun MA guna menyelidiki dan menindak mereka yang diduga terlibat di balik permainan lelang ini," ujarnya. (hk/fl)

36 Tim Juara III Tim Provinsi Kepri dengan waktu 3 menit 29,25 detik. Untuk juara IV diraih Tim Tanjungpinang B dengan waktu 3 menit 31,12 detik. Juara I mendapatkan uang tunai Rp40 juta, juara II Rp25 juta, juara III Rp20 juta dan juara IV Rp10 juta plus trophy dan piagam penghargaan. Atlir dayung Podsi Lingga bertekad mempertahankan gelar juara dan menjadi tim terbaik di ajang DBR 2010. "Tim Podsi Lingga siap pertahankan gelar juara pada Tanjungpinang Dragon Boat Race 2010," kata Ir. Muhammad Ishak, MM, Ketua PODSI Lingga Lingga, Rabu (3/11). Untuk tahun 2010 ini lomba sampan jong dilaksanakan di depan Ocean Corner, maka tahun ini akan dialihkan ke perairan Tanjungpi-

nang depan SMAN 5 tepi laut. Alasan dipindahkannya lomba tersebut mengingat pada pukul 08.00 WIB pagi hingga sore perairan depan Ocean Corner tepi laut terjadi air pasang sehingga sulit untuk dilakukan lomba. Sedangkan di depan SMAN 5 tepi laut airnya dangkal dan sangat cocok dimanfaatkan sebagai tempat lomba perahu jong. Di samping itu lanjut Hantoni pihaknya juga mengadakan bazar yang dilaksanakan di Anjung Cahaya tepi laut. Pembukaan DBR VIII akan dihadiri oleh Gubernur Kepri yang diwakili oleh Sekdaprov Suhajar D, Walikota Tanjungpinang Suyatati A Manan, unsur Muspida, pejabat struktural di Pemko dan Pemprov Kepri serta masyarakat Tanjungpinang. (hk/rz)

HaluanKepri 11Nop10  
HaluanKepri 11Nop10  

HaluanKepri 11Nop10

Advertisement