Page 3

NASIONAL

Kamis, 11 November 2010

SEKILAS NUSANTARA

Pahlawan Baru Ditetapkan Hari Ini

DPR Batal Melawat ke Belanda JAKARTA -— Rombongan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR akhirnya batal melawat ke Belanda. Satu per satu anggota rombongan mengundurkan diri karena izin dicabut oleh pimpinan partai. "Akhirnya dibatalkan karena izinku dicabut," kata anggota DPR dari Fraksi PDIP Eva Kusuma Sundari yang menjadi ketua rombongan kepada pers di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/11). Menurut Eva Kusuma Sundari, kunjungan itu tidak bisa dijadwal ulang. Eva menegaskan, delegasi yang berangkat itu tidak hanya berasal anggota DPR. Dan dia menekankan bahwa, ongkos rombongan ini berasal dari dana hibah pemerintah Belanda. Bukan uang negara. "Rombongan tetap berangkat yang dari pemerintah," kata Eva. Eva mengaku kecewa, izin keberangkatan para anggota BAKN DPR dicabut partainya masing-masing justru setelah pihaknya mencoba transparan dengan memaparkan rencana kunjungan ke publik. "Ini kan ironi kami sudah transparans, tapi ikut dilarang," katanya. Dari sembilan anggota BAKN, terakhir hanya empat anggota Dewan yang tetap berangkat, yakni Eva Kusuma Sundari, Nur Yasin dari Fraksi PKB, Mustafa Assegaf dari Fraksi PPP, dan Sohibul Iman dari Fraksi PKS. Lima anggota BAKN DPR yang berasal dari lima partai lainnya sudah lebih dulu mengundurkan diri karena tidak diizinkan partainya. (hk/vv)

Si Codet Dituntut 15 Tahun Penjara DENPASAR—Pemerkosa 11 anak di bawah umur di Bali dan Batam, Mochammad Davis Suharto alias Si Codet dituntut hukuman 15 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, Rabu (10/11). Dalam sidang yang digelar tertutup itu, jaksa penuntut umum (JPU) menilai bahwa terdakwa terbukti bersalah melakukan pemerkosaan terhadap lima gadis di bawah umur dan melanggar Pasal 82 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (UU PA). Hal-hal yang memberatkan Si Codet adalah tindakannya dapat merusak masa depan korban-korbannya, sementara JPU juga mempertimbangkan hal yang dapat meringankannya. “Sikap terdakwa yang sopan di persidangan dan kooperatif,” ujar JPU Neotroni Luminensi saat membacakan tuntutannya di depan majelis hakim yang diketuai Amzer Simanjuntak. Atas tuntutan yang diajukan oleh jaksa penuntut ini, tim kuasa hukum Si Codet akan menyampaikan pembelaan untuk meringankan hukumannya. “Dia merasa bersalah meski perbuatan itu dilakukan karena adanya bisikan gaib,” ujar anggota tim kuasa hukum, Edy Hartaka. Aksi Si Codet pada periode Februari hingga April 2010 lalu sempat meresahkan para orangtua di Bali. Ia telah merenggut kesucian lima gadis cilik untuk memenuhi “permintaan makhluk gaib” yang menyelamatkan nyawanya saat kecelakaan maut di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Pemerkosaan berantai Si Codet pun berakhir setelah secara tak sengaja seorang polisi menangkapnya ketika terjadi razia di Kuta pada tanggal 16 Mei 2010. (hk/kc)

hk/ANTARA

HARI PAHLAWAN — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono melakukan tabur bunga seusai Upacara Ziarah Nasional di TMP Kalibata, Jakarta, Rabu (10/11). Upacara tersebut dalam rangka peringatan Hari Pahlawan 2010.

JAKARTA-— Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) baru akan menetapkan penerima gelar pahlawan nasional pada Kamis (11/11) ini atau sehari setelah peringatan Hari Pahlawan. Nama-nama penerima gelar itu telah disaring dan diseleksi Dewan Gelar Pahlawan. "Dewan Gelar sudah melakukan rapat, hasilnya besok akan ditetapkan Presiden. Agak tertunda karena respon bencana," kata Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri dalam siaran persnya, Rabu (10/11). Ia memaklumi adanya perdebatan sebelum penetapan ini. Tapi, imbuh Mensos, boleh berdebat tentang peran seorang tokoh dengan menghasilkan hikmah memperkuat kebangsaan. "Intinya, pahlawan berkorban untuk kemajuan

bangsa di masa kini dan nanti. Sehingga tak ada intervensi atau nepotisme pada Tim Pengkaji dan Dewan Gelar," tegas Mensos. Ia berharap, para tokoh yang diberi gelar pahlawan hari ini bakal memberi inspirasi bagi masyarakat. Sebelumnya diberitakan, pemerintah sudah menyaring 10 nama calon pahlawan nasional. Mereka adalah Ali Sadikin dari Jawa Barat, Habib Sayid Al Jufrie dari Sulawesi Tenggara, HM Soeharto dari Jawa Tengah, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dari Jawa Timur. Selanjutnya Andi Depu dari Sulawesi Barat, Johanes Leimena dari Maluku, Abraham Dimara dari Papua, Andi Makkasau dari Sulawesi Selatan, Pakubuwono X dari Jawa Tengah, dan Sanusi dari Jawa Barat. (hk/dtc,ant)

Material Erupsi Merapi Ratakan 12 Sungai

Korban Tewas Jadi 191 Orang YOGY AK AR TA -— Jumlah korban meninggal dunia YOGYAK AKAR ART akibat letusan Gunung Merapi terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga Rabu (10/11) pukul 12.00, korban tewas sudah mencapai 191 orang. “Rinciannya korban (tewas akibat) luka bakar 146, korban (tewas) non luka bakar 45 (orang),” kata juru bicara BNPB Andi Syamsurijal Usman kepada wartawan di Media Center BNPB, Yogyakarta. Menurut Andi korban tewas terbanyak berasal dari Kabupaten Sleman, Derah Istimewa Yogyakarta (DIY), yakni 161 orang. Sementara untuk Jawa Tengah total korban tewas sebanyak 45 orang dengan rincian Kabupaten Magelang 15 orang, Kabupaten Klaten 7 orang dan Kabupaten Boyolali 3 orang. Adapun korban yang masih menjalani rawat inap sebanyak 598 orang. Rawat inap terbanyak berasal dari Sleman yang mencapai 281 orang. Untuk Jawa Tengah total yang masih

dirawat 317 orang, antara lain dari Magelang 134 orang, Magelang 72, Klaten 64 dan Purworejo 47 orang. Kepala Humas dan Hukum Rumah Sakit Dr Sardjito Yogyakarta, Trisna Heru Nugroho mengatakan pada Rabu pagi pihaknya menerima satu lagi korban tewas akibat letusan Merapi. “Tapi identitasnya belum kami ketahui,” katanya. Sungai Rata Sementara itu, sejak erupsi pertama pada 26 Oktober 2010 lalu, Merapi telah memuntahkan 140 juta meter kubik material berupa pasir, kerikil, lumpur dan batu besar. Akibatnya, sebanyak 12 sungai yang dulunya curam, kini rata dengan daratan. Tak hanya itu, dusun-dusun atau kampung yang lokasinya tak

Buyung Pikir Ulang Bela Gayus JAKARTA-— Adnan Buyung Nasution, pengacara Gayus Halomoan Tambunan, kini sedang mempertimbangkan untuk tak lagi mendampingi terdakwa kasus mafia pajak itu. “Hal itu merusak nama baik dan kehormatan saya,” kata pengacara senior itu di PN Jakarta Selatan, Rabu (10/11). Pernyataan Buyung ini terkait kepergian Gayus dari Rutan Brimob, Kelapa Dua, Depok, pekan lalu.Sebelum memutuskan apakah akan mundur, Buyung akan melihat dulu hasil pemeriksaan polisi. “Karena kemungkinannya macam-ma-

3

cam. Bisa Gayus sendiri berbuat hal melanggar hukum, aturan, atau ada orang lain yang mengatur ini,” katanya. Jika Gayus memang benar ke Bali, lanjut Buyung, dia akan mempertimbangkan apa penyebab kliennya itu sampai meninggalkan bui, siapa memberi izin dan kesempatan Gayus pergi dari Mako Brimob. Gayus sendiri sampai sekarang tidak mau mengaku kepada Buyung soal kepergiannya ke Bali. “Dia bilang keluar untuk berobat dan (pulang) ke rumah.” Dan kalau Gayus memang benar berobat, Buyung bisa

memahami. Begitupun kalau Gayus menemui anak dan istri, ia menganggap hal itu manusiawi. Hal itu masih bisa ditolerir walau salah. “Tapi ini tahanan yang bisa jalanjalan ke Bali, memang luar biasa,” ujarnya. Buyung mengaku terpukul atas kejadian ini. “Kepolisian juga terpukul. Bagaimana ini bisa terjadi? Ini kan luar biasa permainannya.” Jumat pekan lalu, Gayus diberitakan berada di Bali. Saat itu, Gayus diduga menonton pertandingan turnamen tenis internasional.(hk/mi,ti)

jauh dari puncak Merapi juga bernasib naas. Terimbun. Banyak rumah da pohon yang hangus. Kepala Seksi Gunung Merapi, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Sri Sumarti, mengingatkan bahwa sungai yang tertimbun dan rata itu bisa berbahaya. Kata dia, dengan kondisi rata, bahaya luncuran awan sulit dikendalikan. Juga, “Jika hujan lebat datang maka bahaya banjir lahar dingin akan mengancam,” kata dia kemarin. 12 sungai yang berhulu di Merapi yang saat ini kondisinya hampir sama rata dengan daratan adalah Kali Woro yang sepanjang 10 kilometer ditutup material Merapi, Kali Kuning 9,5 kilometer, Kali Boyong 11 kilometer, Kali Bedog 9,5 kilometer. Juga Kali Bebeng dan Krasak 13 kilometer, Kali Sat dan Kali Putih 12 kilometer, Kali Lamat 11 kilometer, Kali Senowo 9,5 kilometer, Kali Trising kilometer 7, dan Kali Apu 7,5 kilometer.

hk/ANTARA

SEORANG warga melihat letusan Merapi dari Manisrenggo, Klaten, Rabu (10/11). Aktifitas Merapi masih belum menunjukkan penurunan. Bagaimana dengan Kali Gendol? Untuk diketahui, Kali Gendol adalah jalur erupsi Merapi. Saat Merapi meletus Jumat (5/11), awan panas meluncur ke sungai itu, membakar apapun yang ada di tepinya. “Untuk kali Gendol hingga saat ini belum ada datanya karena luncuran awan panas masih sering mengarah ke kali tersebut,” jelas

Sri Sumarti. Lebih lanjut Sri Sumarti menyatakan lahar dingin, atau material Merapi yang terbawa oleh hujan deras di beberapa sungai sudah jauh menuju hilir. Bahkan Dam Kali Kuning saat ini mampet penuh dengan material gunung ditambah lagi dengan pohon-pohon yang tumbang dan terbakar. (hk/ti,vv)

HaluanKepri 11Nop10  
HaluanKepri 11Nop10  

HaluanKepri 11Nop10

Advertisement