Page 11

METRO BATAM

11

Ratusan Timbangan Tak Sesuai Standar

SEPUTAR METRO

Wakapolda Buka Pelatihan Satpam NONGSA — Wakapolda Kepri, Kombes Pol Drs Bambang Budi Santoso secara resmi membuka pelatihan satpam tingkat Gada Pratama angkatan ketiga di Mapolda Kepri, Rabu (10/11) siang. Wakapolda mengatakan Kepri saat ini membutuhkan banyak tenaga satpam yang terampil khususnya di Kota Batam yang merupakan kota industri. "Tingginya kebutuhan jasa pengamanan di perusahaan dan perumahan, serta rendahnya kualitas satpam yang ada, membuat Polda Kepri kembali melakukan pelatihan untuk menciptakan satpam yang memenuhi standar yang diinginkan," katanya. Provinsi Kepri, lanjut Wakapolda, mempunyai karekteristik khusus baik geografisnya maupun demografinya hingga memerlukan kerja sama yang baik dari semua elemen yang ada. Hal ini demi terwujud dan terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat. Sesuai amanat Undang-Undang, Polri dalam pelaksaan tugasnya bekerja sama dengan semua elemen masyarakat, instansi terkait dan bentukbentuk pengamanan swakarsa. Dan satuan tugas pengamanan salah satu tugas pokoknya adalah menyelengarakan keamanan dan ketertiban di lingkungan atau kawasan kerja khususnya pengamanan orang, barang dan kegiatan usaha. Sementara itu Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono mengatakan satpam yang mengikuti pelatihan saat ini adalah yang sudah mendaftar dan mengikuti berbagai tahapan tes. "Pengumumannya sudah dipublikasikan di berbagai media. Dengan mengikuti pelatihan minimal tingkat Gada Pratama tentu akan meningkatkan profesionalitas, mahir dan terpercaya serta bertanggungjawab ," katanya. (hk/ed)

Kamis, 11 November 2010

HK/INDRA

PETUGAS sedang memeriksa timbangan salah seorang pedagang buah di pasar Aviari, Batuaji, kemarin.

BA TU AJI — Ratusan alat ukur, timbangan, takaran BATU TUAJI dan perlengkapannya (UTTP) milik para pedagang di beberapa lokasi pasar di Jodoh, Nagoya dan Batuaji tidak sesuai standar. Hal ini terungkap dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Balai Meterologi Kepri,

Polresta Barelang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pasar dan Satpol PP selama

dua hari, Senin-Rabu (8-10/11). Timbangan yang belum ditera oleh Balai Meterologi Provinsi Kepri ini kemudian disegel. Plh UPT Metrologi Provinsi Kepri, Usman mengatakan sidak tera UTTP di sejumlah pasar di Batam mulai 8-13 November. Targetnya para pedagang dan pengusaha yang menggunakan alat ukur. "Targetnya semua pertokoan dan tempat usaha yang menggunakan UTTP," jelas Usman saat melakukan sidak di Pasar Aviari, Batuaji, kemarin. Di pasar Aviari ini, petugas menyegel puluhan timbangan ilegal. Menurutnya, razia ini dalam rangka penerapan UU 2/1981 tentang Kemetrologi Legal dan perlindungan konsumen. Meski demikian ada beberapa pedagang yang masih membandel dengan menggunakan alat takar atau timbangan yang tidak sesuai standar. Padahal, kegiatan tera ulang timbangan telah rutin dilaksanakan setiap tahun. Disebutkannya, kebanyakan

timbangan yang ditemukan itu dari luar seperti Korea dan Cina. Padahal, sudah ada timbangan produksi dalam negeri yang sudah ditera dan dilengkapi dengan segel. "Kebanyakan timbangan mereka berasal dari luar. Kita tak tahu dari mana masuknya. Sampai sekarang kita juga tak tahu di mana kantor distributornya. Itu semua timbangan ilegal" ujarnya. Dijelaskannya, setiap timbangan yang hendak dipakai berdagang ataupun untuk digunakan sebagai alat ukur harus mendapat izin dari Meterologi, sebagai lembaga yang sah dari pemerintah Indonesia. "Sekarang kita turun ke lapangan bukan dalam rangka penegakan hukumnya. Sebab, ada aparat penegak hukum yang bisa memprosesnya. Kita hanya melindungi hak konsumen. Tera timbangan ini bukan hanya merugikan pedagang saja, namun pengelola usaha atau pedagang sendiri bisa rugi," jelasnya.

Dia mencontohkan, timbangan ilegal bisa saja melebihi atau mengurangi ukuran yang sebenarnya. Misalnya, angka jarum pada timbangan menunjukkan satu kilogram. Padahal, kenyataannya masih 9 ons. Dalam hal ini, yang dirugikan adalah pembeli. Sebaliknya, jika jarum pada timbangan menunjukkan angka pada 1 kilogram, kenyataannya sudah 1 kilo, 1 ons, maka yang dirugikan adalah si penjual. "Itulah tugas kita mengkalibrasi yang sebenarnya agar timbangan itu pas. Kita juga bawa teknisi langsung untuk mencek timbangan tersebut," katanya. Selain itu, lanjutnya, tera ulang ini akan menghilangkan kecemburuan dan kesenjangan di antara pedagang. Sebab, pedagang yang bermain tidak fair dengan mengutak atik timbangannya bisa menjual barang dengan harga yang lebih murah. Sementara pedagang lain harus menjual dengan harga normal.(hk/ik)

Lima Penjambret Ditangkap LUBUKBAJA — Lima penjambret yang biasa melakukan aksinya di sejumlah tempat ditangkap polisi di lima lokasi berbeda. Kelima penjahat itu yakni, Komar (21) warga Tanjungpiayu ditangkap di tempat kerjanya di Golden View Hotel, Selasa (9/ 11) sekitar pukul 01.00 WIB. Anggi (22) warga Tanjungpiayu ditangkap dikediamannya, Selasa (9/11) sekitar pukul 23.00 WIB. Hendra (18) warga Jodoh ditangkap di kamar kosnya, Rabu (10/11) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Rohendi (37) warga Jodoh

dan Ebekson (26) warga Bengkong Baru Blok E Nomor 5B ditangkap di Jodoh. Dari tangan kelima tersangka polisi menyita barang bukti berupa, tas, paspor dan sepeda motor yang digunakan pelaku saat beraksi di jalanan. Komar, Anggi dan Hendra, merupakan satu kelompok. Dalam aksinya mereka selalu bersamaan dengan menggunakan dua sepeda motor. Lokasi yang biasa menjadi sasaran operasinya seputar kawasan Jodoh dan Nagoya. Dalam melakukan aksinya, pelaku juga tidak segan-segan

PEMERINTAH KABUPATEN NATUNA DINAS PENDAPATAN DAERAH Jl. Datuk Kaya Wan Mohd Benteng No. 23 Telp. (0773) 31143

PENGUMUMAN Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Natuna dengan ini menyampaikan kepada seluruh masyarakat pelanggan restoran, rumah makan, kafe serta hotel dan penginapan bahwa : 1. Setiap pembayaran yang dilakukan oleh pihak para pelanggan atas biaya nginap dan makan serta pengguna fasilitas yang disediakan oleh hotel, penginapan, restoran, rumah makan dan kafe dikenakan pajak 10%. 2. Pungutan pajak tersebut dilakukan oleh pemilik hotel, penginapan, rumah makan dan kafe yang dibuktikan dengan bill. 3. Pajak tersebut di atas disetorkan ke dinas pendapatan daerah melalui juru pungut atau langsung ke kas daerah, oleh karena itu mintalah bill setiapa anda melakukan pembayaran. Demikian pengumuman ini disampaikan, atas partisipasi para pelanggan dalam membayar pajak, Dinas Pendapatan Daerah atas nama Pemerintah Kabupaten Natuna mengucapkan terimakasih.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Natuna

H. Hardinansyah, SE, M,Si Pembina Tk.I

melukai korban jika melawan. Seperti pelaku menjambret di tempat hiburan malam Planet 2 Newton, Nagoya. Korbannya, Helena. Setelah dijambret tasnya, korban terseret jatuh dan luka-luka pada kakinya. "Korban saat itu lapor polisi, kemudian anggota langsung ke lokasi," ujar Kapolsekta lubuk Baja, AKP Hendrik SiK melalui Kanit Reskrim Ipda Sudirman SH, Rabu (10/11). Kata Sudirman, penangkapan terhadap tiga pelaku ini bermula dari penemuan sepeda motor milik tersangka yang ditinggalnya di Nagoya Newton. Dari penemuan sepeda motor tersebut, polisi langsung melacaknya ke dealer. Ter-

HK/CEC EP

PENJAMBRET DITANGKAP — Lima pelaku jambret yang biasa beraksi di sejumlah tempat di Batam ditangkap polisi di lima lokasi berbeda. Kelima tersangka saat ini ditahan di Mapolsek Lubukbaja. nyata motor tersebut hasil pinjaman. Penelusuran pun terus dilakukan hingga ak-

hirnya, pemilik motor tersebut diketahui. "Awal penangkapan ini dari motor, dari sini kita lakukan pengembangan. Satu persatu pelaku kita tangkap," ujarnya. Selain tiga pelaku, polisi

juga menangkap dua penjahat lainnya Rohendi dan Ebekson. Tersangka Rohendi ditangkap Sabtu (6/11), saat ia menjambret tas milik pengunjung Nagoya Hill. Sementara Ebekson di-

tangkap setelah menjambret di sekitar Lampu Merah depan Hotel Harmoni, Jodoh. Menurut Kanit, Ebek ini tergolong pemain lama dan profesional. Ia melakukan aksinya di puluhan lokasi.(hk/ts)

WN Singapura Pecahkan Kaca Rumah BATAM CENTRE — Sengketa kepemilikan rumah di Perumahan Citra Batam berujung pada pemecahan kaca rumah, Rabu (10/11) sekitar pukul 10.00 WIB. Warga negara (WN) asal Singapura nekat memecahkan kaca jendela rumah di Blok D71, Batam Centre. Cece yang menghuni rumah tersebut dipaksa keluar dari rumah tersebut oleh WN Singapura berkulit putih tersebut.

Meski dipaksa keluar, namun Cece tetap bertahan di rumah tersebut. Pasalnya Cece menyewa rumah tersebut dari Hadi yang menurutnya sebagai pemilik resmi. "Saya bayar kontrakan rumah ini sama pak Hadi, dan dia pemilik resmi rumah ini bukan dia (WN Singapura)," ujarnya Cece di lokasi, kemarin. Karena tak mau keluar, WN Singapura marah sehingga terjadi perang mulut dengan

bahasa Mandarin. Hingga pada puncak kemarahannya, WN Singapura dan memukul kaca jendela dengan benda keras hingga pecah berantakan. Selang beberapa saat perselisihan itu, aparat kepolisian dari Polsekta Batam Kota tiba di lokasi, kemudian mengajak keduanya menyelesaikan masalah tersebut di Mapolsekta Batam Kota. (hk/ts)

HaluanKepri 11Nop10  

HaluanKepri 11Nop10

HaluanKepri 11Nop10  

HaluanKepri 11Nop10

Advertisement