Page 14

14 Senin, 3 Oktober 2011

FOKUS Kerajaan

JANGAN karena dikritik lalu seenaknya menjatuhkan sanksi skorsing. Jika Rektor anti-kritik berarti kampus bukanlah institusi ilmiah tapi merupakan suatu kerajaan.

Rizky Faisal Ketua Komisi IV DPRD Kepri

Akan Dipanggil KITA akan panggil dan meminta Rektor UMRAH untuk memberikan penjelasan terkait pemberian skorsing ini. Walaupun, kemarin sebenarnya sudah saya panggil tapi beliau sakit.

Suhajar Diantoro Sekdaprov Kepri

Cari Keadilan SAYA akan tetap mencari keadilan, sampai dimanapun. Karena hak saya untuk menyampaikan pendapat maupun kritikan merupakan hak yang dilin-dungi oleh undangundang dasar (UUD 1945)," tegasnya.

M Auliansyah Mahasiswa UMRAH

Sudah Panggil Tiga Kali SEBELUM sanksi dijatuhkan, kami sudah panggil sebanyak tiga kali Auliansyah, tapi dia tak pernah datang. Hingga akhirnya dijatuhkanlah skorsing tersebut.

Fatuharaja Sekretaris Senat

Preseden Buruk SKORSING menimbulkan traumatik bagi mahasiswa lain ketika ingin menyampaikan aspirasinya. Padahal mahasiswa adalah pemikir yang digodok kampus menjadi pemikir. Ada kesan telah terjadi pengekangan kebebasan menyampaikan pendapat. Padahal Aulia hanyameminta transparansi penggunaan dana APBD. Mahasiswa adalah tulang punggung negara dalam menegakkan demokrasi. Skorsing ini akan menjadi preseden buruk bagi UMRAH.

Nikolas Panama Ketua advokasi Asosiasi Jurnalis Indonesia (AJI)

Nasib Auliansyah di Tangan Senat REKTOR UMRAH Maswardi M Amin tidak bisa mengurangi atau mencabut sanksi skorsing terhadap M Auliansyah, meski Gubernur Kepri HM Sani sekalipun yang memintanya. Sanksi terhadap mahasiswa Fakultas Ekonomi yang mengirim surat kritikan kinerja rektorat UMRAH kepada Gubernur itu ditentukan anggota Senat UMRAH. Demikian ditegaskan Pembantu Rektor (Purek) II Bidang Keuangan UMRAH Mohammad Zen, belum lama ini."Keputusan hukuman buat M Auliansyah itu ditentukan oleh 24 orang Senat, bukannya rektor yang menentukan," kata Zen. Zen mengungkapkan, sanksi skorsing empat semester yang di-

jatuhkan kepada Auliansyah karena telah menghina rektorat dalam seurat yang dikirimkannya ke Gubernur, merupakan keputusan bersama yakni Senat UMRAH. "Walaupun Gubernur meminta kepada Rektor UMRAH untuk mengurangi hukuman Auliansyah, tapi sebaliknya 24 anggota Senat tidak setuju, maka hukuman tersebut tetap berlaku," ungkap Zen. Menurut Zen, Senat adalah lembaga tertinggi di UMRAH. Lembaga ini tidak bisa diintervensi oleh pihak luar. Ada satu saja anggota Senat yang tidak setuju sanksi skorsing Auliansyah dikurangi, maka keputusan yang telah dibuat tidak akan berubah. (cw53)

IBNU SUTA

CABUT SKORSING — Mahasiswa UMRAH yang tergabung dalam Gerakan Aksi Solidaritas (GAS) melancarkan demo menuntut agar rektor mencabut skorsing yang dijatuhkan kepada Auliansyah.

Mahasiswa dan Rektorat UMRAH

Pertarungan Idealisme Versus Kemapanan GARA-GARA menyampaikan kritikan terhadap Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melalui sepucuk surat kepada Gubernur Provinsi Kepri HM Sani, Mahasiswa Program Studi Akuntasi Fakultas Ekonomi UMRAH, M Auliansyah dikenakan sanksi skorsing selama dua tahun atau empat semester. Pertarungan antara kedua pihak ini menampakkan pertarungan idealisme dan kemapanan. Auliansya menampilkan kelompok mahasiswa yang idealis sementara rektor dan senat menampilkan kemapanan yang anti kritik. Tampilan kedua pihak dalam lakon idealisme versus kemapanan diawali sepucuk surat kritik dari Auliansyah terhadap Rektor UMRAH. Surat tersebut berisi tulisan, "selama menjabat, Rektor UMRAH tidak mempunyai prestasi akademik untuk kemajuan UMRAH, bahkan terkesan mundur. Kemana dana UMRAH priode 20072011 yang berjumlah Rp65 miliar, dan belum termasuk uang SPP mahasiswa dilarikan. Gubernur melantik petinggi UMRAH beserta jajarannya dari golongan orangorang yang munafik yang selalu berbohong besar dengan janji-janji mereka yang mereka tidak tepati, jangan hanya seperti bandotbandot tua yang pemalas." Dari isi surat diatas sesungguhnya Auliansyah sedang mengekspresikan idealisme yang mengalir keluar dari dalam dirinya. Hal ini lazimnya tampilan serta ekspresi nurani mahasiswa yang tanggap terhadap persoalan baik internal maupun eksterna kampus. Sesungguhnya hal ini merupakan hal biasa

dikalangan dunia kampus yang sejauh ini menjadi wahana pembawa perubahan seperti tercatat dalam sejarah bangsa. Namun kritikan Auliansyah ternyata bukan sesuatu hal biasa bagi Rektor dan Dewan Senat UMRAH. Bagi mereka kritikan tersebut merupakan sebuah tamparan yang tidak patut disampaikan seorang anak didik kepada sang guru, apalagi kritikan disampaikan kepada petinggi wilayah. Seketika tampilan kemapanan yang anti kritik terekspresikan secara tegas dengan menerbitkan surat keputusan skorsing. sanksi yang dikeluarkan juga harga mati, tak bisa ditawar-tawar lagi. Dalam surat keputusan Rektor UMRAH menyatakan, hak Auliansyah mengikuti kegiatan akademik selama empat semester dicabut. Bahkan selama selama menjalani skorsing, mahasiswa semester tujuh ini tidak dibenarkan mempergunakan atribut UMRAH dalam kegiatan apapun. UMRAH tidak memberikan pelayanan akademik kepada yang bersangkutan selama dua tahun. Sekretaris Senat dan juga Dekan Fakultas Ekonomi Fataruhaja, dalam jumpa pers di ruang rapat rektorat UMRAH belum lama ini mengatakan, atas isi surat itulah Dewan Senat yang berjumlah 24 orang ke-

Auliansyah Dinilai Fitnah Rektor

IBNU SUTA

DEWAN Senat mengklarifikasi dan membeberkan surat berisi kritikan terhadap Rektor UMRAH yang dialamatkan ke Gubernur Provinsi Kepri DEWAN Senat UMRAH memberikan klarifikasi, menyusul ramainya pemberitaan soal M Auliansyah, mahasiswa kampus tersebut yang diskorsing selama empat semester. Dalam hak jawabnya, Senat

UMRAH membagikan isi surat yang ditulis Auliansyah kepada Gubernur Kepri yang dianggap sebagai bentuk fitnah dan pelecehan terhadap rektorat. Isi surat mahasiswa Fakultas

Ekonomi itu, di antaranya menuliskan, selama menjabat rektor UMRAH tidak mempunyai prestasi akademik untuk kemajuan UMRAH, bahkan terkesan mundur. Ke mana dana UMRAH priode 2007-2011 yang

berjumlah Rp65 miliar, dan belum termasuk uang SPP mahasiswa dilarikan. Kemudian tulisan Auliansyah yang lain, Gubernur melantik petinggi UMRAH beserta jajarannya dari golongan orang-orang yang munafik yang selalu berbohong besar dengan janji-janji mereka yang mereka tidak tepati, jangan hanya seperti bandot-bandot tua yang pemalas. Sekretaris Senat dan juga Dekan Fakultas Ekonomi Fatuharaja, dalam jumpa pers di ruang rapat rektorat UMRAH, Rabu (28/9) mengatakan, atas isi surat itulah Dewan Senat yang berjumlah 24 orang kemudian sepakat menjatuhkan skorsing kepada Auliansyah. "Sebelum sanksi dijatuhkan, kami sudah panggil sebanyak tiga kali Auliansyah, tapi dia tak pernah datang," ucap Fatuharaja. Selain Fatuharaja, dalam jumpa pers itu hadir juga Pembantu Rektor (Purek) I M.Saad, Pembantu Rektor (Purek) II Bagian Keuangan Mohammad Zen, Dekan Fisip II Ramzi Samin dan Pembantu Dekan (PD) II Fakultas Ekonomi Akhirman. Ia menjelaskan, surat tersebut disampaikan Auliansyah langsung kepada Gubernur Kepri HM Sani, usai seminar di Fakultas Ekonomi, ketika itu. (cw53)

mudian sepakat menjatuhkan skorsing kepada Auliansyah. Ekspresi kemapanan semakin kuat tertanam ketika Pembantu Rektor (Purek) II Bidang Keuangan UMRAH, Mohammad Zen menyatakan meski Gubernur Kepri sekalipun yang meminta agar sanksi dikurangi tapi bila tidak disetujui 24 senat maka sanksi terhadap Auliansyah tetap berlaku. Sebab menurut dia, keputusan hukuman buat Auliansyah ditentukan 24 orang Senat dan bukan rektor yang menentukan. "Walaupun Gubernur meminta kepada Rektor UMRAH untuk mengurangi hukuman Auliansyah, tapi sebaliknya 24 anggota Senat tidak setuju, maka hukuman tersebut tetap berlaku," ungkap Zen. Sanksi yang dijatuhkan terhadap Auliansyah mengundang tanya baik dari pribadi Auliansyah dan mahasiswa lainnya juga dari kalangan DPRD dan pemerintah provinsi kepri. "Sekarang zaman demokrasi dan kebebasan menyampaikan pendapat dan dilindungi oleh Undang-Undang. Jadi kenapa saya diskorsing. Apa karena permasalahan ini dianggap menghina dan mencoreng wajah UMRAH? Sedangkan kasus ijazah palsu saja yang menyeret beberapa nama pimpinan termasuk rektor tidak dianggap menghina," tanya Aulia. Ia bahkan bertekad mencari keadilan atas sanski skorsing yang dijatuhkan rektor terhadap dia. Aulia mengaku tidak akan tinggal diam dengan tindakan semena-mena yang dia alami. "Saya akan tetap mencari keadilan, sampai dimanapun. Karena hak

saya untuk menyampaikan pendapat maupun kritikan merupakan hak yang dilindungi oleh undang-undang dasar (UUD 1945)," tegasnya. Tampilan reaktif yang merupakan wujud idealisme juga muncul dari kalangan mahasiswa. Sebagai bentuk empati terhadap Auliansyah, mereka mengorganisir diri dalam Gerakan Aksi Solidaritas (GAS) dan melancarkan demo menuntut agar rektor mencabut skorsing yang dijatuhkan kepada Aulia. Ketua Komisi IV DPRD Kepri Rizky Faisal bahkan dengan tegas menyatakan bahwa pemberian skorsing yang begitu berat dan lama merupakan bentuk arogansi dari Rektor UMRAH. Ia mengingatkan bahwa Kampus merupakan salah satu wadah untuk menciptakan pemikir dan membentuk SDM yang berkualitas. Pernyataan Rizky ini secara tidak langsung menohok tampilan Rektor dan Dewan Senat sebagai kelompok mapan yang anti kritik. "Jangan karena dikritik lalu seenaknya menjatuhkan sanksi skorsing. Jika Rektor anti-kritik berarti kampus bukanlah institusi ilmiah tapi merupakan suatu kerajaan," kata Rizky. pakah lakon idealisme dan kemapanan ini akan semakin panas dan runyam? Kita cermati perkembangan perhelatan selanjutnya, apakah idealisme menang atas kemapanan atau sebaliknya idealisme dipatahkan oleh kemapanan? Ataukah ada win-win solution dari Pemerintah Provinsi Kepri untuk mengakhiri pertikaian idealisme dan kemapanan ini? Kita nantikan perkembangan selanjutnya. (rul/ cw53/nic)

Sekdaprov Panggil Rektor UMRAH KEPUTUSAN Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) memberikan sanksi skros terhadap M Auliansyah, mahasiswa Jurusan Akutansi Fakultas Ekonomi UMRAH selama empat semester atau dua tahun, berbuntut panjang. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri Suhajar Diantoro memanggil Rektor Umrah Maswardi M Amin untuk menjelaskan alasan pemberian sanksi yang begitu berat kepada Auliansyah. Suhajar Diantoro kaget begitu membaca berita di koran tentang keputusan Rektor UMRAH Maswardi M Amin menjatuhkan sanksi berat, tidak diperbolehkan mengikuti kuliah dan kegiatan akademik lainnya selama empat semester kepada M Auliansyah. Dalam berita itu dikatakan rektor menjatuhkan sanksi terkait dengan kritikan Auliansyah terhadap rektor yang disampaikan kepada Gubernur Kepri HM Sani. Beberapa waktu lalu Auliansyah pernah menulis sepucuk surat kepada Gubernur Kepri HM Sani yang meminta agar dilakukan pemeriksaan atas dana hibah dari Pemprov Kepri terhadap UMRAH yang dinilainya tidak transparan.

Aulia juga meminta kepada Gubernur HM Sani, jika memang Rektor UMRAH Maswardi M Amin dinilai tidak mampu mendongkrak kualitas UMRAH sebaiknya diganti saja. Setelah membaca berita tersebut, Suhajar pun langsung memanggil Rektor UMRAH Maswardi M Amin untuk mengetahui duduk permasalahan yang sesungguhnya, sehingga Auliansyah diberikan sanksi berat. Namun saat itu Maswardi M Amin sedang sakit dan pertemuan antara Suhajar dan Maswardi M Amin batal terlaksana. "Kita akan panggil dan meminta Rektor UMRAH untuk memberikan penjelasan terkait pemberian skorsing ini. Walaupun, kemarin sebenarnya sudah saya panggil tapi beliau sakit," k a t a S u h a j a r y a n g j u g a m er upakan Ketua Yayasan Pendidi kan UMRAH tersebut, belum lam a i n i .Suhajar belum tahu tindakan apa yang akan diambilnya setelah melakukan pemanggilan nantinya. Karena ia terlebih dulu ingin tahu duduk permaslahan yang sebenarnya, sehingga mahasiswa tersebut akhirnya diskors selama dua tahun.(rul)

HaluanKepri 03Okt11  
HaluanKepri 03Okt11  

HaluanKepri 03Okt11

Advertisement