Page 10

METRO BATAM

10 Senin, 3 Oktober 2011 Sambungan dari hal.9 bawahannya, ia terlebih dahulu memberikan contoh kepada semua anggotanya, bagaimana melakukan pekerjaan secara profesional baik di lapangan maupun di kantor. "Sebelum saya memerintahkan mereka, tentu saya harus memberikan contoh terlebih dulu bagaimana melakukan pekerjaan secara profesional," ujar Kompol Melda Yanny Sik MH. Salah satu contoh, isteri dari AKBP Guruh Arif Darmawan Sik MH ini, selalu datang lebih awal di ruangannya untuk mengisi absen kehadiran, sebelum bawahannya pada berdatangan. Dia juga sering pulang paling akhir saat jam kerja telah selesai demi memantau kehadiran anggotanya. Sambungan dari hal.9

Pemko Batam yang menarik pajak terhadap usaha koskosan. "Kenapa pemerintah itu beraninya hanya pada orang kecil, pajak rumah mewah kenapa tidak diberlakukan sampai sekarang ? Itu karena memang pemerintah tidak pro terhadap rakyat," ujar Gafur. Menurut dia, duet kepemimpinan Dahlan-Rudi tidak pro terhadap rakyat tercermin dari program-program yang telah dilaksanakannya. "Berapa banyak proyek fisik yang tidak jalan, saya dengar juga lebih banyak belanja pegawai ketimbang proyek fisik. Proyek pembangunan jalan dan jembatan banyak yang dipangkas. Sementara kegiatan seremonial sangat banyak. Sejak habis lebaran saja sudah tiga kali halal bihalal saya dengar. Itu boros anggaran, kenapa tidak disatukan saja," katanya. Sebelumnya, sejumlah pemilik kos-kosan dikawasan Bengkong juga menolak diberlakukannya pajak rumah kos. "Satu kamar, uang kos cuma Rp250 ribu, sudah termasuk air, listrik, uang sampah, ke-

Memberi Contoh Sejak mengepalai Satuan Lantas Polresta Barelang, 21 Desember 2010 lalu, Melda sudah banyak berbuat demi kenyamanan dan kelancaran tertib berlalulintas di Batam . Dia berkeliling melakukan sosialisasi tertib berlalulintas mulai dari kampus, sekolah-sekolah, instansi pemerintah, instansi swasta dan bahkan puluhan perusahaan telah Ia masuki untuk melakukan sosialisasi. "Saya pernah memberikan sosialisasi di depan 6.000 karyawan yang kesemuanya lakilaki, coba bayangkan," ujarnya sambil tersenyum. Lulusan terbaik Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) 2007 ini, telah melanglang buana dalam bertugas, Ia pernah menjadi Kanit Reskrim di

Polresta Depok dengan pangkat Ipda, Kaur Bin Ops Satuan Narkoba dan Kanit Resek di Polda Kepri dan Kanit PPA Sat I Dit Reskrim Polda Kepri. Terakhir, Melda juga pernah menjadi Kapolsek di Kecamatan Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang. Meski setiap harinya selalu disibukkan dengan pekerjaan, namun wanita kelahiran Padang Panjang, 6 Januari 1975 silam ini selalu berusaha untuk bisa menyisahkan waktu buat keluarganya, terutama menemani dan mengawal dua anaknya yang masih sekolah. "Bukan soal kuantitas pertemuan, tapi kita membuat waktu bersama keluarga menjadi berkualitas," ujarnya dengan senyum terkembang. (cw55)

Senam Bugar Haluan Kepri

"Hujan? Semangat Terus...!" BATAM CENTRE — Walau Minggu (2/10) pagi kemarin cuaca kurang bersahabat, namun hal itu tidak menyurutkan semangat Komunitas Bugar Haluan Kepri untuk tetap melaksanakan senam sehat di kawsan Mega Wisata Ocarina. Awan gelap yang menggelayut di atas Kota Batam yang disertai hujan, tak membuat peserta senam undur diri, mereka tetap saja bersemangat datang dan melaksanakan senam bersamasama yang lain. "Inilah yang membuat kami juga semangat untuk terus menjaga konsistensi penyelenggaraan senam ini," ucap Dermawan, salah seorang pa-

nitia pelaksana Senam Bugar Haluan Kepri. Ya, pagi kemarin, di tengah guyuran hujan semangat para peserta tetap berkobar. Di bawah tenda-tenda serta di atas panggung utama Mega Wisata Ocarina, mereka tetap senam bersama yang dipandu instruktur Siti Muslihat dan tim dari sanggar senam Aries Batam. "Sekitar pukul 06.00 kami sudah saling berkoordinasi sesama panitia, apakah senam pagi ini (kemarin, red) kami selenggarakan. Sebab ketika kami sampai di lokasi, hujan turun cukup deras. Namun kami tak menyangka, sebagian

komunitas ternyata terus berdatangan. Akhirnya kami putuskan, senam tetap kita laksanakan. Dan sekitar pukul 06.20 senam kami mulai," jelas Dermawan lagi. Sekitar 300 peserta hadir pada senam kemarin. Dengan dipandu instruktur, para peserta mengikuti gerakan demi gerakan dari tenda-tenda yang ada di sekitar Plaza Ocarina tersebut. Tak peduli tempias air membasahi sepatu, seluruh peserta tetap menggerakan badan mengikuti irama musik yang energik. "Yang di sebelah sana, ayo, keluarkan powernya!," sorak Siti.

Para peserta yang terdiri dari berbagai kalangan itu makin bersemangat. "Makin hujan, makin panas...!" sorak Siti lagi. "Hidup Haluan Kepri...! Hidup Sanggar Aries...!," yang juga dibalas "hidup!" oleh para peserta. Berbagai variasi gerakan diberikan oleh instruktur pagi kemarin. Mulai senam jantung sehat hingga senam kesehatan punggung. "Luas biasa, saya tak sangka begitu besar respon masyarakat. Pokoknya, kedepan senam ini akan terus kita laksanakan," ucap Siti usai senam yang juga diamini oleh Dermawan. (fhy)

Pajak Rumah amanan. Yang tinggal untuk saya berapa," ujar Raina, pemilik kos di kawsan Bengkong Aljabar. Menurut Raina, tarif listrik di rumahnya telah naik sejak beberapa bulan lalu kategori bisnis, yaitu dari Rp300 ribu menjadi Rp600 ribu lebih per bulan. Begitu juga dengan tarif air, apalagi dalam waktu dekat tarif air juga bakalan naik. Selain itu, uang sampah juga besar, yaitu Rp30 ribu perbulan, serta uang keamanan. "Berapa lagi yang tinggal buat kami, mbak. Tak mikir itu Pak Walikota meminta kami untuk bayar pajak. Kalau kami naikkan biaya kos, anak kos juga pasti keberatan," ujar Raina. Hal yang sama juga diungkapkan Khairul Bariyah, pengelola rumah kos di Bengkong. Bariyah bukan pemilik kos, namun ia diserahi tugas untuk mengelola rumah kos tersebut oleh tantenya. "Rumah kos ini ada 14 kamar, sekarang sedang kosong tiga kamar. Perkamarnya biaya kos Rp325 ribu. Itu pun uang kos baru naik karena status listrik naik dari rumah

biasa menjadi bisnis. Biaya listrik dan air mencapai Rp2 juta lebih per bulan. Belum lagi uang sampah dan keamanan. Untuk pemilik kos paling banyak hanya Rp1.200.000 per bulan. Itu kalau kamar penuh. Seperti sekarang, ada tiga kamar kosong, bersihnya hanya Rp900 ribu," kata Bariyah. Bariyah mengatakan ia belum memberi kabar kepada tantenya, namun dia akan segera menyampaikannya. "Kalau naik, pastinya akan dimintakan ke penyewa, karena kalau dari kita nggak ada lagi yang tersisa," ujar Bariyah. Ibu Mujir, pemilik 20 kamar kos yang juga berada dikawasan Bengkong merasa keberatan dengan rencana pemberlakuan pajak tersebut. Namun ia menyerahkan permasalahan itu kepada suaminya. "Yang mengurus kos-kosan bapak, mungkin dia lebih banyak tau. Tapi menurut saya 10 persen itu besar, pendapatan kami enggak seberapa, kami enggak ada kerjaan lain selain dari usaha ini. Bagaimana mau bayar uang sekolah anak," katanya. (pti)

TETAP SEMANGAT — Komunitas Bugar Haluan Kepri tetap semangat melaksanakan senam sehat meski cuaca kurang bersahabat, Minggu (2/9). DOK

Sambungan dari hal.9

membawahi bidang hukum dan pemerintahan saat dimintai tanggapannya mengatakan, akan segera melakukan koordinasi dengan anggota komisi I lainnya, guna membahas persoalan ini. "Prosedurnya seperti apa, mengenai masa jabatan Sekda ini nanti kita akan membahas di komisi I. Karena hal ini menyangkut legalitas jabatan seseorang dan jangan sampai menjadi sebuah hambatan dalam memberikan pelayanan," kata Nuryanto, kemarin. Kabag Humas Pemko Batam Salim saat dikonfirmasi mengatakan, setiap jabatan struktural sesungguhnya tidak ada batas waktu masa jabatan, kecuali itu adalah jabatan politis yang apabila masa jabatan berakhir, maka harus segera diganti. "Sekda inikan jabatan struktur seperti saya yang saat ini menjabat sebagai Kabag Humas. Kecuali jabatan politis ada batasan masa jabatan. Jadi

Legalitas Sekda mana bisa jabatan struktur diganti kalau belum ada SK nya walaupun masa jabatannya sudah habis," kata Salim. Resshufle Kabinet Sementara itu, wacana perombakan kabinet (resshufle) Dahlan-Rudi yang rencananya digelar awal Oktober ini, menjadi perbincangan hangat oleh pegawai di lingkungan Pemko Batam. Selain mereka, anggota dewan pun tak mau ketinggalan menebak-nebak siapa bakal menggeser siapa. Beredar kabar, pasca ditariknya Buralimar ke Pemprov Kepri, maka jabatan Asisten II bidang Ekonomoni dan Pembangunan akan kosong dan segera diisi oleh pejabat baru. Dua nama mencuat yakni Azwan dan Syamsul Bahrum. Azwan saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) sedang Syamsul merupakan pejabat yang mengisi pos Asisten II sebelum Buralimar. Syamsul Bahrum mengun-

durkan diri dari jabatannya karena ikut bertarung dalam Pilkada Batam. Kini, statusnya adalah staf biasa di Pemko Batam. Dipandang sebagai putra terbaik yang masih bisa memberikan manfaat bagi perkembangan Batam, Syamsul disebut-sebut akan ditarik kembali ke jabatan struktural. "Pantaslah kalau dia (Syamsul) ditarik lagi. Sayang kalau Walikota membiarkan SDM sebagus itu," kata salah satu anggota Komisi I DPRD Kota Batam. Sedangkan Azwan, meski menjadi calon kuat mengisi posisi Asisten II, namun banyak pihak yang meminta Walikota terlebih dahulu mengevaluasi kinerjanya yang jelek selama memimpin DKP Kota Batam. Walikota diharapkan bisa menempatkan orang-orang yang memiliki tanggung jawab dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. "Saya melihat persoalan sampah di Batam sepertinya

sulit sekali untuk diatasi atau ketidakmampuan seorang Kepala DKP dalam mengurus sampah. Makanya, kami minta agar ini akan menjadi pertimbangan Pak Walikota untuk menggantikan Azwan," kata anggota Komisi I DPRD Kota Batam Helmy Hemilton SH. Selain Asisten II, posisi lain yang banyak disebut akan dirombak adalah jabatan Sekda, Asisten I, Asisten III, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Kantor Pemuda Olahraga serta Kabag Humas. Menurut informasi, Asisten I Raja Supri digadang-gadang akan diplot sebagai Sekda menggantikan Agussahiman, Asisten III Maaz Ismail harus keluar karena memasuki masa pensiun dan penggantinya disebut-sebut adalah Muslim Bidin. Sedangkan Kabag Humas, dua calon dikabarkan sudah disiapkan untuk menggantikan Salim yakni Camat Batuampar Hendri dan Herman dari Bagian Protokol. (lim)

HaluanKepri 03Okt11  

HaluanKepri 03Okt11

Advertisement