Issuu on Google+

K

A

M

U

K

A

P

A

R

W

A

T

A

F

T

U

I

Gita Pertala Kamuka Parwata FTUI Sepenggal cerita, menuju cita-cita... Volume 1-Maret 2011 Membeli air minum dalam kemasan plastik, membeli air atau sampah? Air minum dalam kemasan gelas plastik memang praktis dan terkesan murah. Page 2

Agenda Kapa Akan Datang! Pra Operasional 2 Kapa FTUI Page 3

Musim Pengembaraan 2010 Penelusuran Goa Jomblang dan Eksplorasi Tebing Siung Page 4

Nature Adventure Jam 5 pagi, kami pun menginjakan kaki di Stasiun Gubeng, Surabaya. Setelah melakukan berbagai persiapan seperti mandi dan sarapan kami pun terbagi atas 2 rombongan. Rombongan pertama mengunjungi museum yang tidak jauh dari stasiun, Page 9

Tips Fotografi Suka jalan-jalan? Suka foto-foto? Berikut ini terdapat beberapa tips sederhana dalam mendokumentasikan perjalanan Page 17

Salam KAPA! Tentunya kita masih ingat akan peran kita sebagai agent of change. Oleh karena itu, sudah selayaknya kita melakukan sesuatu untuk bisa mencoba mengatasi permasalahan ini.

Selamat Hari Air

Hal terkecil seperti tidak membuang sampah ke sungai, danau, atau tempat-tempat lain yang bukan tempatnya pastinya sudah menjadi kebiasaan kita semua. Maka dari itu, saatnya kita melakukan sesuatu yang lebih.

Manusia bisa bertahan satu bulan tanpa makanan, namun manusia hanya mampu bertahan seminggu tanpa air. Masing-masing dari kita tentunya tahu betul akan fakta tersebut. Sadar ataupun tidak, air merupakan aspek yang sangat krusial di dalam hidup kita. Coba sejenak kita renungkan, seberapa banyak sih kegiatan sehari-hari kita yang bisa terlaksana tanpa adanya air? Apakabar air hari ini? Sayangnya pencemaran air terus terjadi. Padahal jumlah air yang dapat dikonsumsi manusia di dunia ini hanyalah 3% persen dari air yang ada karena sisanya merupakan air asin. Di samping itu, di antara 3% tersebut banyak yang masih berupa gletser yang terletak di kutub bumi.

Hari Air Sedunia-22 Maret

Bagaimana dengan kita berikutnya kalau begitu?

dan

generasi

Kita sebagai mahasiswa teknik

Kondisi air yang semakin memburuk ini bukanlah isapan jempol belaka. Ini merupakan suatu isu faktual yang harus disikapi dengan dewasa. Apalagi, kita; saya dan kamu menyandang status sebagai mahasiswa teknik UI. Apakah diam saja dan Banyak riset yang mengemukakan bahwa menunggu keadaan berubah adalah sikap persediaan air bersih yang ada tidak akan kita? cukup bahkan untuk 20 tahun lagi.

kamuka parwata fakultas teknik universitas indonesia

Tahu apa? Memaksimalkan potensi akademik kita dan mencoba mengenal alam lebih jauh bisa menjadi jawabannya. Suatu hari nanti, saya yakini kita bisa menjadi orang yang hebat. Menjadi generasi yang melakukan perubahan dan perbaikan bagi lingkungan. Selamat hari air! Semoga setiap harinya kita bisa berkontribusi untuk lingkungan kita! Salam Lestari! Faris,

Ketua Umum Kapa FTUI K-277-10

1


L

I

N

G

K

U

N

G

A

N

H

I

D

U

P

Tips Fotografi Suka jalan-jalan? Suka foto-foto? Baca deh ;) Jangan berhenti memotret karena cuaca hujan! Manfaatkan cuaca seperti itu untuk mendapatkan efek pencahayaan. Pasti foto yang dihasilkan sebelum dan sesudah hujan memberikan “sensasi” yang berbeda.

Cari tahu terlebih dahulu perkiraan cuaca (khususnya posisi matahari) saat akan berkunjung ke suatu objek perjalanan. Jangan malas bangun pagi! Sunrise adalah pemandangan yang selalu menarik di manapun kamu berada!

Jangan ragu untuk kembali ke objek perjalanan yang sama untuk memotret di cuaca yang berbeda. Ingin mendapatkan foto yang bagus? Habiskanlah waktu yang cukup longgar di suatu objek perjalanan.

dari Pimpinan Redaksi Puji syukur pada Tuhan, akhirnya Gita Pertala edisi pertama di kepengurusan KAPA FTUI 2010/2011 terbit juga. Setelah mengulur-ulur deadline dan jungkir-balik akhirnya tercapai juga keinginan untuk membuat media publikasi KAPA FTUI di kalangan mahasiswa teknik. Edisi ini mengangkat banyak update di KAPA FTUI mulai dari acara pertama Kura-kura Muda seperti Nature Adventure (Jawa-Bali-Lombok) sampai dengan Pra Operasional yang diadakan oleh semua divisi Kapa FTUI beberapa minggu yang lalu. Di samping itu, Gita Pertala ini mencoba mengangkat isu mengenai Hari Air Sedunia yang diperingati setiap 22 Maret. Selamat hari air!

Fakta-fakta tentang air dalam angka

Fokus dan sabar . Kedua hal tersebut akan terus menjaga mood kamu untuk mendapatkan hasil foto yang baik :) (Dikutip dari : Popular Photography “how to make great pictures” edisi April 2010)

Membeli air minum dalam kemasan gelas plastik,

membeli Air atau Sampah?

Redaksi Gita Pertala Tania Miranti—Pimpinan Redaksi Andrea Yusuf— Editor Imam Taufik— Layout & Design Daisy Nadia — Artikel Pedro Gelora— Storywriter Pra Gogo — Storywriter

Kamuka Parwata FTUI E-mail : bpkapaftui@yahoo.com Facebook : Kapa Ftui Twitter : @kapainfo Sekretariat KAPA FTUI Pusgiwa Teknik Lt. 2 Kampus UI Depok

• 97% air di bumi adalah air asin yang tidak bisa dikonsumsi. • 60-70% tubuh manusia tersusun dari air. • 70-75% permukaan bumi merupakan perairan. • Manusia dapat bertahan hidup tanpa makan selama 1 bulan, tetapi hanya dapat bertahan hidup selama 1 minggu tanpa air. • Penggunaan air terbanyak adalah untuk pertanian (67%) , industri (19%) , dan rumah tangga (9%) .

17

kamuka parwata fakultas teknik universitas indonesia

Air minum dalam kemasan gelas plastik memang praktis dan terkesan murah. ‘Hanya’ dengan dengan uang 500 rupiah, kita dapat membeli air minum kemasan gelas dan meghilangkan dahaga. Namun, terdapat sisi lain yang harus kita perhatikan disamping kepraktisan tersebut. Dengan perbandingan harga air minum isi ulang satu galon atau sekitar 19 liter dapat kita beli dengan harga kamuka parwata fakultas teknik universitas indonesia

berkisar antara Rp. 9000,00 hingga Rp. 11.000,00. Dengan harga Rp. 11000,00 (harga maksimal) pergalon (19 liter) berarti per-ml harga air isi ulang hanya Rp. 0,58 (Rp. 11.000 : 19 liter : 1000 ml). Harga air isi ulang yang hanya Rp. 0,58 per-mililiter ini kita asumsikan sebagai harga air minum. Dengan harga air yang Rp. 0,58 /ml berarti saat kita membeli air minum dalam kemasan ukuran gelas (240 ml) seharga Rp. 500,00 air yang kita minum hanya seharga Rp. 138,95. Selisihnya, Rp. 361,05 kita gunakan untuk membeli kemasan gelasnya. Ternyata kita harus merogoh kocek sebesar Rp. 360 hanya untuk membeli kemasan

gelas plastik yang tidak dibutuhkan. Jika rata-rata sehari kita membeli ‘hanya’ dua gelas air minum dalam kemasan, berarti tanpa sadar dalam sebulan kita telah membuang uang sebesar Rp. 21.000,00 hanya untuk membeli sampah plastik.

(Sumber : http:// alamendah.wordpress.com/ 2009/07/23/dampakplastik-terhadaplingkungan/ ) 2


A

G

E

N

D

A

K

A

P

A

G

A

L

E

R

I

K

A

P

A

Pra Operasional 2 KAPA FTUI Dalam rangka persiapan Musim Pengembaraan KAPA FTUI 2011, kami mengajak teman-teman warga teknik untuk menjelajahi alam bebas bersama kami! Divisi Gunung-Hutan

Setelah mendaki Gunung Bunder dan Gunung Kencana, Divisi GunungHutan akan kembali mendaki sampai salah satu puncak lagi. Tertarik buat melihat pemandangan yang berbeda? Tertarik melihat matahari terbit dan terbenam dari ketinggian yang berbeda?

Divisi Caving

Pada Pra Operasional 2 ini, Divisi Caving Kapa FTUI bakalan menelusuri 2 buah goa di daerah Citeureup, Bogor. Goa pertama adalah Goa Cikaray yang merupakan goa horizontal dengan berbagai ornamen menarik di dalamnya. Pada penelusuran Goa Cikaray, tim pra operasional akan diberikan pelatihan pemetaan dalam goa.

Ayo jelajahi berbagai puncak tertinggi bersama Divisi Gunung- Setelah itu, tim pra operasional bakal Hutan Kapa FTUI! melanjutkan penelusuran ke Goa Keraton yang merupakan jenis goa vertikal dengan kedalaman 50m.

Divisi Rock-Climbing

Divisi Rock-Climbing akan melaksanakan Pra Operasional kedua di Tebing Citatah-Jawa Barat. Kegiatan kali ini bertujuan untuk mempersiapkan anggota Divisi Rock-Climbing p a d a M u s i m Pengembaraan 2011. Selain itu, Divisi RockClimbing juga mengadakan latihan rutin setiap hari Selasa pk. 16.00 WIB-selesai yang terbuka untuk umum. Latihan ini diadakan di wall teknik sebelah Laptek. Let’s go to the top!

Divisi Olah Raga Air

Setelah mengarungi Sungai Cisadane di Pra Operasional pertama, tim Olah Raga Air Arus Deras Kapa akan melanjutkan pengarungan berikutnya. Pengarungan berikutnya akan dilaksanakan di Sungai Citarik/Cicatih yang terletak di Sukabumi. Tertarik untuk melewati berbagai jeram dengan penuh adrenalin? Kami, para ORADERS nunggu lo semua!

Pelatihan Fotograf

Suatu perjalananan gak bakalan lengkap tanpa foto-foto yang bagus. Oleh karena itu, Badan Pengurus Kapa FTUI ngajak temen-temen semua buat ikutan “Capture it! with Kapa FTUI�. Acaranya terdiri dari diskusi dan sharing soal teknik penggunaan kamera DSLR. Mulai dari materi kelas sampai dengan rally foto. Acaranya bakal diadain di Sekretariat Kapa FTUI, Pusgiwa Teknik Lt 2 mulai 11 April 2011-22 April 2011. Jangan banyak mikir, ambil kamera lo, dan ikutan acaranya!

Yuk gabung sama Tim Pra Operasional Caving Kapa!

1. Apa yang lo lakuin kalo lo 4. Tempat impian lo adalah... tersesat? a. Raja Ampat? Afrika Selatan? a. Cari kompas di backpack terus b.Paris, unyuuuu <3 nyoba cari jalan balik b.Nge-tweet/update status aja deh barangkali ada yang baca terus nolongin gue c. Pasrah, mati aja

2. Kalo lo punya duit sejuta, lo mau ngapain? a. Backpacking-an lah, kayaknya ke Bunaken cukup tuh b.Belanja mungkeeen

Mayoritas A

Lo anak KAPA banget deh! Suka sesuatu yang baru dan tantangan adalah ciri dari diri lo. Rugi banget kalo sebagai mahasiswa c. Surga (semua orang juga mau kerjaan lo cuman belajar doang, sih hehehe) Pelantikan Anggota Baru berikutnya lo ikut ya ;) 5. Setelan lo ke biasanya tuh...

Mayoritas B Hem! Kayaknya lo supereksis2011 nih. Sayangnya, aktifias lu itu-itu melulu. Mending coba deh yang baru selain emol-emolan. Alam bebas kayaknya seru juga buat lo jelajahi. Nah, makanya gabung sama KAPA!

kampus Mayoritas C

a. Kaos, jeans, apa lagi coba?

Krik krik. Hidup lu datar amat yak. Jangan pasrah-pasrah amat lah. Oleh karena itu, lo butuh c. Yang paling atas di tumpukan sesuatu yang bisa memicu lemari gue deh... adrenalin lo! Jadi, baiknya sih lo ntar join sama KAPA! Okeh?! b.Pokoknya harus oke!

c. Gak gue apa-apain duitnya

3. Pas liburan, yang paling seru itu... a. Jalan-jalan ke tempat baru b.PIM, Citos, Senci, anyone?

untuk informasi lebih lanjut, silahkan datang ke Sekretariat Kapa FTUI di Pusgiwa Teknik Lt. 2. contact person : 081808558621

3

Se-KAPA apakah lo?

kamuka parwata fakultas teknik universitas indonesia

Bukit Malimbu-Gili Trawangan (Lombok)

c. Di rumah aja deh...

kamuka parwata fakulta s teknik universitas indonesia

16


T

PERJALANAN KURA-KURA

TA H U N 2 0 1 0 / 2 0 1 1 Divisi Gunung-Hutan • Pendakian Gunung Papandayan (Garut) • Pendakian Gunung Bunder (Bogor) • Pendakian Gunung Sindoro dan Sumbing (Jawa Tengah) • Pendakian Gunung Kencana (Mega Mendung-Bogor)

Divisi Olah Raga Air • Pengarungan Sungai Citarik (Sukabumi) • Pengarungan Sungai Cisadane (Bogor)

E

N

T

A

N

G

Irwansah-Elektro 2007

Pandu-Elektro 08

Kabid Kesma BEM FTUI 2010

K-279-09

K

A

P

A

Ketua Divisi Gunung-Hutan Kapa FTUI KAPA itu organisasi 2010/2011 yang sangat professional dan kongkrit. Mereka bisa nunjukin p re s t a s i n y a dan merealisasikan berbagai kegiatan yang berkualitas. Pokoknya tipikal organisasi yang “Talk Less Do More” lah. SALUT! Gua berharap bisa jadi salah satu operasional terbaik Divisi Gunung-Hutan Kapa FTUI sepanjang sejarah Kapa. Terus gua juga pengen banget minimalnya udah NR. 1096/Sekum BEM FTUI 2011 mendaki 3 puncak tertinggi di berbagai provinsi di Indonesia.

C

E

R

I

T

A

P

E

R

J

A

L

A

N

A

N

Musim Pengembaraan 2010 Divisi Caving-Rock Climbing

Qie Yahya-Sipil 08

Laretha-Arsitektur 09

• Pengarungan Sungai Progo (Jawa Tengah) • Pengarungan Sungai Cicatih (Sukabumi)

Divisi Rock-Climbing Gua pengen Kapa punya image sebagai • Eksplorasi Tebing Ciampea (Bogor) pencinta alam yang punya organisasi yang sehat dengan anggota-anggota yang jadi Eksplorasi Tebing Citatah 125 (Jawa • teladan anak-anak teknik. Di samping itu, Barat) gua mau mendaki sedikitnya 3 gunung bersama teman-teman di Kapa dan menuju Wah seru banget kemaren bisa ikut jalan • Eksplorasi Tebing Siung (Jawa Tengah) sama Kapa ke Pulau Pramuka. Anakberbagai tempat indah lainnya. • Eksplorasi Tebing Jeger (Tajur-Jawa Barat) anaknya pada gak kaku gitu, pada asik-asik hehehe. Kalo ada acara lagi ajakin gue ya hehehe. NR. 1088 Divisi Caving

Wan Dwi/Sipil 08

• Penelusuran Goa Cilalay dan Kadir (Banten)

Revananda/Mesin 08

• Penelusuran Goa Cikaray dan Cikenceng (Tajur-Bogor) • Penelusuran Goa Jomblang (Wonosari) • Penelusuran Goa Ciduren (Tajur-Bogor)

Backpacking • Kapa Goes to Pramuka (Pulau PramukaKepulauan Seribu) • Nature Adventure (Jawa-Bali-Lombok)

15

Perjalanan Bali-Lombok kemaren Gue mau menaklukkan puncak gunung merupakan perjalanan ketiga gue bareng sebanyak-banyaknya... anak-anak Kapa. Rasanya capek banget tapi sebanding lah dengan apa yang gue nikmatin sepanjang perjalanannya. Insya Allah kalo ada perjalanan lagi, gue bakal ikut lagi. kamuka parwata fakultas teknik universitas indonesia

Perjalanan kali ini agak sedikit berbeda dengan perjalanan sebelumnya, namun perjalanan kali ini lebih berkesan dari perjalananku sebelumnya. Kenapa?? Kali ini kawan-kawan seperjuangan ku di caving hampir seluruhnya tidak bisa ikut Musim Pengembaraan 2010 (MP 2010) ke Yogyakarta dan sekitarnya. Tinggal saya seorang yang nekad berangkat demi memenuhi impianku menjelajahi goagoa diwonosari. Awalnya, saya berencana untuk menelusuri keindahan goa jomblang, tapi saya tak punya rekan yang cukup untuk menaklukan goa vertikal tersebut. Akhirnya skenario pun diubah, divisi Caving yang cuma saya seorang harus digabung dengan divisi Rock climbing yang juga hanya berjumlah 2 orang dan memberi nama tim CRC (caving-rock climbing). Dengan jumlah 3 orang sebenarnya belum memenuhi syarat keamanan, jadi skenario perjalanan terus diubah demi keselamatan kami pada saat di Jogja nanti. Ide untuk meminta bantuan MAPALA di jogja pun muncul, akhirnya sepakat kita meminta bantuan

MAPALA UNISI untuk membantu kami dalam perjalanan MP kali ini. Setelah menempuh perjalanan dengan kereta api selama kurang lebih 12 jam, Minggu pagi (01/08/10) tibalah kami di sekret MAPALA UNISI – Jogja, rasa letih hilang ketika kawan-kawan mapala unisi menyambut kami dengan keramahan. Kami pun disuruh beristirahat disekretnya yang lumayan nyaman. Setelah meletakkan tumpukan carrier, kami bergegas untuk sarapan pagi dan menemukan warung Gudeg dipinggir jalan. Pada saat diwarung kami membicarakan rencana selanjutnya. Setelah sarapan, tim GH (Gunung-Hutan) dan Tim CRC (CavingRock climbing) sepakat untuk membeli perlengkapan seperti konsumsi di swalayan terdekat. Setelah beristirahat kurang lebih 2 jam di mapala unisi, tim GH bersiapsiap untuk melanjutkan perjalanan divisi mereka untuk mendaki gunung sindoro dan gunung sumbing. Kami pun melepas mereka jam 15.00 wib. Lalu bagaimana dengan tim ORAD (olahraga arus deras) dan tim CRC?? Seperti yang sudah dijelaskan diatas,

kamuka parwata fakultas teknik universitas indonesia

tim MP kali ini kekurangan sumber manusia. Tidak hanya caving atau rock climbing, tim ORAD pun mengalami kondisi yang sama, mereka hanya berjumlah 3 orang saja. Jadi kami memutuskan untuk meminta bantuan tim mapala unisi untuk membantu kami memenuhi kuota orang demi keselamatan. Tim ORAD dan tim CRC menunggu orang yang bisa menemani kami pada saat mengarungi sungai progo untuk ORAD, tebing suing untuk RC dan Goa seropan – semuluh untuk Caving. Senin malam (02/08/10), tim CRC berangkat menuju tebing siung dengan jumlah 5 orang. Setelah pelepasan tim kami, berangkatlah tim CRC ditemani dengan tim ORAD dan beberapa teman Mapala unisi menggunakan mobil bak. Sesampainya disana, angin laut menyapa kami dengan lembut (brrrrr...sumpah, dinginnn banget!!). setelah rombongan penghantar pulang, tim CRC pun ceklis alat dan perlengkapan lain, setelah selesai kami pun segera beristirahat.

4


C

E

R

I

T

A

P

E

R

J

Pagi pun menjelang, raut wajah yang masih ngantuk berseri ketika melihat keindahan pantai siung (subhanallah...indah banget!!). gradasi warna laut menemani kami dalam menaklukan tebing siung, tak hentihentinya bergumam kagum dalam hati, melihat indahnya pantai selatan yang berbatasan langsung dengan samudra hindia tersebut. Hendri, Harya, Fathur, saya dan bang Jane pun langsung menuju spot pemanjatan tebing siung. Spot yang kali ini kita pilih lumayan sulit grade-nya, bahkan Harya sempat terpeleset pada saat memanjat, tapi untungnya tidak ada cedera serius pada Harya (susah soalnya nemuin orang kayak dia...hihi,piss!!). Keesokannya pun tiba, tim RC masih penasaran untuk menaklukkan spot tebing tersebut, saya pun tak mau ketinggalan untuk menjajal menaklukkan tebing tersebut walau saya anak caving. Tapi sulitnya medan membuat kakiku sedikit gemetar dan terpaksa menjatuhkan tubuhku.(hahaha, payah nih..!!). Setelah asyik dengan spot artifiial tersebut, akhirnya kita mencari spot lain yang juga menantang. Karna tebing siung memang memiliki ratusan spot panjat, jadi kami tidak merasa kesulitan untuk mencari spot-spot bagus. Harya menaklukan spot tersebut sampai top (hufft...akhirnya). Setelah usai menaklukan tebing siung, kami pun mengambil foto-foto keindahan alam pantai siung (Narsis dikit ah) dan menyudahi dengan candle light dinner ala pecinta alam di warung. Perjalanan gabungan kali ini benar-benar menguntungkan buat saya, selain bisa mengikuti teman-teman RC menaklukan tebing dan ikut menjajal menaklukan tebing, saya pun juga dapat menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan yang luar biasa ini. Kami pun siap berangkat menuju Goa seropan dan semuluh yang masih dik awasan Wonosari (yup..semangat 45, Saatnya beraksi!!). Rabu malam (03/08/10) berangkatlah kami menuju tujuan perjalanan kami ke 2 yaitu caving, walau agak nyasar dikit tapi tetep sampai pada tempat tujuan (tapi jam 2 pagi nyampenya...hikzz). bermalam dirumah sang kuncen cukup asyik, keramahan mereka membuat saya betah tinggal disana padahal malam itu

5

A

L

A

N

A

N

K

kami mengganggu waktu tidur mereka. akupun menyiapkan skenario untuk penyusuran goa kali ini. Luar biasa, rencana menyusuri goa vertikal Jomblang yang sempat dihapus dalam agenda, muncul kembali setelah bang Jane (Mapala unisi) menyanggupi untuk menemani kita menyusuri goa tersebut (ragu-ragu tapi mau..hehhe). tapi sebelum menuju Jomblang, kami sepakat untuk menyusuri Goa horizontal seropan dan semuluh. Pagi hari, di hari kamis nan cerah (panas maksudnya), kami sepakat menyusuri goa pertama yaitu, Goa seropan. Goa ini terdapat air terjun didalamnya (indah banget..!!) tapi kami memutuskan untuk kembali keatas karena oksigen dalam gua menipis padahal apabila diteruskan ke bawah, ada air terjun ke dua yang jauh lebih besar dari yang pertama. Setelah keatas dan kembali kerumah pak kuncen, lapar menghampiri kami dan berakhir dengan lunch bikinan isteri pak kuncen. (makan..makan..) Semakin siang semakin panas, seusai makan kami pun bergegas ingin menelusuri keindahan goa kedua. Goa kali ini goa vertikal yang bisa nembus ke goa satunya lagi. Yaitu goa semuluh â&#x20AC;&#x201C; jlamprong. Kali ini mulut goa yang kita pilih adalah Goa jlamprong. Menurut warga sekitar, goa ini cukup keramat dan kami dilarang mengambil benda apapun yang berada didalam goa. Setelah berjalan kurang lebih 1 kilo, sampailah kami menuju mulut Goa Jlamprong dengan chambernya yang luar biasa besar. Ketika masuk lumayan membuat bulu kuduk merinding tapi sensasinya luar biasa, adrenalin terasa terpacu. Setiap goa punya keunikan masing-masing, dan perjalanan ke Goa Jlamprong benar-benar berkesan bagi ku karena semua perasaan bercampur aduk jadi satu. Setelah setengah jam menyusuri, kami menemukan jalan buntu. Kami bingung dan bertanyatanya (katanya nih goa nembus??). tapi kami berusaha untuk mencari celah atau lubang yang mungkin saja tembus. Lalu kami melihat genangan air, mungkinkah lewat genangan tersebut?? (yups bener banget). Sepintas genangan air yang biasa kami sebut dengan Dam tersebut terlihat dangkal. Ternyata lumayan

membuat tubuh kami tertutup air karena hanya bagian kepala yang tersisa untuk bernafas, perasaan saat itu benarbenar luar biasa (takut ada yang narik kita dalam air..hiiii). setelah melewati berbagai rintangan yang sulit akhirnya keputusasaan kami terjawab sudah, kami melihat titik cahaya, yang artinya sudah sampai dimulut goa semuluh. (ternyata kuncennya ga boâ&#x20AC;&#x2122;ong kalo goa itu nembus...hahahaha). Sensasi yang saya dapatkan luar biasa, menikmati serta memacu adrenalin dalam kegelapan benar-benar suatu hal yang mengasyikkan. (yang penting zero fatality tetep terjaga). Malam pun berganti, siap-siap menuju goa vertikal pertama yang saya jelajahi (sssttt..baru pertama kali jajal goa vertikal nih). Goa Jomblang dan Grubuk (tembus)tidak asing terdengar bagi kami, selain keindahan didalamnya, beberapa peristiwa sejarah terjadi pada goa ini seperti Goa grubuk , Goa sedalam 90 meter ini adalah tempat pembuangan tahanan PKI beserta antekanteknya pada jamannya. Sebelum memasuki goa semua persiapan dilakukan, dari pemanasan sampai latihan ascending â&#x20AC;&#x201C; descending atau single rope technic (SRT). Kami pun siap menuruni Goa Jomblang, tapi karena hari semakin sore jadi penelusuran kali ini agak sedikit dipercepat. Setelah berhasil menuruni seuntas tali dalam SRT-an, kami pun menelusuri keindahan Goa, ornamen didalam nya tidak cukup banyak tapi goa tersebut memiliki chamber-chamber yang besar. Kami naik keatas jam 21.00 wib, kemudian beristirahat sebentar sampai jemputan kami tiba. Perjalanan kali ini benar-benar menyenangkan, ketakutan, keberanian dan kebersamaan adalah suatu momen yang tak terlupakan. Dan selalu mendapatkan nilai yang bisa diambil disetiap perjalanan kami, solidaritas, kekeluargaan, pengorbanan serta mengutamakan keselamatan adalah penting bagi kami. (Sheba Bilqis/ K-283-10)

kamuka parwata fakultas teknik universitas indonesia

U

R

A

-

K

U

R

A

M

U

D

A

Daisy Nadia

Imam Taufi

NR. 1102/Teknik Industri 2009

NR. 1104/Teknik Sipil 2010

G u e sebenernya j a n j i a n berempat sama empat anak TI lainnya mau masuk kapa, tapi tau-tau yang bertahan ikut sampai PAB gue doang. Awalnya gue nggk kenal siapa-siapa di KAPA, tapi seiring proses PAB dari pembekalan materi sampai proses di Gn Kencananya sendiri bener-bener pengalaman yang remarkable banget buat gue pribadi Selain itu pengalaman pertama gue naik gunung, gue enggak cuma sekedar dapet temen, tapi lebih dari itu, gue dapet keluarga baru di sini. Seneeeeeng banget, susah seneng ditanggung bareng-bareng :)

Suatu keberuntungan terbesar selama kuliah disini bagi gua bisa menjadi salah satu anggota Kamuka Parwata FTUI.Suatu organisasi yang sangat menananamkan asas Dinamika Kekeluargaan melalui berbagai cara yang unik.Mengetahui karakteristik setiap anggota dengan metode yang di gunakan KAPA sangat membantu gua untuk bersosialisasi dengan seluruh anggota Cita-cita gue di kapa, gue pengen banget KAPA bahkan dengan semua backpacking ke gunung leuser, semoga orang.Petinggi-petinggi KAPA yang bener-bener bisa tercapai.. memiliki beribu Ilmupun bisa menjadi guru baru yang tak dapat di temukan di dalam Farida Nawafi kelas.Tiada kata yang pantas untuk menggambarkan bagaimana KAPA NR. 1099/Arsitektur 2009 itu,namun semua warga teknik pantas untuk menjadi salah satu anggota keluarga KAPA FTUI.

Victor Pinontoan NR. 1111/Teknik Kimia 2008

Awalnya gue ragu untuk masuk dan menjadi anggota KAPA yang dilantik, tapi setelah merasakan PAB, keorganisasian, dan kekeluargaan yang ada di KAPA, gue yakin di sini gue bisa berkembang. Menjadi orang yang lebih kuat dari sebelumnya. Mencoba hal-hal baru yang belum pernah gue alami. Mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah gue singgahi, dan bertemu dengan orang-orang yang belum gue kenal. Semuanya pengalaman itu takkan pernah terlupakan dan menjadi pelajaran yang berharga. Harapan gue di KAPA, semoga KAPA bisa menjadi naungan di saat gue butuh, memperdalam kemampuan kepecintaalaman gue, dan mengeksplorasi kekayaan alam yang ada di bumi ini.

kamuka parwata fakultas teknik universitas indonesia

KAPA buat gw bisa dibilang dunia baru yang memiliki semua hal menantang yang tidak pernah gw alami sebelumnya. KAPA membuat gw berani mencoba suatu hal yang sebelumnya tidak pernah gw coba dan dulunya gw rasa hal itu tidak mungkin bisa gw lakuin. Hal yang paling menarik di KAPA adalah orang-orang di dalamnya bisa jadi keluarga buat gw. KAPA is the best....

14


K

U

R

A

-

K

U

R

A

M

U

D

A

C

E

R

I

T

A

P

E

R

J

A

L

A

N

A

N

Pra Operasional 2010 Divisi Olah Raga Air

Ivan (Ipenk) K-276-09 Project Offcer Pelantikan Anggota Baru 2010 Puji syukur kepada Tuhan atas keberhasilan PAB KAPA FTUI 2010 yang telah meluluskan 41 orang menjadi kura-kura muda. Saya harap dengan adanya anggota baru ini dapat memberikan semangat baru bagi KAPA untuk menggapai kejayaannya kembali. Akhir kata saya ucapkan terimakasih pada semua pihak yang telah membantu kesuksean acara ini.

13

kamuka parwata fakultas teknik universitas indonesia

Ini adalah pengarungan gue yang kedua. Kali ini gue bersama rombongan Pra-Operasional 1 ORAD KAPA FTUI 2011, mengarungi sungai Cisadane, Bogor, yang notabenenya mempunyai grade 3+. Untuk pengarungan kali ini yang ikut berjumlah 10 orang dan 4 orang menyusul ke TKP. Oke, singkat cerita, hari Jumat tanggal 4 maret pukul 20.00 malam, kami (rombongan ORAD) dan rombongan divisi lain udah berkumpul di lapangan parkir belakang Teknik untuk pelepasan perjalanan kami. Kami dilepas oleh Ketum KAPA FTUI Faris (K-277-10). KAPAAAA!!!!Resmilah kami semua dilepas. Rombongan ORAD terdiri dari ipenk, bulake, gue, alvin, pedro, riyadh, pia, lala, dandi, nafian Kami berangkat pukul 20.30 dari parkiran

belakang Teknik menggunakan 4 motor dan 1 mobil. Setelah sampai di TKP (tepatnya di GOR Arta Lieta Raya) pukul 23.14, kami langsung memompa perahu untuk membuat tenda dan agar menghemat waktu untuk pengarungan besok pagi. Selagi membuat tenda, kami juga memasak mi instan dan membuat susu milo hangat. Setelah membuat tenda, kami pun melakukan rapat evaluasi. Evaluasi yang paling disorot adalah waktu perjalanan tadi yang ngaret. Lalu membuat perencanaan pengarungan untuk besok pagi. Selesai rapat kami pun beristirahat pukul 01.00 dini hari. Hari sabtu tanggal 5 maret 2011, kami rencana bangun pukul 5 pagi dengan PJ ipenk. Lalu langsung memasak sarapan dengan PJ Lala.

kamuka parwata fakultas teknik universitas indonesia

Tapi sungguh terlalu, setelah peserta bangun semua, gue sendiri yang ga dibangunin. Hufttt.. Kira-kira seperti inilah kejadiannya :

Ketika gue udah bangun, hujan turun. Ini ga masuk dalam perencanaan gue, karena menurut prakiraan cuaca, hujan itu turun di waktu sore hari. Gue langsung memutar otak untuk memanage skenario baru.

6


C

E

R

I

T

A

P

E

R

J

Ketika gue masih berpikir, pia pun memanggil,“Makan, makan.” Nasi, telur-kornet, dan sayur menghiasi kertas minyak yang diletakin di atas matras. Seperti tradisi KAPA, semua peserta harus makan bersama-sama, agar rasa kekeluargaan itu terasa kental. Setelah selesai makan, ternyata hujan juga berhenti. Tim rafting 1 pun melakukan persiapan untuk mengarung. Tim 1 terdiri dari ipenk, bulake, pia, lala, nafian, dandy, dan riyadh. Mereka mulai pukul 8 pagi. Gue, pedro, dan alvin tinggal di basecamp untuk menjaga BC, mencuci piring dan beres-beres karena kami harus pindah basecamp, karena pemilik GOR hanya memberi waktu 1 malam saja bagi kami untuk bermalam serta mencari-cari BC yang baru. Pukul 13.30, tim rafting 1 sampai di BC. Gue bertanya-tanya kenapa mereka sampai di basecamp ngaret sampai 2 jam. Ternyata, debit air di sungai cisadane itu lagi kecil, mengakibatkan perahu sering nyangkut di bebatuan sungai. Dan juga peserta masih diberikan materi yang lebih mendalam lagi tentang rafting, karena memang itulah tujuan dari perjalanan PraOperasional ini. Pukul 14.00 kami pun mulai makan siang. Sama seperti pada pagi hari, kami makan bersama diatas kertas minyak yang dihiasi dengan nasi+nugget+tempe goreng. !Sewaktu memasang tenda, gue berdiskusi kecil lagi nih bareng ipenk, karena waktu udah menunjukkan pukul 16.00, pengarungan ke 2 hari sabtu ini pun dibatalkan. Perasaan gue waktu itu kecewa banget sebenarnya, karena gue ga bisa ngarung. Gak terasa keadaan udah mulai gelap dan kami juga udah mulai lapar. Breki yang baru datang pun langsung gue tunjuk menjadi PJ memasak makan malam. Hihi, breki santai aja ternyata menerimanya. “SELLOOWW” jargon anak ORAD 7

A

L

A

N

A

N

B

KAPA. Wkwk.. Setelah selesai masak, makan malam pun dimulai. Lalu setelah itu kami membuka forum sharing berbagi pengalaman setelah melakukan pengarungan tadi siang. Riyadh, pia, lala, nafian berkata mereka senang karena bisa mengarung di sungai yang baru lagi. Lalu ipenk dan bulake juga sangat senang karena bisa mengarung bersama ‘kura-kura’ baru dan bisa lebih dekat lagi dengan mereka. Tapi Dandy sangat kecewa dengan pengarungan kali ini, karena dia merasa ga tertantang nyalinya, dikarenakan debit air yang kecil, sehingga jeram NAGA (jeram yang terkenal di sungai cisadane, karena jeramnya yang menegangkan) tidak sesuai dengan yang dia perkirakan. Lalu setelah forum sharing, senior-senior KAPA pun membuka forum tenda KAPA. *maaf, konten dari isi forum ini tidak bisa di bagikan kepada publik, xp *. Gak terasa jam tangan Riyadh udah menunjukkan pukul 02.30. Kami pun menyudahi forum ini dan langsung beristirahat. Hari Minggu tanggal 6 Maret 2011 pun tiba. PJu untuk membangunkan anak-anak pada pagi hari ini adalah Riyadh sekaligus sebagai PJ sholat. Oiya, sholat itu gue wajibin semenjak hari pertama bagi peserta yang muslim. Setelah peserta udah bangun semua, dan makanan udah masak. Kita semua makan bareng lagi, tapi makanan dikhususkan bagi peserta yang mengarung pertama di pagi hari. Yang mengarung pagi itu ada gue, alvin, pedro, bulake, breki, ginting dan fajar. *akhirnya gue bisa mengayuh dayung di sungai cisadane ini, pikir gue*. Sesampainya di starting point, gue dan bulake bertemu dengan seorang bapak dan si bapak itu mewejangi kami agar sopan terhadap alam, selalu menjaga alam, dan jangan sombong terhadap alam. Lalu pengarungan pun kami mulai setelah persiapan selesai. Lalu

A

C

K

P

A

C

K

I

N

G

emang benar, debit air di sungai cisadane ini sedang kecil dan perahu sering banget nyangkut di bebatuan. Singkat cerita akhirnya kami pun sampai di jeram NAGA, (oiya kenapa disebut jeram NAGA, karena jeram ini bila dilihat dari samping kanan jeram, akan berbentuk tubuh naga. Emang benar kata dandy, jeram ini ga menegangkan karena debit air yang kecil. Tapi gue udah melihat, betapa besarnya Undercut (undercut adalah tebing di pinggiran sungai yang terkikis oleh kuatnya arus air sungai, sehingga membentuk lubang, dan jika ada orang yang terjebak masuk kesana besar kemungkinan akan menemui ajal). Ada sedikit perasaan takut ketika gue melihat undercut itu. Setelah sampai di finih point, gue dan bersama tim rafting pagi kembali ke basecamp dengan menyewa angkot. (Pra Gogo Hutagaol/NR. 1117)

kamuka parwata fakultas teknik universitas indonesia

traveling leaves you alone, then gives you friends -ibn batuta

kamuka parwata fakultas teknik universitas indonesia

12


B

HARYA CANDRASA KOOSTANTO NR. 1074 PROJECT OFFICER

Kesan dari keseluruhan acara ini buat gw adalah seru ketika kerja bareng sama anak-anak baru. Garagara kerja bareng kayak gini gw jadi makin kenal juga kan. Sebelumnya gak pernah kepikiran juga dengan duit segitu ternyata bisa senengseneng sampe ke Lombok. Panitianya juga kooperatif dan asik buat diajak kerjasama, mereka serius tapi tetap fun walaupun awal-awalnya agak berantakan. Perencanaan udah cukup matang dari kepanitiaan yang gak nyampe 2 bulan dengan 5 kali rapat pleno yang sangat serius. Meskipun yang namanya miss pasti ada aja lah ya. Tapi overall sih jempol lah buat panitia yang mau bantu kegiatan ini. KAPA! KAPA! KAPA!

11

A

C

K

P

A

C

K

I

N

G

Kami juga sempat mampir di Pasar Cakra di daerah Mataram. Sayangnya di pasar ini tidak dijual barang-barang khas Lombok. Namun pemandangan sepanjang jalan seperti bangunan-bangunan yang mayoritas bergaya khas Suku Sasak sangatlah menghibur kami. Namun, ada sedikit insiden di Pelabuhan Lembar. Percaloan tiket kapal di sini sangat ekstrim dan memaksa. Adu urat sempat terjadi antara kami dan calo-calo tersebut yang Josua namakan â&#x20AC;&#x153;zombieâ&#x20AC;?.

dijelasin deh bagusnya Pantai Suluban! Selepas dari pantai kami menuju uluwatu. Uluwatu adalah tebing dengan Pura di puncaknya dan dihuni oleh banyak monyet. Malam harinya, kami ke Denpasar untuk mengembalikan mobil sewaan. Setelahnya kami bergegas ke pelabuhan untuk menyebrang ke pulau Jawa.

27/01/2011 : BALI !

Sesampainya di Banyuwangi kami langsung menuju Stasiun Banyuwangi Baru dengan berjalan kaki.Saat tiba di stasiun, ternyata stasiunnya sudah tutup jadi kami harus ngemper didepan stasiun bersama para backpacker lainnya. Waktunya memang agak tanggung untuk mencari penginapan karena kereta akan tiba jam lima pagi di stasiun ini.

Pagi harinya, kami terbangun di salah satu penginapan di Bali setelah beristirahat setelah ketibaan kami dini harinya. Hari itu kami pergi ke Pasar Sukawati untuk membeli cinderamata khas Bali. Dibutuhkan kemampuan menawar yang sadis memang di sini, menawar setengah harga saja masih suka bikin sakit hati. Dari Sukawati kami ke terminal Ubud. Belum sampai terminal, kami dioper oleh preman yang kami temui di Padang Bai. !Akhirnya kami memutuskan untuk berkeliling di sekitar Kuta. Malam harinya kami bermalam di Dharmadi, Denpasar.

29/01/2011 : Tidur dipinggir stasiun ini baru backpacking !!

Seharusnya kereta ini sampai ke Stasiun Gubeng jam 12 siang. Tapi yah begitulah, kereta terlambat dan tiba jam 3 sore sehingga kami tertinggal kereta GBMS. Kami pun mengubah rencana untuk naik kereta menuju Stasiun Pasar Senen dari Stasiun Pasar Turi. 30/01/2011 : UI !!!!!!

28/01/2011 : Padang Suluban, Uluwatu!

Padang,

Pagi harinya kami bangun dan mulai beraktivitas. Rombongan kembali dibagi jadi dua, setiap kelompok menyewa satu avanza. Rombongan saya menuju Pencinta Alam Bhuana Giri dari Universitas Mahasaraswati, sedangkan kelompok kedua menuju Pantai Padang-Padang yang merupakan salah satu lokasi shooting â&#x20AC;&#x153;Eat, Pray, Loveâ&#x20AC;?. Kami sepakat untuk bertemu kembali di Pantai Suluban (Blue Point) yang merupakan surganya para surfer. Sumpah yah, ga bisa

Subuh ini kami sudah di Jakarta. Kami pun menaiki Patas menuju Depok. kami hampir dikenakan charge untuk barang bawaan kami yang memang tidak sedikit. Tak lama, pun tiba di jalan Margonda Raya. Wilayah yang sangat familiar untuk kami. Sayangnya tak ada bikun, jadi lanjut jalan deh... (Pedro Gelora/NR. 1122)

kamuka parwata fakultas teknik universitas indonesia

C

E

R

I

T

A

P

E

R

J

A

L

A

N

A

N

Musim Pengembaraan 2010 Divisi Gunung-Hutan Sindoro-Sumbing, Wonosobo, Jawa Tengah

Agustus 2010

Setelah menempuh satu semester yang padat, akhirnya Divisi Gunung Hutan KAPA FTUI dapat melaksanakan Musim Pengembaraan (MP) Gunung Hutan 2010 pada awal Agustus 2010 menuju Gunung Sindoro (3151 mdpl) dan Gunung Sumbing (3371 mdpl) yang terletak di daerah Wonosobo, Jawa Tengah. Anggota tim terdiri dari Tekad Utomo (K-278-10), Pandu (K-279-10), Gerry (K-280-10), Andrea Yusuf (K-281-10), Daniel (NR 1085), dan Fahri (NR 1081). Dalam MP kali ini tim tidak menggunakan jalur baru (membuka jalur), tetapi hanya menggunakan jalur umum yang sudah ada. Untuk tujuan awal, sesuai dengan perencanaan yang matang sebelumnya, tim memutuskan untuk mendaki Gunung Sumbing terlebih dahulu melalui desa Garung . Setelah mengurus perijinan dan berbincang-bincang dengan warga sekitar, dimulailah pendakian pertama ini. Pada awal perjalanan, ditemui perkebunan tembakau yang sangat luas kemudian terdapat perbatasan antara perkebunan dan hutan pinus, sejauh ini kondisi tim masih sangat baik dan perjalanan diselingi canda tawa dan guyonan antar anggota. Setelah beberapa jam perjalanan melalui tanjakan berbatu dan berpasir yang curam ditambah sinar matahari yang sangat terik, perjalanan terasa cukup melelahkan dan beban pada pundak yang dibawa pun mulai terasa berat. Namun, tetap saja semangat tiap anggota tim tidak surut, pantang pulang sebelum gemilang, kata-kata yang tersimpan selama perjalanan ini. Akhirnya setelah 8 jam menempuh perjalanan yang cukup berat, tim sampai di watu kotak tempat perberhentian terakhir sebelum mencapai

puncak Sumbing dan membuat camp di tempat ini. Dari watu kotak dengan kondisi badan yang sudah segar dan semangat yang baru setelah beristirahat panjang, target menuju puncak Sumbing pun tercapai melalui padang edelweiss. Sungguh perjalanan yang sangat berkesan telah mencapai ketinggian 3371 mdpl di puncak Sumbing ini dengan kawah yang membentang di hadapan mata mebentang seluas 800 meter dan kedalaman 15 meter dan terlihat pula puncak Gunung Sindoro yang akan tim tuju setelah pendakian ini. Setelelah melakukan dokumentasi dan tidak lupa berdoa mengucapkan syukur, tim bersiap turun menuju basecamp Sumbing dan melanjutkan perjalanan menuju Desa Kledung, jalur awal pendakian Gunung Sindoro. Mencapai Desa Kledung, tim mencari logistik yang telah berkurang setelah pendakian sebelumnya untuk persiapan pendakian Gunung Sindoro. Hari telah menjelang sore, tim memustuskan untuk melakukan pendakian pada esok hari dan beristirahat di basecamp Sindoro. Dengan logistik yang cukup dan disambut dengan hari yang cerah, tim memulai perjalanan dengan semangat. Kondisi jalur pun tidak terlalu berbeda dengan jalur pendakian Gunung Sumbing, dimulai dengan perkebunan, hutan pinus, dan jalur berbatu yang terjal. Namun, memang cuaca tidak bisa diprediksi. Langit cerah pada pagi hari berubah menjadi gelap dan menunjukkan keganasannya. Perjalanan yang diiringi hujan deras disertai angin kencang membuat perjalanan tim melambat . Sempat terpikir untuk tidak melanjutkan pendakian dan kembali ke basecamp

kamuka parwata fakultas teknik universitas indonesia

awal, tetapi dengan pertimbangan yang matang, pendakian pun tetap dilanjutkan hingga menunggu cuaca kembali bersahabat. Setelah cuaca telah kembali cerah, tim melanjutkan perjalanan menempuh padang savanna yang luas. Beberapa jam menempuh padang savanna dan edelweiss dengan kondisi yang mulai sedikit kelelahan, puncak Sindoro pun mulai terlihat dibalik kabut yang mulai menghilang. Semangat kembali bergelora dan tim mencapai puncak Sindoro (3151 mdpl) yang saat itu masih sedikit berkabut, puncak kedua dalam MP ini telah tercapai. Setelah itu tim kembali bersiap melakukan perjalanan pulang. Sepanjang perjalanan menuju ke basecamp Sindoro, tim kembali diguyur oleh hujan dengan kabut yang cukup tebal kembali muncul, sehingga tim harus berjalan lebih berhati-hati agar tidak terpeleset ataupun kehilangan arah, perjalanan turun pun menghabiskan waktu lebih dari tujuh jam mencapai basecamp Sindoro dan hari telah malam. Pada keesokan harinya tim bersiap kembali menuju sekretariat UNISI, pencinta alam Universitas Islam Indonesia di kota Yogyakarta dan disambut oleh tim divisi Orad KAPA FTUI yang telah selesai melakukan pengarungannya. Kemudian setelah beristirahat sejenak, kegiatan pun dilanjutkan dengan mengitari kota Yogyakarta dan mengunjungi pencinta alam di beberapa universitas lainnya. (Andrea Yusuf/ K-281-10)

8


B

A

C

K

P

A

C

K

I

N

G

B

A

C

K

P

A

C

K

I

N

G

Nature Adventure with KAPA 22 Januari 2011-30 Januari 2011 24/01/2010 : BE RIGHT BACK BALI !

Saya di Stasiun Gubeng, Surabaya

22/01/2010 : The journey begins ! Setelah semua peserta berkumpul dan dilepas semua anggota KAPA FTUI yang saat itu bisa hadir, kami pun menuju Halte Teknik UI untuk pergi ke Stasiun UI mengunakan Bis Kuning. Sesampainya di stasiun kami pun langsung membeli tiket kereta ekonomi Bogor - Jakarta. Perjalanan ke stasiun kota memakan waktu satu jam lebih. Kami tiba di sana sekitar pk. 11. 00 WIB dan segera mencari spot untuk dudukduduk sambil menunggu kereta menuju Stasiun Gubeng, Surabaya. Jam 12.10 kereta GBMS memulai perjalanan panjangnya yang diestimasikan memakan waktu 17 jam,kereta GBMS adalah kereta ekonomi dengan tujuan Jakarta Surabaya. Perjalanan di kereta tidak terlalu terasa karena kami sangat menikmati perjalanan jauh itu bersama teman-teman. Oh iya, perlu diperhatikan kalau menggunakan kereta ini memang harus ekstra hati-hati. Banyak sekali copet yang berkeliaran, piket untuk saling mengawasi barang perlu dilakukan untuk keamanan bersama.

Snorkeling di Gili Trawangan

23/01/2010 : Selamat pagi Surabaya ! Jam 5 pagi kami pun menginjakan kaki kami di Surabaya tepatnya di stasiun Gubeng, disana kami pun menyempatkan diri untuk berfoto, mandi dan ngeces handphone (tulisan di warungnya gitu, hehe). Setelah semuanya beres kami pun keluar dari stasiun untuk mencari sarapan. Baru saja selangkah di luar stasiun, kami dikerubungin oleh tukang angkot dan tukang becak yang menawarkan tumpangan. Caranya bisa dibilang agak ekstrim. Setelah sarapan kami ingin mengunjungi museum kapal selam dan silaturahmi dengan wapala UNAIR, tapi kami harus sudah sampai distasiun lagi jam 12 karena kereta berikutnya berangkat jam 2.10. Akhirnya kami memutuskan untuk membagi rombongan menjadi dua rombongan. Yang satunya menuju ke museum dan satu lagi pergi menuju UNAIR. Beberapa jam kemudian kami kembali berkumpul di stasiun untuk menunggu kereta menuju Banyuwangi. Ketika kereta yang ditunggu datang kami pun

kamuka parwata fakultas teknik universitas indonesia

Bendera Kapa di Uluwatu

langsung naik, tapi ternyata kereta sudah cukup penuh. Hal ini terjadi karena kereta ini mulai dijalankan dari Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta. Malamnya kami sampai di Banyuwangi dan jalan kaki menuju pelabuhan Banyuwangi untuk melanjutkan perjalanan ke Bali. Oh iya, sekedar informasi saja, saya membeli nasi pecel yang terletak di persimpangan jalan menuju Pelabuhan Banyuwangi. Ternyata rasanya enak sekali, padahal harganya kalau tidak salah sekitar tujuh ribu rupiah saja. Inilah yang selalu saya suka dari perjalanan di Indonesia, makanannya relatif enak di manapun itu. Perjalanan menyebrang ke Bali memakan waktu sekitar 45 menit. Untunglah kami tidak lama menunggu ferry. Setelah kami membeli tiket dan menaiki kapal, kapal pun dengan segera berangkat. Kapal ferry tersebut cukup nyaman untuk ditumpangii. Meskipun katanya, di dalamnya terdapat banyak preman yang membuat siapapun jangan pergi ke manapun sendirian.

9

Tengah malam kapal merapat. Kami pun menginjakan kaki di atas Bali dengan setengah ngantuk setengah gembira! Setelah itu kami langsung mencari sarana transport menuju Padang Bai. Ternyata di pelabuhan Bali ada pos pemeriksaan KTP, di sana siapa yang tidak dapat menunjukan KTP disuruh pulang! Dan ternyata di antara kami ada 4 yang tidak membawa KTP (oknum I, oknum B, oknum T, dan satu lagi saya lupa). Untungnya kami membawa surat jalan dan bersikap sopan. jadinya mereka gagal dipaketkan kembali ke Depok. Setelah urusan KTP selesai kami pun melanjutkan perjalanan menuju Padang Bai mengunakan Bis. Sebenarnya perjalan Gilimanuk Padang Bai hanya memakan waktu 4 jam, tapi ternyata Bisnya banyak ngetem seperti angkot di Jakarta. Akhirnya kami sampai dipelabuhan padang bai jam 10 pagi disana kami pun membeli tiket ferry untuk menyebrang ke Lombok. Sesampainya kami di pelabuhan Ketapang kami menyewa 2 bemo (semacam angkot dilombok) untuk menuju kediaman Kang Aziz, Kang Aziz merupakan sahabat baik dari tantenya Tania, salah satu teman saya. Kang Aziz tinggal di Batu Lembar. Kang Aziz mengizinkan kami untuk tinggal di tempatnya dan memberikan nomor Kang Wayan yang bisa dihubungi di Gili Trawangan. Setelah mandi dan beristirahat , kami menuju Bukit Malimbu. Kalii ini kami hanya menyewa 1 bemo saja. Pemandangan di sana bagus sekali. Banyak sapi cokelat khas Lombok serta monyet-monyet. Sayangnya â&#x20AC;&#x153;sunsetnya kurang sempurnaâ&#x20AC;? dikarenakan cuaca yang agak mendung. Namun senja di

10

Bukit Malimbu tetap pemandangan yang indah.

menjadi terumbu karang di sini tampak putih pucat. Kemungkinan besar karena penangkapan ikan dengan bom. Tempat 25/01/2011 : Gili Trawangan ! kedua adalah Gili Mano. Di sini kondisi terumbu karang relatif lebih baik . â&#x20AC;&#x153;Save Setelah bangun pagi kami pun the best for the lastâ&#x20AC;? tampaknya sesuai packing barang-barang dan bergegas dengan snorkeling ini, tempat terakhir menuju Gili Trawangan. Sebelumnya yang kami kunjungi adalah Gili Air kami berpamitan dengan Kang Aziz yang terumbu karangnya sangat indah. yang sangat baik membantu kami dan Bahkan kapal nelayan tidak boleh memberikan kami tempat untung menurunkan jangkar di sini. menginap. Dari kediaman Kang Aziz, Setelah puas snorkeling kami kami menyewa dua buah bemo untuk kembali kepenginapan dan mandi. sampai ke Pelabuhan Bangsal. Beberapa Eksplorasi pulau adalah kegiatan meter sebelum Pelabuhan Bangsal ada berikutnya di mana memang banyak peraturan penumpang harus turun dan tempat yangbisa dikunjungi di sini naik CIDOMO (cikar domo motor) agar seperti penangkaran penyu atau galerimenaikan taraf hidup penduduk galeri tradisional khas Lombok. setempat. Akan tetapi, karena kami Di malam harinya, kami membawa carrier yang besar-besar, berkumpul untuk mereview kegiatan kami diizinkan untuk tetap menaiki kami seharian. Setelah itu, kami pun bemo dengan catatan kami tetap kembali menjelajahi Gili Trawangan membayar uang ke CIDOMO. yang tampak ramai selama 24 jam. Setibanya di pelabuhan, kami menunggu di tepi kapal untuk menuju 26/01/2011 : Bye Bye Gili Trawangan! Gili Trawangan. Meskipun pelabuhan ini tampak tidak terawat, sistem Akhirnya kami harus transportasinya cukup baik dan meninggalkan Gili Trawangan yang membuat nyaman saya dan penumpang sangat indah untuk bertolak ke Bali. lainnya. Jalur yang kami tempuh sama seperti Sesampainya di Gili Trawangan sebelumnya. Namun yang menarik, kami tidak langsung beristirahat. Kami kami berhenti di tengah jalan untuk langsung mencari tempat menginap dan mencicipi minuman tradisional Lombok operator snorkeling. Atas bantuan Kang yang terbuat dari aren. Entah apa wayan, kami mendapatkan sebuah namanya, yang jelas aromanya memang penginapan yang cukup nyaman agak aneh. Hanya saja saya sangat dengan gazebo besar di luarnya yang menyukai rasanya. bisa menjadi tempat kami berkumpul. Setelah maneruh barang bawaan kami, kami pun segera menuju dermaga untuk menaiki perahu dengan glass bottom boat(kaca dibagian bawa perahu sehingga bisa melihat kehindahan dibawa air ). Tujuan pertama snorkeling kami adalah daerah yang masih berada di sekitar Gili Trawangan. Sayangnya, kamuka parwata fakultas teknik universitas indonesia


Majalah Gita Pertala Sepenggal cerita, menuju cita-cita