Page 1

Edisi 35 I Thn. 2 I 2013

Sadis Dua Balita

‘Dilinggis’ Perampok

Sensasi Seks

Pemandu

Karoke Kendari

Perjalanan Karier Evan Dimas

Sejak Usia 4 Tahun

Bercita-cita

Membela

Merah Putih

Perang Gaib Ratu ‘Santet’ Atut

Acak-acak KPK

Wafat Usai Bercinta Dengan Arwah

Kekasih

Kisah Malala

Jadi Target Mati Taliban

1


2

Edisi 35 I Thn. 2 I 2013

Sensasi

Para pemandu karaoke di warung remangremang Kendari Beach.

Seks Pemandu

Karoke

Kendari Short Time

Rp 400 Ribu Gebyar kehidupan malam, di kafe, diskotek, klub, karaoke, dan tempattempat hiburan lain, memang telah menjadi semacam menu sajian hiburan di kota-kota besar, bukan hanya di Jakarta, Bandung, Surabaya dan lain sebagainya, tetapi kehidupan seperti ini juga terjadi di kota Kendari.

Rina salah satu pemandu karaoke yang bisa diajak cek ini ke hotel.

Di tempat-tempat seperti ini di sajikan beragam menu hiburan yang bisa menarik minat setiap orang. Budaya gebyar malam ini selalu dicari oleh sekelompok orang untuk sekedar sebuah kepuasan pribadi, atau mencoba mencari oase pembebasan dari belenggu aktivitas rutin sehari-hari. Ia telah menjadi semacam magnet untuk menarik siapa saja yang ada di sekelilingnya. Ujungujungnya, tak jauh dari seks dan uang. Secara kasat mata, kita bisa melihat betapa menu hiburan di dunia malam Kendari ini demikian menarik. Namun, yang terjadi selalu saja pemujaan terhadap kepuasan dan kenikmatan hidup yang cenderung mengarah pada kehidupan bebas. Ada panti pijat, lokalisasi terselubung, dan ada pula orderan seks yang bisa dihubungi via telepon, yang sebagian di awali oleh kebebasan hunian seperti kamar kontrakan, di mana pria dan wanita bercampur jadi satu dan ada tempat tongkrongan mudamudi dan lain sebagainya. Satu contoh di pantai Kendari beacs yang sudah berubah fungsi dari kawasan wisata menjadi kawasan hiburan malam, dimana anak-anak remaja begitu leluasa menikmati kehidupan mereka dengan bercengkerama bebas di pinggir pantai. Keramaian lalu lintas kendaraan yang lewat sudah tidak di pedulikan lagi. Memang, setiap harinya menu yang disajikan di tempat-tempat hiburan malam di kota Kendari tidak pernah berubah seperti layaknya di kota-kota besar yang setiap hari berganti. Di tempat-tempat hiburan malam, hanya disajikan berbagai merek minuman keras lengkap dengan pelayan-pelayan cantik yang siap menemani semampu kita. Tapi, sesungguhnya tak satu pun yang mampu memberikan rasa kedalaman dalam diri, karena semua ujungnya adalah uang. Rayuan, kemanjaan yang diperlihatkan perempuan-perempuan cantik di tempat

hiburan malam hanyalah bagian dari mekanisme pasar yang digerakkan oleh logika ekonomi. Dengan kebebasannya, manusia memang bisa saja memperoleh gairah untuk menjalani hidup. Namun, bila semua tabu dan norma telah dilucuti, tentu amat sulit untuk membangkitkan kegairahan dalam menghayati kehidupan. Fakta tentang kehidupan bebas di keremangan Kendari kini kian memprihatinkan, apalagi sebagian orang ternyata lebih suka memanjakan kenikmatan hidup dalam kehidupan malam, ketimbang merefleksikan kehidupan secara mendalam. Mereka lebih suka gaya dari pada makna. Dari sedikit kota-kota yang pernah saya jelajahi, barangkali hanya di Kota Kendari dan Ternate, yang menyajikan karaoke di dalam tenda seperti pedagang kaki lima. Jika berkunjung ke Ternate, maka pemandangan karaoke tenda itu bisa kita temukan di Jalan Boulevard, maka di Kendari, bisa ditemukan di Kendari Beach. Dari segi jumlah, karaoke tenda di Kendari masih jauh lebih banyak dibanding yang ada di Ternate. Di Jakarta, Makassar, dan beberapa kota besar lainnya, karaoke adalah aktivitas yang dilakukan dalam gedung yang eksklusif dan dikelola sebagai bisnis hiburan yang cukup menguntungkan. Namanya juga keren-keren, misalnya Rumah Bernyanyi, Happy Puff, Naff, atau nama lain yang menghindarkan kesan negatif. Segmentasi rumah karaoke seperti ini adalah semua anggota keluarga, mulai dari ayah, ibu hingga anak-anak. Jika berkunjung ke rumah karaoke seperti ini, kita bisa menemukan berbagai lapisan usia di situ. Malam itu mobil yang membawa kami menyusuri Kendari Beach mulai mengurangi kecepatan. Namun, kami tidak bermaksud menepi di depan deretan warung remangremang itu.


Edisi 35 I Thn. 2 I 2013 “Mampir Mas…,” ucap seorang perempuan yang duduk menyilangkan pahanya, terlihat terang di tengah temaram malam. Kami hanya tersenyum satu sama lain. Mobil terus melaju pelan, seolaholah kami sedang memilih tempat untuk singgah. “Mampir dulu Bos, mau kopi atau susu…?” kali ini seorang perempuan dengan tanktop hitam menyapa. Nyatanya malam itu, seperti malammalam lainnya, kami tidak turun dan singgah di tempat itu. Deretan warung remang-remang itu terletak di ujung bagian utara Kendari Beach, yang memang dikenal dengan banyaknya perempuanperempuan seronok nongkrong di depan warung. Mereka berdandan menor dan berpakaian minim untuk menarik laki-laki hidung belang mampir. Untungnya hidung saya tidak belang. Konon, warung-warung di kawasan itu juga menjual minuman keras (miras) dan tentu saja terbuka untuk transaksi seks. Berbeda dengan deretan kafekafe di deretan sebelah selatan jalan di sepanjang Kendari Beach. Mereka menjual suasana pinggir laut di malam hari untuk pengunjung yang beragam dan sejauh pengamatan saya tidak ada perempuan berdandan seronok yang berani mangkal di daerah ini. Beberapa kafe menyediakan karaoke di ruang terbuka dengan menampilkan layar lebar yang disorot dengan proyektor. Pengunjung biasanya hanya duduk-duduk sambil menikmati pengunjung lain yang menyanyi. Kawasan Kendari Beach memang dikembangkan oleh Pemkot Kendari sebagai destinasi kuliner. Menu khas seperti pisang epek dan minuman sarabba mudah kita dapatkan di kafe-kafe tenda. Namun, kehadiran warung remangremang yang tidak jauh dari kawasan kuliner ini rupanya mulai mengganggu citra Kendari Beach. Rencana untuk menertibkan kawasan ini dari miras dan PSK kembali dilontarkan Pemkot Kendari, seperti yang diberitakan oleh sebuah harian lokal Kendari. Satpol PP dan kepolisian siap diterjunkan demi membersihkan Kendari Beach dari kegiatan negatif. Pertanyaannya adalah, bukankah penertiban sudah pernah dilakukan? Kok miras dan PSK masih banyak? Sekarang, jika penertiban diwacanakan lagi lewat koran, bisa-bisa target penertiban bakalan tiarap duluan. Inilah sebuah rencana yang khas birokrasi kita. Pemerintah setempat tidak memiliki solusi tepat untuk menjadikan Kendari Beach sebagai

3

Suasana depan warung remang - remang Kendari Beach.

kawasan wisata yang bersih dari miras dan PSK. Kalau hanya penertiban yang “begitu-begitu” lagi, nanti juga bakalan balik lagi. Ah, lewat lagi ah… Namun di Kendari, jangan berharap akan menemukan cewek karaoke seperti itu. Di sini, karaoke identik dengan sebuah rumah atau gedung yang di dalamnya ada kamar yang remangremang, kemudian ada televisi yang menayangkan video klip dan ada seseorang yang bernyanyi, walau dengan suara yang fals dan asal-asalan. Karaoke juga identik dengan minuman bir, pekatnya asap rokok, serta musik yang berdentam-dentam. Di sini juga ada cewek dengan celana pendek atau rok mini –yang menampakkan kakinya yang putih seksi dan setiap saat bisa dijamah. Tahu sendirilah, cewek Kendari tersohor cantik-cantik dan berkulit bersih. Biasanya, tempat karaoke seperti yang saya gambarkan di atas, tarifnya agak mahal. Kita mesti mengeluarkan uang sebesar Rp 45.000 untuk sebotol bir, Rp 50.000 untuk tarif cewek yang menemani. Itu belum termasuk tip yang kita berikan. Menurut seorang kawan yang saban malam ke tempat karaoke, ia bisa habiskan uang sampai Rp 500.000 dalam semalam. “Kalau saya sih, cuma minum sebotol bir udah mau mabuk. Tapi cewek yang saya temani, minumnya kayak minum air. Dalam sejam bisa habis empat botol bir,“ kata teman itu dengan bersungut-sungut. Berapapun yang diminum si cewek, semuanya harus anda bayar. Nah, mahalnya tarif memasuki tem-

Gerombolan gadis pemandu plus pemuas sahwat.

pat karaoke, menimbulkan inspirasi untuk lahirnya karaoke tenda. Tarifnya tidak semahal memasuki kafe karaoke, namun soal rasa, tentunya sama saja. Tempatnya tidak keren sebab hanya sepetak dan berdekatan dengan penjual makanan. Namanya juga kaki lima, anda mesti setiap saat waspada, kalau-kalau ada kolega atau keluarga yang menyaksikan anda di situ. Sebab pembatasnya hanya berupa kain bekas spanduk yang hanya selebar satu meter. Kalau anda duduk di situ, kaki anda akan nampak dari luar. Saat berkunjung ke Kendari, saya melihat di depan karaoke tenda itu, menunggu beberapa orang cewek dengan riasan yang agak menor dengan pakaian yang menampakkan keseksiannya. Saat melongkok ke karaoke itu, seorang cewek agak lama memperhatikan saya, kemudian datang. Fisiknya mengingatkan saya pada artis Sandra Dewi. Tinggi, putih, hidung mancung, dan mata sipit. Celananya super pendek hingga paha putihnya menyembul. Saya menahan napas. “Hallo,” sapanya. “Hallo juga,” “Ingin masuk ke dalam dan mencoba barang satu atau dua lagu?” tanyanya lagi. “Tidak. Saya cuma mau lihat-lihat saja,“ “Punya rokok?” “Kebetulan, saya ada satu bungkus,” Saya lalu mengeluarkan rokok Sampoerna Mild, kemudian menyodorkannya.

Ia mengambil tiga batang. Dua batang rokok dimasukkan dalam tasnya, sedang satu lagi langsung dibakarnya di situ. Ia menghembuskan asapnya langsung ke wajah saya. Saya agak terbatuk. Ia lalu tersenyum. Manis sekali. Saya memandang ke sekeliling. Saya melihat karaoke tenda ini agak ramai juga dengan pengunjung. Dugaan saya, mereka sudah punya pelanggan tetap yakni mereka yang mencari hiburan yang murah-meriah. Di depan karaoke tenda itu, berjajar begitu banyak motor dari para pria yang mencari hiburan di situ. Di satu sudut yang agak remang-remang, dua orang sedang duduk berdempetan dan berpelukan. Mereka berciuman, dan tak peduli dengan pandangan saya yang tak lepas dari adegan itu. “Sudah lama kerja di sini?” tanyaku “Sekitar tiga bulan,” jawabnya dengan logat Kendari yang khas. “Senang yaa?“ “Siapa sih yang senang kerja di tempat seperti ini,“ “Tapi kan penghasilannya lumayan,“ jawabku sok tahu. “Ah siapa bilang. Di sini penghasilannya tidak tentu. Tergantung kalau lagi banyak pria yang mau booking. Kalau hanya dari karaoke, tidak seberapa,“ katanya. “Mbak cantik. Pasti banyak yang mau,“ kataku “Tidak juga kok. Buktinya, malam ini saya nganggur. Padahal, tarif saya tidak seberapa mahal.,“ “Kalau saya booking mbak, bayar berapa?“ “Yah, sesuai standar booking cewek di Kendari,” “Berapa?” “Standarnya Rp 400 ribu untuk short time,” katanya sambil menghembuskan asap rokok ke wajahku. What?!! Rp 400 ribu untuk short time. Itu jauh kebih tinggi dari kerjaan saya sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Enak betul dia sebab kerjanya hanya ngangkang dan setelah itu terima uang. Sementara saya harus ‘menjilat’, memanipulasi laporan keuangan, dan menyetor ke atasan. Saya termangu. Nampaknya ia paham kegalauan ini. Ia menatapku lurus, lalu menunduk, dan menyisir rambutnya dengan tangan. Saya bisa melihat leher yang jenjang dan agak putih itu dengan sedikit keringat di pori-pori kulitnya. Wajahnya benar-benar manis. Saya bimbang. Uang di kantong saya sebanyak Rp 1 juta. Apakah saya harus mem-bookingnya semalam? Tiba-tiba, ia menyilangkan kakinya. Paha putihnya nampak anggun. Duh.. kok begitu sulit saya menelan ludah ini?@


4

Edisi 35 I Thn. 2 I 2013

Sewa Pembunuh Bayaran

Istri Pejabat BPK Digorok Usai Bunuh Korbannya Pelaku Langsung Bunuh Diri

Korban Holly Angela Hayu semasa hidup.

Status Holly Angela Hayu Winanti sebagai istri pejabat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diduga bisa menjadi alasan utama terbunuhnya Holly. Saat ini, polisi tengah menelusuri siapa yang paling sakit hati sehingga menyewa pembunuh bayaran.

W

arga di Apartemen Kalibata City digemparkan dengan peristiwa dugaan bunuh diri. Seorang pria tiba-tiba saja menjatuhkan diri dari menara Ebony dan tewas seketika. Salah seorang saksi mata yang enggan menyebutkan identitasnya menuturkan, pria itu menjatuhkan diri pada pukul 23.00 WIB. Penjaga kedai masakan Manado Dapa Inga tersebut mendengar suara seperti sebuah barang yang terjatuh. “Pas saya lihat sudah tergeletak pria, sudah berdarah,” katanya. Ketika itu, warga Kalibata City masih ramai berada di area taman tempat terjatuhnya pria berusia sekitar 40 tahun itu. Warga sekitar, kata saksi itu, langsung terkejut dan berhamburan menghindari pria itu. Menurutnya, pria itu menggunakan sepatu kets, celana, dan kaus garis-garis berwarna biru. Aparat kepolisian sudah membuat garis polisi, sementara jenazah sudah ditutup dengan kertas koran. Puluhan warga masih berkerumum di lokasi kejadian. Sebuah kamar bernomor E 09 AT tampak masih disegel aparat kepolisian. Pria itu diduga mendarat sangat keras di pinggir taman tower Ebony yang berlantai batu, dan tewas seketika. Ketinggian lantai 9 dengan dasar taman tower Flamboyan sekitar 20 meter. Pria yang belum diketahui identitasnya itu mengenakan kaus warna coklat dengan celana jeans warna gelap. Di-

duga akibat benturan dengan bebatuan di lantai taman, pria ini terlihat mengalami luka parah pada wajah. Tampak pula bekas luka guratan di bagian perut kanan. Jenazah kini tengah dievakuasi menuju rumah sakit terdekat. Saksi lain bernama Adi yang tengah berada di taman menuturkan korban sempat terpental di lantai 4 tower Ebony sebelum akhirnya dengan keras jatuh di taman. Warga apartemen Kalibata City masih mengerumuni lokasi kejadian. Belum diketahui pasti motif dari aksi yang diduga adalah bunuh diri ini. Sementara apatar kepolisian menduga korban yang jatuh dari lantai 9 itu telah melakukan kekerasan terlihat dan seorang perempuan di kamar E 09 AT tersebut sebelum akhirnya melompat dari apartemen itu. Perempuan tersebut dikabarkan sekarat akibat lehernya digorok. “Korban ada dua. Satu korban lakilaki yang jatuh ke bawah, dan satu lagi perempuan yang dia gorok di kamar,” ujar Kapolsek Pancoran Komisaris I Nengah di lokasi kejadian. Setelah menggorok leher perempuan tersebut, lanjutnya, barulah diduga si lelaki menjatuhkan diri. Pria yang mengenakan kaus coklat dan bercelana jeans itu tewas seketika. Bagian hidung hancur, sementara pada bagian perut sebelah kanan terlihat luka guratan. Jasad lelaki tersebut hingga kini masih berada di tempat kejadian dan belum dievakuasi. Sementara, korban perempuan yang digorok pada bagian leher dalam kondisi kritis dan dilarikan

ke RS Tria Dipa. Pada bagian pintu kamar terdapat sedikit bercak darah. Sementara di bagian dalamnya, terlihat sejumlah perabotan yang berantakan dan lantainya penuh bercak darah sampai ke bagian jendela. “Lama sekali orang-orang di sini. Saya sudah dapat semuanya, tinggal identitasnya saja. Dua jam masih juga belum ada, pemiliknya siapa kami belum tahu,” ujar Kapolsek. “Kami sudah selesai olah TKP. Belum menemukan senjata tajam,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Novi Nurohmad, di lokasi kejadian, Selasa dini hari. Lelaki yang tewas di taman Ebony tersebut diduga melompat dari kamar tempat perempuan dengan luka gorok di leher ditemukan, yakni di kamar E 09 AT. Korban Bergerak 25 Menit Pada pintu kamar tersebut terlihat sidik jari bernoda darah. Di pintu kamar itu terdapat sedikit sidik jari bernoda darah. Kini perempuan itu sudah dilarikan ke RS Tria Dipa. Menurut Novi, saat ini polisi masih terus memastikan identitas kedua korban serta hubungan di antara keduanya. Dari manajemen Kalibata City, kata Novi, diketahui kamar tersebut dimiliki oleh Holly Angela Wahyu. “Bisa jadi Holly itu korban perempuannya, tapi kami belum bisa pastikan,” ucap Novi. Selain melakukan olah TKP, polisi

Holly saat pertama kali menerima pertolongan di RSCM.

Pengakuan Tamara Teman Korban

Suami Holly Ada di Australia

Jenazah Holly dishalati beberapa kerabat terdekat.

Suami Holly Angela Holly Wahyu saat itu berada di Australia. Teman Holly, Tamara, menceritakan bahwa saudaranya itu orang yang ramah. Dia kerap membawa teman ke unitnya di lantai 9. “Emang dia orangnya ramah, siapa aja dibawa masuk ke unitnya,” ujar Tamara, yang juga tinggal di Kalibata City, Jakarta Selatan. Tamara mengaku mengenal Holly selama 4,5 tahun. Hubungan mereka cukup dekat. Bahkan, Holly biasa mengenalkan teman-temannya kepadanya. Namun, Tamara mengaku belum mengenal korban pria yang jatuh dari lantai 9 tersebut. Dia mencurigai pria tersebut karena tidak memiliki tanda

juga sudah memintai keterangan saksi di lokasi kejadian. Saksi yang diminta keterangan antara lain dua orang petugas keamanan dan orang yang membawa korban perempuan ke rumah sakit. Disaksikan beberapa orang yang sedang duduk di taman. Saat tubuh itu jatuh, mereka kaget dan langsung menjauhi korban. “Biasanya kan di Taman Ebony ini dijadikan tempat kongkow sama warga, waktu korban jatuh disangka korban itu bom, warga di taman berlarian menjauhi korban,” ujar salah satu penghuni Tower Cendana yang tidak mau disebutkan namanya, di Kalibata City, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Menurutnya, korban masih bergerak setelah jatuh dari ketinggian. Setelah 25 menit kemudian, korban berhenti bergerak. Warga tidak ada yang berani memegang atau mendekati korban hingga polisi datang dan melintangkan police line. Heidy Amal, salah seorang penghuni Tower Ebony, mengatakan, dari apartemennya di lantai 3, dia juga mendengar suara keras. Kemudian, ia melihat ke luar dari balkon. Dia kaget melihat ada seorang pria bercelana panjang dan bersepatu biru dalam posisi telentang. Pria tersebut masih sempat menggerakkan tangannya. Dua pria yang diduga terkait pembunuhan Holly, Sur dan Lan (keduanya nama samaran), telah ditangkap. Namun, ada pelaku lainnya yang masih berkeliaran dan diincar oleh polisi. Karena alasan itu, Direktur Kombes Slamet Riyanto belum mau menjelaskan dugaan motif pembunuhan sadis yang diduga dilakukan kelompok pembunuh bayaran. “Soal itu nantilah, setelah kita ungkap semua. Masih ada yang belum ditangkap,” kata Slamet. Slamet menjelaskan, pemeriksaan terhadap Sur dan Lan masih dilakukan secara intensif. Penyidik masih mencari tahu kejadian pembunuhan yang terjadi di lantai sembilan Tower Ebony Apartemen Kalibata City. Penangkapan Sur dan Lan dilakukan pada hari yang berbeda. Sur dibekuk di rumahnya di Karawang, Jawa Barat. Sedangkan tersangka Lan dibekuk di tempat tinggalnya di Perumahan Griya Laras, Bojong Gede, Depok, keesokan harinya. Polisi sempat menduga pria yang akhirnya diketahui sebagai El Rizki Yudhistira itu menganiaya Holly hingga

pengenal. Setahu Tamara, suami Holly yang ada di Australia akan datang. Kemungkinan untuk menjemput Holly untuk tinggal di “Negeri Kanguru” tersebut. Holly juga memiliki seorang anak yang sudah dewasa. Namun, anaknya itu tidak tinggal bersamanya. Unit yang ditinggali Holly kini sudah dipasang police line. Masih mengupayakan mendapat rekaman CCTV dari pengelola gedung. Polisi juga belum mengetahui motif penggorokan dan loncatnya yang belum diketahui identitasnya itu dari lantai 9 tersebut. Hubungan antara keduanya juga masih diselidiki.@


Edisi 35 I Thn. 2 I 2013 tewas. Namun, dengan tertangkapnya Sur dan Lan, polisi masih mendalami apa yang sesungguhnya terjadi di unit apartemen milik Holly. Salah seorang pelaku yang terlibat pembunuhan Holly, AL alias Lan (58), diketahui sebagai debt collector atau penagih utang. Hal itu disampaikan tetangganya di Perumahan Telaga Laras Asri, Bojong Gede, Bogor. Kepada salah satu media terbesar di jakarta, warga yang tidak mau disebutkan namanya itu menuturkan, Lan baru menempati rumah tersebut sekitar enam bulan yang lalu. Selama mengontrak, Lan tak pernah bersosialisasi. “Orangnya tertutup. Jarang bergaul. Katanya sih debt collector. Mungkin karena pekerjaannya, dia jarang bergaul,” katanya. Warga tersebut menyatakan bahwa para tetangga tidak ada yang tahu polisi menangkap Lan pada Rabu dini hari. Rumah Lan merupakan rumah sederhana, tipe 36/72. Rumahnya bercat pink dan banyak pohon di halaman rumahnya. Tak ada orang di rumah tersebut saat dikunjungi. Berdasarkan informasi, penangkapan Lan hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit. Bagaimana polisi bisa menemukan dua pria teman Rizki tersebut? Ternyata hal itu berasal dari keterangan keluarga Rizki. Keterangan keluarga Rizki juga cocok dengan hasil rekaman CCTV di lobi Apartemen Kalibata City, yang merekam salah seorang dari pelaku yang dibekuk polisi. Menurut Kombes Rikwanto, keluarga menyebut Rizki sebagai freelance penagih utang. “Dari keterangan mengenai profesi El Rizki itu muncul dua nama, yang keduanya kemudian kami tangkap,” ucapnya. Otak Pembunuhan Orang Dekat Sejak tertangkapnya dua orang yang diduga pembunuh Holly memunculkan berbagai kemungkinan mengenai siapa otak pembunuhnya. Namun, dilihat dari keterlibatan pembunuh bayaran, tampaknya itu menunjuk ke arah bahwa otak pembunuhan adalah orang dekat. Dalam berbagai kasus pembunuhan serupa, pelakunya kerap orang dekat. Motif yang paling memungkinkan adalah karena sakit hati. Orang tersebut

5

Ibu Holly saat melihat jenazah anaknya tiba di Semarang dan dikerumuni kerabat dekat.

Yoyok, Adik Kandung Holly Holly Angela saat bersama suaminya.

merasa sakit hati yang tidak bisa dikendalikan sehingga untuk mengobatinya hanya satu, yaitu menghilangkan nyawa orang yang telah menyakitinya. Status Holly sebagai istri pejabat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diduga bisa menjadi alasan utama terbunuhnya Holly. Saat ini, polisi tengah menelusuri siapa yang paling sakit hati sehingga menyewa pembunuh bayaran. Dari informasi bahwa Holly tak punya hubungan bisnis dengan siapa pun, ini menimbulkan banyak pertanyaan mengapa yang bersangkutan tewas dalam kondisi seperti itu. Namun, ada catatan menarik, yakni Holly jelas-jelas punya banyak teman lelaki. Dari sini bisa ditarik kesimpulan ada potensi yang menumbuhkan benih-benih kecemburuan. Jika ini benar, maka otak pembunuhannya itu pasti orang yang berada di lingkaran percintaan Holly. Ada beberapa kemungkinan terkait terbunuhnya Holly. Kemungkinan pertama, pembunuhan Holly didalangi oleh orang yang sakit hati karena Holly telah menyakitinya, misalnya karena Holly merebut cinta orang yang disayanginya. Kemungkinan kedua adalah pria yang dekat dengan Holly karena Holly dianggap banyak mintanya, atau Holly memiliki rahasia orang tersebut sehingga dianggap bisa merepotkan orang itu. Kemungkinan ketiga, otak pembunuhnya adalah teman lelaki Holly yang sakit hati lantaran Holly menikah siri dengan pejabat BPK.

Jenazah Holly saat berada di kamar mayat RSCM.

“Menurut perkiraan saya, pembunuh Holly berasal dari mereka itu. Polisi tinggal meneliti dari beberapa kemungkinan tadi sehingga misteri pembunuhan ini bisa terungkap. Ada banyak cara untuk mendapatkan pembunuhan bayaran dan ternyata bayarannya tidak besar. Saya pernah menemukan suatu kasus di Tangerang.” Seorang pembunuh bayaran hanya dibayar Rp1 juta. Namun, saat itu, ternyata pembunuhnya memang orang dekat dengan sang otak pembunuh dan tak suka penyuruhnya itu terus disiksa. Waktu itu kasusnya istri jadi otak pembunuh suami. Pembunuhnya ialah keluarga juga yang tak senang melihat si istri dipukuli terus oleh suaminya. Kasusnya ketika itu ialah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Jenazah Holly Angela Wahyu, yang diduga korban pembunuhan itu, jenazahnya sudah dimasukkan ke dalam peti jenazah di ruang duka Cempaka, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Sejumlah kerabat terlihat Hadir, bahkan tampak pula putri Holly, Caca, yang tiba dari Salatiga. Caca terlihat begitu tegar saat mendampingi jasad sang ibu. Hanya saja, Caca enggan berkomentar dan selalu menghindar saat ditanya wartawan. Berdasarkan informasi, dari salah seorang petugas administrasi kamar duka yang enggan disebutkan namanya, jenazah Holly akan dibawa pihak kerabat dari RSCM pada pukul 23.00 WIB menuju Semarang, Jawa Tengah. Menurut rencana, Holly akan dimakamkan di kampung Holly lamannya, di Salatiga. “Rencana dimakamkan di Salatiga, nunggu suaminya datang,” ujar Inal (21), adik angkat Holly, saat ditemui di RSCM. Menurut Inal, dalam kesehariannya, Holly dikenal sebagai ibu rumah tangga dengan satu putri bernama Caca dari suami pertamanya. “Sekitar dua tahun, dia menikah lagi dan suaminya sekarang lagi dinas di Australia,” jelas Inal. Sejumlah kerabat terlihat masih menunggu di instalasi kamar jenazah Departemen Forensik FKUI, RSCM. Beberapa mereka enggan berkomentar saat ditanyai wartawan terkait kehidupan Holly.@

Firasat Ibunda dan Mangkuk Jatuh Tak ada satu pun keluarga yang menyangka bahwa Niken Hayu Winanti alias Holly Angela Hayu Winanti, tewas mengenaskan. Wanita kelahiran 11 April 1976 itu tewas penuh luka di sekujur tubuh. Bersamaan dengan kematian Holly, seorang pria tak dikenal juga tewas diduga bunuh diri melompat dari lantai 9 kamar Holly di Apartemen Kalibata City, Senin malam. Apakah ada firasat keluarga atas kematian Holly atau Niken? “Malam itu Ibu pegang mangkok, tapi mau jatuh seperti meloncat. Ibu bertanya-tanya ini firasat apa?” kata Yoyok, adik kandung Holly saat menyambut jenazah kakaknya di kediaman di Griya Manunggal Sejahtera, Desa Karang Tengah, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Tetapi ibunda Holly, Nastiti, dan keluarga tidak ada yang menduga firasat itu mengarah kepada Niken alias Holly. Rumah duka sudah dipenuhi para pelayat. Dari mulai kerabat hingga warga setempat. Begitu masuk ke rumah duka, peti jenazah langsung dibuka pihak keluarga untuk memastikan jasad yang diantar adalah Holly Angela. Kemudian peti ditutup kembali.@olkps

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto

Holly Bukan Korban Perampokan Kombes Rikwanto menuturkan, dugaan bahwa pelaku dalam pembunuhan Holly adalah pembunuh bayaran sangatlah mungkin. Jika perampokan, tidak ada barang Holly yang hilang. “Tidak ada barang Holly yang hilang dari kamar apartemennya,” kata Rikwanto di Mapolda Metro Jaya. Penyidik, kata Rikwanto, masih mendalami dugaan orang yang menyuruh S, L, dan El Rizki untuk membunuh Holly. Polisi juga masih menyelidiki peran tiap-tiap pelaku. Rikwanto menjelaskan, saat ditemukan jatuh dari

lantai sembilan Tower Ebony Apartemen Kalibata City, Senin (30/9/2013), jasad El Rizki tanpa identitas. Ada dugaan identitas sengaja diambil oleh S dan AL untuk mengaburkan jejak. Diduga kuat, jatuhnya El Rizki mengacaukan rencana yang sudah disusun oleh kelompok ini. Namun, sampai saat ini, belum diketahui penyebab jatuhnya El Rizki. Selain itu, dari hasil olah TKP dan hasil laboratorium forensik, jejak darah Holly yang tewas dengan kondisi leher terjerat melekat di tubuh pria asal

Lampung tersebut. Di dalam kamar sendiri, tak ada sidik jari dan jejak kaki orang lain, kecuali milik El Rizki. Rikwanto mengatakan akan ada “sesuatu” yang terungkap di balik kasus tersebut. Namun, dia tak merinci apa maksud dari kata “sesuatu” tersebut. Dia hanya mengatakan bahwa sejauh ini kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terhadap kasus ini. Masih banyak kemungkinan yang bisa terjadi. “Tunggu saja minggu ini, mungkin ada sesuatu yang terungkap,” pungkasnya.@


6

Edisi 35 I Thn. 2 I 2013

Perjalanan Karier Evan Dimas

Sejak Usia 4 Tahun

Bercita-cita Membela 5 Rekor Impresif

Evan Dimas

Bersama Timnas U-19 Gelandang Evan Dimas Darmono menjadi kunci kemenangan 3-2 Timnas Indonesia U-19 atas Korea Selatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu 12 Oktober 2013. Hattrick kapten Timnas U-19 itu mengantarkan tim Garuda Jaya lolos ke putaran final Piala Asia U-19 2014. Berikut ini adalah beberapa rekor impresif Evan bersama Timnas U-19 usai mengalahkan Korsel: 1. Evan menciptakan hattrick keduanya di pertandingan resmi bersama Timnas U-19 di 2013. Sebelumnya Evan mencetak hattrick ketika melawan Thailand pada babak grup Piala AFF U-19 2013 di Sidoarjo, 16 September 2013. 2. Evan menjadi top scorer tim di dua turnamen beruntun yang diikuti Timnas U-19. Setelah mencetak 5 gol di Piala AFF U-19 2013, gelandang 18 tahun itu mencetak 4 gol di Pra Piala Asia U-19 2014. 3. Sepanjang 2013, Timnas U-19 hanya kalah sekali jika Evan mencetak gol. Kekalahan itu terjadi ketika Indonesia ditekuk Vietnam 1-2 pada laga babak grup Piala AFF U-19 2013. 4. Catatan hasil Timnas U-19 di 2013 jika Evan mencetak gol adalah, 7 kali menang, 2 imbang dan 1 kali kalah. 5. Meski posisinya sebagai gelandang, Evan merupakan pemain Timnas U-19 tersubur sepanjang 2013. Pemain kelahiran itu sudah menciptakan 15 gol sepanjang 2013, 9 gol di pertandingan resmi, dan 6 gol lainnya di laga persahabatan.@

Merah Putih Kebiasaan sebelum bertanding, Evan Dimas selalu melakukan ritual khusus. Hal itu pula yang memberinya semangat untuk bermain apik di Timnas Garuda U-19.

N

ama Evan Dimas semakin melambung pasca kemenangan 3-2 Timnas Garuda U-19 atas Tim Korea Selatan di laga terakhir Kualifikasi Piala Asia U-19 2004. Pasalnya Evan Dimas yang menyandang ban kapten memborong tiga gol kemenangan Indonesia di laga penentuan tersebut. Aksi gemilang Evan Dimas Darmono berbuah kegembiraan dan haru bagi para pecinta sepakbola Indonesia. Salah satunya di desa asal kelahiran Evan di desa Ngemplak, Sambikerep, Surabaya Barat. Sejumlah warga memberikan selamat kepada kedua orang tua Evan, pasangan Condro Darmono dan Ana. “Selamat, selamat Evan pemain yang baik dan telah membawa harum nama sepakbola Indonesia,” ucap salah satu warga sambil mencium dan menyalami Ana, ibu Evan. Ana pun menyambut uluran tangan semua warga sambil terisak menyeka air mata di pipinya. Ana mengungkapkan bagaimana Evan dari kecil sudah senang bermain bola. Sejak masih berumur 4 tahun dia selalu minta dibelikan bola. Menginjak kelas dua sekolah dasar, lelaki anak pertama dari empat bersaudara pasangan Condro Darmono dan Ana itu lebih sering berada di tanah lapang dekat rumahnya. Menurut Ana, sejak kecil Evan punya cita-cita membela Merah Putih. Ibunya mengaku sempat meragukan mimpi putranya itu. Namun, keteguhan hati Evan mengantarnya untuk mewujudkan mimpi tersebut. “Sejak kecil dia itu selalu bermain di lapangan, dia memang senang bermain sepak bola,” kata Ana mengawali ceritanya. Maklum, sekitar kampung di pinggiran barat kota Surabaya itu masih banyak sawah dan tegalan tadah hujan. Itu memungkinkan Evan dan teman sebayanya memiliki banyak kesempatan bermain, uta-

manya sepak bola. Ke m u d i an, menginjak kelas empat, E v a n min t a dimasukkan sekolah sepak bola. Sebagai orang tua perempuan, awalnya ibunya sempat melarang. Ibu rumah tangga itu tak ingin anaknya ‘babak belur’ dan sering jatuh akibat bermain bola. “ Ta p i , k e m a u a n n y a yang keras, kami tak kuasa melarang,” aku Ana. Sejak itu Evan didaftarkan di SSB Sakti di Jalan Bogowonto, komplek TNI-AL di Surabaya. Di tengah rutinitas sebagai pelajar SDN Made I, Evan kecil kemudian hanyut dengan jadwal SSB. Disebutkan Ana, jadwal latihannya, Kamis sore jam 15.00 WIB, Sabtu dan hari Minggu pagi dimulai jam 06.00 WIB. Tak jarang Evan Dimas rela berangkat sendiri jika bapaknya yang bekerja sebagai Satpam di Komplek Perumahan Citra Raya sedang bertugas. Tidak ada sepeda motor yang dipakai untuk mengantar. Selain itu, Evan juga tergolong anak yang berani, sesekali diantar ibunya dengan naik sepeda angin (sepeda pancal-Jawa), kemudian dilanjutkan dengan naik bemo. “Anak itu (Evan), tatag (tidak punya rasa takut) meski berangkat sendiri. Saya hanya mengantar sampai di mulut gang, setelah itu dia naik bemo (angkot) ke Lapangan Sakti di Bogowonto,” cerita sang ibu.

Ibu Evan Dimas: Mana Mungkin Kamu Jadi Pemain Timnas Evan Dimas Darmono telah menjadi bintang baru sepakbola Indonesia bersama Timnas U-19. Namun, siapa sangka impian Evan untuk menjadi pemain Timnas sempat diragukan oleh ibunya sendiri, Ana. Nama Evan meroket dalam sebulan terakhir. Setelah mengantarkan Timnas menjuarai Piala AFF U-19 2013, gelandang kelahiran Surabaya itu membawa Tim Garuda Jaya lolos ke putaran final Piala Asia U-19 di Myanmar. Adalah hattrick Evan ketika mengalahkan Korea Selatan 3-2, Sabtu 12 Oktober 2013, yang memastikan

langkah Indonesia ke putaran final Piala Asia U-19 2014. Total, Evan mencetak empat gol di Pra Piala Asia U-19 2014. Ibu Evan, Ana mengaku bersyukur anaknya kini sudah mampu mewujudkan impiannya menjadi pemain Timnas. Pasalnya, Ana sempat meragukan impian gelandang kelahiran Surabaya itu untuk menjadi salah satu bintang Timnas. “Pas kecil Evan berkaca pakai sepatu dan baju sepakbola. Terus dia bilang, ‘Lihat nih bu, aku calon pemain Timnas kalau sudah besar

nanti’. Terus saya bilang ‘Tak mungkin kamu jadi pemain Timnas’,” ujar Ana dalam program Apa Kabar Indonesia Petang di tvOne. Ana mengaku bangga anaknya bisa meraih sukses bersama Timnas U-19. Namun, istri dari Condro Darmono itu meminta Evan untuk tidak berpuas diri. “Perasaan saya bangga dan terharu, karena cita-citanya saat ini tercapai. Tapi, Evan harus tetap berdoa dan berusaha. Mudah-mudahan apa yang dia inginkan bersama teman-temannya tercapai,” tegas Ana.@one

Restu kedua orangtua untuk Evan Dimas.


Edisi 35 I Thn. 2 I 2013

Evan Dimas (dilingkari) saat berlaga dalam ajang Kompetisi Liga Anak Jatim usia 10 tahun pada 2004 lalu.

Evan Dimas (dilingkari) saat diklat sepakbola di Surabaya pada tahun 2009.

Kurang lebih tiga tahun belajar di SSB Sakti Bogowonto, Evan yang saat itu kelas enam dan akan masuk SMP minta pindah ke SSB Mitra Surabaya, yang jaraknya lebih jauh. Tempat latihannya, di dekat Kampus Unesa. “Saat itu, dia sudah berumur 11 tahun, sekolahnya di Madrasah Tsanawiyah di Lakarsanti,” jelas Ana. Di tempat SSB yang baru, Evan makin mantap mendapatkan gemblengan teknik ber main sepak bola. Jadwal berlatihnya kamis, sabtu dan minggu. “Tempatnya di Lapangan Poral di Lidah Wetan, SSB Mitra Surabaya sampai sekarang,” kata Ana.

sebagai bapak angkat Evan. Ekonominya yang lebih mapan, Hari sering membantu memenuhi kebutuhan Evan. Prestasi lainnya terus diukir, Evan juga tercatat pernah menjuarai sepakbola remaja tingkat provinsi se Jatim, dengan mendapat juara pertama. Kemudian, di tahun 2010, kakak dari Tirsa Dian Maulana, Hanif Fathurrahman dan Faridah Noviana itu dinyatakan lolos seleksi PON tahun 2010. Itu berlanjut dengan mengikuti PON di Palembang tahun 2012. Kemudian lolos mengikuti tim U-19 yang diberangkatkan ke Spanyol untuk seleksi di Barcelona dan Hongkong. Disebutkan, saat tanding di Hongkong, tim yang di kawal Evan juga menang dengan predikat juara satu. Di tahun 2013, Evan kembali dinyatakan lolos seleksi dan masuk ke AFF untuk Tim Nasional Garuda. Arek Surabaya yang lahir dan besar di kampung pinggiran Kota Surabaya itu pun masuk TC dan mendapat pelatihan nonstop di Jogyakarta. “Masuk disitu (TC), dia tidak pulang selama dua bulan, saat lebaran juga tidak pulang. Dia hanya telepon kalau latihan terus selama dua bulan,” ujar ibunya. Mengiringi perjalanan anaknya Evan di sepak bola, Ana semakin rajin berdoa, dia minta apa yang diinginkan Evan diminta untuk diijabahi. “Sebagai orang tua saya senang dan saya terus berdoa, berharap karir Evan terus memuncak dan sekolahnya lancar sampai selesai. Karena itu akan membawa nama baik bangsa dan negara,” ujar Ana.

Ikut Sejumlah Turnamen Pr e s t a s i n y a mulai terlihat. Saat itulah, lanjut Ana, anak pertamanya itu mulai sibuk bermain sepak bola sampai keluar pulau. Kepiawaiannya di lapangan hijau mulai diperhitungkan. Terbukti, saat itu Evan kerap di ikut sejumlah kompetisi. Baik antar kabupaten kota se-Jawa Timur juga tak jarang mengikuti turnamen mewakili Provinsi Jatim yang digelar sejumlah kota di luar Jawa. “Banyak sekali turnamen yang kemudian diikuti. Seperti turnamen yang diadakan oleh Mitco, di tahun 2009. Kemudian, turnamen antar klub se-Jatim, dan kelompoknya mendapat juara satu,” ungkap paman Evan, Hari. Hari dikenal

Tidak Ada Firasat Ana bercerita, anak pertamanya Evan lahir di hari Senin, malam tepat di jam 24.00 WIB, tanggal 13 Maret 1995. “Saya ndak merasa ada firasat apa-apa kalau saat ini Evan menjadi pemain sepakbola yang dikenal seluruh Indonesia,” ucap Ana. Ana menceritakan Evan lahir di rumah, tidak di kamar bersalin atau di rumah sakit. “Janin Evan “kebrojolan” (lahir sendiri) di rumah tanpa pertolongan bidan. Saat itu suami saya sedang kerja, ibu saya yang kemudian memotong tali pusar,” urai Ana. Evan kecil lahir dengan berat 2 kilogram lebih 6 ons. Ditanya pernah ngidam apa saat mengandung Evan, Ana menyebut sangat menyukai makan kepiting. Hampir setiap saat, makan selalu minta lauk kepiting. Soal sekolah Evan Dimas, dikatakan oleh ibunya juga biasa-biasa saja. Tidak

Evan Dimas (dilingkari) sejak usia 4 tahun sudah bercita-cita ingin membela timnas Merah Putih.

pintar juga tidak termasuk siswa yang bodoh. Tetapi, kegemaran bermain sepak bola terus menjadi. Hampir setiap hari, Evan yang disebutkan pendiam itu baju seragamnya tidak pernah bersih kalau pulang sekolah. Sore harinya dan pagi, hampir setiap hari selalu dihaniskan di lapangan untuk bermain sepakbola bersama temantemannya di kampung. “Sejak kecil, Evan itu hiper, berani dan banyak tingkah tidak punya rasa takut bermain apapun, padahal saya ibunya sangat takut kalau dia itu main loncat-loncatan,” katanya. Evan, menamatkan SDN Made I, Madrasah Tsanawiyah Lakarsantri, SMA Safta di Lontar, kemudian saat ini tercatat kuliah di Universitas dr Soetomo (Unitomo) Surabaya, semester III Jurusan Administrasi Negara. Masih cerita Ana, Evan sejak kecil suka makan sayur bayam bumbu kunci atau (sayur bening-Bhasa Jawa), ikannya pindang dan, lainnya nasi rawon. “Dapat dipastikan kalau pulang ia selalu minta dibuatkan sayur bening (bayam) ikannya pindang dibumbu mangga (bumbu rujak). Itu kesukaan dia, makannya bisa sampai nambah dua kali,” kata wanita itu. Ritual Sebelum Bertanding Dan, kebiasaan sebelum bertanding, dimana pun selalu menghubungi kedua orang tuanya untuk minta didoakan. Saat usai bertanding juga menyempatkan untuk memberi kabar, meski lewat SMS. “Ibu, saya sayang sama ibu, doakan Evan ya,” bunyi kalimat yang tercatat di SMS hanphone ibunya. Diceritakan juga oleh Ana, nama Evan adalah nama pemberian dari kakak perempuan Ana, Ati yang bersuamikan Hari yang sampai saat ini belum dikarunia anak. Kemudian, Dimas Darmono adalah menyambungkan nama bapaknya, Darmono. Ana adalah asli warga Desa Ngemplak, Made, Sambikerep, Surabaya Barat. Bapaknya, Condro Darmono berasal dari Tuban, Jawa Timur anak pasangan Suyono dan Sri Darwati. Sementara, ditanya apa yang akan dilakukan setelah melihat pertandingan dan Timnas Garuda U-19 menang, Ana mengatakan akan membuat tumpeng. Dengan memanjatkan doa atas keberhasilan Evan, tumeng itu akan suguhkan dengan mengundang teman-teman Evan di kawasan Desa Ngemplak dan tetangga di sekitar rumahnya.@dji

Evan Dimas Ternyata Sosok Pemalu

Evan Dimas tampak malu diwawancarai.

Siapa sangka, kapten timnas U-19, Evan Dimas, yang sangat garang di atas lapangan ternyata dikenal sebagai seorang yang pemalu. Hal itu diungkapkan oleh rekan-rekan satu timnya serta pelatih Indra Sjafri. Salah satu penggawa timnas U-19, Yabes Roni Malaifani, mengungkapkan, Evan merupakan sosok yang rendah hati dan mudah bergaul dengan orang lain. Namun, diakui oleh Yabes, Evan sangat tegas di atas lapangan. “Evan itu sebenarnya pemalu kakak. Lihat saja, saat ada yang ingin berfoto, dia pasti agak menundukkan wajahnya. Tapi dia itu rendah hati.

Pemain yang hebat tapi tidak sombong. Ketika memimpin dia sangat tegas. Evan juga sangat setia kawan baik di dalam maupun luar lapangan,” beber Yabes. Selain Yabes, rekan lain Evan di timnas U-19, Zulfiandi, mengungkapkan hal yang sama. Menurut Zul, Evan merupakan sosok yang cocok untuk mengemban tugas sebagai kapten tim. “Kualitasnya bagus. Punya jiwa kepemimpinan, memang dia pantas dijadikan kapten,” ucap Zul. “Saat saya seleksi bahkan Evan sering membantu saya. Dia tanya saya tentang gaya main saya. Lalu dia lang-

7

Vicky Vette

Dapat ‘Ciuman’ dari Bintang Porno Dukungan dilontarkan bintang porno asal Norwegia, Vicky Vette, terhadap perjuangan timnas Indonesia di laga penentuan Kualifikasi grup Piala Asia U-19 2014 melawan juara bertahan Korea Selatan, Sabtu malam kemarin. Sebelum laga digelar, aktris berusia 47 tahun itu tanpa ragu memprediksi Indonesia keluar sebagai pemenang. “AFCU19, Indonesia Vs Korea? Saya pilih Indonesia yang keluar sebagai pemenang. #jebret,” tulis Vicky melalui akun twitter miliknya. Vicky selanjutnya terus memantau pertandingan berlangsung lewat twitter. Aktris yang juga berprofesi sebagai model ini juga sempat melayangkan ciuman kepada Evan Dimas setiap sang kapten sukses mencetak gol bagi Indonesia. “Cium untuk Evan Dimas. Babak satu, Indonesia Vs Korea Selatan 1-1. AFC U-19. #Jebret #AyoIndonesiaBisa,” tulis Vicky Vette saat pertandingan masuk turun minum. Vicky terus mengikuti perjuangan Indonesia dan berkicau kala Indonesia mencetak dua gol tambahan melalui aksi Evan Dimas. Bahkan Vicky juga sempat menggerutu kala Korea Selatan mampu mempertipis ketertinggalan di penghujung laga. Saat Indonesia menutup laga dengan skor 3-2, Vicky tidak lupa melontarkan ucapan selamat. “Pemenangnya adalah: Indonesia 3-2 Korea Selatan. #Jebret n #Ahay. #AyoIndonesiabisa,” tulis Vicky sambil memajang foto dirinya mengenakan kostum timnas Indonesia. Di akhir twitnya, Vicky juga sempat membandingk an teknik dan kemampuan Dimas dengan bintang timnas Indonesia U-23, Andik Vermansyah. “Mmm.. Evan Dimas Vs Andik? Mengapa tidak keduanya?,” tulisnya mengakhiri twitnya soal timnas Indonesia.@

sung mengerti umpan-umpan yang saya sukai. Itu sangat membantu saya saat proses seleksi,” timpal Yabes. Selain rekan-rekan satu timnya, Indra pun mengungkapkan alasannya mengapa dia memilih Evan sebagai seorang kapten. Menurut Indra, remaja asal Surabaya tersebut telah memenuhi kriteria untuk menjadi kapten di dalam tim. “Dia punya kualitas yang mumpuni. Skill olah bolanya sangat baik. Dia mempertahankan bola dengan sangat bagus. Pengaruhnya di lapangan cukup kuat. Dan terakhir, dia mampu tampil efektif karena staminanya prima,” kata Indra.@


8

Edisi 35 I Thn. 2 I 2013

Waspada! Fenomena Swinger

di Kalangan Muda “Kami pasangan minat swinger ato threesome, asal bersih dan enjoy sex for fun. Kami dari Cirebon, tidak komersil, kami M 36 tahun F 35 tahun mencari yang seumuran atau kurang dan bagi yang serius hub. 085318384xxx” “Kami pasutri keluarga sederhana M44 F40, istri ibu rumah tangga biasa. Sudah 4 kali melakukan 3some dan swinger dengan partner yang sama, pengen juga sih merasakan dengan partner yang lain tapi istri saya kelihatannya udah gak mau lagi, tapi dulu juga begitu ketika dibujuk mau juga malah menikmati betul. Memet 081285827xxx” Itulah dua contoh iklan dari ribuan iklan yang mengajak swinger atau threesome. Mungkin kalau threesome sudah tidak terlalu asing di telinga, tapi kalau swinger itu yang mungkin terdengar aneh. Secara definitif, swinger adalah melakukan hubungan seks antara pria dan wanita secara bersamaan dengan beberapa pasangan, kemudian saling menukar pasangan atau partner seksnya dalam group itu. Singkatnya, swinger itu aktivitas seks dengan cara bertukar pasangan (suami/ istri).

Swinger cenderung dilakukan oleh pasangan suami istri atau pasangan kekasih yang ingin merasakan sensasi berbeda dari sebuah perilaku seks. Jangan membayangkan para pelaku swinger yang memasuki kepala 3 atau 4, kini pergesaran swinger sudah merambah ke yang kepala 2, karena dianggap lebih kuat, lebih “liar” dan lebih menggoda serta lebih open minded. Satu hal yang harus digaris bawahi, pelaku swinger ini bukanlah para PSK ataupun gigolo, karena mereka sangat hati-hati dalam “bermain”. Bicara sejarah, swinger memang bukan fenomena baru. Sejak berabad lalu berbagai literatur telah menggambarkan perilaku saling bertukar pasangan seksual ini. Bahkan di Eropa, sedikitnya tercatat seribuan klub yang aktif. Di Jakarta sendiri, para swinger ini saling bertemu di sebuah kafe atau klub malam, bila cocok maka tinggal mencari kamar di hotel. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai swinger ini, TABLOID 8 mencoba menghubungi sebuah no handphone yang saya dapat dari sebuah iklan. Indra, sebuat saja begitu, pria 39 tahun ini mengaku baru pertama kali melakukan swinger. Istrinya sendiri berusia 38 tahun, dan memiliki 3 orang anak. Diakui Indra, awal dirinya mengetahui swinger dari sekedar

Jangan membayangkan para pelaku swinger yang memasuki usia kepala tiga. Kini mereka lebih muda, lebih liar dan lebih menggoda!

iseng browsing dunia maya dan mendengar dari mulut temannya. Menemukan sebuah forum bagi pecinta swinger, akhirnya dia mulai ikut-ikutan promosi. Keinginannya buat swinger pun bukan keinginan sepihak, tapi juga mendapat restu dari sang istri. Tak tanggung-tanggung dirinya mengizinkan bila nantinya dia melakukan aktivitas seks dengan istri partnernya ataupun bila sang istri dipake oleh suami sang partner. Dia juga tidak menampik bahwa dirinya lebih suka bermain “keroyokan”. Tidak hanya itu, dia dan istrinya mau swinger atau threesome dengan orang lain hanya untuk mendapatkan SENSASI BERBEDA DALAM MELAKUKAN AKTIVITAS SEKS. Saat ditanya mengapa dia mau threesome? Terdengar santai, dia pun langsung mengiyakan. Bahkan dirinya akan semakin bergairah bila melihat istrinya “digoyang” pria lain. “Masalah tempat tidak perlu dipertanyakan, bila cocok langsung tinggal booking sebuah kamar. Untuk pembicaraan selanjutnya, tidak perlu saya beberkan karena sudah mengarah ke pembicaraan yang lebih intim, maaf,” kata Indra di telepon. Dengan melihat rasa santai dari Indra dalam berkomuniksi, sepertinya dia sudah paham betul dengan apa yang akan dia lakukan. Sensasi berbeda adalah sesuatu yang ingin dirasakan para swinger agar mendapat kepuasaan tersendiri. Bukan cuma di ibukota, swinger juga sudah merambah ke semua kotakota besar di Indonesia. Swinger juga belum dapat dikatakan sebagai gaya hidup karena belum ada penelitian yang memberikan data valid. Na-

mun yang pasti, rata-rata pelaku swinger adalah para pasangan yang memiliki hidup mapan akibatnya swinger terlihat seperti kebutuhan tersendiri dalam mencari kepuasan “ranjang”. Swinger Muda Lebih Liar Pesan singkat masuk ke dalam ponsel Gita, saat sedang bersantai di lobby sebuah hotel bintang lima di daerah Jakarta Selatan. Isinya singkat, “Ada anak baru mau ikutan party. Besok di Anyer.” Perempuan berusia 31 tahun ini kemudian menyerahkan handphonenya kepada teman prianya, tak lain suaminya. Seminggu berselang, dalam account FBnya ada sebuah pesan. Dia bercerita panjang lebar soal “party” yang dimaksud dalam SMS tempo hari itu. “Pesta terliar dalam yang pernah saya alami,” ujar Gita mengawali obrolan kepada TABLOID 8. Dalam sebuah cottage di Anyer, dia bersama pasangan melakukan swinger dengan pasangan lain yang usianya masih pantas disebut sebagai mahasiswa.


Edisi 35 I Thn. 2 I 2013

Pesta swinger itu rencananya dihadiri tiga pasangan yang masing-masing akan menukar pasangannya untuk kemudian berhubungan seks dengan pasangan lainnya. Uniknya, salah satu pasangan ini usianya masih cukup muda. “Mereka salah satu mahasiswa di perguruan tinggi swasta di Surabaya. Kebetulan lagi liburan ke Jakarta dan sekalian aja kita party,” ujar Gita terkekeh. Jika Gita dan pasangannya sudah berusia diatas kepala tiga, maka berbeda dengan pasangan lainnya dalam pesta swinger itu. “Mereka masih kuliah, dan mereka bilang punya beberapa teman yang juga senang swinger. Kapan-kapan mau diajak main ke Jakarta biar bisa ikutan,” ujarnya. Swinger mungkin kata yang terdengar aneh di kepala pembaca. Namun keanehan itu segera terbayar ketika TABLOID 8 kembali berhasil menghubungi salah seorang penggila swinger. Obrolan beberapa menit tentang swinger pun terjadi. “Mungkin tiga sampai empat tahun yang lalu, swinger memang identik dengan pertukaran pasangan seksual antara pria dan wanita yang sudah menikah. Bahkan ada klub swinger di Jakarta yang mengharuskan anggotanya menikah sebelum mengajaknya berpesta. Tapi sekarang, banyak ABG juga kok yang swinger. Saya kenal baik dengan beberapa dari mereka. Dan ingat, mereka bukan PSK (pekerja seks komersial –Red) tapi memang suka dengan sensasi dalam swinger,” ujar si nara sumber dari seberang telepon yang menyebutkan nama Safee, bukan nama sebenarnya. Menurut Safee, swinger memang berbeda dengan hubungan seks pada umumnya. “Swinger melibatkan rasa kepercayaan dan fantasi tersendiri saat kita ikut di dalamnya. Kita saling percaya satu sama lain sehingga hubungan seks itu tidak melulu soal nafsu. Ada sensasi dan perasaan yang berbeda saat melakukannya,” ujar pria berusia 37 tahun tersebut. Sebuah klub malam di Jakarta Barat, katanya, kerap dijadikan tempat berkumpul para pasangan penikmat swinger. “Kita sering bertemu di sana. Untuk swinger sendiri tidak bisa dipastikan kapan rutinnya digelar. Biasanya sih kalau sudah sama-sama cocok maka kita bisa lanjut untuk cari room. Pasanganpasangan muda biasanya lebih hot. Mereka sangat open minded dan terkesan liar,” ujar nara sumber tadi. Di kalangan para pelakunya, fenomena swinger tampaknya mulai merambah usia yang lebih muda. Jika dulu para swinger identik dengan pasangan yang sudah memasuki usia matang, kini tampaknya trend itu bergeser. Rentang usia pertengahan kepala dua menjadi usia yang banyak dijumpai di pasangan swinger. “Memang banyak peminatnya sekarang masih muda-muda. Kalau saya tidak mempermasalahkan usia. Selama kita saling cocok dan suka, ya lakukan

saja,” ujar Safee mengakhiri obrolan. Fenomena Urban Di Eropa, sedikitnya tercatat seribuan klub swinger yang aktif melakukan aktivitasnya. Untuk Eropa, swinger memang lebih menekankan pada pasangan-pasangan yang menikah dan mencari sensasi baru dalam hubungan fisik. Mereka menginjak usia rata-rata 31 tahun untuk wanita dan 34 tahun untuk pria. Bahkan para pelaku swinger di sana mengaku “ritual” ini berbeda dengan olah seks biasa. Mereka menganggap swinger lebih privat dan dilakukan secara khusus dengan pasangan resminya. Di benua Afrika proses saling bertukar pasangan juga tercatat eksis. Sementara di Australia, suku Warramunga punya ritual sejenis dengan saling berhubungan seksual dengan istri sesamanya. Kemudian benua Amerika bagian Selatan yaitu Brasil dan Venezuela juga punya hal serupa dalam praktek kehidupan suku-suku pedalamannya. Di Indonesia fenomena swinger ini kembali hangat saat mencuatnya kasus aliran sekte Satria Piningit Waten Buwono awal tahun 2009 lalu. Sekte ini dipercaya melakukan swinger sesama anggotanya sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan tuhannya. Uniknya, masyarakat di pedalaman Papua punya kebiasaan mirip dengan swinger. Yaitu prosesi seorang pria tidur bergantian dengan istri saudara sekandungnya. Sang istri tersebut melakukannya dengan sukarela sebagai bakti terhadap suku dan agama primitif yang dianutnya. Nah seiring perkembangan teknologi, kebebasan yang menjadi kebabablasan pun menyasar generasi muda, khususnya di kota besar. Perilaku-perilaku primitiF yang dulunya menjadi bagian hidup suku-suku dan masyarakat pedalaman seakan-akan muncul ke permukaan dan digandrungi kaum urban. “Gemerlap dunia hedonis memang rentan menggerogoti mental dan adab anak-anak muda. Terutama yang hidup di kota besar, mereka lebih cepat menerima teknologi dan informasi meski kadang filter kepribadian mereka belum siap,” ujar Sigit JT, seorang pemerhati gaya hidup kaum urban. Ia menambahkan, “Bicara swinger, sulit mengatakan kalau ini sudah menjadi sebuah gaya hidup sebelum ada penelitian yang valid akan hal itu. Kalau sudah ada bukti misalnya 50 persen anak muda gemar dan aktif di dalamnya, baru ini mengkhawatirkan. Lebih tepatnya kita bisa bilang sebagai fenomena urban, karena memang terjadi dan menimpa masyarakat perkotaan. kemungkinan mereka adalah para pencari sensasi sesaat yang terlibat dalam hubungan fisik jangka pendek. Melihat kecenderungan ini maka bisa saja anak-anak usia muda menjadi pelaku di dalamnya,” tambah pria yang juga mengajar lepas di sebuah kampus di Jakarta Barat ini. Sementara menurut psikolog Ismed Surachmad, rata-rata pelaku swinger melakukan itu karena ingin mencari sensasi baru. “Swinger cenderung ingin merasakan sensasi berbeda dari sebuah perilaku seksual. Swinger tidak dilakukan dengan orang yang sekedar kenal atau baru kenal tetapi dilakukan pasangan yang sudah solid. Kalau yang cuma coba-coba saja dan tidak solid malah akan menimbulkan masalah. Semisal mencurigai pasangan menyertakan perasaan. Padahal swinger hanya

mencari hiburan dan mendapatkan sensasi dari sebuah kegiatan seksual,” ujar Ismed. Meski tidak membatasi usia, umumnya para pelaku swinger party lebih diminati oleh kalangan eksekutif muda. Meski hal itu tidak bisa dipukul rata tetapi para pemainnya biasanya adalah kalangan dengan strata ekonomi mapan. “Tujuan yang hendak diraih jelas adalah sebuah petualangan seks yang penuh fantasi dan sensasi. Itu alasan mereka yang konon sempat merasakan nikmatnya pesta ini,” tambah Ismed. Coba Anda membuka internet dan gunakan mesin pencari dengan kata kunci swinger. Dalam hitungan detik maka akan keluar berbagai link dan situs internet terkait dengan swinger. Jika Anda lebih spesifik lagi menggunakan kata kunci swinger Indonesia, maka tidak sedikit juga link atau grup yang membahas atau mempromosikan berbagai klub yang berkaitan dengan hal tersebut. Lebih jauh menurut Ismed, batas batas moral yang semakin buram dan ditambah kompleksitasnya kehidupan masyarakat urban menjadi ladang yang subur bagi praktek-praktek hedonis seperti swinger. “Namun itu bukan menjadi pembenaran untuk bebas melakukan hal-hal yang tidak terpuji. Akibat terburuk,

9

nanti akan menjadi orang-orang yang hanya melihat kegiatan seksual swinger ini sebagai salah satu cara melakukan variasi seksual, dan akibat terburuk bisa saja terkena penyakit AIDS dan penyakit menular seksual lainnya. Ini kan miris dan akhirnya sama saja dengan kebebasan seksual,” ujarnya. Di satu sisi, swinger jelas menggambarkan melorotnya moral dan batas-batas norma dalam kehidupan masyarakat. Sementara di sisi lainnya swinger juga menjadi sebuah trend urban yang dilakoni oleh sebagian kecil masyarakat perkotaan. Meski masyarakat semakin acuh dan hidup egosentris namun bukan berarti perilaku yang bebas seperti swinger dapat dibenarkan. “Ada baiknya kita kembali ingat nilai-nilai ketimuran. Hidup di Timur tidak bisa disamakan dengan di Barat. Perilaku hedonis memang cenderung merugikan dan kerap membawa pada degradasi moral generasi pelakunya. Jangan sampai kita kehilangan generasi akibat tergerus zaman yang semakin plural ini,” tambah Sigit lagi. Kini tentunya semua kembali kepada kita. Mengagungkan ego dan kepuasan sesaat atau kembali pada nilai-nilai “usang” yang kolot terdengar di telinga. Semua terserah kepada kita, dengan konsekuensi yang masing-masing tahu muaranya.@


10

Sadis Dua Balita Edisi 35 I Thn. 2 I 2013

‘Dilinggis’ Perampok Dua balita ditemukan tewas bersimbah darah di rumah orangtuanya di RT 01 RW 01, Kampung Kramas, Jalan Mulawarman Barat I, Tembalang, Kamis (10/10/2013) petang.

K

edua balita itu bernama Kanaya Nadin Aulia Zahrani Wiyana (1 tahun), dan Keanu Rifky Ontoseno Wiyono (2,5 tahun) Sementara seorang pembantu rumah tangga (PRT), Murni, dalam kondisi kritis di rumah kemudian saat ini dibawa di Rumah Sakit Umum Banyumanik. Belum diketahui jelas latar belakang pembunuhan anak dari pasangan Sugeng Wiyono dan Eny ini. Namun, masyarakat setempat mengaitkan tewasnya dua bocah ini dengan kasus

perampokan. Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Eny yang baru pulang beraktivitas, sekitar pukul 16.30 WIB. “Dia mendapati anak-anaknya di kamar depan sudah bersimbah darah, darah sudah kering,” kata salah satu keluarga korban Yuanto (50), di lokasi kejadian. Melihat kejadian itu, Eny langsung berlari keluar rumah dan meminta pertolongan tetangga dan langsung menghubungi kepolisian. Diketahui, dua balita tersebut meru-

Kedua pelaku yang ditangkap satu diantaranya ditembak.

. di rumah orang tuanya pembunuhan perampok Kedua balita korban

Pelaku Sempat Ngeseks Dengan Baby Sitter Korban pakan anak dari pasangan Sugeng Wiyono yang bekerja di Bank Perkreditan Rakyat (BPR), dan Eny yang merupakan pegawai administrasi Universitas Diponegoro (Undip). Setiap hari, dua balita tersebut tinggal bersama pembantu rumah tangga, Murni. Murni saat ini mengalami luka di bagian kepala dan dirujuk ke RS Banyumanik. Saat ini tim Inafis dari Polda Jawa Tengah masih melakukan olah di tempat kejadian. Polisi yang datang ke lokasi kejadian menemukan linggis yang diduga digunakan pelaku untuk membantai kedua balita dan pembantu rumah tangga. Polisi juga mendapati kotak perhiasan milik Eni yang disimpan di lemari kamar telah hilang. Diduga keras pelaku pembunuhan ini adalah kawanan perampok. Untuk mengejar para perampok polisi sempat mengerahkan anjing pelacak. Oleh petugas kepolisian, jenazah kedua balita naas tersebut dikirim ke kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Semarang dengan menggunakan ambulans. Tak hanya itu, petugas Indonesian Automatic Fingerprints Identification System (Inafis) Polrestabes dan Labfor Polri Cabang Semarang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pembantaian dua balita di Semarang. Dua ekor anjing pelacak dari Polrestabes Semarang dan Polda Jateng dikerahkan untuk membantu olah TKP. Petugas mulai memasang garis polisi dan melakukan olah TKP sejak pukul 18.00 WIB. Saat mengerahkan anjing

pelacak dari Polrestabes Semarang dan Polda Jateng, ternyata keduanya mengarah ke lokasi yang sama. “Dua-duanya arahnya ke sana (Timur), ke sebuah bangunan,” kata seorang petugas polisi. Polisi menduga pelaku gelap mata membunuh dua balita tersebut karena dianggap menghalangi aksi para pelaku. “Mungkin menggangu aksi pelaku maka dibunuh,” kata Irjen Dwi di lokasi kejadian, Jl Mulawarman, RT 1/1, Tembalang, Semarang. Dari tempat kejadian, dua balita yang tewas serta seorang pembantu rumah tangga yang dalam kondisi kritis itu, mengalami kekerasan akibat hantaman linggis. “Ada linggis ditemukan, tapi masih kita dalami,” ujar Dwi. Polisi menemukan sebuah puntung rokok dan sekaleng minuman ringan merek “Pocari Sweat” di rumah korban pembunuhan. “Puntung rokok dan minuman itu ditemukan oleh kakak saya (Eni) di ruang tamu. Saya tidak habis pikir apakah mungkin pembunuhnya sempat minum dan merokok di rumah,” kata adik Eni, Widiarto Adi Nugroho (36), saat ditemui di kamar mayat RSUP dr Kariadi. Menurut Widiarto, Eni menemukan kondisi pintu utama sudah rusak. Ada bekas dibuka paksa memakai alat linggis. “Tetapi kakak saya bilang tidak ada barang yang hilang. Dia juga bilang tidak menyimpan barang berharga di kamarnya,” ujar Widiarto.

Ingin Berlangganan 6 Bulan (12 Edisi) Rp. 84.000 (Jawa) Rp. 90.000 (DKI-Jabar) Rp. 102.000 (Luar Jawa) 1 Tahun (24 Edisi) Rp. 168.000 (Jawa) Rp. 180.000 (DKI-Jabar) Rp. 204.000 (Luar Jawa) *Harga belum termasuk ongkos kirim.

Harap Dicatat Sebagai Pelanggan Baru

Perpanjang

Nama

: ......................................................................................................................

Alamat

: ......................................................................................................................

Kota...............................................................Kode Pos................................

Telp/hp

: ......................................................................................................................

Email

: ......................................................................................................................

Berlangganan Mulai Edisi.........S/d Edisi......... Bersama ini Kami Kirimkan Uang Sebesar Rp...................................... Melalui: Wesel Pos

Transfer

Pada Tanggal.........................................a/n Moh. Samsul Huda BCA norek :1010529375 / MANDIRI norek: 142-00-0209484-4 Bukti Transfer di Fax ke: 031-8418543

Tabloid 8 edisi 35  

Waspada! Fenomena Swinger di Kalangan muda mudi , Jangan membayangkan para pelaku swinger yang memasuki usia kepala tiga. Kini mereka lebih...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you