Page 1

EDISI II 10 April 2012

COMING

SOON 1. Forum Minat dan Bakat (MIBA) Forum Miba adalah salah satu proker dari Kementrian Minat dan Bakat BEM Kema Unpad. Forum ini akan diadakan pada 12 April 2012 di Bale Santika dari pukul 15.00-17.00 WIB. Dalam forum ini akan dilakukan sharing program kerja (proker) masing-masing divisi/kementrian Minat dan Bakat lembaga kemahasiswaan se-Unpad. Selain itu, Forum Miba juga dilakukan untuk menjaring mahasiswa berbakat di lingkungan Unpad, khususnya dalam bidang seni dan olahraga.

2. Forum Komunikasi (FORKOM) se-Unpad “ Menyebar Informasi, Menebar Kebermanfaatan ”. Forkom merupakan salah satu proker Kementrian Media dan Inofrmasi BEM Kema Unpad. Forkom dilaksanakan pada hari Sabtu, 14 April 2012 di Aula FIK Unpad dari pukul 07.30-13.00 WIB. Salah satu tujuan dari Forkom ini adalah sebagai ajang untuk menjalin silaturrahmi seluruh divisi / departemen Kominfo setiap lembaga kemahasiswaan di lingkungan Unpad. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh begitu banyaknya lembaga kemahasiswaan yang ada di lingkungan Unpad sehingga arus informasi-pun berjalan begitu cepat. Namun sayang nya, hingga detik ini, belum ada satu pun alur informasi yang terintegrasi dari tingkat jurusan sampai tingkat universitas, hal ini menimbulkan kesan arus informasi yang berputar kurang rapih dan kurang terkoordinir dengan baik sehingga informasi yang berputar terkadang tidak dapat menyentuh seluruh mahasiswa yang menjadi objek publikasi.

3. Pemilu Ikatan Alumni (IKA) Unpad Pemilihan ketua Ikatan Alumni Unpad akan dilaksanakan pada 14 April 2012. Pada periode ini terdapat empat orang kandidat ketua alumni Unpad, Ahmad M Ramli (Fakultas Hukum 1981), Mansyur Ahmad (Fakultas Ekonomi 1970), Sali Iskandar (Sastra Sunda 1984), dan Sapta Nirwandar (Fakultas Ekonomi 1974)

4. Training Mahasiswa Berprestasi (Mawapres)

Training Mawapres adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh Kementrian Penalaran BEM Kema Unpad yang bekerjasama dengan PIR Unpad. Salah satu pembahasan yang akan dikupas dalam training ini adalah isu penambahan jurnal ilmiah sebagai salah satu syarat lulus S1. Training Mawapres akan dilaksanakan pada Sabtu, 14 April 2012 di Auditorium Fakultas Kedokteran Unpad. Pendaftaran bisa dilakukan di gerbang Unpad pada pukul 15.00 - 17.00 dari tanggal 9-12 April 2012.

5. Humanity by words (humans) “Menggubah Kepedulian Lewat Tulisan” Humans merupakan workshop mengenai penulisan. Workshop ini menghadirkan Ahmad Fuadi (Penulis Novel Best Seller “Negeri 5 Menara” dan “Ranah 3 Warna”) dan Sunaryo Adhiatmoko (Wartawan Kemanusiaan, Aktivis Zakat dan Pemberdayaan) sebagai pembicara. Humans diadakan pada 20 April 2012 pukul 08.30-15.30 WIB di Aula Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Lt. 3 Unpad Jatinangor. HTM Rp20.000 (Kit, Snack, Makan siang, Serifikat, dan Buku seharga Rp45.000). CP dan Regostrasi : Chika 089655471806.

6. Dari Mahasiswa untuk indonesia

Seminar Nasional RCDC 2012. Dengan topik “Optimalisasi Riset dan Comdev Mahasiswa dalam Kolaborasi Membangun Indonesia Mandiri”. Seminar ini menghadirkan beberapa pembicara yang berkompeten, diantaranya adalah Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat), Djoko Santoso (Dirjen Dikti), Sumaryanto Widaryatin (Deputi Kementrian BUMN), dll. Seminar akan dilaksanakan di Aula Timur ITB pada Minggu, 22 April 2010 dari pukul 08.00 -16.00 WIB.HTM Rp35.000, on the spot Rp40.000 (seminar kit + sertifikat + konsumsi). CP Unpad : Khalda (081310098124)

Notes : 1. Bagi teman-teman yang memiliki informasi atau tulisan yang ingin dimuat di Warta Kema Edisi ke-IIIpada 24 April 2012 silahkan menghubungi Suci A Harlen 085263136311/Fadly Eka Pradana 085274635103 atau bisa mengirimkan email ke medfokemaunpad@yahoo.com. 2. Pada edisi III 24 April 2012 akan ada rubrik “Star of the Month”. Rubrik ini berisi profi dan biodata singkat mahasiswa berprestasi di Universitas Padjadjaran. Bagi teman-teman yang ingin mencalonkan diri atau temannya silahakan menghubungi contact person atau email di atas.

WARTA KEMA Bukan Sekedar Informasi MAHASISWA dan Aksi “Halo halo Bandung... Ibu kota PERJUANGAN. Halo halo Bandung... Kota kenangkenangan. Sudah lama beta tidak BERJUANG dengan kau. Sekarang telah menjadi lautan AKSI! Mari, Bung! Rebut kembali...” Beberapa bagian dari lagu di atas jelas terdengar lain. Syair tersebut menggema kala ratusan mahasiswa Unpad turun ke jalan. Rencana kenaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) ditentang oleh sebagian mahasiswa. Aksi tersebut memunculkan beragam opini. Tak jarang opini tersebut datang dari sesama mahasiswa. “Ketika kita tidak dalam posisi memegang kebijakan, maka cara terbaik mempengaruhi kebijakan tersebut adalah dengan aksi massa karena perubahan besar di belahan dunia manapun hanya bisa dilakukan dengan aksi massa. Tidak ada jalan lain selain itu”, Ujar Menteri Hubungan Eksternal BEM Kema, Iqbal Fauzan. Oleh karena itu, untuk menolak kenaikan harga BBM, Aliansi BEM Seluruh Indonesia (SI) mengadakan aksi penolakan kenaikan harga BBM. Seperti tercantum dalam Pasal 1 ayat (1) Undang Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum : kemerdekaan menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara bebas dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Berpacu pada hal di atas seharusnya menyampaikan pendapat dan bersuara adalah hak penuh warga negara Indonesia. UU tersebut cenderung memberi ruang untuk mahasiswa melakukan aksi demonstrasi. Dalam pelaksanaan di lapangan, demostran tidak boleh melupakan prosedur yang berlaku. Demonstran harus memberikan laporan pada pihak kepolisian, yang di dalamnya tertera : nama penanggung jawab aksi, waktu pe-

laksanaan, rute yang dilewati, isu yang dibawa, jumlah massa, dan bentuk aksi. Aksi mahasiswa merupakan gerakan intelektualitas dan faktual. Berlandaskan pada logika rakyat bukan logika pemerintah. Atas keresahan masyarakat mengenai aksi mahasiswa yang merusak, Ridwansyah Yusuf Ahmad dalam blognya ridwansyahyusufachmad.com menegaskan. “Saya dulu bergerak bersama BEM SI (BEM Seluruh Indonesia-red). Puluhan kali saya aksi, tidak pernah rusuh. Keberhasilan kita bukanlah mendobrak gerbang gedung DPR, melainkan mendobrak kebuntuan nurani pemimpin negara yang semakin membeku.” Melakukan aksi atau tidak memang pilihan kita, melakukan kerusuhan atau tidak juga menjadi pilihan kita. Namun mendiamkan pemerintah mengatur kebijakan dan mengabaikan jeritan rakyat bukanlah sebuah pilihan. Bangsa ini besar dengan berbagai permasalahan yang menghadangnya dan suara mahasiswa masih dibutuhkan ketika rakyat tidak mampu untuk bersuara. Ketika sistem sosial yang ada tidak memungkinkan rakyat untuk berbicara secara gamblang tentang negaranya, maka mahasiswa menjadi garda terdepan dalam mengawal kebijakan pemerintah terhadap rakyatnya.(sarah)

TIM REDAKSI : Penanggung Jawab M. Tanri Arrizasyifaa Pemimpin Umum Suci Amelia Harlen Pemimpin Redaksi Fadly Eka Pradana Redaksi Sarah Nurul Khotimah Editor M Fajar Fadillah


Dalam Idealisme, Komersialisme adalah Bonus Tuhan

Temu Rektor & Road To FakultIes

Temu Rektor – Rektorat Jatinangor, 20 Maret 2012 Kementrian Hubungan Internal (Hubin)-BEM Kema Unpad Dalam rangka silaturahmi dengan pihak Rektor beserta jajarannya BEM Kema Unpad kabinet SIGNIFIKAN mengadakan kegiatan Tutor (temu rektor). Mereka juga bertujuan mengutip segala jenis informasi terkait kemahasiswaan dan lingkungan fisik Unpad, Berikut adalah rangkuman hasil pertemuan BEM Kema serta pihak rekftor. 1. Tujuan rektorat dipindahkan ke Jatinangor sematamata untuk meningkatan pelayanan terhadap mahasiswa. 2. Segala bentuk tanggapan atau masalah bisa langsung dilayangkan ke pihak rektor, BEM Kema, maupun BPM Kema sehingga masalah tidak menjadi isu dan bisa langsung dicari solusinya. 3. Unpad tidak pernah men-DO mahasiswa yang tidak punya biaya. Oleh karena itu mahsiswa diharapkan membayar tepat waktu, jika terdapat masalah seperti ingin menangguhkan pembayaran harap segera melapor pada sub-bagian terkait. 4. Mahasiswa yang berasal dari jalur SMUP tidak diperkenankan mengajukan pengajuan penangguhan pembayaran. 5. Mahasiswa yang berasal dari jalur Bidik Misi diharapkan mematuhi segala aturan yang berlaku agar proses pembayaran serta pencairan dana dapat berlangsung dengan baik. 6. Rektor memaparkan mengenai unit cost dan tarif, unit cost adalah kebutuhan dana yang diperlukan agar pendidikan dapat berlangsung dengan baik. Rata-rata unit cost di Unpad yaitu sekitar 13 juta rupiah per tahun. Sedangkan tarif adalah dana supporting yang besarnya 2 juta rupiah, yang dibayarkan tiap semester. 7. Proses pembangunan akan terus berlanjut. Gedunggedung fakultas seperti FEB, FTG, gedung perpustakaan bersama, gedung penelitian bersama, gedung olahraga, dan masjid raya yang akan ditempatkan di GOR pakuan akan segera dibangun. 8. Mahasiswa harus turut menjaga kebersihan sarana dan prasarana di lingkungan Unpad (co : toilet UKM). Jika terjadi kerusakan, harap cepat dilaporkan agar dapat cepat ditangani. 9. BEM berhak mengikuti tender-tender yang dilaksanakan terkait PMB seperti tender jas almamater ataupun tender tas Unpad.

10. Job Fair dilaksanakan 2-3 setelah wisuda dan diharapkan dapat diintegrasikan dengan program-program serupa dari fakultas. 11. Dana sauyunan adalah dana yang dikhususkan untuk membantu pembangunan Unpad serta membantu mahasiswa yang berasal dari jalur Bidik Misi ataupun mahasiswa yang mengajukan penangguhan pembayaran. 12. Tempatkan masalah kepada pihak yang tepat. Masalah fakultas silahkan melapor pada pihak dekan karena fakultas sudah dapat hak otonomi. 13. Rektor sangat terbuka dengan mahasiswa, namun tidak harus bertemu dengan rektor, silahkan bertemu dengan pihak terkait. Semoga informasi yang kami sampaikan dapat kita cerna, kritisi, serta kita dukung sebagai bentuk apresiasi kita terhadap kampus Unpad kita tercinta. BEM Kema : Road to Faculties (ROTI) Ada pun program lainnya dari BEM Kema yang intinya bertujuan menjaga tali silaturahmi antar fakultas. Road to Faculty, adalah sebuah kegiatan yang digerakkan oleh Anisa Endah dan Octaviandri yang berlaku sebagai Project Supervisor. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada jangka waktu 19 Maret 2012 sampai dengan 20 April 2012. Dilatarbelakangi kurangnya intensitas komunikasi antara BEM Kema dan BEM-BEM Fakultas, program ini dijalankan. Program ini pun dibekali harapan terciptanya kerja sama yang elok antar BEM Universitas dan BEM Fakultas. Ada beberapa aspek yang menjadi target dari kegiatan ini. Membina hubungan antar sesama mahasiswa Unpad ke dalam bentuk kekeluargaan dan silaturahmi salah satunya. Dan untuk menjaga ikatan, BEM Kema memfasilitasi dan membuat alur koordinasi mahasiswa agar terbina suatu hubungan kekeluargaan dan silaturahmi. Agar terpacu pada suatu nilai minimal yang akan tercapai, BEM Kema pun mematok keberhasilan pada beberapa indicator, yaitu (1) Secara kualitatif menjalin hubungan yang baik antara BEM Kema dan BEM Fakultas, (2) Kuantitatif : BEM Kema mengunjunhgi 85% Fakultas yang terdapat di Unpad.

Hubin in

ACTION

Dia tidak menyangka saat pahatannya yang berupa replika tengkorak Phitecanthropus erectus dipajang satu ruangan dengan lukisan karya Leonardo Da Vinci. Dialah Suherman (57), biasa dipanggil “Pahe” oleh temanteman terdekatnya. “Saya bertahan dengan idealisme, Tuhan melahirkan saya menjadi pelukis, komersialisme adalah bonus dari Tuhan.” Ujar pria berambut gondrong ini. Pahe mengawali masa mudanya dengan menjadi offroader dan pembalap motorcross. Namun kini dia menjadi seniman lukis dan pahat yang reputasinya telah menggaung di benua biru. Tokoh-tokoh inspiratif, seperti 'abah' Iwan Abdulrachman, Iwan Fals, Almarhum Harry Roesli menjadikan dirinya langganan dalam membuat lukisan. Apakah karena semata mereka adalah tokoh populer? Tidak tentunya, ia berikrar dalam hidupnya hanya ingin melukis orang-orang berjasa dan memiliki kontribusi untuk masyarakat, “Saya lebih memilih melukis wajah Sariban, seorang yang selalu mencabut paku-paku yang nempel di pohon-pohon di Bandung ketimbang saya harus melukis Gubernur, kalau Gubernur enggak ngapa-ngapain ya ngapain?” dengan yakin Pahe menceritakan kisahnya dalam melukis. Menurut dia, sebagaimana pun rendah hatinya manusia, dia butuh pengakuan dalam hidupnya. Maka, Pahe memberikan pengakuan melalui guratan kuas di sebuah kanvas.

Seperti pada lukisannya yang lain, dia pun menggunakan aliran hitam putih. Aliran hitam putih menunjang maksud pameran ini. “Mengapa hitam putih? Karena walaupun asumsi tentang dia yaitu 'hitam'nya, tapi Soekarno bagaimana pun dia memerdekakan negara ini (putihnya)” ujar Pahe. Bagi Pahe lukisan hitam putih bermakna dalam, yaitu kejelasan bahwa manusia memiliki dua sisi dalam hidupnya, hitam dan putih. “Terlau banyak warna di Indonesia ini, jadi tidak jelas mana hitam dan putih karena tertutup warna-warna, yaitu kebohongan.” Dalam keilmuan melukis sebenarnya aliran hitam putih tidak pernah diakui. Menurut seorang ahli seni lukis sekaligus dosen Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI), Nandang Gawe, tidak sembarang berbicara masalah aliran dalam seni lukis. “Hati-hati kalau bicara aliran! Mana ada aliran hitam putih? Saya tidak mengenal Pahe, kalau mau bicara aliran harus kita lihat dari sejarah lahirnya seni dulu,” Ujar Nandang. Pahe pun mengakui dirinya bukanlah pelukis yang berpendidikan, dia mencetus aliran hitam putih berangkat dari filosofi yang sangat dalam.

L I F

O R

P

Tiba-tiba dia mengeluarkan sebuah album foto dari lemarinya, dia memperlihatkan beberapa karyanya yang menurutnya penting dalam hidupnya. Mulai dari karyanya di Laboratore De Prehistorie Du Museum National De Histoire Naturelle, sebuah musium di Prancis, lukisan presiden Amerika Barrack Obama, lukisan almarhum Harry Roesli yang menjadi latar belakang panggung dalam konser 100 hari meninggalnya, dan karya lainnya yang diabadikan dalam sebuah foto. Pahe memiliki tujuan sendiri dalam melukis. Jawaban dari mengapa Pahe ingin selalu melukis tokoh ialah pengaruh ke masyarakat. Seperti yang sedang dia kerjakan, yaitu membuat pameran bertemakan “Soekarno”. Dalam waktu dekat ini, dia akan memamerkan empat puluh lukisan bertemakan Soekarno di beberapa tempat mulai dari Bali hingga Jawa. Mengapa Soekarno? Karena dia ingin membukakan mata generasi muda tentang Soekarno.

Saat itu (11/11) hujan turun semakin deras, sambil menghisap rokok kretek dia mencurahakan perasaanya tentang seni lukis yang kurang diperhatikan oleh pemerintah. Menurutnya, berbicara seni dan budaya, khususnya di kota Bandung hanya terfokus ke Saung Udjo, Festival Ujung Berung dan sekitarnya. Dibandingkan dengan negara Prancis, seniman lukis di Indonesia relatif tidak diperhatikan pemerintah. Seni lukis di Indonesia pun kurang mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Betapa dihargaimya seorang seniman lukis di Prancis hingga hidupnya pun difasilitasi oleh negara. Lukisan-lukisan di sana pun terawat rapi di masing-masing museum.

Meskipun diakui Pahe dia secara otodidak belajar lukis, namun dia tetap ingin berbagi ilmu dalam melukis. Kerap kali generasi muda datang ke studionya yang berada di Pintu III Kebun Binatang Bandung. Mereka datang untuk berbagi teknik lukis dengan Pahe, tapi Pahe tidak memungut biaya untuk itu. Komersialisme adalah bonus Tuhan untuk seorang pelukis, tutur Pahe. Pria yang sudah berkeluarga ini mendapat penghasilan dari pesananpesanan orang padanya. Hingga hari Jum'at(11/11), satu hal yang Pahe resahkan, “Saya pernah membawa nama seni lukis Indonesia ke benua Eropa, saya pernah melukis wajah Obama dan seorang reporter dari Gedung Putih datang ke studio saya, tapi apakah pemerintah tahu?”. Ya, hingga kini kepedulian pemerintah terhadap seni di Indonesia memang masih menjadi keresahan bagi para pelukis, bagi bangsa yang potensial ini, bagi Indonesia. (fajar)

Warta Kema Edisi II  

BEM Kema Unpad

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you