Page 1

ROKOK DAN LINGKUNGAN HIDUP Oleh : Sholahuddin Panjaitan MPH

A.

SEJARAH ROKOK Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika (Maya, Aztec ), untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, ketika bangsa Eropa (Colombus) menemukan benua Amerika, sebagian dari penjelajah Eropa ikut mencoba-coba menghisap rokok dan membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok muncul di kalangan bangsawan Eropa, tapi berbeda dengan dengan bangsa Indian yang merokok untuk acara ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk ke Negara-negara Islam.

B.

STATISTIK ROKOK dan TEMBAKAU Menurut Prof Yayi S (UGM); Jumlah perokok terus mengalami peningkatan dimana Tahun 2012 sebanyak 61,7 juta jiwa dan pada tahun 2013 diestimasi 62,3 juta jiwa, jumlah ini merupakan ke 3 didunia setelah Cina dan India. Mengutip data Global Adults Tobacco Survei (GATS, 2011), prevalensi merokok orang dewasa di Indonesia adalah 34,8% terbagi atas laki-laki (67,4%) dan perempuan (4,5%). Data Global Youth Tobacco Survey (GYTS) 2009, menunjukkan 20,3% anak sekolah 1315 tahun merokok. Perokok pemula usia 10-14 tahun naik 2 kali lipat dalam 10 tahun terakhir dari 9,5% pada tahun 2001 menjadi 17,5% pada tahun 2010 (SKRT,2001;RISKESDA,2010). Data SUSENAS 2011, menunjukkan pengeluaran untuk rokok pada keluarga miskin lebih besar (12,5%) dari pada keluarga kaya (7%). Rokok merupakan pengeluaran rumah tangga kedua terbesar (11,91%) setelah beras (18,03%) pada keluarga miskin yang melampaui pengeluaran untuk pendidikan (1,88%), dan kesehatan (2,02%).

JUMLAH PERBANDINGAN KONSUMSI BAHAN MAKAN DAN ROKOK No .

Negara

Ayam

Telur

Rokok

1.

Indonesia

7 kg/P/th

87 btr/P/Th

1.108 btg/P/Th (3 bt/hr)

2.

Thailand

16 kg/P/th

145 btr/P/Th

650 btg/P/Th (2 bt/hr)

1


3.

Malaysia

38 kg/P/th

311 btr/P/Th

500 btg/P/Th(1,5 bt/hr)

Sumber : GATS 2011

Peran Indonesia sebagai Produsen Tembakau adalah negara urutan ke-6 produsen tembakau di dunia. Produksi tembakau di Indonesia sebesar 1,91% dari total produksi dunia dengan mempekerjakan 6,1 juta tenaga kerja. Sedangkan produksi tembakau di China, Brazil dan India menghasilkan 64% dari total produksi dunia. Dari segi pendapatan/pajak, tahun 2013 dari hasil cukai tembakau Indonesia memperoleh Rp 95 Triliun dan tahun 2014 pemerintah Indonesia diperhitungkan akan menerima cukai tembakau Rp 114 Triliun, disamping itu biaya konsumsi untuk membeli rokok pertahunnya Rp 115 T (memunculkan orang terkaya di dunia; forbes). Dirjen P2PL menyebutkan pada Tahun 2012, 400.000 kematian di Indonesia disebabkan oleh rokok dan 25.000 adalah perokok pasif (Pengeluaran untuk biaya kesehatan akibat rokok Rp 254,41 Triliun).

C.

FCTC Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau adalah perjanjinan internasional kesehatanmasyarakat pertama sebagai hasil negosiasi 192 negara anggota WHO. Tujuan FCTC dan protokolnya adalah untuk melindungi generasi masa kini dan masa mendatang dari dampak konsumsi tembakau dan paparan asap rokok terhadap kesehatan, social, lingkungan dan ekonomi melalui sebuah kerangka kerja untuk pengendalian tembakau. Tembakau adalah masalah global. Hampir 5 juta orang meninggal setiap tahun karena penyakit sehubungan dengan konsumsi tembakau. Diperkirakan 10 juta orang meninggal pada tahun 2030 dimana 70%nya di Negara berkembang (WHO, 2008) Penyusunan FCTC dilakukan selama 4 (empat) tahun sejak 1999 dan disepakati dalam Sidang Kesehatan Sedunia ke 56 pada tanggal 21 Mei 2003. Menurut data WHO, sampai dengan bulan Juli 2013, sejumlah 177 negara telah meratifikasi dan mengaksesi FCTC, menyisakan 8 negara (Indonesia, Malawi, Zimbabwe, Somalia, Eritrea, Andorra, Liechtenstein dan Monaco) yang belum menandatangani FCTC.

2


D.

PRA PRODUKSI Tanaman tembakau sangat rentan terhadap hama dan penyakit sehingga untuk menjaga pertiumbuhan dan kesehatan digunakanlah berbagai bahan kimia dan pestisida yang sangat berbahaya dan mengancam ekosistem. Untuk produksi dan kemasan rokok memerlukan banyak sekali pohon sebagai bahan baku kertasnya. Dalam 1 jam satu unit pabrik rokok memerlukan hampir 4 mil kertas untuk gulungan dan kemasan rokok. Hanya untuk memproduksi 300 batang rokok, satu pohon disia-siakan (∑62,3 juta jiwa x 3 btg/hr = 186,9 juta btg/hr).

E.

ROKOK Setiap rokok mengandung lebih dari 4000 jenis bahan kimia, dimana 2000 dari bahan tersebut dapat meracuni dan 45 dari bahan tersebut adalah zat penyebab kanker. Ada beberapa contoh zat berbahaya dalam rokok yang perlu diketahui : 1. Nikotin

; Hypertensi dan penyumbatan pembuluh darah

2. Karbon Monooksida

; = asap knalpot—penyumbatan pd dan kadar lemak

3. Tar

; (pelapis jalan/aspal) menyebabkan sel kanker

4. DDT

; pestisida untuk pembasmi serangga dan hama

5. Arsenik

; racun pembunuh

6. Cadmium

; bahan kimia utk baterai

7. Formaldehyde

; bahan pembalseman mayat

8. Hydrogen Cyanida

; racun yg digunaka utk hukuman mati

9. Naphthalene

; zat mematikan terdapat pd kapur barus

10. Polonium

; zat radioaktif

11. Vinyl chloride

; bahan untuk pembuat plastik

Bahaya asap rokok : a. Perokok aktif : -

Keriput dini, Napas berbau, bibir hitam, Osteoporosis, Mempercepat penurunan daya ingat, membahayakan wanita hamil, IQ anak rendah, TBC, 3


Kanker ( 18,7% kematian kanker ok kanker paru dan 80% karena rokok dan >20 btg/hr mempunyai risiko 6 kali lipat terkena IM) b. Perokok pasif: -

F.

kanker paru, radang paru, bronchitis, keguguran dan kematian janin BB janin berkurang 20-30%, Kesehatan bayi a.l. IQ, Leukemia dan kematian mendadak.

PUNTUNG ROKOK Fakta- fakta ancaman puntung rokok terhadap lingkungan hidup : 1. Lokasi yang ditemukan puntung rokok sebagian besar akan menarik sampah jenis

lain untuk dibuang di tempat itu. 2. Waktu yang dibutuhkan untuk mengurai puntung rokok : -

Tanah

: 1,5 – 12 tahun

-

Air tawar

: 1 tahun

-

Air laut

: 5 tahun

3. Diperkirakan 4,5 triliun puntung rokok dibuang tidak pada tempatnya

(sembarangan) setiap tahunnya di seluruh dunia. 4. Survey Tunas Hijau di Surabaya Jawa Timur (2005); 39 dari 40 perokok membuang

puntung rokok sembarangan 5. Satu puntung rokok dapat tetap menyala selama 3 jam. 6. Lebih dari 4500 kebakaran setiap tahun terjadi di dunia yang disebabkan oleh

rokok dan material rokok. 7. Ketika hujan turun, puntung rokok akan terbawa air ke selokan hingga kelaut dan

salah satu faktor penyebab rusaknya ekosistem air dan degradasi kualitas air serta kematian burung dan hewan laut seperti kura-kura, penyu dll. 8. Di Australia ; pada tahun 2005 sekitar 24 miliar rokok terjual, dan sekitar 7 miliar

puntung rokok dibuang sembarangan. Hal ini menimbulkan regulasi hukum denda hingga 2000 AUD jika tertangkap membuang rokok sembarangan. 9. Puntung rokok menjadi isu penting dari jenis sampah yang di buang

sembarangan. Permasalahan sampah ini terus meningkat dengan adanya PP yang melarang aktivitas merokok di dalam ruangan seperti restoran, kantor dan 4


fasilitas umum. Peraturan ini memaksa perokok melakukan aktivitas nya di luar ruangan dan mengakibatkan semakin banyaknya puntung rokok dibuang sembarangan.

G.

REGULASI (produk hukum) antara lain : -

PP No. 19 Tahun 2003 tentang : Pengamanan rokok bagi kesehatan

-

UU No. 36 Tahun 2009 tentang : Kesehatan

-

Permen LH No 06 Tahun 2010 tentang Pemantauan Air Limbah bagi Industri rokok dan/atau cerutu

-

Peraturan Bersama Menkes dan Mendagri No. 188/Menkes/PB/I/2011 tentang : Kawasan Tanpa Rokok

-

PP No. 109 Tahun 2012 tentang : Pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk rokok tembakau bagi kesehatan.

Sumber :

1. Smoking and the environment, http://smoking.ygoy.com 2. Selamatkan lingkungan, Berhentilah merokok, http://ecofriend.org 3. Indonesia Pilih Merokok Ketimbang Makan Ayam, http://Tempo.co 4. Report on Global Tobacco Epidemic, WHO. 2008 5. Fakta Tembakau; Permasalahannya di Indonesia, Kemenkes RI. 2012 6. Pentingnya Indonesia mengakses FCTC, Kemenkes RI. 2013

5

Rokok dan lingkungan hidup  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you