Issuu on Google+

H 30 - SOSOK energy syariah agustianto

H 32 - FOKUS krisis global dan Perbaikan ekonomi

H 46 - BISNIS Bisnis syariah di Bisnis telekomunikasi

Memilih Paket

Umrah Ramadhan Agar tidak kecewa saat umrah ramadhan: 1. kenali dulu bironya 2. gali informasi sedetil mungkin 3. sesuaikan dengan bujet


D A R I

R E D A K S I

Inspirasi Ekonomi Dan Bisnis Syariah “Good design, good business”, slogan ini tenar di dunia periklanan era 1950-an di Amerika Serikat. Mulailah perusahaan-perusahaan mendesain logo dan seluruh materi promosinya lebih serius, mengaitkannya dengan makna-makna tertentu. Hampir seluruh desain logo multinational company yang kita kenal dan seolah lekat di alam bawah sadar kita adalah hasil revolusi desain komunikasi setengah abad lalu. Salah satu kunci suksesnya adalah pemaknaan yang kuat dan konsistensi pemakaiannya dalam tiap medium komunikasi. Lebih Casual, Fresh, dan Fun Logo sharing dengan ”i” miring memiliki dua makna. Pertama, membuatnya dibaca [syar’i] yang bermakna: “sesuai syariat Islam”. Kedua, bisa juga dibaca [syéring] yang bermakna “berbagi”. Penggunaan ”i” miring telah dilakukan sejak majalah ini terbit pertama kali pada Oktober 2006. Inilah konsistensi kami, untuk selalu ”berbagi sesuai syariat Islam”. Memasuki tahun ketiga, dengan tiras mencapai 15 ribu per bulan, kami ingin makin dekat dengan pembaca. Kesan majalah ekonomi selalu bertopik serius yang otomatis hanya untuk kalangan serius kami lihat sebagai salah satu hambatan untuk memperluas penetrasi pasar. Apalagi jika dikaitkan dengan topik: ”ekonomi dan bisnis syariah”. Kami yakin, berekonomi dan berbisnis secara syariah sejatinya bisa dibuat fun. Maka, logo Sharing pun berubah sedikit. Huruf kapital ”S” menjadi huruf kecil. Penggunaan huruf kecil

semua kami anggap dapat memberi kesan casual, lebih akrab, humble dan sekaligus fun tadi. Tampilan keseluruhan majalah dominan warna cerah dan netral seperti putih. Ini untuk memberi kesan ”fresh” sekaligus membuat mata lebih nyaman ketika membaca. Ketika ekonomi dan bisnis syariah kian bertumbuh di Indonesia, kami bersyukur bisa ikut ambil peran di dalamnya sebagai satu-satunya majalah ekonomi dan bisnis syariah di Indonesia. Makin kuat keinginan kami untuk mengambil peran lebih besar dalam pertumbuhan itu, sebagai salah satu inspirator. Tidaklah berlebihan jika kami pun mulai memosisikan diri lebih jelas sebagai ”inspirator ekonomi dan bisnis syariah”. Inspirasi, bahwa ekonomi syariah adalah sekumpulan ilmu pengetahuan yang ditujukan untuk kebaikan semua manusia (rahmatan lil alamin) dan diilhami oleh nilai-nilai Islam. Demikian menurut Prof Dr. Muhammad Abdul Mannan, pakar ekonomi syariah asal Bangladesh. Inspirasi juga, bahwa mempraktikkan bisnis secara syariah adalah jauh lebih baik dan mudah. Slogan baru ini bisa Anda temukan di majalah kami mulai edisi 31 Juni 2009. Sedangkan logo baru telah dimulai sejak edisi 30 Mei 2009. Media shift, online media, dan social media. Topik-topik itu bergaung terus sejak awal 2000-an ketika era web 2.0 merajai dunia maya. Media shift, terjadi pergeseran cara bagaimana berita dibaca. Tidak melulu via cara tradisional yaitu dicetak fisik, juga

ditayangkan di internet. Dialog pun terjadi, tidak hanya antara publisher’s dan audiensnya juga di antara audiens itu sendiri. Oleh karena itu, Insyallah, dalam satu dua bulan ke depan, Sharing akan memiliki tempat resmi di dunia maya dengan alamat: http:// majalahsharing.com. Liburan Lebih Bermakna Periode Juni-Agustus tiap tahunnya menjadi masa paling sibuk bisnis jasa umrah. Sebagian besar pendapatan biro umrah dalam setahun terkumpul di bulan-bulan liburan sekolah ini. Liburan? Ya sudah menjadi tren juga, keluarga mengisi liburannya dengan umrah. Lebih bermakna ketimbang liburan biasa. Inilah laporan utama Sharing kali ini. Di rubrik ”Sosok” ada Drs. Agustianto M.Ag, pejuang dan pakar ekonomi syariah yang tumbuh dari sebuah desa nelayan miskin di pelosok Sumatera Utara. Semangatnyalah yang membawanya ke Jakarta dan menjadi salah satu tokoh kunci ekonomi syariah Indonesia kini. Oya, sebagai penghargaan, kami menjadikan Agustianto sebagai salah satu anggota Dewan Redaksi. Nah, selamat membaca, semoga terinspirasi.

Rizqullah

Sharing edisi juni 2009 3


D a f t a r

I s i

Banyak Paket Ditawarkan, Mau Pilih Yang Mana Ada paket Awal Ramadhan hingga Full Ramadhan. Ada juga paket ketengan atau berangkat berombongan. Semua pilihan tergantung pada jamaah.

01 cover............................................. 03 dari redaksi.................................. 04 daftar Isi........................................ 06 susunan redaksi.......................... 07 surat.............................................. 08 Memo Bisnis.................................. 10 laporan utama ............................ 30 sosok ........................................... 32 fokus .......................................... 38 Peristiwa analisa ......................... 42 Pendidikan ...................................

Hal 32 Fokus tantangan ekonomi capres terpilih: Krisis Global Dan Perbaikan Ekonomi

4

Sharing edisi juni 2009

Hal 30 Sosok Drs. Agustianto energi syariah agustianto

44 Opini ............................................ 46 Bisnis ........................................... 48 entrepreneur ................................ 50 telaah .......................................... 52 Multimedia ................................... 56 Manajemen risiko ....................... 59 resensi ........................................ 60 Personal Investing ....................... 62 distribusi ......................................


S u s u n a n

R e d a k s i

Surat Pembaca Penasihat Senior PARNI HADI

Memilih Paket umrah ramadhan

Pemimpin Redaksi RIZQULLAH Pemimpin Perusahaan Tia Setiati Mahatmi Wakil Pemimpin Perusahaan Wawan Salim Nidhianti Larasati

Ide Kreatif : Hairul Anwar

Kepala Divisi Penerbitan Majalah Enny Lenggogeni

FORM LANGGANAN MaJalah sharIng

 nama alamat

: ......................................................................................................... : ......................................................................................................... kota.....................................................kode pos.............................

telepon/fax Masa langganan

: ....................................................................................................... 6 edisi 12 edisi 24 edisi

:

rp 75.000

rp 125.000

rp 225.000

Pembayaran (pilih salah satu dan beri tanda ) dibayar langsung ke bagian sirkulasi Majalah sharing transfer ke rekening a/n : PT TRIBUWANA CAHYA ANANTA BNI Cabang Syariah Jakarta Selatan no rek: 0145 206 359 keterangan:

Dewan Redaksi Ir. Adiwarman A. Karim, SE, MBA Dr M Syafii Antonio Dr. Didin Hafiduddin Dr. Jafril Khalil Ir. Muhammad Syakir Sula, AAIJ, FIIS Prof. Dr. Sofyan Syafri Harahap Dr. Ahmad Satori Ismail Drs. H. Mohamad. Hidayat, MBA, MH Dr. Mustafa Edwin Nasution Prof. Dr. Uswatun Hasanah Iggi Achsin, SE Redaktur Pelaksana Siwi Soetanto Redaksi Ibrahim Aji,Yudi Suharso Sri Mustokoweni (Yogyakarta)

formulir langganan dan bukti pembayaran dikirim melalui faksimili : 021 - 7 19 4000

Marketing JIP Megawati Hartono Suzi Zebrina ................................. 2009 Pelanggan

Desain Grafis Hairul Anwar

nama lengkap & tanda tangan

Photographer Arief Sekretaris Redaksi Naya

Biaya kirim : - Luar JABODETABEK : Rp. 2.500,- / Eks - Luar Pulau JAWA : Rp. 4.500,- / Eks

Distribusi Haryanto Sirkulasi Fachrurrozi Alwi

Griya Cahya

Jl. Bangka I no. 8 Jakarta 12720 tel: 62-21-719 6000 (hunting) fax: 62-21- 719 4000 e-mail : sharing@cahyagroup.com

6

Sharing edisi juni 2009

Keuangan Rita Artha K M e m b e r

o f

C a h y a

G r o u p

Tema Marketing Syariah Bagus saya telah membaca laporan utama Majalah Sharing edisi Juni 2009 dengan tema Marketing Syariah. saya tak menyangka, kalau konsep ini ternyata sudah cukup banyak yang mengaplikasikannya, baik oleh para person, bahkan juga perusahaan. dan mereka pun mendapatkan dampak positif dengan menerapkan marketing syariah tersebut. tadinya, saya mengira, kalau marketing syariah ini masih sebatas wacana. salut untuk Sharing, yang banyak mengangkat tema-tema konsep manajemen secara Islami yang ternyata sudah terbukti keunggulannya. Dani Rhamdani dewi sartika Jakarta timur Terima kasih atas pujiannya.

Website Majalah Sharing saya ingin mengusulkan, agar Majalah Sharing dapat mempunyai website tersendiri. sebagai pekerja kantoran yang tak pernah lepas dari dunia virtual, dengan Sharing bisa menyediakan fasilitas tersebut maka akan sangat membantu kami guna mendapatkan informasi-informasi terbaru dan menarik mengenai industri keuangan dan perbankan syariah di tanah air. Didik Hartadi kelapa gading Jakarta utara Majalah Sharing, dengan doa dari pembacanya Insya Allah sebentar lagi akan mempunyai website sendiri. Anda dapat membuka www.majalahsharing.com.

Rubrik Konsultasi Perbankan Syariah saya mengusulkan agar Sharing menyediakan rubrik konsultasi pembaca mengenai tema-tema di bidang keuangan dan perbankan syariah. karena masih banyak penerapan transaksi, atau akad-akad syariah yang saya masih belum mengerti. saya pikir para pembaca lain juga membutuhkan rubrik tersebut. terima kasih. Rizal Maliki dago Bandung Usul anda kami perhatikan. Terima kasih.

Majalah sharing di Internet Pembaca juga bisa mengunjungi majalah sharing di internet. silakan kunjungi http://issuu.com/sharing/docs/2709 untuk membaca majalah sharing online berformat Pdf. Ikutlah berkomentar dan bergabunglah untuk menulis di blog kami, http://majalahsharing.wordpress.com. di ranah social networking, kami juga ada di facebook (fB), silakan ketik ‘ekonomi syariah-sharing magazine’ di groups search fB atau langsung kunjungi http://www.facebook.com/ group.php?gid=46278149508. kami tunggu ya! Sharing edisi juni 2009 7


M E M O

B I S N I S

 kInerJa asuransI sYarIah MuBarakah MenIngkat dI 2009

M E M O

akan dicapai melalui saluran distribusi ini akan

mencapai target tersebut, pengembangan-

menyambut positif upaya yang dilakukan Bank

seminar dihadiri Menteri Pendidikan Prof. Bambang

2009 lalu, Museum rekor dunia Indonesia (MurI)

memberikan kontribusi yang signifikan terhadap

pengembangan dari gerai-gerai mikro Mitra Mega

dkI syariah untuk bergabung ke dalam lks-

sudibyo, Muliaman hadad, Phd (deputi gubernur

menetapkan, aXIs merupakan kartu gsM pertama

produk premi tahun ini.

syariah memang menjadi fokus BMs di tahun

PWu. “Ini bagian dari ijtihad memajukan ekonomi

BI), Prof Bambang Brodjonegoro (direktur IrtI-

yang memberikan sMs tausiyah gratis, dengan

2009 ini. Bahkan, untuk tahun depan, Benny

ummat,” kata anwar. anwar lalu menambahkan,

IdB), Prof. gumilar r soemantri (rektor uI) serta

12 tema pilihan. sMs tausiyah dari aXIs salam

komitmen pelayanan prima yang

mengatakan, pihaknya sudah ancang-ancang

siapa saja bisa berwakaf uang melalui lks PWu

firmanza Phd (dekan feuI).

memang berisi kalimat penyejuk jiwa dan ditulis

menjadi andalan asM selama ini

untuk lebih gencar berpenetrasi melalui gerai-

yang bekerja sama dengan BWI. Bagi mereka

didukung juga oleh Pt. eascO

gerai mikro ini. “untuk tahun mendatang jumlah

yang berwakaf dengan nilai nominal sebesar rp1

sebagai holding company dari

outlet Mitra Mega syariah juga akan ditambah,

juta, bisa mendapatkan sertifikat wakaf uang.

Pt. asM, dengan mendirikan

hingga mencapai 1.000 unit di 2012,” ujar Benny

Sertifikat tersebut diberikan sebagai bukti pemberi

perusahaan health assistance

di sela-sela acara seminar Islamic finance In

wakaf sudah memberikan wakafnya melalui lks

didirikan pada bulan februari

the turbulence times di fe uI, baru-baru ini.

PWu, sehingga diketahui identitas pemberi wakaf

tahun 2007 yang berfungsi

tujuannya, lanjut Benny, agar pembiayaan ke

tersebut, kemudian berapa banyak harta yang

untuk memberikan pelayanan

sektor mikro menjadi lebih efektif. saat ini, jumlah

diwakafkan dan kemana pemberi wakaf ingin

kesehatan untuk peserta

gerai Mitra Mega syariah sendiri adalah sebanyak

menyalurkan hasilnya.

asuransi syariah Mubarakah,

210 kantor.

baik corporate maupun individu. di tahun 2009 ini, Pt asuransi syariah Mubarakah (asM) meraih kinerja yang lumayan bagus dibanding tahun 2008 lalu. dari total aset pada kuartal yang sama (kuartal pertama), jika dibandingkan antara tahun 2008 dengan 2009, tercatat adanya kenaikan sebesar 14,6%. Jika pada tahun 2008 total aset di kuartal pertama sebesar rp 139.523.000.000, maka ditahun 2009 ini mencapai rp 159.887.000.000. disamping itu peningkatan yang signifikan juga terjadi pada premi bruto yang mampu mencapai kenaikan sebesar 407.31%. hal ini terjadi pada triwulan pertama tahun 2008 premi bruto yang terkumpul sebesar rp 10.712.000.000,- dan pada triwulan pertama tahun 2009 premi bruto yang mampu dikumpulkan sebesar rp 54.343.000.000. Paparan kinerja yang positif di atas terungkap dalam pers conference tentang kinerja asM belum lama ini di Jakarta. direktur utama asM- dr. Ir. salim al Bakry MBa, saat menjelaskan tentang kinerja perusahaannya itu juga menambahkan, bahwa rBc (risk Base of capital) asuransi syariah Mubarakah sampai triwulan pertama tahun ini sebesar 185%, menunjukkan nilai yang berada diatas rata-rata yang telah ditetapkan oleh departemen keuangan republik Indonesia. selain itu pengembangan bisnis melalui saluran distribusi lain juga dilakukan diantaranya pengembangan

8

Jumlah rumah sakit atau klinik di seluruh indonesia yang telah menjadi rekanan

 Bank dkI sYarIah Buka laYanan Wakaf uang

sampai sekarang mencapai lebih dari 500 rekanan provider baik rumah sakit maupun klinik diseluruh Indonesia. salah satu keunggulan dari pelayanan yang diberikan oleh eascO MedIkal

lanjut anwar, nantinya dana yang diwakafkan, sepeser pun tidak akan berkurang jumlahnya.

masalah kemiskinan dunia.

 keMenPera, BWI, dan

Mes kerJasaMa PrOgraM PengeMBangan PeruMahan

dan dikelola secara amanah, tanggung jawab,

Indonesia (BWI) serta Masyarakat ekonomi

profesional, dan transparan. sementara itu, Winny

syariah (Mes) menjalin kerjasama program

hasan mengungkapkan optimismenya, bahwa

pengembangan perumahan dan permukiman bagi

wakaf uang di lembaga yang dipimpinnya dapat

masyarakat melalui instrumen keuangan syariah

bertumbuh dengan baik. “kami berharap para

dan wakaf. Penandatanganan surat kesepakatan ini dilakukan secara langsung oleh Menteri negara Perumahan rakyat (Menpera), Muhammad Yusuf asy’ari, ketua BWI, Prof. dr. kh tholhah hasan dan ketua

sehingga peserta tidak perlu

 PeBs feuI dan IrtI IdB

membayar secara tunai.

tOPang 63% PeMBIaYaan Bank sYarIah Mega

memicu krisis keuangan global dan memperparah

(kemenpera) bersama dengan Badan Wakaf

jaringan komunikasi gPrs

 MItra Mega sYarIah

berkembang, termasuk negara Islam sehingga

diinvestasikan melalui investasi yang terjamin,

gajinya,” katanya di saat acara.

elektronik dengan menggunakan

yang kemudian mengimbas kenegara-negara

kementerian negara Perumahan rakyat

jasa Bank dkI dapat mewakafkan sebagian

mesin edc pembayaran

terjadinya krisis keungan di negara-negara maju

namun, dana itu akan berkembang, karena akan

pegawai negeri sipil yang banyak memanfaatkan

ini adalah dengan penggunaan

diangkatnya tajuk ini dilatarbelakangi oleh

Bank dkI syariah kini telah resmi membuka layanan wakaf uang. Pembukaan layanan ini di bank milik Pemda dkI tersebut ditandai dengan pembayaran wakaf uang yang dilakukan oleh dirut

sungguh bagus kiprah Mitra Mega syariah.

Bank dkI-Winny hasan melalui gerai Bank dkI

gerai outlet mikro dari Bank Mega syariah

syariah kepada Badan Wakaf Indonesia (BWI),

(BMs) ini ternyata mampu memberikan kontribusi

sebagai pihak nadzir wakaf uang, belum lama ini

sampai 63 persen dari total pembiayaan BMs

di Jakarta. dengan begitu, kini Bank dkI syariah

di saat ini yang mencapai angka rp 2,4 triliun.

resmi menjadi lembaga keuangan syariah (lks)

hingga sekarang Mitra Mega syariah telah

Penerima Wakaf uang (PWu) yang bekerja sama

menyalurkan pembiayaan sebesar rp 1,5 triliun.

dengan BWI, bergabung bersama bank-bank

Menanggapi sukses itu, Benny Witjaksono-dirut

syariah lainnya, seperti Bank syariah Mandiri,

BMs menjelaskan, tahun ini pihaknya memang

BnI syariah, Bank Muamalat, serta Bank Mega

menargetkan pembiayaan melalui Mitra Mega

syariah Indonesia.

syariah dapat memberikan kontribusi sebesar

sePakat keMBangkan PenelItIan ekOnOMI sYarIah

Pusat ekonomi & Bisnis syariah (PeBs) feuI dan Islamic research and training Institute

umum Pengurus Pusat Mes, dr. Muliaman d. hadad di kantor kemenpera, 24 Juni 2009.

 aXIs salaM raIh rekOr MurI

langsung oleh 12 tokoh dan cendikiawan muslim terkemuka antara lain Dr.M.Syafii Antonio, M.Arifin Ilham, Ust. Wahfiuddin, Haddad Alwi, ustadzah Irena handodo. serta habib ali Jafar assegaf, pimpinan majelis nurul Mustofa. layanan ini diberikan secara gratis bagi pelanggan aXIs salam. Jaya suprana, sebagai pemimpin MurI, langsung menyerahkan anugrah rekor Indonesia kepada Presiden direktur dan ceO aXIs, erik aas, yang didampingi oleh pimpinan dan perwakilan 12 komunitas pendukung aXIs salam, serta disaksikan oleh saud al daweesh, Presiden komisaris aXIs. dalam kesempatan ini, erik aas berkomentar, “aXIs salam merupakan bagian dari janji kami dalam memberikan layanan yang bermanfaat, simpel dan terjangkau. saya ingin menyampaikan apresiasi dan penghargaan kami kepada 12 komunitas Islam dan para pemimpin yang selama ini mendukung berbagai kegiatan aXIs salam hingga memperoleh penganugrahan rekor ini. tanpa komitmen dari kita semua, hal ini tidak akan terjadi.” salah satu dari pimpinan komunitas yang bergabung bersama AXIS Salam, Dr.M.Syafii antonio, M.ec, juga memberi komentar, “aXIs dengan slogan “gsM yang Baik”, sesuai dengan ciri kultur perusahaan, komunitas dan pebisnis

development Bank (IrtI- IdB) menandatangani

yang baik. Prinsip good corporate

memorandum of understanding (Mou) untuk

governance diambil dari filosofi Islam,

pengembangan pendidikan, pelatihan, dan

mengutamakan kejujuran, integritas

penelitian ekonomi syariah di Indonesia, 16 Juni

dan nilai manfaat yang besar untuk

2009.

masyarakat banyak. Merupakan hal yang wajib bahwa aXIs salam

Penandatanganan dilakukan oleh direktur IrtI IdB,

mendapat anugrah MurI hari ini

Prof. dr. Bambang Ps. Brodjonegoro dan direktur

untuk komitmennya memberikan

PeBs feuI, dr. Mustafa edwin nasution di kampus

sMs tausiyah gratis. Ini berasal

feuI, depok..

dari keiklasan dan dana yang tidak

kerjasama ini langsung dimulai dengan menggelar

komitmen aXIs dalam mendukung syiar Islam di

seminar internasional bertajuk “Islamic Finance

Indonesia melalui pelayanan sMs tausyiah gratis

produk-produk bancassurance maupun Co

70 persen dari total target pembiayaan mereka

ketua dewan Pembina BWI, kh anwar Ibrahim,

in the Turbulance Times: A New Perspective on

bagi seluruh pelanggan axis salam, mendapat

Branding. asM optimis, jumlah premi yang

di 2009 ini seebsar rp 3,2 triliun. nah, guna

di sela-sela acara mengungkapkan, pihaknya

Proverty Alleviation and Global Financial Crisis”.

sambutan positif dari masyarakat. Pada akhir Mei

Sharing edisi juni 2009

B I S N I S

sedikit, mengingat layanan konten seperti ini sangat populer dibisnis seluler.

 Sharing edisi juni 2009 9


L A P O R A N U TA M A

U

Umrah pada saat Ramadhan, terasa sangat nikmat. Demikian model senior Ratih Sanggarwati menggambarkan. Setiap selesai ashar sampai menjelang maghrib, ribuan jamaah berjajar berhadaphadapan di pelataran Masjidil Haram seperti orang kenduri, menunggu makanan buka puasa datang entah dari mana. Bertruk-truk makanan datang dan dibagikan seolah tak habis. “Hal-hal itu yang menakjubkan kami,” ujarnya, menceritakan umrah Ramadhan terakhirnya bersama Dhianya Nuasnigi Zen, salah seorang anaknya yang masih duduk di bangku kelas satu Sekolah Dasar (SD). Ibadah di Tanah Suci selama Ramadhan, juga terasa lebih khusyuk. Sang anak yang notabene belum balig pun, merasakan hal yang sama. “Lapar dan haus tak terasa sepanjang di Makkah dan Madinah. Jam berlalu hanya dengan ibadah, Alhamdulillah,” tambahnya. Ramadhan merupakan bulan yang amat mulia. Setiap ibadah yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan, niscaya pahalanya akan dilipatgandakan. Demikian juga dengan ibadah umrah. Karena keutamaan itu, banyak umat Islam dari seluruh dunia yang menyengaja mengerjakan umrah pada bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda, ‘’Barangsiapa yang melaksanakan umrah di bulan Ramadhan nilainya sama dengan pergi haji bersamaku.’’ Hadis ini menjelaskan tentang keutamaan umrah di bulan Ramadhan. Baik umrah di awal, pertengahan maupun akhir Ramadhan, sama-sama utama dan merupakan momentum untuk perbaikan diri.

10

Sharing edisi juni 2009

Berumrah di bulan Ramadhan pun kini tak lagi sulit. Anda tinggal memilih paket mana yang akan diambil, sesuai “kekuatan” kantong. Umumnya, tersedia tiga paket utama, yaitu paket permulaan Ramadhan, lalu pertengahan dan akhir Ramadhan. Namun ada juga yang memecahnya menjadi empat paket. Al-Amin Wisata Hati

harga paket 3.900 dolar AS hingga 4.400 dolar AS. “Paket umrah Ramadhan ini sudah mulai kami tawarkan saat ini dan keberangkatan pertama tanggal 19 Agustus 2009,” ujar Soeparno, Presiden Direktur PT Pandu Ash-Shofa (PAS Travel). Jika ingin lebih irit lagi, bisa mengambil paket umrah regular komunitas. Namun untuk mengambil paket ini,

Banyak Paket Ditawarkan, Mau Pilih yang Mana?

Ada paket Awal Ramadhan hingga Full Ramadhan. Ada juga paket ketengan atau berangkat berombongan. Semua pilihan tergantung pada jamaah.

Travel misalnya, menawarkan empat paket umrah Ramadhan, yaitu Paket Awal Ramadhan (22 Agustus-30 Agustus 2009), Pertengahan Ramadhan (31 Agustus - 7 September 2009), Lailatul Qodar (9 September-23 September 2009), dan Paket Full Ramadhan ( 22 Agustus23 September 2009). “Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari 2.100 hingga 2.500 dolar AS,” ujar Direktur Operasional Al-Amin Wisata Hati Travel, Syarif Matnadji. Semua paket dilengkapi dengan pembimbingan umrah oleh “dai sedekah” Ustadz Yusuf Mansur. Pembagian paket yang kurang lebih sama dilakukan oleh PT Pandu Ash-Shofa (PAS Travel). Hanya saja, paket terakhir biro ini berupa paket Lailatul Qodar plus Iedul Fitri, berangkat 9 September, dengan

Anda paling tidak harus mengumpulkan sedikitnya 15 – 20 orang yang juga sama-sama ingin berumrah. Makin banyak yang ikut, akan lebih baik dari sisi harga; ongkos makin bisa ditekan. Misal komunitas pengajian. Salah satu biro yang menyelenggarakan paket model ini adalah Mulia Wisata Abadi (MWA). Ongkos umrah model ini bisa hingga kisaran harga 1.500-an dolar AS, tergantung jumlah peserta. ”Bujetnya bisa kami sesuaikan sepadan dengan fasilitas dan pelayanan yang dipilih,” ujar Manajer Operasional MWA, Muhammad Permana, kepada Sharing. Selain keuntungan dari sisi harga, banyak keuntungan umrah berkelompok ini.

Misalnya, bisa menentukan tanggal keberangkatan sendiri. ”Kalau mereka sudah punya ustadz, bisa bawa ustadnya sendiri. Kalau belum bisa, kami sediakan,” tambahnya. Praktis bukan? Pilihan paket yang akan diambil tentu tergantung pada masing-masing jamaah. Setelah menentukan paket, pilihlah biro umrah yang amanah dan bertanggung jawab. Ada baiknya kita mendengar pesan mubaligh ibu kota, Ustadz Subki Al-Bughuri, soal pemilihan biro ini. “Pertama biaya mahal belum tentu bagus. Yang harus kita lihat travel itu terpercaya atau tidak, lalu mempunyai track-record buruk atau tidak,” ujarnya. Sedangkan Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Prof Dr Ahmad Satori Ismail mengkritisi kebiasaan sekalangan umat Islam yang seolah “mewajibkan” diri untuk selalu berumrah di Bulan Ramadhan. Menurut Satori, bagi mereka yang baru pertama kali melakukan ibadah umrah, maka wajib hukumnya menjalankan ibadah umrah. “Namun untuk mereka yang melakukannya sebagai umroh kedua, atau bahkan yang kesekian, mereka perlu mengkaji lagi prioritas ibadahnya,” ujarnya. Intinya, jangan sampai demi mengejar umrah Ramadhan, kewajibankewajiban kita terhadap sesama Muslim lain yang membutuhkan jadi terabaikan.  YS/IA/VA


L A P O R A N U TA M A Pada bisnis jasa seperti ini, word of mouth marketing (WoM) amat penting. Intinya adalah kepercayaan jamaah.

B

Banyak biro umrah mengandalkan kepercayaan jamaah untuk memasarkan jasanya. Ketika jamaah puas dan percaya dengan pelayanan, mereka tak ragu merekomendasikannya ke orang lain. Oleh karena itu, menjaga kepuasan dan kepercayaan pelanggan menjadi amat penting. Apalagi jika sebuah biro mampu menawarkan tarif yang kompetitif.

Yemen Air. Berdasar penilaian MWA, penerbangan asing mampu memberi pelayanan yang lebih baik. Transit juga tidak langsung ke Jeddah. Hal ini dimaksudkan agar para jamaah mempunyai kesempatan untuk mempersiapkan dirinya lebih matang sebelum umrah. Misalnya dengan tausyiah selama transit. “Tidak sulit dilakukan di lounge dan tidak terlalu lama,” ujar Muhammad Permana, Manajer Operasional MWA kepada Sharing. Karena, jika transit resminya selama lima jam, dalam praktiknya seringkali hanya tiga jam. Nah, tiga jam itu menjadi tidak menjemukan jika diisi dengan tausyiah kepada jamaah. Tempatnya bisa

Harga

L A P O R A N U TA M A

dipilih,” terang Permana. Selain keuntungan dari sisi harga, banyak keuntungan umrah berkelompok ini. Misalnya, bisa menentukan tanggal keberangkatan sendiri. ”Kalau mereka sudah punya ustad, bisa bawa ustadnya sendiri. Kalau belum bisa, kami sediakan,” kata Permana. Biasanya ustadz yang diajak oleh sebuah kelompok dibiayai perjalanan dan akomodasinya oleh patungan kelompok. Agar lebih murah, MWA siap menyediakan ustadz yang memang tinggal di Arab Saudi. ”Jadi tidak perlu ada biaya penerbangan,” tambahnya. Dari sisi ibadah, umrah bersama kelompok pengajian menjadi lebih fokus dan nyaman. Pertama, rekan

Sudah empat tahun Thayiba Thora (TT) tidak memasang iklan di media massa. Bagaimana mereka mencari jamaah selama ini? ”Kami punya 3.000 nomor ponsel di database kami, itu semua jamaah kami”, kata Imam Khumaidi, Manajer Pemasaran TT kepada Sharing.

Meski ditawarkan pada harga itu, MWA menjamin tidak terjadi pengurangan kualitas, malah ada penambahan value added yang diberikan kepada jamaah. Misalnya, untuk pesawat, MWA memakai antara lain Ettihad, Saudi Arabia, dan

12

Sharing edisi juni 2009

mengambil di ruang tunggu (lounge) bandara saja.

 uMrah sesuaI PerMIntaan

Mau harga lebih murah, Permana menawarkan umrah regular komunitas. Misal komunitas pengajian. Tak jauh berbeda dengan umrah karyawan atau kelompok, semakin banyak jamaah ikut, biaya bisa ditekan. Hanya memang tidak banyak-banyak penekanannya, misal dari 1.550 dolar AS menjadi 1.510 dolar AS per orang. ”Bujetnya bisa kami sesuaikan sepadan dengan fasilitas dan pelayanan yang

jamaah adalah rekan pengajian yang sudah dikenal. Kedua, ada sunah-sunah atau kebiasaan dalam beribadah yang seragam, sehingga mereka tidak canggung. Minimal umrah komunitas yang bisa diberangkatkan MWA adalah 10 orang. Untuk Ramadhan 2009, MWA menawarkan paket umrah bersama Ustad Reza M Syarif dan Buya Yahya. Keikutsertaan ustad ternama, menurut Permana terkadang diperlukan untuk saat tertentu, seperti umrah plus atau umrah Ramadhan.

 sMs BrOadcast

Jamaah, kata dia, diperlakukan seperti keluarga sendiri. Pendekatan personal atau pribadi yang dikedepankan. “Kami selalu menanyakan pada jamaah, misalnya, bagaimana makanannya, cocok tidak? Atau menanyakan kesehatannya? Atau apakah mereka mengalami kesulitan-kesulitan saat melakukan Ibadahnya, dan lalu kami siap menawarkan diri membantu,” papar Baluki pada Sharing.

Setiap hari Jumat, TT mengirimkan SMS tausyiah kepada 3.000 nomor tersebut. Pada hari-hari besar Islam juga dikirimkan SMS tausyiah. Segala tentang pengumuman program atau paket umrah dan haji baru juga dikirimkan via SMS. ”Lebih efektif dan efisien,” simpul Imam.

Pendekatan ini ternyata efektif untuk menggaet konsumen baru. ”Biasanya, kalau yang sudah senang dengan pelayanan kami, mereka akan terus memakai jasa kami dan mengajak yang lain,” jelas Baluki.

Selain SMS, TT juga mengadakan pengajian berkala untuk para jamaahnya sebulan

Bukan (Lagi) Segalanya Mulia Wisata Abadi (MWA) misalnya, mengklaim tarif umrahnya amat kompetitif, bahkan bisa dibilang paling murah dibanding yang lain. untuk umrah reguler, biro ini menawarkan 1.550 dolar AS. Bandingkan dengan pasaran harga biro lain yang ada pada kisaran harga 1.600 hingga 1.800 dolar AS.

hingga saat kembali pulang,” tambahnya,

sekali. Namun tentu tak bisa datang semua, tapi setidaknya bergantian dan ada terus yang datang ke pengajian. Jadi tidak hanya berupaya memberikan pelayanan terbaik ketika umrah, selepasnya silaturahmi tetap dijaga dan dibina. Tak jarang pula mantan jamaah datang bersama teman atau kerabatnya ke kantor TT. Tentu tujuannya untuk mengetahui paket umrah apa saja yang disediakan TT. Untuk membuat tamunya nyaman, kantor didesain seperti rumah dan memang mengambil bangunan eks rumah tinggal. Ruang tengah tempat menerima tamu luas, dihiasi foto-

foto umrah dan haji. Imam selalu sedia di ruangan itu, menyambut tamu dengan ramah siapapun itu.

di Timur Tengah di era akhir tahun 1970-an. Mereka paham betul tentang ibadah umrah dan seluk-beluk Tanah Suci.

Semua itu, menurut Imam, digunakan untuk membangun kepercayaan. Permana pun setuju dengan ini. Pelayanan adalah nomor satu baru setelah itu harga. Malahan seringkali kenal tidaknya seorang calon jamaah dengan biro umrah menjadi penting. Seringkali calon jamaah memilih biro yang sudah dikenalnya atau diperkenalkan oleh teman atau kerabatnya. Permana punya ungkapan untuk ini, ”Kenali dulu, percaya, baru soal bujet”.

Dengan dipimpin oleh orang yang kompeten dan tahu persis bagaimana penyelenggaraan ibadah haji dan umroh yang baik dan benar, maka para calon jamaah dari biro ini tak perlu kawatir bakal mengalami ketidakpuasan. “tak ada cerita mereka ditentarkan di Tanah Suci,” ujar pimpinan Bina Wisata, H Baluki Ahmad.

Bila WMA mengandalkan harga, maka Bina Wisata menawarkan pendampingan sebagai daya tarik utama. Biro penyelenggara haji umrah yang beroperasi sejak tahun 1990 ini didirikan oleh komunitas pemuda Indonesia yang berada

Menurutnya, bironya selalu commit pada jamaahnya. Karena sejak awal berdirinya biro ini mereka selalu lebih mengutamakan kualitas layanan, ketimbang mencari kuantitas jamaah. Itu sebabnya, jumlah jamaah yang diberangkatkan dalam satu rombongan tak pernah “gemuk”. “Pelayanan kami mulai dari persiapan di Tanah Air, selama di Tanah Suci,

Baluki mengaku, dalam program umrah Ramadhan, Bina Wisata tidak ikut-ikutan arus seperti biro-biro lainnya, misalnya, menggandeng icon dai terkenal sebagai pembimbing, atau jor-joran di dalam berpromosi di media. ”Kami akui, kami memang tak banyak berpromosi. Kami lebih memfokuskan diri pada pelayanan kami dengan pendekatan pribadi pada jamaah,” tambahnya.

 BerIBadah sesuaI sYarIat

Pendekatan yang dilakukan Hira Tour beda lagi. ”Beberapa biro haji atau travel lebih fokus ke bisnis oriented, sehingga kadang membiarkan jamaahnya melaksanakan ibadah sesuai kebiasaannya masing-masing. Kalau kami tidak,” jelas H Amir Zaman Mustari, direktur Operasional Hira Tour pada Sharing. Menurutnya, misi bironya adalah mengantarkan jamaah sukses beribadah. Artinya, ibadah yang dilakukan benar-

benar sesuai tuntunan agama. ”Kami berusaha membimbing jamaah agar menjalankan ibadah sesuai syariah yang dituntunkan Rasulullah SAW. Jadi, bagaimana agar jamaah bisa melaksanakan ibadah sebaik dan semaksimal mungkin, hingga bisa mencapai tujuan yang diharapkan,” tambahnya. Sebagai realisasi misinya di atas, menurut Amir, Hira berusaha memaksimalkan bimbingan dan pelayanan yang prima selama jamaah berada di Tanah Suci. Demikian pula sebelumnya, saat jamaah masih berada di tanah air, yang namanya kegiatan manasik juga sangat diintensifkan. ”Pokoknya para jamaah benarbenar diberikan pengetahuan dan pemahaman menjalankan ibadah haji secara baik dan benar, sehingga ibadahnya menjadi sangat optimal nantinya. Itu fokus kami,” ujarnya. Bahkan bukan cuma itu. Pasca ibadah haji atau umroh usai, Hira juga merasa punya tanggung-jawab, bagaimana agar jamaah yang mereka layani itu memiliki tambahan wawasan keislaman. ”Jadi tak sekadar selesai ibadah haji atau umrah lalu menjadi kendur lagi,” tambahnya. Karena itu, mereka mempunyai kegiatan untuk alumni berupa pengajian-pengajian agar mereka tetap terus terjaga ibadahnya yang sudah terbentuk dengan bagus di Tanah Suci. Khusus untuk komitmen pembinaan alumni melalui pengajian ini, Amir tak menampik, kalau kegiatan ini juga berbau marketing. Karena ia percaya, pemasaran dari mulut ke mulut (word of mouth) masih menjadi yang paling efektif saat ini. ”Para alumni yang puas dengan penyelenggaraan kami biasanya akan bisa menjadi pemasar yang bagus,” tambah Amir. Sharing edisi juni 2009 13


L A P O R A N U TA M A

Komitmen Hira yang tinggi terhadap kualitas pembinaan jamaah di atas, menurut Direktur Utama Hira Tour, H Abdul Aziz Zainudin, sesuai dengan visi awal pembentukkan biro

penyelenggara haji umrah yang mulai beroperasi tahun 2002 ini, yaitu ingin menjadi biro yang berkonsep mandiri dan selalu maksimal di dalam pelayanannya.

L A P O R A N U TA M A

Amir menambahkan, satu lagi kelebihan bironya. “Kita mempunyai sistem one stop services. Begitu jamaah bersentuhan dengan Hira, maka kita akan mengurusi semuanya, mulai dari

1 Mulia Wisata Abadi • • •

Paket awal dan tengah ramadhan (12 hari) mulai 1.650 dolar as Paket akhir ramadhan (12 hari) mulai 1.980 dolar as Paket full ramadhan (30 hari) mulai 2.280 dolar as

harga sudah termasuk - tiket pesawat PP kelas ekonomi - akomodasi & konsumsi - Penginapan di lulu Yasir/ Muhajirin (Makkah) dan Muhajirin/ al Wasel (Madinah). - Visa umroh - transportasi & ziarah - air Zam-zam @ 10 liter - Perlengkapan umrah ---------------------------------------------------------------------------

2 Thayiba Thora Paket 1-19 ramadhan 2.200 dolar as plus rp 500.000 ----------------------------------------------------------------------------------

3 Bina Wisata • • •

Paket awal ramadhan (1-8 ramadhan) 2.400 dolar as Paket pertengahan (13 - 18/19 ramadhan) 2.400 dolar as Paket akhir ramadhan (24 ramadhan - 2/3 syawal) 2.800 - 3.200 dolar as (plus sampai 4.000 dolar as - khusus eksekutif) fasilitas: hotel hilton tower, Movenpick dan holiday Inn. Maspakai: garuda dan saudi air

4

---------------------------------------------------------------------------------------

Hira Tour • • • •

Paket awal ramadhan (mulai 1.900 dolar as) Paket pertengahan ramadhan (mulai 1.900 dolar as) Paket akhir ramadhan/lailatul Qodar (mulai 2.450 dolar as) Paket umrah full ramadhan (2.500 dolar as)

fasilitas: hotel Bintang 4 (Madinah – hotel dalla taiba, Mekkah- hotel Mawaddah) khusus umrah fully ramadhan: -hotel bintang 3, -Pesawat kelas ekonomi

14

Sharing edisi juni 2009

pendaftaran, kelengkapan administrasinya, hingga jemput bola ke rumah jamaah. Intinya, kita menguruskan semuanya,” jelasnya, Jadi, jemaah tinggal manasik saja dan berangkat. Praktis bukan?  YS/IA

D

Umrah Keluarga Layak Dicoba

Umrah di masa depan, harus memiliki misi khusus. Misalnya membentuk generasi muda unggulan Indonesia.

Daripada umrah sendiri atau hanya berdua pasangan, kenapa tidak mencoba ”bedol keluarga”: membawa seluruh anggota keluarga bersimpuh di Tanah Suci? Tazkia Travel mengaku sebanyak 60 persen dari jamaah umrahnya dalam setahun adalah keluarga. Thayiba Thora Travel bahkan membuatkan program khusus umrah untuk anak dan remaja yang didampingi orang tuanya atau umrah keluarga.

staf MWA yang ikut. Setibanya di Tanah Suci, petugas MWA yang memang tinggal di sana tinggal menjemput. ”Kopernya kami tandai khusus besar-besar, jadi mudah dikenali ketika dijemput di bandara,” terang Muhammad Permana kepada Sharing. Laena Tours juga memiliki produk khusus, Umroh

di Tanah Suci dapat diatur sendiri oleh peserta, tentu dengan pendampingan dari staf mereka. Untuk program ini, Laena Tours menetapkan harga di atas 2.000 dolar AS. Biasanya, umrah keluarga ramai di bulan Juni hingga Juli tiap tahunnya, berbarengan dengan masa liburan sekolah. Diakui General Manager Tazkia

Namun, karena memiliki perwakilan di Arab Saudi, MWA bisa meminimalisasi bahkan menghilangkan kerugian tersebut. Jadi, mereka hanya perlu memberangkatkan saja dari Jakarta. Tidak ada

 Paket dIrancang

untuk keBersaMaan keluarga

Umrah keluarga bagi Tazkia Travel harus memliki target tertentu, bukan sekadar umrah dengan bertawaf lalu bersa’i, selesai. ”Pemaknaannya harus ada,” tegas Prana Tandjuddin, general manager Tazkia Travel.

Biro lain, Mulia Wisata Abadi (MWA) Travel tidak membuat produk khusus, namun mengakui peserta umrahnya memang banyak juga dari kalangan keluarga. Bahkan, MWA berani memberangkatkan satu keluarga terdiri dari lima orang untuk umrah. Tak ada jamaah lainnya. Menariknya MWA tidak membuat harganya menjadi lebih mahal dari paket umrah biasa. Tetap di rentang 1.6001.700 dolar AS. Padahal, menurut Manajer Operasional MWA, Muhammad Permana, nilai ekonomis umrah untuk perusahaannya adalah minimal 20 jamaah sekali umrah. Artinya jika di bawah itu pihaknya bisa merugi.

Ramadhan, meski tarif yang dikenakan mereka lebih tinggi, pesertanya tidak sebanyak umrah masa liburan. Oleh karena itu, umrah keluarga biasa juga dikemas dalam nama produk umrah liburan.

Sesampainya di Gua Hira, jamaah diajak menikmati pemandangan Kota Mekkah dari atas bukit. Di sinilah Rasulullah SAW menyepi dan mendapat wahyu. Menginjakkan kaki di atas pasir Gua Hira bisa jadi menyerap angan menuju kesenyapan layaknya dialami Rasulullah di masa lalu.

Eksklusif-Umroh Keluarga. Dengan produk ini, jamaah keluarga dapat merencanakan dan menentukan perjalanan umrahnya sendiri. Dalam paket ini, mereka hanya melayani satu keluarga yang berumrah. Karena sifatnya personal ini, maka seluruh program ibadah dan kegiatan selama

Travel, Prana Tandjuddin, di bulan-bulan liburan sekolah ini biasanya perolehan profit biro umrah dan haji naik siginifikan. Dan pesertanya terus menunjukkan tren naik selama tiga tahun belakangan. Sementara pada umrah Ramadhan atau 10 hari terakhir

Lalu tiba-tiba pendamping mengajak berteriak selepaslepasnya. Tidak sekadar berteriak, tapi menggurah perasaan buruk yang bersarang di dalam hati. Ia menceritakan sebuah keluarga yang menemukan simpulnya kembali di Tanah Suci, tepatnya di Gua Hira ini. ”Teriaklah sepuas hati kamu. Setelah itu menangis, jadi selama ini ada sesuatu yang tertahan. Ustad pun bertanya mengapa demikian, ternyata Sharing edisi juni 2009 15


L A P O R A N U TA M A

L A P O R A N U TA M A

”Pada bulan-bulan liburan sekolah ini biasanya perolehan profit biro umrah dan haji naik signifikan. dan pesertanya terus menunjukkan tren naik selama tiga tahun belakangan.” karena narkoba, dia kurang mendapat perhatian,” kisah Prana Tandjuddin kepada Sharing. Yang diilustrasikan penggiat Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) ini adalah umrah anak dan remaja yang diselenggarakan bironya. Memang belum ada produk atau paket khususnya, masih digabung dengan umrah umum, tapi metode khusus diterapkan untuk jamaah khusus. Jamaah khusus dalam hal ini adalah anak dan remaja, baik yang memiliki masalah berat, ringan, atau baik-baik saja. Selama masa liburan ini, Tazkia memberangkatkan umrah per 24 Juni, 30 Juni, dan 3 Juli 2009. Pesertanya sekitar 210-an total dan kebanyakan keluarga. Bisa anak dan kedua orang tua saja, atau bersama kakek, nenek, keponakan, sepupu. ”Ada yang lima orang, ada juga yang 14 orang satu keluarga yang ikut,” sebut Prana. Ketika di Tanah Suci, ada waktu-waktu khusus orang tua dipisah dari anaknya. Tentu pendamping disediakan untuk masing-masing kelompok ini. Pendamping khusus anak diupayakan yang mengerti psikologi anak dan remaja, bisa berbaur akrab dengan mereka. Dengan kata lain, agak gaul juga. Misalnya, jika si anak selama di Tanah Air manja kepada orang tuanya, ketika umrah diharapkan menjadi mandiri, dengan bantuan sang pendamping. Peserta anak dan remaja biasanya di rentang Sekolah Dasar (anak) dan di rentang SMP sampai kuliah semester kedua (remaja). “Awalnya iseng dan ikutikutan aja, eh ternyata bagus banget dapat pengalaman yang

16

Sharing edisi juni 2009

amat berharga. Pokoknya gak nyesel deh isi liburan dengan berumrah seperti ini. Kayaknya perlu juga deh waktu remaja pergi umrah,” komentar Allida Alexandra Asmasoebrata, pembalap muda asal Indonesia untuk Formula Renault Asia dan Karting (gokart) itu, yang pergi berumrah dengan Thayiba Thora.

 thaYIBa thOra PelOPOrnYa

”Kami ingin keluarga punya memori yang bisa dibawa pulang,” kata Imam tentang tujuan umrah keluarga ini diadakan. Lebih dari itu, tambah Imam, ”UMAR bertujuan membangun generasi harapan yang berkesadaran dan berkarakter dalam keimanan. Generasi ini mampu mengintegrasikan potensi dan meraih kehidupan yang lebih mulia.”

Biro umrah dan haji Thayiba Thora bisa dibilang salah satu pelopor umrah untuk anak dan remaja di Indonesia. Kisahnya bermula ketika artis Neno Warisman mencetuskan ide ini pada 2002. Manajemen TT pun bermitra dengan Neno untuk memberangkatkan umrah anak usia 7-8 tahun dan remaja pada 2003. Saat itu, anak dan remaja bisa berangkat begitu saja tanpa harus ditemani wali atau orang tuanya.

Makanya TT tidak sembarangan meluncurkan produk ini pada 2003 lalu, ketika masih menjadi umrah khusus anak dan remaja. Saat itu riset dilakukan, termasuk memberangkatkan beberapa anak dan remaja umrah atas biaya TT. Di saat umrah, sikap dan preferensi ibadah anak dan remaja diamati dan dicatat. Dari situ, produk ini dirancang untuk menghasilkan apa yang diinginkan si anak maupun orang tua.

Sekarang tidak bisa, ada peraturan dari pemerintah Arab Saudi yang melarang anak dan remaja, terutama perempuan di bawah umur 40 tahun berumrah tanpa ditemani wali atau orang tuanya. ”Makanya kami lebarkan menjadi umrah keluarga,” kata Manajer Pemasaran TT, Imam Khumadi kepada Sharing.

Imam berkisah, tak jarang orang tua mengumrahkan anaknya agar ibadahnya lebih kuat. Misalnya si anak termasuk yang sulit diperintahkan shalat atau mengaji di rumah. Selesai umrah harapannya si anak jadi rajin shalat dan mengaji. ”Itu berhasil,” ujar Imam.

Nama paket umrah ini ”UMAR (Umrah Anak dan Remaja) Thayiba Thora”. Tahun 2009, pemberangkatan dilakukan pada 27 Juni hingga 5 Juli 2009. Sebanyak 45 peserta berangkat. Mereka terdiri dari anak, remaja, orang tuanya, dan kerabat. Biaya yang dipatok untuk paket ini adalah 1.875 dolar AS dan Rp500.000.

 BanYak

ManfaatnYa BagI keluarga

Tentu pendamping umrah disediakan khusus yang mengerti anak dan remaja. Biasanya para pendamping yang berusia 20-25 tahun. Ini khusus untuk mereka, dibedakan dengan pendamping untuk orang tua.

orang tuanya dan ”di-treat” khusus oleh para pendamping dan ustad di sana. Salah satunya dalam paket UMAR ini adalah dengan bersilaturahim dengan kalangan santri Huffadz Al Quran di Masjid Nabawi, Napak Tilas Perjuangan Nabi, dan shalat tahajud di pelataran Ka’bah. IA

Sekilas Paket UMAR Thayiba Thora  Fasilitas Inti: hotel di Medinah: dallah taiba hotel di Mekkah: grand firdaus hotel di Jeddah: radisson Pesawat: garuda kendaraan: Bus ac  Tambahan Ibadah Inti: di Medinah: • Ziarah sekitar Masjid nabawi. • Mengenal sosok rasulullah dan kehidupan sahabat anshar dan Muhajirin. diakhiri Munajat di raudlah, Ziarah di makam rasulullah, abu Bakar, umar, dan para sabahat di Baqi. • Bersilaturahmi dengan para santri huffadz al Quran di Masjid nabawi. di Mekkah: • napak tilas haji dan sejarah perjuangan nabi ke Jabal tsur, arafah, Jabal rahmah, Muzdalifah, Mina, Jamarat, Jabal nur, dan pemakaman syuhada haji di Ma’la. • shalat tahajud di pelataran ka’bah. • thawaf sunnad dan ikhtiar munajat di Multazam • Wisata ke pantai laut Merah untuk mengambil hikmah peristiwa tenggelamnya fir’aun di laut tersebut pada masa nabi Musa as.

Kini, terapi model begini masih dijalankan, meskipun orang akomodasi umrah tazkia travel tua tetap harus ikut umrah sesuai peraturan pemerintah Makkah grand Zamzam *5 al-Bustan *3 Arab Saudi. Tinggal metodenya Madinah Movenpick *5 Movenpick *5 disesuaikan. Ada saat-saat Jeddah JW Mariot *5 al-azhar / holiday Inn *4 ketika anak dipisahkan dari Istanbul senator cairo sheraton Pesawat garuda (ga Jkt-Jed-Jkt) kelas ekonomi

Sharing edisi juni 2009 17


L A P O R A N U TA M A

Yang Mahal Belum Tentu yang Terbaik Calon jamaah umrah sebaiknya meneliti secara detil paket-paket yang ditawarkan oleh biro perjalanan tempat dia akan bergabung. Semakin rinci penjelasan yang diberikan, akan semakin baik

W

Widy Aristy Maretta, branch manager PermataBank Syariah Pondok Indah, tak bisa melupakan pengalaman umrah Ramadhannya yang pertama. Memang, dia beroleh pengalaman batin yang kaya selama di Tanah Suci. Namun, keberangkatan umrah pertamanya itu agak kurang memuaskan. Widy menilai pendamping yang disediakan biro umrah tidak maksimal. Si pendamping, kata dia, tampaknya baru pertama kali ke Tanah Suci juga.

Pengetahuan medannya kurang, kurang bisa memandu, dan bacaannya juga kurang fasih. Padahal, sebagai pemula, Widy butuh panduan. “Memang, kita sudah ikut manasik. Tapi di sana kan tetap butuh panduan,” ujarnya. Apa yang dialami Widy bisa diminimalisasi jika sejak awal dia “cerewet” soal fasilitas yang akan diperolehnya jika bergabung dalam jamaah umrah mereka. Tak usah sungkan, karena toh semua demi kebaikan bersama. Mulai Juli hingga akhir Ramadhan nanti boleh dibilang adalah masa panen bagi birobiro umrah. Masing-masing berlomba-lomba menawarkan paket yang menarik untuk meraup peserta. Karenanya, kita harus cermat memilih agar tidak seperti membeli kucing di dalam karung. Tak hanya di Indonesia, di beberapa negara tetangga yang mayoritas penduduknya Muslim juga mengalami hal yang sama. Otoritas haji dan umrah Malaysia bahkan dibuat pusing tujuh keliling dengan ulah biro yang hanya meraup untung belaka. Laporan terakhir datang dari 219 Muslim asal Kelantan dan Terengganu yang merasa ditipu oleh sebuah biro umrah di Kuala Lumpur. Mereka sudah kadung menyetor dana 534 ribu ringgit Malaysia, namun tak kunjung diberangkatkan. Selalu mundur dari waktu yang disepakati. Ujung-ujungnya, pemilik biro melarikan dana mereka. Beruntung, biro umrah “nakal” seperti itu tak banyak dijumpai di Indonesia. Dari tahun ke tahun, pengawasan yang dilakukan Departemen Agama bersama asosiasi terkait

L A P O R A N U TA M A

membuahkan hasil; jumlah biro bermasalah makin berkurang. Bila pada tahun 2007 ada tujuh biro perjalanan umrah yang mendapat peringatan hingga pencabutan izin dari Direktorat Jenderal Haji dan Umrah Depag, maka tahun 2008 berkurang jumlahnya menjadi tiga biro saja. Bahkan tahun ini tak satu pun biro perjalanan umrah yang mendapat teguran atau peringatan. “Karena ranah hukumnya sudah jelas, umrah dan haji diatur oleh undang-undang,” ujar Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah, H Baluki Ahmad. Kalau ada yang tidak amanah, maka sanksi moral sebenarnya akan di dapat bironya sendiri, kata dia, yaitu akan ditinggalkan oleh pelanggan. Itu sebabnya, pemilik Rumah Sakit Cito Karawang, Hj Diana Dewi, yang dari awal tidak ingin direpotkan oleh hal-hal yang tak perlu selama menjalani ibadah umrah lebih memilih biro yang cukup terpandang. “Nama besar pemiliknya menjadi taruhan jika pelayanan mereka mengecewakan,” ujarnya. Faktor lain yang dipertimbangkan adalah letak hotel tempat dia akan menginap. Dari biaya bisa jadi. Lalu harus sesuai dengan hotelnya. “Kalau hotelnya terlalu jauh juga berpengaruh kepada fisik kita nanti terlalu capek berjalan,” jelas Diana. Kadang, kata dia, untuk mengukur bagus tidaknya sebuah biro bisa dilihat dari hal yang remeh. Misalnya saja, soal biaya hotel. “Biayanya mahal kalau hotelnya tidak sesuai berarti bironya mengambil keuntungannya besar,” tambahnya.

Menjamurnya biro perjalanan haji dan umrah adalah satu hal yang positif bagi masyarakat. Terutama bisa dilihat dari sisi memberi kemudahan kepada masyarakat, yaitu dengan menawarkan pilihan-pilihan atau alternatif yang lebih memudahkan tanpa mengurangi kualitasnya. Namun tak jarang, biro-biro itu sama layaknya jenis usaha lainnya: mengejar untung sebanyak-banyaknya dengan menekan cost serendahrendahnya. “Karena itu kepada masyarakat harus pandai-pandai memilih mana yang berkualitas diantara para biro perjalanan itu. Mahal belum tentu berarti yang terbaik,” ujar Dr Mukhlis Hanafi, wakil direktur Pusat Studi Alquran (PSQ). Mukhlis menyarankan agar calon jamaah meneliti secara detil paket-paket yang ditawarkan oleh biro itu. Semakin rinci penjelasan yang diberikan, kata dia, akan semakin baik. Biro yang profesional, kata dia, akan dengan senang hati menjelaskan hal ihwal paket yang ditawarkan. Bahkan, mereka akan merinci fasilitasfasilitas yang bakal diterima jamaah dalam bentuk tertulis, baik berupa buklet atau tertulis dalam dokumen-dokumen yang diterima calon jamaah. Mubaligh kondang Ustadz Subki Al-Bughuri juga menyarankan hal yang sama. Menurut dia, harga tak bisa menjadi patokan bagus atau tidaknya sebuah biro perjalanan umrah. “Biaya mahal belum tentu bagus. Yang harus kita lihat travel itu terpercaya atau tidak, punya track-record buruk atau tidak,” ujarnya. Ia mencontohkan, bila makanan

“ kuncinya, jangan malu bertanya, mereka harus mencari informasi yang cukup. karena hampir sama dengan mencari jodoh, begitulah semestinya kita memilih biro perjalanan umrah yang akan mendampingi kita agar tenteram menjalankan ibadah,” 18

Sharing edisi juni 2009

terlambat, apalagi di Armina (Arafah-Mina-Muzdalifah) yang memang lalu lintasnya sangat padat, itu adalah hal yang bisa dimaklumi. “Tapi kalau dia mengganti hotel dari bintang lima ke bintang tiga tanpa ada uang pengembalian menurut saya catatan buruk,” jelas Subki.

bagus lagi kalau ada satu ustadz dari Tanah Air dan satu ustadz Ikagi dari Arab Saudi yang sudah mengenal lapangan,” tambahnya.

Kedua, perlu dilihat siapa ustadz pembimbingnya. “Apakah dia memiliki kemampuan syar’i yang cukup, ini harus juga dipertimbangkan,” tambahnya. Kemudian rasio perbandingan ustadz dengan jamaah. Idealnya, untuk paket eksklusif, rationya 1:5, atau kalau paket biasa maka paling tidak dalam satu bus harus ada satu pembimbing ustadz. “Lebih

Faktor lain yang harus dilihat, kata Subki, adalah almuthawifin. Di samping ustadz, yang muthawifin-nya jangan kelas suporter. Tapi paling tidak mahasiswa yang mengerti syarat rukun yang membatalkan umrah. “Dengan begitu sambil membimbing kita secara aman, dia juga membantu kita melafalkan doa dengan baik,” tambahnya. Keempat, kata dia, laznah (panitia) yang dibawa oleh travel itu harus lengkap. Paling tidak jelas poskonya, pusat informasi di hotel dan sentra pengaduan untuk segala macam

hal, juga posko kesehatan dengan dokter yang siap membantu melayani jamaah. “Saya pikir itu jadi satu nilai, jadi poin tentang bagus tidaknya suatu travel,” ujar Mubaligh yang menjadi nara sumber acara keagamaan di beberapa stasiun televisi ini. Masalah pemilihan pesawat oleh biro itu juga harus menjadi pertimbangan. Ia beberapa kali berumrah dengan naik pesawat milik maskapai asing. “Pelayanannya bagus sih, tapi sayangnya mereka transit di banyak tempat sehingga menimbulkan kelelahan buat jamaah,” jelasnya. Yang paling bagus, kata dia, jika pesawatnya direct ke Tanah Suci, langsung dari Indonesia ke Jeddah.

Bagaimana mempertimbangkan pilihan biro? Subki mempunyai kiat sederhana. Caranya, bisa dengan bertanya langsung ke beberapa orang yang pernah berangkat umrah sebelumnya, atau memperbandingkan iklaniklan mereka di media massa dan dikonfirmasikan kepada mereka yang pernah berangkat dengan mereka. “ Kuncinya, jangan malu bertanya, mereka harus mencari informasi yang cukup. Karena hampir sama dengan mencari jodoh, begitulah semestinya kita memilih biro perjalanan umrah yang akan mendampingi kita agar tenteram menjalankan ibadah,” tambahnya.

 tim redaksi sharing

Apa kata Mereka?

Apa kata Mereka?  Eddies Adellia, Artis Sinetron

“saya hanya memilih biro haji dan umrah yang sudah diakui oleh negara atau pemerintah setempat. dalam arti kata legal, sudah jelas, dan diakui kredibilitasnya secara internasional. kenapa internasional? karena ini sudah lintas negara, maka banyak aturan yang mungkin tidak selalu sama. kalau sudah diakui secara internasional, berarti standar pelayanannyapun internasional; mutu dan kualitasnya sudah pasti terstandar.”  H Diana Dewi, pemilik RS Cito Karawang ”cari biro haji dan umrah yang profesional. ciri-cirinya gampang; dia sudah lama eksis dan dari mulut ke mulut dia memang sudah terkenal bagus. kedua, cari tahu bagaimana guide-nya di sana dan juga pendampingan di sini sebelum keberangkatan. lihat juga bagaimana fasilitas hotelnya, walau ini hanya pelengkap saja.”

 Rusdy Muhammad, owner TB Bursa Nurul Fikri ”Penting bagi kita mengenal dekat biro umrah yang akan memberangkatkan kita. kalau kenal kan komunikasi bisa lancar, kita juga bisa menyampaikan apa yang kita inginkan dengan enak. Yang kedua, saya akan melihat dimana saya akan menginap selama di tanah suci. tujuan kita ke sana kan untuk beribadah, bukan untuk bersenang-senang. Maka saya cari hotel yang paling dekat dengan Masjidil haram.”

Sharing edisi juni 2009 19


L A P O R A N U TA M A

Ketika

R

Ramadhan merupakan bulan mulia dan bulan yang ditunggu-tunggu kehadirannya oleh umat Islam. Sebab, barang siapa yang beribadah di bulan Ramadhan, niscaya pahalanya akan dilipatgandakan, bila dibandingkan dengan bulan lainnya di luar Ramadhan. Rasulullah saw bersabda, ‘’Seandainya umatku mengetahui keutamaan Ramadhan (dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya), niscaya mereka akan mengharapkan agar sepanjang tahun dijadikan bulan Ramadhan.’’

Allah Terasa Dekat

Allah SWT menjanjikan pahala yang sangat besar bagi hamba-Nya yang melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan. Baik ibadah sunah, seperti shalat Tarawih, Tahajjud maupun umrah, terlebih lagi ibadah wajib, seperti shalat, zakat dan puasa. Dalam hadis lainnya, Rasulullah SAW banyak menyampaikan tentang keutamaan bulan Ramadhan dan orang yang beribadah pada bulan tersebut. Salah satunya adalah umrah. Pakar ekonomi Islam yang juga Ketua Umum Baznas, Prof Dr KH Didin Hafidhuddin suatu hari menjelaskan, berdasarkan hadis Rasul, orang yang berumrah pada bulan Ramadhan, akan diberikan pahala yang sama nilainya dengan haji bersama Rasulullah SAW. ‘’Orang yang berumrah di bulan Ramadhan, pahalanya sama dengan haji bersama Rasulullah SAW,’’ kata KH Didin Hafidhuddin, mengutip sebuah hadis.

20

Sharing edisi juni 2009

L A P O R A N U TA M A

Inilah barangkali yang menjadi magnet yang membuat banyak kalangan selalu berumrah Ramadhan. Berikut ini pengalaman mereka:

Tahun ini, ia pun berancangancang untuk kembali ke Baitullah saat Ramadhan. ”Insya Allah. Kalau saya diberi rizki dan diberi kesehatan oleh

tempatnya hanya di sajadah itu, sholat di situ, makan di situ, dan kita hanya keluar mesjid pada saat mandi, atau buang air saja,” ujarnya.

Menurutnya, suasana umrah Ramadhan lebih ramai ketimbang saat ibadah haji. Saat haji, kata dia, aktivitas jamaah menyebar di banyak lokasi, ada di Mina, Arafah dan tempat-tempat lainnya. ”Kalau umrah Ramadhan, fokusnya di Masjidil Haram saja. Semuanya di situ, terutama di sepuluh hari terakhir,” jelas mantan presiden direktur Asuransi Bintang Tbk ini.

Muhaimin Iqbal

Berusaha untuk Selalu Iktikaf di Tanah Suci

Muhaimin Iqbal adalah salah seorang tokoh ekonomi syariah yang mempunyai kebiasaan selalu melakukan umrah Ramadhan. Saat yang paling dirindukannya adalah 10 hari terakhir Ramadhan di Tanah Suci.

Allah SWT,” ujar pemilik Gerai Dinar ini. Satu hal yang memotivasinya untuk selalu berumrah di bulan Ramadhan adalah keistimewaan yang ditawarkan Bulan Suci ini. Menurutnya, tak ada di bulan lain, yang selain bulan puasa itu sendiri, yang pahala amal ibadah hamba-Nya dilipatgandakan. ”Dan itu ditempatnya sendiri di Masjidil Haram, ada penggandaan ibadah seribu kali,” tambahnya. Tak heran, jamaah seperti ”rebutan” tempat terutama pada malam-malam ganjil. ”Bisa dibayangkan, kita hidup sekitar 10 hari, tempat kita hanya di separuh sajadah saja. Karena kita sepanjang waktu,

Di mata Iqbal, kenikmatan umrah Ramadhan justru ada para sepuluh hari terakhir itu. Shalat malam, katanya, menjadi terasa lebih khusyuk. ”Jadi, di malam hari itu, orang lebih sedikit tidurnya dan lebih banyak shalat berjamjam dipimpin oleh imam yang membawakan bacaan shalat dengan suara yang sangat enak didengar.” Ia mengaku, pengalaman ruhani didapatinya juga pada Qiyamul Lail di 10 hari terakhir. ”Jauh lebih mendalam karena shalat diimani dengan sangat panjang dan dengan bacaan yang sangat bagus.”

kita harus sabar, jangan sampai pada saat berdesakan atau berebut tempat, lalu sampai kita berantem dengan jamaah lain. ”Jadi, harus menahan diri, ingat tujuan utama kita ke sana.” Satu yang tak boleh dilupakan, kata dia, kita punya banyak kewajiban terhadap sekitar kita. Umrah, meskipun di Ramadhan, kata dia, sifatnya tidak wajib. ”Artinya kita punya kewajiban lain yang harus dipenuhi. Jangan hanya karena mengejar pahala berlipat ganda di sana, namun kita meninggalkan kewajiban di tanah air,” tambahnya. *YS

Istri Ivo

’Serasa Berdekatan dengan Allah dan Rasulullah SAW’

Ada yang selalu membuat Astri Ivo, presenter dan pesinetron, merasa rindu berat tiap kali Ramadhan datang, yaitu bersimpuh di Baitullah. Beberapa kali Ramadhan, ia memang khusus terbang ke Tanah Suci untuk berumrah. Terakhir, ia pergi ke sana tahun 2005.

Menurut Iqbal, ibadah umrah penuh cobaan. Karenanya harus diniatkan semata-mata untuk mencari keridhaan Allah. ”Jangan mengharapkan kenikmatan fisik, karena menjalankan ibadah ini berat,” katanya.

Di antara ibadah umrah pada bulan Ramadhan yang diikutinya, ia paling terkesan saat melakukannya tahun 2003. Saat itu, ia yang mengajak serta ibunya mengambil paket Umrah Ramadhan 10 Hari Terakhir. Biayanya memang lebih mahal, namun kesannya terus membekas di hati.

Ia juga berpesan, meskipun maksimal menjalankan sunah, jangan sampai melanggar yang wajib. Kemudian saat i’tikaf,

“Yang membuat spesial, saya benar-benar seperti  diundang buka puasa oleh Rasulullah

SAW,” ujarnya tentang pengalamannya. Selama di Tanah Suci, harihari Astri memang lebih banyak dihabiskannya di Masjidil Haram ketimbang di pemondokan. Umrah 10 hari terakhir itu, kata dia, suasananya sangat berbeda karena ada iktikaf. “Kalau menurut saya, hampir seramai musim haji,” ujarnya. Aktivitasnya dimulai dari pukul 01.30. Ia melakukan shalat malam, makan sahur, dan menunggu waktu Subuh tiba. Usai Dhuha, dia baru pulang ke pemondokan. Menjelang Dhuhur, ia berancang-ancang kembali ke masjid. Saat berbuka puasa, hidangan berlimpah di depan masjid. ”Semua mengambil makanan dengan tertib. Ini berbuka puasa yang paling nikmat yang saya rasakan,” katanya. Ia merasakan hatinya begitu dekat dengan Allah dan Rasulullah. Bagaimana ia memilih biro umrahnya? Kebetulan, ia kenal dengan seorang teman yang memiliki biro umrah. Program yang ditawarkannya juga bagus, dengan harga yang “rasional”. Namun di luar itu, “Yang penting mereka mengerti kita dan mendukung suksesnya ibadah kita, dengan memberikan bimbingan mulai dari Tanah Air hingga ke Tanah Suci,” tambahnya. *

Adhyaksa Dault

‘Selalu Ingat Pesan Abah’

Setiap kali bulan suci Ramadhan akan berakhir, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Dr Adhyaksa Dault, selalu merasa sedih. Seperti ada yang hilang dari kebesaran dan keberkahan bulan suci Ramadhan. Ia merasakan betapa besar dan hebatnya bulan suci Ramadhan. Bagi dirinya, bulan suci Ramadhan bukan sekadar bulan yang penuh rahmat, berkah dan ampunan, melainkan juga bulan yang penuh mukjizat. Adhyaksa pertama kali mengikuti umrah Ramadhan tahun 1986 bersama sang Abah, HM Dault. Saat itu, dia masih duduk di bangku kuliah. ”Saya menangis melihat Ka’bah,” ujarnya. Ia ingat pesan sang Abah yang selalu diulang-ulang ketika kecil dulu. ”Kalau kamu sudah besar, seutama-utama perjalanan itu ke Makkah dan Madinah. Jangan kamu hanya ke Eropa dan Amerika. Tapi cintailah pada tempat Rasulullah SAW.’’ Kepergiannya ke Tanah Suci khusus untuk mendampingi sang Abah yang divonis dokter tak akan berumur panjang. Kanker hati yang dideritanya sudah stadium lanjut. Dokter di rumah sakit memintanya membawa pulang, karena umurnya tak akan genap sebulan lagi. Sulung dari enam bersaudara pasangan HM Dault dan Hj Maryam Hadju yang waktu itu tengah menyelesaikan tahun terakhir di Universitas Trisakti, mengaku shock mendengar berita tersebut. Namun ia berbesar hati melihat ayahnya yang tampak baik-baik saja, bahkan mengajaknya ke Tanah Suci. ”Saya minta sama Allah, saya masih lihat kamu naik haji sama saya, sama anak-anak,’’ ia menirukan. Maka berangkatlah mereka ke Tanah Suci beberapa

hari kemudian. Bukannya bertambah parah, sang Ayah malah makin terlihat sehat. Setiap hari dia hanya mengonsumsi air zamzam, kurma, dan herbal racikan lokal. Pulang ke Tanah Air, kondisinya terus membaik. Vonis dokter itu baru berlaku 14 tahun kemudian. ’’Makanya sorban dan pakaian peninggalannya sampai sekarang masih saya pakai dan tidak pernah lupa. Itu semua karena kekuatan doa. Bayangkan yang dikatakan dokter satu bulan lagi mau meninggal, dengan kuasa Allah bertahan sampai empat belas tahun. Dan itulah doa yang diijabah oleh AllahSWT di bulan suci Ramadhan,’’ papar Adhyaksa penuh syukur. *

Widy Aristy Maretta, Branch Manager PermataBank Syariah Pondok Indah

”Kebesaran Illahi Terasa benar”

Selesai umrah selesai pukul 02.00 dinihari, perempuan ini tidak kembali ke hotel tapi menyepi di Mesjid Nabawi, bersiap melaksanakan shalat tahajud. Dari sore belum makan sama sekali. Perut mulai perih karena lapar. ”Subhanallah, tiba-tiba ada orang Arab bawa makanan setumpuk,” kisah Widy Aristy Maretta kepada Sharing tentang pengalaman umrahnya, Maret 2009. Di Tanah Suci, ibu dua anak ini merasa kecil, kebesaran Ilahi benar terasa. Lebih lagi, ia malu pada diri sendiri ketika Sharing edisi juni 2009 21


L A P O R A N U TA M A

melihat bahwa orang-orang di Tanah Suci seakan ada terutama untuk beribadah. ”Ibadah nomor satu, pekerjaan itu nomor berapa, sementara di Jakarta sering sebaliknya”, ujar Widy. Sayang, keberangkatan umrah pertamanya agak kurang memuaskan. Widy menilai pendamping yang disediakan biro umrah tidak maksimal. Ia menerka si pendamping baru pertama kali ke Tanah Suci juga. Pengetahuan medannya kurang, kurang bisa memandu, dan bacaannya juga kurang fasih. Padahal, sebagai pemula, Widy butuh panduan. “Ya aku ikut manasik, sudah dihapalkan semua, tapi di sana kan tetap butuh panduan,” ujarnya. Ia ingin mengulangnya lagi tahun ini, bahkan kalau bisa malah berhaji. Namun, belajar dari pengalaman, ia akan memilih biro yang menyediakan pendamping yang mumpuni.  IA

Riffandy SE MBA

”99% dOa saYa dIkaBulkan saat uMrah raMadhan.”

”Berdoalah kepadaKu, niscaya akan aku kabulkan...” Itulah janji Allah SWT pada ummatnya dalam Al-Quran Surat Al Mu’min, ayat 60. Janji Allah tersebut ternyata benar-benar dirasakan oleh Riffandy, SE, MBA - Ketua Departemen Pengembangan Usaha dan Konsultansi – Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia (JPMI), pada saat pria asal Bangka-Belitung itu berumrah Ramadhan pada tahun 2007 lalu. ”Saya bisa bilang, doa-doa saya saat berumrah kala itu, semuanya dikabulkan oleh Allah SWT. Luar biasa! Kalau pun mungkin dianggap berlebihan, bila saya bilang 100%, maka 99% doa-doa saya itu dikabulkan!” kata Riffandy yang saat mengutarakan hal itu pada Sharing, masih tampak takjub dengan ”keberkahan”

L A P O R A N U TA M A

Salah satu doa Riffandy waktu itu adalah, ia ingin agar ayahnya yang saat itu baru saja jatuh dari atap rumah sehingga kakinya patah, dapat diberikan kesembuhan. Atau paling tidak diringankan sakitnya.

yang pertama kali, ia merasa Lailatul Qadar turun. ”Itu terjadi di malam 25 Ramadhan. Nah, di malam itu, kami bisa merasakan perbedaan yang sangat signifikan, dibanding malam-malam lainnya. Dan itu diaminkan oleh banyak orang yang berada di sekitar kami. Subhanallah,” tambah ayah dari tiga anak ini.

Peak Season-nya Umrah Ada di Bulan Ramadhan

”Subhanallah, tiga hari sebelum lebaran, ayah saya sudah bisa duduk. Bahkan, saat lebaran sudah bisa berjalan kembali!” tandas Presiden Direktur PT Mutu Garansi Primaperusahaan yang bergerak di bidang jasa kontraktor ini dengan bersemangat. Selain doa terhadap kesembuhan ayahnya, menurut Riffandy, doa-doa lainnya juga dikabulkan oleh Allah SWT.

Rifandy mengaku punya obsesi untuk merutinkan melakukan kegiatan ibadah umrah di bulan suci Ramadhan. ”Saya berkeinginan agar setiap tahunnya bisa umrah di waktu iktikaf bulan Ramadhan. Hanya saja, Ramadhan besok ini, saya mungkin tidak berangkat umrah, karena di tahun ini juga, saya rencananya Insya Allah akan menunaikan ibadah haji,” jelasnya pada Sharing.

namun demikian, dengan adanya imbas dari krisis ekonomi global, diperkirakan minat dari para calon jemaah umrah ramadhan kali ini bakal menurun dibanding tahuntahun sebelumnya. namun benarkah demikian kondisinya?

Bukan cuma merasa doa-doanya dikabulkan oleh Allah SWT, Riffandy mengaku juga diberi banyak kemudahan saat berada di Tanah Suci. Misalnya, mudah mencium hajar aswat, mudah masuk ke Raudhah, dan masih banyak lagi kemudahan lainnya. ”Subhanallah, janji Allah memang luar biasa. Makanya, saya rindu sekali ingin ke sana lagi saat umrah Ramadhan,” ujarnya bersemangat.

Bagi mereka yang hendak berumrah di bulan Ramadhan kali ini, ia berpesan untuk menyiapkan bekal terpenting, yaitu kesiapan batin. “Di sana (Tanah Suci) segala hal itu sering ditampakkan oleh Allah. Misalnya, tentang diri kita sendiri, maka akan ditampakkan oleh Allah bagaimana keadaan kita selama ini,” ujarnya. Karenanya, sebelum berangkat, sedapat mungkin kita perbaiki dahulu diri kita.

yang diterimanya. Padahal hal itu terjadi sudah lewat dua tahun berselang.

Apalagi pada suatu malam saat ia berumrah Ramadhan

 YS

Tips Memilih Biro Umrah

22

1

Banyak bertanya pada kerabat, rekan, atau mereka yang sudah berpengalaman melakukan haji-umrah. tanyakan pada mereka tentang biro haji-umrah yang pelayanan dan fasilitasnya bagus.

2

Perhatikan dengan cermat, kalau perlu tanyakan pada biro tersebut, apakah sudah punya ijin dari departemen agama (depag) dalam penyelenggaraan haji-umrah. Pilihlah biro yang sudah punya ijin depag, karena apabila terjadi permasalahan di saat ibadah nanti, pertanggungjawabannya lebih mudah.

Sharing edisi juni 2009 Shari

3

Jangan tergiur pada biro yang memasang harga miring atau murah, atau biro yang mengumbar diskon. karena dikawatirkan, biro yang harganya “kurang” wajar itu, nantinya berpotensi bermasalah pada pelayanannya. karena bagaimanapun untuk ibadah umrah, maupun haji, komponen biaya-biayanya sudah sangat standar, dan sulit untuk disiasati.

Bulan ramadhan dianggap sebagai ”bulan panen” bagi biro-biro penyelenggara haji-umrah di tanah air, karena pada saat tersebut banyak sekali masyarakat Indonesia yang berminat menunaikan ibadah umrah ramadhan di tanah suci. karena itu, tak heran kalau sekarang ini iklan-iklan biro penyelenggara umrah ramadhan menjamur di koran-koran,

menawarkan berbagai paket menarik bagi para calon jemaah.

kenaPa uMrOh raMadhan selalu MeMBludak, Bahkan MencaPaI JuMlah Yang fenOMenal dalaM BeBeraPa tahun Belakangan InI?

bagaimana meningkatkan ibadah semaksimal mungkin. Sehingga sasarannya adalah ke mesjid, baik ke masjid Nabawi maupun Masjidil Haram. Itu sangat luar biasa jemaah berkumpul di sana. Apalagi pada saat 10 hari terakhir Ramadhan menunggu datangnya Qiyamul Lail. Sangat luar biasa terasa nuansa ibadahnya. Saya pikir dalam masa puncak, hampir sama dengan ibadah haji.

Sebagai umat Islam, tentunya kita tahu, bahwa ada keutamaan tersendiri di dalam bulan Ramadhan untuk berumrah. Inilah memang idaman dari umat Muslim dari seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia, bagaimana mereka untuk bisa beribadah umrah di sana. Sehingga secara ekonomis pun, bisa terlihat bahwa peningkatannya cukup tinggi setiap tahunnya.

aPakah antusIasMe uMrah raMadhan InI MendekatI IBadah haJI? Ada satu perbedaan mendasar dari ibadah haji dan umrah Ramadhan. Pada saat haji, memang begitu besarnya masyarakat dari seluruh dunia berkunjung melakukan ibadah di Tanah Suci, namun penyebaran tinggalnya masih tersebar dimana-mana. Tapi kalau umrah Ramadhan, persebarannya hanya di titik tertentu saja. Karena bagi jamaah, tujuannya adalah

BagaIMana BIrO-BIrO PenYelenggara uMrah dan haJI kIta MenYIkaPI ”Peluang” dI atas? Dengan kondisi sangat banyaknya warga masyarakat kita yang berkeinginan merasakan ibadah umroh Ramadhan di sana (Tanah Suci-red), tentunya memang membuat para biro penyelenggara menyiapkannya dengan mengemas paket-paket umrah Ramadhan. Biasanya terdiri dari program umrah di awal Ramadhan, lalu pertengahan Ramadhan, serta program di 10 hari terakhir Ramadhan, bahkan sampai 1 Syawal-nya (Idul Fitri) di sana.

BIcara sOal PrOgress, BagaIMana dengan JaMaah uMrah raMadhan

untuk mengetahui bagaimana peta penyelenggaraan ibadah umrah ramadhan dan seluk-beluknya, wartawan Sharing , Yudi Suharso, mewawancarai h Baluki ahmad, ketua umum asosiasi Muslim Penyelenggara haji umroh republik Indonesia (amphuri). Berikut ini petikannya:

IndOnesIa? Kita di dalam umrah, tidak bicara soal kuota, namun fokusnya adalah soal waktu. Karena pemerintah Arab Saudi memang membatasi penerimaan visa kedatangan di bulan Ramadhan hanya sampai tanggal 25 Sya’ban. Kalau kita bicara Indonesia, maka peningkatan dari umrah Ramadhan itu setiap tahunnya cukup tinggi. Tahun kemarin, pada keseluruhan musim umrah sudah mencapai angka 180 ribu jemaah. Dari angka itu, sekitar 70 ribunya merupakan angka jamaah umrah khusus di bulan Ramadhan. Naik cukup luar biasa dibanding tahun 2007, dimana angka keseluruhan musim umrah 130 ribu – 140 ribu jemaah, dengan 40 ribu jemaahnya khusus pada umrah Ramadhan. Tahun 2008 lalu memang adalah puncaknya. Dari start dibukanya umrah sampai closing-nya umrah, itu tidak pernah sepi, bahkan penerbangannya selalu extra flight. Sangat luar biasa.

H Baluki Ahmad Ketua Umum Amphuri Ramadhan besok. Adanya penurunan tersebut, karena bagaimanapun kondisi ekonomi dunia juga mempengaruhi. Apalagi di Indonesia juga ada kondisi-kondisi politis, sehingga orang juga tanggung untuk berangkat, karena menghadapi kegiatan-kegiatan lain. Ini memang berpengaruh terhadap animo masyarakat untuk berangkat umrah.

akankah uMrah raMadhan MasIh MenJadI PrIMadOna JuMlah keBerangkatan dI tahun InI?

kaBarnYa dI tahun 2009 InI ada kecenderungan Menurun, Benarkah?

Saya kira, paling tidak, akan tetap akan naik. Tapi apakah kenaikannya sama signifikannya dengan tahun kemarin, nah ini yang saya masih belum tahu. Sekarang kan mulai musim liburan, dan biasanya liburan itu sangat luar biasa minat yang umrah, namun sekarang ini kelihatannya adem ayem saja. Nah, ini maknanya ada sebuah indikasi penurunan. Walaupun Ramadhan nanti tetap akan naik, tapi apakah kondisi naiknya sama dengan statistik tahun kemarin, saya masih belum tahu.

Nah, di musim umrah tahun ini, memang ada kecenderungan menurun. Namun kita belum tahu kondisinya pada

aPakah ada Pengaruh darI kenaIkan harga Paket MIsalnYa? Sharing edisi juni 2009 23


L A P O R A N U TA M A

Harga sebenarnya masih relatif stabil. Untuk tahun ini, biaya umroh Ramadhan berada di rentang kisaran 2.200-an dolar AS sampai dengan 3.200-an dolar AS. Ada juga sih, yang menawarkan sampai 4.000an dolar AS untuk kalangan tertentu.

Benarkah uMrah raMadhan MeruPakan PEAK SEASON darI IBadah uMrah? Benar. Namun bukan cuma umrah Ramadhan sebagai peak season. Namun biasanya juga ada di Rabiul Awal, di bulan Maulid. Kebetulan setiap pembukaan umrah itu, hampir di penghujung Syafar, dan masuk ke wilayah Maulid, masa-masa ini juga penuh.

Benarkah uMrah raMadhan secara BIsnIs MeruPakan andalan BagI BIrO PenYelenggara? Kita tidak munafik, sebagai penyelenggara memang rezekinya juga ada lah. Namun, jangan punya anggapan, kan ini ibadah, kenapa ini dibisniskan? Bukan begitu. Bukan ibadah dibisniskan, namun perjalanannya yang dibisniskan. Sebagai paket perjalanan, itu bagian daripada bisnis. Tetapi Ramadhan-nya, Siam-nya, dan Qiyamul Lail-nya, itu bagian dari masing-masing individual. Jadi, seperti orang shalat di atas sajadah, yang dijual sajadahnya, bukan shalatnya. Karena itu, orang banyak yang keliru, menganggap kami bisnis di dalam ibadah, itu salah.

seBeraPa Besar sIh, BIrO PenYelenggara MengaMBIl keuntungan BersIh darI MasIngMasIng harga Paket? Tidak besar. Sekitar 10 persen, atau paling tinggi 15 persen saja.

24

Sharing edisi juni 2009

dengan PengaMBIlan MargIn keuntungan Yang tIdak Besar Itu, Benarkah MeMBuat MasIng-MasIng BIrO JadI BersaIng ketat untuk MeraIh JaMaah? Keberadaan kami bersama teman-teman di dalam suatu bisnis perjalanan, yang nuansanya adalah ibadah, kami merasa tidak pernah merasakan adanya sebuah persaingan. Karena bagaimanapun ini adalah jasa, sehingga bagaimanapun pelayanan dari masing-masing yang akan dilihat atau dirasakan orang. Manakala orang merasakan pelayanan kita baik, maka dia akan kembali lagi. Bahkan akan menyampaikan lagi kepada orang lain. Namun kalau kita melayaninya dengan tidak baik, itu dampaknya pada pribadi perusahaannya sendiri. Jadi kita tidak pernah punya persaingan yang (keras) di antara temanteman. Kita enjoy-enjoy saja. Karena masing-masing punya pengemasan dan selera yang berbeda-beda, dan juga masingmasing punya segmen pasar sendiri.

saat Masa uMrah raMadhan, PeMInatnYa MeMBludak. BagaIMana BIrO PenYelenggara MengantIsIPasInYa? aPakah dIsuBkan ke BIrO laIn? Banyak dari kami yang membentuk konsorsiumkonsorsium. Jadi pada musim Ramadhan ini, sudah mulai teman-teman mengadakan yang namanya program gabungan-gabungan. Jadi dari beberapa biro penyelenggara membuat suatu konsorsium, dan saling mengisi, nantinya itu perolehannya akan dijadikan satu. Karena, ada sebuah nilai ekonomis di sana. Misalnya, mengambil sebuah hotel, dalam kerangka bersama-sama,

L A P O R A N U TA M A

daripada masing-masing, maka akan menjadi lebih murah. Dan sebenarnya itu juga dilakukan, baik di umrah maupun haji. Yang penting sudah sejak dari awal, kepada jemaahnya dikatakan, bahwa kita akan bergabung dalam tiga travel. Ini justru positif. Dan ini juga tidak dilarang UndangUndang, karena yang penting sama-sama punya ijin.

BeraPa sIh anggOta aMPhurI Pada saat InI? Yang di bawah naungan kami itu ada 211 yang aktif. Banyak yang tidak aktif juga. Ada juga yang belum masuk ke sana kemari, namun pada saat dia perlu, baru datang ke kami.

kalau ada anggOta aMPhurI Yang nakal, MIsalnYa MenJanJIkan sesuatu Yang tIdak sesuaI dengan realItanYa, adakah tIndakan? Kalau ada yang tidak amanah, maka sanksi moral sebenarnya akan di dapat bironya sendiri, karena dia akan ditinggal pelanggan. Namun ada juga sanksi pembinaan dari kami. Bahkan, bisa saja sanksi lebih lanjut kepada pencabutan. Jadi masyarakat jangan sungkansungkan mengadukan kepada kami asosiasi, bila ada masalah, karena nantinya pasti akan kami tindak lanjuti. Kalau nantinya kedua belah pihak, tidak bisa menemukan kata sepakat, maka hukum yang akan bicara. Karena ranah hukumnya sudah jelas, umrah dan haji diatur oleh undangundang.

apa saran anda bagi para calon jamaah yang ingin menunaikan ibadah umrah? Saya selalu menghimbau kepada masyarakat, karena umrah Ramadhan ini selalu ramai maka ada beberapa hal

harus disiapkan. Pertama, tentunya persiapkan kesehatan. Apalagi Ramadhan besok ini akan masuk dalam musim panas. Yang kedua, pilihlah biro perjalanan yang betul-betul mempunyai legalitas resmi, atau yang punya izin, agar kalau ada masalah di dalam perjalanannya itu sendiri, itu klaimnya gampang. Lalu ketiga, visa untuk Ramadhan harus segera diurus. Karena visa sudah akan ditutup, biasanya setiap 25 syaban, atau 5 hari sebelum bulan Ramadhan. Sehingga lebih bagus, 15 hari, atau 10 hari sebelum Ramadhan, segeralah mengurus visa. Daripada nanti keinginan umrahnya sudah ada, namun tidak bisa berangkat, karena visanya sudah tidak bisa didapatkan.  YS

Maraknya jamaah umrah ramadhan dari Indonesia yang selalu meningkat setiap tahunnya, sedikit dikritisi oleh Prof dr ahmad satori Ismail, ketua umum Ikatan dai Indonesia (Ikadi). Menurut satori, bagi mereka yang baru pertama kali melakukan ibadah umrah, memang umrah pertama itu hukumnya wajib. namun untuk mereka yang melakukannya sebagai umrah kedua, atau bahkan yang kesekian kali, lanjut satori, mereka perlu mengkaji lagi prioritas ibadahnya. “Bukan melarang, mereka yang hendak melakukan ibadah umrah kedua kalinya, atau kesekian kalinya di saat bulan ramadhan, sebaiknya juga mempedulikan kewajiban-kewajibannya yang lain, yaitu terhadap sesama Muslim yang membutuhkan bantuan, atau kewajibannya terhadap pengembangan pendidikan Islam,” ujarnya. kepada Sharing, satori mengungkapkan pendapatnya sebagai berikut:

Umrah Ramadhan sejajar dengan Haji

Prof Dr Ahmad Satori Ismail Ketua umum IKADI (Ikatan Dai Indonesia)

MOhOn dIJelaskan MengenaI dalIl-dalIl MenYangkut IBadah uMrah raMadhan? Dalam firmannya, Allah SWT berkata,“ Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah… (Al-Baqarah:196). Lalu ada juga riwayat Rasulullah SAW, yang mengatakan, ”Dari umrah ke umrah adalah menghapus dosa yang terjadi antara keduanya.” Lalu dalam riwayatnya Rasulullah SAW berkata, ”Umrah di bulan Ramadhan, seperti haji bersamaku.”

terkaIt dengan uMrah raMadhan, MengaPa BanYak sekalI Orang dI seluruh dunIa Yang IngIn Melakukan IBadah terseBut? Ramadhan adalah bulan istimewa. Di mana di bulan Ramadhan, semua amal dilipatgandakan.Yang wajib dilipatgandakan 70 kali lipat, sementara yang sunah disetarakan dengan yang wajib. Oleh sebab itu Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu ummat Islam untuk beramal shaleh. Berkaitan dengan umrah Ramadhan ini memang ada pendapat yang

mengatakan, bahwa umrah di Ramadhan sama dengan haji. Oleh karena itu, umat Islam di seluruh dunia, pingin umrah di bulan Ramadhan. Mereka ingin mendapatkan Lailatul Qodar, ingin mendapatkan keutamaan dari 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Jadi, umrah di bulan Ramadhan diyakini bisa sejajar dengan haji, karena pahala yang dilipatgandakan tadi. Itu yang membuat umat berbondong-bondong ke sana untuk melaksanakan umrah Ramadhan.

BaIklah, naMun seBenarnYa BagaIMana kedudukan hukuM darI uMrah Itu sendIrI? Umrah itu bagi seorang Muslim, yang pertama kalinya adalah wajib, sedangkan umrah berikutnya adalah sunnah. Demikian juga dengan haji, bahwa haji untuk pertamakali adalah wajib, sedangkan haji berikutnya adalah sunnah.

lalu BagaIMana dengan Mereka Yang serIng PergI Melakukan uMrah, terMasuk dI uMrah raMadhan? Sebenarnya, seperti saya bilang tadi, umrah yang kedua itu

tidak wajib. Jadi, kalau yang sudah berkali-kali umrah, sebaiknya perlu berpikir-pikir lagi, kalau ingin berangkat umroh. Sebenarnya kalau yang sudah sering umrah, sebaiknya mereka lebih memfokuskan biayanya untuk kepentingan ummat kita, misalnya membina lembaga pendidikan, membina pesantren, sedekah jariyah bagi yang tidak mampu, membangun mesjid. Itu jauh lebih baik daripada umrah sunnah.

biayanya. Mereka itu lebih utama. Jangan sampai dia umrah terus-terusan, tapi anakanak miskin tidak dipedulikan, sekolah-sekolah pada ambruk dia tidak peduli, lalu ada mesjid yang membutuhkan dana, dia tidak penuhi.  YS

JadI, IntInYa uMat Perlu keJelIan dalaM MenetaPkan PrIOrItas IBadahnYa? Iya, karena ada amalanamalan yang terus berlanjut sampai kiamat, mengapa tidak kita laksanakan? Seperti membangun masjid, menyiapkan pendidikan, atau menyiapkan generasi yang shaleh, itu lebih utama daripada umroh sunah. Namun bukan berarti umrah sunnah tidak boleh. Orang yang mau umrah sunnah sebanyak-banyaknya, silakan saja. Saya tidak melarang. Tapi hendaknya itu diimbangi dengan kepeduliankepeduliannya kepada pendidikan, kepada anakanak miskin yang seharusnya sekolah, namun nggak ada Sharing edisi juni 2009 25


Perencanaan Keuangan Dimulai Dari Dapur dan Bank

B

*Achmad Gozali (Perencanaan Keuangan Syariah Safir Senduk & Rekan)

Bayangkan kalau Anda melangkah keluar dari rumah dan mulai menyalakan mobil, tapi masih belum tahu kemana tujuan kepergian Anda. Ketika mobil sudah keluar dari garasi, Anda pun kebingungan apakah akan belok kanan, atau kiri. Di lampu merah pun Anda mungkin akan ragu apakah akan berhenti di jalur tengah untuk lurus, berhenti di jalur kanan untuk bersiap belok kanan, atau jalan terus berbelok ke kiri. Anda juga tentunya akan kebingungan barang apa saja yang harus dibawa, pakaian apa yang harus dikenakan, dan perlengkapan apa yang harus dipersiapkan, jika tidak punya rencana kemana Anda akan pergi. Kalau pergi mudik dari Jakarta ke Jawa Tengah, tentunya Anda harus membawa pakaian untuk menginap selama beberapa hari, menyiapkan mobil untuk perjalanan jarak jauh, dan bekal makanan untuk di perjalanan. Tapi kalau Anda ingin berangkat ke kantor, maka yang harus dibawa adalah tas kerja dan berkas-berkas yang diperlukan, dan mengenakan pakaian kerja yang pantas. Kira-kira seperti itulah juga dengan keuangan kita. Kalau kita tidak menetapkan tujuan dan tidak memiliki rencana di masa depan, maka kondisi keuangan kita juga menjadi tidak jelas. Misalnya ketika akan melakukan investasi, apakah perlu memilih yang risiko rendah dengan hasil yang juga rendah, atau pilih yang agresif dengan risiko tinggi. Ketika pilih asuransi, apakah perlu yang asuransi murni, asuransi investasi, atau malah unit-link saja sekalian. Kalau sudah terlanjur investasi jangka panjang, tapi tanpa rencana tibatiba perlu uang besar, terpaksa

26

Sharing edisi juni 2009

berhenti di tengah jalan dan rugi. Anda tentunya tidak mau hal seperti ini terjadi pada diri Anda sendiri. Itulah pentingnya untuk punya tujuan yang jelas, agar bisa memiliki rencana keuangan yang matang, dan menghindari diri dari kerugian keuangan hanya karena terburu-buru mengambil keputusan atau tidak tegas ketika harus memilih. Kalau kita bicara perencanaan keuangan, maka kita akan bicara aspek yang sangat luas sekali. Mulai dari pengelolaan keuangan sehari-hari, atau istilah kerennya adalah cashflow management, aspek investasi, asuransi, sedekah, waris, pajak, bisnis, perhitungan untuk dana pendidikan anak dan dana pensiun, bahkan sampai pada aspek psikologis yang terkadang mempengaruhi juga kondisi keuangan kita. Kalau ditanya mana yang perlu lebih dulu diperhatikan, terutama untuk Anda yang baru akan memulai untuk merencanakan keuangan dengan lebih baik, maka jawabannya adalah mulai dari cashflow management atau pengaturan keuangan sehari-hari. Darimana sumber penghasilan, kemana uang dibelanjakan, kemana diinvestasikan, dan berapa yang perlu tetap disimpan sebagai cadangan. Dan kalau ditanya, bagaimana cara memulainya, maka jawabannya adalah, mulailah dari dapur dan bank. Untuk perencanaannya, mulailah dari dapur, artinya mulailah dengan berdiskusi dengan seluruh anggota keluarga, dan mulai menata kembali pola konsumsi karena biasanya inilah pengeluaran yang paling besar dalam sebuah rumah tangga. Sedangkan untuk pelaksanaannya, mulailah

dari bank. Karena saat ini yang namanya penghasilan semuanya masuk melalui bank, dan uang keluar juga melalui bank. Maka pengelolaan keuangan bisa dimulai dari bank. Kita bisa menjadikan bank sebagai one-stop-service pengelolaan keuangan kita. Mulai dari mengelola transaksi uang keluar-masuk, pembayaran tagihan bulanan, pembelian produk investasi dan asuransi, pengelolaan asset, pembelian angsuran, pembayaran sedekah, sampai kebutuhan pengembangan bisnis pun semua bisa dilakukan melalui bank. Ada beberapa fungsi dari bank yang bisa kita manfaatkan secara optimal sebagai sarana merencanakan keuangan dengan baik. • Bank sebagai penyimpan uang. Ini bisa dibilang sebagai fungsi paling banyak kita pakai, yaitu untuk menyimpan harta. Baik itu dalam bentuk tabungan dan giro, maupun dalam bentuk titip simpan dalam safe deposit box.

• Bank sebagai penyedia

produk investasi. Bank syariah berperan sebagai penyedia produk investasi baik itu produk perbankan maupun non-perbankan. Produk bank yang bisa dimanfaatkan misalnya deposito, tabungan pendidikan, tabungan umroh dan haji, atau tabungan terencana , bahkan bank juga bisa menjadi mitra investasi melalui fasilitas investasi terikat dengan akad mudharabah muqayyadah. Selain itu, investasi non-perbankan pun bisa difasilitasi melalui bank seperti pembelian reksadana syariah, sukuk, dan lainnya.

• Bank sebagai payment

point. Salah satu penyebab kacaunya pengelolaan keuangan adalah kealpaan

kita dalam membayar tagihan seperti listrik, telepon, ponsel, asuransi, kredit, dan lain-lain. Padahal, hal ini tidak perlu terjadi kalau kita bisa memanfaatkan layanan pembayaran otomatis (autodebit) yang tersedia di bank.

• Bank untuk mempermudah

transaksi. Layanan bank tentunya bisa sangat mempermudah transaksi kita dengan mitra bisnis. Mobile banking dan Internet banking sudah bukan hal aneh lagi di perbankan syariah, yang memungkinkan transaksi keuangan tetap berlangsung tanpa hambatan waktu dan tempat.

• Bank sebagai penyedia

pembiayaan. Alat perencanaan keuangan bukan cuma investasi, tapi juga pembiayaan. Perbankan syariah memiliki layanan pembiayaan yang nyaris tidak terbatas karena memiliki banyak alternatif akad yang dapat diterapkan. Mulai dari pembelian rumah dan kendaraan, pembiayaan usaha, bahkan pembiayaan pendidikan pun tersedia di bank.

• Bank sebagai lembaga amil. Sedekah adalah juga bagian dari perencanaan keuangan, karena sebagai muslim kita setidaknya diminta untuk mengeluarkan sedekah wajib berupa zakat, dan didorong untuk sedekah sunnah lainnya. Bank syariah diamanahi oleh undang-undang untuk berperan sebagai amil zakat. Maka hasil investasi kita melalui bank, keuntungan usaha, atau gaji yang ditransfer ke bank bisa dengan mudah kita potong zakatnya sehingga penghasilan yang bisa kita nikmati sudah bersih dari hak orang lain. 

*Taufik A Syamlan (Nasabah BSM Priority) “Waktu membaca literatur dan buku, saya baru tersadar bahwa dalam hukum Islam, bunga itu adalah riba”, demikian tutur pak Taufik A Syamlan yang telah menjadi nasabah Bank Syariah Mandiri sejak tahun 2001. Beliau mempunyai keinginan yang kuat agar hartanya terlepas dari unsur riba sehingga mengalihkan semua dananya dari bank

belum tinggi. Namun sejak pindah ke Jakarta, beliau merasakan sekali manfaat jasa perbankan karena transaksi dana menjadi lebih sering. Selanjutnya setelah mengenal bank syariah, maka secara bertahap pengelolaan dana beliau alihkan ke bank syariah dan beliau hanya menggunakan satu bank saja untuk melakukan

kehidupan”, ujar pak Taufik.. Di keluarga, beliau selalu ingin menjadi teladan di keluarganya, yaitu menjadi suami yang baik dan selalu mencari rezeki yang halal untuk keluarga. Beliau berpedoman bahwa istri dan anak-anaknya harus mendapatkan nafkah dari penghasilan yang halal. Di Bank Syariah juga telah

Perencanaan Keuangan Keluarga Secara Islami Dimulai Dari Bank Syariah konvensional ke bank syariah. Pak Taufik berkarir di perusahaan minyak sesuai dengan latar belakang pendidikan beliau, yaitu teknik perminyakan ITB. Saat ini beliau menjabat sebagai Head of Dept. Procurement and Operation Support di Total E & P Indonesie. Awal bekerja, perusahaan memberi gaji dengan sistem cash. ”Jika ada kelebihan dana, sisanya di taruh dibawah bantal dan biasanya tiap bulan langsung habis” ujar Pak Taufik yang hobi membaca, olahraga golf dan tenis ini. Dengan berjalanannya waktu, perusahaan menggunakan jasa pelayanan bank untuk penggajian, yaitu melalui BDN yang kemudian menjadi Bank Mandiri. Meskipun demikian Pak Taufik belum banyak merasakan manfaat jasa perbankan, karena beliau tinggal di Kalimantan dan kebutuhan transaksi dana

transaksi, yaitu Bank Syariah Mandiri ”Mengapa bank lain di putus? Yah, karena dari segi pelayanan bank-bank hampir sama, tapi dari segi kenyamanan, BSM memiliki sistem informasi teknologi yang bagus serta sistem keamanan yang baik sehingga kerahasiaan nasabah bisa dijaga. Dan juga BSM merupakan salah satu bank yang menerapkan sistem syariahnya yang kental dan sangat memperhatihan akadakad yang ada di perbankan syariah”, demikian yang dirasakan oleh Pak Taufik. Alhamdulillah, hingga saat ini beliau merasa puas terhadap pelayanan BSM, karena suasana kekeluargaan yang diberikan oleh BSM. Beliau sangat menjunjung tinggi silaturahmi, sehigga berharap BSM menyelenggarakan berbagai kegiatan bagi nasabah Priority yang dapat dijadikan sebagai wadah aktualisasi diri dan silaturrahim. “Teman adalah aset penting untuk menghadapi berbagai problematika

ada produk-produk untuk perencanaan keuangan, seperti Tabungan Haji dan Umrah, Tabungan Kurban dan Tabungan Pendidikan, tapi masyarakat kadang tidak mengetahui. Jika ingin menanamkan modal di sektor usaha, menurut pengalaman pak Taufik seringkali gagal jika diniatkan untuk keuntungan semata, “Lebih baik dengan cara memberi modal dengan sistem bagi hasil kepada seseorang untuk menciptakan pekerjaan, sehngga dapat membantu orang tersebut menjadi mandiri dan disisi lain kita mendapatkan pahala. Secara tidak langsung, hasil yang didapatkan akan berlebih.”. Dimulai dari pengelolaan keuangan keluarga melalui bank syariah, maka beliau optimis bahwa dengan sendirinya ekonomi syariah akan menjadi role model bagi sistem perekonomian dunia.  Sharing edisi juni 2009 27


I N T E R N A S I O N A L

Lama bersikap apriori, Australia akhirnya menata diri untuk serius menggarap sistem bagi perbankan syariah di negara itu. Targetnya merebut pasar Asia.

B

Bersiaplah untuk menerima satu lagi sentra perbankan syariah di belahan selatan dunia: Australia. Di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Kevin Rudd pemerintah Australia memiliki rencana mengakomodasi sistem keuangan Islam.

Industri keuangan syariah, kata dia, sangat cerah prospeknya bagi Australia. Pun, kata dia, jika hanya berhasil meraup persentase yang kecil dari ceruk pasar ini. “Tetap akan menghasilkan pendapatan devisa dan lapangan kerja baru bagi Australia,” ujarnya.

Konsekuensi dari tekad itu, kata dia, maka Australia harus berbenah untuk sistem

Australia

yang baru dimulai paling tidak tiga dekade lalu telah membuat pencapaian kenaikan substansial dan menarik perhatian banyak investor dan bankir di seluruh dunia,” ujarnya. “Tak ada sentimen agama di dalamnya.” Saat ini di seluruh dunia terdapat sekitar 300 bank syariah dan institusi finansial

dengan pertumbuhan aset diperkirakan mencapai 1 triliun dolar AS sampai tahun 2013. Satu hal yang menarik dari sistem syariah ini, kata dia, adalah larangan untuk membiayai bisnis-bisnis “merusak” seperti industri alkohol, perjudian, pornografi, rokok, senjata, dan pangan nonhalal. Bowen adalah tangan kanan Perdana Menteri Kevin Rudd dan memegang jabatan sebagai asisten keuangan. Ia diangkat menjadi menteri awal bulan lalu setelah Rudd melakukan perombakan kecil dalam kabinetnya. Sehari setelah mengganti menteri pertahanannya, ia mengumumkan pengangkatan Bowen. Desas-desus yang beredar, Bowen memang di-plot oleh Rudd untuk membenahi

28

Sharing edisi juni 2009

Sebelumnya, tak ada satupun bank di Autralia yang beroperasi dengan sistem syariah. Tak lama setelah itu, National Australia Bank yang mengawalinya. Pada tahun yang sama, Kuwait Finance House, perbankan syariah terbesar kedua di dunia, juga

Menurut dia, keuangan syariah adalah sektor dalam industri keuangan global yang pertumbuhannya paling cepat. “Industri perbankan syariah

Ketika Dalam sebuah wawancara dengan harian Sydney Morning Herald, Chris Bowen, menteri Layanan Finansial, Pensiun, dan Hukum Usaha Australia yang baru, membuka rahasia itu. “Kita akan mulai menjual diri sebagai pusat financial service untuk Asia,” ujarnya.

menawarkan skema baru pembiayaan real estate. Publik Australia terkesima. Model yang fleksibel dan lebih pasti membuat banyak kalangan terpikat. Apalagi tak lama setelah itu badai krisis datang. Ketika kredit properti konvensional bertumbangan, model pembiayaan syariah ini justru makin moncer dan terus melaju.

perbankan syariah. “Mayoritas Muslim di dunia ada di Asia. Belum ada yang menata industri ini di kawasan itu. Kita bisa ambil peranan di dalamnya,” ujarnya.

perbankan syariah di negara ini. Lama bersikap apriori, Australia mulai mengakui keunggulan perbankan syariah. “Transaksi yang tidak bersinggungan dengan aset-aset bersifat ‘toksin’ dan tanpa bunga membuat sistem perbankan syariah ini mampu survive dari badai krisis,” ujar menteri termuda dalam kabinet Rudd ini. Ucapan Bowen diamini akademisi bank syariah dari Universitas Melbourne, Professor Abdullah Saeed. Menurutnya, bank syariah memiliki potensi yang tinggi untuk tumbuh dan berkembang di Australia. “Ada komunitas Muslim di sini, tetapi yang pantas dicatat, perbankan syariah tak hanya untuk komunitas Muslim di Australia,” kata Abdullah. Menurut dia, banyak bank-bank

Mengincar Asia konvensional yang tertarik menerjuni bisnis ini. Sejumlah bank syariah juga mulai masuk ke Australia. “Perbankan syariah bukan tentang isu Islam, tetapi tentang sebuah tatanan ekonomi yang universal bagi dunia,” ujarnya.

 seMula aPrIOrI Jumlah Muslim di Australia senantiasa bertambah dari tahun ke tahun. Hingga akhir 2006, jumlah mereka mencapai 350 ribu. Perbankan syariah dalam skala komunitas digagas oleh dua lembaga, yaitu Muslim Community Cooperative (Australia) Ltd (MCCA) dan Iskan Finance. MCCA hanya diakses oleh kalangan terbatas dan tidak bekerja sama dengan institusi keuangan apapun di bawah hukum Australia. Sedang Iskan lebih inklusif

karena bekerja sama dengan lembaga lain dan menawarkan pinjaman dana bagi pihak lain. Asuransi justru lebih dulu eksis, yaitu sejak 1990-an. Namun rintisan ini tidak berjalan mulus dan satu per satu lembaga ini tumbang dengan sendirinya.

Kendati Inggris, negara yang diacunya, telah lebih dulu berkibar dengan perbankan syariahnya, Australia sama sekali tak tertarik mengikuti jejaknya. Bahkan hingga sebelum dua tahun lalu, tak satupun bank syariah berdiri di Negeri Kanguru itu. “Australia tak mempunyai aturan hukum yang memberikan keleluasaan bagi berdirinya institusi finansial syariah,” ujarnya. Baru pada Mei 2007, sebuah perusahaan pendanaan asal Bahrain masuk ke Australia

mencoba peruntungan di negeri ini.

 Bergegas leBIh cePat

Di Australia sendiri kini terdapat empat lembaga keuangan yang mengadopsi sistem keuangan syariah, yaitu National Australia Bank, HSBC, Kuwait Finance House, dan Muslim Community Cooperative of Australia. Australia juga mulai menyiapkan SDM untuk memenuhi kebutuhan itu. Pendidikan keuangan Islam kini mulai dibuka di beberapa perguruan tinggi, antara lain di La Trobe University. Pembahasan keuangan Islam di tingkat universitas tersebut menjadi yang pertama di Australia.

Guru Besar Departemen Ekonomi dan Keuangan La Trobe, Ishaq Bhatti, mengatakan program S2 di La Trobe ditujukan bagi masyarakat lokal Australia yang tertarik menjadi bagian dari sektor yang sedang tumbuh di Australia ini. Perguruan tinggi itu juga membuka kesempatan bagi mahasiswa internasional dari Asia yang ingin menjalani pelatihan keuangan Islam. Andrew Reynolds, konsultan pada KPMG International and the Economist Intelligence menyatakan banyak yang harus ditata Australia untuk mencapai ambisinya itu. Paling tidak, cita-cita itu baru akan terwujud dalam 10-20 tahun mendatang dengan sejumlah catatan. “Misalnya saja, kondisi politik dan keuangan negara ini harus tetap stabil,” ujarnya. Selain itu, banyak pekerjaan rumah yang harus diberesi jika Australia ingin serius menggarap perbankan syariah. Misalnya saja soal pajak ganda. Australia, sama seperti Amerika Serikat, terdiri dari banyak negara bagian. Untuk “stempel” dokumen, diberlakukan pajak. Beberapa transaksi, semisal hipotek murabahah, membutuhkan penyerahan dokumen di awal dan akhir transaksi. “Hal-hal semacam ini juga harus sudah beres sejak awal,” tambahnya. Namun Jason Hill, kepala bagian Index Service Standard and Poor’s di Australia memprediksi akan lebih cepat lagi. Apalagi jika dalam 12 sampai 18 bulan ke depan bursa saham di negara itu sudah mulai menawarkan instrumen investasi berbasis syariah. “Australia saat ini sudah berada di pintu gerbang menuju salah satu sentral industri keuangan syariah di dunia,” ujarnya.  SS Sharing edisi juni 2009 29


S O S O K

Energi Syariah Agustianto

Energi itu terpancar dari mata, lantang suara, dan bahasa tubuhnya. Jelang pukul 21.00 WIB, mulai tanda-tanda redup. Tapi, ”Terminator” satu ini ternyata punya batere cadangan. Bicaranya berapi-api lagi.

T

Tak biasanya sosok yang selalu berjas dan berpeci ini tak hadir. Selasa, 16 Juni 2009 akademisi dan praktisi ekonomi syariah Indonesia berkumpul di Auditorium Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) dalam seminar internasional gawe bareng Islamic Development Bank (IDB) dan FEUI. ”Pak Agustianto sakit, di rumah sekarang,” kabar Joko Wahyuyono, sang asisten pribadi. Maka, malamnya Sharing membesuk salah satu tokoh kunci pengembangan ekonomi syariah Indonesia, terutama di kalangan perguruan tinggi ini di rumahnya di daerah Ciputat, Tangerang. Mengendarai sepeda motor, Ustadz Agus, begitu ia suka disapa, tiba di rumahnya. Di tangannya ada sekantung obatobatan yang

ia beli sendiri di apotek. “Darah tinggi atau hipertensi karena kecapekan dan terlalu memaksakan diri,” begitu penjelasan Ustad atas sakitnya. Jadwal mengajar di Universitas Paramadina, Jakarta malam itu pun ditunda. Agustianto lah sosok yang berhasil memadukan ilmu agama dan ekonomi. Ia mengajar di enam perguruan tinggi di Jabodetabek, di antaranya Universitas Indonesia, Trisakti, Paramadina, dan Universitas Islam Nasional (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Yang terakhir ini membuatnya berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

dIa ada dI Mana-Mana Jika Anda lelaki orang kantoran di segitiga emas (KuninganGatot Subroto-Sudirman) Jakarta, mungkin tidak asing dengan wajah dan suaranya. Sejak 2000 ia rajin mengisi khotbah Jumat di masjidmasjid perkantoran wilayah itu. Topiknya konsisten, tentang ekonomi syariah. Nah, jika Anda juga rajin mengikuti kegiatan ekonomi syariah, misalnya seminar, diskusi, dan workshop, orang ini ada juga. Baik sebagai pembicara, panitia, peserta, maupun sekadar meramaikan. ”Dia ada di mana-mana,” demikian

30

Sharing edisi juni 2009

sahabat-sahabatnya kerap berseloroh. Sebagai Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Ekonomi Indonesia (IAEI), dia ibarat mewakili organisasi ini menghadiri berbagai kegiatan keilmuan ekonomi syariah Indonesia. Sebagai salah satu pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dia ikut hampir di tiap kegiatan sosialisasi ekonomi syariah oleh organisasi tersebut dan mitranya. Dan sebagai ulama, dia masih mengisi tausyiah dan khotbah di berbagai masjid. Sebagai konsultan dan trainer, dia punya jadwal tetap di Bank Muamalat Indonesia (BMI), mentransfer pengetahuannya, terutama soal fikih ekonomi. Dia ibarat motor IAEI yang rajin menyosialisasikan dan melobi kalangan perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk memulai kajian ekonomi syariah. Beberapa bahkan ada yang menelurkan program studi ekonomi syariah baik di S1 maupun S2. setidaknya, dimulai dengan konsentrasi ekonomi syariah bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi atau Fakultas Syariah jika dilingkungan UIN. Kini, satu lagi jabatan barunya, menjadi salah satu Dewan Redaksi majalah ini. Dia selalu membawa beberapa eksemplar Sharing ke acara apapun yang didatanginya. Majalah ekonomi dan bisnis syariah satu-satunya di Indonesia ini kerap digunakannya sebagai tools untuk

“saya merasa terpacu dengan ulama-ulama terdahulu. saya suka membayangkan Ibnu sina misalnya. Banyak orang mempelajari ulama terdahulu hanya pemikirannya, bukan perjuangannya, bagaimana mereka bisa menjadi seperti itu. Jika hanya mempelajari pemikirannya, hanya menjadi konsumen pemikiran mereka.”

menerangkan apa itu ekonomi dan bisnis syariah.

anak PantaI Yang BercIta-cIta tInggI Agustianto besar di desa nelayan Seapung, Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Coba ketik desa Seapung di Google, tidak ada rujukan situs atau blog untuk nama itu. Desa itu miskin, layaknya desa nelayan pada umumnya. ”Gubuk-gubuk kumuh di tepi pantai, sekolah becek, terpencil, di sanalah saya tumbuh. Mungkin Laskar Pelangi tidak ada apa-apanya dibandingkan perjuangan saya,” dia terbahak. Jaraknya dengan Medan sekitar 200 km. Maka, anugerah sempat berkuliah di UIN Sumatera Utara membuatnya harus pindah dari desanya menuju Medan, kota tempat dia numpang lahir. Seapung adalah desa Muslim. Sejak bersekolah di Madrasah Ibtidayah (MI), Agus harus membiayai sekolahnya sendiri. ”Jualan kue, menjual rokok nipah, apa saja bertahun-tahun saya kerjakan”, kisahnya.

Anda tahu rokok nipah? Inilah salah satu warisan budaya kita, tembakau lokal digulung daun nipah. Tanaman nipah banyak tumbuh di lingkungan hutan bakau tepi laut. Meski terpencil, penduduk Seapung punya pandangan luas, alih-alih mengatakannya visioner. Penuturan Agus berikut ini seakan membuka tabir psikohistoris tentang dirinya. Mengapa ia menjadi ibarat Terminator, hampir tak pernah kehabisan tenaga dan semangat berapi-api. ”Kami yakin kebangkitan dunia Islam akan dimulai dari Indonesia. Tepatnya di Sumut. Nah, di tepatnya lagi di Seapung. Bukan main itu doktrin oleh guru-guru kami untuk membangkitkan semangat. Karena biasanya orang kampung kami zaman dahulu kala itu ada yang sekolah sampai ke Kairo (Mesir), dan Mekkah (Arab Saudi). Banyak juga yang sekolah di Medan naik sepeda atau berjalan kaki tiap hari. Saya terpengaruh dengan doktrin mereka itu,” tutur Agus. Baik ilmu maupun metode yang diajarkan guru-guru itu, kisah Agus mirip dengan yang

dilakukan ulama terdahulu seperti di Kairo, Iran, atau Saudi Arabia. Agus kecil dipaksa (drilling) menghapal dan memahami Alquran. Maka ketika berkuliah, sejak semester tiga, ia sudah mengajar tafsir dan membaca kitab beraksara Arab gundul untuk mahasiswa yang hendak ujian. Tidak formal dari Universitas, tapi para mahasiswa itu patungan untuk menyewa Agus di luar jam kuliah.

MOdal nekat

”Sebenarnya modal nekat saja, rencananya mungkin hanya satu semester saja kuliah. Pokoknya asal pernah menduduki kampus, hahaha,” jawab Agus ketika ditanya, ”Sebenarnya Anda dulu itu punya uang nggak untuk kuliah?” Tapi ia lulus dari UIN Sumut pada 1992 dengan predikat summa cum laude dan meraih prestasi sebagai wisudawan terbaik di tahun 1992. Skripsinya tentang Ushul Fiqh Muamalah, bidang yang hingga kini konsisten dipegangnya sebagai keahlian, mengantarkannya menjadi mahasiswa yang ”tidak mainmain dengan kuliahnya”.

Drs Agustianto, MA Lahir: Medan , 17 agustus 1967 Pendidikan : s1 fakultas syari’ah IaIn-su 1992, s2 konsentrasi syari’ah IaIn-su 1998, s3 ekonomi Islam uIn Jakarta (kandidat doktor) 2004 Organisasi: sekjen dPP Ikatan ahli ekonomi Islam Indonesia (IaeI) Pekerjaan : dosen Program Pascasarjana Ekonomi dan Keuangan Syariah Universitas Indonesia, consultant of Islamic economics and finance

Lulus S1 Agus langsung ditabik menjadi dosen di almamaternya. Tak lama kemudian, beasiswa S2 di UIN Sumut disabetnya. Lagi, ia mengambil konsentrasi syariah dengan tesis ”Ushul Fiqh Asy-Syatibi”. Tamat pada 1997, Agus kembali meraih gelar wisudawan terbaik dengan predikat cum laude. Sejak 2000, ia hijrah ke Ibukota negara untuk berkuliah S3 Ekonomi Islam di UIN Jakarta sekaligus menjadi dosen di sana. Mulailah kiprahnya menasional. Agus yang rajin menulis kolom di berbagai surat kabar dan majalah di pulau Sumatera sejak masih mahasiswa S1, mulai menulis di berbagai media nasional, seperti harian umum Republika dan beberapa media lainnya. Tentu saja temanya adalah ekonomi Islam terutama soal fikih muamalah. “Saya merasa terpacu dengan ulama-ulama terdahulu. Saya suka membayangkan Ibnu Sina misalnya. Banyak orang mempelajari ulama terdahulu hanya pemikirannya, bukan perjuangannya, bagaimana mereka bisa menjadi seperti itu. Jika hanya mempelajari pemikirannya, hanya menjadi konsumen pemikiran mereka” terang Agus. Maka, pagi hari setelah Sharing membesuknya, Agus sudah beraktivitas lagi bahkan hingga pukul 21.00 WIB. ”Pak Agus mengajar di Trisakti sampai jam 21.00 WIB,” kabar Joko sang asisten. Dan, Sharing hanya bisa geleng-geleng kepala. Luar biasa!

 IA Sharing edisi juni 2009 31


F O K U S

F O K U S

Tantangan Ekonomi Capres Terpilih :

Krisis Global dan Center for Applied Finance and Economis (InterCAFE) Institut Pertanian Bogor ini. Saat ini ekonomi Indonesia terus dihantam dampak krisis keuangan global. Salah satunya adalah terus menurunnya ekspor ke berbagai negara yang berdampak pada anjloknya pendapatan yang masuk. Karena itu, dari tahun lalu hingga kini, cukup banyak perusahaan mengurangi tenaga kerja sebagai upaya efisiensi agar tetap bertahan.

B

Bulan ini kita kembali berpesta demokrasi. Bila April lalu kita mencontreng calon anggota legislatif, maka kali ini adalah calon presiden. Siapapun dia yang terpilih nanti, di pundaknya lah masa depan Indonesia bakal dipikul; setidaknya untuk lima tahun mendatang. Sebuah langkah panjang yang tidak mudah. Apalagi, krisis belum benar-benar berlalu, kendati banyak pihak menyatakan secara fundamental ekonomi kita kuat. Organisasi Buruh Dunia ILO meramal angka pengangguran tahun ini bakal melonjak 8,87 persen dari proyeksi sebelumnya 7,44 persen. Hal itu berarti terdapat kenaikan selisih proyeksi sebesar 1,43 persen. Hal ini tentunya akan menambah beban ekonomi mengingat masih tingginya angka kemiskinan. Awal Mei lalu, di sela Sidang Tahunan Bank Pembangunan Asia (ADB) Nusa Dua Bali, pemerintah menyebutkan angka kemiskinan tahun lalu 15,4 persen dan masih optimistis bisa menekannya.

32

Sharing edisi juni 2009

Meski Presiden ADB Haruhiko Kuroda memprediksi angka kemiskinan di Asia bakal naik tajam dari 60 juta menjadi 100 juta pada 2010 bila krisis keuangan global terus memburuk. Dampak krisis yang dirasakan Indonesia masih jauh dari selesai. Dampak diperkirakan masih akan dialami tahun depan. Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah saat ini agaknya masih menyisakan banyak pekerjaan rumah untuk diteruskan, siapapun yang bakal memimpin Indonesia lima tahun ke depan.

 tIga tantangan utaMa Menurut ekonom Iman Sugema, terdapat tiga tantangan yang bakal menjadi tugas berat presiden terpilih. Tantangan pertama jelas terkait upaya pemerintah mendatang dalam menghadapi dampak krisis keuangan global yang diprediksi bakal mengalami puncaknya akhir tahun ini. “Dampak krisis bahkan bakal tetap dirasakan ekonomi Indonesia hingga pertengahan tahun depan,” kata Direktur International

Selain itu, akibat melemahnya permintaan global, berbagai perusahaan di Indonesia tidak bisa melakukan ekspansi bisnis. Hal ini membawa dampak negatif berupa berkurangnya kemampuan perusahaan menyerap tenaga kerja baru. Padahal, jumlah penduduk terus meningkat dan mendorong kenaikan jumlah angkatan pencari kerja baru. Akibatnya, pengangguran bakal meningkat tajam akibat lapangan kerja yang tersedia minim. ‘’Yang menjadi tantangan adalah bagaimana pemerintah mendatang mengatasi masalah ini,’’ ujarnya.

Perbaikan Ekonomi perbaikan terjadi, peluang ekonomi dan bisnis baru bakal tercipta. “Kue baru ini yang akan diperebutkan. Tentu saja untuk memanfaatkannya perlu usaha yang tidak normal seperti kerja ekstra keras,’’ katanya. Agar Indonesia mampu memanfaatkan peluang baru itu, pemerintah mendatang harus mampu meningkatkan daya saing negara. Hal itu karena daya saing memiliki kaitan erat dalam mendorong perkembangan ekonomi tanah air setelah dihantam dampak krisis. ‘’Dari sini kita

bicara daya saing (Indonesia) untuk mendorong perkembangan ekonomi. Jangan sampai saat recovery, semua bersaing, tapi kita lupa memanfaatkannya,’’ katanya. Dalam indeks papan skor daya saing dunia (WCS) 2009, dari 57 negara, AS masih menempati peringkat pertama seperti tahun sebelumnya. Selanjutnya, Hongkong, Singapura, Swiss, dan Denmark menempati peringkat dua sampai empat. Sedangkan, Indonesia hanya menempati posisi 42 atau terendah ke-16 dari bawah.

Selain itu, peringkat Indonesia juga jauh di bawah negara Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia (18), dan Thailand (26). Hanya Filipina yang memiliki posisi satu tingkat di bawah Indonesia. Meski demikian, Indonesia tahun ini mengalami perbaikan sembilan peringkat dibandingkan tahun lalu yang menempati posisi 51 dan menjadi salah satu negara dengan tingkat perbaikan posisi terbaik. WCS merupakan alat ukur daya saing bisnis 57 negara kunci dunia yang diselenggarakan oleh lembaga riset terkemuka dunia, International Institute for Management Development (IMD) Swiss. Secara umum, terdapat empat faktor pemeringkatan dalam survei ntuk mengukur daya saing negara. Mereka adalah kinerja ekonomi, efisiensi pemerintahan, efisiensi bisnis, dan infrastuktur. Faktor kinerja ekonomi terdiri dari ekonomi domestik, perdagangan internasional, investasi internasional, tenaga kerja, dan harga. Faktor efisiensi pemerintahan terdiri dari keuangan publik, kebijakan fiskal, rangka kerja kelembagaan, legislasi bisnis, dan rangka kerja sosial. Sedangkan, faktor efisiensi bisnis terdiri dari produktivitas, pasar tenaga kerja, keuangan, praktik manajemen, dan etika bisnis. Sementara, faktor infrastruktur terdiri dari infrastruktur dasar, infrastruktur teknologi, infrastruktur riset, kesehatan dan lingkungan, dan pendidikan.

Setelah puncak krisis terjadi, ekonomi dunia akan mulai mengalami perbaikan recovery mulai tahun depan termasuk Indonesia. Karena itu, tantangan berikutnya adalah bagaimana memanfaatkan peluang yang tercipta dari proses perbaikan itu. Hal itu terutama terletak pada kemampuan capres terpilih dalam mendorong perkembangan sektor riil yang memiliki andil besar dalam mendorong perekonomian nasional. Hal itu terkait mendorong pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).

Pemeringkatan indeks dilakukan dengan melakukan kajian pustaka dan survei. Survei melibatkan 3.960 manajer eksekutif atas dan menengah di berbagai perusahaan di 57 negara. Caranya dengan menyebar kuisoner berisi 110 pertanyaan.

 daYa saIng harus dItIngkatkan

Sepanjang 2008-2009, berbagai perusahaan di banyak negara dihantam krisis. Tidak sedikit negara yang mengalami keterpurukan ekonomi dalam kurun waktu itu. Setelah krisis berakhir dan masa

Menurut Iman, salah satu penyebab masih rendahnya daya saing Indonesia dibandingkan negara lain adalah mahalnya

Sumber: IMD 2009

Sharing edisi juni 2009 33


F O K U S

F O K U S

biaya modal kerja dipicu suku bunga kredit yang masih tinggi di kisaran 16 persen. Padahal, di AS, suku bunga kredit hanya berada di kisaran lima sampai enam persen. Karena itu, peningkatan daya saing di sektor riil perlu mendapat dukungan kuat dari sektor keuangan. ‘’Ini memang bukan pekerjaan setahun dua tahun, tapi jangka menengah yang menjadi tantangan pemerintah mendatang,’’ tuturnya

 PeMBenahan PerBankan Sedangkan, ekonom BRI Ekonom Bank Rakyat Indonesia, Djoko Retnadi menyebutkan, suku bunga perbankan mulai mengalami penurunan. Hal itu dipicu penurunan bunga Bank Indonesia (BI rate). Juni lalu, otoritas moneter menurunkan suku bunga acuan menjadi 7 persen dari sebelumnya 7,25 persen untuk mendorong penyerapan kredit perbankan oleh sektor riil dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Meski demikian, menurut Iman, masih banyak dana perbankan yang menganggur di Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Hal itu juga merupakan masalah lain yang perlu diatasi pemerintah karena bila semakin banyak dana perbankan yang digelontorkan melalui kredit, maka sektor riil akan semakin tumbuh dan berdampak pada perkembangan perekonomian nasional. Saat ini, cukup banyak dana SBI adalah milik Bank Pembangunan Daerah (BPD). Namun, Iman tidak menyalahkan BI dan BPD, tetapi Departemen Keuangan. Alasannya, banyak dana BPD yang diparkir di SBI adalah dana bagi hasil dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dan baru dicairkan akhir tahun. Akibatnya, dana itu otomatis tidak terpakai. Karena itu, agar tetap memberikan hasil, banyak BPD terpaksa menempatkan dana itu di SBI. Untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah seharusnya menerbitkan solusi

34

Sharing edisi juni 2009

penempatan dana berjangka waktu pendek sehingga BPD leluasa untuk menyalurkan kredit dari dana itu. Solusi itu bisa berupa surat perbendaharaan negara dengan tenor satu dan tiga bulan. Namun, penerbitan solusi ini tergantung kemauan pemerintah pusat dalam mendorong perkembangan sektor riil melalui jasa kredit perbankan. Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia BI 2009, rasio kredit dibandingkan dana pihak ketiga (LDR) per April lalu tercatat sebesar 73,68 persen. Sedangkan, rata-rata rasio itu dari JanuariApril lalu 72,9 persen. Hal ini berarti masih banyak dana yang disedot perbankan dari masyarakat tapi tidak kembali ke masyarakat. Pada April lalu, perbankan menghimpun dana masyarakat (DPK) sebesar Rp 1.780,918 triliun atau meningkat 22 persen atau Rp 235,865 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1.061,77 triliun.

mengalami kenaikan 1,5 persen atau Rp 3,046 triliun.

 PeMerataan ekOnOMI Menurut Iman, tantangan ketiga yang juga bakal dihadapi Capres terpilih adalah pemerataan peluang ekonomi yang muncul dari proses perbaikan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Hal itu agar lahirnya peluang ekonomi tidak hanya dimanfaatkan oleh sebagian kecil masyarakat, tapi banyak orang. ‘’Kita harus melakukan perbaikan substansial di bidang perekonomian. Jangan yang besar saja yang tumbuh. Yang kecil juga harus ikut tumbuh,’’ ujarnya. Menanggapi paket stimulus puluhan triliun rupiah, Iman menilai kebijakan itu hanya sebagai akal-akalan pemerintah saja. Alasannya, kebijakan yang berorientasi keringanan pajak itu tidak berpengaruh signifikan terhadap perkembangan sektor riil. Padahal, bila dana sebesar itu digunakan untuk membangun sektor infrastruktur, dampaknya bakal lebih terasa bagi perekonomian. ‘’Kalau Rp 73 triliun itu digunakan untuk membangun pembangkit listrik 10 ribu megawatt, dampaknya jauh lebih terasa. Industri akan tumbuh karena ketersediaan pasolan listrik dan akhirnya mendorong peningkatan penyerapan tenaga kerja,’’ katanya.

Selain itu, menurut Iman, dampak terhadap sektor riil juga akan lebih terasa bila dana stimulus triliunan rupiah itu digunakan untuk membangun jalan. Sebagai contoh, Sedangkan, bila dibandingkan sebulan sebelumnya, kredit per April lalu mengalami jalan Pantura yang menghubungkan Pulau Jawa di banyak titik mengalami rusak berat. penurunan tipis 0,6 persen. Meski dana Bila dana itu digunakan memperbaiki jalan yang disedot cukup besar, tidak semua DPK itu, maka transportasi akan membaik dan disalurkan kembali melalui kredit kepada meningkat. Salah satu efek positifnya adalah masyarakat. Hingga April lalu, kredit yang mengurangi ongkos transportasi sehingga disalurkan hanya Rp 1.297,635 triliun. bahan yang dibeli masyarakat semakin Indikator Jan-09 Feb-09 Mar-09 Apr-09 murah. dPk 1,748,814 1,771,098 1,786,157 1,780,918 kredit 1,289,839 1,301,844 1,305,389 1,297,635 Berbeda 180 derajat dari Iman, Djoko menilai ldr 71.45% 73.06% 73.40% 73.68% stimulus fiskal yang sBI&sBIs 208,510 216,538 208,106 211,152 digelontorkan pemerintah * dalam miliar Rp kecuali LDR dalam % Sumber: SPI-BI 2009 penting dilakukan. Hal itu karena berdampak signifikan untuk Salah satu penyebabnya adalah adanya dana mengangkat daya beli masyarakat. Bila perbankan yang parkir di surat berharga daya beli meningkat, maka permintaan BI. Hingga April lalu, dana perbankan di akan meningkat sehingga sektor riil akan SBI tercatat sebesar Rp 211,152 triliun bergerak dan tumbuh. ‘’Stimulus itu nomor melonjak 24,5 persen atau Rp 41,598 triliun satu karena bisa mengangkat daya beli,’’ dibandingkan periode sama tahun lalu Rp katanya. 169,554 triliun. Sedangkan, dibandingkan  tim redaksi Sharing sebulan sebelymnya, SBI per April

Sejumlah Peluang:

Pertumbuhan Ekonomi

D

2009 Positif

Dalam kacamata ekonom Fadhil Hasan, di sejumlah negara maju, krisis telah mencapai puncak dan tanda pemulihan ekonomi global mulai muncul. Karena itu, dampak krisis global terhadap perekonomian Indonesia tidak sebesar seperti yang diperkirakan sebelumnya. ‘’Kalau pun ada PHK memang iya, tapi dampaknya bagi ekonomi Indonesia juga sudah mencapai puncak,’’ katanya yang juga Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) ini.

ekonomi. Mengenai PDB, berdasarkan data IMD, dari 57 negara kunci dunia, Indonesia tahun lalu menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia. Negara ini menempati posisi sembilan dengan PDB 6,1 persen. Sedangkan, negara tetangga Asia tetangga seperti Filipina, Malaysia, Thailand, dan Singapura berurutan hanya menempati posisi 15 dengan 4,7 persen, 16 dengan 4,6 persen, 25 dengan 2,6 persen, dan 39 dengan 1,1 persen.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini diperkirakan bakal positif pada kisaran 4,5-4,75 persen. Hal itu diperkuat data pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan pertama tahun ini mencapai 4,4 persen. Karena itu, pertumbuhan ekonomi trilwulan berikutnya diprediksi tidak akan jauh. ‘’Triwulan berikutnya paling tidak relatif sama dan kalaupun turun tidak jauh meski untuk tumbuh lebih tinggi masih belum bisa,’’ katanya.

Sementara, negara maju seperti AS, Inggris, dan Jepang menempati posisi 39 dengan 1,1 persen, 44 dengan 0,7 persen, dan 53 dengan minus 0,7 persen. Negara dengan pertumbuhan PDB terendah adalah Estonia dengan minus 3,6 persen. Sedangkan, lima tertinggi lainnya adalah Qatar 16,8 persen, Peru 9,8 persen, Cina 9 persen, India 7,1 persen, dan Rumania 7,1 persen.

Prediksi masih positifnya angka pertumbuhan ekonomi tahun ini dipicu faktor dominasi ekonomi Indonesia oleh konsumsi masyarakat. Terlebih, bila penyaluran dana stimulus fiskal bisa berjalan efektif maka bisa mendorong pertumbuhan

Mengenai proyeksi pertumbuhan ekonomi ini, terjadi perbedaan pendapat antara pemerintah dan lembaga dunia. Awal Juni lalu, Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 3-4 persen dari proyeksi sebelumnya 2,5 persen. Hal itu dipicu membaiknya sejumlah indikator ekonomi Indonesia sehingga meningkatkan optimisme lembaga moneter itu. Selain itu, pemilihan legislatif di triwulan pertama lalu juga mendorong belanja dan konsumsi. Karena itu, proyeksi revisi itu akan semakin terwujud bila penyelenggaraan Pemilu Presiden Juli mendatang mulus dilaksanakan. Sementara, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2010 bakal naik satu persen dari prediksi tahun ini. Sementara, pemerintah Indonesia melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani

Sumber: IMD 2009

menyatakan optimistis proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2009 mencapai 4-4,5 persen dan 2010 5-6 persen. Hal itu diperkuat realisasi pertumbuhan ekonomi nasional kuartal satu sebesar empat persen. Pendapat serupa dinyatakan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang juga optimis tingkat pertumbuhan ekonomi nasional 2009 masih bisa dijaga di atas 4 persen. Maka, mari kita tagih janji capres terpilih soal pertumbuhan ekonomi ini. Selama masa kampanye, tiga pasangan capres menjual janji berbeda terkait pertumbuhan ekonomi Indionesia. Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono menebar janji ekonomi realistis dengan target pertumbuhan 7 persen pada 2014. Pasangan Jusuf Kalla-Wiranto mengangkat isu ekonomi kemandirian dengan janji 8-9 persen. Sementara, pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto menjagokan isu ekonomi kerakyatan dengan janji 10 persen. Menanggapi perbedaan proyeksi pertumbuhan ekonomi tiga Capres, ekonom Iman Sugema menilai wajar. Menurutnya, tidak masalah bila ada Capres menargetkan pertumbuhan ekonomi tujuh persen dan Capres lain dua angka pada 2014. Keduanya bisa terlaksana bila dilakukan dengan kerja keras mendorong pertumbuhan ekonomi sektor riil. Fadhil berpendapat, sektor infrastruktur memegang peranan penting dalam merealisasikan terget pertumbuhan ekonomi ketiga pasangan. Karena itu, bila salah satu pasangan terpilih dalam Pemilu Presiden mendatang, maka peningkatan anggaran pembangunan dan pengembangan infrastruktur penting dilakukan. ‘’Dana infrastuktur itu kemungkinan digunakan untuk membangun jalan, listrik, dan pelabuhan, maka ekonomi akan tumbuh dengan cepat,’’ ujarnya. Djoko juga berpendapat pertumbuhan ekonomi tahun ini kemungkinan masih berada di bawah lima persen. Untuk memperkuat pendapatnya, sejumlah alasan Sharing edisi juni 2009 35


F O K U S

F O K U S

sama dengan Iman dan Fadhil terkait membaiknya sejumlah faktor makro Indonesia disampaikan. ‘’Secara umum, fondasi ekonomi makro kita (Indonesia) mulai menunjukkan perbaikan meski dampak masih akan terasa hingga tahun depan,’’ katanya. Ia juga meragukan mazhab ekonomi yang diusung sejumlah pasangan CapresCawapres. Menurutnya, terlalu berisiko bila langsung merubah fondasi ekonomi Indonesia secara drastis mengiukuti mazhab ekonomi tertentu. Hal itu dikhawatirkan malah bisa membawa Indonesia menuju jurang kehancuran ekonomi. ‘’Aliran-aliran ekonomi yang diusung hanyalah kulit. Pondasinya tidak akan berubah. (Ekonomi) kerakyatan

paling hanya memperbanyak BLT (bantuan langsung tunai) dan program jaminan sosial lainnya,’’ katanya.

 tren InflasI Menurun Sementara itu, optimisme Fadhil atas perbaikan ekonomi Indonesia juga disebabkan adanya tren penurunan inflasi ditambah penurunan tingkat suku bunga. Hal itu diyakini bakal mendorong peningkatan penyerapan kredit perbankan oleh sektor riil. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa terus didorong. Berdasarkan data BI, inflasi menunjukkan tren penurunan sejak mengalami puncak pada September tahun lalu sebesar 12,14

persen. Inflasi dalam lima bulan pertama tahun ini menunjukkan penurunan signifikan dari 9,17 persen per Januari lalu menjadi 6,04 persen per Mei lalu. Meski demikian, inflasi tetap berpotensi mengalami kenaikan kembali. Karena itu, menjaga laju inflasi juga menjadi tantangan Capres terpilih. Terlepas siapa pemenang Pemilu Presiden Juli mendatang, agaknya banyak tantangan ekonomi tidak mudah bakal menanti Capres terpilih. Namun, di sini, kemampuan seorang pemimpin sejati bakal diuji untuk membawa bangsa Indonesia keluar dari krisis. Karena itu, Capres terpilih dituntut mampu bekerja ekstra keras dibandingkan biasanya. Semoga. 

Utang Luar Negeri Versus

D

Filantropi Islam

36

Sharing edisi juni 2009

mau menggadaikan harga diri bangsa.

Seperti banyak ditulis dalam buku ekonomi, utang seperti pisau dua mata. Ia menjadi teman karib bila digunakan untuk kepentingan positif dan membangun. Ia juga bisa menjadi musuh bila disalahgunakan dan hanya akan membawa pemakainya ke jurang kesengsaraan. Namun, suka atau tidak suka, agaknya isu utang luar negeri

Dalam dua tahun terakhir, rata-rata kenaikan utang luar negeri per kuartal tercatat sebesar 1,8 persen. Sedangkan, penurunan per kuartal hanya terjadi pada triwulan IV 2007 dari kuartal

Indikator

akan terus menjadi tantangan bagi pemerintahan mendatang meski Pemilu Presiden usai. Berdasarkan data Bank Indonesia, total utang luar negeri Indonesia hingga kuartal IV 2008 tercatat mengalami kenaikan signifikan 9,1 persen menjadi 149 miliar dolar AS atau Rp 1.624,1 triliun dengan menggunakan kurs 1 dolar setara Rp 10.900. Bila

dikembangkan untuk kepentingan pengembangan ekonomi produktif, efek berlipatnya cukup besar untuk menyejahterakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan,’’ katanya.

II

Posisi utang ln (miliar usd)

131.3

kurs (rp/usd) akhir periode

9,124

Bagi pemerintah, utang digunakan untuk membiayai APBN. Selanjutnya, APBN digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Namun, menurut pakar ekonomi syariah dari Universitas Indonesia Mustafa Edwin Nasution, selain menjadi beban bagi negara, utang juga membuat Indonesia rentan terhadap krisis. Hal itu terkait utang dalam valuta asing dan jumlah pembayaran bunga yang terus meningkat. Mustafa menyebutkan, pemerintah sebetulnya bisa mengandalkan potensi filantropi Islam masyarakat Indonesia dibandingkan utang luar negeri. ‘’Sebagai contoh, zakat, bila

Selain itu, menurut Mustafa, tantangan lain bagi Capres terpilih adalah membangun sistem perekonomian nasional yang tahan terhadap krisis. Salah satunya dilakukan dengan memperkuar dukungan terhadap pengembangan ekonomi syariah di tanah air. Terlebih, sistem itu terbukti mampu melewati krisis moneter 1998 dan lebih resisten terhadap krisis keuangan global saat ini.

Selain itu, Indonesia juga memiliki potensi wakaf cukup besar. Seperti zakat, bila dikelola secara produktif, wakaf juga bisa menjadi instrumen pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat. Dengan demikian,

I

sebelumnya sebesar 0,3 miliar dolar AS atau minus 0,2 persen menjadi 136,6 miliar dolar AS atau Rp 1.283,1 triliun. Besarnya utang ini tentu saja bakal menjadi beban cukup berat ditanggung Indonesia. Terlebih, utang yang diterima bukan diterima begitu saja tanpa ada imbalan bagi pemberi utang. Bahkan, dengan alasan menghutangi, tidak sedikit lembaga donor ikut campur masalah Indonesia. Hal ini ditunjukkan saat Indonesia tunduk di bawah ketiak Dana Moneter Internasional (IMF) dalam menentukan kebijakan ekonomi berdasarkan kesepakatan Letter of Intent (LoI) September 1998 lalu.

Sumber: Bank Indonesia 2009

Dalam persaingan merebut kursi RI 1, ketiga pasangan saling bersaing memasang strategi mengalahkan lawan. Salah satu yang ramai dibicarakan adalah mengenai ketergantungan Indonesia terhadap utang luar negeri. Berbagai jargon politik seperti anti utang luar negeri ramai didengungkan dengan alasan tidak

dibandingkan kuartal sebelumnya, utang LN Indonesia hingga kuartal IV tahun lalu mengalami kenaikan 1,2 persen. Padahal, cadangan devisa negara ini pada kuartal IV tahun lalu hanya sebesar 51,6 miliar dolar AS.

2007

2008

III

IV

I

II

133.5

136.9

136.6

145.5

146.2

147.3

149

9,035

9.145

9.393

9,220

9,220

9,385

10,900

pemerintah tidak perlu menambah utang luar negeri untuk menyejahterakan masyarakat. Karena itu, bagi Capres terpilih mendatang, tantangan yang juga harus dihadapi adalah mengoptimalkan potensi pendanaan dalam negeri seperti filantropi Islam sambil menurunkan jumlah utang. Awal Maret lalu, Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), KH Didin Hafidhudin menyebutkan, potensi zakat di tanah air mencapai Rp 19 triliun per tahun. Namun, dana zakat yang terjaring tahun lalu baru Rp 900 miliar atau hanya 4,7 persen. Meski demikian, penjaringan itu menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Dana zakat terhimpun pada 2006 dan 2007 masing-masing sebesar Rp 300 dan Rp 700 miliar. Sementara, dari situs resmi Badan Wakaf Indonesia, berdasarkan data Departemen Agama per Oktober 2007, tanah wakaf di Indonesia tersebar di 366.595 lokasi dengan luas mencapai 2,69 miliar meter persegi. Namun, sebagian besar merupakan lahan yang belum produktif.

III

IV

Lebih resistennya sistem ekonomi syariah melawan krisis karena penerapan sistem berbeda dibandingkan sistem ekonomi konvensional. Untuk menghindari spekulasi, sistem ekonomi syariah mengharuskan penyaluran kredit atau pembiayaan memiliki aset dijaminkan (underlying asset). Sehingga, tidak mungkin terjadi gelembung ekonomi seperti yang terjadi di sistem keuangan konvensional. Karena itu, Mustafa mendorong Capres terpilih memiliki komitmen kuat dalam mengembangkan sistem ekonomi syariah di Tanah Air. Ekonomi syariah terbukti membuat sistem perekonomian di Indonsia lebih kuat atau tidak rapuh menghadapi krisis ekonomi global. Bersyukur bahwa salah satu capres kita telah menyatakan kesanggupannya untuk meningkatkan pangsa pasar perbankan syariah dari 2 % menjadi 25 % dalam waktu 5 tahun. Semoga presiden terpilih, siapa pun dia dapat memberikan komitmen yang sama. Insya Allah.

 Perkuat dukungan BagI ekOnOMI sYarIah

 tim redaksi Sharing Sharing edisi juni 2009 37


P E R I S T I WA

&

A D V E R TO R I A L

A N A L I S A

Badan Wakaf Indonesia-Islamic Development Bank Siapkan Program Wakaf Produktif Pemahaman masyarakat Indonesia tentang wakaf masih sangat terbatas. Banyak masyarakat memahami bahwa wakaf adalah tanah kosong yang tidak dimanfaatkan. bahwa tujuan wakaf adalah untuk diproduktifkan, bukan didiamkan saja. “Jadi yang benar adalah wakaf produktif, bukan wakaf tanah kosong,” ungkapnya. Kalau sudah diproduktifkan, katanya, hasil pengelolaan wakaf akan berdampak pada pengentasan kemiskinan.

B

Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Islamic Development Bank (IDB) bekerja sama dalam pemberdayaan wakaf produktif di Indonesia. Nota kesepahaman (memorandum of understanding) antara kedua lembaga ini diteken di Jakarta pertengahan bulan lalu oleh Bambang P Brodjonegoro, Direktur General Islamic Research and Training Institute (IRTI) mewakili IDB dan Ketua Badan Pelaksana BWI, Tholhah Hasan. Kerja sama ini berangkat dari ide BWI untuk menggalakkan wakaf produktif. Menurut Tholhah Hasan, jumlah seluruh tanah wakaf di negeri adalah 2.686.536.565,68 m2, yang

tersebar di 366.595 lokasi. Aset yang begitu besar itu harus dikembangkan. “Untuk itulah mengapa MoU BWI dengan IDB ini ditandatangani,” kata Tholhah. Saat ini, lembaga itu tengah gencar mensosialisasikan paradigma wakaf produktif kepada pengelola wakaf (nazhir). Pemahaman masyarakat Indonesia tentang wakaf, kata Bambang, memang masih sangat terbatas. Banyak masyarakat memahami bahwa wakaf adalah tanah kosong. “Kalau ada tanah kosong dan tidak dimanfaatkan, masyarakat kita bilang itu adalah tanah wakaf,” ujarnya. Menurutnya, perlu adanya peningkatan kesadaran masyarakat tentang revitalisasi wakaf. Agar masyarakat tahu

Bidang kerja sama pengembangan wakaf produktif ini meliputi bidang investasi dan pengembangan harta benda wakaf; memperkuat kemampuan dan pengalaman ilmiah di bidang perwakafan, mendukung penelitian dan studi ilmiah dan syar`iyyah mengenai wakaf; serta investasi dengan tujuan untuk mendukung misimisi kemanusiaan. BWI telah menyiapkan delapan program unggulan wakaf produktif untuk dapat difasilitasi oleh IDB. Dalam waktu dekat program wakaf produktif dilaksanakan di Serang untuk pembangunan rumah sakit ibu dan anak. “Di bulan Juli ini kita tengah siapkan pembangunan rumah sakit senilai Rp 8 miliar,” kata Tholhah. Selain itu pihaknya pun telah menyiapkan tanah sekitar 30 ribu hektar di Taman Mini yang dapat digunakan untuk pembangunan balai pertemuan, rumah sakit

internasional,dan hotel atau supermarket. Dalam pengajuan proyek wakaf produktif, lanjut Tholhah, pihaknya hanya akan mengajukan proyek yang benarbenar feasible dan lengkap perizinan. Tholhah mengatakan komitmen IDB adalah salah satu tujuan untuk menggerakkan dan memberdayakan usaha masyarakat Muslim. Melalui kerja sama tersebut IDB telah menyatakan komitmennya untuk mengembangkan wakaf produktif di Indonesia baik dengan membiayai proyek wakaf produktif atau memfasilitasi dengan mencari investor yang berminat. Sedang Bambang berharap, MoU ini tidak sekedar hanya tulisan dan seremonial. Tapi harus ada tindak lanjut yang jelas. “Apa yang direncanakan oleh BWI, lalu IDB akan membantu dalam bentuk apa? Jika tindak lanjut ini berjalan dengan baik, bukan mustahil aset wakaf yang demikian besar itu dapat mensejahterakan rakyat Indonesia dan menguatkan tatanan ekonomi bangsa ini,” tambahnya. Dengan wakaf, kata dia, seharusnya lembaga-lembaga keagamaan dan pendidikan di Indonesia bisa mandiri, tanpa harus membebani anggaran negara. Ia mencontohkan IRTI, lembaga di bawah IDB. “Segala pembiayaan dan operasionalnya semua bersumber dari hasil wakaf,” tambah Bambang.

 YS/VA

38

Sharing edisi mei 2009

Akar Masalah Pengembangan Ekonomi Syariah Indonesia Dengan semangat mengembangkan ekonomi syariah khas Indonesia, kampus ini menggelar seminar untuk mencari akar masalah pengembangannya dari sejarah bangsa.

pembangunan bangsa dari berbasis materi ke berbasis manusia”. Dalam pendekatan berbasis manusia perlu ditingkatkan unsur ”K”, yaitu keimanan dan kecerdasan. Ini otomatis akan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.

Apakah Indonesia sejak merdeka konsisten dalam strategi pembangunannya dengan visi dan misinya? ”Jawabnya tidak!”. Meski berganti-ganti sistem ekonomi Indonesia sejak merdeka, intinya tetap yaitu kapitalisme. Hanya ia mengambil bentuk bermacam-macam. Bisa saja para pengusung kapitalisme menyebutnya neoliberalisme, liberalisme campuran, dan sebagainya.

Sayuti juga menyerukan penghapusan pengangguran dan kemiskinan secepat mungkin. Ini menurutnya adalah salah satu langkah awal demi pembangunan ekonomi yang lebih baik. Penghapusan pengangguran dan kemiskinan dilakukan dengan cara: ubah paham operasional pasar. Proses pasar adalah untuk manusia, bukan sebaliknya. Selanjutnya adalah tetapkan sasaran struktur pasar. Contoh: 99,9% peran pengusaha UKM termasuk koperasi ditingkatkan dari 57% komposisinya terhadap PDB menjadi minimal 65% dalam lima tahun ke depan. ”Ini bisa, asal kita serius melakukannya”, tegas Sayuti.

A

Itulah sebagian pemikiran Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Al Azhar (FE UAI), Prof. Dr. Sayuti Hasibuan yang dikemukakan dalam Seminar Nasional Ekonomi Syariah: Menuju Perekonomian Indonesia Berbasis Syariah di UAI, Jakarta 17 Juni 2009. Agar bangsa ini tahan dari terpaan krisis yang mungkin akan datang di masa depan, perlu diubah pemahaman sistem ekonomi bangsa. Pertama, menurut Sayuti, ”Ubah proses dasar

 dIJaJah terlalu

laMa Oleh ekOnOMI kOnVensIOnal

Sementara itu, Direktur Utama Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Dr. Subardjo Joyosumarto mengemukakan tantangan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Menyampaikan makalahnya,

”selama dijajah, bangsa Barat sudah mengajarkan bangsa Indonesia untuk menerapkan sistem ekonomi konvensional lewat berbagai cara. Misalnya pendirian perusahaan-perusahaan perkebunan dan dagang yang semata berorientasi keuntungan materi.”

”Pengembangan Ekonomi Syariah di Indonesia, Peluang dan Tantangan”, Subardjo menggabungkan analisa ekonomi, sejarah, dan budaya. ”Penerapan ekonomi konvensional selama 350 tahun, menyulitkan perubahan paradigma bahwa ada sistem ekonomi yang lebih baik”, kata Subardjo. Selama dijajah, bangsa Barat sudah mengajarkan bangsa Indonesia untuk menerapkan sistem ekonomi konvensional lewat berbagai cara. Misalnya pendirian perusahaanperusahaan perkebunan dan dagang yang semata berorientasi keuntungan materi. Ketika bangsa ini merdeka, terutama di jaman Orde Baru, kegiatan mengembangkan ekonomi syariah sering dianggap Islamisasi, bahkan menjurus ekstrim kanan. Baru di akhir era Orde Baru, ekonomi syariah mendapatkan momen pemancangan tonggaknya. Yang kemudian dilanjutkan dengan pendirian bank syariah pertama di Indonesia, Bank Muamalat Indonesia (BMI) pada 1992. Di masa depan, menurut Subardjo, bangsa Indonesia memiliki peluang mengembangkan ekonomi syariah lebih besar daripada sekarang. Antara lain adalah karena krisis demi krisis yang dihadapi sistem ekonomi konvensional menyadarkan banyak pihak bahwa ada sesuatu yang tidak benar pada sistem ini.

bagi bangsa dan manusia.

 ekOnOMI sYarIah dI uaI

Meski belum memiliki program studi (Prodi) ekonomi syariah atau lembaga pengkaji khusus ekonomi syariah, FE UAI menerapkan nilai-nilai syariah dalam pengajarannya. Ekonomi syariah mulai banyak diambil sebagai konsentrasi di berbagai prodi di FE UAI. Sebuah upaya ke arah lebih serius dengan ekonomi syariah telah dimulai dengan menggelar seminar ekonomi syariah pertama di FE UAI ini. Ekonomi syariah sendiri, bagi FE UAI adalah khas. Dikatakan Wakil Dekan FE UAI, Hasanuddin Zein Hassan kepada Sharing, ”Ada yang khas Indonesia. Meskipun, sumbernya sama, yaitu Al Quran dan Al Hadits. Makanya, pemahaman yang mendasari ekonomi Islam, seperti Fikih Muamalah, juga mestinya generik. Kemudian pendekatan keilmuan, filosofi ekonomi kami bukan berangkat dari Adam Smith dan kawankawannya (Kapitalisme)—red. Itu jelas dasarnya salah, kami tidak bisa memakainya sebagai kerangka”. Kampus ini akan konsisten memprioritaskan sumber filosofi ekonominya dari Al Quran dan Al Hadits.

 IA

Contoh yang paling kentara menurut Subardjo adalah, ”Kegiatan derivatif yang menjadi andalan pada transaksi keuangan konvensional dianggap sebagai ilmu sihir dan merupakan ”weapon of mass destruction” yang menimbulkan kesengsaraan Sharing edisi juni 2009 39


P E R I S T I WA

Membedah

&

A N A L I S A

Transaksi Multi-Akad

Sukuk Indonesia akan lebih banyak dari Malaysia, Walaupun dari sisi ukuran dan volume masih terbilang kecil dibanding Malaysia, tapi prospeknya diyakini lebih menjanjikan.

R

Ruang Teater Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah menjadi saksi perhelatan Seminar Nasional bertajuk, “Transaksi Muamalat Kontemporer: Implementasi dan Tantangan dalam Inovasi Produk Keuangan Syariah di Indonesia.” Ruangan berkapasitas 250 orang itu penuh sesak dengan peserta. Inilah untuk pertama kalinya, acara seminar Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) overload, seperti diakui Sekjen IAEI Agustianto. Bahkan 10 hari sebelum hari H, pendaftaran untuk mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sudah tutup. Acara yang diselenggarakan pada hari Rabu (03/06) itu merupakan rangkaian acara MES Goes To Campus setelah sebelumnya diadakan di Universitas Indonesia. Membludaknya peserta pada seminar kali ini cukup beralasan. Pertama, kajian seputar proses “perkawinan” akad-akad fikih dengan praktik lembaga keuangan modern masih jarang dilakukan. Kedua, materi yang dipresentasikan merupakan hasil riset, bahkan beberapa di antaranya adalah disertasi. Tak pelak, pembicara dengan latar belakang dan disiplin ilmu yang berbeda plus riset yang mendalam, menjadikan kajian ini istimewa dan penuh warna.

40

Sharing edisi mei 2009

Dr Hasanuddin dari MUI berusaha memotret perspektif syariah penerapan multi-akad di lembaga keuangan syariah, sementara Dr H Raikhan melihat implementasi akad syariah pada instrumen pasar modal, Dr Nadzratuzzaman Hosen dari PKES mengilustrasikan aplikasi akad musyarakah mutanaqishah dengan pendekatan model matematis, sedangkan Ah Azharuddin Latif berbicara banyak tentang polemik pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada pembiayaan berbasis Murabahah di perbankan syariah.

 MultI-akad Salah satu isu penting yang mengemuka pada seminar ini adalah penerapan multi-akad (penggabungan beberapa akad fikih dalam satu produk) di lembaga keuangan syariah (LKS). Menurut Wakil Sekretaris DSN-MUI, Dr Hasanuddin, keberadaan multi-akad pada LKS sangat penting, sebab pada praktiknya LKS akan sangat kesulitan menelurkan produk dengan hanya satu akad. Produk-produk LKS yang sekarang menjamur, rata-rata terdiri dari gabungan banyak akad. Hasanuddin mengilustrasikan, dalam transaksi kartu kredit misalnya, terdapat setidaknya gabungan antara akad ijarah, qardh, dan kafalah. Pada obligasi syariah terdapat akad

mudharabah (atau ijarah) dan wakalah, terkadang disertai kafalah dan wa’d (janji). Lain lagi dengan Islamic swap yang memiliki beberapa kali akad tawarruq, jual beli, wakalah, sharf (pertukaran mata uang asing), dan terkadang juga disertai wa’d.

kepada jual beli ‘inah (pengambilan keuntungan dalam hutang piutang melalui rekayasa jual beli). Begitu juga dengan jual beli dan akad pinjaman. Jika dilakukan secara sendiri-sendiri hukumnya menjadi boleh,” ujarnya.

Banyaknya transaksi modern yang menggunakan multiakad, menurut Hasanuddin, menjadi perhatian dan kajian khusus para pakar fikih. Sejumlah tulisan bermunculan membincangkan keabsahan penerapan multi akad. Kontroversi pun mengemuka. Pro kontra ini bukan tanpa sebab. Sejumlah hadis --setidaknya ada tiga hadis -- menunjukkan larangan penggunaan multiakad. Misalnya, larangan melakukan jual beli dan salaf (pinjaman) secara bersamaan dan larangan dua jual beli dalam satu jual beli. Mengutip pendapat Ibnu Taimiyah, Hasanuddin mengatakan bahwa pada dasarnya setiap hukum dalam ranah muamalah diperbolehkan kecuali ada dalil yang secara tegas melarang. Begitu juga dengan multi akad. Hadis-hadis mengenai larangan multiakad mesti ditempatkan pada interpretasi dan konteks yang tepat.

Kendati diperbolehkan, Hasan mengingatkan untuk tidak menggunakan multiakad secara berlebihan. Ada beberapa bentuk multi-akad yang tidak boleh disentuh. Para pakar fikih menetapkan empat hal. Pertama, multiakad yang dilarang secara tegas oleh nash agama, seperti hadits yang melarang dua jual beli dalam satu jual beli. Kedua, multi-akad yang digunakan sebagai hilah (rekayasa untuk menghindari) riba, seperti pada jual beli ‘inah. Ketiga, multi akad yang menyebabkan jatuh ke riba, seperti perkawinan antara akad jual beli dan pinjaman. Keempat, multiakad yang terdiri dari akadakad yang akibat hukumnya saling bertolak belakang, seperti sewa –beli.

”Masalah ini tidak bisa digeneralisasi. Larangan Rasulullah terhadap dua jual beli dalam satu jual beli menurut penafsiran yang paling kuat lebih diarahkan

 Pasar sukuk Transaksi muamalat syari’ah tidak hanya masuk pada industri perbankan, tetapi juga merambah pada instrumen pasar modal: obligasi syariah (sukuk). Dalam fatwa DSN, Sukuk dapat diterbitkan dengan menggunakan beberapa akad seperti

mudharabah (trust financing), musyarakah (partnership), murabahah (deferred payment sale), Salam (in front payment sale), istisna’ (purchase by order of manufacture) dan ijarah (operational lease). Pada praktiknya, sukuk di Indonesia masih berkisar pada domain sukuk mudharabah dan ijarah. PT Indosat adalah pioner penerbitan sukuk di Indonesia melalui sukuk mudharabahnya pada tahun 2002 sebesar Rp 175 miliar. Langkah Indosat ini kemudian diamini oleh Bank Muamalat, Bank Bukopin, BSM, Berlian Laju Tangker, dan lain-lain. Dalam rentang 2002 sampai 2006, tercatat 17 penerbitan Sukuk dan terdapat 20 emisi sampai akhir November 2007. Perkembangan sukuk semakin menemukan momentumnya sejak diundangkannya Surat Berharga Syariah Nasional (SBSN) pada 09 April 2008. Sesuai dengan rencana Direktorat Pembiayaan Syariah Dirjen Pengelolaan Utang, SBSN akan diterbitkan dalam bentuk sertifikat ijarah, Islamic treasury bills, project financing (musyarakah atau istisna’) dan lain sebagainya.

Lain Indonesia, lain pula Malaysia. Menurut Dr Raikhan, penerapan akad syariah pada pasar modal di Malaysia sudah lebih advance dan “liberal”. Pola perdagangan sukuk di pasar modal ‘negeri jiran’ ini terpetakan dalam pasar utama dan pasar sekunder. Di pasar utama, Malaysia menerapkan prinsip qardhul hasan, mudharabah, bai’ bitsaman ajil, musyarakah, dan lainlain. Sementara di pasar sekunder, pola perdagangan sukuk menganut prinsip bai’ dayn (jual beli hutang). Dari sisi volume dan size, Malaysia juga lebih unggul daripada Indonesia. Kendati demikian, prospek sukuk di Indonesia diprediksikan akan lebih cerah dibanding sukuk di Malaysia. Raikhan mengatakan, hasil penelitian yang dilakukannya melalui simulasi perkembangan sukuk di Malaysia-Indonesia dalam waktu 2002-2006 menyimpulkan, nilai sukuk Indonesia pada tahun 2015 akan berada di atas nilai sukuk Malaysia. Prospek menggembirakan ini, kata salah seorang Dosen UIN ini, disebabkan adanya intervensi

struktural melalui insentif pajak dan penerbitan SBSN.

 sandungan PaJak Berganda

Upaya internalisasi transaksi muamalat syari’ah pada lembaga keuangan modern tidak selamanya berjalan mulus. Hubungan yang dibina pun kadang tidak harmonis. Ada kalanya terjadi tarik ulur dan benturan antara sharia compliance dan kepentingan pragmatis. Penerapan murabahah pada perbankan syariah misalnya, harus tersandung masalah double tax, pajak pembelian dan pajak penjualan. Di sisi lain, kredit perbankan konvensional bebas dari pajak PPN. ”Akibatnya, produk bank syariah menjadi tidak kompetitif,” ujar Dr Azharuddin. Masalah ini sempat mengemuka dan melahirkan “perang dingin” antara Dirjen Pajak dan industri perbankan syariah. Dirjen Pajak ngotot mengatakan bahwa murabahah tetap terkena pajak karena merupakan kegiatan jual beli barang, sementara pihak industri menampik seraya menegaskan

bahwa murabahah adalah bagian dari pembiayaan yang dikecualikan dari pajak PPN sebagaimana di bank konvensional. Walaupun sempat bersitegang, masalah ini berakhir happy ending. Dirjen Pajak dan DSN-MUI sepakat untuk melakukan “pernikahan di bawah tangan” yang isinya, Dirjen Pajak tidak akan mengungkit lagi pengenaan pajak pada produk murabahah di perbankan syariah. Untuk mencegah terulangnya masalah ini di masa yang akan datang, Dr Azharuddin berharap Dirjen Pajak segera mengeluarkan surat edaran berisi kebijakan yang membebaskan produk pembiayaan perbankan syariah khususnya murabahah dari pengenaan PPN. ”Sudah saatnya Dirjen Pajak juga mempersiapkan rancangan amandeman undang-undang PPN yang mengakomodir kepentingan pengembangan perbankan syariah di Indonesia,” harap Azhar. 

Perkembangan Sukuk di Indonesia dari 2002-2006 no 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

emiten Pt. Indosat tbk Bank Muamalat Bank Bukopin Bank syariah Mandiri Berlian laju tanker ciliandra Perkasa PtPn VII Matahari Putra utama sona topas tourism Industry citra sari Makmur I Indorent I Pt. Berlina humpuss Intermoda transportasi apexindo Pratama duta I Pt. Indosat tbk. ricky Putra globalindo Pln I

Jenis sukuk sukuk Mudharabah sukuk Mudharabah subordinasi sukuk Mudharabah sukuk Mudharabah sukuk Mudharabah sukuk Mudharabah sukuk Murabahah sukuk Ijarah I sukuk Ijarah sukuk Ijarah sukuk Ijarah sukuk Ijarah Berlina I sukuk Ijarah sukuk Ijarah sukuk Ijarah sukuk Ijarah sukuk Ijarah

tahun 2002 2003 2003 2003 2003 2003 2004 2004 2004 2004 2004 2004 2004 2005 2005 2005 2005

nilai sukuk rp. 175 M rp. 200 M rp. 45 M rp. 200 M rp. 60 M rp. 60 M rp. 75 M rp. 150 M rp. 55 M rp. 100 M rp. 100 M rp. 85 M rp. 125 M rp. 240 M rp. 285 M rp. 125 rp. 200 M

Emisi Obligasi Korporat Malaysia Tahun

Obligasi

Obligasi Konvensional

Sukuk

2002

emisi

137

34

nilai (rM Miliar)

38.362

17.654

emisi

87

31

nilai (rM Miliar)

35.279

12.048

emisi

75

49

nilai (rM Miliar)

32.279

15.161

emisi

52

64

nilai (rM Miliar)

31.952

34.321

emisi

49

77

nilai (rM Miliar)

35.436

39.953

2003 2004 2005 2006

Sharing edisi juni 2009 41


P E N D I D I K A N

executive MBa in sharia Banking & finance IcdIf-lPPI dan sBM-ItB

Mencetak Program MBA syariah pertama di Indonesia ini punya tujuan ingin melahirkan tenaga profesional syariah yang memikiki integritas dan mempunyai leadership yang bagus. Namun seperti apa wujud pembelajaran program ini guna mencapai tujuan tersebut?

P

Pertumbuhan industri keuangan syariah yang sangat pesat beberapa tahun belakangan ini, yang diikuti dengan terus bertumbuhannya lembaga bank-bank syariah baru, serta lembaga keuangan syariah non bank, merupakan suatu hal yang sangat positif bagi pengembangan ekonomi syariah di tanah air. Dengan begitu, wacana menjadikan sistem ekonomi syariah sebagai solusi alternatif terhadap sistem ekonomi kapitalisme yang dianut Indonesia dan sudah terbukti rentan terhadap krisis menjadi terbuka lebar. Namun konsekuensi dari bertambahnya bank-bank syariah, atau lembaga keuangan syariah non bank di atas, salah satunya adalah dibutuhkannya banyak sumber daya manusia (SDM) yang handal, guna meng-cover kelangsungan industri syariah ini. Sayangnya, realitanya di lapangan, pasokan SDM syariah yang ada ternyata masih jauh dari kata memadai, baik dari sisi kualitas, maupun kuantitasnya, guna mengantisipasi perkembangan yang sangat pesat industri ini.

42

Sharing edisi juni 2009

Pemimpin

Bicara dari sisi kuantitas, berdasarkan kajian Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), saat ini untuk mencapai pengembangan aset bank syariah sebesar 5 persen dari industri perbankan nasional, maka dibutuhkan sekitar 14 ribu SDM. Padahal, SDM baru yang mampu dihasilkan oleh industri ini dalam setahunnya tak sampai 1.000 orang. Belum lagi, kalau bicara dari sisi kualitas. Seperti dikatakan pakar

SDM cukup, perkembangan suatu industri cenderung melambat. Hal itu juga berlaku terhadap industri yang memiliki potensi pengembangan bisnis sangat besar, seperti industri keuangan syariah ini. Karena itulah, guna mengantisipasi kebutuhan SDM syariah yang masih sangat jomplang di atas, International Center for Development in Islamic Finance – Lembaga Pengembangan Perbankan

nasional.” Karena itu, lanjut Hartadi, Bank Indonesia sangat mendukung pembukaan program E-Bashar ini. Sementara itu, Direktur Utama LPPI, Subarjo Joyosumarto PhD menekankan, seiring pertumbuhan ekonomi syariah yang semakin tinggi, maka dibutuhkan SDM syariah yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki integritas yang tinggi. ”Nah, program E-Bashar ini diharapkan akan mencapai harapan itu. Kami berharap, para lulusannya nanti juga dapat bersaing di pasar internasional,” ujarnya penuh keyakinan.

 kOlaBOrasI dua

leMBaga kOMPeten

ekonomi syariah-Adiwarman Karim, hanya 30 persen SDM syariah yang sudah ada di industri ini yang memiliki kompetensi syariah memadai. Artinya, masih jauh lebih banyak SDM syariah yang tidak mumpuni. Dampak yang harus dibayar adalah praktik keuangan syariah di lapangan, yang seringkali kurang dapat memenuhi ekspektasi nasabah.

Indonesia (ICDIF - LPPI) bekerjasama dengan School of Business and Management – Institut Teknologi Bandung (SBM - ITB) membuka program Executive MBA in Sharia Banking & Finance (E-Bashar). Program MBA syariah yang baru pertama kalinya ada di Indonesia ini diluncurkan pertengahan Mei 2009 lalu di Kampus LPPI, Kemang Raya, Jakarta Selatan.

Padahal, kebutuhan SDM syariah yang memadai, baik dari sisi jumlah, maupun dari kompetensinya, memang suatu prioritas yang sudah tak bisa ditawar lagi. Karena bagi sektor bisnis manapun, sumber daya manusia (SDM) memiliki peran tidak kecil. Tanpa ketersediaan

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Hartadi A Sarwono, saat launching program ini mengatakan, ”Saat ini masih dibutuhkan tenaga profesional syariah yang banyak, kalau ingin meningkatkan aset perbankan syariah menjadi 15 persen dari aset perbankan

Direktur ICDIF-LPPI, Dr M Arie Mooduto MA, kepada Sharing mengatakan, pertimbangan pihaknya menggandeng SBM – ITB untuk merealisasikan program ini, dikarenakan kedua lembaga ini ternyata mempunyai keinginan yang sama. ICDIFLPPI maupun SBM-ITB sama-sama ingin mendirikan sebuah program studi umum yang berkualitas di bidang keuangan syariah, yang mampu melahirkan tenaga-tenaga profesional di bidang syariah yang memiliki integritas, bahkan juga leadership yang dibutuhkan di industri ini. ”ITB sendiri adalah perguruan tinggi terkemuka, dan punya nama di dunia internasional. ITB juga sudah punya School of Business and Management. ICDIF-LPPI pun sudah dikenal mempunyai kompetensi yang bagus di bidang pengembangan sumber daya insani syariah,

Industri Keuangan Syariah Nah, karena itulah, kami bersama-sama dengan mereka bersinergi untuk mendirikan program MBA khusus untuk banking syariah dan lembagalembaga keuangan syariah non bank,” jelas Arie lagi. Dalam teknisnya, lanjut Arie, kedua belah pihak samasama berkontribusi di dalam penyusunan kurikulum, suplai tenaga pengajar, maupun dalam berbagai proses pembentukkan program E-Bashar ini. ”Kedua lembaga ini saling mengisi. Sebagai contoh, untuk tenaga pengajar, ITB punya tenagatenaga scientis yang sangat kompeten.. Sementara dari kami punya tenaga-tenaga yang seluruhnya praktisi yang punya integritas di industri ini. Namun semunya juga harus memiliki requirement yang cukup untuk mengajar di program S2 MBA ini,” jelas Arie lagi. Dalam penyusunan kurikulum pun, ICDIF-LPPI dan SBMITB berkolaborasi. Menurut Arie, para pakar dari kedua lembaga sangat concern dalam merumuskan kurikulum program E-Bashar dengan benchmark-nya berdasarkan pada best practice yang berlaku di dunia internasional, khususnya di bidang industri perbankan syariah dan lembaga keuangan syariah non bank, sehingga nantinya program ini diharapkan dapat menelurkan para professional sharia banker yang sangat dibutuhkan di industri ini. Begitu pula, dalam teknis lokasi pelaksanaan pembelajaran program E-Bashar ini. Kedua lembaga ini masing-masing berkontribusi. ”Memang

basisnya program ini adalah di Kampus LPPI, Kemang, Jakarta. Namun, pada momenmomen atau mata kuliah tertentu, para peserta studi juga akan diajak melakukan kajian studi di SBM – ITB Bandung,” tambah Arie lagi.

 targetnYa: MBa

sYarIah terkeMuka dI 2015

Lebih lanjut Arie, program E-Bashar ini mempunyai beberapa kelebihan. ”Program ini sesuai namanya Executive MBA in Sharia Banking & Finance, memang titik beratnya itu kepada leadership. Sehingga, bagaimana eksekutif-eksekutif ini nantinya punya leadership sebagaimana diinginkan oleh industri ini, sehingga mereka akan menjadi sangat berguna di lembaga tempat mereka bekerja,” papar Arie, sambil menambahkan, untuk mencapai penguasaan leadership tersebut, di dalam beberapa modul kuliah yang ada, maupun di dalam berbagai proses pembelajaran di sini, seperti studi kasus dan sebagainya, konsep leadership ini memang selalu ditonjolkan Kelebihan lainnya E-Bashar dibanding program MBA lainnya adalah program ini lebih menitikberatkan kepada aspek praktisnya. Menurut Arie, rasio komposisi daripada modul-modul mata kuliahnya, 60% atau 70% berupa praktikal aspek dan 30 % atau 40%-nya teori. ”Kami memang lebih banyak menekankan para peserta program ini nantinya pada aspek praktikal, melalui case study-case study yang

dibahas oleh grup peserta. Namun dasar teorinya juga tetap kami sediakan dalam porsi cukup. Supaya nantinya, bila mereka sudah dalam posisi pemimpin di pekerjaannya, saat melakukan tindakan-tindakan juga punya dasar dari riset-riset akademis yang diterimanya,” papar Arie lagi. Lanjut Arie, metode perkuliahan yang diterapkan program E-Bashar ini bersifat interaktif. Program studi ini mengharuskan mahasiswanya untuk aktif dalam diskusi, serta melakukan presentasi dan kajian-kajian yang bersifat analitis terhadap praktik-praktik dalam industri keuangan syariah, baik di skala lokal, maupun juga internasional. Untuk mendukung hal tersebut, secara rutin E-Bashar akan mendatangkan dosen tamu dari para pakar praktisi yang berkompeten di bidangnya. ”Kami juga akan mengundang Gubernur BI, lalu juga para direktur utama bank-bank syariah untuk menjadi dosen tamu, sesuai dengan topik yang sedang dibahas mahasiswa program ini,” jelas Arie. Dengan pendekatan metode perkuliahan yang komprehensif di atas, tak mengherankan jika program E-Bashar ini ditargetkan oleh ICDIF-LPPI akan mampu menjadi program pendidikan MBA perbankan dan keuangan syariah paling terkemuka di dunia pada tahun 2015 mendatang.

 daPat dIteMPuh

ini, maka para mahasiswa program E-Bashar diwajibkan menyelesaikan 39 SKS yang terbagi dalam empat semester (tiga semester penuh dan satu semester pendek), yang secara keseluruhan dapat ditempuh kurang dari dua tahun. Sementara itu untuk biaya perkuliahannya sendiri, menurut Arief, memang agak sedikit diatas program MBA eksekutif lainnya. Sampai para mahasiswa lulus nantinya, biaya study yang dibebankan adalah sebesar Rp. 95 juta. Namun itu dapat dibayar melalui empat termin. Persyaratan untuk dapat menjadi mahasiswa program E-Bashar ini memang cukup selektif. Diantaranya adalah, peserta lulusan S1 universitas negeri atau swasta yang sudah diakreditasi oleh Dikti. Selain itu, dia juga sudah harus bekerja di industri syariah ini minimal 2 tahun. Selain itu, harus mempunyai TOEFL 500, serta lulus tes masuk Terakhir, Arie mengungkapkan, peminat program ini cukup bagus. Terbukti, pada saat launching, banyak dari undangan yang menyatakan berminat mengikuti program ini. ”Untuk kelas eksekutif pertama kami di bulan Agustus ini, kami sudah siap jalan. Ada peserta yang kiriman dari lembagalembaga atau instansi, namun ada juga yang mendaftar untuk dirinya pribadi,” jelas Arie menutup pembicaraan.

kurang darI 2 tahun

Untuk memperoleh gelar MBA in Sharia Banking & Finance

 YS Sharing edisi juni 2009 43


O P I N I

Ekonomi: Neoliberal, Kerakyatan, Pancasila dan Islam Oleh : Rizqullah

P

Ditengah tengah hiruk pikuknya perdebatan tentang faham neoliberal dan kerakyatan dalam Pilpres 2009-2014, seorang tokoh ekonomi Islam yang sehari-hari biasa dipanggil “Bang Adi”, tiba-tiba muncul dengan tulisannya yang selalu menyegarkan dan menggelitik yaitu tentang Ekonomi Pancasila yang dikaitkan dengan maqasid syariahnya Imam al Syathibi. Tak urung tulisannya tersebut juga menuai berbagai tanggapan positif, negatif atau sinis, setidak-tidaknya dari milis ekonomi-syariah yang rutin saya ikuti. Sayapun tertarik untuk menanggapinya dengan tulisan ini dan sekaligus melanjutkan tulisan saya pada edisi sebelumnya tentang Neoliberalisme dan Islam. Sering saya katakan dalam berbagai kesempatan, bahwa kita sering terjebak dalam pembicaraan yang hanya menyentuh kulit atau tidak utuh menyentuh isi, sehingga yang terjadi adalah debat kusir dan membuat persoalan semakin tidak jelas serta membingungkan. Hal inipun terjadi tentang faham neoliberal dan kerakyatan, karena keduanya saling dipertentangkan, padahal keduanya memiliki berbagai nilai yang sebenarnya dapat saling melengkapi untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyat. Dengan demikian, seharusnya pendekatan yang kita gunakan adalah mencari titik temu kedua faham tersebut, sebagaimana sedang dijual oleh SBY dengan istilah “ekonomi pertengahan” untuk memenangkan kampanye Pilpres kali ini. Perlu diingat bahwa Islam adalah agama pertengahan dan ekonomi Islam adalah ekonomi keseimbangan, yang notabene artinya adalah pertengahan pula.

 NEOLIBERALISME:

Faham neoliberal bermula dari

44

Sharing edisi juni 2009

faham liberal yang dipromosikan oleh Adam Smith dalam bukunya “The Wealth of Nations” pada tahun 1776. Smith berpendapat bahwa kebebasan dalam produksi dan perdagangan tanpa campur tangan pemerintah merupakan cara terbaik untuk membangun ekonomi suatu Negara. Kebebasan tersebut pada akhirnya menimbulkan dampak pada kebebasan berusaha dan bersaing bagi pemilik modal untuk mendapatkan keuntungan finansial sebesar-besarnya. Pada awalnya ekonomi liberal berjalan baik di Amerika antara tahun 1800-an dan awal 1900-an, sampai timbulnya depresi besar (Great Depression) pada tahun 1930-an yang mengakibatkan terjadinya pengangguran secara masif. Adalah John Maynard Keynes yang kemudian mengkritik faham liberal sebagai kebijakan terbaik untuk kapitalis. Keynes mengatakan bahwa untuk menjamin pertumbuhan ekonomi diperlukan lapangan kerja secara penuh (full employment) dan untuk itu diperlukan campur tangan pemerintah dan bank sentral untuk menstabilkan dan mengoreksi ekonomi pasar yang bebas dalam rangka menciptakan lapangan kerja tersebut. Pemikirannya tersebut diterima oleh Presiden Roosevelt dan mampu memperbaiki kehidupan rakyat Amerika pada waktu itu. Periode campur tangan pemerintah tersebut berlangsung antara 1950-an dan 1960-an dengan menghasilkan perbaikan pada kondisi ekonomi Amerika seperti tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan penyebaran pertumbuhan ekonomi relatif merata sementara tingkat inflasi dapat dikendalikan. Masa keemasan tersebut berakhir pada awal tahun 1970 an setelah terjadi penumpukan modal pada segolongan kapitalis, meningkatnya pengangguran dan berbagai permasalahan yang timbul pada anggaran belanja Negara. Dari sinilah kemudian

muncul faham neoliberalisme. Faham neoliberalisme pada dasarnya mengandung 5 unsur utama yaitu: Pertama, Melepaskan campur tangan pemerintah terhadap perusahaanperusahaan konglomerat dan membuka lebih luas akses perdagangan dan investasi luar negeri. Kedua, Penurunan belanja pemerintah untuk kepentingan publik/sosial sebagai manifestasi pengurangan peran pemerintah dalam ekonomi. Ketiga, Deregulasi berbagai kebijakan pemerintah yang dapat menurunkan keuntungan konglomerat, seperti perlindungan terhadap lingkungan dan keamanan kerja (di Indonesia dikenal dengan Pakto 88). Keempat, Privatisasi BUMN yang meliputi berbagai sektor seperti perbankan, kelistrikan, dan industri strategis lainnya. Kelima, Mengganti konsep tanggung jawab sosial menjadi tanggung jawab pribadi dalam arti setiap orang bertanggung jawab untuk mewujudkan kesejahteraannya sendiri. Faham tersebut telah diterapkan dibanyak negara berkembang didunia termasuk Indonesia dibawah tekanan lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia. Lantas, apakah faham neoliberal itu jelek dan harus ditolak seluruhnya?

 EKONOMI KERAKYATAN:

Kekecewaan para ekonom Universitas Gajah Mada (UGM), yang motori oleh Prof. Dr. Mubyarto (alm), terhadap praktek globalisasi atau neoliberalisme yang dinilainya semakin jauh dari cita-cita proklamasi dan kepentingan rakyat, telah menumbuhkan gagasan untuk mengembangkan Ekonomi Kerakyatan sebagai antitesis dari praktek globalisasi dan neoliberalisme tersebut. Visi, misi dan program serta mekanisme operasional Ekonomi Kerakyatan yang dibangun oleh Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan

(PSEK) UGM merujuk pada Pembukaan dan pasal 33 UUD 1945. Secara spesifik, PSEK tersebut merujuk pada pasar 33 ayat 4 sebagai hasil amandemen keempat UUD 1945 pada tahun 2002, yang menyebutkan bahwa ”perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi, dengan prinsip kebersamaan, efesiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional”. Demokrasi adalah dari rakyat, untuk rakyat dan oleh rakyat. Persoalannya adalah rakyat yang mana atau bagaimana? Tentu yang dimaksud rakyat disini adalah seluruh rakyat Indonesia, baik yang ada di desa maupun di kota, yang miskin maupun yang kaya. Artinya, seluruh rakyat Indonesia tersebut harus sama-sama terlibat dan menikmati hasil pembangunan ekonomi. Tetapi dalam ilmu ekonomi, kata rakyat seyogyanya diartikan sebagai kesatuan besar individu pelaku ekonomi dengan jenis kegiatan usaha berskala kecil dalam permodalannya, sarana teknologi produksi yang sederhana, menejemen usaha yang belum bersistem, dan bentuk kepemilikan usaha secara pribadi. Sehingga, PSEK yang mempromisikan ekonomi Kerakyatan sebagai antitesis dari Ekonomi kapitalis nampaknya mengartikan rakyat tersebut hanya rakyat didesa, rakyat miskin atau bermodal kecil saja, sementara rakyat kota, rakyat kaya atau bermodal besar tidak masuk dalam pengertian rakyat tersebut. Padahal, prinsipprinsip yang digunakan dalam penyelenggaraan peekonomian nasional antara lain adalah prinsip kebersamaan, keadilan dan keseimbangan seperti tersebut diatas. Tentunya, prinsipprinsip tersebut berlaku untuk seluruh rakyat Indonesia tanpa kecuali. Oleh karena sifatnya yang eksklusif dan bukan

inklusif tersebut, maka Ekonomi Kerakyatan tersebut hingga saat ini belum dapat mewarnai apalagi menjadi penyeimbang dari kekuatan sistem ekonomi kapitalis yang saat ini sebenarnya telah runtuh dinegara asalnya.

 EKONOMI PANCASILA:

Pancasila digagas dan digali oleh para pendiri republik ini yang religius seperti Soekarno, Hatta, Wahid Hasjim, Ki Bagus Hadikusumo, Abdulkahar Muzakir, H.A.Salim, Abi Kusno Tjokrosujoso dan lainnya. Pancasila merupakan hasil kompromi diantara para tokoh muslim dan non muslim yang menyepakati dihilangkannya bagian akhir dari sila pertama yaitu ”kewajiban mendjalankan sjari’at islam bagi pemeluk-pemeluknja” tanpa menghilangkan esensi dari sila tersebut, yaitu ke ”Esa” an atau ke ”Satu” an atau ke ”Tauhid” an atau ke ”Iman” an sebagai dasar utama bernegara dan bermasyarakat dengan segala aspeknya dalam rangka mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia. Keempat sila lainnya pada dasarnya merupakan turunan dari sila pertama tersebut, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam kontek inilah, Pancasila dan UUD 1945 sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan memiliki kesamaan dengan Maqasid Al Syariah yang digagas oleh Imam Al Syafii dan Imam Al Gazali, yang kemudian dikembangkan secara luas dan sistematis oleh Imam Abu Ishaq Al Syathibi. Oleh karenanya, saya sependapat dengan Bang Adi Warman Karim dalam tulisannya di harian Republika pada 1 Juni 2009 yang lalu, yang mengajak para pasangan Capres untuk kembali ke Ekonomi Pancasila yang merujuk pada Maqasid Al Syariah tersebut. Sebagaimana diketahui bahwa Maqasid Al Syariah mencakup lima hal, yaitu: agama, jiwa/ nafs, akal, keturunan dan harta, dalam rangka mencapai keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Selanjutnya, untuk dapat terpenuhinya kelima

tujuan syariah tersebut, Imam Al Syathibi mengelompokkan kebutuhan hidup masyarakat kedalam tiga tingkatan, yaitu: Dhoruriyat, Hajiyat dan Tahsiniyat. Dalam kontek ekonomi: Dhoruriyat adalah jenis kebutuhan hidup yang bersifat pokok, yang bila tidak dipenuhi akan mengancam kelangsungan hidup, seperti sembilan bahan kebutuhan pokok atau sembako. Hajiyat adalah jenis kebutuhan hidup yang bersifat sekunder, yang bila tidak dipenuhi tidak akan mengancam kelangsungan hidup tetapi akan memberikan kesulitan hidup, seperti sandang dan papan/perumahan. Tahsiniyat adalah jenis kebutuhan hidup yang bersifat pelengkap, yang tidak akan mengancam dan mengakibatkan kesulitan hidup, seperti kendaraan dan rumah yang layak, rekreasi dan sebagainya. Dalam hubungannya dengan ekonomi Pancasila, barangkali barang-barang kebutuhan hidup yang termasuk dalam kategori dhoruriyat diusahakan secara bersama dengan menggunakan bentuk usaha Koperasi atau BUMN. Sedangkan barangbarang kebutuhan hidup yang termasuk dalam kategori hajiyat dan tahsiniyat diusahakan oleh orang seorang atau perusahaan swasta. Dengan demikian, baik usaha bersama maupun usaha perseorangan atau swasta diberi kesempatan yang sama untuk ikut membangun perekonomian guna mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat sesuai dengan amanat Pancasila dan UUD 1945 serta sejalan dengan Maqasid Al Syariah. Pemerintah berkewajiban untuk memfasilitasi dan memberikan kemudahan bagi semua pelaku ekonomi tersebut melalui penyelengaraan negara dan pemerintahan yang bersih, efektif dan efisien. Dengan demikian, penyelenggaraan perekonomian nasional berdasarkan prinsip-prinsip kebersamaan, keadilan dan keseimbangan, yang tercantum pada pasal 33 ayat 4 UUD 1945 sebagaimana diuraikan sebelumnya, dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya untuk

mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia.

 EKONOMI ISLAM:

Sebagai suatu sistem, ekonomi Islam haruslah merujuk pada nilai-nilai islam yang bersifat universal dan global. Nilai-nilai yang berlaku bagi siapa saja, dimana saja dan kapan saja karena islam sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam (Al Qur’an surat Al Anbiya (21) ayat 107), yang didalamnya termasuk manusia, hewan, tumbuhtumbuhan dan lingkungan sekitar, sejak alam ini diciptakan sampai akhir zaman. Globalisasi sebagai bagian dari faham neoliberal berarti sejalan dengan nilai-nilai islam. Masuknya investasi luar negeri seyogyanya diterima sebagai konsekwensi logis dari ajaran islam yang bersifat terbuka dan inklusif. Adalah peran pemerintah untuk mengupayakan agar investasi luar negeri itu memberikan manfaat yang seimbang bagi investor dan masyarakat serta alam Indonesia. Praktek yang dijalankan oleh Rasulullah sebagaimana telah saya sampaikan pada edisi sebelumnya pada dasarnya sama dengan ekonomi pasar bebas dengan membiarkan pasar untuk menentukan harga, tetapi dengan catatan bahwa pelaku pasar menjunjung tinggi aspek moral dan etika seperti berlaku jujur, adil, tidak curang dalam bertransaksi. Rasulullah sewaktu didatangi umatnya yang tidak memiliki nafkah memberikannya sebuah kampak sebagai alat untuk mencari nafkah. Artinya beliau mengajarkan manusia untuk bekerja keras mencari nafkah sendiri. Beliaupun bersabda bahwa tangan diatas adalah lebih baik daripada tangan dibawah. Oleh karenanya, dijaman Umar bin Khattab menjadi khalifah tidak ditemukan seorangpun warganya yang miskin sehingga tidak layak mendapat zakat atau bantuan dari pemerintahannya. Namun demikian, setiap induvidu juga memiliki tanggung jawab sosial sebagaimana firman Allah bahwa ”tidaklah kamu islam selama kamu membiarkan tetangga sebelahmu kelaparan”.

Dengan demikian, peran pemerintah didalam menggerakkan perekonomian haruslah minimal sebatas memastikan bahwa kebijakan yang diperlukan oleh swasta dan individu untuk bekerja dan berkarya secara optimal telah tersedia dan memastikan bahwa para pelaku ekonomi mengikuti aturan-aturan moral dan etika didalam melaksanakan kegiatan usahanya. Pengelolaan BUMN oleh pemerintahpun dalam prakteknya sering menimbulkan konflik kepentingan yang pada akhirnya mengorbankan kesejahteraan rakyat. Disamping itu, Islam adalah agama yang mengajarkan keseimbangan. Keseimbangan antara kehidupan jasmani/dunia dan rohani/akhirat, keseimbangan antara kehidupan pribadi/individu dan sosial, keseimbangan antara pergerakan bumi dengan pergerakan planetplanet lainnya yang ada dialam raya ini dan sebagainya. Dengan prinsip keseimbangan tersebut, maka faham ekonomi yang seharusnya diterapkan adalah faham yang dapat menjaga keseimbangan diantara berbagai kepentingan para pelaku ekonomi dan masyarakat sebagai subyek dan sekaligus obyek ekonomi. Prinsip kebersamaan, keadilan dan keseimbangan yang tersebut dalam UUD 1945 dan menjadi rujukan Ekonomi Kerakyatan merupakan nilai-nilai islam dan bersifat universal. Sekedar menyebutkan beberapa contoh, prinsip-prinsip tersebut dapat ditemukan misalnya dalam Al Qur’an Surat Al Imran (3) ayat 103, Al Hujurat (49) ayat 13, Al Maidah (5) ayat 2 dan 8, dan Al Mulk (67) ayat 3. Pertanyaannya adalah, seperti apa dan bagaimana bangunan ekonomi Islam, instrumen yang digunakan, bentuk kelembagaan, dan mekanisme operasionalnya adalah merupakan pokok bahasan dalam tulisan selanjutnya. Yang jelas, ekonomi Islam bukanlah ekonomi kapitalis, bukan ekonomi kerakyatan, dan bukan pula ekonomi Pancasila. Wallahu a’lam bissawab.

 Sharing edisi juni 2009 45


B I S N I S

Bisnis Syariah di Operator telekomunikasi mulai masuk ke bisnis syariah. Tidak sekadar memiliki produk bernuansa spiritual, bahkan ada yang sudah bersertifikat syariah.

Sektor Syariah Kadin, pertengahan Mei lalu. Produk tersebut adalah: Matrix, Mentari, IM3, StarOne, I-Phone, SLI 001, SLI 008, Flatcall 016, Globalsave, dan ICS (Indosat Corporate Solution).

B

Bisnis syariah tidak hanya di lembaga keuangan, sektor lain pun bisa. Telekomunikasi misalnya. Pakar ekonomi syariah Dr M Syafii Antonio mengatakan, ekonomi syariah sejatinya untuk seluruh manusia, untuk seluruh bisnis juga kalau mau melihatnya dari sudut itu. ”Kan namanya bisnis syariah. Bisa saja dia syariah kalau seluruh aspeknya syariah,” kata Syafii kepada Sharing. Tidak hanya bisa dilihat dari sudut kelengkapan produk, tapi bagaimana produk itu diciptakan dan menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Di sektor telekomunikasi misalnya, ia menyebut ada beberepa produk kartu perdana baik GSM maupun CDMA yang ditujukan untuk pasar Muslim. Ada yang diluncurkan tiap tahun ada yang diluncurkan saat bulan Ramadhan saja.

 aXIs salaM AXIS pada 27 Mei lalu meneguhkan komitmennya kepada ekonomi dan bisnis syariah dengan memberikan SMS Tausyiah terbanyak kepada pelanggan AXIS Salam. Saat itu juga, Museum

Kajian (asesmen) untuk sertifikasi dilakukan secara internal sebelum diajukan ke Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Kepada Sharing, Johny mengatakan, “Asesmen meliputi banyak hal terutama melihat hal-hal yang dilarang oleh agama Islam, seperti unsur perjudian, penipuan dan lainlain”. Rekor Indonesia (MURI) menyerahkan rekor kepada AXIS Salam sebagai pemberi SMS tausyiah terbanyak. Direktur dan CEO AXIS, Erik Aas berkomentar, ”AXIS Salam merupakan bagian dari janji kami dalam memberikan layanan yang bermanfaat, simpel, dan terjangkau”. Dengan memakai kartu AXIS Salam, pelanggan dapat menerima SMS Tausyiah setiap hari secara gratis. Ada 12 topik tausyiah yang bisa dipilih, antara lain ekonomi Islam, cantik ala Islam, kesehatan ala Islam, dan sebagainya. Untuk memberikan fasilitas ini, AXIS menggandeng tujuh ulama dan pakar Islam untuk memberikan konten SMS tersebut. Mereka di antaranya adalah Dr. M. Syafii Antonio, Arifin Ilham, Haddad Alwi, dan Ustadzah Ningrum Maurice.

Fasilitas ini bisa didapat dengan membeli kartu perdana Axis Salam terbaru yang diluncurkan saat itu juga. Direktur Pemasaran Axis Johan Buse mengatakan, ”Dengan diperkenalkannya kartu perdana baru ini, AXIS Salam telah bertransformasi menjadi value based product untuk memenuhi kebutuhan penggunan layanan seluler yang mengutamakan nilai dan manfaat sebuah sarana telekomunikasi”. Axis Salam adalah varian produk GSM AXIS yang fokus ke segmen pasar Muslim.

 sertIfIkasI

sYarIah PrOduk IndOsat

Direktur Utama (Interim) Indosat Johnny Swandy Sjam menyebutkan, 10 produk dasarnya telah bersertifikasi syariah saat Seminar Ekonomi

Johnny menerangkan, asesmen dilakukan mulai dari segi teoritis hingga aplikasi produk tersebut di lapangan. Kajian teoritis tentunya bersumber dari berbagai pustaka ekonomi dan bisnis syariah. Kajian lapangan dilakukan dengan memetakan kesiapan Indosat dalam memenuhi kriteria kesesuaian syariah. Setelah pemetaan lapangan, dilakukan beberapa penyesuaian terkait pemenuhan atas kesesuaian syariah atas produk Dasar Indosat. Setelah selesai di internal, Indosat mengajukan permohonan kepada Dewan Syariah Nasional-MUI untuk melakukan sertifikasi syariah terhadap 10 produk dasarnya. DSN-MUI setelah mendapatkan surat permohonan dari Indosat, mereka akan membentuk TIM Audit yang akan melakukan audit langsung ke Indosat.

“dari sisi konten, misalnya premium call yang mengarah ke maksiat dan kuis berhadiah yang mengarah ke perjudian. Jika dilihat dari sudut bagaimana produk tersebut dibiayai, kalau dari obligasi, apakah obligasinya syariah juga?” 46

Sharing edisi juni 2009

Telekomunikasi Mengapa Indosat menyertifikasi syariah produknya? Johny menjawab Indosat memang berkomitmen dengan ekonomi dan bisnis syariah. Ia menyontohkan obligasi syariah pertama di Indonesia justru dikeluarkan oleh Indosat. ”Sejak 2002, Indosat telah berkomitment untuk turut serta dalam mengembangkan ekonomi syariah dengan menjadikan Indosat sebagai pelopor penerbitan obligasi syariah (sukuk) di Indonesia”, jelas Johny.

 Jangan sekadar PeMasaran

Menurut Syafii Antonio, sertifikasi itu bisa saja dilakukan sebagai bagian dari strategi pemasaran. Dengan memberikan layanan lebih untuk segmen tertentu dan menunjukkan social responsibility. ”Diharapkan itu akan membuat pelanggan puas dengan produk tersebut”, kata Syafii. Sayangnya, untuk sektor telekomunikasi belum ada

standar syariahnya di Indonesia yang resmi dari lembaga yang berwenang, yaitu MUI. Namun pada prinsipnya semua bisnis itu bisa saja bersyariah. Syafii mengkhawatirkan, dengan tidak adanya standar tersebut, bisa saja ada konten-konten yang tidak syariah. Baik di produk yang telah bersertifikat syariah maupun yang sekadar berciri Islami.

bagaimana produk tersebut dibiayai, kalau dari obligasi, apakah obligasinya syariah juga?”, jelas Syafii. Termasuk dari sisi bagaimana produk tersebut dipomosikan. Bagaimana iklannya? Apakah kemasannya juga sesuai normanorma Islam? Jadi, kesyariahan di industri telkom itu menurut Syafii tidak hanya berhenti di produk.

”Dari sisi konten, misalnya premium call yang mengarah ke maksiat dan kuis berhadiah yang mengarah ke perjudian. Jika dilihat dari sudut

JOHNNY SWANDY SJAM apa saja produk Indosat yang telah bersertifikat syariah? Pada tahap ini Indosat hanya menyertifikasi 10 produk dasarnya saja. Nanti akan dilanjutkan dengan produk lainnya, misalnya value added service (VAS) kecuali SMS pelanggan ke pelanggan sudah termasuk yang disertifikasikan. Produk Dasar tersebut adalah sebagai berikut: Selular (Matrix, Mentari, IM3), Fixed Phone (StarOne, I-Phone, SLI 001, SLI 008, Flatcall 016, Globalsave), dan MIDI (ICS/ Indosat Corporate Solution).

Mengapa Indosat merasa perlu menyertifikasi produknya menjadi bersyariah? apakah sekadar faktor bisnis atau sosial/ dakwah?

Sejak 2002, Indosat telah berkomitmen untuk turut serta dalam mengembangkan ekonomi syariah. Indosat adalah pelopor penerbitan obligasi syariah (sukuk) di Indonesia. Kami juga berusaha membuka pasar keuangan syariah untuk turut serta melakukan investasinya bersama Indosat.

selain produk dasar bersertifikat syariah, adakah produk bernuansa spiritual? Indosat telah memulai meluncurkan produkproduk bernuansa spiritual jauh sebelum operator lain melakukan hal yang sama. Peluncuran tersebut umumnya disesuaikan dengan momentum bulan Ramadhan dan Hari Raya

Idul Fitri (misalkan i-Mudik) dan menjelang musim haji, kami menyediakan layanan i-Haji lengkap dengan VAS dan tarif terjangkau untuk SMS dan telpon. VAS tersebut umumnya meliputi konten yang berisi produk syariah seperti layanan Tausyiah melalui SMS dari para ustad ternama, download lagu-lagu bernuansa islami, Indosat juga memiliki layanan Arena Religi dengan akses i-Menu *779#. Kami juga menyelenggarakan layanan SMS donasi Cinta Dhuafa dengan cara ketik CDF dan kirim ke 5000 yang biasanya kami berlakukan pada bulan Ramadhan. 

Sharing edisi juni 2009 47


E N T R E P R E N E U R

Jahit Payet farIda

meneruskan usahanya lagi. Beruntung, jasa pasang payet datang kemudian.

 aktIf MeMOtIVasI Warga

Mendongkrak Perekonomian Warga Peraih penghargaan entrepreneurship untuk kategori jasa dan keuangan ini memulai usaha jasa jahit payet pada tahun 2000 dengan modal awal sebesar Rp 100 ribu.

M

Menggeluti usaha berbekal niat menolong orang lain. Itulah Farida Nurul Hasanah, warga dusun Tegalsari desa Kanoman kecamatan Karangnongko Klaten Jawa Tengah. Kini, lebih dari 130 orang di sekitar desanya terbantu penghasilannya berkat usahanya menjual jasa memasang payet untuk keperluan garmen. Wanita sederhana, ulet, pekerja keras dan aktif di berbagai kegiatan desanya ini memulai usahanya dari rasa keprihatinan. “Teman-teman dan para tetangga banyak yang mengeluh karena masalah ekonomi. Di desa kami ini, hampir tidak ada yang menjadi pegawai,” ujarnya. Kebanyakan dari mereka mengandalkan kehidupannya di ladang. Tak banyak yang menjadi pemilik, sebagian adalah petani penggarap. “Mereka ingin mendapatkan penghasilan tambahan untuk uang belanja. Saya ingin membantu mereka dengan melakukan usaha.” Peraih Citi Mikro

48

Sharing edisi juni 2009

Entrepreneurship untuk kategori jasa dan keuangan ini memulai usaha jasa jahit payet pada tahun 2000 setelah mendapat informasi dari seorang temannya. Modal awalnya sebesar Rp 100 ribu dan dia gunakan untuk mengambil tiga baju dari sebuah garmen di Klaten. Dari tiga baju tersebut, dia lalu mengajak tiga orang tetangganya untuk mengerjakan jahitan payetnya. Keuntungan yang diperoleh dari tiga baju itu sebesar Rp 3.000. Dari mulut ke mulut, akhirnya banyak teman dan tengganya yang ingin juga menjahit payet untuk tambahan penghasilan. “Yang berminat pun tidak hanya warga di desanya tapi juga warga dari desa lainnya, hingga menyebar satu kecamatan,” ujarnya.

 seMPat

terkendala MOdal

Seperti usaha lainnya, masalah yang sering dihadapi adalah permodalan. Usaha sejenis ini juga dibutuhkan modal yang cukup agar bisa berjalan lancar. Setiap baju yang sudah dikerjakan payetnya dan disetorkan, harus segera dibayar. Farida memutar otak mencari pinjaman untuk menambah modalnya, agar bisa mengambil order dalam jumlah banyak. Perempuan yang akrab dipanggil Ida ini lalu mencari

pinjaman ke Koperasi Unit Desa (KUD) dengan meminjam sertifikat dari saudaranya. Suntikan modal ini sangat berarti baginya untuk memebsarkan usaha seperti saat ini. Usahanya makin berkembang setelah masuk program Rumah Tangga Miskin (RTM) di desanya. Kemudian juga masuknya program dari PNPM Mandiri pada tahun 2004 yang memberikan pelatihan dan tambahan modal. Kini, Farida mengambil baju dari lima perusahaan garmen di Klaten. Dari perusahaan garmen tersebut, ia sudah mendapatkan payet beserta alat jahitnya, berupa jarum dan benang. Tenaga yang mengerjakan jahit payet sudah lebih dari 130 orang yang oleh Farida disebut sebagai teman. Untuk teman yang baru bergabung, Farida harus terlebih dahulu memberikan pelatihan. Ongkos memasang payet berkisar antara Rp 1.500 hingga Rp 55 ribu perbaju, tergantung dari rumit dan tidaknya payet yang dijahit. Dari ongkos sebesar itu, Farida mendapat keuntungan dari garmen antara Rp 500 hingga Rp 2.000 perbaju. Setiap hari, rata-rata ada 60 baju yang dipayet dan Farida. Baju-baju yang biasa dipayet adalah kebaya, mulai dari kebaya pengantin, kebaya

untuk pesta, baju domas, hingga kebaya yang dikenakan oleh penyanyi campur sari. Selain juga kain batik panjang (jarit). Dua kali dalam seminggu yakni pada Rabu dan Sabtu, Farida menyetorkan baju yang sudah terpayet, sekaligus mengambil baju yang akan dipayet dari garmen. Untuk mengerjakan payet yang akan dipasang, sudah ditentukan modelnya oleh pihak garmen. Farida tinggal memberi tahu kepada temannya untuk memasang payet dengan model tertentu. Ada beberapa istilah yang sudah dimengerti oleh teman-temannya, misalnya motif payet model mangkok, mangkok gepengan, payet pasir, atau model gunung Merapi. Selain dipasarkan di dalam negeri, baju-baju tersebut oleh pihak garmen sebagian diekspor ke Malaysia, Singapura, dan beberapa negara Asia lainnya. “Untuk menjaga mutu, saya harus menyortir sebelum disetor ke garmen. Kalau ada yang pengerjaannya kurang bagus, saya memperbaikinya. Atau yang pengerjaannya rumit, juga saya kerjakan sendiri,” tambahnya. Usaha semacam ini, kata dia, risikonya kecil. “Palingpaling kalau ada yang sakit, pengerjaannya jadi molor. Atau ada teman yang mengeluh karena penglihatannya kabur. Maklum, yang mengerjakan ada yang berusia 60 tahun,”

tutur ibu dua anak ini.

 BerWIrasWasta seJak sMa

Jiwa sebagai wirausaha sudah ada sejak duduk di bangku SMA. Saat itu, dia membantu usaha saudaranya berjualan sirup dengan mencucikan botolnya. Untuk 1.000 botol, dia mendapat upah Rp 500. Namun karena terkendala modal, usaha saudaranya itu akhirnya tutup. Selepas SMA, dia membuka warung di rumahnya dengan berjualan es jus dan belajar menjahit. Kondisi ekonomi keluarga menuntut Farida untuk bekerja, meski ayahnya adalah seorang kepala desa. Dia pernah bekerja di konveksi dengan upah Rp 1.000 perhari. Sementara dia harus membayar biaya kos sebesar Rp 7.000 perbulan. Sialnya, isteri pemilik konveksi itu sangat pencemburu. Jika ada karyawati yang diajak ngobrol oleh suaminya untuk membicarakan soal pekerjaan, maka upahnya akan dipotong. Farida hanya bertahan selama dua bulan di tempat ini. Heryawan, tetangganya yang juga teman kecil dan teman sekolah sejak SD, SMP dan SMA menikahinya pada tahun 1997. Mereka dikaruniai dua orang putera, Khoirul Izha Mahendra yang duduk di kelas 4

SD dan Fahrudin Zaid Ariyawan duduk di kelas 2 SD. Setahun setelah menikah, dia memulai usaha membuat rengginang dari singkong/ ketela. Untuk menggeluti usaha ini, Farida harus bekerja keras sebelum subuh hingga malam hari. Dia harus memeras singkong hingga pukul 22.00. Singkong yang harus diolah sebanyak 50 kilogram. Pukul 03.00 dia harus sudah bangun untuk mencetak dan mengukus bahan rengginang. Bersama suaminya, dia memasarkan produknya ke pasar. Saat itu, tetangga yang melihat upayanya sempat mencibir dan mengatakan bahwa usaha yang dilakukan sangatlah berat. Lama kelamaan, setelah usahanya mulai lancar, tetangganya mengikuti jejaknya. Sayangnya, tetangga yang mengikuti jejaknya ini tidak bisa menjaga mutu. Akhirnya harga jual rengginang ketela menjadi turun. Jika sebelumnya dengan modal Rp 750 bisa menjual dengan harga Rp 4.000, akhirnya dengan modal Rp 1.000, harga jualnya juga Rp 1.000. Akhirnya Farida tidak

Ibu dua orang putera ini merupakan tipe wanita yang aktif dan tidak bisa diam. Selain menggeluti usaha jasa payet, Farida juga mengajar di sebuah sekolah Taman KanakKanak (TK). Untuk menunjang pekerjaannya sebagai pengajar, Farida yang tamatan SMA ini menempuh kuliah di Universitas Terbuka mulai tahun ajaran ini dengan mengambil jurusan PAUD (pendidikan anak usia dini). Di desanya, berbagai kegiatan diikuti, mulai dari PKK, menjadi panitia pembangunan jalan di desanya sebagai bendahara, hingga melakukan sensus minyak tanah sebelum dibagikan kompos elpiji. Sejak memenangkan lomba Citi Mikro Entrepreneurship, oleh pihak kecamatan Karangnongko dipercaya untuk duduk di Departemen Perempuan. Ihwal terjun menjadi guru di TK RA Pandanaran Kanoman, dilakukan secara tidak sengaja dan atas desakan pemilik yayasan. Saat itu, TK yang baru berdiri tidak ada yang mengajar karena guru pengajarnya sedang sakit. Oleh pemlik yayasan, Farida ditawari untuk mengajar di tempat itu. Pemilik yasasan mengatakan terus terang bahwa sekolahnya dalam kondisi minus dan dia harus rela mengajar tanpa dibayar. Farida tidak bisa menolak karena merasa kasihan dengan murid-murid. “Apalagi murid yang sekolah di tempat itu kebanyakan anak dari keluarga miskin dan ada juga yang cacat,” ujarnya.

Pengalamannya pernah mengajar TPA di lereng Gunung Merapi saat duduk di bangku kelas 3 SMA, menjadi bekalnya untuk mengajar TK. Farida juga banyak belajar dari ayahnya yang guru SD dan juga mantan kepala desa Kanoman. Tiap malam, dia mempelajari promes (program semester), satuan kerja harian (SKH) dan satuan kerja mingguan (SKM). Tiga bulan setelah mengajar, TK tersebut diakreditasi dan ternyata mendapat pujian. “Saat saya menerima tawaran mengajar TK dan tidak dibayar, saya hanya berpikir ini adalah ladang amal bagi saya. Saya yakin bahwa Allah akan memberikan rezeki dari tempat yang lain. Alhamdulillah, rezeki saya ternyata datang sendiri ke rumah dengan usaha jasa payet ini,” tuturnya. Menurut dia, manusia tinggal menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya, karena sudah ada yang mengatur rezekinya. “Keikhlasan akan mendapat ganjaran dari Yang Maha Kuasa.” Ada satu mimpi yang masih ingin diraih oleh Farida. Dia ingin memiliki usaha barang bekas untuk dijadikan barang yang bernilai dan bermanfaat. Tujuannya tidak lain untuk memberi pekerjaan bagi mereka yang tidak bisa mengerjakan jahit payet. Terutama ibuibu sudah tua yang terbatas penglihatannya. “Saya sudah mulai mengumpulkan barang-barang bekas. Saya ingin ada yang memberikan pelatihan agar saya bisa memanfaatkan barangbarang bekas itu untuk menjadi suatu usaha,” harap Farida.

 SM

ada satu mimpi yang masih ingin diraih oleh farida. dia ingin memiliki usaha barang bekas untuk dijadikan barang yang bernilai dan bermanfaat. Sharing edisi juni 2009 49


T E L A A H

Merebut Pasar

Oleh M fathoni

Generasi Gamer

A

Ada hal baru yang menarik dalam Festival Ekonomi Syariah ke-2 di Jakarta pada Februari lalu, khususnya di stan Bank Indonesia. Bank Indonesia dalam hal ini diwakili Direktorat Perbankan Syariah mengeluarkan game berjudul iB Game sebagai media baru untuk program sosialisasi dan edukasi perbankan syariah. Gebrakan BI melakukan sosialisasi perbankan syariah dalam media game dapat dikatakan sebagai ice breaker mengingat pemanfaatan game untuk media sosialisasi dan edukasi di Indonesia belum banyak digarap. Walaupun kecenderungan ini akan semakin berkembang, sebagaimana halnya di luar negeri yang sudah lebih dulu berkembang. Pada tahun 2005, Price Waterhouse Cooper (PWC) mengeluarkan dokumen hasil riset berjudul PWC Global Entertainment and Media Outlook: 2006-2010. Salah satu prediksi yang menarik adalah, industri game akan mampu menyalip industri musik di sekitar tahun 20082009.

50

Sharing edisi juni 2009

Boleh jadi prediksi PWC ini benar. Salah satu contoh sukses industri ini adalah game Online World of Warcraft (WoW) yang mampu menembus angka 10 juta pelanggan di awal Januari kemarin, yang mana tiap orang rela membayar sebesar 14 USD setiap bulan, di luar biaya game yang berkisar antara 30- 60 dolar AS. Game ini merupakan game tersukses hingga saat ini. Game merupakan media hiburan dengan pertumbuhan paling tinggi di antara media audio visual lainnya seperti musik, tv, dan film. Game hanya kalah dari pertumbuhan internet yang juga sangat luar biasa perkembangannya. Imbas tren game di dunia juga mulai terasa di Indonesia dengan munculnya permintaan dari sejumlah perusahaan dan badan pemerintah lokal untuk membuat game. Permintaan yang mungkin 5 tahun lalu ditampik mentah-mentah, sekarang justru mereka yang mencari. Game sudah hadir sebagai media bantu pendidikan, bisnis maupun hiburan baru di samping media audio, visual, dan fisik (print, dll). Bahkan turut memunculkan pakem baru di dunia periklanan dengan menggunakan media

game bertajuk gameAdv. Di Indonesia sendiri, para penyelenggara game online mulai bangkit di tahun 2008.

ď ” Wahana

sOsIalIsasI dan transfer Pengetahuan

Terkait dengan isu sosialiasasi dan transfer pengetahuan, Kapp (2007, Hal 4) dalam bukunya yang berjudul Gadget, Games And Gizmos For Learning: Tools and Technique for Transfering Know-How from Boomers to Gamers mengatakan bahwa salah satu isu yang sulit ditangani oleh kebanyakan organisasi dalam 10 tahun kedepan adalah transfer pengetahuan. Kesulitan tersebut terkait erat dengan metode atau teknik mentransfer dari generasi lama yang lazim disebut boomer kepada generasi baru yang notabene adalah generasi gamer. Generasi boomer terbiasa melakuan dan menerima transfer pengetahuan dalam suasana yang formal seperti pelatihan, sekolah, kursus dan sebagainya. Akan tetapi, generasi gamer terbiasa melakukan transfer

pengetahuan dalam wujud game atau permainan. Dan ini adalah masalah serius dalam dunia pendidikan, kerja dan bisnis ke depan mengingat perbedaan cara mentransfer pengetahuan yang lebih dapat dipahami oleh para calon pelajar, calon pegawai maupun calon target market baru ke depan yang utamanya adalah generasi gamer. Hal ini kelak akan menjadi PR besar bersama seluruh sekolah, perguruan tinggi, perusahaan maupun pemerintahan.

genre game RPG atau permainan simulasi peran (saat ini belum dapat dimainkan secara online). Dalam permainan ini, pemain atau player berperan sebagai seorang bankir syariah yang berupaya mensosialisasikan dan meyakinkan masyarakat akan keunggulan produk perbankan syariah dengan pendekatan direct selling, adapun goal dari permainan tersebut adalah membuat seluruh penduduk di iB City menjadi nasabah bank syariah.

Jika dikaitkan dengan usaha sosiaisasi dan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, saat ini sosialisasi masih dilakukan dengan cara-cara klasik. Kelemahan sosialisasi model ini tidak saja menyerap anggaran yang besar akan tetapi dampaknya pun baru dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Satu hal yang mengejutkan, dari 700 responden pengunjung stan BI yang disurvei oleh internal Bank Indonesia menunjukkan pengunjung yang menjadi penggemar utama game tersebut bukanlah dari kalangan anak-anak, melainkan berusia antara 2030 tahun dimana kelompok usia ini menempati persentase terbesar dari pengunjung stan BI dengan 49%.

Ini menunjukkan bahwa sosialisasi ekonomi syariah dengan cara-cara klasik saja tidak cukup. Proses sosialisasi harus inline dengan kemajuan teknologi dan juga tren sosial yang berkembang di masyarakat. Dalam merespons kecenderungan perubahan sosial ke depan, salah satu langkah strategis upaya sosialisasi sekaligus internalisasi pengetahuan ekonomi syariah adalah menciptakan pembelajaran dalam bentuk game maupun permainan edukatif. Permainan edukatif ini diharapkan akan mempercepat terjadinya pembelajaran dan sekaligus praktik ekonomi syariah di masyarakat umumnya.

ď ” MedIa Baru

edukasI ekOnOMI sYarIah

Kembali kepada cerita iB Game. iB Game merupakan

Hasil survei tersebut senada dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Bond University di Australia bahwa rata-rata gamer berusia 30 tahun dan 68% warga Australia suka main game. Entah kebetulan atau bukan, pastinya usia 20-30 tahun ini merupakan usia produktif awal dan itu artinya, sebagaimana sudah dikemukakan oleh Kapp (2007) di atas, generasi Gamers sudah mulai memasuki dunia kerja.

media edukasi dan sosialisasi alternatif perbankan syariah. Sementara dari kacamata marketing (sehubungan peran sebagai bankir), game tersebut dapat menjadi trigger bagi konsumen untuk menggunakan produk dan jasa bank syariah khususnya untuk kalangan generasi gamers. Sehingga media ini tidak hanya sebagai media edukasi dan sosialisasi tetapi juga satu strategi pemasaran yang efektif, sehingg sebagaimana pepatah sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Upaya BI dalam melakukan sosialisasi perbankan syariah tersebut perlu kita apresiasi bersama karena terkait 2 hal. Pertama, gebrakan ini turut mendukung pengembangan industri kreatif di Indonesia dan membuka lapangan kerja baru bagi para pekerja kreatif, mengingat untuk pembuatan 1 game yang bagus sekurangnya dibutuhkan 5-100 orang, namun tidak menutup kemungkinan dilakukan oleh pengembang game yang biasa bekerja by order (freelance).

Dengan bahasa lain, langkah ini akan berdampak nyata pada pengembangan sektor riil. Kedua, menjadikan game sebagai media sosialisasi perbankan syariah kepada generasi muda. Bagaimanapun, generasi saat ini adalah generasi yang besar dan dimanja oleh teknologi termasuk diantaranya games. Membuat media sosialisasi yang sudah akrab dalam keseharian mereka akan lebih mudah diterima dikalangan generasi muda (gamers). Apa yang ingin disampaikan dalam tulisan ini, bagaimana stakeholder (praktisi) ekonomi keuangan syariah untuk berfikir “out of the box� dari model sosialisasi yang selama ini sudah biasa dilakukan selama ini. Perlu dilakukan banyak terobosan untuk meningkatkan pemahaman tentang ekonomi (keuangan) syariah termasuk salah satunya melalui media game, yang sudah menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda saat ini. * Praktisi perbankan syariah

Bagaimana pendapat user? Mereka yang telah mencoba dan memainkan iB Game, umumnya mengaku lebih mudah menerima dan mencerna informasi tentang produk-produk perbankan syariah dibandingkan dengan membaca brosur, buku atau iklan sejenis. Fakta ini menunjukkan bahwa iB Game ataupun game lain sejenis lainnya cukup efektif menjadi Sharing edisi juni 2009 51


M U LT I M E D I A

Kehumasan di dunia maya menjadi penting. Tersandungnya RS Omni dalam kasus Prita Mulyasari bisa menjadi pelajaran.

D

Di jaringan Blog Indonesia (http:// blog-indonesia. com) tercatat 175 postingan tentang kasus Prita Mulyasari pada 11 Juni 2009. Blog

tempointeraktif.com, http:// enda.goblogmedia.com/, dan masih banyak lagi. Di jaringan http://wordpress. com, tak terhitung berapa postingan tentang kasus Prita ini oleh para blogger yang tergabung di sana. Beberapa hari jelang sidang pertama kasus ini di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, 4 Juni 2009, tokoh blogger nasional, Enda Nasution mengatakan komunitas blogger akan datang

page ini. Ada yang menautkan rekaman video kehidupan Prita dan keluarga. Tentu yang paling banyak ada taut berita dari portal berita ternama seperti http://detik.com dan http:// kompas.com dan postingan pendapat tentang kasus ini. Alhasil, tercatat 351 taut di fans page ini. ”Jelas ini kisah manajemen krisis yang berakibat buruk kepada perusahaan. Begitu banyak publikasi di blog dan social media

pengadilan. Pada sidang pertama, melalui kuasa hukumnya, Heribertus Hartojo, “Kita menunggu (untuk mencabut gugatan), kalau Ibu Prita tidak lagi meminta 27.000 itu dan juga kalau Ibu Prita mengakui kesalahannya”. Yang dimaksud dengan 27.000 adalah nilai trombosit Prita ketika pertama kali masuk RS Omni. Inilah sumber masalahnya, Prita menganggap RS Omni memanipulasi nilai trombosit yang sebenarnya

Kehumasan

di Dunia Maya

Indonesia adalah salah satu jaringan blogger Nusantara. Para blogger mendaftarkan diri di situs ini agar tiap postingannya bisa dilirik orang banyak. Di Google, kata kunci Prita Mulyasari menghasilkan 369 ribu taut menuju situs dan blog yang menulis tentang ibu dua anak yang dipenjara selama dua minggu karena dianggap mencemarkan nama baik RS Omni International, Tangerang, Banten ini. Kebanyakan link mengarah ke blog-blog. Di halaman pertama ada blog http://nonadita.dagdigdug. com, blogger muda dari komunitas Blogger Bogor dan Rumah Blogger http:// dagdigdug.com. Terdapat juga nama-nama blogger top seperti http://maseko.com, htpp:// bennychandra.com, http://blog-

52

Sharing edisi juni 2009

untuk memberi dukungan kepada Prita. Sayang, hingga sidang berakhir, tak satupun blogger tampak. Di situs pertemanan yang tengah naik daun, http:// facebook.com, grup Dukung Prita Mulyasari dibentuk akhir Mei 2009 dan memiliki anggota sebanyak 79.445 Facebookers pada 11 Juni 2009 pukul 17.00 wib. Jumlah wall post di grup ini tercatat 9.876 pada hari dan jam yang sama. Postingan topik untuk didiskusikan di grup ini pada waktu yang sama tercatat 243 buah. Selain grup ini di Facebook juga ada fans page Say No to RS Omni International yang berhasil mendulang fans hingga 54.664 pada waktu yang sama. Aktivitas Facebookers dan blogger lebih aktif di fans

yang negatif mengenai RS Omni,” ujar Nukman Lutfie, online strategist dari Virtual Consulting, perusahan jasa pemasaran dan kehumasan online. Internet, terutama di era sekarang — ketika pengguna Internet menjadi publisher melalui blog dan social media, sekaligus menjadi pemicu viral melalui email — memang menjadi tantangan baru bagi banyak perusahaan. ”Manajemen perusahaan yang masih hidup dengan budaya offline saja pasti akan tergagapgagap menghadapi perubahan perilaku konsumen yang luar biasa ini.”

 kOMunIkasI

hOrIsOntal antarkOnsuMen

Kasus Prita – RS Omni terlempar hingga ke meja

181.000 agar dirinya bisa dirawat inap. Melalui email yang dikirimkan Prita ke costumer@ banksinarmas.com, Prita mengeluhkan layanan RS Omni. Surat itu berjudul ”RS OMNI Dapatkan Pasien dari Hasil Lab Fiktif” itu lantas dimuat di suara pembaca http:// detik.com pada 30 Oktober 2008. Tidak hanya di Detik, surat pun menyebar ke berbagai milis dan blog. Bukan Prita yang melakukan, tapi para penggiat internet yang merasa prihatin dengan Prita. Penyebaran ini lantas dianggap telah merugikan dan mencemarkan nama baik Omni International Hospital maupun dokter Hengky Gozal dan dokter Grace Hilza yang disebut dalam surat tersebut. “Itu dibuat tanpa fakta dan

bukti yang sah menurut hukum,” komentar Heribertus pada 3 Juni 2009. Menurut Nukman Lutfie, mestinya RS Omni tidak perlu mengotot melanjutkan kasus ini ke ranah hukum, termasuk menggunakan kuasa hukum sebagai ”juru bicara”. Karena ini strategi lama yang tidak relevan dengan situasi terkini dan arena permainan. Surat Prita disampaikan di dunia maya, maka bermainnya juga mestinya di dunia maya. Dalam seminar Sharpening Your Online Public Relations Strategy, 19 Maret 2009, terungkap, kehumasan sejatinya telah merambah dunia maya. Perusahaan tak bisa mengelak dari komplain atau keluhan yang ditujukan kepadanya via dunia maya. Saat ini, tren komunikasi horisontal antar konsumen melalui sosial media seperti Facebook, Friendster, Twitter, Multiply, Flickr dan lainnya, sedang merebak. Mereka membicarakan apa saja, termasuk, hobi, suasana kerja, dan merek yang mereka konsumsi secara terbuka satu sama lain”, tulis Nukman di blog korporatnya, http://virtual. co.id/blog. Di tengah percakapan ini sangat mungkin terungkap keluhan dan komplain terhadap sebuah perusahaan dan ini mudah menyebar. Di era web 2.0, individu bisa berperan aktif di pelbagai situs, forum, mailing list, dan blog.

 BelaJar darI starBucks

Bukan hanya berita buruk tentang sebuah perusahaan, bisa juga pembelaan yang justru datangnya dari pelanggan setia. Karena merasa puas dengan produk dan pelayanan sebuah merek tertentu, ada pelanggan

yang rela mendukung ketika si merek tersebut mendapat kampanye negatif. Produsen dan riteler kopi Starbucks mendapat pukulan keras pada 29 Mei 2009. Sebuah video berisi kampanye negatif ditayangkan di situs youtube. com dan indymedia.org oleh

sekumpulan pekerja Starbucks di Amerika Serikat. Video berisi rangkaian kisah dan penuturan karyawan Starbucks seputar ketidakadilan yang mereka dapatkan dari manajemen. Sebelumnya, sejalan dengan peningkatan pelayanan, Starbuks

mewajibkan karyawannya di level ritel seperti barista (peracik kopi) dan pelayan kedai bekerja 80,5 jam seminggu. Bagi seorang barista misalnya, mereka digaji hanya USD7-8 per jam. Gaji tersebut dianggap kecil untuk ukuran bekerja pada perusahaan dengan merek dagang besar seperti

1. “Meskipun serangan terhadap starbucks muncul di mana-mana, komunitas pelanggan justru tidak terusik”. Sharing edisi juni 2009 53


Starbucks. Kelas pekerja di AS sering menyamakan fenomena gaji murah ini dengan raksasa pasar modern Wal Mart di AS yang juga memberi gaji murah kepada karyawannya. Untuk mendapat gaji penuh, seorang barista misalnya harus bekerja 80,5 jam seminggu. Menurut testimoni beberapa aktivis serikat pekerja Starbucks, seringkali para barista tidak dibayar semestinya meski sudah bekerja selama jam yang ditentukan. Yang menyebalkan juga, serikat pekerja yang telah dibentuk tidak direstui manajemen Starbucks. Manajemen malah berupaya membubarkan serikat tersebut dengan berbagai cara, dari legal sampai non-legal seperti intimidasi. Sebagai apologi, CEO Starbucks, Howard Schultz mengatakan kepada media massa, “Kami yakin mereka percaya bahwa manajemen mempercayai mereka dan memperlakukan mereka dengan penuh respek, …jika mereka

pelanggan setia yang memberi satu vote. Kalau jauh dibandingkan ide-ide lain, seperti resep kopi baru. Pelajaran yang bisa diambil dari kasus Starbucks ini adalah: perusahaan mestinya lebih aktif memantau pembicaraan orang di dunia maya tentangnya. Membentuk komunitas pelanggan juga penting untuk mendukung strategi pencitraan. Satu kala, komunitas ini kan berguna, misal mendukung perusahaan ketika mendapat pencitraan kurang baik. Mengenai kasus Starbucks ini, pakar kehumasan online asal AS, Sally Falkow mengatakan di http://falkow. blogsite.com, “Yang lebih baik yang bisa Anda lakukan adalah: sesegera mungkin memonitor dan terlibat dalam pembicaraan online. Dengarkan apa kata fans loyal Anda. Temukan cara merangkul mereka dan beri mereka kesempatan berbicara. Menitoring ini akan membuat Anda aware terhadap

yang seimbang terhadap konten-konten negatif di dunia maya.”

 MeMBangun sIlaturahMI dengan kehuMasan

Inti dari kehumasan perusahaan adalah menjalin hubungan baik antara perusahaan dengan masyarakat, termasuk konsumennya. Dengan hubungan baik tersebut, bukan hanya loyalitas konsumen didapat, juga ketenangan batin karena tidak ada permusuhan. Ajaran Islam amat menganjurkan umat manusia bersilaturahmi. Berikut adalah salah satu hadits yang mendukung itu. “Tahukah kalian tentang sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ataupun keburukan? Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan, sabda Rasulullah SAW, adalah balasan (pahala) orang yang berbuat kebaikan dan menghubungkan tali silaturahmi, sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan ialah

1. “kehumasan sejatinya telah merambah dunia maya. Perusahaan tak bisa mengelak dari komplain atau keluhan yang ditujukan kepadanya via dunia maya”. percaya pada kami dan niat baik kami, mereka tak lagi memerlukan serikat itu.” Seluruh kisah ini beterbaran di dunia maya. Di mailing list, blog, social media, situs berita, dan sebagainya. Coba tengok beberapa alamat ini: http://stopstarbucks. com, http://mystarbucksidea.force.com, http://www.blogherald.com, http://www. thedailycity.com, http://latimesblogs. latimes.com., http:// twitter.com/ stopstarbucks, dan sebagainya. Meskipun serangan terhadap Starbucks muncul di mana-mana, komunitas pelanggan justru tidak terusik. Meski para pemrotes menulis artikel Allow your Workers to Unionize di situs komunitas pelanggan Starbucks, http:// mystarbucksidea.force.com. Artikel ini tidak begitu populer. Buktinya, artikel ini hanya mendapat poin 40 dan 8 komentar pada 2 Juni 2009. Di situs ini, sebuah ide berkait Starbucks bisa dilontarkan oleh pelanggan. Pelanggan lain boleh memberinya dukungan dengan instrumen vote. Satu vote bernilai 10 poin. Jadi untuk ide mendukung serikat pekerja Starbukcs itu, hanya empat

semua lontaran dan rangkulan yang Anda berikan akan membantu membangun komunitas fans yang kuat ikatannya untuk membantu memberikan counter

balasan (siksaaan) bagi orang yang berbuat jahat dan yang memutuskan tali persaudaraan.” (HR Ibnu Majah).  IA


M A N A J E M E N

R I S I K O

PPN Murabahah dan

Bagaimanapun, PPN kedua ini belum pernah dibayarkan ke kas Negara baik perlakuan PPN seperti yang dijelaskan di dalam Ilustrasi 2 atau 3. Hanya PPN yang pertama dikenakan ketika perpindahan barang dari vendor ke bank syariah yang sudah disetor ke kas Negara (Ilustrasi 4).

Risiko Kepatuhan Bank Syariah

 PersOalan MasIh

MengaMBang

Oleh: Murniati Mukhlisin (Wakil Ketua STEI Tazkia)

Risiko Kepatuhan melekat pada perbankan syariah terkait pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN). Dianggap tidak adil, perbankan syariah selama ini menolak membayar PPN berganda atas transaksi murabahah.

R

Risiko Kepatuhan menurut Bank Indonesia (BI) adalah risiko yang disebabkan Bank tidak mematuhi atau tidak melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketentuan lain yang berlaku. Pengenaan pajak berganda ini karena otoritas moneter menganggap adanya 2 transaksi jual beli dalam proses Murabahah tersebut. Dalam peraturan UU Perbankan No. 10 Tahun 1998, Murabahah didefinisikan sebagai transaksi ‘jual beli’

dimana bank syariah sebagai perantara membeli barang yang dikehendaki oleh nasabah dari vendor dan ‘menjualnya’ kembali ke nasabah tersebut dengan margin tertentu dan kemudian nasabah ‘membayar’ kepada bank dengan mencicil. Atas dasar itu serta setelah dikaitkan dengan UU PPN Barang dan Jasa, Bab I, Pasal 1 angka 1, 2, 3 dan 4, Ditjen Pajak menetapkan bahwa transaksi Murabahah harus dikenakan pajak dua kali. Ilustrasi transaksi adalah sebagai berikut: (ilustrasi 1) Berdasarkan ketentuan UU PPN BJ dan PPBM dan diperjelas dengan SK Ditjen Pajak No. 243 dan No. 271 tanggal 4 September 2003 mengenai hal yang sama menyatakan bahwa transaksi tersebut adalah jual beli biasa dan oleh karena itu transaksi Murabahah dikenai PPN. Lebih jelasnya, PPN ini dikenakan dua

kali karena adanya dua kali transaksi jual beli. Pertama, saat dianggap telah terjadi penyerahan barang dari vendor kepada bank dan yang kedua saat terjadi penyerahan barang dari bank kepada nasabah. Namun karena perdebatan yang alot antara bank syariah yang berada di Indonesia dan Ditjen Pajak yang berlangsung dari tahun 1992 (sejak pertama bank syariah didirikan yaitu Bank Muamalat Indonesia), maka menurut salah satu pimpinan cabang bank syariah, selama ini bank syariah belum membayar kewajibannya kepada Ditjen Pajak karena pemungutan PPN terhadap nasabah belum pernah dilakukan. PPN yang diberlakukan hanya ketika bank syariah membeli barang dari vendor, hanya porsi itu saja yang sudah diserahkan ke Ditjen Pajak. Hal ini juga diperkuat oleh PBI No. 6/17/2004 yang menyatakan bahwa produk ini merupakan pembiayaan perbankan berprinsip jual beli yang berada di negative list (tak kena pajak). Ilustrasi terhadap perlakuan pajak berganda sebagai berikut: (ilustrasi 2)

 PaJak Berganda atau Bukan?

Namun, Sadmoko, 2007, menyatakan bahwa tidak ada pajak berganda dalam transaksi tersebut seperti yang dinyatakan sebelumnya di atas. Berikut adalah ilustrasi yang dijelaskan di dalam tulisan tersebut: Sadmoko, 2007 selain menjelaskan tentang Pajak Masukan dan Pajak Keluaran di atas, juga menjelaskan bahwa selisih Rp. 2juta tersebut

56

Sharing edisi juni 2009

sebenarnya adalah 10% dari margin yang didapat oleh bank dari nasabah karena definisi bank syariah yang menjalankan ‘transaksi jual beli’ maka menjadikan ‘margin’ bank sebagai obyek pajak, lain dari definisi bank konvensional yang memberikan ‘kredit’ maka ‘bunga’ bank bukan obyek pajak. Akhirnya Sadmoko, 2007 menyimpulkan bahwa PPN yang harus dibayar untuk barang yang sama dan sisanya yang harus dibayar oleh bank syariah selaku Pengusaha Kena Pajak sebenarnya hanya satu kali, dan nilainya hanya Rp 2Juta (pajak keluaran lebih besar Rp 2Juta dari pajak masukan yang dapat dikreditkan) bukan seperti digambarkan di dalam Ilustrasi 2.

vendor) atau merek akan memilik untuk tidak sama sekali berurusan dengan bank. Maka dari itu, sesuai dengan yang telah diajukan oleh para bank syariah agar Ditjen Pajak memasukan unsur ini di dalam RUU Perpajakan, yaitu bahwa PPN apapun (Ilustrasi 2 atau 3) yang berkaitan dengan bank syariah dan nasabahnya harus dihapuskan atau dengan kata lain, PPN yang lazim dikenakan hanya ketika bank syariah membeli barang dari vendor seperti ilustrasi berikut: (ilustrasi 3)

Setelah lobi yang berjalan antara Bank Indonesia, Ditjen Pajak, MUI, Asbisindo, dan DPR, maka UU Perbankan Syariah akhirnya disahkan tahun 2008 yang lalu. Para praktisi bank syariah awalnya mengharapkan definisi Murabahah sebagai ‘transaksi jual beli’ diganti dengan ‘transaksi pembiayaan’ supaya dapat memperjelas kebijakan Ditjen Pajak ketika memungut PPN, namun di dalam Undang – Undang tersebut, Bab I, Definisi Pasal 25, masih mencantumkan bahwa: Pembiayaan adalah penyediaan dana atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berupa c. “Transaksi jual beli dalam bentuk piutang murabahah, salam, dan istishna”. Dikhawatirkan oleh banyak pihak bahwa kata – kata ‘jual beli’ di atas akan mengulang permasalahan definisi yang mengarah kepada perlakuan pajak

Tetapi untuk terjadinya pajak keluaran, tentunya bank syariah harus memungut nasabah sebesar 10% dari harga barang plus margin keuntungan bank syariah. Yang satu ini yang menjadikan bank syariah keberatan karena nasabah akan merasa terbebani PPN lebih besar sebesar (yaitu Rp 12 ribu) dibandingkan dengan PPN yang dibayar oleh nasabah bank konvensional, yaitu Rp 10 ribu. Kewajiban PPN seperti Ilustrasi 3 juga tetap ditentang oleh para bank syariah, karena nasabah tetap tidak tertarik untuk bertransaksi dengan bank syariah, dan pada akhirnya sebagai nasabah rasional (bukan emosional) akan memilih bank konvensional (karena dengan transaksi ini hanya ada satu kali PPN dikenakan yaitu ketika barang dibeli oleh bank dari Sharing edisi juni 2009 57


M A N A J E M E N

R E S E N S I

R I S I K O

berganda, tapi ini akan terpulang kepada RUU Perpajakan yang akan diberlakukan nanti yang akan memuat ketentuan atas PPN yang dikenakan terhadap transaksi tersebut. Hingga saat ini hal yang memuaskan bank syariah adalah pernyataan di bab selanjutnya, Bab IV UU Perbankan Syariah, Pasal 19 yang menjelaskan: Kegiatan usaha Bank Umum Syariah

meliputi: d. menyalurkan pembiayaan berdasarkan Akad murabahah, salam dan istishna yang tidak bertentangan dengan Prinsip Syariah; Jika dilihat dari penjelasan di atas, maka jelas transaksi Murabahah adalah salah satu jenis pembiayaan yang tidak akan memicu persoalan pajak berganda lagi dan Ilustrasi 4 dapat diterapkan. Tambahan, penulis mengharapkan perlakuan terhadap produk jual beli

syariah ini diberikan “fasilitas” untuk tidak dikenakan pajak ketika bank syariah melemparkannya ke nasabah. Apapun yang terjadi, kita semua harus menunggu keluarnya UU Perpajakan yang akan mengatur secara rinci peraturan PPN atas transaksi Murabahah di bank syariah karena Ditjen pajak pertama kali akan merujuk ke UU Perpajakan bukan ke UU Perbankan Syariah. Kita tunggu saja. 

rincian harga perolehan bank syariah PPn Masukan (dibayar oleh bank syariah) harga jual bank syariah ke nasabah plus margin PPn keluaran (dibayar oleh nasabah) PPn yang dibayar oleh bank syariah (PPn keluaran - PPn Masukan)

rp 100.000.000 10.000.000 120.000.000 12.000.000 2.000.000

 MURABAHAH DI NEGERI KAPITALIS Transaksi murabahah di Amerika Serikat tidak dianggap sebagai jual beli tapi

northeastern yang berpusat di new York.

pembiayaan (loan). karena bukan jual beli, maka Occ melihat kepemilikan bank terhadap properti awalnya adalah pertanyaan general Manager united Bank of kuwait (uBk)

sebelum dimiliki sepenuhnya oleh nasabah hanyalah kosmetik belaka. Bank

steven t thomas kepada district counsel comptroller of the currency (Occ),

baru benar-benar memiliki dan bertanggung jawab (actual possesion) jika si

Jonathan h rushdoony pada pertengahan 2007.

nasabah gagal bayar yang menyebabkan berakhirnya masa pembiayaan dan properti tidak jadi dimiliki si nasabah.

steven tidak berani menjalankan bisnis pembiayaan rumah berakad murabahah di as sebelum mendapat persetujuan dari otoritas pengawas dan

Jika dibaca teliti surat tersebut, sejak 1997 sebenarnya otoritas moneter di

pengendali perbankan nasional negeri Paman sam tersebut. Occ sendiri

negara dedengkotnya kapitalisme tersebut sudah menerima ekonomi Islam

berada di bawah departemen of treasury as.

dengan tangan terbuka. Bahkan dianggap turut membantu warga as memiliki rumah sendiri.

Melalui Interpretive letter 806 yang dipublikasikan Occ pada december 1997, uBk mendapat persetujuan untuk membiayai pembelian rumah dengan

surat lain berbunyi, “Proposal net lease uBk menjadi jawaban bagi konsumen

akad murabahah kepada nasabahnya.

Muslim untuk menyediakan metode alternatif bagi mereka untuk mendapatkan akses kredit tanpa memaksa mereka untuk memilih antara keyakinan mereka

Berbeda dengan otoritas moneter di Indonesia yang memandang pembiayaan

dengan kepemilikan rumah…net lease uBk selaras dengan kebijakan publik

murabahah adalah transaksi jual beli, Occ justru melihatnya tak ubahnya

tentang kepemilikan perumahan.”

kredit pemilikan rumah (kPr) biasa yang menjadi produk perbankan yang

58

umum. “Proposal pembiayaan kepemilikan tempat tinggal uBk secara fungsi

surat yang menguatkan ini, sayang tidak jelas ditujukan kepada siapa namun

ekuivalen sejalan dengan pinjaman pembiayaan real estate yang aman

memiliki kekuatan hukum yang sama dikelurkan oleh Occ pada november

atau hipotek lainnya, sebuah aktivitas yang merupakan bagian dari bisnis

1999. namun yang pasti, produk murabahah sejak saat itu diakui sebagai salah

perbankan,” tulis Jonathan h rushdoony, kepala distrik Occ untuk wilayah

satu bentuk pola pinjaman dan diatur dalam Interpretive letters no 867. 

Sharing edisi juni 2009

Mensyukuri Kekuatan Cinta Allah tidak akan memberi cobaan kepada hamba-Nya di luar batas kesanggupan hamba-Nya. (QS Al-Baqarah [2]: 286) “Di tengah galauku, teman-temanku dari berbagai kalangan memberikan dukungan. Aku diingatkan untuk sering mengaji karena Alquran merupakan asy-syifa (penyembuh). Dan satu hal, aku percaya bahwa pasti semua ada hikmahnya.”

pertama kali adalah sedih, terpukul, menangis. Kemudian, mereka mencoba berdamai dengan panyakitnya. Melalui berbagai komunitas, antara lain Syamsi Dhuha Foundation, mereka saling berbagi pengalaman sehingga hilang rasa pesimis.

Demikian curahan hati Agustini Suciningtias yang tertuang dalam buku terbaru terbitan Mizan, Cinta Membuatku Bangkit. Ia tidak sendirian menulis. Buku ini merupakan rangkuman kisah 13 odapus, orang yang hidup dengan lupus.

Hingga di satu titik, mereka menyadari bahwa kehidupan itu masih ada. Dengan mengidap lupus, dunia tidak akan langsung kiamat. Mereka harus mengakui, bahwa lupus sebagai sahabat, bukan lagi musuh. Kini ‘penderitaan’ itu sudah terhapus. Mereka bangkit berjuang melawan penyakit

Lupus atau //Systemic Lupus Erythematosus// (SLE) adalah penyakit yang menyerang daya tahan tubuh seseorang. Kebanyakan sasarannya perempuan aktif, dan produktif. Bisa dipahami, ketika seseorang divonis lupus merasa hancur kehidupannya. Mereka menjadi tak berdaya, aktivitas menurun, karena daya tahan tubuh melemah, dan merambah menyakiti organ tubuh lainnya. Inilah kisah nyata dari tiga belas odapus (orang dengan lupus) yang mampu bangkit, berjuang, bekeja keras melawan penyakit yang bersarang ditubuhnya dan merakit mimpimimpinya. Di antara mereka ada yang berprofesi sebagai guru, perawat, dosen yang sedang menempuh pendidikan S-2, juga ada yang kreatif menulis puisi yang sering memenangkan lomba dan dimuat di media massa, pembuat lagu, serta profesi lainnya. Dengan singkat dan jelas, mereka berbagi informasi seputar gejala-gejala seseorang bisa terkena penyakit lupus, dan bagaimana cara pengobatannya yang benar. Sebuah buku yang memberi banyak hikmah untuk kita semua. Dalam buku ini, para odapus ini bertutur tentang kisah hidup mereka sampai akhirnya berlapang hati “berkawan” dengan penyakit ini. Profesi mereka beragam, ada perawat, guru, dosen yang sedang menempuh S-2, apoteker, penulis, dan pembuat lagu. Mereka bercerita, bagaimana penyakit mengerikan itu datang, dan bersarang seumur hidup di tubuhnya. Raksi pertama saat penyakit itu datang

bersyukurlah, karena masih diberi nikmat sehat. Karena kita masih diberi kesehatan, maka manfaatkanlah untuk hal-hal yang bermanfaat. Tebarlah kebajikan buat siapa saja, termasuk memberi empati pada saudara kita yang odapus. Berilah dukungan, itu saja. * SS

 MORNING LIGHT UNTUK ODAPUS

Untuk pertama kalinya, sejumlah maestro bidang seni dan budaya tampil dalam satu panggung. Mereka menyemarakkan acara Morning Light dalam peringatan hari lupus sedunia yang jatuh pada 10 Mei 2009. Yang menarik, dalam acara yang disponsori oleh Bank Mandiri ini, mereka tampil gratis, alias tidak dibayar. “Baik pengisi acara, tempat, sound system, system penata visual, semuanya gratis sebagai bentuk salut dan persembahan untuk Odapus atau orang yang hidup dengan lupus,’’ ujar pembawa acara Morning Light, Light Aat Suratin, Sabtu malam (9/5). Mereka yang tampil malam itu adalah Iwan Abdulrahman (Abah Iwan), Violis Maylaffaizza, Irawati Durban (maestro tari), Euis Komariah (maestro ngawih), Rina Usman (maestro kecapi), Dr Bulan Trisna Djelantik (maestro tari), Mira Tejaningrum Gumbira, Ati Sumiati, Ferry Curtis, dan Samba Sunda. Pada malam itu, buku Cinta Membuatku Bangkit dan album musik Care for Lupus diluncurkan. Album ini merupakan adalah album kompilasi yang menggabungkan karya beberapa seniman yang ya dipersembahkan untuk para odapus (orang dengan penyakit lupus).

Judul : cinta Membuatku Bangkit (saat lupus Berbunga hikmah) Penulis : agustini suciningtias dkk Penerbit : Mizania (Mizan group) Tebal : 168 halaman Cetak I : april 2009 di tubuhnya. Mereka pun melanjutkan jalinan harapan yang sempat tertunda. Mereka percaya, dan yakin, ‘’Apapun yang ditakdirkan Allah kepada hamba-Nya adalah yang terbaik.’’ Semua kisah disajikan di buku ini tak harus mengundang haru biru. Pesan yang ingin disampaikannya pada kita -- yang masih sehat – dari buku ini adalah:

Ada delapan lagu yang dimuat dalam album tersebut, yang merupakan karya Iwan Abdurrahman, Ferry Curtis, Mayla Fayza dan sejumlah penyanyi lainnya. Salah satunya adalah lagu Care for Lupus yang diciptakan seorang dokter spesialis mata sekaligus pemerhati lupus, dr Andika Prahasta. Hampir semua lagu dalam album tersebut diaransemen oleh seorang arranger tunanetra Hendra JP.  Sharing edisi juni 2009 59


P E R S O N AL

I N V E S T I N G

Berinvestasi Reksadana Syariah, Kok Aset Menurun ya?

jumlahnya belum mencukupi, dapat ditambah dengan menabung secara rutin dari penghasilan anda.

33.

assalaMualaIkuM Bu MIke, saya seorang pegawai swasta di Jakarta dan memiliki satu orang anak. Penghasilan bersih saya dan suami setelah dikurangi zakat dan pajak adalah 16 juta per bulan. setiap bulan, saya mengalokasikan dana sebesar rp 3 juta untuk membayar cicilan rumah.kami juga mengalokasikan rp 1,5 juta perbulan untuk asuransi dan tabungan pendidikan anak. selama ini, kami mampu menyisihkan dana sebesar rp 3 juta rupiah sebagai tabungan. kami pernah berinvestasi di reksadana syariah, namun aset kami menurun saat ini, sehingga kami agak khawatir dengan penurunan aset tersebut. Bagaimanakah seharusnya kami menginvestasikan dana kami? Bagaimanakah prospek reksadana syariah ke depannya? Mohon pencerahan.

44.

Wassalam nuraini, Jakarta

Wa’alaIkuMussalaM IBu nuraInI, Saya turut bersyukur bahwasanya keluarga Anda sudah dapat berdisiplin untuk menabung setiap bulannya, dan tetap mengutamakan zakat serta pembayaran pajak. Alhamdulillah. Dana yang terakumulasi tentunya dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan di masa depan nanti. Adapun saat ini anda sudah mengalokasikan Rp 5,5 juta perbulan. Masing-masing untuk premi asuransi dan tabungan pendidikan sebesar Rp 1,5 juta. Sisanya Rp 3 juta disetorkan ke dalam tabungan. Dengan demikian dari penghasilan keluarga sebesar Rp 16 jt, setelah dipotong cicilan KPR akan tersisa Rp 11,5 jt. Sisa penghasilan ini tentunya digunakan untuk membiayai berbagai biaya hidup rumah tangga.

60

Sharing edisi juni 2009

Dari data dan asumsi tersebut, ada beberapa hal yang kami sarankan untuk mengoptimalkan keuangan keluarga anda, sebagai berikut :

11.

ratio cicilan hutang = (total cicilan utang / total penghasilan) x 100 % = (3 juta / 16 jt) x 100% = 18,75 %. ratio cicilan hutang yang sehat untuk sebuah keluarga adalah maksimal 30 % dari penghasilannya. dengan demikian ratio cicilan hutang keluarga anda menunjukkan kondisi yang cukup sehat. saran kami agar disiplin dalam membayar cicilan hutang, dan berhati-hati jika akan menambah jumlah hutang baru, jangan melebihi ratio cicilan hutang maksimal.

22.

Membentuk dana darurat. Ini penting untuk mengantisipasi musibah yang tidak tercover oleh asuransi bentuklah cadangan uang tunai yang berfungsi sebagai dana darurat. Besarnya dana darurat yang disarankan adalah sebesar tiga sampai dengan enam kali pengeluaran keluarga per bulan (di luar tabungan). dengan demikian pengeluaran yang dimaksud adalah cicilan utang + biaya hidup ( rp 3 juta + rp 11,5 juta = rp 14,5 juta) , maka jumlah dana darurat yang disiapkan dapat berjumlah antara rp 43,5 juta sampai dengan rp 87 juta. anda dapat mengalokasikan dana darurat ini dari dana tabungan atau deposito yang ada saat ini. Jika

55.

evaluasi tabungan pendidikan anak tiap jenjang pendidikan ( sd, sMP,sMa,Perguruan tinggi). Karena adanya inasi , apakah kebutuhan uang pangkal sekolah nanti sudah tercukupi dari tabungan pendidikan yang anda ikuti? Jika belum, anda mungkin harus menambah setoran tabungannya, atau mengubah strategi persiapan dana pendidikan tersebut dengan melakukan penempatan dana ke dalam produk investasi lain dengan return investasi yang lebih tinggi.

evaluasi persiapan dana pensiun. karena anda adalah seorang pegawai swasta, maka kami asumsikan bahwa anda sudah mengikuti program dana pensiun. Bisa dari Jamsostek, bisa juga dari dana pensiun pemberi kerja. namun jika suami anda bukan karyawan dan belum memiliki dana pensiun, maka dapat membeli program pensiun dari dana pensiun lembaga keuangan atau dPlk. sayangnya sampai saat ini belum ada program dana pensiun syariah yang tersedia di pasar. alternatif lain adalah dengan mengusahakan adanya penghasilan pasif yang dapat digunakan untuk biaya hidup pensiun kelak. Misalnya dengan berinvestasi ke properti dan mendapatkan hasil dari sewa, memodali bisnis dan mendapatkan bagi hasil keuntungannya.

evaluasi asuransi. Besar uP pertanggungan asuransi jiwa yang cukup untuk sebuah keluarga adalah sebesar 5-10 kali penghasilan tahunannya. sehingga jika uP asuransi jiwa untuk keluarga anda adalah sebesar jumlah antara rp 960 juta s/d rp 1,92 miliar. asumsinya jika sumber penghasilan keluarga hilang , maka ahli waris dapat

menerima uP sejumlah tersebut. Jika uP tersebut diinvestasikan ke instrumen pendapatan tetap syariah dengan imbal hasil setara 10 % pertahun, maka dapat memberikan pendapatan tetap paling tidak setengahnya atau setara dengan pendapatan sebelumnya. Adapun mengenai prospek reksadana syariah, maka dari pertengahan tahun 2008 sampai pertangahan tahun 2009 ini memang terjadi penurunan aset reksadana syariah . Penurunan ini seiring dengan melemahnya Jakarta Islamic Indeks (JII) akibat tekanan krisis keuangan global. Sementara itu, saat ini aset reksadana syariah baru menguasai porsi jumlah yang kecil saja jika dibandingkan dengan aset reksadana konvensional. Namun berdasarkan jumlahnya, reksadana syariah mengambil pasar sebesar 7% dibandingkan jumlah produk reksadana konvensional sebesar 93%. Reksadana syariah memang kecil-kecil cabe rawit, biar kecil dan pedas namun banyak disuka. Artinya potensi reksadana syariah ke dapan dapat terus bertumbuh mengingat jumlah warga Muslim di sini yang begitu besar. Semakin banyak yang berinvestasi ke reksadana syariah, semakin besar asetnya semakin tinggi juga NAB-nya. Kalau melihat perkembangan pasar modal saat ini dimana terjadi perbaikan terhadap kinerja IHSG ( Indeks Harga Saham Gabungan), maka mudah-mudahan hal ini juga berimbas baik pada kinerja JII. Namun untuk menyamai pertumbuhan reksadana konvensional, dibutuhkan waktu. Selain reksadana syariah ibu juga menambah pengetahuan dan pengalaman berinvestasi ke dalam berbagai jenis produk investasi syariah lainnya. Misalnya sukuk (obligasi) syariah ritel atau sukri. Sukuk Negara terutama yang ritel saat ini paling aman karena risikonya default (gagal bayar) yang relatif kecil karena berkaitan dengan kemampuan bayar negara melalui pemerintah yang sangat baik, serta tidak dipergunakan untuk membiayai kegiatan yang bertentangan dengan syariah.

merupakan kombinasi dari investasi syariah jangka panjang dengan jangka menengah. Misalnya sukuk, reksadana dengan underlying asset sukuk dan sahamsaham syariah. Sementara untuk kebutuhan jangka pendek tentu saja deposito dengan nisbah khusus atas besaran penempatan jumlah tertentu yang returnnya cukup menarik di bank umum syariah. Terakhir , sesuaikanlah dengan profil risiko ibu sendiri dalam pemilihan produk investasi apa yang akan digunakan. Jika ibu tidak menyukai uktuasi harga yang hampir selalu terjadi pada produk investasi berbasis saham syariah, lebih baik masuk ke yang jangka pendek (deposito syariah) atau menengah (Sukuk Negara Retail). Namun jika menginginkan pertumbuhan tinggi dalam jangka panjang bisa masuk ke reksadana syariah yang bisa juga dikombinasikan dengan asuransi syariah tabarru’ murni atau dengan unit link yang bisa masuk ke saham-saham syariah dan sukuk. Semoga bermanfaat Salam, Mike Rini

Mike Rini & Associates

financial counselling & education One PaciďŹ c Place, 15 Floor sudirman central Business district Jl Jend sudirman kav 52-53 Jakarta selatan Indonesia 12190

Secara keseluruhan alokasi penempatan dana yang disarankan sebaiknya Sharing edisi juni 2009 61


Dapatkan Majalah Sharing di : 1

2

tOkO Buku graMedIa :

3

-

taman anggrek Mall, Jakarta

-

citraland Mall, Jakarta

-

Pondok Indah Mall, Jakarta

-

Mega Mall, Pluit, Jakarta

-

hero gatot subroto, Jakarta

-

Melawai, Jakarta

-

Matraman, Jakarta

-

kelapa gading Mall, Jakarta

-

artha gading, Jakarta

-

cempaka Mas, Jakarta

-

Pintu air, Jakarta

-

gajah mada, Jakarta

-

cinere Mall, Jakarta

-

Metropolitan Mall, Bekasi, Jakarta

-

Bintaro Plaza, Jakarta

-

Meruya, Jakarta

-

Plaza semanggi, Jakarta

-

depok Plaza, depok

-

Wtc, tanggerang

-

karawachi Mall, tanggerang

-

daan Mogot Mall, tanggerang

-

Itc, cibinong

-

hero Padjajaran, Bogor

-

ekalokasari, Bogor

-

Manyar, surabaya

tB. gunung agung -

taman anggrek Mall, Jakarta

-

Blok M Plaza, Jakarta

-

kwitang 38, Jakarta

-

kramat Jati Indah, Jakarta

-

atrium Plaza, Jakarta

-

arion Plaza, Jakarta

-

citraland Mall, Jakarta

-

sunter Mall, Jakarta

-

senayan city, Jakarta

-

Pondok gede, Bekasi

-

tambun, Bekasi

-

Juanda, Bekasi

tB. WalI sOngO, Jakarta

Esyar Agency (Andi Mujahid) Jl. Pandega Marta IV no.1 Yogyakarta 55281 hp. : 0813 2804 4471

Agen-Agen Seluruh Indonesia : Jakarta Selatan dona agency (dona sihite) Jl. sunan kalijaga no. 64 terminal Blok M-Jakarta selatan telp. : 021-722 0004

Yani Agency (Linda) Jl. Veteran no. 171 (sebelah hotel dewa ruci) Yogyakarta telp. : 0274-367 867

Mataradja Agency (Benhard Simarmata, S.Sos) Jl. cilandak kkO no. 59 (depan Pintu Masuk Pom Bensin trakindo) Jakarta selatan Jakarta Timur Yanti agency (Yanti hadi) Jatinegara kaum no. 19, rt.001/003 Jakarta timur 13250 hp. : 0816 – 1850 689 Jakarta Pusat Program Pasca sarjana PssttI-uI (ferry) Jl. salemba raya – Jakarta Pusat telp. : 021-3924 713

Surabaya sYaIfudIn agc ketintang baru X no. 7 kel. ketintang kec. gayungan suraBaYa 60231 hP : 031 72468620/0819 3800 4200 Batam r. endy Junaidi sastra Pt. BataM lInk PuBlIsher graha sulaiman lt. 3 Jl. sultan abdul rahman nagoya- Batam 29432 telp. : +62819814900/07789113204

4

agen-agen kaMPus

Bogor Progres steI taZkIa (faqih) Jl. raya darmaga kM. 7, Bogor 16680 telp. : 0251-421 309 hp. : 0856 9766 2763

UNJ sekretariat BsO kseI fe-unJ Jl. rawa mangun Muka, gd. l. lantai I kampus a-unJ, Jakarta timur cp. : Imam Punarko hp. : 0856 765 2604

Serang drs. h lufti Iskandar apotik Yumaga Jl. Yusuf Martadilaga no. 4 serang Banten telp. : 0254 201752 tanggerang

Trisakti asrama IkaMI sul sel Jl. talang 39, Pegangsaan , Menteng Jakarta Pusat cp. : hendriyadi telp. : 021—951 891 27 hp. : 0852 55 904 934

Bandung gunaraya agency (erick Wahyudin) komplek ruko cikawau Permai B 12 Bandung telp. : 022-4232 513

Universitas Indonesia (UI) sekretariat forum studi Islam (fsI) gedung student center, fe-uI, depok telp. : 021-9202 8996 cP. : giri suseno, hP. : 0856- 9237 1591

Maju Terus Agency (Aan) Jl. sukagalih no. 42 – Bandung telp. : 022 – 2043 090

STAN Jl. ceger raya Blok a no. 1 a, Pondok aren Jurang Mangu timur, tenggerang 15222 (Belakang Masjid as shuhada ) cp. : Zia’ul haq as shidqi telp. 021-914 361 77 hp. : 0856-400 411 72

Jawa Tengah aBc agency (edy dwinanto) Jl. slamet riyadi no. 30 a solo-Jawa tengah telp. : 0271- 644 345 hp. : 0816 1110 925 Sendang Mulya Agency (Iskandar Narto Atmodjo) Jl. Pasar gede Wetan no.8 solo – Jawa tengah telp. : 0271 – 633 751 hp. : 0815 4853 4567 Siti Hasanah Agency (Siti hasanah) Jl. lamongan Barat IV no.23 sampangan semarang-Jawa tengah telp. : 024 – 7029 8397 hp. : 0815 761 2547 Sleman alvi Jl. layur 3 no. 1 Minomartani ngaglik sleman 55581 telp :085729542701 dI Yogyakarta

STEI SEBI Jl. Ir. h. Juanda, komplek ciputat Indah Permai Blok c. no. 25-26, ciputat-tanggerang cp. : M. Wiwil hp. : 0812 1355 4881 STEI TAZKIA (Faqih) Jl. Raya Darmaga KM. 7, Bogor 16680 Telp. : 0251-421 309 Hp. : 0857 2039 9470 UIN riza agency (riza rizky Pratama) komplek ciater Permai Blok d 6 no. 6 serpong -tanggerang telp. : 021- 7564 764 hp. : 0856 7946 071 STAIN CIREBON Mochammad adriayanul latif Jl. Perjuangan Bypass cirebon hp. : 085224853430

 Me n e r I Ma agen dI sel uruh IndOnesIa



Bisnis Umroh