Issuu on Google+

Aurora Magazine every social life has a different point of view

Jalan-jalan ke Kotu, Yuk!

Bang Amsor dengan Sepiring Nasi Goreng Eksklusif, Wawancara Gamers

Ludovica, Pejuang Generasi Muda Makan Ayam Blangkon plus Sambal Mercon

1


Aurora Magazine every social life has a different point of view Pemimpin Redaksi Serenata Rosalia Redaktur Pelaksana Serenata Rosalia Editor Serenata Rosalia Reporter Serenata Rosalia, Bayu Aji Fotografer Serenata Rosalia, Bayu Aji, Dje Mando Pembimbing Widarto Adi

wanna dare yourself? join us in wall-climbing

Alamat Redaksi Ruko Cantiga Blok A4 No. 16, Tangerang E-mail : auroramagazine@yahoo.com

contact us on Dedi - 089653805383 for more information

@auroramagazine

2

logo by : www.logoeps.com

Aurora Magazine

3


What will you see...

Few Words from Editor...

H

alo Ara, apa kabar? Bertemu lagi dengan Aurora Magazine pada edisi ke-6 ini. Pada kali ini Aurora Magazine memiliki berita utama mengenai kisah hidup seorang pedagang nasi goreng yang sudah berdagang selama dua belas tahun untuk menghidupi keluarga kecilnya, serta tokoh pejuang generasi muda yang kisahnya datang dari seorang gadis asli Flores bernama Ludovica. Selain itu, Aurora Magazine juga akan membahas perihal booming-nya game online yang kini sudah mencandu bagi kawula muda dengan wawancara eksklusif dengan salah satu gamers.

Travel - Menelusuri Sejarah di Kota Tua ... 06 Shopping Guide - Mengetahui Real Online Shop ... 08 Tokoh - Membeli Sesendok Nasi dengan Menjual Sepiring Nasi ... 10

Aurora Magazine juga akan mengajak Ara melihat-lihat tempat bersejarah di salah satu kota Jakarta Barat yaitu Kota Tua, khususnya untuk museum Bank Indonesia dan Museum Wayang. Tak hanya itu, Aurora Magazine juga akan menghadirkan kelezatan Ayam Bakar Blangkon dengan berbagai cita rasa sambel yang tentunya dapat membuat lidah mencak-mencak.

Eksklusif - Game, Hiburan atau Canduan? ... 12 Eat - Sambal Mercon di Ayam Blangkon ... 14

Setelah itu, Ara akan mendapatkan shopping guide, bagaimana mengenali online shop yang jujur dan yang tidak. Tak lupa, Ara akan dimanjakan dengan kehadiran karya generasi muda yang hadir dalam bentuk cerpen dan puisi yang akan memberi info lebih bagi Ara.

Young Hero - Ludovica, Menunda Impian demi Mewujudkan Impian ... 16

Well, semoga edisi kali ini bisa membuat Ara memiliki wawasan dan pemikiran yang lebih luas, serta dapat menciptakan sudut pandang berbeda mengenai kisah-kisah sosial yang terjadi di sekitar kita. :)

Cerpen - Air Mata Bunda yang pergi part 1 ... 19

Salam, Serenata

Karyamu ... 21

4

5


Metamorfosa logo Bank BI

Replika orang zaman dulu tengah mengatur sistem bank

Replika keluarga besar wayang di Museum Wayang

Replika wayang Si Manis Jembatan Ancol (paling kiri)

Sederet sepeda ontel yang siap disewa

Suasana Kota Tua di siang hari

Menelusuri Sejarah di Kota Tua Article by : Serenata Kedang Photo by : Bayu Aji

T

erdapat ratusan tempat wisata bagus dan bersejarah yang bisa dikunjungi di kota Jakarta, salah satunya adalah Kota Tua, yang terletak di Jakarta Barat. Ada berbagai museum bersejarah yang terdapat di Kota Tua, seperti Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, Museum Wayang, Museum Keramik, dan Museum Fatahilah. Selain itu, terdapat banyak pedagang makanan, pedagang aksesoris, pembuat

tato, dan penyewa sepeda ontel dengan harga-harga yang tidak terlalu tinggi. Seperti contohnya, soto daging plus nasi yang bisa didapat hanya dengan harga Rp10.000,00 dan mie ayam seharga Rp8.000,00. Untuk aksesoris, kita bisa mendapatkan kalung, cincin atau gelang dengan nama kita yang terukir hanya dengan harga Rp5.000,00. Untuk tato, kita cukup membayar Rp20.000,00 dan memilih

sendiri desainnya. Sementara untuk menyewa sepeda ontel, kita cukup membayar Rp10.000,00 untuk 30 menit, atau Rp15.000,00 untuk 60 menit. Kali ini, Ara akan diajak untuk berkeliling melihat-lihat kawasan Kota Tua, khususnya Museum Bank Indonesia dan Museum Wayang. Yuk, kita simak‌ Museum Bank Indonesia. Museum ini terletak di

dekat halte busway Kota Tua. Bila kita naik TransJakarta, maka sudah dipastikan kita akan melewati museum yang satu ini untuk mencapai ke Kota Tua. Untuk tiket masuk, kita tidak usah membayar sepeser pun. Museum ini berisikan sejarah-sejarah uang Indonesia dari zaman penjajahan, hingga masa sekarang. Ada juga koleksi-koleksi uang dari negara-negara lain yang bisa kita lihat di museum ini.

Museum ini memiliki fasilitas AC dan dekorasi ruang yang amat artistik. Ketika memasuki museum ini, kita seakan digiring melewati sejarah secara kronologis. Dari awal zaman penjajahan colonial Belanda, saat pertama kali munculnya bank, hingga pada akhirnya Indonesia dapat berdiri sendiri dengan bank-nya walau sebelumnya melewati masa krisis terlebih dahulu di mana harga rupiah melonjak turun.

6

Selain itu, pengunjung juga dilengkapi fasilitas touch screen yang bisa memutar video di layar besar sesuai dengan pilihan pengunjung. Namun, museum ini memiliki aturan untuk tidak memperbolehkan pengunjung mengambil foto dengan flash. Museum Wayang. Nah, selanjutnya kita akan melihat-lihat Museum Wayang yang isinya penuh

dengan sejarah-sejarang perwayangan. Untuk tiket masuk, dewasa atau umum dikenakan Rp2000,00, sementara mahasiswa dikenakan Rp1000,00 dan pelajar dikenakan hanya Rp650,00. Museum ini terletak di dekat Museum Fatahilah, bersebrangan dengan lapangan Kota Tua yang dipenuhi oleh penyewa-penyewa sepeda ontel. Di dalam museum, kita bisa melihat-lihat tokoh-tokoh

perwayangan mulai dari Petruk dkk, Si Pitung, Si Jampang, dan Si Manis Jembatan Ancol. Selain itu, ada juga koleksi boneka-boneka kayu dari berbagai negara, seperti India, AS, Indonesia. Kemudian, ada juga koleksi gamelan-gamelan Jawa dan topeng-topeng yang dipajang untuk bisa dilihat pengunjung. Nah, Ara, apakah Anda berminat melakukan wisata ke kedua museum tadi?

7


e d i u gG

n i p p Sho

Mengetahui Real Online Shop

Belanja online shop memang paling memuaskan. Selain mudah, kita pun tidak perlu repot-repot untuk mengeluarkan energy berkeliling toko dan membayar dengan uang tunai. Kita hanya perlu duduk manis di depan laptop, melihat-lihat gambar di online shop, menghubungi admin, memesan, dan pembayaran dilakukan melaui transfer. Setelah itu, barang akan sampai 2-3 hari dengan jasa pengiriman. Mudah, bukan? Namun, maraknya online shop membuat kita tak jarang tertipu oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang menggunakan nama online shop sebagai kedok mereka. Tak jarang, pembeli sudah mentransfer uang, tetapi barang tidak pernah sampai. Akhirnya, online shop yang asli malah terkena imbasnya. Nah, Ara, edisi kali ini akan memberikan 3 shopping guide bagaimana mengetehaui bahwa online shop tersebut benar-benar penjual serius, bukan main-main. Yuk, kita simak.. :) 1. Lihat friend list-nya Cek friend list-nya, sudah berapa orang yang menjadi teman atau me-like-nya. Jika sudah banyak, bisa diperkirakan kalau online shop pilihan kamu itu memang benar-benar penjual sejati dan sudah memiliki banyak pelanggan.

2. Lihat timeline-nya Cek timeline atau wall-nya, apakah banyak yang memberi komentar atau tidak.

3. Lihat testimoni Biasanya, online shop yang jujur memasukkan juga bukti testimony pelanggannya ke facebook agar pelanggan lain bisa melihat kejujuran dan kualitas baik yang dimiliki online shop tersebut.

Kelom Geulis i d a y an

Nah, bila ke-tiga hal di atas tadi sudah memiliki check list, maka online shop tersebut kurang lebih bisa dipercaya sebagai online shop yang real. Walaupun gak pernah menutup kemungkinan kalau online shop yang selama ini memang benarbenar jujur dalam melayani pelanggannya, suatu hari nanti malah berbalik melakukan aksi hit n run.

h

Kuncinya, Ara, berhati-hatilah dalam belanja online shop dan pastikan online shop tersebut memang sudah benar-benar memiliki banyak pelanggan. :)

8

facebook handphone

: Jiwa Penuh Rindu : 0838-2796-4283

9


Membeli Sesendok Nasi dengan Menjual Sepiring Nasi

suasana gerobak Bang Amsor

Article and Photo by : Serenata Kedang

Bang Amsor tengah memotong sayur

D

nasi goreng

Bang Amsor sedang memasak

ua belas tahun sudah lelaki bernama Amsori ini berdagang nasi goreng. Lelaki 42 tahun yang biasa dipanggil Bang Amsor ini menghabiskan 2 tahun berdagang di Meruya hingga pada akhirnya pindah ke domisili ke sebuah perumahan BTN di pinggiran Tangerang.

Dengan berdagang nasi goreng ini, Bang Amsor sudah mampu membiayai sekolah kedua anaknya, Deden Lesmana yang kini sudah duduk di bangku kelas 1 SMA, dan Diah Lestari yang kini duduk di bangku kelas 3 SD. Bang Amsor mengaku, pendapatan yang didapat per harinya sekitar Rp50.000,00 hingga Rp150.000,00 yang tertinggi.

Bang Amsor lahir di Pemalang, Jawa Tengah pada 10 Agustus 1970. Ia mengaku pindah ke Jakarta ketika tahun 1994 dan menikah setahun kemudian. Untuk menghidupi keluarga kecilnya, Bang Amsor mengikuti jejak teman-temannya untuk berdagang nasi goreng di Meruya.

“Kadang cuma dapet tiga puluh ribu kalo lagi sepi banget,� tuturnya sedih.

Ia menghabiskan dua tahun berdagang nasi goreng keliling malam hari di sana dan pindah ke daerah pinggiran di Tangerang.

Pengalamannya selama sepuluh tahun lebih berdagang nasi goreng membuatnya memiliki banyak teman-teman dari BTN. Namun, saat hujan sedang melanda, Bang Amsor harus rela duduk di seonggok kursinya sendirian sambil menunggu hujan reda.

tempat biasa Bang Amsor berjualan

Berdagang selama puluhan tahun ini membuatnya bermimpi untuk memiliki cabang sendiri suatu hari nanti. Namun, bila dilihat dari keadaannya, terkadang Bang Amsor pesimis bisa membuka cabang sendiri. Ia pun sudah merasa nyaman untuk berjualan nasi goreng di BTN Cantiga. Perjuangannya untuk berdagang nasi goreng ia lakukan hanya demi menghidupi keluarga kecilnya dan menyekolahkan kedua anaknya.

Selama berdagang di malam hari, Bang Amsor mengaku biasanya membetulkan benda-benda yang rusak di rumahnya selama siang hari hanya untuk kegiatan isengnya saja. Di Tangerang, Bang Amsor membeli sebuah rumah BTN hingga akhirnya memutuskan untuk melanjutkan berdagang keliling nasi gorengnya di perumahan yang bernama BTN Cantiga ini. Setelah beberapa tahun berdagang keliling, Bang Amsor jadi banyak dikenal oleh para penghuni BTN dan memutuskan untuk berdagang secara permanen di sebuah pos siskamling RT 01 BTN. Dagangannya yang hanya terdiri dari gerobak dan seonggok bangku tergolong cukup murah dan enak. Cukup membayar tujuh ribu rupiah saja maka kita sudah bisa mendapatkan nasi goreng, atau mie goreng, kwetiaw goreng, dan bahkan bihun goreng.

“Pengen sih punya cabang, tapi yaaa.. Tergantung keadaannya,� ucapnya seraya membungkus sepiring mie goreng.

bumbu-bumbu masakan

10

nasi goreng yang sudah jadi, dibungkus, dan siap diantar

11


buk. A : Biasanya mulai dari jam berapa main dota di warnet? B : Mulai dari jam sepuluh malem sampe jam tiga pagi karena warnetnya kan tutup jam empat. A : Suka pulang malam, apa gak pernah dapat keluhan dari pacar atau keluarga? B : Sering banget, apalgi dari pacar. Tapi ya saya bilang kalo ini kan cuma main game, bukan main cewek.

Photo by : Bayu Aji

Game, Hiburan atau Canduan? By : Serenata Kedang

B

elakangan ini kawula muda kita sudah banyak yang menjadi gamers alias pecandu game online. Mulai dari counter strike, point black, hingga akhirnya warcraft yang biasa disebut dengan dota. Dota sendiri merupakan singkatan dari Defense of the Ancients. Tugas dari pemain game ini adalah menggunakan hero untuk menghancurkan markas musuh.Permainan ini sudah mencandu banyak kalangan muda, khususnya kalangan pelajar berumur 13-19 tahun yang mengakibatkan turunnya prestasi belajar anak. Apa sebenarnya kelebihan dari permainan ini? Mengapa anak remaja, khususnya laki-laki sangat menyukai permainan ini? Berikut adalah wawancara eksklusif Aurora Magazine dengan salah satu pecandu dota yang masih berstatus pelajar kelas 3 SMA dan sekarang berumur 18 tahun, Bayu. A (Aurora Magazine), B (Bayu) A : Tahu permainan dota dari mana? B : Tahu dota pertama kali itu ya dari teman-teman. Awalnya saya diajak main ke warnet sama teman-teman saya, makanya bisa tahu dota. A : Sudah berapa lama main dota? B :Udah sekitar tiga tahunan. Saya main dota dari kelas satu

A : Memang, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk bermain dota di warnet? B : Untuk satu jamnya tiga ribu, kalo lima jam dia paket, jadi cukup bayar sepuluh ribu. A : Menghabiskan banyak uang jajan, apa gak merasa rugi bermain dota? B : Gak. tuh. Gak pernah berasa rugi main dota karena kalo udah main dota itu lupa segalanya. Lupa makan, lupa waktu, udah senang aja pokoknya.

SMA. A : Sehari bisa main dota berapa jam? B : Ya bisa lima jam, bisa dua jam. Tergantung uangnya ada berapa untuk bayar warnet. A : Apa yang bikin kamu jadi suka main dota? B : Karena main dota itu bisa ngilangin stres, ada ketawa ketawanya juga, seru, penuh tantangan dan harus pake strategi kalo mau menghancurkan markas musuh.

A : Apa aja kelebihan dan kekurangan yang kamu rasakan dari bermain dota? B : Kelebihannya ya bisa ilangin stres, bisa bikin lupa masalah karena kalo main dota kita jadi lebih mikirin strategi permainannya. Kekurangannya... Ya di dota itu kan ada forum untuk chatting sesame pemain, nah kalo kita kalah main, biasanya mainnya kata-kata-

A : Apa aja yang dibutuhkan untuk main dota? B : Perlu kecepatan tangan pastinya untuk melawan musuh, perlu kecepatan mata juga karena ada mapnya untuk menjaga hero kita supaya tetap hidup. A : Apakah bermain dota selama lima jam gak bikin cape? B : Gak cape sih main dota selama lima jam, soalnya kan senang. A : Kapan waktu yang paling enak untuk main dota? B : Paling seringnya sih malem karena siang kan masih si-

12

an dan bawa-bawa nama orang tua.

Dua Hero Dota, Nevermore dan Spirit Storm

A : Kenapa pilih game online dota? Kenapa gak yang lain seperti point blank? B : Karena kalo di dota itu kita gak perlu beli senjatasenjatanya pake uang cash. Kalo point blank kan harus pake cash untuk beli senjata. Kalo di dota cuma perlu ngumpulin uang di game itu aja. Kalo di point blank harus beli cash dengan bayar di warnet-warnet tertentu. A : Kenapa uangnya gak dipakai untuk nabung? B : Ya kalo nabung ada uangnya, kalo untuk main game juga ada. Udah dibagibagi.

Illustration and photo by : Bayu Aji

A : Apa kamu pernah main dota lebih dari enam jam? Apa kamu tahu kalau duduk di depan layar selama enam jam akan meningkatkan risiko penyakit jantung? B : Pernah sih main lebih dari enam jam, waktu kelas dua SMA. Tapi karena sekarang udah tahu gak boleh main lebih dari enam jam, jadi mau ngurangin main game-nya gak sampe enam jam kalo bisa. A : Oke deh. Kalau gitu, apa pesan dan harapan kamu untuk permainan dota? B : Pesan saya ya cuma satu, tetap main dota! Hehehe. Tapi, tetap ingat waktu. Harapan saya tokoh-tokoh dan senjata di dota bisa lebih di-

Ilustration and photo by : Bayu Aji perbanyak lagi. Jadi, apakah game merupakan sebuah hiburan atau canduan? Mungkin game bisa merangkap kedua status tersebut karena manusia

tidak hanya membutuhkan sesuatu yang bersifat rutinitas saja. Namun, perlu tetap diingat bahwa bermain game memiliki batas-batas tertentu, tidak boleh sampai menimbulkan masalah :)

13


L

udovica Barbara Hope Watun Rian Borot, begitulah nama panjang gadis manis keturunan asli Flores ini. Gadis berkulit hitam manis ini lahir di Jakarta dua puluh tahun silam pada 31 Januari. Ludo, begitulah biasa ia dipanggil oleh teman-teman sepermainannya. Ia memiliki hobi menulis, berfoto, travelling, dan makan bakso dengan sambal super pedas.

LUDOVICA, mENUNDA iMPIAN dEMI MEWUJUDKAN iMPIAN By : Serenata Kedang

Photo by : Serenata Kedang

Gorengan.. Gorengan.. Siapa mau beli gorengan...? Ada tahu goreng, tempe goreng, pisang goreng, bakwan jagung, bihun.. Begitu sore hari tiba, di kawasan perumahan Kosambi Baru, Jakarta Barat pasti terdengar suara perempuan muda menawarkan gorengan keliling dengan sepeda yang dikayuhnya. Panas terik maupun hujan, bukan masalah. Y ang penting, gorengan terjual.

14

pendidikannya. Maka, Ludo pun bertekad untuk mengumpulkan uang sendiri. Ia akhirnya melanjutkan usaha sang Mama untuk berjualan gorengan keliling perumahan Kosambi Baru, Jakarta Barat. Awalnya Ludo merasa malu untuk berjualan gorengan keliling dengan mengayuh sepedanya karena banyak teman sekolahnya yang tinggal di Perumahan Kosambi Baru tersebut. Namun, ia berusaha untuk menikmatinya hingga ia merasa senang karena ia bisa merasakan perjuangan yang dirasakan sang Mama.

Gadis berumur dua puluh tahun ini memiliki tiga adik, Alex, yang sudah berumur 19 tahun, Meri yang masih duduk di bangku SMP, 13 tahun, dan Jojo, adik laki-laki kecilnya yang Selama beberapa bulan bermasih berumur 1,5 tahun. jualan gorengan, Ludo menSemenjak kecil, sang Ibu yadari bahwa hanya dengan sudah menjual gorengan berjualan gorengan saja, ia untuk membeli kebutuhan tidak bisa mengumpulkan seharibanyak uang untuk hari biaya pendidikanmereka nya sendiri. Setiap dan hari, rata-rata pada keuntungan paling saat kecil yang didapat Ludo berkisar antara masih Rp150.000,00, duduk tetapi ia hanya di mendapatkan bangku Rp10.000,00 SMP, karena sisa dari ia pun uang tersebut harus sering dibagi-bagi lagi unLudo bersama adiknya, Mery mengikuti tuk keperluan rumah Mamanya tangga keluarganya. untuk berjualan gorengan. Uang yang selama ini ia Hingga pada saat bersamaan kumpulkan hanya bisa ia dengan kelulusan Ludo dari belikan beberapa baju dan bangku SMA, sang Mama sepatu untuk kuliah suatu melahirkan adik laki-lakinya hari nanti. yang paling kecil. Berjualan gorengan kelilLudo pun berniat untuk ing dengan sepeda kecilnya melanjutkan pendidikannya membuat gadis berbinke jenjang yang lebih tinggi tang aquarius ini memiliki agar cita-citanya sebagai banyak pengalaman menyseorang guru bisa tercaenangkan dan menyedihkan pai, tetapi apa daya kedua selama berjualan. “Gue suka orang tuanya sudah tidak dibagi makanan sama tuan mampu untuk membiayai rumah, kadang ada

Gorengan seharga seribu-an saja

Walau sibuk, tetap bisa sempatkan jalan bersama temanteman

15


Sambal Mercon di Ayam Blangkon By : Serenata Kedang Photo by : Serenata Kedang

yang beli gorengan cuma dua tapi bayarnya lima puluh ribu gak pake kembalian, buat kuliah kata mereka, disuruh tabung. Kadang aja yang beli banyak. Terus, gue juga bisa cerita sama ibu-ibu, main bulu tangkis sama anak SD setiap pulang jualan,” tuturnya ketika ditanya apa saja hal-hal menyenangkan yang ia alami selama berjualan gorengan. Saat-saat menyedihkan datang pada saat hujan. “Gorengan pasti gak akan habis, karena gak kuat kena suhu dingin, jadi gak garing lagi. Terus, belum lagi kalau rantai sepeda gue kendor, tiba-tiba lepas dari gir. Pernah juga dikejar sama anjing komplek,” akunya sedih ketika menjawab. Namun, semua hal-hal tidak menyenangkan itu tak pernah mematahkan semangatnya untuk tetap berjualan gorengan. Ia bahkan berniat untuk mengembangkan usaha gorengan Mamanya agar semakin dikenal oleh masyarakat luas. Kini, Ludo bekerja sebagai admin salah satu perusahaan di Mangga Besar. Ia masih tetap berniat untuk tetap mengumpulkan uang, tetapi kali ini motivasinya berbeda, bukan karena kuliah, tetapi ia lebih memilih untuk membantu kedua orang tuanya membiayai pendidikan adik-adiknya.

Blangkon

. Mendengar namanya, pasti

penting buat adik-adik gue dulu. Untuk kuliah gue bisa belakangan, sekarang cari cela untuk Alex biar dia yang bisa kuliah dulu.”

yang terlintas

di benak kita adalah topi khas adat Jawa yang selalu dipakai pada saat acara-acara penting. Nah, kalau yang ini beda, Ayam Blangkon. Yang mengenakan topi khas Jawa itu bukanlah manusia, melainkan seekor ayam.

Ia berharap, suatu saat nanti salah satu dari ketiga adiknya bisa mewujudkan mimpi sang Mama yaitu menjadi salah satu mahasiswa Universitas Atma Jaya. Ia tidak keberatan impian untuk kuliah ditunda dulu, yang terpenting baginya sekarang hanyalah membantu adik-adiknya untuk bisa kuliah. Ia ingin membuat hati sang Mama bahagia, karena ia sudah melihat betapa berat perjuangan kedua orang tuanya, terutama sang Mama dalam menyekolahkan anak-anaknya.

Namun, bukan benar-benar seekor ayam, melainkan nama rumah makan kecil yang memiliki ikon seekor ayam yang tengah mengenakan blangkon. bertempat di Jalan Raya Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Rumah makan kecil ini memiliki ciri khas, yaitu sambal yang beraneka ragam. Mulai dari sambal original, sambal mercon, sambal lombok ijo, sambal terasi, dan sambal kecap.

Ketika ditanya apa pesan untuk anak-anak pejuang sepertinya, ia menjawab dengan senyuman, “Jangan pernah berhenti berjuang untuk menggapai cita-cita. Mungkin hari ini belum berhasil, tapi hari esok akan datang kembali sebuah cela untuk masuk ke dalam impian...”

ayam bakar madu + sambal lombok ijo

Menu utama di Ayam Blangkon adalah ayam, lele, dan bebek. Harga makanan berkisar antara Rp8.000,00 hingga Rp15.000,00 saja. Sementara, untuk minuman harga berkisar hanya antara Rp2.000,00 hingga Rp5000,00. Terjangkau, bukan? Untuk bumbu ayam, lele, dan bebek, tersedia bumbu madu, lada hitam, pedas, pedas manis, goreng, dan khusus untuk ayam dan lele terdapat bumbu kremes. Nikmat!

“Kerja, kerja, dan kerja. Jadi apa aja, gak apa-apa. Yang

lele kremes + sambal mercon

16

17


Cerpen

Harganya sendiri sangat terjangkau. Untuk ayam, kita cukup mengeluarkan Rp9000,00 saja bersama nasi putih. Sementara untuk lele, Rp8000,00 dengan nasi, dan bebek Rp16.000,00 sudah dengan nasi putih. Untuk sambalnya, free. Kita bisa menambah sambal semau kita. Sambal favorit Ayam Blangkon adalah sambal merconnya. teh tarik Bila dipadukan dengan ayam kremes atau lele kremes, wah.. Rasanya jangan ditanya lagi, gurihhh sekali di lidah.

untuk para pelanggan setianya. Misalnya saja, bila hari ini kita berulang tahun, cukup menunjukkan KTP kita pada pegawai sebagai bukti, maka kita sudah bisa makan gratis di sana. Untuk hari-hari biasa, Ayam Blangkon biasanya memberikan free es teh manis atau kopi agar pelanggan semakin setia dengan Ayam Blangkon. Ayam Blangkon pun menyediakan jasa catering dan antar pesanan. Bila mau memesan catering, minimal 10 kotak saja sudah bisa. Kita tinggal menelepon ke 085710614070 atau 021-92459052. Selain itu, Ayam Blangkon eksis di dunia maya juga, lho! Silahkan dibuka facebook-nya di Mas Blangkon dan twitter-nya di @ayam_blangkon.

Air Mata Bunda yang pergi Part 1

Illustration by : www.deviantart.com/ ~Vactor

Selain menu dan sambal yang beraneka ragam, terdapat juga minuman khas dari Ayam Blangkon, yaitu teh tarik, yang merupakan campuran teh manis dengan susu dan orange juice punch. Rasa dari menu-menu Ayam Blangkon jangan ditanya lagi, tentu tiada duanya. Walaupun bertempat hanya di pinggiran pombensin dan hanya memiliki sedikit ruang, tetapi rasa yang disajikan dari Ayam Blangkon patut diacungi jempol.

Halaman parkirnya pun luas. Kita bisa membawa mobil atau motor bila mau mampir ke rumah makan ini. Namun, kalau malam Minggu jangan harap masih mendapatkan makanan bila datang lewat dari jam 20.00. Sudah pasti diborong orang-orang! Makan Ayam Blangkon memang bikin ketagihan. Sekali mencoba, pasti lidah akan terus minta tambah. Nah, Anda berminat mencoba? :)

Pelayanan yang diberikan juga amat baik. Pegawainya ramah-ramah dan murah senyum. Ayam Blangkon juga sering kali memberikan bonus-bonus makanan gratis

D

i sebuah kota Jakarta hiduplah sebuah keluarga yang sangat sederhana. Dari kesederhanaannya, mereka berjuang untuk hidup. Mereka hidup hanya bertiga yaitu, Mama Clarista dan kedua putrinya bernama Alexandra dan Rosaria. Kedua putri tersebut adalah anak yatim karena sudah tidak memiliki sang ayah. Sang ayah pergi ketika Rosaria lahir. “Lexa.. Rosa.. Ayo bangun,” kata Mama sambil membangunkan mereka dan membuka jendela. “Iya, Ma, aku bangun.” “Ayo cepat, nanti kalian telat ke sekolah.” Lexa dan Rosa adalah dua saudara yang sangat akrab sekali. Sulit untuk dipisahkan. Mereka berdua sangat mencintai mama mereka.

sambal mercon

*** “Rosa jangan lupa doakan

ayam-ayam yang siap dibakar atau digoreng sambal lombok ijo

18

By : Ludovica Reinha Erbeth

Mama, belajar yang rajin ya,” kata Lexa sambil mengingatkan Rosa. “Iya, Kak, aku akan ingat Mama selalu dalam setiap langkahku,” kata Rosa sambil memeluk sang kakak dan menangis. “Sudah, ayo kita masuk ke kelas.” “Baik, Kak.” “Bye, Rosa.” “Bye, Kak.” *** “Akur banget ya lu sama si Rosa,” sapa sahabat Lexa yang duduk di samping Lexa. “Ya iyalah.. Rosa tuh ade gue satu-satunya tahu, gue sayang banget sama dia.” “Eh hebat juga ya lu, jarangjarang ada saudara yang akur kayak kalian berdua, salut gue sama lu.” “Hahaha.. Lebay lu!” “Lebay apaans ih?’ “Mang bener tahu.”

“Ya udah thanks ya.” “Lex, nanti kan ulangan sosio, gue nyontek ya..” “Mang napa? Lu gak belajar?” “Gue males, Lex.” “Iye.. Gue bantuin.” *** “Maricha, gue ke kantin dulu ya, Rosa udah nungguin gue.” “Oke. Jangan lupa beliin gue siomay.” “Gak ada duit gue.” “Lexa pelit!” “Iye, nanti gue beliin, Bawel!” Ketika sampai di kantin, Lexa menghampiri Rosa dan duduk di sebelahnya sambil membuka kotak makan mereka masing-masing. Walau sudah duduk di bangku SMA, mereka tidak malu membawa bekal dari rumah. “Udah cuci tangan belum? Main makan aja! Doa dulu

tau!!” kata Lexa sambil menasehati adiknya. “Oke, Bos. Aku laksanakan.” Senyum manisnya menghiasi makan siang mereka berdua. Sembari makan siang, mereka juga saling berbagi tentang pelajaran yang tadi dijelaskan oleh guru. *** Mama Rosa dan Lexa adalah seorang wanita usia lanjut, tetapi sang mama adalah wanita perkasa. Ia berjuang untuk menyekolahkan kedua putrinya. dengan kecintaannya, sang mama berusaha untuk membuat kedua putrinya bahagia. Sang mama bekerja menjual gorengan keliling. Dari keuntungannya, sang mama bisa menyekolahkan kedua putrinya hingga duduk di bangku SMA. ***

19


*** Beberapa tahun setelah Lexa dan Rosa tamat sekolah, sang mama harus bekerja lebih keras lagi. Lexa kuliah jurusan jurnalistik di Swiss Germany University, ia mendapatkan beasiswa. Sedangkan Rosa, mendapatkan beasiswa di Universitas Indonesia fakultas kedokteran. Sang mama sangat bangga dengan kedua putrinya. Ternyata perjuangannya selama ini telah mengantar kedua putrinyya ke bangku kuliah. Tiap tetes keringatnya menjadi semangat yang kuat bagi putrinya untuk dapat berjuang meraih cita-citanya. Selama mereka sekolah, sang mama selalu menasehati kedua putrinya supaya tidak pacaran di usia dini, karena bisa menganggu aktivitas pelajarannya di kampus. Karena itu mereka selalu mendengar nasihat sang bunda.

Illustration by : www.deviantart.com/ ~EdwardTen

Bait-bait Ungkapan Hati...

Illustration by : www.deviantart.com/ DreamCatcher16

“Selamat siang, Mama,” sahut kedua putrinya ketika mereka sampai di rumah setelah pulang sekolah. “Siang, Putriku,” sahut Mama dengan senyumnya. “kalian ganti baju dulu ya, lalu bantuin Mama.” “Oke.” Setiap siang Lexa dan rosa selalu membantu Mamanya menggoreng gorengan yang dibawa Mamanya berjualan. Lexa dan rosa sangat menghargai tiap tetes keringat yang mengalir dari wajah Mamanya karena setiap tetes keringat Mamanya menjadi sumber kekuatan kedua putrinya. Takkan ada yang bisa mengalahkan kekuatan cinta mereka bertiga. Cinta dan kasih sayang adalah kunci utama dalam hidup mereka. Kedua putrinya sangat mencintai mamanya. Mereka membuktikannya dengan peringkat terbaik yang selalu diberikan kepada Mamanya. Dengan peringkat terbaik, dapat meringankan beban Mamanya, karena mereka dibebaskan dari pembayaran uang sekolah tiap bulannya. “Ma..” “Iya, kenapa?” “Mau dibantuin gak keliling jual gorengannya?’ “Hah? Tidak usah, kalian berdua di rumah saja.” “Ya sudah deh.” Kedua putrinya ingin sekali membantu Mamanya, karena pekerjaan itu sangat berat. Mamanya harus berjalan mengelilingi sebuah perumahan untuk menjajahkan gorengan. Sinar matahari yang panas menemani perjalanan Mamanya untuk berjualan gorengan. Kakinya begitu kuat, sehingga ia tetap berjalan dengan sekuat tenaganya. Walau terkadang ia sering kali merasakan sakit di kaki dan tangannya, tetapi ia menyembunyikan semuanya dari kedua putrinya, karena ia tidak mau melihat kedua putrinya menjadi sedih.

Biola Bisu Senarmu lemah lunglai terbuang Biarkan senar hanyalah senar Biarkan senyum berarti hambar Terjuntai bungkam dalam penantian Lembutmu telah angkuh berdebu Merdumu serak dalam parau Berteriaklah bibirku tanpa suara Lalu meratap dalam tangisan Menanti penantian untuk datang Bermimpi dalam diamnya mimpi Tangisannya tanpa airmata Hanya terbias dalam asa

***

Tergesek biola, lukalah hati Mengundang satria berbaju baja Tapi mimpi tetaplah mimpi Teronggok dalam bisunya biola

Suatu ketika, Lexa bertemu dengan teman kecilnya bernama Yosafat pada acara ulang tahun Jurnalistik Jakarta di bilangan Kemang, Jakarta Selatan. Mereka saling tukar pikiran dan sejak pertemuan itu ternyata Yosafat menyukai Lexa. dan akhirnya lexa pun menerima dengan baik sinyalsinyal cinta yyang diberikan oleh Yosafat. “Eh fotografer, apa kabar lu?” tanya Yosafat kepada Lexa. “Oi, Broo! Udah lama gak jumpa.” “Kaar gue baik-baik aja,” kata Lexa membalas Yosafat. “Weh, jadi juga nih anak jurnalis?” Yosafat meledek Lexa. “Iye, Tuhan antar gue pada jurusan itu.” “Eh lu kuliah di mana?” tanya Lexa. “Gue kuliah di ISIP, Lenteng Agung. Kalo lu?’ “Gue di SGU Serpong, hehe.. Enak dong tinggalnya di Jaksel?” goda Lexa. “Ya iyalah. Kawasan elit gitu loh.. Hahaha..” keduanya tertawa. Sejak pembicaraan di malan itu, Lexa dengan Yosafat memiliki hubungan yang menjadi serius. Hubungan itu pun diketahui mama Alexa… Bersambung…

Jumat. 22 Sept 2000 by : Jiwa Pendos

Photo by : Dje Mando

20

Cinta Cinta... Sepatah kata yang sangat mudah diucapkan Cinta... Adalah sesuatu yang suci Bagi mereka yang tahu apa itu artinya cinta sebenarnya.. Cinta Bukan materi yang dilihat Bukan juga fisik yang dilihat Tetapi cinta itu melihat dari hati.. Cinta mengalir seperti air Mengalir secara perlahan demi perlahan Hingga ke hulu Ia mengerti Ia memahami Karena itu ia tahu apa cinta itu sebenarnya Cinta itu putih... Sama seperti kau mencintai tanpa memandang apapun dan mencintai secara tulus Maka cintailah cinta.. By : Ludovica Reinha Erbeth

21


Resik-Resik The Cleanest Wash Car Ever! Jl. Pulo Indah Kavling 45-46 Jakarta Barat Belakang Pombensin 22


Every social life has different point of view