Page 1

Obituari

w w w . s e p u t a r j a b a r . c o m

Edisi Perdana Juni 2013

14

Mengenang Kepergian Taufik Kiemas I

NDONESIA kehilangan satu lagi tokoh politik nasional. Politisi senior PDI Perjuangan Taufiq Kiemas telah meninggal dunia di Rumah Sakit di Singapura, pukul 18.05 WIB (19.05 waktu Singapura), Sabtu 8 Juni 2013. Penyebabnya kelelahan usai ikuti peringatan Hari Pancasila di Ende, NTT. Sebelumnya, kedatangan TK, sapaan akrabnya, berangkat ke Singapura untuk medical check up akibat kelelahan usai mengikuti Hari Pancasila. Taufiq sebenarnya sudah menderita sakit jantung. Pada 17 Desember 2011 tercatat pernah menjalani operasi pergantian baterai alat pemacu jantung di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta. Pemerintah langsung

M

menjemput jenazah Ketua MPR itu di Singapura dengan dua pesawat dari TNI Angkatan Udara, yakni jenis C 150 Hercules dan Boeing 737. Dua pesawat ini membawa jenazah TK ke Bandara Internasional Halim Perdanakusuma. Para pejabat negara dan orang-orang terdekat almarhum memberikan penghormatan terakhir untuk jenazah saat disemayamkan di ruang VVIP Room Bandara Halim, setelah jenazah disolatkan di Masjid Baitussalam Al-Mathaar yang berlokasi di Halim Perdanakusuma. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin upacara kenegaraan pemakaman jenazah Taufiq Kiemas di Taman Makam Pahlawan Kalibata, pada Minggu (9/6). Taufiq Kiemas adalah suami Presiden Repub-

ANTAN aktivis mahasiswa Institut Te k n o l o g i Bandung era 80-an yang juga Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat menyatakan, bangsa Indonesia kehilangan sosok peduli wong cilik Taufiq Kiemas. Menurutnya, TK--panggilan akrab almarhum--mer upakan figur pejuang nasionalis yang gigih meletakkan bangunan keseimbangan politik di tubuh PDIP. Termasuk, yang lebih menarik, berupa kepeloporan sikapnya dalam mengakomodir kalangan generasi baru berunsur Islam guna berkiprah di PDIP. “TK adalah simbol pemaknaan nasionalis religius, yang saat ini fenomenanya memang berkembang cukup luas di PDIP. Hal ini tentu tidak lepas dari semangat dan cita-citanya, yakni untuk menciptakan gairah perjuangan baru kepada wong cilik melalui kehadiran elemen muda Islam di PDIP,” jelas Jumhur di Garut, Jawa Barat, Sabtu (8/6/2013). Pada sisi lain, Jumhur mengaku, kepergian TK telah mewariskan ruh perjuangan bagi orang muda pada umumnya. Karena semasa hidupnya, almarhum sangat menaruh

lik Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri. Almarhum mengembuskan nafas terakhir saat menjalani perawatan di General Hospital Singapura. Kiemas yang bergelar Datuk Basa Batuah memulai karir politiknya saat masih di bangku kuliah. Saat itu ia bergabung sebagai anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Selama masa Orde Baru, karier politiknya banyak dikebiri oleh pihak penguasa. Kariernya mulai cemerlang, ketika rezim Soeharto tumbang. Pada Pemilu 1999, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) keluar sebagai pemenang. Kemenangan ini mengantarkan istrinya menjadi Wakil Presiden dan kemudian Presiden Indonesia kelima. Ia duduk sebagai salah

perhatian terhadap regenerasi bangsa, baik dalam keperluan lingkup kepemimpinan partai maupun menyangkut agenda ke tampuk pimpinan nasional. “Beliau di akhir hayatnya bagai tanpa henti memberi dukungan moral untuk kaum muda dan bahkan kerap meminta elite nasional agar melapangkan orang-orang muda menjadi calon pemimpin masa depan bangsa,” ujarnya. Jumhur menyebutkan, semangat dan cita-cita almarhum tidak boleh dipadamkan utamanya terkait hasrat mewujudkan kehadiran orang muda di panggung kepemimpinan nasional.Secara khusus Jumhur memuji almarhum sebagai tokoh yang memiliki kepedulian tinggi pada permasalahan Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri. “Saya merasa, kerja-kerja pelayanan TKI yang saya lakukan dimonitor oleh beliau, sehingga memberikan arahan untuk memotivasi saya,” tambah Jumhur. Dia mengatakan, banyak kasus penistaan TKI di berbagai negara yang mendapat perhatian langsung dari almarhum dengan meminta pemerintah lebih tanggap sekaligus melakukan perlindungan maksimal. Sementara Rieke Diah Pitaloka mengaku sangat kehilangan atas mening-

satu tokoh penting di partai, ia menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu). Ia kembali terpilih menjadi anggota DPR periode 2009–2014 dari PDI-Perjuangan untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat II, dan menjadi ketua MPR. Dari pernikahannya dengan Megawati, Kiemas dikarunia seorang putri, Puan Maharani, yang mengikuti jejak kedua orangtuanya berkecimpung di dunia politik. Selain menjabat Ketua MPR, saat ini politisi yang juga pernah menjabat Dewan Kehormatan Pengurus Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PP PA GMNI) itu, juga merangkap sebagai Ketua Dewan Pertimbangan DPP PDI Perjuangan. (*)

Kiemas Dimata Sesama Politisi

galnya Taufiq Kiemas. Bagi Rieke, suami Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu menjadi sosok yang berjasa dalam karir politiknya. “Saya dapat memperoleh banyak ilmu dari sosok beliau. Beliau orangnya sangat perhatian dan mudah bergaul,” kata Rieke, Sabtu (8/4). Dia mengaku Ketua MPR tersebut orang yang membukakan pintu baginya untuk bergabung dengan PDIP. “Saya memperoleh banyak arahan dan bimbingan langsung dari Taufik. Jadi saya merasa kehilangan atas wafatnya beliau,” jelasnya. Terakhir pertemuannya dengan Taufiq Kiemas,

kata Rieke, terjadi pada saat persidangan MK terkait gugatan Pilgub Jabar 2013, beberapa waktu lalu. “Saya mendapat dorongan moral agar tidak putus asa dalam terus memperjuangkan kepentingan masyarakat,” jelasnya. Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung menilai kepergian Taufiq Kiemas merupakan kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Menurut mantan Ketua Umum Partai Golkar itu, Taufiq Kiemas merupakan politisi yang berkomitmen kuat terhadap kebangsaan. “Taufiq Kiemas itu sosok

penuh pengalaman di bidang politik, sejak dari mahasiswa hingga beliau meninggal. Kegiatannya di bidang politik, telah membentuk Taufiq sebagai sosok yang sarat pengalaman,” ujar Akbar kepada wartawan, usai mengikuti haul 92 tahun Soeharto di Ndalem Kalitan, Solo, Sabtu (8/6) malam. Akbar mengatakan, Taufiq mempunyai komitmen yang tinggi terhadap perjuangan kebangsaan. Tentang pentingnya empat pilar kebangsaan, lanjut Akbar, Taufiq juga terus menekankan. Hal tersebut yang membuat rakyat Indonesia menghormati jasa-jasanya. (dbs)

Sjo 14  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you