Page 1

Siaga Bencana

w w w . s e p u t a r j a b a r . c o m

Edisi Perdana Juni 2013

9

Siaga Darurat Bencana Diperpanjang

L

EBIH dari 2 ribu kepala keluarga (KK) di Kelurahan Cieunteng, dan Andir, Kecamatan Baleendah, dan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, diminta untuk mengungsi, menyusul ketinggian Sungai Citarum hingga atas batas normal. Untuk mengantisipasi luberan air Sungai Citarum, warga Baleendah dan Dayeuhkolot terpaksa membuat tanggul pengamanan yang ter- b u t dari karung dan pasir di sekitar bantaran sungai. Beberapa masyarakat di dua kecamatan itu, bahu membahu membuat pagar p e m -

batas yang terbuat dari karung berisi pasir sungai, dan menempelkan lumpur yang telah mengeras di dekat pintu rumah mereka. Meski luberan Sungai Citarum akibat hujan deras belum sampai ke permukiman warga, namun penduduk tetap melakukan upaya antisipatif meski belum memutuskan mengungsi. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Udjwalprana Sigit membenarkan ada imbauan kepada warga untuk mengungsi dalam rangka mengantisipasi luberan Sungai Citarum. Sigit menjelaskan terpaksa kembali memperpanjang pemberlakuan siaga darurat bencana hingga Selasa (16/7) k a re n a hujan masih

terus mengguyur sebagian besar wilayah Jabar. “BPBD Jabar, memberlakukan siaga (darurat) bencana pada 16 Januari 2013, lalu diperpanjang hingga 16 Mei. Karena kondisi cuaca belum menentu, siaga bencana kembali diberlakukan hingga 16 Juli,� kata Sigit. Peningkatan Awan Keputusan BPBD Jabar untuk memperpanjang siaga bencana, sejalan dengan peringatan dini yang disampaikan Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang menyatakan terjadi peningkatan awan hujan di hampir seluruh

wilayah Indonesia, terutama kepulauan Jawa. Peningkatan tersebut merupakan akibat adanya tekanan rendah di Samudera Hindia sebelah Selatan Nusa Tenggara Barat, serta pumpunan angin memanjang dari Laut Jawa hingga Selat Makassar dan Laut Banda hingga Laut Halmahera serta pengaruh kondisi lokal setempat yang mendukung proses konvektivitas. Lebih lanjut BMKG menjabarkan, wilayah yang aktifitas pertumbuhan awan hujannya meningkat adalah sebagian besar Jawa, Bali, Sumatera bagian timur dan selatan, Kalimantan bagian utara dan timur, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua. Sementara wilayah yang

berpotensi hujan lebat adalah Aceh bagian barat, Riau bagian timur, Sumatera Barat bagian utara, Sumatera Selatan bagian timur, Lampung bagian selatan, Kalimantan Barat bagian selatan, Kalimantan Tengah bagian selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Papua Barat bagian utara. Sedangkan wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang diantaranya, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Banten bagian barat dan selatan, Jawa Barat bagian timur, tengah dan selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Kalimantan Timur bagian timur, Sulawesi Selatan bagian selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan, Maluku bagian tengah dan tenggara, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta Papua bagian utara. (dbs)

Sjo 09  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you