Issuu on Google+

J o g j a - J o g j a - J o g j a - J o g j a - J o g j a

magazine Yo Man!

EDITION #001 ▪ MAY 2013

Destination: Jogja

MERTJON-DISE ALA JOGJA: DAGADU PAGE12

& DI BALIK KERATON YOGYAKARTA PAGE16

& NAKULO SADEWO: MEMBATIK PAGE06

CANDI BOROBUDUR Candi yang mendunia karena beragam keunikan yang dimilikinya

PAGE08


WELCOMECONTENTS

002

WELCOME/ CONTENTS Jan 2050

MESSAGE FROM

THE EDITOR EDITOR: Rayna Vany Kusuma

Cinta adalah hal yang kita butuhkan. Dan dengan begitu, kami menyapa anda sekalian dengan penuh cinta.

04 Candi Prambanan 06 Nakulo Sadewo: Membatik

08 Candi Borobudur

10

Cuplikan Sendratari Ramayana

12

Mertjon-dise ala Djogja: Dagadu

14

16

12

Mertjon-dise ala Djogja: Dagadu

Jalan-Jalan ke Pabrik Gula Di Balik Keraton Yogyakarta

Dilatar belakangi oleh projek semester, majalah ini akhirnya terciptakan. Dengan mengunjungi sumber informasi dari tema majalah ini -tidak lain adalah Jogja- kami memperoleh informasi sekaligus mempelajari hal baru dalam waktu yang bersamaan. Dalam e-magazine ini, kami akan menuangkan berbagai macam topik ke dalam tulisan yang murni hasil dari kerja keras kami. 6 topik yang kami akan tampilkan merupakan ciri khas Jogja yang mulai terlupakan

karena pengaruh modernisasi namun, karena itulah kami mengungkitnya di kesempatan ini. Dalam edisi ini, kami akan membahas tentang berbagai ciri khas Jogja -seperti yang sebelumnya dikatakan- seperti: Candi Prambanan, Candi Borobudur, Keraton Yogyakarta, Batik: Batik Nakulo Sadewo, Pabrik Gula Gondang dan Dagadu. Tahap pembuatan majalah ini tidaklah mudah, karena itu kami berusaha agar para pembaca sekalian tertarik dan menikmati majalah kami ini.

Kami sadar bahwa majalah ini bukan tandingan dari majalahmajalah lain di luar sana. Namun, kami tetap berharap agar para pembaca sekalian dapat mengapresiasi kerja keras kami. Perjalanan kami ke Jogja harus meyuguhkan hasil. Inilah hasilnya. Hasil ala kami. Tanpa embel-embel ‘kami yang terbaik’, namun lebih menuju ke arah, ‘kami melakukan yang terbaik.’ Nah, untuk edisi khusus Jogja ini, kami menampilkan sejumlah foto yang 100 persen dipotret oleh tangan-tangan

magazine team Candi Prambanan

Photographer & Reporter: Oubrey Aulia Malika Reporter: Maysa Ameera Andarini

16

Di balik Keraton Yogyakarta

photographer, reporter & pengatur tata letak: Rayna Vany Kusuma

writters Maysa Ameera Andarini Oubrey Aulia Malika Rayna Vany Kusuma

Salam, Redaksi

graphicriver

magazine contact 4

amatur kami yang belum terlatih untuk maju ke bidang yang lebih professional. Seluruh isi, foto, teks, artikel, dan seluruhnya, merupakan hasil kerja keras kami. Namun ingat, template majalah ini bukanlah milik kami. CRS Design dari graphicriver lah yang dengan baik hatinya mengijinkan kami mempergunakanya dengan sepenuh hati. Selamat memulai perjalanan di dunia tulisan: Jogja!

template

Diciptakan oleh: CRS Design Sumber: graphicriver

distribusi Yo Man magazine adalah hasil dan merupakan karya kami. Mungkin majalah ini tidak akan terbit lebih dari satu edisi. Dan, inilah edisi satu-satunya.


FEATURELAYOUT1

FEATURELAYOUT1

004 004

005

Candi

PRambanan 1001 Candi dalam satu malam

KETIGA DEWA YANG BERKUMPUL

RORO JONGGRANG Patung yang terletak di dalam Candi Siwa. Roro Jonggrang ini diduga menjadi jelmaan Dewi Dhurga

Candi Prambanan adalah salah satu simbol kota Jogja. Seperti kota Jogja itu sendiri, Candi Prambanan sangatlah indah, namun di balik keindahan itu, terdapat legenda-legenda yang mengandung unsur mistik. Dapat kita ketahui kisah Roro Jongrang adalah salah satunya. Kisah ini cukup tenar di berbagai kalangan masyarakat, karena cerita ini memang bermula dari masyarakat itu sendiri. Para masyarakat yang tidak percaya akan adanya tempat yang memiliki 240 candi, memilih untuk menganggap sang pembuat candi ini dibantu oleh kalangan jin. Namun dalam sisi pandang orang yang mengamati Candi ini sendiri berkata bahwa 240 candi ini berhasil dibangun karena beberapa faktor logis. Karena, ke-sembilan candi utama pada Candi Prambanan: Candi Shiva, Candi Wisnu, Candi Brahma, Garuda, Candi Nandi, Candi Angsa, Candi Apit, Candi Kelir dan Candi Sudut adalah ‘Komplek Percandian’ yang digunakan beramai-ramai. Sedangkan sisanya adalah candi khusus beribadah untuk satu keluarga. Dan yang menjadi kisah sebenarnya sudah tertulis di prasasti Siwargha. Candi ini dibuat pada Dinasti Sanjaya pada abad ke-9. Yang melatar belakangi pembangunan candi ini adalah, karena untuk

meneguhkan kedudukan Rakai Balitung dan Rakai Pikatan sebagai raja yang besar. Makna Nama Candi Dewata Candi Siwa berasal dari Siwa, Dewa Pelebur di dalam agama Hindu Candi Wisnu berasal dari nama Wisnu, Dewa yang menempati segalanya di dalam agama Hindu. Candi Brahma berasal dari nama Brahma yaitu Dewa Pencipta di dalam agama Hindu Makna Nama Candi Wahana Candi Nandi berisi sebuah patung lembu yang diduga merupakan kendaraan Dewa Siwa karena berletak tepat di depanya, Candi Angsa tidak memiliki patung apapun, hanya sebuah candi yang kosong, karena diduga ini adalah ruangan di mana Dewa Brahma menyimpan angsa-angsanya untuk dikendarai. Candi Garuda memiliki dinding, ukiran dan hiasan yang sama dengan Candi Angsa. Namun, di dalamnya terdapat area kecil yang berwujud sebagai seekor burung garuda yang berada di atas naga. Mungkin ini adalah simbol bahwa garuda berada di aats naga yang diduga sebagai hewan terkuat. Garuda adalah kendaraan milik Dewa Wisnu.

“Gempa yang melanda tempat ini pada tahun 1006 menyebabkan komplek candi ini runtuh”


FEATURELAYOUT2

FEATURELAYOUT2

006

007

nAKULO sADEWO:

mEMBATIK

BATIK BOROBUDUR

SETANGKAI CANTING YANG BERJUANG

Salah satu upaya untuk melestarikan batik ala borobudur: mewajibkan seluruh pengunjung untuk memakai batik

SEE PAGE024

REPORTER: Rayna Vany Kusuma Menciptakan sebuah kain berhiaskan batik tidaklah mudah. Kita membutuhkan kelembutan dan ketenangan untuk menuangkan pola-pola rumit yang terus berulang pada sebeset kain warna putih polos. Di antara ribuan sosok yang memilih untuk mengikuti tren agar usaha mereka semakin diminati, Batik Nakulo Sadewo memilih untuk membangun cita rasa baru pada kebudayaan membatik. Batik Nakulo Sadewo telah berdiri sejak tahun 1994. Perjuangan mereka hingga saat ini terus diliputi pasang surut. Walaupun cukup diminati, beberapa orang lebih memilih untuk mengapresiasi hal lain daripada kebudayaan yang diturunkan oleh leluhur. Dengan tempat seadanya, mereka memulai bisnis batik mereka tanpa kenal lelah, mencoba untuk mengindahkan nama batik pada setiap pandangan orang. Dengan jumlah pegawai kurang lebih 30 orang, batik ini selalu mengutamakan kepuasan pelanggan. Mereka menyediakan jasa untuk menciptakan batik tradisional serta batik yang telah dimodernisasi. Mereka selalu berusaha untuk tetap konsisten menggunakan

pewarna natural yang berasal dari daerah sekitar tempat produksi batik ini Membuat corak-corak yang sudah lumayan tertinggal merupakan salah satu kunci kesuksesan mereka. Corak-corak lama termasuk langka dan susah untuk ditemukan, sehingga banyak orang yang menjadi peminat batik karya perusahaan ini. Perusahaan ini memilih untuk beroperasi secara manual. Dari titik nol hingga akhir produksi, perusahaan ini mengunggulkan para pegawainya untuk berkerja tanpa memanfaatkan barang-barang elektronik untuk menanamkan rasa sabar dalam membatik. Selain itu, dengan membuatnya secara manual, para pegawainya akan jauh lebih bengga karena kerja keras mereka menghasilkan suatu karya yang apik. Proses distribusi yang cukup simpel membuat para pegawai tidak terkecoh oleh proses distribusi itu sendiri dan lebih memfokuskan diri pada tujuan utama mereka, membatik.

“Kami berusaha semaksimal mungkin untuk mrnggunakan pewarna alami yang terdapat di sekitar kita� Wardiono: Karyawan


FEATURELAYOUT3

008

Perjalanan menuju dunia Arupadhatu

COVER STORY:

Borobudur

BOROBUDUR Wujud terluar dari Candi Borobudur yang merupakan warisan budaya milik dunia

REPORTER: Oubrey Aulia Malika

dINASTI SYAILENDRA MEMBAWA NAMA INDONESIA KE JENJANG DUNIA Candi karya para abdi dinasti Syailendra, Kerajaan Mataram Kuno ini membuat Indonesia diakui oleh UNICEF akan warisan budayanya. Kira-kira apa sajakah poin-poin dari Candi Borobudur ini?

STUPA-STUPA YANG MENAWAN Siapa sih yang gak tahu Candi Borobudur? Untuk yang belum tahu saya kasih tau nih.. sejarah berdirinya, fakta-fakta, sampai keajaiban yang dimiliki oleh Candi Borobudur. Sejarah singkat Candi Borobudur terletak di Desa Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Dibangun pada abad ke-8 dan merupakan candi Buddha. Borobudur diapit oleh dua sungai yaitu sungai Elo dan Sungai Prongo serta dikelilingi oleh Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro yang berada di sebelah barat laut, Gunung Merbabu dan Gunung Merapi yang ada di sebelah timur, Gunung Tidar yang ada di sebelah utara dan Pegunungan Menoreh yangberada di sebekah selatan. Nama “Borobudur” sendiri mempunyai banyak arti, Satu-satunya naskah Jawa kuno yang memberi petunjuk mengenai adanya bangunan suci Buddha yang mungkin mendekati arti dari kata “Borobudur” adalah Nagarakretagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365.

Memikat hati wisatawan Banyak sekali wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur. Pemandangannya tidak kalah menarik dibandingkan dengan pemandangan pantai di Bali. Tidak hanya Karena bentuk bangunannya saja yang menarik, ternyata candi ini mempunyai keajaiban dan fakta-fakta yang menabjukan.

Konsep bangunan Konsep bangunan Candi Borobudur sangat unik. Siapa yang menyangka dengan keterbatasan ilmu dan teknologi, orang-orang pada zaman dahulu bisa membangun candi dilindungi sampai sekarang. Dalam konsep rancang pembangunannya, Candi Borobudur memiliki tiga tingkatan ranah spiritual dalam kosmologi Buddha, yaitu Kamadhatu, Ruphadatu, dan Arupadathu. Candi Borobudur dirancang dengan menggunakan satuan ukur tala, yaitu jarak jengkal antara ujung ibu jari dengan ujung jari kelingkingketika telapak tangan dikembangkan sepenuhnya.

Keajaiban dan fakta Pada dinding Candi Borobudur terdapat relief yang menceritakan kehidupan Sidharta Gautama (Sang Budha). Patung-patung yang mengelilingi candi bisa menasehati manusia, semuanya mempunyai makna. Lalu, pada diri Candi Borobudur ini sendiri, total dari semua stupa per lantainya, dapat dibagi dengan angka delapan. Tidak ada yang tahu mengapa mungkin ini adalah akal-akalan orang pintar jaman dahulu agar orang jaman sekarang mudah menghitung jumlah dari stupa-stupa di candi ini. Yang ketiga, candi ini merupakan satu-satunya bangunan di dunia yang tidak dapat dimasuki, Karena keunikan-keunikan inilah Candi Borobudur dijadikan salah satu dari warisan budaya dunia yang dilestarikan oleh UNICEF Dan satu poin penting lagi, sebelumnya, di dalam stupa paling atas terdapat sebuah patung yang wajahnya sedikit dileburkan dan tidak memiliki jari tangan. Menurut para ahli arkeologi, patung ini adalah sosok dari Tuhan. Tuhan tidak terbayangkan wajah dan rupanya, karena itulah pembuat patung ini meleburkan wajah dan jari tangan dari patung ini.

“Relief-Relief di kaki candi mengajarkan ras manusia tingkah laku yang benar”


Sendratari Ramayana

Sendratari Ramayana

010

011

Sendratari

Ramayana INTRODUKSI

Negeri Mantili dipimpin oleh seorang raja yang bernama Prabu Janaka. Beliau memiliki seorang putri yang amat cantik bernama Dewi Shinta. Karena usia Dewi Shinta yang terbilang cukup matang, diadakanlah sayembara untuk menentukan calon suami Dewi Shinta. Dan pemenangnya adalah Putra Mahkota kerajaan Ayodya yang bernama Rama Wijaya. Namun, Raja dari kerajaan Alengkadiraja, Prabu Rahwana sangat menginginkan Dewi Shinta karena baginya, Dewi Shinta adalah titisan dari Dewi Widowati.

HUTAN DANDAKA Rama Wijaya bersama Istrinya, Dewi Shinta dan adiknya, Leksamana, sedang dalam perjalanan di Hutan Dandaka. Di sana, Rahwana yang tengah mencari wanita yang telah memperdaya Sarpakenaka mengurungkan niatnya. Melihat Dewi Shinta yang berada tepat di hadapanya membuat niat ingin memiliki kembali timbul. Rahwana pun mengubah seorang pengikutnya, Marica untuk menjadi kijang agar Dewi Shinta tertarik. Saat Dewi Shinta melihat Kijang itu, ia takjub dan meminta Rama untuk menangkapnya. Rama pun berusaha menangkap kijang tersebut dan meninggalkan Dewi Shinta bersama Leksmana. Karena Dewi Shinta khawatir akan keselamatan Rama, Dewi Shinta meminta Leksmana untuk mengejar Rama. Sebelum pergi, agar Dewi Shinta tetap aman, Leksmana membuat lingkaran magis di sekeliling Dewi Shinta. Melihat Dewi Shinta telah ditinggal seorang diri,

PASEWAKAN ALENGKA Di saat Rahwana tengah mengadakan pasewakan Agung, datangalah Sarpakenaka, adik dari Rahwana. Sarpakenaka menangis meminta pertolongan karena telah diperdaya oleh satria di hutan Dandaka yang ditemani oleh seorang wanita cantik. Rahwanapun marah dan memanggil Kalamarica untuk ikut bersamanya dengan tujuan membunuh wanita tersebut.

Rahwanapun mencoba menculik Dewi Shinta, namun gagal. Akhirnya, Rahwana merubah dirinya menjadi Brahmana tua dan itu membuat Dewi Shinta merasa iba dan keluar dari lingkaran magis sehingga Rahwana menculiknya.

yang datang untuk menantang Subali. Karena itu, peperangan pun pecah diantara adik kakak tersebut. Namun, berkat bantuan Rama, Sugriwa dapat memenangkan perang tersebut. Setelah merebut Dewi Tara kembali, Sugriwa sadar bahwa ia memiliki hutang kepada Rama dan menawarkan bantuan kepada Rama untuk mencari Dewi Shinta, untuk itu Hanuman diutus untuk menyelidiki Negeri Alengka

Rama mengejar Kijang

DEWI SHINTA MENGHILANG Perjalanan Rahwana membawa Dewi Shinta ke Alengka terhambat karena Jatayu yang mencoba untuk menyelamatkan Shinta dari Rahwana. Jatayu mengenali Dewi Shinta dan berinisiatif untuk menyelamatkanya karena Dewi Shinta adalah putri dari sahabatnya, Prabu Janaka. Namun, dengan mudahnya, Rahwana mengalahkan Jatayu dan meneruskan perjalanan mereka ke Alengka. Rama yang baru datang di tempat lokasi melihat Jatayu yang tengah sekarat dan menduga bahwa Jatayulah yang telah menculik Dewi Shinta, namun, sebelum Rama mencoba untuk membunuh Jatayu, Leksmana mencegahnya. Jatayupun menceritakan keadaan yang sebenarnya, lalu mati. Seusai Leksmana dan Rama mengan-

tar kepergian Jatayu, seekor kera putih bernama Hanuman meminta tolong kepada mereka agar membantu Sugrawi, paman

Hanuman yang tengah kesusahan karena kakaknya, Subali merebut istrinya.

GOA KISKENDA Subali, Dewi TAra dan putranya, Anggada yang tengah bercengkrama dikejutkan oleh Sugriwa

Setelah mendapat kabar dari Hanuman, Rama dan prajuritnya membangun jembatan menuju Kerajaan Alengka. Dengan menggunakan jembatan itu, Hanuman kembali kepada Rama untuk melaporkan situasi di Kerajaan Alengka dan kekuatan yang dimiliki prajurit Kerajaan Alengka. Dengan begitu, Ramapun mengutus Hanuman, Hanggada, Hanila dan Jembawan untuk memimpin prajuritnya untuk menyerang Kerajaan Alengka.

PERANG YANG DINANTIKAN

TAMAN AGROSOKO Dalam pengejaran Rama dalam menangkap kijang yang diinginkan oleh istrinya, sang kijang akhirnya berhasil dipanah oleh Rama. Rama yang semula bangga karena dapat menangkap apa yang istrinya inginkan, terkejut karena secaraecara tiba-tiba kijang itu berubah menjadi Raksasa Kalamarica sehingga terjadilah pertempuran di antara mereka berdua. Marica akhirnya terpanah dan kalah, lalu datanglah Leksmana. Leksmana meminta agar Rama cepat kembali karena Dewi Shinta mengkhawatirkan keadaan Rama. Merekapun bergegas untuk pergi ke tempat di mana Dewi Shinta semula ditinggalkan,

JEMBATAN RAMA

Di dalam kerajaan Alengka, Rahwana terus membujuk Dewi Shinta agar mau menjadi istrinya, namun bujuk rayu Rahwana selalu ditolak, sehingga Rahwana habis kesabaran dan mencoba untuk membunuh Dewi Shinta, namun dicegah oleh Trijata, keponakan dari Rahwana. Trijata meminta agar rahwana terus bersabar hingga Dewi Shinta menyetujui permintaanya. Karena tekanan terus menerus dari Rahwana yang terus memaksanya untuk menikahinya, Shinta pun menjadi sedikit depresi, hingga sebuah suara mengalun lembut mengitari kamar miliknya. Pemilik suara tersebut ialah Hanuman. Hanuman menghibur Shinta dan menjelaskan strateginya dan keberadaanya di sini yang diutus oleh Rama. Setelah memberitahukanya kepada Shinta, Hanuman pun langsung menjalankan tugasnya. Ia memporak-porandakan keindahan yang semula berada pada Taman Agrosoka. Karena itu, Indrajit, putra dari Rahwana marah dan menangkapnya. Indrajit memerintahkan para penjaga untuk membakar Hanuman hidup-hidup namun, dengan bantuan dewi api, Hanuman justru membakar habis kerajaan Alengka.

Raksasa-raksasa dari Kerajaan Alengka yang berjaga di linkaran luar Kerajaan Alengka di serang tiba-tiba oleh prajurit kera. Karena kera-kera itu dapat menaklukan mereka, jalan Rama menuju Rahwanapun semakin mudah. Dengan kesaktianya dalam memanah, Laksmana membunuh Indrajit. Lalu di sinipun Kumbakarna yang semula dibuang oleh Kerajaan Alengka karena mencba untuk menghentikan penghukuman Hanuman, meninggal sebagai pahlawan patriotik. Karena kematian komanderkomander penting, Rahwana menunjukan dirinya, bersiap untuk melawan Rama dengan keadaan satu lawan satu. Seperti adiknya, panah yang diluncurkan Rama tepat sasaran menembus ulu ati Rahwana. Tanpa bisa dihindari, Rahwana pun terjatuh di lantai dan tak dapat melakukan apa-apa lagi. Namun, untuk berjaga-jaga agar Rahwana tidak bangkit kembali, Hanuman, dengan kekuatan saktinya mengangkat gunung Sumawana dan menimpakanya di atas tubuh tak beradaya Rahwana. Sehingga, Rahwanapun mati.

PERTEMUAN ANTARA RAMA DAN SHINTA Setelah menaklukan Rahwana, Shinta, ditemani oleh Hanuman bertemu dengan Rama. Shinta tidak mampu untuk menyembunyikan rasa bahagianya, namun,

Tonight’s spotlight

ADIK DARI SANG RAMA,

LEKSMANA Dengan penuh ketulusan, Leksmana mendampingi kakaknya untuk merebut Dewi Shinta kembali. Kegagahanya juga merupakan faktor positif darinya. Selain lihai menggunakan panah, ia juga pandai dalam menggunakan belati. Jiwa keadilanya yang tinggi juga terlihat dengan jelas, saat ia akan meninggalkan Dewi Shinta untuk mencari Rama, ia membuat lingkaran magis di sekitar Dewi Shinta agar Dewi Shinta tidak terluka atau hal-hal buruk tidak akan menimpa Dewi Shinta. Sosoknya yang seperti ini pantas dikagumi. Jadi, walaupun ia bukan peran utama, keberadaan Leksmana tidak terlupakan. Rama tidak percaya bahwa Shinta masih suci. Bagaimanapun, jangka waktu Shinta tinggal di Kerajaan Alengka terhitung panjang. Dan, pada waktu panjang itu, ada kemungkinan

bahwa Shinta telah dinodai oleh Rahwana. Shinta yang ditolak secara terang-terangan oleh Rama merasa sakit hati, namun bagaimanapun hanya Rama yang dicintainya. Shintapun bersump-

ah akan membakar dirinya untuk membuktikan kesucianya. Rama yang semula memasang tampang enggan mulai tergerak hatinya. Ia merasa bahwa itu terlalu berebihan, namun Rama mencoba untuk menahanya dalam hati. Ia ingin melihat kesungguhan Shinta dalam memperjuangkan cinta mereka berdua. Leksmana yang khawatir mencoba untuk mencegah Shinta, namun, Hanuman menenangkan Leksmana dan berjanji bahwa Shinta akan baik-baik saja. Dengan bimbingan Hanuman, Shinta mulai menyalakan api, tanpa rasa takut, Shinta membakar dirinya, namun karena bantuan dari dewa api, Shinta tak mati karenanya. Rama yang melihat kesungguhan Shintapun percaya dan akhirnya menerima Shinta kembali. Merekapun hitdup bahagia selamanya.

PESAN MORAL YANG TERKANDUNG Tidak ada kejahatan yang akan bertahan selama-lamanya. Kebaikanlah yang akan terus ada. Pesan ini disuguhkan secara apik pada sendratari ini. Rama adalah simbol dari kebaikan sedangkan Rahwana adalah simbol dari keburukan. Rama yang menang melawan Rahwana membuktikan bahwa kebaikan akan selalu menang dari kejahatan


SHOPPINGPRODUCT

SHOPPINGPRODUCT

012

013

Mertjon-dise ala JogjA: Dagadu

Produk-produk ala dagadu Kreativitas yang membara

REPORTER: Oubrey Aulia Malika

“NO CREATIVITY WITHOUT IT”

Ke yogya tapi gak ke dagadu!? Aduuhh.. anda salah besar! Untuk temen-temen yang bingng mau ngasih oleh-oleh, datenglahh ke dagadu. Dagadu tau apa yang anda inginkan. Mulai dari kaos, tas, gantungan kunci, hingga notebook tersedia disana. Tetapi anda juga harus berhati-hati karena mulai beredarnya dagadu palsu atau yang biasa di sebut aspal. Dagadu dibuat tahun 1994 oleh mahasiswa arsitektu UGM yang menurut mereka, oleh-oleh Jogja itu kurang ‘khas.’ Karena itu, terciptalah Dagadu, di mana mereka meng-kopi logo atau icon produk lain namun di plesetkan sloganya menjadi slogan khas Jogja. Dagadu asli hanya memiliki empat cabang, yaitu Unit

Gawat Dagadu (UGD), Pos Pelayanan Dagadu I (Posyandu I), Pos Pelayanan Dagadu II (Posyandu II), dan DPRD. Untuk temen-temen yang gak sempet ke Dagadu bisa pesan lewat situs jual-beli online dagadu, yaitu Pesanan lewat kawat atau biasa disebut Pesawat. Dalam acara ekskursi ini, murid-murid madania diberikan kesempatan untuk mengunjungi salah satu cabang dagadu asli yaitu, Posyandu II yang terletak di dekat Keraton Nyogyakarta! Konsep dagadu adalah “smile yogya” dengan desaindesain yang unik dagadu sukses. Tidak hanya desainnya saja yang unik tetapi bahan-bahannya juga berkualitas tinggi, bagi teman-teman yang berbelanja di dagadu.. dijamin puas!

DAGADIS: JOG FOR LAUGH Apakah anda sekalian mengenali logo ini? Ya, betul sekali, ini adalah logo ‘Just For Laughs’, sebuah acara komedi televisi. Namun, karena telah ditransformasi, kita dapat melihat bahwa tulisanya berganti menjadi, ‘Jog for laughs.’ Jog di sini berarti Jogja dan karakternya tengah mengenakan blankon. MORE INFORMATION: dagadu.co.id

DAGADU REGULER: TRUST FOR SMILE

DVD: DAGELAN NO WOMAN, VERSI DJOGJA NO CRY, NO JOGJA, I CRY Logo yang sebelumnya berta-

Logo ini adalah logo ‘Transformer’ yang telah diubah sloganya menjadi ‘trust for smile’. Maksud dari slogan ini adalah untuk mempercayai Jogja bahwa Jogja dapat membuat kita tersenyum

jukan Digital Video Disc kini berganti menjadi Dagelan Versi Djogja. Dagelan berarti lawakan atau kekonyolan, sehingga kaos ini mengungkapkan: “Lawakan versi Djogja.

MORE INFORMATION: www.itemwebaddress.com

MORE INFORMATION: www.itemwebaddress.com

OUR HERO: SUDIRMAN

100% ISTIMEWA MARI NO BOLOS Logo yang sebelumnya bertu-

Logo dari Superman yang di rubah oleh Dagadu menjadi Sudirman menjelaskan bahwa Sudirman adalah pahlawan yang juga tak kalah kuat dan besar jasanya dibandingkan Superman itu sendiri,

liskan 100% Indonesia diganti menjadi 100% Istemewa karena Jogja juga tidak kalah istemewa dibandingakan hal-hal lain di luar sana.

MORE INFORMATION: www.itemwebaddress.com

MORE INFORMATION: www.itemwebaddress.com

Kalimat yang menjadi Reff lagu, ‘No Woman No Cry.’ milik Bob Marley ditambahkan dengan kalimat baru ‘No Jogja I Cry.’ ini menjadi simbol bahwa Jogja adalah simbol penting sehingga, tanpa Jogja, sesuatu menjadi tidak klop MORE INFORMATION:

PESAWAT Website asli dagadu. Produk-produk dagadu di ual secara online di sini. Agar mempermudah para konsumer dalam mendapatkan kaos yang hanya ada di Jogja ini www.dagadu.co.id

SANDALISME Kaos yang sebelumnya bertuliskan vandalisme ini berganti menjadi Sandalisme. Tujuan dari kaos ini adalah untuk memajukan nama sendal di hati orang-orang. Tanpa sendal memang tidak afdol, bukan? MORE INFORMATION: www.itemwebaddress.com

Karakter Mario Bross berubah nama menjadi Mari no Bolos. KAos ini termasuk ke dalam Dagadu Bocah. Slogan ini memberi pesan ke pada anak-anak agar tidak membolos sekolah. MORE INFORMATION: www.itemwebaddress.com


EDITORIALFEATURE

EDITORIALFEATURE

014

015

Jalan-Jalan ke:

Pabrik gula REPORTER: Maysa Ameera Andarini

pABRIK GULA NO. 1 Pabrik ini masih beroperasi hingga sekarang. Walaupun masa jayanya sudah lewat karena banyak sekali pabrik gula baru di zaman ini, pabrik gula ini tergolong cukup unik karena memiliki museum sendiri!

Siapa sih yang tidak suka manis? Kebanyakan orang pasti menyukai makanan rasa manis! Perjalanan pertama kami dimulai dari Pabrik Gula Gondang Baru.. Perjalanan yang hanya memakan waktu 1 jam dari bandar udara Adi Sucipto ini terasa sangat menyenangkan.

Pabrik Gula nomor 1 di Jawa.. Asalkan kalian tau, Pulau Jawa memilik sekitar 160 pabrik gula lho! Namun, Pabrik Gula Gondang ini termasuk Pabrik Gula nomor 1 di Jawa. Sejak tahun 1860, Pabrik Gula ini masih terus berjalan hingga sekarang. Tetapi memang dalaberproduksi sekitar 3-4 bulan mengingat musim tanam tebu yang cukup singkat. Sayangnya produksi gula sekarang tidak sebanyak dulu, karena banyak pabrik lain yang bermunculan.

Sejarah singkat Pada zaman dahulu, seluruh produksi gula di monopoli oleh Belanda. Namun sebagai gantinya Belanda mengajarkan teknologi pembuatan gula dan menyediakan mesin pembuat gula kepada Pabrik Gula Gondang. 90% mesin disini buat oleh Belanda, sehingga jika ada mesin yang rusak akan dibuat kembali sendiri. Pendiri dari Pabrik Gula ini adalah Bapak Majer Warga Negara Amsterdam. Pabrik yang luasnya sekitar 14,0927 hektare ini berlokasikan 5 km dari sebelah barat kota Klaten. Gula SHS 1 (super high sugar) , limbah ampas, dan hawa panas yang dapat dijadikan Bahan bakar Turbin adalah hasil produksi dari Pabrik Gula yang amat luas ini.

Proses pembuatan Siapa bilang, membuat gula pasir itu susah? Sebenarnya, membuat gula itu mudah walaupun membutuhkan waktu dan tahap-tahap yang cukup memakan waktu. Bahan bahan untuk membuat gula yaitu adalah tebu , batu gamping, kulkas untuk mendinginkan dan lainnya. Pertama, potongan tebu di kumpulkan di stasiun persiapan. Lalu, ditimbang di stasiun penimbangan dan digiling di stasiun penggiling. Air dari tebu yang masih berwarna coklat akan dibersihkan di dalam stasiun pemurnian dengan menggunakn batu gamping. Ingat ya, memasak olahan nya dengan suhu 70 derajat celcius. Setelah itu, bersihkan karamel dari tetes di stasiun pendingin. Tahap terakhir, bersihkan Kristal gula dengan uap di stasiun puteran dan di kemas.. Jadilah gula pasir yang lembut.

lokal

Keunggulan Gula

Ternyata banyak keunggulan dari gula-gula lokal yang dibuat di Pabrik Gula Gondang ini. Gula lokal ini lebih hemat dibandingkan gula rafinasi.

Gula lokal berwarna ke kuningkuningan sementara gula rafinasi berwarna putih karena menggunakan bahan kimia sulfur. Dan juga, gula lokal terasa lebih legit dibandingkan gula refinasi karena gula lokal dibuat dari titik 0 lalu di publikasikan kepada pasar. Sedangkan gula rafinasi adalah gula yang diolah kembali. Kemungkinan munculnya penyakit obesitas dan kencing manis dari gula lokal lebih sedikit dibandingkan gula rafinasi. Jadi sebenarnya, mengkonsumsi gula lokal jauh lebih baik daripada gula rafinasi. Karena itu, pabrik ini memfokuskan produksi gula mereka pada gula lokal. Mereka menginginkan agar para penikmat gula dapat menkonsumsi gula produksi mereka secara aman tanpa merasa tertekan. Selain itu, pabrik ini selalu memproduksi 85 karung setiap bulan. Satu karungnya memiliki berat bersih sebesar 50 kilogram jika mereka memiliki kelebihan produksi, mereka akan membagikanya kepada orang-orang sekitar dan juga para pegawai pabrik yang telah berkerja keras untuk menghasilkan gula yang bermutu.

“rASA GULA LOKAL JAUH LEBIH LEGIT. KARENA, GULA LOKAL ADALAH GULA YANG MASIH FRESH.�


EDITORIALFEATURE

EDITORIALFEATURE

016

017

Di balik

Keraton Yogyakakarta REPORTER: Maysa Ameera Andarini

PULUHAN ABDI DALEM YANG TENGAH MEMBATIK Nama Keraton Yogyakarta pasti sudah tidak asing lagi terdengar oleh kita, masyarakat Indonesia. Kalau kita pergi ke Jogja, rasanya belum afdol jika kita tidak pergi mengunjungi tempat kediaman Sultan berada! Jangan salah ya, tujuan kami mengunjungi Keraton Yogyakarta ini bukan hanya untuk sekedar rekreasi. Tapi, tujuan kami kesini, adalah untuk mengetahui adat dan budaya para Abdi dalem keraton. Tentang Keraton Jogja Keraton Yogyakarta berdiri karena pecahnya Kerajaan Mataram, saat perjanjian Gianti tahun 1755 Surakarta dan Jogja. Tahun 1756 Masehi, Keraton baru didirikan! Sekarang ini, Keraton Yogyakarta dipimpin oleh Sultan Hamengku Buwono ke 10. Keraton Yogyakarta, sudah pasti sangatlah luas! Luas area dari kediaman para Sultan ini, adalah 14 hektare dan dikelilingi oleh benteng-benteng besa sepanjang 4 km. Keliling Keraton Keraton, memiliki 7 bagian dan 6 pintu gerbang. Pintu 2 adalah pintu dimana kita masuk untuk mengunjungi Keraton. Bagaimana dengan pintu 1? Pintu 1 memang sengaja ditutup oleh Abdi dalem Keraton, dan hanya dibuka jika ada acara tertentu. Di depan sekali, terdapat 2 patung besar yang bersimbol sebagai penjaga pintu.

“abdi dalem keraton akan mengabdi selama-lamanya. dari hidup hingga akhir hayatnya pada keraton yogyakarta�

LAMBANG KERATON NGAYOGYAKARTA Lambang ini dibuat pada zaman pemerintahan sultan hamangkuboeno IX. Lambang ini mencerminkan ke agungngan, kemakmuran serta rasa semangat yang tinggi. Kurang lebih seperti itulah diri keraton ini sendiri.

Keraton memiliki banyak sekali gedung dan taman- taman. Tetapi, yang paling utama adalah Gedung Kuning. Gedung Kuning inilah, tempat kediaman sehari-hari Sultan dan keluarga. Keraton juga memiliki gedung yang amat menarik, yaitu Gedung Bulat. Dengan bentuk yang unik, gedung ini biasanya dipakai untuk memainkan alat musik . Jika kita lihat ke sebelah barat, terdapat Gedung bernama Sri Manganti atau bisa disebut sebagai tempat menanti raja. Sekarang, gedung ini dipakai untuk tempat kesenian.

Barang Peninggalan Banyak barang barang peninggalan jaman dahulu yang masih disimpan di dalam Keraton. Salah satunya, adalah Gamelan dan Tandu yang amat besar. Semasa Sultan Hamengku Buwono pertama, Tandu ini di pakai sebagai kendaraan beliau saat lanjut usia. Konon, dulu memang belum ada kursi roda seperti sekarang. Selain tandu dan gamelan besar, banyak lagi barang-barang peninggalan jaman dahulu yang tersimpan disini. Banyak guci, teko, dan barang antik lainnya yang dapat kita lihat di Keraton Yogyakarta! Dari mainan Sultan Hamengku Buwono pertama pun, dapat kita lihat di dalam museumnya lho‌


E-Magazine 12th Gen_2