Page 1

senin 4 maret 2019

22 property

Oleh Imam Mudzakir

JAKARTA – Mayoritas pembeli menara Sapphire, Sentra Timur Residence (STR) adalah konsumen pembeli akhir (end user). Serah terima menara Sapphire dilakukan secara bertahap. “Sebanyak 90% konsumen menara Sapphire adalah end user, sisanya investor. Kebanyakan mereka berasal dari Jakarta Timur, Bekasi dan Jakarta Selatan. Sebab itu antusiasme mereka sangat tinggi untuk segera ditinggali atau disewakan,” jelas Direktur PT Bakrie Pangripta Loka Indra Gunawan, di Jakarta, Sabtu (2/3). Sapphire merupakan bagian dari

menara lima tahap dua di proyek STR yang terdiri atas 2.032 unit apartemen dan kios. STR merupakan hunian superblok di kawasan Jakarta timur hasil besutan dari kerja sama operasi (KSO) Perum Perumnas bersama PT Bakrie Pangripta Loka unit usaha PT Bakrieland Development Tbk. Menara Sapphire terdiri atas 607 unit dengan ketinggian 28 lantai. Dari

penjualan Menara Sapphire, pengembang mengantongi pendapatan Rp 300 miliar. “Pada awal diluncurkan tahun 2016, harga menara Sapphire Rp 12 juta per meter, kini harganya mencapai Rp 17 juta per meter. Kini, menara Saphhire habis terjual pada akhir 2018 dengan revenue lebih dari Rp 300 miliar,” kata Indra Gunawan. Serah terima unit di Menara Sapphire dilakukan ber tahap dimulai Sabtu (2/3). Sebelumnya, STR telah menyerahterimakan enam menara tahap pertama berjumlah 2.357 unit apartemen ditambah rumah, ruko, dan rukan Sentra Timur Commercial Park 1 dan 2. Akses Transportasi STR mempercepat perkembangan

hunian yang berada di kawasan Sentra Timur Superblock untuk meningkatkan suplai hunian yang layak dengan harga terjangkau bagi masyarakat kota Jakarta. Proyek ini dikembangkan di atas lahan seluas 8 hektare dan dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan hunian vertikal kelas menengah yang didukung dengan fasilitas lengkap serta akses terintegrasi sebuah kawasan terpadu dan terbesar di Jakarta Timur. Fasilitas eksternal seperti Terminal Terpadu Sentra Timur Pulogebang, kereta api commuterline, BRT, LRT dan pintu tol langsung Sentra Timur Pulogebang membuat penghuni apartemen diuntungkan dengan konsep transit oriented development (TOD) yang tercipta oleh kawasan Sentra Timur Superblock ini. Kawasan ini

juga berada tepat di pusat pemerintahan Jakarta Timur dan bersebelahan langsung dengan Kawasan Industri Pulogadung (KIP), Kawasan Berikat Nusantara (KBN) serta dekat dengan AEON Cakung yang tentunya dapat meningkatkan nilai investasi dan bisnis. Menurut Head of Research & Consultancy PT Savills Consultants Indonesia Anton  Sitorus, hunian dengan konsep TOD masih memiliki peluang yang cukup besar. Hal itu karena akses infrastruktur akan mempermudah akses masyarakat ke tempat tujuan, terutama di Jabodetabek. “Tentu dampak infrastrutkur dan juga TOD ini berdampak positif bagi sektor properti, terutama hunian,” kata Anton, kepada Investor Daily, di Jakarta, pekan lalu.

Ia menilai, bahwa pergerakan orang dengan adanya TOD ini, memberikan nilai lebih, karena jarak tempuh akan lebih cepat dan hunian yang memberikan konsep  TOD  ini masih menjadi incaran konsumen terutama buyer yang ingin memiliki hunian. T inggal, kata dia, bagaimana pengembang memberikan konsep yang baik untuk hunian dengan konsep TOD kepada konsumen. Dia menegaskan, hal itu karena selama ini belum ada pengembang yang cukup bagus untuk mengembangkan TOD dan harga juga akan mempengaruhi daya beli konsumen untuk memiliki hunian. “Sekali lagi kalau harganya yang tinggi juga membuat masyarakat berfikir untuk membeli dan konsep yang ditawarkaanya,” ujar Anton Sitorus.

Investor Daily/David Gita Roza

JAKARTA- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan meningkatkan dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah untuk masyarakat. Untuk dana Peningkatan Kualitas Rumah dari sebelumnya Rp 15 juta menjadi 17,5 juta dan Pembangunan Rumah Baru dari Rp 30 juta menjadi Rp 35 juta. “Untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dalam meningkatkan kualitas rumahnya, Kementerian PUPR akan meningkatkan dana BSPS atau bedah r umah. Untuk peningkatan kualitas rumah dari Rp 15 juta menjadi Rp 17,5 juta dan pembangunan rumah baru dari Rp 30 juta menjadi Rp 35 juta per unit rumah,” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul hamid, dalam publikasinya, di Jakarta, pekan lalu. Khalawi menjelaskan, target pembangunan perumahan yang telah ditetapkan untuk program pembangunan rumah swadaya adalah 206.500 unit. Untuk jumlah peningkatan kualitas rumah 198.500 unit dan pembangunan baru 8.000 unit. Total anggaran program ru-

mah swadaya dalam APBN dialokasikan sebesar Rp 4,28 Triliun. Pembangunan rumah secara swadaya merupakan salah satu program perumahan yang tengah didorong oleh pemerintah. Rumah swadaya berdasarkan Undang Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman dapat diartikan sebagai rumah yang dibangun atas prakarsa dan upaya masyarakat sendiri. Sedangkan, BSPS merupakan bantuan dari pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendorong dan meningkatkan keswadayaan dalam peningkatan kualitas rumah dan pembangunan baru rumah beser ta prasarana, sarana, dan utilitasnya. “Dalam program ini pemerintah memberikan bantuan bukan dalam bentuk uang, tapi bahan bangunan. Sedangkan pelaku utama pembangunan adalah masyarakat dengan membentuk kelompok dan membangun rumah secara gotong royong,” tandasnya. Khalawi menambahkan, jenis dan besaran bantuan untuk peningkatan kualitas rumah swadaya (PKRS) sebe-

sar Rp 17,5 juta terbagi menjadi dua yakni bahan bangunan Rp 15 juta dan upah kerja Rp 2,5 juta. Sedangkan untuk pembangunan baru rumah swadaya (PBRS) yang angka bantuannya Rp 35 juta terdiri atas bahan bangunan Rp 30 juta dan sisanya Rp 5 juta untuk upah kerja. “Jadi nantinya pemilik rumah juga bisa mendapatkan upah jika memang diperlukan. Dengan demikian mereka tidak terbebani untuk mengeluarkan biaya untuk upah kerja tukang,” terangnya. Beberapa kriteria penerima BSPS, berdasarkan data yang ada antara lain adalah Warga Negara Indonesia yang sudah berkeluarga, memiliki atau menguasai tanah dengan alas hak yang sah, belum memiliki rumah atau memiliki dan menempati satu-satunya rumah tidak layak huni. Lalu, belum pernah memperoleh BSPS atau bantuan pemerintah untuk program perumahan, penghasilan kurang atau sama dengan upah minimal provinsi dan bersedia berswadaya membentuk kelompok dengan penyataan tanggung renteng. (imm)

Kekosongan Pusat Perbelanjaan Suasana pusat perbelanjaan, Jakarta, Kamis (28/2/2019). Hasil survei Savills Indonesia memperlihatkan, mal kelas menengah atas menduduki posisi tertinggi tingkat kekosongan atau vacancy rate dengan seluas 610.700 meter persegi atau 19,7 persen dari total seluruh mal 3,1 juta meter persegi. Disusul kelas mewah sekitar 9 persen atau seluas 279.000 meter persegi, kelas menengah-bawah 7 persen atau seluas 217.000 meter persegi, dan kelas atas 6 persen atau seluas 186.000 meter persegi. Bila dijumlahkan, angka kekosongan untuk semua jenis mal secara keseluruhan seluas 1.292.700 meter persegi.

Profile for Sentra Timur Residence

MAYORITAS PEMBELI MENARA SAPPHIRE END USER  

INVESTOR DAILY 4 MARET 2019 HALAMAN: 22 PENULIS: IMAM MUDZAKIR

MAYORITAS PEMBELI MENARA SAPPHIRE END USER  

INVESTOR DAILY 4 MARET 2019 HALAMAN: 22 PENULIS: IMAM MUDZAKIR

Advertisement