__MAIN_TEXT__

Page 1

selasa 30 juli 2019

22 property ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww.

Hasil evaluasi triwulan II-2019 memperlihatkan bahwa dana FLPP yang disalurkan kepada masyarakat setara untuk sebanyak 46.174 unit atau 67% dari target yang sebesar 68.858 unit.

Oleh Imam Mudzakir

JAKARTA-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mengalihkan penyaluran subsidi berskema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari perbankan yang tidak memenuhi target kepada bank yang melebihi target lebih dari 50%. Hal ini terkait habisnya dana FLPP tahun 2019. Bank Kalsel Syariah, Bank Jatim Syariah, Bank Jatim, Bank Sumselbabel Syariah, Bank Aceh, Bank Jambi, Bank Nagari, Bank Sumselbabel, dan Bank Jambi Syariah. Menurut Eko karena dana FLPP terbatas dan sudah mulai habis pada Juli 2019, bank pelaksana yang tidak memenuhi target, dananya akan dipindahkan kepada bank yang cukup besar capaiannya. Saat ini dana yang belum terserap setara untuk sekitar 5.000 rumah. “Nantinya, dana tersebut diberikan kepada bank yang penyalurannya cukup besar. Salah satunya mungkin BTN mendapat porsi lebih besar karena penyaluran cukup tinggi,” kata Eko. Dia menjelaskan, untuk memenuhi target Program Sejuta Rumah (PSR) tahun ini yang sebesar 1,2 juta rumah, anggaran FLPP tidak mencukupi. Pemerintah berencana mendorong pembiayaan dengan skema Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). “Skema BP2BT ini nanti pemerintah memberikan bantuan uang muka KPR berkisar 20-30% dan nanti sisanya di tanggung oleh perbankan,” ujarnya.

“Dari hasil evaluasi kemarin bahwa tidak semua perbankan memenuhi target penyaluran dana KPR FLPP kepada masyarakat. Karena itu bila ada bank yang penyaluran kurang dari 25% maka dananya akan ditarik dan dipindahkan ke bank lain yang penyaluran sudah lebih besar,” ungkap Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Eko Heripoer wanto, di sela pembukaan Indonesia Properti Expo (Ipex) 2019, di JCC Jakarta, Sabtu (27/7). Seperti diberitakan bahwa ada 39 bank pelaksana penyalur dana FLPP tahun 2019 yang terdiri atas sembilan bank umum nasional dan 30 bank pembangunan daerah (BPD). Dimana sebanyak 18 bank pelaksana mampu menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) berskema FLPP lebih dari 50% dari kuota yang diberikan berdasarkan Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO). Menurut Eko, ada 18 bank yang aktif menyalurkan FLPP, yaitu BNI, BTN, BTN Syariah, BRI, Bank Mandiri, Bank Jabar Banten, Bank Sulselbar, Bank Kalbar, dan Bank Kalsel. Lalu,

BTN Dukung PSR Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Maryono mengatakan bahwa pihaknya siap menyalurkan anggaran FLPP kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) termasuk dana BP2BT yang saat ini untuk menutupi dana FLPP yang sudah hampir habis. “Tentu kami siap, berapapun yang diberikan pemerintah kepada kami, karena core business kami memang sektor perumahan,” kata dia, di Jakarta. Bila pemerintah menunjuk BTN untuk melaksanakan program BP2BT, kata Maryono, pihaknya mengaku sudah siap untuk melaksanakannya. “Konsep BP2BT juga kami siap, tetapi suku bunganya itu komersial dan berbeda dengan KPR skema FLPP dengan suku bunga flat sebesar 5%,” kata Maryono. Dalam paparan Kinerjanya, Maryono menambahkan bahwa dalam mendorong program PSR, sampai akhir Juni 2019, BTN menyalurkan kredit perumahan untuk 424.863 unit rumah atau senilai Rp 36,42 triliun. Penyaluran tersebut terdiri atas kredit perumahan di segmen subsidi dan non-subsidi. Pada segmen subsidi, BTN telah menyalurkan kredit perumahan sebanyak 328.192 unit rumah senilai Rp19,7 triliun. Kemudian, di segmen non-subsidi, kredit perumahan yang disalurkan mencapai 96.671 unit rumah atau setara Rp16,72 triliun. Adapun, total realisasi jumlah unit rumah tersebut setara 53,1% dari target yang ditetapkan Bank BTN untuk 2019 yakni sebanyak 800.000 unit rumah.

Rusun Pasar Rumput Seorang pekerja mengecat tembok taman di Rusun Pasar Rumput Jakarta, baru-baru ini. Pembangunan Rusun Pasar Rumput tersebut telah mencapai 98 persen dan siap diresmikan, sebagai salah satu cara mengatasi masalah perumahan di Ibu Kota.

JAKAR TA- PT Bakrie Pangripta Loka (BPL) meluncurkan menara terbaru di Sentra Timur Residence, Jakarta, yakni Jade Tower senilai Rp108 miliar. Hunian vertikal itu berlokasi di pusat kawasan bisnis (central business district/CBD) Jakarta Timur. BPL memperkenalkan hunian vertikal itu dalam ajang pameran properti Indonesia Properti Expo (Ipex), di JCC Senayan, Jakarta. Menurut General Manager (GM) Sales & Marketing PT Bakrie Pangripta Loka Ibah Djauhari, Jade Tower hadir manakala melihat permintaan hunian yang terus mendesak di wilayah Jakarta, khususnya untuk hunian dengan harga terjangkau di Jakarta Timur. Jade Tower melengkapi Sentra Timur Residence yang sejak 2008 sudah menyerahterimakan enam menara (tower) apar temen berkapasitas total hampir 3.000 unit. Selain itu, telah diserahterimakan juga 60 unit ruko tiga lantai di ka-

wasan niaga Sentra Timur Commercial Park dan hunian tapak cluster Mutiara Platinum dan Grand Mutiara Platinum. “Untuk Jade Tower kami pasarkan dengan harga yang masih terjangkau untuk hunian di kota Jakarta yaitu mulai dari Rp 16,8 juta per meter persegi” ungkap Ibah, di sela Ipex 2019, barubaru ini. Dia menambahkan, investasi untuk pembangunan menara ke-8 di Sentra Timur Residence itu, BPL menggelontorkan investasi Rp 108 miliar. Untuk target pendapatan, BPL mematok penjualan Rp 180 miliar, sedangkan target rampung pembangunan Jade Tower pada akhir 2020. Jade Tower merupakan menara ke-2 dari lima menara tahap kedua apartemen Sentra Timur Residence. Sebelumnya Sentra Timur Residence menserahterimakan secara tepat waktu 607 unit apartemen dengan sembilan unit kios Sapphire Tower

dari tahap kedua. Luas bangunan Jade Tower 12.962 meter persegi (m2) yang terdiri atas 24 lantai dengan 342 unit apartemen dan 21 unit kios. Tersedia enam tipe pilihan, yaitu tipe 18, 25, 25a, 30 (studio), tipe 34 dan 36 (2 kamar tidur). Ibah menjelaskan, kelebihan dari tower terbaru ini adalah memiliki konsep eksklusif dan elegan. Lalu, pencahayaan yang baik di setiap unit dan koridornya, dana lantai granit 60x60 dengan top table kitchen berbahan marmer mewah. Selain itu, memiliki konsep layout ruangan dirancang secara cermat dan fungsional sehingga hunian apartemen terasa lebih luas dan memudahkan pengaturan interior agar nyaman ketika ditempati. “Jade Tower menghadirkan kesempurnaan kehidupan urban yang prestige untuk mendukung gaya hidup moderen yang serba mudah di Central Business District (CBD) Jakarta Timur,” kata dia. (imm)

PT LIPPO LIFE ASSURANCE Gedung Berita Satu Lantai 2 Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav. 35-36 Jakarta Selatan

LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN UNTUK PERIODE 6 BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2019 DAN 2018 (dalam jutaan Rupiah)

LAPORAN POSISI KEUANGAN PER 30 JUNI 2019 DAN 31 DESEMBER 2018 (dalam jutaan Rupiah) ASET I. 1 2 3 4 5 6 7

INVESTASI Deposito Berjangka Sertifikat Deposito Saham Obligasi Korporasi MTN Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Negara RI Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Negara Selain Negara RI 8 Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Bank Indonesia 9 Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Lembaga Multinasional 10 Reksa Dana 11 Efek Beragun Aset 12 Dana Investasi Real Estat 13 REPO 14 Penyertaan Langsung 15 Tanah, Bangunan dengan Hak Strata, atau Tanah dengan Bangunan, untuk Investasi 16 Pembiayaan Melalui Kerjasama dengan Pihak Lain (Executing) 17 Emas Murni 18 Pinjaman yang Dijamin dengan Hak Tanggungan 19 Pinjaman Polis 20 Investasi Lain 21 Jumlah Investasi (1 s/d 20) II. 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35

BUKAN INVESTASI Kas dan Bank Tagihan Premi Penutupan Langsung Tagihan Premi Reasuransi Aset Reasuransi Tagihan Klaim Koasuransi Tagihan Klaim Reasuransi Tagihan Investasi Tagihan Hasil Investasi Bangunan dengan Hak Strata atau Tanah dengan Bangunan untuk Dipakai Sendiri Biaya Akuisisi yang Ditangguhkan Aset Tetap Lain Aset Lain Jumlah Bukan Investasi (22 s/d 33) Jumlah Aset (21 + 34)

2019

2018

LIABILITAS DAN EKUITAS

2019

URAIAN

2018

I. LIABILITAS 26.750 10.995 19.900

39.750 9.709 19.771

1 Utang Klaim

-

-

5 Utang Pajak

36.133 40.924 -

26.464 39.725 -

134.702

135.419

5.708 14.713 324 2.142 507

2.591 15.172 76 1.293 323

734 7.590 31.718 166.420

485 6.974 26.914 162.333

771

136

2 Utang Koasuransi

-

-

3 Utang Reasuransi

3.588

2.493

4 Utang Komisi

3.073

3.245

287

32

-

-

7 Utang Lain

2.157

2.127

8 Jumlah Liabilitas (1 s/d 7)

9.876

8.033

6 Biaya yang Masih Harus Dibayar

II. CADANGAN TEKNIS 9 Cadangan Premi

51.888

50.753

10 Cadangan Atas Premi Yang Belum Merupakan Pendapatan

1.900

1.646

11 Cadangan Klaim

1.206

479

12 Cadangan atas Risiko Bencana (Catastrophic)

-

-

13 Jumlah Cadangan Teknis (9 s/d 12)

54.994

52.878

14 Jumlah Liabilitas (8 + 13)

64.870

60.911

-

-

15 Pinjaman Subordinasi

III. EKUITAS 170.000

170.000

-

-

18 Saldo Laba

(27.530)

(24.468)

19 Komponen Ekuitas Lainnya

(40.920)

(44.109)

20 Jumlah Ekuitas (16 s/d 19)

101.550

101.423

21 Jumlah Liabilitas dan Ekuitas (14+15+20)

166.420

162.333

16 Modal Disetor 17 Agio Saham

1 2 3 4 5 6 7

PENDAPATAN Pendapatan Premi Premi Reasuransi Penurunan (Kenaikan) CAPYBMP Jumlah Pendapatan Premi Neto Hasil Investasi Imbalan Jasa DPLK/ Jasa Manajemen Lainnya 8 Pendapatan Lain 9 Jumlah Pendapatan 10 BEBAN 11 Klaim dan Manfaat a. Klaim dan Manfaat Dibayar b. Klaim Penebusan Unit c. Klaim Reasuransi d. Kenaikan (Penurunan) Cadangan Premi e. Kenaikan (Penurunan) Cadangan Klaim f. Kenaikan (Penurunan) Cadangan atas Risiko Bencana (Catastrophic) 12 Jumlah Beban Klaim dan Manfaat 13 Biaya Akuisisi a. Beban Komisi - Tahun Pertama b. Beban Komisi - Tahun Lanjutan c. Beban Komisi - Overiding d. Beban Lainnya 14 Jumlah Biaya Akuisisi 15 Jumlah Beban Asuransi 16 Beban Usaha a. Beban Pemasaran b. Beban Umum & Administrasi - Beban Pegawai dan Pengurus - Beban Pendidikan dan Pelatihan - Beban Umum dan Administrasi Lainnya c. Beban Manajemen d. Beban Mortalitas e. Beban Usaha Lainnya 17 Jumlah Beban Usaha 18 Jumlah Beban 19 Kenaikan (Penurunan) Nilai Aset 20 Rugi Sebelum Pajak 21 Pajak Penghasilan 22 Rugi Setelah Pajak 23 Pendapatan (Rugi) Komprehensif Lain 24 Total Laba (Rugi) Komprehensif

2019

2018

12.655 (1.095) (468) 11.092 5.107 16.199 125 16.324

40.983 (1.406) (2.720) 36.857 477 37.334 76 37.411

9.418 (849) 774 626 9.970

4.896 (895) 21.029 1.652 26.682

1.532 35 1.567 11.536

8.806 8.806 35.487

13

154

5.268 60 2.390 8 7.739 19.276 (2.952) (110) (3.062)

1.709 82 816 12 2.773 38.260 (850) 30 (820)

3.186 124

(5.724) (6.544)

INDIKATOR KESEHATAN KEUANGAN PER 30 JUNI 2019 DAN 31 DESEMBER 2018 (dalam jutaan Rupiah)

LAPORAN ARUS KAS UNTUK PERIODE 6 BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2019 DAN 2018 (dalam jutaan Rupiah)

URAIAN A Saldo Awal : Kas - Bank B Arus Kas dari Aktivitas Operasi Arus Kas Masuk 1 Premi 2 Klaim Reasuransi 3 Komisi 4 Lain-lain Jumlah Arus Kas Masuk Arus Kas Keluar 1 Premi Reasuransi 2 Klaim 3 Komisi 4 Biaya-biaya 5 Lain-lain Jumlah Arus Kas Keluar Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasi C Arus Kas dari Aktivitas Investasi Arus Kas Masuk 1 Hasil Investasi Neto 2 Pencairan Investasi 3 Penjualan Aktiva Tetap 4 Lain-lain Jumlah Arus Kas Masuk Arus Kas Keluar 1 Penempatan Investasi 2 Pembelian Aktiva Tetap 3 Lain-lain Jumlah Arus Kas Keluar Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi D Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Arus Kas Masuk 1 Pinjaman Subordinasi 2 Setoran Modal 3 Lain-lain Jumlah Arus Kas Masuk Arus Kas Keluar 1 Pembayaran Dividen 2 Pembayaran Pinjaman Subordinasi 3 Lain-lain Jumlah Arus Kas Keluar Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan E Efek Perubahan Nilai Kurs pada Kas dan Bank F Saldo Akhir Kas-Bank (A+B+C+D+E)

2019

KETERANGAN

2018

2019

2018

115.913 65.986 49.926

117.475 62.062 55.413

598 141 5.507 2.092 106 8.444 41.483 591.3

1.605 1.947 4.772 2.406 56 10.787 44.626 513.7

253.3 255.4 46.0 173.78

260.7 259.3 3.8 105.47

Pemenuhan Tingkat Solvabilitas

2.591

4.200

12.231 20 12.251

24.090 995 6.570 31.656

8.784 1.739 8.026 8 18.556 (6.305)

102 5.196 7.826 3.800 3 16.927 14.729

4.923 34.000 38.923

2.556 2.556

29.000 500 29.500 9.422

16.000 16.000 (13.444)

-

-

-

-

5.708

5.485

A Tingkat Solvabilitas a. Aset Yang Diperkenankan b. Liabilitas (kecuali Pinjaman Subordinasi) c. Jumlah Tingkat Solvabilitas B Modal Minimum Berbasis Risiko (MMBR) a. Risiko Kredit b. Risiko Likuiditas c. Risiko Pasar d. Risiko Asuransi e. Risiko Operasional f. Jumlah MMBR C Kelebihan (Kekurangan) Tingkat Solvabilitas D Rasio Pencapaian (%)* RASIO SELAIN TINGKAT SOLVABILITAS a. Rasio Kecukupan Investasi (%) b. Rasio Likuiditas (%) c. Rasio Perimbangan Hasil Investasi dengan Pendapatan Premi Neto (%) d. Rasio Beban (Klaim, Usaha, dan Komisi) terhadap Pendapatan Premi Neto (%) DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI DEWAN KOMISARIS Presiden Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen

: Johannes Agus : Hartono Tjahjana Gunadharma : Purnomo Utoyo : Ganesh Chander Grover

DIREKSI Presiden Direktur Direktur Direktur

: Budi Tua Arifin Tampubolon : Rosmaylinda Nasution : Iwan Sutanto

PEMILIK PERUSAHAAN 1. PT Lippo General Insurance Tbk 2. PT Fajar Nusa Langgeng

99.99% 0.01%

Keterangan : *) Sesuai dengan ketentuan Pasal 3 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 71/POJK.05/2016 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi, rasio pencapaian tingkat solvabilitas sekurang-kurangnya adalah 100% dengan target internal paling rendah 120% dari MMBR.

Catatan : a. Informasi keuangan di atas untuk tahun yang berakhir pada

tanggal-tanggal 30 Juni 2019 dan 2018 (tidak diaudit) sedangkan pada 31 Desember 2018 diambil dari laporan keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata,Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan (Member Firm PKF International Limited Network) dengan opini "Wajar Tanpa Pengecualian" dalam laporannya tertanggal 6 Maret 2019. b. Angka (nilai) yang disajikan pada Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Laba Rugi Komprehensif berdasarkan SAK (Audited) c. Kurs pada tanggal 30 Juni 2019, 1 US $ : Rp. 14.141 Kurs pada tanggal 31 Desember 2018, 1 US $ : Rp. 14.481

Jakarta, 30 Juli 2019 PT LIPPO LIFE ASSURANCE Direksi

Profile for Sentra Timur Residence

BPL Luncurkan Jade Tower RP 108 M  

INVESTOR DAILY SELASA, 30 JULI 2019 HAL: 22 JURNALIS: IMAM MUDZAKIR

BPL Luncurkan Jade Tower RP 108 M  

INVESTOR DAILY SELASA, 30 JULI 2019 HAL: 22 JURNALIS: IMAM MUDZAKIR

Advertisement