Issuu on Google+

3

Radar Semarang Jumat 5 Maret 2010

Benar Pak Hakim, saya menerima namun tidak menikmati uang tersebut.

Laga PPSM Magelang vs PSIS yang berjalan di menit 70 dihentikan akibat hujan.

TRIMAWAN NUGROHADI

Hal 10

Kesaksian Dalam Sidang Pengadaan Mobil PMK Wonosobo

Digalang Tanda Tangan

Menari dan Akuntansi MIA Liliawati adalah penari andal. Pernah menjuarai lomba tari tingkat SLTA se-Kota Magelang. Berkat kepiawaiannya itu, cewek yang tinggal di Sorobayan Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang ini kerap diminta menari untuk menyambut para tokoh. ”Saya juga pernah menari untuk menyambut menteri,” aku gadis berambut panjang itu. Tak hanya berprestasi di bidang seni, siswi SMK Negeri 2 Magelang itu juga jago akuntansi. Buktinya, gadis berkulit bersih itu pernah menyabet juara 1 lomba akuntansi tingkat SMA se-Karesidenan Kedu. ”Saya tidak menyangka akan menjadi juara dalam lomba bergengsi tersebut,” tutur dara yang bercitacita menjadi akunting itu bangga. (mg3/lis)

MIA LILIAWATI

KRIMINAL Menipu, ’Ibu Guru’ Dibekuk P U RW O R E J O Modus penipuan kian beragam saja. Seperti yang dilakukan Indah Wulansari, 32, warga asli Purwokerto. Dengan menyaru sebagai guru, ia berhasil menipu puluhan orang. Petualangannya berakhir Rabu (3/3) siang saat petugas Polsek Purworejo meringkusnya. Berdasar keterangan yang dihimpun Radar Kedu, sasaran penipuan pelaku adalah sekolah. Di setiap aksinya, dia berpura-pura hendak memindahkan sekolah anaknya. Saat datang ke sekolah itulah, dia menggasak sejumlah barang. ”Kalau masuk SD, maka dia bilang anaknya sekolah SD. Begitu juga kalau masuk SMP atau SMA, disesuaikan,” kata Hari warga Purworejo yang sempat bertemu dengan beberapa saksi dan korban. Saksi lain, Khoerudin, satpam di SMA Muhammadiyah membenarkan hal tersebut. Saat itu, kata Khoerudin, pelaku datang dan mengaku hendak memindahkan sekolah anaknya ke SMA Muhammadiyah. Saat itu, pelaku diantar ke ruang kepala sekolah karena menanyakan syarat-syarat administrasi. Baca Menipu... hal 9

MIMBAR JUM’AT Alat Penyadap Ilahi DALAM sebuah halaqah, salah seorang teman memberi komentar atas buku saya yang berjudul “Wal Ashr” Menyingkap Tirai Rahasia Sumpah Allah Swt terhadap Masa (waktu)” Beliau menjelaskan tentang fenomena mongso atau dalam bahasa Arab disebut al-Ashr. Menurutnya, OLEH dalam perhitungan kalender Jawa, tahun ini adalah Nurul Mubin, MSi tahun dal. Nama tahun yang menggunakan simbol huruf hijaiyyah dalam struktur huruf Arab yang diawali dengan huruf alif. Ada perbedaan sistem penanggalan Islam (Hijriyah) yang diawali dari tanggal 1 Muharam dengan penanggalan Jawa yang mengawali tahun pada tanggal 1 Syuro dengan beragam malapetaka (kolobendu: Baca Alat... hal 9 Jawa) yang menyertainya.

Pedagang Pasar Tegalrejo Resah MUKHTAR LUTFI/RADAR KEDU

TENANG - Meski dituntut hukuman mati Kusdarmanto (kiri) dan Edi Batak (kanan) tetap tenang mendengarkan berkas yang dibacakan JPU di PN Mungkid, kemarin.

Oknum Brimob Dituntut Mati Sidang Kasus Perampokan Gulon MUNGKID––Brigadir Kusdarmanto, anggota Brimob Polda DI Jogjakarta dan Syamsul Bahri alias Edi Batak, dua terdakwa kasus perampokan PT Kelola Jasa Arta (Kejar) yang menewaskan dua orang kurir dan seorang anggota polisi Polda DI Jogjakarta dituntut hukuman mati dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Mungkid, kemarin. Sejumlah fakta persidangan mengungkapkan keduanya secara sah dan meyakinkan melakukan tindak

pidana pembunuhan berencana. Mengenakan baju koko krem dipadu celana gelap dan berpeci, Kusdaramanto menjalani proses sidang dengan tenang. Begitu juga dengan Edi Batak. Keduanya menjalani siding bersamaan yang dipimpin Adi Hernomo. ”Unsur pasal 340 telah terbukti secara sah dan meyakinkan dan tidak ada alasan pemaaf untuk terdakwa, sehingga keduanya dituntut hukuman mati,” kata koordinator Jaksa Penuntut Umum Petrus Sadiyo. Dalam berkas tuntutan yang sebelumnya dikonsultasikan ke Kejagung tersebut, kata JPU, hal yang memberatkan terdakwa adalah perbuatan

itu telah direncakan dan berakibat matinya tiga orang. Selain itu, pembunuhan dilakukan dengan sadis, menembak dari jarak dekat. ”Terdakwa juga anggota Brimob serta korban adalah rekan terdakwa. Dia juga tidak mengakui semua perbuatannya,” kata Petrus. Petrus menyebutkan tidak ada pertimbangan yang meringankan perbuatan kedua terdakwa tersebut. Pembunuhan yang menewaskan tiga orang tersebut sudah direncakan sebelumnya. ”Yakni saat perjalanan keduanya menuju ke Magelang dari Jogjakarta. Keduanya juga sepakat melakukan pembagian tugas,” tambah JPU Kristanti Yuni P. Baca Oknum... hal 9

MUNGKID––Kisruh pemindahan pedagang Pasar Tegalrejo terus berkepanjangan. Menyusul, munculnya aksi pengumpulan tanda tangan sepihak yang dilakukan pengelola pasar kepada pedagang dengan tujuan memberikan dukungan atas pungutan yang dilakukan pemerintah desa. Tentu aksi galang tanda tangan tersebut menjadi kontroversi. Pasalnya, selain karena belum pernah disosialisasikan tujuan kegiatan tersebut, pengumpulan tanda tangan dilakukan diam-diam, dari rumah ke rumah pedagang. ”Kalau diberitahu sebelumnya, dan pengumpulan tanda tangan itu dilakukan secara transparan, kami tidak masalah. Lha ini, tujuannya tidak jelas, pedagang didatangi satu per satu di rumahnya. Kami khawatir tanda tangan itu akan disalahgunakan oleh pengelola pasar,” tutur

Azizah, 32, salah satu pedagang Pasar Tegalrejo, kemarin. Menurut pedagang pakaian tersebut, dirinya kerap mendapat keluhan dari sesama pedagang, yang didatangi petugas pasar di rumahnya. Jumlah pedagang yang sudah membubuhkan tanda tangan mencapai ratusan. ”Versi petugas pasar, tanda tangan itu untuk persetujuan proses pemindahan lokasi dagangan. Tapi informasi lain, tanda tangan itu untuk persetujuan agar uang Rp 4 juta yang sudah kami berikan, tidak dikembalikan. Yang benar yang mana, pedagang hingga sekarang belum mendapat penjelasan,” ujarnya. Nur Rohmah, 40, pedagang lain mengaku didatangi petugas pasar bernama Solikun di rumahnya Selasa (23/2) petang. “Saya diminta tanda tangan di sebuah kertas. Di kertas itu, sudah ada 5 nama lain pedagang yang ikut tanda tangan. Saya tanyakan untuk apa tanda tangan itu, kata Solikun, untuk persetujuan pemindahan lokasi dagangan,”paparnya. Baca Digalang... hal 9

Demokrat Usung Senen Budi MAGELANG––Teka-teki bakal calon (balon) Wali Kota Magelang yang akan diusung oleh Partai Demokrat (PD) akhirnya terjawab. Partai pemenang pemilu 2009 di Kota Magelang itu mengusung Sekretariat Daerah Kota Magelang Senen Budi Prasetyo sebagai balon Wali Kota Magelang periode 2010-2015. “Rekomendasi dari DPP PD memutuskan untuk mengusung Senen Budi Prasetyo sebagai balon wali kota,” kata Ketua DPC PD Kota Magelang Hasan Suryoyudho kemarin. Dia menerangkan rekomendasi secara tertulis dari DPP PD yang

diterima beberapa hari lalu, hanya menyebutkan balon wali kota saja. Sedang balon wakil wali kota akan menyusul kemudian. Untuk balon wakil wali kota, lanjut Hasan, DPC PD Kota Magelang sudah mengusulkan agar diambil dari kader partai. Usulan itu sudah direspon oleh DPP. “Dalam minggu ini, diharapkan sudah ada kepastian balon wakil wali kota yang akan berpasangan dengan Pak Budi Prasetyo. Kalau sudah ada kepastian pasangan balon, baru dilakukan deklarasi,” terang Ketua DPRD Kota Magelang itu. Sejumlah kader PD yang berpeluang menjadi balon wakil wali kota,

di antaranya Hasan Suryoyudho, Edy Sutrisno dan Kholid Abidin. Ketiganya juga telah disurvei oleh Lembaga Survei Indonesia dan Lingkaran Survei Indonesia bersama tokoh yang lain. “DPP PD sudah menyetujui, tentunya balon wakil wali kota nanti diambil salah satu dari mereka,” ujarnya. Ditanya pertimbangan DPP PD memberikan rekomendasi kepada Senen Budi, menurut Hasan, sejumlah pertimbangan DPP PD yang disampaikan dalam rekomendasi itu. Diantaranya, Budi Prasetyo menduduki peringkat tertinggi dari hasil survei yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Baca Demokrat... hal 9

Kejari Siapkan Tiga Jaksa

Mangkrak, Komisi B Panggil Disperindag WONOSOBO – Komisi B DPRD Kabupatan Wonosobo dalam waktu dekat akan memanggil Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk dimintai keterangan terkait pengelolaan sejumlah pasar. Sebab terdapat 3 pasar mangkrak dan tidak terawat. Dua di antaranya dalam proses pembangunan namun tidak pernah ada laporan perkembangannya. Berdasarkan pantauan Radar Kedu, pasar yang saat ini tidak berfungsi dan kondisinya memprihatinkan adalah Pasar Sumberan di Kecamatan Wonosobo, Pasar Sayur Wringinanom Kecamatan Kertek. Serta Pasar Garung yang dibangun 5 bulan lalu tetapi hingga kini tidak jelas perkembangannya. Karena pembangunan pasar tak kunjung usai, jalan menuju Dieng sering macet.

Berkas Aris Dilimpahkan ke PN TEMANGGUNG—Proses hukum tersangka kasus terorisme Aris Ma’ruf terus berlanjut. Pagi kemarin (4/3) Kejaksaan Negeri Temanggung menyerahkan berkas perkara Aris Ma’ruf ke Pengadilan Negeri (PN) Temanggung. Dijelaskan Kepala Kejari Temanggung, Agus Budi Santoso kepada Radar Kedu, proses evaluasi rencana dakwaan dalam kasus ini pasca-diajukan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah telah selesai. Rencana dakwaan yang menjerat tersangka Aris Ma’ruf terlibat aktif dalam kasus terorisme juga diserahkan ke pengadilan bersama dengan 21 barang bukti. “Sekarang kami serahkan proses hukum ke pengadilan. Dan siap disidangkan,” terangnya. Untuk menangani kasus ini, Kejari Temanggung telah menyiapkan tiga

MUKHTARA LUTFI/RADAR KEDU

RESAH - Para pedagang Tegalrejo, meresahkan aksi pengumpulan tanda tangan oleh pengelola pasar yang kabarnya sebagai dukungan pungutan.

ABAZ ZAHR/RADAR KEDU

Ketua Komisi B Suyarto menyampaikan akan segera memanggil kepala disperindag yang membidangi perawatan pasar serta proses pembangunan. “Kalau ini dibiarkan semakin menghambat proses ekonomi,”katanya. Ditambahkan dia, Komisi B sebelumnya sudah melakukan monitoring proses pembangunan pasar dan meninjau sejumlah pasar mangkrak. Di sisi lain, sejumlah pedagang juga wadul kepada wakil rakyat mengenai pembangunan Pasar Garung yang hingga sekarang tidak jelas perkembangannya. “Proses pembangunan pasar itu terjadwal. Kalau memang molor akan kita lakukan monitoring kembali ke lapangan sekaligus pihak pengelola anggaran,”ujarnya. Baca Mangkrak... hal 9

PASAR MANGKRAK

SIAP DISIDANG - Petugas Kejari Temanggung menunjukkan pistol sebagai barang bukti kasus teroris Aris Ma’ruf.

◆ Pasar Sumberan Kecamatan Wonosobo

jaksa, yakni Avilla Agus, Helmi Syarif dan Hermin Widianingsih. Ketiga

◆ Pasar Garung Kecamatan Garung

jaksa ini dibantu oleh jaksa dari kejaksaan agung. Baca Kejari... hal 9

◆ Pasar Sayur Wringinanom Kecamatan Kertek

Asyiknya Berarung Jeram di Sungai Elo-Progo Magelang

Latih Kekompakan Sekaligus Menikmati Alam Jangan Patah Semangat PPSM jangan patah semangat. Manfaatkan sisa waktu pertandingan dengan meraih kemenangan. Kami selalu mendukungmu. Ayo buktikan keperkasaanmu. +6285290506668

Menyusuri Sungai Elo dan Progo di Magelang dengan boat arung jeram sungguh mengasyikan. Paket wisata itu cukup aman bahkan bagi pemula, karena jeramjeramnya kategori grade 1-3. Seperti apa? TORIK HUDA, Magelang Meski cukup menantang, namun wisata berbasis olahraga ini sebenarnya aman. Mengingat sebelum turun ke sungai, peserta telah dibekali petunjuk serta perlengkapan keselamatan yang memadai. Peserta harus memakai

baju pelampung, helm dan dayung. Juga perahu karet dan pemandu yang berpengalaman. Tak heran bila kini, arum jeram bukan lagi milik orang-orang yang gemar berpetualang.Tapi bisa dinikmati oleh siapa saja yang tertarik dan ingin mencobanya. Berbagai instansi pemerintah, swasta, sekolah, perguruan tinggi, kelompok pertemanan hingga keluarga pun banyak yang mencoba wisata arung jeram tersebut. Meski begitu, bukan berarti mengarungi jeram Elo dan Progo akan berlangsung ’datar-datar’ saja. Percayalah, mengarungi sungai berbatu dan penuh jeram itu sangat asyik dinikmati dan menciptakan pengalaman baru yang sangat menyenangkan. Sungai Elo dan Progo bisa diREDAKTUR LIS RETNO

TORIK HUDA/RADAR KEDU

PACU ANDRENALIN - Arung jeram di Kali Progo dan Elo menimbulkan pengalaman tak terlupakan.

capai dari pusat Kota Magelang dengan waktu tempuh tak sampai 15 menit. Untuk berarung jeram di

• LAYOUT FIAND

sungai ini, pemandu memberikan pelayanan yang terbaik. Bagi para pemula, berarung jeram

di Sungai Elo dan Progo akan menghadirkan sensasi tersendiri. Selain melatih kekompakan, arung jeram ini juga mengajak kita untuk menikmati tantangan sekaligus pesona alam. Arung jeram di Sungai Elo biasanya mengambil starting point di Desa Blondo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, dan berakhir di Desa Mendut dengan menempuh jarak sekitar 10 kilometer. Waktu tempuh sekitar 3 jam. Lain halnya, di Sungai Progo yang memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi. Apalagi pada saat banjir, jeram-jeramnya semakin menantang. Untuk starting point bisa melalui base camp Puri Asri, yang berdekatan dengan markas Progo Xventours dan berakhir diTempuran. Baca Latih... hal 9


RADAR SEMARANG | 5 Maret 2010