Issuu on Google+

Dalam melaksanakan berbagai kegiatan, masjid menghimpun dan mengelola dana ziswaf

Dana masjid yang menganggur dan tidak

Islamic Microfinance

(zakat, infaq, shodaqoh, dan wakaf) dari masyarakat. Pemanfaatan dan pengelolaan dana

termanfaatkan dengan baik serta Islamic microfinance yang

Islamic microfinance

masyarakat tersebut menjadi penting untuk dikaji dalam rangka mengembalikan peran masjid yang

memiliki potensi besar dalam mengembangkan UMKM

adalah lembaga keuangan mikro

lebih besar di masyarakat.

akan tetapi memiliki kendala dalam pemerolehan dana.

syariah yang dapat berbentuk

Menjadi permasahalan yang harus dibahas dan diselsaikan

BMT (Baitul Maal wat Tamwil)

demi tercapainya akselerasi perkembangan lembaga

ataupun KJKS (Koperasi Jasa

keuangan syariah. Dalam menyalurkan dana ZISWAF,

Keungan Syariah) yang dalam hal

Islamic microfinance juga harus berhati-hati dalam memilih

ini merupakan lembaga yang

pengelola dana atau pengguna dana. UMKM menjadi target

memiliki potensi besar untuk

utama bagi Islamic microfnance dalam melakukan

berkembang, akan tetapi masih

pembiayaan, hal ini disebabkan UMKM merupakan usaha

memiliki masalah dalam berbagai

Dari hasil riset yang dilaksanakan oleh Departemen Riset SEF UGM, terhadap sampel sebanyak 33 masjid yang berada di sekitar kampus UGM (Âą 3 km), memberikan hasil sebagai

Pemanfaatan dana masjid sebagian besar terserap pada kegiatan operasional yaitu 37 persen. Kemudian, sebanyak 29 persen masjid memanfaatkan dana untuk kegiatan lain-lain yang didominasi oleh renovasi dan pembangunan masjid, santunan, dana membayar penjaga masjid

yang bergerak dalam sektor riil, dan usaha yang dapat mensejahterakan masyarakat luas. UMKM memiliki peran

Islamic Microfinance

ini dapat dilihat dari jumlah UMKM yang terdapat di

Shadaqah Infaq Zakat Maal Wakaf uang

Permasalahan lain yang ditemukan adalah banyaknya dana ZISWAF yang

Indonesia yang mengisi 93 persen sektor riil, serta

masjid

terkumpul di masjid tidak dipergunakan atau dibiarkan menganggur. Hal ini

dibuktikan dengan kemampuan UMKM untuk

sangatlah disayangkan melihat keadaan negara Indonesia yang masih memiliki

mempertahankan perekonomian Indonesia terutama pada

strategis dalam mempercepat pendistribusian kekayaan, hal

Pengelolaan dana Penyaluran dana

Usaha mikro Usaha Kecil Usaha menengah

banyak rakyat menengah ke bawah di berbagai bagian negara. Uang yang Sektor riil

mengangggur tersebut seharusnya bisa digunakan untuk kegiatan kesejahteraan ummat ataupun kegiatan produktif.

Oleh: M.Andira Barmana

Pengembangan

Islamic Microfinance Melalui

Pengelolaan Dana

ZISWAF

pengagguran berkurang.

Masjid

5

Dalam melaksanakan berbagai kegiatan, masjid menghimpun dan mengelola dana ziswaf

6 Dana masjid yang menganggur dan tidak

Islamic Microfinance

(zakat, infaq, shodaqoh, dan wakaf) dari masyarakat. Pemanfaatan dan pengelolaan dana

termanfaatkan dengan baik serta Islamic microfinance yang

I s l a m i c m i c ro f i n a n c e

masyarakat tersebut menjadi penting untuk dikaji dalam rangka mengembalikan peran masjid yang

memiliki potensi besar dalam mengembangkan UMKM

adalah lembaga keuangan mikro

lebih besar di masyarakat.

akan tetapi memiliki kendala dalam pemerolehan dana.

syariah yang dapat berbentuk

Menjadi permasahalan yang harus dibahas dan diselsaikan

BMT (Baitul Maal wat Tamwil)

demi tercapainya akselerasi perkembangan lembaga

ataupun KJKS (Koperasi Jasa

keuangan syariah. Dalam menyalurkan dana ZISWAF,

Keungan Syariah) yang dalam hal

Islamic microfinance juga harus berhati-hati dalam memilih

ini merupakan lembaga yang

pengelola dana atau pengguna dana. UMKM menjadi target

memiliki potensi besar untuk

utama bagi Islamic microfnance dalam melakukan

berkembang, akan tetapi masih

pembiayaan, hal ini disebabkan UMKM merupakan usaha

memiliki masalah dalam berbagai

Dari hasil riset yang dilaksanakan oleh Departemen Riset SEF UGM, terhadap sampel sebanyak 33 masjid yang berada di sekitar kampus UGM (Âą 3 km), memberikan hasil sebagai

Pemanfaatan dana masjid sebagian besar terserap pada kegiatan operasional yaitu 37 persen. Kemudian, sebanyak 29 persen masjid memanfaatkan dana untuk kegiatan lain-lain yang didominasi oleh renovasi dan pembangunan masjid, santunan, dana membayar penjaga masjid

yang bergerak dalam sektor riil, dan usaha yang dapat mensejahterakan masyarakat luas. UMKM memiliki peran

Islamic Microfinance

ini dapat dilihat dari jumlah UMKM yang terdapat di

Shadaqah Infaq Zakat Maal Wakaf uang

Permasalahan lain yang ditemukan adalah banyaknya dana ZISWAF yang

Indonesia yang mengisi 93 persen sektor riil, serta

masjid

terkumpul di masjid tidak dipergunakan atau dibiarkan menganggur. Hal ini

dibuktikan dengan kemampuan UMKM untuk

sangatlah disayangkan melihat keadaan negara Indonesia yang masih memiliki

mempertahankan perekonomian Indonesia terutama pada

strategis dalam mempercepat pendistribusian kekayaan, hal

Pengelolaan dana Penyaluran dana

Usaha mikro Usaha Kecil Usaha menengah

banyak rakyat menengah ke bawah di berbagai bagian negara. Uang yang mengangggur tersebut seharusnya bisa digunakan untuk kegiatan kesejahteraan

Sektor riil

ummat ataupun kegiatan produktif.

Oleh: M.Andira Barmana

Pengembangan

Islamic Microfinance Melalui

Pengelolaan Dana

5

ZISWAF

Masjid

pengagguran berkurang.

6


1.

2.

dua dalam satu kemasan, sekaligus

misi

misi

sosial

yaitu mengentaskan

(dunia)

dan

misi

kemiskinan

spiritual

menegakkan

syariat

(akhirat)

Islam.

4

7

1.

2.

dua dalam satu kemasan, sekaligus

misi

misi

sosial

yaitu mengentaskan

(dunia)

dan

misi

kemiskinan

spiritual

menegakkan

syariat

(akhirat)

Islam.

7

4


SEF Menyapa III, 2013 (Part 2)