Page 1

(Edisi 1 Pebruari - April 2009)

(Edisi 1 Pebruari - April 2009)

LEGENDA MENYIMPAN SAPU DI BALIK PINTU MENJELANG IMLEK

A

lkisah, ada seorang pedagang yang bernama Ou Ming yang pergi berdagang menggunakan perahu. Suatu malam, ketika Ou sedang berlayar di danau Peng Ze, tibatiba datang badai menghadang. Ou pun terhempas ke sebuah pulau. Kemudian pemilik pulau tersebut menawarkan penginapan untuk Ou. Dia bernama Qing Hong Jun. Qing Hong Jun menjamunya dengan sangat hangat. Sebagai kenangan-kenangan atas kunjungan Ou, Qing berniat memberikannya sebuah cenderamata. Tapi Qing bingung hendak memberikannya apa. Lalu, Qing bertanya pada Ou, cenderamata apa yang pantas untuknya. Ou menjawab, Ru Yuan. Qing bingung, apakah Ru Yuan sebegitu berharganya di mata Ou. Kemudian Qing memanggil Ru Yuan,

28

pembantunya yang cantik jelita. Ou kemudian membawa Ru Yuan bersamanya. Hari pertama Ru Yuan tinggal bersama Ou, Ou memperlakukannya dengan sangat baik. Melihat kebaikan Ou, Ru Yuan memberikannya sebuah peti permata yang diberikan Qing untuk Ru Yuan sebagai salam perpisahan. Setelah mendapatkan Peti Permata itu, sikap Ou berubah 180 derajat. Setiap hari Ru Yuan disuruh bekerja membersihkan rumah, bahkan dipukuli. Ru Yuan tidak tahan dengan kondisi ini, maka dia pergi melarikan diri. Ou, tidak membiarkan hal itu begitu saja. Ou mengejar Ru Yuan. Kemudian Ru Yuan bersembunyi dibalik sebuah

sapu dan menghilang bersama sapu itu. Semua harta yang ada dalam peti itupun menghilang bersamaan dengan menghilangnya Ru Yuan. Ou seketika tidak bergeming. Sejak saat itu, masyarakat meyakini bahwa, menyembunyikan peralatan kebersihan pada saat Imlek dianggap ampuh. Supaya rezeki tidak menghilang bersama sapu yang dibawa Ru Yuan. Maka terbentukalah sebuah tradisi, bahwa setiap perayaan Imlek, sapu disembunyikan dibalik pintu, agar segala rezeki tidak tersapu bersama sapu tersebut.

28

Tabloid "HA HA"  

Edisi Perdana Februari - April 2009