Issuu on Google+

S A P TA H U DAYA


F O T O & TEK S : S apt a H u d a ya + 6 7 3 828 7 18 7 sapt ahu d a ya @ gm a il . c o m


Terdengar

RADHE.. RADHE.. HAPPY HOLI! RADHE.. RADHE.. HAPPY HOLI!

teriakan

orang-orang

yang

sudah mulai memadati jalan di kota kecil Vrindavan, Uttar Pradesh, India. Saya dan seorang teman fotografer sampai di hari kedua terakhir dari 10 hari rangkaian acara yang merupakan salah satu acara festival terbesar di India, khususnya bagi umat Hindu. Holi Festival. Festival ini sudah dirayakan dari zaman Hindu lama, cerita tentang Hiranyakashipu yang merupakan raja iblis yang mempunyai anugerah kekuatan dari Dewa Brahma sehingga ia hampir mustahil untuk dibunuh. Hiranyakashipu bertumbuh menjadi arogan dan kerap kali menyerang Bumi & Surga dan meminta penghuninya untuk berhenti


menyembah Tuhan dan menyuruh mereka

Mengetahui

untuk mulai memuj​a​dia.

meminta Prahlada untuk berhenti memuja

hal

ini

Hiranyakashipu

Lord Vishnu. Prahlada menolak, akibatnya Hiranyakashipu

mempunyai

seorang

berulang kali sang ayah menghukum dan

anak bernama Prahlada yang merupakan

bahkan mencoba untuk membunuhnya

pengikut & pemuja dari Dewa Vishnu.

hingga pada akhirnya Hiranyakashipu meminta Prahlada untuk duduk dipangkuan Holika, adik dari Hiranyakashipu yang mempunyai kekuatan tidak dapat terbakar oleh api, diatas tumpukan kayu bakar.


kejadian

Festival ini juga sekaligus untuk merayakan

ini, kemudian Holika terbakar hingga

pergantian musim dingin ke musim semi.

mati dan Prahlada selamat tanpa luka

Atau festival ini juga bisa disebut dengan

sedikit pun. Dari momen ini masyarakat

festival cinta & kehidupan. Bagi masyarakat

Hindu merayakan Holi, atas keselamatan

India, berbagai macam warna didalam

Prahalda dan terbakarnya Holika.

holi festival, melambangkan kehidupan,

Semua

orang

menyaksikan

dan juga cinta.


Kami

menginap

Vrindavan,

kota

mahabharata Dewa

di

Vrinda

ini

merupakan

Khrishna

Kunj,

menurut kota

menghabiskan

di

kisah tempat masa

kecilnya. Dewa Khrishna lahir di kota tetangga, Mathura yang berjarak sekitar 3 km dari Vrindavan. Ribuan orang datang dari berbagai penjuru tempat, dari mulai peziarah-peziarah Hindu hingga kru TV dari Korea Selatan yang datang khusus untuk meliput festival ini. Festival ini juga kemudian berkembang sebagai atraksi bagi turis-turis.


Hari puncak acara dari Holi festival,

Kami berlalu, menyusuri gang-gang yang

sesaat kami keluar dari Kunj, berdiri 3

hanya dapat bisa dilalui satu mobil,​

orang anak kecil mengacungkan pistol air

orang-orang yang yang sejak awal sudah

mainan ke arah kami, pertanda ‘perang

bersiap untuk merayakan festival yang

besar’ telah dimulai. Kami berjalan, sesekali

penuh dengan kegembiraan ini, seakan-

mengarahkan kamera ke orang-orang yang

akan menanti kedatangan kami. Dari jauh

saling

berwarna-

mereka bergerombol menatap dan sedikit

warni yang mereka sebut dengan ‘Holika’.

tersenyum ke arah kami, seperti bertemu

Kemudian ‘sapaan hangat’ dari orang lokal

gangster jalanan. Kami mendekat dan

pun mengawali hari puncak dari festival ini.

seketika disiramkan air dari ember kebadan

Dibalurkan pasta ke muka kami, seketika

kami,

muka kami berubah menjadi warna biru

Holika ke arah kepala kami. Refleks saya

kehitaman​penuh dengan pasta lengket

mengamankan kamera ke dalam baju.

berminyak​.

Terkejut lalu tertawa, begitulah cara mereka

melemparkan

tepung

kemudian

merayakan festival.

dilemparkan

tepung


Vrindavan, Uttarpradesh, India. Maret 2013.



Holi Festival