Page 1

18

JUMAT

27 SEPTEMBER 2013 ď Ź NO. 528 TAHUN III

EKONOMI KERAKYATAN

Garap 15 Hektar Lahan Pilot Project Bawang Merah di Sei Geringging VISI DAN MISI PEMBANGUNAN KABUPATEN KAMPAR JANGKA PANJANG 2025 VISI "Mewujudkan Kabupaten Kampar Negeri Berbudaya, Berdaya Dalam Lingkungan Masyarakat Agamis Tahun 2025'' 1.

2.

3. 4.

5.

37 Pekerja Asal Cirebon Mengaku Senang

MISI Mewujudkan sumber daya Manusia yang beriman dan bertaqwa, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta berwawasan lingkungan dalam bingkai budaya luhur masyarakat Kabupaten Kampar. Meningkatkan manajemen dan kemampuan apatur dalam rangka pengelolaan aset daerah, pembangunan dan pelayanan masyarakat. Pembangunan ekonomi rakyat yang berbasis pertanian dan sumber daya lokal dengan orientasi agribisnis dam agroindustri. Mendorong pertumbuhan investasi secara terpadu dan terkait antar swasta, masyarakat dan pemerintah baik berskala lokal dan regional maupun internasional. Menuwudkan pembangunan kawasan yang seimbang dan dapat menjamin kualitas hidup dan nilai budaya masyrakat secara berkesinambungan.

FOTO RONI

SISWA SMAN 2 Gunung Sahilan goro membuat taman di halaman sekolah beberapa hari lalu.

FOTO RONI

PARA pekerja yang di datangkan dari Cirebon sedang menggarap pilot project bawang merah di Desa Sei Geringging.

KAMPAR KIRI - Walaupun harus terpisah sementara dengan keluarga, 37 pekerja asal Cirebon, Jawa Barat bekerja dengan senang hati menggarap

lahan seluas 15 hektar untuk budidaya tanam bawang di Sei geringging, Kampar Kiri. Tidak terlihat kecewa di raut wajah mereka. Bahkan ketika Better

Rabu (25/9/2013) kemarin menyambangi para pekerja ini, dengan senang hati mereka mengisahkan pengalamannya selama berada di Desa Sei Ge-

PNPM MP Siakhulu Gelar Musyawarah Antar Desa SIAKHULU - Untuk mensosialisasikan proses perencanaan kegiatan tahun 2014, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM MP) Siakhulu gelar Musyawarah Antar Desa (MAD) Kamis (26/9/2013) di aula kantor camat Siakhulu. Acara ini dihadiri seluruh Pelaksana Kegiatan Antar Desa (PKAD) se ecamatan Siakhulu. Kegiatan ini bertujuan, selain mensosialisasikan kegiatan tahun 2014 juga sekaligus mengevaluasi pelaksanaan di tahun 2013, tentang sejauh mana penyerapan dana dirasakan masyarakat sesuai peruntukannya, baik dana yang digunakan untuk pembangunan sarana umum maupun untuk modal usaha melalui Simpan Pinjam Perempuan (SPP), apakah masyarakat betul-betul terbantu dengan dana PNPM MP. Seperti disampaikan Fasilitator Kecamatan PNPM MP Siakhulu Yasri Amni bahwa selama tahun 2013 perguliran dana PNPM MP sudah hampir merata di setiap desa, sedangkan untuk tahun 2014 PNPM MP Kecamatan Siakhulu, anggaran dananya Rp 800 juta, dengan rincian dana Rp 760 juta atau 95% dana berasal dari APBN, sedangkan Rp 40 juta atau 5%

berasal dari dana APBD Kampar. ''Kami berharap agar anggaran dana Rp 40 juta atau 5% dari APBD Kampar nantinya bisa lebih sesuai dengan kebutuhan proyek yang akan dikerjakan. Kami juga mengharapkan untuk desa yang pengajuannya belum dikabulkan supaya tidak kecewa, karena yang menentukan desa mana yang proposalnya layak adalah tim verifikasi, jadi bukan karena faktor kedekatan atau keluarga,'' tandasnya menjelaskan. Sementara Penanggung Jawab Operasional Kegiatan (PJOK) PNPM MP Siakhulu M Amin SPd menambahkan agar badan kordinasi antar desa (BKAD) untuk memonitor pelaksana kegiatan di setiap desa, agar setiap proyek yang di kerjakan betul betul terlaksana dengan baik agar hasilnya bisa di nikmati masyarakat, dengan demikian dana PNPM MP penyerapan nya bisa di nikmati masyarakat, ujarnya menambahkan. Musyawarah antar desa dihadiri Paskab Kampar Mudiarti SH, Ketua BKAD Syaripuddin S.pd, unit pengelola kegiatan Yuan Napi Saputra, BP UPK Zupadil Adha ST serta Seluruh kepala desa se kecamatan Siakhulu. better-roni

ringging. Juwidi, selaku kepala rombongan mengaku senang dengan sambutan warga. Katanya, warga di sini ramah dan bers-

ahabat, begitu juga dengan kepala desa disini selalu memperhatikan kami, bahkan tak sungkan-sungkan kalau malam dia menyambangi kami walaupun hanya sekedar ngobrol tapi cukup menghibur. ''Sudah 10 hari kami di sini dan sudah 8 hektar lebih lahan kami kerjakan, tapi baru sekitar 3 hektar yang sudah hampir final atau siap tanam. Waktu kerja dari jam 7 pagi sampai jam 4 sore dengan sistem kelompok, jadi tidak seperti kerja gotong royong, agar setiap kelompok memiliki tanggung jawab untuk mendapatkan hasil kerja yang maksimal, dengan demikian mereka berlomba untuk mendapatkan hasil kerja yang luas,'' ujar Juwidi menjelaskan. Namun yang paling membanggakan, tambah Juwidi, adalah sambutan warga Sei Geringging yang memacu semangat kerja kami, karena mereka juga merasa senang dengan adanya program budidaya bawang merah. Tak jarang juga warga bertanya soal tata cara tanam bawang, tapi kami tidak bisa menjelaskan secara gamblang karena kami hanya tau teknis pembuatan lahan, kalau masalah teknis lebih jelas tentu nanti tim ahli yang lebih berpengalaman, ungkapnya. Juwidi berharap program budidaya bawang bisa sukses dan berhasil agar bisa membawa keluarga ke sini. ''Ini juga menjadi tanggung jawab kami untuk keberhasilan budidaya tanam bawang di sini, itulah yang selalu saya sampaikan pada rekan rekan yang bekerja di sini, agar bekerja dengan serius dan bukan hanya sekedar bekerja saja namun semuanya memiliki tanggung jawab serta selalu berupaya untuk keberhasilan program budidaya tanam bawang di kabupaten Kampar,'' papar Juwidi mengakhiri penjelasannya. better-roni

Satu Tikar Pandan Di Hargai 80 Ribu

FOTO RONI

BEBERAPA ibu lansia sedang menganyam tikar pandan. Tikar ini dihargai sampai Rp80 ribu per tikarnya.

SIAKHULU - Kreativitas para lansia Desa Pangkalan Baru patut diacungi jempol. Pasalnya, belum selesai tikar dibuat, sudah banyak pesanan. ''Satu tikar pandan di hargai Rp 80 ribu,'' ungkap salah seorang lansia ketika better Kamis (26/9/2013 ketika better menyambangi aktivitas para lansia yang sedang sibuk menganyam tikar dari daun pandan di samping kantor Desa Pangkalan Baru.

Ketua Pim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Pangkalan Baru Syamsinur Akbal yang ikut mendampingi proses pembuatan tikar tersebut mengaku kagum dengan semangat dan perjuangan para orang tua kita untuk mengembangkan kembali tikar daun pandan yang kini sudah jarang di jumpai di rumah rumah warga, karna sekarang zaman sudah berubah dan masyarakat kita

lebih memilih tikar plastik. Namun tekad para lansia untuk memperkenalkan kembali tikar daun pandan yang menjadi ciri khas para orang tua kita dulu perlu di dukung dengan mempasilitasi peralatan yang mereka butuhkan dalam mengelola daun pandan bukan saja menjadi tikar, melainkan menjadi sesuatu yang unik dan memiliki harga jual yang tinggi, selain itu bahan bakunya mudah di dapat tanpa harus membeli. Syamsinur Akbal juga berharap agar semua pihak terutama aparat desa serta para kader PKK dapat membantu para orang tua kita ini dalam hal mempromosikan hasil kerajinan tikar daun pandan atau apapun produk kerajinan para lansia, karna mereka adalah orang tua kita dan nenek dari anak anak kita, begitu juga para generasi muda kita agar mau mempelajari cara pembuatannya, mengingat ini adalah hasil karya warisan dari para orang tua kita zaman dulu yang harus kita lestarikan keberadaannya, pungkasnya berharap. better-roni

Busmaini, Kades Sei Geringging

Informasi Kedatangan Bupati Membawa Hikmah KAMPAR KIRI - Meskipun rencana kedatangan Bupati Kampar H Jefry Noer urung ke Desa Sei Geringging Kecamatan Kampar Kiri Rabu (25/9/2013) lalu, tak membuat warga Desa Sei Geringging kecewa. Alasannya, tidak jadi datangnya bupati membawa hikmah tersendiri bagi Kepala Desa Sei Geringging Busmaini maupun warga.Dikisahkan Busmaini, dari pagi warga sudah bergotong royong mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut kedatangan orang nomor 1 di Kabupaten Kampar tersebut. Mulai dari gotong royong membersihkan jalan yang akan dilalui hingga membersihkan lingkungan kantor desa, namun setelah di tunggutunggu sampai jam 17:30 ternyata tidak ada tanda-tanda Bupati Kampar akan datang, yang rencananya akan meninjau lokasi penanaman bawang merah di Desa Sungai Geringging. Busmain menambahkan, kabar kedatangan bupati Kamp-

ar H Jefry Noer disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Ir Cokro Aminoto ketika berkunjung ke lokasi penanaman bawang merah Selasa (24/9/2013) di Desa Sungai Geringging, bahwa Bupati Kampar H Jefry Noer Rabu (25/ 9/2013) akan datang ke lokasi tersebut, namun ternyata setelah di tunggu-tunggu beliau tidak jadi datang. Namun demikian, imbuhnya lagi, kami tidak merasa kecewa tapi justru membawa hikmah, karena semua jalan yang rencananya akan dilalui bupati jadi bersih, begitu juga dengan kantor desa ikut dibersihkan warga. ''Karena luapan kegembiraan warga menyambut kedatangan Bupati Kampar, warga dengan sukarela bergotongroyong membersihkan jalan serta pekarangan perkantoran, maupun rumah warga. Warga tidak mau menyambut tamu dalam keadaan lingkungannya kotor dan tidak tertata dengan rapih,'' papar kades.

BUSMAINI, Kades Sei Geringging.

Mungkin seandainya tidak ada kabar bupati akan turun ke Sungai Geringging, tambah Gusmaini, antusias warga tidak seperti yang saya lihat Rabu (25/9/2013) kemarin. Tapi karena yang akan datang Bupati Kampar makanya malam saya umumkan kepada warga bahwa akan ada tamu istimewa datang ke desa ini, dan dihara-

FOTO RONI

pkan warga agar membersihkan pekarangannya, terutama bagi warga yang letak rumahnya di pinggir jalan poros. Jangan sampai kita mendapat malu jika tamu dari kabupaten datang sementara lingkungan kita tidak bersih, jadi hikmah dari semua ini adalah lingkungan jadi bersih, imbuh Busmaini menjelaskan. better-roni

Hal 18  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you