Page 1

16 Pembentukan Tim Soal PT Tri Martheo Dinilai Aneh BENGKALIS- Ketua Komisi III DPRD Bengkalis, Anom Suroto SE, menilai Pemkab sepertinya sengaja mempertontonkan dagelan yang tidak lucu ke tengah masyarakat terkait izin dan berbagai persoalan yang menyangkut aktifitas PT Tri Martheo di pulau Rupat. Lucunya kata Anom, masyarakat bersama sejumlah anggota DPRD Bengkalis sempat dibuat heboh, dampak dari aktifitas pengerukan pasir di pulau Babi Rupat Utara oleh PT Tri Martheo. Sejumlah anggota DPRD mengatakan, perusahaan tersebut belum mengantongi rekomendasi dari Bupati Bengkalis. Makanya perusahaan tersebut dituding melakukan aktifitas ilegal kendati sudah mengantongi izin dari Pemprov Riau. “Anehnya, terhadap kerisauan masyarakat dan sejumlah anggota DPRD Bengkalis, Pemkab Bengkalis melalui Distamben juga mengatakan bahwa Tri Martheo pernah mengajukan rekomendasi, tapi rekomendasi itu belum pernah dikeluarkan,” terang Anom. Kekisruhan persoalan izin tersebut diputuskan dengan dibentuknya sebuah tim untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Dan endingnya, hasil kajian tim memutuskan bahwa PT Tri Martheo sudah mengantongi izin dari Pemprov dan tak perlu lagi mengantongi rekomendasi dari Bupati Bengkalis. Menurut politisi Demokrat ini, dugaan adanya “permainan” itu terkuak ketika Kepala Bidang dan Pajak Dipenda Kabupaten Bengkalis, Achyan mengatakan, bahwa Pemkab Bengkalis telah menerima royalti dari pemerintah pusat pada tahun 2012 lalu sebesar Rp 48.435.000. Royalti tersebut diterima Pemkab Bengkalis berupa land rent (sewa tanah) dari penambangan oleh PT Tri Martheo. “Kan lucu, ketika DPRD Bengkalis sibuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, mempertanyakan izin dan berharap Pemkab Bengkalis tegas, ternyata sejak tahun 2012 sudah menerima royalti. Mengapa selama ini Dipenda diam, mengapa Distamben juga tidak tahu dan parahnya lagi Pemkab sampai membentuk tim,” heran Anom. Sejatinya kata Anom, sejak awal ketika masyarakat dan dewan mempersoalkan izin perusahaan tersebut, Pemkab Bengkalis (Dipenda) langsung menjelaskan, kalau perushaan tersebut sudah mengantongi izin dan Pemkab Bengkalis sudah menerima royalti dari pemerintah pusat. “Habis energi kawan-kawan hanya untuk mencari sesuatu yang sebetulnya sudah jelas dan gamblang. Mengapa saat isu ini muncul Pemkab Bengkalis (Dipenda) tidak menjelaskan kepada masyarakat dan juga dewan, kok sekarang baru terbuka,” kesal Anom. better-afdal

 Dukung Kerja MPA Sepahat dan Tanjung Leban

BBHA dan SPM Bantu Peralatan Pemadam Kebaran

JUMAT

BENGKALIS

27 SEPTEMBER 2013  NO. 528 TAHUN III

ADVERTORIAL PEMERINTAH KABUPATEN BENGKALIS

PAMERAN TTG DI PADANG- Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh saat meninjau stand Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat nasional ke-15 di areal Stadion Agus Salim, Padang, Sumatera Barat, Kamis (26/9).

Pemkab Gelar Rapat Persiapan Penilaian Adipura BENGKALIS- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bengkalis, H Burhanuddin mengatakan, piala adipura bukanlah satu-satunya target yang mesti dicapai. Adipura katanya hanya reward dari penilaian kebersihan. Jauh lebih penting dari itu adalah, bagaimana merubah pola hidup masyarakat dengan menjadikan kebersihan sebagai sebuah budaya. Hal itu dikatakan Sekda saat memimpin rapat persiapan penilaian Adipura tahap pertama di hotel Marina, Rabu (25/9) malam kemarin. Merubah apa yang menjadi kebiasaan katanya memang tidak mudah, tapi hal itu bukan suatu yang mustahil dan menjadi mudah ketika semua elemen saling mendukung. “Sering disampaikan Pak Bupati bahwa Adipura hanya

sebuah reward, jauh lebih penting dari itu adalah menumbuhkambangkan kesadaran dalam diri untuk menjadi kebersihan sebagai budaya hidup,” terang Sekda. Menjaga lingkungan agar tetap bersih kata Sekda sangat berkaitan dengan prilaku pribadi masyarakat itu sendiri. Tidak ada jaminan di kantor pemerintah bahkan se kelas kantor Bupati bebas dari kotor. Tak jarang kata mantan asisten I Setkab ini, dirinya mengutip puntung rokok dan gelas sisa air meneral yang berserakan di gedung megah itu. “Ketika puntung rokoh dan botol air meneral itu saya kutip, baru masingmasing mau mengambil sampah itu dari tangan saya. Untuk apa, mestinya kita tak perlu mengutip seperti itu jika prilaku atau kita tahu di

mana tempat sampah atau kebersihan itu sudah membudaya di diri kita masing-masing,” katanya. Penilaian adipura tahun 2014 beberapa itemnya sudah mengalami perubahan, tidak sama dengan penilaian pada tahun 2013. Saban tahun item penilaian memang sering berubah, hal itu bertujuan agar bersih itu tidak sekadar terlihat saat akan dilakukan penilaian, tapi sudah termenej dengan baik. Sekda juga meminta kepada SKPD terkait untuk menjalankan fungsinya dengan baik sesuai ranah pekerjaan yang menjadi tanggungjawab masingmasing. Seperti Badan Lingkungan Hidup (BLH), Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, Dinas Perkebunan dan Kehutanan, Dinas Tata Kota, Tata Ruang

dan Pemukiman, dinas Perhubungan, RSUD, dan lainnya. “Jika semua SKPD dan masyarakat menjalankan fungsi masing-masing dengan baik, saya yakin pekerjaan ini akan menjadi ringan dan target kita untuk membudayakan hidup bersih akan tercapai,” harapnya seraya berujar semua pihak harus berani memberikan teguran kepada siapa saja yang membuang sampah sembarangan. Sementara itu Kepala Dinas Kebersihan dan Pasar, H Indra Gunawan didampingi Kabid Kebersihan, Abdul Kadir M.Si saat ditemui mengatakan, rapat persiapan penilaian adipura rutin digelar setiap tahun. Hanya saja kali ini digelar lebih nyantai dan mengambil tempat di hotel. “Sebelumnya acara seperti

ini agak formal karena kita gelar di kantor Bupati. harapan kita tentunya, agar budaya bersih itu bersebati dalam diri kita masingmasing,” kata Indra. Rapat persiapan tersebut juga menghadirkan tim independen dari Pekanbaru. Mereka menjelaskan item apa saja yang berubah dari penilaian adipura tahun 2014. Selain menyampoaikan beberapa masukan dan perubahan penilaian, pada hari Kamis (26/9), tim juga berkeliling ke sejumlah lokasi titik pantau untuk melihat langsung kondisi di lapangan serta menyerap berbagai pertanyaan. Hadir dalam acara rapat persiapan tersebut, sejumlah SKPD, Camat Bengkalis, sejumlah kepala sekolah yang menjadi titik pantau penilaian Adipura. better-adv-afdal

Bantan Juara I Festival Rebana Disbudparpora BUKITBATU- Guna mendukung kerja Masyarakat Peduli Api Desa Tanjung Leban dan Desa Sepahat dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau, khususnya di Kabupaten Bengkalis, PT BBHA dan PT SPM membantu peralatan pemadam kebakaran berupa dua unit pompa air portable. Penyerahan bantuan dilakukan di Posko Karhutla MPA Sepahat, Kamis (26/9). Selain penyerahan bantuan, pada saat bersama juga digelar konsolidasi penguatan pengetahuan terhadap tugas dan fungsi MPA di dalam penanggulangan karhutla khususnya di dua desa tersebut, yakni Sepahat dan Tanjung Leban. Penyerahan bantuan 2 unit pompa air lengkap dengan selang dari PT BBHA diwakili Nozelnya dan dari PT SPM diserahkan Kepala Distrik Tju Kui Hua. Acara penyerahan juga dihadiri Manajemen Sinarmas Forestry dari Jakarta Abdul Razak dan Humas Sinarmas Forestry Nurul Huda dan disaksikan Camat Bukit Batu, Fadlul Wajidi, Kapolsek Bukit Batu Kompol Sasli Rais, Kabid Rehabilitasi & Rekonstruksi BPBD Bengkalis M Asril, Kades Tanjung Leban Hasan Basri dan Kades Sepahat M Ali. Camat Bukitbatu, Fadlul Wajidi dalam sambutannya menyampaikan bahwa selama ini Sepahat dan Tanjung Leban dikenal dunia internasional sebagai pengekspor asap. Maka dari itu fungsi MPA ini sangat dibutuhkan untuk penanggulangan karhutla di kedua desa ini. “Mari sama-sama kita pertahankan MPA ini, jangan sampai terpecah belah antar sesama anggota. Bantuan peralatan dari perusahaan BBHA dan SPM sangat membantu sekali, kita ucapkan terima kasih,” ujarnya. Hal senada diungkapkan Kapolsek Bukitbatu, Kompol Sasli Rais. Menurutnya, pihak kepolisian sangat terbantu sekali dengan adanya MPA ini. Ia sangat mengharapkan MPA ini tetap eksis, di samping yang utama adalah kepedulian semua pihak terhadap penanggulangan karhutla di daerah ini. “Dampak dari karhutla yang terjadi di lahan masyaarakat, bisa membakar lahan milik perusahaan. Perlu juga kami infokan bahwa ancaman hukuman terhadap pelaku pembakar lahan sangatlah berat,” ujar Kapolsek. Sementara Pimpinan Distrik BBHA dan SPM, Tju Hui Hua menyatakan bahwa perusahaan akan selalu membantu MPA Sepahat dan Tanjungan Leban dalam upaya penanggulangan karhutla. “Silahkan buat program dan ajukan kepada kami, nanti mana yang bisa kami bantu akan kami bantu, karena bagi perusahaan masyarakat adalah mitra,” tegasnya. better-afdal

BENGKALIS- Kecamatan Bantan keluar sebagai juara I Festival Rebana tingkat Kabupaten Bengkalis yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora), Rabu malam (25/9) kemarin. Dengan kemenangan tersebut, Kecamatan Bantan berhak mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp8 juta. Bantan meraih nilai tertinggi dari kontestan lainnya, disusul juara II Kecamatan Bengkalis dan juara III Kecamatan Mandau. Sementara harapan I diraih Kecamatan Bukit Batu, harapan II Kecamatan Bengkalis II dan harapan III diraih Rupat Utara. Tahun 2012 lalu, Bantan menempati posisi ketiga sementara tempat pertama diraih Bukit Batu. Sedangkan Bengkalis, baik Bengkalis I maupun Bengkalis II pada tahun ini sama dengan tahun 2012 yaitu juara II dan harapan II. Untuk juara II panitia memberikan uang pembinaan sebesar Rp7 juta, juara III sebesar Rp6 juta,

juara harapan I Rp5 juta, juara harapan II sebesar Rp4,5 juta dan juara harapan III sebesar Rp3 juta. Penyerahan hadiah untuk juara I langsung dilakukan oleh Wakil Bupati Bengkalis H Suayatno dan disaksikan Sekretaris Disbudparpora Eri Kusuma serta Kabid Kebudayaan Syamsul. Kegiatan festival yang diselenggarakan di Lapangan Tugu tersebut, dibuka secara resmi oleh Wabup H Suayatno. Dalam sambutannya, Suayatno mengatakan bahwa qasidah rebana merupakan salah satu kesenian tradisional yang harus dilestarikan. Qasidah rebana juga memegang peranan penting menjalin silaturahni dalam kehidupan sehari-hari. “Untuk itu, kesenian rebana patut kita lestarikan dan dorong kemajuannya karena melalui kesenian ini banyak pesan-pesan dakwah yang disampaikan kepada masyarakat. disamping itu, rebana sebagai media berkesenian diharapkan mampu memacu kreatifitas dan wadah bagi seseorang

menuangkan inovasi religi,” ujarnya. Wabup mengatakan, banyak poin yang dapat ditarik dari pelaksanaan festival rebana, diantaranya untuk memacu peningkatan pembangunan kesenian dan kebudayaan Kabupaten Bengkalis yang bernuansa islami. Kemudian memupuk semangat sportifitas dan kekompakan karena bukan semata untuk mencari kemenangan dalam ajang festival ini. Tak kalah pentingnya adalah sebagai ajang silaturahim baik sesama peserta lomba, panitia maupun dengan pemerintah dan masyarakat untuk mempererat ukhuwah islamiah. “Poin penting lainnya dari kegiatan ini terutama untuk menggerakkan para generasi muda, agar menjauhi berbagai kegiatankegiatan yang mengarah pada tindakan negatif dan memotivasi untuk lebih mendalami dan mengamalkan ajaran agama kita yakni agama Islam, baik dalam kehidupan berbangsa maupun dalam kehidupan

FESTIVAL REBANA- Wabup Suayatno tampak menyerahkan hadiah kepada juara festival rebana se-Kabupaten Bengkalis pada Rabu (25/9) malam.

kita sehari-hari,” ujarnya. Suayatno berharap dengan semakin banyaknya even-even seni yang memperlombakan unsur keagamaan, mudahmudahan para generasi muda semakin mencintai seni musik ini dan diharapkan akan dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap perkembangan seni dan budaya khususnya kesenian rebana di kabupaten Bengkalis.

“Kedepan, agar para peserta festival selalu mengikuti perkembangan musik, misalnya dengan memadukan dan mengkombinasikan alat-alat musik yang ada di tengahtengah masyarakat sehingga suara yang dihasilkan menjadi lebih bagus, indah dan spesifik,” saran Wabup seraya berharap agar para pelaku seni mampu membuat kesenian rebana untuk dikemas lebih kreatif dan menghibur. better-adv-afdal

Kadin Bentuk Koperasi UMKM Kreatif BENGKALISMenumbuhkan dunia dan menjawab kebutuhan pelaku UMKM, Kadin Bengkalis membuat terobosan dengan membentuk Koperasi Simpan Pinjam UMKM Kreatif. Koperasi ini anggotanya meliputi pelaku usaha yang ada di Kabupaten Bengkalis, pengurus dan karyawan Sekretariat Kadin Bengkalis. Terpilih sebagai Ketua Koperasi Ketua Kadin Bengkalis, Masuri dalam rapat pembentukan koperasi di Kantor Kadin, Kamis (26/9), berharap dengan telah terbentuknya koperasi

simpan pinjam yang digagas Kadin Bengkalis bisa menjadi lokomotif pertumbuhan dunia usaha dan menjawab kebutuhan bagi pelaku UMKM di Kabupaten Bengkalis. Disisi lain dengan keberadaan koperasi ini nantinya bisa memperkokoh peran dan fungsi Kadin sebagai kelembagaan dunia usaha di Kabupaten Bengkalis. Karena hadirnya Kadin bukan hanya semata wadah organisasi usaha semata. Sementara itu Dewan Pertimbangan Kadin, H Heru

Wahyudi memberikan apresiasi terhadap pembentukan KSP ini. Ia bahkan berharap ke depan tidak hanya KSP yang bisa lahir, tapi juga bagaimana dibentuk koperasi pengumpul hasil perkebunan masyarakat guna mencegah terjadinya gejolak harga. Apalagi pemerintah daerah telah menyiapkan dana untuk program itu, tinggal lagi bagaimana memanfaatkan melalui koperasi. “Koperasi harus menjadi soko guru perekonomian di Bengkalis. Kadin diharapkan menjadi fasilitator sebagai

tempat berkiumpulnya dunia usaha,” ujar anggota DPRD Bengkalis ini. Banyak Mati Suri Pada kesempatan itu, Penyuluhan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bengkalis, Ismail yang diundang khusus dalam rapat tersebut sekaligus menjadi narasumber, menjelaskan panjang lebar tentang koperasi. Intinya ia berharap koperasi yang dibentuk Kadin ini tidak boleh meninggalkan sejarah perkembangan

koperasi itu sendiri. Ditambahkannya, saat ini koperasi yang sehat itu di Kabupaten Bengkalis hanya sekitar 35 persen saja dari jumlah 300-an koperasi yang ada di Kabupaten Bengkalis. Menurutnya lagi, kuasa utama koperasi itu rapat anggota yang terdiri dari tiga unsur, yaitu pengawas, pengurus dan anggota. “Yang tiga unsur inilah menentukan mati hidupnya koperasi. Pengawas, pengurus dan anggota harus menjalankan peran dan fungsinya,” pesannya. better-afdal

Hal 16  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you