Page 1

Hassan Hanafi : Revolusi Transendensi A.

Sejarah singkat pemikiran Hassan Hanafi

DR. HASSAN HANAFI adalah seorang filsuf hokum islam, seorang pemikir Islam dan guru besar pada fakultas filsafat Kairo. Ia memperoleh gelar doctor dari Sorbonne University, paris pada tahun 1966. Ia banyak menyerap pengetahuan Barat, ia juga mengkonsentrasikan diri pada kajian pemikiran Barat pra modern dan modern. Meskipun ia menolak dan mengkritik Barat, akan tetapi ide-ide liberalisme Barat, demokrasi, rasionalisme dan pencerahan telah mempengaruhi pemikirannya, oleh karena itu Hassan Hanafi tergolong modernisme liberal1. Salah satu yang melandasi pemikiran Hassan Hanafi ialah bagaimana melanjutkan proyek yang didesain untuk membuat dunia Islam bergerak menuju pencerahan yang menyeluruh. Ada tiga wajah dalam rangka memantapkan pemikirannya dalam dunia Islam. Wajah pertama, adalah peranannya sebagai seorang pemikir Revolusioner. Salah satu yang pokok ialah Revolusi Tauhid (keesaan, pengesaan: konsep inti dalam pandangan Islam). Dalam kategori ini jelas bahwa Hassan Hanafi dapat dikatakan sama dengan Ali Syariati, serta Imam Khomaini yang telah sukses memimpin Revolusi. Wajah kedua adalah bahwa sebagai seorang Reformis tradisi intelektual Islam Klasik. Dalam hal ini Hassan mirip dengan Muhammad Abduh (pemikir Mesir terkemuka 1849-1905). Bahkan Hassan Hanafi juga seorang Rasionalis sebagaimana halnya Abduh. Wajah ketiga adalah Hassan Hanafi sebagai penerus Al-Afghani (1838-1896). Al-Afghani adalah pendiri gerakan Islam modern. Yang disebut sebagai suatu perjuangan melawan imperialism Barat dan untuk mempersatukan dunia Islam. Inilah tiga wajah pemikiran yang melandasi sejarah pemikirannya Hassan Hanafi untuk kembali bergerak menuju suatu pencerahan peradaban bagi dunia Islam.

B.

Makna Revolusi dan Transendensi

1 Kazoo shimogaki: kiri Islam, pemikiran Hassan Hanafi. LKiS Yogyakarta 1993.hlm III


1.

Makna Revolusi Sebelum masuk lebih jauh pada ranah pemikiran Hassan Hanafi tentang revolusi, ada

baiknya menjelaskan sedikit makna Revolusi itu. Revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Di dalam revolusi, perubahan yang terjadi dapat direncanakan atau tanpa direncanakan terlebih dahulu dan dapat dijalankan tanpa kekerasan atau melalui kekerasan. Ukuran kecepatan suatu perubahan sebenarnya relatif karena revolusi pun dapat memakan waktu lama. Misalnya revolusi industri di Inggris yang memakan waktu puluhan tahun, namun dianggap 'cepat' karena mampu mengubah sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat seperti sistem kekeluargaan dan hubungan antara buruh dan majikan yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Revolusi menghendaki suatu upaya untuk merobohkan, menjebol, dan membangun dari sistem lama kepada suatu sistem yang sama sekali baru. Revolusi senantiasa berkaitan dengan dialektika, logika, romantika, menjebol dan membangun. Logika revolusi merupakan bagaimana revolusi dapat dilaksanakan berdasarkan suatu perhitungan mapan, bahwa revolusi tidak bisa dipercepat atau diperlambat, ia akan datang pada waktunya. Kader-kader revolusi harus dibangun sedemikian rupa dengan kesadaran kelas dan kondisi nyata di sekelilingnya. Romantika revolusi merupakan nilai-nilai dari revolusi, beserta kenangan dan kebesarannya, di mana ia dibangun. Romantika ini menyangkut pemahaman historis dan bagaimana ia disandingkan dengan pencapaian terbesar revolusi, yaitu kemaslahatan rakyat. Telah banyak tugu peringatan dan museum yang melukiskan keperkasaan dan kemasyuran ravolusi di banyak negara yang telah menjalankan revolusi seperti yang terdapat di Vietnam, Rusia, China, Indonesia, dan banyak negara lainnya. Menjebol dan membangun merupakan bagian integral yang menjadi bukti fisik revolusi. Tatanan lama yang busuk dan menyesatkan serta menyengsarakan rakyat, diubah menjadi tatanan yang besar peranannya untuk rakyat, seperti di Bolivia, setelah Hugo Chavez menjadi presiden ia segera merombak tatanan agraria, di mana tanah untuk rakyat sungguh diutamakan yang menyingkirkan dominasi para tuan tanah di banyak daerah di negeri itu. 2.

Etimologi Transenden


Dalam keseharian saat kita mendengar kata transenden, yang ada dalam benak kita ialah pernyataan akan wujud Tuhan yang Transenden dan kata transenden juga digunakan dalam suatu bilangan transenden dan fungsi transenden, akan tetapi yang dijelaskan disini adalah makna secara bahasa dari transenden. Transenden adalah suatu kata serapan yang diambil dari bahasa inggris “transcendent’, dan akar kata dari bahasa inggris ini diserap dari bahasa eropa yakni dari bahasa prancis kuno “transcend” dan bahasa latin “trancendere”. Adapun arti transenden menurut kamus besar bahasa Indonesia ialah diluar batas pengetahuan dan kesanggupan manusia, atau diluar batas normal, yakni sesuatu yang luar biasa atau sebagainya. Kalau dalam matematika kata ini digunakan untuk bilangan ataupun fungsi tertentu, akan tetapi dalam Filsafat kalimat ini menunjuk kepada Tuhan atau wujud-Nya.

C.

Revolusi Transendensi Hassan Hanafi

Hassan Hanafi mencoba membongkar suatu gagasan revolusi, bahwa Islam adalah protes, oposisi, dan revolusi. Islam bukanlah sekedar tunduk, dan ini adalah suatu gagasan yang sengaja disembunyikan, yakni penolakan, oposisi, dan pergolakan yang dianggap sebagai kebutuhan actual masyrakat Muslim. Istilah transendensi digunakan sebagai ganti dari Tuhan sebagaimana pembahasan etimologi transendensi sebelumnya. Tuhan seringkali digunakan dalam bermacam-macam pengertian, konsep dan penggunaan sehingga menjadi tidak operasional, baik dalam berekspresi atau dalam berkomunikasi. Sebaliknay istilah transendensi kurang sarat dengan keslahpahaman dan dapat lebih mudah digunakan dalam mengungkapkan dan mengkomunikasikan ide baru seperti pengertian lain dari Islam yakni pergolakan, penolakan, oposisi, dan revolusi. Istilah transendensi bersifat non-antropomorfis, impersonal, rasional, non teologis, non sectarian, dan sebagainya. Ia dapat dipahami oleh semua manusia, dan bersifat umum bagi setiap orang yang selalu melewati batas-batas situasi yang ada. Keaslian sumber Islam yang murni dan segar ialah Alquran. Itulah sebabnya dekripsi revolusi transendensi ini terutama didasarkan atas Alquran sebagai sebab pertama. Dan ini =bisa


kita lihat dalam setiap gagasan Hassan Hanafi yang tidak lepas dari penjelasan yang diambil seluruhnya dalam Al-quran. Otonomi pemikiran Transendensi adalah realitas yang dapat dipahami oleh pemikiran manusia. Penerimaan yang melebihi batas pemikiran manusia adalah tidak mungkin, karena penerimaan perlu dipahami oleh pikiran dan dikemukakan dengan bahasa.oleh karena itu transendensi adalah suatu realitas yang dapat dibuktikan, dan pikiran merupakan kemampuan yang lincah. Pembuktian merupakan penghubung antara transendensi dengan pikiran, antara obyektivitas dan subyektivitas. Hanya yang dapat dibuktikan yang menjadi subyek penerimaan atau penolakan logika. Dalam hal ini pembuktian sama dengan realitas, epistemology identik dengan ontology. Wahyu itu sendiri disebut pembuktian dan bukan penerimaan dogmatis terhadap keputusan yang keluar begitu saja dari kehenda yang mutlak. Transendensi yang dipahami adalah menjadi suatu realitas pikiran, secara etimologis transendensi dalam arti “melewati�, oleh karena itu pikiran manusia tidak pernah berhenti berpikir, memformulasikan dan mengexplorasi, tidak ada istilah berakhir dalam segala hal. Ini untuk melindungi pikiran dari dogmatism dan fiksisme serta untuk memotivasi buat peningkatan belajar secara terus menerus, tidak ada batasan-batasan bagi pikiran untuk mengetahui juga bagi relaitas untuk diketahui. Karena transendensi merupakan suatu realitas yang dapat diketahui dank arena pikiran merupakan suatu kemampuan untuk mengetahui, maka tidak ada peluang bagi skeptisme, agnostisisme, relativisme atau nihilism yang sistematis. Keajuan tak terbatas dalam pengetahuan manusia dimotivasi oleh hasrat untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih baik dan akurat bagi realitas yang dapat diketahui dan didasarkan atas keyakinan dalam pikira manusia. Akhirnya kita kan mengerti bahwa transendensi adalah sama dengan kebebasana berpikir. Revolusi transendensi timbul dalam pikiran manusia sebagai penolakan dua kegagalan yang berlawanan, dogmatisme dan skeptisisme. Transendensi adalah gabungan antara cita-cita dan kenyataan dalam pikiran manusia melalu tindakan manusia, transendensi merupakan kehidupan jiwa dan sejarah pikiran. Tatanam Alam


Transendensi dan alam seperti sebuah cermin, ia adalah suatu yang tampak dan tidak tampak, ia adalah yang diketahui dan tidak diketahui. Yang tak terlihat bukan hanya masa sekarang yang konkrit, akan tetapi juag masa depan yang diharapkan, yang tak diketahui lebih banyak daripada yang diketahuhi dan ini untuk mendorong pikiran manusia kepaa eksplorasi yang lebih jauh dari dunia yang tak diketahui. Alam adalah suatu bidang kerja, lapangan kerja manusia dibuni adalah bekerja dan memenuhi perintah suci. Alam adalah baik dan manusia juga baik. Perintah suci adalah untuk melestarikan kebaikan dengan tindakan manusia yang menjaga identitas antara alam, kebaikan dan kesempurnaan. Transendensi merupakan suatu proses yang dimulai oleh tindakan manusia. Itulah sebabnya mengapa wahyu berupa seruan langsung untuk bertindak. Tindakan merupakan manifestasi dari Iman. Iman tanpa tindakan sama dengan bentuk tanpa isi, kata tanpa perbuatan. Transendensi merupakan suatu terobosan pada suatu saat sebagai suatu komponen alam dalam kehidupan. Sekarang adalah saat bertindak, masa lampau adalah pengalaman, dan masa depan adalah saat akibat-akibat dan hasil-hasil. Transendensi sebagai visi masa depan merupakan motivasi dalam diri manusia untuk mencari apa yang permanen dan abadi. Sentralitas Manusia Revolusi transenden timbul dalam diri manusia yang berkedudukan sebagai inti alam semesta. Manusia diciptakan sebagai bayangan Tuhan sendiri, ia juga membagi sifatNya yang sama sperti berilmu, berkuasa, hidup, mendengar, melihat, berbicara, dan berkehendak. Sifatsifat ini dapat dipahami secara harfiah bagi manusia dan metaforis bagi Tuhan, atau sebaliknya. Masyarakat Egalitarian Masyarakat egalitarian adalah masyarakat tanpa kelas. Revolusi transendensi timbul dalam masyarakat untuk mengimplementasikan keadilan social dan landasan bagi masyarakat egalitarian. Transendensi berarti kesamaan unvesral antara sesame individu dalam masyarakat yang sama. Univertalitas transendensi merupakan prasyarat bagi persatuan semua individu dalam satu pendirian. Kesatuan komunitas merupakan refleksi dari kesatuan Tuhan. Tatanam Hukum Transendensi muncul dalam masyarakat dengan wujud penerapan hukum(syariah) untuk memberikan kepada individu dan masyarakat sebuah struktur formal. Revolusi transedensi


timbul kapan saja ketika kekuasaan manusia menjelam menjadi otoritas mutlak, dan sumber perundang-undangan. Tuhan adalah pengatur, [enguasa dan hakim. Kemajuan Sejarah Pergolakan transendensi adalah bersifat langgeng dalam sejarah. Sejak manusia pertama ada dimuka buni, transendensi sama dengan kesadaran individualnya dan tatanan sosialnya. Semua nabi bergolak melawan status quo dengan mengatasnamakan transendensi. Semua revolusi masa depan juga dilancarkan, secara langsung dan tidak langsung atas nama transendensi. Para nabi tidak hanya mengkhutbahkan transendensi melainkan juga memimpin mereka. Mereka memihak pada kaum miskin, tertindas dan menderita dimuka bumi. Transendensi bukan sekedar iman tanpa perjuangan social dan dialektika kesejarahan. Transendensi adalah suatu perjuangan yang langgeng antara pikiran dan nafsu, baik dan jahat, keastuan dan disparitas,pembangunan dan perusakan, serta kehidupan dan kematian. Kesimpulan Sudah sangat jelaslah apa y ang menjadi revolusi transendensi Hassan Hanafi. Bahwa Islam bukanlah berarti tunduk atau penghambaan melainkan lebih merupakan transendensi ialah sebuah struktur dinamis untuk kesadaran individu, untuk kemajuan dalam sejarah. Revolusi transendensi harus ditegakkan bagai tiang yang menjulang. Kesatuan dimulai oleh pergolakan, perlawanan terhadap penderitaan, kejahatan, penindasan revolusi transeden adalah perjuangan, revolusi transenden adalah kebaikan abadi, dan semua itu berawal dari diri sendiri. Revolusi transenden adalah kebebasan untuk meraih kemenangan sesungguhnya yakni kebahagiaan abadi.

menuju keabaadian


Daftar Pustaka: -

Hassan Hanafi, Agama, Ideologi dan Pembangunan, Jakarta, P3M, 1991, Cet. Ke-1

-

Hassan Hanafi, Kiri Islam Antara Modernisme dan Postmodernisme: Telaah Kritits Pemikiran Hassan Hanafi, terjemah: M. Imam Aziz dan M. Jadul Maula, Jogjakarta: LkiS, 2007, Cet. Ke-7

-

http://mustamiranwar86.wordpress.com/2010/04/29/hasan-hanafi-2/

-

http://id.wikipedia.org/wiki/Revolusi

-

http://ush.sunan-ampel.ac.id/?p=79

-

http://renoldhasan.blogspot.com/2010/10/definisi-etimologi-dari-kata-transenden.html

-

http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=latar%20belakang%20revolusi%20hasan %20hanafi&source=web&cd=11&ved=0CB4QFjAAOAo&url=http%3A%2F


%2Fkhuailidmoh.files.wordpress.com%2F2009%2F11%2Fmakalah-biografi-danpemikiran-hassan-hanafi4.doc&ei=Ke9OT5b0B4fmrAf1otCpDQ&usg=AFQjCNHXypcKDwJvjcana_b-riPnB71SA&cad=rja -

http://zizy-tajdid.blogspot.com/2010/10/pemikiran-kiri-islam-hasan-hanafi.html? zx=2a79d00a18e1bcd6

Revolusi transendensi  

Agama bukanlah hanya tunduk, akan tetapi agama adalah semangat, kekuatan untuk melawan penindasan melaului pergolakan untuk meruntuhkan keha...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you