Page 1

9

2085-5249

772085 524948

ISSN

Berani Berkompetisi dan Berprestasi

Edisi 54 Tahun 6, Juni 2011 / Rajab 1432 H


“Saya sangat berharap wanita Indonesia tetap berjuang, tidak putus asa dalam berkiprah untuk mengisi kemerdekaan dalam segala bidang. Termasuk sebagai ibu yang mampu menjadi teladan bagi anak-anaknya. Untuk majalah Men’s Obsession, agar terus menjadi majalah yang menjadi bacaan pembawa inspirasi dan pengetahuan dalam era modern bagi pembacanya.”

Melani Leimena Suharli Wakil Ketua MPR RI

LO LA & VE TIO NS HIP

RE

7

AN NIV ED ER ITIO SA N RY

Years

Majalah Prestasi & Gaya Hidup

EDISI KHUSUS

Q EDISI 086 Q FEBRUARI - MARET 2011

p asi & Gaya Hidu Majalah Prest

Majalah Presta si & Gaya

Hidup

7

CEO Indones ia

Sutiyoso Syarif Hasan Zulkifli Hasan

Gatot M. Suwondo PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

NACHROWI RAMLI ARI 2011

ALL ABOUT LOVE CARS FOR YOUNG COUPLES BUGAR DENGAN TAWA THE LEGISLATORS

Indonesia

Aziz Syamsuddin

ent

2011 ERMAHAL 7 MOBIL T

Suherman Mihardja 2/11/11 11:20 PM Alleira Batik

cover 86.indd 1

ARI 2011

PM 1/19/11 5:18

Cover 85.indd

Nanda Widya PT. Metropolit an Land Developm

Lily Wahid

Ahmad Yani

Heni Jeniwati

Rp. 54.000,-

Henry Husada Kagum Group

2011

Yety Tjandra

Tjatur Sapto Edy

Bobby Gafur Umar PT. Bakrie Azis Syamsudd & Brothers inTbk

r

Alim Markus PT. Maspion Group

Achsanul Qosasi

Glen Glenardi PT. Bank Bukopin Tbk

Entrepreneu

Rp. 54.000,-

Fitriani Hamzah

Helen Jeniwati

I Gede Subawa PT. Asuransi Kesehatan (Persero)

7

Q 087 Q MARET-A PRIL

Q EDISI 086 Q FEBRUARI - MARET 2011

Farida May Alawiyah Al-Atas Deby Vinski

Sukrisno PT. Bukit Asam (Persero) Tbk

2011

I-FEBRU KHUSUS JANUAR Q 085 Q EDISI

a

Suharso Monoarf g

Tifatul Sembirin Irman Gusman

Pilihan

Armando Mahler PT. Freeport Indonesia

Berbuat untuk Masyarakat

din Sapta Syamsud Oesman Azis

7She’s

Emirsyah Satar PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk

Q 087 Q MARET-A PRIL

7Tokoh Pilihan

I-FEBRU KHUSUS JANUAR Q 085 Q EDISI

Redaksi & Iklan: Griya Dharmapena, Jl. Sagu No. 6 Kebagusan Raya Jagakarsa - Jakarta Selatan 12820 Telp. (021) 78844744, 7818789 - Fax. (021) 78832465 www.mensobsession.com

ING LIV N OD IO GO EDIT

th

Rp. 54.000,Cover 87.indd

1

Darwan M. Purba Jakarta Eye Center

Sari Lestari Darmawan Argenta Group

Anthony Akili PT. Smailing Tour

ECOLUXUR Y TRAVEL I N INDONES IA

1

3/17/11 5:33 PM


Juni 2011

Temu Tamu Dian M Noer,

Tanggung Jawab Sosial dan Reputasi

4

Kursi Baca Frasa Sehari-Hari untuk Sang Buah Hati 5 Rumah Kita Berani Berkompetisi dan Berprestasi 21 Binar Mata Hanifan Fiddin, Jagoan Taekwondo yang Rajin Mengaji 22 Kolam Motivasi Surat Terbuka untuk Adik-adikku

28

Oleh-oleh Tidak Pernah Ada Kata Menyerah 30 Ekonomi Syariah Kewajiban Akuntan Muslim dalam Dakwah Islam 32 Sudut Sehati Mempersiapkan Pernikahan 33 Bilik Klinik Mengatasi Diare Pada Anak 34 Bale Konsul Hukum Memendekkan Rambut bagi Perempuan

Fotografer: Yudi Juliana Lokasi: Infanteri (Pussenif) Bandung

Diterbitkan oleh Marketing Support Division Rumah Zakat Consultative Board Acep Lu’lu Iddin Rachmat Ari Kusumanto Muhammad Trieha Chief Editor Iman Sulaeman Artistic Hidayat Ramzy Aep Saepudin Diky Rachmat Newsroom Agustin Santriana Linda Handayani Indriyatna S Photographer Giman B. Susanto Angga Adhitya Advertisement Dyana Widiastuti Distribution Rahmat Marketing Consultant AM. Adhy Trisnanto Legal Consultant Yayan Sutarna, SH., MH. Address Jalan Turangga No. 25C Bandung – Jawa Barat Phone (022) 7332407 Facsimile (022) 7332478 SMS Centre 0815 7300 1555 Call Centre 0804 100 1000 E-mail welcome@rumahzakat.org Web www.rumahzakat.org

Rumah Lentera Rajab 1432 H

1


Kolom CEO

Kalender Juni 2011 Revitalisasi Posyandu: Tgl : 3, 9, 15 Padang, Cimahi Siaga Sehat: Tgl : 1, 3, 4, 6, 10, 11, 13, 15, 16, 17, 18, 22, 23, 24 Pontianak, Lampung, Palembang, Bogor, Tangerang, Cimahi, Solo Kerja bakti: Tgl : 12, 19, 22 Kediri, Makassar.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sebuah anugerah diliputi rasa kesyukuran untuk terus bisa menjalin silaturrahim yang hangat bersama sobat zakat sekalian, semoga setiap relasi yang terjalin selalu dimuliakan dalam keberkahan dan kasih sayang untuk Merangkai Senyum Indonesia. Shalawat serta salam kita panjatkan semoga selalu terlimpah kepada kekasih dan teladan kita Rasulullah Muhammad SAW. Pada kesempatan tengah tahun ini tak terasa sebentar lagi kita akan menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan 1432 H, awal Agustus tahun ini. Menjelang bulan Ramadhan, Rasulullah SAW. senantiasa mengumpulkan para sahabatnya. Rasul pun kemudian menyampaikan kepada mereka hikmah dan keutamaan Ramadhan dan puasa. Ini dilakukan oleh Rasul dalam rangka mengingatkan kaum Muslim akan datangnya bulan penuh berkah. Beliau memompa semangat para sahabat agar mereka BERGEMBIRA DAN MENYONGSONG SEPENUH HATI kedatangan bulan Ramadhan. Meneladani hal tersebut Rumah Zakat berusaha menularkan semangat kegembiraan ini kepada setiap sobat zakat termasuk kepada para mitra binaan sehingga benar-benar dapat mempersiapkan dan memanfaatkan momentum terbaik ini lebih awal. Nabi kita juga mengajarkan satu doa, “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.”(HR. Thabrani dan Baihaqi). Jika Rasulullah mengingatkan persiapkan Ramadhan minimal 2 bulan sebelumnya berarti setidaknya Juni inilah waktunya. Banyak realitas di negeri kita kesibukan menghias dan membersihkan rumah justru menjelang lebaran yang artinya bisa jadi mengurangi konsentrasi kita dalam ibadah Ramadhan. Dalam edisi ini kita juga berbagi kisah pemberdayaan Rumah Zakat khususnya Senyum Juara di bidang pendidikan. Pada awal Juli 2011 besok kita juga akan menggelar event besar Kemah Juara 2011 yang digelar serentak di 33 kota. Acara ini juga selain sebagai ajang kreasi dan rekreasi anak asuh juga sebagai satu rangkaian Sambut Ramadhan 1432 H yang direncanakan Rumah Zakat. Semoga sajian edisi ini menambah wawasan dan ikatan hati di antara kita, selamat Wassalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

2

Rumah Lentera Edisi 54 Tahun ke 6, Juni 2011

Penyaluran Beasiswa dan Pembinaan: Tgl : 12, 19, 26, Bandung, Cimahi, Cirebon, Yogyakarta, Semarang, Jakarta Timur, Bekasi, Bogor, Cikarang, Surabaya, Banjarmasin, Tangerang, Depok, Lampung, Pekanbaru, Makassar. Bimbingan Belajar: Tgl : 5, 6, 11, 12, 13, 19, 20, 26, 27 Makassar, Samarinda, Padang Kelas Renang: Tgl : 12, Makassar. Mobil Juara: Tgl : 1-30 Padang Outing: Tgl : 5, 15, 26 Cirebon, Semarang, Aceh, Padang Pelatihan Seni: Tgl : 1, 4, 5, 8, 12, 15, 18, 19, 26 Bandung, Surabaya, Pekanbaru, Padang, Makassar, Samarinda, Jakarta Timur Pelatihan Komputer: Tgl : 3, 4, 5, 10, 12, 17, 19, 24, 26 Bandung, Samarinda, Pekanbaru. Pelatihan Olah Raga: Tgl : 5, 12, 19, 26 Bekasi, Samarinda, Jakarta Timur, Depok Majelis Hikmah: Tgl : 11, 21 Kediri, Malang Pelatihan Keberdayaan: Tgl : 14, 15, 16, 19 Semua Cabang Pendampingan Bisnis: Tgl : 4 Semua Cabang


Gazebo

Pemberdayaan di Wilayah ICD Lubuk Baja

W

ilayah ICD (Integrated Community Development) Lubuk Baja adalah satu Kecamatan di Batam dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi dengan luas 36.123 Ha terdiri dari Kelurahan Batu Selicin, Kelurahan Baloi Indah, Kelurahan Kampung Pelita, Kelurahan Lubuk Baja Kota dan Kelurahan Tanjung Uma. Jumlah penduduknya 73.845 jiwa untuk WNI dan WNA sebanyak 647 jiwa yang tersebar di 5 Kelurahan. Daerah Kecamatan Lubuk Baja yang merupakan daerah perkotaan yang termasuk daerah bisnis yang ada di Batam. Di wilayah ICD Lubuk Baja ini Rumah Zakat melaksanakan pemberdayaan dalam tiga rumpun senyum. Dalam program Senyum Sehat diimplementasukan program Layanan Bersalin Gratiis, dan Siaga Sehat. Dalam program Senyum Juara, diimplementasikan Beasiswa Ceria dan Kids Learning Centre. Dalam program Senyum Mandiri diimplementasikan pelatihan menjahit, pelatihan handycraft, Majelis Hikmah, dan Belajar Baca Quran bagi para perempuan.

Rumah Lentera Rajab 1432 H

3


Kursi Baca

Frasa Sehari-Hari untuk Sang Buah Hati Abang Eddy Adriansyah ahmansutardi@yahoo.com

Analis Pada Pusat Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal (P2 PNFI) Regional I Bandung, Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal (PAUDNI), Kementerian Pendidikan Nasional RI.

Setiap orang tua hendaknya memiliki keterampilan komunikasi yang baik, dalam rangka menunjang interaksi harmonis dengan anak-anaknya. Keterampilan komunikasi yang baik adalah syarat mutlak bagi orang tua, yang mengharapkan anak-anaknya mempunyai kepribadian yang penuh percaya diri, dan memiliki perhatian kepada diri, orang tua, sesama dan lingkungannya. Setidaknya ada beberapa frasa atau kalimat yang bisa digunakan sebagai respon verbal dalam interaksi dengan seorang anak. Frasa-frasa ini, kendatipun mudah pengucapan dan pendek redaksionalnya, namun jika orangtua hafal dan memahami betul cara dan waktu pengucapannya, maka ia akan bermanfaat besar bagi tumbuhkembang sang anak baik secara fisik maupun psikis. Berikut contoh frasa sederhana tersebut : 1. “Terimakasih, ya” Frasa pendek ini diucapkan setiap anak selesai melakukan suatu kegiatan yang dianggap orang tua sebagai bantuan. Misalnya, seusai anak merapihkan kamarnya sendiri. Frasa pendek ini membuat anak terdorong untuk selalu memberikan perhatian dan pelayanan yang baik, dan bisa menghargai upaya atau bantuan orang lain terhadap dirinya. 2. “Lalu bagaimana selanjutnya?” Frasa pendek berbentuk kalimat

4

tanya ini diucapkan setiap anak selesai memaparkan pengalamannya dalam rutinitas keseharian. Entah waktu bermain, belajar atau bekerja membantu pekerjaan orang tua. Kalimat ini menandaskan bahwa orang tua memerhatikan atau berusaha menjadi pendengar yang baik bagi anaknya. 3. “Kamu bisa melakukannya!” Frasa pendek ini diucapkan setiap anak ragu melakukan sebuah kegiatan yang sebenarnya bisa dilakukan anak seorang diri. Dengan mengucapkan kalimat ini, secara tak langsung orang tua menolong sang anak membangkitkan potensipotensinya yang tersembunyi. 4. “Apa yang bisa ayah/ibu bantu ?” Frasa pendek ini diucapkan ketika orangtua mendapati buah hatinya bertingkah seperti orang yang tengah dilanda kesulitan atau membutuhkan pertolongan. Kalimat ini merupakan ‘pintu’ keterbukaan dalam komunikasi antara anak dan orangtuanya. 5. “Ayo kita selesaikan !” Frasa pendek ini adalah penyemangat bagi sang buah hati, agar tetap fokus pada tujuan dan aktivitas yang tengah dilakukannya. Bila orangtua mampu mengatur cara, waktu pengucapan dan membiasakannya, sejak kecil sang buah hati telah terbiasa menjadi pribadi yang produktif. 6. “Ini waktunya untuk…” Frasa pendek ini berguna untuk anak agar ia sejak dini terbiasa dengan siklus waktu kegiatan yang teratur misal sewaktu makan ataupun belajar. Anak-anak membutuhkan pola dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka memiliki standar

Rumah Lentera Edisi 54 Tahun ke 6, Juni 2011

waktu yang mampu mengakomodir seluruh aktivitasnya. 7. “Hebat, nak!” Harga diri dan rasa percaya diri seorang anak akan tumbuh jika orang tua terbiasa memberikan pujian tulus, setelah anak selesai mengerjakan aktivitasnya dengan hasil memuaskan. Tentu saja, selain frasa atau kalimatkalimat di atas, amat memungkinkan bagi orang tua untuk memilih dan mengembangkan kemampuannya sendiri, dalam merespon perilaku sang buah hati lewat komunikasi yang kreatif. Setidaknya dengan cara ini orang tua akan semakin terampil memilih kata, memberi informasi dan menjadi inspirasi, dalam rangka mengemban amanat Allah SWT untuk mendidik buah hatinya agar menjadi pribadi yang bernilai bagi diri, keluarga dan masyarakatnya.


Rumah Kita

Berani Berkompetisi dan Berprestasi

Anak-anak belajar tentang hal-hal yang paling penting dalam hidup mereka bukan dengan diajari tapi dengan membentuk pengetahuan oleh dirinya sendiri. Hal ini mereka lakukan bersama alam dan bersama anak-anak lain. Mereka melakukan ini dengan bermain. Bermain merangsang fisik, sosial, emosional, dan perkembangan kognitif pada usia dini. Anakanak membutuhkan waktu, ruang, material, dukungan orang tua yang cerdas, dan pendidikan usia dini untuk menjadi “master dalam permainan,�

(Jones, E. dan Reynolds, G.: 1992).

Rumah Lentera Rajab 1432 H

5


Dengan kata lain, bermain tidak hanya memunculkan kegembiaraan pada anak. Mereka mendapat ilmu tentang cara bergaul saat bermain. Anak dapat mengomunikasikan perasaannya secara efektif dengan cara yang alami. Secara tidak langsung, seorang anak akan melakukan problem solving saat bermain bersama teman sebayanya. Mereka dapat belajar menghargai teman dan bersemangat untuk dihargai dalam pertemanan. Dalam upaya memberikan ruang bermain dan berkreativitas bagi anak, Rumah Zakat menghadirkan program-program yang dapat mengembangkan berbagai potensi mereka. Bekerjasama dengan P&G, Rumah Zakat menghadirkan program PAUD Juara. Membentuk 1000 balita cerdas adalah tujuan akhir dari program ini. Dalam implementasinya, dilakukan pembinaan terhadap kader Posyandu yang mengelola PAUD dan BKB di Jakarta Selatan.

program PAUD Juara Rumah Zakat melakukan roadshow kelompok BKB (Bina Keluarga Balita) dan PAUD yang ada di Jakarta Selatan. Kali ini yang dikunjungi adalah BKB Melati D. Anak-anak sangat antusias dengan kedatangan tim Rumah Zakat. Satu per satu mereka berebut meminta bersalaman. Para siswa menyambut dengan keceriaan. Rumah Zakat mengisi kegiatan inti berupa pemberian materi pengembangan bahasa anak dan pembinaan kepada orang tua di BKB Melati D. Banyak orang tua yang beranggapan bahwa kegiatan belajar bahasa hanya dengan membaca dan menulis saja. Sebagian besar terkejut ketika Rumah Zakat yang diwakili oleh Sri Mulyani memberikan penjelasan bahwa ada cara lain untuk mengajarkan bahasa tanpa mengurangi esensi dari pembelajaran bahasa itu sendiri. Ada 4 tahapan perkembangan dalam bahasa yaitu berbicara, mendengar, membaca dan menulis.

Keceriaan Berkreasi di PAUD Juara Sejak

6

awal

pelaksanaanya,

tim

Setelah memberikan materi kepada para orang tua, Rumah Zakat

Rumah Lentera Edisi 54 Tahun ke 6, Juni 2011

memberikan story telling kepada anakanak. Story telling yang disampaikan oleh PAUD Project Officer, Syamsinar berjudul “Picu (sapi lucu) tak mau mandi”. Kisah ini disampaikan untuk mengembangkan kecerdasan intrapersonal (pembentukan sikap positif). Story telling ini membuat anak tersenyum ceria. Mereka sangat antusias mendengarkan Syamsinar menarasikan kisah Sapi Lucu. Setelah mendengarkan dongeng, anak-anak diajak play dough (bermain adonan) untuk mengembangkan motorik halus anak. Anak-anak bisa membuat berbagai karya dari adonan yang ada. Irdi salah satu murid BKB melati D membuat “singkong”. “Biasanya saya selalu meminta anak saya untuk bermain di tempat lain ketika saya sedang memasak karena khawatir mengganggu. Tapi dari kegiatan ini saya jadi sadar bahwa anak dapat belajar banyak hal melalui permainan sederhana sekaligus menanamkan kesadaran untuk membantu orang tua,” ujar Irna, salah satu orang tua. Selain itu, orang tua juga sadar bahwa dengan


satu permainan sederhana banyak aspek yang dapat dikembangkan, tidak hanya bahasa, tapi juga motorik halus, dan sains. Komunikasi antara orang tua dan anak dapat terjalin semakin baik. Tim Angklung Rumah Zakat Tampil di Seminar Internasional Selain program Sekolah Juara yang berbasis multiple intelligences, Rumah Zakat juga memiliki program Pusat Pengembangan Pontensi Anak (P3A) yang mewadahi potensi anak bangsa. Dalam program ini, selain mendapatkan beasiswa, anak asuh juga mendapatkan pelatihan yang dapat melejitkan potensi mereka. Dalam bidang olah raga, anak asuh mengikuti latihan sepak bola, bela diri, taekwondo dan renang. Dalam bidang seni mereka mendapatkan pelatihan tari, teater, biola, marawis, dan angklung. Pada awal Mei 2011, grup angklung Rumah Zakat tampil dalam pembukaan seminar insternasional. Antusias, takjub dan gugup bercampur jadi satu, sesaat sebelum detik-detik bersejarah itu datang. Bertempat di

aula utama Gedung Merdeka, tempat berlangsungnya Konferensi Asia Afrika pada 1955, Konferensi Internasional dengan tajuk “The International Conference On Family Of The Islamic World�, resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Sesi hiburan dimulai persis selepas Ahmad Heryawan berpidato dan membuka secara resmi acara tersebut. Dengan tiga buah lagu yang telah disiapkan, anak-anak Juara Rumah Zakat yang tergabung dalam tim Angklung cabang Bandung, sukses mengenalkan kebudayaan asli Indonesia kepada peserta konferensi. Tanpa didampingi oleh instruktur, mereka berhasil membawakan Sholawat Badriyah, Bezame Mucho -lagu berbahasa latin yang pernah dibawakan oleh Andrea Bocelli, dan terakhir lagu Mojang� dengan baik. Peserta yang rata-rata berasal dari luar negeri, terlihat menikmati sajian hiburan tersebut. Beberapa di antaranya bahkan tidak hentinya mondar-mandir, sibuk mengabadikan tampilan hiburan angklung dari beberapa sudut.

Selepas tamu VVIP meninggalkan ruang acara pembukaan, kegaduhan sempat terjadi di sebelah panggung utama. Beberapa delegasi asing bergegas meminta foto bersama dengan anak-anak tim Angklung. Antusiasme yang sama juga terjadi saat tim Angklung berfoto bersama di panggung utama. Pentas ini adalah apresiasi keseriusan mereka selama latihan dan sebagai ajang memupuk kepercayaan diri anak asuh. Kemah Juara Sebagai Ruang Ekspresi Anak Sebagai upaya untuk mengembalikan anak-anak pada dunianya, Rumah Zakat menghadirkan program Kemah Juara yang dilaksanakan setiap libur panjang sekolah. Program ini dilaksanakan setelah melihat berbagai penelitian tentang minat anak-anak di berbagai negara untuk bermain di luar ruangan semakin menurun . Di Jepang, sejak 1996 sudah tidak ada seorang pun anak-anak yang bermain di taman. Hal serupa terjadi di Amerika dan Australia. Di Amerika sejak 20062007 lebih dari 30% anak usia 6-17

Rumah Lentera Rajab 1432 H

7


Rumah Kita

tahun mulai tidak menyukai permainan di luar ruangan (Outdoor Foundation, 2008). Di Inggris, hanya 30% anak yang bermain di luar ruangan saat ini (Natural England, 2010). Efek terburuk dari kondisi ini adalah menurunnya kreativitas anak. Mereka terbiasa bermain game di rumah. Sebagai contoh, di Amerika Serikat, kreativitas anak menurun 36%. Mereka tidak dapat mengembangkan dan menguraikan ide-ide dan pemikiran rinci dan reflektif dan motivasi untuk menjadi kreatif (Newsweek, 2010). Bahkan yang lebih penting dari bermain di luar ruangan selain kreativitas dan kemampuan bersosialisasi dengan sesamanya adalah pengenalan anak pada alam. Bukankah anak-anak yang akan mendapatkan tanggung jawab untuk menjaga alam ini. Bagaimana mereka bisa menjaga alam apabila sejak kecil ia tidak terbiasa mengenal alam. Sebagai salah satu mengakrabkan anak-anak

8

upaya dengan

alam, Kemah Juara selalu hadir setiap liburan sekolah tiba. Anak-anak diajak mengenal alam melalui berbagai kegiatan dan permainan yang mereka ikuti. Dalam Kemah Juara tahun ini, Rumah Zakat mengusung konsep Olimpiade Sang Juara dengan tema Berani Berkompetisi dan Berprestasi. Setiap kompetisi pasti menuntut anak untuk memunculkan kreativitasnya. Saat itulah anak akan terpacu untuk memunculkan kepercayaan diri mereka. Selain itu, kompetisi dapat melatih mental anak dalam menerima kekalahan dan kemenangan serta menjaga sportivitas ketika bermain. Dalam Kemah Juara 2011, setiap peserta akan memaksimalkan potensi mereka dalam berbagai zona. Dalam Zona Akademik, mereka akan ditantang dengan games matematika, cerdas cermat, dan kompetisi hafalan Quran. Zona Akademik ini mengasah kemampuan otak kiri mereka. Bagi peserta Kemah Juara yang sedang

Rumah Lentera Edisi 54 Tahun ke 6, Juni 2011

dengan seni, mereka mendapat ruang dalam Zona Seni. Mereka akan berekspresi dalam kompetisi seni kriya, seni musik, dan seni rupa. Zona ini mengasah kemampuan otak kanan. Anak yang menyukai olah raga akan bekompetisi dalam Zona Olah Raga. Dalam zona ini ada kompetisi senam, sepak bola mini, lari estafet, dan Oshello (catur cina). Zona yang tidak kalah menantang dari tiga zona sebelumnya adalah Zona Outbond. Peserta Kemah Juara akan mendapatkan ragam tantangan outbond dan berbagai permainan tradisional. Ajang tahunan Kemah Juara ini selalu memberikan kebahagiaan tersendiri bagi Anak Juara. Selain mengakrabkan mereka pada alam terbuka, program ini menjadi media edukasi dan mengasah keterampilan Anak Juara.


DATA PERKEMBANGAN PROGRAM RUMAH ZAKAT Jenis Program Layanan Rumah Bersalin Gratiis (RBG) -Layanan Bersalin -Layanan Kesehatan Ibu dan Anak -Layanan Kesehatan Umum Siaga Sehat Pengantaran Ambulance Gratiis Operasi-operasi gratis Khitanan Massal Siaga Gizi Balita Penyaluran Kesehatan Langsung Revitalisasi Posyandu

Jumlah Layanan April 2011 Akumulasi 142 2886 2944 13.071 1257 1 211 352 29 129

5674 93.303 265.684 408.118 55.742 325 6586 2189 92 1355

Beasiswa Pembinaan Anak Juara Pengembangan Potensi Anak Sekolah Juara Mobil Juara Penyaluran langsung Pendidikan PAUD Taman Posyandu PAUD Juara

6714 5181 246 941 25 710

205.385 173.454 10.521 13.815 7762 89 630 2032

Pembiayaan Usaha Kecil & Mikro KUKMI Pemberdayaan Potensi Lokal Sarana Usaha Mandiri Pengembangan Kapasitas Pemuda Pendampingan Bisnis Siaga Bencana Sarana Air Bersih (WaterWell) Pendampingan Keberdayaan

364 3807 70 618 1397 2725

9475 11.275 1034 3346 544 115.000 137 163.607

08179636462,

Rumah Lentera Rajab 1432 H

9


Pigura

International Family Conference Diikuti 20 Negara

R

umah Zakat bekerjasama dengan Komite Kemanusiaan Indonesia (KKI) menggelar acara International Conference on Family of The Islamic World dengan tema Strengthening the Family Institution Toward Civil Society. Konferensi ini dihadiri oleh perwakilan Beberapa NGO (Non Government Organization) di seluruh dunia yang tergabung dalam The Union NGOs of The Islamic World (UNIW). Konferensi ini diselenggarakan selama dua hari dan dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan di Aula Gedung Merdeka, Museum Konperensi Asia Afrika, Sabtu (7/5). Lebih dari 20 negara mengutus perwakilannya dalam konferensi ini. Pada pembukaan konferensi ini, pembacaan ayat Quran disampaikan oleh Kartini, siswa SD Juara Rumah Zakat Cimahi. Pada kesempatan tersebut Kartini membacakan hafalan Quran Surat Al-Mulk. Ditayangkan pula kegiatan pemberdayaan yang dilaksanakan oleh Rumah Zakat. Sambutan disampaikan oleh Suripto, sebagai UNIW Council Member. Ada juga sambutan dari Sekretaris Jenderal UNIW, Necmi Sadikoglu. Setelah itu, acara dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dengan membunyikan angklung. Setelah pembukaan oleh gubernur, tampil dalam kesempatan tersebut grup angklung Rumah Zakat. The International Conference on Family of The Islamic World dilaksanakan untuk mengidentifikasi berbagai model dan profil keluarga beserta persoalan-persoalannya yang sering muncul, membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tatanan keluarga, serta mendukung kerja-kerja

10

Rumah Lentera Edisi 54 Tahun ke 6, Juni 2011

nyata yang berkaitan dengan penguatan institusi keluarga dalam aspek sosial, ekonomi, budaya, dan hukum. Konferensi ini secara umum mendiskusikan tentang persoalan kekininan di dalam keluarga khususnya di dunia Islam. Konferensi ini digelar sebagai kontribusi berupa solusi atas persoalanpersoalan di dalam keluarga sebagai modal dasar untuk mewujudkan masyarakat madani secara umum. Pada hari pertama, dilaksanakan konferensi yang membahas beberapa materi. Pada sesi pertama, perwakilan dari Irak, Turki, dan Indonesia memaparkan materi “Keluarga” dalam pandangan Islam. Dr. Fares M. Ibrahim dari Irak memaparkan materi berjudul “Family in Islam”. Asyu Kara, perwakilan dari Turki membawakan materi “The Family of Prophet Muhammad Saw and Family Love”. Sementara Herlini Amran, wakil dari Indonesia menjelaskan materi “Standing Position of The State Toward Family”. Selain materi-materi tersebut, dibahas juga struktur keluarga muslim di Asia. Wakil dari Indonesia dan Malaysia menjadi penyaji dalam materi ini. Struktur keluarga muslim di Afrika dibahas oleh wakil dari Marocco dan Sudan. Struktur keluarga muslim di Eropa, Amerika, dan Turki dibahas oleh perwakilan dari Turki, Belanda, dan Amerika. Struktur keluarga di Asia Tengah, Kaukasia, dan Balkans disampaikan oleh perwakilan dari Kazakstan, Bosnia Herzegovina, Macedonia, dan Turki. Struktur keluarga muslim di Timur Tengah disampaikan oleh perwakilan dari Arab Saudi, Lebanon, dan Irak.#Linda Handayani/Bandung


Pigura

Beragam Aksi di Hardiknas Siswa SD Juara Bagikan 100 Paket Pendidikan dan Sembako

Sekolah Dasar Juara Jakarta Pusat binaan Rumah Zakat menggelar bakti sosial dengan membagikan 100 bantuan pendidikan dan Sembako serta pengobatan gratis bagi warga sekitar Kecamatan Gambir. Acara ini juga sekaligus memperingati Hari Pendidikan Nasional. Kegiatan yang bertema “SD Juara Peduli Pendidikan” ini digelar di Jalan Balikpapan I No.39A Jakarta Pusat, Kamis (25/5). Dalam kesempatan ini, Sekretaris Walikota Jakarta Pusat, Dinas Pendidikan Jakarta Pusat, dan pengurus Camat Gambir turut menghadiri acara ini. Endang SPdI, Kepala Sekolah SD Juara Jakpus mengatakan, acara ini bertujuan untuk mengenalkan SD Juara ke pemerintah khususnya Walikota Jakarta Pusat. Endang pun menjelaskan bahwa SD Juara dikembangkan dengan konsep Multiple Intelligences. Mereka mendapatkan fun learning, aktif learning dan konsep learning to do dengan kunjungan langsung ke objek pembelajaran. Maka tak heran, walau kebanyakan siswasiswi SD Juara berasal dari anak jalanan, tetapi mampu menorehkan prestasi dalam event-event perlombaan. Tercatat 2011 siswa SD Juara berhasil meraih Juara 1 lomba tenis meja tingkat Kota Jakarta Pusat, juara 2 lomba tingkat Kecamatan Gambir, dan juara 3 Cerdas Cermat tingkat Kecamatan Gambir. Camat Gambir serahkan paket pendidikan.

Jalan Sehat Peduli Pendidikan di Surabaya

Tahun ini siswa SD Juara Surabaya memperingati hari pendidikan nasional dengan format berbeda. Sebanyak 70 siswa SD Juara Surabaya melaksanakan Jalan Sehat Peduli Pendidikan, Senin (2/5). Para siswa sudah bersiap dengan pakaian ala cita-cita mereka seperti pakaian polisi, tentara, dokter, perawat, profesor, dan koki. Penggunaan kostum ini sebagai wujud pembentukan karakter dan semangat bercita-cita bagi para siswa. Jalan sehat ini juga dilaksanakan dengan diiringi orasi oleh Furri Kurnia, guru SD Juara Surabaya tentang pentingnya pendidikan dan motivasi berprestasi bagi.

Siswa SD Juara Medan Tolak Game Online

Siswa SD Juara Surabaya gelar aksi jalan sehat

Aksi tolak game online di Medan

Peringatan hari pendidikan nasional di Medan aksi siswa SD Juara Medan yang melakukan longmarch sejauh 1 km menuju lokasi aksi. Aksi damai ini dipusatkan di Bundaran Titi Bobrok. Dalam aksi ini siswa SD Juara melakukan orasi secara bergantian menuntut pemerintah segera mengantisipasi bahaya game online bagi anakanak. Pada kesempatan ini juga Kepala SD Juara Medan dalam orasi mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawasi anak-anak agar tidak menjadi korban game online. “Kami mengajak masyarakat untuk bersama mengawasi anakanak dalam bermain game online. Bahayanya sangat nyata merusak kepribadian anak-anak kita. Ini sangat serius dan butuh keseriusan semua pihak. Kami juga mendesak pemerintah untuk membuat aturan game online dan warnet yang lebih jelas, tegas dan melindungi masyarakat dari dampak negatifnya,” ujar Kepala SD Juara Medan, Sahidan, S.Pd. “Bapak-ibu semua, kami mohon selamatkan kami anak-anak Indonesia dari bahaya game online yang setiap hari meracuni pikiran kami dengan adegan-adegan yang tidak mendidik,” ujar siswa kelas IV SD Juara Medan, Muhammad Abdul Aziz.#Tim Redaksi

Rumah Lentera Rajab 1432 H

11


Temu Tamu

Dian M Noer,

Tanggung Jawab Sosial

dan Reputasi

Setelah menamatkan pendidikan Strata 1 di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1988, Dian memulai kariernya sebagai konsultan/peneliti di Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LMFEUI). Setahun kemudian, laki-laki bernama lengkap Dian M Noer tersebut mengambil program Diploma Ekonomi Pembangunan di Universitas Colorado Amerika Serikat. Di tahun berikutnya pria yang saat ini menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II itu kembali melanjutkan pendidikan dengan mengambil Master of Arts di Universitas Vanderbilt Amerika Serikat. Sebelum mengabdikan diri di PT Pelindo II, Dian sempat bekerja di Citibank, HSBC Indonesia, Price Waterhouse, dan Barclays Indonesia. Pada tahun 2010 PT Pelindo II bekerjasama dengan Rumah Zakat untuk program Water Well dan Sekolah Juara. Hal itu semakin mempererat silaturahim antara Dian dengan Rumah Zakat terutama dalam tujuan pemberdayaan masyarakat. Lalu apa sebenarnya alasan PT Pelindo II memilih Rumah Zakat sebagai mitra pemberdayaannya? Berikut ini adalah hasil wawancara Rumah Lentera bersama Dian M Noer. Sebagai satu dari 10 perusahaan negara yang memberikan deviden terbesar, apa sajakah program sosial yang sudah dilakukan Pelindo II ya Pak? Untuk tahun 2010 dalam Program Kemitraan, kami sudah melakukan pembinaan intensif para mitra binaan yang kami anggap mampu untuk bersaing di pasar ekspor. Kami bawa mereka untuk ikut pameran di Messe Berlin pada bulan November 2010. Ternyata dari 10 mitra binaan yang kami bawa, semuanya pulang dengan “dagangan� sebagian besar habis terjual atau ada order yang menyusul. Ini untuk pertama kalinya PT Pelindo II ikut serta dalam pameran di luar negeri. Untuk Program Bina Lingkungan, kami merintis beberapa program unggulan yang akan kami perkenalkan di tahun 2011 ini. Kami melakukan program rintisan yaitu memberikan bantuan fasilitas untuk mitra bina usaha PT Pelindo II dan juga training untuk bagaimana melakukan daur ulang sampah hingga menjadi barang jadi. Animo masyarakat luar negeri adalah untuk mengkonsumsi barang-barang yang environmentally friendly sangat tinggi. Saya melihat ada peluang di sana. Solusinya kenapa kita tidak training dulu mitra-mitra tersebut sehingga tahun 2011 ini mereka siap.

12

Rumah Lentera Edisi 54 Tahun ke 6, Juni 2011


Berapakah persentase atau jumlah dana sosial yang dikeluarkan oleh Pelindo II setiap tahun? Untuk tahun 2010, alokasi dana untuk Program Kemitraan adalah Rp18,9 miliar dan Program Bina Lingkungan Rp18,9 miliar. Terdapat peningkatan dari periode sebelumnya (2009), yaitu Program Kemitraan Rp10,39 miliar dan Program Bina Lingkungan Rp10,39 miliar. Untuk periode 2010, alokasi yang nilai masing-masingnya (baik untuk Kemitraan maupun Bina Lingkungan) adalah 2% dari laba bersih.

Pelindo II bekerjasama dengan Rumah Zakat untuk program Water Well dan SD Juara. Mengapa memilih kedua program tersebut ya pak? Saya masih ingat bahwa salah satu program yang ditunjukkan oleh Rumah Zakat kala pertama datang ke ruangan saya di kantor adalah program air bersih dalam wujud Water Well. Saya langsung menilai bahwa ide-ide kami di PT Pelindo II amat sejalan dengan beberapa program yang ada di Rumah Zakat. Demikian pula untuk Sekolah SD Juara.

Untuk 2011 kami akan lebih menitikberatkan alokasi dana untuk pemberdayaan masyarakat (melalui program sustainability dan community development). Dengan perkiraan laba bersih Perusahaan sebesar Rp1,3 milyar untuk tahun 2011, maka alokasi untuk Program Bina Lingkungan (program sustainability dan commdev) menjadi 3.5% dari laba bersih atau Rp31 miliar dan 1.5% dari laba bersih untuk Program Mitra Binaan atau Rp19 miliar.

Keberadaan sekolah sangatlah penting bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu di lingkungan pelabuhan. Fasilitas sekolah yang saya lihat sangatlah kurang memadai di beberapa kecamatan di Tanjung Priok, mendorong kami untuk turut pula bekerjasama dengan Rumah Zakat dalam rangka menyediakan sekolah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu namun yang animo belajarnya besar sekali tapi tidak didukung oleh infrastruktur sekolah.

Hingga saat ini apa saja yang sudah dicapai dari program PKBL, kemitraan dan pemberdayaan masyarakat ya pak? Kami merencanakan tahun 2011 sebagai tahun kick-off bagi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Pelindo II. Dalam program Kemitraan umpamanya, kami merencanakan untuk adanya sinergi dengan Bina Lingkungan, fasilitas air bersih, Posyandu untuk pengobatan gratis dan lingkungan yang sehat dalam sebuah “Kampung PT Pelindo II” akan mempu menggerakkan masyarakat untuk lebih kreatif dan berdaya saing. Kami rencanakan semangat ini akan kami arahkan untuk masyarakat setempat membuat kertas dan hiasan dari mendaur ulang sampah-sampah di lingkungan mereka. Fasilitas untuk mendaur ulang ini akan kami berikan kredit melalui Kemitraan. Selanjutnya kami akan membentuk cluster petani ikan dan padi yang bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi yang memiliki keahlian dalam kedua bidang tersebut. Program cluster ini akan diawali dengan Program Bina Lingkungan dan disinergikan dengan Program Kemitraan. Water Well dan Sekolah SD Juara merupakan program flagship kami di awal tahun 2011 ini melalui sinergi dengan Rumah Zakat.

Apa yang diharapkan dari Pelindo II dengan didirikannya Water Well dan SD Juara? Cita-cita saya adalah membuat sebuah “Kampung PT Pelindo II” yang terintegrasi. Kami berharap bahwa keberadaan Water Well ini dengan didukung oleh perbaikan fasilitas MCK, serta Posyandu di tempat yang sama dan program sustainability yang saat ini sedang kami olah bagi masyarakat di lingkungan tersebut, dapat membangun masyarakat yang sehat, produktif dan mandiri dapat membentuk unsur-unsur dalam sebuah “Kampung PT Pelindo II” tersebut. Apa yang diharapkan dari Pelindo II dengan didirikannya Water Well dan SD Juara? Cita-cita saya adalah membuat sebuah “Kampung PT Pelindo II” yang terintegrasi. Kami berharap bahwa keberadaan Water Well ini dengan didukung oleh perbaikan fasilitas MCK, serta Posyandu ditempat yang sama dan program sustainability yang saat ini sedang kami olah bagi masyarakat di lingkungan tersebut, dapat membangun masyarakat yang sehat, produktif dan mandiri dapat membentuk unsur-unsur dalam sebuah “Kampung PT Pelindo II” tersebut. Hingga saat ini, bagaimanakah kemajuan dari 2 program tersebut? Dari 20 unit Water Well yang kami

rencanakan sudah terbangun 10 unit. Sisa 10 unit lagi sedang dalam penyelesaian. Keseluruhannya di wilayah Tanjung Priok. Untuk SD Juara izin operasional sekolah sudah diurus. Rekrutmen guru dan kepala sekolah sudah selesai dilakukan. Saya sangat berharap agar sekolah ini paling tidak, dapat menampung sebagian kecil anak-anak dari keluarga tak mampu. Menurut bapak, apa korelasi tanggung jawab sosial dengan kesuksesan baik pribadi maupun korporasi? Korelasi antara suksesnya perusahaan dan tanggung jawab sosialnya juga sangat erat. Perusahaan semakin sadar bahwa kiprahnya yang sukses dalam dunia usaha tidak hanya tergantung kepada makin kompetennya jajaran direksinya, makin tajam, terarah, dan terukurnya strategi yang dijalankan dan goals yang akan diraih melainkan, dan terutama sekali, kepada pentingnya masalah reputasi. Reputasi ini pada gilirannya tergantung pada kemampuan perusahaan tersebut dalam mengelola persepsi masyarakat terhadap image perusahaan. Perusahaan kelas dunia semakin sadar akan pentingnya reputasi ini, khususnya korelasinya dengan triple bottom line measurements (keuntungan, masyarakat dan lingkungan) yang sudah saya sebutkan di atas tadi. Perlu dicatat bahwa menaikkan citra perusahaan tidaklah cukup hanya dengan memasukkan iklan di media cetak atau elektronik, namun menunjukkan dengan komitmen dan program-program yang sudah dijalankan oleh perusahaan. Untuk ke depannya apakah Pelindo II akan bekerjasama untuk program lainnya dengan Rumah zakat mengingat di Rumah Zakat juga memiliki program pendampingan usaha kecil, dan pemberdayaan masyarakat? Saya melihat kemungkinan kerjasama itu terbuka lebar. Perpaduan atau sinergi Rumah Zakat, yang didukung dengan berbagai pengalaman di lapangan dalam rangka community development dan pemberdayaan, dengan PT Pelindo II, yang juga penuh dengan ide-ide dan pengalaman dalam community development maupun kemitraan di lingkungan pelabuhan, akan dapat memberikan cahaya lentera yang semakin terang (nur ala nur) di tengah kehidupan yang kian penuh tantangan

Rumah Lentera Rajab 1432 H

13


S

ungguh merupakan anugerah besar dari Tuhan Yang Maha Esa, bahwa bangsa Indonesia dikaruniai kekayaan alam yang indah dan keanekaragaman seni budaya serta keramahan penduduknya yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote. Keragaman budaya yang telah menjadi kearifan lokal di seluruh nusantara, masih perlu disebar luaskan untuk dikenal oleh bangsanya sendiri dan bagi masyarakat internasional. Untuk itu peran media massa sebagai penyebar informasi terhadap budaya dan pariwisata nusantara dan dunia menjadi penting. Informasi merupakan kebutuhan utama bagi wisatawan baik nusantara maupun mancanegara sebagai panduan untuk mencapai daerah tujuan wisata yang ingin dikunjungi. Cultural Magazine yang akan memberikan info singkat dan praktis seputar even/agenda budaya serta referensi perjalanan wisata, dapat menjadi pelengkap kebutuhan tersebut. Sesuai tagline-nya “Ragam Budaya dan Figur Berprestasi”, saya harapkan majalah ini dikemas dan disajikan secara menarik, eksklusif dan menggunakan gaya bahasa yang ringan namun berbobot dalam mempublikasikan keragaman budaya dan kepariwisataan serta menampilkan sejumlah figur dan sosok berprestasi sebagai motivasi sekaligus menumbuhkan inspirasi kepada masyarakat. Kami ucapkan selamat dan apresiasi atas diterbitkannya Majalah CULTURAL, semoga majalah ini menjadi bacaan menarik bagi masyarakat umum dan memberikan kontribusi terhadap program ”Kenali Negerimu Cintai Negerimu”. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata,

Ir. JERO WACIK, SE Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia

Ir. JERO WACIK, SE

CULTURAL CULT URAL r Berprestasi Ragam Budaya Figu

BULAN TERBIT TENGAH - APRIL 2011 ■ ■ EDISI 002 ■ MARET

Ragam Budaya &

Figur Berprestasi

■ EDISI 001 ■ JANUAR I - FEBRUA RI 2011 ■ TERBIT TENGA H BULAN

Eddy Rumpoko

Membangun Kota Menggali Wisata,

■ EDISI 001 ■ JANUAR I - FEBRUA RI 2011 ■ TERBIT TENGAH BULAN

Laras Cover by Batik

BULAN TERBIT TENGAH - APRIL 2011 ■ ■ EDISI 002 ■ MARET

Batu Kota Wisal ta Swiss Keci di Pulau Jawa mah Filosofi Runt ara Panggung Nusa

Rp. 45.000,-

luar jawa Rp. 50.000,-

14

Soetrisno

Batik,

Bukan Se

kadar Cinderamata

Rp. 45.000,-

luar jawa Rp. 50.000,-

Ikhlas Memban Bachir gun Bangsa

Kaji Betawi

Selamatkan Betawi

Sa

Pelaminan para Spirnur itual

Warisan Neg ri untuk Duneia

Rumah Lentera Edisi 54 Tahun ke 6, Juni 2011 cover oke.indd

1

1/4/11 10:59:16 PM

Penerbit : PT Sejahtera Maju Mulia Alamat Redaksi dan Iklan: Jl. Sagu No. 6 Kebagusan Raya, Jagakarsa, Jakarta Selatan Telp. (021) 7829151, 7818789, 78844144 Fax. (021) 7829151, 78832465 Email: culturalmagazine@yahoo.co.id


Galeri

100 Pasangan Ikuti Nikah Massal PGN

P

T PGN (Persero) Tbk bersama Rumah Zakat menggelar acara nikah massal gratis bagi 50 pasangan, bertempat di Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya, Selasa (3/5). Acara ini merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat, lingkungan dan memeriahkan HUT PGN ke-46. Kegiatan ini diperuntukkan bagi pasangan yang telah menikah di bawah tangan (siri) atau akan menikah namun terkendala biaya. Peserta nikah massal diprioritaskan dari Surabaya. Sebelum akad nikah, para pasangan nikah massal menyimak khutbah pernikahan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Roem Rowi. Hadir memberi sambutan, pelaksana harian General Manager PT. PGN SBU II Sarnyata dan staf, Kepala Kantor Wilayah Departemen

Agama Kotamadya Surabaya, Kepala Kecamatan Genteng dan Kelurahan Tambaksari serta Kapolsek Genteng. Hal serupa juga diselenggarakan di Cirebon, Selasa (10/5). Nikah Massal di wilayah SBU I ini diikuti sebanyak 50 pasangan, yang sebagian besar baru menikah secara siri atau di bawah tangan, dan yang ingin menikah namun terkendala biaya. Sebelum mengikuti prosesi ijab qabul, para peserta terlebih dulu diarak keliling kota dengan mengunakan becak melalui ruas jalan utama di Kota Cirebon.

Sesampainya di Gedung Serba Guna PGN Jl. Veteran No. 2 Cirebon, seluruh pasangan disambut Vice President SBU I wilayah Jawa Bagian Barat, Hendi Kusnadi beserta jajarannya dengan mengalungkan bunga kepada setiap pasangan. Acara nikah massal di Cirebon dan Surabaya ini melengkapi rangkaian HUT PGN ke-46, dengan total peserta nikah massal sebanyak 400 pasangan.#Farah Dwi Hasnitha/ Surabaya-Yudi Juliana/Cirebon

PMT untuk Warga Siantan Hilir dan Sungai Bidak

M

obil Klinik Sehat Keliling Indosat bersama Rumah Zakat telah melaksanakan aksinya di wilayah Siantan Hilir dan Sungai Belidak. Fokus pelayanan utama adalah kesehatan ibu dan anak pada Jumat (6/5). Salah satu layanan yang diberikan adalah Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Pemberian Makanan Tambahan ini sangat dinantikan warga, sebab selain dibuat dengan standar kadar gizi bayi, serta dibedakan dengan standar gizi balita yang telah di buat oleh kaderkader pelatihan gizi. Hal ini membuat ketertarikan sendiri dan rasa yang enak apabila dimakan oleh bayi maupun

balita serta gizi yang didapat menjadi seimbang. Kegiatan ini merupakan upaya dalam peningkatan status kesehatan, khususnya gizi pada ibu dan anak, sebagai pelayanan terbaik yang diberikan oleh Mobil Klinik Sehat Keliling Indosat kepada masyarakat

yang membutuhkan. Dalam kegiatan kali ini di wilayah Siantan Hilir, yang mendapatkan pelayanan kesehatan sebanyak 77 balita, serta di Sungai Belidak sebanyak 45 balita.#Asrul Putra Nanda/Pontianak.

Rumah Lentera Rajab 1432 H

15


Galeri

Training Motivasi Anak Jalanan

S

ebagian dari kita mungkin menganggap bahwa anakanak di jalanan adalah sampah masyarakat dan kaum yang terpinggirkan. Apalagi kehidupannya terlihat kumuh dan jauh dari nilainilai pendidikan. Beda halnya dengan anak jalanan di Cimahi yang saat ini tergabung dalam komunitas Rumah Belajar Sahaja. Mereka yang dibina dalam wadah ini telah memiliki segudang karya. Dengan semangat untuk menjadi anak yang sukses itulah, maka pada Jumat (20/5), komunitas Rumah Belajar Sahaja bekerja sama dengan Rumah Zakat cabang Cimahi mengadakan sebuah acara besar yaitu, “Training Motivasi Untuk Anak Jalanan”. Materi kegiatan disampaikan oleh bidang Pemberdayaan, yaitu Rahmadian. Training yang diberikan memaparkan potensi yang dimiliki setiap manusia tanpa memandang harkat dan derajat. Hal itu ternyata menghasilkan kesempatan besar untuk menjadi orang hebat. Mereka itu pun kebanyakan dari kalangan ekonomi miskin. Acara semakin menarik ketika trainer memberikan games dan uji kecerdasan pada anak jalanan. Kegiatan semakin berkesan ketika seluruh anak jalanan menangis sewaktu disampaikan materi tentang pengorbanan kedua orang tua. “Sungguh sebuah kebahagiaan bila turut memberikan motivasi untuk anak jalanan, sehingga diharapkan mereka dapat sukses,” tutur pemberi materi.#Akhmad Nur Rahmadian/ Cimahi

16

145 Anak Ceria Solo Ikuti AMT

M

enjelang Ujian Akhir Nasional (UAS) pada Juni mendatang, Rumah Zakat cabang Solo mengadakan Achievement Motivation Training (AMT) bagi 145 Anak Ceria binaan Rumah Zakat cabang Solo. Acara yang berlangsung di Ruang Abdullah, kediaman Preskom PT. Tiga Serangkai Hj. Siti Aminah Abdullah ini, menghadirkan Muchammad Achid dari lembaga pelatihan Trustco, Selasa (10/5). Non Formal Education Solo, Lisana Widi dalam keterangan tertulisnya menyatakan bahwa kegiatan ini, selain diharapkan bisa melejitkan potensi yang ada pada diri mereka, dapat juga memberikan manfaat bagi orang tua, agama dan masyarakat. Selain itu juga sebagai ajang peningkatan motivasi menjelang pelaksanaan Ujian Akhir Semester. Dalam materinya, Achid menerangkan kunci sukses dalam kehidupan yaitu mengenali diri, mengubah kebiasaan buruk, berpikir positif, dan selalu mohon restu dari orang tua. Anak Ceria pun semakin antusias manakala Achid memberikan Salam Juara versi Trustco dan menantang mereka untuk mengisi lembar komitmen Generasi Juara. Achid yang sudah cukup berpengalaman memberikan materi AMT bagi anak-anak ini, memberikan beberapa penghargaan dan bingkisan bagi Anak Ceria Solo yang berprestasi, diantaranya adalah Hanifan Fiddin yang sehari sebelumnya berhasil menjadi Juara III dalam Invitasi Taekwondo Piala Gubernur Jateng di Semarang. Acara ini juga diliput langsung oleh media televisi lokal Solo, S-TV.#Muhammad Zahron/Solo

Rumah Lentera Edisi 54 Tahun ke 6, Juni 2011

Udin Bengkel di Banjarmasin

P

enyaluran usaha bengkel pertama yang dibantu dan dikelola melalui Rumah Zakat cabang Banjarmasin akhirnya sudah bisa dibuka, di wilayah Integrated Community Development Banjarmasin Utara, Rabu (18/5). Pengelola bengkel ini adalah Fachruddin, yang biasa disapa Udin. Tempat tinggalnya berlokasi di Jl. Alalak Selatan RT 06 Banjarmasin Utara. Setelah pembukaan usaha bengkel motornya, Udin dipanggil masyarakat menjadi “Udin Bengkel”. Sebelumnya dia bekerja di tempat orang lain, sebagai mekanik motor selama 2 tahun. Di sana hasil harian yang didapat dibagi dengan pemilik usaha bengkel dan 2 orang mekanik. Udin mempunyai istri dan 3 orang anak usia sekolah. Istrinya memasuki 8 bulan usia kehamilan, dan telah didaftarkan menjadi member Layanan Bersalin Gratis. Anaknya yang SD sebagai penerima manfaat Beasiswa Juara dari Rumah Zakat cabang Banjarmasin. Hal itu dirakan Udin dapat meringankan beban biaya pendidikan yang harus dikeluarkan Udin untuk sekolah anaknya. Udin sebagai pengelola usaha bengkel ini, begitu semangat dan bersyukur sekali atas bantuan usaha bengkel motornya yang didukung oleh Rumah Zakat,.Dia berharap impian dan cita- citanya selama ini bisa terwujud dengan usahanya yang telah dijalankan, yakni agar dapat meningkatkan taraf hidupnya. #Sugianur/Banjarmasin


Galeri

Jalan Sehat Memperingati HUT Kota Depok

F

orum Warga dan Rumah Zakat mengadakan acara jalan sehat dalam rangka peringatan HUT Kota Depok ke-12 sekaligus soft launching Empowering Centre yang berlokasi di wilayah tersebut, Minggu (8/5). Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Pancoran Raden Sudrajat, Lurah Mampang Ade Rizal, 2 Anggota DPRD Abdul Ghofar dan Siti Nurjannah, dan jajaran Polsek Pancoran. Mereka membuka acara Jalan Santai Sehat di Jl Prisma Kelurahan Mampang. Acara dimulai pukul 07.00 WIB dengan rute memutar wilayah mampang dari Jl Prisma, melewati Jl Sawangan dan kembali ke Jl Prisma melalui kampung warga. Setelah peserta sampai ke lokasi, Rumah Zakat pun menyediakan sarapan gratis dari olahan kornet Superqurban seperti omelet dan spagheti. Karena banyaknya peserta yang ingin mencicipi relawan pun kewalahan untuk melayaninya. Setelah itu acara panggung pun dimulai, diawali dengan sambutan dari Rumah Zakat Mahfud, lurah dan anggota DPRD. Untuk lebih mengenalkan Rumah Zakat pada warga Depok, Rumah Zakat juga mendirikan stand produknya dan menampilkan pertunjukan biola dari P3A Rumah Zakat cabang Depok pada acara hiburan di atas panggung. Letih dan lelah dirasakan oleh para relawan dan amil Rumah Zakat, namun kegembiraan warga menutup itu semua. Di akhir acara Empowering Centre dikunjungi oleh anggota DPRD dan Karang Taruna Depok. #Yan Ade Tirta/Depok

Muslim Singapura Resmikan Mushola

M

Mobil Juara di SD 016 Tanjung Aur

S

ushola Darurrahmaan yang dibangun dari donasi Warga Muslim Singapura, Rabu (18/5), secara resmi diserahkan pengelolaannya ke warga RT 01/RW 06 Dusun Kaliyoso, Desa Undakan Lor, Kudus, Jawa Tengah. Acara yang berlangsung sederhana ini mencitrakan bahwa semangat Merangkai Senyum Indonesia menjadi sebuah gerakan bersama lintas bangsa.

DN 016 Tanjung Aur merupakan sekolah yang terletak di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Dari pusat Kota Padang memerlukan waktu lebih kurang satu jam untuk mencapai ke lokasi ini. Jauhnya ke lokasi dari pusat kota, membuat udara di daerah ini lebih sejuk dan jauh dari kebisingan. Pada tahun 2009 sekolah rubuh akibat goncangan gempa dahsyat.

Dalam acara tersebut, sambutan dari Warga Muslim Singapura yang diwakili Oleh Ustadz Zuhal dan Tuan Haji Syafawi mengungkapkan bahwa bantuan masjid yang diperuntukkan pengggunaannya untuk memfasilitasi 47 KK sekitar masjid ini mampu memberikan kemudahan warga dalam mempelajari agama, terutama bagi ibu-ibu dan anak-anak.

Berkat kerjasama Pemerintah Daerah setempat beserta RCTI peduli, sekolah ini sekarang telah berdiri dengan apik dibanding sebelumnya. Suasana keteraturan terasa saat Mobil Juara mendatangi ke sekolah, Selasa (3/5). Anak-anak menonton dengan tertib saat film ensiklopedi anak muslim diputar. Kegiatan ini diikuti oleh 139 siswa kelas III-VI, karena kelas I dan kelas II telah pulang. Beberapa guru ikut aktif membimbing para siswa selama mengikuti kegiatan Mobil Juara. Bahkan mereka turut serta membantu membagikan air minum dan memberikan hadiah dari donatur kepada para siswa yang berhasil menjawab kuis yang disediakan.

Tuan Haji Syafawi juga mengaku kagum dengan cepatnya proses pembangunan yang dilakukan. “Saya kemari sebelumnya, masih rawa-rawa. Sekarang sudah menjadi musholla yang bagus. Alhamdulillah,” ujar Tn Haji Syafawi yang menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Suwarjan yang merupakan muwaqif dari tanah yang digunakan untuk mushola. H. Rumadi, S.Pd, Kepala Desa Undakan Lor pun menyatakan rasa terimakasihnya kepada Warga Muslim Singapura yang telah memberikan kemudahan bagi warga desanya dalam menjalankan ibadah. #Muhammad Zahron/Semarang

Ros salah seorang guru pengajar di SDN 016 menuturkan, sangat terkesan dengan acara yang diadakan. Film yang diputar bertema sederhana, menarik, tapi muatannya sangat dalam. Sehingga menunjang bagi pendidikan agama para siswa, apalagi Sumatera Barat dikenal dengan filosofinya yang dalam yaitu “Adat Basandi Syar’i, Syar’i Basandi Kitabullah”.#Agung Pambudi/Padang

Rumah Lentera Rajab 1432 H

17


Galeri

P

ertemuan Orang tua murid dan Guru (POMG) SD Juara Pekanbaru, berlangsung Kamis (12/5), pukul 09.30 WIB hingga pukul 11.30 WIB. Acara ini rutin dilakukan setiap bulannya. Sebanyak 101 orang tua siswa. SD Juara Pekanbaru hadir di Masjid Baitul Makmur, tempat acara diselenggarakan.Ustadz Syafril selaku host membuka acara dengan penuh keakraban, serta semangat yang luar biasa. Selanjutnya lantunan ayat suci Alquran oleh Andri Prasetyo siswa kelas IV.

POMG di u r a b n a k e P a r a u J SD

Suriksodi Saputro selaku Kepala Sekolah berkenan hadir memberikan pengarahan terhadap pentingnya kegiatan ini dilaksanakan, yakni agar setiap orangtua bisa mendidik anak-anaknya sebelum pelaksanaan ujian semester II atau kenaikan kelas. Para guru berharap dapat mengantarkan anak-anak menuju cita-cita yang didambakan . Acara ini juga dihadiri oleh Ustad Ayat Cahyadi. “Kebahagian kita akan lebih terasa jika kita bisa menjadikan anak kita, anak yang sholeh dan sholehah. Yaitu dengan cara membekalinya dengan ilmu pengetahuan,� tutur ustadz Ayat. #Tatik Suspita/Pekanbaru

KEBUKIT Buka Akses Membaca

R

elawan binaan Rumah Zakat cabang Bandung membentuk komunitas baca bernama Kebukit, yang merupakan singkatan dari Kelola Buku Kita. Kebukit melaksanakan program Dari Buku Banyak Tahu di Kecamatan Cikelet, Garut, Minggu (22/5). Kegiatan ini diikuti lebih dari 50 siswa SD yang ada di Cikelet.

m e m b a c a sudah dipastikan bisa membaca. Namun yang lebih penting dari itu adalah bagaimana anak tidak sekadar dapat membaca, tetapi menyenangi aktivitas membaca. Dengan senang membaca, mereka akan senang pada buku dan pada akhirnya menyukai aktivitas belajar.

Keberadaan perpustakaan di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan masyarakat atau sekolah, sangat diperlukan. Selain sebagai sumber belajar juga untuk menambah wawasan dalam meningkatkan kreativitas siswa. Apalagi seperti sekarang ini dengan adanya sekolah berstandar nasional dan internasional, sarana dan prasarana yang Kemudahan mengakses buku menunjang untuk itu harus lebih ditingkatkan. sebagai sumber bacaan dan Namun, selain koleksinya yang masih jauh pengetahuan kadang menjadi dari memadai, pengelola pun masih banyak kendala utama bagi masyarakat yang kurang memahami cara mengelola atau siswa yang tinggal di daerah perpustakaan. terpencil karena di sana sama sekali tidak ada fasilitas untuk membaca. Setiap anak yang mendapatkan pelajaran

18

Rumah Lentera Edisi 54 Tahun ke 6, Juni 2011

Tidak seperti halnya di kota-kota besar di mana masyarakat sangat mudah memperoleh sumber bacaan baik dari perpustakaan, taman taman bacaan, toko-toko buku, dan sebagainya. “Akses untuk mendapatkan sumber bacaan dan pengetahuan adalah hak semua lapisan masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Oleh sebab itu, kami melaksanakan kegiatan Dari Buku Banyak Tahu di daerah-daerah terpencil,� ujar Nani Suryani, ketua pelaksana program Dari Buku Banyak Tahu.#Linda Handayani/ Bandung


Sudut

Arya Bocah ‘Penakluk’ Gunung Rayakan Ultah ke-3 di Puncak Welirang

A

rya memang anak ajaib. Bayangkan saja. Saat masih berumur 3 tahun, bocah ajaib ini merayakan ulang tahunnya di puncak Gunung Welirang setinggi 3.156 meter. Setahun kemudian, ultahnya dirayakan di puncak Gunung Arjuno 3.339 m dpl. Bocah ajaib bernama lengkap Arya Cahya Mulyana itu lahir di Pamekasan pada tanggal 30 Desember 2004. Kini, putra sulung pasangan Sugianto dan Triyuli Mulyanti itu akan menaklukkan 10 puncak gunung di Indonesia. Dalam pendakian bertajuk “Ekspedisi Cahaya Merdeka 2011” Setahun sebelumnya, Arya tercatat sebagai Balita Pertama di Indonesia yang menancapkan sang merah putih di Puncak Mahameru. Pada 17 Agustus 2010 lalu itu, para pendaki di Mahameru menjuluki Arya sebagai Si Anak Ajaib. Arya pada tahun 2010 tercatat sebagai siswa TK Nurul Hikmah. Kini ia harus pindah ke TK Pertiwi Pamekasan pada tahun ajaran 2011. Ia akan menempuh perjalanan 10 Puncak Gunung di Indonesia mulai 12 Mei hingga 21 Agustus 2011. Pertama kali pendakian akan dilakukan di puncak Gunung Ceremai di Cirebon Jawa Barat dengan ketinggian 2.900 meter diatas permukaan laut (dpl). Selanjutnya ke puncak Gunung Slamet (3.432 meter dpl) di Purbalingga, Jawa Tengah, lalu ke puncak Gunung Sindoro (3.155 meter dpl) di Temanganggung Jawa Tengah dan puncak Gunung Wonotirto (2.000 meter dpl). #detik.com.

“Minum air putih secara teratur sepanjang hari dapat mencegah dan menghilangkan sakit kepala. Dehidrasi menyebabkan kontraksi otot yang bikin sakit kepala.”

“Membaca buku dapat membantu meningkatkan daya ingat dengan mengharuskan untuk berpikir dan membayangkan banyak detail seperti karakter, plot, dll.”

Lima Strategi Bisnis Kuliner

B

isnis kuliner terbukti masih merajai pasar, dan masih menjadi pilihan utama entrerpeneur pemula. Jika Anda berminat mencoba bisnis di bidang kuliner, sebaiknya pahami lebih dahulu lima faktor yang menentukan keberhasilan usaha makanan. 1. Kualitas makanan, Hal ini berkaitan dengan rasa dan bahan baku makanan. Selain enak, makanan yang Anda sajikan juga harus aman bagi kesehatan. 2. Tempat, Selain strategis, Anda perlu mempertimbangkan target konsumen yang dituju. 3. Persepsi, Hal ini berkaitan dengan simbol atau ciri yang digunakan dalam eksterior dan interior, kemasan makanan, dan pelayanan terhadap konsumen. Cara ini akan memudahkan orang mengingat dan datang kembali. 4. Promosi, Selain lewat internet, brosur, papan iklan, ada cara promosi lain yang lebih jitu. Promosi dari mulut ke mulut lebih jitu menarik pasar. Karenanya, pebisnis kuliner perlu menjaga kualitas makanan dan pelayanan. Masyarakat cenderung lebih memercayai kualitas yang diakui oleh pelanggannya. 5. Standar Operational Procedure (SOP), SOP mencakup faktor pelayanan, menu dan penyajian. Sebaiknya ketiga faktor ini disesuaikan dengan standar yang berlaku.#vivanews

Kacamata Elektronik Pertama di Dunia

B

enda ini mungkin terlihat seperti kacamata biasa, namun kacamata ini merupakan garis terdepan dari sebuah revolusi kacamata. Bagian dari inovasi baru kacamata ini menggunakan mata elektronik yang disebut emPower. Alat ini memudahkan pemakai mengatur dua titik fokus antara pengaturan untuk membaca dan melihat jarak yang lebih jauh. Kacamata emPower menggunakan lensa fokus elektronik pertama di dunia. Lensanya mengandung lapisan kristal cair tipis yang dapat berubah-ubah sesuai keinginan, ketika mengubah kekuatan fokus. Orang yang menggunakan kacamata bifocal mengetahui semua tentang bagaimana pandangan terdistorsi yang mereka alami ketika melihat ke bawah. Semua pemakai emPower perlu menundukkan kepala mengarah ke bawah atau dengan tangan menyentuh bingkai untuk membaca dan sebaliknya. Kacamata tersebut dipublikasikan bulan lalu, selama International Vision Expo East di New York dan ditetapkan untuk dirilis di AS musim panas ini. Frame-nya memiliki tiga pengaturan otomatis, manualon dan manual-off, yang memungkinkan pemakai untuk tetap sepenuhnya dapat dikendalikan.#vivanews

Rumah Lentera Rajab 1432 H

19


Simpul CSR

Aksi Siaga Sehat

Bersama FIF Dalam Rangka memperingati HUT FIF ke-22, Federal International Finance (FIF) Jakarta melakukan aksi bersama Rumah Zakat. Aksinya berupa Siaga Sehat dan Bazar Sembako Murah. Aksi Siaga Sehat diadakan di Jl. H. Usman RT05/RW04, Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan BKB Melati 2 / TK Utsmaniyah, Selasa (17/5). Kegiatan Siaga Sehat dimulai dari pukul 09.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB. Dalam aksi ini petugas yang melayani terdiri dari 2 dokter, 2 apoteker, 2 di bagian registrasi dan 1 bagian alur.

Adapun warga yang terlayani sebanyak 110 penerima manfaat. Selain Siaga Sehat dilaksanakan juga Bazar Sembako Murah yang dibuka oleh salah satu utusan dari FIF yaitu Angga Darma. Dalam acara ini juga

dilakukan serah terima cek berukuran besar dari pihak FIF yang diwakili juga oleh Angga Darma, kepada Rumah Zakat yang diwakili oleh Budi Harianto selaku Relationship Management Manager Area Jakarta Timur.# Praguno Aryanto/Jakarta

Mitra Bulan Ini No.

20

Mitra CSR

Program

Lokasi

01

PT PGN (Persero) Tbk

Pelayanan Kesehatan dengan Mobil Sehat, Nikah Massal

Jakarta, Medan, Surabaya, Cilegon, Bandar Lampung, Palembang, Bogor, Tangerang, Cirebon

02

PT. Jakarta International Container Terminal

Klinik Sehat JICT

Jakarta

03

Yayasan Pendidikan Telkom

Optimalisasi dana zakat

Bandung

04

Bazma PT. Pertamina UBEP Jambi

Beasiswa Ceria, Layanan Bersalin Gratiis (LBG), Integrated Community Development (ICD), Bantuan Sarana Usaha, EcoCare Non Program, Beasiswa Ceria

Jambi, Palembang

05

Baitul Mal Muttaqien Telkom Sumatera

Beasiswa Ceria, KUKMI, Empowering Centre, Jaminan Keluarga Sehat, Pendampingan Empowering Centre, Jaminan Keluarga Sehat, Pendampingan

Medan

06

DKM AHM (Astra Honda Motor)

Ambulance Ringankan Duka (ARINA), Beasiswa Ceria

Jakarta

07

CIMB Niaga

Pelatihan Kewirausahaan, Integrated Community Development (ICD)

Jakarta

08

Bazma PT. Pertamina Prabumulih

Beasiswa Ceria, Empowering Centre, LBG, PMT, Bantuan Sarana Usaha, Pemberian makanan tambahan

Palembang

09

PT. Garuda Indonesia

Water Well, Beasiswa Ceria, Renovasi Masjid

Tangerang, Sambas Kalimantan

10

Bank Kalbar

Operasional Ambulance Bank Kalbar

Pontianak

11

BDI PT. Infomedia Nusantara

BDI PT. Infomedia Nusantara

Jakarta

12

PT. PLN (Persero) Wilayah Lampung

Cake House

Bandar Lampung

13

PT. Indosat

Program Mobil Klinik Keliling

Beberapa daerah di Sumatera, Jawa Kalimantan, Sulawesi, dan Papua

14

PT. P&G Home Product Indonesia

Empowering Centre berupa PAUD

Tangerang Selatan, Sukabumi

15

PT. Taspen

Khitanan Massal

Malang

16

BNI Syariah

Beasiswa Juara

Surabaya

17

The OIC Alliance

Beasiswa untuk Anak-anak korban tsunami

Aceh

18

Rumah Sakit Hasanah Graha Afiah

Payroll Zakat

Jakarta

19

Jasa Marga Cirebon

Beasiswa Ceria

Cirebon

20

PT. Hariff Daya Tunggal Engineering

SMP Juara

Bandung

21

bank bjb

AMARA, Cake House dan Kepemudaan

Bandung

22

Bio Farma

Pembibitan Hewan Qurban

Bandung

23

Rumah Sakit Al Islam

Payroll Zakat

Bandung

24

PT. Atlas Copco Indonesia

Beasiswa Ceria dan Water Well

Jakarta

25

LAZIS PT PLN Jakarta Tangerang

Beasiswa Juara SD

Jakarta

Rumah Lentera Edisi 54 Tahun ke 6, Juni 2011


Binar Mata

Hanifan Fiddin,

Jagoan Taekwondo yang Rajin Mengaji H

anifan Fiddin namanya. Anak asuh Rumah Zakat cabang Solo ini meraih juara pertama under 22 kg PMS Open Dragon Taekwondo Championship 2010 yang berlangsung di GOR Manahan, Solo. Kemenangannya ini bukanlah prestasi pertamanya. Siswa yang mendapatkan Beasiswa Ceria sejak September 2009 ini juga pernah menjadi juara pertama under 25 kg putra dalam Smaracatur Lustrum Taekwondo Championship Surakarta. Selain itu ia juga menjadi juara pertama under 21 kg putra Kejuaraan Taekwondo Jawa Tengah. Penerima Beasiswa yang akrab disapa Ifan ini menerima beasiswa karena prestasinya di bidang olah raga. Selain itu dalam prestasi akademik, siswa SD kelas IV SDI Al Afttah ini memiliki prestasi akademik yang baik. Tinggal di rumah berukuran 3x5 meter tidak menyurutkan semangat Ifan untuk berprestasi. Sugiarto, ayahnya bekerja menjadi pedagang mainan yang menghasilkan pendapatan bersih hanya Rp30 ribu per hari. “Dia dari kecil tidak mau diam. Makanya begitu masuk SD, saya mendaftarkan Ifan untuk latihan taekwondo,” ujar Sugiarto. Keputusannya untuk memasukkan Ifan dalam latihan taekwondo tidak mengecewakannya. “Terkadang saya harus libur jualan untuk mengantar Ifan ikut lomba. Penghasilan memang berkurang, tapi melihat Ifan jadi juara lebih menyenangkan bagi saya,” ujar Sugiarto. Dukungan dari Sugiarto membuat Ifan tidak pernah absen latihan. Cita-citanya untuk menjadi juara taekwondo dunia juga menambah semangatnya “Kalau ada kejuaraan, latihannya bisa tiap hari,” ujar Ifan. Ia juga mengaku sering mengkonsumsi madu untuk nutrisi dan ketahanan fisiknya. Terkadang orang tua Ifan “mengalah” demi membeli kebutuhan madu. “Seharusnya bisa beli yang lain, tapi kalau madu Ifan hampir habis, maka kami pentingkan kebutuhan Ifan dulu,” ujar Sugiarto. Selain mendapatkan medali dan uang saku saat juara, mengikuti turnamen juga menjadikan ifan lebih giat berlatih dan semakin menambah kemampuan tekniknya. Gurunya juga selalu mengajarkan ketenangan emosi saat bertanding. Selain memiliki kemampuan yang baik dibidang olahraga dan akademik, Ifan juga mendapatkan nilai baik dalam Kids Learning Centre (KLC) atau pembinaan rutin Rumah Zakat khusus anak asuh penerima Beasiswa Ceria. “Ifan selalu rutin mengikuti KLC, dan kemampuan mengajinya juga baik,” ujar Agung Supriyadi, mentor Ifan.

Rumah Lentera Rajab 1432 H

21


Kolam Motivasi

Rachmatullah Oky Raharjo kasyafi@gmail.com Pengamat Sosial Lulusan Pondok Pesanteren Darussalam Gontor

Tertuliskan dengan segala ketulusan dan jiwa bersih, membingkai segala kasih kepada adik-adikku tercinta di bentangan Bumi Allah. Indah adik-adikku. Indah nian suasana ketika surat ini aku tuliskan. Langit luas membiru, awan putih bergulung indah melukis cakrawala. Menyela hembusan angin senja nan sejuk, menyemai kedamaian yang tak terkira indahnya. Demikianlah nuansa hati ini juga, ketika tinta ini menari mengikuti tarian pena menetapkan kata demi kata di atas lembaran waktu yang terus berlalu. Inilah suratku adik-adikku. Surat dari aku kakakmu yang juga dulu pernah muda, yang pernah merasakan apa yang saat ini kalian alami. Kecemasan menjelang ujian, ketegangan menghadapi ujian, kepanikan menunggu hasil ujian, dan kebahagiaan dan kesyukuran setelah berlangsungnya ujian. Bagi kalian yang barangkali masih belum lulus dalam ujian ini, jangan lah bersedih terlampau berlebihan. Sesungguhnya kelulusan ujian bukanlah ukuran utama kegagalan atau keberhasilanmu dalam meniti kehidupan. Kesedihan dan sakit hati yang timbul memang sebuah kewajaran. Tetapi itu sama sekali bukan alasan untuk menutup cahaya masa

22

depan yang membentang. Sungguh, kehidupanmu dan harga dirimu yang gemilang itu terlalu berharga bila dibandingkan dengan lembaran tanda kelulusan yang hanya memberikan sedikit informasi tentang dirimu, dari banyak potensi terpendam lain yang kalian simpan dalam kekuatan mental kalian. Tidak ada siang yang terus gemilang, sebagaimana tidak ada malam yang senantiasa mencekam. Akan selalu ada pagi setelah gulita pekat, dan selalu ada mentari setelah gelapnya malam. Kuatkan hatimu adikku, sebab saat kegelapan semakin pekat, percayalah bahwa itu tanda sebentar lagi akan tiba pagi hari. Jika kalian lulus melewati ujian ini, bersyukurlah. Ingatlah Allah, sebagaimana dulu sebelum ujian kalian tiada terputus mengingat asma-Nya mengharap cinta-Nya membimbingmu melewati ujian ini. Bersyukur dengan segenap tata krama dan aturan yang disampaikan-Nya. Jika masih segar kemampuan pikiran kalian, dan orang tua kalian pula masih mampu, teruskanlah menuntut ilmu. Tambahlah pengetahuan dengan niat yang sebenar-benarnya. Bukan sekolah untuk mencari gengsi, mencari nama, atau bahkan hanya Ikut-ikutan kawan. Jangan biarkan hal keduniaan lain menipumu. Sehingga saat memilih sekolah, sampai mempertaruhkan harta untuk bisa duduk di jurusan favorit dengan “jalan belakang�. Sungguh, jika itu yang kalian niatkan maka kalian justru tidak akan mendapatkan keduanya. Ilmu tidak dikuasai, waktu

Rumah Lentera Edisi 54 Tahun ke 6, Juni 2011

dan harta habis binasa. Jika ternyata belum diberi kesempatan kepadamu untuk menuntut ilmu. Jangan kecil hati pula menghadapi masa depan khususnya dalam hal usaha mencari sandang pangan atau nafqah hidup. Sumber-sumber rezeki masih amat banyak. Yang banyak itu mungkin selama ini sudah diketahui, tetapi tidak diperhatikan. Maka biarlah kakanda hendak ingatkan, Jangan fanatik kepada salah satu pekerjaan, atau salah satu jalan mencari rezeki yang halal. Kefanatikan kepada sesuatu itulah yang sering menutup mata, sehingga tidak mau memperhatikan yang lain. Padahal selain yang difanatiki itu, masih amat banyak, dan lebih baik dan lebih cepat. Sekiranya ada yang fanatik menjadi pegawai negeri, bila tidak berhasil merasa dunianya gelap atau sempit. Ini suatu perasaan dan pendapat yang sangat salah. Jika menemui rintangan atau menemui jalan buntu sama sekali, jangan bingung, dan jangan buta. Bukalah matamu, pandanglah dunia ini masih luas. Jangan kecil hati menghadapi masa depan. Marilah kita hadapi kehidupan ini dengan segala kesadaran dan keberanian. Keberanian ini bukan berarti keberanian yang ngawur (asal berani), akan tetapi dengan keberanian yang sudah diperhitungkan. Sumber - sumber rezeki dan kuncikunci usaha masih amat banyak. Sebagian kecil akan kalian lihat dalam kehidupan sekitar kalian. Meskipun


nanti akan kalian lihat beratus-ratus perusahaan, tetapi itu sebagian kecil. Dengan usaha-usaha itu orang bisa berhasil untuk hidup bahkan bisa sampai menjadi kaya raya. Mengapa takut hidup? Mengapa kecil hati? Ingat modalmu cukup, tubuhmu masih utuh, tidak kurang, otakmu masih waras, bahkan sudah berilmu. Pribadimu dan kehormatan itu masih utuh, belum tercela. Sifat kejujuranmu masih utuh pula. Mengapa takut hidup? Sekarang yang kamu bina adalah mentalmu. Mental yang mau bekerja, mental yang tidak cari enak saja. Mental kejujuran, jadilah “WIRA” di mana saja. Adinda-adinda yang aku banggakan, Yang biasa pada umumya dicari ialah kebahagiaan. Dalam hal ini lebih dahulu kita harus mengerti bahwa kebahagiaan di dunia ada dua: kebahagiaan lahir/kemakmuran lahir dan Kebahagiaan batin/kemakmuran batin. Untuk mencapai kebahagiaan lahir memerlukan kemakmuran atau kebendaan. Namun, kemakmuran atau kekayaan harta benda, tidak mutlak dapat menjadi kebahagiaan yang sebenarnya. Orang yang selalu merasa terancam atau dikejar-kejar musuh, diliputi penyakit fisik atau penyakit rohani, tidak akan dapat merasakan kebahagiaan yang sebenarnya. Adapun modal untuk mencari kemakmuran batin ialah Iman. Di dunia ini memang ada orang kaya yang hartanya banyak dan ada orang miskin atau tidak kaya, hartanya sedikit.

Seorang yang berbudi atau yang mu’min, tidak iri atau dengki. Katakan pada dirimu sendiri, “biarkan kami miskin harta, asal jangan miskin jasa, biar kami miskin benda lahiriyah, asal jangan miskin budi, dan amal.

dan meningkat dan dengan pendidikan kesederhanaannya tidak mustahil akan menjadi orang yang kaya raya.

Seorang mukmin akan merasa bahagia, apabila ia beramal dan merasa bahagia kalau telah berbuat baik bagi masyarakat. Seorang mukmin selalu bersyukur karena menyadari karunia Allah yang amat banyak. Jadi, setiap hari haruslah bersyukur dan gembira.

Adapun harapan kakakmu ini, setingkat lebih dari itu semuanya. Adinda sekalian, ditimang-timang selalu supaya menjadi pemuda-pemudi yang diandalkan. Semua berharap kalian menjadi pejuang yang mempunyai tanggung jawab atas kesejahteraan umat dan kemajuan agama. Dalam kehidupan akan kita temui hama-hama perjuangan, yang lazim berbentuk harta, tahta atau pangkat, dan wanita bagi kalian para pemuda. Tidak perlu takut atau antipati, tapi maju dan pilihlah dengan fikiran dan hatimu. Carilah yang bisa mendukung perjuanganmu, dan yang akan memberatkan langkahmu. Semoga adik-adikku dapat berjuang, dapat diandalkan dan tahan uji. Amin ya robbal alamin.Waalahu a’lam

Adinda wira cendikia,

bangsa

nan

cerdas

Janganlah pula mengandalkan kekayaan orang tua kalian untuk jaminan bekal hidup. Kalaulah ada orang yang kaya, belum tentu anaknya akan menjadi kaya juga. Kita bisa melihat kenyataan yang sebaliknya di dalam masyarakat. Orang tua bisa kaya karena mental dan ilmunya. Apabila mental dan ilmunya tidak diwariskan bagaimana sang anak akan menjadi kaya? Barang siapa yang menjadi anak orang kaya jangan sembrono. Sebaliknya anak orang miskin, dengan mental yang kuat

Adinda, permata hiasan pandang ayah dan bunda,

(Disarikan dari nasehat Alm KH Imam Zarkasyi pada khutbatul wada’ santri akhir di PM Gontor).

Untuk mencapai kebahagiaan lahir memerlukan kemakmuran atau kebendaan. Namun, Kemakmuran atau kekayaan harta benda, tidak mutlak dapat menjadi kebahagiaan yang sebenarnya. Rumah Lentera Rajab 1432 H

23


Jendela

Berani Berkompetisi dan Berprestasi KEMAH JUARA merupakan salah satu rangkaian program Merangkai Senyum Indonesia, yang didedikasikan Rumah Zakat sejak tahun 2002 untuk generasi anak juara Indonesia. Kemah Juara 2011 ini mengangkat tema Olimpiade Juara, yang menjadi ajang kreasi dan rekreasi yang dilengkapi dengan kompetisi anak di bidang akademis, seni, olahraga, dan outbound.

Tujuan Kegiatan

Olimpiade Juara

Zona Kompetisi

“Pengaruh internet, HP, game, televisi, komik dan media lainnya saat ini telah sedemikian hebat mengakibatkan berbagai tindakan penyimpangan yang dilakukan anak, termasuk pornografi dan porno aksi” (Elly Risman, M.Psi. - www.hidayatullah.com) “Berkompetisi akan memberi pengalaman sebanyakbanyaknya dan kesempatan untuk banyak mencoba kepada anak. Dengan begitu, anak pun mulai belajar dari pengalaman dan mereka jadi lebih percaya diri. Selain itu, kompetisi juga memberi dorongan positif untuk terus menjadikan anak unggul” (Kasandra M. Putranto, M.Psi. - www.okezone.com)

• Mengembangkan dan memotivasi rasa percaya diri anak • Merangsang daya pikir dan kreativitas anak • Memberikan alternatif kegiatan liburan yang mendidik dan menyenangkan • Eksplorasi kemampuan diri (life skill) anak sejak dini • Menumbuhkan dan melatih semangat sportivitas Setiap peserta Kemah Juara dapat memaksimalkan potensinya dalam beragam zona: • Zona Akademis Games Matematika, Cerdas Cermat, Hafalan Quran • Zona Seni Seni Kriya, Seni Musik, Seni Rupa • Zona Olah Raga Senam, Sepak Bola Mini, Lomba Estafet Kelompok, Oshello (Catur Cina) • Zona Outbond Permainan Tradisional, Ragam Tantangan Outbond. Zona kompetisi dapat disesuaikan dengan mitra yang menjadi sponsor zona perlombaan Kemah Juara. Ajang tahunan Kemah Juara selalu memberikan kebahagiaan tersendiri bagi anak juara untuk berekspresi di alam bebas. Kemah Juara juga menjadi media edukasi, mengasah keterampilan dan melatih skill anak juara.  DUKUNG semangat mereka dengan Kemah Juara.

Info lebih lanjut hubungi cabang terdekat atau contact centre kami

24

Rumah Lentera Edisi 54 Tahun ke 6, Juni 2011

Call centre 0804 100 1000 | SMS centre 0815 7300 1555 welcome@rumahzakat.org | www.rumahzakat.org


Pilar

Continous Improvement dalam Pemberdayaan Masyarakat

Hendrati Dwi Mulyaningsih, S.E., M.Mr

Dosen Tetap STIE Ekuitas Lulusan terbaik UNISBA 2009 dengan IPK tertinggi berpredikat Cumlaude Dosen Terbaik Politeknik Piksi Ganesha 2010

P

emberdayaan masyarakat adalah sebuah proses memandirikan masyarakat secara bertahap dengan berpijak pada sustainable development. Kemandirian masyarakat ini secara bertahap dibentuk dengan sistem pendampingan sosial yang berkesinambungan. Oleh karena itu, perlu adanya strategi pentahapan pemberdayaan secara gradual dengan pendekatan sosial budaya.

berlanjut pada stimulus untuk menggunakan sumber daya lokal secara efisien. Setelah kemampuan untuk mengoptimalkan sumber daya lokal sudah terbentuk, pendamping hanya perlu menstimulus masyarakat untuk membentuk lembaga keuangan mandiri. Hal ini dilakukan untuk menciptakan kemandirian terutama dalam hal akses modal untuk pengembangan usahanya.

Pemberdayaan masyarakat mengacu pada beberapa hal berikut: 1. Mengutamakan masyarakat. 2. Menciptakan hubungan kerjasama antara masyarakat dengan pihakpihak di dalam maupun luar lingkungan masyarakat yang bisa berperan. 3. Mengurangi ketergantungan. 4. Membagi kekuasaan dan tanggung jawab atau delegating the power. 5. Menekankan pada keberlanjutan kesinambungan program. Semua hal di atas membutuhkan sebuah sistem pendampingan yang komprehensif. Pendampingan komprehensif melibatkan dan memahamkan, mengajak masyarakat untuk mencari solusi atas permasalahan sosial yang mereka alami.

Continous Improvement dalam Pandangan Islam Islam menggambarkan Continous Improvement dalam ayat-ayat Alquran berikut: “….seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya, maka tunas itu menjadi tanaman tadi kuat, lalu menjadi besarlah ia dan tegak lurus diatas pokoknya” (QS Al Fath 48:29). “Sesungguhnya beruntunglah orangorang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyu dalam shalatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perbaikan) yang tiada berguna” (QS Al Mu’minuun 23 : 1-3). Islam juga mengajarkan kepada manusia untuk senantiasa berusaha

menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Walaupun prosesnya sedikit demi sedikit tetapi ditekuni secara berkesinambungan. Hal ini tersurat dalam hadits berikut: “Beramallah semaksimal yang kamu mampu, karena Allah tidak akan bosan sebelum kamu bosan, dan sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang berkesinambungan walaupun sedikit.” (HR. Bukhari). “Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, dialah orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, dialah orang yang sesat.” (HR. Bukhari). Dengan pendekatan sosio-budaya, pemberdayaan masyarakat tidak hanya mengembangkan potensi ekonomi tapi juga harkat, martabat, kepercayaan diri dan harga diri masyarakat. Pemberdayaan ini tentu dengan tetap memelihara tata nilai budaya setempat.

Keberhasilan pemberdayaan masyarakat membutuhkan proses yang lama. Prosesnya tidak bisa instan sehingga tahapan pemberdayaan perlu disesuaikan dengan perkembangan masyarakat yang didampingi. Setiap tahap pemberdayaan masyarakat mempunyai tujuan. Pada tahap awal peningkatan penghasilan dan perbaikan kualitas hidup menjadi tujuan utama. Setelah adanya peningkatan pendapatan pemberdayaan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam bidang kesehatan dan pendidikan jangka panjang. Setelah kesejahteraan masyarakat meningkat, pemberdayaan

Rumah Lentera Rajab 1432 H

25


Selasar

Bundar dan Titik AM Adhy Trisnanto

Marketing Consultant Rumah Zakat Saat ini menjabat sebagai Sekjen Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I Pusat) dan merupakan salah seorang perintis industri periklanan moderen Indonesia

Saya suka bundar, dari bedug sampai gong, dari ondeonde sampai bola. Termasuk bola mata, apalagi bola mata seorang bocah, bening, sebening tirta amerta, saya suka. Pernahkah Anda iseng berpikir mengamati sebuah bundaran: dari mana mulai dan di mana berakhir? Bundar yang sempurna tidak ketahuan mana awal mana akhir. Kita bisa katakan, bundar sempurna tidak berawal dan tidak berakhir. Lain lagi titik. Setiap membuat gambar, huruf, dan angka, senantiasa kita mulai dengan titik, dan kita akhiri juga dengan titik. Boleh dikatakan, titik itu awal, dan akhir. Bulan lalu saya bersilaturahmi ke kantor Rumah Zakat di Banda Aceh. Sederhana dan kecil, bersebelahan dengan warung makan bebek goreng. Bukan di jalan raya, tempat angkot dan becak-motor hilir mudik. Jalan di depan kantor terbilang sepi, meskipun bukan senyap. Timnya juga cuma belasan, belum puluhan. Semuanya masih muda, sebagian besar masih belum menikah. Sama seperti orang-orang yang berkarya di dalamnya, kantor ini memang belum berumur panjang. Ibaratnya, kantor Aceh adalah sebuah titik awal perjalanan panjangnya. Jamaknya orang muda didatangi orang berumur, apalagi dari jauh, awal perjumpaan terasa kaku. Ada nuansa segan, mungkin malah sedikit takuttakut. Baru setelah saya mengikhtiarkan ice breaking suasana jadi lebih cair. Yang tegang jadi lebih kendur, yang

26

menunduk berani menatap, yang diam tiba-tiba ceriwis. Tidak hanya senyum yang merekah, tapi ada letupan tawa di sana-sini. Tim ini tahu benar, mereka masih dalam status merah. Tapi mereka juga menyimpan harapan yang merah akan jadi hijau. Bara api diharapkan akan bermetamorfosa jadi hamparan sawah siap panen. Bagaimana caranya? Nah, proses menggelinding jadi analisis situasi. Apa yang jadi kendala? Dikisahkanlah qanun (baca: peraturan daerah) yang sudah diundangkan. Pegawai Negeri Sipil harus menyalurkan zakatnya ke sebuah badan yang sudah ditentukan. Sekarang masih masa transisi, tapi dua tahun lagi akan diberlakukan penuh. Wah, masa depan suram dong? Tapi apa benar aturan itu menutup segala kemungkinan? Berapa persen PNS di Aceh? Apa mungkin jumlah PNS lebih dominan dari yang non PNS? Nampaknya tidak. Kalau begitu, untuk apa meratapi aturan itu? Masih ada lahan yang menanti digarap. Kenapa harus bermain di ladang yang sudah akan tergarap (dan mudah-mudahan akan tergarap baik). Tak bosan saya berseru, para sobat zakat bekerja di wilayah yang tidak semata-mata duniawi. Mereka bekerja dalam karya keselamatan dunia dan akhirat. Harus ada spiritualitas di sana. Kalau toh mereka bersaing, maka mereka bersaing dalam berbuat

kebaikan. Sobat Zakat tidak boleh meratap ketika pesaing memenangkan persaingan. Mereka hanya boleh meratap ketika kita gagal berbuat baik. Dalam konteks ini, output bukan satusatunya ukuran. Dalam wilayah duniaakhirat, proses tak kalah penting ketimbang output. Maka, seperti ilmu padi: menanam harus mundur. Setelah ditanam, untuk bertunas butuh waktu. Tapi ketika bulir-bulir padi dituai dan dibuang kulitnya menjadi beras, dan ketika beras ditanak menjadi nasi, mekarlah dia. Segenggam beras menjadi sepiring nasi yang mengenyangkan dan menghasilkan tenaga. Proses yang baik, walaupun hasilnya belum tampak, perlu disikapi dengan rendah hati: semua ada waktunya. Ini bukan kegagalan, tapi penundaan hasil. Ini latihan kesabaran dan kerendah hatian bagi kita. Ini adalah titik awal, yang kemudian akan membentuk garis panjang. Mudah-mudahan garis panjang itu melengkung sempurna, akhirnya membentuk lingkaran yang tidak lagi ketahuan mana awal mana akhir. Bukan soal seandainya garis awal yang terbentuk rada menceng. Selamat menggarap lahan, wahai para pejuang di Aceh. Lahanmu tidak harus ada di kantor-kantor pemerintah. Siapa tahu lahan suburmu ada di warung-warung kupi, yang bertebaran di segala penjuru Banda Aceh.

Proses yang baik, walaupun hasilnya belum tampak, perlu disikapi dengan rendah hati: semua ada waktunya. Ini bukan kegagalan, tapi penundaan hasil.

Rumah Lentera Edisi 54 Tahun ke 6, Juni 2011


Lensa

Prestasi Anak Juara

S

uatu prestasi yang ditorehkan oleh anak-anak juara Rumah Zakat tentu membanggakan dan patut untuk disyukuri. Contohnya prestasi akademis maupun berbagai lomba yang dimenangkan oleh Lukmanul Hafiz di Padang hingga mampu mengantarkannya mendapatkan beasiswa di FK UI. Segudang prestasi Intan Ayu Putri Pertiwi dalam bidang melukis menghantarkannya mendapatkan penghargaan dari Walikota Yogyakarta. Mia Yulianis di Koto Tangah Padang pun kembali meraih Juara II Cerdas Cermat Bahasa Jepang, Sabtu (14/5). Tak ketinggalan juga prestasi Muhammad Faiz, kelas IV SD Juara Jakarta Selatan, Juara 1 Membaca Al Quran dengan murrotal di Wilayah VI Putra Loketa Kecamatan Pasar Minggu. Begitu juga Meilinda Chreisdianti H dan Rainer Ramadany R, anak asuh dari wilayah ICD Wonocolo Surabaya menjuarai speed reading dalam acara World Book Day, Sabtu (30/4).Tentu kisahkisah prestasi ini dapat memacu anak-anak juara Rumah Zakat lainnya untuk memaksimalkan potensi yang ada, sehingga terlahir kembali prestasi-prestasi baru.

M. Faiz kelas 4 SD Juara Jakarta Selatan, juara 1 membaca Alquran

Lukmanul Hafiz dari Padang mendapatkan beasiswa di FK UI

Meilinda Chreisdianti H dan Rainer Ramadany R, juara speed reading Surabaya

Mia Yulianis juara 2 cerdas cermat bahasa Jepang , Sumbar-Riau

Intan Ayu Putri Pertiwi dan Walikota Yogyakarta, Herry Zudianto

RumahRumah LenteraLentera Jumadil Rajab Akhir1432 1432HH

27


Oleh Oleh

Tidak Pernah Ada Kata Menyerah Amir Karimuddin Donatur Rumah Zakat Blog Keluarga: http://the.karimuddin.com

Sudah bertahun-tahun saya memperhatikan orang itu. Seseorang yang selalu ada di jalur pulang kantor saya. Setiap malam dia nongkrong di lampu merah itu, setia menawarkan koran jajakannya. Umurnya mungkin tidak jauh berbeda dengan saya. Dia duduk di kursi roda, kedua kakinya sudah tiada karena amputasi. Entah kenapa, saya tidak pernah tahu jawabannya. Yang saya tahu, dari sorot matanya terpancar semangat. Semangat untuk hidup, semangat untuk bertahan di tengah belantara Jakarta yang kejam, semangat untuk membuktikan bahwa ketidaksempurnaannya tidak menghalanginya untuk berkarya. Bisa saja dalam hatinya menangis dengan kenyataan hidup yang ada, tapi yang jelas tidak tampak penyesalan itu setiap kali saya berhenti di perempatan yang sama. Di dalam mobil saya merenung. Saya yakin bahwa upahnya menawarkan koran sore itu tidak seberapa. Saya lebih yakin lagi bahwa jika dia beralih profesi menjadi seorang pemintaminta uang yang diperolehnya pasti berkali-kali lipat jumlahnya. Namun, dia tidak pernah berubah, tetap teguh pendirian bahwa menengadahkan tangan di bawah dan menanti belas kasihan orang yang lewat bukanlah pilihannya. Namun, melihat kegigihannya untuk mencari rezeki, saya jadi teringat dengan firman Allah, “Allah tidak akan membebankan suatu kaum di luar batas kemampuan hambanya” (QS. Al Baqarah ayat 286). Sungguh Allah telah memberi ia kekuatan untuk menjalani

28

hari-hari. Tidak ada satu helai daun pun yang jatuh tanpa kehendak-Nya. Rahmat Allah bertebaran di dunia ini. Keterbatasan yang ada pada dirinya adalah salah satu cara untuk mengujinya keimanannya juga. “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan,”Kami telah beriman”, sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui oang-orang yg benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orangorang yang dusta.” [Surah Al-Ankabut ayat 2-3]. Kembali saya menerawang pada cerita bahwa pengemis-pengemis di Jakarta itu ada sindikasinya. Ada skema besar di balik hadirnya mereka di pinggir jalan. Tua muda, perempuan dan anak-anak, masih sehat ataupun mengalami kekurangan fisik. Hampir semuanya berinduk pada orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang mengharapkan rezeki dengan menjual rasa iba dan belas kasihan. Entah berapa juta setiap hari uang dikumpulkan oleh sindikat ini. Semacam penipuan menurut saya. Bahkan saking geramnya pemerintah daerah DKI Jakarta membuat larangan memberi kepada orang yang meminta-minta seperti itu. Ceritanya bertujuan untuk mematikan “bisnis” ini. Tapi tetap saja banyak yang tidak setuju. Melanggar Hak Asasi Manusia katanya. Akhirnya semuanya menjadi mental dan praktek seperti ini terus berjalan. Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah SAW telah melewati tumpukan makanan, maka beliau memasukkan tangannya pada makanan itu, lalu jari-jari beliau menjangkau basahan. Beliau bersabda, ”Apakah ini, wahai pemilik makanan?” Ia menjawab, “Dikenai air hujan,

Rumah Lentera Edisi 54 Tahun ke 6, Juni 2011

wahai Rasulullah.” “Mengapa tidak kau jadikan (yang basah) tersimpan di atas makanan agar dapat dilihat oleh orang-orang? Siapa yang menipu umatku, ia bukan dari golonganku.’” ~HR. Muslim, I:99. Hadits ini merupakan larangan menipu dalam bisnis. Menjadi pengumpul pengemis merupakan penipuan dalam bisnis. Walaupun penghasilannya lebih banyak, tapi keberkahannya tidak ada. Pandangan saya kembali pada sosok yang tegar di tengah jalan. Tak kenal lelah menawarkan barang dagangan meskipun kendaraan lalu lalang kurang memberikan perhatian. Terima kasih kuucapkan padamu wahai teman yang tidak pernah kukenal. Saya mungkin selama ini kurang bersyukur dengan apa yang telah dirizkikan untukku dan orang-orang di sekelilingku. Seketika kumerasa malu. Malu akan betapa kecilnya kontribusi yang telah saya berikan untuk negara, demi membantu mereka untuk tidak terlantar di jalanan lagi.


Rumah Lentera Rajab 1432 H

29


Ekonomi Syariah

Kewajiban Akuntan Muslim dalam Dakwah Islam Achmad Soediro

Dosen Akuntansi Universitas Sriwijaya Palembang yang saat ini tengah mengambil gelar doktor di Universitas Canberra Australia

Dalam tataran sejarah, banyak diceritakan bahwa dengan semangat dakwah generasi muslim pernah berjaya. Semua hal tersebut dilandasi oleh misi hidup mereka yaitu dakwah. Mereka memiliki misi untuk merealisasikan prinsip-prinsip Islam dalam masyarakat dan dunia (Yakan, 1990). Seorang akuntan muslim tidak dapat memisahkan diri dari karakter keislaman yang mengalir dalam dirinya. Sejak dulu hingga kini, akuntan juga seorang ulama yang wajib berdakwah dengan ilmunya. Merupakan sebuah keniscayaan bila akuntan muslim juga merupakan tokoh agama. Sebenarnya, istilah tokoh-tokoh agama yang sekarang berkembang di kalangan masyarakat adalah istilah tiruan. Menurut istilah yang kita pakai, istilah tokoh agama tidak pernah kita temui. Apabila di barat banyak dikenal istilah sarjana, maka di dalam Islam hanya ada satu istilah yaitu muslim. Semua umat Islam baik kecil, dewasa dan tua, bergelar ‘tokoh agama’ atau orang beragama atau ulama (Al-banna,1984). Dengan ini seorang akuntan muslim tidak memiliki wilayah elak untuk lari dari dakwah.

Islam adalah penutup segala agama (Masyhur, 2000). Totalitas Islam juga berimplikasi pada totalitas dakwah Islam. Dengan ini dakwah bukan saja di mimbar masjid tapi juga di meja kerja akuntan. Dakwah bukan saja pada buletin dakwah tapi juga dalam kertas kerja dan laporan keuangan. Dakwah bukan saja dalam nasehat-nasehat dengan ayat dan hadits di dalamnya tapi juga dalam pernyataan akuntan dan juga dalam profesionalisme dengan sebuah bingkai takwa. Dakwah yang terus menerus dan berkelanjutan ini, guna mewujudkan tugas seorang muslim yang kompherensif. Tugas ini bukan sekadar akuntan muslim tapi lebih dari itu, sebagai khalifah Allah di atas bumi dengan cara yang benar yaitu : 1. Mengikhlaskan penghambaan dirinya kepada Allah saja dan melepas diri dari penghambaan diri pada selain Allah. 2. Melaksanakan metode Allah saja dan menolak untuk mengakui legalitas manhaj lainnya atau syariat lain.

Akuntansi pun merupakan alat dan bagian dari dakwah. Ketika menyampaikan dakwah dan peringatan, kita harus mengemukakan universalitas Islam dengan lengkap, utuh, total, dan menyeluruh tanpa memisahkan satu bagian dengan bagian yang lain atau menghapuskan satu bagian dari keseluruhannya.

30

Rumah Lentera Edisi 54 Tahun ke 6, Juni 2011

3. Hidup dengan nilai dan budi pekerti yang telah ditetapkan Allah baginya dan meninggalkan nilai dan budi pekerti yang diadakannya sendiri (Hawwa, 2001). Tugas yang harus dimulai bertahap tapi pasti oleh akuntan muslim dimulai dengan tanggung jawab menginjeksi nilai etika Islam dalam kaitan akuntansi itu. Inilah tantangan dakwah (Karim, 2001). Demikianlah dakwah islamiah dimasukkan ke dalam misi seorang akuntan muslim. Mereka memahamkan terlebih dahulu tugasnya sebagai muslim lalu memahamkan tugasnya dalam lini dakwah akuntansi. Setelah itu dengan seoptimal mungkin mereka memikul amanah dipunggungnya (skill dan ilmu akuntansi) dan amanah di hatinya (kejujuran dan keadilan) dalam kerangka takwa pada-Nya. Wahai kaum muslimin, sekarang kita hidup dalam abad kebangunan maka bangunlah diri kalian, agar dengannya kalian dapat membangun ummat kalian (Albanna, 2001).


Kanvas

Mari Bermain ...

Kotak Surat Assalamualaikum wr.wb. Bagaimana cara menjadi relawan di Rumah Zakat? Andriana, Pontianak Waalaikumsalam wr.wb. Terima kasih atas kepercayaannya. Sobat Andriana dapat mendaftar menjadi relawan Rumah Zakat melalui cabang kami yang terdekat dengan kota Sobat yakni di Jl Irian No 35 Kel.Akcaya Kec. Pontianak Selatan. Telepon 0561-736809. Assalamualaikum wr.wb. Pak, kami membutuhkan mobil jenazah di Tangerang. Mohon informasi. Abdul majid, Tangerang Waalaikumsalam wr.wb. Terima kasih atas kepercayaan Anda. Untuk layanan ambulans dan mobil jenazah, Bapak Abdul Majid dapat menghubungi Rumah Zakat cabang Tangerang dengan nomor telpon 021-5588811

Redaksi menerima karya tulis, saran serta masukan dari Sobat zakat untuk dimuat di Rumah Lentera, kirim ke SMS Center 0815 7300 1555 atau e-mail ke : welcome@rumahzakat.org Untuk tulisan yang dimuat di rubrik Kursi Baca, redaksi akan memberikan kenang-kenangan.

Rumah Lentera Rajab 1432 H

31


Sudut Sehati

Mempersiapkan

Pernikahan Danti Soegijardjo, Psi

Psikologi Unpad Kini menjadi Assesor di sejumlah perusahaan terkemuka, Konsultan dan Trainer PAUD, Supervisor Trauma Healing,

Saat ini saya sedang mempersiapkan pernikahan dalam waktu dekat. Namun saya berselisih paham dengan orang tua mengenai konsep acara resepsi. Saya menginginkan konsep Islam tapi orang tua saya masih menggunakan adat kedaerahan seperti hari baik dan ritual lain. Mohon masukan cara menghadapinya? Ismi, Bandung Jawaban : Salam, teh Ismi. Pernikahan merupakan momen terindah dan membahagiakan bagi insan berlainan jenis untuk membangun rumah tangga bahagia. Sudah seharusnya semua pihak mempersiapkan datangnya hari bahagia ini dengan sebaik-baiknya. Termasuk orang tua dari kedua belah pihak, berusaha melakukan hal terbaik untuk melepas buah hati mereka memasuki kehidupan yang lebih mandiri dengan pasangan pilihan mereka. Salah satu yang mereka pertimbangkan adalah waktu pernikahan dan bagaimana acara pernikahan itu akan digelar. Bagaimana prosesi pernikahan akan dilaksanakan dan bagaimana menjamu para tamu pun tidak luput dari perhatian mereka. Hal ini semata-mata ingin memberikan yang terbaik bagi putra-putri mereka. Resepsi pernikahan atau walimatul ‘ursy sebagai ibadah mengikuti sunnah Rasulullah, pada dasarnya bertujuan untuk mengumumkan kepada khalayak bahwa telah terjadi pernikahan antara Si A dan Si B sehingga terhindar dari fitnah. Alangkah baiknya jika dalam

32

pelaksanaannya pun sejalan dengan dengan nilai-nilai Islam yang sudah dijalankan saat melaksanakan Akad Nikah, sebagai inti pokok acara pernikahan. Keluarga yang masih memelihara adat istiadat pasti akan berusaha menampilkannya dalam acara-acara penting keluarga, seperti acara pernikahan ini. Pada dasarnya segala hal yang dilaksanakan dalam upacara pernikahan berisi pesan positif dan bekal bagi pasangan pengantin baru dalam mengarungi kehidupan rumah tangga mereka nanti. Oleh karena itu, perlu dipahami inti maknanya, dan bukan sekedar ritualnya. Bicarakan dan sampaikan dengan cara yang baik dan bijak pada kedua orang tua Teh Ismi, untuk sama-sama memilah, bahwa sebaiknya menjalankan ritual adat yang sejalan dan tidak menyimpang dari syariah Islam. Demikian pula terkait dengan penetapan hari baik. Islam sendiri memandang bahwa semua hari adalah hari yang baik, dan semua bulan penanggalan adalah ciptaan Allah SWT. Oleh karenanya, seorang muslim tidak boleh berprasangka buruk terhadap setiap waktu. Nabi Muhammad sendiri meminta pada umatnya untuk tidak mengutuk atau mencela waktu, karena sama artinya dengan mengutuk atau mencela dan berprasangka buruk pada Allah SWT. Pada zaman Jahiliyyah, masyarakat Arab memercayai bahwa menikah pada bulan Syawal atau Muharram akan mendatangkan malapetaka. Namun, Rasulullah SAW membantah kepercayaan tersebut dengan menikahi Aisyah RA pada bulan Syawal. Beliau juga menikahkan Fatimah putrinya pada bulan Muharram. Sebagian ulama menganjurkan agar akad nikah dilakukan pada hari Jumat, karena dianggap sebagai hari yang paling mulia (sayyidul ayyam), tetapi

Rumah Lentera Edisi 54 Tahun ke 6, Juni 2011

bukan berarti pernikahan yang tidak dilakukan pada hari Jumat kurang baik. Terkadang persepsi tentang ‘hari baik’ yang dipikirkan oleh orang tua tidak sederhana pengertian kita. Mereka memikirkan bahwa hari yang dikatakan baik karena mempertimbangkan beberapa hal, baik yang sifatnya teknis maupun non teknis. Iklim dan cuaca juga biasanya dijadikan pertimbangkan. Sebagian besar orang mencoba menghindari saat musim hujan untuk menggelar acara pernikahan karena pertimbangan teknis. Ini sebagai gambaran saja, ternyata tidak semua pertimbangan itu didasari ‘keyakinan’ atau kepercayaan tertentu saja yang tidak beralasan. Bagaimana pun hari pernikahan ini bukan saja monopoli kebahagiaan mempelai berdua, tetapi merupakan kebahagiaan seluruh keluarga dan kerabat. Restu dan doa merekalah yang diharapkan akan menjadi pembuka jalan dan pengantar berkahnya suatu pernikahan. Oleh karenanya, upayakan dalam persiapan acara ini semuanya berjalan baik, jangan sampai ada ganjalan yang berakibat pada berkurangnya restu dan ridho orang tua. Bicarakan segala sesuatunya dengan kepala dingin dan bermusyawarah, sehingga tercapai keputusan yang terbaik bagi semua pihak. Karena bagaimana pun, pernikahan itu sebenarnya penggabungan dari dua keluarga besar yang juga beragam latar belakangnya. Ridho orang tua adalah hal yang utama, karena hal itu adalah cerminan ridho Allah SWT yang insyaAllah membawa berkah dalam pernikahan kalian. Jangan lupa, dalam menyusun rencana pernikahan ini, ‘libatkan’ Allah di dalamnya. Calon pengantin sebaiknya melakukan sholat istikharah, InsyaAllah, Allah akan menunjukkan jalan yang terbaik. Wassalam.


Bilik Klinik

Mengatasi Diare Pada Anak Yudi Feriandi, dr.

yudiferiandi@gmail.com Tim Konsultan Manajemen Rumah Sakit Direktur Rumah Sakit Permata Madina, Sumatera Utara.

Assalamualaikum wr.wb.

Dokter Yudi, anak saya masih berusia 6 bulan. Saat ini dia saya beri makanan atau bubur bayi instan yang biasa dijual di toko-toko. Namun, ternyata setelah beberapa kali diberi, anak saya mencret sampai lebih dari 6 kali sehari. Apa penyebabnya ya dok? Sulaiman, Bandung Waalaikumsalam wr. wb. Bapak Sulaiman tentulah sangat khawatir bila terjadi mencret pada si buah hati. Perlu kita pahami bahwa menangani diare tidak hanya tugas tenaga kesehatan, orang tua di rumahlah yang sebenarnya harus segera tahu apakah mencretnya buah hati kita membahayakan nyawa atau tidak? Bagaimana menilai kekurangan cairan? Penanganan pertama pada mencret dan bagaimana pencegahannya. Penyebab mencret banyak sekali, di antaranya infeksi karena bakteri, virus, jamur, parasit, protozoa (amoeba, giardiasis), alergi susu (intoleransi laktosa), alergi makanan, bawaan (defisiensi enzim pencernaan), iritasi usus (sakit maag kronis, makanan pedas, makanan asam), perubahan pola makan, kanker usus. Penyebab paling sering di Indonesia pada anak adalah akibat infeksi terutama bakteri, virus, dan protozoa. Pada diare rotavirus ini biasanya anak demam dan tinja tidak berdarah, lebih cenderung berair, berbau asam dan bisanya frekuensi mencretnya sering sehingga yang ditakutkan dari diare rotavirus ini adalah bahaya kematian akibat dehidrasi. Pada diare rotavirus ini pengobatan utama hanyalah

memberikan cairan untuk mencegah dehidrasi, karena diare ini akan sembuh sendiri dalam jangka waktu 1-2 minggu tergantung kekebalan tubuh anak. Penyebab lain yang sering adalah bakteri, seperti kolera, shigella, dan protozoa semisal amoeba atau giardiasis. Pada kasus akibat bakteri dan amoeba ini, dapat terjadi diare berdarah atau disentri, dan ini berbahaya bagi bayi karena harus segera ditangani dengan antibiotic yang tepat. Kedua penyebab infeksi di atas, baik virus maupun bakteri bisa diakibatkan oleh makanan atau minuman yang terkontaminasi kuman akibat makanan yang terkontaminasi akibat tangan yang kotor, pencucian yang kurang bersih baik bahan makanan maupun alat saji, dan teknik memasak yang kurang higienis dan tepat, masuknya benda kotor baik makanan, mainan, maupun tangan bayi yang kotor ke mulutnya, apalagi pada usia bayi seringkali anak memasukan apapun ke dalam mulutnya, Penggunaan sumber air yang tercemar atau karena pencucian dan penyiapan botol susu yang kurang bersih Dalam menangani diare kita tidak berfokus pada obat penghenti diare, karena perlu dicamkan bahwa diare adalah pertahanan tubuh untuk mengeluarkan kuman atau zat beracun dari usus, jadi jangan sekali-kali memberikan pemampat diare pada anak kecuali atas petunjuk dokter, karena bisa memperparah diarenya itu sendiri akibat tidak bisa keluarnya zat-zat berbahaya dari usus. Yang terpenting dalam penanganan diare adalah mengatasi gejala dehidrasinya. Beberapa hal yang bias dilakukan orang tua adalah: - Bila anak masih menyusui ASI teruskan ASI lebih sering dan bila menggunakan susu formula,

-

-

-

-

-

maka encerkan setengah dari biasanya. Beri anak lebih banyak cairan, oralit, gula garam, kuah sayur. Namun hindari minuman yang terlalu manis karena dapat meperparah mencret. Lanjutkan pemberian cairan tambahan hingga mencret berhenti. Bila ada tanda dehidrasi perbanyak pemberian cairan dan segera bawa ke dokter atau petugas kesehatan. Jangan sekali-kali memberikan obat pemampat atau penghenti diare yang dijual bebas di pasaran karena dapat membahayakan anak. Saat terdapat perubahan pola makan, berikanlah makanan pendamping ASI secara bertahap baik kekentalannya, jumlahnya, maupun frekuensinya agar sistem pencernaan bayi tidak kaget dan dapat beradaptasi dengan perubahan kepadatan makanan. Selain itu persiapkan makanan pendamping ASI tersebut secara bersih dan higienis, baik alat makan, air penyeduh, maupun cara menyuapi bayi. Badan kesehatan dunia (WHO) merekomendasikan penggunaan tablet atau serbuk zinc (seng) pada bayi dan anak yang mengalami diare. Zinc adalah mikronutrien yang penting untuk kesehatan, antara lain berguna untuk perkembangan tubuh balita, meningkatkan daya tahan (imunitas) tubuh, dan mempercepat penyembuhan luka. Ketika anak diare, ‘zinc’ juga ikut hilang dalam jumlah besar bersama dengan tinja. Oleh karena itu sangat perlu bagi anak yang menderita diare diberikan asupan zinc untuk mengganti zinc yang hilang selama diare. Tablet zinc dapat dibeli di apotek.

Rumah Lentera Rajab 1432 H

33


Bale Konsul

Hukum Memendekkan Rambut bagi Perempuan Kardita Kintabuwana, Lc, MA,

Dewan Syariah Rumah Zakat yang merupakan lulusanJami’ah Al Islamiyah Madinah (Lc.) dan Universitas Islam Antar Bangsa Malaysia (MA) ini kini tengah mengambil program Doktor Ekonomi Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Assalamualaikum wr.wb.

Ustadz, saya perempuan yang baru berjilbab beberapa bulan. Setelah menggunakan jilbab ternyata rambut saya sering rontok. Apakah ada dalil atau hadits tentang memotong rambut sampai pendek bagi perempuan? Puri Bandung Jawaban: Sobat Puri yang dimuliakan Allah SWT. ulama berbeda pendapat mengenai hukum memotong rambut bagi perempuan. Di antara mereka ada yang mengatakan hukumnya haram dan ini merupakan pendapat sebagian fuqaha Hanabilah (pengikut madzhab Imam Ahmad bin Hanbal). Ada juga yang mengatakan hukumnya makruh sebagaimana pendapat sebagian besar fuqaha Hanabilah. Akan tetapi mereka (yang mengharamkan dan memakruhkan) membolehkannya dalam tahallul haji dan umrah. Sedangkan pendapat yang ketiga membolehkan perempuan memotong rambutnya, dan ini merupakan pendapat jumhur ulama. Mereka berpendapat tidak ada dalil yang menyatakan keharaman memotong rambut bagi perempuan. Bahkan mereka berhujah dengan hadits Imam Muslim dari Abu Salamah ra, “Adalah istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil (memendekkan) rambut mereka hingga seperti wafrah.” (HR. Muslim). Wafrah adalah rambut yang sampai ke kedua telinga dan tidak melebihinya. Kata Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu, “Dalam hadits ini ada dalil bolehnya wanita memendekkan

34

rambutnya. Wallahu a’lam.” (Syarah Sahih Muslim 4/5; Al-Minhaj, 3/229). Pendapat ketiga ini dikuatkan oleh beberapa pendapat ulama kontemporer antara lain: Syeikh Abdul Aziz bin Baz, Syeikh Al-Utsaimin, Syeikh Al-Bani, Syeikh Al-Munajid, Syeikh Sholih Al-Fauzan. Namun, mereka bersepakat dalam beberapa hal berikut: 1. Seorang perempuan dilarang untuk menggundul rambutnya sebagaimana riwayat berikut: “Telah bercerita pada kami Hamam dari Qatadah dari Khilas bin Amru dari Ali bin Abi Thalib ra, ia berkata: “Rasulullah melarang wanita untuk menggundul rambutnya.” (HR. Tirmidzi). Imam Tirmidzi setelah mengetengahkan riwayat dari Ali ra, yang menurutnya terdapat seorang rawi yang idhtirab (goncang; hafalannya tidak baik) di atas berkomentar: “Para ulama sepakat melarang perempuan menggundul rambutnya, tapi membolehkan untuk memendekkannya (at taqshir)”. Namun, ia juga menunjukkan riwayat lain dengan jalur sanad yang berbeda yang ia nilai shahih terkait masalah ini. Selain riwayat di atas yang direkam oleh Imam Tirmidzi, riwayat yang sama juga datang dari Aisyah ra, istri Nabi saw, Utsman bin Affan ra, dan dari Ibnu Abbas ra, yang direkam oleh Imam Nasai dalam Sunannya, al-Bazzar dalam Musnadnya, dan al-Haitsami dalam Majma’ al-Zawâ’id. Syeikh Ibnu Baz mengatakan bahwa mencukur rambut sampai habis (gundul) tidak dibolehkan kecuali karena alasan penyakit dan sejenisnya.” (Fatawa al-Mar`ah al-Muslimah, hal. 85). 2. Begitu pula seorang perempuan tidak dibolehkan memendekkan rambut hingga seperti potongan rambut kaum pria. Berdasarkan

Rumah Lentera Edisi 54 Tahun ke 6, Juni 2011

hadits Abdullah bin Abbas ra ia berkata: “Rasulullah saw melaknat para lelaki yang menyerupakan dirinya dengan kaum wanita dan para wanita yang menyerupakan dirinya dengan kaum pria,” (HR. Bukhari). 3. Dilarang bagi seorang perempuan memotong rambutnya dengan motif meniru wanita-wanita kafir berdasarkan hadits Nabi saw yang berbunyi: “Barangsiapa menyerupai satu kaum maka ia termasuk golongan mereka.” (HR. At-Tirmidzi no. 2695 dari ‘Amr bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya. Lihat AshShahihah hadits no. 2194). Nabi SAW bersabda: ‘Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan. (Sedangkan) kesombongan adalah menolak kebenaran dan memandang rendah manusia (lain)’.” [HR. Muslim]. Begitu juga dengan masalah memotong rambut kepala bagi perempuan dan laki-laki. Rambut dalam Islam adalah kemuliaan dan siapa saja yang dikarunia rambut yang indah oleh Allah SWT, maka ia harus menjaganya. Sebagaimana sebuah hadits hasan dari Nabi saw: “Siapa yang mempunyai rambut (indah), maka muliakanlah (peliharalah).” [HR. Abu Dawud]. Syeikh Sholeh Al-Fauzan pernah mengatakan bahwa jika memang rambut panjang mengganggu (aktivitas) wanita, maka boleh saja untuk dipendekkan. Namun bila tidak mengganggu, maka yang terbaik bagi wanita adalah memiliki rambut panjang karena itu menunjukkann kecantikan dirinya. (Fatwa Syaikh Sholeh Al Fauzan dalam Durus “Tathirul I’tiqodAsh Shon’ani”, Riyadh-KSA, Selasa-20 Rabi’ul Awwal 1432 H, 22/02/2011). Wallahu a’lam bi ash-shawab.


Saujana

Happy Ending Iwan Kartiwan Mashur, LC

Direktur Program Pemuda Mandiri Jabar Lulusan LIPIA Jakarta Cabang Universitas Imam Ibnu Suud Riyadh Saudi Arabia

Anggapan banyak orang bahwa memulai sesuatu adalah pekerjaan yang berat, namun ternyata ada yang lebih berat yaitu agar yang telah dimulai dengan baik berakhir dengan baik alias happy ending atau husnul khatimah, baik di penghujungnya. Sahabat pejuang, kita sering terobsesi berusaha dengan penuh semangat untuk meraih target berupa proyek atau semacamnya, dan kita terlena setelah memperolehnya sehingga lupa akan kewajiban berikutnya setelah merealisasikan proyek dimaksud adalah mengakhirinya dengan kesan yang lebih baik. Ada tiga dimensi waktu yang senantiasa terkait dalam sebuah aktivitas yaitu; awal, pertengahan dan akhir, yang ketiganya sama-sama penting, tidak terpisahkan dan harus bersinergi. Karena ketiganya merupakan prinsip dasar dalam beraktivitas, agar apa yang dilakukan tetap dalam koridor amal shalih yang Insya Allah diterima Allah SWT. 1. Lillah: karena Allah adalah Mabda yakni landasan dalam beramal harus didasari karena Allah. Sebab perbuatan yang tidak karena Allah tidak akan bermakna alias sia-sia, dalam contek aqidah dikenal dengan niat yang ikhlas. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niat, dan setiap orang ketika beramal tergantung apa yang dia niatkan.” (HR.Bukhary) .Dalam doa iftitah kita sering mengungkapkan doa

”Inna shalati wanusuki wamahyaaya wamamati Lillahi Rabbil ‘Alamin.” Seungguhnya shalatku, ibadahku semata-mata kuserahkan untuk Allah Rab semesta alam. 2. Ma’allah; bersama Allah sebagai Manhaj, yakni cara merealisasikanya harus sesuai dengan aturan yang telah ditentukan Allah dan Rasul, yang merupakan syarat mutlak bernilainya aktivitas yang kita lakukan. Salah satu barometernya adalah profesional, dalam istilah yang disampaikan Nabi dalam hadistnya adalah: Itqan. Rasulullah SAW bersabda dalam salah satu haditsnya, “Sesungguhnya Allah menyukai seorang hamba kalau melakukan suatu pekerjaan ia menekuninya atau mentuntaskannya,” (Al hadist). 3. IIallah: kepada Allah ialah Ghoyah, yakni goal tujuan akhir dari pekerjaan dan aktivitas yang dilakukan harus senantiasa tertuju pada Allah, karena ia tujuan akhir dari semua yang ada” Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rajiun”, sesungguhnya kita milki Allah dan kita semua akan kembali pada-Nya. Doa Nabi untuk memperoleh akhir yang baik. Allahumma Ahsin ‘Aqibatanaa Fil Umuuri Kulliha, wa ajirna min khizyid dunya wa Adzabil Akhirah Ya Allah baikanlah akhir dari segala urusan kami, serta selamatkanlah kami dari kehinaan dunia dan siksa di akhirat” Wa’alahu Alam Bishawab.

Rumah Lentera Rajab 1432 H

35


Terima Kasih

Pengelola Dana Zakat bank bjb

36

Rumah Lentera Edisi 54 Tahun ke 6, Juni 2011


SERVICE POINT Jakarta - Matraman Jl. Matraman Raya No.148 Blok A1 No.5 Jakarta Timur. Telp.021-85918020 Fax.021-85918021 Jakarta - Gunung Sahari Jl. Gunung Sahari I No.35 Jakarta Pusat Telp.021-42800754 Jakarta - Menara Thamrin Basement Floor R.05, Jl. M.H Thamrin Kav. 3 Jakarta Pusat. Telp.021-2300733/021-95578600 Fax .021-2300733 Jakarta - Rasuna Epicentrum Rasuna Office Park, No.LR.02, Apartemen Taman Rasuna, Tower 8, Jl. HR. Rasuna Said Kuningan Jakarta Selatan. Telp.021-94740907 Jakarta - Pondok Indah Jl. Radio Dalam Raya No.47B Pondok Indah Telp.021-7396908 Jakarta - Kebon Jeruk Business Park Kebon Jeruk, Jl. Raya Meruya Ilir No.88 Blok E2 No.15 Kebon Jeruk - Jakarta Barat. Telp.021-30061522 Fax.021-30061522 Jakarta - Kebayoran Baru Jl. Wijaya I No.22 Kel. Petogogan, Kec. Kebayoran Baru - Jakarta Selatan. Telp.021-7234039 Fax.021-7234039 Jakarta - Harsono Jl. Harsono RM No.15 A Kel. Ragunan, Kec. Pasar Minggu - Jakarta Selatan. Telp.021-78842287 Fax.021-78842287 Jakarta-Kelapa Gading Jl. Terusan Boulevard Timur Raya No.1A RT 05 RW 02 Telp.021-46828867 Ciputat Taman Rempoa Indah, Jl. Delima Jaya Ciputat Timur Telp.021-26329700 Tangerang Jl. Beringin Raya No.144C Perumnas - Tangerang. Telp.021-5588811 Bekasi Jl. Veteran No.110 B Margajaya, Bekasi Selatan - Bekasi. Telp.021-88851159 Fax.021-88851159 Cikarang Ruko Pavillion Shop, Jl Industri Utara No.9 Jababeka 2 Cikarang Telp.021-89840661 Fax.021-89840661 Depok Jl, Tole Iskandar, Ruko Griya Depok Asri Blok B1 No.2C - Depok. Telp.021-23711522 Bogor Jl. Pandawa Raya Blok 1B No.9, Komplek Indraprasta, Kel. Bantar Jati, Kec. Bogor Utara - Bogor. Telp.0251-8378945 Cilegon Jl. Letjend R. Suprapto No.25G - Cilegon. Telp.0254-385443 Bandung - Turangga Jl. Turangga No.33 - Bandung. Telp.022-7317400 Fax.022-7332451 Bandung - Dago Jl. Ir. Juanda No.91 - Bandung. Telp. 022-70773297 Bandung - Antapani Jl. Terusan Jakarta No.77 Kec. Antapani - Bandung. Telp.022-70739192 Bandung - Sutami Jl. Prof. Dr. Ir. Sutami No.89 Bandung Telp.022-70474711 Cimahi Jl. Gedung Empat No.E.3 Gatot Subroto - Cimahi. Telp.022-70723062 Cirebon Jl. Tuparev Komp. Ruko Cirebon Bisnis Center (CBC) Blok D8 Telp. 0231-237399 Semarang Jl. Dr. Sutomo No.53 - Semarang. Telp.024-70780960

Yogyakarta Jl. Veteran No.9 Kel. Mujamuju, Kec. Umbulharjo - Yogyakarta. Telp.0274-377671 Fax.0274-377671 Solo Jl. Kali Larangan No.39 Kel. Jayengan,Kec. Serengan - Surakarta. Telp.0271-7072671 Surabaya Jl. Raya Nginden No.29 - Surabaya. Telp.031-5914145 Fax.031-5914145 Surabaya - Sungkono Jl. Dukuh Kupang Barat I No.239 Surabaya Telp. 031-78458991 Malang Ruko Istana, Jl. W.R Supratman C3 Kav.19 - Malang. Telp.0341-351932 Kediri Jl. Kartini No.10 Kel. Pocanan, Kec. Kota - Kediri. Telp.0354-7604700 Aceh Ruko Lamlagang, Jl. Sultan Malikul Saleh, Kel. Lamlagang, Kec. Banda Raya - Aceh. Telp.0651-7429692 Medan - Setiabudi Jl. Setiabudi No. 32D Medan Sunggal - Medan. Telp.061-77812344 Fax.061-8227435 Medan-Balai Kota Pelataran Parkir Hotel Inna Dharma Deli lt.1, Jl. Balai Kota No. 2 Medan Telp.061-4528638 Padang Jl. Diponegoro No.15 F - Padang. Telp.0751-7873238 Palembang Jl. Basuki Rahmat No.2 Rt17 Kel. Ario Kemuning, Kec. ilir Timur I - Palembang. Telp.0711-7005100 Pekanbaru Jl. Tuanku Tambusai No.34 D Kel. Jadirejo, Kec. Sukajadi - Pekanbaru. Telp.0761-7097276 Fax.0761-44447 Bandar Lampung Jl. Jend Sudirman No.59 Kel. Rawa Laut, Kec. Tanjung Karang Timur - Bandar Lampung. Telp. 0721-255813 Batam Komplek Lotus Garden Blok A No.8 Kel. Teluk Tering, Kec. Batam Kota - Batam Telp.0778-468024 Fax.0778-468024 Banjarmasin Brigjen H.Hasan Basri No. 1 Kayu Tangi, Kel. Pangeran, Banjarmasin Utara - Banjarmasin. Telp.0511-7682546 Pontianak Jl. Irian No.35 Kel. Akcaya, Kec. Pontianak Selatan - Pontianak. Telp.0561-736809 Samarinda Gedung BIEC, JL. M. Yamin No.82 Kel. Sempaja Utara, Kec. Samarinda Utara Samarinda. Telp.0541-7766033

Balikpapan Jl. MT. Haryono, Ruko Balikpapan Baru Blok D4 No.6 Kel. Damai, Kec. Balikpapan Selatan Balikpapan. Telp.0542-873411 Fax.0542-873411 Makassar Jl. Ratulangi 119 - Makassar. Telp.0411-2332124 Jayapura Jl. Perumnas I No.25 Distrik Heram, Kel. Waena - Jayapura. Telp.0967-571692

RUMAH BERSALIN GRATIIS Bandung Jl. Gatot Subroto No. 253, Batu Nunggal - Bandung. Telp.022-7304115 Jakarta Jl. Pulo Asem Timur Raya No.18 Rt2 Rw10 Pulogadung - Jakarta Timur. Telp.021-4757466 Semarang Jl. Lamper Tengah Raya No.670 A, Rt07 Rw02 Semarang Selatan - Semarang. Telp.024-8446705 Yogyakarta Jl. Parangtritis No.7 Dusun Timuran - Yogyakarta. Telp.0274-377891 Medan Jl. Setia Budi No. 46 Medan Selayang - Medan. Telp.061-8214957 Surabaya Jl. Sidosermo Gg.II Kav.321 Surabaya Telp.031-8491298 Pekanbaru Jl. Nenas No.11 Kel. Jadirejo, Kec. Sukajadi - Pekanbaru. Telp.0761-37022 Klinik Sehat JICT Jl. Cipeucang IV No.2A, kelurahan Koja, Kec. Koja, Jakarta Utara Telp. 021-43906628

EMPOWERING CENTRE Bandung • Jl. Sukarajin II Gg. Sastromiharjo V No.1 RT.03 RW.02 Cikutra, Cibeunying Kidul • Jl. Cibangkong No.28 RT.02 RW.05 Kel. Cibangkong, Kec. Cibangkong Medan Sunggal Jl. Balai Desa Komp. Bumi Seroja Permai No. A5 Kel. Sunggal Kec. Medan Sunggal Telp : 061 699 449 44 Medan Labuhan Jl. Batang Kilat lingk. 2 Kel. Sei Mati Kec. Medan Labuhan Medan Tembung Jl. Bersama Gg. Jawa no. 19 lingk. IX Kel. Bantan Kec.Medan Tembung Yogyakarta Jl. Tukangan No.59B Danurejan - Yogyakarta. Jakarta Selatan Jl. Kemuning No.4 RT.11/RW.06 Pasar Minggu, Pejaten Timur - Jakarta Selatan.

Jakarta Timur Jl. Pulo Asem Utara III RT.09/RW.01 Pulogadung - Jakarta Timur. Cimahi Jl. Bukanagara, RT.02/RW.01 Ds. Pagarwangi, Kec. Lembang, Kab. Bandung Barat Surabaya Jl. Gundih II No.30 A Bubutan - Surabaya. Pekanbaru Jl. Pesisir Gang Rumbio, Kel. Meranti Pandak Kec. Rumbai Pesisir Pekanbaru Padang Jl. Lapangan Bola PSPS No.31 Parupuk Tabing Koto Tangah Palembang Jl. Balap Sepeda RT.43/RW.13 Ilir Barat I-Palembang. Batam • Tanjung Uma RT.01/RW.08, Lubuk Baja - Batam. • Perum Puri Agung 3 Blok B No.1 RT.01 RW.23 Kel. Mangsang, Kec. Sei Beduk Kota Batam Banjarmasin Jl. HKSN Komplek AMD Permai Blok K RT.23 No.05, Banjarmasin.

SEKOLAH DASAR JUARA

Bandung Terusan Katamso, Jl. Sukarajin I Cikutra - Bandung. Telp.022-70870832 Cimahi Selatan Jl. Melong Raya, Gg. Mesjid, N0 13/62 Komplek Madrasah Al Islam Perum Cijerah II Melong Cimahi. Telp.022-76217822 Jakarta Pusat Jl. Balikpapan 1 no.39 A Kel.Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat Jakarta Timur Jl. Rawa Badung RT.06 RW.13 Jatinegara, Cakung Jakarta Timur Telp.021 46823218 Pekanbaru Komplek Mesjid Baitul Makmur, Jl. Wartasari No.9 Kel. Tangkerang Selatan Bukit Raya Telp.0761-41756 Yogyakarta Jl. Gayam No.09 Gondokusuman - Yogyakarta. Telp.0274-565849 Semarang Jl. Singa Utara No.67 RT.06 RW.04 Kalicari Bedurungan Telp.024-6708707 Surabaya Jl. Medokan Semampir Indah No.25 - Surabaya. Telp.031-5924384 Jakarta Selatan Jl. Kebagusan I, Gg. H. Marjuki RT.02/RW.02 No.39 Jakarta Selatan Telp.021-7821907 Medan Jl. Sunggal No.118A Medan Sunggal - Medan. Telp.061-8475837

SMP JUARA Bandung Ruko Patra Mas Asri No.A. 15 Jl. Soekarno-Hatta Panyileukan Bandung Telp.022-79570657

REKENING DONASI NASIONAL

247 80000 9000 880 1111 042

2 700 005599 1000 859 172


Ayo Dukung Jamborenya Anak Asuh

Info Lengkap:

Hubungi Cabang Terdekat Call centre 0804 100 1000 | SMS centre 0815 7300 1555 welcome@rumahzakat.org | www.rumahzakat.org

Rumah Lentera Edisi Juni 2011  

Berani Berkompetisi dan Berprestasi Anak Juara Indoneia

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you