Issuu on Google+

Hadirkan Senyum Sepanjang Tahun

Edisi 48 Tahun 5, Desember 2010 / Muharram 1432 H


Beranda

Berbagi Tanpa Henti

D

i bulan Desember ini ada dua momen penting yang terjadi. Pertama adalah pergantian tahun hijriah dan kedua yakni hari ibu. Rumah Zakat mengucapkan selamat hari ibu bagi seluruh ibu yang ada di dunia. Tanpa sosok seorang ibu yang telah rela berkorban jiwa dan raga, tidak mungkin ada generasi penerus bangsa seperti kita. Kasih sayang ibu kepada anak adalah model dari sebuah excellent service yang patut ditiru dalam berkehidupan sosial. Kalaupun belum bisa berkorban jiwa raga seperti sosok ibu pada anaknya, minimal dapat terus berbagi kebahagiaan sepanjang tahun kepada orang lain, tanpa henti. Hal itu menjadi salah satu inspirasi bagi Rumah Zakat dalam meluncurkan program Superqurban, sebagai bentuk optimalisasi daging qurban, agar bisa dimanfaatkan dan menghadirkan senyum sepanjang tahun dari para penerimanya. Terima kasih atas partisipasi Sobat Zakat dalam program Superqurban. Semoga dengan terus bergulirnya program ini, akan semakin banyak senyum yang hadir di muka bumi. Doakan pula agar kami selalu amanah dan profesional dalam menyukseskan pemberdayaan masyarakat yang merupakan salah satu misi kita bersama. Selamat membaca!

Menu Kursi Baca

4

Zakat dan Kepedulian Sosial Masyarakat Indonesia

Rumah Kita

5

Berawal dari Sebuah Keikhlasan enap satu dasawarsa Rumah Zakat menyelenggarakan program Superqurban dalam inovasi pengolahan daging qurban dalam bentuk kornet Superqurban. Tahun ini sebanyak 10.071 kambing dan 603 sapi telah disembelih dan menjadi rekor penyembelihan terbesar dalam satu lokasi di Indonesia.

G

Temu Tamu

12 Sarah Vi: Membayar Zakat Jadi Lebih Mudah ari yang saya pelajari, Rumah Zakat adalah lembaga yang nyaman karena memiliki prinsip amanah.

D Kolam Motivasi

22

Ketika Pemuda Bertakbir ulu Rasulullah dan para sahabat pun senantiasa meneriakkan takbir sebelum maju ke medan pertempuran. Tapi, memaknai kalimat takbir dengan hanya menempatkanya sekedar pembakar semangat saja, jelas sebuah pengertian yang kurang tepat.

D

Diterbitkan oleh Marketing Support Division Rumah Zakat Consultative Board Chief Editor Artistic Newsroom Photographer Advertisement Distribution Marketing Consultant Legal Consultant Address Phone Facsimile SMS Centre Call Centre E-mail Web

Acep Lu’lu Iddin Rachmat Ari Kusumanto Muhammad Trieha Iman Sulaeman Aep Saepudin, Ramzy HD, Diki R Agustin Santriana, Sri Agustina Linda Handayani Giman B. Susanto Dyana Widiastuti Rahmat AM. Adhy Trisnanto Yayan Sutarna, SH., MH. Jalan Turangga No. 25C, Bandung – Jawa Barat (022) 7332407 (022) 7332478 0815 7300 1555 0804 100 1000 welcome@rumahzakat.org www.rumahzakat.org

Selasar

28

Menolong Itu Menyenangkan

Bilik Klinik

30

Medical Check Up Pra Nikah

Bale Konsul

31

Menitipkan Qurban ke Daerah Minus

Fotografer: Tim Superqurban Lokasi: Probolinggo Jawa Timur

Rumah Lentera Muharram 1432 H

1


Kalender DESEMBER 2010 12 Seluruh Integrated Community Development (ICD). Penyaluran Beasiswa Ceria Depok Kelas biola, Pelatihan Tim SAR Solo Upgrading Mentor, Kelas Perkusi Medan Pembinaan anak Asuh Seluruh ICD Surabaya Latihan angklung Lampung Pelatihan potensi anak, Kerja bakti Cirebon Pembinaan Anak Asuh Pekanbaru Fieldtrip ke musium lalu lintas Jakarta Barat Pendampingan bisnis 13 Padang Mobil Juara Empowering Centre Jakarta Barat Pendampingan bisnis Pekanbaru Cake House 14 Padang Mobil Juara ICD Padang Utara Jakarta Barat Rumah Kreasi Infomedia Bandung AMARA Bank BJB Yogyakarta Siaga Sehat Mobil Klinik Indosat Sewon

17 Cilegon Pembinaan anak asuh Padang Masjid Al-Huda Jati 18 Padang Mobil Juara di MI Mata Air Medan Kelas musik Jakarta Barat Cake House Lampung Majelis Hikmah Bandung AMARA BJB Yogyakarta Pelayanan USG 19 Seluruh ICD. Pembagian Beasiswa Mandiri Pembinaan anak asuh Solo Pembinaan anak Asuh ICD Banjarsari Kelas Perkusi Depok Kelas Biola Padang Kelas Perkusi Medan Pembinaan Anak Asuh Seluruh ICD Jakarta Barat Sepak Bola Anak Juara Lampung Latihan angklung Cirebon Upgrade Anak asuh Makassar Latihan Anak Asuh Atlet renang 20 Padang Mobil Juara Empowering Centre Pekanbaru KUKMI Yogyakarta Siaga Sehat Imogiri 21 Padang Mobil Juara ICD Padang Utara Bekasi Cake House 22 Padang Mobil Juara SD 17 Mata Air Pontianak Pembinaan anak asuh Jakarta Barat Kunjungan UKM Bekasi KUKMI Depok Peringatan Hari Ibu

15 Padang Mobil Juara SD 17 Batu Gadang Yogyakarta Siaga Sehat Mobil Klinik indosat Plered 16 Padang Mobil Juara SD 10 Mata Air Solo Kelas Perkusi

25 Padang Mobil Juara SD 7 Air Manis Yogyakarta Upgrading Mentor Jakarta Barat KUKMI 26 Seluruh ICD. Pusat Pengembangan Potensi Anak (P3A) kelas bahasa, tari, serta keterampilan Cilegon Training Hipnoparenting and Teaching untuk anak asuh Cirebon Pembinaan anak asuh Solo Kelas Perkusi Lampung Kelas musik Surabaya Penyaluran beasiswa 27 Padang Mobil Juara Empowering Centre Lampung Beasiswa NonICD 28 Padang Mobil Juara ICD Padang Utara Bandung AMARA Lembang 29 Padang Mobil Juara SD 29 Purus 30 Padang Mobil Juara SD 28 Purus Pekanbaru KUKMI Solo Kelas Perkusi 31 Padang Mobil Juara Mesjid Al-Huda Jati Jakarta Timur Pelatihan Perkusi Bekasi Cake House

23 Padang Mobil Juara SD 18 Lapai Solo Kelas Perkusi Anak Asuh Cilegon Pembinaan anak asuh 24 Cilegon Pembinaan anak asuh Padang Mobil Juara Masjid Al-Huda Jati Samarinda Pelatihan multimedia dan video Lampung Pemberdayaan nelayan Bandung AMARA Parongpong

Kotak Surat Zakat Perdagangan Assalamualaikum. Saya punya usaha berdagang, modal barang tahun pertama 100 juta trus tahun kedua menjadi berupa uang 100 juta dan dalam bentuk barang 150 juta, di tahun ketiga berupa uang 100 juta dan dalam bentuk barang 200 juta yg saya mau tanya bagaimana perhitungan zakat pada tahun kedua dan tahun ketiga? Terimakasih Farah Dyba, Jakarta Waalaikumsalam. Sobat zakat yang budiman, perlu anda ketahui bahwa secara sederhana perhitungan zakat perdagangan sebagai berikut: Modal (tunai maupun dalam bentuk barang) + keuntungan – biaya operasional x 2,5 % Jadi perhitungan zakat anda di: Tahun ke-2 adalah: (100 jt + 150 jt) - biaya 2

operasional x 2,5 % Tahun ke-3 adalah: (100 jt + 200 jt) – biaya operasional x 2,5 % Mudah-mudahan penjelasannya bermanfaat. Wallahu a’lam bi ash-shawab Zakat untuk Ayah yang Terlilit Hutang Asalamualaikum. Apabila ayah atau mertua termasuk gharim bolehkah membayarkan hutangnya dengan niat zakat. Terimakasih. Azhar, Bandung Gharim atau orang yang terlilit hutang memang termasuk dalam kategori yang mendapat dana zakat untuk melepaskannya dari lilitan hutang itu. Sedangkan orang tua menurut ulama fikih dikategorikan berada di bawah tangggungan nafkah Bapak Azhar langsung sebagai anak, dan mereka tidak

Rumah Lentera | Edisi 48 Tahun ke 5, Desember 2010

berhak mendapatkan zakat dari harta Bapak. Oleh karenanya hutang tersebut dibayar bukan dari dana zakat namun kewajiban Bapak sebagai seorang anak, sedangkan zakat disalurkan kepada yang lain. Ulama menjelaskan, selaku anak harus memperlakukan orang tuanya dengan sebaik-baiknya meskipun sudah berkeluarga atau tinggal jauh dari orang tua sendiri. RALAT : Dalam Edisi 47 Tahun 5 Oktober 2010 di rubrik galeri halaman 17, terdapat kesalahan penulisan Jabatan, atas nama Bambang Purwanto, Seharusnya beliau adalah Kepala Dinas Penjualan dan Layanan Area Cirebon. Redaksi menerima karya tulis, saran serta masukan dari Sobat zakat untuk dimuat di Rumah Lentera, kirim ke SMS Center 0815 7300 1555 atau e-mail ke : welcome@rumahzakat.org Untuk tulisan yang dimuat di rubrik Kursi Baca, redaksi akan memberikan kenang-kenangan.


Gazebo

Menengok Pemberdayaan di Integrated Community Development (ICD) Rapokaling

I

ntegrated Community Development (ICD) Rapokaling yang terletak di Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo Kota Makasar Sulawesi Selatan telah berdiri sejak 19 Februari 2009. ICD ini bertujuan sebagai sentral pemberdayaan masyarakat di daerah tersebut. Di sana juga telah berdiri Empowering Center yang terletak di Jl. Dg. Regge No.79. Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai buruh harian, pemulung, dan tukang becak. Hingga saat ini ICD Rapokaling telah membina 151 mustahik yang dibagi dalam 3 kelompok yaitu TPA sebanyak 98 anak , Bimbingan Belajar 28 anak, serta Majelis Ta’lim dan Cake House 25 orang. Selain itu ibu-ibu binaan di ICD Rapokaling juga mengadakan pelatihan kerajinan tangan yang terbuat dari limbah koran. Produk ini sudah mulai dipasarkan di daerah Rapokaling dan sekitarnya. Demikian halnya dengan bimbingan belajar bahasa Inggris bagi anak-anak binaan di ICD Rapokaling. Mereka mengikuti kegiatan rutin ini dengan belajar melafalkan kata dan percakapan dalam bahasa Inggris, Ini menjadi les tambahan untuk anak-anak asuh Rumah Zakat, selain pelajaran di sekolah formal.#Wahyuni Juniarti/Makasar

Rumah Lentera Muharram 1432 H

3


Kursi baca

http://image62.webshots.com

Oleh Achmad Soediro Dosen Akuntasi Universitas Sriwijaya Palembang Saat ini tengah mengambil gelar doktor di Universitas Canberra Australia

A

da kalimat bijak yang mengatakan bahwa Kebaikan yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir. Sebaliknya kejahatan yang tidak terorganisir juga akan dengan mudah dikalahkan oleh kebaikan yang terorganisir. Pertanyaannya kemudian adalah bila kedua belah pihak sama-sama mampu mengorganisir kekuatannya, lalu siapa yang akan jadi pemenang? Suatu hal yang pasti bahwa akan terjadi satu pergumulan yang seru dan menegangkan tentunya. Bila ini adalah sebuah film action maka adegan-adegan yang ditampilkan tentu akan sangat mengagumkan. Bahkan sangat mungkin memenangkan berbagai award. Tapi bila di kehidupan nyata hal ini terjadi, maka sudah pasti rakyat akan membayar ongkos sosial yang tidak sedikit. Ongkos yang bisa berupa materi, mentalitas dan yang pasti adalah waktu penantian. Tapi itulah dunia, pergumulan akan terus berlangsung hingga umur zaman ini berakhir.

4

Memenangkan Pergumulan

Kembali pada pertanyaan di atas, lalu siapakah yang akan menjadi pemenang? Jawaban singkatnya, yang akan memenangakan pergumulan adalah pihak yang terorganisir dengan profesional dan konsisten. Lebih jauh, yang dimaksudkan dengan profesional adalah mereka yang membekali diri dengan kemampuan memadai dalam rangka mengerjakan tugas dan atau memecahkan masalah. Tugas dan masalah yang ditangani bisa jadi lebih dari satu sesuai dengan kekompleks-an kendala dan tantangan organisasi. Intinya, pihak yang profesional adalah pihak yang dalam melaksanakan kerja-kerjanya telah dibekali dengan kemampuan yang memadai, mapan dan bahkan terus meningkatkan kemampuannya sesuai dengan tantanngan yang dihadapi. Mereka selalu berupaya berada paling tidak satu langkah lebih maju dari masalah yang mereka hadapi. Lalu yang akan menjadi pemenang adalah mereka yang memiliki level konsistensi yang tinggi. Ada dua tipe konsistensi yang minimal harus dimiliki oleh mereka yang ingin memenangkan pergumulan. Keduanya adalah konsistensi visi dan konsistensi gerak. Secara sederhana, mereka yang memiliki konsistensi visi adalah mereka yang memilki impian yang kuat dan percaya akan kekuatan impian

tersebut. Maka tidak salah bila Soekarno mengatakan gantungkanlah cita-cita mu setinggi langit dan begitu pula Barrack Obama dengan I have a dream nya. Mereka percaya bahwa impian adalah bahan bakar yang murah namun memiliki daya bakar yang luar biasa. Kehebatan bahan bakar ini mampu mencetak manusia-manusia tangguh sepanjang zaman. Selanjutnya mereka yang memiliki kesempatan untuk menang adalah juga mereka yang memiliki konsistensi gerak. Konsisten dalam bergerak bisa jadi syarat minimal kemenangan, namun sudah pasti tidak akan ada kemenangan tanpa syarat minimum ini. Mereka yang berhenti akan tergilas roda zaman dan kalah dalam pergumulan. Konsistensi dalam gerak juga yang membuat air laut selalu asin. Bukankah garam dipanen dari kolamkolam air laut yang tak bergerak? Maka bagi mereka yang berhenti maka nasibnya akan serupa dengan kolam-kolam garam tadi, tereksploitasi hingga mati. Singkatnya, pihak yang akan memenangkan pergumulan adalah pihak yang paling terorganisir, paling professional dan memiliki konsistensi dalam visi dan gerak yang tinggi. Baik bagi perorangan maupun kelompok kelompok perbaikan.

Mereka yang memiliki konsistensi visi adalah mereka yang memiliki impian yang kuat dan percaya akan kekuatan impian tersebut

Rumah Lentera | Edisi 48 Tahun ke 5, Desember 2010


Rumah Kita

Berawal Dari Sebuah Keikhlasan Dalam semesta ketulusan... Qurban Anda diolah untuk sebuah nilai tambah Sesuai syariah Superqurban Hadirkan Senyum Sepanjang Tahun Superqurban dari Rumah Zakat

Rumah Lentera Muharram 1432 H

5


Rumah Kita

Seperti Inilah Kami Kelola Amanah Qurban Anda

G

enap satu dasawarsa Rumah Zakat menyelenggarakan program Superqurban sebuah inovasi pengolahan daging qurban dalam bentuk kornet Superqurban. Tahun ini sebanyak 10.071 kambing dan 603 sapi telah disembelih dan menjadi rekor penyembelihan terbesar dalam satu lokasi di Indonesia untuk kemudian dikornetkan dan menjadi cadangan pangan yang akan didistribusikan ke wilayah rawan pangan, gizi buruk, dan sebagai bantuan pemenuhan gizi bagi korban bencana di tanah air. Bertempat di pusat produksi Superqurban di Kabupaten Probolinggo, sebanyak 840 tenaga kerja melakukan penyembelihan hewan qurban selama 4 hari yakni Idul Adha dan hari Tasyrik.

HEWAN QURBAN PILIHAN

PENIMBANGAN HEWAN QURBAN

MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT LOKAL

PROSES PENYEMBELIHAN

PROSES DEBONING

PROSES PEMBEKUAN

PROSES PENGKORNETAN

PROSES LABELLING & PACKING

SIAP DIDISTRIBUSIKAN

Setiap hewan qurban dipelihara dalam kandang penampungan di bawah pengawasan dokter hewan dan tenaga kerja profesional.

Hewan qurban terpilih disembelih oleh sekitar 840 tenaga penyembelih terlatih pada hari Idul Adha dan hari tasyrik didampingi panitia yang memberikan supervisi langsung.

Daging hewan qurban yang telah dibekukan kemudian dikornetkan mulai dari proses penggilingan, pengalengan, pembersihan dan sterilisasi di pabrik pengkornetan standar ISO 9002.

6

Secara reguler, berat hewan dipantau untuk memastikan hasil output daging layak dan sehat sehingga menghasilkan kornet Superqurban yang maksimal.

Sekitar 75 ibu-ibu warga setempat melakukan proses pelepasan daging dari tulang (deboning) sehingga daging untuk bahan pengkornetan lebih maksimal.

Kornet Superqurban yang telah dinyatakan lolos QC produksi sampai ke proses finishing berupa proses labelling dan kemudian di-packing dalam kemasan Superqurban praktis, siap salur.

Rumah Lentera | Edisi 48 Tahun ke 5, Desember 2010

Sekitar 675 warga Wonomerto, Probolinggo terserap dalam kegiatan ini, mulai dari peternak, pengelola kandang, penyembelih hingga penyedia pakan.

Guna menjamin kualitas daging hewan qurban, daging segar yang telah dipastikan bersih dan layak oleh quality control masuk ke proses pembekuan di pabrik pembekuan standar internasional

Kornet Superqurban dalam kemasan pack disusun secara teratur untuk segera disalurkan ke setiap cabang Rumah Zakat dan wilayahwilayah target penyaluran.


Rumah Kita

Superqurban Pantang Mubazir

B

agian-bagian yang tidak dikornetkan seperti kepala, jeroan, dan lainnya tetap disalurkan kepada masyarakat sekitar lokasi peyembelihan hewan qurban. Bersinergi bersama kepala desa atau lurah, bagian yang tidak dikornetkan disalurkan di Kabupaten dan Kota Probolinggo. Keceriaan tampak tergambar dari senyum yang mereka berikan saat mendapatkan bagian penyaluran langsung Superqurban.

VAIGHA MIRYAMI

KUSMIDI

SALINO

BAKRI

ILYAS

H. ANWAR ABDUL AZIS

SULAMI

SUTAJAB

SUCIPTO

MBAH PUJI

(Dokter Hewan) Kambing yang masuk ke karantina sudah melalui seleksi baik secara kesehatan dan kesempurnaan fisik sehingga hewan qurban memenuhi syarat baik secara kesehatan maupun usia.

(Tim Pengadaan Hewan Qurban)Senang dengan terlibat Superqurban. Anak dan keponakan saya juga ikut bekerja disini. Alhamdulilah bisa membiayai anak masuk pesantren.

(Kapolsek Wonomerto) Kami melakukan pengamanan penuh untuk kegiatan ini dan mewakili masyarakat saya ucapkan terima kasih. Program ini telah menyedot tenaga kerja.

(Penyedia Pakan Hewan Qurban) Saya sangat senang karena mendapat pekerjaan baru, awalnya saya ibu rumah tangga saja mengurus keluarga. Alhamdulilah sekarang punya penghasilan.

(Anggota Koramil) Saya sebagai anggota yang asli dari daerah Wonomerto sangat senang dan berterima kasih dengan adanya program Superqurban. Program ini terbukti menambah penghasilan bagi warga kami.

(Pemelihara Hewan Qurban) Rizki yang saya dapatkan lebih berkah meskipun tidak sebesar dulu, ketika saya bisnis mebel. Mungkin ini karunia dari Allah.

(Tokoh Sepuhgembol) Alhamdulilah masyarakat kami bisa menerima manfaat dari program Superqurban. Mudah-mudahan bagian jeroan sapi dan kambing yang diterima bisa bermanfaat.

(Pemotong Hewan) Alhamdulilah kebutuhan keluarga sandang pangan pun jadi terpenuhi. Mudahmudahan bisa ikut juga di tahun selanjutnya.

(Kepala Desa Tunggak Cerme) Terima kasih untuk Rumah Zakat. Dengan program Superqurban, warga kami yang sedang susah bisa menikmati bagian hewan qurban.

(Pengungsi Merapi) Matur suwun sanget kagem Rumah Zakat. Kulo angsal pengobatan gratis kalian kornet. (Terima kasih untuk Rumah Zakat. Saya mendapatkan pengobatan gratis dan kornet.)

Rumah Lentera Muharram 1432 H

7


Rumah Kita

Penyaluran Sepanjang Tahun 2010

Januari Rumah Zakat menyalurkan 50 paket Superqurban untuk janda dan jompo di Medan

Maret Selain pelayanan kesehatan, para korban banjir di Karawang mendapatkan kornet Superqurban

Juni

Anak-anak di Sidoarjo tersenyum setelah mendapatkan kornet Superqurban

Juli

Superqurban didistribusikan untuk para korban banjir di Aceh

September Para korban letusan Gunung Sinabung mendapatkan paket Superqurban hasil kerjasama PT PGN (Persero) Tbk dengan Rumah Zakat

8

April

Rumah Zakat cabang Cilegon membagikan paket Superqurban dalam aksi Siaga Sehat bersama PT Krakatau Steel

Oktober Rumah Zakat menyalurkan Superqurban, Siaga Gizi Nusantara, Siaga Sehat, dan makanan tambahan untuk pengungsi banjir bandang Wasior

Rumah Lentera | Edisi 48 Tahun ke 5, Desember 2010

Februari Paket Superqurban untuk anak asuh Rumah Zakat cabang Cikarang

Mei Rumah Zakat mendistribusikan Superqurban dan Sembako untuk korban banjir di Meninjau Kota Padang

Agustus Penyaluran Superqurban dilakukan oleh Rumah Zakat cabang Balikpapan untuk para korban kebakaran

November PT PGN (Persero) Tbk dan Rumah Zakat menyalurkan Superqurban untuk pengungsi letusan Merapi


Rumah Kita

Penyaluran Paket Superqurban 2009-2010 A. PROGRAM REGULER REGIONAL

CABANG

Aceh

Pekanbaru

Medan Sumatera

SAPI

TOTAL

1.830

1.427

3.257

Penyaluran

1.608

1.255

2.863

Stock Awal

2.319

1.194

3.513

Penyaluran

2.179

1.028

3.207

Stock Awal

1.768

2.149

3.917

Penyaluran

1.759

2.113

3.872

CABANG

Solo Semarang Gresik

2.295

2.192

4.487

2.053

1.693

3.746

Stock Awal

2.366

3.150

5.516

Penyaluran

2.289

2.876

5.165

Stock Awal

353

1.700

2.053

Penyaluran

353

1.700

2.053

Stock Awal

50.047

73.096

123.143

Penyaluran

49.317

72.536

121.853

Stock Awal

6.748

3.582

10.330

Penyaluran

6.082

3.168

9.250

Stock Awal

4.800

3.424

8.224

Penyaluran

4.800

3.424

8.224

Stock Awal

1.006

2.873

3.879

Penyaluran

1.000

2.756

3.756

Stock Awal

3.454

2.391

5.845

Penyaluran

3.454

1.895

5.349

Stock Awal

7.092

11.447

18.539

Penyaluran

3.776

6.707

10.483

Stock Awal

1.673

756

2.429

Penyaluran

1.557

701

2.258

Bandar Lampung

Stock Awal

418

814

1.232

Penyaluran

412

676

1.088

Jakarta Timur

Stock Awal

13.341

20.566

33.907

Penyaluran

12.541

13.566

26.107

SALDO CADANGAN

Padang

Bandung

Cirebon

Cimahi

Cilegon

Tanggerang

Jakarta Barat

Depok

Bogor Jakarta Timur Bekasi

Cikarang

Jawa Tengah

KAMBING

Stock Awal

REGIONAL

Penyaluran

Palembang

Jakarta Barat

KORNET SUPERQURBAN*

Stock Awal

Batam

Jawa Barat

URAIAN

Jogja

Stock Awal

2.232

2.694

4.926

Penyaluran

2.000

2.204

4.204

Stock Awal

1.076

2.656

3.732

Penyaluran

1.076

2.406

3.482

Stock Awal

1.578

151

1.729

Penyaluran

1.487

124

1.611

Stock Awal

5.141

5.590

10.731

Penyaluran

1.973

2.440

4.413

*) Satuan Paket Kaleng

Surabaya Malang Jawa Timur Sidoarjo Jember Kediri Jayapura Makasar

URAIAN

KORNET SUPERQURBAN* KAMBING

SAPI

TOTAL

Stock Awal

1.296

2.437

3.733

Penyaluran

1.216

2.417

3.633

Stock Awal

536

2.839

3.375

Penyaluran

536

2.839

3.375

Stock Awal

271

444

715

Penyaluran

207

320

527

Stock Awal

2.530

2.268

4.798

Penyaluran

2.130

1.166

3.296

Stock Awal

3.691

3.380

7.071

Penyaluran

3.296

2.994

6.290

Stock Awal

789

318

1.107

Penyaluran

714

59

773

Stock Awal

54

270

324

Penyaluran

48

250

298

Stock Awal

750

450

1.200

Penyaluran

729

418

1.147

Stock Awal

653

427

1.080

Penyaluran

653

265

918

Stock Awal

638

976

1.614

Penyaluran

638

638

1.276

Stock Awal

1.006

756

1.762

Penyaluran

967

564

1.531

Stock Awal

945

1.152

2.097

Penyaluran

700

762

1.462

Stock Awal

245

5.294

5.539

Penyaluran

233

5.044

5.277

Stock Awal

442

546

988

Penyaluran

363

315

678

TOTAL STOCK AWAL

123.383

163.409

286.792

TOTAL PENYALURAN

112.146

141.319

253.465

11.237

22.090

33.327

KASULPA (KalimantanSulawesiPapua)

Pontianak Banjarmasin Balikpapan Samarinda

B. PROGRAM SIAGA BENCANA PROGRAM SIAGA BENCANA

JUMLAH PAKET SUPERQURBAN 20.000

Siaga Bencana Merapi Siaga Bencana Banjir dan Pangan

63.015

Siaga Bencana Wasior

10.000

Siaga Bencana Mentawai

15.000

TOTAL PENYALURAN SIAGA BENCANA

108.015

Terima kasih atas partisipasinya dalam Superqurban 1431 H. Semoga Ibadah Qurban kita diterima Allah SWT dan mendapat balasan berupa surga-Nya kelak di akhirat.

UBEP Limau

Info pequrban 1431 H baik personal maupun korporat yang tidak memungkinkan disampaikan satu persatu secara detail bisa dilihat di http://www.rumahzakat.org/sq_report

Rumah Lentera Muharram 1432 H

9


Pigura

Berbagi Keceriaan

Dalam Bakti Pemuda Untuk Pangan Nusantara

D

alam Rangka memperingati hari Sumpah Pemuda, Rumah Zakat mengadakan kegiatan Bakti Pemuda Untuk Pangan Nusantara serentak di 33 kota pada 28 Oktober hingga 1 November 2010. Dalam event tersebut Rumah Zakat menyalurkan 63.015 paket kornet Superqurban bagi masyarakat yang membutuhkan di 33 kota.

Tepat pada 28 Oktober 2010, Bakti Pemuda Untuk Pangan Nusantara dilaksanakan di Lampung, Lebak Banten, dan Pekanbaru. “Selain pembagian kornet Superqurban, Rumah Zakat pun menyediakan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat di Teluk Betung Lampung,� ujar Branch Manager Rumah Zakat cabang Bandar Lampung Ali Ahmad.

Jakarta Timur menyelenggarakan Bakti Pemuda Untuk Pangan Nusantara di Klinik Jakarta International Container Terminal (JICT), Kel. Koja, Jumat (29/10). Dalam acara tersebut hadir salah satu chef terbaik Indonesia Rudy Choiruddin yang mempraktekan tiga menu berbahan dasar kornet Superqurban. Selain menghadirkan Rudy yang mempraktekan tiga menu Superqurban, Rumah Zakat membagikan door prize bagi para ibu-ibu yang hadir di sana. Di Serbu Warga Warga serentak menyerbu aula Posyandu di RW 03 Kelurahan Beji Kecamatan Beji Timur Depok tempat Bakti Pemuda Untuk Pangan Nusantara Rumah digelar, Sabtu (30/10). Berkat kesigapan panitia dan aparat setempat massa dapat duduk tenang dan tertib.

Rudy Choiruddin Sajikan Menu Superqurban Di Jakarta Utara, Rumah Zakat cabang 10

Farida Rahmayanti,anggota DPRD Kota Depok ikut berpartisipasi dalam acara ini. Pada kesempatan tersebut disalurkanlah 372 paket kornet Superqurban yang menjadi tambahan gizi warga Depok.

Rumah Lentera | Edisi 48 Tahun ke 5, Desember 2010

Anak Asuh Bantu Bagikan Superqurban Di Kota Jember, belasan anak asuh Rumah Zakat didampingi lima relawan, turun ke Jl. Koptu Barlian, Sumbersari untuk menyalurkan kornet Superqurban kepada warga kurang mampu dalam acara Bhakti Pemuda Untuk Pangan Nusantara, Sabtu (301/10). Dengan ceria mereka berbagi kepada warga kurang mampu yang selama ini jarang merasakan lezatnya daging sapi dan kambing.


DATA PERKEMBANGAN PROGRAM RUMAH ZAKAT Jenis Program

Jumlah Layanan Oktober 2010 Akumulasi

Layanan Rumah Bersalin Gratis (RBG) -Layanan Bersalin -Layanan Kesehatan Ibu dan Anak -Layanan Kesehatan Umum Siaga Sehat Layanan Pengantaran Jenazah Operasi-operasi gratis Khitanan Massal

112 2.903 7.141 11.878 1.223 2 -

5.292 87.292 177.578 424.367 51.566 1.331 11.276

Beasiswa Ceria Kids Learning Centre (Pembinaan Anak Asuh) Pusat Pennembangan Potensi Anak Sekolah Juara

9.806 9.046 807 955

31.079 24.863 919 944

Pembiayaan Usaha Kecil & Mikro KUKMI Cake House Sarana Usaha Mandiri Pengembangan Kapasitas Pemuda Pendampingan Masyarakat Siaga Bencana Sarana Air Bersih (WaterWell) Renovasi Masjid

117 211 6 4.932 5 1

2.752 1.233 272 24.724 61.876 100.856 147 4

Rumah Lentera Muharram 1432 H

11


Temu Tamu Selasar Sarah Vi

Membayar Zakat

Jadi Lebih Mudah

N

ama Sarah Vi mulai dikenal publik saat berperan sebagai Inem dalam sinetron Inem Pelayan Seksi di akhir tahun 1990an. Namun kini perempuan bernama asli Syarifah Helvita Djamalilail tersebut jarang tampil di layar kaca. Rupanya saat ini perempuan yang telah berjilbab itu tengah sibuk mengurus dua buah hati, dan tak mau kehilangan momen emas masa pertumbuhan anak-anaknya, Gabriel dan Ayesha.

Keinginan kuat dalam menutup aurat, membuat dia terpaksa menolak beberapa tawaran untuk bermain dalam sejumlah film dan sinetron. Namun hal itu tak lantas membuat dia kehilangan rezeki dari dunia entertainment. Berbagai tawaran offair masih dilakoni dengan syarat tak terlalu menyita waktunya, sehingga Sarah masih bisa mengurus kedua anaknya. Saat ditemui untuk wawancara dengan Rumah Lentera, perempuan kelahiran Riau, 26 April 1976 ini tengah menunggu giliran untuk memeriksa gigi di sebuah klinik dokter gigi di bilangan Jakarta Timur. Selain mengurus anak dan mengisi kegiatan offair, perempuan yang tercatat sebagai salah satu donatur Rumah Zakat ini pun aktif sebagai admin di salah satu grup dakwah lewat jejaring sosial, Facebook. Kepada Rumah Lentera, Sarah bercerita mengenai kegiatan, serta harapannya pada Rumah Zakat. Sudah lama tidak melihat Mbak Sarah di TV. Apa kabarnya Mbak? Alhamdulillah kabar Saya baik. Saya memang baru muncul di tahun ini. Saya lebih memilih untuk mendidik anak-anak. Saya tidak mau ketinggalan tumbuh kembang mereka, karena bagi saya tumbuh kembang anak merupakan hal luar biasa yang tidak akan terulang kembali. Subhanallah ya, tiap detik kalimat atau gerakan yang keluar dari anak-anak punya cerita yang berbeda-beda. Saya punya catatan harian tentang tumbuh kembang mereka. Sekarang Mbak Sarah kegiatannya apa saja? Saya ada kegiatan off air. Sebenarnya Saya harus balik lagi ke sinetron, cuma banyak orang yang lupa kalau Saya itu sudah berjilbab. Akhirnya saya pilih offair dulu, tapi dengan tetap mementingkan keluarga terutama anak-anak saya. Bisa diceritakan awal terjun ke dunia entertainment? 12

Rumah Lentera | Edisi 48 Tahun ke 5, Desember 2010


Kalau tidak salah Saya masuk dunia entertainment sejak masih duduk di bangku SMP. Saya mulai terjun ke dunia film sekitar tahun 1990-an. Saya pernah menjadi Putri Mirabella, mengikuti ajang Mojang Jajaka di Bandung, Putri Citra, hingga Ratu Singapura. Setelah menyelesaikan kuliah baru deh Saya mencoba modelling dan sinetron. Kala itu kedua orang tua menasehati untuk tetap mengutamakan sekolah. Apakah Mbak Sarah aktif bergabung dalam organisasi keartisan atau kemasyarakatan? Kalau di organisasi artis saya nggak aktif karena bagi saya menjadi artis adalah side job, bukan gaya hidup. Saya lebih memilih untuk terjun dan bergerak dalam organisasi masyarakat kalau disuruh pilih. Biasanya apa saja sih Mbak yang dilakukan oleh para artis ketika berkumpul? Saya punya motto, stay out from gossiper. Bagi saya ghibah itu adalah haram. Saya tidak melihat tayangan infotaiment. Saya pun tidak membaca majalah atau tabloid gosip. Jadi kalau ada orang membicarakan orang lebih baik saya pergi. Gimana cara Mbak mengatur waktu untuk kebutuhan anak-anak dengan kegiatan yang pastinya padat? Saya selalu menganggap cobaan atau berkah dari Allah itu sebagai kenikmatan. Misalnya seperti kemarin saya menjadi susah, karena PRT pulang dan belum kembali juga. Saya menganggap hal itu adalah berkah Allah, karena dengan demikian saya harus lebih memperhatikan anak saya lagi. Saya berupaya memposisikan diri sebagai teman. Alhamdulillah dengan itu anak saya jadi mengerti dan dekat, sehingga saya bisa membagi waktu. Ketika pergi kemanapun, saya selalu bilang, dan tidak pernah berbohong. Kalau ada janji harus ditepati. Dalam kehidupan sehari - hari, anak-anak berbahasa Inggris. Nanti kalau sudah lima tahun ke atas diajarkan bahasa Indonesia dan kemudian bahasa Arab. Oia Mbak Sarah sejak kapan berjilbab? Boleh tahu alasan mengapa berjilbab? Apakah ada yang menyuruh? Sebenarnya saya sudah berjilbab sejak tahun 1999, namun belum sempurna. Nah, saya baru benar-benar menutup aurat pada saat hamil Ayesya. Saya aktif di ESQ dan kegiatan agama sejak anak pertama yakni Gabriel berusia 8 atau 9. Akhirnya keinginan berjilbab semakin kuat. Apalagi berjilbab itu kan hukumnya wajib, seperti di Surat Al-Azhab ayat 59. Seperti sholat kan hukumnya wajib. Mungkin nggak sih kita mengatakan, ah sholat nanti saja, tunggu hati enak? Nah sama dengan berhijab, masa tunggu hati enak. Kalau hukumnya wajib harus dilaksanakan segera. Dengan berjilbab juga saya merasa aman dan nyaman.

Apa berjilbab tidak mengurangi jumlah pekerjaan di dunia keartisan? Alhamdulillah nggak. Beberapa kali ada pekerjaan yang memperbolehkan saya mengenakan jilbab, maka saya ambil. Kalau harus melepaskan jilbab, saya akan langsung tolak.

Cukup baik dan cukup jelas, bahkan saya merasa cerewet karena banyak tanya. Terus kata Hamzah nggak apa-apa Mbak nanti saya jelasin. Bahkan saya selalu dapat emailnya. Saya ingin sekali ikut acaranya Rumah Zakat, cuma waktunya belum pas buat saya.

Biasanya artis kan nggak jauh dari gosip dan beragam masalah yang selalu ingin diketahui publik. Nah, apa kiat Mbak Sarah menghadapinya? Saya cenderung tidak mempedulikannya, karena saya merasa tidak mendapat makan dari mereka yang membicarakan saya. Lagi pula saya tidak ada urusan dengan mereka. Jadi saya punya prinsip tidak mau mengurusin orang lain supaya mereka tidak mengurusi saya. Tapi kalau pun masih ada yang membicarakan diri saya, serahkan ke Allah saja.

Lalu apa Mbak merasa terbantu dalam menyalurkan dana ZIS dengan adanya Rumah Zakat? Sangat terbantu. Apalagi dengan adanya sistem transfer, dan jemput zakat. Benarbenar easy. Jadi mempermudah orang untuk beramal ibadah dalam berzakat atau shodaqoh. Jadi menurut saya enak sekali.

Mbak Sarah kan sekarang tercatat sebagai salah satu donatur Rumah Zakat. Bisa diceritakan bagaimana Mbak tahu Rumah Zakat dan mengapa memilih Rumah Zakat? Saya sudah lama mendengar Rumah Zakat. Semua berawal dari perkenalan dengan seorang teman di Kota Bandung. Dia mengajak saya untuk menjadi administrator di sebuah grup dakwah di Facebook bernama “Jadikanlah Facebook Untuk Dunia dan Akhiratmu”. Nah melalui dia, saya bertemu seorang Zisco Online Rumah Zakat yang bernama Hamzah. Dia mengenalkan saya mengenai Rumah Zakat. Dari yang saya pelajari, Rumah Zakat adalah lembaga yang nyaman karena memiliki prinsip amanah. Kalau seseorang atau lembaga sudah bilang amanah, saya yakin nggak akan anehaneh. Membayar zakat di Rumah Zakat itu mudah karena bisa transfer, dan setiap pertanyaan saya selalu dijawab. Sekarang zaman susah. Penipuan dimanamana. Cuma saya tidak mau bersuudzon dengan lembaga–lembaga zakat. Semua itu saya kembalikan kepada Allah. Selama menjadi donatur, apa tanggapan Mbak terhadap Rumah Zakat? Sudah cukup puaskah dengan pelayanan Rumah Zakat?

Rumah Zakat memiliki program inovatif bernama Superqurban. Apa Mbak Sarah pernah mendengarnya? Saya baru baca “Senyum Sepanjang Tahun”, terus saya baca qurban dikornetin. Itu baru saya baca sekilas. Yang jelas halalan thoyyiban. InsyaAllah. Apa harapan Mbak Sarah terhadap Rumah Zakat? Saya ingin masyarakat, terutama umat Islam lebih banyak lagi yang sadar tentang zakat dan shodaqoh. Saya sudah diajari shodaqoh sejak kecil. Ibaratnya kalau kita marah atau kesal lebih baik kita shodaqoh. Semakin banyak orang yang sadar untuk zakat, shodaqoh, dan berbagi pada sesama, insyaAllah itu barokah, sehingga berkah dari Allah itu semakin banyak. Semoga Rumah Zakat semakin meluas lagi sehingga orang lebih sadar bahwa Rumah Zakat sangat tepat dan dipercaya. Saya ingin banyak lagi orang percaya, bahwa dengan sistem yang dibuat mudah otomatis orang yang ingin zakat tidak bingung lagi mencari. Sebagai salah satu public figur, kira-kira apakah Mbak Sarah bersedia jika suatu hari nanti menjadi duta Zakat Infaq Sodakoh? Insya Allah. Kalau itu untuk kebaikan masyarakat, berada di jalan Allah dan karena Allah, lalu lebih banyak faedahnya dari pada mudharatnya, kenapa nggak! Insya Allah saya bisa asal ada ridha Allah

Dari yang saya pelajari, Rumah Zakat adalah lembaga yang nyaman karena memiliki prinsip amanah. Kalau seseorang atau lembaga sudah bilang amanah, saya yakin nggak akan aneh-aneh.

Rumah Lentera Muharram 1432 H

13


Sudut

Antioksidan pada Biji Melinjo Setara dengan Vitamin C

M

elinjo, sebagian besar orang lebih mengenalnya sebagai bahan baku emping dengan rasa khasnya yang pahit. Ada juga orang yang pantang untuk mengkonsumsinya karena takut terkena asam urat. Namun siapa sangka, biji melinjo kaya antioksidan dan bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Peneliti dari Universitas Jember, Tri Agus Siswoyo, menilai bahwa aktivitas antioksidan biji melinjo setara dengan vitamin C. Aktivitas antioksidan ini diperoleh dari konsentrasi protein tinggi, 9-10 persen dalam tiap biji melinjo. Protein utamanya sangat efektif untuk menghabisi radikal bebas penyebab berbagai macam penyakit, seperti hipertensi, kolesterol tinggi, penyempitan pembuluh darah, penuaan dini dan lain-lain.

Beruang Madu Sang Pemanjat Handal

B

eruang, terkenal dengan bulu tebalnya dan kegemarannya makan madu, memiliki penglihatan dan pendengaran yang kurang peka. Lalu, bagaimana mereka mendapatkan madu? Dengan hidungnya, atau daya penciuman mereka yang tajam memastikan mereka menemukan madu terbaik di sekitarnya.

Beruang memang tampak kaku dalam penampilan tapi jangan sesekali berpikir mereka itu lamban. Sungguh, mereka dapat berlari 48 kilometer per jam. Mereka juga sangat kuat, dengan tubuhnya yang berukuran 2 – 3 meter, beberapa jenis beruang memanjat hingga cabang atas pohon dan menghabiskan waktu di sana. Beruang, yang biasanya makan tanaman, bahkan mampu memanjat sampai 30 meter untuk menemukan makanannya.

Apa yang Dimaksud dengan

Gas Rumah Kaca?

G

as rumah kaca adalah gas-gas yang ada di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Gas-gas tersebut sebenarnya muncul secara alami di lingkungan, tetapi dapat juga timbul akibat aktivitas manusia. Gas rumah kaca yang paling banyak adalah uap air yang mencapai atmosfer akibat penguapan air dari laut, danau dan sungai. Karbondioksida adalah gas terbanyak kedua. Ia timbul dari berbagai proses alami seperti: letusan vulkanik; pernapasan hewan dan manusia (yang menghirup oksigen dan menghembuskan karbondioksida); dan pembakaran material organik (seperti tumbuhan). Karbondioksida dapat berkurang karena terserap oleh lautan dan diserap tanaman untuk digunakan dalam proses fotosintesis. Fotosintesis memecah karbondioksida dan melepaskan oksigen ke atmosfer serta mengambil atom karbonnya.

14

Rumah Lentera | Edisi 48 Tahun ke 5, Desember 2010


Galeri

Layani Warga Pemulung Bersama Mobil Sehat PGN

P

T Perusahaan Gas Negara bekerjasama dengan Rumah Zakat mengadakan Aksi Mobil Sehat PGN. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Medan Marelan pada Sabtu (20/11). Aksi Siaga Sehat tersebut menyediakan pelayanan kesehatan dan penyuluhan kesehatan. Sebanyak 158 orang yang terdiri dari 89 orang pemeriksaan umum dan gigi, 7 orang ibu hamil, 30 anak balita terlayani. Selain pemeriksaan kesehatan, anak balita diberi makanan tambahan berupa susu dan buah-buahan. Pada kesempatan tesebut materi penyuluhan adalah tentang penyakit demam berdarah oleh dr. Fikri. Materi ini dipilih karena wilayah aksi kali ini sangat dekat dengan Tempat Pembuangan Akhir sampah Kota Medan. Sebagian besar warganya bekerja sebagai pemulung. Oleh sebab itu, sangat rawan terkena gigitan

nyamuk demam berdarah. “Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada PT PGN dan Rumah Zakat atas layanan yang sangat bagus ini sehingga saya sangat senang mendapatkan fasilitas kesehatan ini,” ujar Prihatin (40). Dalam aksi ini Rumah Zakat melibatkan 14 orang tim. yang terdiri dari, seorang Project Officer, dua dokter, dua perawat, seorang dokter gigi, seorang bidan, dua apoteker, dua driver dan empat relawan. Aksi Siaga Sehat bersama Mobil Sehat PGN ini melayani masyarakat Kota Medan secara rutin 3 kali dalam sebulan. Pelayanan kesehatan ini dilaksanakan di wilayah masyarakat yang terkena jalur pipa Gas Negara maupun daerah pengaturan Gas Negara. #Muhammad Anggara Mansyursyah/Medan

Training Parenting Bersama Tim Project P&G

T

im Rumah Zakat yang mengelola PAUD dan revitalisasi Posyandu project hasil kerjasama dengan perusahaan multinasional, P&G hadir di Kelurahan Rempoa, Tangerang. Untuk mengembangkan PAUD dan Posyandu berkualitas, peran orang tua khususnya para ibu sangat diperlukan. Menguatkan pentingnya peran tersebut, pada Kamis (18/11) tim PAUD & revitalisasi Posyandu P&G menggelar training parenting dengan fokus Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan ASI. Dalam pelatihan ini dihadirkan Pramitha Sari, S.Gz dan Dietisien yang akrab dipanggil Mba Mitha sebagai pembicara. Siang itu acara dimulai pukul 13.10 WIB dan berakhir pada pukul 14.30 WIB. Acara berlangsung hangat karena pemateri lebih mengarahkan kader untuk berdiskusi. Peserta sangat antusias bertanya kepada Mbak Mitha. Rata-rata mereka bertanya seputar ASI eksklusif. ASI eksklusif merupakan point kedua dari PHBS. Rumi, kader Bina Keluarga Balita Melati C, bertanya cara menghimbau para Ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Menurutnya, para ibu di daerahnya lebih mengikuti kepercayaan orang-orang tua.

Contohnya memberikan pisang sebagai makanan tambahan pada usia kurang dari 6 bulan. Mbak Mitha menerangkan bahwa lambung bayi yang belum berusia 6 bulan belum mampu mencerna makanan. Mereka lebih baik diberi ASI eksklusif. Setelah 6 bulan pun sebaiknya bayi diberi makanan saring, bukan makanan instan. “Pada bagian inilah peran kader posyandu untuk mengingatkan ibu-ibu,” tambah Mitha. Pelatihan yang berlangsung santai dan hangat ini memberikan kesan tersendiri bagi kader. Kusmiarti, kader Posyandu Sakura Rempoa berpendapat, “Penyuluhan yang diberikan tim pembina P&G dan

Rumah Zakat sangat berguna bagi kami”. Kami mendapat penjelasan tentang parenting sejak anak berada dalam kandungan sampai anak itu lahir dan berkembang. Anak yang lahir adalah anak orangtuanya bukan anak sapi. Oleh sebab itu, ASI Eksklusif memang harus dikampanyekan. Hal ini dapat menambah pemahaman para kader, Semoga tim P&G dan Rumah Zakat bisa lebih eksis dan bisa melaksanakan kegiatan ini lebih maju”. Ujarnya #Syamsinar/Jakarta

Rumah Lentera Muharram 1432 H

15


Galeri

Bersama InHealth Peduli Salurkan Superqurban

Kembali Salurkan 7000 Paket Superquban Ke Mentawai

Muslim Singapura Bantu Pembangunan Masjid Di Kudus

P

uslim Aid Australia bersama Rumah Zakat menyalurkan bantuan logistik untuk masyarakat korban tsunami di Kampung Muslim Pasa Puat, Mentawai Sumatera Barat, Selasa (23/11). Adapun bantuan yang diberikan meliputi 7000 paket Superqurban, 150 paket hygiene kit, 150 selimut, 150 tenda, 150 paket peralatan memasak yang terdiri dari kompor, kuali dan sendok, baju sekolah untuk 40 anak, dan 15 pelampung.

etelah melakukan survey pada Juli 2010, akhirnya warga Dukuh Kaliyoso, Desa Karangrowo Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah segera bisa membangun masjid di lingkungan mereka. Senin siang (22/11), Rumah Zakat secara resmi menerima bantuan dari muslim Singapura yang dikoordinasi oleh Mr. Zuhal A Lathif untuk membangun masjid di daerah tersebut.

T Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia bersama Rumah Zakat melaksanakan penyaluran paket Superqurban, Selasa (23/11). Paket Superqurban yang disalurkan ini adalah qurban PT. Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia sebanyak dua ekor sapi. Adapun penyalurannya dilaksanakan di Jalan Makmur, Pasar Minggu dan Empowering Centre Rumah Zakat di Jalan Kemuning. Penyaluran ini dilaksanakan di berberapa tempat. Tempat pertama adalah Pasar Minggu. Acara penyerahan paket Superqurban diawali dengan sambutan dari perwakilan Inhealth Peduli yaitu Fisabilli Detty Fadilla, Corporate Secretary PT asuransi Jiwa Inhealth Indonesia. Pada penyaluran tersebut Rumah Zakat mengutus Irvan Nugraha, Relationship Management Div Head Area Jakbar, Najmah Relationship Management Manager Area Jakbar, dan Suheri Membership Relation Officer. Di sana disalurkan 160 paket Superqurban kepada 40 keluarga. Penyaluran dilaksanakan langsung oleh 6 relawan yang merupakan karyawan Inhealh Peduli. “Terima kasih InHealth, Alhamdulillah dapat kornet qurban, kalo qurban yang biasa mah bau, kalo ini bisa dibuat perkedel dan dicampur buat indomie dan lain-lain. Kami juga berhara agar penyaluran ini tidak hanya kali ini aja tapi terus berkelanjutan,” ujar salah seorang ibu yang menerima paket Superqurban. Setelah penyaluran di lokasi pertama, Inhealth Peduli langsung meluncur ke lokasi kedua di area Empowering Centre Jakarta Barat Jalan Kemuning. Bebeda dengan penyaluran di lokasi pertama, penyaluran di lokasi kedua ini dibagikan langsung ke rumah-rumah warga sekitar. Di daerah ini disalurkan 80 paket Superqurban kepada 20 keluarga. Acara berakhir pada pukul 12.00 WIB.#Praguno Aryanto/Jakarta

16

M

Enam relawan Rumah Zakat menyalurkan bantuan logistik ke beberapa daerah di Mentawai. Selain Pasa Puat, disalurkan pula bantuan logistik ke Desa Tubeget. Di desa ini 45 Kepala keluarga mendapatkan paket Superqurban, handuk, sajadah, biskuit kaleng serta hygiene kit. Daerah ini ditempuh sekitar satu jam dari posko Relawan Rumah Zakat di Pulau Sikakap. Tim terdiri dari firmansyah (korlap), Nurmansyah, Rafles, Gunawan, Ibrahim dan Rika memulai hari dengan aktifitas membungkus/packaging paket yang akan disalurkan, kali ini tim menyiapkan 140 paket dari Muslim Aid Australia untuk 140 KK di Dusun Pasapuat desa Saumanganyak Kec.Pagai Utara yang akan di salurkan di hari berikutnya. Adapun paket yang disiapkan terdiri dari 1 kompor, 1 kuali, 1 sendok masak, 1 selimut, 1 odol, 1 sikat gigi, 1 sabun mandi, 1 sabun cuci, 3 sachet shampo. Saat packaging dilakukan, banyak warga sekitar yang membantunya sehingga membuat pekerjaan cepat selesai. Selain memerlukan bantuan logistik warga yang berada di camp pengungsian Mentawai memerlukan bantuan penanganan dari wabah Malaria. Penyakit yang disebabkan oleh sejenis parasit protozoa ini bisa menyerang orang dewasa dan anak-anak. “Bantuan kesehatan dan pencegahan wabah malaria sangat urgent diperlukan di sini,” ujar Miralyn, relawan Rumah Zakat.#Linda Handayani/Padang

Rumah Lentera | Edisi 48 Tahun ke 5, Desember 2010

S

Kabupaten Kudus terpilih menjadi daerah penerima bantuan pembangunan masjid karena tempat tersebut adalah daerah asal Mr. Zuhal. ia bersama beberapa teman muslim di Singapura mengumpulkan dana untuk membantu kegiatan dakwah di Kudus. Sebelumnya lelaki yang masih aktif mengisi kolom hikmah di Berita Harian Singapura ini juga pernah berkunjung ke kantor Rumah Zakat Bandung dan Surabaya. Berdasarkan hasil survey, untuk melaksanakan sholat berjamaah, warga Dukuh Kaliyoso harus ke masjid yang berjarak 1 km dari dukuh tersebut. Bahkan untuk kegiatan pengajian rutin mereka menggunakan rumah penduduk. Demikian pula dengan kegiatan Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) anak-anak dilaksanakan setiap hari. Pembangunan masjid di daerah ini adalah upaya untuk memberikan kemudahan bagi kegiatan dakwah Islam di Kudus. Seperti yang dilakukan oleh Rosulullah Saw. pada masa hijrah, hal bangunan yang pertama didirikan adalah masjid. Rumah ibadah ini menjadi pusat pergerakan da’wah Islam pada saat itu. Kebijakan strategis yang berpengaruh pada perkembangan negara diputuskan di masjid. Belajar dari sejarah inilah Rumah Zakat bersama muslim Singapura membantu pembangunan masjid. #Muhammad Zahron/Surabaya


Galeri

Merangkai Senyum 150 Lansia dalam Milad Indosat Ke-34

D

alam rangkaian milad Indosat ke43, Rumah Zakat bersama Mobil Klinik Sehat Indosat melaksanakan aksi Siaga Sehat, Rabu (24/11). Aksi Siaga Sehat kali ini dilaksanakan di kantor Kecamatan Krembangan, Jalan Gresik No. 34. Dalam kesempatan tersebut, tim Siaga Sehat Rumah Zakat melayani sebanyak 150 lansia. Acara Siaga Sehat ini dibuka oleh Pipit selaku wakil dari Indosat Bali-Nusra dan perwakilan dari Dinas Sosial. “Kesehatan lansia barangkali belum banyak tersentuh. Setelah berkordinasi dengan Dinas Sosial, kami mendapatkan data warga lansia Krembangan,” ujar Pipit. Dalam aksi Siaga Sehat kali ini tim Rumah Zakat kebali memberikan materi Hidup bersih dan Sehat (PHBS) untuk lansia yang berkumpul di depan kantor Kecamatan Krembang. Pemberian penyuluhan kepada lansia ini dilakukan karena tidak dapat dipungkiri bahwa mereka pada dasarnya adalah contoh bagi anak dan cucu mereka. Keseharian mereka akan berdampak besar bagi perilaku kehidupan keluarganya. Penyuluhan yang diberikan kepada lansia adalah upaya untuk memperbanyak teladan bagi masyarakat dalam melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Selain itu, penyuluhan ini dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran hidup sehat dari pribadi masyarakat. Pada pemeriksaan yang diterima oleh dr. Nadia dan dr. Hanang lebih banyak berkisar masalah gula darah. Keduanya menyarankan para warga lansia untuk terus disiplin dalam memeriksakan kadar gula darah dan mengkonsumsi obat. “Biasanya ya periksa ke Puskesmas. Kalo ke dokter luar kan mbayar. Alhamdulillah ini bisa periksa gratis,” ujar Mbah Sati’ah (64 th), warga Jalan Ikan Kerapu.#Farah Dwi Hasnitha/Surabaya

Ulang Tahun Pertama Cake House Rumah Zakat Bandung

S

etahun sudah Cake House Bandung melaksanakan pemberdayaan kepada warga Kelurahan Cibaduyut Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung. Pada hari ulang tahun pertama (23/11) ini PT PLN sebagai lembaga yang menyalurkan dana Coorporate Sosial Responsibility (CSR) melalui Cake House berkunjung ke pusat pelatihan Cake House. Pada kunjungan tersebut, PT PLN diwakili oleh Desti bersama rombongan meninjau langsung tempat produksi. Di sana rombongan PT PLN berinteraksi dengan peserta binaan Rumah Zakat dalam Program Cake House sambil mencicipi kue buatan peserta binaan. Pada kesempatan itu juga rombongan PT PLN mencoba membuat adonan roti. Memasuki tahun pertamanya Cake House Bandung sudah memperlihatkan kemampuannya dalam memproduksi segala jenis kue dan roti. Kini Cake House yang beranggotakan 10 orang ini sudah bisa menerima pesanan. Kehadiran Cake House manjadi angin segar bagi warga Kelurahan Cibaduyut untuk menambah pendapatan keluarga. Dalam satu pekan setidaknya minimal satu pesanan kue bisa dikerjakan kelompok Cake House yang berkegiatan di Jalan Siti Mardyan No. 20 Cibaduyut ini. Terlebih saat menyambut hari-hari besar keagamaan pesanan pun meningkat. Untuk meningkatkan omset, kini mereka berencana untuk menjajakkan kue dan roti hasil karya mereka dengan membuka gerai di Jalan Cibaduyut. “PT PLN puas dengan Program Cake House Bandung. Mereka berharap program ini dapat bersinergi dengan Program Cake House Cimahi,” ujar Reno Wisnu, Branch Manager Rumah Zakat Bandung.#Yudi Juliana/Bandung

Ambulans Rumah Zakat Antar Pasien ke Malaysia

A

mbulans Bank Kalbar bersama Rumah Zakat Cabang Pontianak kembali melayani pasien yang menuju Malaysia. Kali ini ambulans memberikan pelayanan pengantaran langsung menuju wilayah Tebedu Malaysia (15/11). Siang itu Rumah Zakat Pontianak mendapatkan telepon dari sebuah keluarga yang memerlukan pengantaran pasien. Setelah dilakukan pengecekan ternyata pasien yang akan diantar ingin bertolak keTebedu Malaysia. Jarak tempuh dari Kota Pontianak menuju Malaysia mencapai ratusan kilometer. Tebedu yang dieja Tibadu dinamai oleh penduduk asalnya Kampung Mawang Batuh Badu. Nama ini berasal dari kata Batuh Badu yang berarti batu kering. Berdasarkan legenda Batuh Badu itu sentiasa kering sepanjang masa walaupun bukan di musin kemarau. Batuh Badu terletak di antara Kampung Kujang Mawang dan Kampung Tesu Mawang. Penduduk asalnya di bawah kepemimpinan orang kaya Pamui. Ketika ambulans Rumah Zakat tiba di Tebedu Malaysia, ambulans Malaysia telah bersiap untuk mengantar pasien ke Hospital Normah Malaysia. Prosedur pelayanan ambulans Malaysia ternyata tidak jauh berbeda dengan prosedur pelayanan Rumah Zakat. Driver Rumah Zakat sempat berbincang dengan pasien ujarnya.” Terima kasih Pak Cik atas pengantarannya. Semoge selamat sampai tujuan. Semoga pelayanan ini selalu memberikan arti terbaik untuk masyarakat Indonesia, bahkan warga negara lain. Terima kasih banyak atas bantuannya”. Pengantaran pasien hingga ke negeri tetangga ini adalah salah satu upaya Rumah Zakat untuk senantiasa berkomitmen memberikan pelayanan kepada siapa pun yang membutuhkan bantuan kesehatan. #Asrul Putra Nanda/ Pontianak

Rumah Lentera Muharram 1432 H

17


Galeri

Garuda Indonesia Peduli Pangan untuk Warga Baduy

P

T Garuda Indonesia bersama Rumah Zakat menyalurkan paket Superqurban pada program Garuda Indonesia Peduli Pangan Nasional, Jumat (19/11). Program penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) ini dilaksanakan di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar Baduy Kabupaten Lebak Banten. Dalam kesempatan tersebut disalurkan 750 paket Superqurban. PT Garuda Indonesia adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bekerjasama dengan Rumah Zakat dalam menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) melalui program Garuda Indonesia Peduli Pangan Nasional. Program ini adalah upaya yang dilaksanakan oleh PT Garuda Indonesia untuk meningkatkan gizi masyarakat Indonesia.

PT Garuda Indonesia diwakili oleh Ridwa Edi, Senior Manager CSR dan PKBL melepas Tim Garuda Peduli Pangan Nasional secara resmi pukul 08.00 WIB. Tim Garuda Peduli Pangan Nasional ini menempuh perjalanan selama 5 jam untuk sampai di Desa Kanekes Leuwidamar Baduy Kabupaten Lebak Banten. Sesampai di sana PT Garuda Indonesia dan Rumah Zakat disambut oleh Kepala Suku Baduy, Jaro Dainah Jaro pamarentah Desa Kanekes dan Ayah Mursid Wakil Jaro Tangtu Cibeo. Dalam sambutanya, Jaro Daniah menyampaikan terima kasih atas nama warga Baduy kepada PT Garuda Indonesia yang sudah peduli terhadap masyarakat Baduy Luar dan Baduy Dalam. Ini merupakan program pertama dalam upaya peningkatan gizi melalui daging qurban. Apalagi program ini disinergikan dengan program kesehatan dari bidan yang berkeliling dari kampung ke kampung. Masyarakat adat yang memerlukan bantuan asupan gizi adalah anak-anak dan para ibu hamil. Kegiatan ini juga berbarengan dengan pembinaan gizi oleh bidan Eros Rosita. Para Ibu warga Baduy yang memiliki balita Bawah Garis Merah (BGM) hadir dalam penyaluran Superqurban tersebut. Kami berharap balita ini mendapatkan asupan gizi yang cukup dan berkelanjutan. Kornet Superqurban salah satu solusinya,” ujar bidan Eros Rosita.# Ilham Mustofa/ Banten

MT Telkomsel Salurkan Bantuan Untuk Recovery Daerah Bencana

M

ajelis Ta’lim Telkomsel menyalurkan bantuan untuk recovery bencana Wasior, Mentawai dan Merapi. Bantuan ini disalurkan melalui sejumlah mitra lembaga zakat di antaranya Rumah Zakat di Hotel Bumi Wiyata Depok, Sabtu (27/11). Marfani, Ketua MT Telkomsel periode 2007-2010 menyatakan, program meliputi recovery hunian korban bencana, recovery ekonomi mikro, recovery psikis dan antisipasi pendangkalan aqidah akibat bencana. Menurut Marfani, “Majelis Ta’lim Telkomsel memercayakan dana bantuan kepada Rumah Zakat. Sumbangan tersebut dimaksudkan untuk tahap recovery ekonomi mikro Merapi,” ujarnya di sela-sela acara Munas ke-3 MT Telkomsel. Pamungkas Hendra Kusuma, Chief Funding Officer Rumah Zakat menjelaskan bahwa dana bantuan recovery Merapi akan disalurkan untuk pemberdayaan ekonomi petani yang sebelumnya sudah mempunyai lahan pertanian di sekitar Merapi. Sektor pertanian menderita kerugian yang sangat signifikan. Salak pondoh yang merupakan komoditi hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi mengalami kerusakan pada luasan sekitar 1.400 hektar. Ini yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Sleman (DIY). Belum lagi di wilayah Salam, Muntilan yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Magelang. Tanaman pangan dan sayur-sayuran yang terdapat di Kabupaten Boyolali juga mengalami kerusakan yang meliputi luasan ribuan hektar. Sektor pertanian di Kabupaten Sleman, Magelang, dan Boyolali mengalami kerusakan yang paling parah. Bantuan dari Majelis Ta’lim Telkomsel adalah salah satu upaya untuk memulihkan produktifitas petani.#Sucipto/Jakarta 18

Rumah Lentera | Edisi 48 Tahun ke 5, Desember 2010


Kanvas

Shiddiq : The Trust Wife

Oleh : Muhammad Trieha Corporate Secretary Rumah Zakat

S

etiap kita tentu ingin meneladani Nabi, apakah skala keinginan itu sudah meluap besarnya atau sedang mengayun pelan semoga setiap gerakannya menuju cinta yang semakin mendalam. Satu prestasi agung dalam akhlak Muhammad SAW adalah karakternya sebagai Al Amiin, yang sangat terpercaya. Trusted! Sifat inilah yang membuka akses setiap pesan kenabiannya, yang menjadi duta yang mendahului kalam Sang Baginda.

Dalam sebuah survey internasional, karakter inilah yang paling diidamidamkan setiap perusahaan, juga untuk para karyawannya termasuk para bosnya. Karakter jujur, penuh integritas. Diulang risetnya beberapa tahun hasilnya tetap sama, jujur selalu menempati tangga terpuncak. Ini artinya karakter kejujuran melintasi batas benua dan agama. Ada kebutuhan yang fitrah bahwa kita ingin mendapatkan pelayanan dari pribadi maupun organisasi yang terpercaya.

Semua orang kemudian mengejarnya sampai sering kita mendengar, “Modal utama kami adalah kepercayaan”. Motto di atas semoga tak berhenti sekedar menjadi penyedap rasa, menjadi terpercaya menurut saya seperti perintah sholat, bukan sekedar mengerjakannya tapi juga menegakkannya. Namanya menegakkan sebaiknya tentu bagian bawahnya harus kuat menancap ke bumi sebagai pancang untuk menegakkan bagian yang lebih atas. Lalu apa dulu yang harus dipatri ke bumi, jawabnya adalah diri kita, keteladanan yang dimulai dari diri sendiri. Kalau ini tidak ada maka bangunan kepercayaan tersebut hanya akan terusung melayang sekedar utopia dan papan nama. Kalau sudah ‘terpercaya’ bagaimana? Hmm…ya anggap saja begitu, mari masuk level berikutnya, yaitu apakah ada yang mau percaya. Tulisan ini ingin mengingatkan kembali kisah persahabatan dua manusia agung ; Muhammad SAW dan Abu Bakar. Dalam sejarah kita mengenal bahwa nabi Muhammad SAW sebagaimana telah dibahas di atas beliau bergelar Al Amiin, sementara Abu Bakar digelar Ash Shiddiq. Melihat sangat dekatnya hubungan keduanya sepertinya menarik jika kita mengkaitkan 2 karakter ini ; Al Amiin (trusted people) dan Ash Shiddiq (trusting people). Inilah kolaborasi super hebat dimana kekuatan integritas dikokohkan dengan loyalitas dan dukungan publik yang kuat sepanjang hayat. Menuju “High Trust Society” Kadang di antara kita percaya sesuatu

itu benar tapi tidak shiddiq, tidak membenarkan dengan amalan. Misalnya, kita sama-sama yakin bahwa minum air putih setiap hari minimal 8 gelas itu menyehatkan, berseliweran data yang membuktikan. Tapi apakah kita membenarkan informasi tadi dengan mengamalkannya? Fakta lain misal soal merokok. Tak kurang penelitian yang menyimpulkan bahayanya, dan kita percaya bahwa berita tersebut fakta yang terpercaya. Namun apakah orang yang yakin tadi mengikuti informasi tersebut dengan meninggalkan merokok? Ternyata tidak selalu kan? Dalam relasi lebih luas, karakter shiddiq inilah yang akan membentuk karakter High Trust Society. Sebuah lingkungan dimana masyarakatnya saling percaya baik dengan antar warganya hingga kepada negaranya. Dalam tatanan semacam ini kita pasti yakin bahwa siapa-siapa yang diangkat menjadi pemimpin adalah pimpinan yang terpercaya, yang mampu menjalanan sistem yang dapat membuat orang merasa yakin bahwa ya benar, ini layak kita dukung. Dan sebuah keniscayaan bahwa masyarakat yang tinggi saling percayanya biasanya akan semakin tinggi pula tingkat kesejahteraannya, bisnis pun lancar, investor tenang. Sekali lagi meneladani khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq, dengan karakter beliau yang high trust people beliau tetap dikenal sebagai pengusaha besar yang sukses sekaligus penuh kesalehan. Dunia sukses akhirat sukses… Bagaimana dengan Indonesia? Rumah Lentera Muharram 1432 H

19


Simpul CSR

PGN dan Rumah Zakat Dirikan Posko Merapi

P

T Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. bersama Rumah Zakat mendirikan Posko Siaga Bencana Merapi di dua titik yakni di Desa Wonokerto dan Girikerto Kec. Turi Kab. Sleman DIY sejak Jumat (29/10). Di Posko tersebut, ribuan pengungsi mendapatkan Superqurban, Siaga Gizi Nusantara, pelayanan kesehatan, dapur umum, makanan tambahan, hingga trauma healing. Pada Sabtu (30/10), Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X mengunjungi Posko PT PGN (Persero) Tbk bersama Rumah Zakat di Ds. Wonokerto Kec. Turi Kab. Sleman, Sabtu (30/10). Dalam kesempatan itu, Sri Sultan meninjau aksi yang dilakukan para relawan dalam membantu para pengungsi yang menjadi korban letusan Gunung Merapi. Selain Sri Sultan hadir pula Bupati Sleman Sri Purnomo, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas yang disambut oleh Kepala Divisi TJSL PT PGN (Persero) Tbk, Enik Indriastuti dan Chief Program Officer Rumah Zakat, Asep Mulyadi.

Layani Masyarakat Melalui Mobil Sehat PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. kembali menjalin kerjasama dengan Rumah Zakat untuk program pelayanan kesehatan melalui Mobil Sehat PGN. Hal itu tertuang dalam perjanjian mengenai program Pelayanan Kesehatan Masyarakat Melalui Mobil Sehat PGN yang ditandatangani Rabu (3/11). Pelayanan kesehatan tersebut akan dilakukan di empat wilayah, yaitu wilayah operasi PGN SBU DW I (Banten), SBU DW II (Surabaya), dan SBU Trans Sumatra Jawa (TSJ) (Palembang dan Lampung). Kirim Relawan Bantu Pengungsi Michael Baskoro, Commercial Director dan COO PT PGN secara resmi melepas tujuh relawan PT PGN (Persero) Tbk SBU DW I untuk membantu pengungsi gunung Merapi. Pelepasan ini berlangsung di halaman Kantor PGN di Jalan M.I Ridwan Rais No. 8 Jakarta Pusat, Senin (8/11).

Mitra Bulan Ini

No. 01

Mitra CSR PT PGN (Persero) Tbk

Program Pelayanan Kesehatan dengan Mobil Sehat, Superqurban untuk korban Merapi, Posko PGN-Rumah Zakat, PGN Share Sehatkan Pengungsi Merapi

Lokasi Jakarta, Medan, Yogyakarta, Surabaya, Cilegon, Bandar Lampung, Palembang

02

PT. Jakarta International Container Terminal

Klinik Sehat JICT

Jakarta

03

Yayasan Pendidikan Telkom

Optimalisasi dana zakat

Bandung

04

Manajemen Taqwa PT. Medion

Pengelolaan ZIS

Bandung

05

Majelis Taklim Ulul Albab PT. Rekayasa Industri

Beasiswa Ceria

Jakarta

06

BPD DIY Syariah

Beasiswa Ceria

Yogyakarta

07

PT. Pegadaian (Persero)

Water Well

Jakarta

08

Bazma PT Pertamina UBEP Jambi

Integrated Community Development (ICD)

Jambi

09

BDI Vico Indonesia

Water Well

Jakarta

10

UPZ Majelis Taklim

Water Well

Jakarta

11

Yayasan Pendidikan, Dakwah, dan Sosial As Salaam

Kelompok Usaha Kecil mandiri (KUKMI)

Sumatera

12

LAZIS PT. PLN P3B Sumatera

Beasiswa Ceria

Sumatera

13

PT. PP (Persero)

Water Well

Jakarta

14

BDI PT. Infomedia Nusantara

BDI PT. Infomedia Nusantara

Jakarta

15

PT. PLN (Persero) Wilayah Lampung

Cake House

Bandar Lampung

16

PT. Indosat

Operasional Mobil Klinik Keliling

Beberapa daerah di Sumatera, Jawa Kalimantan, Sulawesi, dan Papua

17

PT. P&G Home Product Indonesia

Empowering Centre berupa PAUD

Jakarta

18

BPRS Al Salaam Amal Salman

Water Well

Depok

19

Pemda Kabupaten Halmahera Selatan

Pengembangan Mahasiswa Halmahera Selatan

Halmahera

20

BNI Syariah

Pelayanan Zakat dan Jasa Perbankan

Jakarta

21

PT. Wijaya Karya

Water Well

Jakarta

22

The OIC Alliance

Beasiswa untuk Anak-anak korban tsunami

Aceh

23

Rumah Sakit Hasanah Graha Afiah

Payroll Zakat

Jakarta

24

PT. KK Indonesia

Bantuan Non Cash untuk Korban Merapi

Yogyakarta Yogyakarta

25

RS. Pelabuhan Cirebon

Bantuan untuk Korban Bencana Alam

26

Jasa Marga Cirebon

Beasiswa Ceria

Cirebon

27

Pemprov Jawa Barat

Penyaluran Qurban

Jawa Barat

28

PT. Hariff

SMP Juara

Bandung

29

Bank Jabar Banten

Cake House dan Kepemudaan

Bandung

30

Bio Farma

Pembibitan Hewan Qurban

Bandung

20

Rumah Lentera | Edisi 48 Tahun ke 5, Desember 2010


Binar Mata

Mura Peternak pun Ikut Rasakan Berkah

M

eski dalam kondisi ekonomi yang pas-pasan, Mura tetap bersemangat dalam menjalani kehidupannya. Perempuan yang kini berumur 54 tahun tersebut tak pernah putus asa walaupun harus membanting tulang setiap hari. Setelah suaminya meninggal, Mura yang kini tinggal di sebuah rumah kecil di Sepuh Gembol Kec. Wonomerto Kab. Probolinggo bersama anak, menantu dan cucunya itu, bekerja sebagai buruh tani. Oleh karena hasil yang didapat dari menjadi buruh tani dirasakan tak mencukupi, dia pun mulai berternak ayam di halaman rumahnya. Namun modal yang alakadarnya, membuat pengasilannya dari berternak ayam masih dirasakan kurang. Akhirnya Mura memutuskan untuk beternak sapi dan kambing dengan sistem gaduh. Adapun yang dimaksud dengan gaduh adalah bekerja untuk merawat ternak orang lain yang belum layak ataupun belum memiliki nilai tinggi bila dijual. “Biasanya setelah dirawat selama 6 sampai 8 bulan, sapi dan kambing sudah

Superqurban

bisa dijual,” ujarnya. Sistem bagi hasil yang dijalani Mura dengan pemilik ternak ternyata cukup membantu perekonomiannya. Keterampilan Mura dalam memelihara hewan patut diacungi jempol. Oleh karena itulah tidak salah bila banyak pemilik hewan ternak yang mempercayakan Mura dalam pemeliharaan. “Yang penting jujur, rajin, telaten, dan sabar. Kita harus bisa memperlakukan hewan ternak dengan baik. Sama seperti manusia, jika tak diperlakukan dengan baik, hewan akan stress dan akhirnya sakit lalu mati,” tutur Mura saat ditanya rahasia menternak sapi ataupun kambing. Mura adalah satu dari sekian banyak warga Probolinggo yang bekerja memelihara sapi. Menurut dia, gaduh merupakan salah satu pekerjaan sampingan masyarakat di Dusun Blado, serta di beberapa desa lainnya di pulau Jawa. “Di daerah sini banyak sekali yang kerjanya menggaduh sapi atau kambing. Mungkin memang sudah bakat warga di sini ya diititipi hewan ternak,” ujarnya sembari bercanda. Kepiawaian Mura dalam memelihara hewan ternak itu membuat Rumah Zakat memutuskan untuk menggunakan jasanya dalam menggaduh sapi. Hal itu tentu saja membuat ibu dari Hasan (28) sangat gembira. Apalagi pada saat tawaran tersebut datang, Mura sedang tidak menggaduh hewan ternak milik siapapun. “Mudah-mudahan sapi yang saya pelihara ini bisa laku dengan harga tinggi,” tuturnya. Dengan menggunakan bahasa Jawa yang kental, Mura menceritakan awal mula

pertemuannya dengan Rumah Zakat. “Waktu itu Ghazali, tokoh masyarakat yang juga ketua kelompok peternakan Probolinggo bilang kalau saya layak untuk mendapatkan bantuan ini. Akhirnya datanglah seekor sapi yang harus saya pelihara dengan sistem gaduh,” ujarnya. Kini Mura memelihara dua ekor sapi di rumahnya. Satu sapi milik Rumah Zakat, yang satunya milik orang lain. Di hari Idul Adha nanti sapi titipan dari Rumah Zakat akan disembelih dan kemudian dagingnya dikemas menjadi kornet Superqurban agar dapat dimanfaatkan hingga tiga tahun mendatang. “ Enak ya sekarang sudah canggih. Daging qurban jadi bisa awet untuk tiga tahun. Menyembelih sapinya di Probolinggo, yang merasakan bisa banyak orang dimana-mana,” ungkapnya. Meski saat ini usia nenek dari satu orang cucu itu tak muda lagi, dia tetap akan terus berupaya memenuhi kebutuhan dirinya sendiri. “Saya nggak mau nyusahin anak yang sehari-hari pekerjaannya sebagai supir. Malahan kalau bisa saya membantu anak, menantu, dan cucu dalam mencukupi kebutuhan hidup seharihari,” ungkap Mura. Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup diri serta membantu anaknya, Mura pun mengaku bisa menabung uang dari hasil kerja kerasnya. Ketika ditanya apa harapannya, dengan senyuman lebar, dia menjawab, “Saya ingin cucu saya bisa sekolah yang tinggi dan membanggakan orangtuanya. Selain itu saya juga ingin sekali bisa naik haji suatu hari nanti.”#Monari/Probolinggo

Rumah Lentera Muharram 1432 H

21


Kolam Motivasi

Ketika Pemuda Bertakbir Oleh : Rahmatullah Oky Raharjo Pengamat Sosial Lulusan Pondok pesantren Daarussalam Gontor

S

ebuah liputan mengerikan tersaji di televisi. Dua kelompok pemuda saling serang dalam sebuah perkelahian massal. Saling lempar batu, bakar rumah, merusak kendaraan, saling ejek, saling hina, dan -ini yang membuat hati saya miris- kedua kelompok itu saling mengucapkan takbir sebelum melakukan semua kerusakan itu.

Di frame berita lain, ada sekelompok masyarakat kecil yang mencuri kayu secara liar di hutan kemudian menolak ditertibkan oleh petugas, nampak mengacung-acungkan belati tajam ke arah petugas, sebelum akhirnya juga melakukan perlawanan, yang lagi-lagi mereka mulai dengan bacaan takbir. Sama persis dengan ribuan masyarakat lain yang protes hasil Pilkada dengan merusak fasilitas umum, atau sebagian umat yang membakar masjid kelompok lain yang “berbeda” dengan mereka. Semuanya nyaris sama, meneriakkan kalimat takbir sebagai pembuka sebuah perlawanan. Takbir menjadi sebuah legitimasi semangat yang “diridhoi” oleh Allah. Takbir menjadi sebuah pembeda, seakan-akan bahwa kami yang bertakbir telah mendapat restu dari Allah untuk menyerang Anda. Kami 22

adalah orang terpilih, yang berhak melakukan apa saja, karena kami bertakbir, dan Allah bersama kami! Para pembaca, Memang tidak salah meneriakkan takbir sebagai pelecut semangat sebelum melakukan sebuah pekerjaan. Dulu Rasulullah dan para sahabat pun senantiasa meneriakkan takbir sebelum maju ke medan pertempuran. Tapi, memaknai kalimat takbir dengan hanya menempatkanya sekedar pembakar semangat saja, jelas sebuah pengertian yang kurang tepat, bahkan jauh dari makna kalimat takbir itu sendiri yang sesungguhnya begitu mulia. Takbir, secara makna adalah “membesarkan”. Dimana secara syariat ialah bacaan yang membesarkan nama Allah (Allahu Akbar). Inilah inti ajarannya. Bacaan takbir mengajarkan kita untuk meletakkan Allah sebagai dzat yang superlatif, maha besar, maha kuasa, di atas segala-galanya. Itulah kenapa takbir dijadikan pengunci awal dalam sholat kita. Disebut “Takbiratul Ihram” karena takbir tersebut merupakan kunci untuk mengharamkan segala kegiatan dan tindakan serta perkataan selain daripada gerakan dan bacaan sholat. Dan secara implisit, mengharamkan segala pikiran dan

Rumah Lentera | Edisi 48 Tahun ke 5, Desember 2010

konsentrasi kepada selain Allah. Ya, karena ikrar kita telah terucap, bahwa hanya Allah yang maha besar. Segala urusan keduniaan, segala masalah pribadi, segala kesombongan manusiawi seharusnya runtuh seiring dengan dibacanya takbiratul ihram. Maka membaca takbir pada sisi yang lain adalah “Tashghiru Maa Siwa Allah” atau mengecilkan segala hal selain Allah. Termasuk diri sendiri. Membaca Takbir adalah sebuah pernyataan tentang kelemahan diri di hadapan Allah. Sebuah pernyataan bahwa kita hanyalah makhluk yang sangat “tidak berguna” sebelum disempurnakan penciptaannya oleh Allah. Tercipta dari setetes air hina, yang kemudian ditempatkan oleh Allah dalam sebuah “inkubator” tercanggih dan terkokoh yang tiada bandingannya di seantero mayapada ini, yaitu rahim ibu kita. Kemudian ditiupkan ruh kepada kita dan diberikan segala kesempurnaan bentuk yang luar biasa indah. Barulah kemudian kita terlahir di dunia, tanpa kita bisa memilih dari rahim siapa kita dilahirkan. Tapi Allah tetap menyayangi kita dengan memberikan insting dan naluri untuk hidup dan mengembangkan diri,


serta diberikan pula akal budi untuk bisa hidup lebih baik dari sembarang mahkluk lain. Jika melihat sejarah penciptaan kita di bumi ini, dan dengan segala nikmat yang Allah tumpahkan kepada kita sepanjang hayat, bukankah terlalu pantas kita bertakbir kepada Allah dengan segala kesempurnaannya? Dengan melihat kebesaran Allah dan segala kesempurnaan ketentuannya, lalu apa hak kita menghina dan menjelek-jelekkan ciptaan Allah yang lain? Apalagi sampai menyerang, melenyapkan, membakar, menghujat, menyakiti, dan merusak. Sungguh sediktpun kita tidak kuasa untuk mencipta. Kita hanya mampu sombong dan lalu kemudian merusaknya. Pembaca yang budiman, Takbir juga sesungguhnya, mengajarkan kepada kita untuk percaya diri. Sebab kita meyakini, kalau tidak ada yang perlu ditakuti di dunia ini selain Allah dengan segala ke-Maha kuasaan-Nya yang mutlak. Yang terjadi adalah apa yang dikehendaki Allah, maka selama niat dan tujuan kita adalah untuk Allah, tak perlu takut atau minder dengan siapapun. Inilah yang diajarkan Rasulullah kepada para sahabat sebelum terjun ke medan juang. Rasulullah meneguhkan niat para sahabat, bahwa jika Allah berkehendak, maka pasukan kecil pun bisa mengalahkan tentara yang lebih besar jumlahnya. Keyakinan inilah yang melumuri dada setiap pejuang muslim menghadapi musuh-musuh Allah. Dan keyakinan ini pula yang membuat para sahabat pejuang itu menyadari sepenuhnya, bahwa tujuan pertempuran ini adalah melaksanakan perintah Allah, bukan untuk kepentingan pribadi, membela organisasinya sehingga menyerang ormas lain. Bukan pula untuk kepentingan dunia sesaat yang semu, apalagi untuk mengumbar emosi dan angkara murka semata. Bukan, sama sekali bukan itu. Kalimat takbir-lah yang membimbing mereka untuk sepenuhnya sadar, niat utama perjuangan ini adalah meninggikan asma Allah di muka bumi. Sungguh bangga menyaksikan kenyataan sejarah bangsa ini. Ketika mengingat hampir satu abad silam sekelompok pemuda dari berbagai suku bersumpah setia mengecilkan semua kebanggaan semu kesukuan dan memilih meleburkan diri dalam satu semangat kebangsaan. Sebuah semangat yang terus membekas, sampai 17 tahun kemudian, kembali sekelompok pemuda mengecilkan ego kepemudaan mereka dan memilih mempertaruhkan nyawa untuk lahirnya kemerdekaan bangsa Indonesia. Suara Tegas dan heroik sang orator ulung, Bung Tomo secara jelas menutup orasinya dengan kalimat Takbir. Sebuah pesan dan pengejawantahan dari semangat ikhlas berjuang, tak kenal menyerah, dan keyakinan sejati, bahwa hanya Allah yang

pantas ditakuti, bukan keangkuhan senjata penjajah itu. Kalimat takbir itu pula yang pada akhirnya menggerakkan jutaan pemuda untuk berani melawan arus. Menentukan alur sejarah. Melawan sebuah rezim kediktatoran akut yang mencengkeram negeri ini selama 32 tahun lamanya. Menggelorakan jiwa reformasi di setiap penjuru negeri. Tak kenal takut, pantang melangkah surut, karena memang jelas, perintah Allah yang harus diturut. Untuk kesekian kalinya, fragmen sejarah membuka mata kita, bahwa kalimat takbir jika diletakkan dalam koridor yang sebenarnya, akan membawa hasil yang luar biasa. Tegas, berani, dan bertanggung jawab. Kisah berikut ini mungkin bisa dijadikan pembelajaran buat kita semua. Suatu hari di sebuah pertempuran yang berkecamuk. Imam Ali RA terlibat pertarungan hebat dengan seorang tentara kafir. Sebagai pemuda suku Quraish, beliau jelas terlatih untuk bertempur dalam segala suasana. Dengan perhitungan yang matang. Beliau tubruk tentara kafir itu, sehingga terjatuh dari kudanya. Keduanya lalu berguling-guling di tanah sebelum akhirnya Sayidina Ali berhasil membanting tentara kafir itu ke tanah, lalu kemudian mengambil pisau kecil di balik pinggangnya untuk diarahkan tepat ke jantungnya. Tentara Kafir itu pucat pasi, dia tahu bahwa ajalnya sebentar lagi akan tiba. Sekonyongkonyong ketika pisau Sayidina Ali sudah berjarak bebrapa centi dari jantungnya. Tentara kafir itu lalu meludah tepat di muka Sayidina Ali. Merah padam muka Sayidina Ali diperlakukan seperti itu. Bergetar tangan beliau menahan amarah yang memuncak. Dan si kafir pun bukan tidak tahu, bahwa dengan kelakuannya itu, nyawanya pasti tidak terampuni lagi. Dia pun pasrah menunggu ajalnya. Namun ternyata, Sayidina Ali malah membuang pisaunya jauh-jauh. Melepaskan cengkramannya dan membiarkan tentara kafir itu bangkit.

Tak habis pikir tentara kafir itu melihatnya, kemudian dia bertanya: “Kenapa kau tak jadi membunuhku? Bukankah mudah bagimu untuk menghabisiku tadi?” “Ya, tentu sangat mudah bagiku untuk membunuhmu tadi, dan aku sudah berniat untuk melakukannya sejak semula,” jawab Imam Ali “Lalu kenapa kau justru membebaskanku?” “Karena ketika awal aku hendak membunuhmu, niatku ikhlas karena Allah. Tapi begitu kau meludahi wajahku, maka aku marah, sehingga kalau aku membunuhmu, maka itu bukan karena Allah, tapi karena aku emosi. Maka pergilah, mungkin kita akan bertemu di lain pertempuran”. Para pembaca, Itulah bukti imam Ali telah bertakbir. Mengagungkan Allah. Meluruskan niat bahwa tujuan perjuangan ini adalah untuk Allah. Bukan untuk hal-hal keduniaan, apalagi menuruti nafsu marahnya. Maka patut kita pertanyakan, apakah takbir yang diucapkan saudara-saudara kita yang saling bertikai seperti yang saya ceritakan di awal adalah takbir yang meluruskan niat, atau malah menurut hawa nafsu. Apakah tindakan mereka membakar rumah, membakar mobil, merusak jalan, memukuli sudara seiman, adalah tindakan yang berdasarkan niat untuk mencari ridho Allah? Apakah segala ucapan yang merendahkan, menghina, menghujat, dan mencaci maki saudara sendiri itu adalah sebuah tindakan yang boleh dilakukan setelah membaca takbir, dimana seharusnya kita mengagungkan Allah dan meletakkan diri kita sebagai makhlukNya yang tak berdaya, sama dengan makhluk Allah yang lain? Kalau saja keAgungan Allah dengan segala sifat rahman dan rahim-Nya belum tersaji di hati kita ketika mengucapkan kalimat takbir, lalu kemana hati kita setiap kali sholat dan menyebutkannya begitu sering? Maka sebuah pertanyaan kepada diri pribadi menggantung di relung qalbu, sudahkah kita bertakbir? Wallahu a’lam.

Luruskan niat, bahwa tujuan perjuangan ini adalah untuk Allah. Bukan untuk hal-hal keduniaan, apalagi menuruti nafsu

Rumah Lentera Muharram 1432 H

23


Jendela

Ringankan Duka dengan ARINA dan Mobil Jenazah

S

ampai saat ini masih banyak orang yang kesulitan dalam memperoleh layanan ambulans dan mobil jenazah, terutama bagi mereka yang kurang mampu dari sisi finansial. Berangkat dari fakta itulah Rumah Zakat menghadirkan program Ambulans Ringankan Duka (ARINA) dan Mobil Jenazah. ARINA hadir untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu dalam mengakses armada gratis yang siap mengantar saat dibutuhkan. ARINA tersedia untuk mengantarkan pasien dari keluarga kurang mampu menuju Rumah Sakit, sedangkan mobil jenazah berfungsi mengantarkan jenazah hingga ke pemakaman tanpa dipungut biaya. Meski gratis, namun pelayanan yang diberikan ARINA dan mobil jenazah dilakukan secara profesional oleh petugas yang profesional juga. Saat ini Rumah Zakat telah memiliki 39 ARINA dan mobil jenazah yang beroperasi di berbagai daerah dari Aceh hingga Papua.

Investasi Donasi * Rp 560 juta/1 kali pengadaan armada ARINA dan pelayanan program selama 1 tahun * Rp 100.000,-/operasional per 1 kali pengantaran

Euis Yuhana (60) “Terima kasih kepada Rumah Zakat atas pelayan Mobil Jenazah Gratis. Saya jadi sangat terbantu

dr. Bambang Sudirmanto (Branch Manager RBG Semarang) “Ambulans ini sangan menunjang berbagai program pelayanan yang ada di Rumah Bersalin Gratiis (RBG), karena dapat menjangkau lokasi yang jauh dari RBG

24

Rumah Lentera | Edisi 48 Tahun ke 5, Desember 2010


Saujana

Agar Cinta Bersemi Oleh Iwan Kartiwan Mashur, LC

Direktur Program Pemuda Mandiri Jabar, lulusan LIPIA Jakarta Cabang Universitas Imam Ibnu Suud Riyadh Saudi Arabia

M

ewujudkan jalinan cinta perlu perjuangan dan pengorbanan yang tidak kecil, terkadang begitu sulit, namun memaintainen

kembali….” QS. An Nahl (16:92). Aktivitas ibadah di bulan Ramadhan tidak terhenti dengan hadirnya Idul Fitri atau berubah dengan hadirnya bulan Syawal, akan tetapi semua bentuk dan esensi ibadah itu tetap ada dan di perintahkan di bulan-bulan lainnya, di antara aktivitas ibadah yang harus kita maintainen adalah :

cinta kasih jauh lebih

1. Sholat Ibadah sholat baik yang fardu atau yang sunnah tetap ada dan berlanjut, hanya berbeda nama dan waktunya saja, kalau di bulan Ramdahan dikenal dengan sholat tarawih maka selain Ramadhan menjadi shalat malam atau tahajjud.

sulit. Pembaca yang budiman, satu bulan kita merajut cinta kasih dengan Allah dan Rasulnya melaui taqarrub berbagai amal ibadah yang kita laksanakan di bulan Ramadhan yang baru saja kita lewati bersama, yang menjadi pertanyaan adalah masihkah kain yang kita tenun helai demi helai benang itu masih

tersusun kuat dan rapih ataukah mulai terurai satu demi satu hingga berceceran? Sebagaimana yang disinyalir oleh Allah SWT dalam Firman-Nya, “Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai

2. Shaum Ibadah puasa antara bulan Ramadhan dan bulan lainnya hanya berbeda dari sisi hukumnya, puasa satu bulan di bulan Ramadhan hukumnya wajib sementara di bulan lainnya hukumnya sunnah, bahkan puasa yang sangat dianjurkan pasca puasa di bulan Ramadhan adalah puasa enam hari di bulan Syawal yang di antara hikmahnya agar kebiasaan di bulan Ramadahan tetap terjaga, demikian juga puasa sunnah lainnya seperti shaum Senin dan Kamis dan shaum Ayyamul Bidh (puasa tengah bulan) setiap tanggal 13,14 dan 15 Hijriah . 3. Shodaqah. Bershodaqah di bulan Ramadhan memang memiliki keutamaan tersendiri, tapi bukan berarti bershodaqah di bulan lain tidak dianjurkan, bershodaqah kapan pun tetap memiliki nilai dan pahala dan merupakan ibadah yang balasannya Allah berikan tidak hanya di akhirat .

4.Sabar Inti dari ibadah puasa adalah melatih diri agar tahan uji menghadapi cobaan dalam rangka meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan. Karena sabar juga bagian dari sarana dan jalan untuk meraih surga, bahkan pahala orang-orang yang sabar nilainya tidak terhingga, seperti yang Allah firmankan, “Sesungguhnya hanya orangorang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas“ QS. Az Zumar (39:10) 5. Hati-hati dengan yang Syubhat Selama bulan Ramadhan kita begitu hatihati untuk melakukan atau menkonsumsi sesuatu, Jangankan yang dilarang yang halal sekalipun kita tidak berani menyentuhnya, Rasulullah SAW nabi yang kita cintai, beliau menasihati kita agar hatihati dengan yang syubhat atau meragukan dan sebaiknya ditinggalkan sebagimana dalam sabdanya, “Sesungguhnya yang halal itu sudah jelas dan yang haram pun sudah jelas, sementara antara keduanya itu ada yang meragukan, maka siapa yang menjaga dirinya dari yang syubhat sungguh ia telah menjaga kesucian diri dan agamanya, tapi siapa yang jatuh pada yang syubhat bisa jadi dia terjatuh pada yang diharamkan.” Allahumma Inna Nasaluka Hubbaka wa Hubba man Yuhibbuka Wahubba ‘Amalin Yuqarribunaa Ilaa Hubbika Ya Allah, kami mohon cinta-Mu dan mencintai orang yang mencintai-Mu juga mencintai perbuatan yang mendekatkan kami pada cinta-Mu.

Rumah Lentera Muharram 1432 H

25


Oleh-oleh

Sisi Islami Bangsa Viking Oleh Rifki Hanif Donatur Rumah Zakat Pernah menempuh studi di Swedia

W

ahai manusia, sesungguh-nya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal “ (QS. Al-Hujurat 13)

Beberapa orang dari kita mungkin pernah atau sering mendengar statement sejenis ini: “Bangsa asing seperti Eropa itu lebih Islami dari orang Islam itu sendiri!”. Inti dari pernyataan seperti itu memang cukup membuat wajah kita tertampar sebagai bagian dari bangsa Indonesia, bangsa yang mengaku, dan memang faktanya begitu, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia namun banyak dari sisi perikehidupan masyarakatnya jauh dari pencerminan nilai-nilai dasar agama Islam. Namun, berangkat dari pengalaman hidup dan belajar selama 1 tahun di Skandinavia, saya pribadi merasa bahwa statement tersebut memang tidaklah sepenuhnya salah namun juga tidak sepenuhnya benar. Izinkanlah saya dalam artikel ini menguraikan pendapat saya tersebut melalui berbagai pengalaman yang pernah saya alami sendiri dengan harapan cerita-cerita yang akan saya paparkan dapat menjadi media muhasabah kita semua. Hargailah waktu walau hanya sedetik! Suatu hari saya diundang oleh salah seorang teman Swedia saya yang bernama Sven untuk makan malam di rumahnya pada pukul 19.30. Dikarenakan orang Swedia menurut info dan cerita yang beredar akan sangat tersinggung jika kita telat datang saat janjian dengan 26

mereka, maka saya pun bergegas pergi dari rumah satu jam sebelumnya. Di halte bus di depan apartemen saya, seperti biasa bus yang akan saya naiki datang tepat waktu. Jika jadwal bus berangkat pukul 18.30, maka bus akan tepat datang kurang lebih setengah menit sebelumnya. Pintu hidrolik bus akan terbuka dan tepat pukul 18.30 ia akan tertutup dan bus pun kembali melaju. Jika pintu bus sudah tertutup dan seandainya Anda baru tiba di halte lalu menggedor-gedor pintu dan meminta supir bus untuk membuka pintu, dijamin Anda tak akan digubris, walaupun Anda hanya terlambat 5 detik saja! Tapi jangan takut, bis berikutnya akan datang tidak lama, hanya dalam kurun 5-10 menit berikutnya, dan tentu saja, bis-bis itu selalu datang tepat waktu! Kembali ke cerita di awal, perjalanan bis berlangsung sangat lancar, lalu lintas yang tidak terlampau ramai dan tertib membuat saya tiba tepat waktu pada pukul 19.10 di halte bus terdekat ke rumah Sven. Halte-halte bus di Swedia seakan telah dirancang sedemikian rupa sehingga letaknya selalu berada dalam jarak berjalan kaki yang sangat dekat dengan kemanapun tujuan Anda. Pada umumnya tidak akan melebihi 15 menit lamanya. Kebetulan rumah Sven berada dalam jarak jalan kaki cukup dekat, hanya sekitar 7 menit dari halte bis. Walhasil, saya pun tiba pukul 13 menit lebih cepat dari waktu yang dijanjikan. Sesampainya di rumah Sven, udara luar menjelang musim dingin yang mulai dingin membuat saya cepat ingin masuk ke dalam menghangatkan diri. Saya pun berinisiatif langsung saja menekan bel rumahnya. Tidak lama pintu rumah terbuka, kepala Sven yang berambut pirang nongol sedikit, dengan ekspresi datar ia berkata, “Kawan, kau datang terlalu cepat, bisakah kau menunggu sebentar di depan, sampai tepat pukul 19.30?” Saya yang begitu pintu dibuka sudah memasang tampang sumringah pun berubah tercengang mendengar

Rumah Lentera | Edisi 48 Tahun ke 5, Desember 2010

ucapannya, lalu hanya bisa menjawab tak kalah datar, “Oh tentu Sven, aku akan kembali menekan bel pukul 19.30”. “Bagus, Sampai jumpa dalam beberapa menit!” ujarnya sambil menutup kembali pintu dan kembali ke dalam. Saya pun berdiri menunggu di depan rumahnya selama 12 menit dalam udara yang menusuk tulang. Meskipun saya merasa kadang-kadang mereka ini agak sedikit keterlaluan dan sampai hati, di situ saya belajar tentang bagaimana orang Swedia benar-benar menghargai waktu walau hanya semenit, bahkan sedetik! Jika kita terlambat berarti kita membuang waktu orang dan jika kita terlalu cepat berarti kita mengambil waktu orang lain. Kebersihan sebagai nafas dan kehidupan Selain waktu, bangsa eropa ini adalah orang-orang yang sangat menghargai kebersihan dan sangat tertib dalam urusan sampah. Setiap pagi dan sore mobil-mobil penyisir debu dan kotoran akan menyusuri trotoar, jalan, dan tempat umum untuk membuatnya selalu bersih dan nyaman untuk dilewati baik pejalan kaki, pesepeda, maupun pengendara mobil. Di supermarket dan swalayan, semuanya memiliki mesin otomatis dimana kita bisa menaruh dan mendaur ulang sampah botol-botol (plastik maupun kaca) dengan imbalan berupa voucher potongan harga berbelanja di supermarket tersebut. Tak perlulah kita pusing-pusing, celingukan mencari tempat sampah saat kita mau membuang bekas permen karet atau bungkus ice cream. Tempat-tempat sampah yang berada dalam kondisi terawat selalu berada dalam jangkauan tangan dimanapun kita berada, di jalan, di kampus, di kantor, di perpustakaan dan di taman-taman. Orang swedia yang pada umumnya tinggal di apartemen, termasuk saya pada waktu itu, wajib memilah sampah rumah tangganya menjadi delapan jenis dan memiliki tempat sampah khusus untuk masing-masing jenis sampah


yaitu: sampah botol kaca, sampah botol plastik, sampah kemasan aseptic (kemasan susu, tetrapak dan sejenisnya), sampah kertas, sampah kaleng/besi, sampah organik/basah, sampah alat rumah tangga (lampu, pot, dll) dan sampah berbahaya (batu baterai, dll). Dan percaya atau tidak? Setiap kali saya pergi ke basement apartemen untuk membuang sampah saya selalu mendapati masih-masing tempat sampah terisi sesuai dengan jenis sampah peruntukannya. Ini artinya, orang-orang swedia benar-benar memilah sampahnya dan membuangnya sesuai dengan aturan yang ada. Jika Rasulullah pernah bersabda bahwa “kebersihan adalah bagian dari iman seorang muslim” maka kebersihan telah menjadi menjadi nafas dan kehidupan bangsa Swedia. Kejujuran dan Rasa Aman Orang-orang swedia juga terkenal jujur dan tidak mudah mengambil barang yang bukan miliknya. Bisa jadi karena mereka secara umum memiliki tingkat kesejahteraan yang tinggi, atau mungkin karena supremasi hukum sudah ditegakkan dengan sangat tegas di sana. Kita boleh berspekulasi apapun, namun faktanya pengalaman saya secara nyata berkali-kali membuktikan kejujuran dan integritas bangsa ini. Pernah suatu hari saya tidak sengaja meninggalkan scarf saya di ruang kelas, dan seminggu kemudian ketika saya sudah mengikhlaskan scarf saya tersebut, saya masuk kembali ke kelas yang sama dan mendapati scarf tersebut masih berada

di sana tergantung dengan rapi di depan kelas. Satu hal yang saya pikir hampir mustahil terjadi jika itu adalah Indonesia. Kali lain, saya yang pelupa lagi-lagi meninggalkan sarung tangan di bis. Keesokannya saya datang ke pool bis tersebut dan di kantornya mendapati sarung tangan tersebut dalam keadaan utuh. Seorang teman yang lain menjatuhkan dompet yang juga berisi passport-nya entah di mana di dekat stasiun kereta, dalam beberapa jam ia sudah mendapatkan kembali dompet dan passport-nya lengkap dengan semua uangnya yang tak berkurang sepeserpun di bagian lost and found stasiun. Tentu akan lain ceritanya jika teman saya kehilangan dompetnya di sekitar stasiun gambir atau manggarai. Paling bagus ia akan menemui bangkai dompetnya di tempat sampah, tanpa isi! Sepeda adalah alat transportasi yang cukup umum digunakan di Swedia, ratusan bahkan mungkin ribuan sepeda diparkir di pinggir jalan, di stasiun-stasiun kereta, di dekat halte-halte bus dan di depan-depan rumah, dalam keadaan terbuka setiap harinya. Namun kasus kehilangan sepeda adalah hal yang teramat langka terjadi. Ketertiban umum, perasaan aman dan nyaman sangat nyata kita rasakan di sana. Membuat saya miris, mengapa perasaan yang sama tidak dapat saya rasakan ketika saya hidup di tanah air saya sendiri, bangsa yang katanya terkenal ramah tamah , murah senyum, tepo seliro dan

gemar menolong. Puluhan tahun saya hidup, sudah sering saya dengar sebagai muslim kita harus menghargai waktu, menjaga kebersihan dan tidak mengambil barang yang bukan milik kita. Tapi tanpa bermaksud mendewa-dewakan bangsa lain, sungguh semua hal yang mendasar itu baru benarbenar saya rasakan dan pahami benar maknanya bukan ketika saya berada di negeri saya sendiri namun justru ketika saya hidup di Swedia, bangsa yang tidak tahu apa itu Islam. Ironis memang, namun tidak berlebihanlah lantas jika saya berpendapat bahwa pernyataan yang mengklaim “bangsa barat ini lebih islami dari orang Islam di Indonesia” tidak sepenuhnya salah. Namun yang perlu digaris bawahi juga adalah pendapat saya selanjutnya yang mengatakan bahwa pernyataan ini tidak sepenuhnya benar. Sebagai sebuah masyarakat, ada banyak sisi dan nilai-nilai masyarakat Swedia yang tidak sepatutnya kita contoh dan sangat tidak islami.Yang terpenting adalah bagaimana kita sebagai muslim bisa melakukan introspeksi diri dan mengambil apa yang baik dari orang lain serta meninggalkan apa yang buruk darinya. Bukankah itu salah satu tujuan Allah SWT menjadikan kita berbangsabangsa dan bersuku-suku? Supaya kita bisa saling mengenal dan belajar dari satu sama lain. Wallahu a’lam bissawab.

MOSLEM’S SHOPPING CENTER FA S H I O N S WA L AYA N FUNCTION HALL BOOKSTORE

Jl. BKR Lingkar Selatan No. 63 Bandung Telp. (022) 521 2366 / 68 Fax. (022) 521-2367 SMS Hotline Service: 022-782-43620 Email : alifamsc@yahoo.com www.alifaku.com Facebook Group : Alifa Moslem’s Shopping Center

Rumah Lentera Muharram 1432 H

27


Selasar

Menolong Itu Menyenangkan

D

alam sebuah acara TV terangkai beberapa potongan drama kemanusiaan. Antara lain seorang ibu berusia 60 tahun yang mengisahkan hari-harinya mengurus 3 (dari 5) anaknya yang tidak mampu berjalan. Air matanya menitik ketika dengan suara bergetar dia membayangkan penderitaan anak-anaknya kalau dia meninggal lebih dahulu. Kisah ini disusul kisah nestapa yang lain. Semuanya tentang orangtua yang dengan penuh kasih sayang merawat anakanaknya yang sakit.

Di penghujung acara, seorang pengusaha tampil menyerahkan bantuan. Kebayang betapa pernyataan simpati tersebut diterima dengan syukur, apalagi karena sebagian besar mereka berasal dari keluarga miskin. Si penyerah bantuan, apapun motivasinya, ikhlas atau mengejar public relations, pasti mengalami sensasi tertentu ketika menyerahkan bantuannya. Menolong itu menyenangkan. 28

Kalimat manis tadi sempat terpampang di beberapa titik strategis. “Menolong itu Menyenangkan�, menawarkan sensasi yang timbul akibat tindakan menolong. Sensasi tersebut tak akan pernah dirasakan, kalau kita tidak melakukan tindakan menolong. Tindakan dan sensasi adalah sebab dan akibat. Bahkan penonton yang ada dalam studio saat acara TV tadi direkam, maksimal hanya akan teraduk emosinya: menitikkan air mata, mendengar kisah sedih dan kewiraan para orangtua tersebut. Mereka sekedar menonton, mereka tidak melakukan tindakan menolong. Mereka tidak berhak merasakan sensasi menolong sesama. Pengalaman bertatap muka dan mendengar sendiri kisah beberapa keluarga yang menderita akan cenderung mudah terlupakan. Tidak akan membekas dalam-dalam. Menolong adalah sebuah pengalaman, tapi beda dengan pengalaman mendengar dan menyaksikan orang menderita. Menolong adalah pengalaman yang sensasional, yang menyenangkan. Mungkin saja bukan menyenangkan secara lahiriyah, tapi lebih secara batiniyah. Ketika kita tergerak untuk menolong seorang nenek renta yang kesulitan menyeberang jalan, kita bisa menangkap getar kelegaan nenek tadi, bahkan tanpa mendengar ucapan terimakasihnya. Dan itu menyenangkan kita. Kita merasa kita telah berbuat baik, walaupun menolong orang tua menyeberang sesungguhnya adalah tindakan yang sangat lumrah. Demikianlah, tindakan menolong sebenarnya tidak punya ukuran S-M-L seperti baju. Tindakan menolong mungkin lebih terpulang ke niat menolong. Niat yang besar walaupun

Rumah Lentera | Edisi 48 Tahun ke 5, Desember 2010

Oleh AM Adhy Trisnanto*

Marketing Consultant Rumah Zakat Saat ini menjabat sebagai Sekjen Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I Pusat) dan merupakan salah seorang perintis industri periklanan moderen Indonesia

pertolongannya sederhana tetap saja akan memberi sensasi yang sama. Niat yang kecil walaupun pertolongannya besar mungkin saja tidak akan memberi sensasi besar. Kalau demikian halnya dari kacamata marketing communications, Kita memang berkepentingan untuk senantiasa membuka peluang orang mengalami dan merasakan experience, pengalaman menggunakan produk, atau brand kita. Lihat saja orang-orang yang ngantri di gerai-gerai semacam BreadTalk, atau J-Co di mal-mal. Kadang-kadang kita tidak habis mengerti, kenapa mereka maumaunya ngantri panjang dengan tertib sambil membawa nampan penuh roti. Bahkan dilihat orang yang lalu lalang lagi. Tapi, siapa tahu justru pengalaman ngantri itu memberi sensasi tersendiri. Lalu muncul pertanyaan yang mengusik: kenapa orang tidak mau antri tertib di depan loket kereta api? Kenapa mereka berdesak-desak? Kenapa pengendara motor di kota-kota besar sekarang cenderung mengabaikan rambu dan lampu lalu lintas, menyerobot dengan beringas setiap jengkal jalan yang sedikit kosong? Mungkin jawabnya: kereta api dan lalu lintas tidaklah sementereng BreadTalk dan J-Co. Dua brand terakhir ini dijaga citranya. Sementara kereta api dan lalu lintas tidak peduli terhadap citra mereknya. Toh bagaimanapun citranya, orang tetap membutuhkan kereta api dan jalanan.


Sudut Sehati

Anak Masih Suka Ngompol Salam. Bu Danti saya punya masalah, anak saya sudah usia 6 tahun, tapi dia masih saja ngompol, kira-kira apa penyebabnya ya bu dan bagaimana solusinya. Jazzakallah. Atikah, Medan

Salam, Mengompol atau biasa disebut enuresis (dalam istilah kedokteran) terbagi dalam 2 tipe, yaitu : 1. Enuresis Primer (continuous), kondisi dimana anak tidak pernah benarbenar kering di malam hari, sejak ia lahir sampai saat ini. Hal ini biasanya berkaitan dengan ‘tertundanya’ perkembangan otot atau syaraf yang mengendalikan keinginan buang air atau ada masalah pada saluran kencingnya. Salah satu penyebabnya adalah gagalnya proses saat pertama kali toilet training. Sebaiknya ibu memeriksakan pada dokter anak untuk memastikannya. 2. Enuresis Sekunder (discontinuous), kondisi dimana anak sudah benar-benar kering dimalam hari (setidaknya 3 bulan), lalu tiba-tiba mulai mengompol kembali. Hal ini seringkali disebabkan adanya rasa khawatir dan kecemasan (tekanan eksternal) terhadap situasi yang sedang dihadapi, sehingga kehilangan kontrol atas keinginan buang airnya saat tidur. Misalnya, kelahiran adik , pertengkaran dengan sahabat, pindah rumah atau perceraian. Ada beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk mencegah anak mengompol, antara lain : • Mengatur jadwal untuk buang air kecil secara rutin. Kebanyakan anak mengompol karena terlalu lelap tidurnya (ada malam hari) atau terlalu asyik bermain (pada siang hari) sehingga ia tidak dapat lagi menahan kandung kemihnya yang penuh. Perhatikan periode dimana anak biasa buang air. Pada siang hari, Anda bisa mengingatkan dan mengajak anak ke toilet untuk buang air sesaat sebelum periode itu. Misalnya setiap 2 jam sekali, atau sebelum dan sesudah melakukan aktifitas. Pada malam hari, dorong anak untuk ke toilet sebagai aktifitas

terakhir yang ia lakukan sebelum tidur. Anak seringkali lupa melakukannya, lalu merasa enggan jika sudah nyaman ditempat tidur. • Menggunakan sistem alarm. Pada waktu-waktu tertentu ibu harus membangunkan anak untuk mencegahnya mengompol di malam hari. Dalam beberapa kasus, jika dilakukan secara rutin dan konsisten, hal ini cukup berhasil karena pada akhirnya terbentuk suatu alarm biologis, sehingga tanpa dibangunkan lama kelamanaan anak akan terbangun pada jam tersebut. Namun masalahnya, cara ini membuat ibu yang harus bertanggungjawab atas kontrol kandung kemihnya dan bukan anak sendiri. Lama kelamaan ia akan mengandalkan ibu agar pergi ke toilet. • Mengurangi minuman menjelang tidur. • Untuk enuresis sekunder, Ibu perlu segera mengetahui situasi/ kejadian apa yang membuatnya cemas/ khawatir dan segera menyelesaikannya. Sediakan waktu lebih banyak (10-15 menit) sesaat sebelum tidur untuk berbincang dengan anak tentang aktifitasnya seharian ini. Urai masalah yang dihadapinya yang mungkin menimbukan kecemasan tersendiri, sehingga anak dapat tidur dalam keadaan relax, karena ia yakin bahwa ibu memperhatikannya dan selalu mensupportnya. Perbanyak interaksi Ibu dengan anak, disini ibu memiliki banyak waktu untuk mengamati perubahan perilakunya dan mencoba mengurai konflik dan kecemasasan yang mungkin belum terselesaikan. • Menggunakan papan bintang. Cara ini biasanya cukup efektif untuk menangani enuresi primer. Pasang papan ini disamping tempat tidurnya, jelaskan penggunaannya. Tempelkan bintang

Danti Soegijardjo,Psi

Psikolog Anak dan Keluarga ini menyelasaikan studi S1 di Psikologi Unpad. Kini menjadi Assesor di sejumlah perusahaan terkemuka, Konsultan dan Trainer PAUD, Supervisor Trauma Healing, serta Dosen di Universitas Pendidikan Indonesia

untuk setiap keberhasilannya bangun pagi dalam keadaan kering dan kosong jika anak mengompol. Gunakan katakata positif untuk terus memotivasinya dan menunjukkan bahwa ibu selalu mendukungnya, seperti “ Ibu tahu kamu kecewa, tapi ibu yakin tempat tidurnya pasti kering besok pagi.” Evaluasi terus keberhasilannya , puji untuk setiap bintang yang ia peroleh. Gali perasaan anak ketika ia mendapati tempat tidurnya kering dan Teruslah memotivasinya untuk mencapai yang lebih baik. Jika metode ini berhasil, gunakan selama periode 4 minggu. Berhentilah sementara, jika anak tidak berhasil dengan cara ini. • Konsekuensi. Beberapa orang tua memeberi konekuensi bagi anak yang mengompol dengan memintanya membersihkan tempat tidurnya yang basah. Mulai dari mengganti seprai, menjemurnya sampai mencuci. Ibu bisa menerapkan hal ini untuk melatihnya bertanggung jawab dengan apa yang terjadi. Sesuaikan konsekuensi dengan kemampuan anak, jangan sampai terlalu berat sehingga justru menimbulkan kecemasan dan tekanan baru. • Jangan memarahinya. Hal itu tidak ada gunanya. Gunakanlah kata-kata positif seperti ‘ kering’ dan ‘tidak kering’ dari pada ‘basah’. Ini akan mebantu memnciptakan cara berpikir yang lebih optimis pada anak • Melatih otot pengendali buang air. Jika anak menaruh minat besar untuk segera mengakhiri ‘masa mengompol’nya, ajak ia sedikit bereksperimen sambil berlatih. Gunakan balon untuk memberi gambaran bagaimana kantung kemihnya bekerja. Isi balon dengan air. Peragakan apa yang terjadi jika balon penuh dan ujungnya tidak diikat. Setelah anak mendapat gambaran, ajak anak untuk melatih otot-otot di kantung kemihnya untuk bisa ‘mengikat’. Rumah Lentera Muharram 1432 H

29


Bilik Klinik

dr. Yudi Feriandi

General Manager Rumah Sehat Indonesia Pernah menjadi Mahasiswa Terbaik di Fakultas Kedokteran Unpad Bandung Tahun 2005 Dan menjadi juara pertama lomba karya tulis ilmiah Hypertension Awareness Program 2007

Wa’alaikumsalam Warahmatullaahi Wabarakaatuh, sebelumnya kami ucapkan selamat pada saudari Mela di Palembang yang akan segera menggenapkan setengah Diennya semoga pernikahan nanti menjadi pernikahan yang penuh keberkahan dariNya. Amin. Pernikahan merupakan suatu peristiwa kehidupan yang membahagiakan. Begitu indah dan istimewanya pernikahan bagi calon mempelai, sehingga peristiwa tersebut akan dipersiapkan secara sungguh-sungguh. Oleh karena itu, relevan sekali pertanyaan Mbak Mela, para pakar kesehatan sendiri sangat menganjurkan kepada calon mempelai untuk memasukkan kegiatan pemeriksaan kesehatan sebelum pernikahan (Medical Check Up Pra Nikah) ke dalam rangkaian persiapan pernikahan. Memang di kalangan masyarakat Indonesia, pemeriksaan kesehatan sebelum pernikahan belum terbiasa dilakukan. Menelusuri riwayat kesehatan keluarga, terutama keluarga calon pasangan masih dianggap hal yang tabu. Selain itu, adanya rasa takut dari calon mempelai akan adanya pembatalan pernikahan seandainya dari pemeriksaan ditemukan penyakit atau kelainan tertentu. Hal ini sebenarnya terjadi karena sebagian masyarakat Indonesia belum memahami arti dan tujuan dari pemeriksaan kesehatan pra nikah itu sendiri. Untuk menyingkirkan rasa takut dan anggapan tabu, kita perlu mengetahui tujuan dan manfaat dari pemeriksaan kesehatan sebelum pernikahan. Tujuan dari Medical Check Up Pra Nikah adalah untuk melakukan pencegahan terhadap kemungkinan penyakit bawaan dari keluarga masingmasing, yang harus disikapi secara bijaksana. Dengan mengetahui sedini mungkin kondisi kesehatan masing-masing calon mempelai, maka akan lebih mudah melakukan upaya pencegahan yang mungkin bisa menyebabkan kelainan bagi keturunannya atau keguguran. Selain itu tujuan pemeriksaan kesehatan pra nikah

30

Medical Check Up Pra Nikah Assalamu’alaikum Dokter Yudi, saya berencana menikah dalam waktu dekat, saya ingin menanyakan apa saja pemeriksaan pra nikah? Kapan waktu yang tepat untuk pemeriksaan tersebut? Terimakasih Dok atas jawabannya. Mela-Palembang.

juga bertujuan untuk â&#x20AC;&#x153;menjagaâ&#x20AC;? keutuhan dan keindahan rumah tangga sejak dini, dengan mengetahui penyakit-penyakit dan resiko kesakitan sejak dini maka pasangan suami istri bisa segera berobat atau saling mengingatkan untuk menjaga kesehatan pasangannya msing-masing. Misalkan dari pemeriksaan gula darah ternyata gula darah puasa calon mempelai pria di angka 120 mg/dl (normal < 110 mg/dl dan kencing manis > 126 mg/dl). Dengan kadar gula darah puasa seperti itu maka calon suami sudah terkategori beresiko tinggi terkena kencing manis apabila pola hidupnya tidak diatur dengan baik. Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai menjadikan pemeriksaan kesehatan pranikah sebagai ajang membuka aib apalagi prasyarat utama yang bisa menggugurkan proses yang sedang dijalani. Kadang ketakutan akan hal ini yang menyebabkan calon pasutri memilih untuk tidak menjalani medical check up pra nikah. Sekali lagi ditegaskan bahwa manfaat yang didapat dari Medical Check Up Pra Nikah, yaitu : 1. Dapat mengetahui status kondisi kesehatan calon mempelai secara umum. 2. Apabila terdapat permasalahan kesehatan dapat segera ditangani. 3. Membantu mempersiapkan mental bagi calon mempelai. Waktu yang paling ideal sesuai rekomendasi pakar kesehatan adalah 6 (enam) bulan sebelum pernikahan, namun tidak ada kata terlambat untuk melakukannya, dapat dilakukan kapan saja sebelum anda melangsungkan proses pernikahan. Berikut adalah pemeriksaan Medical Check Up Pra Nikah yang seyogianya dilakukan oleh calon pasangan suami istri, meliputi :

1. Analisa Hematologi (pemeriksaan darah), meliputi: pemeriksaan hemoglobin, leukosit, eritrosit, trombosit, hitung jenis sel. Pemeriksaan ini berguna untuk melihat berbagai

Rumah Lentera | Edisi 48 Tahun ke 5, Desember 2010

penyakit mulai dari kelainan darah, anemia, infeksi, kelainan pembekuan darah karena gangguan trombosit. 2. Gambaran Darah Tepi, untuk mengetahui kelainan penyakit darah, seperti Thalasemia Trait. 3. Laju Endap Darah (LED), untuk mengetahui proses inflamasi (peradangan), adanya penyakit kronis yang menyebabkan LED meningkat seperti Tuberkulosis (TBC), dsb. 4. Golongan darah dan Rhesus faktor, untuk mengetahui kemungkinan golongan darah calon bayi, dan resiko gangguan janin akibat perbedaan Rhesus faktor dan golongan darah sehingga dapat diantisipasi sedini mungkin. 5. Urine rutin, untuk memantau fungsi ginjal dan saluran kemih. 6. Glukosa Puasa, untuk mengetahui penyakit kencing manis (Diabetes Mellitus) atau adanya faktor resiko yang dapat mengarah ke penyakit kencing manis. 7. HbsAg, untuk mengetahui adanya penyakit hati (Hepatitis B). 8. VDRL, untuk mengetahui kemungkinan adanya penyakit sifilis. 9. Rontgen Dada, untuk melihat kelainan paru-paru, jantung dan rongga dada. 10.TORCH (untuk calon mempelai wanita), untuk mendeteksi adanya infeksi oleh parasit Toxoplasma, virus Rubella, virus Cytomegalo, dan virus Herpes, yang bila menyerang wanita hamil dan dapat menyebabkan keguguran, kelainan pada janin (cacat janin) serta kelahiran prematur. Sebaiknya sebelum pemeriksaan di laboratorium Anda mengunjungi dokter keluarga Anda. Demikian mba Mela, semoga bermanfaat untuk bekal berumah tangga nanti.


Bale Konsul

Merayakan Tahun Baru Masehi Assalamu’alaikum. Ustadz Kardita, setiap tahun keluarga saya merayakan tahun baru masehi. Tahun lalu kami pergi ke pantai menonton kembang api. Tahun sebelumnya kami mengundang saudara datang ke rumah untuk makan-makan bersama lalu meniupkan terompet saat malam tahun baru tiba. Sebenarnya boleh tidak ya merayakan tahun baru masehi? Indra, Jakarta Wa’alaikumsalam wr wb. Sobat Indra yang dimuliakan Allah, ada beberapa pendapat yang berbeda tentang hukum merayakan tahun baru masehi. Sebagian mengharamkan dan sebagian lainnya membolehkannya dengan syarat. 1. Pendapat yang Mengharamkan Mereka yang mengharamkan perayaan malam tahun baru masehi, memiliki beberapa argumentasi diantaranya: a. Perayaan malam tahun baru adalah ibadah orang kafir. Perayaan malam tahun baru pada hakikatnya adalah ritual peribadatan para pemeluk agama bangsa-bangsa di Eropa, baik yang Nasrani atau pun agama lainnya. Sejak masuknya ajaran agama Nasrani ke Eropa, beragam budaya paganis (keberhalaan) masuk ke dalam ajaran itu. Salah satunya adalah perayaan malam tahun baru. Bahkan menjadi satu kesatuan dengan perayaan Natal yang dipercaya secara salah oleh bangsa Eropa sebagai hari lahir Nabi Isa. Walhasil, perayaan malam tahun baru masehi itu adalah perayaan hari besar agama kafir. Maka hukumnya haram dilakukan oleh umat Islam. b. Perayaan malam tahun baru menyerupai perbuatan orang kafir. Meski barangkali ada yang berpendapat bahwa perayaan malam tahun tergantung niatnya, namun paling tidak seorang muslim yang merayakan datangnya malam tahun baru itu sudah menyerupai ibadah orang kafir. Dan sekedar menyerupai itu pun sudah haram hukumnya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Siapa yang menyerupai pekerjaan suatu kaum (agama tertentu), maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR. Abu Daud). c. Perayaan malam tahun baru penuh maksiat. Sulit dipungkiri bahwa

kebanyakan orang-orang merayakan malam tahun baru dengan minum khamar, berzina, tertawa dan hurahura. Bahkan bergadang semalam suntuk menghabiskan waktu dengan sia-sia. Padahal Allah SWT telah menjadikan malam untuk berisitrahat, bukan untuk melek sepanjang malam, kecuali bila ada anjuran untuk shalat malam. Maka mengharamkan perayaan malam tahun baru buat umat Islam adalah upaya untuk mencegah dan melindungi umat Islam dari pengaruh buruk yang lazim dikerjakan para ahli maksiat. d. Perayaan malam tahun baru adalah bid`ah. Syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW adalah syariat yang lengkap dan sudah tuntas. Tidak ada lagi yang tertinggal, sehingga apabila seseorang melakukan suatu kegiatan ritual keagamaan misalnya membaca ayatayat tertentu, atau sholat dengan bilangan tertentu yang dihubungkan dengan malam tahun baru masehi maka hukumnya bid’ah. 2. Pendapat yang Membolehkan Pendapat yang menghalalkan berangkat dari argumentasi bahwa perayaan malam tahun baru Masehi tidak selalu terkait dengan ritual agama tertentu. Semua tergantung niatnya. Kalau diniatkan untuk beribadah atau ikutikutan orang kafir, maka hukumnya haram. Tetapi jika tidak diniatkan mengikuti ritual orang kafir, maka tidak ada larangannya. Mereka mengambil perbandingan dengan liburnya umat Islam di hari natal. Kenyataannya setiap ada tanggal merah di kalender karena natal, tahun baru, kenaikan Isa, paskah dan sejenisnya, umat Islam pun ikutikutan libur kerja dan sekolah. Bahkan bank-bank syariah, sekolah Islam,

Kardita Kintabuwana, Lc, MA,

Dewan Syariah Rumah Zakat yang merupakan lulusan Jami’ah Al Islamiyah Madinah (Lc.) dan Universitas Islam Antar Bangsa Malaysia (MA) ini kini tengah mengambil program Doktor Ekonomi Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

pesantren, departemen Agama RI dan institusi-institusi keIslaman lainnya juga ikut libur. Apakah liburnya umat Islam karena hari-hari besar kristen itu termasuk ikut merayakan hari besar mereka? Umumnya kita akan menjawab bahwa hal itu tergantung niatnya. Kalau kita niatkan untuk merayakan, maka hukumnya haram. Tapi kalau tidak diniatkan merayakan, maka hukumnya boleh-boleh saja. Demikian juga dengan ikutan perayaan malam tahun baru, kalau diniatkan ibadah dan ikut-ikutan tradisi bangsa kafir, maka hukumnya haram. Tapi bila tanpa niat yang demikian, maka bolehboleh saja hukumnya. Adapun kebiasaan orang-orang merayakan malam tahun baru dengan minum khamar, zina dan serangkaian maksiat, tentu hukumnya haram. Namun bila yang dilakukan bukan maksiat, tentu keharamannya tidak ada. Yang haram adalah maksiatnya, bukan merayakan malam tahun barunya. Misalnya, umat Islam memanfaatkan event malam tahun baru untuk melakukan hal-hal positif, seperti memberi makan fakir miskin, menyantuni panti asuhan, membersihkan lingkungan, bersilaturahmi dengan keluarga, muhasabah dan introspeksi diri dan sebagainya. Mudah-mudahan penjelasan ini bermanfaat. Wallahu a’lam bishshawab.

Rumah Lentera Muharram 1432 H

31


Terima Kasih

32

Rumah Lentera | Edisi 48 Tahun ke 5, Desember 2010


Service point Jakarta - Matraman 021-85918020 Fax : 021-85918021 Jakarta - Menara Thamrin 021-2300733/021-95578600 Fax : 021-2300733 Jakarta - Rasuna Epicentrum 021-94740907 Jakarta - Pondok Indah 021-7396908 Jakarta - Kebon Jeruk 021-30061522 Fax : 021-30061522 Jakarta - Kebayoran Baru 021-7234039 Fax : 021-7234039 Jakarta - Harsono 021-78842287 Fax : 021-7884287 Jakarta-Kelapa Gading 021-46828867 Ciputat 021-26329700 Tangerang 021-5588811 Bekasi 021-88851159 Fax : 021-88851159 Cikarang 021-89840661 Fax : 021-89840661 Depok 021-23711522 Fax : 021-77824992 Bogor 0251-8378945 Cilegon 0254-385443 Bandung - Turangga 022-7317400 Fax : 022-7332451 Bandung - Dago 022-70773297 Bandung-Alifa 022-70100696 Bandung - Antapani 022-70739192 Cimahi 022-70723062 Cirebon 0231-231670 Fax : 0231-231670 Semarang 024-70780960 Yogyakarta 0274-377671 Fax : 0274-377671 Solo 0271-7072671 Surabaya 031-5914145 Fax : 031-5914145 Malang 0341-351932 Sidoarjo 031-78458991 Fax : 031-8941763 Gresik 031-78458992 Fax : 031-3954947 Jember 0331-4068855 Kediri 0354-7604700 Aceh 0651-7429692 Medan - Setiabudi 061-77812344 Fax : 061-8227435 Medan-Hotel Deli 061-4528638 Padang 0751-7873238 Palembang 0711-7005100 Pekanbaru 0761-7097276 Fax :0761-44447 Bandar Lampung 0721-255813 Batam 0778-468024 Fax : 0778-468024 Banjarmasin 0511-4311322 Pontianak

0561-736809

Samarinda 0541-7766033 Balikpapan 0542-873411 Fax : 0542-873411 Makassar 0411-2332124 Jayapura 0967-571692

Jl. Matraman Raya No.148 Blok A1 No.5 - Jakarta Timur. Basement Floor R.05, Jl. M.H Thamrin Kav. 3 Jakarta Pusat. Rasuna Office Park, No.LR.02, Apartemen Taman Rasuna, Tower 8, Jl. HR. Rasuna Said Kuningan - Jakarta Selatan. Jl. Radio Dalam Raya No.47B Pondok Indah Business Park Kebon Jeruk, Jl. Raya Meruya Ilir No.88 Blok E2 No.15 Kebon Jeruk - Jakarta Barat. Jl. Wijaya 1 Kel. Petogogan, Kec. Kebayoran Baru - Jakarta Selatan. Jl. RM. Harsono No.15A Kel. Ragunan, Kec. Pasar Minggu - Jakarta Selatan. Jl. Terusan Boulevard Timur Raya No.14 RT 05 RW 02 Taman Rempoa Indah, Jl. Delima Jaya Ciputat Jl. Beringin Raya No.144B Perumnas - Tangerang. Jl. Veteran No.110 B Bekasi Selatan - Bekasi. Pavillion Shop, Jl Industri Utara No.9 Jababeka 2 Cikarang Jl, Tole Iskandar, Ruko Griya Depok Asri Blok B1 No.2C - Depok. Jl. Pandawa Raya Blok IB No.9, Komplek Indraprasta, Kel. Bantar Jati, Kec. Bogor Utara - Bogor. Jl. Letjend R. Suprapto No.25G - Cilegon. Jl. Turangga No.33 - Bandung. Jl. Ir. Juanda No.91 - Bandung. Jl. BKR Lingkar Selatan No. 63 Bandung Jl. Terusan Jakarta No.77 Kec. Antapani - Bandung. Jl. Gedung Empat No.E.3 Gatot Subroto - Cimahi. Jl. Kartini No.70 - Cirebon. Jl. Dr. Sutomo No.53 - Semarang. Jl. Veteran No.9 Kel. Mujamuju, Kec. Umbulharjo - Yogyakarta. Jl. Kali Larangan No.39 Kel. Jayengan, Kec. Serengan - Surakarta. Jl. Raya Nginden No.29 - Surabaya. Ruko Istana, Jl. W.R Supratman C3 Kav.19 - Malang. Jl. Yos Sudarso No.92 - Sidoarjo. Jl. Sumatra No.27A, Ruko Gresik Kota Baru - Gresik. Jl. Karimata No.60A - Jember. Jl. Kartini No.10 Kel. Bocangan, Kec. Kota - Kediri. Ruko Lamlagang, Jl. Sultan Malikul Saleh, Kel. Lamlagang, Kec. Banda Raya - Aceh. Jl. Setiabudi No. 32D Medan Sunggal - Medan. Hotel Deli lt.1, Jl. Balai Kota No. 2 Medan Jl. Diponegoro No.15 F - Padang. Jl. Basuki Rahmat No.2 Kel. Ario Kemuning, Kec. Kemuning - Palembang. Jl. Tuanku Tambusai No.34 D Kel. Jadirejo, Kec. Sukajadi - Pekanbaru. Jl. Jend Sudirman No.59 Kel. Rawa Laut, Kec. Tekate - Bandar Lampung. Komplek Lotus Garden Blok A No.8 Kel. Teluk Tering, Kec. Batam Kota - Batam. Ruko Mandiri Permai, Jl. Sultan Adam No.12 Kel. Surgi Mufti, Kec. Banjarmasin Utara - Banjarmasin. Jl. Irian No.35 Kel. Akcaya, Kec. Pontianak Selatan - Pontianak. Gedung BIEC, JL. M. Yamin No.82 Kel. Tempaja Utara, Kec. Samarinda Utara - Samarinda. Jl. MT. Haryono, Ruko Balikpapan Baru Blok D4 No.6 Kel. Damai, Kec. Balikpapan Selatan - Balikpapan. Jl. A.P. Pettarani Komp. New Zamrud Blok G No.2, Kel. Buakana, Kec. Rappocini - Makassar. Jl. Perumnas I No.25 Kel. Harem, Kec. Waena - Jayapura.

Rumah Bersalin Gratiis Bandung 022-7304115 Jl. Gatot Subroto No. 253, Batu Nunggal - Bandung. Jakarta 021-4757466 Jl. Pulo Asem Timur Raya No.18 Pulogadung - Jakarta Timur. Semarang 024-8446705 Jl. Lamper Tengah Raya No.670 A, Semarang Selatan - Semarang. Yogyakarta 0274-377891 Jl. Parangtritis No.7 Dusun Timuran - Yogyakarta. Medan 061-8214957 Jl. Setia Budi No. 46 Medan Selayang - Medan. Surabaya031-5630109 Jl. Hamzah Fansyuri No.23 - Surabaya. Pekanbaru 0761-37022 Jl. Nenas No.11 Kec. Sukajadi - Pekanbaru. Empowering Centre Bandung Jl. Lemah Neundeut II No. 160/142 B Kec. Cibeunying - Bandung. Medan Jl. Balai Desa No.5 Medan Sunggal - Medan. Yogyakarta Jl. Tukangan No.59B Danurejan - Yogyakarta. Tangerang RT.09/RW.02 Neglasari - Tangerang. Jakarta Selatan Jl. Kemuning RT.11/RW.06 Pasar Minggu - Jakarta Selatan. Jakarta Timur Jl. Pulo Asem Utara III RT.09/RW.01 Pulogadung - Jakarta Timur. Cimahi Jl. Bukanagara, RT.02/RW.01 Lembang - Cimahi. Semarang Jl. Lamper Tengah, No.566D Semarang Selatan - Semarang. Surabaya Jl. Gundih II No.30 A Bubutan - Surabaya. Pekanbaru Jl. Pesisir Gang Rumbio, Rumbai Pesisir - Pekanbaru. Palembang Jl. Balap Sepeda RT.43/RW.13 Ilir Barat I-Palembang. Batam Tanjung Uma RT.01/RW.08, Lubuk Baja - Batam. Banjarmasin Jl. HKSN Komplek AMD Permai Blok K RT.23 No.05, Banjarmasin. Makassar Jl. Rege No. 79 Tallo - Makassar. Bandung Jl. Adiwinangun No.6 RT.08/RW.06 Batununggal - Bandung. Sekolah Dasar Juara Bandung 022-70870832 Terusan Katamso, Jl. Sukarajin I Cikutra - Bandung. Cimahi Selatan 022-76217822 Gg. Mesjid, Jl. Melong Raya, Komplek Cijerah II Blok 2 , Cimahi. Jakarta Pusat 021-6316638 Jl. Sangihe Dalam Blok E No. 24 Cideng Gambir Pekanbaru 0761-7746329 Jl. Wonosari, Komplek Mesjid Baitul Makmur, Pekanbaru. Yogyakarta 0274-565849 Jl. Gayam No.09 Gondokusuman - Yogyakarta. Surabaya 031-5924384 Jl. Medokan Semampir Indah No.25 - Surabaya. Jakarta Selatan 021-7821907 Jl. Kebagusan I, Gg. H. Marjuki RT.02/RW.02 No.39 Jakarta Selatan Medan 061-8475837 Jl. Sunggal No.118A Medan Sunggal - Medan. SMP Juara Bandung Ruko Patra Mas A. 15 Jl. Soekarno Hatta By Pass

247 80000 9000 880 1111 042

2 700 005599 1000 859 172

00300 1111 5


Tak terasa 2010 akan terlewati. Sudahkah Anda tunaikan

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati (Q.S. Al Baqarah : 274)

Call centre 0804 100 1000 SMS centre 0815 7300 1555 www.rumahzakat.org

Source : http://www.shant.me

zakat profesi tahun ini?


Rumah Lentera Edisi Desember