Page 1

7

EDISI 259, SELASA, 28 MEI 2013

Pendidikan

Kepsek SMPN 4 Bandarjaya Dilaporkan ke Kejari GUNUNGSUGIH, FS- LSM Forum Warga Lampung Tengah (FWLT) melaporkan SMPN 4 Bandarjaya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungsugih lantaran tidak transparan terhadap wali murid dan komite sekolah. Ketua LSM-FWLT, Soemarsono, menjelaskan kepada wartawan Harian Fajar Sumat-

era, di kantornya yang berlokasi di Seputihjaya, Gunungsugih, kemarin, pengaduan

tersebut berkaitan dengan dugaan penyelewengan bantuan operasional sekolah (BOS) oleh Kepala SMPN 4 Bandarjaya, pada tahun ajaran 2011/ 2012 dan 2012/2013. “Surat pengaduan LSM FWLT Lamteng dilayangkan ke Kejaksaan Negeri Gunungsugih, diterima Kasi Intel pada tanggal 24 Mei,” katanya.

Dia menjelaskan, berdasarkan penelusuran FWLT, sekolah tersebut memiliki siswa sebanyak 670 orang, secara khusus FWLT tidak merincikan dana yang diduga diselewengkan oknum Kepala sekolah tersebut dua periode tahun ajaran. Padahal dana BOS untuk siswa setingkat SMP/SMTP

adalah Rp710 ribu per tahun per murid. “Jadi kemana Bos itu? Sementara, ruang belajar berikut meja kursi untuk proses belajar mengajar di sekolah tersebut banyak yang rusak, dan kamar kecil sekolah rusak saja tidak pernah mendapat sentuhan perbaikan, “ ujar [FS-suto] Soemarsono.

BEM-Puskom Unila Gelar Pelatihan Website Tanjungkarang, FS- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Univeristas Lampung (Unila) bekerjasama dengan Unit Pelaksana Teknis Pusat Komputer (UPT Puskom) Unila menggelar Pelatihan Pembuatan Website Lembaga Kemahasiswaan. Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium Komputer UPT Puskom Unila, Senin (27/5). Kepala UPT Puskom Unila, M. Komarudin, M.T, mendelegasikan Harno, S.I.Kom. sebagai instruktur pelatihan. Di hadapan 31 peserta dari berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unila, Harno menjelaskan dasar-dasar pembuatan website secara offline. Pascapelatihan UPT Puskom akan membuatkan domain bagi setiap UKM yang mengikuti pelatihan. Nantinya mereka akan mendapatkan login dan password untuk mengakses website-nya. Saat technical meeting, Jumat (24/5), Pembantu Rektor Unila bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Sunarto, M.H. menyatakan, mahasiswa Unila memiliki berbagai prestasi, baik akademik maupun nonakademik. “Contohnya, mahasiswa Unila meraih juara pertama Regional Future Energy Challenge (RFEC) tingat ASEAN dan Juara Lomba Rancang Kuda-kuda Tingkat Nasional V. Hal ini sangat baik jika dipublikasikan lewat website UKM dan dapat membantu peringkat webometric Unila,” katanya. [FS-Oksi Juniardi]

LANTARAN tidak transparan terhadap wali murid dan komite sekolah, LSM Forum Warga Lampung Tengah (FWLT) melaporkan SMPN 4 Bandarjaya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungsugih.

PSF Bantu 30 Siswa Tak Mampu Kotabumi, FS- Sebagai upaya mengurangi angka putus sekolah di kalangan remaja, Putera Sampoerna Foundation (PSF) dan mitra, memberikan beasiswa kepada 30 siswa SMA sederajat berprestasi dari keluarga pra-sejahtera di Kabupaten Lampung Utara (Lampura), Senin (27/5).

Para penerima beasiswa itu, seluruhnya warga Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampura. Erwin Marpaung selaku Donor Reletion Program PSF, menjelaskan tiap siswa memperoleh Rp2,5 juta yang disalurkan melalui rekening masing-masing. Bantuan diberikan untuk peri-

ode 1 tahun masa pendidikan 2013/2014, yang mencakup bantuan pembayaran SPP, pembangunan, tunjangan buku pelajaran dan seragam sekolah. Dia menjelaskan, kerja sama antara PSF dan para mitranya merupakan bagian dari program kerja sama publik dan swasta (Public-Private Partnership) un-

tuk meratakan akses dan meningkatkan kualitas pendidikan demi menciptakan masa depan Indonesia yang lebih baik. Sementara itu,, Tatang, Lurah Tanjung Harapan, menyampaikan rasa bangga kepada PSF yang menunjukkan bentuk kerjasama yang baik dengan pemerintah saerah setempat, den-

gan cara ikut serta memperdulikan masyarakat Lampura, melalui beasiswa. Ade, penerima beasiswa, mengaku sangat senang mendapatkan beasiswa. “Uangnya akan saya gunakan keperluan [FS-Vicko] sekolah.”

„ Kasus Sarjana Tanpa Skripsi

Sugeng Tunggu Keputusan Irjen Tanjungkarang, FS- Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S, masih menunggu keputusan Irjen soal Fajrin, mahasiswa yang lulus tanpa skripisi. Dia berjanji apapun rekomendasi Irjen akan dilakukan, meski harus menarik ijazahnya. Janji Rektor itu terungkap dalam diskusi forum evaluasi yang digelar mahasiswa, Rektor, dan dekan. “Forum evaluasi ini merupakan pembahasan berbagai permasalahan yang terjadi di Unila,” kata

Ketua BEM-Unila Ajrun Fatahillah mewakili mahasiswa didalam diskusi tersebut juga menanyakan Fajrin, yang lulus tanpa skripsi di perpustakaan, kedua meminta solusi kepada Rektor Unila untuk menindak oknum pegawai yang KKN di balai bahasa, ketiga online yang jebol oleh mahasiswa. “Permasalah yang penting lainnya adalah jual beli nilai, pelayanan adiministrasi, dan beasiswa yang tidak tepat sasaran. Untuk itu kami meminta menjadi tim verifikasi unila su-

paya beasiswa yang ada tepat sasaran, “ Kata Arjun, di ruang pertemuan, Senin (27/5) Sementara itu, menanggapi hal itu, Rektor Unila, berjanji menindak tegas siapapun yang menyimpang. Kemudian, Sugeng menjelaskan, Unila akan membuat Posko anti drop out dan anti putus sekolah sesuai dengan keputusan Kemendikbud. Tujuannya membantu para mahasiswa supaya tidak putus sekolah. [FS-Oksi Juniardi]

Wamendikbud Paparkan Keunggulan Kurikulum Baru

Musliar Kasim

Jakarta, FS-Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud), Musliar Kasim, memaparkan keunggulan kurikulum 2013 lewat Seminar Nasional Menyongsong Kurikulum 2013 Wujudkan Indonesia Cerdas 2020. “Keinginan untuk memaparkan dan menjelaskan tentang kurikulum 2013 sudah lama, karena dalam perumusannya melibatkan sekitar 500 pakar dan ahli di bidangnya,” ujarnya. Menurut dia, upaya penyempurnaan kurikulum 2013 karena melihat hasil tren pelajaran matematika internasional, menunjukkan hasil dari matematika, bahasa dan sains anak-anak Indonesia nilainya rendah. Peserta didik dari Indonesia, hanya mampu menjawab soal-soal yang level kategori rendah hingga menen-

Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S

gah saja, artinya bisa mencapai intermediate, sedangkan anak-anak dari berbagai negara seperti China, Korea dan Jepang termasuk Singapura, sudah dapat menjawab soal yang sulit dan level lanjutan. Ia mengatakan, jika dilihat data pada nilai matematika anak didik pada 2007 lebih tinggi dibandingkan pada 2011—hanya mampu menjawab soal-soal hafalan. Oleh karena itu, tiga mata pelajaran (bahasa, matematika dan sejarah) untuk tingkat SMA menjadi wajib dan posisi terdepan dibandingkan yang lainnya. Menurut dia, mencetak generasi yang berkualitas dan berdaya saing dengan kompetisi sesuai tuntutan dunia abad 2021, maka perlu dibentuk karakter dan keil[FS-net] muan dari sekarang.

Sekolah Bisa Daftar Pelatihan Kurikulum Jakarta, FS-Sekolah yang tidak ditunjuk untuk mengikuti pelatihan Kurikulum 2013 tetap bisa mengikuti pelatihan asal mendaftar ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Bedanya, kalau ditunjuk akan mendapatkan pelatihan dan buku gratis, sedangkan kalau mendaftar akan mendapatkan pelatihan gratis, tapi bukunya mem-photo copy sendiri,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh. “Jadi, semua sekolah akan menerapkan Kurikulum 2013 dalam tiga tahun kedepan, karena pelatihan guru untuk tahap pertama akan dilakukan bagi guru kelas I dan IV SD, guru kelas VII SMP, dan guru kelas X SMA. Tahun berikutnya untuk kelas II dan V SD, kelas VIII SMP, dan kelas XI SMP, lalu tahun ketiga untuk guru kelas III dan VI, kelas IX SMP dan kelas XII SMA,” katanya. Mendikbud mengatakan penerapan Kurikulum 2013 juga dilaksanakan secara terbatas, sehingga ada sekolah yang ditunjuk untuk mengikutinya lebih awal, karena keterbatasan anggaran pemerintah. “Karena itu, angkatan pertama akan ada sekitar 6.000 sekolah yang mengikusertakan gurunya untuk dilatih, tapi sekolah lain bisa saja mengikutinya dengan cara mendaftar. Syaratnya ya itu tadi, photo copy buku sendiri,” katanya. Menurut dia, kesiapan dalam penerapan Kurikulum 2013 itu ditentukan tiga hal penting yakni penyiapan guru melalui pelatihan, perubahan ‘mindset‘ guru untuk mau berubah, dan pen[FS-net] dampingan guru hingga menguasai kurikulum itu.


Pendidikan  

edisi 259, Selasa 28 Mei 2013

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you