Page 1

EDISI 11

BULETIN FISIP KOMUNIKASI UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG

M ENEMBUS CAKRAWALA Jejaring Sosial Membuatku Terlena

JEJARING SOSIAL,

FOKUS

tanda kemajuan atau penghambat kemajuan bangsa ?

@rotasinews |

Rotasinews KomunikasiUbl |

rotasinewsubl@gmail.com |

OPINI

www.rotasinews.com


REDAKSI Salam Redaksi

M

edia Sosial saat ini sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian orang, khususnya mahasiswa. Sebagai alat untuk mengekspresikan diri di media maya (internet), mencari informasi, berbelanja, berdagang, dan sebagainya. Namun, perkembangan beragam media sosial sekarang semakin memberikan layanan yang berbeda dan saling menarik simpati penggunanya. Mulai, dari Facebook, Tiwitter, Yahoo Masanger, Path, BBM (Blackberry Massanger), Flickr, Instagram, dan lain-lain. Berkomunikasi melalui media sosial bukan berarti memberikan kebebasan sepenuhnya terhadap media sosial. Perlu sikap yang bijak dalam menggunakan media sosial.

Redaksi

Powered By: Penasehat : Prof. Dr. Khomsahrial Romli, M.Si | Penanggung jawab: Noning Verawati,MA Dewan Redaksi: Putri Maya Gita | Ayu Maulia (AY) | Lilis Viva Nanda (LV) Pimpinan Umum : Agung Syaputra (AG) | Pimpinan Redaksi : Erni Nur Kholiani (ER) Para Redaktur : Ririn Jamiah (ER) | Dwi Y Sari (UI) | Abdurrahman S (AX) | Redaktur Artistik: Luqman (LQ) Sekretaris : Pittri S Manik (PM) | Keuangan : Kristin Oktaviani (KR) | Dana & Usaha : Gesa Vitara (GE) Reporter : M. Denu Poyo (DN) | Olvina Daniati (OV) | Dicky Wulandari (DC) | Dinda Rizkiana AP (DR) | M. Ari Syafrizal (AS) Redaksi : Lt.6 Gd. Rektorat UBL | Jl. Z.A Pagar Alam No. 26 | Labuhan Ratu, Bandar Lampung Line : 085769881331

1


LIPUTAN KAMPUS

Bangun Tidur Jadi Lesu? Lakukan 5 hal ini S

aat bangun tidur di pagi hari, seseorang harus siap untuk menjalani aktivitas dengan tubuh yang segar dan penuh semangat. Namun, terkadang ada yang menjadi lesu ketika baru beranjak dari tempat tidur dan kembali menarik selimut. Hal ini sangat mengganggu dalam menjalani aktivitas, terutama diharihari penting Anda. Untuk itu bagi Sahabat Rotasi, simak ulasan berikut yang dilansir dari Wolipop mengenai tips agar bangun tidur Anda menjadi tidak lesu lagi. 1. Latihan Pernapasan Gelar matras atau karpet, duduklah di atasnya dengan posisi kaki bersila. Ambil napas dalam-dalam lewat hidung, tahan beberapa detik dan lepaskan lewat mulut secara perlahan. Ulangi sebanyak tiga kali. Latihan pernapasan akan membuat oksigen masuk lebih banyak ke dalam tubuh sehingga membantu melancarkan peredaran darah dan menyegarkan otak. 2. Gerakkan Leher Secara Memutar Masih dalam posisi kaki bersila, putar leher Anda perlahan-lahan ke arah yang sama sebanyak lima kali. Kemudian putar ke arah berlawanan dengan jumlah yang sama. Gerakan awal ini akan membantu otot leher lebih relaks sehingga mata bisa lebih terbuka di pagi hari. 3. Peregangan Kaki Berdiri di posisi tegak dengan pinggul dan perut mengarah ke dalam, serta kaki sedikit terbuka. Letakkan kedua tangan di samping tubuh. Lebarkan jarak jari-jari kaki dan rasakan tekstur karpet atau lantai untuk melancarkan peredaran darah. Setelah itu, dekatkan tubuh ke dinding, naikkan satu tangan ke atas kepala dan tekuk sementara tangan lainnya diregangkan ke dinding. Lakukan cara ini bergantian pada tangan kanan dan kiri. 4. Peregangan Punggung Dari posisi berdiri, duduk kembali dengan posisi kaki lurus ke depan. Raih ujung kaki dengan kedua tangan, tahan posisi ini selama beberapa detik. Lakukan sebanyak lima kali. 5. Peregangan Tulang Belakang Gerakan ini disebut spinal twist, fungsinya untuk melemaskan otot tulang belakang yang terasa kaku. Dalam posisi duduk, luruskan kaki kiri sementara kaki kanan menyilang ke samping kiri. Putar badan 90 derajat ke arah kanan (berlawanan dengan kaki kanan), dan tahan selama 45 detik. Lakukan secara bergantian pada sisi lainnya. (AJ)

2


FOK U S

Jejaring Sosial, Tanda Kemajuan atau Penghambat Kemajuan Bangsa ?

T

ak dapat dipungkiri lagi bahwa bangsa Indonesia saat ini sedang menikmati perkembangan teknologi yang dari tahun ke tahun semakin canggih. Di era globalisasi, teknologi menjadi sebuah tolak ukur untuk suatu kemajuan bangsa. Sebelum teknologi berkembang seperti saat ini, tidak banyak masyarakat yang mengenal berbagai macam media telekomunikasi seperti internet. Sangat kontras jika dibandingkan dengan zaman sekarang di mana dari berbagai golongan serta lapisan masyarakat telah mengenal dan fasih akan teknologi komunikasi seperti internet. Internet memberikan banyak kemudahan bagi penggunanya, apalagi situs yang ditawarkan sangat beragam sehingga menarik minat masyarakat untuk menggunakannya. Dengan internet, komunikasi berlangsung secara efektif dan efesien yang dapat mengakses informasi secara cepat, dan terkini. Situs internet yang marak dan telah menghipnotis banyak masyarakat adalah jejaring sosial. Dengan adanya jejaring sosial menjadikan sebuah gaya hidup baru yang merujuk ke arah moderenitas bagi masyarakat khususnya para remaja. Jejaring sosial merupakan sarana menghubungkan suatu komunikasi untuk mencari teman, menambah relasi dan bertukar informasi. Melalui jejaring sosial, kehidupan seseorang secara gamblang terpublikasi walaupun itu sebuah privasi. Jejaring sosial yang saat ini tengah digandrungi dan menjadi fenomena bangsa adalah facebook, twitter, path, instagram, dan lain sebagainya sebagai bentuk perkembangan teknologi komunikasi yang

maju. Menurut Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) pengguna internet di Indonesia mencapai 63 juta orang. Dari angka tersebut 95 persen menggunakan internet untuk mengakses jejaring sosial. Kemudian Direktur Pelayanan Informasi Dan Komunikasi Publik (IKP), Selamatta Sembiring mengatakan bahwa jejaring sosial yang banyak diakses adalah facebook dan twitter. Indonesia sendiri menempati peringkat 4 pengguna facebook terbesar setelah USA, Brazil, dan India. Untuk twitter sendiri indonesia menduduki peringkat 5 pengguna twitter terbesar didunia. Namun, disamping jejaring sosial yang memiliki banyak manfaat dan memudahkan masyarakat, jejaring sosial juga memiliki dampak yang negatif. Jejaring sosial disalahgunakan sebagai ajang beradu argumen yang menimbulkan unsur SARA, menjadikan penggunanya kecanduan atau ketergantungan dengan jejaring sosial tersebut, dunia jejaring sosial lebih mendominasi dibanding dunia nyatanya yang akan menghambat pertumbuhan baik secara fisik maupun secara psikis, dan jejaring sosial ini tidak sepenuhnya sebagai sarana informasi yang mendidik karena penggunanya banyak yang dimanfaatkan oleh jejaring sosial bukan memanfaatkan jejaring sosial dengan sebaik-baiknya. (DN ed:ER)

3


APA K ATA ME R EK A

Robby Yuli Endra S.Kom, M.Kom Dosen FIK UBL

S

iapa sangka, Dosen Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Bandar Lampung ini sangat menyukai kehadiran jejaring sosial. Dosen yang sering aktif di jejaring sosial “Twitter” ini mengaku lebih mudah dalam menyampaikan informasi kepada mahasiswanya serta lebih menyenangkan dalam berkomunikasi antar temannya. Di waktu SMA, “Friendster” merupakan jenis jejaring sosial yang pertama kali ia miliki. Namun, dia jarang menggunakannya karena keterbatasan media dan minimnya kehadiran warung internet di lingkungannya. “Kalau mau chattingan, biasanya saya pinjem dulu handphone teman yang ada aplikasi internetnya. Kadang juga ke warnet, tapi itu jauh sekali jarak tempuhnya”, ujarnya. Menambah teman merupakan tujuan utamanya dalam menggunakan jejaring sosial. Karena berawal dari hal tersebut bisa bertukar pendapat, berbagi ilmu, dan bertemu dengan teman lamanya. Menggunakan jejaring sosial juga merupakan kebutuhan namun penggunaanya harus dibatasi juga. Berhati-hati dalam menggunakan jejaring sosial dan jangan sampai dirugikan dengan kehadiran jejaring sosial. “Jadilah pengguna jejaring sosial yang bijak dan berbagilah ilmu pengetahuan yang positif kepada teman-temanmu”, tandasnya.

4

“Jadilah Pengguna Jejaring Sosial Yang Bijak”


Sarnita Dewi

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UBL

APA K ATA ME R EK A

J

ejaring sosial saat ini tengah menjamur di masyarakat seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Para mahasiswa pun tak ketinggalan, mulai dari facebook, twitter, path, instagaram, Ask.fm, sampai ke BBM. Bahkan bisa dipastikan bahwa setiap orang memiliki lebih dari 1 (satu) akun jejarig sosial. Fenomena penggunaan jejaring sosial di kalangan para mahasiswa memang bukan hal yang baru lagi. Untuk mengupas fenomena tersebut secara tuntas, Reporter Rotasi Dinda Rizkiana berbincang dengan salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi UBL 2013, Sarnita Dewi atau yang akrab disapa Sasa. Ia merupakan salah satu mahasiswa yang sangat menggandrungi jejaring sosial. Berikut petikan wawancaranya :

Menurut Anda, pentingkah mahasiswa mempunyai jejaring sosial ? Penting banget, tapi kembali lagi ke individunya masing –masing mau menganggap jejaring sosial itu penting atau enggak. Menurut Anda, jejaring sosial memberi dampak positif atau negatif terhadap penggunanya ?

Ya yang pasti keduanya. Jejaring sosial bisa berdampak positif karena bisa menghilangkan stress dan punya banyak teman. Sedangkan dampak negatifnya kalau ada seseorang yang menyalahgunakan akun orang lain untuk mencemarkan nama baik orang tersebut. Apa pesan anda untuk para pengguna jejaring sosial ? Jangan suka nge-bully orang di jejaring sosial dan jangan sampai menyalahgunakan akun orang.

(DR)

5


OP I N I

Jejaring Sosial Membuatku Terlena

S

emakin majunya zaman semakin maju pula teknologinya, dulu hanya ingin mengirim pesan saja kita harus menulis melalui surat dan dikirim melalui kantor pos dalam kurun waktu yang sangat lama bahkan tidak efektif dalam segi waktu dan biaya. Tapi sekarang, semua itu menjadi sangat mudah. Banyak cara yang bisa digunakan jika kita ingin mengirim pesan teks kepada seseorang, cukup SMS (pesan singkat) atau menggunakan aplikasi chat seperti BBM, Line,Whatsapp dan jejaring sosial lainnya. Begitu mudahnya kita untuk berkomunikasi satu sama lain, bahkan seakan tak ada jarak ruang dan waktu. Jejaring sosial menjadi jalan keluar ketika tak ada yang bisa dikerjakan, disaat hati sedang gundah gulana ,jejaring sosial merupakan tempat curahan hati atau hanya sekedar berbagi kegiatan yang saat itu mereka lakukan. Namun apakah kita merasa bahwa demam sosmed di Indonesia semakin tak terkendali? Coba berpikir dalam sehari berapa kali kita membuka jejaring sosial media seperti Facebook, Twitter, BBM, Path dll ??Berapa lama waktu yang kita gunakan hanya untuk ber-alay ria di sosial media?? Jika seseorang sudah mengalami demam sosmed tingkat akut, maka akan susah fokus pada pekerjaan utamannya dan akan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Ia akan cenderung memfokuskan diri pada dirinya dan dunia maya. Dampak negatif media sosial juga berpengaruh pada tata cara penulisan yang baik dan benar dan terkadang ini akan terbawa ke dunia nyata. Sisi positifnya, kita dapat mendapatkan relasi lebih banyak dan dapat mengikuti perkembangan berita yang ada. Sangat disayangkan apabila perkembangan dan kemajuan teknologi internet hanya digunakan untuk sekadar update status atau juga saling berkomentar foto yang diunggah ke Facebook, Twitter, Path. Ini dijadikan sebagai sarana dan motivasi yang bisa memajukan kecerdasaan anak bangsa dan kesejahteraan masyarakat Indonesia, bukan malah menjadikan media sosial sebagai sarana mencari kesenangan hati dan hanya mencari popularitas semata. Apakah anda siap sembuh dari demam sosmed?. Semoga ! (rep :UI | ed : ER)

6


INFO GRAFIS

Dari survei diatas, Jejaring sosial Facebook masih menjadi yang diminati banyak penggunanya, walaupun saat ini banyak jejaring sosial yang terbaru, namun pengguna Facebook ternyata lebih mendominasi dibandingkan Jejaring Sosial lainnya seperti Twitter dan lainnya.

7

Buletin rotasi edisi 11  
Advertisement