Issuu on Google+

EDISI : 10

BULETIN FISIP KOMUNIKASI UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG

04/14/2/10 Powered By:

Penasehat : Prof. Dr. Khomsahrial Romli, M.Si Penanggung jawab: Noning Verawati,MA Dewan Redaksi: Putri Maya Gita | Ayu Maulia (AY) Lilis Viva Nanda (LV)

MENEMB US CAKRAWAL A

Pimpinan Umum : Agung Syaputra (AG) Pimpinan Redaksi : Erni Nur Kholiani (ER) Para Redaktur : Ririn Jamiah (AJ) | Dwi Y Sari (UI) Abdurrahman S (AX) Redaktur Artistik: Luqman (LQ) Sekretaris : Pittri S Manik (PM) Keuangan : Kristin Oktaviani (KR) Dana & Usaha : Gesa Vitara (GE) Reporter : M Denu Poyo (DN) | Olvina D (OV) Dicky Wulandari (DC) | Dinda RAP (DR) Bagus GP (BG) | Ary Syafrizal (AS) Kritik & Saran Redaksi : Lt.6 Gd. Rektorat UBL Jl. Z.A Pagar Alam No. 26 Labuhan Ratu, Bandar Lampung Line : 085769881331

FOKUS

Mengenal

Hari Bumi

Menuju Go Green dengan Peduli Lingkungan Menjaga dan Melestarikan Bumi

Ukm mapala ubl Mengajak masyarakat cintai bumi TERBIT Bulanan - Dapat Berlangganan SALAM REDAKSI

Save Earth, Save Our Life

B

umi, satu hal yang terbesit di benak kita. Tempat manusia dan makhluk lainnya berpijak. Manusia zaman modern semakin menuntut bumi untuk tidak lagi kondusif. 22 April yang diperingati sebagai hari bumi, sudah dilayaknya menjadi refleksi bagi kita, khususnya mahasiswa untuk menjaga keramahan lingkungan. Dimulai dengan hal-hal yang kecil, kita bisa menjaga kelestarian bumi. Seperti membuang bungkus makanan ke tempat sampah dan menggunakan listrik seperlunya. Hal tersebut secara tidak langsung kita telah menyumbang keselamatan bumi. Pada edisi kali ini, Rotasi mengulas tentang hari bumi serta cara menjaga bumi. Tidak hanya itu, ada berbagai macam konten yang menyangkut tentang hari bumi. Adapula UKM MAPALA (Mahasiswa Pencinta Alam) yang melakukan aksi peduli lingkungan dengan menjaga dan merawat tanaman yang ada di lingkungan kampus UBL. Selamat menikmati konten Rotasi edisi hari bumi ! Save Earth, Save Our life.

@rotasinews |

Rotasinews KomunikasiUbl |

rotasinewsubl@gmail.com |

www.rotasinews.com


LIPUTAN KAMPUS

UKM MAPALA UBL MENGAJAK MASYARAKAT CINTAI BUMI

M

enjelang peringatan Hari Bumi sedunia tanggal 22 April mendatang, Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) UBL mulai merencanakan kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan pada momen tersebut. Rizky Putra Pratama, mahasiswa Sistem Informasi UBL 2011 yang merupakan anggota UKM Mapala, mengatakan bahwa Hari Bumi sangat penting. Karena dengan dengan adanya peringatan Hari Bumi, kita dapat lebih memperhatikan lagi keadaan bumi yang saat ini sudah rusak akibat pembakaran hutan, pembalakan liar dan pencemaran laut “Pada acara peringatan Hari Bumi tahun 2012 lalu, UKM Mapala UBL mengadakan Bakti sosial ke daerah Kaliawi. Dana yang di dapat, dengan melakukan penggalangan dana dengan membagikan stiker yang bertuliskan “ULURKAN TANGAN UNTUK BUMI KITA”, ujarnya. Di daerah tersebut, Rizky bersama teman-temannya membersihkan sampah-sampah yang berserakan di lingkungan kampung dan meyumbangkan tempat sampah serta tempat penampungan air bersih. Sementara di lingkungan kampus, anggota Mapala lebih fokus dalam perawatan terhadap tanaman daripada penanaman.Hal tersebut dikarenakan minimnya lahan kampus yang akan dijadikan tempat untuk menanam pohon. Untuk memperingati Hari Bumi tahun 2014, UKM Mapala akan mengadakan mengadakan sosialisasi kepada mahasiswa tentang upaya go green. ”Kami ingin mengajak kawan-kawan mahasiswa untuk lebih mencintai bumi, dengan adanya upaya nyata untuk menyelamatkan bumi,” ujar Rizky saat ditemui di Ruang UKM Mapala Rabu siang (16/4). Rizky juga mengungkapkan, bahwa di akhir Mei nanti, akan ada kegiatan UKM Mapala Se-Lampung dalam upaya menyelamatkan lingkungan. Kegiatannya yaitu dengan membersihkan pohon dari segala macam gambar dan banner yang terpasang di batang-batang pohon. (DR)

KATA MUTIARA

Jangan pernah meragukan bahwa sekelompok kecil warga berkomitmen serius dapat mengubah dunia. Memang, itu satu-satunya yang pernah memiliki. - Margaret Mead Ada cukup untuk semua. Bumi adalah seorang ibu yang murah hati, dia akan menyediakan makanan melimpah banyak untuk semua anak-anaknya jika mereka akan tetapi memupuk tanah di keadilan dan perdamaian. - Bourke Coekran Apa gunanya rumah jika Anda tidak punya sebuah planet untuk meletakkannya ? - Henry David Thoreau (DR) Buletin Kampus ROTASI

|| 2


MENUJU GO GREEN

DOSEN BICARA

Dengan Peduli Lingkungan

T

egas dan supel, begitulah persepsi setiap orang terhadap dosen muda satu ini. Linda, sapaan akrabnya. Dosen muda yang satu ini menanamkan akan pentingnya menjaga dan melestarikan bumi. Semangatnya dalam mengajar memang sangat luar biasa. Sebagai dosen, ia tak hanya sekedar mengajar saja, namun ia juga penggiat penghijauan. Setiap hari, ia selalu mengingatkan kepada mahasiswanya agar mencintai bumi, menuju go green demi kebaikan bersama. Bumi memang masih berputar pada porosnya, masih setia mengikuti matahari, masih subur tanahnya, tapi kita tak pernah mengerti kalau bumi juga butuh bantuan dan perhatian kita, kita hanya menikmati begitu saja dengan apa yang bumi berikan kepada kita. “Kita semua harus belajar menghargai bumi, kita harus memberi kesempatan kepada bumi untuk beristirahat sejenak. Dengan cara penggunaan air yang efisien, mengurangi penggunaan pendingin, meminimalisir pencahayaan jika tidak diperlukan dan mengurangi penggunaan kertas� ujar Linda saat ditemui di Gedung Rektorat Lantai 5, Senin (8/4). Kita tidak pernah memikirkan bahwa bumi juga akan bosan jika hanya memanfaatkannya terus menerus dan tidak melestarikannya. Bumi tak akan bertahan selama yang kita mau jika kita sendiri selalu merusak dan membiarkan begitu saja, perlu kesadaran diri untuk mencintai bumi, mengupayakan penghijauan demi kelangsungan hidup Buletin Kampus ROTASI

|| 3

anak serta cucu kita nanti. “Kita tak bisa melakukan apa-apa, hanya dapat berkontribusi dengan melakukan pencegahan kerusakan dan melakukan penghijauan saja, itupun juga sebagai ucapan terimakasih kepada bumi, kita harus berlaku cerdas seharihari, karena save earth, save you !� pungkas Linda dengan nada tegas. (DN)

Linda Nihara HD, M.I.Kom


FOKUS

MENGENAL

HARI BUMI

“Hari bumi merupakan sebuah kampanye untuk mengajak penduduk dunia agar peduli terhadap lingkungannya. Peringatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap bumi”.

B

umi, satu-satunya planet yang kondusif bagi makhluk hidup. Karakteristik alam bumi yang tidak dimiliki planet lain merupakan keistimewaan tersendiri dalam memenuhi kebutuhan makhluk hidup di dalamnya. Sumber daya mineral dan produk-produk biosfer lainnya yang terkandung didalam perut bumi membantu perkembangan populasi, khususnya manusia modern. Mayoritas manusia mengeksplorasi sumber daya tersebut tanpa memperhatikan akibat yang akan terjadi. Pada tanggal 22 April 1970, Seorang senator asal Amerika Serikat yang juga seorang pengajar lingkungan hidup, Gaylord Nelson mengadakan program edukasi lingkungan. Jutaan orang, terutama dari kalangan siswa sekolah dan mahasiswa memadati Fifth Avenue, New York. Mereka berdemonstrasi untuk mengecam para perusak lingkungan. Majalah Time memperkirakan bahwa sekitar 20 juta orang turun ke jalan. Sejak itulah setiap tanggal 22 April diperingati sebagai hari Bumi Sedunia. Menurut berbagai analisis, aksi mengecam para perusak lingkungan muncul karena bergabungnya generasi pemrotes sejak tahun 60-an. Sebagian besar dari mereka merupakan

pelajar, mahasiswa dan sarjana yang terkenal sebagai penggerak anti-perang dan pembela hak-hak sipil yang radikal. Mereka bersatu untuk meningkatkan kesadaran lingkungan. PBB sendiri memilih tanggal 20 Maret sebagai hari bumi karena pada saat itu matahari tepat berada di atas khatulistiwa. Pilihan ini mengacu pada ide “hari bagi orang bumi” yang dicetuskan oleh seorang aktivis perdamaian, John Mc.Connell. Namun, PBB juga mengakui tanggal 22 April sebagai hari bumi yang dilaksanakan secara global dan secara resmi merayakannya sebagai “International Mother Earth Day”. Hari bumi merupakan sebuah kampanye untuk mengajak penduduk dunia agar peduli terhadap lingkungannya. Peringatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap bumi. Tidak ada lagi orang-orang yang semena-mena menggunakan kekayaan bumi ini tanpa merevitalisasi lingkungan ataupun meminimalisir efek yang ditimbulkan. (OV)

Buletin Kampus ROTASI

|| 4


OPINI

Peduli Lingkungan, Peduli Diri Sendiri

M

anusia dan lingkungan. Dua hal yang tidak terpisahkan. Perkembangan zaman menuntut manusia untuk mengeksplorasi segala kekayaaan yang ada di bumi. Mereka tidak menyadari bahwa bumi kita “terluka� akibat perbuatan-perbuatan yang tidak bertanggungjawab. Penebangan hutan tanpa reboisasi, penggunaan bahan bakar fosil yang menghasilkan karbondioksida berlebihan dan pembuangan limbah ke aliran air sembarangan menjadi beberapa conoh tindakan yang merusak lingkungan. Menurut Arctic Climate Impact Assessment (ACIA) pada tahun 2004, konsentrasi karbondioksida (CO2) di udara meningkat tajam selama 250 tahun terakhir. Dengan meningkatnya kandungan CO2, meningkat pula suhu rata-rata di bumi. Sumber utama peningkatan berasal dari penggunaan emisi bahan bakar fosil dan konversi hutan menjadi lahan perkebunan. Sebanyak 80% energi dalam kehidupan sehari-hari manusia berasal dari bahan bakar fosil. Peningkatan suhu ini yang kita sebut dengan pemanasan global (global warming). Pemanasan global akan berlanjut pada perubahan iklim. Hujan di beberapa negara meningkat intensitasnya namun dengan waktu yang menyempit. Banyak negara juga yang mengalami musim kering berkepanjangan yang menyebabkan kekeringan, kebakaran lahan, dan gagal panen. Angin dan badai juga bertiup dengan skala yang besar sehingga menyebabkan musibah yang merenggut harta dan jiwa. Dampak buruk ini berasal dari manusia sendiri. Buletin Kampus ROTASI

|| 5

Meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup memang tidak mudah. Kita memang tidak bisa menghentikan penggunaan bahan bakar fosil yang menjadi salah satu penyebab efek rumah kaca. Namun kita bisa meminimalisir pengeluaran CO2. Salah satu caranya adalah mengurangi penggunaan mesin berbahan bakar fosil seperti kendaraan bermotor. Akan lebih bijak apabila kita menggunakan transportasi non bahan bakar, seperti sepeda. Tentu dengan gerakan bersepeda dapat mengurangi efek polusi yang ditimbulkan. Cara lain mengurangi efek rumah kaca adalah mengurangi penggunaan listrik yang tidak diperlukan. Sebagai contoh, kurangi penggunaan lampu di siang hari dan menggantinya dengan penerangan alam yaitu sinar matahari. Usahakan untuk menggunakan pendingin ruangan seminimal mungkin karena pembakaran dari mesin pendingin juga menyumbangkan pemanasan global. Dengan begitu, setidaknya kita telah menambah umur bumi untuk tetap menjadi tempat tinggal makhluk hidup. Jika lingkungan sehat, tentu akan berdampak baik terhadap diri kita sendiri. (OV)


TIPS DAN TRIK

Menjaga dan Melestarikan Bumi 2. Stop Penebangan Pohon dan Pembalakan Liar (Ilegal Logging). Penebangan hutan bisa mengakibatkan hutan menjadi gundul dan air sulit terserap oleh tanah, akibatnya bisa longsor bahkan banjir. Jadi jika ada pohon sekecil apapun janganlah ditebang, tapi berusahalah merawat dan menjaganya demi kehidupan dibumi kita juga.

Ilustrasi : Kompasiana.com

D

i era globalisasi yang serba modern ini, manusia cenderung lebih memikirkan kemajuan teknologi daripada melestarikan bumi. Tak heran jika akhir-akhir ini terjadi bencana alam seperti banjir, kebakaran, tanah longsor dan bencana alam lainnya. Untuk meminimalisir terjadinya bencana alam, ayo kita jaga bumi kita ini dengan cara-cara berikut ini. 1. Stop Buang Sampah Sembarangan. Meski sudah mengetahui dampak negatif dari mebuang sampah sembarangan namun masih saja orang-orang tak peduli dengan hal ini. Dilingkungan sekitar kita pun masih banyak sampah berserakan.

3. Pelestarian dan Pengawetan Keaneka ragaman Hayati. Ini bisa dilakukan dengan cara membuat tempat seperti perkebunan tumbuhan langka. Contoh kecilnya di kebun sendiri di tanami pepohonan. 4. Sosialisasi Peduli Bumi. Sosialisasi ini dapat ditujukan kepada semua khalayak. Bisa di mulai dari orang-orang terdekat seperti keluarga, saudara, dan teman. Itulah tips-tips yang bisa dilakukan untuk menjaga bumi kita ini. Ayo kita mulai jaga bumi ini dari sekarang. Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi ? (DC)

Andapun dapat mengirimkan Tulisan anda, baik itu dalam bentuk opini, karya sastra, atau berita (Citizen Journalism) ke Redaksi ROTASI melalui e-mail: kontributor@rotasinews.com Karya anda dapat ditampilkan di website, buletin, atau Kording. Sertakan pula identitas lengkap dalam dokumen. Kami tunggu Karya Anda!

Buletin Kampus ROTASI

|| 6


GORESAN PENA

MURKA Oleh : Denu Suara ini bak sampah Telinga mereka tak mau mendengar Suara ini selalu salah Telinga mereka telah dibayar Tangis perih penuh luka Menyesal bukan tujuan hidup Mereka berupaya tebal muka Berbicara diatas ku saja masih gugup Kakinya pincang, sakunya rapuh Dosanya kepalang, imannya meluruh Kepala batu karang, harga diri jatuh Yang menjadi pantang, kini tinggal peluh

SEBERAPA KILLER DOSENMU?

KARTUN NGAMPUS

Kali ini kami mengambil cerita dari internet meme pada fans page facebook “kartun ngampus� yang menceritakan tentang dinamika kehidupan mahasiswa. Untuk lebih lanjutnya teman-teman dapat mengaksesnya pada www.facebook.com/KartunNgampus

Buletin Kampus ROTASI

|| 7


GALLERY

Suasana saat tim ROTASI akan berkontribusi dalam menerbitkan artikel pada salah satu media cetal profesional di Lampung. Komitmen, kreativitas, dan totalitas selalu kami berikan walau kami masih memiliki banyak keterbatasan.


Buletin rotasi edisi 10