Page 1

EDISI : 09

BULETIN FISIP KOMUNIKASI UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG

03/13/2/8 Powered By:

Penasehat : Prof. Dr. Khomsahrial Romli, M.Si Penanggung jawab: Noning Verawati,MA Dewan Redaksi: Putri Maya Gita | Ayu Maulia (AY) Lilis Viva Nanda (LV) Pimpinan Umum : Agung Syaputra (AG) Pimpinan Redaksi : Erni Nur Kholiani (ER) Para Redaktur : Ririn Jamiah (ER) | Dwi Y Sari (UI) Abdurrahman S (AX) Redaktur Artistik: Luqman (LQ) Sekretaris : Pittri S Manik (PM) Keuangan : Kristin Oktaviani (KR) Dana & Usaha : Gesa Vitara (GE) Reporter : M Denu Poyo | Olvina Daniati Dicky Wulandari | Dinda Rizkiana AP Bagus G Prakasa | M Ari Syafrizal Kritik & Saran Redaksi : Lt.6 Gd. Rektorat UBL Jl. Z.A Pagar Alam No. 26 Labuhan Ratu, Bandar Lampung Line : 085769881331

ME N E MB U S CAKRAWAL A

FOKUS

MAHASISWA, KAUM YANG

SERING

GOLPUT? MUSIM KAMPANYE, DUKUN POLITIK LARIS MANIS sampah visual pernak - pernik pemilu 2014 info grafis: partai yang lolos verifikasi

TERBIT Bulanan - Dapat Berlangganan SALAM REDAKSI

Illustrasi Cover: Maskot Pemilu 2014

Golput Bukan Pilihan!

Pemilu, Pemilu, Pemilu sudah saatnya memilih. Bukan lagi jamannya golput. Memilih satu suara dibalik bilik suara kurang dari 5 menit hal mudah namun butuh keteguhan dan keyakinan. Siapa yang kita pilih, mereka lah yang mewakili kita 5 (lima) tahun kedepan. Mahasiswa yang tergolong sebagai pemilih muda saat ini, berpotensi golput (golongan putih). Karena usia muda lebih banyak di negeri ini. Saatnya yang muda memilih, saatnya yang muda menentukan masa depan Bangsa. Yang muda harus berbicara, yang muda harus bersuara, Mahasiswa jangan Golput. Pemilu merupakan tonggak perubahan bangsa Indonesia. Jangan sia-siakan suara kita sebagai pemilih muda. Indonesia butuh suara emas suara untuk masa depan Indonesia emas. Suarakan kompetensi pemuda pilih dengan amanah. Pemuda cerdas, Indonesia jaya. Say No to Golput ! (Redaksi)

@rotasinews |

Rotasinews KomunikasiUbl |

rotasinewsubl@gmail.com |

www.rotasinews.com


FOKUS

MAHASISWA, KAUM YANG SERING GOLPUT? Pada Pemilu 2009 lalu, sebanyak 28 % pelaku Golput adalah mahasiswa. Dan jika dibiarkan, akan diperkirakan meningkat pada pemilu 2014 mendatang. - Survei KPU

Buletin Kampus ROTASI

|| 2

P

esta demokrasi akan segera di gelar pada 9 April mendatang. Pada kesempatan tersebut seluruh masyarakat Indonesia bisa menentukan wakil mereka yang akan duduk dikursi kepemimpinan selama lima tahun kedepan. Memang bukan hal yang mudah untuk memilih, ditambah lagi munculnya krisis kepercayaan pada sejumlah masyarakat, sehingga penggunaan hak suara sering diacuhkan. Pemilu bagi sebagian masyarakat Indonesia masih dianggap sebelah mata, sehingga banyak masyarakat yang cenderung untuk tidak menggunakan hak pilih atau lebih dikenal dengan istilah golput. Golput sering melanda mereka yang berada pada lapisan pemilih pemula, yaitu antara usia 17 tahun - 20 tahun yang di dominasi Mahasiswa. Berdasarkan hasil evaluasi pada pemilu 2009 lalu, angka

golput mencapai 28 persen diantaranya berasal dari pemilih pemula. Mahasiswa kerap menganggap bahwa, semua tipe calon pemimpin sama saja dan setelah terpilih pasti akan menomor sekiankan rakyat dan lebih memihak kepada kepentingan pribadi dan golongan. Hal tersebut terlihat sejak dimulainya pesta demokrasi sejak masa reformasi. Jika angka pemilih golput terus meningkat di khawatirkan anggota legislatif yang duduk di parlemen bukan orang yang dipilih rakyat. Mahasiswa sebagai salah satu penerus bangsa, sejatinya mampu menetukan siapa yang pantas untuk memimpin Indonesia. Ditambah lagi mahasiswa memiliki kadar intelektualitas yang cukup tinggi sehingga mampu menilah dan milih yang terbaik untuk Indonesia selama lima tahun kedepan. (GE/ ed: AJ;ER)


MUSIM KAMPANYE,

DUKUN POLITIK

LARIS MANIS!

I

ndonesia memang terkenal dengan banyak musim. Mulai dari musim panas, musim banjir, musim duren hingga musim rambutan. Berbicara masalah musim, saat ini musim yang tengah melanda Indonesia adalah musim kampanye politik. Dimusim ini para politisi tengah sibuk menarik perhatian rakyat, agar bisa memperoleh kursi di DPR. Tak jarang ada beberapa politisi yang berusaha menghalal kan segala cara agar bisa mendulang suara pemilu terbanyak. Tak terkecuali dukun politik. Fenomena dukun politik menjadi perhatian saat ini sehubungan dengan tahun 2014 sebagai tahun politik karena adanya ajang Pemilu baik Pileg maupun Pilpres. Hal tersebut tidak lebih sebagai bentuk peluang bisnis bagi kelompok atau perorangan tertentu. Sama halnya dengan banyak atau berjamurnya lembaga survey disamping sebagai lembaga tersebut sebagai konsultan politik. Namun, bedanya dukun politik lebih cenderung ke hal yang irasional, dibandingkan dengan lembaga survey atau Buletin Kampus ROTASI

|| 3

konsultan politik, yang mencoba menggunakan data dan peninjauan lapangan. Sebagai Negara yang berkembang dengan asas demokrasi, sudah saatnya politisi di negeri ini menggunakan cara-cara yang elegan dan kreatif, meskipun tidak dilarang dalam menggunakan jasa dukun politik, namun dengan era demokrasi modern saat sekarang ini, sudah barang tentu hal-hal tersebut harus dilepaskan. Fenomena dukun politik belakangan ramai menjadi perbincangan publik. Adalah Dr KH Desembrian Rosyady S.Ag, SH, SE, MM, MBA, yang mengaku memiliki kelebihan untuk mendoakan orang menjadi sukses. Melalui pamflet yang disebarkannya, pria yang mengaku sebagai keturunan Prabu Brawijaya dan keturunan Nabi Muhammad SAW itu menawarkan jasa kepada para calon anggota legislatif (caleg), calon kepala daerah, hingga calon presiden (capres) untuk bisa terpilih menduduki kursi kekuasaan. Tak tanggung-tanggung, dia memberi jaminan

hingga 99 persen orang yang meminta bantuannya untuk meraih impian duduk dikursi kekuasaan. Seperti yang dikutip dari Merdeka.com, Tarif yang dipasangnya pun bervariasi. Untuk caleg tingkat kabupaten/kota Rp 100 juta, tingkat provinsi Rp 200 juta, untuk DPR pusat Rp 300 juta. Sementara, untuk calon bupati atau wali kota, dia memasang tarif Rp 2 miliar dan untuk calon gubernur, minimal Rp 5 miliar, tergantung wilayahnya, sedangkan untuk capres tarif yang dipasang yakni sebesar Rp.1 triliyun. Sebagai calon wakil rakyat, sebaiknya politisi mempunyai cara yang lebih selektif dalam meyakinkan pemilih, bukan menggunakan cara irasional seperti menggunakan jasa dukun politik. Cara blusukan, menggunakan alat-alat peraga kampanye dan pidato politik dapat menempatkan seseorang bersentuhan langsung dengan pemilih dan menangkap langsung aspirasi rakyat. (rep: AJ; ed:ER)


APA KATA MEREKA?

Dr. Wawan Hernawan, M.Pd Dosen FISIP - Komunikasi UBL Foto by: Ax

Pemilu Bagi Mahasiswa dan Tonggak Estafet Pemerintahan

P

emilu 2014 baik pemilu legislatif maupun pilpres, tinggal menghitung hari tetapi angka golput setiap tahun tetap tinggi. Untuk mengurangi angka golput, KPU secara langsung menghimbau masyarakat dan mahasiswa untuk memilih sehingga mereka bisa menggunakan hak suaranya untuk menentukan calon pemimpin untuk lima tahun kedepan. Mahasiswa sebagai pemilih pemuda sangat berpotensi golput. Dosen FISIP Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Bandar Lampung, Dr. Wawan Hernawan, M.Pd memaparkan bahwa hak suara yang dimilki oleh mahasiswa sangatlah berharga, dari seutas kertas suara ini, mereka akan menentukan calon pemimpin mereka untuk lima tahun kedepan. Dr. Wawan Hernawan, M.Pd mengungkapkan keikutsertaan mahasiswa dalam berpolitik merupakan hal yang wajar. Hal itu merupakan proses pembelajaran untuk pendidikan politik baik melalui sistem akademik maupun melalui kegiatan di luar akademik. “Jika para calon politisi ingin mendapatan suara dari mahasiswa, para calon pemimpin ini harus membuktikan kualitas mereka dan mulai melakukan memperkenal kan diri mereka dengan program – program ungulan yang akan diterapkan selama lima tahun kedepan sehingga maha-

siswa yakin dengan pilihannya,” tutur Dr. Wawan Hernawan, M.Pd., saat diwawancarai di ruangan program studi Ilmu Komunikasi, Senin(17/3). Keiikutsertaan mahasiswa dalam politik merupakan hal yang dibolehkan, pembagian waktu antara kuliah dan berpolitik harus di seimbangkan. “Kegiatan diluar kuliah seperti berpolitik, seorang mahasiswa harus pandai mensingkronkan pengetahuan yang didapatkan di perkuliahan dan pengetahuan di lapangan sehingga mahasiswa dapat dengan cerdas dalam berpolitik,” terang Pak Wawan Lebih lanjut Dr. Wawan Hernawan, M.Pd mengungkapkan, belajar berpolitik itu harus bagi mahasiswa dikarenakan pengetahuan mereka dalam politik akan menjadikan mereka sumber daya manusia yang berkualitas dikarenakan mahasiswa merupakan pemegang tonggak estafet bagi calon pemimpin baru di masa yang akan datang. “Belajar berpolitik untuk menentukan bangsa ini lebih baik lagi dan para mahasiswa harus pandai mengimplementasikan ilmu yang didapat dari perkuliahan dengan ikut berkiprah didalamnya sehingga ketika mahasiswa ini menjadi sarjana akan menjadi sarjana yang berkualitas baik dari sisi keilmuan maupun dari sisi moral,” pungkasnya. Buletin Kampus ROTASI

|| 4


APA KATA MEREKA?

Putu Juni Ambarsari Mahasiswa FISIP - Komunikasi UBL Foto : Doc Rotasi

Manfaatkanlah Hak Suara Kita Bagi Indonesia

P

EMILU, apa yang terlintas di benak kita? Memilih capres dan cawapres? Memilih calon legislatif ? kampanye? atau malah yang langsung terlintas dipikiran justru adalah golput alias golongan putih alias tidak memilih ? Saat ini begitu banyak yang sedang membicarakan mengenai persiapan pemilu 2014. Baik melalui media televisi, radio, surat kabar maupun situs-situs online di internet seiring dengan berkembangnya kecanggihan teknologi yang semakin modern. Gunakanlah hak suara kita untuk kehidupan Indonesia kedepan“ Kalimat itu langsung terlontar dari Putu Juni, mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Bandar Lampung saat diminta untuk memberikan sebuah kalimat singkat untuk para mahasiswa agar tidak menjadi bagian dari pemilih Golput dalam pemilu 2014 mendatang. Menurut Putu, persiapan pemilu tahun ini dirasa kurang efektif karena ia merasa setiap partai yang ada sekarang hanya ingin membangun sebuah citra positif di masyarakat agar pada saat pemilu berlangsung para masyarakat akan memilih mereka sedangkan sampai detik ini belum ada bukti nyata dari para partai politik mengenai hal-hal yang mereka kampanyekan selama persiapan pemilu berlangsung. Dara manis yang Buletin Kampus ROTASI

|| 5

sangat menggemari photography ini juga menambahkan bahwa pemilu sekarang ini hanya sebagai batu loncatan bagi para elit politik untuk mencari kedudukan. Di kalangan mahasiswa sering sekali kita temui beberapa orang yang tidak begitu paham mengenai politik bahkan banyak diantara mereka sama sekali tidak paham mengenai politik. Karena itulah kebanyakan mahasiswa di Indonesia memiliki antusiasme yang rendah tentang pemilu tahun 2014 ini. Tetapi tidak jarang juga mahasiswa yang ikut memberikan hak pilih mereka. Hal ini dikarenakan di era sekarang ini sudah banyak mahasiswa yang memiliki wawasan tentang pentingnya demokrasi sehingga mereka paham benar seberapa besar pentingnya hak suara mereka untuk Indonesia. Putu memaparkan bahwa dirinya juga akan ikut serta dalam pemilu 2014 ini karena ia ingin melihat Indonesia menjadi lebih baik lagi dengan pemimpin yang baru. ‘Seneng sih bisa milih, bisa ngasih suara buat Indonesia “!! “ pungkasnya dengan tawa antusias.


OPINI

GAMBAR CALEG -CALEG PEMILU 2014 MENJADI SAMPAH VISUAL YANG MENGGANGGU KEINDAHAN FASILITAS UMUM Illustrasi: matoa.org

SAMPAH VISUAL PERNAK-PERNIK PEMILU 2014 “Coblos No.1”, “Pilihlah Kami”, “Kami Membawa Perubahan”, bla..bla..bla... Pasar Kampanye sedang dimulai. Banyak tampang serta tagline masing-masing muncul di berbagai media seperti surat kabar dan televisi. Dengan aksi unjuk kebolehan di depan publik, mereka mulai mencoba merasuki pikiran dan hati masyarakat dengan berbagai ikatan kata yang menjanjikan. Ckckck... Hebatnya para calon pemimpin ini. Yang lebih hebatnya lagi, mereka mampu ‘mendiskon’ diri, sampai-sampai harus memampangkan wajah di pohon pinggir jalan, di tembok, atau dimana saja tempat yang bisa untuk dilucuti. Jangan heran, kalau ‘makam’ turut menjadi sasaran aksi mereka. Sepertinya, penduduk makam akan turut berpartisipasi dalam pemilu nanti. Secara tidak langsung, apa yang telah diperbuat para calon pemimpin justru merusak ling-

kungan. Pohon yang tadinya indah dipandang mata membawa kesejukan dan ketenangan, kini malah dirusak oleh mereka yang seharusnya menghimbau masyarakat untuk menjaganya. Tembok yang tadinya bersih, kini dikotori oleh gambar muka para calon pemimpin bangsa Indonesia. Inilah salah bentuk keegoisan dari para calon pemimpin. Mahasiswa Indonesia harus kritis menanggapi hal ini. Sebagai pemilih muda jangan sampai kita salah dalam memilih pemimpin dan terbuai dengan kata-kata yang menjanjikan. Bukan karena banyaknya wajah yang dipampang dan bukan karena banyaknya media yang mempromosikan diri atau bukan karena aksi supaya dikatakan pemimpin yang baik, tetapi oleh sikap yang jujur dan tuluslah yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin bangsa Indonesia. (rep: PM)

Andapun dapat mengirimkan Tulisan anda, baik itu dalam bentuk opini, karya sastra, atau berita (Citizen Journalism) ke Redaksi ROTASI melalui e-mail: kontributor@rotasinews.com Karya anda dapat ditampilkan di website, buletin, atau Kording. Sertakan pula identitas lengkap dalam dokumen. Kami tunggu Karya Anda!

Buletin Kampus ROTASI

|| 6


On The Field

Pemilih Cerdas, Pemilu Berkualitas Dialog Pemilu Bagi Pemuda & Mahasiswa Foto : Doc Rotasi

“Menuju Pemilu yang Berkualitas dan Berintegritas� begitulah slogan KPU dalam Dialog Pemilu yang dilaksanakan Senin (22/03) di Lt. 2 Begadang Resto, Teluk Betung. Seluruh perwakilan dari LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) Lampung hadir dalam kegiatan tersebut. Untuk menekan angka golput, perlu adanya sosialisasi dari KPU, terutama dari kalangan Mahasiswa yang tergolongan pemilih pemuda. Bapak Firmansyah,S.E selaku anggota KPU Prov. Lampung, sekaligus aktivis AJI memaparkan, bahwa angka golput hingga saat ini masih tinggi. Hal ini disebabkan sosialisasi yang kurang dan kesadaran masyarakat akan pentingnya hak suara. Kebijakan pemilu akan lebih demokratis jika setiap warga negara memberikan hak suaranya

pada pemilu 9 April mendatang. Hal tersebut juga dipaparkan oleh Bapak Edwin Hanibal, SH, M.H yang merupaakan anggota KPU Prov. Lampung periode 2 dan Direktur LBH. Penyebab golput antara lain, bisa disebabkan kesalahan KPU dalam sistem pendataan, pada hari pemungutan suara bekerja, sehingga tidak menyempatkan diri untuk memilih, dan yang lebih konkit yakni alasan ideologis. Yaitu sidak percaya pada sistem politik yang ada. Melalui dialog pemilu antara KPU dan Mahasiswa, diharapakan angka golput yang terjadi di kalangan pemilih pemuda dapat teratasi. Harapannya masyarakat memberi bisa suara tanpa dipaksa dan memilih pemimpin yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. (Rep/Ed: ER) INFO GRAFIS

PARTAI - PARTAI YANG LOLOS VERIFIKASI PEMILU 2014 Mungkin masih banyak diantara sahabat Rotasi sekalian yang belum mengetahui apa saja dan berapa jumlah partai yang lolos verifikasi pemilu 2014. Oleh karena itu pada rubrik infografis kali ini kami menyediakan informasi tersebut kedalam bentuk gambar visual agar lebih mudah diketahui dan dimengerti. Semoga Bermanfaat.

Buletin Kampus ROTASI

|| 7


IKLAN SAMPING

IKLAN BARIS

Hub: 087899908712

{Berikut Merupakan Space Iklan Baris yang tersedia. Biaya iklan dipengaruhi oleh jumlah Karakter huruf yang digunakan, Harga Rp. 100 per Karakter} | {Berikut Merupakan Space Iklan Baris yang tersedia. Biaya iklan dipengaruhi oleh jumlah Karakter huruf yang digunakan, Harga Rp. 100 per Karakter} | {Berikut Merupakan Space Iklan Baris yang tersedia. Biaya iklan dipengaruhi oleh jumlah Karakter huruf yang digunakan, Harga Rp. 100 per Karakter}

Ketentuan Beriklan:

Anda dapat mempromosikan berbagai macam produk atau jasa melalui buletin kami dengan Harga Terjangkau. Cukup dengan hubungi Gesa Vitara (087899908712), dan mengisi formulir administrasi yang telah kami sediakan. BURUAN..!!! Space iklan Terbatas!

Pimpinan Umum : Agung Syaputra | Sekretaris : Pittri S Manik Staff Marketer : Gesa Vitara Office : Lt.6 Gd. Rektorat UBL Jl. Z.A Pagar Alam No. 26 Labuhan Ratu, Bandar Lampung Line : 08xxxxxxxxxx

Buletin rotasi edisi 09  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you