Issuu on Google+

04 09/13

PANTAI TERBAYA Dua keuntungan bakal Anda dapatkan, beristirahat sejenak sambil menikmati keelokannya.

untuk bacaan di tempat

ww w. op i n i - i n d on es i a. c om /p oi n t

managed by

PANTAI LAGUNA Tempat yang pas untuk menghabiskan bulan madu bersama pasangan.

MENTAWAI Kehadiran wisatawan asing ini membuat Jazali memperoleh pemasukan yang lumayan

ma ja la h ke ba ngga an masya r a kat la mpung


2


3


Style

Ia mendorong investor bidang perhotelan yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia untuk menerapkan konsep green hotel. Green hotel yang dimaksud didasarkan pada upaya untuk mengoptimalisasi sumber daya (energi, air, dan bahan) dan mengelola ruang dalam bangunan hotel yang memenuhui kualitas kenyamanan dan kesehatan bagi manusia yang ada di dalamnya.

Indonesia peringkat tiga se-Asia dalam investasi hotel

Garuda Indonesia Bidik Pengguna Internet Tawarkan Paket Wisata

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia melalui anak perusahaannya Garuda Indonesia Holidays menawarkan beragam paket perjalanan yang dapat dipesan melalui internet.

K

epala Pemasaran dan Komunikasi Garuda Indonesia Holidays (GIH), Putu Ayu Aristyadewi di Jakarta, Kamis, mengungkapkan masyarakat saat ini semakin akrab dengan internet dan berbagai aktifitas online. Melihat peluang tersebut, melalui website www. garudaindonesiaholidays.com pihaknya menawarkan paket-paket liburan mudah dengan harga terjangkau. Ayu mengungkapkan, melalui website tersebut, pelanggan dapat memilih lebih dari 200 ribu hotel di seluruh dunia serta diskon 20 persen untuk paket-paket wisata di Indonesia maupun dunia. Untuk mendekatkan diri dengan publik, GIH menggelar Travel Fair yang bertempat di pusat perbelanjaan Grand Indonesia, Jakarta Pusat,

44 |

Beberapa waktu lalu. Berdasarkan pantauan, di atrium utama mal terdapat gerai-gerai pemesanan tiket pesawat, akomodasi dan tur yang dapat dilakukan secara online maupun melalui agen travel yang telah bekerja sama dengan GIH. Harga yang ditawarkan mulai 99 dolar AS hingga 469 dolar AS untuk berbagai tujuan wisata seperti Singapura, Jepang, Korea, Hong Kong, Taipei, Perth, Brisbane. Dalam program ini, didukung pula Korea Tourism Organisation, Japan National Tourism Organization dan Tourism Australia. Pengunjung GIH Travel Fair juga diajak mencicipi kuliner khas Korea dan berbagai jenis wine dari Australia. Selama acara berlangsung pengunjung juga disuguhi beragam kuliner asal Korea dan bermacam-macam wine dari Australia. @ant

Indonesia menempati peringkat ketiga se-Asia dalam bidang pembangunan dan investasi perhotelan, kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu. “Indonesia saat ini berada pada peringkat ketiga di Asia dalam hal pembangunan hotel, ini fakta bahwa kita diminati untuk tujuan investasi di bidang perhotelan,” kata Mari Elka di Jakarta, beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, meski bukan satu-satunya, Indonesia saat ini menjadi salah satu negara tujuan utama investasi untuk hotel dan restoran yang paling difavoritkan para investor. Kemparekraf mencatat pada 2012, total Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) untuk hotel dan restoran mencapai 869,8 juta dolar AS. “Jumlah itu naik signifikan atau mencapai 210 persen dibandingkan pada 2011,” katanya. Mari berharap tingginya minat untuk membangun hotel harus dibarengi dengan pengelolaan hotel berwawasan lingkungan yang efektif dan efisien. “Idealnya dimulai dari tahap pembangunan hingga tahap operasional,” katanya. Ia mendorong investor bidang perhotelan yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia untuk menerapkan konsep green hotel. Green hotel yang dimaksud didasarkan pada upaya untuk mengoptimalisasi sumber daya (energi, air, dan bahan) dan mengelola ruang dalam bangunan hotel yang memenuhui kualitas kenyamanan dan kesehatan bagi manusia yang ada di dalamnya. “Dalam hal ini ada jaminan kualitas kenyamanan dan kesehatan bagi wisatawan, karyawan, dan pengunjung,” katanya. @ant


Style

“Ini masuk dalam segmen wisata MICE atau Meeting Incentive Convention and Exhibition yang selama ini sumbangannya termasuk yang terbesar untuk devisa pariwisata kita,” katanya. Oleh karena itu, pihaknya mendorong berbagai pihak terutama daerah untuk merintis penyelenggaraan festival serupa yang mampu meningkatkan kunjungan wisman sehingga menumbuhkan sektor pariwisata yang menyejahterakan masyarakat.

Festival Musik Terbukti Dongkrak Kunjungan Wisman

W

akil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamen Parekraf) Sapta Nirwandar menyatakan festival musik telah terbukti mampu mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di suatu daerah. “Acara festival yang digelar di suatu daerah sudah terbukti bisa menjadi daya tarik wisata yang menjaring wisatawan,” kata Sapta Nirwandar di Jakarta, Rabu. Ia mencontohkan, acara festival musik di beberapa kota misalnya di Kota Batam dengan ASEAN Jazz Festival yang digelar secara rutin tahunan telah mampu mendongkrak kunjungan wisman lintas batas atau “cross border visitor”. Tercatat dalam tiga tahun terakhir jumlah kunjungan wisman kota itu terkerek signifikan di akhir tahun yang diprediksi ka-

rena penyelenggaraan festival musik tersebut. “Jum lahnya naik terus dari 2010 sebanyak 1 juta orang, jadi 1,1 juta pada 2011, dan mening kat hingga 1,2 juta orang pada 2012,” katanya. Hal itu, kata dia, tidak hanya terjadi di Kota Batam tetapi juga kota-kota lainnya di Indonesia termasuk Jakarta. Beberapa acara festival musik ataupun konser di Jakarta terbukti memberikan kontribusi yang signifikan terhadap sektor pariwisata secara umum, katanya. “Ini masuk dalam segmen wisata MICE atau Meeting Incentive Convention and Exhibition

yang selama ini sumbangannya termasuk yang terbesar untuk devisa pariwisata kita,” katanya. Oleh karena itu, pihaknya mendorong berbagai pihak terutama daerah untuk merintis penyelenggaraan festival serupa yang mampu meningkatkan kunjungan wisman sehingga menumbuhkan sektor pariwisata yang menyejahterakan masyarakat. @ant

Festival Batik Banyuwangi

Dorong Industri Kreatif

Kegiatan festival batik yang digelar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, 2628 September 2013, diharapkan mampu mendorong kemajuan industri kreatif di daerah setempat, khususnya yang bergerak di bidang pakaian. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada wartawan di Banyuwangi, Minggu, mengemukakan bahwa festival itu merupakan wahana untuk melestarikan warisan budaya sekaligus menumbuhkan geliat usaha para perajin batik. “Melalui festival batik, kami ingin membawa para peminat batik, desainer

atau perancang, industri pakaian nasional, dan wisatawan untuk menyelami kekayaan batik di Bumi Blambangan (sebutan untuk Kabupaten Banyuwangi),” katanya. Festival batik merupakan salah satu rangkaian dari program Banyuwangi Festival 2013, yang telah dimulai sejak awal September lalu dan dibuka dengan parade budaya etnik “Banyuwangi Ethno Carnival”. Pada festival itu, akan digelar berbagai kegiatan bertema batik, mulai dari pameran, parade atau peragaan busana, lomba cipta desain batik hingga lomba mewarnai batik yang diikuti lebih dari 3.000 peserta. Azwar Anas mengatakan bahwa saat ini terdapat sedikitnya 22 motif batik khas Banyuwangi, yang banyak mengambil tema alam, seperti gajah uling, kangkung setingkes,

paras gempal, alas kobong, kopi pecah, moto pitik, sekar jagad, garuda, dan cendrawasih. “Setiap motif batik itu memiliki filosofi dan cerita tersendiri sehingga menjadikan batik sebagai busana yang kaya dengan unsur sejarah dan filosofi,” tambah Bupati. Puncak acara dari festival ini akan digelar parade busana yang merupakan lomba peragaan busana batik khas Banyuwangi pada tanggal 28 September di Gedung Kesenian dan Budaya (Gesibu) Banyuwangi, dengan diikuti sedikitnya 100 peragawati dan peragawan. Anas mengatakan bahwa festival batik itu sebagai stimulus untuk menggairahkan industri kreatif, khususnya industri fashion di daerah, karena ada sejumlah perancang, pelaku industri dan pemerhati batik nasional yang hadir. “Kami menghubungkan perajin batik lokal dengan industri fashion nasional sehingga festival batik ini akan menjadi penanda penting bagi masa depan industri batik di Banyuwangi. Busana termasuk industri batik adalah bagian dari sektor industri kreatif yang dewasa ini tumbuh pesat,” katanya. @ant

5| 5


66 |


7| 7


D

engan menempuh waktu perjalanan sekitar 3 jam menggunakan bus AC dari Kabupaten Pesawaran, Lampung, Anda dapat singgah di Pantai Terbaya yang terkenal dengan pantainya yang bersih dan panorama alam yang menyejukkan mata. Pantai terbaya adalah salah satu objek wisata terkenal selain Gisting dan Kawasan Batu Keramat, dan Air Terjun Way Lalaan sebagai peninggalan kolonial Belanda. Obyek Wisata Pantai Terbaya yang berada di sisi kiri jalan 3 kilometer menjelang pusat kota Kota Agung dan dari arah Bandar Lampung adalah obyek wisata-bahari yang ramai dikunjungi wisatawan saat liburan dan akhirpekan. Posisi jalan raya dan pintu masuk lokasi berada pada ketinggian sekitar 25 m dpl (diatas permukaan laut). Situasi ini memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan yang luas ke arah Teluk Semangka serta pantai berpasir yang rentangnya seolah tak bertepi di kedua ujungnya. Di jalan menurun menuju pantai, terdapat sumber mata air jernih yang dapat digunakan untuk cuci-bilas. Pengelolaan pantai yang masih belum tersentuh peralatan moderen serta tradisi masyarakatnya yang masih terjaga baik, menjadikan tempat ini tampak asli-alami. Pemandangan alam dan Teluk serta Pasir pantai yang bersih merupakan daya tarik pantai ini. Berwisata di pulau tropis, lengkap dengan panorama pasir putih dan jernihnya laut, dengan harga yang terjangkau dapat anda dinikmati disini. Atraksi wisata yang dapat dinikmati dengan berperahu, memancing dan menikmati keindahan alam pegunungan yang beriklim cukup sejuk. Sejauh mata memandang, kapal-kapal tanker raksasa dan kapal nelayan serta pelabuhan laut Kota Agung terhampar luas. Di pinggir-pinggir pantai berjajar pohon-pohon kelapa. Cukup dengan berenang atau duduk santai sambil minum kelapa muda di pinggir pantai jalani rutinitas kerja. Tidak jarang, banyak pepulau ini rasa-rasanya cukup menghilangkan ngunjung baik warga setempat atau pendapenat atau stres akibat rutinitas kerja. Jika tang memancing di pantai ini dengan dengan punya kocek lebih, pengunjung bisa memicu berjalan ke tengah laut. adrenalin dengan menyewa perahu sebesar Hasilnya pun mereka dapat langsung meRp 120.000 per perahu sekali perjalanan. Fanikmatinya dengan mevorit saya jika berkunmanggang hasil pancingjung ke tempat ini ada- Sejauh mat a mata an mereka. Hmm‌.. malah me nikmati pemanang, k apal memandang, kapal apal-nis dan segar tentunya idangan pantai yang ma- memand sih asli-alami dan me- k apal t ank er rrak ak sasa kan yang baru dipangtank anker aksasa gang dan di makan bersamotret kemegahan alam apal ne kapal nellayan ma teman dan sanak saunan sejuk. Sekadar me- dan k nyusuri pantai dan ber- sert aut dara. Sungguh benar-bea pe serta pellabuhan llaut nar jauh dari hiruk pikuk main dengan buih omKot a Agung ota kota yang dapat menyebak dapat merelaksasi hampar lluas. uas. erhampar garkan jiwa dan pikiran. otot tegang Anda men- t er

88 |

Pantai Terbaya, Tanggamus, Lampung bisa menjadi salah referensi Anda dalam mengekplorasi indahnya panorama alam buatan sang Pencipta.

KEELOKAN PANTAI TERBAYA Ketika melintas di jalur barat Sumatera rute Bandar Lampung – Tanggamus, Anda bisa singgah di Pantai Terbaya. Pantai ini terletak persis di tepi jalan raya tersebut. Dua keuntungan bakal Anda dapatkan, beristirahat sejenak sambil menikmati keelokannya dari atas bukit. Jika Anda lelah dan hari sudah mulai gelap, cobalah menginap di Kecamatan Kotaagung. Banyak hal bisa dilakukan di kota ini, mulai


dari berwisata ke pantai, memancing, hingga membeli ikan dari nelayan yang baru saja melaut. Transit Anda pun dijamin menyenangkan. Rute perjalanan Lintas Barat Sumatera di jalur Lampung Barat ke Provinsi Bengkulu terbilang cukup menantang. Ya, Anda akan melewati Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBSS). Cobalah singgah sejenak, lihat dan nikmatilah betapa tingginya nilai warisan dunia itu.

UNESCO (Organisasi PBB yang mengurusi masalah pendidikan dan kebudayaan) menetapkan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan sebagai Cluster Natural World Heritage Site atau Tapak Warisan Alam Dunia. Kita tentu layak bangga dengan apresiasi UNESCO tersebut. Beralih ke jalur Lintas Tengah trans-Sumatera, Anda bisa melancong ke Agrowisata Pekalongan. Pada musim tertentu, Anda dapat

menikmati seni memetik berbagai jenis buahbuahan seperti durian, nangka lampung,

UNESCO (Organisasi PBB yang mengurusi masal ah masalah pend id ik an d an pendid idik ikan dan k ebud a y aan) ebuda aman mene an T menettapk apkan Taman Nasional Bukit Barisan an sebag ai Cl Se Sellat atan sebagai Clust uster ust er Natur ural Wor orlld Herit Heritage Nat ur al W or age Sit e at au T apak W arisan Site atau Tapak Warisan Al am Dunia. Alam

rambutan rafia, jambu bol, dan lain-lain langsung dari pohonnya. Bagaimana rasanya menunggang gajah di alam terbuka? Awalnya, ada rasa ragu dan sedikit khawatir. Namun, setelah mencobanya, gajah pintar itu cukup bersahabat dan siap mengantarkan penumpangnya menjelajahi kawasan taman nasional. Liukan tubuhnya ketika melintasi dataran yang tak rata itu membuat sensasi bagi penunggangnya. Begitu juga ketika naik-turun tebing yang cukup curam, gajah tersebut dengan mudah mampu melewatinya

9| 9


1014|


11 | 11


PANTAI LAGUNA HELAU, Lampung Menyuguhkan panorama alam yang masih tak terjamah. Ada sebuah resor cantik yang langsung menghadap Selat Sunda, tempat yang pas untuk menghabiskan bulan madu bersama pasangan. Resort pantai ini terletak dikota Kalianda Kabupaten Lampung Selatan, merupakan resort alam pantai dengan fasilitas tersedia berupa family cottage dilengkapi dengan dapur dan perlengkapannya (kitchen ware, dining table,dll).

Pantai di Pulau Ora Maluku Pantai di pualu ora, atau pantai ora memang sangat bersih dan memiliki pasir putih dan air laut yang jernih dan biru. Pantai ini sangat cocok untuk berbulan madu karena sangat tenang dan romantis. Terdapat Resor yang hampir seluruh bagiannya terbuat dari kayu tersebut merupakan penginapan satu-satunya di Pantai Ora. Tidak banyak memang kamar yang tersedia di resor ini. Fasilitas super mewah juga tak tampak di penginapan ini. Semua tampak sederhana, menyatu dengan alam.

1212|

bergulung-gulung dan anginnya yang sangat pas.

Pantai Gili Trawangan Lombok

Pantai Pelawan, Bintan Pasir putih seakan tak habis dipandang mata, lautan biru seakan mengintip dari jendela Anda dan pasangan. Resor ini sangat romantis, 61 vilanya terletak di antara hutan hujan tropis yang rimbun. Masing-masing vila berbentuk rumah panggung, bertengger di atas bukit dengan panorama teluk. Di bibir pantai, dikelilingi oleh hutan bakau yang indah. Kealamian pantai ini juga masih sangat terjaga terlihat dari bersihnya pantai. Pada bulan-bulan tertentu seperti akhir tahun, kawasan pantai ini sangat potensial untuk selancar karena ombaknya yang

Pantai Gili Trawangan terletak di sebuah pulau dengan nama yang sama yaitu Pulau Gili Trawangan. Pulau ini adalah salah satu dari 3 pulau kecil atau gili yang berada di sebelah barat laut Lombok, Nusa Tenggara Barat selain Gili Meno dan Gili Air. Gili Trawangan ini memiliki panjang 3 kilometer dan lebar 2 kilometer. Pulau ini mempunyai populasi sebanyak


800 ribu jiwa dan mempunyai fasilitas wisata terlengkap dibandingkan dengan 2 pulau lainnya diatas.

Pantai Jimbaran, Bali

Bulan madu anda akan terasa sangat istimewa di pantai ini, anda bisa menikmati makan malam romantis bersama pasangan anda sambil menikmati indahnya pantai malam hari. Makan malam romantis Anda akan disiapkan oleh pihak resor tempat Anda menginap. Akomodasi tersedia di sepanjang jalan menuju Pantai Jimbaran, mulai dari hotel berbintang sampai villa mewah. Pantai ini jadi tempat yang pas untuk menghabiskan malam disinari cahaya lilin temaram.

Pantai Senggigi, Lombok

ditambah pantainya yang landai akan memanjakan Anda bersama pasangan.

Takabonerate, Sulawesi Selatan

Pantai Tanjung Lesung, Banten

Takabonerate adalah sebuah taman nasional yang terletak di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Di taman nasional ini, Anda bisa melihat atol atau pulau karang terluas ketiga di dunia. Menjelang tanggal 14 Februari nanti, ajaklah pasangan Anda menikmati pesona alam bawah laut Takabonerate.

Hamparan pasir putih dan laut yang masih bersih menyuguhkan panorama alam yang romantis. Menginaplah di beberapa resor seperti The Bay Villas, Blue Fish Hotel atau Kalicaa Villa untuk menikmati beberapa hari penuh romansa. Bagi pasangan yang baru menikah, cobalah untuk berkunjung ke pantai senggigi untuk berbulan madu. Pemandangannya sungguh menawan dan memiliki pasir pantai yang bersih dan putih. Pantai ini terletak di sebelah barat pesisir Pulau Lombok. Hanya berjarak sekitar 12 km dari Kota Mataram, Anda bisa menuju ke pantai ini dengan mobil sewaan atau kendaraan umum. Karakter ombaknya sangat tenang,

13 | 13


14 |


15 | 15


S

Sejumlah tempat tidur busa disimpan di uma atau rumah adat Mentawai di Butui, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Keberadaan barang buatan pabrik itu amat mencolok dibandingkan dengan isi uma lainnya, seperti tengkorak binatang dan peralatan memasak yang semuanya dibuat warga Mentawai. “Tempat tidur itu untuk para turis. Mereka juga yang membelinya, juga barang lain seperti tas,” kata Aman Jazali, sikerei yang menghuni rumah adat tersebut. Sikerei adalah pemimpin upacara adat. Menurut Jazali, hampir setiap minggu ada saja turis asing—biasanya dari Amerika dan Eropa—yang menginap 1-2 malam di uma. Ada dua daya tarik di situ: mengalami sendiri kehidupan suku Mentawai yang eksotis serta menikmati aliran Sungai Butui nan jernih serta dikelilingi pasir dan bebatuan putih di depan uma. Eksotisme ala Butui tersebut masih ditambah indahnya perjalanan untuk mencapainya, yaitu naik pompong—perahu kayu dengan mesin tempel—selama sekitar 4 jam dari Muara Siberut, ibu kota Kecamatan Siberut Selatan, menuju Desa Madobag. Dari Madobag, berjalan kaki sekitar 1,5 jam melalui hutan untuk menuju uma. Sementara Muara Siberut dapat ditempuh dengan naik kapal motor selama 10-12 jam dari Padang, Sumatera Barat.

1616|

EKSOTISME MENTAWAI Kehadiran wisatawan asing ini membuat Jazali memperoleh pemasukan yang lumayan karena setiap rombongan biasa memberinya uang sebelum pergi. Selain itu, juga membuatnya mampu sedikit berbahasa Indonesia, Inggris, dan berhitung. “Saat menginap di sini, pemandu wisata dan turis asing itu sering mengajari saya dan juga keluarga,” kata Jazali yang tidak pernah mengenyam bangku sekolah. Sementara ketiga anaknya sekarang belajar di sekolah hutan yang dikelola seorang biarawan karena sekolah formal berada jauh dari umanya. Kehadiran turis asing juga membuat sejumlah tempat di Mentawai ditumbuhi resor mewah, terutama di kawasan pantai yang memiliki ombak yang baik untuk selancar. Di resor-resor itu turis berduit menikmati eksotisme Mentawai yang terdiri dari 213 pulau sekaligus untuk berselancar. Ombak di kepulauan Mentawai—oleh berbagai organisasi selancar—merupakan terbaik ketiga sejagat setelah Hawaii dan Tahiti. Di Mentawai, selancar biasanya dilakukan di Pulau Nyangnyang, Karang Majat, Masilok, Botik, dan Mainuk. Puncak kunjungan wisatawan ada di bulan Juli dan Agustus. Saat itu ketinggian ombak di Mentawai mencapai 7 meter. “Pulau yang cantik. Saya akan datang ke sini lagi,” kata Andrea, wisatawan dari Italia, tentang Mentawai yang dikunjunginya selama satu minggu.

CAGAR BIOSFER Selain cantik, Mentawai juga berperan penting bagi konservasi. Sejak tahun 1981, Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) menetapkan Pulau Siberut di Mentawai sebagai salah satu cagar biosfer sehingga keberadaannya harus dilindungi dan dijauhkan dari eksploitasi. Keeksotisan Siberut ditambah adanya empat primata endemik Mentawai, yaitu simakobu atau monyet ekor babi (Simias concolor), bilou atau siamang kerdil (Hylobates klosii), joja atau lutung mentawai (Presbytis potenziani), dan beruk mentawai (Macaca pagensis). Untuk meneliti kekayaan primata Mentawai ini, Pusat Primata Universitas Gottingen, Jerman, bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor mendirikan Proyek Konservasi Siberut.


TERABAIKAN Namun, berbagai keunggulan itu seolah belum mampu membuat negara untuk melihat Mentawai secara lebih serius. Fasilitas umum seperti kesehatan dan pendidikan di daerah kaya itu umumnya masih terbengkalai. Aliran listrik dan jalan amat terbatas. “Dinas Pariwisata belum pernah datang ke sini. Jika ada wisatawan yang datang, ya sudah, kami tangani sendiri,” kata Sekretaris Desa Madobag Matheu Sabaggalek. Akibatnya lebih jauh, warga tidak hanya

belum memiliki panduan yang jelas untuk mengelola daerahnya. Sejumlah aset di daerah itu juga mulai dikelola orang asing, seperti resor mewah di sejumlah lokasi selancar. “Tanah resor itu masih milik warga Mentawai. Namun, karena tidak tahu dan tidak memiliki modal untuk mengelolanya, lalu disewakan ke orang asing,” kata Matheu. Matheu juga menceritakan, sudah ada turis Kanada yang menawarkan diri untuk memberikan modal menata air terjun Kulu Kubuk yang ada di daerahnya. “Turis itu sudah mena-

warkan Rp 25 juta sebagai modal, dan pengelolaannya tetap diserahkan ke kami. Namun, warga yang punya tanah masih belum memperbolehkan,” kata Matheu. Negara perlu mengatur jangan sampai kekayaan alam ini jatuh ke tangan asing, antara lain membekali kemampuan masyarakat setempat mengelola kawasan mereka. Jika tidak, kekayaan alam Mentawai nan cantik ini sangat mungkin diserahkan pengelolaannya ke tangan asing. Bila demikian, apa arti makna kehadiran negara Indonesia di Mentawai?

17 | 17


PANTAI-PANTAI INDAH DI INDONESIA Pantai Dreamland, Bali

Mata Anda akan terpesona dengan keindahan pantai ini. Daerah yang berbukit dan bertebing membuat Anda melihat seolaholah daerah pantai lebih rendah pada laut. Dreamland merupakan pantai yang dikelilingi oleh tebing-tebing yang menjulang tinggi serta batu karang yang berukuran besar.

Kondisi gelombang air lautnya cukup cocok bila digunakan untuk olahraga surfing, sebab ketinggian gelombangnya cukup stabil. Dengan kondisi air yang seperti itu, maka di pantai ini terdapat beberapa tempat surfing yang sering dikunjungi wisatawan, yaitu Batu Guram, Karang Sari, Cimaja, Karang Haji, Indicator, Sunset Beach, Ombak Tujuh, dan Ujung Genteng. Beberapa tempat surfingtersebut ramai dikunjungi para wisatawan tepatnya pada bulan Mei hingga Oktober, saat kondisi ombak sedang tinggi.

Pantai Raja Ampat, Kab. Sorong

Kawasan Sanur sendiri dikenal sebagai awal perkembangan pariwisata di Bali dengan hadirnya hotel seperti Inna Grand Bali Beach dan beberapa hotel pertama lainnya di Bali pada saat pertama kali wisata Bali berkembang.

Pantai Senggigi, Lombok

Pantai Bunaken, Manado

Bunaken adalah sebuah pulau seluas 8,08 km² di Teluk Manado, yang terletak di utara pulau Sulawesi, Indonesia. Pulau ini merupakan bagian dari kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Pulau Bunaken dapat di tempuh dengan kapal cepat (speed boat) atau kapal sewaan dengan perjalanan sekitar 30 menit dari pelabuhan kota Manado. Di sekitar pulau Bunaken terdapat taman laut Bunaken yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bunaken.

Pantai Sanur, Bali

Raja Ampat adalah pecahan Kabupaten Sorong, sejak 2003. Kabupaten berpenduduk 31.000 jiwa ini memiliki 610 pulau (hanya 35 pulau yang dihuni) dengan luas wilayah sekitar 46.000 km2, namun hanya 6.000 km2 berupa daratan, 40.000 km2 lagi lautan. Pulau-pulau yang belum terjamah dan lautnya yang masih asri membuat wisatawan langsung terpikat. Mereka seakan ingin menjelajahi seluruh perairan di “Kepala Burung� Pulau Papua.

Pantai Pangandaran, Jawa Barat

Senggigi memang menawarkan pesona pantai yang khas. Suasana alami yang belum banyak dijejali oleh turis asing, seolah menjadi penanda beda pantai ini dengan pantai-pantai di Bali. Ini tentu memberi nuansa tersendiri bagi para pengunjung. Tak aneh, pantai ini kini dijadikan tujuan alternatif baru para wisatawan yang merindukan suasana kesenyapan alami yang menentramkan.

Pantai Kuta, Bali

Pantai Palabuhan Ratu, Jawa Barat Pantai yang secara geografis terletak di sebelah timur Jawa Barat, atau lebih tepatnya lagi terletak di Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran, lebih kurang 92 kilometer arah selatan Ciamis ini memang boleh dibilang memiliki berbagai kelebihan jika dibanding dengan beberapa obyek wisata pantai lainnya, khususnya di wilayah pulau Jawa.

1818|

Pantai Kuta pengunjung bisa melakukan selancar atau surfing, bermain sepakbola,


serta permainan olah raga air

bermain layang-layang, sekedar rebahan di pasir pantainya yang hangat, atau cuci mata menyaksikan para turis bule berjemur. Apabila tertarik dengan layanan kuncir rambut atau pembuatan tato sementara, itu juga bisa didapat di pantai ini.

Pantai Natsepa, Ambon

Pantai Parangtritis, Yogyakarta Pantai Baron. Sejumlah perahu nelayan juga terlihat berlabuh di tepi pantai. Puluhan warung makan dan juga pedagang souvenir bertaburan di sepanjang jalan menuju pantai.

Pantai Bale Kambang, Malang Pantai Parangtritis sangat lekat dengan legenda Ratu Kidul. Banyak orang Jawa percaya bahwa Pantai Parangtritis adalah gerbang kerajaan gaib Ratu Kidul yang menguasai laut selatan. Hotel Queen of the South adalah sebuah resort mewah yang diberi nama sesuai legenda ini. Sayangnya resort ini sekarang sudah jarang buka padahal dulu memiliki pemandangan yang sanggup membuat kita menahan nafas.

Pantai Hunimua/Liang, Maluku Tengah

Salah satu tempat wisata yang terkenal di Pulau Ambon, bila Hari Libur seperti Hari Minggu sangat dipadati pengunjung. Kalo mau lebih sepi dan leluasa pergi ke tempat ini sebaiknya hari Jumat atau Sabtu

Pantai Plengkung, Banyuwangi

Pantai Bale Kambang terletak di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Malang Selatan. Perjalanan sejauh 65 km dari kota Malang bisa ditempuh selama 3 jam dengan kendaraan pribadi. Pantai ini terbentang 2 KM meliputi pantai landai bertabur karang di sebelah timur dan dihiasi 3 pulau masing2 Pulau Ismoyo dengan Pura Luhur Amertha Jati di atasnya, Pulau Wisanggeni, dan Pulau Anoman di sebelah barat.

Pantai Parai Tenggiri, Bangka Belitung Pantai Hunimua, Desa Liang, Kabupaten Maluku Tengah, biasa disebut Pantai Liang, menempati peringkat pertama terindah di Indonesia berdasarkan hasil penelitian Badan PBB yang mengurusi pembangunan global (UNDP) tahun 1990.

Pantai Plengkung merupakan suatu obyek wisata yang tidak hanya memiliki panorama yang indah, tetapi juga dikenal sebagai pantai yang cocok untuk olahraga selancar air (surfing) karena memiliki ombak yang besar. Konon, bagi sebagian wisatawan mancanegara, ombak di pantai ini, khususnya pada bulan Mei hingga Oktober, dianggap sebagai terbaik kedua setelah arena selancar air di Hawaii.

Pantai Baron, Jogja Suasana di pantai itu terbilang cukup ramai, sejumlah pengunjung dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan bahkan Jakarta dan Surabaya memenuhi pantai yang berbentuk teluk tersebut. Karang batu yang mengelilingi pantai juga menambah ke eksotisan

Pantai Parai Tenggiri adalah pantai yang terletak di kawasan daerah Matras, Sungailiat, Bangka Belitung. Pantai ini sering dijadikan obyek wisata dan terkenal dengan batuan granit berbagai ukuran. Fasilitas yang tersedia antara lain hotel, outbound

- Suara Lampung untuk negeri -

19 | 19


S

ebab itu, sejarah dan perjuangan di daerah Lampung erat kaitannya dengan sejarah perjuangan di Provinsi Sumatera Selatan. sama seperti daerah-daerah lainnya di awal kemerdekaan yang diwarnai oleh pergolakan-pergolakan mempertahankan kemerdekaan 17 Agustus 1945, pemerintahan keresidenan Lam-pung juga tidak dapat berjalan lancar. Dalam waktu yang singkat setelah kemerdekaan RI tersebut semangat kemerdekaan segera saja menggelora ke seluruh Lampung. Pemuda dan masyarakat bergerak dengan senjata seadanya, menyusun barisan laskar bersenjata dan mengambil alih instansi-instansi pemerintahan yang semua dikuasan Jepang. Di Lampung, setelah para pejuang mengambil alih kekuasaan dari tangan Jepang, dibentuk Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID). Selain itu dibentuk pula Pasukan Keamanan Rakyat. Untuk lebih memadukan kekuatan pertahanan maka pada bulan Desember 1945 Jenderal Mayor Suharjo Harjohandoyo menyelenggarakan pertemuang di Tanjungkarang (sekarang Bandarlampung) dalam rangka membentuk sebuah resimen di Lampung. Sebagai komandan resimen yang baru dibentuk itu dipilih Letnan Kolonel Iwan Su-

20 | 20

pardi dengan Kepala Stafnya Mayor Surkardi Hamdani. Resimen ini dilengkapi dengan pembentukan bataliyon-bataliyon pendukung, seperti Batalyon IA di Tanjungkarang dengan komandannya Ahmad Ibrahim, Batalyon IB di Telukbetung dengan komandannya Baheramsyah, dan Batalyon IV di Kotabumi dengan komandannya Mas Adi. Pada masa-masa pergolakan itu kepemimpin Residen Lampung tidak stabil mengalami terus mengalami pergantian. Pada 9 September 1946, Residen Mr Abbas yang ditetapkan Pemerintah Pusat sebagai Residen dipaksa untuk melepaskan jabatannya oleh sebuah badan yang dikenal dengan nama Panitia Perbaikan Masyarakat (PPM). Tokoh-tokoh PPM ini antara lain Zainal Abidin, Juned, Azhari, Datuk Amin, Oemar Bey, Sutan Mudsi, Haji Masykur dan lain-lain. Jabatan residen kemudian diserahkan kepada Dr Barel Munir. Akan tetapi pada tanggal 29 November 1947 Barel Munir mengundurkan diri dan sebagai penggantinya diangkat Rukadi. Sementara itu, Belanda yang mulai melakukan agresi II terus bergerak menduduki kota Tanjung karang pusat pemerintahan. Keresidenan Lampung. Akibatnya, pemerintahan Keresidenan Lampung bersama stafnya menyingkir ke Menggala melalui Kasui. Tetapi tindakan ini dinilai tidak sesuai dengan Keputusan DPR Keresi-

denan Lampung. Karena itu, DPR Keresidenan Lampung sesudah bermusyawarah dengan pimpinan partai-partai politik, mengangkat Mr. Gele Harun sebagai Kepala Pemerintahan Darurat Keresidenan Lampung. Pengangkatan ini kemudian disetujui oleh Pemerintah Darurat Provinsi Sumatera Selatan di Palembang. Karena keadaan semakin tak menentu (bergolak) maka Pemerintahan darurat tersebut terus berpindah-pindah. Mula-mula pindah ke Pringsewu. Kemudian pindah lagi ke Talangpadang dan akhirnya ke Bukit Kemuning. Di kota kecil Bukit Kemuning inilah pemerintahan Keresidenan Lampung mulai menyusun staf pemerintahannya.. Perkembangan di tingkat nasional, sebagai hasil dari Konfrensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda pada tahun 1949, Indonesia dan Belanda sepakat dengan terbentuknya Negara Republik Indonesia Serikat (RIS). Sebagai kelanjutammua maka di seluruh wilayah Indonesia dilakukan pengalihan kekuasaan. Di Lampung, pengalihan kekuasaan itu diterima oleh Residen Mr Gele Harun dari wakil pemerintah Belanda. Sama seperti di daerah-daerah lainnya di Indonesia, bentuk negara serikat hasil KMB tidak mendapat tempat di hati masyarakat Lampung. Karena itu pula, segera setelah pengalihan kekuasaan itu, di Lampung muncul tuntutan-


tuntutan untuk kembali ke bentuk negara kesatuan. Demikianlah pada perkembangan selanjutnya, pada tanggal 17 Agustus 1950, atas nama bangsa dan Pemerintah Indonesia, Presiden Soekarno di Yogyakarta, memaklumkan kembali ke bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Setelah itu, keadaan berangsur pulih sehingga pergantian pejabat Residen Lampung tidak mengalami gejolak seperti sebelumnya. Sementara itu, pada tahun 1950 masyarakat di Kewedanaan Krui mengadakan plebisit dan hasilnya masyarakat di wilayah itu memilih masuk menjadi bagian Keresidenan Lampung. Sebelumnya Krui termasuk wilayah Keresidenan Bengkulu. Dengan penambahan wilayah ini, maka luas wilayah Keresidenan Lampung semakin bertambah. Di Lampung sendiri sistim pemerintahan mengalami

perubahan. Pada tahun 1952 Pemerintahan Marga dihapus dan dibentuk Pemerintahan Negeri yang semula dimaksudkan sebagai persiapan pembentukan pemerintahan daerah tingkat III. Akan tetapi karena dalam per kembangannya terjadi perubahan, maka pada tahun 1970 pemerintahan negeri tidak di aktifkan lagi. Sejak itu pemerintahan kecamatan langsung mengurus pemerintahan desa.

PERJUANGAN KE DASWATI I Dengan pemikiran agar pembangunan Lampung dapat focus dan lebih cepat lagi, maka tokoh-tokoh pergerakan Lampung mulai memperjuangkan agar status Lampung bisa ditingkatkan menjadi Provinsi tersediri lepas dari Provinsi Sumatera Selatan. Tentu saja harapan itu harus diperjuangkan dan tidak diperoleh sebagai hadiah. Lampung berhasil memperoleh statusnya sebagai Daerah Swantantra Tingkat I (Daswati I) melalui perjuangan panjang yang berliku dan juga melelahkan. Perjuangan ke arah terbentuknya Daswati I Lampung sudah dimulai sejak 1952, dan mulai menampakkan hasil setelah keluarnya “Petitie Penuntutan” pada tahun 1962 yang berisi tuntutan agar Keresidenan Lampung ditingkatnya statusnya menjadi Daerah Swatantra Tingkat I (Daswati I). Keluarnya “Petite Penuntutan ” tersebut merupakan hasil rapat dari para Bupati dan Residen Lampung H.Zainal Abidin Pagar Alam waktu itu, men jadi dynamo lebih menggerakkan dinamika perjuangan mendapatkan status Daswati I Lampung. Banyak duka dan suka yang mereka lalui. Misalnya saja dalam hal mem bentuk kepanitian pada keadaan bangsa yang masih dalam kondisi darurat perang (SOB). Para Setelah melalui persiapan, maka pada tanggal 5 Maret 19 63 tokoh-tokoh per gerakan Lampung for Province meng adakan rapat akbar di Gedung Balai Per temuan Rakyat (BP R) sekarang kantor DHD Angkatan 45 Lampung di Jalan Teuku Umar Tanjung karang. Rapat akbar yang semula diharapkan akan mengukuhkan Panitia Pembentukan Daswati I Lampung tidak berjalan lancar karena tidak diberi ijin oleh penguasa perang waktu itu. Bahkan sehabis pertemuan itu pejabat pemerintahan yang terlibat dengan rapat itu menjalani ‘pemeriksaan’ oleh penguasa perang untuk mempertanggungjawabkan keterlibatan mereka. Tetapi tantangan ini tak pernah menyurutkan langkah pemimpin dan

masyarakat Lampung. Pada 7 Maret 1963 secara resmi terbentuk Panitia Penuntutan Pembentukan Daswati I Lampung yang dipimpin oleh Achmad Ibrahim. Panitia juga membentuk perwakilan di Palembang dan Jakarta untuk memuluskan perjuangan mereka. Upaya keras masyarakat Lampung untuk meningkatkan status daerahnya tidak sia-sia dan direspons positif oleh Pemerintah Propinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Pusat. Pada tanggal 14 Desember 1963 Menteri Dalam Negeri mengeluarkan Surat Keputusan (SK) No. BK2/103/S-472 yang menyetujui terbentuknya Daswati I Lampung. Demikian pula Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengeluarkan SK No. A.17/13133 yang intinya menyetujui rencana pembentukan Daswati I Lampung. Untuk menindaklanjuti kesepakatan-kesepakatan itu, maka pada 7 Januari 1964, Gubernur Kepala Daerah Provinsi Sumatera Selatan Catur Tunggal menggelar rapat persiapan pembentukan Daswati I Lampung yang dihadiri oleh Bupati dan Walikota se Keresidenan Lampung, anggota DPRD GR Sumatera Selatan serta pihak-pihak terkait lainnya. Pada tanggal 8 Januari 1964, Pemerintah Pusat mengeluarkan SK No. L5/1964 tentang pembentukan Tim Asistensi yang tugas pokoknya mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan untuk pelaksanaan pemindahan hak, tugas, kewajiban dan kewenangan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kepada Pemerintah Provinsi Lampung yang segera dibentuk. Tim Asistensi terdiri dari Anwar Gelar Datuk Majo Basa Nan Kuning, Pegawai Tinggi Ketataprajaan Tingkat I Departemen Dalam Negeri sebagai ketua, H.Zainal Abidin Pagar Alam, Residen Lampung sebagai Wakil Ketua, R.Junada SH, Pembantu Sekretaris Tingkat I Sumatera Selatan sebagai Sekretaris merangkap Bendaharawan, serta H. Mursyid Alamsyah Caropeboka, Bupati diperbantukan Kantor Gubernur Lampung, sebagai Pembantu Sekretaris, dan R. Achmad, Sekretaris Keresidenan Lampung sebagai Pembantu Bendaharawan. Tim Asistensi kemudian melaksanakan tugasnya dan melaporkan hasilnya ke Pemerintah Propinsi Sumatera Selatan untuk diteruskan ke Pemerintah Pusat. Hasil kerja tim asistensi inilah yang kemudian dipakai sebagai rujuan awal Pemerintah Pusat memenuhi tuntuan masyarakat Lampung untuk meningkatkan status daerahnya menjadi Daswati I (Provinsi). Pemerintah Pusat kemudian mengeluarkan Perpu No.3 Tahun 1964 yang kemudian diubah dengan UU No.14 Tahun 1964. Perpu itu juga sekaligus mengubah UU No.25 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat I Sumatera Selatan. Berdasarkan Perpu itu, Propinsi Sumatera Selatan melepaskan dae-rah-daerah yang meliputi Daerah Tingkat II Lampung Utara, Lampung Tengah, Lampung Selatan dan Kota Bandarlampung.

21 | 21


Seterusnya, untuk menindaklanjuti hal itu, Residen Lampung H Zainal Abidin Pagar Alam tanggal 16 Maret 1964 membentuk Panitia Penyelenggara Peresmian Daswati I Lampung. Dua hari kemudian, yaitu pada tanggal 18 Maret 1964 pukul 20.00 terjadi peristiwa yang bersejarah. Pejabat Gubernur Lampung Kolonel Kusno Dhanupoyo yang sebelumnya telah dilantik oleh Menteri Dalam Negeri di Jakarta tiba di Lampung dan menerima penyerahan Daerah Swatantra Tingkat I Lampung dari Gubernur Sumatera Selatan Catur

22 | 22

Tunggal, disaksikan Eny Karim yang mewakili Menteri Dalam Negeri. Tanggal 19 Maret 1964, dilakukan rapat resmi pertama oleh Pejabat Gubernur dengan seluruh Kepala Daswati II dan staf pemerintahan. Namun, perkembangan politik yang memanas menjelang meletusnya G 30 S/PKI 1965 membuat Pejabat Gubernur Danupoyo lebih banyak terkonsentrasi pada masalah politik sehingga pembangunan tidak berjalan. Kondisi politik dan keamanan semakin “meng khawatirkan� karena kemudian ada petunjuk

bahwa ada ‘persinggungan’ antara Kusno Danupoyo dengan PKI. Masyarakat Lampung yang baru menerima SK Provinsinya pun menjadi marah. Masyarakat mendesak agar Pemerintah Pusat segera mencopot Pj Gubernur Kusno Danuphoyo dan menggantikannya dengan H. Zainal Abidin Pagar Alam gelar Sutan Kacamarga. Desakan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui surat pernyataan sikap melainkan juga diwarnai aksi demonstrasi para pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam KAPI, KAMI dan Kesatuan Aksi Masyarakat, sehingga keadaan daerah semakin sulit. Menyikapi keadaan yang tidak menguntungkan ini, Pemerintah Pusat bertindak cepat. Pada tanggal 20 Juni 1966 Menteri Dalam Negeri mengeluarkan SK No. UP/12/2/ 24-763 yang isinya Mengangkat H Zainal Abidin Pagar Alam sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Lampung terhitung mulai 1 Agustus 1966. Tidak lama sesudah itu, keluar Kepres (Keputusan Presiden) No.45 Tahun 1967 yang mengangkat H.Zainal Abidin Pagar Alam sebagai Gubernur Kepala Daerah Provinsi Lampung. H Zainal Abidin Pagar Alam, adalah putra Lampung Lulusan STOVIA Bandung yang punya pengalaman di birokrasi. Dia memulai tugasnya dengan menghadirkan sejumlah gebrakan monumental terutama di tiga sektor yaitu transportasi, pendidikan dan pertanian. Di sector transportasi hasil karya suami Hj. Dewi Kartini gelar Sutan Berlian itu berhasil membuka daerah-daerah yang sebelumnya terisolir. Keberhasilan itu tidak terlepas dari dukungan para pengusaha (kontraktor) daerah yang dengan sepenuh hati berbuat untuk propinsi baru ini. Jalan baru yang menembus keterisolasian sebagian besar wilayah kecamatan (dan apalagi desa), dikerjakan kontraktor dengan sistim voor financiering artinya dibangun dulu dari dana kontraktor sendiri dan sesudah selesai baru dibayar secara mencicil oleh pemerintah daerah, karena pemerintah daerah tidak mempunyai dana. Menurut informasi dana yang dihimpun Zainal Abidin untuk pembayaran itu berasal dari Alokasi Devisa Otomatis (ADO) yakni bagian hasil ekspor daerah. Masyarakat Lampung (yang sudah berumur tentunya) mengingat bahwa Zainal Abidin Pagar Alam (ZAP) berhasil menggerakkan hati dan semangat rakyatnya membangun Lampung. Dia berhasil membangun Lampung incorporated yang memadukan potensi pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat membangun daerah. Sebagai contoh kecil, jika pada awal pemerintahannya panjang jalan propinsi hanya 667,25 kilometer maka pada tahun 1972 panjang jalan ini sudah meningkat lebih dua kali lipat yaitu menjadi 1.363,55 kilometer. Di sector pendidikan gebrakannya yang prestisius adalah memperakarsai pendirian Universitas Lampung (UNILA) dan IAIN Raden Intan Lampung yang kini menjadi kebanggan Lampung. Gubernur Zainal Abdin Pagar Alam telah mele-


S

ambil meraut bambu dengan pisau, mereka bercengkrama. Mereka sedang membuat layang-layang pecukan yang berbentuk seperti daun. Ketua Pengurus Pemuda Bale Banjar Danginpeken, Donny Bramasta, mengawasi teman-temannya membuat layang-layang. “Ini layang-layang tradisional Bali. Ada layang-layang janggan, pecukan, bebean,” jelasnya. Donny pun memperkenalkan salah satu layang-layang terbesar warga Danginpeken, layang-layang janggan atau naga sepanjang sembilan meter. “Ini dibuat sampai ekornya, panjang sembilan meter. Layang janggan ini pakai hiasan juga, ada topeng,” jelasnya. Untuk membuat layang-layang janggan sebesar itu, mereka butuh waktu hingga dua bulan. Sementara layang-layang jenis lain seperti bebean, ikan sepanjang lima meter, paling cepat bisa mereka selesaikan dalam sepekan. “Biasanya pakai bambu yang tua. Lalu diolesi minyak tanah supaya enggak dimakan rayap,” jelas Wayan Wirana (42), Sekretaris Jenderal Banjar Danginpeken. Layanglayang tradisional Bali biasanya dibuat dengan bambu serta kain dengan warna dan ukuran sesuai kebutuhan. Kadang para pembuat layang-layang menambahkan hiasan, seperti topeng pada layang-layang janggan raksasa yang sedang mereka buat. Mereka juga membuat layanglayang yang bisa dibongkar pasang untuk memudahkan pengangkutan layang-layang ke lokasi yang digunakan untuk menerbangkan layang-layang. “Untuk versi knock-down, kami sambung pakai pipa. Jadi tinggal dirakit kalau sampai di lokasi,” kata Wayan. Donny menjelaskan pula bahwa kegiatan membuat layang-layang tradisional Bali bisa dilakukan oleh perempuan maupun lelaki namun para perempuan biasanya jarang ikut membuat layanng-layang. Para perempuan, menurut dia, biasanya hanya ikut membuat layang-layang saat ada festival besar. “Perempuan juga boleh ikut buat layangan. Tapi lebih cenderung lakilaki. Siapa saja bisa buat, enggak ada batasan usia,” tambah Wayan.

takkan dasar-dasar pembangunan Lampung ke depan Lampung. Dia adalah inisiator pembangunan yang cemerlang. Karena itu, ketika Pemerintah Pusat mulai menggerakkan Pembangunan Lima Tahun Pertama (Pelita I) sejak 1 April

1969, Gubernur Zainal Abdin Pagar Alam tidak mengalami kesulitan untuk mensinergikan program nasional itu dengan dasar-dasar pembangunan daerah yang sudah dibuatnya. Banyak yang sudah dibuatnya sebagai modal dasar bagi penerusnya membangun

Lampung, misalnya membangun Pelabuhan Penyeberangan Srengsem, Panjang, dan merintis pembangunan Pelabuhan Bakauheni yang mempertautkan Sumatera-Jawa sekarang ini.

23 | 23


24


The Point Indonesia Edisi 04/2013