Issuu on Google+

Perubahan hanya soal waktu, Karena zaman tak bisa dilawan

Oleh: Izel Muhammad*

Oleh: Muh. Faris Balya*

Di ubun Isma'il, Sejarahmu menapak Hijaz, Bercengkrama, Berdendang dalam belantara Jahily, Dari kantung jejak Namus, Jari jemarimu merangkak Meraba pekat yang menjulang, Di altar Masehi.

Penuhi hasrat cinta genap ridhomu, Tanda nyata diantara robb utusanmu, Kuasa penjagaan lempar lazim kedzoliman, Seruan takbir gema kemenangan. Bagimu tiada pengecualian atasmu, Busungkan dada tunduk berserah syahdu, Panggilan jiwa dekap peluk rindu, Syi'ar kerelaan hati rohmat teradu.

Nomaden terbelalak angkuh, Menjelma dalam Kubangan atmosfer rapuh, Kini… Tahukah engkau kasih, Bulirmu kering dalam tinta, Semilirmu terikat di ANTARA, Celotehmu surut dalam gelombang warta, Muhammadanis enggan mendekap. Hijri… Ingatkah engkau, Ketika Abu Bakar, tersenyum menimangmu, Sadarkah engkau, Ketika Ustman, mengecup mesra keningmu, Tatkala Umar tersungkur, Di antara lutut mungilmu, Apa yang kau rasa, Lantunkan kasih, Biar aku mampu mengecap detakmu, Dikala akar kabut, Menari menelanjangiku.

Puja pujian asa keharibaan sang maha, Monitoring pengakuan jiwa sang peminta, Orientasi tahmid bagimu,yaa asmaul husna, Mata dhomirpun tak mampu menjawabnya. Renungan ranah bijak kreator salamul 'aqli, Sedukan cawan nikmat syukur tak berteori, Kerajaan dewan-dewan laskar penguasaanmu, Hanya engkau sujudku, khoufku, raja'ku, Kembali untukmu. .. * Mahasiswa Universitas Darul Ulum Asy- Syar’iyyah. Fakultas Sastra Arab Hudaidah.

Edisi 02 (Desember- Januari 2011/ 2012)

Buletin

Progresif Menuju Peradaban Baru

* Mahasiswa Universitas Darul Ulum asy- Syar’iyyah. Fakultas Sastra Arab Hudaidah. Menuju Peradaban Baru

Utama: Perayaan Tahun Baru dalam Konteks Islam

Syukur

Hijri

Buletin Progresif

aSajian

12

Opini:

Between The New Year of Hijri and Masihi: Pernik Disparitas dan Popularitas

Reportase: Peringatan Hari Pahlawan - Liga Bola PPI Yaman

Poetry: Hijri - Syukur

Harap meletakkan buletin ini di tempat yang semestinya, karena mengandung ayat Quran, hadist daan asma Allah

1Poetry

Redaksi Buletin PROGRESIF menerima tulisan pembaca yang berupa artikel, opini, puisi, humor islami, dll. Tulisan ditulis dengan rapi atau diketik dengan font Calibri 11 spasi 1. Redaksi Buletin PROGRESIF berhak mengedit naskah yang masuk tanpa mengurangi inti tulisan. Tulisan bisa dikirimkan melalui redaksi atau via Email buletin PROGRESIF dengan disertai nama dan alamat penulis. Tulisan yang telah dikirim menjadi hak redaksi sepenuhnya. Buletin Progresif Menuju Peradaban Baru

Edisi 02 (Desember- Januari 2011/ 2012)

01


1 Sekapur

Sirih

Susunan Redaksi Buletin

PROGRESIF Dewan Pelindung: DPP PPI Yaman Penanggung Jawab: DEPINFOKOM PPI Yaman

Redaksi Ahli: Risan W. Windarko,

Ali Wafa Pemimpin Redaksi: Alfin Mubarack Sekretaris: Mujiburrahman Editor: Haris Syahid Reporter: Abdur Rozaq Lay-Outer: Isynie Sunni Sansan

Alamat: Aidid, Tarim, Hadramaut, Yaman

Email: bulletin.ppiyaman@gmail.com

Buletin Progresif Menuju Peradaban Baru

Perubahan hanya soal waktu, Karena zaman tak bisa dilawan

Cuap- Cuap

Redaksi

Assalamu'alaikum Wr.Wb. Segala puji bagi Allah, yang telah menjadikan perputaran bumi, matahari, dan rembulan sebagai kiblat penentu waktu. Salawat dan salam semoga selalu terpancar pada Rasul Muhammad saw, para sahabat dan keluarganya. Tak terasa bulan Dzulhijjah telah kita lalui, dan sudah saatnya meniti kehidupan yang lebih maju di tahun baru ini. Gebyar tahun baru islam kebetulan bertepatan dengan bulan November di penghujung tahun 2011 ini. Selanjutnya, di bulan Desember ini buletin PROGRESIF hadir menyapa rekan-rekan pelajar sekalian. Hanya tinggal menghitung hari kita akan menyaksikan pagelaran-pagelaran berskala dunia dalam menyambut tahun baru 2012 nanti. Jika kita menyaksikannya, kita akan melihat begitu spektakulernya pagelaran itu. Lalu bagaimanakah kemeriahan gebyar penyambutan tahun baru hijriyah yang telah kita lalui? Bukankah peristiwa hijrah nabi lebih bermakna jika dibandingkan dengan hanya sekadar pergantian angka tahun? Kontradiksi tersebut memang sudah tidak lagi asing kita jumpai. Namun, bukan salah dikala kita masih tetap membincangnya sekarang. Bahkan, beberapa ulasan pada edisi PROGRESIF kali ini masih relevan untuk bahan refleksi. Di sela-sela rubrik, reportase seputar kegiatan ke-PPI-an turut pula mewarnai edisi PROGRESIF kali ini, yaitu peringatan hari besar nasional 10 November. Acara renungan hari pahlawan 10 November diharapkan dapat menambah semangat nasionalisme kita sebagai pelajar Indonesia yang belajar mengarungi hamparan gurun ilmu di bumi Yaman ini. Semoga di tahun baru ini kita mampu meneladani jejak rasul lewat refleksi hijrah yang spektakuler nilainya agar terus melangkah PROGRESIF menuju peradaban baru. Bersama, mari kita teguhkan pendirian untuk maju membangun peradaban yang luhur dan berprinsip. Selamat Membaca, Selamat Tahun Baru !!

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Edisi 02 (Desember- Januari 2011/ 2012)

02

aReportase

Perubahan hanya soal waktu, Karena zaman tak bisa dilawan

Ali Musyafa' dan Mushtofa, pemain Al Ahgaff, mencetak masing-masing 1 gol. Kemudian bintang lapangan hari itu, Muhammad Nazar, menyarangkan 2 gol. Pertandingan sengit antara Al-ahgaff vs Darul Musthofa pun berakhir dengan skor 2 – 1. Buah gol dari umpan lambung yang disambut dengan heading tipis di sudut gawang oleh Fadhoil dan umpan lambung ke arah atas gawang yang berhasil menipu kipper darul musthofa yang akhirnya bola dilesakkan dengan sentuhan mudah oleh Faqih Ahmad. Dengan kemenangan ini, Al Ahgaf memastikan diri sebagi juara. Faqih Ahmad dan Ahmad Fadhoil kali ini tampil sebagai penentu. Muhammad Yandi selaku panitia penyelenggara memberikan piala kepada pemain Al-Ahgaff University sebagai juara Liga. Dengan kerja keras dan bimbingan sang pelatih hebat dari Jember, Khoirur Roji, akhirnya Al Ahgaff bisa meraih kemenangan. Piala dunia PPI Yaman yang selama tiga tahun berada dalam tundukan pemain Ribat Tarim bisa bergulir ke tangan pemain Al-Ahgaff University.

Soul’s Bread

Perubahan hanya soal waktu, Karena zaman tak bisa dilawan

Bidadarimu Alkisah, bayi yang akan dilahirkan ke muka bumi bertanya pada Tuhan, "Ya Tuhan, aku sebentar lagi akan lahir ke bumi, tapi bagaimana aku bisa hidup di sana sedangkan tubuhku ini begitu kecil dan rapuh?" Tuhan menjawab sambil tersenyum, "Aku akan menugaskan salah seorang bidadariKu untuk menemani dan menjagamu di sana”. "Tapi, sekarang ini aku hidup di surga. Tak ada yang aku kerjakan selain bernyanyi dan bergembira. Aku hidup bahagia di sini". "Janganlah sedih. Bidadarimu kelak akan bernyanyi dan bermain-main bersamamu sepanjang hari. Ia akan mencurahkan cintanya padamu dan membuatmu bahagia." "Tapi, bagaimana aku bisa bercakap-cakap dengan orang-orang di sana bila aku tak tahu apa bahasa mereka?" "Oh, bidadarimu akan menceritakan cerita-cerita yang indah dan manis yang belum pernah kau dengar. Dengan penuh sabar dan kasih sayang bidadarimu akan mengajar kau berkata-kata dan berbicara" "Lalu apa yang harus aku lakukan bila aku rindu dan ingin berbicara padaMu, Tuhan?" "Bidadarimu akan mengajarkan bagaimana kau bisa berdoa padaKu." "Oh Tuhan, aku dengar di bumi banyak orang jahat. Lalu, siapakah yang akan melindungiku?" "Bidadarimu akan membela dan melindungimu, meski ia harus mengorbankan nyawanya sendiri”. "Tapi, aku sedih karena aku tak bisa melihatMu lagi". "Bidadarimu akan selalu bercerita tentang Aku dan mengajarkan bagaimana kau bisa beribadah padaKu, meski sesungguhnya Aku selalu berada dekatmu. Jauh lebih dekat dari prasangkamu”."Waktu kelahiran semakin dekat. Ia harus segera meninggalkan surga yang damai. Tergesa-gesa ia kembali bertanya, "Oh Tuhan, tak lama lagi aku akan pergi, mohon Kau berkenan memberitahu aku siapakah nama bidadariku itu?" "Nama bidadarimu itu tak penting. Kelak kau akan memanggilnya: Ibu."Selamat Hari Ibu!.. :) Buletin Progresif Menuju Peradaban Baru

Edisi 02 (Desember- Januari 2011/ 2012)

11


1Reportase

Perubahan hanya soal waktu, Karena zaman tak bisa dilawan

peringatan hari pahlawan 10 november

Acara diadakan pada Jumat 11 november 2011 pukul 20.00 sampai dengan 22.00 waktu Yaman. Sambutan pertama diawali oleh Muhammad Birrul 'Alim selaku ketua umum PPI Yaman, kemudian dimeriahkan dengan pembacaan puisi kepahlawanan oleh para maestro puisi dari Al-Ahgaff University, Muhammad Haris syahid dan Zainul Hasan. Tak kalah menarik juga, satu-persatu para perwakilan delegasi organisasi daerah menguraikan dan memaparkan sejarah penting perjuangan para pahlawan dalam mengorbankan harta, jiwa dan raga mereka untuk bangsa Indonesia. PPJJ mengupas kepiawaian Sri Sultan Hamengkubowno IX, OPISI membongkar tabir kegigihan Tuanku Imam Bonjol dalam melawan penjajah, paguyuban Jawa Timur dengan Bung Tomo-nya dan delegasi lain yang mengisahkan perjuangan hebat para tokoh Islam, mulai tokoh dari pulau dewata dengan sebutan Wali Pitu sampai tokoh penting di penghujung Kalimantan. Acara ditutup dengan pembacaan surat “Al-Fatihah dan doa bersama untuk para pahlawan Islam, kemudian disusul makan malam sate spesial ala Madura.

liga bola ppi yaman Tarim – Selama liburan Idul Adha, PPI Yaman mengadakan Liga sepakbola antar lembaga se-Tarim yang melibatkan Al-Ahgaff University, Darul Mushtofa dan Ribat Tarim. Pertandingan yang berlangsung pada 9 november 2011 sampai dengan 17 November 2011 itu dilangsungkan di dua lokasi, lapangan Sahat Taghyir Tarim dan lapangan Zamalaik Aided. Pertandingan pertama antara Darul Mushtofa vs Ribat tarim berakhir imbang 1 sama. Hujan gol mewarnai pertandingan kedua ,antara Ribat vs Al-ahgaff yang berkesudahan 2 - 4. Dua gol Umar Muhdhor ke gawang Miqdar tidak dapat membawa timnya pulang membawa kemenangan, karena Al-ahgaff yang dimotori Mansur mampu melesakkan gol lebih banyak. Menuju Peradaban Baru

Edisi 02 (Desember- Januari 2011/ 2012)

Utama

Perubahan hanya soal waktu, Karena zaman tak bisa dilawan

PERAYAAN TAHUN BARU

Aidid - Acara peringatan Hari Pahlawan Nasional diadakan oleh PPI Yaman di Masbah Mahsun Aidid. Hadir segenap pengurus besar PPI Yaman periode 2011-2012 dan perwakilan delegasi organisasi daerah, seperti PPJJ (Paguyuban Pelajar Jawa Tengah dan Jogja), FORSMAYA (forum santri dan mahasiswa Madura di yaman), OPISI (Organisasi Pelajar Islam Sumatra Indonesia), Pasundan, paguyuban Jawa Barat dan Banten, paguyuban Jawa Timur, Kalimantan dan sekitarnya.

Buletin Progresif

1Sajian

10

DALAM KONTEKS ISLAM Oleh: Muhammad Hanafiyah*

Tahun 2011 akan berlalu dan sebentar lagi akan memasuki tahun baru 2012. Umat manusia di seluruh dunia pun merayakan tahun baru tersebut dengan beragam cara; ada yang baik dan ada yang kurang baik.

ketika menghadapi sebuah tradisi masyarakat kita Indonesia yang telah termanipulasi oleh adat orang kafir yang akhirnya membawa ketasyabuhan dengan adat mereka disaat memanifestasikannya dalam kehidupan kaum muslimin.

Ironisnya, bagi umat Islam merayakan tahun baru Masehi jutsru terlihat lebih antusias ketimbang merayakan tahun baru Hijriyah. Mengapa demikian? Sebelum membahas lebih jauh, saya ingin menyampaikan bahwa apa yang saya uraikan nanti tentang seputar kasus perayaaan tahun baru dan bagaimana seharusnya umat Islam harus bersikap itu bukanlah murni dari gagasan saya, melainkan sebuah kutipan wawancara yang disampaikan oleh seorang dosen Akhlak dan Tasawwuf Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDKOM), Dr. Asep Usman Ismail, MA. df

Hal ini merupakan larangan dalam ajaran kita, sebagaimana telah disabdakan oleh Nabi Muhammad Saw: ”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia tergolong dari kaum tersebut”. Dan masih banyak hadist lain yang semakna tentang larangan menyerupai orang-orang kafir .

Namun, saya berharap kiranya tulisan ini dapat memberikan sedikit gambaran dan penerangan bagi teman teman sekalian tentang bagaimana seorang muslim bersikap dengan benar Buletin Progresif Menuju Peradaban Baru

Sebagian besar manusia memiliki sebuah kebiasaan yang dianggap sebuah tradisi dunia dalam memasuki tahun baru di berbagai belahan dunia dengan merayakannya, seperti begadang semalam suntuk, pesta kembang api, tiup terompet pada detik-detik memasuki tahun baru, wayang semalam suntuk bahkan di beberapa tempat sudah mulai ngetrend diadakan zikir berjamaah menyongsong tahun baru. Namun apakah kita pernah mengetahui bagaimana Syariat Islam dalam hal ini ?

Edisi 02 (Desember- Januari 2011/ 2012)

03


1Sajian

Utama

Perubahan hanya soal waktu, Karena zaman tak bisa dilawan

Pengertian Tahun baru Dalam Alquran tahun baru hanya sebatas pergantian waktu. Misalnya dalam Surat at-Taubah ayat 36, yang artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi ka m u s e m u a n y a , d a n ke t a h u i l a h bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” Seperti halnya jenis waktu terkecil itu adalah detik, lalu menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun. Mengenai tahun baru Masehi dan Tahun baru Hijriyah Di sini kita mengetahui, bahwasanya ada tahun baru Masehi dan tahun baru Hijriyah. Tahun baru Masehi dilandaskan berdasarkan peredaran matahari. Peredaran matahari ini alami dan Islami karena kita, umat Islam, melaksanakan ibadah salat lima waktu dan puasa berdasarkan peredaran matahari.

cepat dari tahun Masehi, terkadang dalam satu tahun hanya 335 hari atau bahkan 334 hari. Tahun Hijriyah sendiri diambil berdasar pada sejarah peristiwa Nabi Muhammad Saw saat beliau melakukan hijrah. Jadi, mengenai masalah waktu antara tahun baru Masehi dan tahun baru Hijriyah tidak ada persoalan karena keduanya berproses secara alami dan Islami. Hanya saja perbedaan itu b e r ga n t u n g p a d a m a n u s i a ya n g menilainya. Alquran juga menyebutkan dalam Surat Yasin ayat 38 - 40, yang artinya “ Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Ya n g M a h a P e r ka s a l a g i M a h a Mengetahui (38), Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua (39). Mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya” (40). Lantas, bagaimana perayaan tahun baru Masehi berbeda dengan tahu baru Hijriyah?

Konteks tahun yang berdasarkan peredaran matahari ini dipakai oleh kaum Tahun baru yang sebentar lagi Nasrani, umat Nabi Isa, yang biasa disebut al-Masihiyyun. Sedangkan namanya akan dilewati ini merupakan tahun baru diambil dari nama Nabi Isa as, yaitu Masehi yang berdasar pada kalender Masehi. (Isa putra Maryam). Karena perhitungan Menurutnya, masyarakat lebih antusias waktu hanya ada dua, yaitu berdasarkan pada tahun baru Masehi, karena banyak peredaran matahari dan peredaran bulan, dari umat islam sendiri yang kurang umat Islam memilih perputaran tahun memahami filosofi mengenai tahun berdasarkan bulan. Peredarannya lebih Hijriyah berikut aksesnya. Segala keahlian Buletin Progresif Edisi 02 (Desember- Januari 2011/ 2012) Menuju Peradaban Baru

04

Opini

Perubahan hanya soal waktu, Karena zaman tak bisa dilawan

demikian adalah perayaan Islami dalam rangka tahun baru 1 Muharam. Atau justru menyebabkan sejumlah Muslim lebih menganggap bahwa "hari itu" hanyalah tahun baru Jawa (1 Syura), bukan merupakan tahun baru Islam (1 Muharam).

yang diselenggarakan di Monas dan Gelora Bung Karno, yaitu Tabligh Akbar yang diisi pembacaan maulid Nabi dan ceramah Abuna Al-Habib Umar bin Hafidz, yang mana serangkaian acara itu antara lain sebagai langkah defensif agar muda-mudi tidak kebablasan di malam tahun baru, atau dengan kegiatan Semarak tahun baru yang manfaat lainnya. lazimnya penuh gebyar sering tidak *Penulis adalah mahasiswa Smt. V fakultas terjadi pada tahun baru Hijriah. Syare’a Universitas al- Ahgaff, Hadhramaut. Mungkin yang menjadi alasan adalah Sekarang menjabat sebagai Ketua OKTI "keIslaman" itu sendiri. Sehingga (Olimpiade Karya Tulis Ilmiah) PPI Yaman, M u s l i m a t a u p u n p e r u s a h a a n - 2011-2012. perusahaan berbasis Syariah tidak Wise Word memeriahkannya. Barangkali berangkat dari pemahaman bahwa Islam identik dengan ritual ibadah seperti sujud syukur, salat malam, membaca Al Quran, solawat, dll. Sehingga Muslim atau perusahaan berbasis Syariah pun tidak memeriahkannya agar malam pergantian tahun baru itu bisa terisi  sepenuhnya dengan ibadah, doa, intropeksi diri atas perilaku di tahun lalu yang kesemuanya ialah bentuk syukur “Life gives answer in 3 ways. It says Yes and gives you Islami. what you want. It says No and gives you something better.. It says wait and give you the best. (Anonymous)” Itulah watak kakak dan adik yang selama ini begitu kontras, bila si kakak “Seorang yang berpikir negatif selalu melihat sebuah (Masehi) sering bersorak dengan kesulitan di setiap kesempatan. Adapun seorang yang berpikir positif senantiasa melihat kesempatan di setiap gemerlap perayaan dunia, namun sang kesulitan.” adik (Hijriah) lebih tertarik kepentingan ukhrowi. Maka sebagai Muslim apabila Bagi Teman-teman yang belum ingin meramaikan tahun baru Masehi mendapatkan edaran buletin ini, dapat pun hendaknya dengan kegiatan yang mengaksesnya langsung di halaman bermanfaat, seperti perayaan tahun Facebook kami. Ketik “Buletin baru pada tahun-tahun belakangan ini

  



PROGRESIF

Buletin

Menuju Peradaban Baru

Edisi 02 (Desember- Januari 2011/ 2012)

09


qOpini

Perubahan hanya soal waktu, Karena zaman tak bisa dilawan

Muslim untuk ikut merayakannya, karena kali ini (1433 H), di Yaman jatuh pada memang motif kesenangan sering hari Sabtu, sedangkan di Indonesia menjadi gaya hidup masyarakat kita, tahun baru dirayakan pada hari Ahad. yaitu pola hedonis. Faktor perbedaan inilah yang Tidak bisa dipungkiri bahwa kita barangkali menyebabkan tahun baru sering lebih tahu tahun baru Masehi Hijriah kurang populer. Padahal Hijriah daripada tahun baru Hijriah, bahkan bisa dikatakan pahlawan bagi Masehi. nama-nama bulan Hijriah sering Pasalnya, tanggal-tanggal Masehi terabaikan laksana mahluk asing. Hal itu sering menjadi baik tersebab baiknya tersebab sejak kecil kita lebih dikenalkan hari-hari tertentu dalam kalender nama-nama bulan tahun Masehi. Mulai Hijriah. Seperti hari Raya Qurban, kita mengenal dunia luar di sekolah TK, misalnya jatuh pada 8 November, yang digunakan adalah kalender Masehi, maka 8 November menjadi istimewa sampai kita kuliah dan kerja, yang bagi kaum Muslimin tersebab menjadi jadwal agenda kita adalah istimewanya 10 Dzulhijjah, sama sekali bukan karena 8 Novembernya. kalender Masehi. Demikian halnya dengan Idul Fitri, Sehingga merayakan tahun baru perayaan Maulid Nabi, Isra' Mi'raj, dan Masehi menjadi hal penting yang juga lainnya. sering disikapi sebagai manifestasi rasa Faktor lain ialah karena 1 syukur sekaligus toleransi di negri plural seperti Indonesia, dan Masehi pun telah Muharam sama dengan 1 Syura (tahun berhasil mentradisi bahkan menjadi Jawa). Dalam 1 Syura ini, sering kali patokan negara-negara di hamparan diadakan perayaan-perayaan non Islami yang varian bentuknya. Mulai semesta raya. dari larung sesaji ke laut, spiritual Mungkin di antara alasan dunia meditasi di tempat-tempat keramat kurang melirik Hijriah ialah karena agak seperti di puncak gunung atau ribetnya menentukan awal bulan kuburan, pergi ke lautnya Nyi Roro kalender Hijriah yang bergantung pada K i d u l , s e b a g a i k e s e m p a t a n kemunculan hilal, terutama pada bulan- mensucikan benda-benda pusaka bulan khusus yang erat dengan spiritual seperti keris, dan tradisi-tradisi mistik lain yang telah mengkeramatkan 1 ibadah seperti Ramadhan. Syura. Bulan-bulan tahun Hijriah yang Pe raya a n te rs e b u t ya n g bergantung pada hilal dan tak menentu umumnya diselenggarakan di Jawa jumlahnya itu sering menimbulkan disparitas (perbedaan) antar negara ternyata bisa menyalahfahamkan dalam hal tahun baru. Seperti tahun baru sementara orang bahwa acara-acara Buletin Progresif Menuju Peradaban Baru

Edisi 02 (Desember- Januari 2011/ 2012)

08

1Sajian

Utama

Perubahan hanya soal waktu, Karena zaman tak bisa dilawan

lebih banyak dikuasai oleh orang barat, seperti dalam kemampuan IT, publikasi, dan sebagainya. Jadi, untuk masalah seperti ini, umat Islam lebih condong menganut ke Barat. Seperti dalam istilah salat, ada imam dan ada juga makmum. Orang yang paling menguasai biasanya menjadi imam dan kita hanya menjadi makmum. Makmum yang kita maksud di sini yaitu makmum peradaban yang saat ini mengiblat kepada orang-orang Barat.

Jika kita umat yang baik, rayakanlah dengan sebuah peristiwa yang memiliki tujuan untuk membangkitkan spirit, rasa semangat dan solidaritas, dan menumbuhkan identitas “aku muslim”, aku akan lebih bersemangat menjadi imam peradaban untuk umat Islam. Hal ini dikembalikan lagi kepada umat Islam. Mereka harus dibekali oleh nilai agama yang baik, sehingga mampu untuk menemukan jati diri keislaman mereka,

*Penulis adalah mahasiswa Smt. V fakultas Di sini umat Islam harus lebih Syare’a universitas Al- Ahgaff, Hadhramaut. spesifik dalam memaknai tahun baru, Canda Islami karena sesungguhnya sebuah peradaban semacam ini jika dibiarkan akan menjadi Susu dan Garam sebuah ritual. Hukum merayakan tahun baru, dan bagaimana sebaiknya cara kita untuk menyikapinya Merayakan tahun baru menurutnya itu boleh (mubah). Namun, sedikit berpedoman pada konteks Ibnu Taimiyyah (tolong jangan salah dipahami), beliau mengatakan ada tiga pertimbangan dalam menyikapi sesuatu mengenai tradisi perayaan kebudayaan. Pertama, mubahun fiddin (boleh- boleh saja). Kedua, mazmumun fiddin (tecela dalam agama). Dan ketiga mahmudun fiddin (terpuji dalam agama). Namun, amat disayangkan karena saat ini kebiasaan perayaan banyak dilakukan dalam konteks mazmumun fiddin. Masyarakat merayakan dengan cara-cara y a n g k u ra n g b e r m a n fa a t , s e p e r t i mengadakan keramaian yang berbau maksiat, hura-hura, dan kegiatan-kegiatan lain yang mubazir. Buletin Progresif Menuju Peradaban Baru

Nasrudin dan Ali merasa haus, mereka pergi ke sebuah warung untuk minum. Karena uang mereka hanya cukup untuk membeli segelas susu maka Mereka memutuskan membagi segelas susu untuk berdua. Ali : “kamu minum dulu setengah gelas, Karena aku hanya punya gula yang hanya cukup untuk satu orang. Aku akan menuangkan gula ini ke dalam susu bagianku.” Nasrudin : “Tuangkan saja sekarang dan aku akan minum setengahnya.” Ali : "Aku tidak mau. Sudah kukatakan, gula ini hanya cukup membuat manis setengah gelas susu" akhirnya Nasrudin pergi ke pemilik warung dan kembali dengan sekantung garam. Nasrudin : “Ada berita baik. Seperti telah kita setujui, aku akan minum susu ini lebih dulu. Aku akan minum bagianku dengan garam ini."

Edisi 02 (Desember- Januari 2011/ 2012)

05


1Opini

Perubahan hanya soal waktu, Karena zaman tak bisa dilawan

Between The New Year of Hijri and Masihi Pernik Disparitas dan Popularitas Oleh : Pandi Yusron*

Tahun baru Hijriah kali ini (1433) tampaknya terpaut lama dengan tahun baru Masehi (2012), yaitu sekira 34 hari. Berbeda dengan interval tahun baru Hijriah dan Masehi sebelumnya (1432 H & 2011 M) yang sekira 23 hari, atau antara 1431 H dan 2010 M yang sekira 13 hari, atau antara 1430 H dan 2009 M yang hanya sekira 3 hari.

Nya sebagai Dzat Pengatur semesta raya dan ayat-ayat Kebesaran-Nya. Inkonsistensi interval tahun baru antara kakak dan adik ini senantiasa terjadi sepanjang pengembaraan mereka, karena jumlah hari Syamsiyah sebanyak 365 Âź hari, sedangkan jumlah hari Qomariyah adalah 354 hari 6 jam 48 menit. Syamsiyah mempunyai empat jumlah hari bagi bulan-bulannya, ada yang 28 hari, 30 hari, 31 hari, dan 29 hari husus untuk tahun kabisat yang terjadi setiap 4 tahun sekali. Sedangkan Qomariyah hanya memiliki dua jumlah hari bagi bulan-bulannya, yaitu 29 dan 30 hari.

Di balik keterpautan yang lebih lama dibandingkan tiga tahun sebelumnya itu ternyata ada keunikan bagi tahun baru kali ini, yaitu keduanya (1433 H & 2012 M) sama-sama jatuh pada hari Ahad/Minggu, seperti keunikan ini juga terjadi pada tahun baru 1431 H dan Tahun Masehi tidaklah satu kali tahun baru 2010 M yang keduanya jatuh jadi dalam formulasinya. Ia telah pada hari Jumat. diwarnai beberapa level perubahan. Perhitungannya ditetapkan mulai dari Begitulah konsekuensi peredaran tahun kelahiran Nabi Isa Al-Masih, matahari dan bulan yang tiada henti olehkarenanya masyhur dipanggil berputar sampai pada saatnya nanti tahun Masihiyah/Masehi. Tahun d i t e k a n t o m b o l k i a m a t , y a n g Masehi telah dipakai di seluruh jagat kesemuanya menjadi bukti eksistensi- internasional, perhitungan tahun ini didasarkan pada peredaran Matahari, Buletin Progresif Edisi 02 (Desember- Januari 2011/ 2012) Menuju Peradaban Baru

06

1Opini

Perubahan hanya soal waktu, Karena zaman tak bisa dilawan

sehingga tahun ini disebut juga tahun Syamsiyah. Syamsiyah saat ini telah di gerbang usia 2012 tahun, terpaut sekira 579 tahun dengan adiknya, Qomariyah, yang saat ini baru berusia 1433 tahun.

SAW dari Mekah ke Madinah, yang mana peristiwa ini masyhur di kalangan sejarawan sebagai Fajr al-Islam, yaitu masa dimulainya penyebaran Islam secara bebas oleh kaum Muslimin

Dinamakan Qomariyah karena ia berbasis pada peredaran bulan. Hal ini menjadi perbedaan mendasar antara keduanya. Perbedaan mendasar lainnya bahwa Qomariyah dihitung mulai dari tahun hijrahnya Rasulullah dari Mekah ke Madinah. Qomariyah (tahun Hijriah) ditetapkan pada masa khalifah Umar, tepatnya tahun ke-17 dari hijrahnya Rasulullah yang bertepatan pada tahun 638 M.

Begitu agung peristiwa ini, sehingga menjadi acuan dimulainya tahun Hijriah agar kaum Muslim selalu mengenang dan mengambil pelajaran darinya. Ironisnya, Masehi lebih familiar ditelinga, bahkan di hati kaum Muslim dibandingkan tahunnya sendiri, Hijriah. Padahal perumus tahun Masehi adalah orang Kristiani, sedangkan formulasi tahun Hirjriah dilakoni oleh orang Muslim.

Rumusan tahun ini dilatari oleh kebutuhan mendesak pemerintah terhadap sistem penanggalan untuk membedakan arus surat yang satu dengan surat yang lain, dan untuk mempermudah pengarsipan data dan dokumen penting negara.

Bunyi terompet menggema saat menjelang tahun baru Masehi, gemerlap kembang api menggebyar hiasi pelataran paronama langit, begitu maraknya warga bumi mengagendakan varian acara untuk menyambut tahun baru tersebut, sampai di jalan-jalan pun berbondong festival meriah dengan Meskipun hari hijrah Nabi adalah beragam tampilan. Senin 12 Rabi'ul Awal, bertepatan pada Pada detik-detik itu, kesenangan September 622, namun Rabi'ul Awal tidak menjadi bulan awal bagi d u n i a d i l u a p k a n , f o y a - f o y a Q o m a r i y a h , b u l a n a w a l t a h u n dipuncakkan, pesta miras ditelerkan, Qomariyah adalah Maharam, yang mana bahkan bagi muda-mudi merupakan 1 Muharam tahun pertama (1 Hijriah) momen penting untuk ajang kepuasan klimaksnya. Itulah watak tahun baru bertepatan pada 16 Juli 622 Masehi. Masehi, yang sayangnya bukan hanya Ketika terdengar kata Masehi, Kristiani ataupun Katolik saja yang maka yang terpintas dalam benak adalah menikmatinya, tetapi sejumlah besar kelahiran Nabi Isa AS, dan saat terucap Muslim pun ikut menggemakannya. kata Hijriah, yang teringat dalam memori Pernak-pernik acara itulah yang ialah peristiwa hijrah Nabi Muhammad sebetulnya sering menarik perhatian Buletin Progresif Menuju Peradaban Baru

Edisi 02 (Desember- Januari 2011/ 2012)

07


Buletin PPI Yaman