Page 1

A

SekilaS tentang Ridwan kamil


A

kegiatan Sosial Ridwan kamil

Hidup adalaH BeRinovaSi

()


Kegiatan Sosial Ridwan Kamil

Ridwan Kamil adalah anak kelahiran Bandung di tanggal 4 Oktober 1971. Terlahir dari keluarga yang sederhana namun hangat, ia menyelesaikan pendidikan tingginya di jurusan Arsitektur ITB dan lulus S2 di University of California Berkeley. Setelah lulus, ia melanjutkan pekerjaan profesional sebagai arsitek di berbagai firma di Amerika Serikat. Secara profesional telah mengerjakan lebih dari 50 proyek arsitektur dan urban design di benua amerika, Timur tengah dan Asia. Ia bersama firmanya sudah memenangkan sayembara dan penghargaan lebih dari 20 kali. Berbekal pendidikan Urban Design, ia juga diangkat menjadi penasehat arsitektur kota Jakarta, penasehat ekonomi kreatif Taiwan dan penasehat pembangunan kota Surabaya. sehingga kota pahlawan ini mendapat banyak penghargaaan dalam pembangunan perkotaan. Saat ini diangkat Gubernur Jawa Barat sebagai Ketua Pelaksana Pengembangan Ekonomi Kreatif Jawa Barat.

A

Percaya bahwa kota di masa depan harus dibangun dengan konsep kolaborasi, ia mendirikan banyak komunitas sosial di masyarakat seperti Bandung Creative City Forum (BCCF), gerakan Indonesia Berkebun, Bandung Citizen Journal, Konsep One Village One Playground dll. Ridwan Kamil, memiliki visi bahwa Bandung bisa dibangun menjadi kota terbaik di Indonesia jika inovasi, kreativitas dan kolaborasi bisa menjadi ruh dalam membangun kota Bandung. Sekelumit profil di buku ini memuat sekilas ide, gagasan dan mimpi-mimpinya tentang membangun sebuah kota yang manusiawi dan berkelanjutan. Mari Membangun Kota dengan Gagasan-gagasan Baru

Achievement 2006 - 2012 • Gatra Icon • Pikiran Rakyat Award for Tokoh Muda Kreatif • Winner International Young Design Entrepreneur of the Year from British Council Indonesia • Google Chrome l Web Heroes for Indonesia Berkebun • Indonesia Green Awards “Penghargaan Penginspirasi Bumi”, Penggagas Indonesia Berkebun • Indonesia Green Awards “Penghargaan Penginspirasi Bumi”, Green Building Rasuna Epicentrum • Green Design Award for Al-Irsyad Mosque from BCI Asia • World Best Religious Building, Top 5, ArchDaily for Al-Irsyad Mosque • BCI Asia Top Ten Architecture Business Award • Architect of the Year from Elle Décor Magazine. • Green Design Award for Bottle House from BCI Asia Won more than 15 Design Competitions

()


A

()

Kegiatan Sosial Ridwan Kamil


Kegiatan Sosial Ridwan Kamil

A

()


A

()

Kegiatan Sosial Ridwan Kamil


Kegiatan Sosial Ridwan Kamil

A

Taman Bermain Babakan Asih Kopo Bandung Ini adalah program perbaikan kampung dengan cara membeli sepetak tanah untuk menjadi taman bermain anak dan kegiatan lomba mewarnai dinding kampung dengan gambar-gambar kreatif.

()


A

Kegiatan Sosial Ridwan Kamil

Komunitas Bandung Berkebun Kegiatan ini adalah cara warga Bandung memanfaatkan lahan-lahan kosong untuk dihijaukan oleh tanaman pertanian seperti sayur-sayuran. Lokasi kebun-kebun ini juga menjadi ruang sosial sebagai alternatif akhir pekan bagi anak-anak. Hasil panen sebagian di jual untuk penghasilan tambahan anggota komunitas.

()


Kegiatan Sosial Ridwan Kamil

A

Kegiatan Penanganan Banjir di Babakan Asih Kopo Bandung Kegiatan ini adalah kolaborasi warga dengan Urbane Community dalam menyelesaikan masalah banjir dengan membangun 18 sumur resapan anti banjir. Pekerjaan konstruksi sumur resapan dilakukan gotong royong oleh warga sendiri.

()


A

Kegiatan Sosial Ridwan Kamil

Forest Walk : Jembatan Babakan Siliwangi Kegiatan ini adalah perwujudan sayembara publik yang melibatkan sekolah dan kelompok profesional dalam mencari ide untuk menjadikan Babakan Siliwangi sebagai hutan kota yang bisa diakses oleh warga. Sayembara yang diselenggarakan oleh publik (Bandung Inisiatip) ini merupakan yang pertama di Indonesia.

(10)


Kegiatan Sosial Ridwan Kamil

A

Sekolah Gempa Pangalengan Kabupaten Bandung Kegiatan ini adalah kolaborasi antara tim Arsitek Urbane dan warga korban gempa Pangalengan dalam membangun kembali sekolah yang hancur oleh gempa. Bangunan kayu, bambu dan struktur anti gempa menjadi konsep utama. Bangunan ini bisa menjadi contoh bagaimana warga menyikapi gempa.

(11)


A

Kegiatan Sosial Ridwan Kamil

Desain Ruang Publik dan Revitalisasi Sungai di Kawasan Rasuna Epicentrum Kegiatan ini adalah proyek profesional Ridwan Kamil dalam mewujudkan kawasan kota yang ramah lingkungan dan manusiawi. Sungai yang kotor dikonversi menjadi ruang hijau yang bersih, manusiawi lengkap dengan tempat duduk, lampu taman, dan benda-benda seni.

(12)


kegiatan Sosial Ridwan kamil

A

gerakan indonesia Bersepeda : Bike.Bdg Kegiatan ini memberikan pilihan kepada warga kota bandung untuk beraktifitas sehari-hari dengan sepeda sewa (Bike Sharing). Rencananya setiap 500 meter di zona Bike Sharing akan dihadirkan halte sepeda sewa. Konsep ini akan membantu mengurangi kemacetan kota dan menyehatkan warganya.

(1)


A

Kegiatan Sosial Ridwan Kamil

Enerbike : Sepeda Penghasil Listrik Kegiatan ini adalah kolaborasi mahasiswa Rancang Kota, Desain Produk, dan Elektro ITB yang tergabung dalam Urban Guerillas dalam memproduksi sepeda yang bisa menghasilkan listrik.Enerbike ini rencananya akan disumbangkan ke kampung-kampung kota yang berpenduduk banyak dan sering mati listrik.

(14)


Kegiatan Sosial Ridwan Kamil

A

Bandung Creative Park Project : Taman Cikapayang Dago Kegiatan ini adalah kolaborasi anak-anak muda kreatif yang tergabung dalam Bandung Creative City Forum dengan tujuan mengaktifkan taman-taman diseluruh Bandung dengan desain dan aktivitas kreatif. Taman Cikapayang Dago adalah proyek pertama dengan menempatkan karya seni dalam bentuk D.A.G.O sebagai daya tarik utama.

(15)


A

Kegiatan Sosial Ridwan Kamil

Deklarasi Babakan Siliwangi sebagai Hutan Kota Dunia PBB Kegiatan ini adalah kolaborasi warga dan BCCF dalam menjadikan Babakan Siliwangi sebagai Hutan Kota Dunia PBB. Pengelupasan aspal, penanaman pohon, pelepasan fauna adalah bagian dari kegiatan ini, dengan partisipasi ratusan warga dunia yang tergabung dalam acara TUNZA.

(16)


Kegiatan Sosial Ridwan Kamil

A

Bandung Citizen Journal Kegiatan ini adalah program pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pemberian satu kamera untuk satu RW. Warga mempergunakan kamera tersebut untuk mendokumentasikan kegiatan ataupun permasalahan sehari-hari di RW masingmasing. Hasil dokumentasi kemudian diunggah ke facebook/website

(17)


A

Kegiatan Sosial Ridwan Kamil

Masjid Merapi Masjid Merapi merupakan proyek sosial yang menggunakan abu letusan gunung merapi dikonversi menjadi batako. Kegiatan memproduksi batako dilakukan oleh masyarakat korban letusan gunung merapi sendiri. Sehingga mereka memiliki penghasilan tambahan. Proyek sosial ini mebuktikan bahwa bencana bisa secara kreatif diubah menjadi fungsi bangunan yang berguna.

(18)


Kegiatan Sosial Ridwan Kamil

A

Rumah Gempa Padang Proyek sosial ini merupakan pembangunan rumah-rumah tahan gempa dengan material kayu dan bambu lokal. Rumah anti gempa di Padang ini diharapkan menjadi percontohan, bagaimana merespon gempa melalui bangunan arsitektur yang terinspirasi dari kearifan lokal.

(19)


A

Kegiatan Sosial Ridwan Kamil

Lampu Botol (Walking Brain) Rumah botol dan lampu botol (Walking Brain) merupakan karya Ridwan kamil yang memanfaatkan sampah botol bekas menjadi arsitektur dan produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Khusus untuk produk Walking Brain sebagian hasil penjualannya akan disumbangkan pada Yayasan Kanker Payudara

(20)


kegiatan Sosial Ridwan kamil

B

kaRya pRoFeSional

A


B

(22)

Karya Proposional


Karya Proposional

B

(23)


(24)


(25)


B

karya proposional

Beijing Finance Street Superblock Superblok komersial di kota Beijing ini adalah karya Ridwan kamil bersama tim Som. lahan  hektar ini merupakan superblok dengan konsep central park dan twin tower sebagai landmark kawasan. lingkungan yang manusiawi dan ramah pejalankaki adalah konsep urban desain di superblok ini.

kawasan ini dibangun 00 dan selesai 00 saat olimpiade dunia diselenggarakan di Beijing

()


karya proposional

B

masjid al irsyad kota Baru parahyangan masjid ini adalah masjid dengan konsep berpuisi dengan alam. Berbentuk kotak sederhana terinspirasi dari kabah yang sederhana dan kotak. mihrab terbuka kea rah pegunungan dengan ide bahwa puisi alam adalah bagian dari perenungan merekamereka yang salat danberaktivitas di masjid ini.

Terpilih sebagai 25 masjid terindah di dunia versi Complex Magazine

masjid ini mendapatkan berbagai penghargaan dunia antara lain archdaily Religious Building of the year 010 dan Futurarc asia green leadership award 011

()


(28)


Karya Proposional

B

(29)


C

pengHaRgaan


penghargaan

C

pengHaRgaan/ kompetiSi deSain 2012 • Pikiran Rakyat Award 2012 untuk Tokoh Muda Kreatif • Winner International Young Design Entrepreneur of the Year from British Council Indonesia • Google Chrome l Web Heroes for Indonesia Berkebun • Indonesia Green Awards “Penghargaan Penginspirasi Bumi”, Penggagas Indonesia Berkebun • Indonesia Green Awards “Penghargaan Penginspirasi Bumi”, Green Building Rasuna Epicentrum 2011 • Green Leadership Award for Al-Irsyad Mosque from BCI Asia • Top 5, Best Building of The Year 2010 from ArchDaily for Al-Irsyad Mosque 2010 • BCI Asia Top Ten Architecture Business Award • Winner third prize : Design Competition Suramadu Mosque • The 6th Winner of The Best Design Architecture Consultant, Citradata Award 2009 • Architect of the Year from Elle Décor Magazine. • BCI Asia Top Ten Architecture Business Award • Winner first prize : Design Competition University of Indonesia Cultural Center 2008 • Winner first prize : Design competition for Tangerang Gateway, 2008 • BCI Asia Top Ten Architecture Business Award 2007 • Winner first prize : International Design competition for Aceh Tsunami Museum • Winner first prize : Design competition Bintaro CBD Master Plan, Jakarta • Winner first prize : Design competition Jakarta Stock Exchange, Jakarta 2007 • Winner first prize : International Design competition for Aceh Tsunami Museum • Winner first prize : Design competition Bintaro CBD Master Plan, Jakarta • Winner first prize : Design competition Jakarta Stock Exchange, Jakarta 2006 • Winner International Young Design Entrepreneur of the Year from British Council Indonesia • Winner Best Commercial/Superblock Project for Rasuna Epicentrum by Property&Bank Magazine • Winner Mowilex Design Awards (Al-Azhar International School) • Winner first prize : Design competition Kemayoran Urban Gateway • Winner second prize : National design competition - Penabur International School, Jakarta

(1)


C

Penghargaan

2005 • Winner first prize : International Design competition Waterfront Retail Masterplan, Suzhou, RRC • Winner first prize : International Design competition Kunming Tech Park, Kunming, RRC • Winner first prize : Design competition - IT-Center Pupuk Kaltim, Balikpapan • Winner first prize : National design competition – University of Tarumanagara • Winner second prize : National design competition - Agung Sedayu Club House, Jakarta • Winner third prize : National design competition Jatinegara District Revitalization, Jakarta 2004 • Winner first prize : International Design competition - Islamic Center, Beijing, RRC, • Winner second prize : Design competition Senen District Revitalization

(32)


D

kipRaH di media


D

Kiprah di Media

Ridwan kamil Sebagai Brand Endorser • Google Chrome • BMW • Sony Bravia • Sony VAIO • Cisco System PR fm setiap jumat jam 19.30 wib

Solusi Kamil Setiap Kamis jam 11.00 dan jam 22.00

Iklan Google

(34)


Kiprah di Media

D

Iklan Bravia

Iklan BMW

Iklan VAIO

(35)


D

Kiprah di Media

Ragam Profil di media

(36)


Kiprah di Media

D

(37)


D

(38)

Kiprah di Media


Kiprah di Media

D

(39)


D

(40)

Kiprah di Media


Kiprah di Media

D

(41)


E

Sepenggal kiSaH


Sepenggal Kisah

E

Negosiasi Kehidupan Mochamad Ridwan Kamil menuliskan dirinya sebagai seorang pemimpi dan pecinta kota. Arsitek, urban designer, penulis dan dosen ini adalah pendiri Urbane, sebuah jasa konsultan perencanaan, arsitektur dan desain terkemuka di Indonesia dan manca negara. Meski berpusat di Bandung, karyakarya Urbane bertebaran di Singapura, Bangkok, Bahrain, Beijing, Vietnam dan tentu saja Indonesia. Umumnya proyek ini berupa pengembangan kawasan perkotaan seluas 10-1000 ha, atau disebut sebagai mega proyek. Salah satu proyek yang dikerjakannya kini adalah Superblock Project untuk Rasuna Epicentrum di Kuningan Jakarta.

Ia menggarap 12 hektar dari total kawasan 50 hektar, termasuk diantaranya Bakrie Tower, Epicentrum Walk, perkantoran, ritel, dan waterfront. Di luar itu, ia adalah Ketua Bandung Creative City Forum (BFCC), sebuah komunitas kreatif yang ingin menjadikan Bandung sebagai kota terindah nomor lima di dunia dalam lima tahun mendatang. Kami bertemu di restoran Social House, Grand Indonesia, Jakarta, yang udaranya begitu dingin. Ia tampil necis dengan jas dan rambut yang kelihatan setengah basah, meski baru saja turun dari ojek motor. “Memang agak kontradiktif ya,�katanya menyadari, “selain menghemat waktu,

(43)


“ Nilai-nilai hidupnya banyak lahir dari tekanan. Dan akhirnya, nilai itulah yang ia jadikan cara bernegosiasi dengan kehidupan�

(44)


Sepenggal Kisah

dengan ojek saya melihat paradog kota Jakarta. Untuk menuju gedung mewah, saya melewati kampung kumuh, menyaksikan orang berpanas-panas, higienis rumah yang tidak diperhatikan, yang seringkali menempel terus di kepala, dan saya menuliskannya di blog.” Efektivitas ini memang diperlukan bagi Ridwan yang memutuskan untuk tetap tinggal di Bandung. Ia datang ke Jakarta dua kali dalam seminggu, dan menargetkan enam pertemuan dalam sehari. Upaya keras ini dilakukannya dengan disiplin demi mematahkan tiga mitos yang selama ini mengganggu dirinya. Mitos itu adalah kalau ingin sukses harus di Jakarta, full professional dan untuk menjadi besar harus punya kantor besar. “Dari ukuran bisnis, saya buktikan. Saya tidak harus ke Jakarta. Kedua, saya tidak full professional karena sebagian patner kerja adalah dosen. Tiga, kantor saya kecil, hanya 25 orang. Untuk proyek besar, konsep saya outsourching, sehingga saya fokus di boutique design,” katanya tegas. Resep keberhasilan ini, katanya, adalah menunjukkan bahwa mereka selalu eksis kreatif dengan mengikuti berbagai sayembara desain. “Hampir 15 kali juara pertama dari tahun 2004, baik di dalam negeri maupun di luar,” ucapnya. Memang perlu waktu sepanjang lima belas tahun untuk mendapatkan rasa percaya dirinya. Sebelumnya, ia mengaku sangat pemalu. Dilahirkan sebagai anak kedua dari lima bersaudara, dan tidak memiliki kemiripan nama dengan keempat saudaranya yang bermarga Zaman, ia acap merasa tak diperhatikan oleh orang tuanya, dan terutama ayahnya. Sebagai konsekuensi psikologis anak-anak seusianya, ia sering meluapkan amarah bawah sadarnya dengan berantem atau melakukan kebandelan khas anak-anak. Untunglah ia memiliki seorang ibu, dosen jurusan farmasi, yang bisa meredam segala gejolak emosinya.

E

Hobinya? Menghayal. “Setiap kali ayah keliling dari berbagai negeri dan memamerkan kota-kota melalui slide show, pikiran saya melayang, membayangkan tokoh-tokoh komik hidup di sana,” kenangnya. Ayah Ridwan adalah seorang dosen jurusan hukum. Setiap kali pulang dari luar negeri, ayahnya selalu memutar slide kota-kota yang disinggahi. Kota-kota yang indah berbeda bayangan dengan apa yang dilihat di negerinya, membuat kecintaan akan kota yang menyamankan masyarakatnya mulai muncul. Sementara itu, kecintaan pada bacaan komik telah melambungkan daya imajinasinya bak Superman melanglang buana ke berbagai kota. Terasa ada semacam keinginan bawah sadar untuk bisa menyaingi perjalanan ayahnya. Kelak kesukaan ini akan memengaruhi desain gaya Ridwan yang cukup imajinatif dan tidak konservatif. “Dalam perjalanan hidup, rupanya pilihan hidup saya banyak ditentukan oleh kebetulan,”ujar Ridwan tentang jurusan arsitektur yang kini melambungkan namanya. Pilihan pertamanya adalah jurusan Teknik Kimia. Ia pun lantas menetapkan hati untuk menjadi yang terbaik atas apapun kehendak yang harus diterima. Untuk itu, ia harus mencari tambahan uang saku dengan membuat ilustrasi cat air ke proyek dosen atau membuat maket. Hal ini dilakukan karena orang tuanya memberikan jatah yang sama dengan seluruh saudaranya. Padahal jurusan arsitektur membutuhkan biaya yang lebih banyak. “Sebagai orang yang terlahir dari sebuah keluarga yang memberikan baju kembar untuk kami bersaudara hanya pada hari lebaran, saya harus memutar otak.” Untunglah dalam dirinya sudah terdapat intuisi bisnis yang sudah diasahnya sejak duduk di bangku SD. Ia pernah jualan es mambo bikinannya sendiri di rumahnya yang terletak di sebuah lapangan sepakbola. Di sini, ia belajar bagaimana situasi sebagai peluang, sesuatu yang kelak

(45)


E

Sepenggal Kisah

membantunya dalam menyusun bisnisnya. ”Kadang, saya suka menghayalkan apa yang saya bisa eksploitasi dari suasana itu dalam arti positif,” ungkapnya. Baginya, kewirausahaan merupakan hal penting dalam berbisnis. “Banyaknya kegagalan yang dialami oleh seorang arsitek itu dikarenakan mereka tidak bisa menjadi seorang enterpreneur. Enterpreneur itu butuh keberanian.” Keberanian itu pula yang membuat ia memutuskan untuk bertualang seusai menamatkan kuliah S1-nya di Institut Teknologi Bandung dan bekerja di belantara Amerika untuk pertama kalinya. Keberanian itu pula yang akhirnya memicunya berpikir kala empat bulan kemudian ia dipecat karena krisis moneter yang menyebabkan klien asal Indonesia tidak membayar pekerjaannya. Padahal kebanggaan saat melambaikan tangan di bandara pada orang-orang yang dicintainya masih melekat di pikirannya. Terus terang ia malu pulang. “Saya katakan pada perusahaan saya, bahwa saya akan survive sendiri. Tolong jangan bilang bahwa saya harus pulang…,”harapnya pada mantan bosnya. “Inilah titik balik dalam kehidupan saya.” “Saya merasa bahwa saya berubah karena dicemplungin dalam sosial budaya di Amerika dimana saya harus survive sendiri. Itu yang membuat saya harus menguatkan diri dan karakter saya karena saya mengembara,” katanya. Ia lalu meraih jenjang pendidikan lebih tinggi dengan mengambil S2 di University of California, Berkeley, Amerika Serikat melalui sebuah beasiswa. Ia ingat betul bagaimana demi bertahan hidup, ia berhemat dengan cara makan sehari sekali di resto murahan seharga 99 seni dan bekerja paruh waktu di dinas tata kota Berkeley. “Nilai-nilai hidup saya banyak lahir dari tekanan, dan nilai itu yang saya pegang dan jadikan cara bernegosiasi dalam kehidupan.” Dari Amerika, ia pindah ke Hongkong untuk bekerja. Setelah dirasa cukup pengalaman, ia kembali ke Indonesia dan mendirikan bendera bisnisnya sendiri (2004). Rencana baru dibangun. “Dalam empat tahun pertama, target saya membangun reputasi dari sisi komersial. Menasehati klien yang banyak uangnya untuk membuat kota yang lebih baik. Empat tahun berikutnya, ini artinya sekarang, saya fokus untuk membangun masyarakat miskin kota,” ungkap Ridwan yang begitu khawatir dengan masa depan anak-anak yang kebanyakan main di shopping mall dan time zone. Karena itulah, ia kini serius menggarap proyek CSR perusahaan

(46)


besar dengan program one village one playground. Mengapa dua rencana itu tidak dilakukan secara bersamaan, ia punya alasan. “Saya tak bisa melakukan kekumuhan dan kota secara bersamaan. Ini hanya soal pemilahan aja,”katanya. Bila kini ia begitu memperhatikan masyarakat miskin, ini bukan soal romantisisme atau kegenitan belaka. “Saya pernah merasakan menjadi masyarakat miskin kota,”ia mengutarakan masa kelamnya di New York. Ia diberhentikan dari tempat kerjanya, tepat pada saat sang istri akan melahirkan anak pertamanya. Hal itu terjadi karena kelalaian perusahaan tidak memperpanjang visa kerjanya, dan ia terpaksa disebut sebagai menjadi pendatang ilegal, dan tak punya pekerjaan. Demi mendapatkan pelayanan kesehatan, ia harus mengaku miskin kepada pemerintah setempat. Untuk itu, ia terpaksa memalsukan cek perusahaan agar dituliskan gaji sebesar 30% dari gaji sesungguhnya agar mendapat kriteria miskin karena syarat masuk ke rumah sakit miskin ia harus bekerja dengan gaji di bawah standar. “Akhirnya saya menemani istri saya melahirkan di rumah sakit khusus masyarakat miskin. Di ruangan itu, selusin ibu-ibu menjerit. Hampir

belasan jam saya di sana. Stress sekali. Memori itu masih kuat hingga kini.” Pengalaman inilah yang terus menyadarkannya akan geliat roda kehidupan. “Mungkin kini saya tengah berada di atas, tapi alhamdulilah saya tidak akan pernah melupakan berbagai peristiwa itu. Karena banyak beruntung, maka saya menyisihkan uang kantor untuk berzakat, selain berpajak.” Ia juga mewakafkan tanah bagi penduduk miskin di sekitarnya. Kebaikan ini, katanya, sering pula dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang membuatnya gundah. “Makanya filosofi hidup saya adalah to live is to give. Nasehat dari ibu saya terbukti, semakin banyak memberi, rejeki saya semakin banyak. Saya nggak tahu secara misterius ada korelasinya. Moga-moga saya bukan termasuk orang yang pelit.” “Kalau orang bilang orang mati meninggalkan nama. Bagi saya, keinginan tertinggi saya adalah kalau saya mati saya meninggalkan inspirasi, ide, cerita yang orang lain akan lanjutkan.”

(47)


E

Sepenggal Kisah

Hidup dalam berupa-rupa tantangan rupanya mengalir juga pada hasratnya pada wanita. “Istri saya waktu itu yang ngecengin hampir 35 orang. Tanpa sengaja, saya baca buku hariannya, dan menemukan posisi saya di urutan 36-37,”ujar Ridwan yang menyukai wanita yang memiliki wawasan luas, pandai komunikasi, bisa berbahasa Sunda dan seksi seperti Aura Kasih. Karena mendapatkan tipe itu di diri Atalia Praratya, dan tak mau kehilangan, selain tentu saja keinginan untuk menaklukkan tantangan, ia memutuskan menikah saat usianya baru 25 tahun dan belum mapan. Ia mengaku diuntungkan oleh anggapan masyarakat bahwa jurusan arsitektur memiliki prospek yang baik di mata mertuanya. “Lalu untuk calon istri saya, saya hanya memberinya mimpi-mimpi. Kalau kamu sama aku, aku pasti akan ajak kamu keliling dunia, dan dia mau, “ia lalu tertawa. “Saya tidak membual. Saya selalu punya cara untuk meraih mimpi dalam segala hal.” Bapak dua anak ini kini sudah meraih semua yang diinginkannya.

(48)

Lalu ia tiba-tiba terdiam. “Saya jadi ingat ayah. Bila dulu saya rebellious terhadap ayah, saya banyak berontak dalam hidup, setelah ayah meninggal, kangennya luar biasa. Banyak nilai dalam hidup ayah yang saya rasakan sekarang. Saya kini lebih paham ajaran ayah saya ketika saya dibenturkan dengan realita hidup sesungguhnya,” di akhir pertemuan itu ia mengenang kembali sosok sang ayah yang meninggal saat ia tengah mengerjakan tugas akhir kuliahnya. “Salah satu yang mendorong saya jadi arsitek adalah ayah, karena dia suka renovasi rumah. Mungkin dia bermimpi ingin jadi arsitek,”lanjut Ridwan yang merasa kini wajahnya menjadi sangat mirip dengan ayahnya. “Seandainya ayah masih hidup, mungkin ia akan bahagia melihat saya sekarang,” ucapnya. Matanya berkacakaca. Diam. Lama. Lalu tangannya menuliskan status di facebook-nya dengan segera: Ridwan Kamil thinking his childhood life, I miss my late dad… (Rustika Herlambang)

Komik Ridwan Kamil  

Profil Ridwan Kamil dalam bentuk komik untuk memudahkan mengenal sosok calon walikota Bandung.

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you