Page 1

Edisi 103, 8 - 21 Jumadil Akhir 1434 H/ 19 April - 2 Mei 2013

AWAS

MISSDWORLD AI NO

Harga Rp. 6000,- Luar jawa Rp. 7500,-

INDONESIA

www.mediaumat.com

Wawancara: Iffah Ainur Rohmah

Jubir Muslimah HTI

Fokus

Biksu Budha tak Punya Iba

Miss World, Kapitalisasi Kemaksiatan!

Konsultasi Keluarga

Media Nasional

Mendidik Anak tanpa Emosi

Ketika Suara Ulama Lantang Menggebrak DPR

Ustadz Menjawab

Hukum Gaji dari Pekerjaan yang Diperoleh dengan Suap


2

Salam

Media Umat | Edisi 103, 8 - 21 Jumadil Akhir 1434 H/ 19 April - 2 Mei 2013

Media Pembaca

Salam Redaksi Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu Salam Perjuangan! Bagaimana kabar Anda? Semoga tetap dalam lindungan Allah SWT dan istiqamah dalam menyampaikan kebenaran di tengahtengah umat. Alhamdulillah, kami bisa hadir kembali di ruang baca Anda. Kami berharap Anda tetap setia menunggu kehadiran kami. Semoga sajian kami di edisi ini menambah cakrawala berpikir Anda dan mendorong Anda untuk tambah giat berdakwah. Pembaca yang dirahmati Allah, edisi lalu kami mengangkat tema tentang RUU Ormas. Kami mengupas tentang RUU itu dengan panjang lebar. Alhamdulillah, akhirnya pengesahan RUU itu tidak jadi dilaksanakan karena penolakan terjadi di mana-mana. Tidak hanya di Jakarta tapi juga di daerah di seluruh Indonesia. Setidaknya kehadiran tema tersebut menambah amunisi bagi kaum Muslim lebih bersemangat menentang RUU Ormas. Nah, pada edisi ini kami mengangkat tema yang tak kalah menarik yakni Miss World. Bukan sekadar Indonesia kirim wakilnya ke kontes wanita berbikini itu, tapi Indonesia menjadi tuan rumah acara ini. Pelaksanaannya di Sentul, Bogor lagi—kota yang bermotto 'Beriman', kabupatennya pun bermotto 'Tegar Beriman'. Masyaallah. Ada apa di balik kontes ratu kecantikan itu? Siapa yang meraih untung dari pelaksanaan ajang tersebut? Mengapa ajang ini harus ditolak? Semua bisa Anda simak dalam pembahasan Media Utama kami. Di samping itu, Anda bisa juga menyimak pembahasan kami soal nasib kaum Muslimin di tengah mayoritas Budha di Myanmar dan Sri Lanka. Mereka dianiaya tanpa bisa berbuat apa-apa. Siapa yang punya peran besar di balik peristiwa tersebut? Mengapa pemerintah setempat membiarkan? Kami sajikan semuanya di rubrik Fokus. Bagi Anda rekan-rekan pelajar dan remaja, jangan lewatkan rubrik remaja yang sudah kami tayangkan sejak edisi 101. Bahasanya memang khas remaja. Kami berharap ini bisa memenuhi tuntutan pembaca remaja sebelumnya yang berharap ada rubrik khusus pelajar/remaja. Nah untuk para pengusaha, jangan lewatkan tulisan Karebet Wijayakusuma di rubrik bisnis. Selama lima edisi, rubrik tersebut mengupas bagaimana tantangan pasca khilafah tegak dan apa peran yang bisa dilakukan oleh para pengusaha. Pembaca yang dirahmati Allah, bila Anda menyimak edisi per edisi maka Anda akan temukan bahwa permasalahan kita makin hari bukannya makin berkurang, tapi makin bertambah dan runyam. Kaum Muslim semakin kedodoran menghadapi berbagai gempuran musuh Islam karena negara yang ada abai terhadap permasalahan ini. Kami berharap media ini menjadi katalisator bagi Anda untuk terus meningkatkan keistiqamahan dalam berjuang dan dalam mengungkap berbagai makar yang diarahkan kepada kita kaum Muslim. Akhirnya, mari terus rapatkan barisan dan susun kekuatan demi tegaknya institusi Islam demi menggapai ridha Allah SWT. Allahu Akbar! Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

JELAJAHI

www.mediaumat.com

HTI Depok, Jawa Barat, menggelar Bedah Media Umat "Tolak RUU Ormas, Pintu Kembalinya Rezim Represif Ala Orba" di gedung MUI kota Depok, Ahad (14/4). Hadir sebagai pemateri Farid Wadjdi (Pimred MU) dan Farhan Suchail (DPD II HTI Depok).

Media Pembaca Jangan Tunggu Khilafah, Baru Berjuang Wa'dallahi haqqan,wa man ashdaqa minallahi qiila. Janji Allah itu benar dan siapakah yang lebih benar perkataannya selain Allah. Tegaknya kembali khilafah adalah janji Allah yang pasti terjadi dan kefardhuan bagi siapa saja yang sudah mengerti. Yakinlah bahwa Allah tidak pernah ingkar dengan janjinya, Maha Suci Allah dari yang demikian itu. Allah mah nggak pernah bohong, yang ada kita yang kurang percaya. Kaum Muslimin itu percaya dulu baru melihat, bukan melihat dulu baru percaya. Jangan menunggu khilafah tegak dulu baru ikut berjuang. Tapi terjunlah sekarang lalu lihatlah apa yang akan terjadi. M. Fitrianto. Banjarbaru. +6281348376xxx

Islam Butuh Pemberani Islam tidak butuh intelektual yang suka membual terhadap sistem hidup yang gagal, tapi butuh orang yang berani menyampaikan kebenaran tanpa bersilat lidah. Islam tidak butuh pemuda yang hanya mencari tahta, harta, wanita di dunia tapi pemuda yang mengorbankan jiwa muda demi hidup mulia. Islam tidak butuh militer yang suka pamer tapi militer berjiwa revolusioner yang mau menopang perubahan ke arah Islam. Adam. Yogjakarta. +6285747348xxx

Simbol Keterjajahan Kontes Miss World 2013 yang djadwalkan di Indonesia merupakan skenario sistemik untuk menjadikan Indonesia sebagai negeri Muslim liberal terbesar dunia. Ajang ini adalah upaya mempropogandakan hedonisme dan materialisme. Cara menghormati wanita antara Islam dan Barat berbeda. Islam melihat sosok perempuan dengan kemuliaan: menutup auratnya, kepatuhan dalam ibadah, keterjagaan dalam bersikap, kelembutan dalam perilaku, ketaatan kepada orang tua dan suami. Kecerdasan: sebagai pendamping suami dan kesabaran dalam mendidik anak menjadi generasi Islam yang unggul. Muslimah dididik menjadi sosok yang

tertutup karena keterpeliharannya dan terbuka karena kecerdasannya. Sedangkan Barat memandang perempuan dengan pandangan terbuka, sehingga terbuka segala-galanya; pakaiannya dan auratnya dilihat sebagai simbol keindahan. Padahal inilah simbol kebinatangan dan keterjajahan. Ideologi demokrasi telah menjerat perempuan sebagai mahluk cantik yang dipertontonkan, padahal sungguh itu adalah simbol penghinaan. Fatiah. Kab. Muna-Sultra. +6285241538xxx

Penyubur Kemaksiatan Dukungan penguasa dengan memberikan izin perhelalatan puncak pemilihan Miss world yang dijadwalkan September 2013 di Indonesia merupakan tindakan penodaan, penistaan terhadap keyakinan rakyat Indonesia. Sebab kontes ini mengajarkan nilainilai kehidupan yang bertentangan dengan Islam, yaitu nilai yang mengutamakan tampilan luar/ kecantikan dari pada amalan yang bermanfaat, mengajarkan hedonisme dengan menjadikan syahwat mendominasi kehidupan. Kalau alasan pemerintah adalah momen emas untuk mempromosikan pariwisata Indonesia ke dunia intrnasional, merupakan pikiran murahan dan melacurkan ide dan akidah. Inilah sikap lazim penguasa demokrasi yang gemar menyuburkan kemaksiatan ketimbang menjaga dan melindungi kemurnian aqidah rakyatnya. Mari seluruh umat Islam satukan langkah, bulatkan tekad menamatkan kekuasaan rezim zalim dan sistem kufur demokrasi menggantinya dengan sistem Islam, Khilafah Islamiyah. Ahmad. Kendari. +6285239602xxx

Menikmati Kesulitan dan Tantangan Kekuatan tidak didapat dari leha-leha dan pekerjaan gampang. Kita bisa menanyakannya kepada para olahragawan, atlet binaraga misalnya. Segalanya datang dari kesulitan dan tantangan. Para atlet binaragawan tahu bahwa mereka harus menempa semua otot mereka agar bertumbuh.

SMS Media Pembaca/Komentar untuk MU: 08998206844. SMS Redaksi: 081288020261. Sertakan Nama dan Asal Sertakan Nama dan Asal daerah.

SMS Berlangganan: 0857 8013 7043

Penerbit: Pusat Kajian Islam dan Peradaban. Dewan Penasihat : KH Ma'ruf Amien, KH Nazri Adlani, KH Amrullah Ahmad, KH Syukron Makmun, KH Muhammad Arifin Ilham , KH Athian Ali M Dai, Achmad Michdan SH, H Azwir, KH dr Muhammad Utsman, H Hari Moekti, Ustadz Abu Bakar Baa'syir, AGH Sanusi Baco, Lc, KH DR Miftah Faridl, Dra Hj Nurdiati Akma M.Si, Dra Hj Nurni Akma, Prof Dr Ir Zoer’aini Djamal Irwan MS, KH Husin Naparin, Lc, MA. Penasihat Hukum: Achmad Michdan SH. Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Farid Wadjdi. Pemimpin Perusahaan: Anwar Iman. Sidang Redaksi: Hafidz Abdurrahman, MR Kurnia, Harist Abu Ulya, Muhammad Ismail Yusanto, Rochmat S. Labib. Redaktur Pelaksana: Mujiyanto. Redaksi: W almaroky, Zulkifli, Joko Prasetyo, Iwan Setiawan, Zulia Ilmawati, Nanik Wijayati, Febrianti Abbasuni, Kholda. Kontributor Daerah: Rifan (Jatim), Fakhruddin (Babel), Apri Siswanto (Riau), Rikhwan Hadi (Sumbar), Kurdiyono & Ahmad Sudrajat (DIY), Eko (Sultra), Nazar Ali & Handani (Jabar), Bahrul Ulum (Sulsel), Abduh (Kalsel), Budianto Haris (Sumsel), Dani Umbara Lubis (Sumut), Dadan Hudaya (Banten) Desain dan Pracetak: Kholid Mawardi. Keuangan: Budi Darmawan . Marketing: Muhammad Ihsan. Sirkulasi: W Wahyudi. Iklan: Aris Rudito, M Rosyid Aziz. Alamat Redaksi: Jl. Prof. Soepomo No. 231, Jakarta Selatan 12790. Email: pembaca.tabloidmu@gmail.com. Iklan Pemasaran: Jl. Prof. Soepomo No. 231, Jakarta Selatan 12790. Email Iklan: iklan.tabloidmu@gmail.com . Email Marketing: marketing.tabloidmu@gmail.com Hunting Pemasaran: 085711044000, sms: 089650202478. Hunting Iklan: 085780137043. Rekening: Bank Muamalat No Rek 9064150699 a.n Budi Darmawan.


Media Umat | Edisi 103, 8 - 21 Jumadil Akhir 1434 H/ 19 April - 2 Mei 2013

Editorial

3

Dan sama dengan hal itu, karakter kita akan ditempa dengan kesulitan yang kita temui. Tanpa kesulitan, kita tidak akan mengenal kenikmatan, apalagi menikmatinya. Kesulitan dalam hidup, hanyalah demi kita lebih mengenal kenikmatan hidup. Setiap rintangan yang berhasil diatasi, akan membuat kita menjadi lebih kuat. Setiap tantangan yang kita lewati, menghasilkan kegembiraan yang lebih sempurna. Tantangan memberikan kita tugas untuk dikerjakan. Bayangkan betapa keringnya hidup bila segala sesuatu muncul begitu saja saat kita inginkan. Hargailah masa susah, karena masa itu berlimpah kesempatan. Bangkitlah menghadapi tantangan pahit dan hidup kita akan terasa manis. Tetap semangat tegakkan syariah dan khilafah. Emha. SultengLuwuk Banggai. 6285255944xxx

Muktamar Khilafah Subhanallah, semakin banyak yang mulai memahami bahwa sistem kufurlah penyebab semua kekacauan saat ini. Wadah yang akan mempengaruhi pola tingkah unsur yang ada di dalamnya, jadi dengan mengubah sistem menjadi lebih baik sudah pasti akhlak umat yang ada di dalam sistem itu akan terjaga pula menjadi lebih baik. Muktamar Khilafah (MK) tinggal menghitung hari semoga nasrullah segera terpenuhi. Seandainya khilafah lebih dulu tegak sebelum MK, dan MK akan dipimpin oleh khalifah. Allahu Akbar! TJ. Ciamis. +6281323314xxx

Jika Tak Ada Jika tidak ada yang dikorbankan, maka bukanlah perjuangan. Jika berdiri tegak tanpa ujian, maka bukanlah ketangguhan. Jika kemenangan diraih tanpa merangkak dari kejatuhan, maka bukanlah ketabahan. Jika ada yang dibanggakan, maka bukanlah kemuliaan. Jika Allah masih bersama kita, maka itu bukanlah penderitaan. Tetaplah istiqamah walaupun terasa sulit. Don Jaya Putra. Padang. +6281947938xxx

Untuk Suriah Wahai Suriah, dulu, kalian aman, tidak ada yang menyerangmu. Tapi, sekarang, kalian sudah diserang oleh pasukan Bashar Assad. Sebagian ada yang dipenjara, dan sebagian ada yang mati syahid. Wahai saudaraku, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul Nya. Sesungguhnya, Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Wahai saudaraku, tetaplah berjihad di jalan Allah. Sehingga suatu saat, tegakkanlah Khilafah di Suriah. Ingatlah, tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya. Ya Allah, bantulah saudaraku yang berjihad di Suriah, ya Allah. M. Fawwaz Musyaffa. Pekanbaru. +6282381686xxx

Penentang Allah Dalam sistem demokrasi anggota dewan berkedudukan lebih tinggi dari Allah. Ketika Allah telah menetapkan suatu hukum yang sudah pasti, hukum itu tak berarti ketika kemudian harus dirembug dulu oleh sang legislator untuk ditentukan setuju tidaknya mereka terhadap hukum tersebut. Dan janji-janji selalu kosong yang tak pernah tertunaikan, sikap alam yang ekstrim di negeri ini sungguh membuat rakyat tak berdosa menjadi korban, bisa sebagai ujian, cobaan, atau bala. Ya Rabb izinkanlah orang mukhlis yang merindukan syariah-Mu untuk mengatur dunia ini, perlihatkan pula kepada manusia-manusia dungu penentang titah-Mu akan keagungan syariah-Mu yang universal dalam naungn Khilafah Rasyidah, Allahu Akbar. Safar Abu Anam. Aceh. +6281260713xxx

Komentar untukMU Terima Kasih MU Assalamualaikum. Terima kasih MU, berkat berita-berita yang dimuat, kini umat semakin sadar betapa busuknya wakilwakil mereka, bongkar-bongkar maju terus MU, kami mendukungmu.Wassalam. Luqman Faruq. Babel. +6281367175xxx

Hati Bergetar Assalamualaikum. Saya seorang karyawan bordil dari Tasikmalaya. Saya selalu dikasih majalah MU. Setelah saya baca hati ini bergetar, dan setelah tahu apa itu khilafah, buat teman teman seperjuangan terus tegakan agama Allah. Jangan tunggu besok kalau bisa sekarang. Saya di Tasik siap mendukung demi tegaknya khilafah. Allahu Akbar. Acep. Tasikmalaya. +6282317508xxx

Ormas Islam Bersatu, RUU Ormas Ditunda

B

atalnya sidang Paripurna dan ditundanya pengesahan Rancangan Undang-Undang tentang Organisasi Kemasyarakatan (RUU Ormas), diakui atau tidak, akibat bersatunya Ormas Islam untuk menolak RUU –yang mewajibkan setiap ormas menjadikan Pancasila sebagai asasnya– tersebut. Pentingnya persatuan ormas Islam ini ditegaskan oleh Muhammad Ismail Yusanto, juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia. Menurutnya, ormas Islam itu bersatu dalam arti bersuara secara lantang, serempak, kemudian komunikasi satu sama lain, suaranya itu tidak bisa diabaikan. Bersatunya ormas Islam itu penting, bukan hanya untuk RUU Ormas, tetapi ke depan bisa diperlukan untuk RUU-RUU lain yang sebenarnya banyak yang perlu dikritisi secara keras. RUU yang tidak kalah bahaya bagi rakyat termasuk umat Islam adalah RUU Kamnas. Kita sepakat dengan Jubir HTI tentang pentingnya bersuara lantang, dalam pengertian menyampaikan kebenaran (al haq) dengan tegas, tanpa kompromi, tidak boleh abu-abu. Karena dalam Islam sesungguhnya yang haq itu adalah jelas, sebagaimana yang batil itu juga adalah jelas. Upaya menentang RUU Ormas adalah perkara yang haq yang didasarkan pada Alquran dan Sunnah. RUU ini terutama pasal 2 –meskipun kemudian diubah- berpotensi dijadikan alat deislamisasi. Menjauhkan umat dari al Islam dan syariah-Nya. Padahal asas Islam itu adalah perkara penting dan mendasar. Asas ini bagaikan pondasi bangunan yang akan menentukan bangunan di atasnya, corak dan bentuknya. Asas ini bagaikan akar dari pohon yang menentukan jenis pohon dan kekuatan pohon itu. Kalau asasnya sekuler, maka corak bangunan yang di atasnya pastilah sekuler. Demikian pula kalau asasnya Islam, maka bangun di atasnya haruslah Islam. Sementara dalam Islam segala perkara yang tidak berasaskan Islam tertolak baik itu masalah pribadi, berkelompok, berpartai, atau bernegara. Inilah yang ditegaskan Allah SWT di dalam Alquran : Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi (TQS Ali Imran : 85). Bahwa kelompok Islam harus asasnya Islam, karena kelompok Islam tugas pokoknya adalah menyeru kepada Islam. Inilah yang ditegaskan Imam at Thabari dalam tafsirnya Jami'ah Bayan fi ta'wil al Qur'an saat menjelaskan surat Ali Imran ayat 104. Dijelaskan yad'una ilal khair sebagai tugas pokok kelompok Islam atau jamaah maknanya adalah menyeru manusia ke jalan Islam dan syariah Islam ( ila al Islam wa syarai'ih ) yang disyariatkan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. Ditambah lagi, RUU Ormas ini merupakan jalan bagi kembalinya rezim represif yang menindas umat Islam. Asas tunggal Pancasila akan kembali menjadi semacam 'political hammer' atau palu politik yang digunakan sesuai dengan selera penguasa. Seperti di masa Orde Baru, siapapun yang bertentangan dengan kepentingan rezim Soeharto akan dicap subversif, dicap anti Pancasila. Sementara Islam dengan tegas memerintahkan kita melawan segala bentuk kezaliman! Namun demikian, ormas Islam harus waspada dan jangan merasa puas dulu. Karena ini hanyalah penundaan pengesahan, bukan pembatalan. Karena persoalannya bukan soal ditunda atau tidaknya tetapi pada konten atau isi dari RUU Ormas itu, apakah masih mengandung hal-hal yang masih membuka pintu lahirnya kembali rezim represif itu atau tidak. Kembali ormas Islam harus bersama-sama, kembali duduk dalam satu meja. Dalam draf terbaru per 9 April 2013, sudah banyak perubahan yang berarti. Beberapa pasal yang mengganjal antara lain pasal 7 yang membahas lingkup kegiatan ormas masih belum dicantumkan bidang politik. Jelas ini merupakan upaya depolitisasi, menjauhkan umat dari aktifitas politik. Padahal masalah politik dalam Islam adalah penting bahkan merupakan kewajiban, seperti kewajiban mengkoreksi penguasa yang zalim. Apalagi Islam dan politik dalam pengertian pengaturan urusan-urasan umat tidak bisa dipisahkan. Pasal penjelasan tentang paham yang dilarang pun perlu dikritisi. Dalam draf lama disebutkan ormas dilarang menyebarkan atheisme, komunisme, kapitalisme, sosialisme dan liberalisme. Anehnya di dalam draf paling anyar kapitalisme, sosialisme dan liberalisme itu ditiadakan. Hal ini tentu saja memberikan legitimasi untuk keberadaan ideologi kapitalisme, liberalisme dan sosialisme yang jelas-jelas bertentangan dengan Islam. Terakhir perlu kita tegaskan, pemaksaan RUU Ormas ini, sangat patut dicurigai sebagai upaya politik, yang ujung-ujungnya untuk membendung keinginan umat untuk menegakkan syariah dan khilafah. Namun segala makar musuh-musuh Allah yang hendak menggagalkan tegaknya syariah dan Khilafah akan gagal dan kalah. Hal ini ditegaskan Allah SWT dalam firman-Nya: Mereka (orang-orang kafir itu) membuat makar (tipu daya), dan Allah membalas makar mereka. Dan Allah sebaik-baik pembuat makar." [Ali Imran: 54]. Kita yakin, dengan izin Allah SWT tegaknya syariah dan khilafah yang merupakan janji Allah SWT tidak akan bisa dibendung oleh siapapun! Allahu Akbar.[] farid wadjdi


4

Media Umat | Edisi 103, 8 - 21 Jumadil Akhir 1434 H/ 19 April - 2 Mei 2013

Media Utama

Kontes Miss World,

Ajang Maksiat “Pemilihan raturatuan seperti yang dilakukan sampai sekarang adalah suatu penipuan, di samping pelecehan terhadap hakikat keperempuanan dari makhluk (manusia) perempuan.�

S

etelah berhasil menggelar ajang ratu-ratuan, ada Puteri Indonesia dan juga Miss Indonesia, rupanya orangorang di balik ajang tersebut ingin meningkatkan skala penyelenggaraannya. Tak hanya bersifat lokal tapi internasional. Mungkin mereka sudah menghitung kekuatan yang kontra dengan acara buka aurat ini. Makanya mereka cukup berani. Dan tak tanggung-tanggung, acara itu akan digelar di Sentul, Kabupaten Bogor yang memiliki motto 'Tegar Beriman' dan dikenal religius. Ajang ini akan digelar September nanti. Tapi jauh hari panitia sudah melobi ke sana ke mari, termasuk sowan ke Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Tampaknya sang gubernur dari partai dakwah ini tak keberatan. Yang justru keberatan adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor dan ormas

Islam yang ada di sana. Dukungan terhadap penolakan ini juga datang dari ormas Islam yang ada di Kota Bogor. Mereka menilai ajang Miss World ini penuh kemaksiatan sehingga tidak layak dilaksanakan di Bogor, di Jawa Barat, bahkan di Indonesia. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang terkenal sekuler, Daoed Joesoef, pun menentang keras berbagai kontes kecantikan. Dalam bukunya, Dia dan Aku: Memoar Pencari Kebenaran (2006), ia menulis: "Pemilihan ratu-ratuan seperti yang dilakukan sampai sekarang adalah suatu penipuan, di samping pelecehan terhadap hakikat keperempuanan dari makhluk (manusia) perempuan. Tujuan kegiatan ini adalah tak lain dari meraup keuntungan berbisnis, bisnis tertentu; perusahaan kosmetika, pakaian renang, rumah mode, salon kecantikan, dengan mengeksploitasi kecantikan yang sekaligus merupakan kelemahan perempuan, insting primitif dan nafsu elementer laki-laki dan kebutuhan akan uang untuk bisa hidup mewah." Menurut Daoed Joesoef, wanita yang terjebak ke dalam kontes ratu-ratuan, tidak menyadari dirinya telah terlena, terbius, tidak menyadari bahaya yang mengancam dirinya. Itu ibarat perokok atau pemadat yang melupakan begitu saja nikotin atau candu yang jelas merusak kesehatannya. "Pendek kata, kalau di zaman dahulu para penguasa (raja) saling mengirim hadiah berupa perempuan, zaman sekarang pebisnis yang berkedok lembaga kecantikan, dengan dukungan pemerintah

dan restu publik, mengirim perempuan pilihan untuk turut `meramaikan' pesta kecantikan perempuan di forum internasional," tulisnya. Daoed Joesoef benar. Ajang ini sebenarnya adalah ajang bisnis. Miss World dulunya juga berasal dari acara kontes bikini di Inggris. Perusahaan bikini yang punya andil besar dalam kontes ini. Kemudian, kontes itu disiarkan langsung melalui televisi. Ternyata, penontonnya banyak sehingga bisa mengalahkan acara sepakbola dan Olympiade. Akhirnya, bisnis ini dikembangkan menjadi bisnis televisi. Di Indonesia, Miss World ini dikuasai oleh MNC Grup, perusahaan milik taipan Hary Tanoesoedibjo. Istri Hary Tanoe-lah yang punya peran dalam penyelenggaraan ini. Melalui ajang di Indonesia, MNC akan menjadi pemegang hak siar yang akan dijual kepada stasiun televisi lain di dunia. Konon pemirsa Miss World ini mencapai lebih dari 1 milyar pasang mata. Cara ini sendiri diikuti oleh 132 negara. Selain berbau bisnis, konteskontesan ini memang mengemban misi politik. Dalam pelaksanaannya sejak 1951, ada saja maksud di balik penyelenggaraan ajang ini di sebuah negara tertentu. Hal yang sama berlaku pada kontes Miss Universe.

Berbahaya Ajang Miss World seolah biasa saja. Tapi bila didalami, pemilihan wanita cantik ini akan menodai citra Indonesia sebagai negeri Muslim terbesar di dunia. Dengan penyelenggaraan di Indonesia,

bisa jadi tujuannya kian meliberalkan kaum Muslim dunia. Ibarat kata: Indonesia yang mayoritas Muslim bisa menerima Miss World, seharusnya negara lain bisa juga. Ajang ini juga menjadi arena untuk merusak moral generasi muda Indonesia. Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi pada mereka dengan melihat siaran langsung buka-bukaan aurat ini. Moral mereka akan rusak. Lebih dari itu, terlaksananya ajang ini akan membuat dosa bagi rakyat negeri ini. Jelas-jelas itu kemaksiatan, kenapa tetap dilangsungkan? Terlebih lagi acara ini akan bisa mendatangkan dosa bagi para pejabat, baik dari tingkat pusat hingga daerah yang merestui acara ini berlangsung. Kemaksiatan itu terjadi karena acara ini bertentangan dengan ajaran Islam. Wanita diperintahkan menutup aurat, ajang Miss World ini justru mengumbar aurat. Kontes ini juga mengeksploitasi para wanita. Miss World merupakan bagian dari peradaban Barat untuk menjajah negeri Islam. Bagaimana tidak menjajah jika tujuannya untuk mengeruk keuntungan dari sana sekaligus merusak penduduknya.

Harus Ditolak Maka penolakan terhadap penyelenggaraan ajang Miss World di Sentul oleh kaum Muslim adalah sebuah keharusan. Sebaliknya pembiaran terhadap ajang ini dikhawatirkan bisa mendatangkan musibah bagi negeri ini. Ajang ini tidak membawa kebaikan, tapi justru banyak mu-

dharatnya. Makanya, jauh hari sebelum pelaksanaan, kaum Muslim sudah menunjukkan kepeduliannya untuk menolak kontes wanita lajang ini. Masih banyak jalan yang bisa ditempuh untuk mempromosikan keindahan Indonesia, tanpa harus mengorbankan kehormatan kaum wanita. Jangan sampai, ajang ini malah mengokohkan penguasaan kapitalis lokal dan asing dalam sendi-sendi kehidupan kaum Muslim.

Kembali ke Islam Hadirnya berbagai kontes wanita ini tidak lepas dari peradaban Barat yang menjadikan wanita sebagai komoditas dan perannya hanya dipandang sebagai pemuas nafsu seksual belaka. Kondisi ini tidak akan terjadi manakala Islam diterapkan. Wanita dalam pandangan Islam harus dilindungi dan dihormati. Mereka memiliki kemuliaan. Makanya haram hukumnya bagi mereka mempertontonkan auratnya, apalagi dalam kontes di depan umum dan disiarkan ke seluruh penjuru dunia pula. Islam telah memiliki aturan yang sangat rinci untuk mengatur hubungan laki-laki dan wanita agar kehidupan ini menjadi tenang dan tentram. Hanya saja masalahnya, negara yang menerapkan Islam secara kaffah belum ada. Padahal keberadaan khilafah inilah akan menjadi tameng bagi kaum wanita khususnya, dan kaum Muslim umumnya dari perusakan dan serangan musuh Islam.[] mujiyanto


Media Umat | Edisi 103, 8 - 21 Jumadil Akhir 1434 H/ 19 April - 2 Mei 2013

Miss World, Bisnis Tubuh Wanita Miss World yang berpusat di London ini membuat waralaba (franchise) ajang tersebut dan sudah dibeli di 130 negara.

S

entul Bogor, 28 September 2013 ak an menjadi ajang pemilihan Miss World 2013. Jutaan pasang mata dari seluruh penjuru akan tertuju ke sana. Bagaimana tidak, ajang lenggak-lenggok wanita lajang berbusana minim itu akan disiarkan langsung ke 170 negara. Di tempat itu nantinya wakil dari 132 negara akan beradu kecantikan dan kemolekan. Sebelumnya, para kontestan akan digembleng dulu di Bali selama sebulan agar bisa tampil memuaskan para penggemarnya. Indonesia, negeri dengan mayoritas penduduknya Muslim, bahkan terbesar di dunia ini, akan menjadi sorotan dunia. Bukan karena kemajuannya, tapi karena keberaniannya menyelenggarakan kontes buka-bukaan aurat terbesar di dunia.

Bisnis dan Politik Ajang Miss World 2013 di Indonesia diselenggarakan oleh MNC Group milik taipan Hary Tanoesoedibjo. Liliana Tanaja Tanoesoedibjo, istri Hary Tanoe, merupakan pendiri Miss Indonesia Organization. Organisasi ini menjadi penyelenggara pemilihan wanita cantik, cerdas, dan berperilaku sosial menarik, melalui kontes Miss Indonesia. Melalui ajang ini, MNC Group mendapatkan hak siar eksklusif acara tersebut. Nah, hak siar inilah yang akan dijual ke berbagai stasiun televisi di seluruh negara. Tentu, ujung dari semua ini adalah keuntungan finansial yang besar bagi pengusaha tersebut. Hary Tanoe mengatakan, persiapan menuju kontes Miss World 2013 akan dikomunikasikan dengan berbagai pihak terkait, agar kegiatan ini berjalan

sukses dan mampu memberi nilai tambah bagi industri pariwisata Tanah Air. Sejak dilangsungkan pertama kali tahun 1951 di Inggris, kontes kecantikan ini memang ditujukan dalam rangka bisnis. Kontes ini diselenggarakan pertama kali oleh Eric Morley. Sebutan kontes itu awalnya adalah 'Bikini Contest Festival', sebelum media kemudian menyebutnya sebagai Miss World. Ajang ini sangat diminati oleh televisi karena sejak awal bisa mendatangkan pemirsa sangat besar, mengalahkan Olympiade dan Piada Dunia (sepak bola). Maka acara Miss World ini dibeli hak siarnya oleh BBC 1959-1979 dan kemudian Thames Television pada 1980-1988. Konon pemirsa acara ini mencapai puncak ketika ada 27,5 juta pasang mata di Inggris yang menontonnya. Selanjutnya, ajang ini makin mendunia dan diklaim ditonton oleh lebih dari satu milyar pasang mata. Dan sejak tahun 1980-an, wanita peserta Miss World diharuskan mengikuti tes kecerdasan dan kepribadian. Nah, setelah Eric Morley meninggal tahun 2000, bos Miss World Organization berpindah ke tangan istrinya Julia Morley. Di tangan wanita ini, ajang tersebut terus berkembang menjadi sebuah bisnis raksasa/global. Miss World yang berpusat di London ini membuat waralaba (franchise) ajang tersebut dan sudah dibeli di 130 negara. Uang yang didapatkan dari bisnis kontes wanita ini mencapai 450 juta dolar Amerika. Selain membawa misi bisnis, kontes ini juga membawa misi liberalisasi dan anti terhadap syariah Islam. Tahun 2002, pelaksanaan Miss World diarahkan ke Abuja, ibukota Nigeria. Saat itu di

negeri tersebut sedang ada wanita Amina Lawal yang sedang menunggu mati dengan dirajam karena perzinaan di bawah hukum syariah. Ajang Miss World menggunakan pengaruhnya untuk kampanye global membebaskan wanita tersebut. Apa yang dilakukan oleh Miss World Organization ini sama persis dengan Miss Universe. Jika Miss World punya pengusaha Inggris, Miss Universe adalah milik pengusaha Amerika Donald Trump. Awal berdirinya juga sama yakni ajang untuk memperkenalkan produk pakaian renang/bikini baru yang saat itu bermerek 'Catalina'. Dalam perjalanannya pun, Miss Universe mengemban misi politik Amerika di berbagai belahan dunia. Setiap utusan suatu negara yang memenangi ajang tersebut, selalu ada kepentingan Amerika di belakangnya. Di Indonesia, utusan Miss Universe ini diwadahi ajang bernama pemilihan Puteri Indonesia. Di belakangnya pengusaha Mooryati Soedibjo.

Nodai Indonesia Pelaksanaan Miss World di Sentul, Bogor, Jawa Barat, menurut juru bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Iffah Ainur Rohmah, akan menodai citra masyarakat Bogor khususnya dan Jawa Barat pada umumnya. Apalagi daerah ini dikenal religius. Slogannya pun baik kota maupun kabupaten ada kata 'beriman'. “Kontes Miss World ini kan salah satu ikon kepornoan, merendahkan martabat kaum perempuan karena dikompetisikan kecantikannya semata. Bahkan untuk kepentingan penilaian kompetisi ini, tubuh perempuan diukur layaknya hewan dan akan diperlakukan sebagai kapstok

untuk memajang desain terbaru produk fashion dan kosmetika,” jelasnya. Menurutnya, tidak ada nilai positif dari ajang tersebut seperti yang disampaikan penyelenggara yakni akan mendatangkan

wisatawan dan memperkenalkan Indonesia. “Sudah jelas kontes ini penuh kemaksiatan kok masih dicari nilai positif atau manfaatnya. Manfaat apa? Mendongkrak pariwisata? Itu sama saja dengan mengambil untung dari kemaksiatan! Ini bukanlah karakter umat Islam. Bukankah justru kita diperintahkan untuk menghilangkan kemungkaran!” paparnya. Ketua PP Muslimat NU Mursyidah Thahir menilai ada pelanggaran agama dalam pelaksanaan Miss World. Menurutnya, jika ajang itu hanya menilai kepintaran, kemampuan bahasa, keramahan dll tak masalah. “Tapi ketika mengandalkan keindahan tubuh sebagai komoditas bisnis, nanti dijadikan ikon untuk produk kosmetiknya. Itu namanya eksplorasi dan eksploitasi tubuh,” tandasnya. Menurutnya, acara ini sangat berbahaya bagi generasi muda. “Kalau gayanya, gaya Barat, terus bebas-bebas banget, lalu ditonton, lalu menginspirasi masyarakat menjadi lebih buruk, ya harus ditolak,” tandasnya. [] mujiyanto

Gubernur Restui, MUI Halangi

P

anitia Miss World rupanya tak ingin acara yang akan digelarnya gagal. April lalu, mereka menghadap Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Gayung pun bersambut. Seperti dikutip jpnn.com (4/4) Heryawan mengatakan, ajang itu akan berdampak positif terhadap promosi pariwisata Jawa Barat. Bahkan ia menawarkan sejumlah lokasi wisata di Jawa Barat yang layak untuk dijadikan lokasi kegiatan kontes kecantikan sedunia itu. "Salah satunya Kawah Putih yang cocok untuk dijadikan lokasi kegiatan," kata Heryawan kepada wartawan, Kamis (4/4). Ia juga menjelaskan, Miss World 2013 ini akan berbeda dari biasanya karena tidak ada sesi penggunaan bikini (pakaian renang). "Ini lebih sopan dan bertatakrama, sehingga jauh dari kesan-kesan negatif," ucapnya seraya menawarkan penggunakan pakaian adat khas Indonesia yakni kebaya. Bahkan ia mengatakan, pelaksanaan kontes tersebut tidak akan mengundang kontroversi di kalangan masyarakat. "Saya rasa jika pelaksanaannya baik, sopan, santun, dan menonjolkan budaya Indonesia, tentunya tidak akan menuai protes," katanya. Sayangnya prediksi Heryawan meleset. Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bogor dan juga ormas-ormas Islam di Bogor menolak kontes tersebut. Hal itu disampaikan oleh Ketua MUI Kab Bogor KH Ahmad Mukri Aji. “Secara formal dan legal seluruh organisasi Islam yang ada di Kabupaten Bogor ini baik secara vertikal maupun horisontal dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Kabupaten Bogor maupun kecamatan se Kabupaten Bogor, telah sepakat menolak rencana kehadiran kontes Miss World. Baru rencana saja sudah kami tolak itu. Kami tolak keras bahkan,” tandasnya. Menurutnya, kontes itu telah memperlakukan wanita seperti binatang. Wanita itu menelanjangi dirinya dan ditonton, bukan untuk sang suami yang halal. “Ya sudahlah, sudah capek umat ini, kalau para penguasanya membiarkan,” tandasnya. Ia pun yakin tak mungkin Miss World menjadi arena kontes kebaya. Belakangan, Heryawan mengatakan izin pelaksanaan kontes itu tidak berkaitan langsung dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. ''Semua urusan administrasi ditangani oleh tingkat pusat,'' katanya seperti dikutip media massa. Tapi kan kalau ada kemungkaran harus dicegah Pak Gub?[] emje


6

Media Umat | Edisi 103, 8 - 21 Jumadil Akhir 1434 H/ 19 April - 2 Mei 2013

Media Utama

Sisi Kelam Dunia Model Ia menceritakan tentang para model yang tak kuat berdiri selama pemotretan, menginfus diri sendiri supaya tak usah makan, bahkan makan tisu untuk mengatasi rasa lapar.

P

opularitas menjadi ajang yang paling diburu saat ini. Soalnya, ada mitos bahwa popularitas adalah kesuksesan. Siapa yang memenangi kontes, mereka akan mudah mendapatkan uang. Benarkah begitu? Ternyata tidak. Model populer Kate Moss buka-bukaan soal kisah pahit hidupnya saat meniti karier sebagai model. Wanita asal Inggris itu mengaku bekerja sebagai model adalah pekerjaan mengerikan

dan tak memiliki "hati". Wanita berusia 38 tahun ini mengungkapkan kembali masa-masa yang dijalaninya di depan kamera, termasuk ketenaran melegenda yang membuatnya merasa letih, demoralisasi, dan lapar. Salah satu pose yang paling disesali Kate Moss adalah sesi foto dengan Calvin Klein pada 1992. Kendati pemotretan ini membuat nama Kate Moss melambung, istri Jamie Hince ini tak pernah melupakan kedukaan yang melandanya saat itu. "Usai difoto, saya meng-

Mitos Kecantikan ‘C

antik' itu apa? Bila melihat televisi, dan iklan-iklan produk kecantikan, cantik selalu diidentikkan dengan kulit putih mulus, tubuh langsing, kaki panjang. Inilah citra yang dibentuk oleh media. Sampai-sampai Pusat Riset Masalah-Masalah Sosial di Inggris memperkirakan bahwa ”para wanita muda sekarang, dalam sehari, lebih banyak melihat gambar wanita-wanita yang sangat cantik daripada yang dilihat para ibu kita di sepanjang masa remaja mereka”. Akibat persepsi yang dibentuk itu, sebuah survei di Amerika Serikat, seperti dikutip di Newsweek mendapati bahwa 90 persen remaja kulit putih tidak puas dengan tubuh mereka. Ada yang akan melakukan hampir segalanya untuk mencapai 'bentuk tubuh ideal'. Namun, Pusat Riset Masalah-Masalah Sosial menyatakan bahwa kurang dari 5 persen populasi wanita dapat mencapai berat dan ukuran ideal seperti yang ditampilkan media. Meskipun demikian, pengidolaan bentuk tubuh yang sangat kurus telah membawa jutaan wanita muda menuju perbudakan. Hal itu membuat beberapa orang jatuh ke dalam jerat anoreksia nervosa— sebuah gangguan makan yang ditandai dengan penolakan untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan rasa takut yang berlebihan terhadap peningkatan berat badan akibat pencitraan diri yang menyimpang. Itu cantik ala Barat lewat media massa. Menurut penduduk Suku Kayan di Thailand dan Burma, cantik itu jika lehernya panjang. Di Dayak, Kalimantan, cantik bila kupingnya panjang. Di Iran, wanita dikatakan cantik jika memiliki hidung mancung yang mungil. Di Ethiopia, cantik itu adalah bekas luka cakar. Luka bekas di Ethiopia bukanlah luka yang tidak disengaja, justru mereka sengaja membuatnya sendiri dengan cara menyayat perut mereka. Sedangkan di Mauritania, cantik itu jika tubuh wanita besar, big is beautiful. Memang akhirnya tergantung persepsi.[] emje

alami gangguan saraf," ujar Moss kepada Vanity Fair untuk edisi Desember mendatang, seperti dikutip Reuters, Rabu, 31 Oktober 2012. Waktu difoto, ia masih berusia 17 atau 18 tahun. “Saya merasa tidak karuan harus mengangkangi seorang pria telanjang,” katanya sambil berkata tidak menyukai pekerjaan tersebut. Moss, yang aktif di dunia modeling sejak 1988 mengatakan mengapa tubuhnya sangat kurus. Kondisi itu, menurut Moss, bukan karena ia menggunakan obatobatan terlarang, melainkan karena kurang makan. Terlepas dari karir gemilang yang diraihnya di bidang modeling, Kate Moss mengaku telah banyak menderita di dunia yang telah membesarkan namanya itu. Bekerja di depan kamera membuatnya gelisah, melemahkan semangatnya, juga membuatnya kelaparan. Sisi gelap dunia gemerlap juga ditulis mantan pemimpin redaksi Vogue Australia Kirstie Clements yang dipecat secara mendadak. Dalam bukunya berjudul “The Vogue Factor”, ia menceritakan tentang para model yang tak kuat berdiri selama pemotretan, menginfus diri sendiri supaya tak usah makan, bahkan makan tisu untuk mengatasi rasa lapar karena tak makan berharihari. “Katanya tisu akan mengembang di dalam perut,” Kirstie menjelaskan alasan para model ngemil tisu dan tidak makan. Pernah juga suatu saat ia mengerjakan pemotretan di luar kota bersama seorang model, dan pemotretan tersebut berlangsung tiga hari. Selama tiga hari bersama-sama, Kirstie tak pernah sekalipun melihat sang model memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Di hari ketiga, model tersebut bahkan kesulitan untuk

tetap berdiri dan tersadar selama pemotretan berlangsung. Memang ia menulis bahwa masalah ini terjadi pada sebagian kecil model, namun semua orang di industri modelling terlibat dalam level yang berbeda-beda. Crystal Copland, model asal Australia, mengakui terus terang ketenarannya di atas catwalk harus dibayarnya dengan kaki yang ruam, kerontokan rambut dan kurang tidur. Kepada Women's Wear Daily ia menyatakan, betapa beratnya dunia model. “Semuanya terlihat indah datang dari fantasi yang glamor, tetapi di belakang layar, semua orang saling berteriak dan semua tertekan. Orang-orang berlarian seperti orang gila di belakang panggung. Bahkan Anda akan sulit untuk meluangkan waktu ke toilet sekalipun,” ujarnya. Pengalaman pahit di balik ketenaran disampaikan peragawati internasional Jennifer Strickland. Di usia 17 tahun ia telah menjadi peragawati rumah mode Georgio Armani, Milan, Italia. Dunia yang diimpikan tercapai. Uang, popularitas, dunia glamour dan semua fasilitas bagi top model ia nikmati, namun tetap ada sesuatu yang tidak ia dapatkan disana. “Sepertinya keglamoran yang ada tidak memuaskan, posisi, majalah, panggung catwalk ataupun uangnya tidak memuaskan. Saya merasa kosong, dan tambah kosong saja." Di luar, kehidupan Jennifer tampak sempurna, namun jauh di dalam dirinya, ia merasakan kekosongan dan hal ini membuatnya mulai menghancurkan dirinya sendiri. Ia kemudian terlibat narkoba untuk mencari pelarian. Kondisi ini kemudian diketahui oleh orang tuanya saat ia kembali ke rumah. Ia kemudian diberi

makan. Dalam waktu tak terlalu lama berat badannya naik 10 kg. “Lalu saya kembali bekerja, dan Armani menaruh tangannya di lingkar pinggang saya, dan dia menendang saya dari catwalk." Tak hanya di Armani, ia pun tak diterima bekerja di tempat lain. Jennifer stres. Ia kemudian minum minuman keras dan menjadi perokok berat. Tidak tahan dengan semua tekanan itu, Jennifer membuat sebuah keputusan nekad dengan mencoba bunuh diri di apartemennya. Tapi akhirnya niat itu tak jadi. Ia meninggalkan dunia model selamanya setelah bertemu dengan seorang pria. Kisah lainnya dialami supermodel terkenal asal Inggris, Sophie Anderton, secara sensasional membeberkan aibnya sebagai perempuan panggilan yang bertarif 15.000 poundsterling atau setara Rp 225 juta per jam. Menurut The Sun, Sophie mengungkapkan bagaimana dia telah tidur dengan para pria kaya untuk membayar utangnya yang membubung akibat penggunaan narkoba. Mantan Miss Rusia 1998 dan mantan semi finalis Miss Universe Anna Malova, dipenjara di AS karena tertangkap membawa narkoba tahun 2011 lalu. Ketenaran juga menjerumuskan mantan Miss Delaware Teen USA, Melissa King (18) untuk menjadi bintang film porno dengan bayaran 1.500 dolar AS atau sekitar 14,5 juta rupiah. Itu pula yang dilakukan oleh Miss World 2003 dan salah satu dari top model internasional Irlandia Rosanna Davison. Setelah tak lagi jadi Miss World ia rela menjadi model porno majalah Playboy edisi Jerman. [] emje dari berbagai sumber


Media Umat | Edisi 103, 8 - 21 Jumadil Akhir 1434 H/ 19 April - 2 Mei 2013

Aspirasi

7

Hina Dalam Demokrasi,

Mulia Dalam Islam Semua ini telah didorong oleh sistem kapitalis yang mengeksploitasi wanita sedemikian rupa untuk mengeruk keuntungan.

B

arat memandang wanita sebagai komoditas seksual belaka. Pandangan ini menjadikan kaum wanita Barat dan yang terpengaruh oleh Barat ber-usaha semaksimal mungkin me-miliki bentuk fisik yang ideal agar bisa memikat dan tidak dijauhi lawan jenis. Berbagai cara mereka lakukan untuk mencapai tujuan itu. Sampai-sampai mereka rela mengorbankan dirinya sendiri. Berdasarkan data, di Amerika Serikat dan Inggris masing-masing ada 7 juta dan 1 juta wanita kelaparan. Ini bukan korban kelaparan tetapi korban mode. Mereka adalah wanita yang terkena anoreksia gara-gara ingin tampil ideal, terlihat langsing, agar dihargai oleh laki-laki dan masyarakat. Akibatnya, beberapa di antaranya malah mengalami sakit dan kematian. Gaya hidup seperti ini terus menyebar ke seluruh dunia. Tak terkecuali negeri-negeri Muslim. Bahkan, menurut Nazreen Nawaz, anggota Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir, hal ini menjadi tren yang signifikan dan berkembang di tengah-tengah wanita di dunia Muslim. Mereka telah dipengaruhi oleh kecantikan ala Barat yang ditransfer lewat hiburan, majalah, pusat perbelanjaan, dan media massa yakni betapa pentingnya memperoleh bentuk "ideal" untuk terlihat berharga. Baru-baru ini Al-Jazeera melaporkan cerita menarik mengenai Nigeria. Negara ini memiliki persentase wanita yang menggunakan krim pencerah tertinggi di dunia. Masyarakat setempat menganggap kulit cerah lebih indah. Hitungan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebanyak 77 persen wanita Nigeria menggunakan krim pencerah. Padahal banyak krim yang bisa menyebabkan gagal ginjal, leukemia,

serta kanker hati dan ginjal. Produk pemutih kulit yang sama juga digunakan oleh wanita di negara-negara Muslim lainnya. Awal tahun ini, International Society of Aesthetic Plastic Surgeons melaporkan bahwa telah terjadi peningkatan signifikan terhadap permintaan bedah kosmetik di Turki dan Arab Saudi. Kedua negara ini masuk dalam peringkat 25 negara di seluruh dunia dengan tingkat tertinggi penggunaan kosmetik. Menurut Nazreen, semua ini telah didorong oleh sistem kapitalis yang mengeksploitasi wanita sedemikian rupa untuk mengeruk keuntungan. Industri kecantikan/kosmetik, fesyen, dan diet meraup untung milyaran dolar. Wanita terus didorong untuk mencapai tubuh ideal—yang sebenarnya hanya ilusi. Bayangkan, penduduk Inggris menghabiskan lebih dari 11 milyar Poundsterling setiap tahun untuk membeli produk penurun berat badan. Di AS, berkisar antara 40-100 milyar dolar Amerika. Majalah The Economist melaporkan bahwa produk pemutih kulit diharapkan menjadi industri yang bisa menghasilkan 10 milyar dolar pada tahun 2015. Walhasil, mesin kapitalismedemokrasi akan terus mengeksplorasi dan mengeksploitasi wanita agar bisa dijual dan menjadi pasar produk-produk industri kosmetik, fesyen, dan diet. Tak peduli itu akan merugikan wanita atau tidak. Yang penting untung. Di balik itu wanita dikondisikan sedemikian rupa untuk menampakkan perhiasan mereka dan didorong untuk 'menyempurnakan' tubuhnya sesuai dengan karakter yang diciptakan oleh industri—kosmetik, fesyen, dan sejenisnya. Baik itu melalui kontes, festival, tayangan televisi/film, hingga iklan.

Cara Pandang Islam Bertolak belakang dengan kapitalisme-demokrasi, Islam memandang wanita adalah manusia terhormat yang wajib mendapat perlindungan. Karenanya, menurut juru bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Iffah Ainur Rohmah, perlindungan atas kehormatan dan martabatnya adalah sebuah keharusan. Ia menjelaskan, setiap aktifitas dan pekerjaan yang bisa merendahkan martabat perempuan, apalagi mengeksploitasi kecantikannya tidak akan pernah diizinkan. “Perempuan dilarang menampakkan aurat dan haram tabarruj,” jelasnya. Apalagi secara sengaja dipertontonkan perhiasannya di depan umum untuk dinilai kemolekannya. Di sisi lain, terangnya, lakilaki juga haram melihat aurat pe-

rempuan kecuali mahramnya. Karena pada dasarnya kehidupan laki-laki dan wanita adalah terpisah. Meski begitu, syariah Islam tetap membolehkan adanya interaksi keduanya dalam hal-hal tertentu. Itu pun ada aturan mainnya di antaranya laki-laki harus menjaga pandangannya. Wanita dalam Islam dihargai atas dasar keshalihan dan ketakwaannya, bukan penampilan fisik tubuhnya. Ini seperti yang digariskan oleh Allah SWT dalam firmanNya: "Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (TQS. Al Hujuraat : 13) Walhasil, Islam mencegah segala hal yang dapat membangkitkan nafsu seksual. Apakah itu dalam bentuk cerita, gambar, video, film, hingga kontes dan

festival yang menjadikan wanita sebagai obyeknya. Sebab, faktafakta yang dapat menimbulkan nafsu seksual tersebut akan mengakibatkan kerusakan. Nah, perlindungan terhadap wanita ini bukanlah tanggung jawab individu per individu tapi juga melekat kepada negara. Tentu negara yang dimaksud bukan sembarang negara, tapi negara yang melaksanakan syariah Islam secara kaffah. Itulah khilafah. Khilafah akan menegakkan hukum-hukum Allah dalam urusan interaksi antara laki-laki dan wanita sehingga tercipta kesucian, kehormatan, kemuliaan, dan ketentraman serta menjamin ketenangan dan kelestarian jenis manusia. Apa Anda tidak rindu sistem yang seperti ini? [] emje

Model itu Memilih Islam

D

i Rusia dan negara-negara pecahan Rusia, Masha cukup dikenal. Ketenaran model itu kian bertambah ketika Fabrik, grup musiknya berada di deretan teratas jajaran musik Rusia. Tapi siapa sangka, justru saat itulah ia meninggalkan ketenarannya dan beralih ke Islam. Itu terjadi tahun 2006. Ia mengaku sangat membenci masa lalunya. “Saya tidak suka melihat foto-foto saya dahulu. Namun, tidak masalah orang melihat dan belajar dari itu semua. Mereka dapat belajar bahwa seseorang dapat lahir kembali dan memulai lagi dari awal. Seseorang dapat bertobat dan membersihkan kesalahan masa lalu dengan beramal shalih, Insya Allah,” jelasnya. Dan justru ketika memeluk Islam, inilah saat kesuksesan yang sesungguhnya. “Saya merasa bersyukur. Sekarang saya mendapat kesempatan untuk membandingkan bagaimana saya dahulu dan sekarang. Sekarang saya menjalani kehidupan yang sebenarnya dan kemudian saya berhasil.” Setelah masuk Islam, Masha meninggalkan sama sekali dunia glamour. Ia memilih menjadi pengajar di universitas karena ia menguasai lima bahasa di Eropa. Ia juga menulis lagu-lagu Islam.

Perubahan besar juga terjadi pada diri Febian, peragawati asal Prancis. Karena hidayah Allah, ia tinggalkan dunia mode dan masuk Islam lalu pergi ke Afghanistan untuk membantu merawat mujahidin yang terluka. Dalam Islam ia merasakan kebahagiaan. Ia mengenang, rumah-rumah model busana yang telah membawanya keliling dunia itu telah menjadikan dirinya seperti patung yang bergerak. Ia dididik menjadi manusia yang dingin, keras, angkuh, dan tidak memiliki hati. “Diriku hanyalah seakan kerangka (badan) yang mengenakan pakaian. Aku menjadi benda mati yang bergerak: tersenyum namun tidak merasa.” Selain Masha dan Febian, seorang model Amerika Sara Bokker memiliki pengalaman serupa. Model yang pernah ikut Miss USA sekaligus aktivis feminisme ini akhirnya merasa bebas setelah masuk Islam pasca tragedi WTC. Padahal saat itu ia menikmati kehidupan glamour dari satu kota ke kota lain di Amerika. Namun ia mengaku, saat itu ia merasa menjadi budak mode. Dirinya menjadi “tawanan” penampilannya sendiri. Begitu di dalam Islam, Sara baru merasakan adanya kebebasan. Lebih dari itu, ia merasa damai hidup dengan Islam. [] emje


Media Umat | Edisi 103, 8 - 21 Jumadil Akhir 1434 H/ 19 April - 2 Mei 2013

Mursyidah Thahir, Ketua PP Muslimat NU

Miss World Fitnah Globalisasi Ketua Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama Mursyidah Thahir mengingatkan bahwa kaum Muslim harus berhati-hati dengan ujian yang kalau ujian itu menimpa, itu tidak hanya menimpa orang-orang yang bersalah saja tetapi mengimbas kepada orangorang baik. Ia pun menyatakan, bila ingin mengadakan Miss World, pemerintah harus menjamin, kontes tersebut tidak melanggar larangan agama. Dan cukupkah hanya tidak berbikini saja? Temukan jawabannya dalam wawancaranya dengan wartawan Media Umat Joko Prasetyo. Berikut petikannya.

Bagaimana pandangan Anda dengan akan diselenggarakannya Miss World di Bogor? Miss World kalau memasuki wilayah mayoritas Muslim kemudian menggunakan pakaian yang menutup aurat, ya tidak apa-apa. Miss World, Miss World tetapi ketika masuk ke Bogor pakai jilbab, ha... ha... ha... kan yang jadi masalah mempertontonkan auratnya, menginspirasi masyarakat untuk meniru, ya harus ditolak. Mengapa? Karena kita itu terikat oleh Alquran ya. Alquran itu diwahyukan oleh Allah SWT sesungguhnya itu bukan hanya untuk orang Islam, tetapi untuk semua umat manusia (hudalinnaas). Nah rupanya, Alquran itu memberikan pedoman dan bimbingan kepada seluruh umat manusia itu ya sama, dalam hal, kalau apa-apa yang dilarang Allah SWT itu dilanggar, biasanya akan menimbulkan pelanggaran kemanusiaan. Salah satu larangan Allah adalah buka-buka aurat. Kalau kita kaitkan dengan kaidah fikih, ada sesuatu yang diharamkan karena zatnya (maa hurimati li dzati) tetapi menjadi boleh ketika darurat. Contohnya? Misalnya, daging babi. Haram zatnya tetapi boleh dimakan, sekedar untuk menyelamatkan nyawa, bila kalau tidak dimakan mengancam

kematian. Ada satu lagi, sesuatu diharamkan karena alasan eksternal, di luar zatnya (maa hurimati li ghairihi), kecuali dengan adanya kebutuhan mendesak (li hajati). Contohnya aurat itu. Aslinya telanjang tidak apa-apa, asalkan tidak ada yang lihat. Haram membuka aurat, bila dilihat orang lain yang bukan mahram, kepada orang lain yang tidak layak. Tetapi menjadi boleh karena li hajati. Misalkan karena sakit dia harus operasi, kalau tidak dibuka sih tidak menimbulkan kematian. Tetapi karena dia itu harus ditolong, harus dioperasi, dan itu mengharuskan membuka aurat. Selain itu, li hajati membuka auratnya adalah haram lho. Jadi kontes Miss World ini harus dilarang? Jadi memang perlu kecermatan, perlu kebijaksanaan. Kalau para pemimpin di daerah setempat sudah meyakini acara Miss World itu akan membawa kebaikan, akan berpakain sopan, tidak akan seperti di negara asalnya. Kalau itu bisa dibuktikan ya... apa salahnya? Saya membayangkan itu tiba-tiba berpakain bagus pakai jilbab. Jadi bukan Miss Worldnya tetapi apa yang dia praktikan, dia lakukan di sini itu tidak melanggar apa yang menjadi tradisi mayoritas umat di sini, ya tidak perlu dilarang. Tetapi kalau gayanya, gaya barat, terus bebas-bebas banget, lalu ditonton, lalu menginspirasi

masyarakat menjadi lebih buruk, ya harus ditolak. Tapi memang dari sisi berpakain saja, akan menjadi jalan, kalau pakaian itu tidak diizinkan oleh agama, terus menjadi gaya, menjadi tren, nanti pengaruhnya itu sampai pada... jangan-jangan masalah perkosaan pada anak-anak saat ini ya awalnya dari cara berpakain, dari pergaulan bebas. Akhirnya kalau sudah seperti itu, seperti yang diperingatkan Allah dalam Alquran kita harus berhati-hati dengan ujian yang kalau ujian itu menimpa, itu tidak hanya menimpa orang-orang yang bersalah. Itu yang terjadi saat ini memang. Aslinya itu hanya satu dua orang saja yang bersalah, tetapi yang terimbas itu orangorang baik. Apa ujiannya? Ujiannya itu ya berupa fitnah globalisasi ini. Karena globalisasi itu kan mereka hendak menggelar Miss World di sini. Ya tidak apa-apa asalkan pemerintah bisa menjamin tidak melanggar apa yang menjadi tradisi mayoritas umat di sini. Tetapi kita harus tahu dari awal, apa-apa saja yang dijaminkan itu. Jadi memang yang dijamin oleh Gubernur Jawa Barat hanya tidak berbikini saja. Yang lain-lainnya ya tidak ada jaminan apa-apa... He... he...he..., masak cuman gitu doang. Apa sudah cukup dengan jaminan itu? Lalu

dianggap sudah layak? Memang kenapa? Dalam Miss World, kalau dinilai dari sisi kepintarannya, pandai berbahasa Inggris, ramah, itu tidak melanggar agama. Tetapi ketika mengandalkan keindahan tubuh sebagai komoditas bisnis, nanti dijadikan ikon untuk produk kosmetiknya. Itu namanya eksplorasi dan eksploitasi tubuh. Namanya eksploitasi tubuh dari sisi keindahannya untuk lawan jenis (yang bukan suaminnya, red) itu memang dilarang. Ada haditsnya itu. Dalam hadits itu Allah melaknat, wanita yang jalan lenggaklenggok, rambutnya seperti punuk unta disasak tinggi. Ada juga hadits lain yang dilaknat Allah itu, berpakaian tetapi telanjang. Artinya, di situ bisa dimaknai meskipun berpakain tetapi transparan, atau tidak transparan tetapi terlalu ketat. Dan itu ditampilkan oleh para Miss World-Miss World itu. Jadi acara Miss World ini harus ditolak? Ketika kita secara sosial menolak keras atau berdemo untuk hal-hal yang seperti ini, sudah sepadan tidak dengan pembiaran kita kepada masyarakat kita, pakaian kemben, pakaian kemben di Bali, sekarang sudah agak tertutup sih kemben di Bali. Apalagi kalau dibandingkan dengan Irian yang masih koteka begitu ya. Akhirnya, orang melihat kok ini ditolak, yang lebih

telanjang itu enggak? Ini kita tidak cerita agama lho tetapi cerita sosial dulu, bagaimana menurut sampean? Kalau saat ini masih banyak yang belum sempurna menutup aurat, ya jangan diperparah dengan adanya acara Miss World... He... he... he..., ya, ya, bisa masuk itu. Sudah seperti ini kondisinya, masyarakat sudah kehilangan panutan. Persoalan di negeri kita sudah terlalu banyak dan jangan diperparah lagi dengan acara seperti ini. Bagaimana hukumnya dalam Islam? Kita tidak cerita dulu tentang hukum Islam atau bukan Islam ya. Ini kan kecenderungan pasar, apa saja dijual, apa saja laku. Sesesat apa pun juga laku, kalau patokannya itu pasar. Bagi kita, umat Islam, punya sikap yang ini baik, yang ini tidak baik. Kita harus pegang sikap kita. Paling tidak memberikan semacam tuntunan, semacam pencerahan kepada generasi kita bahwa kenapa Alquran itu mewajibkan menutup aurat. Mengapa? Itu bukan untuk kepentingan umat Islam saja, itu untuk kepentingan kemanusiaan. Itu soal sepele seoalah-olah, tetapi kalau itu dilanggar sedikit saja, malapetaka luar biasa. Ya seperti yang sekarang ini banyak terjadi, orang sudah menjadi iblis sebelum digoda iblis.[]


Media Umat | Edisi 103, 8 - 21 Jumadil Akhir 1434 H/ 19 April - 2 Mei 2013

Iffah Ainur Rohmah, Jubir Muslimah HTI

Miss World, Kapitalisasi Kemaksiatan! Bukan karena Kabupaten Bogor bermotto Tegar Beriman, bukan pula karena penduduknya mayoritas Muslim, kontes Miss World harus ditolak diselenggarakan di daerah yang relatif lebih religius itu. Bahkan Jubir Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Iffah Ainur Rohmah, menegaskan setiap Muslim di mana pun berada wajib menolak even ini, meski diselenggarakan di Jakarta bahkan di Bali sekali pun. Mengapa? Temukan jawabannya dengan wartawan Media Umat Joko Prasetyo. Berikut petikannya.

Sebagai warga Bogor, tidakkah Anda bangga acara puncak kontes Miss World digelar di kota Anda? Justru sebaliknya. Ini akan menodai citra masyarakat Bogor dan Jawa Barat yang dikenal religius dan karenanya sudah muncul berbagai aksi penolakan terhadap kontes pamer aurat ini. Kami tidak akan membiarkan kontes ini diselenggarakan di Bogor. Kontes Miss World ini kan salah satu ikon kepornoan, merendahkan martabat kaum perempuan karena dikompetisikan kecantikannya semata. Bahkan untuk kepentingan penilaian kompetisi ini, tubuh perempuan diukur layaknya hewan dan akan diperlakukan sebagai kapstok untuk memajang desain terbaru produk fashion dan kosmetika. Bukankah Wakil Bupati Bogor telah menyatakan akan banyak nilai positif yang bisa diambil dari even ini. Salah satunya akan meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Bogor.Tanggapan Anda? Waduh, sudah jelas kontes ini penuh kemaksiatan kok masih dicari nilai positif atau manfaatnya. Manfaat apa? Mendongkrak pariwisata? Itu sama saja dengan mengambil untung dari kemaksiatan! Ini bukanlah karakter umat Islam. Bukankah justru kita diperintahkan untuk menghilangkan kemungkaran!! Namun, bukankah Gubernur Jawa Barat sudah menyatakan dalam acara puncak kontes kecantikan perempuan sejagad ini tidak ada sesi mengenakan bikini? Jadi mengapa harus ditolak juga? Pernyataan yang

menyesatkan! Pak Gubernur tahu bahwa mayoritas masyarakat menolak kontes semacam ini. Entah karena alasan bertentangan dengan syariat atau sekadar karena berpotensi merusak moral. Dengan pernyataan tersebut opini masyarakat digiring untuk tidak mempersoalkan kontes ini. Perlu diketahui, bahwa kontes Miss World ini pada awalnya sekitar tahun 50-an bernama Bikini Contest. Jadi nggak mungkin menghilangkan kontes pakaian renang. Atau mungkin Pak Gubernur ingin mengatakan kontes bikininya akan diselenggarakan di tempat lain. Tidak di Bogor, mungkin di Bali atau Jakarta. Sama saja kan? Bisa jadi pula kontes pakaian renangnya tidak boleh bikini (two pieces swimsuite), tapi harus pakai one piece sebagaimana dipakai kontestan Indonesia ketika ikut kontes serupa. Hendaklah Pak Gubernur takut pada azab Allah karena mengaburkan kebatilan menjadi seolah-olah kebaikan. Kalau semua even Miss World dilaksanakan di Bali saja, Anda setuju? Tetap harus ditolak. Dasar penyelenggaraannya saja sudah bertentangan syariat, menempatkan perempuan seperti komoditas yang layak dimanfaatkan menghasilkan keuntungan. Aurat diumbar untuk memeragakan model pakaian renang, rancangan gaun malam, kosmetik terbaru yang diinginkan pengiklan. Jadi perempuan kayak kapstok baju saja! Ini merendahkan martabat perempuan sekaligus eksploitasi. Disuruh berlenggaklenggok pamer kecantikan di hadapan laki-laki yang menontonnya dengan penuh

syahwat. Ini kan tabarruj yang juga diharamkan Islam. Kamerakamera fotografer dan TV juga menyorot mereka dan menjual gambarnya sebagai produk pornografi. Acaranya pun diselenggarakan sangat mewah, diopinikan bergengsi dan berbagai kepentingan bisnis dinegosiasikan. Tidak ketinggalan pula kontes seperti ini menjadi ajang pertaruhan/judi atas kontestan pemenangnya. Ini sama dengan membisniskan kemaksiatan. Bahkan ini kapitalisasi kemaksiatan. Mengapa bisa sampai terjadi kapitalisasi kemaksiatan? Kapitalisme yang memandang semua hal dari aspek mendatangkan keuntungan. Tanpa peduli apa mudharat-bahayanya bagi masyarakat banyak. Tidak ada ukuran halal dan haram. Yang ada hanya keuntungan materi. Dan perempuan yang semestinya dihormati pun dikorbankan sebagai sapi perah yang harus menghasilkan pundipundi dolar sebanyak mungkin. Kapitalisme telah menempatkan perempuan seperti barang yang bisa dieksploitasi kecantikannya demi kepentingan bisnis. Bahkan dalam konteks rencana even Miss World ini, tampak bahwa kapitalisme dengan demokrasinya juga menggiring semua orang termasuk para pemimpin (Wakil Bupati, Gubernur Jabar) yang selama ini dikenal taat beragama menghalalkan apa yang jelas diharamkan Allah dengan alasan politik dan pariwisata. Bisa dikatakan, siapa pun pemimpinnya kapitalisasi kemaksiatan akan terjadi selama kapitalisme demokrasi masih

dipilih sebagai dasar tatanan sistem bermasyarakat. Apa bahaya dari even Miss World dan sejenisnya bagi generasi bangsa? Kapitalisme menghasilkan masyarakat yang semakin rusak, kecanduan produk porno. Di sisi lain orientasi hidup banyak orang adalah ingin cepat terkenal dan menghalalkan segala cara untuk populer dan berlimpah materi. Melalui kontes Miss World ini semua kondisi buruk tersebut makin dikokohkan. Apa bahayanya bagi generasi bangsa ini? Jelas sangat berbahaya! Kita sudah tahu berapa banyak anakanak umat yang kecanduan pornografi, pergaulan bebas dan bercita-cita menjadi artis dan model agar cepat terkenal dan kaya. Belum lagi soal pendidikan di keluarga dan kurikulum sekolah yang gagal menghasilkan generasi berkepribadian mulia. Belum lagi banyaknya pelecehan seksual pada anak perempuan yang makin marak. Apa jadinya generasi ke depan bila kita biarkan kontes Miss World ini terselenggara? Tidak akan ada generasi yang bisa mengentaskan krisis bangsanya. Kita harapkan generasi yang mengharumkan identitas umat Islam dengan keunggulan karakter dan karya intelektualitasnya. Bukan dicatat dunia sebagai penghasil kepornoan dan pelaku pelecehan seksual. Tanggung jawab kita di akhirat juga berat sekali. Ingatlah firman Allah “ Jagalah diri dan keluargamu dari api neraka� (QS At Tahrim:6). Bukan hanya diri dan keluarga kita sendiri, tapi juga umat dan anak-anak umat juga tanggung jawab kita.

Lantas bagaimana Islam memandang dan mendudukan perempuan? Perempuan adalah kehormatan yang wajib mendapat perlindungan. Jadi perempuan adalah kehormatan bagi keluarga bahkan bagi bangsanya. Perlindungan atas kehormatan dan martabatnya adalah sebuah keharusan, dan diwujudkan dalam kebijakan negara. Tidak akan diizinkan setiap aktifitas dan pekerjaan yang bisa merendahkan martabat perempuan, apalagi mengeksploitasi kecantikannya. Perempuan dilarang menampakkan aurat dan haram tabarruj. Laki-laki juga haram melihat aurat perempuan. Dilarang perempuan menjadi model dan SPG untuk mendongkrak produk dan menarik perhatian konsumen. Bahkan hal ini juga harus ditegaskan dalam konstitusi sebuah negara, tentu hanya negara yang menerapkan syariah Islam secara kaaffah yakni khilafah, yang bisa mewujudkan kebijakan tersebut. Hikmah dengan akan diselenggarakannya even kapitalisasi maksiat itu? Rencana penyelenggaraan Miss World di Indonesia merupakan salah satu bukti kebobrokan sistem kapitalisme dan demokrasi. Maka, tak bisa ditunda lagi untuk meninggalkan nilai dasar dan sistem hidup kapitalismedemokrasi. Selayaknya kita merujuk pada pemahaman Islam dan mewujudkan negara yang berdasarkan syariat Islam, Khilafah Islamiyah.[]


10

Media Umat | Edisi 103, 8 - 21 Jumadil Akhir 1434 H/ 19 April - 2 Mei 2013

Aspirasi

Mereka Menolak

Kontes Miss World Dedeh Wahidah Achmad, Ketua Lajnah Tsaqafiyah DPP Muslimah HTI

Pemda Wajib Nolak Ada yang menyatakan Gubernur Jabar dan Bupati Bogor tidak berwenang untuk mengizinkan atau tidak mengizinkan karena yang berwenang pemerintah pusat. Sehingga Gubernur Jabar lebih memelih mengarahkan agar acara tersebut lebih sopan, dengan tidak mengenakan bikini. Terkait pernyataan itu setidaknya ada dua catatan dari saya. Pertama, tidak selayaknya pemimpin Muslim membiarkan sesuatu yang bertentangan dengan Islam dan membahayakan masyarakatnya terjadi di wilayahnya. Bukankah Rasulullah SAW, bersabda: “Barang siapa di antara kalian melihat kemunkaran maka ubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya, jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itu selemah-lemahnya iman.� Jadi yang semestinya dilakukan para pemimpin daerah adalah menolak semua agenda yang melanggar syariat Islam sekalipun sudah disetujui pemerintah pusat. Kewajiban berikutnya adalah amar ma'ruf nahi munkar sehingga pelanggaran tersebut tidak terus terjadi. Kedua, pernyataan tadi semakin membuktikan bahwa siapapun orangnya yang memimpin dalam sistem demokrasi pasti perkataan dan kebijakannya mencerminkan sistem yang dianutnya bukan memperjuangkan agama yang diyakininya (Islam).[] Iwan Januar, Pengamat Sosial

Pernyataan Wabup Bogor Dangkal Terlalu berlebihan bila Wabup Bogor menyatakan penyelenggaraan Miss World akan mengundang wartawan internasional yang akan memberitakan kontribusi positif pada negara khususnya Bogor. Tanpa penyelenggaraan Miss World pun dunia sudah kenal Bogor dengan Botanical Garden-nya. Apalagi wartawan asing mereka sudah kenal Bogor. Beberapa kali even politik dalam dan luar negeri juga diadakan di Bogor. Kalau diharapkan investor asing bakal masuk ke Bogor lewat hajatan ini, benar-benar pernyataan yang terlalu dangkal. Kan tidak segampang itu orang investasikan usaha, banyak perhitungan ekonomisnya. Tapi yang sudah pasti kontes Miss World haram dalam pandagan Islam. Bukan saja persoalan bikini, pakaian non-bikininya juga jauh dari kesopanan. Perhelatan semacam ini khas pandangan sekulerisme Barat yang hedonis yang suka mengeksploitasi perempuan. bertentangn dengan syariat Islam.[] Huzaemah Tahido Yanggo, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta

Kontes Haram Memang dalam acara Miss World ada wawancara-wawancara itu kan merangsang orang untuk meningkatkan ilmu dan wawasannya. Kalau hanya masalah wawasan itu kan bagus.Tapi kan dari sisi pakaiannya, lenggak lenggoknya, itu yang bermasalah. Yang penting dalam Islam, tabarruj kan tidak boleh. Kan sudah jelas itu ayatnya. Jadi ini sudah mencampurkan antara yang hak dan batil. “Dan janganlah kamu campur-adukkan yang haq dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu, sedang kamu

mengetahui.�(QS Al-Baqarah Ayat 41). Meski dibilang tidak akan mengenakan bikini, tetapi pastilah akan mengenakan baju lengan pendek. Itu juga kan tidak boleh. Tidak ada satu pun yang berkerudung. Sudah jelas dalam Islam itu hukum menutup aurat itu wajib. Sudah menutup aurat juga ada syarat-syaratnya, tidak boleh ketat, tidak boleh tipis, tidak boleh transparan. Kan dalam Miss World ada juga tuh pakain yang panjang sampai ke bawah, tapi dibelah sampai ke paha, apalagi semuanya tidak ada yang pakai kerudung. Kesimpulannya acara Miss World ini mencampurkan antara yang hak dan batil. Dan hukumnya haram![] Hari Moekti, Mantan Rocker

Pelecahan Hukum Allah Ini cara untuk mengembangkan liberalisme. Apa pemerintah tidak melihat kalau ini adalah pelecehan terhadap hukum Allah. Wanita akan semakin dirugikan, moral semakin rusak, perceraian meningkat. Ada syarat tidak pakai bikini itu namanya tetap melegalisir. Melegalkan Miss World itu sendiri, gubernur melegalkan kemaksiatan. Wanita betis saja aurat apalagi ini paha. Pakai kebaya? Sama sajakan menonjolkan bentuk tubuh, aurat. Melestarikan budaya kemaksiatan. Visi mereka sekulaerisme, bagaimana agama ini dipisahkan dari kehidupan, melecehkan wanita. Eksploitasi wanita dan menjualnya, ini sama saja merendahkan wanita. Di dunia selebritis artis dimanfaatkan untuk menjadi duta kemaksiatan, yang hanya diperuntukkan bagi para kapital yang menggerakkan bisnis. Artis menjadi figur yang dimanfaatkan kapitalis untuk dieskploitasi.[] Ida Farida, anggota Komisi D DPRD Kab. Bogor

Setuju MUI Kami juga berpihak pada MUI dengan menolak diselenggarakannya kontes Miss World. Kabupaten memiliki motto Tegar Beriman yang memiliki visi misi masyarakat yang beriman dan bertaqwa dan sejahtera. Dan kita lihat, masyarakat di Indonesia khususnya di Bogor belum siap. Dari segi moral bangsa, saat ini banyak sekali anak-anak muda yang menjadi korban pelecehan seksual kita jadikan perhatian itu, kemudian masih ada masalah pendidikan, ekonominya, nah kita malah laksanakan kontes macam seperti ini. Jangan jadi etalaselah, kita perbaiki di dalam jangan mementingkan hal seperti itu. Walau dikatakan ada segi positifnya, namun dilihat lebih banyak mudharat yang menampilkan aurat, bagaimana mau mendidik akhlak anak-anak, kalau anak-anak harus mencontoh hal-hal buruk.[] Asep Syarifudin, Pengurus Muhammadiyah Kab. Bogor

Harus Gagal Kita menolak dengan keras acara ini, karena ini kebudayaan Barat yang akan dimasukkan dalam masyarakat kita untuk merusak umat Islam di Indonesia. Saya lihat juga termasuk dalam dokrin freemasonry: food, fashion, and fun. Ini juga menjadi ujian bagi pemerintah Kabupaten Bogor apakah mereka sanggup menolak masalah ini, atau ikut-ikutan. Berarti kalau menerima begitu saja, dan tidak ada penolakan kita sebagai umat Islam mengalami menurunan, ini kemungkaran maka haruslah dicegah.

Jika MUI membutuhkan kita siap dikerahkan untuk turun menolak pelaksanaan ini, pokoknya harus gagal dan jangan jadi pelaksanaannya. Dan jika itu pun tetap jadi dilaksanakan maka yang salah adalah pemerintah kabupaten salah karena mengizinkan, dan pemerintah dari gubernur hingga bupati yang dipilih rakyat telah menghianati rakyat yang telah memilih mereka.[] Muhaerin, Pengurus Persis Kab. Bogor

Wajib Menolak Kami dari Persis menyetujui keputusan MUI Bogor untuk menolak kontes Miss World tersebut. Dengan alasan, seperti motto, kabupaten Bogor yang tegar beriman dengan motto itu pemerintah harus komitmen, di mana hal-hal di luar dari ketentuan Islam dan nilai keimanan wajib ditolak. Semua paham, dari kontes Miss World masyarakat tentunya akan menolak, apalagi penyelenggaraannya sangat mengumbar aurat. Dengan tegas kami mendukung sikap MUI menolak acara ini.[]fm-joy

KH Ahmad Mukri Aji, Ketum MUI Kab Bogor

Kami Menolak Keras Secara formal dan legal seluruh organisasi Islam yang ada di Kabupaten Bogor ini baik secara vertikal maupun horisontal dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) seKabupaten Bogor maupun kecamatan se Kabupaten Bogor, telah sepakat menolak rencana kehadiran kontes Miss World. Baru rencana saja sudah kami tolak itu. Kami tolak keras bahkan. Kalau pun dilihat maslahatnya, maslahatnya hanya sedikit, sekadar memperkenalkan culture Bogor ke dunia internasional. Tetapi maksiat dan mafsadatnya luar biasa itu, secara sosiologis dan psikologis akan berpengaruh kepada warga khususnya generasi muda yang sangat-sangat rentan. Kita akan menyosialisasikan ke seluruh lapisan organisasi Islam di kecamatan dan desa. Otomatis secara formal dan legal, insya Allah Senin besok (15/4), akan kami serahkan penolakan ini kepada Gubernur Jawa Barat shahibul hajat penyelenggaraan kontes Miss World ini. Kepada Kapolres yang mewilayahi lokal SICC Sentul Babakan Madang, Bupati, dan juga unsur-unsur Muspida untuk secepatnya mengadakan forum Muspida untuk mendesak panitia baik lokal maupun internasional untuk menolak penyelenggaraan Miss World di Kabupaten Bogor Tegar Beriman. Kalau tidak digubris maka tugas kita sebagai ulama sudah selesai. Tetapi jangan salahkan ketika ada keberatan dari masyarakat sehingga mereka demo. Karena aspirasi yang sangat positif ini terabaikan atau sengaja diabaikan. Bahaya kontes bagi generasi penerus sudah sangat jelas, penampilan lenggak-lenggoknya itu, pakaiannya yang sangat tipis, tidak ada pakaian bagian dalamnya, sehingga kita baca, kita lihat tampilan Miss World di tahun-tahun yang lalu, yaa Allah, tampak sekali wanita itu diperlakukan bagaikan binatang! Wanita itu menelanjangi dirinya dan ditonton, bukan untuk sang suami yang halal. Ya sudahlah, sudah capek umat ini, kalau para penguasanya membiarkan. Gubernur Jawa Barat yang baru saja dipilih oleh umat, sudahlah tidak ada kebaya-kebayaan. Saya yakin tidak ada yang mau pakai kebaya. Tidak dikenal itu. Miss World itu memang memakai bikini, pakaian renang yang sangat tipis. Itu rumusnya. Kalau tidak begitu bukan kontes Miss World, kontes kebaya namanya.[] joko prasetyo


Media Umat | Edisi 103, 8 - 21 Jumadil Akhir 1434 H/ 19 April - 2 Mei 2013

Telaah Wahyu

11

Sifat-sifat ‘Ibâd al-Rahmân (7) Oleh: Rokhmat S Labib, MEI Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya, mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman. (TQS al-Furqnn [25]: 74-76).

A

yat ini merupakan ayat terakhir yang menggambar k an tentang sifat-sifat yang dimiliki 'ibâd al-Rahmân, hamba-hamba Dzat Yang Maha Penyayang. Setelah itu kemudian dilanjutkan dengan balasan yang akan diberikan Allah SWT kepada mereka. Balasan ter-

sebut tak lain adalah surga yang kekal abadi. Sebaik-baik tempat menetap dan tempat kembali. Sungguh balasan yang amat menguntungkan bagi siapa pun yang mengerjakannya.

Mohon Dianugerahi Istri dan Anak yang Shaleh Allah SWT berfiman: Wa alladzîna yaqûlûna Rabbanâ hab lanâ min azwâjinâ wa dzurriyatinâ qurrat a'yun (dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati [kami]). Kata al-ladzîna masih menunjuk kepada 'ibâd al-Rahmân yang disebutkan dalam ayat sebelumnya. Mereka diberitakan memanjatkan doa dan permohonannya kepada Allah SWT. Doa yang mereka panjatkan adalah agar dikaruniai azwâj (istri-istri) dan dzurriyyah (keturunan) yang menjadi qurrah a'yun. Kata qurrah a'yun merupakan kinâyah (kata kiasan) dari alsurûr wa al-farah (rasa senang dan gembira). Kata qurrah berasal dari

al-qarr yang berarti al-bard (dingin). Sebab, tetesan airmata kebahagiaan itu dingin. Demikian al-Alusi dalam tafsirnya. Ditegaskan Fakhruddin alRazi, tidak ada keraguan bahwa yang dimaksud dengan qurrah a'yun bagi mereka adalah dalam perkara agama. Bukan dalam urusan dunia, seperti harta dan

a'yun adalah kegemberaan dan kesenangan. Sesungguhnya orang Muslim akan senang hatinya dengan ketaatan keluarga dan anakanaknya kepada Tuhan agar mereka bisa menyusulnya di surga.” Permohonan mereka itu menunjukkan sifat mereka yang tidak egois dan hanya peduli terhadap nasib mereka sendiri. Mereka juga peduli terhadap nasib keluarga dan keturunannya. Maka mereka pun mengharapkan istri dan anak-cucu mereka masuk surga. Oleh karena itu, hati mereka menjadi senang dan tenteram manakala istri dan anak-cucunya menjadi orang-orang yang beriman, shalih, dan taat kepadaNya. Mereka pun berdoa kepada Allah sebagaimana diberitakan dalam ayat ini. Doa inilah yang dipanjatkan oleh para nabi terhadap anak-anak mereka, seperti Ibrahim sebagaimana diberitakan dalam firman-Nya: "Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orangorang yang shaleh (TQS al-Shaffat [37]: 100). Demikian pula Zakaria yang berdoa: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa" (TQS Ali Imran [3]: 38). Tentu tidak hanya berdoa. Berbagai upaya lain juga dilakukan agar istri dan anakcucunya bisa menjadi orangorang shalih dan bertakwa.

Pemimpin bagi Kaum Bertakwa ketampanan atau kecantikan. Penafsirkan demikian memang dikemukan oleh para mufassir. Mujahid, sebagaimana dikutip al-Alusi, berkata, “Seorang Mukmin yang benar apabila melihat keluarganya ikut bersamanya dalam ketaatan, maka perasaannya senang dan hatinya gembira. Ibnu Katsir mengatakan, istri-istri dan anak-cucu yang dipinta itu adalah orang-orang yang taat dan menyembah Allah, serta tidak menyekutukan-Nya dengan yang lain. Mufassir tersebut juga mengutip penjelasan Ikrimah yang berkata, “Yang mereka inginkan bukanlah kecantikan atau ketampanan. Namun yang mereka inginkan adalah istri-istri dan anakcucunya itu menjadi orang-orang yang taat.” Abdurrahman bin Zaid bin Aslam juga berkata, “Mereka meminta kepada Allah agar istri dan anak-cucunya diberikan petunjuk kepada Islam.” Al-Khazin menafsirkan qurrah a'yun sebagai orang-orang yang baik dan bertakwa, sehingga menjadi penyenang hatinya. Dikatakan juga oleh Wahbah al-Zuhaili. Menurutnya, “Yang dimaksud dengan qurrah

Allah SWT berfirman: wa [i]j'alnâ li al-muttaqîna imâm[an] (dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa). Ini merupakan permohonan mereka selainnya. Mereka memohon agar dijadikan sebagai imâm bagi orang-orang yang bertakwa. Menurut al-Asfahani, secara bahasa kata imâm berarti almu`tamm bih (orang yang diikuti), baik oleh manusia maupun para penulis dan lainnya yang meneladani ucapan dan perbuatannya; baik dalam kebaikan maupun kebatilan. Pengertian itulah diambil para mufassir dalam menafsirkan ayat ini. Ibnu 'Abbas, al-Hasan, alSudi, Qatadah, dan al-Rabi' bin Anas berkata: Mereka menjadi para pemimpin yang diteladani dalam kebaikan. Ibnu Abbas, sebagaimana dikutip al-Qurthubi, ayat ini berarti: “Jadikanlah kami sebagai para pemimpin petunjuk.” Ini sebagaimana firman Allah Swt: Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar (TQS al-Sajdah [32]: 24).

Dikatakan al-Qurthubi dan al-Syaukani, maksud permohonan mereka dalam ayat ini agar dijadikan sebagai qudwah (teladan) yang diteladani dalam kebaikan. Menurut al-Qurthubi, itu tidak bisa terjadi kecuali dia menjadi da'i yang bertakwa dan panutan. Inilah yang dituju oleh dai. Menurut al-Baidhawi, maksud ayat ini adalah: “Mereka meneladani kami dalam urusan agama; di samping juga tambahan ilmu dan taufiq untuk beramal.” Dikatakan Ibnu Zaid, ini sebagaimana firman Allah SWT kepada Nabi Ibrahim as: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia" (TQS al-Baqarah [2]: 124).

Balasan bagi 'Ibâd alRahmân Kemudian dalam ayat berikutnya Allah Swt berfirman: Ulâika yujzawna al-ghurfah bimâ shabarû (mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka). Kata ulâika (mereka) menunjuk kepada 'ibâd al-Rahmân yang memiliki berbagai sifat yang indah serta perkataan dan perbuatan yang mulia. Terhadap mereka, akan diberikan balasan berupa alghurfah. Diterangkan al-Razi, secara bahasa kata al-ghurfah berarti al-'uliyyah (ruangan, kamar yang tinggi). Setiap bangunan yang tinggi, itu adalah alghurfah. Sehingga yang dimaksud dengannya adalah al-darajât al-rafî'ah (tingkatan-tingkatan yang tinggi). Dikatakan juga oleh al-Razi, menurut para mufassir, alghurfah merupakan sebuah surga. Kata al-ghurfah dengan pengertian tempat tinggi surga juga disebutkan dalam firmanNya: Wahum fî al-ghurufât âminûn (dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi dalam surga, TQS Saba' [34]: 37). Juga dalam QS al-Zumar [39]: 20). Balasan tersebut diberikan kepada mereka lantaran kesabaran mereka. Disebutkan: bimâ shabarû (karena kesabaran mereka). Kata: shabarû (telah melakukan kesabaran) menunjuk kepada semua keyakinan, sikap, perbuatan, dan perkataan mereka yang dijelaskan dalam ayat-ayat sebelumnya. Kemudian disebutkan juga balasan lainnya: Wa yulaqqawna fîhâ tahiyyat[an] wa salâm[an] (dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya). Dhamîr al-hâ` menunjukan kepada al-ghurfah. Artinya, di dalam surga mereka

Ikhtisar: 1. Di antara doa ‘Ibâd al-Rahmân adalah: (1) memohon agar istri-istri dan anakcucunya dijadikan sebagai orangorang shalih dan taat; (2) dijadikan sebagai pemimpin dalam kebaikan bagi orang yang bertakwa. 2. Balasan yang akan diberikan mereka adalah surga yang tinggi. disambut dengan tahiyyat[an] wa salâm[an]. Menurut al-Razi, altahiyyah adalah doa untuk perbaikan; sedangkan al-salâm merupakan doa untuk keselamatan. Hasil al-tahiyyah dikembalikan pada berbagai kenikmatan surga yang kekal tak terputus. Sedangkan al-saâm dikembalikan kenikmatan karena terhindar dari berbagai bahaya. Dijelaskan juga oleh al-Razi, al-tahiyyah dan al-salâm bisa berasal dari Allah sebagaimana diberitakan dalam QS Yasin [36]: 58. Bisa pula dari malaikat (lihat alRa'd [13]: 23). Juga, disampaikan oleh sesama mereka. Di dalam surga yang penuh kenikmatan itu mereka tinggal selama-lamanya. Allah SW T berfirman: khâlidîna fîhâ (mereka kekal di dalamnya). Artinya, mereka tidak mati di dalamnya dan tidak keluar darinya. Demikian penjelasan al-Baidhawi dalam tafsirnya. Bahwa mereka kekal di salam surga di beritakan dalam banyak ayat. Kemudian ditegaskan: Hasunat mustaqarr[an] wa muqâm[an] (surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman). Menurut Ibnu Katsir, frasa tersebut berarti hasunat manzhar[an] wa thâbat maqîl[an] wa manzil[an] (bagus pemandangannya dan tempat istirahat dan tempat tinggal yang baik). Keadan ini berkebalikan dengan neraka, yang disebutkan dalam ayat sebelumnya sebagai: Innahâ sâat mustaqarr[an] wa muqâm[a] (sesungguhnya Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman, TQS alFurqan [25]: 66). Demikianlah sifat-sifat para hamba Dzat Yang Maha Penyayang itu. Demikian pula balasan yang akan mereka terima. Kesabaran yang melakukan di dunia mengantarkan mereka mendapatkan kenikmatan Allah SWT tiada tara di surga. Sungguh keuntungan besar bagi mereka yang dengan penuh kesabaran memiliki sifat yang digambarkan dalam ayat ini dan ayat-ayat sebelumnya. Semoga kita termasuk di dalamnya. Wal-Lâh a'lam bi alshawâb.[]


12

Media Umat | Edisi 103, 8 - 21 Jumadil Akhir 1434 H/ 19 April - 2 Mei 2013

Media Nasional

Ketika Suara Ulama Lantang Menggebrak DPR Tolak RUU Ormas

K

edatangan KH Ilyas Dimyati dan puluhan ulama lainnya dari Jawa Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan dan Jakarta ke Fraksi Partai Amanat Nasional dengan satu tujuan yakni menolak disahkannya RUU Ormas. Lantaran RUU yang mewajibkan setiap Organisasi Kemasyarakatan berasas Pancasila dinilai oleh para ulama yang tergabung dalam Forum Silaturahim Ulama Ahlul Sunah Wal Jamaah (FSU Aswaja) tersebut telah mengaburkan makna siapa kawan mau pun siapa lawan. Sehingga, seperti dinyatakan KH Shoffar Mawardi (Pimpinan Ma'had Darul Muwahhid Jakarta Barat yang memimpin delegasi FSU Aswaja ke Fraksi PAN) ulama dan organisasinya yang membangun bangsa ini, yang memurnikan amal shalihnya dengan tetap berasas Islam, bisa dianggap lawan. Sedangkan yang jelas-jelas menghancurkan bangsa ini, lantaran mengaku berasas Pancasila, dianggap kawan. Maka ketika Ahmad Ruba'i, anggota Pansus RUU Ormas Fraksi PAN menyebut karena umat Islam tidak memilih Amien Rais jadi presiden sehingga umat Islam yang seharusnya dijadikan kawan ma-

lah dianggap lawan, KH Ilyas Dimyati naik pitam. Menurutnya, dengan menyetujui Pasal 2 yang mewajibkan setiap ormas berasas Pancasila justru Fraksi PAN yang telah berkhianat kepada Amien Rais. “Tetapi ternyata dalam perjalanannya Bapak sendiri yang telah mengkhianati Amien Rais!” tegas Pimpinan Pondok Pesantren Al Jauhariyah, Balerante, Cirebon, Jawa Barat tersebut, Senin (8/4) di Aula Fraksi PAN, Gedung Nusantara I, DPR RI. Karena, lanjut Ilyas, TAP MPR No 2 Tahun 1978 yang mewajibkan asas tunggal Pancasila telah dibatalkan oleh ketetapan MPR No 8 tahun 1998 yang saat itu ketuanya adalah Amien Rais. “Kok sekarang muncul mau disahkan kembali. Ada apa ini? Kita lagi tenang, hidup tentram, Ormas Islam berkembang dengan adanya reformasi,” tanyanya lantaran dalam draf RUU Ormas per 1 April Fraksi PAN termasuk yang menyetujui Pasal 2 yang mewajibkan setiap Ormas berasaskan Pancasila dan UUD 1945. “Saya hidup sejak zamannya Bung Karno Pak, lima presiden saya alami, dengan Pak Amien Rais saya berjuang, ke daerah berbicara masalah Freeport, sampai kemudian zaman reformasi,

kok sekarang tiba-tiba Fraksi PAN kok mendukung RUU Ormas?” keluhnya. Ilyas pun mengatakan: “Kalau Bapak, bawa-bawa nama Amien Rais justru Bapak-Bapak dari Fraksi PAN yang mengkhianati Pak Amien Rais, insya Allah pulang dari sini saya mau ke Radio Dalam untuk menemui Pak Amien Rais. Apa yang terjadi dengan Fraksi PAN ini? Misi apa yang dibawa Fraksi PAN sekarang ini? Apakah Fraksi thagut? Kakak saya pernah jadi anggota DPR Fraksi PAN, Pak Zainul Karim.” Nada bicara Ilyas pun meninggi saat menceritakan dirinya hingga dipenjara lima tahun garagara menolak Pancasila sebagai asas setiap organisasi pada rezim yang akhirnya ditumbangkan Amien Rais. “Kok sekarang mau dihidupkan lagi, tapi justru Fraksi PAN yang dulu saya gembar-gemborkan kok sekarang…” ungkapnya seperti menahan beban berat di dada sehingga kata-katanya terputus. “Masya Allah… Allahu Akbar!” pekiknya kemudian disambut takbir puluhan ulama lainnya. “Pengkhianaaat!” Ilyas berteriak menyambung kata yang terputus tadi. Sekitar 35 ulama hadir da-

lam audiensi dengan Ahmad Ruba'i dan Muhammad Najib (yang juga anggota Pansus RUU Ormas Fraksi PAN) di antaranya adalah AGH Abdul Jalil (Pendiri dan Pimpinan Yayasan Mubarakah Ponpes Darul Aman Makassar Sulawesi Selatan); Buya H Husni Mustafa (Pimpinan dan Pendiri Ponpes Al Azhar, Mandailing Natal, Sumatera Utara). Mendapat kecaman keras dari para ulama, Fraksi PAN berjanji akan menyampaikan aspirasi mereka ke Pansus. Perjuangan para ulama tidak sia-sia, draf Pasal 2 RUU Ormas pun dirubah, sehingga Ormas dapat mencantumkan Islam sebagai asas, tanpa harus menyertakan Pancasila. Namun demikian ulama tetap waspada lantaran potensi represif masih dimuat pasal

lainnya. Mereka pun dengan lantang tetap menolak RUU Ormas. Maka Fraksi PAN pun mendesak Pansus agar pengesahan RUU Ormas yang dijadwalkan pada Jum'at (12/4) ditunda. Kepada Pansus Najib mengatakan, jika RUU Ormas dipaksakan untuk disahkan saat ini, dikhawatirkan maksud baik penyusunan RUU ini justru dipahami sebaliknya, sehingga menempatkan negara berhadapan dengan masyarakat. Hal ini dikarenakan di ujung pembahasan, ternyata masih ada beberapa poin krusial dalam RUU Ormas yang masih menimbulkan kontroversi dan penolakan keras dari berbagai komponen masyarakat. DPR pun akhirnya menunda pengesahan RUU kontroversial tersebut.[] joko prasetyo

Densus 88

Memberantas Teroris dengan Teror Sebelum Densus dibubarkan, mereka harus diadili di pengadilan HAM.

D

ensus 88 Mabes Polri terus mendapat sorotan. Ini terkait sepak terjang detasemen itu dalam memberantas terorisme di Indonesia. Sikap arogansi dan reaktif Densus 88 dinilai sangat berlebihan hingga dianggap sebagai pelanggaran HAM berat. Sudah puluhan korban mati karena aksi pembunuhan atau ekstra judicial killing hanya gara-gara mereka diduga sebagai teroris. Ketua Tim Pemantau dan Penyelidikan Tindak Pidana Terorisme Komnas HAM, Siane Indriani mengungkapkan, Undang Undang Terorisme yang memberikan kewenangan Densus 88 untuk bertindak sebagai pangkal dari semua ini. “Dengan adanya Undang Undang No. 15 Tahun 2003 itu memberikan kewenangan yang bisa ditafsirkan secara subyektif oleh aparat-aparat terutama oleh Densus di lapangan,” kata Siane

Indirani, dalam Diskusi Publik tentang Terorisme di Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/4). Tokoh Ulama Poso, Adnan Arsal bahkan mengatakan dengan tindakan tersebut Densus telah melakukan teror di Poso. Mereka membunuh para terduga meski belum tentu bersalah. Kasus-kasus seperti itu telah berlangsung lama, sejak tahun 2006. “Polisi masih saja melakukan penyiksaan bahkan membunuh pelaku yang diduga teroris yang belum terbukti kesalahannya di mata hukum,” ujarnya dalam diskusi yang bertajuk memberantas terorisme tanpa teror tersebut. Ketua umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengingatkan Densus 88 sebagai institusi penegakan hukum, seharusnya melindungi masyarakat yang ada di dalamnya untuk menciptakan ketertiban. ”Bukan malah

menjadi alat intimidasi terhadap suatu kelom-pok yang dituduh sebagai teroris,” ujar Din. Menurutnya, dalam penanganan teroris, satuan anti teror milik Polri diharapkan lebih ditujukan untuk melumpuhkan dari pada membunuh. Di tempat yang sama, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Slamet Effendi Yusuf menuturkan beredarnya video kekejaman Densus 88 saat melakukan penangkapan terhadap terduga teroris, merupakan tindakan kesewenang-wenangan aparat yang tidak memiliki nilai kebangsaan. “Seharusnya dalam SOP (standard operating procedure), Densus lebih mengedepankan nilai pluralis dan kemanusiaan, sehingga hal-hal yang berkaitan dengan tindakan kekerasan dan tidak manusiawi yang dilakukan oleh Densus tidak akan terjadi lagi,” ujarnya. Slamet juga sepakat adanya

evaluasi kinerja Detasemen Khusus (Densus) 88 antiteror dalam pemberantasan terorisme di Indonesia. Evaluasi itu mencakup segala sisi agar Densus 88 dapat berbenah diri. “Densus harus mengoreksi diri dan siap dikoreksi oleh pimpinannya. Evaluasi menurut saya dapat dimulai mengenai sistem operasi penggerebekan teroris hingga motif di balik penggerebekan yang dilakukan Densus 88,” bebernya.

Adili dan Bubarkan Menanggapi diskusi publik tersebut, Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Bachtiar Natsir mengatakan sebelum Densus dibubarkan, mereka harus diadili di pengadilan HAM. Dia pun mendesak agar pihak kepolisian membentuk tim forensik yang independen. “Karena Bapak Boy sudah

membuka pintu, kami harap segera dibentuk tim Forensik Independen oleh ormas-ormas Islam. Jika, masih ada mayat yang bisa diperiksa ulang, kita minta diperiksa ulang,” tegas Bachtiar Nasir. Bachtiar pun mengusulkan agar dibentuk tim auditor keuangan Densus 88, sehingga bisa diketahui aliran dana yang masuk, mengingat selama ini dikabarkan Densus menerima bantuan dana untuk operasional dari negara asing. Lebih dari itu, Bachtiar mengungkapkan bahwa dirinya merupakan salah seorang yang merasa terteror dengan keberadaan Densus 88. Bahkan, penamaan Densus dengan menggunakan angka 88 ia sebut telah menghina Indonesia. “Ternyata nyawa orang Australia lebih penting dari pada bangsa Indonesia,” pungkasnya.[] fatih


Media Umat | Edisi 103, 8 - 21 Jumadil Akhir 1434 H/ 19 April - 2 Mei 2013

Media Gaul

JALAN PINTAS MERAIH POPULARITAS Ajang pencarian bakat masih menjamur di layar kaca. Dan pastinya para pesertanya yang mayoritas remaja juga bejibun dari pelosok Nusantara. Tidak hanya di kota besar, mereka yang tinggal di daerah terpencil pun rela paksa berhijrah ke ibukota untuk ikut audisi menjadi peserta. Apalagi remaja ibukota, sudah tentu ikut ngantri tunggu giliran unjuk gigi di hadapan dewan juri. Apa yang mereka cari? Layak jadi pertanyaan yang diajukan ke ribuan remaja dan remaji yang rela antri daftar audisi. Walau tampang pas-pasan dan kemampuan seadanya, mereka mengadu nasib agar bisa masuk seleksi. Lumayan kalo ketiban untung lolos ke babak final. Bisa tampil di layar kaca dan tebar pesona. Yup, popularitaslah yang dikejar para remaja ikut ajang pencarian bakat. Apalagi, ajang pencarian ngasih kesempatan kepada orang awam dengan latar belakang biasa aja untuk berprestasi di jalur dunia showbiz. Yang dulunya hidup pas – pasan jadi berkecukupan. Yang tadinya cuma di kenal tetangga

sebelah atau teman sekolah, kini jadi omongan orang di setiap rumah. Popularitas di negeri si Madun, memang menjanjikan keuntungan yang bejibun. Terutama keuntungan materi yang jadi impian remaja dan remaji. Bayangin aja, seorang Joshua Pangaribuan yang hengkang di babak 3 besar ajang Indonesia Mencari Bakat (IMB) dapat hadiah 100 juta plus kontrak nyanyi dengan salah satu produsen televisi. Belum lagi peluang jadi model iklan atau bintang tamu yang sudah menunggu. Semua yang ikut audisi, pengen nyicipin kebahagiaan hidup model gitu. Jika popularitas sudah didapat, kehidupan mewah dan glamour semakin merapat. Provokasi media yang mengupas kehidupan hedonis selebritis, membuat remaja gelap mata dan hanya memikirkan kehidupan dunia yang sesaat. Remaja Muslim lupa dengan kehidupan akhirat dan kewajiban mereka terikat dengan syariat. Untuk menjaga penampilan menawan, remaji pun tak sungkan mengumbar aurat. Inilah gambaran kehidupan sekuler yang kian

13

Oleh: Guslaeni Hafid Lajnah Dakwah Sekolah (LDS) Pusat Pimpinan Redaksi Majalah Remaja Islam D’Rise

merakyat. Paham materialisme yang mengukur kebahagiaan hidup dari pencapaian keberlimpahan harta menghantam mental remaja dengan kuat. Akhirnya, remaja terbiasa dengan gaya hidup permisif yang menghalalkan segala cara demi memenuhi tuntutan skenario atau arahan sutradara. Menjadi idola seperti yang diimpikan banyak remaja, kenyataannya bukan jaminan bahagia. Malah nggak sedikit di antara mereka mesti berjibaku dengan tekanan hidup biar tetep eksis dan laku. Kalo nggak kuat, tekanan hidup itu bisa bikin sutris dan menyeret mereka dalam kehidupan hedonis. Kelihatannya bahagia, padahal mah di lubuk hati terdalam merasa tersiksa. Kebahagiaan hidup nggak bisa ditakar oleh banyaknya harta atau tingginya popularitas. Yang ada, kecintaan kita pada harta dan popularitas hanya akan merusak kemuliaan kita sebagai Muslim. Rasul SAW bersabda: “Tidaklah perusakan dua serigala yang lapar yang dilepas dalam rombongan kambing melebihi dari perusakan yang diakibatkan sifat tamak rakus kepada

harta dan kedudukan terhadap agama seseorang�. (HR. Tirmidzi) Kebahagiaan hidup yang hakiki bukan dinilai dari fotogeniknya kita di depan kamera, tapi dari potret amal shalih yang terekam 'kamera' malaikat Raqib dan Atid. Bukan dinilai dari kemolekan tubuh atau rambut hitam yang tergerai tanpa ketombe, tapi dari keberanian kita untuk menutup aurat secara sempurna. Bukan dinilai dari berapa banyaknya sms masuk yang mendukung kita, tapi dari banyaknya kebaikan yang kita kerjakan selama di dunia. Bukan dinilai dari komentar cetar membahana dewan juri, tapi dari ridha Allah SWT dalam setiap perilaku kita. Kita cuman mau ngingetin aja agar berhati-hati dengan aturan kapitalisme sekuler yang mencengkeram kuat dalam dunia showbiz. Mending ikut ngaji dan aktif menebar inspirasi islami, daripada mengadu nasib di ajang audisi. Insya Allah kita akan mendapatkan jalan terang untuk meraih kebahagiaan hidup yang hakiki.[]


14

Media Umat | Edisi 103, 8 - 21 Jumadil Akhir 1434 H/ 19 April - 2 Mei 2013

Ekonomi

Mobil Pribadi, Good Bye Bensin Subsidi Setelah pemerintah menaikkan tarif dasar listrik per 1 April, kini pemerintah sudah berancang-ancang menaikkan BBM.

A

nda pemilik mobil? Bersiap-siaplah untuk mengeluarkan kocek lebih banyak untuk membeli bensin premium. Soalnya, pemerintah telah berancang-ancang mengeluarkan bleid baru yang melarang mobil pribadi menggunakan bensin bersubsidi. Bahkan pembahasan kebijakan penggunaan bensin bersubsidi sudah mengerucut. Opsinya melarang pemilik mobil pribadi membeli bensin bersubsidi. Sedangkan bagi pemilik motor dan angkutan umum tetap boleh menikmati bensin subsidi dengan harga Rp 4.500 per liter Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik mengatakan, dua opsi tersebut memang masih harus dibahas lebih lanjut. Terutama merumuskan teknis pelaksanaannya, dampaknya terhadap inflasi, bentuk kompensasinya terhadap masyarakat miskin dan cara mengendalikan harga komoditas yang terkena imbas kebijakan peme-

rintah. Dengan kebijakan tersebut, menurut Jero, nantinya orang mampu dan kaya hanya boleh membeli BBM subsidi atau premium dengan harga yang berbeda. Untuk itu pemerintah akan menyiapkan SPBU untuk mobil pribadi dan SPBU untuk kendaraan umum. “Orang kaya dan mampu yang punya mobil tidak lagi membeli BBM dengan harga Rp 4.500 per liter,” katanya. Namun, lanjut Jero, opsinya bisa saja untuk kendaraan pribadi subsidinya tidak dicabut seluruhnya, tapi dikurangi. Nanti masyarakat yang memiliki mobil, subsidi BBM-nya dikurangi, sehingga harga premiumnya berbeda. “Jadi mungkin tidak Rp 9.500, bukan juga Rp 4.500 per liter, berapa harganya itu yang masih dihitung. Nantinya ada dua harga premium, tapi jenis premiumnya sama," ujarnya. Perhitungan pemerintah, harga keekonomian premium Rp 9.500 per liter. Artinya, dengan harga Rp 4.500 per liter, pemerin-

tah masih memberikan subsidi sebesar Rp 5.000 per liter. Pemerintah dalam APBN 2013 memberikan pagu belanja subsidi energi sebesar Rp 274,7 trilyun dengan perincian subsidi listrik Rp 80,9 trilyun dan subsidi BBM Rp 193,8 trilyun dengan volume sebesar 46 juta kiloliter.

BBM Naik, Inflasi Terdongkrak Ahli ekonomi PT Mandiri Sekuritas, Aldian Taloputra mengatakan, jika pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga BBM bersubsidi, maka dalam jangka pendek akan berkontribusi pada angka inflasi yang signifikan yaitu hingga 2,4 persen. Asumsinya, setiap kenaikan 10 persen harga BBM bersubsidi, akan meningkatkan 0,8 persen inflasi. "Jika kenaikan harga BBM bersubsidi Rp 1.500, dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.000 per liter, maka dengan kenaikan sekitar 30 persen akan menyumbang inflasi 2,4 persen di akhir tahun," kata dia.

Sementara itu Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli mengatakan, ada banyak cara yang bisa ditempuh pemerintah untuk menyelamatkan APBN tanpa harus menaikkan harga BBM. Sebab kenaikan BBM sudah pasti akan makin menyusahkan kehidupan rakyat. Salah satu langkah yang harus dilakukan pemerintah sebelum menaikkan harga BBM adalah menyikat mafia migas yang selama ini membuat biaya BBM tinggi. Di kalangan bisnis migas, menurut Rizal, dikenal Mr two dollar yang memperoleh fee sedikitnya US$ 2/barel dari minyak mentah (400.000 barel/hari) dan minyak jadi yang diimpor (500.000 barrel). Fee US$ 2/barel ini ketika harga minyak masih sekitar US$ 60/barel. Kini, setelah harganya di atas US$ 90/barel, keuntungannya lebih besar. “Mereka bisa mengantongi keuntungan nyaris Rp 10 trilyun dari impor BBM. Jadi para mafia migas ini memperoleh banyak sekali keuntungan dari bisnis mi-

gas yang tidak transparan,” tegasnya. Ke depan Rizal menyarankan, pemerintah segera membangun kilang (refinery) BBM. Langkah ini akan menurunkan biaya produksi BBM. Dengan kilang baru Indonesia bisa menghemat biaya transportasi dan asuransi mengangkut minyak mentah ke Singapura dan impor BBM jadi. “Jadi, kita tidak perlu memberi keuntungan kepada kilang dan pajak di luar negeri. Kalau pun harus mengimpor migas, seharusnya Pertamina bisa langsung tanpa melalui mafia. Tapi langkah ini tidak dilakukan pemerintah, karena akan merugikan para mafia migas,” tegas Rizal. Rakyat kini benar-benar mendapat kado pahit, setelah pemerintah menaikkan tarif dasar listrik per 1 April, kini pemerintah sudah berancang-ancang menaikkan BBM. Padahal beberapa bahan pangan pokok sebelumnya sudah berlomba-lomba naik. Rakyat merana, pejabat merona (senang).[] joe lian

Bisnis Syariah

Muhammad Karebet Widjajakusuma Ketua LKP Pusat Praktisi Bisnis Syariah bidang Konsultasi, Riset dan Training Alhamdulillah…Luar biasa…Allahu Akbar!!! Muslimpreneur, alhamdulillah dua tantangan potensial pasca berdirinya Khilafah telah dibahas tuntas berikut peran strategis yang bisa dan sudah seharusnya dimainkan oleh pengusaha. Kini saatnya kita bedah tantangan berikutnya. Tantangan potensial ketiga, yakni keterbatasan berbagai sumberdaya (manusia, dana, cadangan pangan, obat-obatan, bahan bakar, dll) bagi keberlangsungan khilafah. Keterbatasan ini sangat boleh jadi menjadi kenyataan. Untuk mengatasi masalah keterbatasan berbagai potensi dan sumberdaya, secara garis besar ada dua solusi. Pertama, solusi dari negara dan kedua dari umat, yaitu : (1) negara menyiapkan sumberdaya baru dan/atau memanfaatkan segala sumberdaya yang sudah dimilikinya seoptimal mungkin. Dari segi sumberdaya manusia, negara misalnya memanggil putra-putri umat Islam baik yang di dalam maupun di luar negeri untuk menyumbangkan keahliannya (dalam berbagai bidang) guna membela dan membangun negara khilafah. Dari segi finansial, negara dapat mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan dalam negeri, seperti zakat, kharaj, dhara'ib, hasil pengelolaan milik umum, dan sebagainya. (2) pada saat yang sama negara menyeru umat Islam (baik di dalam negeri maupun yang ada di luar negeri) untuk mengorbankan harta di jalan Allah secara sukarela (tabarru'at). Negara perlu mengaitkan pengorbanan harta mereka ini dengan pahala yang besar. “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orangorang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha

Pengusaha dan Tantangan Pasca Berdirinya Khilafah (4)

Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (TQS Al-Baqarah [2] : 261). Tantangan potensial keempat, masalah persiapan persenjataan militer dan segala sesuatu yang menjadi konsekuensi dari persiapan ini, secara umum juga dapat diatasi dengan dua solusi di atas yaitu solusi dari negara dan dari umat : (1) negara mencari dana baru dan/atau mengoptimalkan dana yang sudah dimiliki untuk membeli persenjataan dalam berbagai jenisnya. Dana zakat dapat dimanfaatkan, karena salah satu sasaran zakat adalah jihad fi sabilillah, termasuk segala sesuatu yang terkait dengan jihad. “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orangorang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu`allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, untuk jalan Allah (jihad), dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan…” (TQS At-Taubah [9] : 60) Negara juga dapat mengambil kebijakan hima, yaitu mengkhususkan hasil kepemilikan umum, seperti tambang minyak atau gas tertentu, hanya dimanfaatkan untuk keperluan jihad, bukan untuk keperluan lainnya. Rasulullah SAW telah melakukan hima atas Naqii' (nama padang gembalaan dekat Madinah) khusus untuk kuda-kuda perang milik kaum Muslimin (HR Ahmad dan Ibnu Hibban). (2) pada saat yang sama negara menyeru umat Islam (baik di dalam negeri maupun yang ada di luar negeri) untuk mengorbankan harta di jalan Allah secara sukarela (tabarru'at). Kita dapat bercermin pada sikap dermawan para sahabat pada Perang Tabuk. Misalnya, sikap dermawan Utsman bin Affan ra yang telah memberi bekal dengan hartanya pribadi kepada sepertiga tentara Islam (10.000 mujahid) dan mengorbankan hartanya sebesar 1.000 dinar (= 4,25 kilo-

gram emas!) yang diberikan langsung kepada Rasulullah SAW. Rasulullah SAW pun mencium kedua tangan Utsman bin Affan dan bersabda : “Tidak akan membahayakan Utsman apa yang ia kerjakan setelah hari ini.” (HR Tirmidzi). Di waktu lain, ketika Rasullullah SAW membutuhkan dana untuk perang Tabuk yang mahal dan sulit karena medannya jauh, ditambah situasi Madinah yang sedang musim panas. Abdurrahman bin Auf memeloporinya dengan menyumbang dua ratus uqiyah emas (1 uqiyah setara dengan 50 dinar) sampai-sampai Umar bin Khattab berbisik kepada Rasulullah SAW “ Sepertinya Abdurrahman berdosa kepada keluarganya karena tidak meninggali uang belanja sedikitpun untuk keluarganya”. Mendengar ini, Rasulullah SAW bertanya pada Abdurrahman bin Auf, “Apakah kamu meninggalkan uang belanja untuk istrimu ?”, “ Ya!” Jawab Abdurrahman, “Mereka saya tinggali lebih banyak dan lebih baik dari yang saya sumbangkan”. “Berapa ?”Tanya Rasulullah. “Sebanyak rezeki, kebaikan, dan pahala yang dijanjikan Allah.” Jawabnya. Subhanallah. Muslimpreneur, jika untuk menghadapi tantangan pertama dan kedua, pengusaha berperan strategis sebagai 'juru bicara' khilafah, dan 'teladan inspirator motivator' umat, maka untuk tantangan ketiga ini, peran strategis itu tak lain dan tak bukan adalah memberikan pengorbanan! Yap, pengorbanan harta yang dimilikinya, seperti teladan para sahabat Nabi, termasuk di dalamnya, teladan para pengusaha yang juga sahabat Nabi, seperti Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf. Pantun pun bersambung kembali... Bunga mawar dan bunga melati, bergunung bunga pun kan diberi Jika seruan Khilafah sudah menanti, bergunung harta pun ikhlas diberi![]


Media Umat | Edisi 103, 8 - 21 Jumadil Akhir 1434 H/ 19 April - 2 Mei 2013

Siyasah Syar’iyyah

15

Kebijakan Khilafah di Bidang Pariwisata Oleh: Hafidz Abdurrahman, Lajnah Tsaqafiyah DPP HTI

B

anyak negara memanfaatkan bidang pariwisata sebagai salah satu sumber perekonomiannya. Dengan memanfaatkan potensi keindahan alam, baik yang alami maupun buatan, serta keragaman budaya yang ada, dunia pariwisata dikembangkan sebagai salah

satu sumber pendapatan negara. Namun, di sisi lain pariwisata ini juga mempunyai dampak negatif kepada negara, khususnya masyarakat setempat. Dampak itu terlihat melalui invasi budaya di dalam negara, khususnya masyarakat yang hidup di sekitar obyek wisata. Karena itu, pertanyaan kemudian adalah, jika Khilafah berdiri, apakah bidang pariwisata ini akan tetap dipertahankan, dan bahkan dikembangkan, atau justru sebaliknya? Lalu, bagaimana kebijakan Khilafah dalam bidang pariwisata ini?

Negara Dakwah Sebagai negara dakwah, Khilafah menerapkan seluruh hukum Islam di dalam dan ke luar negeri. Dengan begitu, Khilafah telah menegakkan kemakrufan, dan mencegah kemunkaran di tengah-tengah masyarakat. Prinsip dakwah inilah yang mengharuskan Khilafah untuk tidak membiarkan terbukanya pintu kemaksiatan di dalam negara. Termasuk melalui sektor pariwisata ini. Obyek yang dijadikan tempat wisata ini, bisa berupa potensi keindahan alam, yang nota bene bersifat natural dan anugerah dari Allah SWT, seperti keindahan pantai, alam pegunungan, air terjun dan sebagainya. Bisa juga berupa peninggalan bersejarah dari peradaban Islam. Obyek wisata seperti ini bisa dipertahankan, dan dijadikan sebagai sarana untuk menanamkan pemahaman Islam kepada wisatawan yang mengunjungi tempat-tempat tersebut. Ketika melihat dan menikmati keindahan alam, misalnya, yang harus ditanamkan adalah kesadaran akan Kemahabesaran Allah, Dzat yang menciptakannya. Sedangkan ketika melihat peninggalan bersejarah dari peradaban Islam, yang harus ditanamkan adalah kehebatan Islam dan umatnya yang mampu menghasilkan

produk madaniah yang luar biasa. Obyekobyek ini bisa digunakan untuk mempertebal keyakinan wisatawan yang melihat dan mengunjunginya akan keagungan Islam. Dengan begitu itu, maka bagi wisatawan Muslim, obyek-obyek wisata ini justru bisa digunakan untuk mengokohkan keyakinan mereka kepada Allah, Islam dan peradabannya. Sementara bagi wisatawan non-Muslim, baik kafir mu'ahad maupun kafir musta'man, obyek-obyek ini bisa digunakan sebagai sarana untuk menanamkan keyakinan mereka pada Kemahabesaran Allah. Di sisi lain, juga bisa digunakan sebagai sarana untuk menunjukkan kepada mereka akan keagungan dan kemuliaan Islam, umat Islam dan peradabannya. Karena itu, obyek wisata ini bisa menjadi sarana dakwah dan di'ayah (propaganda). Menjadi sarana dakwah, karena manusia, baik Muslim maupun nonMuslim, biasanya akan tunduk dan takjub ketika menyaksikan keindahan alam. Pada titik itulah, potensi yang diberikan oleh Allah ini bisa digunakan untuk menumbuhkan keimanan pada Dzat yang menciptakannya, bagi yang sebelumnya belum beriman. Sedangkan bagi yang sudah beriman, ini bisa digunakan untuk mengokohkan keimanannya. Di sinilah, proses dakwah itu bisa dilakukan dengan memanfaatkan obyek wisata tersebut. Menjadi sarana propaganda (di'ayah), karena dengan menyaksikan langsung peninggalan bersejarah dari peradaban Islam itu, siapapun yang sebelumnya tidak yakin akan keagungan dan kemuliaan Islam, umat dan peradabannya akhirnya bisa diyakinkan, dan menjadi yakin. Demikian juga bagi umat Islam yang sebelumnya telah mempunyai keyakinan, namun belum menyaksikan langsung bukti-bukti keagungan dan kemuliaan tersebut, maka dengan menyaksikannya langsung, mereka semakin yakin.

Bertentangan dengan Peradaban Islam Sementara obyek wisata, yang merupakan peninggalan bersejarah dari peradaban lain, maka Khilafah bisa menempuh dua kebijakan: Pertama, jika obyek-obyek tersebut merupakan tempat peribadatan kaum kafir, maka harus dilihat: Jika masih digunakan sebagai tempat peribadatan, maka obyek-obyek tersebut akan dibiarkan. Tetapi, tidak boleh dipugar atau direnovasi, jika mengalami kerusakan. Namun, jika sudah tidak digunakan sebagai tempat peribadatan, maka obyek-obyek tersebut akan ditutup, dan bahkan bisa dihancurkan. Kedua, jika obyek-obyek tersebut bukan merupakan tempat peribadatan, maka tidak ada alasan untuk dipertahankan. Karena itu, obyek-obyek seperti ini akan ditutup, dihancurkan atau diubah. Ini seperti dunia fantasi yang di dalamnya terdapat berbagai patung makhluk hidup, seperti manusia atau binatang. Tempat seperti ini bisa ditutup, patung makhluk hidupnya harus dihancurkan, atau diubah

agar tidak bertentangan dengan peradaban Islam. Ketika Muhammad al-Fatih menaklukkan Konstantinopel, karena waktu itu hari Jumat, maka gereja Aya Shopia pun disulap menjadi masjid. Gambar-gambar dan ornamen khas Kristen pun dicat. Setelah itu, gereja yang telah disulap menjadi masjid itu pun digunakan untuk melakukan shalat Jumat oleh Muhammad al-Fatih dan pasukannya.

Bukan Sumber Devisa Meski bidang pariwisata, dengan kriteria dan ketentuan sebagaimana yang telah disebutkan di atas tetap dipertahankan, tetapi tetap harus dicatat, bahwa bidang ini meski bisa menjadi salah satu sumber devisa, tetapi ini tidak akan dijadikan sebagai sumber perekonomian Negara Khilafah. Selain karena tujuan utama dipertahankannya bidang ini adalah sebagai sarana dakwah dan propaganda, Negara Khilafah juga mempunyai sumber perekonomian yang bersifat tetap. Perbedaan tujuan utama dipertahankannya bidang ini oleh Negara Khilafah dan yang lain mengakibatkan terjadinya perbedaan dalam kebijakan masing-masing terhadap bidang ini. Dengan dijadikannya bidang ini sebagai sarana dakwah dan propaganda oleh Khilafah, maka Negara

Khilafah tidak akan mengeksploitasi bidang ini untuk kepentingan ekonomi dan bisnis. Ini tentu berbeda, jika sebuah negara menjadikannya sebagai sumber perekonomiannya, maka apapun akan dilakukan demi kepentingan ekonomi dan bisnis. Meski untuk itu, harus mentolelir berbagai praktik kemaksiatan. Di sisi lain, Negara Khilafah telah mempunyai empat sumber tetap bagi perekonomiannya, yaitu pertanian, perdagangan, industri dan jasa. Keempat sumber inilah yang menjadi tulang punggung bagi Negara Khilafah dalam membiayai perekonomianya. Selain keempat sumber tetap ini, Negara Khilafah juga mempunyai sumber lain, baik melalui pintu zakat, jizyah, kharaj, fai', ghanimah hingga dharibah. Semuanya ini mempunyai kontribusi yang tidak kecil dalam membiayai perekonomian Negara Khilafah. Dengan demikian, Negara Khilafah sebagai negara pengemban ideologi dan negara dakwah, akan tetap bisa menjaga kemurniaan ideologi dan peradabannya dari berbagai invasi budaya yang datang dari luar. Pada saat yang sama, justru Negara Khilafah bisa mengemban ideologi dan dakwah, baik kepada mereka yang memasuki wilayahnya maupun rakyat negara kafir di luar wilayahnya. Begitulah kebijakan Negara Khilafah dalam bidang pariwisata.[]


16

Muktamar Khilafah 2013

Media Umat | Edisi 103, 8 - 21 Jumadil Akhir 1434 H/ 19 April - 2 Mei 2013


Media Umat | Edisi 103, 8 - 21 Jumadil Akhir 1434 H/ 19 April - 2 Mei 2013

Muktamar Khilafah 2013

17


18

Media Umat | Edisi 103, 8 - 21 Jumadil Akhir 1434 H/ 19 April - 2 Mei 2013

Fokus

Minoritas Muslim mengalami ujian hidup yang berat ketika mereka berada di tengah-tengah orang kafir. Mereka dihinakan bahkan menjadi sasaran pembunuhan. Sementara negaranya sendiri tak peduli. Myanmar dan Sri Lanka menjadi contoh kondisi tersebut. Mengapa dan bagaimana sampai seperti itu? Ikuti dalam pembahasan fokus kali ini.

Biksu Budha tak Punya Iba Dalam laporan Reuters, Wirathu menjadikan Myanmar menjadi negara yang mirip dengan negara apartheid.

B

iksu Budha itu mencengkeram tangan seorang gadis Muslim dan mengancam membunuh gadis itu dengan menaruh pisau dilehernya.”Kalau kalian ikuti kami, saya bunuh dia,” ancam Biksu tersebut kepada polisi. Laporan dari Reuters menerangkan, Kamis (21/3) selang beberapa jam setelah 25 orang kaum Muslimin dibunuh, biksu Budha menyeret tubuh mayat penuh darah tersebut di sebuah bukit yang disebut Mingalarzay

Yone. Mereka menyusun mayatmayat itu di api dan tampak di antara mayat tersebut telah disembelih. Dalam laporan lain Reuters tersebut, terdapat mayat perempuan termasuk mayat dua anak yang berusia sekitar 10 tahun bahkan lebih muda. Kekejaman pembantaian tersebut bahkan dilengkapi dengan corat-coretan cat di sekitar tembok di daerah Meikhtila bertajuk 'Pemusnahan Muslim'. Pasca pembantaian di kota Meikhtila, Myanmar, Rabu (20/3),

Restu Rezim Myanmar

G

erakan kaum Budha Myanmar tidak berjalan sendiri. Para pengamat menyebut aksi brutal kaum Budha ini memperoleh restu pemerintah. Bahkan secara sistematis, pemerintah ada di balik aksi tersebut. Tahun 2012 lalu, tercatat 180 orang meninggal karena aksi kekerasan Budha terhadap Muslim. Tidak hanya itu, lebih dari 110 ribu kaum Muslimin Rohingya terusir dari wilayahnya. Pemerintah Myanmar menuturkan bahwa komunitas Muslim Rohingya tidak diakui oleh negara Budha tersebut. Bahkan, Pemerintah Myanmar memandang kalau kaum Muslimin Rohingya adalah imigran ilegal yang pantas diusir di wilayah itu. Dalam pembantaian tersebut pihak keamanan pun menutup mata atas perlakuan biadab tersebut. Sikap pemerintah Myanmar terhadap Rohingya, terlihat pula di Meikhtila. Berdasarkan wawancara 30 orang saksi mata, pemerintah setempat tidak melakukan apa-apa saat kerusuhan tersebut, bahkan pemerintah enggan mengintervensi kerusuhan yang terjadi. Pemerintah pun menyerahkan kendali kota kepada biksu Budha radikal pemicu kerusuhan dan pembantaian. Sementara itu, Aung San Suu Kyi—tokoh demokratis peraih Nobel perdamaian—ternyata diam seribu bahasa. Tokoh pergerakan itu sama sekali tak memperlihatkan kepeduliannya terhadap nasib Muslim Myanmar yang sedang menghadapi pembantaian dan penganiayaan oleh mayoritas Budha. Dan di luar Myanmar, negara-negara tetangganya, termasuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pun enggan menghentikan kekejaman itu. Dunia diam saja. [] fm

43 orang dinyatakan tewas, 32 orang terluka, 13 masjid hangus dibakar dan 13 ribu kaum Muslimin mengungsi meninggalkan rumah dan tempat usahanya. Kementerian Informasi Myanmar mengumumkan wilayah konflik semakin meluas, merambah ke daerah ibukota Myanmar Naypyidaw dan di kota Yamethin. Sebanyak 17 orang ditangkap akibat tindak anarkis tersebut dan 43 rumah dan sebuah masjid dibakar di wilayah Yamethin, jelas dari laporan pejabat setempat.

Biksu Provokator Kekejaman terhadap kaum Muslimin itu terjadi setelah seorang biksu nasionalis Myammar, Saydaw Wirathu menyerukan anti-Muslim dan pemboikotan terhadap bisnis kaum Muslim di Myammar. Dalam seruan Biksu Wirathu yang diunggah di Youtube, ia mengusung gerakan 969 yang mengingatkan kaum Budha untuk mengawasi kaum Muslimin yang dianggap telah menipiskan identitas Myanmar sebagai negara Budha. Wirathu berdalih tidak menginginkan Myanmar seperti Indonesia, setelah Islam masuk ke Nusantara pada abad ke 13 yang menjadikan Indonesia menjadi negeri mayoritas Muslim di abad ke-16 menggeser Hindu dan Budha. “Dengan uang, mereka lebih kaya dan menikahi perempuan Budha Burma yang kemudian masuk Islam dan menyebarkan agama mereka,” ujarnya. Dia bahkan menegaskan perilaku umat Islam seperti itu akan membuat pengikut kuil Budha menjadi semakin sedikit.

“Mereka seperti musuh berpangkalan buat kita. Lebih banyak masjid berarti lebih banyak musuh yang ada. Oleh karena itu kita harus mempertahankan ini semua,” ujarnya memprovokasi. Di bulan Februari 2013, sebelum kerusuhan, Biksu Wimalar Biwuntha juga menyerukan kebenciannya terhadap umat Islam dengan menyerukan boikot terhadap umat Islam. Setelah provokasi Kepala Biara dari Mon di Minhla tersebut, kondisi kota itu menjadi runyam. Seorang pemilik kedai teh Muslim bernama Tun Tun (26 tahun) menyaksikan bagaimana kaum Muslimin dicemooh. “Sejak pidato itu, warga di desa kami menjadi lebih agresif. Mereka bersumpah melawan hingga kami kehilangan konsumen,” ujar Tun Tun. Akibat kerusuhan yang terjadi tersebut kedai teh Tun Tun pun kini hancur. Berdasarkan keterangan saksi mata, massa dari pihak Budha dipersenjatai dengan pedang dan parang mengejar 100 Muslim di kota Meikhtila. Tun Tun pun bersaksi di antara mereka bahkan ada yang membawa gergaji, menghancurkan rumahrumah dan membakarnya.

Gerakan 969 Sosok Saydwa Wirathu menjadi kontroversi setelah menyerukan pembantaian terhadap kaum Muslimin dengan gerakan 969-nya. Tiga angka itu berasal dari tradisi Buddhis di mana 9 adalah singkatan dari atribut khusus Budha, 6 ciri khas ajaran Budha atau Dhamma dan 9 untuk atribut khusus Sangha atau perintah Budha. Dan pada praktiknya, ajaran

Budha yang disimbolkan dari gerakan Wirathu telah menjadi simbol kekejian dan tindakan radikal terhadap sikap anti Muslim. Dalam laporan Reuters, Wirathu menjadikan Myanmar menjadi negara yang mirip dengan negara apartheid. “Kami punya slogan, saat makan, makan 969, saat pergi 969, saat beli 969,” ujarnya saat diwawancarai di biaranya di Mandalay. Ia pun bahkan menjuluki dirinya sebagai Bin Laden Birma. Kerusuhan itu pun meledak setelah biksu itu menggelorakan gerakan 969 pada umatnya. Mereka menempelkan angka 969 di tiang-tiang dan di jalan-jalan. Gerakan itu pun berkembang menjadi tindakan kekerasan membantai kaum Muslimin di Myanmar. Tak ada sikap welas asih dan iba sesama manusia, seperti yang selama ini sering disampaikan para biksu. Pada tahun 2001 Wirathu pun pernah ditahan disebabkan sentimen anti-Muslimnya. Upaya itu pun tidak berhenti hingga tahun 2003 dan divonis 25 tahun penjara. Ia bahkan diputuskan bersalah karena menyebarkan pamflet anti-Muslim yang menghasut kerusuhan komunal di tempat kelahirannya di Kyaukse, sebuah kota dekat Meikhtila. Saat itu di tahun 2003, 10 orang kaum Muslimin tewas di Kyaukse karena sikap brutal umat Budha. Dan pembantaian itu terus berlangsung terhadap Muslim Rohingya. Kini para Biksu itu pun kembali menyerukan kebencian terhadap kaum Muslimin, Saydwa Wirathu dan Wimalar Biwuntha menjadi contohnya, itu belum provokasi biksu lainnya. Di mana ajaran Budhanya? [] fatih mujahid


Media Umat | Edisi 103, 8 - 21 Jumadil Akhir 1434 H/ 19 April - 2 Mei 2013

Fokus

19

Muslim Sri Lanka Teraniaya Kaum Budha mengampanyekan menentang makanan halal dan menyerukan penghancuran masjid-masjid di Sri Lanka

N

asib kaum Muslim Myanmar tidak jauh berbeda dengan apa yang dirasakan kaum Muslim Sri Lanka. Mereka teraniaya di negerinya. Ini berawal dari tuduhan yang mengada-ada oleh kaum Budha hingga muncul sentimen kebenciaan terhadap kaum Muslim di negeri tersebut. Suatu ketika, para biksu menyerang Fashion Bug setelah seorang biksu menuduh perusahaan itu dan bisnis Muslim lainnya melakukan “kejahatan seksual” terhadap karyawan perempuan Sinhala. Perempuan itu kemudian masuk Islam dan dinikahkan dengan karyawan Muslim. Seperti dilansir Al-Arabiya, massa yang terprovokasi menyerbu toko tersebut dengan fitnah bahwa seorang gadis berusia 15 tahun telah diperkosa di dalam toko. Tuduhan belakangan terbukti palsu. Kampanye provokasi itu diserukan oleh seorang pimpinan biksu Budha melalui jaringan media sosial. Dengan cepat tudingan itu meluas. Biksu lain memfitnah toko pakaian milik Muslim lainnya sedang memberikan permen gratis kepada pelanggan wanita Sinhala dengan bahan-bahan yang menyebabkan keguguran dan kemandulan. Dia juga memfitnah bahwa ikat pinggang pria yang dijual oleh perusahaan-perusahaan Muslim ini menyebabkan penyakit ginjal dan penyakit kelamin bagi para penggunanya.

Minoritas Agama Islam masuk ke negeri ini dibawa oleh para pedagang keturunan Arab dan India Tamil, sekitar 1000 tahun lalu.

Umat Islam di Sri Lanka saat ini berjumlah kira-kira 2 juta orang atau 7 persen dari jumlah seluruh penduduk Sri Lanka total 22 juta. Sebanyak 75 persen Suku Sinhala yang umumnya beragama Budha madzhab Theravada. Sisanya, 15 persen adalah Suku Tamil yang umumnya beragama Hindu. Panjangnya sejarah kaum Muslimin di Sri Lanka tidak membuat itu sebagai ikatan bagi masyarakat Sri Lanka. Kebencian yang mengakar menjadi faktor utamanya. Seorang pimpinan Budha di negara tersebut bahkan menyerukan mengusir kaum Muslimin.

“Kita akan menendang kaum Muslim keluar dari wilayah Kuragala yang bersejarah,” seru penuh kebencian Galaboaththe Gnanasara Thera, sekretaris Jenderal Angkatan Bersenjata Budha Galaboaththe pun menyerukan menghancurkan masjidmasjid dan memberikan batas hingga akhir April untuk mengosongkan Masjid Kuragala. Dia berpendapat tempat itu dahulunya adalah Biara Budha, seperti dilaporkan Colombo Page.

Didukung Pemerintah Gencarnya gerakan anti-

Muslim tersebut dan semakin tingginya eskalasi permusuhan mendorong kecaman ditujukan kepada pemerintah yang dianggap mendukung gerakan tersebut. Apalagi setelah, pemerintah Sri Lanka membiarkan pecabutan izin sertifikat halal terhadap produk yang distribusikan terhadap kaum Muslimin. Washingtonpost.com (9/4), melaporkan meningkatnya pidato penuh kebencian dan serangan terhadap kaum Muslim di negara pulau itu. Ini menjadi peringatan bahwa sentimen tersebut bila dibiarkan kondisinya akan terus memburuk.

Sebuah kelompok relawan Muslim yang tidak ingin disebut namanya karena takut akan tindakan pembalasan telah mendokumentasikan 33 kejadian sejak tahun 2011 termasuk serangan terhadap tempat-tempat ibadah. Kelompok tersebut menyatakan keprihatinannya atas ancaman lanjutan dan serangan terhadap media lokal pada hampir empat tahun setelah berakhirnya perang saudara dan ketidakmampuan pemerintah untuk menyelesaikan berbagai peristiwa pembunuhan, penculikan dan penyerangan terhadap para wartawan. “Saya tahu bahwa ruangan ini penuh dengan wartawan yang sadar bahwa serangan terhadap media terus terjadi sampai hari ini, dan bahwa pelakunya jarang ditangkap. Atau, jika ditangkap, mereka hampir tidak pernah dihukum,” katanya. Mohammed Thanis, warga kota Kantalai mengatakan pemerintah lebih peduli tentang mempertahankan keinginan Sinhala dan bukannya mengambil tindakan terhadap pasukan antiMuslim. Menurut Amnesti Internasional, sedikitnya 14 wartawan dan staf media telah dibunuh oleh yang dicurigai sebagai paramiliter pemerintah dan para pemberontak sejak awal tahun 2006. Yang lainnya telah ditahan, disiksa atau telah hilang sementara 20 wartawan lainnya telah meninggalkan negara itu karena diancam untuk dibunuh, katanya.[] rz/fatih mujahid

Tun Kelana Jaya, Central Media Office Hizbut Tahrir South East Asia.

Tanpa Khilafah Kaum Muslimin Tertindas

A

pa yang dialami kaum Muslimin Sri Lanka dan Myanmar sebuah keironisan dari nasib kaum Muslimin di negeri-negeri kufur. Menjadi tertindas tanpa ada yang menolong, apa sebenarnya terjadi dan apa solusinya. Berikut wawancara Fatih Mujahid dengan Tun Kelana Jaya, Central Media Office Hizbut Tahrir South East Asia. Provokasi Biksu Budha Sri Lanka dan Myanmar terus terjadi. Apa komentar Anda? Menurut pendapat saya, apa yang dilakukan oleh Biksu Budha adalah tindakan tidak bermoral, anarkis dan teror terhadap Muslim baik di Sri Lanka maupun di Myanmar. Kekerasan anti-Muslim telah mencapai tingkat yang berbahaya di Sri Lanka, setelah ekstremis biksu Budha memimpin ratusan umatnya dalam serangan terhadap sebuah gudang busana milik warga Muslim dan melukai ratusan orang di ibu kota Colombo. Hal yang sama dialami Muslim Myanmar bahkan dengan malangnya terusir dari tanah milik mereka. Kenapa umat Islam sering menjadi korban? Umat Islam yang berada suatu di wilayah atau negara yang populasinya

minoritas sudah bisa dipastikan berpotensi menjadi korban mayoritas. Buktinya sudah banyak di depan mata kita, seperti yang kita saksikan dan masih terus berlangsung yaitu pengusiran kaum Muslim Rohingya dan pembunuhan keji. Apa solusinya buat umat Islam? Jaminan keamanan bagi kaum Muslim di manapun mereka berada tidak akan pernah dapat terwujud selama tidak ada institusi negara yang memiliki sistem perlindungan bagi kaum Muslim. Institusi negara yang sekarang menjadi tempat tinggal kaum Muslim di seluruh penjuru dunia tidak memiliki sistem perlindungan bagi kaum Muslim, sekalipun penduduknya mayoritas Muslim. Institusi negara yg memiliki sistem perlindungan bagi kaum Muslim hanya ada pada negara khilafah dan saat ini negara khilafah ini belum ada di muka bumi. Oleh karenanya, kerinduan kaum Muslim atas tegaknya negara khilafah ini harus kita wujudkan dengan cara memperjuangkannya terus menerus dengan mengorbankan harta dan jiwanya sampai khilafah tegak!. Tanpa khilafah, maka nasib kita kaum Muslim akan terus tertindas dan teraniaya seperti yang kita alami hingga saat ini.[]


20

Media Umat | Edisi 103, 8 - 21 Jumadil Akhir 1434 H/ 19 April - 2 Mei 2013

Cermin

Cara Para Khalifah Menjaga Supremasi Hukum

H

ukum adalah panglima. Siapapun harus tunduk dan patuh pada hukum yang berlaku tak terkecuali seorang khalifah dan para pejabatnya. Sikap tunduk dan patuh pada hukum ini benar-benar kita temukan dalam sejarah panjang Khilafah Islamiyah. Untuk kepentingan peradilan, para hakim berhak menghadirkan para khalifah dan pejabat negara di persidangan. Dengan lapang dada, para khalifah dan pejabat negara pun menerima hal ini. Mereka patuh pada perintah hakim kecuali yang menyimpang dari mereka. Dan itu hanya sedikit. Pernah terjadi sengketa antara Khalifah Abu Ja'far al Manshur dan para petugas pengangkut barang. Khalifah ingin mereka membawakan barang-barangnya ke Syam. Namun mereka tidak suka dengan tugas ini karena terlalu berat bagi mereka. Akhirnya, mereka pun memperadilkan sang Khalifah. Menerima pengaduaan tersebut, Hakim Madinah, Imran bin at Thalhi segera memanggil khalifah. Ia pun memenuhi panggilan sang hakim. Sebelum berangkat ke pengadilan, al Ma'mun berpesan kepada sekretarisnya untuk tidak memanggilnya dengan sebutan khalifah, akan tetapi nama aslinya saja. Saat al Mamun tiba di pengadilan, Hakim Imran pun tidak berdiri untuk menyambutnya. Ia memperlakukannya sebagaimana orang lain selainnya.

Setelah melakukan persidangan, hakim memberikan keputusan hukum dengan memenangkan para petugas pengangkut barang. Usai persidangan, hakim berdiri untuk memberikan salam kepada Khalifah al Manshur sebagai Khalifah kaum Muslimin dan Amirul Mukminin. Khalifah pun mendukung semua tindakan hakim dan mendoakan keberkahan terhadapnya serta memberinya hadiah sepuluh dinar. Tidak sedikit pun tampak sikap arogan pada diri Khalifah al Ma'mun. Ia menghormati seluruh putusan hakim dan mengikuti aturan-aturan formal saat beracara di persidangan. Sebuah riwayat menceritakan bahwa usai beracara di persidangan, Khalifah al Mahdi (w. 169 H), berkata kepada hakimnya di Bashrah, Abdullah bin Al Hasan al Anbari, �Demi Allah, jika kamu berdiri ketika aku datang kepadamu, pasti aku akan memecatmu. Dan jika kamu tidak berdiri ketika persidangan selesai, pasti aku akan memecatmu�. Dengan begitu, al Mahdi mengingatkan hakimnya untuk memperalakukan semua orang sama di depan hukum, termasuk dirinya. Ketundukan pada lembaga peradilan ini juga dicontohkan oleh Khalifah Ali bin Abi Thalib kw, yang legowo menerima keputusan Qadhi Syuraih yang memenangkan seorang Nasrani yang telah mengklaim kepemilikan baju besi milik sang khalifah. Sikap legowo Khalifah Ali pada hakikatnya adalah sikap takwa dan ketundukan pada hukum Islam. Karena apa yang diminta Qadhi Syuraih darinya adalah mendatangkan saksi sebagaimana diperintahkan Alquran. Alquran memerintahkan untuk tidak menerima pengakuan atau tuduhan seseorang tanpa disertai saksi. Pada saat Sayyidina Ali menyadari tidak dapat mendatangkan saksi, ia pun menerima apa yang diputuskan Qadhi Syuraih, seraya

tersenyum, ia berkata,�Syuraih benar, aku tidak memiliki bukti�. Sikap koperatif para khalifah dan pejabat negara saat di peradilan, mempercepat selesainya sengketa perkara di pengadilan. Banyak kasus pada masa khilafah selesai dalam sehari, hari itu diperkarakan hari itu juga diputuskan dengan putusan yang adil. Misalnya, saat terjadi sengketa antara seorang rakyat jelata dengan Amir bin Muhammad, seorang pejabat khilafah di Cordoba. Melalui proses pengadilan sehari, si jelata kembali memperoleh haknya atas kepemilikan rumah yang telah terbukti diambil pejabat Amir dengan cara tidak sah. (Al Khasyani dalam kitab Qudhah Qurthubah). Demikianlah para hakim mampu memaksa para khalifah, amir dan orang-orang yang berkedudukan tinggi di masyarakat untuk datang ke pengadilan ketika mereka bersalah. Dan demikian pula para khalifah telah memberi teladan kepatuhan pada hukum dan peradilan. Semua ini wajar terjadi dalam sistem khilafah karena khilafah adalah negara yang berdiri diatas asas akidah Islam dan pelaksana hukum-hukum syariah Islam. Para khalifah dan pejabatnya selalu berusaha berjalan di atas jalan ketakwaan. Ketundukan pada hukum bukan sekedar dorongan etika bernegara semata, namun jauh dari itu sebagai ketundukan seorang hamba pada Rabbnya, Allah SWT dan buah keimanan mereka akan hari penghisaban kelak di akhirat. Gambaran ideal seperti ini tidak akan pernah terjadi dalam sistem sekuler manapun di dunia. Karena sejak awal agama sudah di nihilkan dalam aturan negara, ketaqwaan tidaklah menjadi asas negara dan tempat berpijak para pejabatnya. Oleh karena itu, hanya dalam khilafah supremasi hukum bisa diwujudkan dan ditegakkan. Wallahu 'alam bi ash shawab.[] roni ruslan

Kristologi

Doktrin Misionaris dan Zionis Hj Irena Handono, Pakar Kristologi, Pendiri Irena Center

S

etiap agama mempunyai misi penyebaran agama (religion spreading). Dalam Islam disebut dengan 'dakwah', seruan kepada orang lain agar mengambil yang baik dalam koridor Islam, melakukan kema'rufan dan mencegah kemunkaran. Tugas dakwah tidak hanya dibebankan pada seorang dai saja tapi seluruh Muslim. Tujuan dakwah Islam adalah mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil'alamin.

Misionaris Sedangkan misionaris adalah sebutan untuk siapa saja yang mengemban tanggung jawab untuk menyebarkan Kristen. Misionaris masuk ke berbagai negara dengan tujuan untuk memperkenalkan dan memperluas penyebaran akidah Kristen. Dalam dunia Katholik mereka disebut sebagai Misionaris sedangkan di Protestan mereka disebut Zending. Tujuan dari keduanya tidaklah berbeda yakni memperbesar jumlah pengikut akidah yang mereka sebarkan. Pedoman mereka adalah ayat Bibel, Matius 28:19, Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, Sebenarnya mudah saja menggugat keabsahan dari dasar gerakan misionaris ini. Pada ayat lain dalam Bibel, Matius : 10:5-6, disebutkan, Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau

masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Jadi kita lihat bagaimana inkonsistensi dalam ayat-ayat Bibel hasil pengubahan tangan-tangan manusia. Pada ayat kedua dinyatakan jelas bahwa gerakan misionaris hanya terbatas pada umat Israel. Dan pada Matius 15:24, Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." Maka lebih jelas lagi bahwa ajaran Yesus adalah hanya untuk bani Israel saja. Jadi bukan untuk orang Indonesia.

Zionisme Zionisme adalah sebuah gerakan kaum Yahudi yang tersebar di seluruh dunia untuk kembali lagi ke Zion, bukit tempat kota Yerusalem berdiri. Gerakan ini baru muncul pada abad ke-19, dengan tujuan ingin mendirikan sebuah negara Yahudi di tanah yang kala itu merupakan wilayah Khilafah Utsmaniah yang berpusat di Turki. Ide zionisme ini diciptakan oleh Theodore Herzl, tahun 1896 dia mengeluarkan sebuah buku Der Judeenstaat/The Jewish State (Negara Yahudi) yang dijadikan pedoman bagi pendirian negara Yahudi. Zionisme menggunakan ayat-ayat dalam Taurat sebagai pedoman untuk pembenaran gerakannya, mereka berusaha meyakinkan bahwa Palestina adalah tanah yang dijanjikan Tuhan kepada mereka. Kejadian 12:1-7 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram:

"Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar,... Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: "Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu." Maka didirikannya di situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya. Kejadian 15:18 Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat: Kalaulah konsisten dengan dalil yang mereka pakai, maka perjanjian antara Abraham (Nabi Ibrahim as) dan Tuhan tersebut adalah kepada KETURUNAN Nabi Ibrahim as, yakni Nabi Ishak as dan Nabi Ismail as. Dari Nabi Ishak menjadi Bani Israel yang Nabi Musa as, Nabi Isa as adalah termasuk di dalamnya. Dan dari Nabi Ismail as adalah Rasulullah Muhammad SAW serta komunitas Arab saat ini. Jadi ketika warga Palestina yang berdarah Arab diusir dari tanah Palestina dengan alasan mereka tidak berhak atas tanah yang 'dijanjikan Tuhan'. Maka pertanyaannya, Tuhan berjanji kepada siapa? Kepada keturunan Nabi Ibrahim as. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan

menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim". (QS. AlBaqarah : 124) Sedangkan kaum Yahudi yang ada sekarang ini, bukanlah dari keturunan Nabi Ibrahim as. Mereka disebut Yahudi kontemporer, orang-orang yang menjadi Yahudi karena ideologis bukan karena faktor biologis (nasab). Mereka banyak datang dari Eropa dan masuk ke Palestina setelah Deklarasi Balfour 1917. Mereka inilah yang disebut Yahudi Askhenazi (Yahudi Eropa Barat). Banyak dari mereka ini yang ternyata adalah anggota Free Mason, seperti halnya Theodor Herzl. Para Rabi Yahudi dunia seperti yang disampaikan oleh Ketua Organisasi Yahudi Anti Zionis di AS, David Wice, menolak ide zionisme dan menyatakan bahwa kebijakan Zionist Israel bertentangan dengan ajaran asli Yahudi. Namun ideologi zionisme menggunakan ayat-ayat Taurat sebagai pembenaran aksi mereka yang keji dan biadab. ULANGAN 7:2 - dan TUHAN, Allahmu, telah menyerahkan mereka kepadamu, sehingga engkau memukul mereka kalah, maka haruslah kamu menumpas mereka sama sekali. Janganlah engkau mengadakan perjanjian dengan mereka dan janganlah engkau mengasihani mereka. Ternyata, pembantaian orang-orang Palestina adalah bagian dari dogma keyakinan mereka.[]


Media Umat | Edisi 103, 8 - 21 Jumadil Akhir 1434 H/ 19 April - 2 Mei 2013

Mercusuar

21

Manusia Pertama di Udara Oleh: Prof Dr Ing Fahmi Amhar

Ornithopter – sejenis ini alat terbang desain Ibnu Firnas

L

ion Air kembali kehilangan satu pesawatnya ketika tercebur di laut 50 meter sebelum landasan di bandara Ngurah Rai Denpasar. Padahal ini pesawat terbaru, baru beroperasi sebulan! Pilotnya juga senior, sudah mengantongi lebih dari 10.000 jam terbang. Apakah pilotnya kelelahan karena tekanan manajemen? Sehebat apapun pilot dan pesawat, tetapi kalau dipaksa kejar setoran karena tuntutan pasar yang sangat tinggi – sementara kelangkaan pilot di Indonesia belum teratasi, maka bisa saja berakibat kecelakaan yang fatal. Tetapi bisa juga ada faktor kesalahan instrumentasi di darat atau gejolak cuaca lokal, misalnya tekanan angin tiba-tiba yang membuat pesawat gagal mencapai landas pacu (istilahnya “undershoot”). Tetapi bicara dunia penerbangan, orang sering salah menjawab bila ditanya siapa manusia pertama yang mengudara. Mayoritas menjawab Oliver & Wilber Wright dari Amerika Serikat yang terbang pada tahun 1900. Padahal mereka hanya menyempurnakan bentuk sayap dan menambahkan mesin pada bangun pesawat yang sudah lama dikenal. Leonardo da Vinci (1452-1519) dari Italia dan Otto Lilienthal (1848-1896) dari Jerman telah mendahuluinya. Tetapi ternyata jauh sebelumnya semua sudah didahului oleh seorang Muslim, Abbas ibn Firnas (810-887) dari Andalusia. Sejarawan Phillip K Hitti menulis dalam History of the Arabs, "Ibn Firnas was the first man in history to make a scientific attempt at flying." Sebagaimana banyak ilmuwan Muslim di zamannya, Ibnu Firnas adalah seorang polymath, yaitu menekuni berbagai ilmu sekaligus: kimia, fisika, kedokteran, astronomi, dan dia juga sastra. Dia menemukan berbagai teknologi seperti jam air (jam yang dikendalikan oleh aliran air yang stabil), gelas tak berwarna, lensa baca, alat pemotong batu kristal hingga peralatan simulasi cuaca yang konon juga mampu menghasilkan petir buatan, meski masih teka-teki bagaimana Ibnu Firnas menghasilkan listriknya. Namun di antara semua penemuannya, yang paling spektakuler dan dianggap salah satu

tonggak sejarah adalah alat terbang buatannya. Alat terbang Ibnu Firnas adalah sejenis ornithopter, yakni alat terbang yang menggunakan prinsip kepakan sayap seperti pada burung, kelelawar atau serangga. Dia mencoba alatnya ini dari pertama-tama dari sebuah menara masjid di Cordoba pada tahun 852 M. Dia terbang dengan dua sayap. Ibnu Firnas sempat terjatuh. Untung dia melengkapi diri dengan baju khusus yang dapat menahan laju jatuhnya. Baju khusus ini adalah cikal bakal parasut. Tahun 875 M, pada usianya yang sudah 65 tahun dia melakukan percobaan terbangnya yang terakhir, menggunakan pesawat layang yang merupakan cikal bakal gantole. Percobaan kali itu dilakukan dari menara di gunung Jabal al'Arus dekat Cordoba dan disaksikan banyak orang yang antusias dengan percobaan-percobaan Ibnu Firnas selama itu, meski sebagian menyangka Ibnu Firnas gila dan mengkhawatirkan keselamatannya. Saksi mata menyebutkan bahwa dia berhasil terbang, melakukan manuver, dan menempuh jarak terbang yang cukup signifikan. Namun sayang dia gagal mendarat ke tempatnya dengan mulus sehingga mengalami cedera parah di punggungnya. Ibnu Firnas meninggal 12 tahun kemudian yakni pada tahun 887 M. Sebagai penghormatan pada Ibnu Firnas, sebuah lapangan terbang di Baghdad Utara dinamai Ibnu Firnas Airport. Spanyol memberi nama sebuah jembatan besar di Sevilla Abbas ibnu Firnas Bridge. Dan NASA menamai sebuah kawah di bulan dengan nama Ibnu Firnas Crater. Namun usaha Ibnu Firnas bukanlah usaha ilmuwan Muslim yang terakhir. Pada tahun 1630-1632 M, Hezarfen Ahmad Celebi di Turki berhasil menyeberangi selat Bosporus di Istanbul. Ahmad melompat dari menara Galata yang tingginya 55 meter dan berhasil terbang dengan pesawat layangnya sejauh kira-kira 3 kilometer serta mendarat dengan selamat. Usaha meraih teknologi aeronautika ini sejalan dengan tantangan Allah di surat Ar-Rahman, “Hai jamaah jin dan

manusia, jika kamu sanggup melintasi penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan". (Qs. 55:33) Dan surat al-Anfaal, ”Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kudakuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya”. (QS. 8:60) Teknologi penerbangan beserta seluruh turunannya seperti teknologi roket untuk membawa manusia hingga ke ruang angkasa wajib dikembangkan karena ini dapat merupakan faktor penentu dalam jihad fi sabilillah. Dengan motivasi ideologis yang kuat, teknologi aeronautika pasti dapat dengan cepat dikuasai kembali oleh kaum Muslimin. Motif ideologis harus menjadi motif utama, baru setelahnya motif ekonomis dan sains. Tanpa motif ideologis, teknologi bahkan industri

pesawat terbang yang telah dimiliki dapat dengan mudah digadaikan atau dijual ke asing demi membayar utang luar negeri yang tidak seberapa. Dan karena ketiadaan negara Islam yang ideologis, kini ribuan ahli-ahli aeronautika Muslim terpaksa berkarier di negara-negara kafir penjajah, dan secara tak langsung ikut menciptakan mesin-mesin terbang yang membunuhi anak-anak kaum Muslimin di Palestina, Irak atau Afghanistan.[]

Ilustrasi tentang Ibnu Firnas di Museum


Media Umat | Edisi 103, 8 - 21 Jumadil Akhir 1434 H/ 19 April - 2 Mei 2013

Sosok

Falma Leni, Mualaf asal Bogor

Saya Rela Allah Tuhanku, Islam Agamaku

D

engan disaksikan seluruh anggota keluarga calon suaminya, Falma Leni (27 Tahun) mengucapkan dua kalimat syahadat dengan khusuk, Jumat (22/3) malam di Tebet, Jakarta Selatan. Ucapan Fathullah, ustadz yang membimbing Leni masuk Islam, dengan perlahan dan tanpa salah ucap diulanginya. Ketika mengucap terjemahnya secara perlahan dan penuh penghayatan , “Tiada Tuhan selain Allah” maka berkaca-kacalah matanya, kemudian meneteslah air mata keharuan. Kemudian dadanya bergetar, isak tangisnya terdengar, tatkala meresapi kata yang diikutinya, “Saya rela Allah Tuhanku... Islam agamaku... dan Muhammad nabi dan rasulku...” “Semua lega dan gembira, Leni pun saya ganti namanya menjadi Az Zahra Falma Leni An Nisa,” ungkap Fathullah. Kepada Media Umat Leni menegaskan dirinya masuk Islam bukan karena akan menikah dengan laki-laki yang beragama Islam. Ia baru mengenal Rino, calon suaminya, tahun 2005. Sedangkan hasrat hati untuk masuk Islam telah muncul sejak 1998. Lantas mengapa baru sekarang masuk Islamnya?

Kilas Balik Leni lahir pada 24 Maret 1986 di Jakarta. Lahir dari dan dibesarkan di tengah keluarga Katolik. Setamat TK, Leni turut orang tua pindah ke Cibinong, Jawa Barat. Rumahnya berada di lingkungan mayoritas Islam bahkan berdekatan dengan masjid. Sehingga dari depan rumah, dengan jelas ia dapat melihat umat Islam ke luar masuk masjid untuk beribadah. Ia mulai memperhatikan umat Islam beribadah sejak kelas

lima sekolah dasar. Pasalnya, keseharian orang Islam itu banyak aktivitas ibadah, dari mulai shalat lima waktu hingga menjalankan ibadah puasa. Meski tidak memahami bahasa yang digunakan orang Islam ketika beribadah, terlihat mereka itu tenang usai shalat, berdoa dan mengaji. Itu menjadi benih awal kecintaannya terhadap Islam. Pulang sekolah tidak jarang memperhatikan mereka shalat Ashar dan shalat Jumat. Ketertarikannya terhadap Islam menguat ketika ia duduk di kelas 2 SMP. Sehingga ia menjadi satu-satunya dari empat siswa yang beragama Katolik yang mengikuti pelajaran agama Islam. “Pas dijelaskan bahwa tuhan itu hanya satu Allah saja, iman saya goyah, apakah yang saya yakini selama ini benar atau tidak... Di situ saya mulai berpikir harus memilih satu yang benarbenar diyakini,” ungkapnya. Banyak hal yang ingin Leni ketahui tentang Islam, mengapa tuhan dalam ajaran Islam hanya satu sedangkan tuhan yang diyakininya ada tiga yakni Bapak, Putra dan Roh Kudus. Namun sayangnya ia tidak bertanya ke guru agama Islam di sekolah, tidak juga kepada teman-temannya baik yang Muslim atau Katolik, tidak pula bertanya kepada keluarga atau pun pastor di gereja. “Karena belum ada keberanian waktu SMP, saat itu pengen dalamin Islam tetapi bingung, mau mulai dari mana...,” kenangnya. Ia pun menjadi resah. Rasa malas untuk ke gereja hinggap di hati. “Pada 1998 sejak mau masuk SMA, ke gereja bawaannya malas, karena ingin shalat,” ungkap Leni. Saat naik ke kelas 2 SMA, pada 2001, ia bertemu dengan saudara jauhnya yang beragama Islam. Maka ia pun bertanya kalau mau mendalami Islam itu bagaimana? Saudara jauhnya

hanya mengatakan: “Kalau mau dalami Islam itu gampang, dengan niat. Sebenarnya Islam itu indah. Tidak boleh ninggalin shalat, menjalani puasa.” Sayangnya, hanya itu saja yang disampaikan saudara jauhnya, padahal ia ingin mengetahui Islam lebih lanjut bahkan diajak masuk Islam pun tidak keberatan. Pada 2004 meneruskan kuliah D3 di salah satu kampus di Depok. Ia melihat ada teman Muslimahnya yang rajin shalat. Ia bertanya tentang Islam, temannya hanya menjawab: “Islam itu indah, kalau mau dalamin coba baca di buku saja.” Leni sebenarnya kecewa dengan jawaban-jawaban semacam itu, karena ia sebenarnya ingin dibimbing dan diajak masuk Islam. “Tidak ada yang mengarahkan untuk lebih dalam mengenal Islam, tidak ada juga yang mengatakan 'Ayo masuk Islam'” ungkapnya. Pada semester tiga atau tahun 2005, ia bertemu Rino yang sama-sama satu jadwal masuk Laboratorium Fisika. Ketika Leni tahu Rino beragama Islam, ia pun banyak bertanya tentang shalat namun hanya pintas lalu, Rino pun menjawab dengan pintas lalu juga. Leni sering melihat Rino shalat. Bahkan tidak jarang ia mengingatkan lelaki itu untuk shalat ketika terlupa. “Waktu puasa juga, ketika Rino mau batal, saya cegah. Bahkan saya suka turut berpuasa,” ungkapnya. Pada 2008 tamat kuliah. Pada 2010-2011 bekerja pada satu perusahaan di Jakarta. Leni memiliki teman di bagian keuangan yang terlihat rajin shalat. “Pas dia mau shalat, saya pingin ikut, tetapi dilarangnya. Jadi saya ingin maju untuk memperdalam Islam tetapi tidak dikasih jalan. Saya yakin mau masuk Islam, saya mau belajar!” gerutu Leni dalam hati. Untung saja, Aziar, ibunda Rino, tanggap dan memahami

bahwa Leni sebenarnya berkeinginan masuk Islam. Maka ia pun meminta anaknya agar mengajak Leni masuk Islam. “Saya juga sudah bilang ke Rino cepat ajak dia masuk Islam, tetapi Rino bilang, entar, entar,” ungkapnya kepada Media Umat. Melihat respon positif dari Aziar, Leni pun memberanikan diri meminta bantuan ibu calon suaminya itu untuk mencarikan guru yang dapat menjelaskan Islam kepadanya. “Kemudian saya minta, saya mau belajar tolong cariin gurunya di mana?” pinta Leni. Menuruti permintaan Leni, ibu dan tantenya Rino mencarikan ustadz agar dapat mengajarinya belajar dasar-dasar Islam. Maka pada Oktober 2012 ia pun belajar Islam dengan seorang ustadz di Masjid Al Azhar. “Dari belajar itu saya puas, akhirnya yang saya cari saya dapatkan,” ungkap Leni. Menurutnya, yang paling berkesan itu di Alquran itu disebutkan Allah itu ada, bukan karena diciptakan tetapi ada dengan sendirinya (wajibul wujud). Dari situ, Ustadz itu bilang Allah itu unik, beda dengan Yesus. Yesus itu dikandung kan. Dia punya ibu. Tetapi Allah kan ada dengan sendirinya. Allah menciptakan bulan, bintang dan alam semesta. Pada Nopember 2012, Leni mengucapkan dua kalimat syahadat dengan dibimbing ustadz dari Al Azhar tersebut. Namun belakangan Leni tidak lagi mengaji dengan ustadz tersebut. Ia meminta calon mertuanya untuk mencarikan ustadz lain. Aziar pun teringat dengan Syamsidar Siregar (Pengurus Masjid Darul Amanah Rumah PAN di Warung Buncit, Jaksel) sering mengurus para mualaf. Syamsidar merekomendasikan Fathullah, yang juga pengurus Masjid Darul Amanah dan sering

mengurusi mualaf, untuk menjadi guru agama Leni. Aziar setuju. Sehingga pada Maret, Leni kembali memiliki guru yang dapat membimbingnya untuk memahami Islam lebih dalam.

Rajin Shalat “Alhamdulillah, Subhanallah, Leni cepat sekali menghafal bacaan niat wudhu, shalat lima waktu sudah hafal. Secara cepat, subhanallah, inilah keadilan Allah. Seorang mualaf yang Allah jinakkan hatinya, sehingga lembut, mudah menangkap semua pelajaran,” ungkap Fathullah. Menurutnya dalam dua minggu ini Leni juga dengan mudah belajar Iqra, dan sekarang sudah Iqra lima. Karena memahami berkerudung itu wajib, sehari-hari Leni pun berkerudung. Namun ketika pulang, di perjalanan mendekati rumah, dengan terpaksa ia buka kerudungnya. “Pakai kerudung wajib sudah paham. Maka ketika pulang ke rumah, kerudung saya buka, malu saya ngebuka aurat. Banyak yang lihat tapi saya pun belum siap menghadapi keluarga kalau tahu saya sudah masuk Islam,” ungkapnya. Leni juga tidak pernah ketinggalan shalat lima waktu. Di rumah, ia kerap kali mengunci kamar ketika menunaikan shalat atau pun membaca buku-buku keislamanan. Ketika Media Umat bertanya bagaimana kalau keluarga tahu karena membaca berita masuk Islamnya Leni di media massa. Keberanian untuk menerima resiko pun muncul. “Tidak apa-apa, semoga keluarga bisa menerima, kalau pun tidak dan sampai saya diusir, saya terima resikonya, tapi memang keluarga harus tahu, lebih cepat lebih baik,” pungkasnya.[] joko prasetyo


Media Umat | Edisi 103, 8 - 21 Jumadil Akhir 1434 H/ 19 April - 2 Mei 2013

Anjangsana

23

Ponpes Putri Al Hasan, Panti, Jember, Jawa Timur

Pencetak Pemimpin Umat

A

ngin segar pegunungan terasa menyambut kehadiran Media Umat di Pondok Pesantren Al Hasan yang terletak di Desa Kemiri, Kecamatan Panti, yang lokasinya berada di lereng gunung Argopuro. Tepatnya sebelah barat laut Kota Jember. Awal berdirinya Al Hasan bukanlah di lokasi yang sekarang, tapi ada di Dusun

mengubah nama ponpes Bustanul Ulum ini dengan menyesuaikan nama ayahanda mereka. Jadilah ponpes yang berada di Dusun Delima, Desa Kemiri, Kecamatan Panti Jember itu menjadi Ponpes Al Hasan. Ponpes Al Hasan dikelola secara bersama oleh putra putri Kyai Hasan. Ponpes putra diasuh oleh KH Muzammil Hasba, ponpes putri diasuh oleh Nyai Faridah Hasba. Kemudian Nyai Faridah merintis pendirian TK, yang diberi nama sesuai nama nenek beliau, TK “Aminah”.

Hijrah Setelah Musibah

Delima, di sebelah utara lokasi sekarang, masih satu desa. Sama-sama di Desa Kemiri. Pendiriannya, dimulai dengan dirintisnya Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum oleh Kyai Hasan Baisuni, ayahanda Nyai Faridah Hasba, sekitar tahun 1954. Berdiri di atas area seluas 900 meter persegi, yang berada di tepi Kali Putih, Desa Kemiri, peninggalan orang tua Kyai Hasan. Setelah itu ada beberapa wali murid yang menitipkan putranya untuk mondok di Kyai Hasan. Pada saat itu belum dibangun pondok (penginapan). Santri generasi awal itu menginap di mushala. Kemudian menyusul beberapa santri yang lain, ikut mondok di sana. Barulah secara perlahan pondok Bustanul Ulum dirintis. Kyai Hasan kemudian mendirikan lembaga pendidikan Madrasah Tsanawiyah Bustanul Ulum sebagai lanjutan dari MI Bustanul Ulum. Nama Bustanul Ulum digunakan karena mengikuti Ponpes Bustanul Ulum di Mlokorejo Puger, dimaksudkan sebagai cabang. Seiring waktu santripun bertambah jumlahnya. Baik santri putra maupun santri putri. Sebagai rasa penghormatan dan tanda bakti kepada ibundanya, Kyai Hasan Baisuni membangun sebuah masjid di lokasi ponpes yang kemudian diberi nama sesuai nama ibu Kyai Hasan. Masjid “Siti Aminah”. Masjid inilah yang kemudian menjadi pusat pengajaran di Ponpes Bustanul Ulum. Ketika Kyai Hasan wafat, pada tahun 1984, putra putrinya bersepakat untuk

Pada saat banjir bandang menerpa Kecamatan Panti di awal tahun 2006, tepat pergantian tahun baru Masehi, ponpes Al Hasan ikut hanyut terbawa arus air bah. Dan yang tersisa hanyalah masjid “Siti Aminah”. Cukup lama Nyai Faridah dan keluarga besar ponpes Al Hasan mengungsi di rumah adik Nyai Faridah di Kecamatan Sukorambi. Pasca banjir ponpes Al Hasan direlokasi ke tempat yang lebih aman, kurang lebih satu kilometer di selatan lokasi yang lama. Di atas lahan kopi seluas dua hektar, Al Hasan yang baru, dibangun. Di sebelah kanan jalan dibangun berjajar masjid, aula, mini market kemudian kompleks pondok putri. Kompleks pondok putri terdiri dari pondok putri tiga lantai, mushala untuk aktivitas santri putri, kemudian kompleks kediaman Kyai dan Nyai. Nyai Faridah tinggal di sana untuk mendedikasikan ilmunya, sudah puluhan tahun aktif mengajar para santri putri yang kini berjumlah lebih dari 200 santri. Di sebelah barat jalan dibangun berjajar kompleks lembaga pendidikan formal. Terdiri dari SMU Plus Al Hasan, SMK Al Hasan dan MTS Al Hasan. Sementara lokasi SD Bustanul Ulum dan TK Aminah tetap di lokasi yang lama. Selokasi dengan Masjid Siti Aminah. Di kompleks yang baru, santri ponpes putri Al Hasan semakin bertambah banyak. Bukan hanya berasal dari kecamatan Panti, tetapi dari berbagai daerah di Jember. Ada beberapa santri putri berasal dari Lumajang dan Probolinggo. Bahkan pernah ada santri dari Vietnam.

Pondok Salaf dengan Pendidikan Formal Pengajaran di Al Hasan sebagaimana

pondok salaf umumnya, mengajarkan kitab-kitab kuning di pendidikan diniyah. Pagi hari setelah subuh para santri putri mengkaji kitab tafsir Jalalain. Kemudian mereka mendapat kesempatan menyiapkan diri mengikuti pendidikan formal di MTS atau SMU dan SMK yang semuanya ada di lingkungan Al Hasan. Siangnya pendidikan diniyah dilanjutkan. Mereka mengkaji kitab Minhajul Abidin, Bidayatul Hidayah, Safinatun Najah, Sulam Taufik. Malamnya mengkaji kitab Kifayatul Ahyar, Minhus Saniah, Ta'lim muta'allim dan Bulughul Maram. Seminggu sekali, pada Sabtu malam, para santri mendapat kesempatan ba'tsul masaail. Layaknya alim ulama', mereka menyiapkan berbagai literatur untuk menjelaskan hukum suatu masalah yang ditetapkan. Sehari sebelumnya, para santri secara bergilir mendapat kesempatan belajar pidato atau khithaba dengan didampingi para ustadzah.

Alumni Siap Memimpin Umat Hal yang menjadi keunggulan dari ponpes putri Al Hasan di antara kelebihannya adalah dari sisi keberadaan para alumninya. Mereka tidak hilang begitu saja manakala telah mengakhiri masa mondok di Al Hasan. Banyak di antara alumni putri dari ponpes Al Hasan berkiprah pada pembinaan umat. Menjadi pengelola TPQ, memimpin majelis-majelis taklim atau bahkan menyelenggarakan pendidikan diniyah di lingkungan sekitar rumah mereka.

Mereka mendapat wadah di Ikatan Madrasah Diniyah Al Hasan (IMADA) yang berkoordinasi sebulan sekali di Al Hasan. Bisa dikatakan diniyah yang diselenggarakan alumni ponpes putri Al Hasan ini adalah cabang dari PP Al Hasan meskipun tidak berbentuk pondok pesantren. Jumlahnya ada puluhan. Alumni yang memiliki kesempatan menggerakkan majelis taklim muslimat juga tidak sedikit. Terutama yang masih di sekitar Kecamatan Panti. Hampir setiap majelis taklim muslimat yang ada di kecamatan Panti, apalagi di Desa Kemiri digerakkan oleh alumni ponpes putri Al Hasan. Misalnya majelis taklim di Karang Kebon, di Ledokan. Maka, tak heran ketika para alumni ini melihat sendiri bagaimana andil Nyai Faridah pada perjuangan penegakan khilafah bersama Muslimah Hizbut Tahrir tampak nyata, mereka tidak keberatan memberikan kesempatan kepada aktivis Muslimah Hizbut Tahrir untuk mengisi di majelis taklim mereka dengan materi syariah dan khilafah. Demikian juga ketika masalah pergaulan bebas menjangkiti remaja di Desa Kemiri, para alumni mengikuti arahan Nyai Faridah untuk semakin giat membina ibu-ibu agar bisa mendidik anaknya dengan benar sesuai akidah dan syariah Islam. Menjaga keluarga mereka dari serangan virus liberalisme buah dari ideologi kapitalisme.[]ummu ka'ab/joy

Nyai Hj Faridah Hasba, Pimpinan Ponpes Putri Al Hasan

Al Khilafah Wa’dullah

N

yai Hj Faridah Hasba adalah generasi kedua Ponpes Al Hasan yang dulunya dikenal dengan Ponpes Bustanul Ulum. Ia yang mengasuh ponpes putri. Nyai yang kini berusia 57 tahun ini sangat memiliki kepeduliaan pada masalah umat. Nyai mengibaratkan umat saat ini ibarat orang yang sedang sakit kanker stadium 4. Obatnya hanya dengan khilafah. Pengasuh Al Hasan ini sangat meyakini bahwa khilafah adalah janji Allah sebagaimana dalam Alquran surat An Nuur ayat 55. “Bila Allah telah berjanji, tidak mungkin Allah mengingkari janji itu. Bila sampai saat ini khilafah belum juga tegak, ini hanya masalah waktu. Jangan sampai kemudian menjadi ragu, apalagi menghalang-halangi perjuangan penegakan khilafah. Dakwah menegakkan khilafah adalah sebagai bentuk ikhtiyar kita, menjemput janji Allah. Mengupayakan agar pertolongan Allah segera datang,” ungkapnya.[]ummu ka'ab/joy


24

Media Umat | Edisi 103, 8 - 21 Jumadil Akhir 1434 H/ 19 April - 2 Mei 2013

Muslimah

Sosok shahabiyah tak kalah berjasa dan inspiratif.

A

pril identik dengan Hari Kartini. Seorang pahlawan wanita yang dianggap berjasa dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan Indonesia. Ya, walaupun istri dari RMAA Singgih Djojo Adhiningrat ini sudah meninggal 17 September 1904 silam, namanya tak ikut tenggelam. Gelar sebagai pejuang emansipasi membuatnya tak pernah mati. Padahal—tanpa bermaksud menggugat jasanya—Kartini sejatinya ¨hanya¨ dikenal dari buku karya JH Abendanon berjudul ¨Door Duisternis Tot Licht¨ atau terjemahannya ¨Habis Gelap Terbitlah Terang¨ karya Armijn Pane. Apa yang dilakukan Kartini baru sebatas wacana, belum pada tingkatan aksi. Entahlah, jika tanpa bukti buku itu, apakah nama Kartini akan harum mewangi, atau bahkan layak menyandang gelar pahlawan sejati. Pasalnya, aksi nyatanya di bidang pendidikan, politik atau sosial tak pernah terungkap. Barangkali karena umurnya yang pendek. Ya, belum usai gagasannya untuk memajukan pendidikan kaum perempuan, Allah SWT memanggil-Nya pada usia 25 tahun. Saat itu cahaya hidayah juga sedang menggelora berkat pertemuan singkatnya dengan KH Sholeh Darat. Sepeninggal Kartini, barulah didirikan sekolah wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Sekolah itu bernama “Sekolah Kartini”.

Menyembunyikan Kodrat Berkat jejak gagasannya berupa kumpulan surat kepada sahabat-sahabatnya, Kartini ditasbihkan sebagai ikon pejuang emansipasi. Ironis, gelar itu disematkan justru ketika

buah pikirannya ditafsirkan jauh melenceng dari kehendak Kartini. Apa yang diperjuangkannya sangat bertentangan dengan nafas emansipasi itu sendiri. Kartini sama sekali tidak hendak menyetarakan perempuan dengan laki-laki sama persis sebagaimana yang dipahami kebanyakan perempuan masa kini. Sebaliknya, Kartini menghendaki penguatan peran perempuan sebagaimana kodratnya sebagai ibu rumah tangga dan pendidik anak-anaknya di rumah. Yang diinginkan Kartini adalah para perempuan mendapat akses pendidikan agar kelak mampu menjalankan kedua fungsi utamanya itu dengan sempurna. Hal ini tampak jelas dalam kutipan salah satu suratnya: “Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan bagi anak-anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anakanak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.” ( Surat Kepada Prof Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902). Tapi lihatlah saat ini, pemikiran Kartini telah ditafsirkan kebablasan. Setelah akses pendidikan dimiliki kaum perempuan, mereka lantas menuntut lebih dari itu. Gelar, titel dan ijazah pendidikan tinggi telah menuntut perempuan untuk digaji berupa materi. Akhirnya kaum perempuan menyembunyikan kodratnya dan menyulap diri layaknya laki-laki, yakni bekerja demi materi. Jika Kartini masih hidup, niscaya air matanya tak akan berhenti mengalir melihat kiprah perempuan masa kini yang

semakin mengingkari fitrahnya. Perempuan yang semakin malu mengakui profesinya sebagai ibu rumah tangga dan minder hanya karena tak bekerja. Perempuan yang enggan taat pada suaminya dengan alasan kesetaraan. Perempuan yang lebih bangga menjanda, menjadi single parent atau lajang mandiri. Perempuan yang dieksploitasi habis-habisan di berbagai lapangan kehidupan dengan mengabaikan tugas utamanya di rumah.

Teladan Inspiratif Tanpa mengerdilkan jasajasa Kartini, rekam jejak perjuangan para shahabiyah dan Muslimah generasi terdahulu jauh lebih dasyat. Gagasan dan jasa-jasa mereka begitu membumi dan inspiratif. Tak akan ada habisnya mengisahkan keunggulan generasi Muslimah mulia itu. Contohnya Khadijah ra. Perempuan cantik dan kaya raya ini banyak dilirik pembesar Quraish untuk dipersunting, namun lebih rela dinikahi pemuda miskin bernama Muhammad. Terkenalnya seorang Khadijah bukan karena kecantikan wajahnya, namun karena pengorbanannya yang demikian fenomenal dalam mendukung perjuangan dakwah Rasullulah SAW. Sampai-sampai Rasul pun memuji: “Demi Allah, tidak ada ganti yang lebih baik dari dia, yang beriman kepadaku saat semua orang ingkar, yang percaya kepadaku ketika semua mendustakan, yang mengorbankan semua hartanya saat semua berusaha mempertahankannya dan … darinyalah aku mendapatkan keturunan.” Begitulah Khadijjah, istri sejati, Muslimah yang dengan segenap kemampuan dirinya berkorban demi kejayaan Islam. Adakah perempuan masa kini yang menyamai pengabdiannya? Begitupun Aisyah ra, salah

seorang istri Nabi dan juga cendekiawan muda. Para sahabat banyak mendulang ilmu dari beliau. Aisyah dikenal cerdas dan pandai sehingga menjadikannya termasuk almukatsirin (orang yang terbanyak meriwayatkan hadits). Muslimah yang wafat pada usia 63 tahun ini telah meriwayatkan 2.210 hadits dari Rasulullah SAW. Di antaranya, 297 hadits tersebut dalam kitab shahihain dan yang mencapai derajat muttafaq 'alaih 174 hadits. Duhai, adakah Muslimah masa kini yang mampu menandingi hafalannya di bidang hadits ini? Adapula Asma binti Yazid, seorang mujahidah yang membinasakan sembilan tentara Romawi pada Perang Yarmuk. Perang antara kaum Muslimin melawan pasukan Romawi (Bizantium), negara super power saat itu, terjadi pada 13 H/ 634 M. Dalam perang besar itu Asma binti Yazid bersama kaum Mukminah lainnya berada di barisan belakang laki-laki. Mereka mengerahkan segenap kekuatan untuk menyuplai persenjataan, memberi minum, mengurus yang terluka, dan mengobarkan semangat jihad. Tak hanya itu, berbekal tiang kemah, Asma menyusup ke tengah-tengah medan tempur dan menyerang musuh yang ada di kanan dan kirinya, hingga berhasil membunuh sembilan tentara Romawi. Tak layakkah perempuan ini menjadi inspirasi bagi kejayaan perempuan masa kini? Satu lagi adalah Fatimah, istri Khalifah Umar bin Abdul Azis. Ia rela menanggalkan

kemewahan mengikuti jejak suaminya untuk hidup bersahaja karena takut kepada Allah SWT. Ya, sebelum menjadi Khalifah, mereka hidup berkecukupan. Namun karena takut korupsi atau memanfaatkan harta rakyat, Umar bin Abdul Azis menolak fasilitas negara. Fatimah pun ikhlas hidup serba terbatas. Padahal ia punya pilihan jika tak ingin ikut menderita. Begitu sederhananya mereka, orang yang belum mengenal tidak menyangka bahwa mereka adalah pasangan penguasa umat Islam kala itu. Dikisahkan, suatu hari datanglah wanita Mesir untuk menemui khalifah. Sesampai di rumah yang ditunjukkan, ia melihat wanita cantik dengan pakaian sederhana sedang memperhatikan seseorang yang memperbaiki pagar rumah yang rusak itu. Setelah berkenalan si wanita Mesir baru sadar bahwa wanita itu adalah Fatimah, istri sang Amirul Mukminin. Tamu itu pun menegur, “Ya Sayyidati…, mengapa engkau tidak menutup auratmu dari orang yang sedang memperbaiki pagar rumahmu?” Seraya tersenyum Fatimah menjawab, “Dia adalah Amirul Mukminin yang sedang engkau cari.¨ Subhanallah, hampir mustahil menemukan ¨FatimahFatimah¨ seperti ini di zaman sekarang. Masih banyak shahabiyah dan juga Muslimah sesudah era Rasulullah SAW lainnya yang layak dijadikan ikon pejuang perempuan. Semoga kita mampu meneladani para Kartini tanpa konde tersebut. Wallahuálam.[] kholda

PEREMPUAN SEJAHTERA HANYA DALAM NAUNGAN KHILAFAH Memperkenalkan :

Cream Beli 1 Paket Cream Zalfa

GRATIS

Mengandung 10 bahan aktif dengan Nano Partikel bekerja lebih maksimal, menutrisi hingga lapisan terdalam kulit anda. Cobalah dan buktikan manfaatnya....

1 Buah Serum Vit C Anisa senilai Rp 125.000,+ 1 Buah Buku Cerdas memilih kosmetik Berlaku : April - 30 Juni 2013

MUSLIMAH & BISNIS INDONESIA Office : Jl. Mayjend Ishak Djuarsa no. 148 B Sindangbarang Loji Bogor Jawa Barat Hub : 0852.1066.9981 - 0857.7369.3598 - 0877.7087.2998 (Marketing) PIN BB 20FC7BB0 Transfer : BNI Syariah Cab. Bogor 018.723.6545 an. Mira Maryani, SPi


Media Umat | Edisi 103, 8 - 21 Jumadil Akhir 1434 H/ 19 April - 2 Mei 2013

Muslimah

25

Faedah Mendidik

Anak Perempuan

P

ada masyarakat jahiliyah Arab atau zaman penjajahan era Kartini, anak perempuan dianggap makhluk kelas dua. Mereka bukanlah prioritas. Hak-haknya kerap terabaikan. Jika bukan karena Islam, niscaya harkat dan derajat perempuan akan terpuruk selamanya. Hatta di era kapitalissekuler saat ini, perempuan pun semakin dihinakan. Sosoknya kerap menjadi sumber fitnah karena begitu sulitnya kehidupan. Kemiskinan materi dan moral, mendorong penjualan aurat dan daya tarik seksual kaum perempuan dianggap legal. Begitu beratnya tantangan mendidik anak perempuan zaman sekarang, tak sedikit masyarakat yang memilah-milah jenis kelamin ketika merencanakan kehamilan. Bahkan memakai metodemetode khusus agar hanya menghasilkan anak laki-laki. Pembatasan kelahiran menambah parah. Karena tak

mau banyak anak, jenis kelamin perempuan dikorbankan. Padahal, apapun jenis kelaminnya, anak adalah amanah yang wajib dijaga orangtuanya. Lebih dari itu, ada nash dan hadis yang secara khusus menjelaskan tentang keutamaan anak perempuan dan ganjaran bagi orangtua yang memelihara dan mendidik mereka. Mengapa? Karena anak perempuan merupakan ujian bagi orang tua. Fakta kebanyakan bicara, bila tidak benar dalam mendidik dan mengarahkannya menjadi pribadi shalihah, niscaya anak perempuan menjadi sumber fitnah orang tuanya. Sementara dalam hadits disebutkan, dari 'Aisyah ra, beliau berkata: “Ada seorang wanita yang datang menemuiku dengan membawa dua anak perempuannya. Dia memintaminta kepadaku, namun aku tidak mempunyai apapun kecuali satu buah kurma. Lalu aku berikan sebuah kurma tersebut untuknya. Wanita itu menerima kurma tersebut dan membaginya menjadi dua untuk diberikan kepada kedua anaknya, sementara dia sendiri

tidak ikut memakannya. Kemudian wanita itu bangkit dan keluar bersama anaknya. Setelah itu Nabi SAW datang dan aku ceritakan peristiwa tadi kepada beliau, maka Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa yang diuji dengan anak-anak perempuan, kemudian dia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anak perempuan tersebut akan menjadi penghalang dari siksa api neraka” (H.R Muslim 2629). Diriwayatkan juga dari 'Aisyah ra, beliau berkata: “Seorang wanita miskin datang kepadaku dengan membawa dua anak perempuannya, lalu aku memberinya tiga buah kurma. Kemudian dia memberi untuk anaknya masing-masing satu buah kurma, dan satu kurma hendak dia masukkan ke mulutnya untuk dimakan sendiri. Namun kedua anaknya meminta kurma tersebut. Maka si ibu pun membagi dua kurma yang semula hendak dia makan untuk diberikan kepada kedua anaknya. Peristiwa itu membuatku takjub sehingga aku ceritakan perbuatan wanita tadi kepada Rasulullah SAW. Maka Nabi SAW bersabda:

Sesungguhnya Allah telah menetapkan baginya surga dan membebaskannya dari neraka” (H.R Muslim 2630) Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik ra, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang mengayomi dua anak perempuan hingga dewasa maka ia akan datang pada hari kiamat bersamaku” (Anas bin Malik berkata: Nabi menggabungkan jari-jari jemari beliau). (HR Muslim 2631) Hadits-hadits di atas menunjukkan keutamaan berbuat baik kepada anak-anak perempuan, memberi nafkah kepada mereka, serta bersabar dalam mengurus seluruh urusan

mereka. Orang tua wajib mengayomi anak perempuan dengan menunaikan hak-hak mereka seperti makan, pakaian, pendidikan, dan kebutuhan lainnya. Terdapat ganjaran yang besar bagi orang tua yang mengayomi anak perempuan mereka, berupa nikmat surga, terhalangi dari siksa api neraka, dan kedekatan bersama Nabi SAW di akhirat. Demikianlah Islam memuliakan anak perempuan dan memberi ganjaran khusus bagi orang tua yang mau mengayomi anak-anak perempuan mereka.[] kholda

Konsultasi

Diasuh oleh: Dra (Psi) Zulia Ilmawati

Assalaamu'alaikum Wr.Wb. Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga yang dirahmati Allah, anak saya laki-laki usia 4 tahun, sekarang lagi bandel-bandelnya. Suatu saat saya memarahi dia sepuasnya, karena kelakuannya yang bikin saya malu saat ada tamu. Karena saking marahnya, saya sampai mengeluarkan kata-kata yang kurang sopan, sempat menyumpahi. Mungkin karena saya kurang sabar ya Bu, dan terlalu capek. Saya sekarang sedang hamil 7 bulan, dan harus mengasuh 2 kakaknya yang masih balita. Belum lagi kegiatan saya yang lainnya, mengajar dan kuliah. Akhirnya saya menjadi gampang sekali emosi ketika menghadapi anak-anak. Anak-anak jadi korban, dan membuat mereka lebih dekat dengan ayahnya. Apa yang semestinya saya lakukan. Jazakillah untuk nasihatnya. Wassalaamu'alaikum Wr. Wb. Hamba Allah - Tegal Wa'alaikumsalam Wr.Wb. Ibunda yang baik, Selaras dengan tumbuh kembangnya, pada anak balita biasanya akan mulai terjadi perubahanperubahan perilaku. Di antaranya adalah muncul sikap penolakan anak terhadap lingkungan sosialnya. Saat keakuan anak-anak ini mulai muncul, mereka

Mendidik Anak Tanpa Emosi mulai ingin membedakan dirinya dengan orang lain. Pada saat itu pula, si kecil mulai mencoba keinginannya sendiri. Perubahan-perubahan ini yang lantas dipersepsi oleh para orang tua bahwa anak menjadi mulai sulit diatur, bandel, maunya sendiri dan sebagainya, yang tidak jarang kemudian sering menimbulkan kerepotan dalam memperlakukan mereka. Kondisi demikian ini, Insya Allah akan mereda seiring dengan bertambahnya usia, berkembangnya kemampuan berpikir dan kemampuan lainnya. Ibunda yang baik, Terkadang emosi kita memang akan ikut terpancing saat menghadapi anak yang “bandel”, suka bertingkah terutama kalau sedang ada tamu. Menahan emosi (kemarahan) memang tidak mudah. Tapi sebagaimana tabiatnya, bahwa emosi adalah bagian dari naluri, maka saat keinginan untuk marah itu muncul tidak harus dipenuhi. Tapi bisa dialihkan atau ditunda (ditahan). Anda harus bisa menakar dan memahami kadar emosi Anda sendiri, pada saat kapan dan situasi seperti apa biasanya muncul. Sehingga Anda akan lebih mudah untuk mengontrol atau mengendalikannya. Luapan kemarahan hanyak akan berdampak buruk pada perkembangan perilaku anak. Bukankah anak balita banyak belajar dari apa

yang mereka lihat dan dengar? Rasulullah juga telah mengajarkan bagaimana semestinya memperlakukan anak-anak. Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah SAW menciumi Hasan bin Ali dan di dekatnya ada Al-Arqa' bin Hayis At-Tamimi sedang duduk. Ia kemudian berkata, “Aku memiliki sepuluh orang anak dan tidak pernah aku mencium seorang pun dari mereka”. Rasulullah segera memandang kepadanya dan berkata: “Barang siapa tidak mengasihi, maka ia tidak akan dikasihi”. (HR. Bukhari). Ibunda yang baik, Mengasuh dan mendidik anak memang tugas utama ibu, tapi diperlukan juga kerja sama untuk meringankan tugasnya. Sekali waktu ayah membantu atau mengambil alih pekerjaan rumah dan anakanak dengan mengajak orang-orang terdekat yang bisa diminta bantuannya. Jika mempunyai anak yang relatif lebih besar, dapat ditanamkan pengertian pada mereka untuk ikut membantu mengelola tugas rumah tangga sehari-hari. Ajarkan prinsip kerja sama dan tanggung jawab sejak dini pada anak, agar ia terbiasa bersikap mandiri, berinisiatif dan dapat diandalkan. Kelelahan yang sangat juga terkadang bisa menimbulkan stres, sehingga Anda gampang sekali marah. Anak-anak pun tak luput menjadi sasaran

kemarahan Anda. Lakukan pemilihan aktivitas dengan cermat. Apalagi Anda saat ini sedang hamil. Kelelahan, ketidakstabilan emosi akan berefek buruk pada bayi dalam kandungan. Ibunda yang baik, Tingkatkan kesabaran Anda dalam menghadapi anak-anak. Jika tidak dengan kesabaran, bagaimana mungkin akan sanggup menghadapi setiap masalah anak-anak dengan baik dari sejak bangun tidur sampai tidur kembali. Sabar disertai dengan niatan ikhlas hanya semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT akan menjadi energi yang luar biasa. Maka, seberat apapun beban dan ujian yang diberikan lewat anak-anak, Insya Allah akan dapat dihadapi dengan ringan. Selain sabar, bertawakallah pada Allah SWT. Tak ada masalah yang tidak ada penyeselesaian. Begitu pula dengan persoalan anak-anak. Dan jangan lupa, berdoalah selalu minta bantuan Allah SWT dalam menyelesaikan masalah anak-anak. Kadang kita sudah berusaha optimal untuk memperlakukan dan memberikan yang terbaik. Tetapi sejatinya hanya Allah jualah yang membukakan mata, hati dan pikiran anak-anak kita untuk mau mengerti seperti yang kita inginkan.[]


26

Media Umat | Edisi 103, 8 - 21 Jumadil Akhir 1434 H/ 19 April - 2 Mei 2013

Ustadz Menjawab

Hukum Gaji dari Pekerjaan yang Diperoleh dengan Suap Diasuh Oleh: Ust M Shiddiq Al Jawi Tanya : Ustadz, bagaimanakah hukum gaji yang diterima seorang pegawai, yang awalnya memberi suap untuk mendapatkan pekerjaannya itu? (Dedi, Konda) Jawab : Suap (Arab : ar risywah, boleh dibaca ar rasywah atau ar rusywah) adalah harta yang diberikan kepada setiap pemilik kewenangan (shahib al shalahiyah) untuk mewujudkan suatu kepentingan (mashlahah) yang semestinya wajib dia wujudkan tanpa pemberian harta. (Taqiyuddin An Nabhani, Al Syakhshiyyah, 2/334; Abdul Qadim Zallum, Al Amwal fi Daulah Al Khilafah, hlm. 118; Rawwas Qal'ah Jie, Mu'jam Lughah Al Fuqoha, hlm. 171; Al Mausu'ah Al Fiqhiyyah, 22/219). Semua jenis suap haram hukumnya, baik sedikit maupun banyak, baik untuk memperoleh manfaat maupun menolak mudharat, baik untuk memperoleh yang hak maupun yang batil, baik untuk menghilangkan kezaliman maupun untuk melakukan kezaliman. Semua jenis suap haram hukumnya, berdasarkan keumuman hadits-hadits yang mengharamkan suap. Dari Abdullah bin 'Amr RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Laknat Allah atas setiap orang yang memberi suap dan yang menerima suap.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah). Dari Tsauban RA, bahwa Rasulullah SAW telah melaknat setiap orang yang memberi suap, yang menerima suap, dan yang menjadi perantara di antara keduanya. (HR Ahmad). (Taqiyuddin An Nabhani, Al Syakhshiyyah, 2/334; Abdul Qadim Zallum, Al Amwal fi Daulah Al Khilafah, hlm.

118). Maka dari itu, haram hukumnya seseorang menyuap untuk memperoleh pekerjaannya, bagaimanapun juga caranya dan jenis pekerjaannya, baik dia memperoleh pekerjaan itu melalui cara yang resmi (formal) maupun tak resmi, baik pekerjaaan itu halal maupun haram. Adapun hukum gaji dari pegawai yang memperoleh pekerjaannya dengan jalan suap, menurut kami ada dua kemungkinan hukum syara' sebagai berikut; Pertama, gajinya halal, sepanjang memenuhi dua syarat berikut; (1) pegawai tersebut telah memenuhi segala syarat (kualifikasi) untuk memperoleh pekerjaannya, misalnya mempunyai ijazah sesuai yang dipersyaratkan, mempunyai IPK (indeks prestasi kumulatif ) minimal yang tertentu, lulus tes tertulis, lulus tes wawancara, dsb. Dalil syarat pertama ini adalah sabda Rasulullah SAW, ”Kaum Muslimin [bertindak] sesuai syarat-syarat di antara mereka, kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau yang menghalalkan yang haram.” (HR Tirmidzi, Sunan At Tirmidzi, no 1363, hadits hasan shahih). (2) Pekerjaannya sendiri adalah pekerjaan yang mubah, bukan pekerjaan yang diharamkan syara'. Dalil syarat kedua ini adalah kaidah fiqih : Laa tajuuzu ijaarah al ajiir fiimaa manfa'atuhu muharramah (tidak boleh melakukan akad ijarah [akad jasa tenaga kerja] pada jasa/manfaat yang diharamkan). (Taqiyuddin An Nabhani, An Nizham Al Iqtishadi fi Al Islam, hlm. 93). Contoh pekerjaan haram misalkan pekerjaan pegawai bank yang melakukan transaksi riba baik langsung atau tidak, seperti direktur bank, petugas teller, dan auditor bank. (Taqiyuddin An

TOLERANSI ISLAM VS BARAT

TELAH TERBIT !

KARYA YASIB BIN ALI Buku yang mengupas tuntas konsep toleransi menurut Islam dan Barat yang mirip dengan kajian komparatif. Buku ini mengupas tentang: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Wacana Toleransi Menurut Barat Pandangan Islam Terhadap Penggunaan Istilah Toleransi Verifikasi Terhadap Fakta Kalimat : “Menerima Orang Lain” Verifikasi Terhadap Arti Kalimat : “Menerima Orang Lain” Menerima Perbedaan Ras dan Warna Kulit : Islam vs Barat Menerima Perbedaan Jenis Kelamin : Islam vs Barat Menerima Perbedaan Pemikiran : Islam vs Barat Menerima Perbedaan Kelas : Islam vs Barat Menghargai Budaya Orang Lain : Islam vs Barat dan lain-lain.

Dilengkapi dengan dalil-dalil yang kuat (qoth’i) beserta fakta yang benar. Buku yang akan mengungkapkan siapa yang toleran dan siapa yang intoleran, antara Islam dan Barat, karena pada saat ini, banyak orang yang menuduh Islam agama fanatik dan tidak mau menerima orang lain (intoleran).

Salammedia Press Jl. Kiwi Gg. Beriman No. 9 Cibubur Jakarta Timur Telp 0813 1707 4461 021 32584167 0856 1 7574 16

Segera pesan! Jangan sampai kehabisan. Hanya Rp. 25.000,-

atau hubungi agen dan distributor kami : ALIYAH AGENCY (Ridlo 0812 192 45005 - 021 36 11 1924) PERUM KRANGGAN PERMAI Jl. Tanjung IX No.6 JATISAMPURNA BEKASI WACANA ISLAMIA JAKARTA (089 63566 7894 - 021 7037 9736) Jl. Sepakat IV No. 60 RT 003/01 Cilangkap Cipayung Jakarta Timur WACANA ISLAMIA SURABAYA (089 93464 568) Jl. Kalidami No. 7 Surabaya

Nabhani, An Nizham Al Iqtishadi fi Al Islam, hlm. 93-94). Kedua, gajinya haram jika pegawai tersebut tidak memenuhi salah satu atau dua syarat di atas. Misalkan pegawai itu tidak memenuhi kualifikasi yang disyaratkan (tidak mempunyai ijazah atau IPK minimal yang disyaratkan, tidak lulus tes tertulis, dsb) dan/atau pekerjaannya itu sendiri haram secara syar'i. Kesimpulannya, semua suap adalah haram termasuk suap untuk mendapatkan pekerjaan. Adapun gaji dari pekerjaan yang diperoleh dengan jalan suap, hukumnya halal jika pegawai itu memenuhi segala kualifikasi untuk mendapatkan pekerjaannya dan pekerjaannya sendiri adalah mubah secara syar'i. Adapun jika pegawai itu tidak memenuhi kualifikasi untuk mendapatkan pekerjaannya dan/atau pekerjaannya sendiri haram secara syar'i, maka gajinya haram. Wallahu a'lam.[]

RALAT Ustadz Menjawab Media Umat Edisi 102, hlm. 26, “Hukum Menjadi Dropshipper” alinea terakhir baris ke-7 dari bawah. Tertulis : Jadi di sini dropshipper adalah seorang simsar (perantara) antara penjual dengan supllier/toko. Seharusnya : Jadi di sini dropshipper adalah seorang simsar (perantara) antara pembeli dengan supplier/toko (penjual).


Media Umat | Edisi 103, 8 - 21 Jumadil Akhir 1434 H/ 19 April - 2 Mei 2013

Opini

27

Pilihan Pengemban Dakwah Oleh: N Rakhmad, Public Relations Islamic Analisis ‘Fikrul Mustanir’ Community of Maron.

S

elalu ada dua pilihan dalam kehidupan. Memilih antara yang haq dan yang batil, lurus dan bengkok, mulia atau hina, maupun iman atau kufur. Menjadi pengemban dakwah, hakikatnya kita telah memilih jalan yang haq, lurus, mulia serta iman. Seorang pengemban dakwah adalah sosok yang selalu memiliki orientasi bahwa poros hidupnya akan selalu senantiasa diarahkan pada aktifitas untuk menyeru dan menyampaikan dakwah di tengah-tengah masyarakat, segala potensi baik waktu, tenaga, harta bahkan jiwa sekalipun akan ia arahkan pada keberhasilan dalam menyeru dan mengajak pada masyarakat. Terkadang sebagai manusia biasa pengemban dakwah akan mengalami fase penurunan semangat dakwah. Setidaknya ada dua faktor yang melatarbelakanginya. Pertama, faktor internal seperti kesibukan kerja, urusan rumah tangga, kurang percaya

diri, malas dan sebagainya. Kedua, faktor eksternal seperti hambatan dakwah dari lingkung-an dan kurangnya akses ke masyarakat. Namun sesungguhnya masalah di atas bisa diatasi apabila kita memahami hakikat pilihan hidup kita sebagai pengemban dakwah. Seorang pengemban dakwah yang baik akan memahami bahwa segala bekal ilmu yang ia peroleh akan menjadi teori yang akan memuai dan luntur tatkala ia tidak dijadikan sebagai senjata dalam berdakwah, ia tidak akan menyia-nyiakan waktu, tenaga, rezeki dan nikmat yang telah Allah SWT berikan untuk berlehaleha, berangan angan setinggi langit akan tegaknya peradaban Islam padahal ia membuang potensi yang telah Allah SWT anugerahkan padanya. Nabi SAW bersabda: “Bersegeralah kalian untuk beramal sebelum datangnya tujuh hal: Apakah yang kalian nantikan kecuali kemiskinan yang dapat melupakan, kekayaan yang dapat

menimbulkan kesombongan, sakit yang dapat mengendorkan, tua renta yang dapat melemahkan, mati yang dapat menyudahi segala-galanya, atau menunggu datangnya dajjal padahal ia adalah sejelek-jelek yang ditunggu, atau menunggu datangnya hari kiamat padahal kiamat adalah sesuatu yang sangat berat dan sangat menakutkan.” Seorang pujangga menuturkan: Bersegeralah beramal, bergerak, mengajak, mengontak, dan menyampaikan sebelum datang enam perkara: ilmu menjadi tumpul dan berkarat, kemalasan menguasai kita, dicabutnya kebaikan dan nikmat dari kita, dibukanya pintu kefasikan, ditutupnya pintu hidayah serta melemahnya iman dan takwa kita. Sesungguhnya setiap kesulitan, hambatan dan tantangan dakwah adalah bagian integral dari ujian yang Allah SWT datangkan kepada kita sebagai konsekuensi pilihan hidup kita sebagai pengemban dakwah dan hamba yang berserah diri.

Imam Ali bin Abi Thalib ra berkata: “Bukanlah kesulitan yang membuat kita takut, tapi ketakutan itulah yang membuat kita sulit. Karena itu, jangan pernah mencoba untuk menyerah dan jangan pernah menyerah untuk mencoba. Maka jangan katakan kepada Allah SWT bahwa kita punya masalah, tapi katakanlah kepada masalah itu bahwa kita punya Allah SWT (Mutiara Hikmah ). Pengemban dakwah adalah visioner yang angan dan harapannya jauh berada berada di negeri akhirat sedangkan ia beramal di dunia untuk kepentingan akhiratnya. Allah SWT berfirman: “Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang kami turunkan dari langit, maka menjadi suburlah karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Harta dan anak anak adalah perhiasan

dunia tetapi amalan amalan yang kekal lagi shalih adalah lebih baik pahalanya di sisi Rabb-mu dan serta lebih baik untuk menjadi harapan.” ( TQS. Al-Kahfi (18) : 45 – 46 ). Ala kulli hal, sebagai pengemban dakwah marilah kita selalu bersemangat untuk bergerak, mengajak dan mengontak kaum Muslimin, karena sesungguhnya ini menjadi cermin kepedulian dan kasih sayang kita dengan penderitaan kaum Muslimin di luar sana, juga menjadi ekspresi bahwa kita rindu dan ingin bersegera hidup dalam naungan daulah Islam sebagaimana selalu kita angankan. Terak hir, bahwasannya impian tanpa amal, maka ia akan pergi dan menghilang, niat tanpa azzam, maka ia akan lemah dan mengendur, ilmu tanpa amal, maka ia akan memuai dan memudar, pengemban dakwah tanpa gerak, maka sungguh ia akan beku, tumpul dan berkarat…..lalu manakah pilihan kita?[]

Lima “D” Penyakit Masyarakat Demokrasi Oleh: Hasbi Aswar, Alumni FISIP UNHAS Makassar

S

etiap diskusi yang pernah saya ikuti tentang kondisi politik demokrasi Indonesia, apakah dengan kumpulan intelektual, politisi, ataupun diskusi warung kopi semua sepakat dengan nada frustasi tentang masalah negeri ini. Macam-macam pula solusi yang diberikan untuk menyelesaikan masalah suap, korupsi, politik dagang sapi, politik sandera menyandera, politik syahwat dan lain sebagainya. Dari situ saya berkesimpulan bahwa demokrasi menghasilkan banyak penyakit bagi masyarakat. Lima di antaranya adalah: Pertama, depresi. Setiap habis pemilu banyak calon yang masuk rumah sakit jiwa karena gangguan psikologis setelah menghabiskan banyak biaya untuk pemenangan pemilu kemudian kalah. Depresi karena setelah menjadi pejabat tiba-tiba masuk penjara karena korupsi/suap sengaja atau tidak sengaja. Masyarakat pun depresi karena pejabat-pejabat yang dipilih

tidak berpihak kepada mereka. Pejabat-pejabat lebih memilih untuk menjadi antek asing atau budak para pengusaha contoh: berbagai undang-undang liberal dibawah komando kapitalisme internasional. Kedua, dehumanisasi. Politik dagang sapi, politik kesandung sapi, koruptor kakap, politikus. Gambaran sederhana bahwa mazhab animalisme menjadi paradigma demokrasi. Jadinya, bukan demokrasi dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat. Tapi dari perusahaan, oleh perusahaan untuk perusahaan atau dari perut oleh perut untuk perut. Ujungnyaujungnya para politisi tinggal mengantri untuk terjun ke dalam ruang gelap gemerlap jeruji penjara, tua muda, kyai atau orang biasa. Ketiga, demoralisasi. Kesenyawaan demokrasi dengan liberalisasi pasar, budaya, agama menghasilkan kesenjangan sosial dalam masyarakat. We are 99% (slogan occupy wallstreet), konsumtivisme, hedonisme, pemur-

tadan, pelecehan seksual, tawuran, bunuh diri, dan berbagai kriminalitas unik lainnya. Keempat, depolitisasi. Politik itu mulia karena bertujuan untuk menghasilkan masyarakat yang berperadaban mulia. Tapi demokrasi merusak politik. Contoh: politik diselewengkan sebagai hanya jadi ajang berebut kekuasaan (lihat perdebatan politisi di TV cuma saling menyalahkan dan membela diri). Masyarakat yang sudah depresi (miskin, sakit-sakitan, pengangguran, kurang iman, tak berpendidikan) tinggal digiring untuk menjadi stempel legitimasi para hamba-hamba demokrasi. Akhirnya masyarakat tidak suka dengan politik, pragmatis (ambil uangnya tapi jangan coblos dirinya) dan golput memenangi setiap pemilu, pilkada, pilpres, dan pil-pil pahit lainnya. Kelima, dekonstruksi. Negara betul-betul hancur dengan demokrasi. Makanya, Malaysia, Singapura, Amerika, Cina, Rusia dan banyak negara “maju”

lainnya menolak menerapkan demokrasi secara konsisten dan komprehensif kecuali tanah airku, tumpah darahku Indonesia. Kekuatan riil dalam sebuah negara itu adalah masyarakat yang didukung oleh sebuah ideologi atau pemikiran yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat secara riil, keamanan, kesejahteraan, kesehatan dan pendidikan. Di saat kebutuhan itu terpenuhi maka, otomatis akan menghasilkan masyarakat yang tercerahkan dan susah untuk diperdaya oleh siapa saja. Coba kita simak perkataan Jariah bin Qudama AsSa`di pendukung Saidina Ali bin Abi Thalib kepada Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan di hadapan tiga orang Romawi. “Kami pernah memberikan baiat kami padamu untuk mendengar dan mematuhimu, selama engkau memerintah kami dengan dasar firman Allah. Jadi, bila engkau penuhi janjimu, kami akan tetap setia padamu, dan bila engkau langgar janjimu, ingatlah bahwa di belakang kami berdiri banyak

kesatria bersenjata yang tidak akan tinggal diam melihat penyimpanganmu.” Utusan Romawi terheranheran dan mempertanyakan kejadian itu kepada Muawiyah yang dijawab oleh Muawiyah: “Aku memerintah orang-orang yang tak kenal rasa takut dalam menegakkan kebenaran, dan semua rakyatku memiliki sifat orang Arab gurun tadi. Tidak satupun di antara mereka yang lemah dalam menegakkan kalimat Allah SWT, tidak ada di antara mereka yang diam melihat ketidakadilan, dan aku pun berada di atas mereka, selain dalam masalah keimanan.” Islam Yes Demokrasi No. #Demokrasipastimati.[]

Kirimkan opini Anda sebanyak 3500 karakter, sertakan foto dan biodata ke email: pembaca.tabloidmu@gmail.com


28

Media Umat | Edisi 103, 8 - 21 Jumadil Akhir 1434 H/ 19 April - 2 Mei 2013

Mancanegara

Adakan Rapat Umum Tentang Perang Antar Geng

HT Denmark Dikecam Pemerintah kota akan segera merencanakan sebuah pertemuan umum alternatif, di mana tujuannya adalah untuk menciptakan tandingan pertemuan Hizbut-Tahrir. tetapi karena saya ingin mendengar argumen dan pendapat dari pembicara kepada para hadirin. Tentu saja saya berharap yang terbaik, namun saya juga tahu bahwa Hizbut Tahrir adalah organisasi yang bekerja menentang integrasi. Mereka sebelumnya telah mendesak penduduk setempat untuk tidak memilih dalam pemilu kita yang demokratis. Dan bagi saya sebagai seorang demokrat dan politisi radikal, ini bukanlah titik awal yang konstruktif untuk memecahkan masalah sosial kita," kata Anna Mee Allerslev.

Menuntut Pelarangan

U

mat Islam di Denmark dengan dimotori Hizbut Tahrir Denmark pada Ahad (14/4) menyelenggarak an per temuan umum di Nørrebrohallen, Kopenhagen. Sebagaimana yang dilansir www.politiken.dk (14/4), fokus pembicaraan rapat umum ini mengenai perang antar geng. Acara berjudul 'Bagaimana Islam Mengatasi Konflik Perang Antar Geng'. Acara ini membuat gerah para politisi yang ada di Dewan

Kota Kopenhagen. Para politisi itu menganggap Hizbut Tahrir akan menggunakan pertemuan besar ini sebagai kedok untuk merekrut anak-anak muda untuk masuk ke dalam organisasi itu. “Sebagai masyarakat, kami perlu untuk berdiri bersama-sama untuk mengatasi masalah perang antar geng sambil memberikan anak-anak muda suatu alternatif yang jelas dan menarik. Kami harus menjelaskan bahwa di Kopenhagen kami memiliki komunitas yang demokratis yang kuat dan inklusif, di mana kami dapat me-

nawarkan pelatihan, pekerjaan dan peluang olahraga, yang baik bagi anak-anak muda. Hizbut Tahrir tidak pernah punya hak untuk memecahkan masalah anak-anak muda," kata Anna Mee Allerslev, Walikota Kopenhagen Urusan Pekerjaan dan Integrasi.

Walikota Hadir Walikota menemukan sebuah poster bagi pertemuan besar pada hari Rabu malam, yang digantung di suatu wilayah di Blågårds Square. Dia ikut hadir dalam pertemuan yang diadakan Hizbut Tahrir. "Saya muncul, bukan karena saya setuju dengan Hizbut Tahrir,

Sementara itu, Partai Rakyat Denmark, yang dikenal sebagai gerakan ultrakonservatif dan gerakan yang fanatik mengeluarkan kecaman yang lebih keras melawan kelompok-kelompok Islam. "Nilai-nilai mereka bertentangan dengan nilai-nilai yang ada di Kopenhagen, sehingga benar-benar tidak cocok bagi mereka berada di Kopenhagen," kata Finn Rudaisky dari Dewan Kota Kopenhagen, mengacu pada pertemuan besar yang diadakan di Nørrebrohallen pada Ahad. Pada minggu ini, dia telah membuat proposal untuk melarang Perkumpulan Masyarakat Islam untuk menggunakan tempat di Gedung Walikota Kopenhagen untuk kegiatan pertemuan umum. "Saya berharap kami dapat meyakinkan masyarakat bahwa penting tidak hanya untuk meng-

ambil jarak secara verbal, tetapi juga uang para pembayar pajak penduduk Kopenhagen seharusnya tidak untuk membiayai kegiatan-kegiatan semacam ini," kata Finn Rudaisky kepada ABC News.

Pertemuan Tandingan Walikota untuk Urusan Pekerjaan dan Integrasi, Anna Mee Allerslev, tidak ingin melakukan cara yang sama dengan yang dilakukan Partai Rakyat Denmark. "Denmark adalah negara dengan aturan hukum yang demokratis. Terlepas dari apa yang saya anggap tentang Hizbut Tahrir dan metode mereka, itu adalah sebuah organisasi yang sah, dan saya tidak akan membantu melanggar aturan demokrasi kita," kata Anna Mee Allerslev. Bersama dengan Walikota Urusan Kesehatan dan Perawatan Ninna Thomsen (SF), dia akan segera merencanakan sebuah pertemuan umum alternatif, tujuannya adalah untuk menciptakan tandingan pertemuan Hizbut Tahrir. Berbagai pemangku kepentingan dan para ahli harus dilibatkan, dan warga dan anakanak muda juga diundang. "Adalah penting bahwa kita merespon dengan alternatif yang jelas dan cepat untuk kaum muda. Oleh karena itu, kita sekarang sedang mengatur pertemuan umum untuk memastikan bahwa anak-anak muda memiliki alternatif yang jelas atas Hizbut Tahrir," kata Anna Mee Aller-slev.[] rz/af

Pemuda Muslim Terbunuh, Walikota Diam?

“K

Pukul 07.30-08.00 WIB

etika pemuda Muslim ditembak di Tingbjerg dan Nørrebro kenapa pejabat Walikota diam, tapi ketika Hizbut Tahrir bekerja keras memberikan solusi Islam tentang perang antar gang di Denmark, kenapa mereka bereaksi seperti orkesta?” tanya aktivis Hizbut Tahrir Denmark. Aktivis ini mempertanyakan pejabat walikota yang mengecam pertemuan membahas perang antar geng yang digagas Hizbut Tahrir. Sebaliknya Presiden Asosiasi Orang Tua di Norrebro mengakui peran Hizbut Tahrir di wilayah itu yang mampu menurunkan kejahatan antar geng. “Mereka (Hizbut Tahrir) telah memengaruhi para pemuda dan membantu mereka membangun gaya hidup baru secara total. Mereka melakukan hal yang gagal dilakukan oleh kelompok lain. Mereka mengatakan para pemuda tidak boleh kehilangan identitas Islam mereka, dan saya setuju tentang ini. Mereka berdialog secara bijak dan intelektual dengan para pemuda di jalan-jalan, mereka bekerja sama satu sama lain untuk mengeluarkan para pemuda dari kegiatan kriminal.” Dalam sebuah wawancara dengan mantan pelaku kriminal, dengan tegas mengatakan nilai-nilai Baratlah yang telah membuat mereka terjerumus dalam kejahatan, gagasan ini pula yang berulang-ulang disampaikan oleh Hizbut Tahrir. “Kami membuat masalah, karena kami dipaksa untuk beintegrasi dengan nilai-nilai Barat yang dipaksakan dari atas. Kami berpikir akan sangat senang memiliki mobil keren, rumah mahal, uang dan segala macam barang-barang material, pada saat yang sama sulit untuk mendapat pekerjaan karena kemusliman kami. Nah untuk mencapai hal-hal kebahagiaan (ala nilai Barat) itu kami terpaksa melakukan kejahatan,” jelas Ali.[] rz/af


Media Umat | Edisi 103, 8 - 21 Jumadil Akhir 1434 H/ 19 April - 2 Mei 2013

Mancanegara

29

Kronik Mancanegara

Gelombang Muslim Eropa Ikut Berjihad di Suriah

Alhamdulillah, Facebook dan Twitter Resmi Amir Hizbut Tahrir Diluncurkan

U

ntuk lebih mengenal Amir Hizbut Tahrir al maktab i'lami al markazi li Hizb at Tahrir (Kantor I'lami Pusat Hizbut Tahrir) meluncurkan fatebook dan twitter resmi amir Hizbut Tahrir al 'Alim 'Atha bin Khalil Abu Al Rasytah diluncurkan. Melalui akun https://www.facebook.com/ Ata.abualrashtah?ref=hl dan https://twitter.com/ ataabualrashtah kaum Muslimin bisa mengenal lebih dekat lagi sosok pemimpin Hizbut Tahrir yang ketiga ini, terutama karyakaryanya baik berupa buku, booklet, artikel soal jawab analisis politik, pemikiran atau fiqhiyah. Facebook dan twitter merupakan satu-satu akun resmi dan melengkapi situs resmi http://hizb-uttahrir.info/arabic/index.php/htameer yang sudah mendapat respon positif dari kaum Muslimin. Alim al-Ushûl (Ahli Ushul Fikih) 'Atha Abu ar-Rasytah-Abu Yasin dilahirkan pada tahun 1362 H atau 1943 M. Beliau dilahirkan di kampung kecil Ra'na, termasuk wilayah Provinsi al-Khalil di negeri Palestina.Ketika masih kecil, beliau menyaksikan dan merasakan bencana atas Palestina dan pencaplokan Yahudi atas Palestina pada tahun 1948 M, dengan dukungan Inggris dan pengkhinatan para penguasa Arab. Kemudian beliau dan keluarganya berpindah ke kamp para pengungsi di dekat al-Khalil. Beliau menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di kamp pengungsian. Lalu beliau menyelesaikan pendidikan SMU dan memperoleh ijazah Tsanawiyah al-Ula (menurut jenjang di Yordania) dari Madrasah al-Husain bin Ali ats-Tsanawiyah di al-Khalil pada tahun 1959 M. Kemudian beliau memperoleh ijazah ats-Tsanawiyah al-Amah (menurut panduan sistem pendidikan Mesir) pada tahun 1960 di Madrasah al-Ibrahimiyah di al-Quds asy-Syarif. Beliau bergabung ke dalam Hizbut Tahrir semasa pendidikan menengah sekitar pertengahan tahun lima puluhan. Dalam perjuangan di jalan Allah, beliau pernah dipenjara beberapa kali di penjara-penjara para penguasa zalim. Beliau terus menjadi pengemban dakwah dalam barisan Hizbut Tahrir dalam seluruh tingkatan organisasi dan administrasi: sebagai dâris, anggota, musyrif, nâqib mahaliyah, anggota wilâyah, mu'tamad, juru bicara resmi, dan anggota maktab al-amir. Sejak 11 Shafar 1424 H atau 13 April 2003 M, atas izin Allah, beliau terpilih untuk memikul tampuk kepemimpinan Hizbut Tahrir. Beliau senantiasa memohon kepada Allah agar memberikan pertolongan kepadanya untuk mengemban amanah besar tersebut.

Karya-karyanya Beberapa karyanya dalam bidang keislaman antaralain: Tafsir surah al-Baqarah dengan judul, AtTaysîr fî Ushûl at-Tafsîr: Sûrah al-Baqarah (Pokok-Pokok Tafsir Praktis–Surat al-Baqarah, kajian beliau dalam bidang Ushul Fikih, yaitu Taysîr al-Wushûl ilâ al-Ushûl (Cara Mudah untuk Menguasai Ushul Fikih). Adapun sejumlah boklet yang ditulis oleh beliau antara lain : Al-Azmât al-Iqtishâdiyah: Wâqi'uhâ wa Mu'âlajâtuhâ min Wijhah Nazhari al-Islâm (Krisis Ekonomi: Realita dan Solusinya Menurut Pandangan Islam), Al-Ghazwah ash-Shalîbiyah al-Jadîdah fî al-Jazîrah wa al-Khalîj (Perang Salib Baru di Jazirah Arab dan Teluk), Siyâsah at-Tashnî' wa Binâ' ad-Dawlah Shinâ'iyan (Politik Industrialisasi dan Pembangunan Negara Industri). Beliau senantiasa memohon kepada Allah SWT pertolongan dan bantuan untuk melaksanakan amanah dakwah menurut arahan yang dicintai oleh-Nya dan Rasul-Nya. Beliau juga senantiasa memohon kepada Allah SWT agar membukakan melalui kedua tangannya jalan berdirinya Daulah Khilafah Rasyidah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Memenuhi Doa. Di antara aktivitas brilian dan sangat menarik perhatian pada masanya adalah, Hizb pada tanggal 28 Rajab 1426 H atau 2 September 2005 M menyampaikan seruan kepada kaum Muslim berkaitan dengan aktivitas untuk mengingatkan bencana besar berupa hancurnya Khilafah 84 tahun sebelum seruan tersebut dikumandangkan. Hizbut Tahrir telah mengumandangkan seruan itu kepada kaum Muslim setelah shalat Jumat pada hari itu dimulai dari Indonesia dengan berbagai kotanya di sebelah timur hingga Maroko di tepian lautan Atlantik di sebelah barat. Seruan itu telah memberikan pengaruh yang sangat baik. Demikian pula sejumlah aktivitas Hizb dalam menggemakan seruan kebenaran di berbagai konferensi, di berbagai medan aktivitasnya dan berbagai forum yang diselenggarakannya. Di antara hal yang tampak menonjol dalam diri amir Hizb sekarang adalah kewaraannya dan kuatnya beliau berpegang pada syariah; juga keteguhan dan keilmuannya Dalam masa kepemimpinannya, Hizb dipenuhi dengan kebaikan. Semoga Allah SWT agar semakin memperluas dan menambah kebaikan itu, sebagaimana berita gembira pertolongan dan kemenangan telah mulai bergema atas seizin Allah SWT kepada Hizb bersama amir Hizb saat ini. Hal itu semakin membentangkan harapan akan terealisasinya masa ini sebagai masa terealisasinya pertolongan dan kemenangan atas izin Allah SWT.[] fw

Aaron Zelin, seorang peneliti dari Institut Washington untuk Kebijakan Timur Dekat, sebuah lembaga think tank AS, memperkirakan bahwa ada sekitar 2000 hingga 5000 pejuang di Suriah. Diantaranya adalah ratusan orang Eropa, sebagian besar dari Balkan, Inggris, Perancis, Jerman dan Spanyol, menurut Gilles de Kerchove, Koordinator Kontra-terorisme Uni Eropa. Profil mereka tidaklah identik. “Ada yang ideologis, idealis, namun sebagian ada juga yang hanya ingin menunjukkan dukungan mereka bagi perjuangan itu,” kata Kerchove seperti dilansir hizbut-tahrir.or.id, Jum'at (12/4). Kerchove menganggap bahwa saluran rekrutmen yang paling aktif terkait dengan banyak gerakan Islam. Investigasi tentang saluran perekrutan baru dimulai. Dalam beberapa kasus, mereka hanya membeli tiket pesawat secara online untuk pergi ke Turki, dan dari sana mereka pergi ke Suriah. Lain mengambil penerbangan charter, yang terdiri dari kelompok kecil dari tiga hingga empat orang, yang pergi dari Jerman ke Antalya. Mereka memiliki sejumlah kontak pada perbatasan Turki-Suriah.[]

Maraknya Tunawisma Buah Sistem Busuk Kapitalisme Polisi di Luxemburg mengatakan bahwa seorang pengangkut sampah menemukan seorang warga Prancis meninggal di dalam kotak sampah. Polisi menduga orang tersebut merupakan seorang tuna wisma yang tengah bersembunyi atau tertidur ketika kotak tersebut dilemparkan ke truk sampah. Kapitalisme adalah penyebab di balik banyaknya kaum tunawisma dan membuat hidup mereka diselimuti kesulitan, ungkap pal-tahrir.info, Selasa (9/4). Kapitalisme telah membuat lebih dari 3,5 juta warga Amerika menjadi gelandangan. Bahkan jumlah kaum tunawisma di Eropa meningkat dalam gambaran yang sangat mengerikan. Dan diperkirakan jumlah tunawisma di dunia akibat sistem busuk kapitalisme lebih dari 100 juta orang. Dalam hal ini, tidak ada yang bisa menyelamatkan manusia dari semua penderitaan itu, kecuali menyingkirkan kapitalisme dan hegemoni negaranya; serta tidak akan pernah ada kehormatan dan kemuliaan bagi mereka, apapun agama atau jenis kelaminnya, kecuali mereka hidup dalam naungan Islam dan negaranya, sebab hanya Islam yang mampu memberikan kasih sayang dan kedamaian di seluruh penjuru dunia.[]

Mesir dan Saudi Bersatu Dukung Israel? Emanuel Rosen, pakar politik dan strategis Israel, mengungkap kerja sama keamanan Mesir dan Arab Saudi dengan Israel. Dalam wawancaranya dengan televisi Israel, Rosen mengatakan: "Kerja sama Mesir dan Israel di sektor keamanan berada pada tingkat yang memuaskan." Ditambahkannya: "Telah dilakukan berbagai pertemuan antara delegasi Mesir dan Israel di Kairo dan Tel Aviv membahas kerjasama keamanan yang terus berlanjut." Menurutnya, seperti dilansir republika.co.id Kamis (11/4), pihak Mesir aktif dalam memberantas penyelundupan senjata ke wilayah Sinai. Rosen juga menyinggung bahwa sejumlah sumber dalam beberapa waktu terakhir mengonfirmasikan kerja sama keamanan terselubung antara Arab Saudi dan Israel.[]

Dapat Restu AS, Mustafa Segera Terpilih Jadi Perdana Menteri Palestina Mahmoud Abbas diperkirakan akan menunjuk Mohammed Mustafa, mantan ketua Dana Investasi Palestina, sebagai Perdana Menteri Palestina di Ramallah, menyusul pengunduran diri Salam Fayyad. Mohammed Mustafa mengundurkan diri dari kepresidenan Reksa Dana tiga hari yang lalu, dan bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry. Mereka sepakat untuk menyegarkan perekonomian Palestina setelah ia bisa mengambil alih jabatan sebagai perdana menteri, menurut sebuah sumber kepada wartawan PIC seperti dilansir Islampos.com, Sabtu (14/4). Sumber itu menambahkan bahwa pencabutan Fayyad dari jabatannya dan akan digantikan oleh pemimpin ekonomi Fatah yang lain yang sama-sama bekerja di Bank Dunia, terkait erat dengan kebijakan AS yang bertujuan untuk mempertahankan kebijakan AS. Orang-orang Amerika mendapat informasi ini dari Abbas sendiri, selama kunjungan Presiden AS Barack Obama baru-baru ini dalam rangka mengubah citra Otoritas Palestina di Tepi Barat.[] joko prasetyo


30

Media Umat | Edisi 103, 8 - 21 Jumadil Akhir 1434 H/ 19 April - 2 Mei 2013

Hikmah

Keutamaan Ahli Ilmu

S

eorang ulama besar di kalangan tabi'in sekaligus muhaddits bernama Imam Ayub Kaysan as-Sakhtiyani al-Bashri (w 131 H), sebagaimana pernah dituturkan oleh muridnya, Hammad bin Zaid mengisahkan, suatu saat pernah ditanya, “Ilmu hari ini lebih banyak atau lebih sedikit?” Ia menjawab, “Hari ini obrolan lebih banyak! Adapun sebelum sebelum hari ini, ilmu lebih banyak.” (AlHafidz al-Fasawi, Al-Ma'rifah wa at-Tarikh, II/232). Jika pada masa tabi'in saja Imam Ayub menilai bahwa obrolan lebih banyak daripada ilmu, bagaimana dengan zaman ini? Jawabannya sudah sama-sama diketahui hanya dengan melihat realitas keseharian saat ini. Hari ini, misalnya, majelis-majelis ilmu selalu lebih sedikit daripada 'majelis-majelis' hiburan dan permainan, warung-warung kopi sekaligus tempat-tempat ngerumpi, tempat-tempat nongkrong di pinggir-pinggir jalan atau di mal-mal, dll. Orang-orang yang hadir di majelis-majelis ilmu pun selalu lebih sedikit dibandingkan dengan mereka yang hadir di tempat-tempat keramaian lainnya, seperti di panggung-panggung hiburan yang menampilkan para musisi dan artis idola. Wajarlah jika pada hari ini jumlah umat Islam yang awam atau bodoh terhadap agamanya selalu jauh lebih banyak daripada orang-orang alimnya. Padahal kebanyakan mereka tahu bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban setiap Muslim, sama seperti kewajiban individual lainnya seperti shalat, shaum Ramadhan, dll. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Menuntut ilmu adalah kewajiban atas setiap Muslim." (HR Ibnu Majah dari Anas ra). Bahkan dalam sejarah, tidak ditemukan suatu agama yang mendorong pemeluknya untuk mencari ilmu —bahkan sejak dini— kecuali agama Islam. Karena itulah, dalam lintasan sejarah ribuan orang telah menjadi ulama

justru saat anak-anak. Pada masa Rasulullah SAW masih hidup, misalnya, Ibnu Abbas ra telah hafal Alquran pada usia 10 tahun. Imam Syafi'i telah hafal Alquran pada usia 7 tahun dan telah mampu berfatwa dalam usia 15 tahun. Imam al-Bukhari mulai menghafal hadits ketika duduk di bangku madrasah dan mengarang kitab At-Tarikh pada usia 18 tahun. Islam pun mengajari kita bagaimana seharusnya kita memilih guru yang baik. Sebab, guru adalah cermin yang dilihat oleh anak sehingga akan membekas di dalam jiwa dan pikiran mereka. Guru adalah sumber pengambilan ilmu. Para sahabat dan salafus shalih sangat serius di dalam memilih guru yang baik bagi anak-anak mereka. Imam Mawardi menegaskan urgensi memilih guru yang baik dengan mengatakan, "Memang wajib bersungguhsungguh di dalam memilihkan guru dan pendidik bagi anak, seperti kesungguhan di dalam memilihkan ibu dan ibu susuan baginya, bahkan lebih dari itu. Seorang anak akan mengambil akhlak, gerak-gerik, adab dan kebiasaan dari gurunya melebihi yang diambil dari orang tuanya sendiri…" (Nasihah al-Muluk, h. 172). Karena itulah Islam pun mengajari kita untuk memuliakan para ulama. Abu Umamah ra menuturkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, "Ada tiga orang dimana tidak ada yang meremehkan mereka kecuali orang itu munafik. Mereka adalah orang tua, ulama dan pemimpin yang adil." (HR ath-Thabrani). Hal ini wajar karena ulama adalah pewaris para nabi. Tentang keutamaan para ulama, Allah SWT pun berfirman (yang artinya): Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat (TQS al-Mujadalah [58]: 11). Selain itu, Imam al-Ghazali menukil perkataan Yahya bin Mu'adz mengenai keutamaan ulama, "Para ulama itu

lebih sayang kepada umat Muhammad saw. dari pada ayah dan ibu mereka sendiri." Ditanyakalah kepadanya, "Mengapa bisa demikian?" Ia menjawab, "Karena para ayah dan ibu itu hanya menjaga anak-anak mereka dari neraka dunia, sedangkan para ulama itu menjaga mereka dari neraka akhirat." (Ihya' 'Ulum ad-Din, I/11). Karena itu memuliakan ulama, menghormati dan merendahkan diri kepada mereka, bersikap santun dan lembut di dalam bergaul dengan mereka, semua itu merupakan adab terhadap ulama yang harus dibiasakan sejak kanak-kanak. Abu Umamah ra juga menuturkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, "Sesungguhnya Luqman berkata kepada putranya, 'Anakku, engkau harus duduk dekat pada ulama. Dengarkanlah perkataan para ahli hikmah, karena sesungguhnya Allah menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah sebagaimana Dia menghidupkan bumi yang mati dengan hujan deras." (HR Ath-Thabrani). Selain merupakan kewajiban, yang pasti menuntut ilmu akan memudahkan jalan bagi pencarinya untuk menuju surga, sebagaimana sabda Nabi SAW. “Siapa saja yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan jalan bagi dirinya menuju surga.” (HR Muslim dan at-Tirmidzi). Tentu saja, jika ilmu itu benar-benar diamalkan dalam kehidupan. Sebab, sebagaimana kata Imam alGhazali pula, “Meski engkau telah mengkaji ilmu seratus tahun dan telah memiliki seribu buku, engkau belumlah siap untuk memperoleh rahmat Allah, kecuali dengan mengamalkannya. Ini sebagaimana firman Allah SWT (yang artinya): Sesungguhnya tidaklah bermanfaat bagi manusia kecuali apa yang telah ia usahakan (TQS an-Najm: 49)”. (Ayuhal Walad, hlm. 21). Wallahu a'lam. [] abi


31

Media Umat | Edisi 103, 8 - 21 Jumadil Akhir 1434 H/ 19 April - 2 Mei 2013

Lepas 100% dari pupuk kimia... adalah kunci keberhasilan petani menuju Pertanian bebas “kutukan� Yang berani lepas 100% dari pupuk kimia dan hasil panennya justru bahkan meningkat, ) cuma RedShield Padi*


Media Umat _ 103  

Media Umat _ 103

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you