Issuu on Google+

‫‪Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Khutbah Idul Adha 1434 H: Ketaatan dan Pengorbanan untuk Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah‬‬

‫‪DEKSTOP‬‬

‫‪FAQ‬‬

‫‪TENTANG KAMI‬‬

‫‪KEGIATAN‬‬

‫‪FOTO‬‬

‫‪BERITA TERBARU‬‬

‫‪13/10/13‬‬

‫‪HOME‬‬

‫‪VIDEO‬‬

‫‪Khutbah Idul Adha 1434 H: Ketaatan dan Pengorbanan‬‬ ‫‪untuk Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah‬‬ ‫‪October 9th, 2013 by kafi‬‬

‫اﻟﺳﻼم ﻋﻠﯾﻛم ورﺣﻣﺔ ﷲ وﺑرﻛﺎﺗﮫ‬ ‫ْ‬ ‫ُد‬ ‫ْﻣ‬ ‫َﺣ‬ ‫ِ اﻟ‬ ‫َو‬ ‫ُر‬ ‫ْﺑ‬ ‫َﻛ‬ ‫َُ أ‬ ‫ُر… ا‬ ‫ْﺑ‬ ‫َﻛ‬ ‫َُ أ‬ ‫ُر… ا‬ ‫ْﺑ‬ ‫َﻛ‬ ‫َُ أ‬ ‫ا‬ ‫ّ‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ً‪،‬‬ ‫ﺻﯾ ﻼ‬ ‫َوأ‬ ‫َر ة‬ ‫ُﻛ‬ ‫ِﺑ‬ ‫ﺎن ا‬ ‫َﺣَ‬ ‫ُﺑ‬ ‫ْ‬ ‫ﯾراَو ﺳ‬ ‫َﺛ‬ ‫ِﻛ‬ ‫ْﻣد‬ ‫ُ‬ ‫َﺣ‬ ‫ﯾراَواﻟ‬ ‫َﺑ‬ ‫ُر ﻛ‬ ‫ْﺑ‬ ‫َﻛ‬ ‫ُأ‬ ‫ا‬ ‫ﱠ‬ ‫ًِ‬ ‫ﱠ‬ ‫ِ‬ ‫ًِ‬ ‫َ‬ ‫ﱠ‬ ‫َِ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‪ ،‬ﻻ‬ ‫َه‬ ‫ْﺣد‬ ‫َو‬ ‫اب‬ ‫ْﺣ‬ ‫َم اﻷ‬ ‫َز‬ ‫َ‬ ‫َُوھ‬ ‫َه‬ ‫ْد‬ ‫َﺑ‬ ‫َر ﻋ‬ ‫ﺻ‬ ‫َوﻧ‬ ‫َه‬ ‫ْد‬ ‫َوﻋ‬ ‫َق‬ ‫ﺻد‬ ‫َه‬ ‫ْﺣد‬ ‫َُو‬ ‫ﱠا‬ ‫ِﻻ‬ ‫َإ‬ ‫َﮫ‬ ‫ِﻟ‬ ‫َإ‬ ‫ون‪ ،‬ﻻ‬ ‫ُرَ‬ ‫َﺎﻓ‬ ‫ْﻛ‬ ‫َ اﻟ‬ ‫ِر ه‬ ‫ْو ﻛ‬ ‫ﯾنَوﻟ‬ ‫َّ‬ ‫ِد‬ ‫ُ اﻟ‬ ‫َﮫ‬ ‫ﯾن ﻟ‬ ‫ﺻَ‬ ‫ْﺧﻠ‬ ‫ُُﻣ‬ ‫ﱠﺎ ه‬ ‫ِﯾ‬ ‫ﱠإ‬ ‫ِﻻ‬ ‫ُإ‬ ‫ُد‬ ‫ْﺑ‬ ‫َﻌ‬ ‫َﻧ‬ ‫َُوﻻ‬ ‫ِﻻ ا‬ ‫َإ‬ ‫َﮫ‬ ‫ِﻟ‬ ‫َإ‬ ‫ﻻ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫ﱠ‬ ‫ِ‬ ‫ﱠ‬ ‫َزَ‬ ‫ََ‬ ‫َُ‬ ‫ِِ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‪.‬‬ ‫ْﻣد‬ ‫َﺣ‬ ‫ُر‪ ،‬ﷲ أﻛﺑرَوِ اﻟ‬ ‫ْﺑ‬ ‫ُ أﻛ‬ ‫ُﷲ‬ ‫ِإﻻ ا‬ ‫َﮫ‬ ‫ِإﻟ‬ ‫َ‬ ‫ﱠ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ﱠ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫ِم‪.‬‬ ‫ْرا‬ ‫ِﻹﻛ‬ ‫َوا‬ ‫ِل‬ ‫َﺟﻼ‬ ‫ُو اﻟ‬ ‫َو ذ‬ ‫َوھ‬ ‫ِﮫ‬ ‫َ ﺎﻧ‬ ‫ْﺣ ﺳ‬ ‫ِل إ‬ ‫َﻣﺎ‬ ‫َﻰ ﻛ‬ ‫َﻠ‬ ‫ُﻋ‬ ‫ُر ه‬ ‫ْﻛ‬ ‫َﺷ‬ ‫َﻣم‪َ،‬وﻧ‬ ‫ْر اﻷ‬ ‫َﯾ‬ ‫ْن ﻏ‬ ‫ٍ‪ِ،‬ﻣ‬ ‫َة‬ ‫اﺣد‬ ‫ﱠﻣ‬ ‫َﺄ‬ ‫ِﻛ‬ ‫ِد ه‬ ‫ِﻌﯾ‬ ‫ْ‬ ‫َﺎ ﺑ‬ ‫َﻧ‬ ‫ﱠﺣد‬ ‫َو‬ ‫ْن‪َ،‬و‬ ‫َ‬ ‫ِﻣﯾ‬ ‫ْﻠ‬ ‫ُﻣ ﺳ‬ ‫ِﻠ‬ ‫ًﻟ‬ ‫ْدا‬ ‫َمِﻋﯾ‬ ‫ْو‬ ‫ْﯾ‬ ‫َل اﻟ‬ ‫يَﺟﻌ‬ ‫ِِ اﻟ‬ ‫ْﻣد‬ ‫ُ‬ ‫َﺣ‬ ‫َﻟ‬ ‫ا‬ ‫ِ‬ ‫ٍﺔَوِ‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِذْ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ﱠ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َﺎء‬ ‫َﺷ‬ ‫ﱡلَﻣن ﺗ‬ ‫ِذ‬ ‫َوﺗ‬ ‫َﺎء‬ ‫َﺷ‬ ‫ﱡزَﻣن ﺗ‬ ‫ِﻌ‬ ‫َوﺗ‬ ‫َﺎء‬ ‫َﺷ‬ ‫ﱠﻣن ﺗ‬ ‫َكِﻣ‬ ‫ُﻣﻠ‬ ‫ُ اﻟ‬ ‫ﻧزع‬ ‫َﺎءَوﺗ‬ ‫َﺷ‬ ‫َْكَﻣن ﺗ‬ ‫ُﻣﻠ‬ ‫ِﺗﻲ اﻟ‬ ‫ْؤ‬ ‫ِْك ﺗ‬ ‫ُﻣﻠ‬ ‫ِﻟَك اﻟ‬ ‫ﱠمَﻣﺎ‬ ‫ُﮭ‬ ‫ََك‪ ،‬اﻟﻠ‬ ‫ْك ﻟ‬ ‫َرﯾَ‬ ‫َﺷ‬ ‫َدَك ﻻ‬ ‫ْﺣ‬ ‫تَو‬ ‫َْ‬ ‫َﻧ‬ ‫ﱠأ‬ ‫ِﻻ‬ ‫َﮫ ا‬ ‫ِﻟ‬ ‫َا‬ ‫ْن ﻻ‬ ‫ُا‬ ‫َﮭد‬ ‫َﺷ‬ ‫أ‬ ‫َِ‬ ‫ِ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ّ‬ ‫َ‪.‬‬ ‫ُك‬ ‫ْوﻟ‬ ‫َر ﺳ‬ ‫ُكَو‬ ‫ْدَ‬ ‫َﺑ‬ ‫ًﻋ‬ ‫ﱠﻣدا‬ ‫َﺣ‬ ‫ﱠنُﻣ‬ ‫ُا‬ ‫َﮭد‬ ‫َﺷ‬ ‫ﯾرَوأ‬ ‫ٍء ﻗ‬ ‫ﻲ‬ ‫ِل ﺷ‬ ‫ﻰﻛ‬ ‫َﻠ‬ ‫ﱠَك ﻋ‬ ‫ِﻧ‬ ‫ْر إ‬ ‫َﺧﯾ‬ ‫ِدَك اﻟ‬ ‫ِﯾ‬ ‫ﺑ‬ ‫ُ‬ ‫ِدٌ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫َْ‬ ‫ََ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫ﱠ‬ ‫ﱠ‬ ‫ّ‬ ‫ﱠ‬ ‫ِﮫ‪،‬‬ ‫َوﺗ‬ ‫َﻋ‬ ‫ِد‬ ‫ِﺑ‬ ‫َﻰ ﷲ‬ ‫ِﻟ‬ ‫َا‬ ‫َﻋﺎ‬ ‫ْن د‬ ‫َﻣ‬ ‫ِﮫَو‬ ‫َﺣﺎﺑ‬ ‫ﺻ‬ ‫َوأ‬ ‫ِﮫ‬ ‫َﻰ آﻟ‬ ‫َﻠ‬ ‫َوﻋ‬ ‫ْ‪،‬‬ ‫ﱠﻣﺔ‬ ‫َﺢ اﻷ‬ ‫ﺻ‬ ‫ْ‪َ،‬وﻧ‬ ‫َﺔ‬ ‫َﻣﺎﻧ‬ ‫ﱠى اﻷ‬ ‫َد‬ ‫ْ‪َ،‬وأ‬ ‫َﺔ‬ ‫َﺎﻟ‬ ‫اﻟر ﺳ‬ ‫َﻠ‬ ‫ّي ﺑ‬ ‫ِذ‬ ‫َﻰ‪ ،‬اﻟ‬ ‫َﻔ‬ ‫ﺻط‬ ‫َ اﻟ‬ ‫ِﻧ ﺎ‬ ‫ْﺑ‬ ‫ِﯾ‬ ‫َﻰَﺣﺑ‬ ‫َﻠ‬ ‫ُم ﻋ‬ ‫ِﻠ‬ ‫ُﺳ‬ ‫ّلَوا‬ ‫ﺻ‬ ‫ُﮭ‬ ‫َﻠ‬ ‫اﻟ‬ ‫ِ‬ ‫ْ‬ ‫َْ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُﻣْ‬ ‫ِ‬ ‫ََ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫ﱠم َ‬ ‫َﻎِ‬ ‫َ‬ ‫ِ‪.‬‬ ‫ِد ه‬ ‫ﱠقِﺟﮭﺎ‬ ‫َِﺣ‬ ‫ﻲﷲ‬ ‫َﻓ‬ ‫َد‬ ‫َھ‬ ‫َوﺟﺎ‬ ‫ِْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫َن !‬ ‫ْو‬ ‫ﱠﻘ‬ ‫ُﻣﺗ‬ ‫ﺎز اﻟ‬ ‫ََ‬ ‫ْﻓ‬ ‫َد‬ ‫َﻘ‬ ‫ِﻓ‬ ‫َوى ﷲ‬ ‫َﻘ‬ ‫ِﺗ‬ ‫ﱠﺎي ﺑ‬ ‫ﻲَوإ‬ ‫َﻔ‬ ‫ْمَوﻧ‬ ‫ْﻛ‬ ‫ﺻﯾ‬ ‫ِ‪ ،‬أ‬ ‫َﷲ‬ ‫َﺎد‬ ‫ُ‪ِ:‬ﻋﺑ‬ ‫ْد‬ ‫َﻌ‬ ‫ﱠﻣﺎ ﺑ‬ ‫ا‬ ‫ْوِ‬ ‫ِْﺳْ‬ ‫ِﯾَ‬ ‫ْ‬ ‫ُد‬ ‫ْﻣ‬ ‫َﺣ‬ ‫ِ اﻟ‬ ‫ُرَو‬ ‫َﺑ‬ ‫َﻛ‬ ‫ْ‬ ‫َُ أ‬ ‫ُر… ا‬ ‫َﺑ‬ ‫َﻛ‬ ‫ْ‬ ‫َُ أ‬ ‫ُر… ا‬ ‫َﺑ‬ ‫َﻛ‬ ‫ْ‬ ‫َُ أ‬ ‫ا‬ ‫ّ‬ ‫ِ‬

‫‪Alhamdulillâhi Rabbi al-âlamîn, segala puji marilah kita panjatkan ke hadhirat Allah Swt, Tuhan‬‬ ‫‪semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada junjungan dan suri‬‬ ‫‪1/7‬‬

‫‪m.hizbut-tahrir.or.id/2013/10/09/khutbah-idul-adha-1434-h-ketaatan-dan-pengorbanan-untuk-perubahan-besar-dunia-menuju-khilafah/‬‬


13/10/13

Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Khutbah Idul Adha 1434 H: Ketaatan dan Pengorbanan untuk Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah

tauladan kita, Rasulullah Muhammad Saw, beserta keluarga, para shahabatnya, dan seluruh umatnya yang senantiasa menaati risalahnya, serta berjuang tak kenal lelah untuk menerapkan dan menyebarluaskannya ke seluruh pelosok dunia hingga akhir zaman. Hari ini, umat Islam di seluruh penjuru dunia bersama-sama menggemakan pujian atas kebesaran Allah Swt. Lebih dari 1,57 milyar kaum Muslimin di seluruh dunia mengagungkan asma Allah Swt melalui takbir, tahlil, dan tahmid. Sementara itu, pada 9 Dzulhijjah kemarin, lebih dari 3 juta saudara kita kaum Muslimin dari seluruh penjuru dunia telah berkumpul di Padang Arafah, menunaikan ibadah haji, rukun Islam yang kelima.

ْ ‫ُد‬ ‫ْﻣ‬ ‫َﺣ‬ ‫ ﷲ أﻛﺑرَوِ اﻟ‬،‫ُر‬ ‫ْﺑ‬ ‫ُ أﻛ‬ ‫ ﷲ‬،‫ُر‬ ‫ْﺑ‬ ‫ُ أﻛ‬ ‫ﷲ‬ َ َ Ma’asiral muslimin rahimakumullah, Di hari ‘Idul Adha, 10 Dzulhijjah 1434 H ini, kita mengenang kembali peristiwa agung pengorbanan Nabi Ibrahim dalam menaati perintah Allah Swt untuk menyembelih putranya, Ismail. Bagi Nabi Ibrahim, Ismail adalah buah hati, harapan dan kecintaannya, yang telah sangat lama didambakan. Namun di tengah rasa bahagia itu, turunlah perintah Allah kepadanya untuk menyembelih putra kesayangannya itu. Allah Swt berfirman: ُ َ ْ َ َ َ َ ]‫َرى‬ ‫َا ﺗ‬ ‫ْرَﻣﺎذ‬ ‫ْظ‬ ‫َ ﺎﻧ‬ ‫ُﺣَك ﻓ‬ ‫ْﺑ‬ ‫َذ‬ ‫ّﻲ أ‬ ‫ِﻧ‬ ‫َﺎم أ‬ ‫َﻣﻧ‬ ‫ِﻲ اﻟ‬ ‫َرى ﻓ‬ ‫ّﻲ أ‬ ‫ِﻧ‬ ‫ﻲإ‬ ‫ُﻧ‬ ‫َ ﺎﺑ‬ ‫َل ﯾ‬ ‫َﺎ‬ ‫ﻲﻗ‬ ‫ﱠﻌ‬ ‫ُ اﻟ ﺳ‬ ‫َﮫ‬ ‫َﻎَﻣﻌ‬ ‫َﻠ‬ ‫ﱠﻣﺎ ﺑ‬ ‫َﻠ‬ ‫[ﻓ‬ َ ِ ِ ‫َﱠ‬ َْ “Maka tatkala anak itu telah sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu” (TQS. ash-Shaffat: 102). Terhadap perintah itu, Nabi Ibrahim mengedepankan kecintaan yang tinggi yakni kecintaan kepada Allah Swt dan menyingkirkan kecintaan yang rendah, yakni kecintaan kepada anak, harta, dan dunia. Perintah amat berat itu pun disambut oleh Ismail As dengan penuh kesabaran. Ismail pun mengukuhkan keteguhan jiwa ayahandanya dengan mengatakan: ُ َ ]َ ‫ِرﯾن‬ ‫ِﺑ‬ ‫ﺻﺎ‬ ‫ُِﻣ‬ ‫َء ا‬ ‫َﺎ‬ ‫ْن ﺷ‬ ‫ِﻲ إ‬ ‫ُﻧ‬ ‫ِﺟد‬ ‫َﺗ‬ ‫ُر ﺳ‬ ‫َﻣ‬ ‫ْؤ‬ ‫ْلَﻣﺎ ﺗ‬ ‫ْﻌ‬ ‫ت اﻓ‬ ‫َﺑ‬ ‫َﺎ أ‬ ‫َل ﯾ‬ ‫َﺎ‬ ‫[ﻗ‬ ‫َن اﻟﱠ‬ ‫ﱠ‬ َِ َ ِ Wahai Ayahanda, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” (TQS. ash-Shaffat: 102)

ْ ‫ُد‬ ‫ْﻣ‬ ‫َﺣ‬ ‫ ﷲ أﻛﺑرَوِ اﻟ‬،‫ُر‬ ‫َﺑ‬ ‫ﷲ أﻛ‬ ْ ‫َﺑ‬ ‫ﷲ أﻛ‬ ْ ُ ،‫ُر‬ ُ

m.hizbut-tahrir.or.id/2013/10/09/khutbah-idul-adha-1434-h-ketaatan-dan-pengorbanan-untuk-perubahan-besar-dunia-menuju-khilafah/

2/7


13/10/13

Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Khutbah Idul Adha 1434 H: Ketaatan dan Pengorbanan untuk Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah

Ma’asiral muslimin rahimakumullah, Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail tersebut seharusnya menjadi teladan bagi kita saat ini. Tidak hanya teladan dalam pelaksanaan ibadah haji dan ibadah qurban, namun juga teladan dalam berjuang dan berkorban demi terwujudnya ketaatan kepada hukum-hukum Allah Swt secara kaffah. Sungguh, kini banyak hukum Allah Swt yang diabaikan, khususnya syariah Islam yang berkaitan dengan pengaturan kehidupan bermasyarakat dan bernegara, baik dalam bidang pemerintahan, ekonomi, sosial, hukum pidana, pendidikan, politik luar negeri dan sebagainya. Belum diamalkannya syariah Islam secara kaffah dalam kehidupan kita inilah yang menyebabkan kehidupan kaum Muslimin terpuruk dan terjajah. Saudara-saudara kita di Suriah, Mesir, Palestina, Iraq, Afghanistan, Xinjiang, Chechnya, Rohingya, Thailand Selatan, Filipina Selatan dan lainnya, dijajah, disiksa, dibantai dan banyak yang diusir dari negerinya, tanpa ada yang melindungi dan membelanya. Sementara di Indonesia, rakyat terhimpit kemiskinan, harga-harga kebutuhan pokok terus membumbung tinggi, pendidikan mahal tapi kualitasnya rendah, kekayaan alam kita dikeruk oleh korporasi asing, layanan kesehatan makin mahal, budaya kufur seperti Miss World semakin marak, dan korupsi kian merajalela. Kasus yang terakhir, Ketua Mahkamah Konstitusi tertangkap tangan oleh KPK dengan barang bukti uang sekitar Rp 4 milyar. Korupsi ini melibatkan tiga pilar demokrasi sekaligus yakni yudikatif, legislatif, dan eksekutif. Ini bukti yang ke sekian kalinya bahwa demokrasi melahirkan korupsi. Sungguh, pangkal keterpurukan ini bersumber pada satu hal yakni penyimpangan terhadap aturan Allah Swt. Ini karena kaum Muslim berpaling dari Al-Quran. Keadaan itu telah diterangkan oleh Allah Swt dalam QS. Thaha 124: ً ْ ُ ]‫َﻣﻰ‬ ‫َﻋ‬ ‫ِﺔ أ‬ ‫َﻣ‬ ‫َﺎ‬ ‫ِﯾ‬ ‫ْﻘ‬ ‫َم اﻟ‬ ‫ْو‬ ‫ُﯾ‬ ‫ُر ه‬ ‫ْﺣ ﺷ‬ ‫َوﻧ‬ َ ‫ﺿﻧﻛﺎ‬ ‫َﺔ‬ ‫ِﻌﯾ ﺷ‬ ‫َُﻣ‬ ‫َﮫ‬ ‫ﱠن ﻟ‬ ‫َﺈ‬ ‫ِري ﻓ‬ ‫ﻋنِذﻛ‬ ‫َﻋ‬ ‫ْن أ‬ ‫َﻣ‬ ‫[و‬ ْ َ ْ ًَ َ‫ض‬ َ‫َر‬ ِ َ “Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit dan Kami akan mengumpulkan dia pada Hari Kiamat nanti dalam keadaan buta…”. Menurut Imam Ibnu Katsir makna “berpaling dari peringatan-Ku” adalah: menyalahi perintah-Ku dan apa yang Aku turunkan kepada Rasul-Ku, melupakannya dan mengambil petunjuk dari selainnya (Tafsir al-Quran al-‘Azhim, V/323). Sedangkan penghidupan yang sempit tidak lain adalah kehidupan yang semakin melarat, miskin, sengsara, menderita, terjajah, teraniaya, tertindas dan sebagainya, sebagaimana yang terjadi di negeri-negeri Muslim sekarang.

ْ ‫ُد‬ ‫ْﻣ‬ ‫َﺣ‬ ‫ ﷲ أﻛﺑرَوِ اﻟ‬،‫ُر‬ ‫ْﺑ‬ ‫ﷲ أﻛ‬ ‫ْﺑ‬ ‫ﷲ أﻛ‬ َ َ ُ ،‫ُر‬ ُ m.hizbut-tahrir.or.id/2013/10/09/khutbah-idul-adha-1434-h-ketaatan-dan-pengorbanan-untuk-perubahan-besar-dunia-menuju-khilafah/

3/7


13/10/13

Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Khutbah Idul Adha 1434 H: Ketaatan dan Pengorbanan untuk Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah

Ma’asiral muslimin rahimakumullah, Kondisi tersebut tak boleh dibiarkan dan didiamkan. Umat Islam harus bangkit dan siap berjuang untuk mewujudkan perubahan besar dunia menuju penerapan syariah Islam secara kaffah, sebagaimana yang diinginkan oleh Allah Swt melalui firman-Nya dalam QS. Al-Baqarah: 208: ُ ْ ‫ﱠ‬ ُ ‫ﱠ‬ ٌ‫ِﺑ‬ ]‫ﯾن‬ ‫ُوﱡﻣ‬ ‫ﻋد‬ ‫َﻛ‬ ‫ُﻟ‬ ‫ﱠﮫ‬ ‫ِإﻧ‬ ‫ﺎن‬ ‫ْط‬ ‫ﱠﯾ‬ ‫ت اﻟ ﺷ‬ ‫ُْﺧط‬ ‫ُوا‬ ‫ِﺑﻌ‬ ‫َﺗ‬ ‫َﺗ‬ ‫ًَوﻻ‬ ‫ﱠﺔ‬ ‫َﺂﻓ‬ ‫ِم ﻛ‬ ‫ﺳﻠ‬ ‫ْﻓ‬ ‫ُوا‬ ‫ُﺧﻠ‬ ‫ْ اد‬ ْ ‫ُوا‬ ‫َﻣﻧ‬ ‫ﯾن آ‬ َ‫ِذ‬ ‫َﮭﺎ اﻟ‬ ‫َﯾ‬ ‫ﱡ‬ ‫َﺎ أ‬ ‫[ﯾ‬ ِ‫َوا‬ ّ ِ‫ِﻲ اﻟ‬ ‫ﱞ‬ َ‫ْم‬ َِ “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kalian menuruti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu”. Untuk menerapkan syariah Islam secara kaffah dalam semua aspek kehidupan, baik individu, masyarakat, dan negara, dibutuhkan institusi yang mewadahinya. Institusi tersebut tidak lain adalah Khilafah Islamiyah yang berfungsi sebagai munaffidzah al-syarî’ah atau pelaksana syariah. Hanya dengan Khilafah, Islam dapat ditegakkan secara sempurna dan hukum-hukumnya dapat ditegakkan secara menyeluruh. Inilah yang hilang dari dunia Islam karena Khilafah diruntuhkan pada tahun 1924 sehingga semua hukum Islam ditelantarkan hingga sekarang. Khilafah tersebut juga berfungsi sebagai penjaga (hârisah) bagi kaum Muslimin, baik agama, darah, harta, maupun kehormatan mereka. Rasulullah Saw bersabda: َ ‫ﱠ‬ «‫ِﮫ‬ ‫َﻰ ﺑ‬ ‫ﱠﻘ‬ ‫ُﺗ‬ ‫ِﮫَوﯾ‬ ‫َراﺋ‬ ‫ْنَو‬ ‫ُلِﻣ‬ ‫َ ﺎﺗ‬ ‫ُﻘ‬ ‫ٌﯾ‬ ‫ﱠﺔ‬ ‫ُمُﺟﻧ‬ ‫َﻣﺎ‬ ‫اﻹ‬ ‫ِإﻧ‬ ‫»و‬ ِ ِ ِ‫َﻣﺎ‬ َ Sesungguhnya seorang pemimpin itu adalah perisai, di belakangnya orang-orang berperang, dan kepadanya orang-orang mencari perlindungan (HR. Bukhari-Muslim). Kata Imam dalam hadits ini maksudnya adalah Khalifah. Imam an-Nawawi menyatakan, hadist itu bermakna bahwa Imam/Khalifah merupakan benteng/tameng karena ia melindungi rakyat dari serangan musuh terhadap kaum Muslimin, memelihara hubungan kaum Muslimin satu sama lain dan menjaga kekayaan kaum Muslimin. Urgensi negara sebagai penjaga bagi umat ini juga ditegaskan oleh al-Imam al-Ghazali. Beliau berkata: َ َُ ُ (‫ )اﻻﻗﺗﺻﺎد ﻓﻲ اﻻﻋﺗﻘﺎد‬. ]‫ٌﻊ‬ ‫ﺿ ﺎﺋ��� ‫ُﻓ‬ ‫َﮫ‬ ‫سﻟ‬ ‫َﻣﺎ ﻻ‬ ‫ٌمَو‬ ‫ُو‬ ‫ْﮭد‬ ‫َﻣ‬ ‫ُﻓ‬ ‫َﮫ‬ ‫سﻟ‬ ‫َأ‬ ‫َﻣﺎ ﻻ‬ ‫سَو‬ ‫ْط‬ ‫ﱡﻠ‬ ‫سَواﻟ ﺳ‬ ‫ْن أ‬ ‫ّﯾ‬ ‫ِد‬ ‫َﻟ‬ ‫[ا‬ ِ ‫ُﱠ‬ ٌ‫ﺎر‬ ‫ُﱞ‬ ََ َ‫ﺎر‬ ْ ِ‫ََﺣ‬ ِ‫ﺎنَﺣ‬ Agama adalah pondasi, sedangkan kekuasaan adalah penjaga. Sesuatu tanpa pondasi akan roboh, dan sesuatu tanpa penjaga akan hilang. ْ ‫ُد‬ ‫ْﻣ‬ ‫َﺣ‬ ‫ ﷲ أﻛﺑرَوِ اﻟ‬،‫ُر‬ ‫ْﺑ‬ ‫ﷲ أﻛ‬ ‫ْﺑ‬ ‫ﷲ أﻛ‬ َ َ ُ ،‫ُر‬ ُ Ma’asiral muslimin rahimakumullah,

m.hizbut-tahrir.or.id/2013/10/09/khutbah-idul-adha-1434-h-ketaatan-dan-pengorbanan-untuk-perubahan-besar-dunia-menuju-khilafah/

4/7


13/10/13

Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Khutbah Idul Adha 1434 H: Ketaatan dan Pengorbanan untuk Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah

Rasulullah Saw dan para shahabatnya telah menjadikan perjuangan dakwah untuk menerapkan syariah dalam naungan Daulah Islam Madinah sebagai perkara hidup dan mati. Beliau Saw menegaskan bahwa tidak akan mundur selangkah pun hingga kemenangan itu datang atau binasa dalam perjuangan. Rasulullah bersabda: َ ْ َ َ ْ َ َ َ ‫ﱠ‬ .«ُ ‫ُﮫ‬ ‫ْﺗ‬ ‫َرﻛ‬ ‫ِﮫَﻣﺎ ﺗ‬ ‫َكِﻓﯾ‬ ‫ْﻠ‬ ‫َھ‬ ‫ْو أ‬ ‫ُأ‬ ‫ُا‬ ‫َر ه‬ ‫ِﮭ‬ ‫ُظ‬ ‫ﱠﻰ ﯾ‬ ‫َرَﺣﺗ‬ ‫ْﻣ‬ ‫َا اﻷ‬ ‫َذ‬ ‫ُرَك ھ‬ ‫َﺗ‬ ‫ْن أ‬ ‫َﻰ أ‬ ‫َﻠ‬ ‫ﺎري ﻋ‬ ‫َﺳ‬ ‫ِﻲ ﯾ‬ ‫َر ﻓ‬ ‫َﻣ‬ ‫ْﻘ‬ ‫َواﻟ‬،‫ِﻲ‬ ‫ِﻣﯾﻧ‬ ‫ِﻲ ﯾ‬ ‫سﻓ‬ ‫ُوا اﻟ ﺷ‬ ‫ﺿﻌ‬ ‫ِﻟ‬ ‫»وا‬ ِ ‫ﱠ‬ َ ‫ﱠ‬ َ‫ْﻣ‬ َ‫ْوَو‬ َِ َ “Demi Allah, andai saja mereka bisa meletakkan matahari di tangan kananku, dan bulan di tangan kiriku, (lalu mereka minta) agar aku meninggalkan urusan (agama) ini, maka demi Allah, sampai urusan (agama) itu dimenangkan oleh Allah, atau aku binasa di jalannya, aku tetap tidak akan meninggalkannya.” (HR. Ibn Hisyam) Karenanya wajib bagi kita kaum Muslimin untuk terus-menerus berjuang untuk menerapkan syariah Islam dengan menegakkan Khilafah, sebagai bentuk ketaatan kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Tentu saja dengan menanggung segala risiko hingga kita dimenangkan oleh Allah Swt atau kita binasa karenanya. Memang perubahan besar dunia menuju tegaknya Khilafah tersebut tidak mudah, namun memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang besar dari segenap kaum Muslimin. Dengan pengorbanan itu, insya Allah perjuangan yang sekilas tampak sulit itu akan menemukan hasilnya dalam waktu yang tidak lama lagi. Sebagaimana yang telah dijanjikan oleh Allah Swt: ‫ﱠ‬ ‫ﱠ‬ َ ‫ﱠ‬ َ َ ْ‫ِﻲ‬ ُ ‫ﱠ‬ َ َ ‫ﱠ‬ َ ‫ْم‬ ‫ُﮭ‬ ‫ﺿﻰ ﻟ‬ ‫ارﺗ‬ ‫ُم اﻟ‬ ‫ُﮭ‬ ‫ْمِدﯾﻧ‬ َ ‫ُﮭ‬ ‫َن ﻟ‬ ‫ّﻛﻧ‬ ‫َﻣ‬ ‫َﯾ‬ ُ ‫ْمَوﻟ‬ ‫ِﮭ‬ ‫ْﻠ‬ ‫َﺑ‬ ‫ﯾنِﻣن ﻗ‬ َ‫ِذ‬ ‫ف اﻟ‬ ‫ْﺧﻠ‬ ‫ْﺗ‬ ‫َﻣﺎ ا ﺳ‬ ‫ضﻛ‬ ‫اﻷ‬ ‫ُﮭم ﻓ‬ ‫َﻧ‬ ‫ِﻔ‬ ‫ْﺧﻠ‬ ‫ْﺗ‬ ‫َﺳ‬ ‫َﯾ‬ ‫تﻟ‬ ‫ﺻﺎﻟ‬ ‫ِﻣﻠ‬ ‫ﻋ‬ ‫ُواِﻣﻧﻛ‬ ‫َﻣﻧ‬ ‫ﯾن آ‬ َ‫ِذ‬ ‫ُ اﻟ‬ ‫َا‬ ‫ﻋد‬ ْ‫ِذي‬ ِ ِ ِ‫َﺣﺎ‬ ِ ‫ُوا اﻟﱠ‬ ‫ﱠ‬ ََ ََ ِ‫ْر‬ َ‫ْمَو‬ َ‫[َو‬ ُ َ ً ُ َ ْ ‫ﱠ‬ ]َ ‫ُون‬ ‫ِﺳﻘ‬ ‫َﺎ‬ ‫ْﻔ‬ ‫ُم اﻟ‬ ‫َِك ھ‬ ‫َﺋ‬ ‫ْوﻟ‬ ‫َﺄ‬ ‫َِك ﻓ‬ ‫َﻟ‬ ‫َذ‬ ‫ْد‬ ‫َﻌ‬ ‫َر ﺑ‬ ‫َﻔ‬ ‫َﻣن ﻛ‬ ‫َو‬ ‫ْﺋﺎ‬ ‫َﯾ‬ ‫ِﻲ ﺷ‬ ‫ون ﺑ‬ َُ ‫ِرﻛ‬ ‫ُﺷ‬ ‫ِﻲَﻻ ﯾ‬ ‫َﻧ‬ ‫ُوﻧ‬ ‫ُد‬ ‫ْﺑ‬ ‫َﻌ‬ ‫ًﯾ‬ ‫ْﻣﻧﺎ‬ ‫ْم أ‬ ‫ِﮭ‬ ‫َوﻓ‬ ‫ِد ﺧ‬ ‫َﻌ‬ ‫ّﻣن ﺑ‬ ‫َﻧ‬ ‫ّدﻟ‬ ‫ُﺑ‬ ‫َﯾ‬ ‫َوﻟ‬ ِ ْ ِ‫ُﮭم‬ ِ َ ْ “Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan beramal shalih di antara kalian, bahwa Dia benar-benar akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa; Dia benar-benar akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai untuk mereka; dan Dia benar-benar akan menukar keadaan mereka —sesudah mereka berada dalam ketakutan— menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah Aku tanpa mempersekutukan Aku dengan sesuatu pun. Siapa saja yang kafir sesudah janji itu, mereka itulah orang-orang yang fasik”. (QS. An-Nuur: 55)

ْ ‫ُد‬ ‫ْﻣ‬ ‫َﺣ‬ ‫ ﷲ أﻛﺑرَوِ اﻟ‬،‫ُر‬ ‫ْﺑ‬ ‫ُ أﻛ‬ ‫ ﷲ‬،‫ُر‬ ‫ْﺑ‬ ‫ُ أﻛ‬ ‫ﷲ‬ َ َ Ma’asiral muslimin rahimakumullah, Akhirnya, marilah kita memohon kepada Allah, semoga Allah Swt mengabulkan seluruh permohonan kita. Semoga Allah Swt memberi kita kesabaran dan keikhlasan, serta menguatkan kita untuk berperan penting dalam upaya melakukan perubahan besar dunia menuju tegaknya Khilafah Islamiyah. m.hizbut-tahrir.or.id/2013/10/09/khutbah-idul-adha-1434-h-ketaatan-dan-pengorbanan-untuk-perubahan-besar-dunia-menuju-khilafah/

5/7


13/10/13

Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Khutbah Idul Adha 1434 H: Ketaatan dan Pengorbanan untuk Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah

َ َ ْ ْ ْ ْ ّ ّ ْ َ ْ َ ْ ‫ت‬ ‫ْﻣ‬ ‫ْﻷ‬ ‫َوا‬ ‫ْم‬ ‫ُﮭ‬ ‫ﺎءِﻣﻧ‬ ‫ْﺣ‬ ‫ْ◌ﻷ‬ ‫تا‬ ‫ِﻣﻧ‬ ‫ْؤ‬ ‫ُﻣ‬ ‫َواﻟ‬ ‫ْن‬ َ ‫ِﻧﯾ‬ ‫ِﻣ‬ ‫ْؤ‬ ‫ُﻣ‬ ‫َواﻟ‬ ‫ت‬ ‫ِﻠ‬ ‫ﺳ‬ ‫ْنَواﻟ‬ َ ‫ِﻣﯾ‬ ‫ِﻠ‬ ‫ﺳ‬ ‫ِﻟﻠ‬ ‫ْر‬ ‫ِﻔ‬ ‫ﱠم اﻏ‬ ‫ُﮭ‬ ‫َﻟﻠ‬ ‫ أ‬،‫َﺎرا‬ ‫َﯾﺎﻧ‬ ‫َﻣﺎَرﺑ‬ ‫ﱠ‬ ‫َﻣﺎ ﻛ‬ ‫ُﮭ‬ ‫ْﻣ‬ ‫َﺣ‬ ‫ار‬ ‫ْﻧ‬ ‫َدﯾ‬ ‫ِﻟ‬ ‫َوا‬ ‫ِﻟ‬ ‫َﺎَو‬ ‫َﻧ‬ ‫ْر ﻟ‬ ‫ِﻔ‬ ‫ﱠم اﻏ‬ ‫ُﮭ‬ ‫اﻟﻠ‬ ِ‫َوا‬ ِ‫َﯾ‬ ِ‫َﺎ‬ ِ‫َﻣﺎ‬ ْ‫ُﻣ‬ ْ‫ُﻣ‬ ً‫ﺻﻐ‬ ْ‫َﺎَو‬ ِ‫َﺎ‬ ْ ‫ﱠ‬ ‫ﱠ‬ ُ َ َ ‫ﱠ‬ ‫ﱠ‬ َ ْ ‫اب‬ ‫ت اﻟﺗ‬ َْ ‫َﻧ‬ ‫َك ا‬ ‫ِﻧ‬ ‫َﺎ ا‬ ‫ْﻧ‬ ‫َﯾ‬ ‫ﻋﻠ‬ ‫َوﺗ‬ ‫ُم‬ ‫ِﯾ‬ ْ ‫َﻌﻠ‬ ‫ُﻊ اﻟ‬ ‫ِﻣﯾ‬ ْ ‫ت اﻟ ﺳ‬ َْ ‫َﻧ‬ ‫َك أ‬ ‫ِإﻧ‬ ‫َﺎ‬ ‫َﻧ‬ ‫ﻋ ﺎﺋ‬ ‫ﱠﺎ د‬ ‫ْلِﻣﻧ‬ ‫َﺑ‬ ‫ﱠ‬ ‫َﻘ‬ ‫ﱠم ﺗ‬ ‫ُﮭ‬ ‫َﻟﻠ‬ ‫ ا‬،‫ْن‬ َ ‫ِرﯾ‬ ‫َﺎِﺳ‬ ‫ْﺧ‬ ‫َن اﻟ‬ ‫ﱠﺎِﻣ‬ ‫َﻧ‬ ‫ْوﻧ‬ ‫َﻛ‬ ‫َﻧ‬ ‫َﺎ ﻟ‬ ‫ْﻣﻧ‬ ‫َﺣ‬ ‫ْر‬ ‫َﺎَوﺗ‬ ‫َﻧ‬ ‫ْرﻟ‬ ‫ْﻔ‬ ‫َﻐ‬ ‫ْم ﺗ‬ ‫ِن ﻟ‬ ‫َوا‬ ‫َﺎ‬ ‫ﺳﻧ‬ ‫ْﻔ‬ ‫َﻧ‬ ‫َﺎ أ‬ ‫ْﻣﻧ‬ ‫َﻠ‬ ‫َﺎ ظ‬ ‫ﱠﻧ‬ ‫َرﺑ‬ ُ‫ﱠو‬ ُْ ‫ﱠ‬ ِ َ‫ب‬ َُ َُ .‫ُم‬ ‫ِﺣﯾ‬ ْ ‫اﻟر‬ ‫ﱠ‬ ‫ﱠ‬ َ ُ ُ َ َ َ ْ ‫ﱠﺎ‬ ‫ﻋﻧ‬ ‫َواﻋ‬ ‫ِﮫ‬ ‫ِﺑ‬ ‫َﺎ‬ ‫َﻧ‬ ‫َﻟ‬ ‫َﺔ‬ ‫َﺎﻗ‬ ‫َط‬ ‫َﺎَﻣﺎﻻ‬ ‫ْﻧ‬ ‫ّﻣﻠ‬ ‫َﺣ‬ ‫َﺗ‬ ‫َﺎَوﻻ‬ ‫ﱠﻧ‬ ‫َﺎَرﺑ‬ ‫ِﻧ‬ ‫ْﻠ‬ ‫َﺑ‬ ‫ْن ﻗ‬ ‫ْنِﻣ‬ َ ‫ِذﯾ‬ ‫َﻰ اﻟ‬ ‫ﻋﻠ‬ ‫َﮫ‬ ‫ْﺗ‬ ‫َﻣﻠ‬ ‫َﻣﺎَﺣ‬ ‫ًرا ﻛ‬ ‫ﺻ‬ ‫َﺂ ا‬ ‫ْﻧ‬ ‫َﯾ‬ ‫ﻋﻠ‬ ‫ِﻣ‬ ‫ْﺣ‬ ‫َﺗ‬ ‫َﺎَوﻻ‬ ‫ﱠﻧ‬ ‫َﺎَرﺑ‬ ‫ْﻧ‬ ‫َﺄ‬ ‫ْﺧط‬ ‫ْو ا‬ ‫َﺂ أ‬ ‫ْﻧ‬ ‫ﱠِﺳﯾ‬ ‫ِن ﻧ‬ ‫َﺎ ا‬ ‫ْﻧ‬ ‫اﺧذ‬ ‫َﺗ‬ ‫َﺎ ﻻ‬ ‫ﱠﻧ‬ ‫َرﺑ‬ ُْ ِ ِْ ِ‫َؤ‬ َ‫ف‬ َُ َ‫ْل‬ َ ‫ْن‬ َ ‫ِرﯾ‬ ‫ِﻓ‬ ‫َﺎ‬ ‫ْﻛ‬ ‫ِم اﻟ‬ ‫ْو‬ ‫ْﻘ‬ ‫َﻰ اﻟ‬ ‫َﻠ‬ ‫َﺎ ﻋ‬ ‫ْرﻧ‬ ‫ﺻ‬ ‫َ ﺎﻧ‬ ‫َﺎ ﻓ‬ ‫َﻧ‬ ‫ْوﻻ‬ ‫تَﻣ‬ َْ ‫َﻧ‬ ‫َﺎ ا‬ ‫ْﻣﻧ‬ ‫َﺣ‬ ‫ار‬ ‫َﻧ‬ ‫ْرﻟ‬ ‫ْﻔ‬ ‫َواﻏ‬ ِ ُْ ْ‫َﺎَو‬ ِ ْ َ ْ ‫ﱠ‬ ْ ْ ُ َ ْ ‫ْم‬ ‫ُﮭ‬ ‫ﻋ‬ ‫َﺷ‬ ‫َوا‬ ‫ْن‬ َ ‫ّﯾ‬ ‫ِﯾ‬ ‫ِﻋ‬ ‫ُو‬ ‫ُﯾ‬ ‫ْنَو ﺷ‬ َ ‫ّﯾ‬ ‫ِﯾ‬ ‫ِﻛ‬ ‫َرا‬ ‫ِﺗ‬ ‫ِﺷ‬ ‫َوا‬ ‫ْم‬ ‫ُﮭ‬ ‫َواﻧ‬ َ ‫ْﺧ‬ ‫َوا‬ ِ ‫ْن‬ َ ‫ّﯾ‬ ‫ِﯾ‬ ‫ِﻟ‬ ‫َﻣﺎ‬ ‫ﺳ‬ ‫َرأ‬ ‫ْمَو‬ ‫ﺎرھ‬ ‫َﻧ‬ ‫ْنَوا‬ َ ‫ّﯾ‬ ‫ِﯾ‬ ‫ِﺑ‬ ‫ِﻠﯾ‬ ْ ‫ﺻ‬ ‫ُﮭ‬ ‫َواﻧ‬ َ ‫ﻋ‬ ‫َدَوا‬ ‫ْو‬ ‫ُﮭ‬ ‫َﯾ‬ ‫ْﻟ‬ ‫ِم ا‬ ‫ِز‬ ‫ِھ‬ ‫با‬ ‫ْﺣ‬ ‫ْﻷ‬ ‫َم ا‬ ‫ِز‬ ‫ْﮭ‬ ‫ُﻣ‬ ‫بَو‬ ‫ِﻛﺗ‬ ‫َل اﻟ‬ ‫ـز‬ ‫ﱠمَﯾﺎُﻣﻧ‬ ‫ُﮭ‬ ‫َﻟﻠ‬ ‫ا‬ ُ ْ َ‫َﯾﺎ‬ ْ َ‫ﺻ‬ َْ َ‫ْمَو‬ ِ‫َزا‬ ِ‫َﺎ‬ ِْ ْ ْ ‫ﱠ‬ ْ ُ ْ ُ َ َ ْ َ ‫َِك‬ ‫ْﻧ‬ ‫ِذ‬ ‫ِﺈ‬ ‫َﮭﺎ ﺑ‬ ‫َﻣﺗ‬ ‫َﺎ‬ ‫ِﻗ‬ ‫ِﺈ‬ ‫ْن ﺑ‬ َ ‫ﺻﯾ‬ ‫ْﺧﻠ‬ ‫ُﻣ‬ ‫ْن اﻟ‬ َ ‫ِﯾ‬ ‫ِﺎﻣﻠ‬ ‫ْﻌ‬ ‫َن اﻟ‬ ‫ِﻣ‬ ‫ْﻧ ﺎ‬ ‫َﻠ‬ ‫ْﺟﻌ‬ ‫َو ا‬،ُ ‫َﮫ‬ ‫ْﻠ‬ ‫َھ‬ ‫َوا‬ ‫َر‬ ‫ُﻔ‬ ‫ْﻛ‬ ‫َﮭﺎ اﻟ‬ ‫ﱡل ﺑ‬ ‫ِذ‬ ‫َُوﺗ‬ ‫َﮫ‬ ‫ْﻠ‬ ‫َھ‬ ‫َمَوا‬ ‫ْﻼ‬ ‫ِﻹ ﺳ‬ ‫َﮭﺎ ا‬ ‫ﱡز ﺑ‬ ‫ِﻌ‬ ‫ِﺗ‬ ‫ُو ة‬ ‫ﱡﺑ‬ ‫ﺎج اﻟﻧ‬ ‫َﻰِﻣﻧ‬ ‫َﻠ‬ ‫ِﺔ ﻋ‬ ‫َﻓ‬ ‫ِﺧﻼ‬ ‫َ اﻟ‬ ‫َﺔ‬ ‫ْوﻟ‬ ‫َُك د‬ ‫َﻟ‬ ‫ْﺄ‬ ‫َﺳ‬ ‫ﱠﺎ ﻧ‬ ‫ِإﻧ‬ ‫ﱠم‬ ‫ُﮭ‬ ‫َﻟﻠ‬ ‫ا‬ ِ َ ِِ َ ِ ِ ‫ﱠ‬ ِ‫َﮭ‬ َ ‫ْن‬ َ ‫ِﻣﯾ‬ ‫اﺣ‬ ‫َﺣ‬ ‫ْر‬ ‫َﯾﺎ ا‬ ِ‫اﻟر‬ ‫َمﱠ‬ ْ ْ ْ ُ َ ‫ب‬ ‫ْﻣد‬ ‫َﺣ‬ ‫َواﻟ‬ ‫ْن‬ َ ‫ِﯾ‬ ‫َﻠ‬ ‫ْر ﺳ‬ ‫ُﻣ‬ ‫َﻰ اﻟ‬ ‫َﻠ‬ ‫ٌم ﻋ‬ ‫َﻼ‬ ‫َو ﺳ‬ ‫َن‬ ‫ْو‬ ‫ﺻﻔ‬ ‫ﱠﻣﺎ ﯾ‬ ‫ِﻋ‬ ‫ﱠز ة‬ ‫ِﻌ‬ ‫ب اﻟ‬ ‫ﺎنَرﺑ‬ ّ َ‫َﺣ‬ ‫ُﺑ‬ ْ ‫َو ﺳ‬،‫ﺎر‬ ‫اب اﻟﻧ‬ ‫َذ‬ ‫َﺎ ﻋ‬ ‫ِﻧ‬ ‫ًَوﻗ‬ ‫َﺔ‬ ‫َﻧ‬ ‫َِﺣ ﺳ‬ ‫َر ة‬ ‫ﻵﺧ‬ ‫ِﻲ ا‬ ‫ًَوﻓ‬ ‫َﺔ‬ ‫َﻧ‬ ‫َﺎَﺣ ﺳ‬ ‫ْﯾ‬ ‫ﱡﻧ‬ ‫ِﻲ اﻟد‬ ‫َﺎ ﻓ‬ ‫ِﻧ‬ ‫َﺎ آﺗ‬ ‫ﱠﻧ‬ ‫َرﺑ‬ ّ‫َُِر‬ ّ‫َِكَر‬ ِْ ِ َِ َ ِ ََ ِ‫ﱠ‬ ْ َ .َ ‫ْن‬ ‫ِﻣﯾ‬ ‫َﻌﺎﻟ‬ ‫اﻟ‬ ْ ‫ُد‬ ‫ْﻣ‬ ‫َﺣ‬ ‫ْرَوِ اﻟ‬ ‫ْﺑ‬ ‫َﻛ‬ ‫ﷲأ‬ ‫ْﺑ‬ ‫َﻛ‬ ‫ﷲأ‬ ‫ْﺑ‬ ‫َﻛ‬ ‫ﷲأ‬ َ َ َ ُ ‫ْر‬ ُ ‫ْر‬ ُ

‫واﻟﺳﻼم ﻋﻠﯾﻛم ورﺣﻣﺔ ﷲ وﺑرﻛﺎﺗﮫ‬

Baca juga : 1. Renungan Idul Adha 1434 H: Ketaatan dan Pengorbanan untuk Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah 2. Khutbah Idul Adha 1433 H/2012 M: Kurbankan ‘”Ismail-mu” (Ketaatan dan Pengorbanan untuk Tegaknya Syariah dan Khilafah) 3. Raih Taqwa, Songsong Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah 4. Pernyataan HTI Tentang Penyelenggaraan Muktamar Khilafah 2013 “Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah” 5. Refleksi Hijrah: Menyongsong Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah Tw eet

0

Posted in Tsaqofah | No comments Previous post: HTI Sumut Menggelar Aksi Tolak APEC dan Imprealis AS Next post: Hizbut Tahrir Menyelenggarakan Forum Tokoh Perempuan Dalam Rangka Menentang Imperialisme AS terhadap Perempuan di Asia Tenggara melalui KTT APEC dan Rezim Pasar Bebas

Leave a comment Name (required) m.hizbut-tahrir.or.id/2013/10/09/khutbah-idul-adha-1434-h-ketaatan-dan-pengorbanan-untuk-perubahan-besar-dunia-menuju-khilafah/

6/7


13/10/13

Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Khutbah Idul Adha 1434 H: Ketaatan dan Pengorbanan untuk Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah

Mail (required, but not published)

Website

http:// Comment

Submit comment

HOME

BERITA TERBARU

TENTANG KAMI

FAQ

DEKSTOP

Kantor Pusat Hizbut Tahrir Indonesia: Crown Palace A25, Jl Prof. Soepomo No. 231, Jakarta Selatan 12390 Telp/Fax: (62-21) 83787370 / 83787372, Email: info@hizbut-tahrir.or.id

m.hizbut-tahrir.or.id/2013/10/09/khutbah-idul-adha-1434-h-ketaatan-dan-pengorbanan-untuk-perubahan-besar-dunia-menuju-khilafah/

7/7


Khutbah Idul Adha 1434 H_ Ketaatan Dan Pengorbanan Untuk Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah