Issuu on Google+

Lampiran A ada BAB 1 kita dihadapkan pada tiga pertanyaan mendasar yang merupakan kunci penentu arah kehidupan yang akan kita pilih. Kita bisa menjawabnya dengan benar lalu hidup dengan mengikuti jalan yang benar atau menjawab dengan salah lalu tersesat.

P

Untuk menjawab Uqdah Al-Qubro dengan benar kita harus menggunakan potensi akal dengan benar, yaitu mengetahui cara berpikir untuk menjawabnya. Dalam lampiran ini akan dipaparkan cara berfikir yang benar untuk menjawab permasalahan seputar aqidah. Sebuah jawaban atas Uqdatul Qubro dapat dikatakan benar dan layak untuk dijadikan keyakinan jika mampu menghasilkan pembenaran yang pasti (tashdiq al-Jazm). Artinya harus konsisten (tidak akan berubah), tidak ada kemungkinan salah meskipun sedikit sehingga tidak bisa menimbulkan keraguan sedikitpun. Akan tetapi keyakinan tersebut tidak mungkin terbentuk tanpa adanya syarat yang lain yaitu : Pertama, berdasarkan pada fakta (realistis) bukan khayalan yang diada-adakan. Sedangkan syarat 1 tidak mungkin diketahui kecuali memenuhi syarat kedua: Kedua, dapat dibuktikan kebenarannya. Syarat pertama dapat kita pahami dengan jelas, sedangkan syarat kedua memerlukan penjelasan lebih lanjut. Sebuah keyakinan benar jika dapat dibuktikan dengan aqli (rasio) yaitu melalui proses berpikir. Berpikir adalah proses untuk memberikan kesimpulan terhadap suatu fakta yang akan melalui tahapan sebagai berikut: Pemikiran terjadi ketika ada fakta yang terindera lalu diindera oleh manusia. Lalu fakta tersebut ditransfer ke dalam otak (yang normal) kemudian dikaitkan dengan informasi yang kita miliki (Maklumat tsabiqoh). Pemikiran hanya akan terjadi jika semua komponen tersebut lengkap, apabila salah satu saja di antara empat komponen itu tidak ada maka pemikiran tidak akan terjadi.

Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim

115


Ebook Islam Saja